VITO RAMADHAN EKABAGJA, 2013
STUDI KEBUTUHAN RUANG PARKIR RUMAH SAKIT AL ISLAM BANDUNG
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
STUDI KEBUTUHANRUANG PARKIRRUMAH SAKIT AL ISLAM BANDUNG
TUGAS AKHIR
Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari
Syarat untuk Memperoleh Gelar AhliMadyaTeknik Sipil
Program Studi Diploma III TeknikSipil
Oleh :
VITO RAMADHAN EKABAGJA
0902158
PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK SIPIL JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
ABSTRAK
Peningkatan jumlah kendaraan pada saat ini telah menimbulkan masalah parkir yang cukup serius terutama di perkotaan baik dipelataran maupun parkir di tepi jalan, sehingga sudah selayaknya masalah parkir d kota Bandung, dan khususnya parkir di Rumah sakit Al Islam Bandung mendapat perhatian yang serius. Tingkat kepemilikan kendaraan yang cukup besar akan membutuhkan ruang parkir yang cukup besar juga. Sehingga kedua hal tersebut saling mempengaruhi satu sama lainnya. Rumah Sakit Al Islam Bandung sebagai rumah sakit dengan maksud kesehatan, juga tidak terlepas dari masalah parkir yakni adanya peningkatan pasien yang membawa konsekuensi pertumbuhan kepemilikan kendaraan, tetapi yang menjadi masalah serius adanya ketidaksesuaian distribusi ketersediaan petak parkir dibandingkan dengan penggunaanya.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kebutuhan petak parkir yang sebenarnya tersedia, dan juga dengan karakteristik-karakteristik parkir yang didapat seperti: jumlah kendaraan parkir, durasi parkir, indeks parkir, puncak kedatangan dan keberangkatan, akumulasi parkir, serta faktor kebutuhan parkir dapat digunakan untuk perencanaan parkir yang lebih baik dan sesuai dengan kebutuhannya dimasa yang akan datang.Dari penelitian ini didapat bahwa di Rumah Sakit Al Islam Bandung, kapasitas ruang parkir yang tersedia tidak mancukupi lagi untuk kendaraan yang akan parkir. Ini terbukti dari faktor kebutuhan parkir yang didapat dari analisa yaitu untuk kendaraan roda dua kebutuhan 1 tempat parkir untuk 2 buah tempat tidur terisi, sehingga dapat disimpulkan bahwa ruang parkir yang tersedia tidak mencukupi lagi untuk keseluruhan motor yang akan parkir. Untuk itu sangat diperlukan perencanaan yang baik agar pelayanan Rumah Sakit Al Islam Bandung ini dapat lebih ditingkatkan.
VITO RAMADHAN EKABAGJA, 2013
STUDI KEBUTUHAN RUANG PARKIR RUMAH SAKIT AL ISLAM BANDUNG
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
BAB I PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Lalu lintas terdiri dari berbagai aspek yang saling berkaitan. Lalu lintas
yang baik adalah yang mampu mewujudkan arus yang lancar, kecepatan yang
cukup, aman, nyaman, dan murah. Lalu lintas juga tidak terlepas dari adanya
kendaraan yang berjalan atau berhenti. Untuk kendaraan-kendaraan yang berhenti
atau parkir, dapat menimbulkan suatu masalah yang sangat penting. Kendaraan
yang tidak bergerak/parkir akan memerlukan tempat parkir walaupun bagian
terbesar parkir pada tempat pribadi namun selebihnya di parkir di tempat-tempat
parkir diluar parkir pribadi.
Pada umumnya kota-kota besar menjadi pusat kegiatan, baik industri,
ekonomi, dan pemerintahan. Populasi penduduk yang besar dan cenderung
meningkat didukung dengan meningkatnya jumlah kendaraan maka permasalahan
yang sering dihadapi kota-kota besar saat ini adalah masalah kemacetan dan
pengendalian parkir yang tidak teratur.
Kota Bandung saat ini sedang berkembang pesat. Hal ini dapat dilihat
dengan banyaknya pembangunan yang sedang berjalan. Masalah parkir kendaraan
bermotor dan juga kota-kota besar lain pada umunya mempunyai hubungan erat
dengan kebutuhan ruang. Penyediaan ruang parkir dalam kota dibatasi oleh
wilayah yang ada tata guna tanahnya. Dampak yang timbul akibat parkir
Rumah Sakit merupakan suatu pusat kegiatan yang banyak dikunjungi oleh
penduduk karena satu atau lain hal. Rumah Sakit juga terlepas dari masalah
perparkiran yang dapat menganggu tingkat kenyamanan dalam proses pelayanan
yang diberikan oleh pihak rumah sakit. Meningkatnya angka pasien sudah tentu
membawa dampak meningkatnya kepemilikan kendaraan yang menyebabkan
meningkatnya kebutuhan parkir.
Fasilitas parkir pada suatu rumah sakit akan mempengaruhi keamanan dan
kenyamanan. Bila tersedia fasilitas parkir yang baik, nyaman, aman, murah, lokasi
parkir dekat dengan pintu masuk akan lebh membantu dari pengunjung yang akan
datang.
Apabila rumah sakit tidak memperhatikan fasilitas-fasilitas yang memadai
maka akan dapat menimbulkan dampak yang baik, apakah terhadap lalu lintas
disekitar lokasi ataupun di dalam lingkungan rumah sakit itu sendiri.
Sebagai satu-satunya pusat pelayanan kesehatan milik yayasan Badan Kerja
Sama Wanita Islam (BKSWI) Jawa Barat yang ada di kota Bandung, Rumah Sakit
Al Islam, merupakan fasilitas umum yang keberadaannya sangat dibutuhkan
masyarakat oleh karena itu dibutuhkan penyediaan fasilitas pengunjung dan
karyawan rumah sakit tersebut. Meningkatnya jumlah pasien di Rumah Sakit Al
Islam yang terus bertambah akan berdampak pada bertambahnya ruang parkir
yang sangat dibutuhkan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ketersediaan,
kapasitas dan kebutuhan ruang parkir yang ada pada Rumah Sakit Al Islam
Bandung ini. Pelaksanaan parkir juga perlu untuk mendukung keamanan dan
3
maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian tentang studi kebutuhan lahan
parkir di lokasi Rumah Sakit Al Islam Bandung.
1.2.Identifikasi Masalah
Masalah yang dijumpai pada Rumah Sakit Al Islam :
1. Pada jam-jam tertentu perparkiran di rumah sakit ini sangat padat.
2. Hal tersebut diatas mengakibatkan kapasitas parkir rumah sakit tidak dapat
menampung jumlah kendaraan yang akan parkir.
3. Banyak kendaraan yang parkir bukan pada tempatnya.
1.3.Batasan Masalah
Agar pembatasan masalah yang dianalisa pada tulisan lebih terarah dan
mencapai sasaran yang diharapkan, maka pembahasannya meliputi :
1. Penelitian dilakukan dengan menghitung banyaknya petak parkir dan luas
setiap petak parkir yang tersedia untuk kendaraan parkir, dengan kata lain
menghitung kapasitas parkir yang terdapat pada rumah sakit.
2. Jumlah tempat tidur yang tersedia dan jumlah tempat tidur yang terisi.
3. Luas lahan parkir yang sudah tersedia oleh pihak rumah sakit.
4. Jumlah dokter dan karyawan yang bekerja di Rumah Sakit Al Islam
Bandung.
