BIOGRAFI HASIP KALIMUDDIN SYAM 1939-2021
SKRIPSI
Disusun Oleh:
RANDI LESMANA (I1A118031)
PROGRAM STUDI ILMU SEJARAH
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JAMBI
BIOGRAFI HASIP KALIMUDDIN SYAM 1939-2021
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Humaniora Pada Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan
Universitas Jambi
Disusun Oleh:
RANDI LESMANA (I1A118031)
PROGRAM STUDI ILMU SEJARAH
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JAMBI
2022
HALAMAN PERNYATAAN Yang bertanda tangan di bawah ini
Nama : Randi Lesmana
NIM : I1A118031
Jurusan/Program Studi : Ilmu Sejarah Dengan ini menyatakan bahwa :
1. Skripsi ini belum pernah diajukan dan tidak dalam proses pengajuan dan skripsi ini adalah hasil karya saya sendiri dan tidak melakukan plagiat.
2. Semua sumber kepustkaan dan bantuan yang diterima selama penelitian dan penyusunan skripsi ini telah dicantumkan atau dinyatakan pada bagian yang relevan dengan menggunakan footnote (catatan kaki) dan daftar pustaka sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
3. Apabila kemudian hari terbukti bahwa skripsi ini telah diajukan atau dalam proses pengajuan oleh pihak lain dan terdapat plagiatirisme di dalam skripsi ini maka, penulis bersedia menerima sanksi yang berlaku di Universitas Jambi.
Demikian pernyataan ini dibuat untuk digunakan sebagaimana mestinya.
Jambi, 29 November 2022 Yang membuat pernyataan
Randi Lesmana I1A118031
HALAMAN MOTO
“Hanya pendidikan yang bisa menyelamatkan masa depan, tanpa pendidikan indonesia tak mungkin bertahan.”
- Randi Lesmana -
HALAMAN PERSEMBAHAN
Dengan mengucap syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Skripsi ini penulis persembahkan untuk kedua orang tua tercinta, Ayah (Lisman) dan Mak (Nurasni) atas segala doa dan pengorbanan yang
tiada henti-hentinya mereka berikan kepadaku. Dan Kakak (Dede Lesmana, Mira Widiawati, Silvia Rahmi dan Reski Emilia). Dan Sahabat sejatiku
Andini Dwi Putri
Untuk semua yang penulis sayangi terima kasih atas bantuan, doa dan motivasi yang telah diberikan.`
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, penulis panjatkan puji syukur atas kehadirat-Nya yang telah melimpahkan rahmat, hidayah serta inayah-Nya. Oleh karena Anugerah-Nya yang melimpah sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini yang berjudul "BIOGRAFI HASIP KALIMUDDIN SYAM 1939-2021".
Skripsi ini telah penulis susun dengan maksimal dan dengan sekuat tenaga penulis kerahkan untuk menyelesaikan skripsi ini. Namun, dalam proses penyusunan skripsi ini tidak semudah yang penulis bayangkan. Terdapat banyak rintangan dan juga pengalaman yang penulis dapatkan selama melakukan wawancara dan mencari sumber-sumber tertulis untuk menyusun skripsi ini.
Terlepas dari semua itu, penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Prof. Drs. H. Sutrisno, M.Sc., Ph.D selaku Rektor Universitas Jambi, Bapak Prof. Dr. M. Rusdi, S.Pd., M.Sc dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi, dan Bapak Abdurrahman, S.Pd., MA selaku Ketua Prodi Ilmu Sejarah Universitas Jambi. Dalam penyusunan skripsi ini, penulis mengalami banyak kendala.
Namun, berkat bantuan dari semua pihak penyusunan proposal ini dapat diselesaikan. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terimah kasih kepada Bapak Abdurrahman, S.Pd., MA dan Ibu Fatonah, S.S., M.I.Kom selaku dosen pembimbing skripsi yang senantiasa meluangkan waktu disela-sela kesibukannya
untuk memberikan arahan dan motivasi bagi penulis untuk menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Terima kasih kepada Bapak Dr. Supian, S.Ag, M.Ag. Bapak Benny Agusti Putra, S.Hum., M.A., dan Ibu Nelly Indrayani, S.Hum., M.Hum.
selaku penguji dalam skripsi, yang telah banyak memberikan kritik, saran, dan masukan yang membangun kepada penulis sehingga penulis bisa menyelesaikan skripsi ini.
Kepada seluruh keluarga besar penulis, khususnya kedua orang tua Ayah Lisman dan Ibu Nurasni yang telah memberikan dukungan penuh dari segi materil maupun moril kepada penulis selama menempuh pendidikan. Senantiasa sabar dalam membimbing dan mendidik sedari kecil hingga sekarang, serta tidak pernah berhenti untuk mendoakan keselamatan dan kesuksesan anak-anaknya. Dan juga Kakak Dede Lesmana, Mira Widiawati, Silvia Rahmi, Reski Emilia yang selalu menghibur penulis dalam proses menyelesaikan skripsi.
Terima kasih kepada Ibu Camelia Puji Astuti, Ibu Rohana, Bapak Muhammad Azrai Al-Basry, Bapak M. Lohot Hasibuan, Bapak Mubaraq Eldrin Hasip, Bapak Rizalul Fikri, Bapak Supadi, Bapak Tamrin yang telah membantu penulis dalam memberikan informasi-informasi penting untuk penyusunan skripsi.
Tidak lupa pula ucapan terima kasih untuk Andini Dwi Putri yang telah memberikan dukungan dan semangat, meluangkan banyak waktu untuk penulis dalam proses menyelesaikan skripsi.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan ini terdapat berbagai kekurangan dan keterbatasan. Untuk itu penulis mengharapkan masukan dan saran-saran yang bersifat membangun demi tulisan ini. Demikian yang dapat
penulis sampaikan, semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan akhir kata dengan kerendahan hati, penulis mengucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak yang telah membantu penulisan skripsi ini.
Jambi, 19 Desember 2022
Randi Lesmana Penulis
DAFTAR ISI
Halaman HALAMAN SAMPUL ...
HALAMAN JUDUL ... i
HALAMAN PENGESEHAN ... ii
HALAMAN PERSTUJUAN ... iii
HALAMAN PERNYATAAN ... iv
HALAMAN MOTO ... v
HALAMAN PERSEMBAHAN ... vi
KATA PENGANTAR ... vii
DAFTAR ISI ... x
DAFTAR TABEL ... xii
DAFTAR GAMBAR ... xiii
DAFTAR SINGKATAN ... xiv
DAFTAR LAMPIRAN ... xv
ABSTRAK ... xvi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 5
1.3 Ruang Lingkup Penelitian ... 6
1.4 Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 6
1.5 Tinjauan Pustaka ... 7
1.6 Kerangka Konseptual... 10
1.7 Metode Penlitian ... 13
1.8 Sistematika Penlulisan ... 15
BAB II LATAR BELAKANG KEHIDUPAN HASIP KALIMUDDIN SYAM 2.1 Letak Geografis Jambi ... 18
2.2 Sejarah Provinsi Jambi ... 22
2.3 Latar Belakang Keluarga ... 26
2.4 Letak Geografis Kecamatan Batin XXIV ... 32
2.5 Jenjang Pendidikan ... 34
2.6 Acara Pernikahan ... 41
2.7 Silsilah Keturunan ... 43
BAB III PERANAN DAN KIPRAH HASIP KALIMUDIN SYAM DI BIDANG PENDIDIKAN, PEMERINTAHAN DAN BUDAYA 3.1 Kepala Dinas P.D dan K Propinsi Jambi ... 49
3.2 Bupati Kepala Daerah Tk. II Kabupaten Batang Hari ... 52
3.3 Pembantu Gubernur Jambi Wilayah Timur ... 59
3.4 Sekretaris Wilayah Daerah Tingkat I Jambi ... 62
3.5 Rektor Universitas Batanghari ... 65
3.6 Ketua Lembaga adat melayu ... 67
BAB IV APRESIASI MASYARAKAT TERHADAP HASIP KALIMUDDIN SYAM DAN AKHIR KEHIDUPANNYA 4.1 Hasip di Mata Keluarga ... 72
4.2 Pandangan Kerabat Terhadap Hasip... 75
4.3 Apresiasi Masyarakat Terhadap Hasip ... 76
4.4 Penghargaan Prasamnya Purnakarya Nugraha ... 77
4.5 Wafatnya Hasip Kalimuddin Syam ... 79
BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan ... 82
DAFTAR PUSTAKA ... 84
LAMPIRAN ... 87
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 1. Luas Wilayah ...20
Tabel 2. Daftar Gubernur Jambi Dari Masa Ke Masa ...25
Tabel 3. Asal Keturunan Ibu ...44
Tabel 4. Asal Keturunan Ayah ...46
Tabel 5. Keluarga Hasip Kalimuddin Syam ...47
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 1. Peta Provinsi Jambi ...22
Gambar 2. Peta Kecamatan Bathin XXIV ...32
Gambar 3. Rumah Kost Hasip Di Suryomatraman ...39
Gambar 4. Kedatangan Rombongan Keluarga Di Pernikahan ...42
Gambar 5. Pelantikan Bupati Batang Hari ...53
Gambar 6. Rekernas Pembantu Gubernur Se-Indonesia ...60
Gambar 7. Dilantik Sebagai Sewilda Tk I Jambi ...63
Gambar 8. Acara Warna Perkawinan Indonesia ...67
Gambar 9. Penghargaan Prasamnya Purnakarya Nugraha ...79
Gambar 10. Surah Yasin Hasip Kalimuddin Syam ...80
Gambar 11. Nama Hasip Di Abadikan Jadi Nama Aula ...81
DAFTAR SINGKATAN
SR : Sekolah Rakyat
LAM : Lembaga Adat Melayu KDH : Koefisien Dasar Hijau INS : Indonesia Nederlans School ELS : Europese Lagere School HCS : Holland Chinese School HIS : Holland Inlandse School AMS : Algeme Middelbare School MULO : Meer Uitgebreid Lager Onderwijs STIP : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian STIE : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi DPL : Diatas Permukaan Laut
APBN : Anggaran Pendapatan Belanja Negara DAS : Daerah Aliran Sungai
PPL : Penyuluhan Peertanian Lapangan
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
Lampiran 1. Foto Hasip Selama Menjabat Di Pemerintahan ...87
Lampiran 2. Foto Hasip Saat Menjadi Mahasiswa ...91
Lampiran 3. Foto Wawancara ...93
Lampiran 4. Dokumentasi Piagam Hasip ... 98
ABSTRAK
Randi Lesmana. 2022. Biografi Hasip Kalimuddin Syam 1939-2021:
Skripsi,Program Studi Ilmu Sejarah, FKIP Universitas Jambi, Pembimbing: (I) Abdurrahman, S.Pd., MA. (II) Fatonah, S.S., M.I.Kom.
