2.1.1. Data Pendamping Playgroup 2.1.1.1.Nama : Joyful Kids
Joyful Kids diresmikan pada tanggal 19 Agustus 2001. Terletak mula - mula di perumahan Graha Family lalu kurang lebih setahun yang lalu dipindahkan ke Darmo Permai Utara. Pendamping playgroup ini didirikan untuk menggarap karakter anak-anak, mendampingi sekolah formal, dan gereja. Tenaga pengajar mula-mula terdiri atas sarjana psikologi lulusan Amerika, hamba Tuhan, sarjana ekonomi, dan seorang lagi yang memiliki basic guru taman kanak-kanak.
Saat ini, Joyful Kids telah memiliki 85 murid dengan sepuluh tenaga pengajar dan dua orang staf. Murid-murid mengikuti kelas hanya dua kali dalam seminggu. Keseluruhan kelas di Joyful Kids berjumlah delapan kelas.
Pendamping playgroup ini didirikan dengan harapan agar anak memiliki kemampuan intelektual yang tinggi tetapi sekaligus diimbangi dengan kemampuan EQ, kemampuan SQ, karakter yang mantap, mandiri, dan terampil mengatasi masalah hidup.
2.1.1.2.Pengelola : Yayasan Lima Roti dan Dua Ikan Susunan pengajar dan staf Joyful Kids :
Sampai saat ini, Joyful Kids memiliki 10 tenaga pengajar dan dua orang staf. Untuk bekerja di Joyful Kids, seseorang harus melalui tes kepribadian dan wawancara. Apabila orang itu memiliki kapasitas yang baik sebagai seorang pengajar tetapi sedang dalam masalah, disarankan orang tersebut mengikuti konseling di Joyful Kids agar dapat mengendalikan masalah yang dihadapinya. Hal ini bertujuan agar masalah itu tidak mempengaruhinya dalam mengajar.
Setiap hari Senin pagi diadaka n pemahaman Alkitab untuk guru-guru,
sedangkan pada hari Selasa diadakan terapi kelompok untuk tenaga pengajar
di Joyful Kids. Pemahaman Alkitab ini perlu dilakukan mengingat visi dan
misi Joyful Kids yang berlandaskan nilai-nilai Kristiani. Selain itu setiap hari
antara pukul 11-12 siang dan pukul 1-2.30, guru-guru berkumpul untuk
membuat alat peraga. Alat peraga tersebut dibuat dari bahan yang bervariasi.
Ada yang dibuat dari plastik, karet, dan ada yang menggunakan teknik komputer.
Job Description : 1. Wali Kelas :
a. Bertanggung jawab mengatur jadwal guru yang akan bercerita dan memimpin pujian.
b. Mengambil alih kelas jika ada guru yang tidak masuk.
c. Mengisi buku komunikasi orang tua dengan guru sekali dalam sebulan.
d. Mengisi rapor murid.
2. Guru :
a. Memimpin pujian sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
b. Bercerita sesuai dengan kurikulum pada murid kelas.
3. Staf :
a. Mengatur administrasi keuangan dikontrol oleh bendahara yayasan.
b. Bertanggung jawab atas alat peraga untuk mengajar.
4. Lokasi : Jalan Darmo Permai Utara I/1 Surabaya 2.1.1.3.Potensi
Fokus Pengajaran
Fokus pengajaran Joyful Kids terbagi menjadi tiga. Yang pertama adalah menitikberatkan pada relasi atau pendekatan pribadi antara guru, murid, dan orangtua. Fokus pengajaran yang kedua adalah mengikutsertakan orangtua dalam memantau perkembangan anak dan terlibat aktif selaku kelompok pendukung. Untuk menunjang hal ini, Joyful Kids mengadakan pertemuan orang tua setiap hari Jumat minggu ketiga. Pertemuan ini diisi dengan ceramah, diskusi, sharing, atau bedah buku tentang anak. Fokus pengajaran yang terakhir, membagi kelas sesuai dengan perkembangan usia anak yakni special class (semester 1-2), happy class (semester 3-4), dan growing class (semester 5-6).
Joyful Kids memiliki sejumlah staf guru yang berdedikasi, tenaga
konselor, dan juga hamba-hamba Tuhan. Guru-guru yang akan mengajar
terlebih dahulu harus melewati tes dan bimbingan dengan tenaga konselor
sehingga pada akhirnya diperoleh tenaga pengajar yang memiliki dedikasi tinggi dan motivasi yang baik dalam mengajar.
Visi dan Misi Joyful Kids
Visi dari Joyful Kids berlandaskan pada injil Lukas 2 : 40 dan 52, yakni :
1. Ingin membina anak menjadi pribadi yang bertumbuh seperti Tuhan Yesus.
He increased in stature (physical maturity) : perkembangan fisik atau jasmani anak.
He increased in wisdom (intelektual maturity) : perkembangan intelektual atau kecerdasan anak.
He increased in emotion (emotion maturity) : perkembangan emosi.
He increased in in favor with man (social maturity) : perkembangan sosial, in teraksi anak dengan orang lain yang ada di sekelilingnya.
2. Ingin mempersiapkan anak untuk terampil mengatasi masalah yang dihadapi dalam hidup sesuai dengan perkembangan usia.
3. Ingin memotivasi orangtua untuk terampil dalam mendidik anak.
Sedangkan misi yang dimiliki Joyful Kids adalah :
1. Menanamkan konsep dasar iman Kristiani pada anak didik melalui kurikulum dan aktivitas yang memadai.
2. Mengajar dan melatih anak untuk menerapkan nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai pendamping playgroup, Joyful Kids memberikan perhatian
lebih pada kepribadian dan emosi anak. Hal ini mungkin didapat dari
playgroup formal tetapi Joyful Kids memiliki porsi perhatian yang lebih
besar. Didukung oleh tenaga-tenaga konselor yang memang berpengalaman
di bida ngnya. Selain itu, dalam kurun waktu tertentu Joyful Kids mengadakan
acara ceramah dan diskusi untuk orangtua dan juga guru. Acara ini sangat
membantu untuk menambah wawasan para guru dan orang tua tentang anak-
anak. Di Joyful Kids, perhatian dan pengajaran tidak hanya diberikan pada
anak didik saja, tetapi sekaligus mendampingi dan membimbing orang tua
anak dalam membentuk kepribadian anak.
2.1.2. Data Pemasaran.
2.1.2.1.Potensi pasar :
1. Nama : Sekolah Kristen Elyon (SKE)
Alamat : Jalan Raya Sukomanunggal Jaya , Surabaya 2. Nama : Little Steps Preschool & Kindergarten
Alamat : Jalan Flores 15 Surabaya
3. Nama : Pelangi Kristus International Seminary Alamat : Jl. Jemur Andayani XXII / 4 Surabaya 2.1.2.2.Jasa yang dipasarkan :
- Staf guru yang terdiri atas : 1. Tenaga konselor.
2. Hamba-hamba Tuhan.
3. Guru-guru berdedikasi.
- Ruang kelas, dilengkapi dengan :
1. Peralatan audio visual (televisi dan VCD player).
2. AC (air conditioner).
3. Kamar mandi.
- Arena bermain yang cukup luas.