5. Waktu penelitian dilakukan pada jam 06.00 – 18.00 WIB. Hal ini
dilakukan untuk mengetahui apakah kapasitas lahan parkir Rumah Sakit
jam puncak kendaraan yang parkir sehingga terjadi kepadatan pada tempat
perparkiran.
1.4.Maksud dan Tujuan Studi
Maksud dan tujuan studi ini adalah :
1. Mengestimasi kebutuhan jumlah petak parkir untuk rumah sakit,
berdasarkan tempat tidur yang terisi.
2. Menganalisa kapasitas ruang parkir rumah sakit, dalam menampung
kendaraan yang akan parkir.
3. Dapat memberikan gambaran tentang standard kebutuhan parkir pada
Rumah Sakit Al Islam Bandung.
1.5.Metode Penelitian
Metode yang digunakan yaitu :
1. Studi literatur, yaitu : yang bertujuan untuk mendapatkan teori-teori yang
berhubungan dengan tugas akhir.
2. Pengambilan teori-teori dari beberapa sumber bacaan yang berhubungan
dengan pengerjaan studi ini.
3. Studi kasus, yaitu : bertujuan untuk mendapatkan data-data lapangan yang
berhubungan dengan kebutuhan parkir. Dari data ini nantinya ditemukan
hasil yang diharapkan sesuai dengan tujuan. Studi dilapangan ini
5
Data-data primer
Data-data lapangan yang berhubungan langsung dari hasil survei yang
dilakukan di lapangan, yaitu :
Sistem Parkir
Pengamatan ini dilakukan untuk mengetahui penataan parkir di
Rumah Sakit Al Islam.
Melakukan survei terhadap jumlah dan luas lahan parkir yang
tersedia.
Melakukan survei terhadap jumlah kendaraan yang parkir.
Jam masuk dan keluar kendaraan / durasi masuk dan keluar saat
parkir.
Menghitung kendaraan yang masuk maupun yang keluar, dari
data ini didapat lamanya kendaraan parkir di area rumah sakit, dan
untuk mengetahui saat waktu puncak kendaraan yang parkir di Rumah
Sakit Al Islam
Data-data sekunder
Data-data lapangan yang bersumber dari instansi yang terkait dan
data-data yang didapat melalui asumsi dan teori-teori yang diperoleh dari
instansi yang terkait berupa :
Data jumlah tempat tidur yang tersedia Data jumlah tempat tidur yang terisi Data jumlah dokter dan karyawan
Data-data yang telah diperoleh akan dianalisis dengan menggunakan
analisis statistik yang menyajikan data tertentu dalam bentuk tabel, grafik dan
diagram. Dan perhitungan berdasarkan formula yang ada sehingga didapat
nilai-nilai dan parameter-parameter yang dimaksud.
1.6. Manfaat Studi
Studi ini diharapkan bermanfaat secara tertulis maupun praktis yaitu:
1. Manfaat Teoritis
Dapat memadukan di bangku kuliah dengan kenyataan di lapangan.
2. Manfaat Praktis
Memberikan masukan sebagai pertimbangan dan kebijakan dalam
merencanakan pembangunan ruang parkir dengan pengaturan sesuai
kebutuhan di Rumah Sakit Al Islam Bandung.
1.7. Lokasi Studi
Studi perencanaan parkir ini dilaksanakan pada Rumah Sakit Al Islam
Bandung ini yang berada kurang lebih 9 km dari pusat kota Bandung. Atau
tepatnya pada ruas jalan Soekarno Hatta No. 644 Bandung. Untuk lebih
memperjelas lokasi dari Rumah Sakit Al Islam ditunjukan pada gambar 1.1
7
Gambar 1.1 Lokasi Studi Rumah Sakit Al Islam Bandung
Sumber : Google Maps
1.8. Sistematika Penulisan
Pembahasan tugas akhir ini akan menggunakan metode penulisan sebagai
berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Berisikan tentang latar belakang penelitian ini dibuat. Rumusan masalah,
batasan masalah, maksud dan tujuan analisis, metode pelaksanaan,
manfaat pelaksanaan, lokasi pengambilan data dan sistematika penulisan.
BAB II KAJIAN PUSTAKA
Berisi uraian-uraian dasar teori yang mendukung analisis permasalahan
BAB III METODE PENELITIAN
Berisi deskripsi wilayah dan metode pengambilan data.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Berisi informasi mengenai tata cara dan pengumpulan data dari objek
penelitian dan pengolahan data tersebut.
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
Berisikan tentang kesimpulan yang diperoleh dari pembahasan pada
bab-bab sebelumnya dan saran mengenai temuan-temuan penting untuk
VITO RAMADHAN EKABAGJA, 2013
STUDI KEBUTUHAN RUANG PARKIR RUMAH SAKIT AL ISLAM BANDUNG
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
BAB III
METODE PENELITIAN
Metode Penelitian merupakan tahapan-tahapan yang harus ditetapkan
sebelum melakukan pemecahan masalah. Tujuannya adalah agar penelitian dapat
dilakukan lebih terarah sehingga penelitian dapat tercapai dan memudahkan dalam
menganalisa permasalahan yang ada. Berikut adalah prosedur analisis yang telah
ditetapkan.
3.1. Studi Pendahuluan
Pada tahap ini penulis melakukan peninjauan ke lokasi yang menjadi tempat
penelitian dan melakukan studi pendahuluan dan kemudian berkonsultasi dengan
pihak terkait, mengenai permasalahan-permasalahan yang ada di lapangan. Pada
tahap ini teori-teori dan yang berkaitan dengan masalah yang dihadapi
dimanfaatkan sebagai pijakan dalam pengembangan tahap selanjutnya. Penelitian
pendahuluan ini dilakukan dengan dua cara, yaitu :
1. Studi Lapangan
Studi lapangan secara langsung ke objek penelitian yaitu parkiran Rumah
Sakit Al Islam Bandung. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik
observasi atau riset lapangan.
2. Studi Pustaka
Studi pustaka dilakukan untuk menentukan variabel-variabel penelitian yang
landasan teori yang ada, sehingga diharapkan tugas akhir ini dapat
terselesaikan dengan baik.
3.2. Identifikasi Masalah
Maksud melakukan identifikasi masalah adalah untuk mengetahui masalah
yang terjadi. Dalam upaya untuk menata keadaan parkir untuk ke arah yang lebih
baik, maka dalam proses penataannya dilakukan suatu identifikasi sistem
perparkiran agar kebutuhan konsumen, dalam hal ini konsumennya ialah
pengguna jasa parkir di lingkungan Rumah Sakit Al Islam Bandung.
3.3. Observasi Lapangan
Untuk mengetahui kondisi lokasi yang menjadi objek studi secara umum
dan lebih nyata, dibutuhkan observasi lapangan yang merupakan suatu kegiatan
pengamatan yang dilaksanakan secara langsung di lokasi studi. Dengan kegiatan
ini, diharapkan ada visualisasi yang membantu proses penyusunan Laporan Tugas
Akhir sehingga hasil studinya sesuai dengan keadaan sebenarnya.
3.4. Pengumpulan Data
Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan pengamatan
langsung di lapangan.
Pengambilan data dilakukan pada waktu yang telah ditentukan, survei
dilakukan secara serentak pada lokasi yang ditinjau. Pengamatan dilakukan
46
VITO RAMADHAN EKABAGJA, 2013
STUDI KEBUTUHAN RUANG PARKIR RUMAH SAKIT AL ISLAM BANDUNG
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
untuk mendapat informasi tentang fasilitas perparkiran. Berdasarkan data yang
telah tersedia dilakukan analisa untuk memperoleh hasil yang diharapkan dari
penelitian ini.