Penelitian ini membahas Biografi dan peran Hasip Kalimuddin Syam sebagai Wakil Gubernur Jambi dalam membangun propinsi Jambi. Penelitian ini merupakan penulisan biografi dengan menggunakan metode Interpretatif yang lebih mengarah kepada pendekatan sosial dengan mengacu pada pendapat Kuntowijoyo. Penulis menggunakan metode historis yang terdiri dari 4 tahap yaitu Pengumpulan Data, Kritik Sumber, Penafsiran, dan Historiografi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah Dokumentasi, Wawancara dan Studi Pustaka.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Hasip Kalimuddin Syam yang lahir di Mata Gual, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi ini telah menjadi salah satu Pemimpin daerah yang berhasil membangun Provinsi Jambi. Tahun 1939- 2021 masa Hasip Kalimuddin Syam telah memasuki pada Repelita II dan Repelita III. Dalam kiprahnya membangun Provinsi Jambi menjadi Kota Pelajar Hasip Kalimuddin Syam telah melaksanakan tugas kepemimpinan suatu daerah dengan baik berpedoman dari pemerintah pusat. Pada Repelita II Hasip Kalimuddin Syam lebih memfokuskan pada pembangunan fisik seperti infrastruktur jalan, gedung pemerintahan, sekolah, dan juga transmigrasi. Pada Repelita III Hasip Kalimuddin Syam memfokuskan kepada Sumber Daya Manusia (SDM), dan meningkatkan kualitas transmigran dalam pengembangan industri kecil, perkebunan dan peternakan guna meningkatkan perekonomian di Batang Hari. Figur Hasip sebagai Pamongpraja karir. Sebagai pemuka masyarkat, pemuka adat dan pemuka agama sering diminta pendapat atau saran, baik oleh atasan beliau (Gubernur), maupun oleh kaum adat, kelompok pemuda, mahasiswa dan pemimpin organisasi masa dalam hal observasi masalah dan pemecahan masalah. Prestasi yang diperoleh selama Hasip Kalimuddin Syam memimpin Jambi yaitu mendapatkan penghargaan Prasamnya Purnakarya Nugraha, piagam ini merupakan penghargaan tertinggi yang diperoleh nya sebagai jaminan mutu atas keberhasilan pembangunan daerah Kabupaten Batang Hari di bawah kepimpinan Hasip Kalimuddin Syam.
Kata Kunci: Biografi, Kiprah, Hasip Kalimuddin Syam.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Biografi seseorang telah banyak ditulis, baik oleh penulis akademis yang bersangkutan maupun penulis non akademis. Setiap penulis mempunyai cara pandang berbeda-beda terhadap tokoh yang ditulisnya.1 Biografi adalah sebuah kisah riwayat hidup seseorang bersumber dari kisah nyata. Biografi menceritakan suatu proses mulai dari kanak-kanak si tokoh termasuk latar belakang keluarga dan lingkungannya, timbul cita-cita dalam benak sang tokoh untuk terjun dalam bidang yang digemarinya. Secara sederhana biografi dapat diartikan sebagai sebuah kisah riwayat hidup seseorang.2
Hampir disetiap buku atau karya ilmiah seperti skripsi mencantumkan biografi penulis, dengan tujuan untuk memperkenalkan riwayat singkat dari kehidupan penulis atau sekedar memberikan informasi mengenai kiprah atau fakta-fakta singkat dari sang penulis. Penulisan biografi singkat hanya terdiri dari satu sampai dua halaman. Sementara itu biografi yang panjang meliputi informasi-informasi penting namun dikisahkan dengan lebih mendetail dan dituliskan dengan gaya bercerita yang baik. Penulisan biografi yang panjang biasanya dibuat menjadi sebuah buku.3
1 Naimul Qisman, 2016. “Amirmuslim Malik: Dokter Pendidik 1968-2015”.
Skripsi. Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. Padang.
2 Hidayat, Nuril. 2021. “Kemas Mohamad Saleh (Tokoh Pendidikan Jambi 1937- 2014)”. Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi.
3 Ibid
Pada dasarnya biografi penting untuk ditulis yang diutamakan dalam penulisan biografi dapat memberikan penjelasan tentang proses dan struktur dari perkembangan yang menyejarah dari tokoh yang dijadikan fokus tulisan. Istilah biografi berhubungan hanya dengan individu selama proses sejarah pribadinya.
Biografi adalah salah satu unit sejarah yang sejak zaman klasik telah ditulis.
Sejak saat itu biografi termasuk bidang sejarah yang popular dan senantiasa sangat menarik serta banyak dibutuhkan oleh sejarawan, selain itu biografi juga menjadi alat utama. Biografi memiliki suatu kesibukan atau kesenangan bukan dengan kepastian, tetapi dengan keraguan. Biografi bukan suatu gambaran kemantapan atau ketetapan, tetapi berkisar dari suatu proses ke proses kehidupan. Biografi juga bukan hanya berasal dari cerita pengalaman hidup, tetapi juga pengalaman itu sendiri.4
Hasip Kalimuddin Syam dilahirkan di sebuah kampung kecil di Desa Matagual Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi. Pada 12 Januari 1939 beliau lahir di Matagual bagian ulu sungai Batang Tembesi beliau berasal dari keluarga yang sederhana. Syaib bin Yasin yang berasal dari Sekernan karena Syaib adalah anak dari Yasin dengan Hamidah dan keturunannya adalah Syaib, Komariah, Julaiha, Ibrahim, Salma, Syukur dan Siti Banun, hanyalah seorang petani telah meninggal pada Hasip berumur 6 bulan, jerih payah ibu membesarkannya sangat memperhatinkan.5
4 Taufik Abullah, “Mengapa Biografi”, Prisma No.8 (Jakarta: LP3ES,1977), hlm.113-118.
5 Farizal. “Kiprah, Peran dan Kepemimpinan Dalam Diri”. hlm. 2.
Pada saat beliau berumur kurang lebih 9 tahun kelas III Sekolah Rakyat (SR), ibunya tercinta Siti Aminah meninggal, kemudian Hasip diasuh oleh bibinya yang bernama Julaiha. Ketika berhasil menyelesaikan Sekolah Rakyat dan Madrasah ini usia Hasip sudah mencapai 14 tahun. Untuk menyelesaikan sekolah itu beliau harus melaluinya kurang lebih 5 tahun, karena sejak kecil Hasip menghidupi dirinya sendiri dengan menyadap karet, mencari ikan di sungai dan mencari kayu bakar di hutan untuk mencari nafkah dan uang jajan.6
Hasip Kalimudin Syam telah menapak perjalanan panjang dengan penuh romantika dan dinamikanya yang dimulai dari belajar S.R. (Sekolah Rakyat) sampai Perguruan Tinggi dan terakhir menyelesaikan program Pasca Sarjana.7
Setelah selesai dari pendidikannya Hasip Kalimuddin Syam memasuki dunia politik, beliau dikenal masyarakat Provinsi Jambi merupakan seorang birokrat, akademisi sekaligus politisi.8 Hasip Kalimuddin Syam pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Jambi dua periode, yakni pada 1994-1999 dan 1999- 2004.9
Hasip Kalimuddin Syam memulai perjalanan panjang meninggalkan desa Matagoal menuju Tanjung Djhor Seberang Kota Jambi untuk memasuki sekolah yang lebih tinggi lagi yaitu Tsanawiyah dan Aliyah Jauharul Islam di Tanjung Djohor Jambi. Dari desa Tanjung Djohor ini pula Hasip Kalimudin Syam berangkat ke Yogyakarta untuk melanjutkan pendidikannya ke Perguruan Tinggi