- Beragam alat-alat permainan yang bersifat indoor-outdoor.
- Perpustakaan mini dengan berbagai koleksi buku.
2.1.2.3.Posisi Joyful Kids
Pendamping anak, orang tua, sekolah, dan gereja dalam pembentukan karakter atau kepribadian anak dengan berlandaskan nilai-nilai kristiani.
2.1.2.4.Pesaing :
1. Nama : Sekolah Kristen Elyon (SKE)
Alamat : Jalan Raya Sukomanunggal Jaya, Surabaya
Sekolah Kristen Elyon menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, ditunjang pula dengan bahasa Mandarin dan bahasa Indonesia.
Pondasi bahasa Mandarin SKE sangat kokoh karena sudah berpengalaman
lebih dari 30 tahun.
Kurikulum dan metode pengajarannya bersifat holistik. Karena itu Sekolah Kristen Elyon juga memberikan pendidikan kerohanian bagi siswanya.
Selain beriklan pada koran, Sekolah Kristen Elyon juga menyebarkan brosur.
2. Nama : Little Steps Preschool & Kindergarten Alamat : Jalan Flores 15 Surabaya
Lembaga ini memiliki misi mempersiapkan generasi baru yang bervisi, berkarakter, serta berwawasan untuk menghadapi tantangan global kini, esok, dan yang akan datang.
Bahasa pengantar sehari-hari yang digunakan 100 persen adalah bahasa Inggris. Selain itu, Little Steps Preschool & Kindergarten juga menyiapkan muridnya untuk menguasai pelajaran matematika, sains, geografi, studi sosial, bahasa (Inggris, Indonesia, dan Mandarin), pengetahuan umum, sopan santun, berpikir kritis, dan pemecahan masalah.
Hal tersebut dimaksudkan agar anak didik tidak hanya diasah dan dilatih kecerdasannya, akan tetapi juga daya nalar dan imajinasi, EQ, serta pembentukan karakter, ketrampilan, dan pengetahuan.
Little Steps Preschool & Kindergarten melakukan promosi melalui koran dan juga brosur. Kemudian lembaga pendidikan ini juga mengadakan open house agar calon orang tua dan murid dapat melihat bagaimana situasi proses belajar mengajarnya.
3. Nama : Pelangi Kristus International Seminary Alamat : Jalan Jemur Andayani XXII / 4 Surabaya
Sekolah ini sama seperti sekolah formal pada umumnya. Jenjang
pendidikan Pelangi Kristus terdiri dari 12 tingkat. Murid yang bersekolah di
Pelangi Kristus juga dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi
nantinya. Sesuai dengan namanya, sekolah ini juga memiliki landasan nilai-
nilai Kristiani dan menekankan pada ajaran doktrinal. Pelangi Kristus muncul
sebagai rekan gereja dan orang tua untuk mempersiapkan generasi yang takut
akan Tuhan. PKIS hanya menerima orang tua yang benar-benar berdedikasi
kuat menyerahkan anaknya kepada Tuhan. Oleh karena itu, sebelum
menerima murid, PKIS melakukan seleksi terhadap orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya di tempat ini. PKIS tidak menerima siswa yang masuk dari pertengahan semester.
Sarana komunikasi visual promosi yang telah ada selama ini adalah brosur berisi visi dan misi Pelangi Kristus International Seminary. Selain itu juga melalui seminar.
2.1.2.5.Sarana komunikasi visual yang telah ada di Joyful Kids : 1. Brosur.
Klasifikasi : berwarna hitam-putih berukuran 15 x 45 cm, dicetak diatas kertas HVS 90 gram.
2. Poster.
Klasifikasi : full colour, berukuran A3 (30 x 40 cm).
3. Alat-alat peraga untuk menunjang proses belajar mengajar.
Klasifikasi : full colour, ukuran bervariasi, bahan bervariasi (kertas BC, karet eval, linen, plastik, dan sebagainya).
Teknik : print komputer, hasil gunting tempel, dan sebagainya.
4. Stationery.
Yakni kertas surat beserta amplop, kertas fax.
2.1. Brosur Lama Joyful Kids (Hitam-Putih).
2.2. Kertas Surat.
2.3. Amplop.
2.2. Analisis Data
2.2.1. Tinjauan Teoritis Analisis 2.2.1.1.Analisa SWOT
Evaluasi terhadap keseluruhan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman disebut analisi SWOT. Setiap unit bisnis harus mengevaluasi kelebihan dan kekurangannya secara periodik untuk mengetahui mana yang merupakan kekuatan utama, kekuatan kecil, faktor netral, kelemahan kecil, dan kelemahan utama.
Peluang dapat digolongkan menurut daya tariknya dan kemungkinan keberhasilannya. Threaths atau ancaman adalah tantangan akibat kecenderungan atau perkembangan yang kurang menguntungkan, yang akan mengurangi penjualan dan laba jika tidak dilakukan tindak pemasaran yang defensif. Kerangka kerja SWOT akan membantu memfokuskan aktivitas menuju wilayah dimana kita dapat berdiri dengan kuat.
Berdasarkan penelitan yang dilakukan, maka diperoleh SWOT dari pendamping playgroup Jouyful Kids sebagai berikut :
a. Strengths (kekuatan) :
1. Memiliki tenaga-tenaga pengajar dan konselor yang sudah melalui seleksi.
2. Merupakan satu-satunya lembaga non akademis dengan landasan nilai-nilai Kristiani yang mengutamakan pendidikan kepribadian terhadap anak berusia 18 bulan-5 tahun yang didirikan di Surabaya.
3. Membantu dan melibatkan orang tua murid dalam pendidikan anak melalui seminar, ceramah, dan diskusi.
b. Weaknesses (kelemahan) :
1. Media dan ruang lingkup promosi terbatas. Joyful Kids belum pernah mengadakan promosi melalui media selain melalui brosur dan poster.
1. Keterbatasan dana dan pengetahuan tentang promosi sehingga hal ini tidak dapat dilakukan secara maksimal.
c. Opportunities (peluang) :
1. Joyful Kids berdiri sebagai satu-satunya pendamping playgroup di
Surabaya de ngan landasan nilai-nilai Kristiani yang memfokuskan diri
pada pendidikan emosional dan spiritual anak, dimana lembaga non akademis semacam ini jarang ditemui di Surabaya.
2. Joyful Kids memiliki citra positif bagi masyarakat yang mengenal posisinya dengan baik. Hal ini merupakan nilai lebih yang bermanfaat dalam promosi.
d. Threaths (ancaman) :
1. Munculnya playgroup dengan tambahan kurikulum mengenai kepribadian atau karakter, selain mengajarkan pelajaran akademis, bahkan ada yang juga berlandaskan nilai-nilai Kristiani. Seperti Sekolah Kristen Elyon, Pelangi Kristus International Seminary, dan Little Steps Preschool
& Kindergarten.
