1. Arti dari Sanitasi dan Higein
> Sanitasi adalah perilaku disengaja dalam pembudayaan hidup bersih dengan maksud mencegah manusia bersentuhan langsung dengan kotoran dan bahan buangan berbahaya lainnya dengan harapan usaha ini akan menjaga dan meningkatkan kesehatan manusia.
>Higiene adalah ilmu yang mempelajari cara mempertahankan kondisi kesehatan. Segala penelitian, analisa, pengukuran hasil dari ilmu ini yang bertujuan mencegah mewabahnya atau menyebabkan penyakit, semuanya tercakup dalam istilah " higiene".
2. Arti Keselamatan Kerja
> Keselamatan kerja adalah keselamatan yang bertalian dengan mesin, pesawat, alat kerja, bahan, dan proses pengolahannya, landasan tempat kerja dan lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaan
3. Fungsi alat-alat dalam :
> Sanitasi : membantu mencegah berhubungan langsungnya antara manusia dan kotoran. > Higien :
> keselamatan kerja : menyelamatkan manusia dari ancaman yang berhubungan langsung dengan keselamtan kerja.
4. fungsi keselamatan kerja:
-bagi karyawan: Keselamatan Kerja karyawan Meliputi : Pengetahuan dan ketrampilan kerja karyawan,Ketersediaan alat-alat pelindung, Keamanan layout tempat kerja, jaminan
kecelakaan kerja dan frekwensi kecelakaan kerja sedangkan Kesehatan kerja meliputi: Kebersihan lingkungan, air udara ditempat kerja, Ketersediaan gizi, Jaminan kesehatan kerja bagi karyawan, Pelayanan pemeriksaan kesehatan karyawan dan frekwensi timbulnya
penyakit terhadap variabel Produktivitas karyawan yang meliputi: Total jam kerja yang hilang, Jumlah klaim asuransi dan Banyaknya karyawan yang berhenti.
-bagi diri sendiri sangat penting karena dalam bekerja itu diri kita harus merasa selamat saat melakukukan pekerjaan.
5. yakin karena:
Jumlah dan macam mikroorganisme dalam suatu volume udara bervariasi sesuai dengan lokasi, kondisi cuaca dan jumlah orang yang ada. Daerah yang berdebu hampir selalu mempunyai populasi mikroorganisme atmosfer yang tinggi. Sebaliknya hujan, salju atau hujan es akan cenderung mengurangi jumlah organisme di udara dengan membasuh partikel yang lebih berat dan mengendapkan debu. Jumlah mikroorganisme menurun secara
menyolok di atas samudera, dan jumlah ini semakin berkurang pada ketinggian (altitude) yang tinggi (Volk & Wheeler, 1989).
Menurut Irianto (2002), jumlah mikroorganisme yang mencemari udara juga ditentukan oleh sumber pencemaran di dalam lingkungan, misalnya dari saluran pernapasan manusia yang disemprotkan melalui batuk dan bersin, dan partikel-partikel debu, yang terkandung dalam tetes-tetes cairan berukuran besar dan tersuspensikan, dan dalam "inti tetesan" yang terbentuk bila titik-titik cairan berukuran kecil menguap. Organisme yang memasuki udara dapat terangkut sejauh beberapa meter atau beberapa kilometer; sebagian segera mati dalam beberapa detik, sedangkan yang lain dapat bertahan hidup selama berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan lebih lama lagi. Nasib akhir mikroorganisme yang berasal dari udara diatur oleh seperangkat rumit keadaan di sekelilingnya (termasuk keadaan atmosfer,
kelembaban, cahaya matahari dan suhu), ukuran partikel yang membawa mikroorganisme itu, serta ciri-ciri mikroorganismenya terutama kerentanannya terhadap keadaan fisik di atmosfer. 6. tentu,, karena hasil produksi itu harus benar2 bersih. apabila tidak seperti itu konsumen akan berpikir 2x untuk mengonsumsi hasil produksi kita.
7. Peralatan Pencegahan Kebakaran. > APAR/Fire Extingushers/Racun Api.
Peralatan ini merupakan paralatan reaksi cepat yang multi guna karena dapat dipakai untuk jenis kebakaran jenis A, B, C peralatan ini mempunyai berbagai tujuan dan ukuran berat sehingga dapat ditempatkan sesuai dengan besar kecilnyaruangan serta resiko kebakaran yang timbul.
> Hydran.
Peralatan ini merupakan reaksi cepat yang efesien dan dipakai untuk jenis A. Peralatan ini mempunyai 3 jenis yaitu hydran gedung, halaman dan kota.
> Detektor asap/smoke detector.
Peralatan ini memungkinkan secara otomatis akan memberitahu kepada setiap orang apabila ada asap.
Peralatan ini dipergunakan untuk memberitahu kepada setiap orang akan adanya bahaya kebakaran pada suatu tempat.
> Mekanisme Alat Pemadam Otomatis.
Alat pemadam otomatis sangat peka terhadap kenaikan dan perubahan suhu ruangan tanpa memerlukan bantuan manusia dan dapat melakukan pencegahan sebelum timbulnya kebakaran. Dan apabila suhu sekitar meningkat karena timbulnya kebakaran, maka bahan obat dalam ampul kaca melarut dan mulai melembung. Apabila suhu kamar 40 °C tenaga penyemprotan akan mencapai batas maksimal. Suhu kamar diatas 150 ° C maka batas daya tahan ampul kaca terlampoi, kaca pecah dari bagian dalam bahan obat pemadam kebakaran tersemprot.
8. Tentu, karena hal ini sangat dengan prosedur kesehatan dan keselamatan kerja.
9. maaf saya tidak mengerti, bila anda tidak berkeberatan bisakan anda menjelaskan tentang soal ini...??
10. Kapas putih, pembalut gulung lebar 2,5 cm, pembalut gulung lebar 5 cm, pembalut gulung lebar 10 cm, pembalut segitiga (Mitella), pembalut cepat steril, kasa steril ukuran 5x5 cm, kasa steril ukuran 7,5x7,5 cm, plester lebar 1 cm, plester lebar 2,5 cm, plester cepat (Tensoplast, Hansaplast, dll), bidai, gunting, sabun, tissue, pinset, senter
Obat antinyeri antidemam (Parasetamol, Antalgin, dll), obat sakit perut / diare (Diatab, dll), norit, obat merah, obat gosok (balsem, minyak angin), rivanol, betadine.
11. Sebutkan isi Undang-undang a. No 14 tahun 1969
Tentang:KETENTUAN-KETENTUAN POKOK MENGENAI TENAGA KERJA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA. PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA.
Menimbang:
a.bahwa tenaga kerja merupakan modal utama serta pelaksanaan dari pada pembangunan masyarakat Pancasila;
b.bahwa tujuan terpenting dari pada pembangunan masyarakat tersebut adalah kesejahteraan rakyat, termasuk tenaga kerja;
c.bahwa tenaga kerja sebagai pelaksana pembangunan harus dijamin haknya, diatur kewajibannya dan dikembangkan daya gunanya;
d.bahwa berhubung dengan itu perlu diadakan Undang-undang yang memuat ketentuan-ketentuan pokok tentang tenaga kerja./
ataupun yang dibawah ini :
Norma pemutusan hubungan kerja dan penyelesaian perselisihan perburuhan diatur dengan peraturan perundangan.
b. No 1 tahun 1970
Tentang KESELAMATAN KERJA Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa Presiden Republik Indonesia,Menimbang :
a. bahwa setiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta produktivitas Nasional; \
b. bahwa setiap orang lainnya yang berada di tempat kerja perlu terjamin pula keselamatannya;
c. bahwa setiap sumber produksi perlu dipakai dan dipergunakan secara aman dan effisien; d. bahwa berhubung dengan itu perlu diadakan segala daya-upaya untuk membina norma-norma perlindungan kerja; e. bahwa pembinaan norma-norma-norma-norma itu perlu diwujudkan dalam Undang-undang yang memuat ketentuan-ketentuan umum tentang keselamatan kerja yang sesuai dengan perkembangan masyarakat, industrialisasi, teknik dan teknologi;/
Ataupun bisa digunakan yang dibawah ini :
1."tempat kerja" ialah tiap ruangan atau lapangan, tertutup atau terbuka, bergerak atau tetap dimana tenaga kerja bekerja, atau sering dimasuki tempat kerja untuk keperluan suatu usaha dan dimana terdapat sumber atau sumber-sumber bahaya sebagaimana diperinci
dalam pasal 2; termasuk tempat kerja ialah semua ruangan, lapangan, halaman dan
sekelilingnya yang merupakan bagian-bagian atau berhubung dengan tempat kerja tersebut; 2."pengurus" ialah orang yang mempunyai tugas langsung sesuatu tempat kerja atau bagiannya yang berdiri sendiri;
3. "pengusaha" ialah :
orang atau badan hukum yang menjalankan sesuatu usaha milik sendiri dan untuk keperluan itu mempergunakan tempat kerja;
orang atau badan hukum yang secara berdiri sendiri menjalankan sesuatu usaha bukan miliknya dan untuk keperluan itu mempergunakan tempat kerja;
orang atau badan hukum, yang di Indonesia mewakili orang atau badan hukum termaksud pada (a) dan (b), jikalau yang mewakili berkedudukan di luar Indonesia.
"direktur" ialah pejabat yang ditunjuk oleh Mneteri Tenaga Kerja untuk melaksanakan Undang-undang ini.
"pegawai pengawas" ialah pegawai teknis berkeahlian khusus dari Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja.
"ahli keselamatan kerja" ialah tenaga teknis berkeahlian khusus dari luar Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja untuk mengawasi ditaatinya Undang-undang ini.
c. No.04/MEN/1980
Alat Pemadam Api Ringan (APAR) adalah tabung kecil yang ringan berisi bahan untuk memadamkan api pada awal kebakaran. Dari isinya tabung tersebut dibedakan menjadi antara lian: jenis Tepung, Gas, dan Busa. Dimanapun tempat yang ada kemungkinan terjadi kebakaran seharusnya disediakan APAR yang sesuai. Kebakaran kayu, kertas, listrik
sebaiknya pakai jenis tepung, utamanya pada ruangan terbuka. Tapi kalau kebakarannya ada dalam ruangan tertutup dan ada benda-benda elektronik sebaiknya pakai jenis Gas. Untuk kebakaran minyak, oli, besin sebaiknya pakai jenis foam(busa). Penempatan APAR, pemeriksaan rutin, dan kapan harus isi ulang pada kantor, gudang, dan pertokoan ada aturannya. Semua ini termuat dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja Indonesia No.04/MEN/1980.