6 Ibid
7 Ibid
8 Portal Berita Jambi Terkini. (Diakses pukul 13 Desember 2021).
9 Wawancara Supadi Tanggal 3 November 2022, pukul 15.30. Di kediamannya.
yaitu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di Universitas Cokroaminoto Yogyakarta.10
Pada masa menjabat sebagai bupati Batanghari, Hasip Kalimudin Syam dikenang masyarakat sebagai tokoh pendidikan. Karena di masa pemerintahannya, banyak berdiri lembaga-lembaga pendidikan yang diinisiasi oleh pemerintah kala itu. Sampai saat ini masih banyak ditemukan karya Hasip Kalimudin Syam berupa bangunan-bangunan pendidikan yang masih berdiri, dan eksis menciptakan generasi-generasi berpendidikan.11
Hasip Kalimuddin Syam adalah Wakil Gubernur yang dicalonkan partai Golkar, partai pemenang pemilu 1999 di Jambi dengan 14 anggota DPRD Provinsi.12 Bukan itu saja, sebelumnya dia pernah menjabat Bupati Batanghari pada periode 1980-1991.13
Pada tanggal 15 Juni 1988 dilakukan penggantian rektor dari rektor pertama Kemas Mohamad Saleh kepada Mailoedin. Selanjutnya pada tanggal 13 Mei 1996, Mailoedin digantikan oleh Hasip Kalimuddin Syam sebagai Rektor Universitas Batanghari periode 1996 – 2005.14
Selain salah satu tokoh politik Jambi beliau juga merupakan salah satu orang yang berpengaruh di Kota Jambi, beliau pernah menjadi tokoh lembaga adat melayu Jambi, sebagaimana kita ketahui bahwa adat sangat dijunjung tinggi di Kota Jambi, banyak yang menganggap bahwa Hasip Kalimuddin Syam
10 H. Darussami Gazali. “Perjalanan Panjang Seorang Anak Desa” Jambi :CV Lazuardi Indah, hlm 10.
11 Britain.id (diakses 14 Desember 2021).
12Melvin Hutabarat, 2012. Fenomena “Orang Kuat Lokal” Di IndonesiaEra:
Desentralisasi. Tesis.Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia. Jakarta.
13Imcnews.id (diakses 13 Desember 2021).
14 Unbari.ac.id (diakses 14 Desember 2021).
merupakan tokoh pergerakan Jambi pada masa kontemporer yang memajukan Kota Jambi di kancah nasional maupun internasional.
Hasip Kalimuddin Syam meninggal dunia pada hari Minggu 25 Juli 2021 diusia 82 tahun. Beliau memiliki 5 orang anak, namun salah satu anaknya telah meninggal dunia. Sementara istrinya telah terlebih dulu meninggal dunia.15
Penelitian skripsi ini menjelaskan tentang biografi seorang tokoh yang berjasa dalam ruang lingkup Provinsi Jambi yang pada masanya menjabat sebagai Bupati pada tahun 1980-1991. Seorang tokoh yang di maksud adalah Hasip Kalimudin Syam. Berdasarkan uraian di atas, selain membahas biografi Hasip Kalimudin Syam pada saat beliau menjabat sebagai rektor Universitas Batanghari 1996-2005, penulis juga akan menulis sekilas tentang riwayat hidup Hasip Kalimudin Syam. Maka dari itu dengan membaca dan mempelajari Biografi Hasip Kalimudin Syam akan memberikan pengetahuan bagi pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum. Oleh sebab itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “BIOGRAFI HASIP KALIMUDDIN SYAM (1939-2021).”
1.2 Rumusan Masalah
Dengan demikian penulis merumuskan masalah yang nantinya akan dibahas pada bagian isi, yang diharapkan dapat mengarahkan dan membatasi penelitian. Pertanyaan-pertanyaan itu, seperti yang disajikan di bawah ini:
1. Bagaimana riwayat hidup dan masa Pendidikan Hasip Kalimudin Syam?
15 Ibid
2. Bagaimana peranan dan kiprah Hasip Kalimudin Syam di tengah- tengah masyarakat?
3. Bagaimana pengaruh dan apresiasi masyarakat terhadap Hasip Kalimudin Syam ?
1.3 Ruang Lingkup Penelitian
Ruang lingkup penelitian ini terdiri dari ruang lingkup temporal dan ruang lingkup spasial. Ruang lingkup temporal dalam penelitian ini dimulai tahun 1939 sampai tahun 2021. Pengambilan tahun 1939 karena itu tahun kelahiran Hasip Kalimudin Syam. Sedangkan tahun 2021 sebagai Batasan akhir penelitian ini karena tahun 2021 beliau wafat. Sementara ruang lingkup spasial yang dipilih adalah di Provinsi Jambi, karena Hasip Kalimudin Syam adalah seorang politisi dan akademisi yang memiliki peran penting dalam perkembangan politik atau akademik Provinsi Jambi.
1.4 Tujuan dan Manfaat Penelitian
Adapun Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjawab pertanyaan- pertanyaan permasalahan yang ada, yaitu:
1. Mengetahui riwayat hidup dan masa Pendidikan Hasip Kalimudin Syam.
2. Mengetahui peranan dan kiprah Hasip Kalimudin Syam di tengah- tengah masyarakat.
3. Mengetahui pengaruh dan apresiasi masyarakat terhadap Hasip Kalimudin Syam.
Penelitian dan penulisan ini juga diharapkan dapat memberi sumbangan bagi penelitian biografi, sehingga dikemudian hari dapat menjadi acuan dalam penelitian yang sama. Penelitian ini juga diharapkan dapat menambah wacana dan wawasan tentang sejarah yang berhubungan dengan penulisan biografi khususnya di Provinsi Jambi.
Adapun manfaat penelitian ini adalah :
1. Segi akademis, penelitian ini diharapkan bisa menjadi refrensi, menambah wawasan dan pengetahuan akademis bagi mahasiswa/i tentang “BIOGRAFI HASIP KALIMUDIN SYAM (1939-2021)”.
2. Segi praktis, penelitian ini diharapkan bisa menjadi inventarisasi dalam pengetahuan atau masukan bagi masyarakat umum tentang
“BIOGRAFI HASIP KALIMUDDIN SYAM (1939-2021)”.
1.5 Tinjauan Pustaka
Di dalam skripsi ini, penulis menggunakan sumber dari lapangan dan juga menggunakan beberapa pustaka sebagai acuan. Sejauh yang diketahui oleh penulis sampai saat ini, tulisan yang dengan khusus membahas mengenai BIOGRAFI HASIP KALIMUDDIN SYAM (1939-2021) secara kronologis dari awal belum ada yang menulis, kalaupun ada yang menyinggung tapi untuk tempat, waktu, dan karakteristik pembahasannya sangatlah berbeda dan biasanya juga mencakup hal yang lebih luas tentang Hasip Kalimudin Syam secara umum.
Akan tetapi, dari beberapa tulisan yang ditemukan ada beberapa sumber karya tulis, seperti: buku, arsip, jurnal atau skripsi yang membahasi mengenai biografi
yang dapat dijadikan perbandingan oleh penulis tentang sejauh mana masalah yang akan dibahas dalam tulisan ini yaitu:
Pertama dari buku yang ditulis oleh Darusammi Gazali tentang
“Perjalanan Panjang Seorang Anak Desa”. Buku ini membahas tentang perjalanan hidup dan perjuangan H. Hasip Kalimudin Syam seorang anak desa yang sukses menjadi seorang birokrat.16
Kedua buku yang ditulis oleh Farizal tentang “H. Hasip Kalimuddin Syam Kiprah, Peran dan Kepemimpinan dalam diri”. Buku ini membahas riwayat beliau semasa hidupnya, dan lahir dari keluarga sederhana beliau bisa menjadi seorang pemimpin dan menjadi tokoh masyarakat.17
Ketiga Skripsi yang ditulis Atik Maskanatun Ni’amah tentang “Biografi Syaikh Mahfudh Al-Hasani Somalangu Kebumen (1901 M-1950 M). Skripsi ini membahas tentang perjalanan hidup Syaikh Mahfudh, yaitu perjalanan hidup sejak dia lahir, perjalanan pendidikannya hingga dia wafat. Selain itu juga aktifitas Syaikh Mahfudh yang membawa perubahan terhadap lingkungan tempat tinggalnya. Syaikh Mahfudh juga aktif dalam usaha mempertahankan kemerdekaan Negara Indonesia .18
Keempat Skripsi yang ditulis oleh Sisca Oktiveni tentang “Biografi Masjchun Sofwan: Gubernur Jambi 1979-1989” Skripsi ini membahas tentang
16 Darussami Gazali. “Perjalanan Panjang Seorang Anak Desa” Jambi : CV.
Lazuardi Indah.