2. Playroup lain tersebut memiliki ruang lingkup promosi yang lebih luas.
2.2.1.2.Teori Mengenai Anak
Dalam masa kanak-kanak ter bentuk dasar yang menopang seluruh kehidupan seseorang. Konsep-konsep yang dibentuk pada masa ini mempengaruhi masa dewasa mereka. Meskipun konsep-konsep itu masih dapat berubah dalam proses perkembangan, namun arah pandangan mengenai hidup sudah tertanam, baik positif maupun negatif.
1Seorang anak dengan usia muda sudah sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Pandangan positif mengenai lingkungan dan perasaan aman sangat dibutuhkan untuk menjalin hubungan dengan orang lain tanpa merasa takut. Dalam pandangan positif ini seorang anak terbuka terhadap rangsangan yang berasal dari lingkungan yang menguntungkan perkembangannya. Kalau pada kemudian hari anak itu mengalami kekecewaan, ia dapat melewatinya tanpa kesulitan yang berarti, karena pandangan dan dasar positif sudah berakar dan menguatkannya.
Perkembangan seorang anak terjadi secara teratur, baik perkembangan jasmani maupun perkembangan sosial dan mental. Setiap fase perkembangan harus dilewati. Dalam perkembangan fisik juga terjadi fase, dimana
1
Laufer, Ruth & Dyck, Anni. (1997). Pedoman Pelayanan Anak. Malang : Yayasan
Persekutuan Pekabaran Injil Indonesia, Departemen Pembinaan Anak dan Pemuda, hal. 23.
pertumbuhan tubuh terlihat jelas, dan ada fase dimana pertumbuhan tidak begitu nyata.
Berikut ini terdapat keterangan mengenai pertumbuhan anak berdasarkan beberapa klasifikasi usia :
21. Anak batita (bawah 3 tahun).
a. Perkembangan Fisik.
Anak batita bertumbuh dengan pesat, tetapi pertumbuhannya tidak merata. Otot-otot besar pada lengan dan kaki mendahului pertumbuhan otot- otot kecil. Itu sebabnya anak batita senang dengan semua kegiatan yang menjangkau dan melatih otot-otot besar. Mereka senang berlari-lari, memanjat, da n meloncat. Mereka juga senang bermain dengan bola, kaleng dan kotak kosong, cincin warna bersusun, mobil-mobilan besar, bebek karet, mainan konstruksi, gasing, teka -teki, mainan untuk ditarik dan didorong, boneka kecil yang lembut, boneka bayi, binatang yang diisi kapuk dan bulu, telepon mainan, mainan musikal.
Bermain merupakan kegiatan terpenting untuk seorang anak kecil.
Mainan yang sesuai dengan umur dan perkembangan anak kecil membawa inspirasi baru. Anak batita membutuhkan waktu dan tempat aman untuk bermain. Melalui bermain mereka melatih diri, mengembangkan ketrampilan dan kreativitas, juga melepaskan ketegangan emosi.
Mereka tidak dapat menggunting persis pada batasnya atau mewarnai tanpa keluar dari batas. Kegiatan semacam itu membutuhkan koordinasi otot kecil dan juga koordinasi dengan tangan yang masih dalam penyempurnaan.
Tetapi, apa yang dilukis oleh anak batita sudah dapat dikenal.
b. Perkembangan Sosial.
Dunia anak batita sangat terbatas. Mereka akan merasa aman dan terlindung dalam lingkunga n keluarganya. Lingkungan itu menjadi tempat latihan yang pertama bagi mereka. Anak batita merasa paling dekat dengan ibunya. Ia senang bermain dekat ibunya atau mengerjakan sesuatu bersama ibu.
2
Ibid, hal. 31-36.
Anak berumur 3 tahun ke bawah senang bergaul dengan anak-anak lain dan dapat bermain dengan baik di bawah pengawasan orang tua. Anak berumur 3 tahun dapat bergaul dengan anak-anak lain dan sanggup belajar dalam kelompok kecil.
Pada dasarnya, setiap anak kecil bersifat egosentris, yaitu berpusat pada dirinya sendiri. Tetapi umur tiga tahun seorang anak dapat dilatih untuk memperhatikan dan membagikan kepunyaannya dengan anak-anak lain, meskipun secara praktis masih sulit dilakukan dan perlu dilatih terus. Mereka mulai menunjukkan kasih sayang terhadap anak lain dan orang dewasa.
c. Perkembangan Mental.
Anak batita belum sanggup berkonsentrasi dalam jangka waktu lama.
Tetapi mereka dapat mendengarkan sebuah cerita dengan penuh perhatian asalkan tidak lebih dari lima menit. Mereka senang bila cerita itu diulang berkali-kali dengan kata-kata yang sama. Anak batita dapat menyebutkan benda -benda yang dilihatnya. Jika membaca buku bergambar, mereka menyebut nama dari binatang atau benda dan dapat berbicara mengenai benda itu secara sederhana.
Panca indera merupakan pintu gerbang pada otak anak. Melalui melihat, mendengar, mencium, merasa, dan meraba, anak dapat mengenal dunia di sekelilingnya. Ia belajar melalui pengalaman langsung. Anak batita terus bertanya, didorong oleh perasaan ingin tahu. Kita tidak boleh memadamkan per tanyaan itu karena anak belajar melaluinya. Secara rutin, mereka dapat berhitung sampai sepuluh, tetapi hanya dapat menguasai dua atau tiga benda pada permulaan. Kuantitas itu akan bertambah seiring dengan bertambahnya usia.
Kejadian-kejadian yang tidak terlalu lama dapat diingat anak batita.
Mereka mengembangkan pengertian mengenai jarak waktu dan mulai mengerti arti istilah kemarin, hari ini, dan besok.
d. Perkembangan Emosional.
Selama satu tahun anak batita mengalami perkembangan yang agak
tenang. Mereka mudah dibimbing, ingin menyenangkan orang tua, dan
bersemangat mengalami hal-hal baru. Mereka percaya dan mempercayakan
diri pada orangtua dan orang dewasa lain yang mengawasi atau mengajar mereka.
Dua perasaan negatif yang sering dialami adalah rasa takut dan rasa cemburu. Biasanya, anak batita dengan mudah dapat ditenangkan dan dialihkan kepada emosi yang lebih positif.
e. Perkembangan Rohani.
Anak batita dapat mempelajari kebenaran dari Alkitab yang disampaikan secara sederhana. Mereka senang menyanyi dan dapat merasakan kasih dan pemeliharaan Tuhan dalam hidupnya sehari-hari.
Mereka mulai berbicara pada Tuhan dalam doa dan dapat belajar mengenai pokok-pokok berikut secara sederhana dalam Sekolah Minggu dan dalam keluarga :
- Tuhan menciptakan langit dan bumi - Tuhan menciptakan saya
- Tuhan selalu dekat saya - Tuhan mengasihi saya
- Tuhan memberi orangtua kepada saya - Orangtua mengasihi dan memelihara saya - Tuhan ingin supaya saya mengasihi saudara saya - Tuhan memberi makanan dan minuman kepada saya - Saya dapat berbicara dengan Tuhan
- Saya dapat mendengar firman Tuhan - Gereja saya adalah rumah Tuhan 2. Anak kecil (4-5 tahun)
3.
a. Perkembangan Fisik.