Jawaban dari: nama: dessy wijianti kelas: x 3 smk mm/ ti
1. Arti dari Sanitasi dan Higein
> Sanitasi adalah perilaku disengaja dalam pembudayaan hidup bersih dengan maksud mencegah manusia bersentuhan langsung dengan kotoran dan bahan buangan berbahaya lainnya dengan harapan usaha ini akan menjaga dan meningkatkan kesehatan manusia.
>Higiene adalah ilmu yang mempelajari cara mempertahankan kondisi kesehatan. Segala penelitian, analisa, pengukuran hasil dari ilmu ini yang bertujuan mencegah mewabahnya atau menyebabkan penyakit, semuanya tercakup dalam istilah " higiene".
2. Arti Keselamatan Kerja
> Keselamatan kerja adalah keselamatan yang bertalian dengan mesin, pesawat, alat kerja, bahan, dan proses pengolahannya, landasan tempat kerja dan lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaan
3. Fungsi alat-alat dalam :
> Sanitasi : membantu mencegah berhubungan langsungnya antara manusia dan kotoran. > Higien :
> keselamatan kerja : menyelamatkan manusia dari ancaman yang berhubungan langsung dengan keselamtan kerja.
4. fungsi keselamatan kerja:
-bagi karyawan: Keselamatan Kerja karyawan Meliputi : Pengetahuan dan ketrampilan kerja karyawan,Ke tersediaan alat-alat pelindung, Keamanan layout tempat kerja, jaminan kecelakaan kerja dan frekwensi kecelakaan kerja sedangkan Kesehatan kerja meliputi: Kebersihan lingkungan, air udara ditempat kerja, Ketersediaan gizi, Jaminan kesehatan kerja bagi karyawan, Pelayanan pemeriksaan kesehatan karyawan dan frekwensi timbulnya penyakit terhadap variabel Produktivitas karyawan yang meliputi: Total jam kerja yang hilang, Jumlah klaim asuransi dan Banyaknya karyawan yang berhenti.
-bagi diri sendiri sangat penting karena dalam bekerja itu diri kita harus merasa selamat saat melakukukan pekerjaan..
5. yakin karena:
Jumlah dan macam mikroorganisme dalam suatu volume udara bervariasi sesuai dengan lokasi, kondisi cuaca dan jumlah orang yang ada. Daerah yang berdebu hampir selalu mempunyai populasi mikroorganisme atmosfer yang tinggi. Sebaliknya hujan, salju atau hujan es akan cenderung mengurangi jumlah organisme di udara dengan membasuh partikel yang lebih berat dan mengendapkan debu. Jumlah mikroorganisme menurun secara menyolok di atas samudera, dan jumlah ini semakin berkurang pada ketinggian (altitude) yang tinggi (Volk & Wheeler, 1989).
Menurut Irianto (2002), jumlah mikroorganisme yang mencemari udara juga ditentukan oleh sumber pencemaran di dalam lingkungan, misalnya dari saluran pernapasan manusia yang disemprotkan melalui batuk dan bersin, dan partikel-partikel debu, yang terkandung dalam tetes-tetes cairan berukuran besar dan tersuspensikan, dan dalam "inti tetesan" yang terbentuk bila titik-titik cairan berukuran kecil menguap. Organisme yang memasuki udara dapat terangkut sejauh beberapa meter atau beberapa kilometer; sebagian segera mati dalam beberapa detik, sedangkan yang lain dapat bertahan hidup selama berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan lebih lama lagi. Nasib akhir mikroorganisme yang berasal dari udara diatur oleh seperangkat rumit keadaan di sekelilingnya (termasuk keadaan atmosfer, kelembaban, cahaya matahari dan suhu), ukuran partikel yang membawa mikroorganisme itu, serta ciri-ciri mikroorganismenya terutama kerentanannya terhadap keadaan fisik di atmosfer. 6. tentu,, karena hasil produksi itu harus benar2 bersih. apabila tidak seperti itu konsumen akan berpikir 2x untuk mengonsumsi hasil produksi kita.
7. Peralatan Pencegahan Kebakaran. > APAR/Fire Extingushers/Racun Api.
Peralatan ini merupakan paralatan reaksi cepat yang multi guna karena dapat dipakai untuk jenis kebakaran jenis A, B, C peralatan ini mempunyai berbagai tujuan dan ukuran berat sehingga dapat ditempatkan sesuai dengan besar kecilnyaruangan serta resiko kebakaran yang timbul.
> Hydran.
Peralatan ini merupakan reaksi cepat yang efesien dan dipakai untuk jenis A. Peralatan ini mempunyai 3 jenis yaitu hydran gedung, halaman dan kota.
> Detektor asap/smoke detector.
Peralatan ini memungkinkan secara otomatis akan memberitahu kepada setiap orang apabila ada asap.
> Fire Alarm.
Peralatan ini dipergunakan untuk memberitahu kepada setiap orang akan adanya bahaya kebakaran pada suatu tempat.
> Mekanisme Alat Pemadam Otomatis.
Alat pemadam otomatis sangat peka terhadap kenaikan dan perubahan suhu ruangan tanpa memerlukan bantuan manusia dan dapat melakukan pencegahan sebelum timbulnya kebakaran. Dan apabila suhu sekitar meningkat karena timbulnya kebakaran, maka bahan obat dalam ampul kaca melarut dan mulai melembung. Apabila suhu kamar 40 °C tenaga penyemprotan akan mencapai batas maksimal. Suhu kamar diatas 150 ° C maka batas daya tahan ampul kaca terlampoi, kaca pecah dari bagian dalam bahan obat pemadam kebakaran tersemprot.
8. Tentu, karena hal ini sangat dengan prosedur kesehatan dan keselamatan kerja.
9. maaf saya tidak mengerti, bila anda tidak berkeberatan bisakan anda menjelaskan tentang soal ini...??
10. Kapas putih, pembalut gulung lebar 2,5 cm, pembalut gulung lebar 5 cm, pembalut gulung lebar 10 cm, pembalut segitiga (Mitella), pembalut cepat steril, kasa steril ukuran 5x5 cm, kasa steril ukuran 7,5x7,5 cm, plester lebar 1 cm, plester lebar 2,5 cm, plester cepat (Tensoplast, Hansaplast, dll), bidai, gunting, sabun, tissue, pinset, senter
Obat antinyeri antidemam (Parasetamol, Antalgin, dll), obat sakit perut / diare (Diatab, dll), norit, obat merah, obat gosok (balsem, minyak angin), rivanol, betadine.
11. Sebutkan isi Undang-undang a. No 14 tahun 1969
Tentang:KETENTUAN-KETENTUAN POKOK MENGENAI TENAGA KERJA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA. PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA.
Menimbang:
a.bahwa tenaga kerja merupakan modal utama serta pelaksanaan dari pada pembangunan masyarakat Pancasila;
b.bahwa tujuan terpenting dari pada pembangunan masyarakat tersebut adalah kesejahteraan rakyat, termasuk tenaga kerja;
c.bahwa tenaga kerja sebagai pelaksana pembangunan harus dijamin haknya, diatur kewajibannya dan dikembangkan daya gunanya;
d.bahwa berhubung dengan itu perlu diadakan Undang-undang yang memuat ketentuan-ketentuan pokok tentang tenaga kerja./ ataupun yang dibawah ini :
Norma pemutusan hubungan kerja dan penyelesaian perselisihan perburuhan diatur dengan peraturan perundangan.
b. No 1 tahun 1970
Tentang KESELAMATAN KERJA Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa Presiden Republik Indonesia,Menimbang :
a. bahwa setiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta produktivitas Nasional; \
b. bahwa setiap orang lainnya yang berada di tempat kerja perlu terjamin pula keselamatannya;
c. bahwa setiap sumber produksi perlu dipakai dan dipergunakan secara aman dan effisien; d. bahwa berhubung dengan itu perlu diadakan segala daya-upaya untuk membina norma-norma perlindungan kerja; e. bahwa pembinaan norma-norma-norma-norma itu perlu diwujudkan dalam Undang-undang yang memuat ketentuan-ketentuan umum tentang keselamatan kerja yang sesuai dengan perkembangan masyarakat, industrialisasi, teknik dan teknologi;/
Ataupun bisa digunakan yang dibawah ini :
1."tempat kerja" ialah tiap ruangan atau lapangan, tertutup atau terbuka, bergerak atau tetap dimana tenaga kerja bekerja, atau sering dimasuki tempat kerja untuk keperluan suatu usaha dan dimana terdapat sumber atau sumber-sumber bahaya sebagaimana diperinci dalam pasal 2; termasuk tempat kerja ialah semua ruangan, lapangan, halaman dan sekelilingnya yang merupakan bagian-bagian atau berhubung dengan tempat kerja tersebut; 2."pengurus" ialah orang yang mempunyai tugas langsung sesuatu tempat kerja atau bagiannya yang berdiri sendiri;
3. "pengusaha" ialah :
orang atau badan hukum yang menjalankan sesuatu usaha milik sendiri dan untuk keperluan itu mempergunakan tempat kerja;
orang atau badan hukum yang secara berdiri sendiri menjalankan sesuatu usaha bukan miliknya dan untuk keperluan itu mempergunakan tempat kerja;
orang atau badan hukum, yang di Indonesia mewakili orang atau badan hukum termaksud pada (a) dan (b), jikalau yang mewakili berkedudukan di luar Indonesia.
"direktur" ialah pejabat yang ditunjuk oleh Mneteri Tenaga Kerja untuk melaksanakan Undang-undang ini.
"pegawai pengawas" ialah pegawai teknis berkeahlian khusus dari Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja.
"ahli keselamatan kerja" ialah tenaga teknis berkeahlian khusus dari luar Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja untuk mengawasi ditaatinya Undang-undang ini.
