• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sistem Pendidikan Nasional Berbasis Standar (Standard Based National Education System)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Sistem Pendidikan Nasional Berbasis Standar (Standard Based National Education System)"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

Sistem Pendidikan Nasional Berbasis Standar (Standard Based National Education System)

DISKUSI

Pendidikan Berbasis Standar: Reflektif dan Prospektif

Jakarta, 14 Mei 2018

(2)

Kebijakan

Standar Nasional Pendidikan

1

(3)

Standar

BSNP

Kurikulum

SPMI (institusi, LPMP)

Kualifikasi Profesi SKKNI

KKNI

Dunia Pendidikan BSNP

Dunia Kerja BNSP

Indikator/deskriptor

Akreditasi/SPME Laporan Akreditasi,

Rekomendasi Fasilitator/

Regulator

Kementerian Bidang Pendidikan

Standar dan Rekomendasi

Satuan Pendidikan

• Regulasi-Fasilitasi

• Pemberian izin

Evaluator

BAN

Kebijakan Fasilitasi

PAUD, Dasmen sd Dikti

(4)

Standar Nasional Pendidikan untuk Kesinambungan Pendidikan Nasional yang Bermutu dan Akuntabel

PAUD dan Dikdas

Dasmen

Dikti

(5)

Standar Nasional Pendidikan dalam Otonomi Pendidikan

Akuntabilitas

penyelenggaraan dan

mutu pendidikan Otonomi dan

Keragaman/Kekhasan

SNP

menjaga keseimbangan antara otonomi dengan akuntabilitas dan mutu pendidikan

(6)

SNP Sebagai Kriteria Minimal

Standar Nasional Pendidikan disempurnakan secara terencana, terarah, dan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan

kehidupan lokal, nasional, dan global.

SNP

SP belum memenuhi SNP SP melampaui SNP

SP memenuhi SNP

SP= Satuan Pendidikan

(7)

Paradigma Pendidikan Berbasis Standar

Standar Kompetensi Lulusan

Standar Isi

LUARAN (OUTPUT)

Standar Proses

Standar Penilaian Pendidikan

PROSES

Standar Pendidik &

Tenaga Kependidikan

Standar Sarana dan Prasarana

Standar Pembiayaan

MASUKAN (INPUT)

Kesesuaian Ketercapaian

Standar Pengelolaan

(8)

Interaksi SNP, Kurikulum, Buku Teks, Guru, dan Ujian Nasional

Pendidikan Berbasis

Standar

Empat SNP

Kurikulum

BukuTeks

Guru

Ujian Nasional

SKL, SI, Std. Proses dan Std. Penilaian menjadi acuan pengembangan kurikulum

KI dan KD dalam struktur kurikulum mengacu pada SKL dan SI

Buku teks mengacu pada KI, KD, dan lingkup materi.

 Guru melakukan penilaian melalui Classroom

Assessment

 Satuan pendidikan melakukan penilaian

melalui School Assessment

Pemerintah melakukan penilaian pendidikan melalui Ujian Nasional (UN)

1

2

4 3 5

(9)

SKL

1. St. Isi 2. St. Proses 3. St. Penilaian

4. St. Pendidik & Tendik 5. St. Sarpras

6. St. Pengelolaan 7. St. Pembiayaan

1. Struktur Kurikulum 2. KI-KD

3. Silabus

Panduan/Juklak/Juknis

Penilaian

Puskurbuk &

Puspendik

Ditjen Terkait

1. PAUD

2. SD/MI,SMP/MTs,SMA/MA 3. SMK/MAK

4. PKLK

5. Kursus & Pelatihan 6. Pend. Kesetaraan

1

2

3

4

Kebijakan Kewenangan Pengembangan SNP, Dokumen Kurikulum dan penilaian

(10)

Rumusan Kebijakan Standar Nasional

Sesuai amanat Undang-undang 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, sistem pendidikan Indonesia menerapkan ‘Pendidikan Berbasis Standar’ (Standard Based Education).

Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) memiliki tugas:

1. mengembangkan, memantau, dan mengendallikan standar nasional pendidikan (SNP);

2. meyelenggarakan ujian nasional;

3. menilai kelayakan buku teks pelajaran dari segi isi, bahasa, penyajian, dan kegrafikaan; dan 4. memberikan rekomendasi kepada pemerintah pusat dan daerah.