17 Farizal. “Kiprah, Peran dan Kepemimpinan Dalam Diri “ Jambi : CV.
Lazuardi Indah.
18Atik Maskanatun Ni’amah, 2013. “Biografi Syaikh Mahfudh Al-Hasani Somalangu Kebumen (1901 M-1950 M)”. Skripsi. Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN:Sunan Kalijaga Yogyakarta.
perjalanan hidup dan perjuangan beliau menjabat sebagai Gubernur Provinsi Jambi pada tahun 1979-1989.19
Kelima Skripsi yang ditulis oleh Very Tambunan tentang “Biografi H.
Djamaludin Tambunan (Gubernur Jambi ke-4 1974-1979)” Skripsi ini membahas tentang latar belakang sosio-kultur dan geografis H. Djamaludin Tambunan.
Selain membahas itu skripsi ini juga mambahas tentang kebijkan-kebijakan yang dilakukan oleh Djamaludin Tambunan dalam membangun Provinsi Jambi pada tahun 1974-1979.20
Berdasarkan dari beberapa penelitian mengenai tulisan tentang Hasip Kalimudin Syam yang membedekan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya yaitu memfokuskan ke arah riwayat hidup, kiprah politik dan akademik serta kiprah bermasyarakat. Hasip Kalimudin Syam lahir di desa Matagoal Kabupaten Batanghari seorang yang telah berhasil memimpin daerahnya sendiri, baik ditingkat Kabupaten Batang Hari maupun Provinsi Jambi. Penulisan ini tentunya akan berbeda dari sebelumnya, tulisan ini dibuat dengan teori pendekatan sosial dengan mencari rekan, kerabat dan keluarga yang nantinya bisa untuk melakukan wawancara sehingga banyak sumber yang didapat menghasilkan sebuah isi dan pembahasan dari sudut yang berbeda, tentunya akan berpengaruh kepada sebuah karya tulis. Penelitian ini mempunyai maksud dan tujuan untuk memberikan pengetahuan baru bagi Mahasiswa/i masyarakat umum. Selain itu penulis
19 Sisca Oktiveni. 2019 “Biografi Masjchun Sofwan: Gubernur Jambi 1979- 1989”. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Jambi.
20 Very Tambunan. 2018. “Biografi Djamaludin Tambunan (Gubernur Jambi ke- 4 1974-1979)”. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Jambi.
berupaya untuk mengumpulkan beberapa informasi yang didapat dari berbagai sumber sehingga menjadi satu kesatuan dan sistematis.
1.6 Kerangka Konseptual
Dalam rangka penyusunan skripsi ini maka penulis menggunakan teori- teori yang merupakan sebuah pijakan bagi penulis dalam penelitian ilmiah agar dapat mengamati, meneliti, menelaah peristiwa yang akan diangkat dari lapangan dengan berdasarkan teori-teori yang dapat memudahkan penulis untuk mengukur ketimpangan yang terjadi di lapangan dari seharusnya dan sebaliknya menurut teori-teori tersebut.
Menentukan alur tulisan penelitian sejarah, perlu digunakan sebuah kerangka konseptual yang akan menentukan Batasan tulisan untuk lebih mudah dipahami. Menurut Kuntowijoyo: “Biografi atau catatan tentang hidup seseorang itu meskipun sangat mikro, menjadi bagian dalam mosaic sejarah yang lebih besar. Melalui biografi inilah para pelaku sejarah, zaman yang menjadi latar belakang biografi dan lingkungan sosial-politiknya dapat dipahami”.
Setiap biografi seharusnya mengandung empat hal, yaitu: (1) kepribadian tokoh, menyangkut tentang sebuah biografi yang memperhatikan adanya latar belakang keluarga, Pendidikan, lingkungan social-budaya dan perkembangan diri.
(2) kekuatan sosial yang mendukung. Marxisme sangat mendukung anggapan bahwa kekuatan sosial yang berperan bukan perorangan. (3) lukisan sejarah zamannya yaitu melukiskan zaman yang memungkinkan seseorang muncul jauh lebih penting dari pada pribadi atau kekuatan sosial yang mendukung. (4) keberuntungan dan kesempatan yang datang. Para tokoh muncul berkat adanya
factor luck (keberuntungan), coincidence (kebetulan), atau chance (kesempatan) dalam sejarah.21
Biografi adalah suatu kisah sejarah tentang kehidupan seseorang apapun alasan penulisannya dan bagaimanapun mutu penulisannya. Biografi tidak hanya menulis tempat dan tinggal lahirnya saja tetapi memaparkan sejarah kehidupan mulai dari lahir sampai meninggal beserta riwayat keluarganya. Oleh karena itu biografi juga memberikan makna atau kesan di masa lampau, dengan demikian biografi merupakan sebagian dari khasanah kisah-kisah yang dituliskan orang mengenai masa lampau.22
Maka dari itu biografi merupakan suatu kisah yang menceritakan kisah hidup seseorang yang dianggap penting ataupun berpengaruh terhadap kehidupan seseorang. Kemudian lebih dari cerita sejarah lainnya biografi memerlukan emphaty atau Einfuhlung seperti yang digariskan oleh Dilthey sebagai metode interpreatif. Dengan emphaty itu kita dapat menempatkan diri seolah-olah ada di dalam situasi tokoh itu, bagaimana emosinya, motivasi dan sikapnya, persepsi dan konsepsinya, yang kesemuanya dapat direproduksi dalam diri sejarawan.23
Teori yang digunakan dalam penelitian ini menurut penulis adalah peranan sosial yang dikemukakan Erving Goffman. Menurut teori ini, peranan sosial adalah satu konsep sosiologi yang paling sentral yang didefinisikan dalam pengertian pola-pola atau norma-norma perilaku yang diharapkan dari orang yang menduduki posisi tertentu dalam struktur sosial. Banyak yang dapat diperoleh
21 Kuntowijoyo. 2003. “Metode Sejarah”. Yogyakarta: Tiara Wacana, hlm. 203- 207.
22 Op.cit, hlm. 12.
23 Sartono Kartodirdjo. 1992. ”Pendekatan Ilmu Sosial Dalam Metodologi Sejarah” Jakarta: Gramedia, hlm.77.
para sejarahwan dengan konsep peranan secara lebih luas, lebih tepat, dan lebih sistematis. Hal itu akan mendorong mereka untuk lebih bersungguh-sungguh dalam mengkaji bentuk-bentuk perilaku yang telah umum mereka bicarakan dalam arti individual atau moral ketimbang sosial.24Hasip Kalimudin Syam memiliki pengaruh penting dalam perkembangan dunia politik dan akademik di Provinsi Jambi dengan cara melalui kebijakan-kebijakannya.
24 Atik Maskanatun Ni’amah, 2013. “Biografi Syaikh Mahfudh Al-Hasani Somalangu Kebumen (1901 M-1950 M)”. Skripsi. Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN:
Sunan Kalijaga Yogyakarta. hlm 13.
HASIP KALIMUDIN
SYAM TOKOH JAMBI
PERANAN DAN KIPRAH HASIP DI
TENGAH MASYARAKAT
PENGARUH DALAM MASYARAKAT
APRESIASI MASYARAKAT
1.7 Metode Penelitian
Di dalam metode terdapat cara, teknik, proses, langkah yang sistematik dalam melakukan sesuatu. Dalam melakukan pengumpulan data terjadi interaksi antara peneliti data dengan sumber data, dalam interaksi ini peneliti maupun sumber data mempunyai latar belakang, pendangan, keyakinan, nilai-nilai, kepentingan dan persepsi berbeda-beda.25 Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kualitatif untuk melihat lebih dalam suatu fenomenal sosial,26 karena selanjutnya akan diuji dengan pendekatan historis, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi.
1. Heuristik
Setelah menentukan topik, tema atau judul penelitian sejarah, maka langkah awal yang harus dilakukan dalam melaksanakan penelitian adalah heuristic atau pengumpulan sumber. Heuristik yaitu mencari dan mengumpulkan infomasi dari sumber primer dan sekunder. Sumber primer diperoleh melalui dokumen dan lisan dari media cetak dan tokoh-tokoh yang terlibat langsung dalam penelitian tentang seorang tokoh. Sedangkan sumber sekunder adalah sumber dari tangan kedua atau sumber tidak langsung, sumber sekunder berupa buku, jurnal, skripsi dan internet. Sumber yang kemungkinan paling banyak digunakan adalah sumber lisan yang dapat berupa sejarah lisan, karena sumber tulisan atau dokumen untuk penelitian tersebut masih sangat kurang.