Alat Pemadam Api Ringan (APAR) adalah tabung kecil yang ringan berisi bahan untuk memadamkan api pada awal kebakaran. Dari isinya tabung tersebut dibedakan menjadi antara lian: jenis Tepung, Gas, dan Busa. Dimanapun tempat yang ada kemungkinan terjadi kebakaran seharusnya disediakan APAR yang sesuai. Kebakaran kayu, kertas, listrik sebaiknya pakai jenis tepung, utamanya pada ruangan terbuka. Tapi kalau kebakarannya ada dalam ruangan tertutup dan ada benda-benda elektronik sebaiknya pakai jenis Gas. Untuk kebakaran minyak, oli, besin sebaiknya pakai jenis foam(busa). Penempatan APAR, pemeriksaan rutin, dan kapan harus isi ulang pada kantor, gudang, dan pertokoan ada aturannya. Semua ini termuat dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja Indonesia No.04/MEN/1980. Jawaban dari: rika rahmawati X.3 Multimedia --- Jawaban dari: Ritha zahara
1. Arti dari Sanitasi dan Higein
> Sanitasi adalah perilaku disengaja dalam pembudayaan hidup bersih dengan maksud mencegah manusia bersentuhan langsung dengan kotoran dan bahan buangan berbahaya lainnya dengan harapan usaha ini akan menjaga dan meningkatkan kesehatan manusia.
>Higiene adalah ilmu yang mempelajari cara mempertahankan kondisi kesehatan. Segala penelitian, analisa, pengukuran hasil dari ilmu ini yang bertujuan mencegah mewabahnya atau menyebabkan penyakit, semuanya tercakup dalam istilah " higiene".
2. Arti Keselamatan Kerja
> Keselamatan kerja adalah keselamatan yang bertalian dengan mesin, pesawat, alat kerja, bahan, dan proses pengolahannya, landasan tempat kerja dan lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaan
3. Fungsi alat-alat dalam :
> Sanitasi : membantu mencegah berhubungan langsungnya antara manusia dan kotoran. > Higien :
> keselamatan kerja : menyelamatkan manusia dari ancaman yang berhubungan langsung dengan keselamtan kerja.
4. fungsi keselamatan kerja:
-bagi karyawan: Keselamatan Kerja karyawan Meliputi : Pengetahuan dan ketrampilan kerja karyawan,Ketersediaan alat-alat pelindung, Keamanan layout tempat kerja, jaminan kecelakaan kerja dan frekwensi kecelakaan kerja sedangkan Kesehatan kerja meliputi: Kebersihan lingkungan, air udara ditempat kerja, Ketersediaan gizi, Jaminan kesehatan kerja bagi karyawan, Pelayanan pemeriksaan kesehatan karyawan dan frekwensi timbulnya penyakit terhadap variabel Produktivitas karyawan yang meliputi: Total jam kerja yang hilang, Jumlah klaim asuransi dan Banyaknya karyawan yang berhenti.
-bagi diri sendiri sangat penting karena dalam bekerja itu diri kita harus merasa selamat saat melakukukan pekerjaan.
5. yakin karena:
Jumlah dan macam mikroorganisme dalam suatu volume udara bervariasi sesuai dengan lokasi, kondisi cuaca dan jumlah orang yang ada. Daerah yang berdebu hampir selalu mempunyai populasi mikroorganisme atmosfer yang tinggi. Sebaliknya hujan, salju atau hujan es akan cenderung mengurangi jumlah organisme di udara dengan membasuh partikel yang lebih berat dan mengendapkan debu. Jumlah mikroorganisme menurun secara menyolok di atas samudera, dan jumlah ini semakin berkurang pada ketinggian (altitude) yang tinggi (Volk & Wheeler, 1989).
Menurut Irianto (2002), jumlah mikroorganisme yang mencemari udara juga ditentukan oleh sumber pencemaran di dalam lingkungan, misalnya dari saluran pernapasan manusia yang disemprotkan melalui batuk dan bersin, dan partikel-partikel debu, yang terkandung dalam tetes-tetes cairan berukuran besar dan tersuspensikan, dan dalam "inti tetesan" yang terbentuk bila titik-titik cairan berukuran kecil menguap. Organisme yang memasuki udara
dapat terangkut sejauh beberapa meter atau beberapa kilometer; sebagian segera mati dalam beberapa detik, sedangkan yang lain dapat bertahan hidup selama berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan lebih lama lagi. Nasib akhir mikroorganisme yang berasal dari udara diatur oleh seperangkat rumit keadaan di sekelilingnya (termasuk keadaan atmosfer, kelembaban, cahaya matahari dan suhu), ukuran partikel yang membawa mikroorganisme itu, serta ciri-ciri mikroorganismenya terutama kerentanannya terhadap keadaan fisik di atmosfer. 6. tentu,, karena hasil produksi itu harus benar2 bersih. apabila tidak seperti itu konsumen akan berpikir 2x untuk mengonsumsi hasil produksi kita.
7. Peralatan Pencegahan Kebakaran. > APAR/Fire Extingushers/Racun Api.
Peralatan ini merupakan paralatan reaksi cepat yang multi guna karena dapat dipakai untuk jenis kebakaran jenis A, B, C peralatan ini mempunyai berbagai tujuan dan ukuran berat sehingga dapat ditempatkan sesuai dengan besar kecilnyaruangan serta resiko kebakaran yang timbul.
> Hydran.
Peralatan ini merupakan reaksi cepat yang efesien dan dipakai untuk jenis A. Peralatan ini mempunyai 3 jenis yaitu hydran gedung, halaman dan kota.
> Detektor asap/smoke detector.
Peralatan ini memungkinkan secara otomatis akan memberitahu kepada setiap orang apabila ada asap.
> Fire Alarm.
Peralatan ini dipergunakan untuk memberitahu kepada setiap orang akan adanya bahaya kebakaran pada suatu tempat.
> Mekanisme Alat Pemadam Otomatis.
Alat pemadam otomatis sangat peka terhadap kenaikan dan perubahan suhu ruangan tanpa memerlukan bantuan manusia dan dapat melakukan pencegahan sebelum timbulnya kebakaran. Dan apabila suhu sekitar meningkat karena timbulnya kebakaran, maka bahan obat dalam ampul kaca melarut dan mulai melembung. Apabila suhu kamar 40 °C tenaga penyemprotan akan mencapai batas maksimal. Suhu kamar diatas 150 ° C maka batas daya tahan ampul kaca terlampoi, kaca pecah dari bagian dalam bahan obat pemadam kebakaran tersemprot.
8. Tentu, karena hal ini sangat dengan prosedur kesehatan dan keselamatan kerja.
9. maaf saya tidak mengerti, bila anda tidak berkeberatan bisakan anda menjelaskan tentang soal ini...??
10. Kapas putih, pembalut gulung lebar 2,5 cm, pembalut gulung lebar 5 cm, pembalut gulung lebar 10 cm, pembalut segitiga (Mitella), pembalut cepat steril, kasa steril ukuran 5x5 cm, kasa steril ukuran 7,5x7,5 cm, plester lebar 1 cm, plester lebar 2,5 cm, plester cepat (Tensoplast, Hansaplast, dll), bidai, gunting, sabun, tissue, pinset, senter
Obat antinyeri antidemam (Parasetamol, Antalgin, dll), obat sakit perut / diare (Diatab, dll), norit, obat merah, obat gosok (balsem, minyak angin), rivanol, betadine.
11. Sebutkan isi Undang-undang a. No 14 tahun 1969
Tentang:KETENTUAN-KETENTUAN POKOK MENGENAI TENAGA KERJA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA. PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA.
Menimbang:
a.bahwa tenaga kerja merupakan modal utama serta pelaksanaan dari pada pembangunan masyarakat Pancasila;
b.bahwa tujuan terpenting dari pada pembangunan masyarakat tersebut adalah kesejahteraan rakyat, termasuk tenaga kerja;
c.bahwa tenaga kerja sebagai pelaksana pembangunan harus dijamin haknya, diatur kewajibannya dan dikembangkan daya gunanya;
d.bahwa berhubung dengan itu perlu diadakan Undang-undang yang memuat ketentuan-kete ntuan pokok tentang tenaga kerja./
Norma pemutusan hubungan kerja dan penyelesaian perselisihan perburuhan diatur dengan peraturan perundangan.
b. No 1 tahun 1970
Tentang KESELAMATAN KERJA Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa Presiden Republik Indonesia,Menimbang :
a. bahwa setiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta produktivitas Nasional; \
b. bahwa setiap orang lainnya yang berada di tempat kerja perlu terjamin pula keselamatannya;
c. bahwa setiap sumber produksi perlu dipakai dan dipergunakan secara aman dan effisien; d. bahwa berhubung dengan itu perlu diadakan segala daya-upaya untuk membina norma-norma perlindungan kerja; e. bahwa pembinaan norma-norma-norma-norma itu perlu diwujudkan dalam Undang-undang yang memuat ketentuan-ketentuan umum tentang keselamatan kerja yang sesuai dengan perkembangan masyarakat, industrialisasi, teknik dan teknologi;/
Ataupun bisa digunakan yang dibawah ini :
1."tempat kerja" ialah tiap ruangan atau lapangan, tertutup atau terbuka, bergerak atau tetap dimana tenaga kerja bekerja, atau sering dimasuki tempat kerja untuk keperluan suatu usaha dan dimana terdapat sumber atau sumber-sumber bahaya sebagaimana diperinci dalam pasal 2; termasuk tempat kerja ialah semua ruangan, lapangan, halaman dan
sekelilingnya yang merupakan bagian-bagian atau berhubung dengan tempat kerja tersebut; 2."pengurus" ialah orang yang mempunyai tugas langsung sesuatu tempat kerja atau bagiannya yang berdiri sendiri;
3. "pengusaha" ialah :
orang atau badan hukum yang menjalankan sesuatu usaha milik sendiri dan untuk keperluan itu mempergunakan tempat kerja;
orang atau badan hukum yang secara berdiri sendiri menjalankan sesuatu usaha bukan miliknya dan untuk keperluan itu mempergunakan tempat kerja;
orang atau badan hukum, yang di Indonesia mewakili orang atau badan hukum termaksud pada (a) dan (b), jikalau yang mewakili berkedudukan di luar Indonesia.