Ada delapan SNP untuk pendidikan dasar dan menengah, yaitu:

1. Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 2. Standar Isi (SI)

3. Standar Proses 4. Standar Penilaian

5. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan 6. Standar sarana dan prasarana

7. Standar pengelolaan 8. Standar pembiayaan

Kedelapan standar tersebut membentuk

“Ekosistem Pendidikan Nasional Indonesia Berbasis Standar”

(11)

Rumusan Kebijakan Standar Nasional

Delapan SNP tersebut tidak berdiri sendiri, tetapi saling terkait antara satu dengan yang lain dalam urutan input, proses, output dan outcome.

Standar komptensi lulusan (SKL) sebagai output dan outcome, menjadi patokan terhadap tujuh standar lainnya (standar isi, proses, penilaian, ditendik, sarpras, pengelolaan, dan biaya).

Ada empat SNP yang menjadi acuan pengembangan kurikulum, yaitu:

1. SKL 2. SI

3. Standar Proses 4. Standar Penilaian

Empat SNP yang lain sebagai standar pendukung implementasi kurikulum, yaitu 1. Standar Pendidik dan tenaga kependidikan

2. Standar sarana dan prasarana 3. Standar pengelolaan

4. Standar pembiayaan

(12)

Rumusan Kebijakan Standar Nasional

 Pertimbangan BSNP dalam mengembangkan SNP:

a. kondisi sekarang (existing condition) b. kondisi masa depan (future condition) c. tuntutan perkembangan IPTEKS

d. standar negara-negara lain (benchmarking)

 Fungsi SNP sebagai Quality Control (QC) dan Assurance (QA)

menjadi acuan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan Pendidikan nasional yang bermutu.

(13)

Rumusan Kebijakan Standar Nasional

SNP yang dikembangkan BSNP merupakan kriteria minimal yang mempertimbangkan kondisi dan keragaman Indonesia. Pemanfaatan SNP antara lain:

 Memperkecil berbagai kesenjangan (gap) terhadap standar akibat perbedaan: letak dan kondisi geografis, kondisi infrastruktur, etnis, ekonomi, gender, dll.

 Dasar dalam penyaluran berbagai sumberdaya ke satuan pendidikan dalam rangka

pencapaian standar (sehingga alokasi sumberdaya antar satuan pendidikan belum tentu sama).

 Dasar dalam penyelarasan perumusan kebijakan operasional, peraturan, instruksi, kurikulum, penilaian, program dan kegiatan terkait pendidikan dll.

 Memberi kesempatan yang sama kepada masyarakat untuk mendapatkan pendidikan bermutu.

 SNP merupakan konsensus bersama dari pada pemangku kepentingan di bidang pendidikan, mulai dari pusat sampai ke satuan pendidikan.

 Dalam waktu 5-6 tahun mayoritas satuan pendidikan dapat memenuhi SNP.

(14)

Kebijakan Standar Nasional

Tugas dan kewenangan implementasi SNP berada di:

a. Direktorat terkait dari Kementerian yang menangani bidang Pendidikan (Kemdikbud dan Kemenag),

b. Dinas Pendidikan Provinsi, c. Dinas Kabupatan/Kota, dan d. Satuan pendidikan.

Supaya implementasi SNP terarah, masing-masing direktorat terkait menyusun Panduan Pelaksanaan atau Pentunjuk Teknis.

Masing-masing satuan pendidikan didorong untuk memenuhi dan melampaui SNP.

Pengukuran pencapaian SNP dilakukan oleh Badan Akreditasi Sekolah/Madrasah (BAN S/M).

(15)

Kelebihan Sistem Pendidikan Nasional Berbasis Standar

• Dapat “menyatukan” lingkungan yang heterogen dengan mengacu ke suatu standar

• Standar pendidikan untuk semuanya dalam konteks kesatuan NKRI

• Standar pendidikan untuk memantau kemajuan

• Standar pendidikan sebagai wujud rasa tanggung jawab kita dalam memberikan layanan pendidikan

• Standar pendidikan untuk meningkatkan sistem pendidikan

• Standar untuk menjadi acuan untuk belajar para siswa

(16)

Kelemahan Sistem Pendidikan Nasional Berbasis Standar

• Tidak mudah menetapkan kriteria minimal dalam SNP, karena perlu kesepakatan yang didukung oleh data yang relatif lengkap

• Tidak mudah untuk mensinkronkan dan mengharmoniskan antar standar, karena program masing-masing komponen SNP ditangani oleh berbagai unit kerja

• Perlu leadership yang kuat, tata kelola yang baik, serta komitment kebijakan yang long-term, agar tujuan

pendidikan nasional bisa tercapai

(17)

Kesimpulan

• Indonesia secara resmi menetapkan Sistem pendidikan berbasis standar pada tahun 2003. Setelah 15 tahun sistem tersebut diimplementasikan, masih

banyak hal-hal yang perlu disempurnakan

• Implementasi sistem pendidikan berbasis standar di Indonesia sudah menunjukkan hasil – walaupun masih harus ditingkatkan:

• Peningkatan mutu pendidikan secara nasional.