25 Sugiono “Metode Penelitian Kualtatif, Kuantitatif”. (Bandung Alfabeta. 2014), hlm 11.
26 Indrawan, Poppy Yaniawati “Metodologi Penelitian” Bandung : Refika Aditam, hlm 67.
Setelah melakukan pengumpulan data atau sumber, maka tidak secara otomatis sumber-sumber tersebut bisa secara keseluruhan digunakan. Langkah selanjutnya adalah melakukan kritik terhadap sumber sejarah yang didapatkan.
Pada tahapan ini, sumber yang telah di kumpulkan pada kegiatan heuristik, dilakukan penyeleksian mengacu pada proses yang ada, yaitu sumber yang faktual dan orisinilitasnya terjamin.
2. Kritik Sumber
Kritik sumber adalah menilai sumber-sumber sejarah yang dibutuhkan dalam penulisan sejarah baik kritik eksteren maupun kritik interen. Dalam sumber mengatakan bahwa verifikasi pada penelitian sejarah identik dengan kritik sumber, yaitu kritik ekstern yang mencari otentisitas atau keotentikan (keaslian sumber) dan kritik intern yang menilai apakah sumber itu memiliki kredibilitas (kebiasaan untuk dipercaya) atau tidak. Kritik ini menyangkut verivikasi sumber yaitu pengujian mengenai kebenaran atau ketepatan dengan cara melakukan kritik eksternal dan kritik internal.27
Kritik eksternal adalah suatu penelitian atas asal-usul dari sumber, suatu pemeriksaan atas catatan atau peninggalan itu sendiri untuk mendapatkan semua informasi yang dibutuhkan dan mengetahui apakah ada suatu waktu sejak asal mulanya sumber ini telah diubah oleh orang-orang tertentu atau tidak. Sedangkan kritik internal adalah kritik yang dilakukan dengan memperhatikan dua hal yaitu penilaian intrinsik terhadap sumber-sumber, dan membanding-bandingkan kesaksian dari berbagai sumber agar sumber dapat dipercaya (diterima
27 Kuntowijoyo, Pengantar Ilmu Sejarah, Yogyakarta: Bentang 2005, hlm. 12
kredibilitasnya). Terkait dengan penelitian ini, maka sumber yang digunakan lebih didominasi oleh sumber lisan. Cara melakukan kritik internal sumber lisan adalah perbandingan melalui wawancara yaitu perbandingan kesaksian sumber lisan dengan mewawancarai banyak sumber yang meliputi pelaku dan penyaksi sejarah.
3. Interpretasi
Interpretasi berarti menafsirkan atau memberi makna kepada fakta-fakta atau bukti sejarah. Interpretasi merupakan proses ketiga dari penelitian sejarah yang merupakan proses penggabungan atas sejumlah fakta yang diperoleh dari sumber yang berkaitan dengan tema penelitian dengan sebuah kerangka konseptual kemudian disusunlah fakta tersebut ke dalam interpretasi secara menyeluruh.
4. Historiografi
Historiografi merupakan langkah terakhir setelah melewati beberapa proses penyaringan hingga menjadi sebuah kesimpulan akhir yang relevan, sehingga data tersebut dapat ditulis dan dipaparkan sesuai dengan kerangka tulisan dalam bentuk penulisan sejarah. Penulisan sejarah meliputi pengantar, hasil penelitian dan kesimpulan, dalam setiap bagian diusahakan tersaji dengan tema yang sistematis dan kronologis dengan menggunakan pertanyaan kualitatif terhadap data-data yang telah didapat sebagai karakteristik dari karya sejarah yang membedakan dengan karya tulis lain.
1.8 Sistematika Penulisan
Dalam penulisan penelitian ini maka didasarkan pada sistem penulisan yang sangat sederhana dengan tujuan mempermudahkan para pembaca dan
memaparkan masalah yang akan dikaji, yang akan dibahas pada bab-bab selanjutnya. Materi yang akan dibahas selanjutnya adalah :
BAB I PENDAHULUAN
Bab pendahuluan ini menguraikan latar belakang masalah, rumusan masalah, ruang lingkup, manfaat dan tujuan, tinjauan pustaka, kerangka konseptual, metode penelitian dan sistematika penulisan.
BAB II LATAR BELAKANG KEHIDUPAN HASIP KALIMUDDIN SYAM Dalam bab ini penulis akan membahas mengenai: (1) Latar Belakang Kehidupan Sosio-Kultural Hasip Kalimudin Syam, (2) Masa Kecil Hasip Kalimudin Syam, (3) Kehidupan Keluarga Hasip Kalimudin Syam, (4) Silsilah Keturunan, (5) Akhir Hayat Hasip Kalimudin Syam.
BAB III PERANAN DAN KIPRAH HASIP KALIMUDIN SYAM DI BIDANG PENDIDIKAN, PEMERINTAHAN DAN BUDAYA
Dalam bab ini penulis akan membahas mengenai: (1) Geografis Provinsi Jambi, (2) Sejarah Provinsi Jambi, (3) Jenjang Karier Hasip Kalimudin Syam, (4) Masa Hasip Kalimudin Syam Diangkat Menjadi Rektor, (5) Menjadi Ketua Lembaga Melayu Jambi.
BAB IV APRESIASI MASYARAKAT TERHADAP HASIP KALIMUDDIN SYAM DAN AKHIR KEHIDUPANNYA
Dalam bab ini penulis membahas mengenai: (1) Hasip di Mata Keluarga, (2) Pandangan Kerabat Terhadap Hasip, (3) Apresiasi Masyarakat Terhadap Hasip, (4) Penghargaan Prasamnya Purnakarya Nugraha, (5) Wafatnya Hasip Kalimuddin Syam.
BAB V PENUTUP
Bab ini membahas dan menguraikan kesimpulan penelitian.
Daftar Pustaka dan Daftar Lampiran
BAB II
LATAR BELAKANG KEHIDUPAN HASIP KALIMUDDIN SYAM
Hasip Kalimudin Syam merupakan seseorang yang mempunyai peran penting dalam masyarakat, tetapi lebih pada biografi beliau. Biografi merupakan suatu kisah atau keterangan mengenai kehidupan seseorang yang bersumber pada kisah nyatanya. Sebuah biografi lebih komplek dari pada sekedar daftar tanggal lahir atau meninggal dan data-data pekerjaan seseorang, tetapi juga menceritakan tentang seseorang yang terlibat dalam mengenai peristiwa-peristiwa yang akan menonjolkan perbedaan perwatakan termasuk pengalaman pribadi. Berisi riwayat kehidupan, pendidikan karier, pengalaman dan keturunannya.
Akan tetapi dalam penelitian ini lebih memfokuskan pada kehidupan yang mempengaruhi kondisi sosial-kultur yang melatarbelakanginya, dan kejadian- kejadian yang dialami beliau. Selain itu, menceritakan bagaimana kondisi Hasip Kalimudin Syam tetapi tidak terlalu mendalami tentang biografi beliau, dan hanya menceritakan secara singkat saja.
2.1. Letak Geografis Provinsi Jambi
Secara geografis Provinsi Jambi terletak pada 0o45’-2o45’ Lintang Selatan dan 101o10’-104o55’ Bujur Timur di bagian tengah Pulau Sumatera, sebelah Utara berbatasan dengan Provinsi Riau, Sebelah Timur dengan Laut Cina
Selatan Provinsi Kepulauan Riau, sebelah Selatan berbatasan dengan Provinsi Sumatera Selatan dan sebelah Barat berbatasan dengan Provinsi Sumatera Barat.28
Posisi Provinsi Jambi cukup strategis karena langsung berhadapan dengan kawasan pertumbuhan ekonomi yaitu IMS-GT (Indonesia, Malaysia, Singapura Growth Triangle). Luas wilayah Provinsi Jambi sesuai dengan Undang-undang Nomor 19 tahun 1957, tentang Pembentukan Daerah-Daerah Swatantra Tingkat I Sumatera Barat, Jambi dan Riau, yang kemudian ditetapkan menjadi Undang- Undang Nomor 61 tahun 1958 (Lembaran Negara Tahun 1958 Nomor 112) adalah seluas 53.435,72 km2 dengan luas daratan 50.160,05 km2 dan luas perairan 3.274,95 Km2.29
Seperti yang dikemukakan oleh Benny Agusti Putra (2018) menurut informasi dari sumber yang di dapat wilayah Jambi berada di bagian strategis, yaitu:
“Jambi secara geografis, terletak di bagian timur pulau Sumatera. Bagian paling timur Jambi adalah Tanjung Jabung Timur. Jambi merupakan wilayah yang strategis karena memiliki sungai yang panjangnya dari hulu (Sijunjung) langsung bermuara ke laut timur Sumatera (Tanjung Jabung) dan langsung bertemu dengan selat-selat penting di pantai timur Sumatera.”30
Masyarakat Jambi merupakan masyarakat heterogen yang terdiri dari masyarakat asli Jambi yakni Suku Melayu, dan keturunan atau rumpun minang yang menjadi mayoritas (Kerinci, Tanjung Tebo, Kuamang, Sarolangun, dan suku asli anak dalam, dan perantau dari Sumatera Barat) di Provinsi Jambi. Selain itu
28 Masjchun Ssofwan. 1984. “Jambi Dalam Jamahan Pembangunan (10 Desember 1979-1984)”. Pemerintahan Daerah Tk. I Jambi., Hlm 5.