Anak kecil sangat aktif dan terus bergerak. Anak umur empat lebih giat dan ribut dari anak umur lima tahun. Bagi anak kecil duduk lama akan lebih melelahkan daripada bergerak. Pekerjaan tangan seperti menggunting dan melukis dapat dilakukan dengan lebih baik meskipun belum berhasil menggunting atau mewarnai gambar persis dalam batasnya. Anak kecil suka bermain teka-teki, boneka , balok bangunan, membaca buku, cat jari, krayon,
3
Ibid, hal. 39-44.
perangkat dokter dan perawat, mainan yang dapat dilepas, musik, huruf bermagnet, pakaian untuk berdandan, miniatur rumah.
b. Perkembangan Sosial.
Anak kecil memiliki hubungan yang berbeda dengan setiap anggota keluarga. Ibu berperan sebagai penghibur dan pelindung karena itu anak suka sekali berada di dekat ibunya. Ayah berperan sebagai pemelihara yang serba pintar dan serba bisa. Melindungi dan membela anaknya terhadap tantangan dari luar. Anak kecil ingin membanggakan ayahnya sebagai teladan.
Pergaulan anak kecil dengan orang dewasa berdasarkan pada perasaan. Mereka lebih senang bila orang dewasa mendekatinya dengan tenang dan memperhatikan apa yang menarik perhatian atau apa yang menjadi kesibukan anak itu. Pergaulan anak kecil dengan teman sebayanya sudah lebih luas dibandingkan anak batita. Mereka dapat bermain bersama tanpa harus diawasi orang dewasa. Sikap egosentris masih terlihat kuat dan mengganggu permainan, tetapi biasanya mereka cepat berdamai.
c. Perkembangan Mental.
Anak kecil kaya dalam berkhayal. Menjelang umur lima tahun, daya khayal berkurang karena mereka lebih mengerti realitas lingkungan mereka.
Anak berumur empat dan lima tahun suka meniru. Melalui meniru, anak kecil mendidik dirinya sendiri. Mereka mencoba memahami dan memasuki dunia orang dewasa yang makin lama makin menarik bagi mereka.
Sebab itu perlu sekali mereka melihat teladan yang baik.
Kalau anak batita belajar mengenal arti kemarin, hari ini, dan besok, anak-anak berusia empat dan lima tahun mulai mengerti mengenai minggu, bulan, dan juga mengerti musim-musim. Tetapi mereka belum mempunyai pengertian akan masa lampau atau masa depan secara luas.
Anak kecil mampu menghitung sampai angka 30. Mereka senang mempelajari nyanyian yang menyebut angka dan permainan yang memakai jari untuk menghitung. Mereka mulai menulis angka. Mereka juga senang berbicara dan mendengar cerita.
d. Perkembangan Emosional.
Emosi yang dialami anak kecil sangat kuat, belum terlalu stabil, dan cepat berubah. Mereka mudah menangis, cepat tertawa, bahkan tertawa secara berlebihan. Rasa takut sering mereka alami. Orang dewasa harus mendekati mereka agar mengerti dan melindungi dari apa yang mereka takuti.
Anak kecil akan marah kalau mereka diganggu dan ditertawakan. Rasa iri akan timbul apabila mereka ingin memiliki apa yang dimiliki anak lain, atau kalau perhatian guru dan orangtua dialihkan kepada anak lain. Rasa sukacita sering dialami anak kecil khususnya jika menemukan sesuatu yang indah dan baru dalam alam semesta. Rasa belas kasihan terbangun bila melihat orang lain sedih atau menderita.
e. Perkembangan Rohani.
Karena anak kecil belum dapat menyelidiki sesuatu sendiri, maka ia percaya akan apa yang diceritakan kepadanya. Anak kecil suka mendengar cerita menge nai Allah. Segala sesuatu yang dinikmati anak kecil dapat dihubungkan dengan Allah, sumber segala sesuatu yang baik.
Melalui belajar mengenai Allah dan melalui pendidikan oarng tua yang Kristen, anak kecil belajar membedakan mana yang benar dan mana yang salah, bukan hanya dalam konteks kebudayaan, melainkan khususnya menurut ajaran Alkitab.
3. Anak tengah (6-8 tahun)
4. a. Perkembangan Fisik.
Perubahan pada tubuh terjadi secara pesat sehingga keseimbangan tubuh anak terganggu untuk sementara waktu. Mereka sering merasa lelah dan mudah terserang wabah penyakit. Karena pertumbuhan yang pesat dan minat anak pada banyak kegiatan yang diikutinya dengan semangat, anak seolah-olah didorong untuk bergerak terus. Aktivitas yang berhasil bagi anak tengah adalah melukis, menempel, menggunting, menulis huruf yang bagus, dan kalimat-kalimat pendek. Otot-otot kecil pada jari sudah berkembang sehingga memungkinkan koordinasi otot untuk melakukan pekerjaan tangan yang teliti.
4
Ibid, hal. 47-53.
Pada umur tujuh tahun seorang anak mulai dapat mengurus dirinya sendiri. Mereka dapat mandi sendiri, mengenakan pakaian dengan rapi dan menyisir rambut sendiri.
b. Perkembangan Sosial.
Periode usia ini merupakan masa dimana anak mengalami perluasan dalam proses sosialisasi. Anak tengah sangat menghormati gurunya, bahkan menirunya. Menolong guru merupakan hal yang menyenangkan bagi mereka.
Sifat egosentris anak berkurang. Kesanggupan untuk bekerjasama lebih baik, tetapi masih memiliki kecenderungan mencari pujian dan perhatian bagi diri sendiri. Guru dapat memberi tugas dan aktivitas kelompok yang bersifat kerjasama untuk melatih mereka. Pada usia ini, anak mempunyai sahabat khusus tapi juga senang bermain dalam kelompok bersama -sama anak lain.
c. Perkembangan Mental.
Anak mulai belajar menulis dan membaca meskipun belum bisa membaca dengan cepat. Mendengar cerita merupakan hal yang menyenangkan. Melalui setiap cerita yang baik, emosi anak disentuh dan pengetahuannya diperluas. Mereka mulai membedakan antara cerita dongeng dan cerita nyata. Anak tengah memiliki daya konsentrasi lebih lama dari anak kecil. Cerita Alkitab yang disampaikan lebih panjang dari cerita untuk anak kecil akan mengisi kebutuhan umur ini.
Anak tengah belum mengerti hal yang abstrak, yaitu sesuatu yang tidak dapat dilihat dan dipegang. Mere ka hanya mengerti kata-kata dalam arti yang sebenarnya. Pengertian anak tengah masih sederhana dan polos, yang baik sungguh baik dan yang jelek sungguh jelek. Dalam rangka membangun kepribadian anak, sebaiknya mereka diberi kesempatan untuk belajar mengambil keputusan atas hal-hal sederhana, juga diijinkan bertanya atau memberikan pendapat secara spontan. Mereka tidak terlalu melihat ke belakang dan tidak menguatirkan hari esok.
d. Perkembangan Emosional.