Data-data yang dikumpulkan untuk penelitian ini adalah :
Data sekunder yang didapat dari instansi Rumah Sakit Al Islam Bandung
Data primer didapat dari pengamatan lapangan.
3.4.1.Pengambilan Data Sekunder
Adapun data-data yang diperoleh dari instansi Rumah Sakit Al Islam
Bandung adalah sebagai berikut :
- Denah rumah sakit.
- Denah tempat parkir rumah sakit.
- Jumlah dokter dan karyawan.
- Jumlah tempat tidur yang tersedia dan jumlah tempat tidur yang terisi.
3.4.2.Pengambilan Data Primer
Data primer merupakan data yang diperoleh dari pengamatan langsung
di lokasi studi dengan melibatkan sejumlah orang sebagai tenaga surveyor
untuk membantu mengamati dan mencatat data-data yang diperlukan.
Data primer diperoleh dari hasil survei dan wawancara dilapangan.
Adapun data-data tersebut adalah sebagai berikut :
- Sistem parkir.
Pengamatan ini dilakukan untuk mengetahui penataan parkir di
- Survei jumlah ruang parkir yang tersedia.
Menghitung dan mengukur petak ruang parkir yang ada di Rumah
Sakit Al Islam Bandung.
- Survei jumlah kendaraan yang parkir.
- Survei jam masuk dan jam keluar kendaraan atau durasi masuk dan
keluar kendaraan saat parkir.
Adapun cara pengambilan data adalah sebagai berikut :
a. Peralatan Survei
Peralatan yang digunakan adalah :
Alat tulis berupa buku, pulpen dan pensil
Roll meter
b. Metode Survei
Pengambilan data dengan mencatat :
Jenis kendaraan yang di parkir
Jumlah kendaraan yang di parkir
Jam masuk dan keluar kendaraan yang di parkir
Pelat nomor kendaraan
Durasi waktu kendaraan yang di parkir
c. Personil Survei
Personil survei terdiri atas beberapa orang yang ditempatkan di 2 titik
48
VITO RAMADHAN EKABAGJA, 2013
STUDI KEBUTUHAN RUANG PARKIR RUMAH SAKIT AL ISLAM BANDUNG
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu d. Waktu Survei
Untuk data primer, pengumpulan data dilaksanakan pada hari dan
periode pengamatan yang ditetapkan dengan mempertimbangkan :
Peak Day
Penentuan waktu berdasarkan peak day adalah dimana penentuan
survei dipilih satu hari atau lebih, yaitu dari jumlah hari dalam satu
minggu yang merupakan hari terpadat pada minggu itu yang
mewakili seluruh hari dalam satu minggu, satu bulan bahkan satu
tahun. Pada studi penelitian ini diambil 2 (dua) hari dalam satu
minggu dimana hari tersebut termasuk dalam early week dan mid
week, yaitu hari senin dan hari rabu, dengan asumsi bahwa pada
awal dan tengah minggu rumah sakit ramai dikunjungi.
Peak Hour
Penentuan waktu survei berdasarkan peak hour adalah penentuan
waktu survei dimana dipilih waktu yang terpadat dalam satu atau
beberapa hari yang mewakili satu hari dalam saru minggu, satu
bulan bahkan dalam satu tahun.
Pengambilan data dilakukan selama dua hari dari jam 06.00 - 18.00
WIB.
Tabel 3.1 Jadwal Pengambilan Data
Hari Waktu Survei
Senin 06.00 – 18.00
3.5. Pengolahan Data
Setelah dilakukan survei kendaraan selama dua hari didapat data-data untuk
keperluan penelitian. Adapun data-data tersebut dihasilkan dari survei ini adalah
data-data parkir kendaraan dan data kondisi lapangan tempat penelitian diadakan.
3.5.1. Kondisi Wilayah Studi
Kondisi wilayah studi yaitu keadaan yang sebenarnya yang terjadi pada
daerah studi. Adapun yang dapat mewakili kondisi wilayah studi yaitu antara lain
keadaan bangunan baik itu luas bangunan, fasilitas penunjang yang disediakan
oleh instansi terkait, jumlah dokter dan karyawan, jumlah tempat tidur tersedia
dan terisi dan lain sebagainya.
a. Lay Out Zona Parkir
Karena merupakan gedung rumah sakit, sesuai dengan persyaratan bahwa
setiap gedung atau bangunan publik harus memiliki lapangan parkir, maka Rumah
Sakit Al Islam menyediakan tanah seluas kurang lebih 6.972 m2 untuk dijadikan
pelataran parkir.
Keadaan parkir pada Rumah Sakit Al Islam cukup luas dan rapih tetapi
masih tidak dapat menampung semua kendaraan yang akan memasuki Rumah
Sakit Al Islam. Kendaraan yang tidak tertampung atau tidak cukup masuk area
parkir kebanyakan adalah kendaraan pengunjung.
b. Luas Bangunan
Rumah Sakit Al Islam yang menurut data memiliki luas lahan keseluruhan
50
VITO RAMADHAN EKABAGJA, 2013
STUDI KEBUTUHAN RUANG PARKIR RUMAH SAKIT AL ISLAM BANDUNG
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
1 adalah loket pembayaran, apotek, klinik dan sebagainya. Dengan jumlah dokter
dan karyawan sebanyak 774 orang.
c. Sarana dan Fasilitas Parkir
Fasilitas parkir untuk setiap pelataran sangat diperlukan, hal ini dilakukan
untuk mempermudah pengguna pelataran parkir. Selain untuk mempermudah,
fasilitas parkir juga dapat juga digunakan agar pelataran parkir terlihat nyaman.
Setelah dilakukan survei untuk melihat kelengkapan fasilitas pendukung
parkir, maka fasilitas parkir yang tersedia cukup lengkap. Adapun fasilitas yang
dimiliki lapangan parkir Rumah Sakit Al Islam ini adalah :
1) Pos jaga atau pos keamanan baik pada pintu masuk maupun pintu keluar.
2) Rambu-rambu yang behubungan dengan parkir diadakan.
3) Marka-marka parkir yang ada pada pelataran parkir.
4) Petugas parkir.
Untuk lebih jelasnya mengenai keadaan sarana dan fasilitas parkir yang
disediakan pada Rumah Sakit Al Islam dapat dilihat dalam gambar-gambar
berikut ini :
Pada gerbang masuk seperti terlihat pada gambar 3.1 terdapat beberapa
fasilitas parkir yaitu pos penjagaan, rambu, marka, dan petunjuk. Rambu petunjuk
diletakkan tepat di pintu masuk dan keluar gerbang hal ini dimaksudkan sebagai
pertanda bahwa kendaraan yang hendak menuju Rumah Sakit Al Islam harus
melewati pintu gerbang tersebut. Pos jaga atau pos keamanan adalah tempat
petugas memberikan dan mengembalikan kartu parkir kepada pengunjung, pada
saat kendaraan akan masuk dan keluar.