29 Dprd-Jambiprov.Go.Id. (Diakses 9 Mei 2022).
30 Benny Agusti Putra, 2018. “Sejarah Melayu Jambi Dari Abad 7 Sampai Abad 20”. Jurnal. Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jambi., Hlm 1.
juga ada pendatang yang berasal dari Minang, Batak, Jawa, Sunda, Bugis, Cina, India, dan lain-lain. Sebagian besar masyarakat Jambi memeluk agama islam sebanyak 90%, sedangkan sisanya merupakan pemeluk agama Kristen, Buddha, Hindu, dan Konghuchu.31
Luas Wilayah Provinsi Jambi adalah 50.160,05 km2. Berikut merupakan luas wilayah menurut kabupaten/kota di Provinsi Jambi:32
Tabel: 1
Luas Wilayah menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi
NO Kabupaten/Kota Ibu Kota Luas Wilayah (Km²)
1. Kabupaten Kerinci Siulak 3.355,27
2. Kabupaten Merangin Bangko 7.679,00
3. Kabupaten Sarolangun Sarolangun 6.184,00
4. Kabupaten Batanghari Muara Bulian 5.804,00
5. Kabupaten Muaro Jambi Sengeti 5.326,00
6. Kabupaten Tanjung Jabung Timur
Muaro Sabak 5.445,00
7. Kabupaten Tanjung Jabung Barat
Kuala Tungkal 4.649,85
8. Kabupaten Tebo Muaro Tebo 6.461,00
9. Kabupaten Bungo Muaro Bungo 4.659,00
10. Kota Jambi Jambi 205,43
11. Kota Sungai Penuh Sungai Penuh 391,5
Provinsi Jambi Kota Jambi 50.160,05
31 Sisca Oktiveni. 2019. “Biografi Masjchun Sofwan”. Fakultas Ilmu Budaya.
Universitas Jambi., Hlm 21.
32 Perkim.Id. (Diakses 9 Mei 2022).
Di daerah Jambi terdapat sebuah sungai yang besar di samping sungai- sungai lainnya, yaitu sungai batang hari yang dapat dilayari oleh kapal-kapal dan perahu-perahu. Sungai tersebut merupakan sumber alam yang kaya dengan hasil ikannya yang banyak dan sumber pengairan di daerah pasang surut yang subur untuk pertanian. Perhubungan air di daerah Jambi termasuk perhubungan yang vital, karena dipinggir-pinggir sungai banyak sekali terdapat kampung-kampung dan sebagian besar penghasilan alam dari daerah uluan dibawa melalui sungai ke pelabuhan Jambi.33
Provinsi Daerah Tingkat I Jambi memiliki beberapa jenis kekayaan bahan tambang baik yang telah dieksploitasi maupun yang belum dieksploitasi.
Jenisjenis bahan tambang yang dikandung alam Provinsi Daerah Tingkat I Jambi, yaitu:34
- Belerang atau sulphur - Biji emas
- Air raksa - Batu bara
- Uranium, dan Batu granit Penduduk Provinsi Daerah Tingkat I Jambi menurut sensus 1971
berjumlah 1.005.658 jiwa dan tahun 1980 tercatat 1.444.476 jiwa, sedangkan pada tahun 1982 sebanyak 1.524.104 jiwa. Hal ini menunjukkan pertumbuhan
33 Team Penyusun Monografi Daaerah Jambi. 1986. “Monografi Daerah Jambi”.
Jakarta : Proyek Pengembangan Media Kebudayaan Direktorat Jendral Kebudayaan Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan., Hlm 34.
34 Ibid. Sisca Oktiveni. “Biografi Masjchun Sofwan 1979-1989”. Hlm.20.
penduduk antara tahun 1971 sampai tahun 1980 rata-rata 4,06% pertahun, dan antara tahun 1980 sampai dengan tahun 1982 rata-rata 2,5% pertahun.35
Gambar 1.
Keterangan : Peta Provinsi Jambi
Sumber : https://tribunjambitravel.tribunnews.com/2020/12/07/daftar kabupaten-dan-kota-di-provinsi-jambi-lengkap-dengan-luas-wilayah-dan- jumlah-penduduk?page=all
2.2 Sejarah Provinsi Jambi
Provinsi Jambi merupakan salah satu dari 34 provinsi di Indonesia yang terletak di pesisir timur bagian tengah pulau sumatera. Nama Jambi muncul sejak daerah yang berada di pinggiran Batang Hari ini dikendalikan oleh seorang yang dirajakan bernama Puti Selaro Pinang Masak. Kata “Jambi” berasal dari kata yang dipengaruhi bahasa Jawa yaitu “Jambe” yang berarti pinang. Sesuai dengan nama Pinang Masak, maka kerajaan tersebut dikatakan Kerajaan Melayu Jambe. Sampai sekarang rakyat menyebutnya “Jambi”.36
Abad-7 sampai pertengahan abad 13 M. Jambi telah beberapa kali diduduki oleh penguasa lokal, seperti penguasa seperti Melayu, Sriwijaya, dan Suarnabhumi. Dengan adanya penguasa yang menduduki Jambi, maka Jambi
35 Ibid. Masjchun Sofwan., Hlm 11.
36Ulin Hikmah. “Kumpulan Cerita Rakyat Indonesia Cerita Rakyat Sumatra 2”.
Jakarta CV Sinar Cemerlang Abadi.
menjadi suatu wilayah yang mendapat perhatian dari negeri luar, karena ini merupakan peluang kerja sama dalam bidang perdagaangan antara negara luar dengan Jambi. Halini dikatakan demikian dikarenakan hubungan Jambi dengan negara luar lebih dominan pada hubungan perdagangan kemudian diplomasi.
Sementara, letak Jambi secara geografis menguntungkan karena banyaknya pedagang interasional yang melintasi pesisir timur Sumatera dan menggunakan jalur DAS Batanghari sebagai akses keluar masuknya para pedagang tersebut ke dalam Jambi, memberikan keuntungan tersendiri bagi Jambi dalam hal ekonomi.
Kemudian juga bisa menjalin hubungan diplomasi dengan negara luar yang datang ke Jambi dengan misi berdagang.37
Penduduk provinsi Jambi sebanyak 3.406.178 jiwa dengan kepadatan penduduk sebesar 71,18 jiwa/ km². Komposisi penduduk di Provinsi Jambi mayoritas laki-laki sebanyak 1.821.381 jiwa sedangkan komposisi perempuan hanya sebanyak 1.748.891 jiwa. Suku Bangsa di Provinsi Jambi adalah Melayu, Kubu dan Kerinci. Mayoritas Penduduk Provinsi Jambi memeluk Agama Islam (sekitar 98,4%) dan sisanya adalah pemeluk agama Kristen (1,1%), agama Buddha (0,26%) dan agama Hindu (0,117%). 38
Jambi sebagai pusat pemukiman dan tempat kedudukan raja terus berlangsung. Istana yang dibangun di bukit tanah pilih disebut sebagai istana tanah pilih yang terakhir sebagai tempat sultan thaha saifuddin dilahirkan dan dilantik sebagai sultan tahun 1855. Istana tanah pilih ini kemudian di bumi hanguskan sendiri oleh sultan thaha tahun 1858 menyusul serangan balik tentara
37 Ibid. Dprd-Jambiprov.Go.Id. (Diakses 9 Mei 2022).
38 Ibid. Perkim.Id., (Diakses 9 Mei 2022).
belanda karena sultan dan panglimanya raden mattaher menyerang dan berhasil menenggelamkan 1 kapal perang Belanda Van Hauten di perairan muaro sungai kumpeh.39
Setelah Sultan Thaha Saifuddin gugur tanggal 27 april 1904 belanda secara utuh menempatkan wilayah kerajaan jambi sebagai bagian wilayah kekuasaan Kolonial Hindia Belanda. Jambi kemudian berstatus under afdeling di bawah afdeling Palembang. Pada tahun 1906 ditingkatkan menjadi afdeling jambi kemudian tahun 1908 afdeling Jambi menjadi kerisidenan jambi dengan residennya O.L Helfrich berkedudukan di Jambi sampai dengan masa kemerdekaan40
Pada tanggal 17 agustus 1945 berdasarkan berita RI tahun II No. 07 hlm 18 tercatat untuk sementara waktu daerah Negara Indonesia dibagi dalam provinsi yang masing-masing dikepalai oleh seorang Gubernur diantaranya Provinsi Sumatera. Tahun 1946 Provinsi sumatera ini kemudian dibagi lagi dalam 3 sub provinsi yaitu sub provinsi Sumatera Utara, sub provinsi Sumatera Selatan, sub provinsi Sumatera Tengah.41
Sejak tahun 1957 sampai saat ini, terdapat 16 orang pernah melakukan tugas sebagai Gubemur Jambi. Namun, dari jumlah ini tidak semua berstatus Gubernur namun ada sebagian yang menjadi Pejabat maupun Pelaksana tugas sebagai Gubemur Jambi.42
39Aulia Tasman. 2016. “Menelusuri Jejak Kerajaan Melayu Jambi Dan Perkembangannya”. Jambi : Referensi (GP Press Group). Hlm 426.