"direktur" ialah pejabat yang ditunjuk oleh Mneteri Tenaga Kerja untuk melaksanakan Undang-undang ini.
"pegawai pengawas" ialah pegawai teknis berkeahlian khusus dari Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja.
"ahli keselamatan kerja" ialah tenaga teknis berkeahlian khusus dari luar Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja untuk mengawasi ditaatinya Undang-undang ini.
c. No.04/MEN/1980
Alat Pemadam Api Ringan (APAR) adalah tabung kecil yang ringan berisi bahan untuk memadamkan api pada awal kebakaran. Dari isinya tabung tersebut dibedakan menjadi antara lian: jenis Tepung, Gas, dan Busa. Dimanapun tempat yang ada kemungkinan terjadi kebakaran seharusnya disediakan APAR yang sesuai. Kebakaran kayu, kertas, listrik
sebaiknya pakai jenis tepung, utamanya pada ruangan terbuka. Tapi kalau kebakarannya ada dalam ruangan tertutup dan ada benda-benda elektronik sebaiknya pakai jenis Gas. Untuk kebakaran minyak, oli, besin sebaiknya pakai jenis foam(busa). Penempatan APAR, pemeriksaan rutin, dan kapan harus isi ulang pada kantor, gudang, dan pertokoan ada aturannya. Semua ini termuat dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja Indonesia No.04/MEN/1980.
Jawaban dari:
wina niah sri andani 1. sanitasi:
Sanitasi adalah perilaku disengaja dalam pembudayaan hidup bersih dengan maksud mencegah manusia bersentuhan langsung dengan kotoran dan
dan meningkatkan kesehatan manusia.
higien: ilmu yang mempelajari cara mempertahankan kondisi kesehatan. secara pengertian, analisa, pengukuran hasil dari ilmu ini yang
bertujuan mencegah mewabahnya atau menyebabkan penyakit, semuanya tercakup dalam istilah higien.
2. pengertian keselamatan kerja:
Keselamatan kerja adalah keselamatan yang bertalian dengan mesin, pesawat, alat kerja, bahan, dan proses pengolahannya, landasan tempat kerja dan lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaan (Sumakmur, 1993).
3.fungsi alat2 dalam:
a. sanitasi:membantu mencegah berhubungan langsunngnya antara manusia dan kotoran.
b.higien;
c. keselamatan kerja:menyelamatkan manusia dari ancaman yang berhubungan langsung dengan keselamatan kerja.
4. fungsi keselamatan kerja:
-bagi karyawan: Keselamatan Kerja karyawan Meliputi : Pengetahuan dan ketrampilan kerja karyawan,Ketersediaan alat-alat pelindung, Keamanan layout tempat kerja, jaminan kecelakaan kerja dan frekwensi kecelakaan kerja sedangkan Kesehatan kerja meliputi: Kebersihan lingkungan, air udara ditempat kerja, Ketersediaan gizi, Jaminan kesehatan kerja bagi karyawan, Pelayanan pemeriksaan kesehatan karyawan dan frekwensi timbulnya penyakit terhadap variabel Produktivitas karyawan yang meliputi: Total jam kerja yang hilang, Jumlah klaim asuransi dan Banyaknya karyawan yang berhenti.
-bagi diri sendiri sangat penting karena dalam bekerja itu diri kita harus merasa selamat saat melakukukan pekerjaan.
5.yakin karena:
Jumlah dan macam mikroorganisme dalam suatu volume udara bervariasi sesuai dengan lokasi, kondisi cuaca dan jumlah orang yang ada. Daerah yang berdebu hampir selalu mempunyai populasi mikroorganisme atmosfer yang tinggi. Sebaliknya hujan, salju atau hujan es akan cenderung
mengurangi jumlah organisme di udara dengan membasuh partikel yang lebih berat dan mengendapkan debu. Jumlah mikroorganisme menurun secara menyolok di atas samudera, dan jumlah ini semakin berkurang pada ketinggian (altitude) yang tinggi (Volk & Wheeler, 1989).
Menurut Irianto (2002), jumlah mikroorganisme yang mencemari udara juga ditentukan oleh sumber pencemaran di dalam lingkungan, misalnya dari saluran pernapasan manusia yang disemprotkan melalui batuk dan bersin, dan partikel-partikel debu, yang terkandung dalam tetes-tetes cairan berukuran besar dan tersuspensikan, dan dalam "inti tetesan" yang terbentuk bila titik-titik cairan berukuran kecil menguap.
Organisme yang memasuki udara dapat terangkut sejauh beberapa meter atau beberapa kilometer; sebagian segera mati dalam beberapa detik, sedangkan yang lain dapat bertahan hidup selama berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan lebih lama lagi. Nasib akhir mikroorganisme yang berasal dari udara diatur oleh seperangkat rumit keadaan di
sekelilingnya (termasuk keadaan atmosfer, kelembaban, cahaya matahari dan suhu), ukuran partikel yang membawa mikroorganisme itu, serta ciri-ciri mikroorganismenya terutama kerentanannya terhadap keadaan fisik di atmosfer.
6. tentu,, karena hasil produksi itu harus benar2 bersih. apabila tidak seperti itu konsumen akan berpikir 2x untuk mengonsumsi hasil produksi kita.
7. alat pemadam kebakaran
-APAR/Fire Extingushers/Racun Api.
Peralatan ini merupakan paralatan reaksi cepat yang multi guna karena dapat dipakai untuk jenis kebakaran jenis A, B, C peralatan ini
mempunyai berbagai tujuan dan ukuran berat sehingga dapat ditempatkan sesuai dengan besar kecilnyaruangan serta resiko kebakaran yang
timbul. -Hydran.
Peralatan ini merupakan reaksi cepat yang efesien dan dipakai untuk jenis A. Peralatan ini mempunyai 3 jenis yaitu hydran gedung, halaman dan kota.
Detektor asap/smoke detector.
Peralatan ini memungkinkan secara otomatis akan memberitahu kepada setiap orang apabila ada asap.
-Fire Alarm.
Peralatan ini dipergunakan untuk memberitahu kepada setiap orang akan adanya bahaya kebakaran pada suatu tempat.
-Mekanisme Alat Pemadam Otomatis.
Alat pemadam otomatis sangat peka terhadap kenaikan dan perubahan suhu ruangan tanpa memerlukan bantuan manusia dan dapat melakukan
pencegahan sebelum timbulnya kebakaran. Dan apabila suhu sekitar
meningkat karena timbulnya kebakaran, maka bahan obat dalam ampul kaca melarut dan mulai melembung. Apabila suhu kamar 40 °C tenaga
penyemprotan akan mencapai batas maksimal. Suhu kamar diatas 150 ° C maka batas daya tahan ampul kaca terlampoi, kaca pecah dari bagian dalam bahan obat pemadam kebakaran tersemprot.
8. tentu,, karena hal ini sangat berkaitan sekali dengan Prosedur Kesehatan dan Keselamatan Kerja..
9. maaf, saya kurang mengerti. bila anda tidak berkeberatan bisakah anda menjelaskannya kepada kami????
10.Kapas putih, pembalut gulung lebar 2,5 cm, pembalut gulung lebar 5 cm, pembalut gulung lebar 10 cm, pembalut segitiga (Mitella), pembalut cepat steril, kasa steril ukuran 5x5 cm, kasa steril ukuran 7,5x7,5 cm, plester lebar 1 cm, plester lebar 2,5 cm, plester cepat
(Tensoplast, Hansaplast, dll), bidai, gunting, sabun, tissue, pinset, senter.
Obat anti nyeri antidemam (Parasetamol, Antalgin, dll), obat sakit perut / diare (Diatab, dll), norit, obat merah, obat gosok (balsem, minyak angin), rivanol, betadine.
11.A.Tentang:KETENTUAN-KETENTUAN POKOK MENGENAI TENAGA KERJA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA. PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA.
Menimbang:
a.bahwa tenaga kerja merupakan modal utama serta pelaksanaan dari pada pembangunan masyarakat Pancasila;
b.bahwa tujuan terpenting dari pada pembangunan masyarakat tersebut adalah kesejahteraan rakyat, termasuk tenaga kerja;
c.bahwa tenaga kerja sebagai pelaksana pembangunan harus dijamin haknya, diatur kewajibannya dan dikembangkan daya gunanya;
d.bahwa berhubung dengan itu perlu diadakan Undang-undang yang memuat ketentuan-ketentuan pokok tentang tenaga kerja.
B.Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1970 Tentang
KESELAMATAN KERJA
Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa Presiden Republik Indonesia,Menimbang :
a. bahwa setiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas
keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta produktivitas Nasional; \
b. bahwa setiap orang lainnya yang berada di tempat kerja perlu terjamin pula keselamatannya;
c. bahwa setiap sumber produksi perlu dipakai dan dipergunakan secara aman dan effisien;
d. bahwa berhubung dengan itu perlu diadakan segala daya-upaya untuk membina norma-norma perlindungan kerja; e. bahwa pembinaan norma-norma itu perlu diwujudkan dalam Undang-undang yang memuat
ketentuan-ketentuan umum tentang keselamatan kerja yang sesuai dengan perkembangan masyarakat, industrialisasi, teknik dan teknologi;
c. TENTANG
SYARAT-SYARAT PEMASANGAN DAN PEMELIHARAN ALAT PEMADAM API RINGAN.
MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI:
Menimbang : a. bahwa dalam rangka untuk mensiap-siagakan pemberantasan pada mula terjadinya kebakaran, maka setiap alat pemadam api ringan
harus memenuhi syarat-syarat keselamatan kerja;
b. bahwa untuk itu perlu dikeluarkan Peraturan Menteri yang mengatur tentang syarat-syarat pemasangan dan pemeliharaan alat pemadam api ringan tersebut.
Mengingat : 1. Pasal 2 dan pasal 4 Undang-undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.
2. Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. 158 Tahun 1972 Tentang Program Operasionil, serentak, singkat, padat, untuk pencegahan dan penanggula
Jawaban dari : septi tieandra 1. sanitasi:
Sanitasi adalah perilaku disengaja dalam pembudayaan hidup bersih
dengan maksud mencegah manusia bersentuhan langsung dengan kotoran dan bahan buangan berbahaya lainnya dengan harapan usaha ini akan menjaga dan meningkatkan kesehatan manusia.
higien: ilmu yang mempelajari cara mempertahankan kondisi kesehatan. secara pengertian, analisa, pengukuran hasil dari ilmu ini yang
bertujuan mencegah mewabahnya atau menyebabkan penyakit, semuanya tercakup dalam istilah higien.
2. pengertian keselamatan kerja:
Keselamatan kerja adalah keselamatan yang bertalian dengan mesin, pesawat, alat kerja, bahan, dan proses pengolahannya, landasan tempat kerja dan lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaan (Sumakmur, 1993).
3.fungsi alat2 dalam:
a. sanitasi:membantu mencegah berhubungan langsunngnya antara manusia dan kotoran.
b.higien;
c. keselamatan kerja:menyelamatkan manusia dari ancaman yang berhubungan langsung dengan keselamatan kerja.
4. fungsi keselamatan kerja:
-bagi karyawan: Keselamatan Kerja karyawan Meliputi : Pengetahuan dan ketrampilan kerja karyawan,Ketersediaan alat-alat pelindung, Keamanan layout tempat kerja, jaminan kecelakaan kerja dan frekwensi kecelakaan kerja sedangkan Kesehatan kerja meliputi: Kebersihan lingkungan, air udara ditempat kerja, Ketersediaan gizi, Jaminan kesehatan kerja bagi karyawan, Pelayanan pemeriksaan kesehatan karyawan dan frekwensi timbulnya penyakit terhadap variabel Produktivitas karyawan yang meliputi: Total jam kerja yang hilang, Jumlah klaim asuransi dan Banyaknya karyawan yang berhenti.
-bagi diri sendiri sangat penting karena dalam bekerja itu diri kita harus merasa selamat saat melakukukan pekerjaan.
5.yakin karena:
Jumlah dan macam mikroorganisme dalam suatu volume udara bervariasi sesuai dengan lokasi, kondisi cuaca dan jumlah orang yang ada. Daerah yang berdebu hampir selalu mempunyai populasi mikroorganisme atmosfer yang tinggi. Sebaliknya hujan, salju atau hujan es akan cenderung
mengurangi jumlah organisme di udara dengan membasuh partikel yang lebih berat dan mengendapkan debu. Jumlah mikroorganisme menurun
secara menyolok di atas samudera, dan jumlah ini semakin berkurang pada ketinggian (altitude) yang tinggi (Volk & Wheeler, 1989).
Menurut Irianto (2002), jumlah mikroorganisme yang mencemari udara juga ditentukan oleh sumber pencemaran di dalam lingkungan, misalnya dari saluran pernapasan manusia yang disemprotkan melalui batuk dan bersin, dan partikel-partikel debu, yang terkandung dalam tetes-tetes cairan berukuran besar dan tersuspensikan, dan dalam "inti tetesan" yang terbentuk bila titik-titik cairan berukuran kecil menguap.
Organisme yang memasuki udara dapat terangkut sejauh beberapa meter atau beberapa kilometer; sebagian segera mati dalam beberapa detik, sedangkan yang lain dapat bertahan hidup selama berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan lebih lama lagi. Nasib akhir mikroorganisme yang berasal dari udara diatur oleh seperangkat rumit keadaan di
sekelilingnya (termasuk keadaan atmosfer, kelembaban, cahaya matahari dan suhu), ukuran partikel yang membawa mikroorganisme itu, serta ciri-ciri mikroorganismenya terutama kerentanannya terhadap keadaan fisik di atmosfer.
6. tentu,, karena hasil produksi itu harus benar2 bersih. apabila tidak seperti itu konsumen akan berpikir 2x untuk mengonsumsi hasil produksi kita.
7. alat pemadam kebakaran
-APAR/Fire Extingushers/Racun Api.
Peralatan ini merupakan paralatan reaksi cepat yang multi guna karena dapat dipakai untuk jenis kebakaran jenis A, B, C peralatan ini
mempunyai berbagai tujuan dan ukuran berat sehingga dapat ditempatkan sesuai dengan besar kecilnyaruangan serta resiko kebakaran yang
timbul. -Hydran.
Peralatan ini merupakan reaksi cepat yang efesien dan dipakai untuk jenis A. Peralatan ini mempunyai 3 jenis yaitu hydran gedung, halaman dan kota.
Detektor asap/smoke detector.
Peralatan ini memungkinkan secara otomatis akan memberitahu kepada setiap orang apabila ada asap.
-Fire Alarm.
Peralatan ini dipergunakan untuk memberitahu kepada setiap orang akan adanya bahaya kebakaran pada suatu tempat.
-Mekanisme Alat Pemadam Otomatis.
Alat pemadam otomatis sangat peka terhadap kenaikan dan perubahan suhu ruangan tanpa memerlukan bantuan manusia dan dapat melakukan
pencegahan sebelum timbulnya kebakaran. Dan apabila suhu sekitar
meningkat karena timbulnya kebakaran, maka bahan obat dalam ampul kaca melarut dan mulai melembung. Apabila suhu kamar 40 °C tenaga
penyemprotan akan mencapai batas maksimal. Suhu kamar diatas 150 ° C maka batas daya tahan ampul kaca terlampoi, kaca pecah dari bagian dalam bahan obat pemadam kebakaran tersemprot.
8. tentu,, karena hal ini sangat berkaitan sekali dengan Prosedur Kesehatan dan Keselamatan Kerja..
9. maaf, saya kurang mengerti. bila anda tidak berkeberatan bisakah anda menjelaskannya kepada kami????
10.Kapas putih, pembalut gulung lebar 2,5 cm, pembalut gulung lebar 5 cm, pembalut gulung lebar 10 cm, pembalut segitiga (Mitella), pembalut cepat steril, kasa steril ukuran 5x5 cm, kasa steril ukuran 7,5x7,5 cm, plester lebar 1 cm, plester lebar 2,5 cm, plester cepat
(Tensoplast, Hansaplast, dll), bidai, gunting, sabun, tissue, pinset, senter.
Obat anti nyeri antidemam (Parasetamol, Antalgin, dll), obat sakit perut / diare (Diatab, dll), norit, obat merah, obat gosok (balsem, minyak angin), rivanol, betadine.
11.A.Tentang:KETENTUAN-KETENTUAN POKOK MENGENAI TENAGA KERJA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA. PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA.
Menimbang:
a.bahwa tenaga kerja merupakan modal utama serta pelaksanaan dari pada pembangunan masyarakat Pancasila;
b.bahwa tujuan terpenting dari pada pembangunan masyarakat tersebut adalah kesejahteraan rakyat, termasuk tenaga kerja;
c.bahwa tenaga kerja sebagai pelaksana pembangunan harus dijamin haknya, diatur kewajibannya dan dikembangkan daya gunanya;
d.bahwa berhubung dengan itu perlu diadakan Undang-undang yang memuat ketentuan-ketentuan pokok tentang tenaga kerja.
B.Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1970 Tentang
KESELAMATAN KERJA
Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa Presiden Republik Indonesia,Menimbang :
a. bahwa setiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas
keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta produktivitas Nasional; \
b. bahwa setiap orang lainnya yang berada di tempat kerja perlu terjamin pula keselamatannya;
c. bahwa setiap sumber produksi perlu dipakai dan dipergunakan secara aman dan effisien;
d. bahwa berhubung dengan itu perlu diadakan segala daya-upaya untuk membina norma-norma perlindungan kerja; e. bahwa pembinaan norma-norma itu perlu diwujudkan dalam Undang-undang yang memuat
ketentuan-ketentuan umum tentang keselamatan kerja yang sesuai dengan perkembangan masyarakat, industrialisasi, teknik dan teknologi;
c. TENTANG
SYARAT-SYARAT PEMASANGAN DAN PEMELIHARAN ALAT PEMADAM API RINGAN.
MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI:
Menimbang : a. bahwa dalam rangka untuk mensiap-siagakan pemberantasan pada mula terjadinya kebakaran, maka setiap alat pemadam api ringan
harus memenuhi syarat-syarat keselamatan kerja;
b. bahwa untuk itu perlu dikeluarkan Peraturan Menteri yang mengatur tentang syarat-syarat pemasangan dan pemeliharaan alat pemadam api ringan tersebut.
Mengingat : 1. Pasal 2 dan pasal 4 Undang-undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.
2. Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. 158 Tahun 1972 Tentang Program Operasionil, serentak, singkat, padat, untuk pencegahan dan penanggula
Jawaban dari: resty rishantie
(1) - Sanitasi adalah pengendalian yang terencana terhadap lingkungan produksi, bahan-bahan baku, peralatan dan pekerja untuk mencegah pencemaran pada hasil olah, kerusakan hasil olah, mencegah terlanggarnya nilai estetika konsumen serta mengusahakan lingkungan kerja yang bersih dan sehat. Susmono mengatakan, pengertian sanitasi dalam dalam arti sempit, yakni air limbah rumah tangga. Adapula yang menyatakan bahwa Sanitasi adalah perilaku disengaja dalam pembudayaan hidup bersih dengan maksud mencegah manusia bersentuhan langsung dengan kotoran dan bahan buangan berbahaya lainnya dengan harapan usaha ini akan menjaga dan meningkatkan kesehatan manusia.
- Hygiene adalah kebersihan dan penyehatan. Higien merupakan ilmu yang mempelajari cara mempertahankan kondisi kesehatan. secara pengertian, analisa, pengukuran hasil dari ilmu ini yang bertujuan mencegah mewabahnya atau menyebabkan penyakit, semuanya tercakup dalam istilah higien.