Selain pintu masuk dan keluar fasilitas yang dimiliki oleh pelataran parkir
dapat dilihat pada area parkir itu sendiri. Fasilitas yang terdapat pada area parkir
terdiri rambu lalu lintas yang ditunjukan oleh gambar 3.2 dan marka parkir yang
52
VITO RAMADHAN EKABAGJA, 2013
STUDI KEBUTUHAN RUANG PARKIR RUMAH SAKIT AL ISLAM BANDUNG
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Gambar 3.2 Rambu Parkir Pada Rumah Sakit Al Islam Bandung
3.5.2. Data Kendaraan Parkir
Data mentah yang telah diperoleh dari penelitian langsung dilapangan
terlebih dahulu dilakukan, kompilasi data. Kompilasi data ini dimaksudkan agar
data dapat lebih mudah dipergunakan pada pangolahan data selanjutnya. Karena
hasil kompilasi data sangat banyak , maka untuk lebih rinci dapat dilihat lampiran.
Secara garis besar hasil dari kompilasi data yaitu berupa tabel dan grafik, yang
diantaranya adalah :
1. Tabel dan grafik masuk dan keluar kendaraan.
2. Tabel dan grafik durasi (lamanya) parkir untuk setiap kendaraan.
3. Tabel dan grafik fluktuasi jam puncak kedatangan.
4. Tabel dan grafik fluktuasi jam puncak keberangkatan.
5. Tabel dan grafik akumulasi jam puncak pelayanan kapasitas parkir.
Setelah kompilasi data dilakukan, kemudian hasil kompilasi tersebut
dilakukan pengolahan data, serta dilakukan pembahasan-pembahasan terhadap
hasil-hasil temuan dilapangan, sehingga diperoleh kesimpulan dari hasil penelitian.
a. Volume Kendaraan
Untuk mengetahui berapa banyak kendaraan yang memasuki area penelitian,
maka survei pengambilan data dilakukan di dua titik pengamatan yaitu pintu
masuk dan keluar kendaraan. Adapun jumlah total kendaraan terbanyak yang
memasuki area parkir pada Rumah Sakit Al Islam selama dua hari pangamatan
adalah untuk roda dua sebanyak 1354 kendaraan dan untuk roda empat sebanyak
54
VITO RAMADHAN EKABAGJA, 2013
STUDI KEBUTUHAN RUANG PARKIR RUMAH SAKIT AL ISLAM BANDUNG
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Tabel 3.2 Data Volume Kendaraan
Waktu Survei Jenis Kendaraan Jumlah
Senin, Roda 2 1354
10 Desember 2012 Roda 4 864
Rabu, Roda 2 1289
12 Desember 2012 Roda 4 849
Dari hasil diatas diketahui bahwa pengguna area parkir Rumah Sakit Al
Islam baik itu pengunjung maupun karyawan lebih banyak menggunakan
kendaraan roda dua, sehingga pelataran parkir yang disediakan tidak dapat
menampung kendaraan yang mengunjungi Rumah Sakit Al Islam. Jadi untuk
perencanaan parkir selanjutnya dititik beratkan pada kendaraan roda dua. Untuk
jumlah kendaraan pada hari Senin lebih banyak dari pada hari Rabu.
b. Durasi
Analisa lama waktu (durasi) parkir bertujuan untuk mengetahui lama
waktu minimum, lama waktu maksimum dan lama waktu rata-rata kendaraan
diparkir pada area parkir. Lama waktu kendaraan parkir dapat diketahui dengan
mengurangkan waktu keluar kendaraan dari area parkir oleh waktu masuk
kendaraan ke area parkir.
Sesuai dengan pengertian parkir yaitu kendaraan berhenti sementara
dengan pengemudinya melakukan kegiatan ditempat tersebut, maka durasi
minimum yang dianggap kendaraan parkir adalah 5 sampai 10 menit. Untuk
kendaraan sepeda motor lama parkir minimum yang diambil adalah 5 menit, hal
untuk mobil penumpang lama waktu parkir minimum adalah 10 menit, hal ini
dikarenakan selain jarak pelataran parkir dengan tempat tujuan cukup jauh.
Hasil perhitungan durasi kendaraan dapat dilihat pada lembar kompilasi
data yang terdapat dalam lampiran. Untuk mendapatkan gambaran secara umum
durasi minimum, dursai rata-rata dan durasi maksimum dapat dilihat pada tabel
berikut ini :
Tabel 3.3 Durasi Parkir Kendaraan
No Waktu Survei Jenis Kendaraan
Durasi
Minimum Maksimum Rata-rata
1 Senin, Roda 2 0:05:00 11:38:10 2:31:08
10 Desember 2012 Roda 4 0:10:00 09:56:04 1:35:29
2 Rabu, Roda 2 0:05:00 11:29:43 1:32:29
12 Desember 2012 Roda 4 0:10:00 11:00:16 2:15:36
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa kendaraan yang parkir memiliki
durasi paling lama yaitu rata-rata 11 jam. Hal ini sesuai dengan jam kerja dan jam
pengunjung dari jam 06.00 sampai dengan jam 18.00 WIB atau selama 12 jam.
Berdasarkan dengan pertimbangan-pertimbangan diatas maka untuk
prosentase durasi parkir dapat dilihat pada tabel dan grafik sebagai berikut :
Tabel 3.4 Lama Parkir Kendaraan Pada Rumah Sakit Al Islam
(Hari Pengamatan : Senin, 10 Desember 2012)
No Lama Parkir Roda 4 Prosentase Roda 2 Prosentase
1 < 1 jam 392 49 % 461 39 %
2 1 - 2 jam 174 22 % 205 17 %
3 2 - 3 jam 86 11 % 123 10 %
4 3 - 4 jam 60 8 % 74 6 %
5 4 - 5 jam 26 3 % 35 3 %
6 5 - 6 jam 17 2 % 32 3 %
7 6 - 7 jam 5 1 % 23 2 %
8 7 - 8 jam 11 1 % 56 5 %
56
VITO RAMADHAN EKABAGJA, 2013
STUDI KEBUTUHAN RUANG PARKIR RUMAH SAKIT AL ISLAM BANDUNG
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
10 9 - 10 jam 11 1 % 36 3 %
11 10 - 11 jam - - 6 1 %
12 11 - 12 jam - - 2 0 %
13 > 12 jam - - 3 0 %
Jumlah 797 100% 1181 100%
Gambar 3.4 Diagram Prosentase Durasi Parkir Kendaraan
(Hari Pengamatan : Senin, 10 Desember 2012)
Pada pengamatan yang dilakukan pada hari senin yang ditunjukan pada
tabel 3.4 dan gambar 3.4 dapat diketahui bahwa :
1. Untuk sepeda motor prosentase tertinggi adalah 39 % atau dengan banyaknya
kendaraan 461 unit kendaraan untuk lama parkir kurang dari satu jam dan yang
kedua adalah antara 1 – 2 jam dengan prosentase 17 % atau sebanyak 205 unit
kendaraan.
2. Untuk mobil penumpang prosentase tertinggi adalah 49 % atau dengan
jam dan yang kedua adalah antara 1 – 2 jam dengan prosentase 22 % atau
sebanyak 174 unit kendaraan.