40 H. Junaidi T. Noor. 2007. “ Mencari Jejak Sangkala”. Jambi: Pengembangan Sejarah Dan Budaya Jambi. Halm. 156.
41 Ibid. Sisca Oktiveni. Halm.24.
42 Ibid. Sisca Oktiveni. Halm.25.
Tabel: 2
Daftar Gubernur Jambi Dari Masa Ke Masa43
No Tahun Masa Penjabatan Nama Penjabatan
1 Priode I Tahun 1957-2960 Djamin Datuk Bagindo
Wakil Gubernur:
-Joesoef Singedekane
-Abul Manap (Pejabat Gubernur )
2 Periode II Tahun 1968-1974 R.M Noer Ahmad Dibrata
3 Periode III Tahun 1974-979 Djamaluddin Tambunan
Wakil Gubernur:
Eddy Sabara (Pejabat Gubernur) 4 Periode IV dan V Tahun 1979-1989 Masjchun Sofwan
Wakil Gubernur:
Abdurrahman Sayoeti 5 Periode ke VI dan Vll Tahun 1989-
1999
Abdurrahman Sayoeti Wakil Gubernur:
-Musa
-Hasip Kalimudin Syam 6 Periode ke Vlll Tahun 1999-2005 Zulkifli Nurdin
Wakil Gubernur:
-Uteng Suryadiatna -Hasip Kalimudin Syam -Antony Zeidra Abidin 7 Periode ke IX Tahun 2005-2010 Zulkifli Nurdin
Wakil Gubernur:
Antony Zeidra Abidin 8 Periode ke X Tahun 2010-2016 Hasan Basri Agus
Wakil Gubernur:
-Fachori Umar -Irman
9 Periode ke XI Tahun 2016-2018 Zumi Zola Wakil Gubernur:
Fachori Umar 10 Periode ke XII tahun 2021-Sekarang Al Haris
Wakil Gubernur:
Abdullah Sani
43 Jambiprov.go.id. (Diakses 28 November 2022).
2.3 Latar Belakang Keluarga
Setiap orang tentu memiliki catatan kedinastian (keturunan) yang sifatnya given (bersifat hanya sebagai penerima). Dilahirkan menjadi atau dari keturunan siapa merupakan wewenang mutlak Tuhan Yang Maha Pencipta. Seseorang terlahir jam berapa, di daerah mana, suku apa, ayah ibunya siapa, serta seperti apa perjalanan hirupnya kelak, merupakan rahasia yang Mahakuasa.
Begitu juga dengan seorang Hasip. Dirunut dari silsilah keluarga, dalam diri Hasip mengalir darah biru (kebangsawanan). Keluarga Hasip Kalimudin Syam berasal dari keluarga yang sangat kuat dalam persoalaan keagamaan. Hasip tumbuh dewasa di keluarga yang sederhana dan lingkungan pada saat itu masih bersifat tradisional. Hasip mempunyai pertalian darah dengan Djenang Moch.
Noeh, dimana Hasip adalah anak buyut dari Djenang Moch. Noeh. Hasip mempunyai garis keturunan dengan Djenang Moch. Noeh dari ibundanya, Siti Aminah. Siti Aminah adalah anak dari Saleha, hasil pernikahan kedua Djenang Moch. Noeh dengan Maryam atau sering disebut Nyai Kapek. Djenang adalah sebutan kehormatan, ditujukan kepada seorang pemimpin rakyat masa itu yang mendapat amanah untuk memimpin sebuah wilayah.44
Menurut Rohana Djenang Moch Noeh, menurut penuturan turun temurun dari orang tua, adalah seorang raja yang berasal dari Yogyakarta, dan berdarah Malaysia pula, kendati mempunyai darah kebangsawanan, namun tak seperti umumnya bangsawan yang hidup dengan serba kecukupan, Hasip terlahir dalam keluarga yang sederhana dan bersahaja, bahkan boleh dikata miskin. Setidaknya.
44 Wawan Gunawan. “Pergulatan Anak Bangsa Memancang Dedikasi”., Hlm 5.
gambaran kemiskinan ini dapat dilihat dari keseharian Syaib, Ayahanda Hasip, yang hanyalah seorang petani desa yang sederhana. Kesederhanaan memang bukan pertanda kemiskinan, apalagi bila dilihat dari segi rohani, namun demikian, itulah kenyataan yang mau tidak mau harus diterima oleh keluarga Syaib.45
Rancangan kehidupan sebuah keluarga, bahkan bagi seorang anak manusia, memang sudah digariskan oleh Tuhan. Saat Hasip berusia enam bulan di dalam kandung"', permulaan ujian kehidupannya sudah menanti. Belum lagi Hasip lahir, Hasip sudah menjadi yatim. Kontan, ketiadaan sang ayah yang menjadi tulang punggung keluarga membuat ujian kehidupan dalam segi ekonomi menjadi kian sulit, Ssosok ayah kerap menjadi soko guru bagi sebuah keluarga, seakan satu keluarga menjadi limbung ketika ditinggal meninggal oleh nahkoda keluarga. Namun akal tetap bisa menjadi alat yang amat ampuh. Dalam situasi sulit seperti itu, sekadar untuk menyambung hidup, ibunda Hasip menjadi tukang timbo perahu yang sering ilir ke Sekernan mengikuti pamannya jual beli beras.46
Menurut Mubaraq anak pertama dari Hasip. “Membesarkan lima orang anak dalam keadaan ekonomi yang serba kekurangan, bukanlah pekerjaan mudah, bahkan penghasilan ibunda Hasip sepenuhnya tak mencukupi. Namun, tak ada kata bermalas-malasan, khususnya bagi si bungsu, Hasip. Keadaan keluarga yang seperti itu memaksa Hasip kecil menjalani kehidupan dengan prihatin, kendati
45 Wawancara Rohana Tanggal 18 Oktober 2022, pukul 16.30. Di kediamannya.
46 Ibid, Wawancara Rohana (18 Oktober 2022).
hikmah kelak di kemudian hari dapat diketemukan oleh Hasip. la menjadi pribadi yang memiliki mental tahan banting dan tahan uji”.47
Sebuah kenyataan yang harus dilakoni oleh keluarga yang tidak berkecukupan. Jagung, singkong dengan lauk seadanya adalah makanan keseharian Hasip kecil. Bisa dikatakan menjadi sebuah kewajaran bahkan sekaligus merupakan suatu pelajaran yang amat berharga untuk menjadi bekal bagi kehidupan Hasip kelak. Tanpa perjalanan hidup yang demikian, barangkali Hasip akan memiliki cerita hidup yang lain. Namun, karena kondisi yang boleh dikatakan "serba darurat" itulah Hasip kecil tumbuh dengan ketegaran yang kuat dan kokoh. Meski keceriaannya sedikit berkurang dengan ketiadaannya sang ayah, namun Hasip kecil tidak patah semangat untuk menapaki jalan terjal kehidupan. la tetap dengan dunianya yang ceria dan penuh hikmah dalam dunia anak-anak yang hangat dan penuh semangat. Tampaknya, Hasip kecil sesuai dengan pola pikir dan dunia anak-anak, belum begitu paham akan makna sebuah perjuangan dan penderitaan. Peran keluarga khususnya sang ibu, bibi dan paman, serta handai taulan, juga masyarakat, menjadi demikian berarti bagi tumbuh dan berkembangnya sikap mental pantang menyerah pada diri Hasip.48
Dalam masa penjajahan, di wilayah Batang Hari, pemerintahan kolonial Belanda menyelenggarakan dan mengembangkan sekolah serta pendidikan ala barat. Tahun 1930, untuk pendidikan dasar, Belanda membuka beberapa jenis
47 Wawancara Mubaraq Eldrin Hasip Tanggal 4 November 2022, pukul 14.30. Di kediamannya.
48 Ibid, Wawancara Rohana (18 Oktober 2022).
sekolah, di antaranya Europese Lagere School (ELS), Hollands Chinese School (HCS), Hollands Inlandse School (HIS), serta Volkschool (Sekolah Desa).49
Di Matagual hanya ada Volkschool (Sekolah Desa) yang dikepalai Guru Gani. Umumnya, saat itu, untuk menentukan seorang anak siap untuk masuk sekolah diukur dengan melingkarkan tangannya di atas kepala hingga menyentuh telinga. Jika tangannya mampu menggapai telinga, berarti anak itu telah memenuhi syarat untuk masuk sekolah. Sedangkan jika belum, berarti anak belum memenuhi syarat untuk masuk sekolah. Setelah dicoba, Hasip kecil tak kesulitan melingkarkan tangannya di kepala dan mampu menggapai telinga, yang berarti ia siap masuk sekolah.50
Masa-masa sulit berada di tangan kolonialis Belanda, tentu saja dirasakan oleh seluruh rakyat pada umumnya. Umpamanya saja, kendati pendidikan sudah mulai berkembang, namun diskriminasi pendidikan terjadi. Anak-anak pribumi yang terlahir dari keluarga bangsawan dan golongan kaya, disediakan Hollandse School (HS) yang masa pendidikannya 7 tahun51.