(2) Pengertian keselamatan kerja tidak dapat didefinisikan secara etimlogis (bahasa) sebagaimana ilmu-ilmu lain. Keselamatan kerja hanya dapat dideskripsikan sebagai keadaan dimana seseorang merasa aman dan sehat dalam melaksanakan tugasnya. Masing-masing
aman dan sehat disini mencakup keamanan dari terjadinya kecelakaan dan sehat dari berbagai faktor penyakit yang muncul dalam proses kerja. Dengan demikian, keselamatan kerja adalah sebagai ilmu pengetahuan yang penerapannya sebagai unsur-unsur penunjang agar seorang karyawan selamat saat sedang bekerja dan setelah mengerjakan
pekerjaannya.Keselamatan kerja adalah keselamatan yang bertalian dengan mesin, pesawat, alat kerja, bahan dan proses pengolaannya, landasan tempat kerja dan lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaan. Keselamatan kerja menyangkut segenap proses produksi dan distribusi, baik barang maupun jasa. Salah satu aspek penting sasaran keselamatan kerja, mengingat risiko bahayanya adalah penerapan teknologi, terutama teknologi yang lebih maju dan mutakhir. Keselamatan kerja adalah tugas semua orang yang bekerja. Keselamatan kerja adalah dari, oleh, dan untuk setiap tenaga kerja serta orang lainnya, dan juga masyarakat pada umumnya.
(3)
a. Fungsi alat sanitasi adalah untuk membantu mencegah berhubungan langsungnya antara manusia dan kotoran.
b. Fungsi alat higien:
1). Sebagai alat untuk mencapai derajat kesehatan tenaga kerja yang setinggitingginya, baik buruh, petani, nelayan, pegawai negeri, atau pekerja-pekerja bebas, dengan demikian dimaksudkan untuk kesejahteraan tenaga kerja.
2). Sebagai alat untuk meningkatkan produksi, yang berlandaskan kepada meningginya effisiensi dan daya produktivitas faktor manusia dalam produksi. Oleh karena hakikat tersebut selalu sesuai dengan maksud dan tujuan pembangunan di dalam suatu negara, maka Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja selalu harus diikutsertakan dalam pembangunan tersebut. c. Fungsi alat keselamatan kerja adalah untuk menyelamatkan manusia dari ancaman yang berhubungan langsung dengan keselamatan kerja.
(4) Terciptanya lingkungan kerja yang aman, sehat, dan nyaman yang dapat meningkatkan rasa semangat yang ada dalam diri karyawan sehingga dapat meningkatkan hasil dari
produksi perusahaan, baik dalam jumlah maupun mutu/kualitasnya. Fungsi keselamatan kerja bagi diri sendiri sangat penting karena dalam bekerja itu diri kita harus merasa selamat saat melakukukan pekerjaan
(5) Ya, saya yakin. Karena udara maupun microorganisme tidak dapat dilihat langsung dengan kasat mata tapi sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa di udara masih banyak microorganisme yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit seperti virus, polusi, dan bakteri. Lingkungan kerja yang bersih tidak mempengaruhi banyak
microorganisme yang ada di udara.(6) Ya. Karena orang akan segan untuk mendatangi terutama membeli hasil produksi suatu perusahaan. Seperti contoh produk makanan. Jika lingkungan kerja di perusahaan itu kotor maka akan sangat mempengaruhi terhadap hasil produk, seperti contoh, hasil produksi akan mengandung banyak bakteri dan dapat
merugikan konsumen seperti menyebabkan suatu penyakit. Hasil produksi dari perusahaan yang kotor dengan yang bersih akan menghasilkan mutu produksi yang sangat berbeda (7) Ya. APAR (Alat Pemadam Api Ringan). Peralatan ini merupakan paralatan reaksi cepat yang multi guna karena dapat dipakai untuk jenis kebakaran jenis A, B, C peralatan ini mempunyai berbagai tujuan dan ukuran berat sehingga dapat ditempatkan sesuai dengan besar kecilnya ruangan serta resiko kebakaran yang timbul. alat pemadam api ringan: (8) Ya, terutama produksi yang kita jalankan adalah produk makanan karena akan sangat mempengaruhi mutu produksi itu sendiri dan karena hal ini sangat berkaitan sekali dengan Prosedur Kesehatan dan Keselamatan Kerja.
(9) Mutu darurat adalah merupakan yang disebut keadaan darurat. Keadaan darurat atau dahulu dikenal sebagai staat van oorlog en beleg (SOB) atau sering disebut sebagai state of emergency adalah suatu pernyataan dari pemerintah yang bisa mengubah fungsi-fungsi pemerintahan, memperingatkan warganya untuk mengubah aktivitas, atau memerintahkan badan-badan negara untuk menggunakan rencana-rencana penanggulangan keadaan darurat
(10) ISI P3K :
Plester atau bandaid (dua ukuran).
Plester (Hypafik cukup yang 5 x 5 atau Micropore untuk kulit sensitif). Septadine solution. 60 ml / Betadine 30 ml dan salep betadine yang 10 ml. Kapas Sari / Husada 50 Gr untuk menghentikan perdarahan pada gigi tanggal. Perban Gulung 5 cm.
Perban gulung 10 cm.
Kasa Steril Husada min 2 box untuk menutup luka kecil.
Kain segitiga atau mitella (spt dasi pramuka) plus safety pin (peniti) Elasitic perban.
Paracetamol 500 mg kaplet untuk Mengatasi Nyeri, sakit kepala, dan deman Termometer yang safety atau pun digital.
Plester kompress.
Obat penurun Panas Anak2 seperti Paracetamol syrup. CTM untuk alergi
Obat tetes mata (rohto,visine) Obat diare (Diapet,entrostop) Obat batuk (OHB)
Obat pencahar (dulcolax tablet) Sarung tangan.
Burnazine atao bioplacenton (salep apabila terkena air panas) Minyak kayu putih.
Balsem.
Salep gatal.(daktarin) Gunting.
Tensimeter dan stetoskop. (11)
a. Oleh:PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA No. 14 tahun 1969
Tentang: KETENTUAN-KETENTUAN POKOK MENGENAI TENAGA KERJA Menimbang:
a. bahwa tenaga kerja merupakan modal utama serta pelaksanaan dari pada pembangunan masyarakat Pancasila;
b. bahwa tujuan terpenting dari pada pembangunan masyarakat tersebut adalah kesejahteraan rakyat, termasuk tenaga kerja;
c. bahwa tenaga kerja sebagai pelaksana pembangunan harus dijamin haknya, diatur kewajibannya dan dikembangkan daya gunanya;
d. bahwa berhubung dengan itu perlu diadakan Undang-undang yang memuat ketentuan-ketentuan pokok tentang tenaga kerja.
b. UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA No. 1 Tahun 1970
TENTANG
KESELAMATAN KERJA
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
bahwa setiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta produktivitas Nasional;
bahwa setiap orang lainnya yang berada di tempat kerja perlu terjamin pula keselamatannya; bahwa setiap sumber produksi perlu dipakai dan dipergunakan secara aman dan effisien; bahwa berhubung dengan itu perlu diadakan segala daya-upaya untuk membina norma-norma perlindungan kerja;
bahwa pembinaan norma-norma itu perlu diwujudkan dalam Undang-undang yang memuat ketentuan-ketentuan umum tentang keselamatan kerja yang sesuai dengan perkembangan masyarakat, industrialisasi, teknik, dan teknologi;
c. PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI No : PER.04/MEN/1980
TENTANG
SYARAT-SYARAT PEMASANGAN DAN PEMELIHARAN ALAT PEMADAM API RINGAN (APAR).
MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI: Menimbang :
bahwa dalam rangka untuk mensiap-siagakan pemberantasan pada mula terjadinya
kebakaran, maka setiap alat pemadam api ringan harus memenuhi syarat-syarat keselamatan kerja;
bahwa untuk itu perlu dikeluarkan Peraturan Menteri yang mengatur tentang syarat-syarat pemasangan dan pemeliharaan alat pemadam api ringan tersebut.
Jawaban dari : aji nara the jadoeLs
1. Arti dari Sanitasi dan Higein
- Sanitasi adalah perilaku disengaja dalam pembudayaan hidup bersih dengan maksud mencegah manusia bersentuhan langsung dengan kotoran dan bahan buangan berbahaya lainnya dengan harapan usaha ini akan menjaga dan meningkatkan kesehatan manusia.
- Higiene adalah ilmu yang mempelajari cara mempertahankan kondisi kesehatan. Segala penelitian, analisa, pengukuran hasil dari ilmu ini yang bertujuan mencegah mewabahnya atau menyebabkan penyakit, semuanya tercakup dalam istilah " higiene".
2. Arti Keselamatan Kerja
- Keselamatan kerja adalah keselamatan yang bertalian dengan mesin, pesawat, alat kerja, bahan, dan proses pengolahannya, landasan tempat kerja dan lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaan
3. Fungsi alat-alat dalam :
- Sanitasi : membantu mencegah berhubungan langsungnya antara manusia dan kotoran. - Higien : Fungsi masing masing ramuan. 1. Daun pepaya, untuk membunuh virus 2. Kunyit
sebagai anti biotik 3. Temu ireng menyembuhkan luka lambung, ... Mereka yang tinggal di lingkungan denngan sanitasi dan hygiene yang kotor, sering makan sayuran mentah (lalap, salad, buah-buahan) atau makanan laut mempunyai resiko
tinggi ...
- keselamatan kerja : menyelamatkan manusia dari ancaman yang berhubungan langsung dengan keselamtan kerja
4. fungsi keselamatan kerja:
- bagi karyawan: Keselamatan Kerja karyawan Meliputi : Pengetahuan dan ketrampilan kerja karyawan,Ketersediaan alat-alat pelindung, Keamanan layout tempat kerja, jaminan
kecelakaan kerja dan frekwensi kecelakaan kerja sedangkan Kesehatan kerja meliputi: Kebersihan lingkungan, air udara ditempat kerja, Ketersediaan gizi, Jaminan kesehatan kerja bagi karyawan, Pelayanan pemeriksaan kesehatan karyawan dan frekwensi timbulnya
penyakit terhadap variabel Produktivitas karyawan yang meliputi: Total jam kerja yang hilang, Jumlah klaim asuransi dan Banyaknya karyawan yang berhenti.
- bagi diri sendiri sangat penting karena dalam bekerja itu diri kita harus merasa selamat saat melakukukan pekerjaan.