Tabel 3.5 Lama Parkir Kendaraan Pada Rumah Sakit Al Islam Bandung
(Hari Pengamatan : Rabu, 12 Desember 2012)
No Lama Parkir Roda 4 Prosentase Roda 2 Prosentase
1 < 1 jam 377 50 % 506 46 %
2 1 - 2 jam 172 23 % 172 16 %
3 2 - 3 jam 88 12 % 102 9 %
4 3 - 4 jam 48 6 % 46 4 %
5 4 - 5 jam 14 2 % 28 3 %
6 5 - 6 jam 14 2 % 23 2 %
7 6 - 7 jam 11 1 % 20 2 %
8 7 - 8 jam 5 1 % 62 6 %
9 8 - 9 jam 20 3 % 99 9 %
10 9 - 10 jam 8 1 % 30 3 %
11 10 - 11 jam 1 0 % 5 0 %
12 11 - 12 jam 1 0 % 1 0 %
13 > 12 jam - - 1 0 %
58
VITO RAMADHAN EKABAGJA, 2013
STUDI KEBUTUHAN RUANG PARKIR RUMAH SAKIT AL ISLAM BANDUNG
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Gambar 3.5 Diagram Prosentase Durasi Parkir Kendaraan
(Hari Pengamatan : Rabu, 12 Desember 2012)
Pada pengamatan yang dilakukan pada hari rabu ditunjukan pada tabel 3.5
dan gambar 3.5 dapat diketahui bahwa :
1. Untuk sepeda motor prosentase tertinggi adalah 46 % atau dengan banyaknya
kendaraan 506 unit kendaraan untuk lama parkir kurang dari satu jam dan yang
kedua adalah antara 1 – 2 jam dengan prosentase 16 % atau sebanyak 172 unit
kendaraan.
2. Untuk mobil penumpang prosentase tertinggi adalah 50 % atau dengan
banyaknya kendaraan 377 unit kendaraan untuk lama parkir kurang dari satu
jam dan yang kedua adalah antara 1 – 2 jam dengan prosentase 23 % atau
sebanyak 172 unit kendaraan.
c. Jam Puncak Pelayanan
Jam pelayanan adalah keadaan dimana jumlah kendaraan yang memasuki
atau keluar dari pelataran parkir merupakan jumlah terbanyak. Berdasarkan hasil
survei lapangan pada Rumah Sakit Al Islam selama dua hari pengamatan, serta
hasil kompilasi data seperti yang tercantum pada lampiran, maka jam puncak
pelayanan ini dibagi menjadi dua yaitu fluktuasi jam puncak kedatangan dan
fluktuasi jam puncak keberangkatan.
1. Fluktuasi Jam Puncak Kedatangan
Fluktuasi jam puncak kedatangan kendaraan tertinggi yang memasuki area
Tabel 3.6 Fluktuasi Jam Puncak Kedatangan Kendaraan
(Hari Pengamatan : Senin, 10 Desember 2012)
No Waktu Jumlah Kendaraan
Mobil Penumpang Sepeda Motor
1 < 06.00 26 127
2 06.00 - 07.00 29 179
3 07.00 - 08.00 100 201
4 08.00 - 09.00 105 141
5 09.00 - 10.00 110 150
6 10.00 - 11.00 108 115
7 11.00 - 12.00 78 90
8 12.00 - 13.00 59 79
9 13.00 - 14.00 54 89
10 14.00 - 15.00 44 53
11 15.00 - 16.00 47 43
12 16.00 - 17.00 70 47
13 17.00 - 18.00 34 40
Gambar 3.6 Grafik Fluktuasi Jam Puncak Kedatangan Kendaraan
60
VITO RAMADHAN EKABAGJA, 2013
STUDI KEBUTUHAN RUANG PARKIR RUMAH SAKIT AL ISLAM BANDUNG
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Dari data-data hasil pengamatan lapangan yang dilakukan pada hari senin
dapat diketahui bahwa jam puncak kedatangan terjadi pada waktu pukul 09.00
sampai pukul 10.00 WIB untuk kendaraan roda empat dan untuk kendaraan roda
dua jam puncak kedatangan terjadi pada pukul 07.00 sampai pukul 08.00 WIB.
Tabel 3.7 Fluktuasi Jam Puncak Kedatangan Kendaraan
(Hari Pengamatan : Rabu, 12 Desember 2012)
No Waktu Jumlah Kendaraan
Mobil Penumpang Sepeda Motor
1 < 06.00 36 135
2 06.00 - 07.00 44 174
3 07.00 - 08.00 100 206
4 08.00 - 09.00 100 133
5 09.00 - 10.00 89 134
6 10.00 - 11.00 104 117
7 11.00 - 12.00 71 91
8 12.00 - 13.00 60 68
9 13.00 - 14.00 70 58
10 14.00 - 15.00 64 51
11 15.00 - 16.00 41 35
12 16.00 - 17.00 37 52
Gambar 3.7 Grafik Fluktuasi Jam Puncak Kedatangan Kendaraan
(Hari Pengamatan : Rabu, 12 Desember 2012)
Dari data-data hasil pengamatan lapangan yang dilakukan pada hari rabu
dapat diketahui bahwa jam puncak kedatangan terjadi pada waktu pukul 10.00
sampai pukul 11.00 WIB untuk kendaraan roda empat dan untuk kendaraan roda
dua jam puncak kedatangan terjadi pada pukul 07.00 sampai pukul 08.00 WIB.
Agar lebih jelas fluktuasi jam puncak kedatangan dapat dilihat pada tabel 3.7 dan
pada gambar 3.7.
Dari kedua grafik diatas dapat diketahui bahwa untuk kendaraan roda dua
yang memasuki area pelataran parkir lebih banyak pada pukul 07.00 sampai pukul
08.00 WIB yaitu dengan jumlah kendaraan pada pengamatan hari senin sebanyak
201 kendaraan dan pengamatan pada hari rabu sebanyak 206 kendaraan. Dimana
pada jam tersebut para karyawan dan pengunjung banyak yang berdatangan untuk
mulai melakukan aktivitasnya dan berkunjung. Sedangkan untuk kendaraan roda
empat yang memasuki area pelataran parkir dari dua hari pengamatan tidak
terdapat kesamaan waktu. Pada pengamatan hari senin kendaraan lebih banyak
memasuki area parkir pada pukul 09.00 sampai pukul 10.00 WIB yaitu dengam
jumlah kendaraan sebanyak 110 kendaraan. Sedangkan pada pengamatan hari
rabu kendaraan lebih banyak memasuki area parkir pada pukul 10.00 sampai
62
VITO RAMADHAN EKABAGJA, 2013
STUDI KEBUTUHAN RUANG PARKIR RUMAH SAKIT AL ISLAM BANDUNG
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
2. Fluktuasi Jam Puncak Keberangkatan
Fluktuasi jam puncak keberangkatan adalah jumlah tertinggi keberangkatan
kendaraan atau jumlah tertinggi dari kendaraan yang akan keluar
meninggalkan area pelataran parkir selama periode pengamatan.
Tabel 3.8 Fluktuasi Jam Puncak Keberangkatan Kendaraan
(Hari Pengamatan : Senin, 10 Desember 2012)
No Waktu Jumlah Kendaraan
Mobil Penumpang Sepeda Motor
1 06.00 - 07.00 0 0
2 07.00 - 08.00 40 119
3 08.00 - 09.00 45 88
4 09.00 - 10.00 78 93
5 10.00 - 11.00 92 97
6 11.00 - 12.00 101 128
7 12.00 - 13.00 85 117
8 13.00 - 14.00 96 109
9 14.00 - 15.00 76 155
10 15.00 - 16.00 69 205
11 16.00 - 17.00 68 117
12 17.00 - 18.00 74 75
Gambar 3.8 Grafik Fluktuasi Jam Puncak Keberangkatan Kendaraan
(Hari Pengamatan : Senin, 10 Desember 2012)
Dari data-data hasil pengamatan lapangan yang dilakukan pada hari senin
dapat diketahui bahwa jam puncak keberangkatan terjadi pada pukul 11.00 sampai
pukul 12.00 WIB untuk kendaraan roda empat dan untuk kendaraan roda dua jam
[image:30.595.117.510.247.757.2]puncak keberangkatan terjadi pada pukul 15.00 sampai pukul 16.00 WIB.