Salah satu kecenderungan anak tengah adalah membesar-besarkan.
Mereka ingin menarik perhatian karena mereka merasa kecil di antara anak-
anak yang lebih besar. Dalam masa transisi sikap membesar-besarkan masih dianggap wajar, tetapi hal ini juga perlu diperhatikan dan diarahkan, agar keseimbangan dalam diri anak dapat dicapai.
Bila guru memberi tugas atau pertanyaan, sebaiknya jelas dan dimengerti anak, sehingga mereka didorong untuk melaksanakan tugas atau berani memberi jawaban.
Anak tengah belum bisa mengatur waktu. Mereka mudah gelisah bila mengikuti suatu kegiatan. Mereka juga gelisah bila ditertawakan atau diperhadapkan pada tugas yang sulit. Guru sebaiknya peka terhadap kecenderungan anak sedemikian dan berusaha menolong dengan tenang dan ramah. Anak tengah dapat merasakan kesusahan orang lain dan juga dapat merasakan perasaan orang tua. Oleh karena itu adalah baik bila mereka diajar untuk mengekspresikan rasa sayang kepada teman dan orang tua serta belajar menolong siapapun yang berada dalam kesulitan. Mereka dapat diaktifkan untuk berdoa dalam kehidupan sehari-hari.
e. Perkembangan Rohani.
Anak tengah senang datang ke sekolah Minggu. Mereka mudah diatur karena mempunyai rasa hormat kepada guru, selain haus akan cerita. Mereka mulai mengerti akan arti cerita-cerita Alkitab. Apa yang diajarkan kepada mereka akan diterima dengan penuh kepercayaan. Meski belum sadar berapa dalamnya akar dosa dalam hati manusia, anak tengah sudah dapat menyadari perbuatan dosanya. Berita bahwa Tuhan Yesus mengasihi mereka dan mau menolong mereka sangat mengesankan bagi anak tengah. Mereka membalas kasih Tuhan dengan sepenuh hati.
4. Anak besar (9-11 tahun)
5. a. Perkembangan Fisik.
Anak besar memiliki tubuh yang kuat dan seimbang. Mereka giat dan aktif serta cenderung pemberani.
b. Perkembangan Sosial.
Kadang-kadang anak bersikap berani terhadap guru, tetapi bila guru bersikap tegas dan berwibawa karena siap mengajar mereka, mereka akan
5
Ibid, hal. 57-62.
menghormatinya. Pergaulan dengan teman sebaya sangat erat. Tetapi anak besar mulai tertutup kepada orang tuanya.
c. Perkembangan Mental.
Anak berus ia 9-11 tahun telah memiliki daya konsentrasi yang baik.
Mereka sanggup duduk untuk mendengar cerita selama 20-25 menit. Searah dengan perkembangan logika, mereka memperhatikan apakah hidup seseorang sesuai dengan perkataannya atau tidak. Mereka ingin berbuat hal yang benar dan menuntut orang dewasa melakukan apa yang mereka katakan.
d. Perkembangan Emosional.
Dari segi perkembangan emosional, anak jarang merasa takut pada usia ini. Tetapi mereka kuarng sabar dengan dirinya sendiri. Bila gagal mengerjakan sesuatu, mereka kadang-kadang merusakkan apa yang telah dikerjakan. Pada usia ini, anak malu dan tidak senang menunjukkan perasaan kasih sayangnya kepada orang dewasa, khususnya bila berada diantara teman- teman. Hal ini tidak berarti mereka tidak membutuhkan kasih sayang, hanya cara menerima dan mengungkapkannya telah berubah.
e. Perkembangan Rohani.
Pengajaran dan bimbingan di sekolah Minggu akan menyenangkan anak besar bila mereka boleh berperan aktif di dalamnya. Anak besar sudah mengerti hal yang benar dan yang tidak benar.
Di samping memperlihatkan gejala -gejala sikap dan kelakuan yang biasa pada umur tertentu, tiap anak juga akan memperlihatkan gejala kepribadiannya. Kepribadian anak dapat dilihat dari lima segi, yaitu :
1. Perkembangan fisik atau jasmani.
2. Perkembangan sosial atau pergaulan.
3. Perkembanganmental atau alam pikiran.
4. Perkembangan emosional atau perasaan.
5. Perkembangan rohani.
Semakin lama semakin banyak kehidupan anak dipengaruhi oleh
proses-proses belajar. Pengaruh proses-proses belajar atau latihan yang tepat
sangat diperlukan oleh anak.
Sigmund Freud mengemukakan bahwa kehidupan emosi pada tahun- tahun pertama kehidupan anak harus berlangsung dengan baik, agar tidak akan menjadi masalah setelah dewasa.
6Dengan dasar pentingnya pendidikan untuk membentuk kepribadian anak-anak usia prasekolah atau playgroup, yayasan Lima Roti dan Dua Ikan mendirikan pendamping playgroup Joyful Kids di Surabaya. Pendamping playgroup ini memusatkan dirinya pada pendidikan emosional dan spiritual, pembentukan kepribadian anak berdasarkan nilai-nilai Kristiani. Perbedaan antara Joyful Kids dengan playgroup akademis lainnya terletak pada penekanan antara pendidikan IQ dengan EQ dan SQ. Joyful Kids juga berbeda dengan sekolah minggu di gereja. Pada umumnya sekolah minggu lebih menekankan pada pengajaran tentang Alkitab atau firman Tuhan.
Sekolah formal lebih menekankan pendidikan intelektual atau IQ, sekolah minggu menekankan pendidikan spiritual, sedangkan Joyful Kids menekankan pada pendidikan emosional dengan berlandaskan pada pendidikan spiritual kristiani.
Sistem pengajaran yang diterapkan oleh Joyful Kids kurang lebih sama dengan playgroup pada umumnya yakni belajar sambil bermain.
Permainan melibatkan semua aspek perkembangan anak, baik secara fisik, sosial, daya kha yal, maupun intelektual. Permainan itu alami dan penting bagi pertumbuhan anak yang sehat. Melalui permainan, anak-anak berinteraksi dengan lingkungannya, meningkatkan ketrampilan dan belajar mengekspresikan diri sendiri. Mainan yang sesuai berfungsi sebagai pemacu perkembangan daya khayal anak dan mengisi karakter, kemampuan, dan talenta dalam pikiran anak.
72.2.1.3.Teori Promosi dan Teori-Teori Lain Yang Menunjang
Cukup banyak orang yang tidak mengetahui keberadaan Joyful Kids karena terbatasnya ruang lingkup promosi. Beberapa orang malah memiliki persepsi yang keliru tentang pendamping playgroup ini. Promosi untuk Joyful
6
Gunarsa, Prof. Dr. Singgih D. (1997). Dasar dan Teori Perkembangan Anak, Jakarta : Penerbit PT. BPK Gunung Mulia, hal. 61-62.
7
Sally S. L. Minat Bermain Bagi Anak. http://www.iqeq.com.
Kids selama ini hanya dilakukan melalui media lini bawah, yaitu brosur dan poster, serta promosi dari mulut ke mulut.