5. yakin karena:
Jumlah dan macam mikroorganisme dalam suatu volume udara bervariasi sesuai dengan lokasi, kondisi cuaca dan jumlah orang yang ada. Daerah yang berdebu hampir selalu mempunyai populasi mikroorganisme atmosfer yang tinggi. Sebaliknya hujan, salju atau hujan es akan cenderung mengurangi jumlah organisme di udara dengan membasuh partikel yang lebih berat dan mengendapkan debu. Jumlah mikroorganisme menurun secara
menyolok di atas samudera, dan jumlah ini semakin berkurang pada ketinggian (altitude) yang tinggi (Volk & Wheeler, 1989).
Menurut Irianto (2002), jumlah mikroorganisme yang mencemari udara juga ditentukan oleh sumber pencemaran di dalam lingkungan, misalnya dari saluran pernapasan manusia yang disemprotkan melalui batuk dan bersin, dan partikel-partikel debu, yang terkandung dalam tetes-tetes cairan berukuran besar dan tersuspensikan, dan dalam "inti tetesan" yang terbentuk bila titik-titik cairan berukuran kecil menguap. Organisme yang memasuki udara dapat terangkut sejauh beberapa meter atau beberapa kilometer; sebagian segera mati dalam beberapa detik, sedangkan yang lain dapat bertahan hidup selama berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan lebih lama lagi. Nasib akhir mikroorganisme yang berasal dari udara diatur oleh seperangkat rumit keadaan di sekelilingnya (termasuk keadaan atmosfer,
kelembaban, cahaya matahari dan suhu), ukuran partikel yang membawa mikroorganisme itu, serta ciri-ciri mikroorganismenya terutama kerentanannya terhadap keadaan fisik di atmosfer. 6. tentu,, karena hasil produksi itu harus benar2 bersih. apabila tidak seperti itu konsumen akan berpikir 2x untuk mengonsumsi hasil produksi kita.
7. Peralatan Pencegahan Kebakaran. - APAR/Fire Extingushers/Racun Api.
Peralatan ini merupakan paralatan reaksi cepat yang multi guna karena dapat dipakai untuk jenis kebakaran jenis A, B, C peralatan ini mempunyai berbagai tujuan dan ukuran berat sehingga dapat ditempatkan sesuai dengan besar kecilnyaruangan serta resiko kebakaran yang timbul.
- Hydran.
Peralatan ini merupakan reaksi cepat yang efesien dan dipakai untuk jenis A. Peralatan ini mempunyai 3 jenis yaitu hydran gedung, halaman dan kota.
- Detektor asap/smoke detector.
Peralatan ini memungkinkan secara otomatis akan memberitahu kepada setiap orang apabila ada asap.
- Fire Alarm.
Peralatan ini dipergunakan untuk memberitahu kepada setiap orang akan adanya bahaya kebakaran pada suatu tempat.
- Mekanisme Alat Pemadam Otomatis.
Alat pemadam otomatis sangat peka terhadap kenaikan dan perubahan suhu ruangan tanpa memerlukan bantuan manusia dan dapat melakukan pencegahan sebelum timbulnya kebakaran. Dan apabila suhu sekitar meningkat karena timbulnya kebakaran, maka bahan obat dalam ampul kaca melarut dan mulai melembung. Apabila suhu kamar 40 °C tenaga penyemprotan akan mencapai batas maksimal. Suhu kamar diatas 150 ° C maka batas daya tahan ampul kaca terlampoi, kaca pecah dari bagian dalam bahan obat pemadam kebakaran tersemprot.
8. Tentu, karena hal ini sangat dengan prosedur kesehatan dan keselamatan kerja
9. Tidak, karena saya belum mengerti apa istilah darurat, bila bapak tidak keberatan, tolong jelaskan
10. Kapas putih, pembalut gulung lebar 2,5 cm, pembalut gulung lebar 5 cm, pembalut gulung lebar 10 cm, pembalut segitiga (Mitella), pembalut cepat steril, kasa steril ukuran 5x5 cm, kasa steril ukuran 7,5x7,5 cm, plester lebar 1 cm, plester lebar 2,5 cm, plester cepat (Tensoplast, Hansaplast, dll), bidai, gunting, sabun, tissue, pinset, senter
Obat antinyeri antidemam (Parasetamol, Antalgin, dll), obat sakit perut / diare (Diatab, dll), norit, obat merah, obat gosok (balsem, minyak angin), rivanol, betadine.
11. Sebutkan isi Undang-undang a. No 14 tahun 1969
Norma pemutusan hubungan kerja dan penyelesaian perselisihan perburuhan diatur dengan peraturan perundangan.
b. No 1 tahun 1970
"tempat kerja" ialah tiap ruangan atau lapangan, tertutup atau terbuka, bergerak atau tetap dimana tenaga kerja bekerja, atau sering dimasuki tempat kerja untuk keperluan suatu usaha dan dimana terdapat sumber atau sumber-sumber bahaya sebagaimana diperinci dalam pasal 2; termasuk tempat kerja ialah semua ruangan, lapangan, halaman dan
sekelilingnya yang merupakan bagian-bagian atau berhubung dengan tempat kerja tersebut; "pengurus" ialah orang yang mempunyai tugas langsung sesuatu tempat kerja atau
bagiannya yang berdiri sendiri; "pengusaha"
orang atau badan hukum yang menjalankan sesuatu usaha milik sendiri dan untuk keperluan itu mempergunakan tempat kerja;
orang atau badan hukum yang secara berdiri sendiri menjalankan sesuatu usaha bukan miliknya dan untuk keperluan itu mempergunakan tempat kerja;
orang atau badan hukum, yang di Indonesia mewakili orang atau badan hukum termaksud pada (a) dan (b), jikalau yang mewakili berkedudukan di luar Indonesia.
"direktur" ialah pejabat yang ditunjuk oleh Mneteri Tenaga Kerja untuk melaksanakan Undang-undang ini.
"pegawai pengawas" ialah pegawai teknis berkeahlian khusus dari Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja.
"ahli keselamatan kerja" ialah tenaga teknis berkeahlian khusus dari luar Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja untuk mengawasi ditaatinya Undang-undang ini.
c. No.04/MEN/1980
Alat Pemadam Api Ringan (APAR) adalah tabung kecil yang ringan berisi bahan untuk memadamkan api pada awal kebakaran. Dari isinya tabung tersebut dibedakan menjadi antara lian: jenis Tepung, Gas, dan Busa. Dimanapun tempat yang ada kemungkinan terjadi kebakaran seharusnya disediakan APAR yang sesuai. Kebakaran kayu, kertas, listrik
sebaiknya pakai jenis tepung, utamanya pada ruangan terbuka. Tapi kalau kebakarannya ada dalam ruangan tertutup dan ada benda-benda elektronik sebaiknya pakai jenis Gas. Untuk kebakaran minyak, oli, besin sebaiknya pakai jenis foam(busa). Penempatan APAR, pemeriksaan rutin, dan kapan harus isi ulang pada kantor, gudang, dan pertokoan ada aturannya. Semua ini termuat dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja Indonesia No.04/MEN/1980.
Jawaban dari : deri gunawan
1. Arti dari Sanitasi & Higien
>Sanitasi adalah perilaku disengaja dalam pembudayaan hidup bersih dengan maksud mencegah manusia bersentuhan langsung dengan kotoran dan bahan buangan berbahaya lainnya dengan harapan usaha ini akan menjaga dan meningkatkan kesehatan manusia. >Higiene adalah ilmu yang mempelajari cara mempertahankan kondisi kesehatan.Segala penelitian,analisa, pengukuran hasil dari ilmu ini yang bertujuan mencegah mewabahnya atau menyebabkan penyakit
2. Arti dari keselamatan kerja
Keselamatan kerja adalah keselamatan yang bertalian dengan mesin, pesawat, alat kerja, bahan, dan proses pengolahannya, landasan tempat kerja dan lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaan (Sumakmur, 1993).
a. Sanitasi:
-Membantu mencegah berhubung langsungnya antara manusia dan kotoran b. Higien:
c. Keselamatan kerja:
-Menyelamatkan manusia dari ancaman yang berhubungan langsung dengan keselamatan kerja.
4. Fungsi keselamatan kerja bagi diri sendiri dan karyawan
> Bagi diri sendiri sangat penting karena dalam bekerja itu diri kita harus merasa selamat saat melakukukan pekerjaan.
> Bagi karyawan: Keselamatan Kerja karyawan Meliputi : Pengetahuan dan ketrampilan kerja karyawan,Ketersediaan alat-alat pelindung, Keamanan layout tempat kerja, jaminan kecelakaan kerja dan frekwensi kecelakaan kerja sedangkan Kesehatan kerja meliputi: Kebersihan lingkungan, air udara ditempat kerja, Ketersediaan gizi, Jaminan kesehatan kerja bagi karyawan, Pelayanan pemeriksaan kesehatan karyawan dan frekwensi timbulnya
penyakit terhadap variabel Produktivitas karyawan yang meliputi: Total jam kerja yang hilang, Jumlah klaim asuransi dan Banyaknya karyawan yang berhenti.
5.Yakinkah bahwa di udara penuh dengan mikroorganisme,alasannya? > Yakin
> Alasannya:
Jumlah dan macam mikroorganisme dalam suatu volume udara bervariasi sesuai dengan lokasi, kondisi cuaca dan jumlah orang yang ada. Daerah yang berdebu hampir selalu mempunyai populasi mikroorganisme atmosfer yang tinggi. Sebaliknya hujan, salju atau hujan es akan cenderung mengurangi jumlah organisme di udara dengan membasuh partikel yang lebih berat dan mengendapkan debu. Jumlah mikroorganisme menurun secara
menyolok di atas samudera, dan jumlah ini semakin berkurang pada ketinggian (altitude) yang tinggi (Volk & Wheeler, 1989).