Tabel 3.9 Fluktuasi Jam Puncak Keberangkatan Kendaraan (Hari Pengamatan : Rabu, 12 Desember 2012)
No Waktu Jumlah Kendaraan
Mobil Penumpang Sepeda Motor
1 06.00 - 07.00 0 0
2 07.00 - 08.00 50 118
3 08.00 - 09.00 54 112
4 09.00 - 10.00 67 110
5 10.00 - 11.00 92 136
6 11.00 - 12.00 99 118
7 12.00 - 13.00 83 90
8 13.00 - 14.00 91 63
9 14.00 - 15.00 79 158
10 15.00 - 16.00 95 142
11 16.00 - 17.00 46 109
12 17.00 - 18.00 41 74
64
VITO RAMADHAN EKABAGJA, 2013
STUDI KEBUTUHAN RUANG PARKIR RUMAH SAKIT AL ISLAM BANDUNG
[image:31.595.108.512.248.573.2]Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Gambar 3.9 Grafik Fluktuasi Jam Puncak Keberangkatan Kendaraan
(Hari Pengamatan : Rabu, 12 Desember 2012)
Dari data-data hasil pengamatan lapangan yang dilakukan pada hari rabu
dapat diketahui bahwa puncak keberangkatan terjadi pada pukul 11.00 sampai
pukul 12.00 WIB untuk kendaraan roda empat dan untuk kendaraan roda dua jam
puncak keberangkatan terjadi pada pukul 14.00 sampai pukul 15.00 WIB.
Tetapi meskipun jam rumah sakit telah habis pada pukul 18.00, tetapi masih
banyak juga karyawan dan pengunjung yang masih melakukan aktivitasnya di
rumah sakit tersebut dan meninggalkan rumah sakit setelah lebih dari pukul 18.00
WIB ataupun kendaraan yang akan menginap begitu juga dengan pemiliknya.
Dari kedua grafik diatas dapat diketahui bahwa untuk kendaran roda empat
yang meninggalkan area pelataran parkir lebih banyak pada pukul 11.00 sampai
pukul 12.00 WIB yaitu dengan jumlah kendaraan pada pengamatan hari senin
sebanyak 101 kendaraan dan pengamatan hari rabu sebanyak 99 kendaraan.
Dimana pada jam tersebut para karyawan dan pengunjung banyak yang
meninggalkan rumah sakit. Sedangkan untuk kendaraan roda dua yang
meninggalkan area pelataran parkir dari dua hari pengamatan tidak terdapat
kesamaan waktu. Pada hari senin kendaraan lebih banyak meninggalkan area
parkir pada pukul 15.00 sampai pukul 16.00 WIB yaitu dengan jumlah kendaraan
pada pengamatan hari senin sebanyak 205 kendaraan. Sedangkan pada
pengamatan hari rabu kendaraan lebih banyak meninggalkan area pelataran parkir
pada pukul 14.00 sampai pukul 15.00 WIB dengan jumlah kendaraan sebanyak
d. Beban Puncak Pelayanan
Beban puncak pelayanan adalah besarnya beban yang dapat dilayani oleh
pelataran parkir. Beban puncak pelayanan ini didapat dari mengurangi kendaraan
yang masuk pelataran dengan kendaraan yang keluar darp pelataran parkir. Untuk
beban puncak pelayanan yang terdapat pada pelataran parkir Rumah Sakit Al
[image:32.595.116.510.245.755.2]Islam Bandung dapat dilihat pada tabel dan grafik berikut ini :
Tabel 3.10 Akumulasi Beban Puncak Pelayanan Kendaraan Roda 4
(Hari Pengamatan : Senin, 10 Desember 2012)
No Waktu Jumlah Kendaraan Masuk Keluar
1 06.00 - 07.00 29 0
2 07.00 - 08.00 100 40
3 08.00 - 09.00 105 45
4 09.00 - 10.00 110 78
5 10.00 - 11.00 108 92
6 11.00 - 12.00 78 101
7 12.00 - 13.00 59 85
8 13.00 - 14.00 54 96
9 14.00 - 15.00 44 76
10 15.00 - 16.00 47 69
11 16.00 - 17.00 70 68
66
VITO RAMADHAN EKABAGJA, 2013
STUDI KEBUTUHAN RUANG PARKIR RUMAH SAKIT AL ISLAM BANDUNG
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Gambar 3.10 Grafik Akumulasi Beban Puncak Pelayanan Kendaraan Roda 4
(Hari Pengamatan : Senin, 10 Desember 2012)
Pada gambar 3.10 beban pelayanan puncak terjadi antara pukul 09.00
sampai pukul 10.00 WIB, karena pada pada jam tersebut kendaraan yang masuk
sebanyak 110 kendaraan sedangkan yang keluar antara pukul 11.00 sampai pukul
[image:33.595.114.513.232.751.2]12.00 WIB, sebanyak 101 kendaraan.
Tabel 3.11 Akumulasi Beban Puncak Pelayanan Kendaraan Roda 2
(Hari Pengamatan : Senin, 10 Desember 2012)
No Waktu Jumlah Kendaraan Masuk Keluar
1 06.00 - 07.00 179 0
2 07.00 - 08.00 201 119
3 08.00 - 09.00 141 88
4 09.00 - 10.00 150 93
5 10.00 - 11.00 115 97
6 11.00 - 12.00 90 128
7 12.00 - 13.00 79 117
8 13.00 - 14.00 89 109
9 14.00 - 15.00 53 155
10 15.00 - 16.00 43 205
11 16.00 - 17.00 47 117
Gambar 3.11 Grafik Akumulasi Beban Puncak Pelayanan Kendaraan Roda 2
(Hari Pengamatan : Senin, 10 Desember 2012)
Pada gambar 3.11 beban pelayanan puncak terjadi antara pukul 07.00
sampai pukul 08.00 WIB, karena pada pada jam tersebut kendaraan yang masuk
sebanyak 201 kendaraan sedangkan yang keluar antara pukul 15.00 sampai pukul
[image:34.595.113.513.253.754.2]16.00 WIB, sebanyak 205 kendaraan.
Tabel 3.12 Akumulasi Beban Puncak Pelayanan Kendaraan Roda 4
(Hari Pengamatan : Rabu, 12 Desember 2012)
No Waktu Jumlah Kendaraan Masuk Keluar
1 06.00 - 07.00 44 0
2 07.00 - 08.00 100 50
3 08.00 - 09.00 100 54
4 09.00 - 10.00 89 67
5 10.00 - 11.00 104 92
6 11.00 - 12.00 71 99
7 12.00 - 13.00 60 83
8 13.00 - 14.00 70 91
9 14.00 - 15.00 64 79
10 15.00 - 16.00 41 95
11 16.00 - 17.00 37 46
68
VITO RAMADHAN EKABAGJA, 2013
STUDI KEBUTUHAN RUANG PARKIR RUMAH SAKIT AL ISLAM BANDUNG
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Gambar 3.12 Grafik Akumulasi Beban Puncak Pelayanan Kendaraan Roda 4
(Hari Pengamatan : Rabu, 12 Desember 2012)
Pada gambar 3.12 beban pelayanan puncak terjadi antara pukul 10.00
sampai pukul 11.00 WIB, karena pada pada jam tersebut kendaraan yang masuk
sebanyak 104 kendaraan sedangkan yang keluar antara pukul 11.00 sampai pukul
[image:35.595.116.510.234.760.2]12.00 WIB, sebanyak 99 kendaraan.