• Peningkatan pemerataan pendidikan bermutu secara nasional.

• Sistem pendidikan berbasis standar dapat membawa warganya menjadi lebih berdaya saing. Hal ini sangat tergantung bagaimana negara tersebut

mengimplementasikannya.

(18)

Peta

Standar Nasional Pendidikan

2

(19)

Milestones Implementasi Pendidikan Berbasis Standar

2003

2005-2009

2010-2015

2016-2017

2018

UU Sisdiknas No. 20/2003

• Pembentukan BSNP

• Pengembangan SNP Formal telah selesai

• Pemantauan SNP

• Pengembangan SNP Nonformal & PT

• Revisi SNP secara komprehensif

• Revitalisasi pendidikan kejuruan

• Penguatan kompetensi guru

• Penguatan Pendidikan Karakter

• Penguatan sistem penilaian dengan UNBK

• Penerapan USBN (2017)

• Penyediakan buku teks pelajaran

• Dokumen SNP siap

• Dokumen K-13 siap

• 15 Tahun UU Sisdiknas (2003-2018)

• Revisi UU Sisdiknas

• UU Sisdiknas baru

• Tinggal landas

• Menuju generasi emas 2045

2013

Implementasi K-13

2019- 2045

(20)

2009

1. Permen 58/2009 Tentang Std.PAUD 2. Pengelola Pend Kesetaraan

3. Tenaga Adm Pend Kesetaraan 4. Pembimbing Kursus & Pelatihan 5. Pengelola Kursus & Pelatihan

6. Teknisi Sumber Belajar pada Kursus &

Plthn

7. Kualifikasi Akad & Kompetensi Widyaiswara

8. Kualifikasi Akad & Kompetensi Pamong Belajar

9. Kualifikasi Akad & Kompetensi Turor 10.Kualifikasi Akad & Kompentensi

Instruktur

11.Kualifikasi Akad & Kompetensi Penilik 12.Guru SMK Produktif

13.Guru SLB

Evaluasi Implementasi Standar Pemantauan SNP

(AusAid)

2011 2012

Pemantauan & Evaluasi standar:

1. Proses

2. Pendidik & Tenaga Kependidikan 3. Sarpras

4. Pengelolaan 5. Pembiayaan 6. Penilaian

7. Buku Teks Pelajaran & BSE 8. Pend Kesetaraan Paket A, B, C

2013

Perbaikan standar yang dipantau 2012

1. Permen 54/2013 (SKL) 2. Permen 64/2013 (SI) 3. Permen 65/2013 (Proses) 4. Permen 66/2013

(Penilaian)

2014

1. Std PKLK 2. Std PAUD 3. Eva SNP

(Sarpras, Pendidik, Biaya) 1. Pemantauan dan Eva

BTP 2. Instrumen

Pemantauan Pendidikan Nonformal

3. Penyempurnaan SKL 4. Penyempurnaan SI

2008

1. Permen 24/2008: Std. Tenaga Adm.

2. Permen 25/2008: Std. Tenaga Perpustakaan 3. Permen 26/2008: Std. Tenaga Lab.

4. Permen 27/2008: Std. Konselor

5. Permen 1/2008: Std. Proses Pend Khusus 6. Permen 3/2008: Std. Proses Pend Kesetaraan

2007

1. Permen 14/2007: Std Isi

2. Permen 12/2007: Std Pengawas 3. Permen 13/2007: Std Kasek/Kamad 4. Permen 16/2007: Std Kualifikasi

Akademik dan Kompetensi Guru 5. Permen 19/2007: Std Pengelolaan 6. Permen 20/2007: Std Penilaian 7. Permen 41/2007: Std Proses 8. Permen 24/2007: Std Sarpras