Tidak mengherankan, cuaca panas dan hujan selalu Hasip hadapi:
“Beranjak ke sekolah tanpa alas kaki, merupakan kenyataan yang nampaknya dapat diterima Hasip dengan lapang, mengingat saat itu Hasip yatim piatu. Untunglah tetap mengalir kasih sayang dan peran paman, bibi, dan sanak famili. Berada di lingkungan agamis yang taat beribadah, Hasip tumbuh menjadi anak yang tegar dan tawakal. Bahkan jiwa tawakalnya terasah tatkala Hasip kecil sudah bisa menghidupi diri sendiri. Hasip kecil (sudah dapat mencari penghasilan dengan menyadap karet (motong) di seberang desanya, di Muara Jangga, yang jaraknya 10 km, itupun dengan berakit mengarungi Sungai Jangga. Bukan hanya itu, Hasip kecil
49 Ibid. Farizal., Halm.6.
50 Ibid, Wawancara Rohana (18 Oktober 2022).
51 Ayi Budi Santosa. 2008. “Sejarah Pergerakan Nasional”. Universitas Pendidikan Indonesia., Halm. 13.
menambah penghasilannya dengan mencari ikan di sungai, dan mengumpulkan kayu bakar untuk dijual dan mendapatkan uang untuk makan dan uang jajan di sekolah”.52
Inilah penggalan jejak seorang anak yatim piatu yang patut dijadikan teladan. Sebuah realitas yang tidak semua anak dapat mengarunginya. Namun, itulah Hasip, yang tidak pernah kehilangan akal untuk tetap menjalani dan mengisi hidupnya dengan hal-hal yang bermanfaat, setidaknya bagi dirinya sendiri.
Menurut Camelia:
“Hasip tak ingin hidupnya terus-terusan berada diujung deresan pisau getah dalam menyadap karet. Hasip ingin maju, ingin memperbaiki kehidupannya. Tentu saja tekad ini merupakan sebuah cita-cita mulia yang siapa saja dapat merencanakannya namun tidak semua orang sanggup menggapainya. Terutama karena tidak semua orang memiliki sikap mental yang kokoh, istiqomah, konsekuen, dalam meraih apa yang dicitakan.53
Keinginan Hasip melanjutkan sekolahnya kian besar, meskipun terhalang biaya dan jarak. Tidak ada hal yang tidak mungkin ditemukan jalan keluarnya selama manusia mau mencarinya. Kira-kira begitulah Hasip berfikir saat itu.
Pada usia 14 tahun setelah menamatkan Sekolah Rakyat dan Madrasah Jauharul Islam tahun 1952 di kampung halamannya, Matagual, Hasip hijrah ke Jambi untuk melanjutkan sekolah dan membangun kehidupan yang lebih baik.
Saat itu di Jambi, alat transportasi seperti mobil sangat jarang sekali. Transportasi yang paling banyak digunakan adalah jalur sungai dengan menggunakan perahu atau rakit. Hasip berangkat ke Jambi menggunakan lanting (rakit), mengarungi sungai sesuai arah arusnya. Rekaman sejarah yang masih dapat dilacak, di
52 Ibid, Wawancara Rohana (18 Oktober 2022).
53 Wawancara Camelia Puji Astuti Tanggal 5 November 2022, pukul 18.50. Di kediamannya.
antaranya soal kegigihan dan semangat perjuangannya Hasip yang sedari dulu sudah terasah. Itulah yang membuat Hasip kian mantap menghadapai ujian kehidupan. Sebagai anak yang sudah tertanam rasa tanggung jawabnya, Hasip tidak mau selamanya bergantung pada belas kasihan orang lain. Jiwa mandirinya ia buktikan secara sungguh-sungguh. Bahkan sekedar untuk menyambung hidup, Hasip tidak merasa gengsi bekerja di toko kopi Timbang Rasa milik pak Dahlan orang Tahtul Yaman, tanpa gaji dan hanya diberi jatah makan.54
Dengan segala susah payah, Hasip berhasil menamatkan sekolahnya di Madrasah Tsanawiyah Jauharul Islam, Tanjung Johor. Setelah itu Hasip melanjutkan ke Madrasah Aliyah Jauharul Islam, Tanjung Johor pimpinan KH.
Mohd. Zen, seorang tokoh Islam yang berasal dari Banten. Pembentukan watak islami, kedisiplinan, toleransi, serta semangat berlomba datam kebaikan, yang ditanamkan oleh para guru di sekolah inilah yang membuat Hasip teguh dalam keyakinannya bahwa ilmu pengetahuan, keuletan, dan pengalaman, amat sangat dibutuhkan dalam menyongsong hari esok yang lebih baik, begitu juga dibutuhkan untuk mengisi hari-hari kehidupan yang dijalaninya.
Misalnya saja, kedisiplinan untuk mengerjakan shalat lima waktu, atau sahalat malam, yang secara pasti dapat membentuk sikap pribadi yang patuh pada aturan, sehingga disiplin diri terhadap hal apa pun, menjadi sesuatu yang biasa.
Begitu pula ajaran hormat kepada yang lebih tua dan sayang kepada yang lebih muda, beliau dapatkan dari bangku pendidikan, baik pendidikan yang bernuansa agama maupun pendidikan umum. Keseriusan seorang Hasip dalam menimba
54 Ibid, Wawancara Rohana (18 Oktober 2022).
ilmu secara terus menerus dan berkesinambungan, tidak saja beliau citakan namun sekaligus beliau implementasikan, kesibukannya dapat kelola dengan baik sehingga beliau sanggup menyisakan waktu untuk tetap terus belajar.
2.4 Letak Geografis Desa Matagual Kec. Batin XXIV Kab. Batang Hari Jambi
Gambar 2.
Keterengan : Peta Kecamatan Batin XXIV
Sumber : http://kecbatin24.batangharikab.go.id/profil/6/peta-dan-batas- wilayah
Matagual terletak di Kabupaten Batang Hari Jambi. berseberangan dengan desa Muara Jangga. Batang Tembesi memisahkan antara Muara Jangga dan Matogual. Matagual sebenarnya desa tua, di sinilah barasal keturunan keluarga Hasip Kalimuddin Syam. Tercatat bahwa orang pertama yang merintis desa ini adalah Djenang Moch Noeh yang meninggal sekitar tahun 1815 M. Djenang Moch Noeh inilah yang disebut-sebut sebagai asal muasal keturunan keluarga besar Hasip. Djenang Moch Noeh berasal dari Yogyakarta.
Menurut Taufik Abdullah:
“Matagual itu adalah sebuah pelesetan dari kata mentah Gual artinya air dari pohon aren yang dimasak dan kemudian menjadi gula merah asal nama Matagual ini adalah Kertojoyo sebuah kampung yang menjadi pangkalan tentara Belanda zaman penjajahan”.55
Kecamatan Batin XXIV berada pada Lintang 01°46'25,9'' dan 02 °00'48,7'' dan Bujur 102°47'08,1'' dan 103°0550,3 '', serta berada pada ketinggian 57m di atas permukaan laut (DPL). Luas wilayah Kecamatan Batin XXIV adalah sebesar 904,14 km2(15,58 persen dari total luas wilayah Kabupaten Batang Hari).
Kecamatan Batin XXIV beriklim tropis. Suhu udara rata-rata di Kecamatan Batin XXIV pada tahun 2015 berkisar antara 26°C sampai dengan 31°C dengan kelembaban udara rata-rata antara 77 sampai dengan 86 persen56.
Kecamatan Batin XXIV berbatasan langsung dengan Kecamatan Muara Tembesi disebelah utara dan timur dan disebelah selatan berbatasan langsung dengan Kabupaten Sarolangun, sementara di sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Mersam dan Muaro Sebo Ulu. Kecamatan Batin XXIV terdiri dari 15 Desa dan 2 Kelurahan, dengan ibu kota kecamatan yang terletak di Kelurahan Muara Jangga, dengan jarak ke ibukota kabupaten 47 Km dan 107 Km ke ibukota Propinsi Jambi. Kecepatan angin di Kecamatan Batin XXIV berkisar antara 6 sam pai dengan 10 knot. Kecamatan Batin XXIV dilalui juga oleh jalan yang menghubungkan antara Kabupaten Sarolangun dan Batang Hari, serta dialiri oleh Sungai Batang Tembesi.
55 Ibid, Taufik Abdullah, “Mengapa Biografi”. Hlm 119.
56Kecbatin24.batangharikab.go.id., (1 Oktober 2022).