Tabel 3.13 Akumulasi Beban Puncak Pelayanan Kendaraan Roda 2
(Hari Pengamatan : Rabu, 12 Desember 2012)
No Waktu Jumlah Kendaraan Masuk Keluar
1 06.00 - 07.00 174 0
2 07.00 - 08.00 206 118 3 08.00 - 09.00 133 112 4 09.00 - 10.00 134 110 5 10.00 - 11.00 117 136
6 11.00 - 12.00 91 118
7 12.00 - 13.00 68 90
8 13.00 - 14.00 58 63
9 14.00 - 15.00 51 158
10 15.00 - 16.00 35 142
11 16.00 - 17.00 52 109
Gambar 3.13 Grafik Akumulasi Beban Puncak Pelayanan Kendaraan Roda 2
(Hari Pengamatan : Rabu, 12 Desember 2012)
Pada gambar 3.13 beban pelayanan puncak terjadi antara pukul 07.00
sampai pukul 08.00 WIB, karena pada pada jam tersebut kendaraan yang masuk
sebanyak 206 kendaraan sedangkan yang keluar antara pukul 14.00 sampai pukul
15.00 WIB, sebanyak 158 kendaraan.
e. Frekuensi Kendaraan
Frekuensi kendaraan adalah banyaknya atau seringnya suatu kendaraan
yang keluar-masuk area pelataran parkir dalam satu hari. Perhitungan frekuensi
kendaraan ini berfungsi untuk mengetahui seberapa sering suatu kendaraan keluar
[image:36.595.114.510.243.758.2]masuk area parkir dalam satu harinya.
Tabel 3.14 Frekuensi Kedatangan Kendaraan
(Hari Pengamatan : Senin, 10 Desember 2012)
No Frekuensi Parkir Jenis Kendaraan
Mobil Penumpang Sepeda Motor
1 1 kali 647 1132
2 2 kali 77 92
3 3 kali 9 10
4 4 kali 3 2
70
VITO RAMADHAN EKABAGJA, 2013
STUDI KEBUTUHAN RUANG PARKIR RUMAH SAKIT AL ISLAM BANDUNG
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Gambar 3.14 Diagram Prosentase Frekuensi Kedatangan Kendaraan
(Hari Pengamatan : Senin, 10 Desember 2012)
Pada pengamatan hari pertama dilihat bahwa frekuensi kendaraan tertinggi
untuk kendaraan roda empat satu kali dengan jumlah kendaraan sebanyak 647
kendaraan. Untuk kendaraan roda dua frekuensi tertinggi adalah satu kali dengan
[image:37.595.117.509.241.664.2]jumlah kendaraan sebanyak 1132 kendaraan.
Tabel 3.15 Frekuensi Kedatangan Kendaraan
(Hari Pengamatan : Rabu, 12 Desember 2012)
No Frekuensi Parkir Jenis Kendaraan
Mobil Penumpang Sepeda Motor
1 1 kali 636 1074
2 2 kali 77 94
3 3 kali 14 8
4 4 kali 4 1
5 5 kali - -
Gambar 3.15 Diagram Prosentase Frekuensi Kedatangan Kendaraan
Pada pengamatan hari kedua dapat dilihat bahwa frekuensi kendaraan
tertinggi untuk kendaraan roda empat satu kali dengan jumlah kendaraan
sebanyak 636 kendaraan. Untuk kendaraan roda dua frekuensi tertinggi adalah
satu kali dengan jumlah kendaraan sebanyak 1074 kendaraan.
Dari gambar-gambar diatas dapat diketahui bahwa frekuensi kedatangan
kendaraan tertinggi baik itu kendaraan roda empat maupun kendaraan roda dua
adalah satu kali. Tetapi ada juga kendaraan yang parkir sampai lebih dari dua kali,
hal ini dikarenakan banyak karyawan dan pengunjung rumah sakit yang
melakukan aktivitas lain untuk para karyawan, sedangkan kendaraan pengunjung
biasanya hanya untuk antar jemput pasien saja.
Berdasarkan data-data yang telah dikumpulkan, maka dilakukan pengolahan
data untuk menentukan tata letak parkir yang baik di lingkungan Rumah Sakit Al
Islam Bandung.
Data-data yang telah diperoleh akan dianalisis dengan menggunakan
perhitungan statistik dan perhitungan berdasarkan formula yang ada sehingga
didapat nilai-nilai atau parameter-parameter yang dimaksud. Data tersebut dapat
juga disajikan dalam bentuk tabel dan diagram.
Data jumlah kendaraan yang masuk dan keluar dipergunakan untuk
menghitung selisih kendaraan yang parkir selama interval waktu tertentu tersebut
diketahui dengan menjumlahkan selisis kendaraan yang masuk dan keluar dari
lokasi parkir. Dari hasil perhitungan ini tentunya dapat dilihat interval waktu
tertentu pada hari-hari pengamatan dimana jumlah kendaraan yang di parkir
72
VITO RAMADHAN EKABAGJA, 2013
STUDI KEBUTUHAN RUANG PARKIR RUMAH SAKIT AL ISLAM BANDUNG
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
3.6. Analisis
Setelah dilakukan perhitungan data pengolahan data, maka tahap berikutnya
adalah melakukan analisis secara mendalam terhadap hasil pengolahan data yang
telah diperoleh. Dari hasil pengolahan data dilakukan analisis mengenai tata letak
parkir di lingkungan Rumah Sakit Al Islam Bandung yang meliputi :
1. Inventarisasi ruang parkir untuk mengetahui jumlah ruang parkir yang
tersedia, mampu menampung kapasitas parkir kendaraan yang ada.
2. Menganalisa pemakaian ruang parkir dan lamanya waktu parkir (durasi
parkir)
3.7. Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan merupakan tahapan terkhir di dalam melakukan penelitian. Dari
kesimpulan tersebut kita dapat mengetahui tata letak parkir yang baik dan cocok
untuk diterapkan di lingkungan tertentu terutama pada saat jam puncak kendaraan
yang parkir sangat padat kita bisa mengetahuinya.
Kemudian penulis juga akan memberikan saran yang merupakan
usulan-usulan guna memberikan masukan yang diharapkan dapat bermanfaat bagi Rumah
Sakit Al Islam Bandung.
Adapun perencanaan terstruktur dan sistematis untuk penyusunan Laporan
Tugas Akhir yang berjudul “Studi Kebutuhan Ruang Parkir Rumah Sakit Al Islam
VITO RAMADHAN EKABAGJA, 2013
STUDI KEBUTUHAN RUANG PARKIR RUMAH SAKIT AL ISLAM BANDUNG
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
5.1. Kesimpulan
Dari pembahasan yang telah dilakukan terhadap Rumah Sakit Al Islam
Bandung, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Dari hasil pengamatan di lapangan parkir yang sudah disediakan oleh pihak
rumah sakit sudah mengacu pada standard yang berlaku, terutama dalam
penentuan satuan ruang parkir (SRP) hanya saja ada beberapa hal yang perlu
dikaji ulang.