2006

1. Permen 22/2006: Std Isi 2. Permen 23/2006: SKLI 3. Permen 24/2006:

Pelaksanaan SI dan SKLI

PETA PENGEMBANGAN SNP

2010 2015

Pemantauan

SKL, SI, Proses, Penilaian

Pengembangan:

Std Data dan Penilaian Berbasik TIK

Peta Pengembangan Standar dan Kegiatan BSNP

2016

Pengembangan Standar:

1. Hasil Penelitian dan Pengabdian

2. Pengembangan Kurikulum 3. Kompetensi Guru SMK 4. Tata Kelola dan Layanan

Data Sisdiknas

Pemantauan Implementasi Dalam Akreditasi:

1. SN-DIKTI

2. Sekolah/Madrasah dan Pendidikan Non-Formal

1. Permen 20-2016: SKL.

2. Permen 21-2016:

Standar Isi.

3. Permen 22-2016: Std Proses

4. Permen 23-2016: Std Penilaian Pendidikan.

20

1. Stdr PJJ 2. Stdr AKOM 3. Stndr LPTK

(21)

No. 2017

1. Revisi SKL

2. Revisi Sandar Isi

3. Revisi Standar Pengelolaan

4. Pengembangan Standar Pendidikan Kesetaraan

21

No. 2018

1. Pengembangan Pendidikan Berbasis Standar 2. Pengembangan Standar Pendidikan Khusus dan

Layanan Khusus

3. Pengembangan Standar Kursus dan Pelatihan 4. Evaluasi Sistem Penilaian Secara Menyeluruh 5 Evalulasi Sistem Penilaian Buku Tteks Pelajaran

No. Bermitra dng Direktorat

1. Pengembangan St. Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru SD,SMP, dan SMA

2. Pengembangan SKL, Isi, St Proses, dan St Penilaian SMK

3. Pengembangan St. Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru SMK

No. Bermitra dng Direktorat

1. Pengembangan standar SMK (Sarana dan Prasarana, Pengelolaan, dan Pembiayaan Pendidikan)

2. Penetapan Karya sastra Indonesia unggulan (yang wajib dipelajarai oleh peserta didik)

3. Pengembangan standar pendidikan dan pelatihan guru

Peta Pengembangan Standar dan Kegiatan BSNP: Kegiatan BSNP 2017-2018

(22)

2016 2017 2018

• BTP Matematika dan PJOK Kelas V dan VI SD/MI

• POS Penilaian BPT Top Down (inisiatif Pemerintah) dan Bottom Up (Inisiatif Masyarakat)

• Pendaftaran Penilaian BTP secara daringn (online)

• BTP Matematika dan PJOK Kelas IV SD/MI

• BTP Peminatan SMA/MA

Peta Jalan Penilaian Buku Teks Pelajaran

22

Penilaian BTP:

• Kelas I (8 tema)

• Kelas IV (9 tema)

• Kelas VII (9 Mapel)

• Kelas X (6 Mapel)

Penerapan Penilaian BPT dng Pola Bottom up

(23)

2015 2016

• Perluasan UNBK

• UN dapat diulang pada tahun yang sama

• Peningkatan mutu soal (HOTS)

• Integrasi Data: Pendataan peserta UNPK dari PKBM melalui Dapodik/PDSPK.

2017 2018

• UN tidak menentukan kelulusan

• UN dapat diulang lewat ujian perbaikan pada tahun berikutnya

• Pengenalan dan Rintisan UNBK

• BSNP melakukan evaluasi UN

• SHUN yang lebih bermakna

• Penguatan otoritas penyelenggara UN dalam aspek legal, kelembagaan, SDM (BSNP, Puspendik, LPMP)

• Peningkatan sekolah pelaksana UNBK (tahun ke-3)

• Pelaksanaan UNBK bagi PKBM (Tahun-1)

• Pelaksanaan USBN (Tahun-1)

• Sosialisasi scoring dengan Item Response Theory (IRT)

• Penilaian bagian dari proses pendidikan, lebih fleksibel dalam pelaksanaannya

• Peningkatan manfaat UN

• Hasil UN sebagai dasar peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan

• Tercapainya sistem penilaian

pendidikan nasional yang credible, acceptable dan accountable

Peta Jalan UN dan Penilaian Pendidikan

23

2005-2014

• UN menentukan kelulusan

(24)