Media lini bawah atau bellow the line merupakan media-media yang tidak memberi komisi dan pembayaran sepenuhnya berdasarkan biaya-biaya operasi plus sekian persen keuntungan, sedangkan media lini atas atau above the line dikuasai oleh media yang berhak mengatur pengakuan dan pembayaran komisi kepada biro-biro iklan. Yang dapat digolongkan dalam media lini atas antara lain : televisi, radio, media cetak, dan billboard.
Media-media juga dibedakan menjadi media primer dan sekunder.
Media primer adalah media yang memimpin (atau diutamakan) dalam sebuah kampanye iklan, sedangkan media sekunder adalah media-media yang bersifat menunjang atau melengkapi. Pemilihan atas mana media primer dan mana yang sekunder tergantung pada apa yang akan diiklankan. Berdasarkan hal ini, brosur merupakan media primer yang diutamakan dalam kampanye iklan Joyful Kids selama ini.
Iklan merupakan bagian dari promosi. Disamping iklan, masih ada banyak bentuk promosi lainnya yang memiliki peranan yang sama pentingnya dengan promosi dalam strategi pemasaran. Iklan sendiri didefinisikan sebagai segala bentuk pesan tentang suatu produk yang disampaikan lewat media, ditujukan kepada sebagian atau seluruh masyarakat
8. Secara umum dikatakan bahwa iklan mempunyai dampak untuk :
1. Menarik calon konsumen menjadi konsumen yang loyal selama jangka waktu tertentu.
2. Mengembangkan sikap positif calon konsumen yang diharapkan dapat menjadi pembeli yang potensial pada masa mendatang.
Beberapa manfaat iklan antara lain :
1. Memperluas alternatif bagi konsumen. Dengan adanya iklan, konsumen dapat mengetahui adanya berbagai produk atau jasa, yang pada gilirannya menimbulkan pilihan.
2. Iklan membantu produsen menimbulkan kepercayaan bagi konsumennya.
3. Iklan membuat orang kenal, ingat, dan percaya.
8
Kasali, Rhenald (1992) . Manajemen Periklanan : Konsep dan Aplikasinya di Indonesia.
Jakarta : Pustaka Utama.
Tujuan suatu iklan biasanya dibangun ata s empat komponen, yaitu : 1. Aspek perilaku, takni tindakan-tindakan yang diharapkan pada calon pembeli.
2. Sikap yang diharapkan. Hal ini menyangkut sikap atau keistimewaan produk.
3. Kesadaran. Dalam pengembangan produk-produk baru di pasaran, merebut kesadaran calon pembeli adalah tugas utama periklanan.
4. Posisioning.
Sebagai bagian dari bauran komunikasi pemasaran, iklan mempunyai sasaran yang berbeda dengan ketiga unsur lain dalam bauran komunikasi pemasaran. Baik produk, harga, maupun tempat mempunyai sasaran pada pasar sasaran, sedangkan periklanan sebagai bagian dari bauran komunikasi pemasaran atau bauran promosi mempunyai sasaran pada konsumen sasaran.
Pasar sasaran adalah sasaran pasar yang dituju. Dalam konsep pemasaran, pasar sasaran adalah sasaran yang ditentukan dan dipilih oleh produsen sesuai dengan konsep segmentasi pasar. Sedangkan konsumen sasaran adalah pasar sasaran ditambah dengan faktor-faktor di sekelilingnya yang mempengaruhi pasar sasaran untuk mengambil keputusan.
Dalam melakukan promosi, sangat penting untuk mengumpulkan setiap informasi yang dibutuhkan agar nantinya dapat dibuat strategi yang efektif sekaligus efisien. Salah satu strategi yang dapat diterapkan dalam kampanye periklanan adalah konsep posisioning.
Menurut Rhenald Kasali dalam bukunya, Manajemen Periklanan Konsep dan Aplikasinya di Indonesia
9, posisioning adalah suatu proses atau upaya untuk menempatkan suatu produk, merek, perusahaan, individu, atau apa saja dalam alam pikiran mereka yang dianggap sebagai sasaran atau konsumennya. Sedangkan menurut pakar posisioning, Al Ries dan Jack Trout, posisioning is not what you do to the product, it is what you do to the mind. Posisioning berkaitan dengan bagaimana seorang produsen memposisikan produk atau mereknya di antara para pesaing. Syarat penting
9
Kasali, Rhenald (1992) . Manajemen Periklanan : Konsep dan Aplikasinya di Indonesia.
Jakarta : Pustaka Utama. Hal. 157.
bagi posisioning adalah keunikan karena pada dasarnya posisioning mengajarkan agar produk tampil berbeda dari produk lain.
Menentukan strategi posisioning bukan pekerjaan sederhana.
Dibutuhkan suatu perencanaan dan dukungan data berupa has il penelitian untuk menjamin obyektivitas. Langkah-langkah yang disarankan adalah sebagai berikut :
1. Melakukan identifikasi atas sejumlah pesaing yang ada di pasar. Pesaing dapat dibedakan menjadi pesaing primer dan peasing sekunder.
2. Melakukan penelitian tentang persepsi konsumen terhadap produk pesaing. Hal ini dilakukan dengan mencari berbagai atribut pembanding.
Atribut-atribut tersebut antara lain berkaitan dengan karakteristik produk, manfaat bagi konsumen, dan sebagainya. Tujuan yang ingin dicapai adalah memperoleh sejumlah atribut yang dianggap penting oleh konsumen.
3. Mengetahui posisi yang diduduki oleh pesaing dilihat dari berbagai sudut pandang.
4. Mengetahui posisi yang dikehendaki konsumen terhadap suatu produk tertentu. Pada tahap ini, produsen perlu mengkaji kembali apakah masih ada celah yang tersisa dalam pasar, yakni atribut yang belum dijamah oleh pesaing namun mencerminkan adanya permintaan potensial.
5. Menentukan posisi merek produk sendiri dengan mempertimbangkan hal- hal sebagai berikut :
a. Analisa ekonomi, yang terdiri dari analisa terhadap luas dan potensi pasar serta kemungkinan untuk memasuki pasar tersebut.
b. Posisioning adalah suatu komitmen terhadap segmentasi pasar.
Memiliki posisi berarti memilih segmen pasar. Ini berarti ada resiko tidak terjangkaunya suatu produk oleh pembeli merek atau produk lain.
c. Kalau iklan sudah berhasil, jangan sekali-kali melakukan perubahan yang penting. Yang dimaksudkan adalah mengubah kepribadian atau ciri khas iklan yang sudah dikenal oleh konsumen.
d. Pertimbangan simbol. Simbol merek atau produk penting sekali dalam
posisioning. Ini merupakan identitas yang juga menunjukkan
kepribadian. Joyful Kids berusaha menerapkan hal ini dalam kampanye promosinya yang baru. Dengan membuat sebuah maskot berupa anak perempuan be rnama Joy, sebagai identitas yang menunjukkan karakter dari siswa Joyful Kids.