Ada tiga hal yang penting dalam menentukan lay out bangunan parkir di
Rumah Sakit Al Islam, diantaranya :
Panjang dan Lebar Ruang Parkir
Dilihat dari dilapangan mengenai panjang dan lebar ruang parkir sebenarnya
sudah mengacu pada standard yang berlaku. Ukuran ini bergantung pada
macam kendaraan yang digunakan. Tentunya macam kendaraan yang
digunakan ini beraneka ragam jenis dan bentuk, ukuran panjang dan
lebarnya. Agar segala jenis kendaraan pribadi dapat ditampung, maka
diambil ukuran panjang dan lebar kendaraan maksimum. Ukuran ini sudah
memperhatikan adanya ruang yang dibutuhkan pada saat pintu kendaraan
Lebar Jalan Akses
Lebar ruang parkir sangat mempengaruhi lebar jalan akses karena dengan
menambah lebar ruang parkir berarti mempersempit lebar jalan akses. Posisi
parkir yang menyudut akan mempunyai jumlah parkir yang lebih banyak,
akan tetapi mempersempit lebar jalan akses yang ada. Berdasarkan
pengamatan lebar jalan di Rumah Sakit Al Islam sudah mencukupi sesuai
kapasitas kebutuhan dan standard yang sudah ditentukan.
Pemilihan Sudut Parkir
Terdapat beberapa sudut parkir, yaitu sudut parkir 00, 300, 450, 600, dan 900.
Pemilihan sudut parkir ini bertujuan agar pemarkir merasa nyaman dan
tidak ada hambatan pada saat masuk ke dalam ruang parkir ataupun saat
akan keluar. Posisi sudut ruang di Rumah Sakit Al Islam yg banyak
digunakan adalah600 dan900karena dengan posisi ini pertambahan jumlah
parkir cukup banyak dibandingkan dengan yang sejajar dan tidak terlalu
mengurangi lebar jalan akses.
Dilapangan posisi sudut parkir 300 jarang digunakan karena hampir sama
dengan posisi dengan sudut parkir 00 (sejajar sumbu jalan), walau ada
sebagian ruang parkir yang memakai posisi sudut 00,selain jumlah ruang
parkir hanya sedikit, namun posisi parkir ini paling sedikit mengurangi
badan jalan karena tidak perlu memaju-mundurkan kendaraannya ketika
ingin keluar dari petak parkir. Posisi sudut 900 cukup baik digunakan untuk
kendaraan yang sudah power steering, namun pergerakan keluar masuk
99
VITO RAMADHAN EKABAGJA, 2013
STUDI KEBUTUHAN RUANG PARKIR RUMAH SAKIT AL ISLAM BANDUNG
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
450 tidak diberlakukan karena biasanya digunakan untuk kondisi yang
overlap, dimana ruang banyak dimanfaatkan.
2. Akumulasi parkir kendaraan adalah :
Akumulasi kendaraan roda empat maksimum (jam puncak kendaraan roda
empat) terjadi pada hari senin pukul 10.00 – 11.00 WIB sebanyak 223
kendaraan.
Akumulasi kendaraan roda dua maksimum (jam puncak kendaraan roda dua)
terjadi pada hari senin pukul 10.00 – 11.00 WIB sebanyak 516 kendaraan.
Berdasarkan volume kendaraan, untuk kendaraan roda empat dibutuhkan
223 kendaraan atau 2787,5 m2 dan untuk kendaraan roda dua dibutuhkan
516 kendaraan atau 774 m2.
Dari analisis yang ada dapat diketahui bahwa Rumah Sakit Al Islam
Bandung merencanakan kapasitas parkirnya berdasarkan volume kendaraan.
3. Dari data akumulasi kendaraan parkir Rumah sakit Al Islam Bandung
memerlukan area parkir yang lebih luas agar dapat menampung parkir
kendaraan pengunjung maupun parkir kendaraan roda dua dokter, pegawai
rumah sakit tersebut. Juga dapat mengatasi parkir kendaraan yang berlebih
pada jam puncak kendaraan yang parkir.
4. Kapasitas parkir yang tersedia pada Rumah Sakit Al Islam Bandung untuk
kendaraan roda empat sebanyak 244 SRP sedangkan kebutuhan parkirnya
adalah 223 SRP. Sedangkan untuk kendaraan roda dua sebanyak 446 SRP
5. Fasilitas parkir yang tersedia pada Rumah Sakit Al Islam Bandung cukup
memadai, seperti sarana pendukung berupa pos jaga atau pos keamanan dan
petugas parkir baik itu pada pintu masuk maupun pintu keluar, rambu-rambu
parkir, marka parkir. Ada sebagian fasilitas parkir yang belum terdapat
bangunan peneduh atau pohon pada area parkirnya.
5.2. Rekomendasi
Dari hasil pengamatan dan hasil penelitian ini, maka dapat direkomendasikan
beberapa hal sebagai berikut :
1. Dalam perencanaan rumah sakit perlu direncanakan fasilitas parkir yang sesuai
dengan kebutuhan parkir bagi para dokter, pegawai, perawat, pasien dan
pengunjung rumah sakit tersebut terutama dalam hal perluasan lahan parkir.
2. Agar dapat terciptanya keamanan dan kenyamanan dalam perparkiran pihak
rumah sakit hendaknya bisa menegaskan kembali bagi kendaraan yang parkir
bukan pada areanya, karena dapat mengganggu pergerakan kendaraan yang
lain, walau sebenarnya sudah diberi rambu larangan untuk parkir.
3. Pihak rumah sakit hendaknya segera membuat bangunan peneduh atau pohon
untuk sebagian ruang parkir yang belum disediakan bangunan peneduh atau
pohon agar para pemilik kendaraan yang parkir bisa merasa nyaman dan aman
memarkirkan kendaraannya.
4. Untuk mahasiswa, bagi yang berniat untuk menganalisis, mengkaji dan
menelaah lebih lanjut serta mendalami masalah yang ada hubungannya dengan
101
VITO RAMADHAN EKABAGJA, 2013
STUDI KEBUTUHAN RUANG PARKIR RUMAH SAKIT AL ISLAM BANDUNG
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
menghasilkan layout parkir yang ideal sesuai dengan kebutuhan serta
dilengkapi dengan panempatan marka parkir, rambu parkirnya dan fasilitas
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad Munawar. (2000). Analisis Kebutuhan Parkir di Lingkungan Kampus
UGM. Yogyakarta : Makalah Pada Simposium III FSTPT UGM.
Direktorat Bina Sarana Lalu Lintas dan Angkutan Kota. (1998). Pedoman
Perencanaan dan Pengoperasian Fasilitas Parkir. Jakarta : Direktorat
Jenderal Perhubungan Darat.
Direktorat Bina Sistem Lalu Lintas dan Angkutan Kota. (1999). Rekayasa Lalu
Lintas. Jakarta : Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.
Jajang Suherman. (2000). Studi dan Durasi Parkir di Kampus Universitas
Indonesia. JPTB FPTK UPI. Bandung : Tidak Diterbitkan.
Miro, Fidel. (2005). Perencanaan Transportasi. Jakarta : Penerbit Erlangga.
Saribudi, Andri. P. (2008). Analisis Kebutuhan Lahan Parkir Pada Rumah Sakit
Umum Pirngadi Medan. Medan : Tugas Akhir.
Tamin, Z. Ofyar. (2003). Perencanaan, Pemodelan, dan Rekayasa Transportasi. Bandung : Penerbit ITB.
Warpani, P. Suwardjoko. (2002). Pengelolaan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Bandung : Penerbit ITB.