Rumusan Peta Standar Nasional

1. Delapan SNP pada jalur formal telah selesasi dikembangkan dalam periode 2005-2009.

2. Pemantauan implementasi SNP dilakukan pada tahun 2010 dan revisinya mulai dilakukan pada tahun 2013, 2016, dan 2017.

3. Pengembangan SNP untuk Pendidikan nonformal diprioritaskan untuk pada:

1. Pendidikan Kesetaraan (Program Paket A, Paket B, dan Paket C) 2. Lembaga Kursus dan Pelatihan

(25)

Rumusan Peta Standar Nasional

4. Sistem penilaian BTP dengan pola inisiatif masyarakat (bottom up)

mendorong continues improvement dan memberikan fleksibilitas pada pelaku perbukuan dalam mendapatkan penilaian untuk hasil karyanya.

5. Perintisan sistem penilaian BTP secara daring (online) telah dimulai pada tahun 2017 dengan dilakukannya ‘Pendaftaran secara daring’.

(26)

Isu Strategis dan Permasalahan Standar Nasional Pendidikan

3

(27)

Isu Strategis dan Permasalahan SN

Permasalahan di Hulu

Permasalahan di Hilir

Standar Nasional Pendidikan 1. Pengembangan SNP

2. Pemahaman tentang SNP 3. Pencapaian SNP

4. Pengukuran SNP

5. Keselarasan SNP dng Kebijakan Pemda

Sistem Penilaian Pendidikan

1. Kebijakan sistem penilaian yang berubah-ubah

2. Pemanfaatan hasil Ujian Nasional untuk seleksi ke PTN

(28)

1. Standar Nasional Pendidikan

a. Masih ada masalah dalam perumusan SNP dan keselarasan antara SNP dan dokumen kurikulum.

b. Pemahaman pemangku kepentingan pendidikan tentang konsep pendidikan berbasis standar dan 8 standar nasional, dari Pusat sampai ke satuan pendidikan, masih beragam.

c. Hasil akreditasi dan analisis hasil Ujian Nasional belum ditindaklanjuti secara optimal oleh Dinas Pendidikan, LPMP, dan Satuan Pendidikan dalam melakukan perencanaan penganggaran dan program peningkatan mutu pendidikan.

d. Kebijakan pemerintah daerah yang kurang sejalan dengan standar nasional pendidikan.

e. Penguatan sistem pengelolaan data pendidikan untuk menyediakan data yang valid dan reliable untuk kepentingan pengukuran pencapaian SNP oleh berbagai pihak yang memerlukannya.

Isu Strategis dan Permasalahan SN

(29)

2. Sistem Penilaian Pendidikan Nasional

a. Kebijakan sistem penilaian yang berubah-ubah

b. Hasil Ujian Nasional SMA sederajat tidak digunakan sebagai bahan pertimbangan seleksi masuk perguruan tinggi (tidak selaras dengan amanat PP 19/2005, Pasal 68)

Permasalahan Standar Nasional

(30)

Terima Kasih

Referensi

Dokumen terkait

Setelah dilakukan analisis terhadap model regresi secara keseluruhan dan verifikasinya, dilakukan analisis pada masing-masing variabel independen yang terdapat di

Hasil penelitian menunjukkan bahwa merak hijau jantan berumur 10 tahun lebih banyak menampakkan tingkah laku reproduksi dibandingkan yang lain, begitupun pada merak hijau

Adalah suatu “gerbang” terdiri dari 2 marka “Gate Marker” untuk menandai suatu hambatan lintasan dan atau menandai arah lintasan dalam suatu SS yang harus dilalui peserta.

Dari hasil penelitian ini, dapat diketahui bahwa ekstrak teh hijau dah ekstrak teh putih sama-sama memperbaiki profil lipid tikus jantan galur wistar dengan

Mengetahui upaya apa saja yang harus dilakukan untuk mengatasi ketika kebakaran telah terjadi pada saat proses docking berlangsung agar tercipta suasana bekerja yang

Penyakit demam denggi berpunca dari 4 jenis virus denggi yang dipindahkan kepada manusia melalui nyamuk Aedes yang telah dijangkiti.. Semua nyamuk Aedes

Buat daftar pekerjaan yang pernah Anda pegang, seluruh tugas yang dijalankan, ketrampilan yang digunakan atau dipelajari, peningkatan atau promosi saat Anda bekerja di perusahaan

Mata air panas yang nampak di permukaan merupakan rembesan yang berasal dari sumber air panas utama Gunungapi Hulu Lais yang melewati bidang batas antara batuan basalt