6. Mengikuti perkembangan posisi. Secara berkala, posisi merek atau produk harus ditinjau dan dinilai kembali apakah masih cocok dengan jamannya.
Posisioning bukan merupakan strate gi produk tetapi strategi komunikasi yang berhubungan dengan bagaimana konsumen menempatkan produk di dalam benaknya, sehingga calon konsumen memiliki penilaian tertentu dan mengidentifikasikan dirinya dengan produk itu.
Konsumen dalam hal ini adalah mereka yang sudah kita targetkan dan sudah dipilih segmennya. Memahami siapa sasaran yang dituju merupakan sebuah awal yang bagus untuk menerapkan strategi. Tanpa menentukan segmentasi pasar yang jelas, gerakan akan menjadi sia -sia tak membawa hasil yang diinginkan. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan sebelum sampai pada pasar yang dituju, yaitu :
1. Analisis peluang pasar. Dapat dimulai dengan mencari peluang usaha yang paling menarik. Tidak semua orang mampu melihat peluang. Untuk itu dibutuhkan visi yakni kemampuan melihat jauh ke depan yang memerlukan kecerdasan dan ketekunan untuk direalisasikan.
2. Analisis lingkungan usaha yakni analisis terhadap faktor-faktor yang berpengaruh di dalam pasar. Dengan melakukan analisa jauh sebelum ancaman muncul, maka para marketer akan lebih siap mengantisipasi segala kemungkinan termasuk mengubah ancaman menjadi peluang.
3. Menyeleksi pasar sasaran (target market). Sasaran pasar disebut
segmentasi pasar, yaitu bagian pasar yang potensial, dapat diukur, dapat
dijangkau, dan spesifik. Mulanya, pasar disegmentasikan menurut variabel-
variabel demografi, seperti jenis kelamin, lokasi, pendapatan, pekerjaan, usia,
pendidikan, generasi, dan sebagainya. Selanjutnya, segmen demografi ini
dipertajam oleh segmen-segmen psikografis (perilaku), seperti orientasinya
terhadap karier, keluarga dan komunitas, motivasinya dalam berkonsumsi,
kecenderungan terhadap mode, dan sebagainya. Selain itu, berkembang pula segmentasi demografi. Segmentasi ini mengelompokkan pasar berdasarkan jangkauan geografis dengan dasar pemikiran setiap wilayah memiliki karakter yang berbeda dengan wilayah lainnya.
Ada delapan segmen untuk perilaku gaya hidup masyarakat perkotaan Indonesia, yaitu :
1. The affluent (15%) adalah pekerja keras, memiliki rasa percaya diri ya ng kuat, menyukai inovasi, proaktif, dan berani mengambil resiko. Senang mencari perhatian dan menyukai kehidupan yang dinamis. Kelompok ini cenderung terbuka terhadap hal-hal baru dan memiliki kemampuan mempengaruhi orang lain.
2. The achievers (14%) sama-sama memiliki ketrampilan memimpin seperti the affluent, hanya saja ia cenderung tidak suka diperhatikan orang lain.
Mereka mengkonsumsi barang-barang secara fungsional (bukan seorang yang trendi). Pengambilan keputusannya didasarkan oleh hal-hal yang sifatnya rasional. Meski begitu mereka tidak terlalu mudah menerima gagasan- gagasan baru.
3. The anxious (6%). Segmen ini mempunyai sikap sebagai follower, tetapi ambisius. Mereka memiliki rasa percaya diri yang kuat dalam pengambilan keputusan dan senang menunjukkan prestasinya, tetapi tidak memiliki banyak keberanian. Biasanya mereka memerlukan saran-saran dan dorongan dari orang lain. Mereka mudah dibujuk dengan hal-hal yang sifatnya rasional.
4. The loners (10%). Segmen ini terdiri dari mereka yang senang menyendiri dan kurang berani untuk tampil. Mereka cenderung individualistik dan kurang tertarik untuk berafiliasi dengan teman, tetangga, atau orang-orang di sekitarnya.
5. The socialite (11%) adalah segmen yang senang bergaul, bersosialisasi
dengan orang lain. Tetapi mereka juga pengambil resiko yang berani
bertindak meski dasar rasionalnya kurang begitu kuat. Segmen ini cenderung
ingin menguasai orang lain dan senang menonjol. Mereka juga reaktif
terhadap perubahan-perubahan dan cenderung bersifat impulsif.
6. The pusher (6%). Ini adalah segmen yang terdiri dari orang-orang yang tidak ingin diperhatikan tetapi ingin mendominasi segala sesuatu tanpa arah yang jelas. Mereka tidak memiliki objektif yang jelas untuk meraih sesuatu tapi senang mengontrol orang lain. Segmen ini tidak begitu mudah menerima hal-hal baru.
7. The attention seekers (17%). Seperti namanya, orang-orang ini cenderung ingin menarik perhatian. Mereka senang membeli barang-barang baru untuk menarik perhatian orang lain, impulsif dan seringkali irasional. Mereka cenderung mudah dibujuk secara emosional dan cenderung followers.
8. Pleasure seekers (20%). Dari namanya mudah diterka, yaitu suatu segmen yang ingin mencapai sesuatu tanpa harus bekerja terlalu keras.
Mereka cenderung individualistik, kurang senang bersosialisasi, tetapi tekun mengikuti tren. Mereka tidak memiliki prinsip yang cukup kuat sehingga mudah digoyahkan. Meski begitu segmen ini tidak menghendaki terjadinya perubahan-perubahan.
Dengan melakukan segmentasi pasar, setidaknya terdapat lima keuntungan yang dapat diraih, yakni :
9. Mendesain produk yang lebih responsif terhadap kebutuhan pasar.
Hanya dengan memahami segmen-segmen yang responsif terhadap suatu stimuli maka anda dapat mendesain produk yang sesuai dengan kebutuhan atau keinginan segmen-segmen ini. Jadi, perusahaan menempatkan konsumen di tempat yang utama, dan menyesuaikan produknya untuk memuaskannya (customer satisfaction at a profit).
10. Menganalisis pasar.
Segmentasi pasar membantu mendeteksi siapa saja yang akan menggerogoti pasar produknya. Pesaing bukanlah semata -mata mereka yang menghasilkan produk yang sama. Pesaing adalah mereka yang mampu menjadi alternatif bagi kebutuhan konsumen.
11. Menemukan peluang (niche).
Setelah menganalisis pasar, mereka yang menguasai konsep
segmentasi dengan baik akan sampai pada ide untuk menemukan peluang.
Peluang ini tidak selalu sesuatu yang besar, tetapi pada masanya ia akan menjadi besar.
12. Menguasai posisi yang superior dan kompetitif.
Mereka yang menguasai segmen dengan baik pada umumnya adalah mereka yang paham betul konsumennya. Mereka mempelajari pergeseran- pergeseran yang terjadi di dalam segmennya.
13. Menentukan strategi komunikasi yang efektif dan efisien.
Kalau kita tahu persis siapa segmen kita, maka kita akan tahu bagaimana berkomunikasi yang baik dengan mereka. Selain segmentasi pasar, marketer juga perlu memahami konsep perencanaan media dan alternatif media yang ada.