Menurut Irianto (2002), jumlah mikroorganisme yang mencemari udara juga ditentukan oleh sumber pencemaran di dalam lingkungan, misalnya dari saluran pernapasan manusia yang disemprotkan melalui batuk dan bersin, dan partikel-partikel debu, yang terkandung dalam tetes-tetes cairan berukuran besar dan tersuspensikan, dan dalam "inti tetesan" yang terbentuk bila titik-titik cairan berukuran kecil menguap. Organisme yang memasuki udara dapat terangkut sejauh beberapa meter atau beberapa kilometer; sebagian segera mati dalam beberapa detik, sedangkan yang lain dapat bertahan hidup selama berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan lebih lama lagi. Nasib akhir mikroorganisme yang berasal dari udara diatur oleh seperangkat rumit keadaan di sekelilingnya (termasuk keadaan atmosfer,
kelembaban, cahaya matahari dan suhu), ukuran partikel yang membawa mikroorganisme itu, serta ciri-ciri mikroorganismenya terutama kerentanannya terhadap keadaan fisik di atmosfer. 6.Yakinkah lingkungan kotor dapat menurunkan mutu hasil produksi,alasannya?
> Tentu,, > Alasannya:
Karena hasil produksi itu harus benar2 bersih. apabila tidak seperti itu konsumen akan berpikir 2x untuk mengonsumsi hasil produksi kita.
7. Alat pemadam kebakaran
-APAR/Fire Extingushers/Racun Api.
Peralatan ini merupakan paralatan reaksi cepat yang multi guna karena dapat dipakai untuk jenis kebakaran jenis A, B, C peralatan ini mempunyai berbagai tujuan dan ukuran berat sehingga dapat ditempatkan sesuai dengan besar kecilnyaruangan serta resiko kebakaran yang timbul.
-Hydran.
Peralatan ini merupakan reaksi cepat yang efesien dan dipakai untuk jenis A. Peralatan ini mempunyai 3 jenis yaitu hydran gedung, halaman dan kota.
Detektor asap/smoke detector.
Peralatan ini memungkinkan secara otomatis akan memberitahu kepada setiap orang apabila ada asap.
-Fire Alarm.
Peralatan ini dipergunakan untuk memberitahu kepada setiap orang akan adanya bahaya kebakaran pada suatu tempat.
Alat pemadam otomatis sangat peka terhadap kenaikan dan perubahan suhu ruangan tanpa memerlukan bantuan manusia dan dapat melakukan pencegahan sebelum timbulnya kebakaran. Dan apabila suhu sekitar meningkat karena timbulnya kebakaran, maka bahan obat dalam ampul kaca melarut dan mulai melembung. Apabila suhu kamar 40 °C tenaga penyemprotan akan mencapai batas maksimal. Suhu kamar diatas 150 ° C maka batas daya tahan ampul kaca terlampoi, kaca pecah dari bagian dalam bahan obat pemadam kebakaran tersemprot.
8. Kenalkah dengan pelaksanaan hasil produksi?
Tentu,, karena hal ini sangat berkaitan sekali dengan Prosedur Kesehatan dan Keselamatan Kerja..
9. Mengertikah ttng istilah mutu darurat?
Saya tidak mengerti,bila anda tidak keberatan bisakah anda menjelaskannya kepada kami????
10.Isi dari kotak P3K
Kapas putih, pembalut gulung lebar 2,5 cm, pembalut gulung lebar 5 cm, pembalut gulung lebar 10 cm, pembalut segitiga (Mitella), pembalut cepat steril, kasa steril ukuran 5x5 cm, kasa steril ukuran 7,5x7,5 cm, plester lebar 1 cm, plester lebar 2,5 cm, plester cepat (Tensoplast, Hansaplast, dll), bidai, gunting, sabun, tissue, pinset, senter,obat anti nyeri antidemam (Parasetamol, Antalgin, dll), obat sakit perut / diare (Diatab, dll), norit, obat merah, obat gosok (balsem, minyak angin), rivanol, betadine.
11.Isi UU
A.UU No 14 th 1969 -Tentang:
KETENTUAN-KETENTUAN POKOK MENGENAI KETENAGA KERJAAN Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa.
Presiden Republik Indonesia,Menimbang:
a.bahwa tenaga kerja merupakan modal utama serta pelaksanaan dari pada pembangunan masyarakat Pancasila;
b.bahwa tujuan terpenting dari pada pembangunan masyarakat tersebut adalah kesejahteraan rakyat, termasuk tenaga kerja;
c.bahwa tenaga kerja sebagai pelaksana pembangunan harus dijamin haknya, diatur kewajibannya dan dikembangkan daya gunanya;
d.bahwa berhubung dengan itu perlu diadakan Undang-undang yang memuat ketentuan-ketentuan pokok tentang tenaga kerja.
B.UU No 1 th 1970 -Tentang: KESELAMATAN KERJA
Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa Presiden Republik Indonesia,Menimbang :
a. bahwa setiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta produktivitas Nasional; \
b. bahwa setiap orang lainnya yang berada di tempat kerja perlu terjamin pula keselamatannya;
c. bahwa setiap sumber produksi perlu dipakai dan dipergunakan secara aman dan effisien; d. bahwa berhubung dengan itu perlu diadakan segala daya-upaya untuk membina norma-norma perlindungan kerja; e. bahwa pembinaan norma-norma-norma-norma itu perlu diwujudkan dalam Undang-undang yang memuat ketentuan-ketentuan umum tentang keselamatan kerja yang sesuai dengan perkembangan masyarakat, industrialisasi, teknik dan teknologi;
C. UU No.04/MEN/1980 -Tentang:
PEMASANGAN dan PEMELIHARAAN ALAT PEMADAM API RINGAN(APAR)
Alat Pemadam Api Ringan (APAR) adalah tabung kecil yang ringan berisi bahan untuk memadamkan api pada awal kebakaran. Dari isinya tabung tersebut dibedakan menjadi
antara lian: jenis Tepung, Gas, dan Busa. Dimanapun tempat yang ada kemungkinan terjadi kebakaran seharusnya disediakan APAR yang sesuai. Kebakaran kayu, kertas, listrik
sebaiknya pakai jenis tepung, utamanya pada ruangan terbuka. Tapi kalau kebakarannya ada dalam ruangan tertutup dan ada benda-benda elektronik sebaiknya pakai jenis Gas. Untuk kebakaran minyak, oli, besin sebaiknya pakai jenis foam(busa). Penempatan APAR, pemeriksaan rutin, dan kapan harus isi ulang pada kantor, gudang, dan pertokoan ada aturannya. Semua ini termuat dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja Indonesia No.04/MEN/1980
Jawaban dari: iqbal fauzi
1. Arti dari Sanitasi dan Higein
> Sanitasi adalah perilaku disengaja dalam pembudayaan hidup bersih dengan maksud mencegah manusia bersentuhan langsung dengan kotoran dan bahan buangan berbahaya lainnya dengan harapan usaha ini akan menjaga dan meningkatkan kesehatan manusia.
>Higiene adalah ilmu yang mempelajari cara mempertahankan kondisi kesehatan. Segala penelitian, analisa, pengukuran hasil dari ilmu ini yang bertujuan mencegah mewabahnya atau menyebabkan penyakit, semuanya tercakup dalam istilah " higiene".
2. Arti Keselamatan Kerja
> Keselamatan kerja adalah keselamatan yang bertalian dengan mesin, pesawat, alat kerja, bahan, dan proses pengolahannya, landasan tempat kerja dan lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaan
3. Fungsi alat-alat dalam :
> Sanitasi : membantu mencegah berhubungan langsungnya antara manusia dan kotoran. > Higien :
> keselamatan kerja : menyelamatkan manusia dari ancaman yang berhubungan langsung dengan keselamtan kerja.
4. fungsi keselamatan kerja:
-bagi karyawan: Keselamatan Kerja karyawan Meliputi : Pengetahuan dan ketrampilan kerja karyawan,Ketersediaan alat-alat pelindung, Keamanan layout tempat kerja, jaminan
kecelakaan kerja dan frekwensi kecelakaan kerja sedangkan Kesehatan kerja meliputi: Kebersihan lingkungan, air udara ditempat kerja, Ketersediaan gizi, Jaminan kesehatan kerja bagi karyawan, Pelayanan pemeriksaan kesehatan karyawan dan frekwensi timbulnya
penyakit terhadap variabel Produktivitas karyawan yang meliputi: Total jam kerja yang hilang, Jumlah klaim asuransi dan Banyaknya karyawan yang berhenti.
-bagi diri sendiri sangat penting karena dalam bekerja itu diri kita harus merasa selamat saat melakukukan pekerjaan.
5. yakin karena:
Jumlah dan macam mikroorganisme dalam suatu volume udara bervariasi sesuai dengan lokasi, kondisi cuaca dan jumlah orang yang ada. Daerah yang berdebu hampir selalu mempunyai populasi mikroorganisme atmosfer yang tinggi. Sebaliknya hujan, salju atau hujan es akan cenderung mengurangi jumlah organisme di udara dengan membasuh partikel yang lebih berat dan mengendapkan debu. Jumlah mikroorganisme menurun secara
menyolok di atas samudera, dan jumlah ini semakin berkurang pada ketinggian (altitude) yang tinggi (Volk & Wheeler, 1989).
Menurut Irianto (2002), jumlah mikroorganisme yang mencemari udara juga ditentukan oleh sumber pencemaran di dalam lingkungan, misalnya dari saluran pernapasan manusia yang disemprotkan melalui batuk dan bersin, dan partikel-partikel debu, yang terkandung dalam tetes-tetes cairan berukuran besar dan tersuspensikan, dan dalam "inti tetesan" yang terbentuk bila titik-titik cairan berukuran kecil menguap. Organisme yang memasuki udara dapat terangkut sejauh beberapa meter atau beberapa kilometer; sebagian segera mati dalam beberapa detik, sedangkan yang lain dapat bertahan hidup selama berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan lebih lama lagi. Nasib akhir mikroorganisme yang berasal dari udara diatur oleh seperangkat rumit keadaan di sekelilingnya (termasuk keadaan atmosfer,
kelembaban, cahaya matahari dan suhu), ukuran partikel yang membawa mikroorganisme itu, serta ciri-ciri mikroorganismenya terutama kerentanannya terhadap keadaan fisik di atmosfer. 6. tentu,, karena hasil produksi itu harus benar2 bersih. apabila tidak seperti itu konsumen akan berpikir 2x untuk mengonsumsi hasil produksi kita.
7. Peralatan Pencegahan Kebakaran. > APAR/Fire Extingushers/Racun Api.