Setiap media memiliki karakteristik yang berbeda dengan segala kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Teori tentang media yang akan dibahas berikut ini dibatasi hanya pada media yang akan digunakan dalam kampanye promosi Joyful Kids saja.
1. Media cetak.
Sebagai media primer, kampanye ini akan menggunakan media cetak.
Media cetak merupakan suatu media yang statis dan mengutamakan pesan- pesan visual. Media ini terdiri dari lembaran dengan sejumlah kata, gambar, atau foto, dalam tata warna dan halaman putih. Fungsi utama media cetak adalah memberi informasi dan menghibur.
a. Surat kabar.
Surat kabar merupakan media utama yang banyak digunakan dalam periklanan di Indonesia, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti :
- Jangkauan distribusi surat kabar tidak dibatasi.
- Jangkauan media lainnya dibatasi.
- Harga satuan surat kabar murah dan dapat dibeli eceran.
Pada surat kabar, iklan diklasifikasikan menjadi iklan baris, display, dan suplemen. Joyful Kids akan menggunakan yang kedua, yakni iklan display. Iklan ini merupakan iklan yang paling dominan pada surat kabar.
Ukurannya sangat bervariasi tetapi biasanya minimal 2 kolom, mulai dari
2 kolom x 5 cm hingga 1 halaman penuh berwarna.
Iklan baris adalah iklan yang pertama kali dikenal masyarakat.
Umumnya hanya terdiri dari pesan-pesan komersial yang berhubungan dengan kebutuhan pengiklan seperti misalnya iklan lowongan pekerjaan, kehilangan benda -benda atau sanak keluarga, pindah alamat, jual beli kendaraan bekas, jual perabotan rumah tangga, menawarkan jasa -jasa tertentu, dan lain-lain.
Suplemen lebih banyak digarap oleh majalah daripada surat kabar. Di Indonesia bentuk suplemen sebagai lembaran iklan belum terlalu dikenal.
Di Amerika terdapat dua jenis suplemen, yakni suplemen sindikat dan suplemen lokal. Suplemen sindikat dipublikasikan oleh penerbit independen dan didistribusikan sebagai suplemen atau sisipan pada seluruh surat kabar yang terbit di negara tersebut. Sedangkan suplemen lokal dibuat oleh suatu penerbit surat kabar atau kelompok penerbit surat kabar yang akan disebarkan melalui medianya.
Umumnya dikenal dua macam surat kabar berdasarkan ukurannya, yakni tabloid dan standar. Surat kabar tabloid terdiri dari lima atau enam kolom yang masing-masing memiliki lebar sekitar 2 inci (5 cm) dan panjang dari atas ke bawah sekitar 14 inci (35 cm). Ukuran ini membuat surat kabar tampil seperti majalah yang tidak dijilid.
Surat kabar berukuran standar memiliki ukuran dua kali lipat ukuran tabloid dengan delapan atau sembilan kolom ke samping. Namun demikian, untuk kepentingan pragmatis dan estetika, banyak koran standar yang mengurangi jumlah kolomnya menjadi hanya enam kolom.
Lebih dari 90% surat kabar yang beredar di Indonesia (dan di dunia) adalah surat kabar berbentuk standar.
Kekuatan surat kabar : - Market coverage.
Surat kabar dapat menjangkau daerah-daerah perkotaan sesuai dengan cakupan pasarnya (nasional, regional, atau lokal).
- Comparison shopping .
Informasi sekelebat yang diberikan radio atau televisi, dimuat secara
tertulis pada surat kabar yang dapat dibawa kemana-mana.
- Positive consumer attitude.
Konsumen umumnya memandang surat kabar memuat hal-hal aktual yang perlu segera diketahui khalayak pembacanya.
- Flexibility.
Pengiklan bebas memilih pasar mana yang akan diprioritaskan. Koran lokal umumnya sangat fleksibel dalam memuat iklan, baik permintaan mendadak berkaitan dengan ukuran, frekuensi pemuatan, maupun penggunaan warna.
Kelemahan surat kabar : - Short life span.
Sekalipun jangkauannya bersifat masal, surat kabar dibaca orang dalam tempo yang singkat sekali, umumnya tak lebih dari lima belas menit, dan mereka hanya membaca sekali saja.
- Clutter.
Isi yang dipaksakan di halaman surat kabar yang tak punya manajemen dan redaksi tata letak yang baik bisa mengacaukan mata dan daya serap pembaca. Orang akan membaca dengan pikiran kusut.
Informasi berlebihan yang dimuat oleh redaksi dan pemsang iklan dapat melemahkan pengaruh sebuah iklan.
- Limite d coverage of certain groups.
Sekalipun surat kabar memiliki sirkulasi yang luas, beberapa kelompok pasar tertentu tetap tidak dapat dilayani dengan baik.
- Products that don’t fit.
Beberapa produk tidak dapat diiklankan dengan baik di surat kabar, terutama produk yang tidak ditujukan untuk umum.
b. Tabloid.
Tabloid merupakan suatu istilah yang berasal dari bahasa latin, tabula (lempeng)
10, dan istilah tabloid ini lebih merujuk kepada bentuk ukuran daripada isinya. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian Tabloid adalah merupakan sebuah surat kabar dalam ukuran yang kecil (setengah dari ukuran surat kabar biasa), dimana banyak
10
Iskandar, Maskur dan Wiharta, Bca (1989). Ensiklopedia Nasional Indonesia. Jakarta : P.T.
Cipta Adi Pataka.
memuat berita -berita secara singkat, padat, dan mempunyai gambar dan ilustrasi, serta mempunyai kemudahan untuk dibaca oleh khalayak secara umum
11.
Tabloid adalah surat kabar yang ber ukuran kecil (separuh koran biasa, yaitu berukuran sekitar 30 cm x 40 cm)
12. Surat kabar tabloid terdiri dari lima kolom atau enam kolom yang masing-masing memiliki ukuran lebar sekitar 5 cm dan panjang dari atas ke bawah sekitar 35 cm. Ukuran daripada tabloid ini membuatnya tampil seperti majalah yang tidak dijilid.
Selain itu surat kabar tabloid mempunyai usia edar yang lebih panjang daripada surat kabar standar, karena umumnya terbit mingguan, atau setiap dua minggu sekali.
Tabloid keluarga yang juga merupakan salah satu tabloid yang segmented, secara umum bahasan media cetak ini berkutat soal anak, mulai bagaimana menjaga kelahiran si bayi, hingga membina mental dan fisik balita hingga tuntas, selain itu, dinamika kehidupan keluarga lainnya, semisal perkawinan, juga tak luput dari ulasan mereka. Diluar itu, media cetak keluarga mempunyai ciri tersendiri antara tabloid yang sa tu dengan tabloid yang lainnya.
Di Indonesia tabloid sama halnya denga n majalah, yang lebih menspesialisasikan atau membuat segmentasi pada produknya untuk menjangkau suatu komunitas konsumen tertentu. Tetapi pada tabloid, umumnya mempunyai segmen pasar atau pembaca yang lebih banyak daripada majalah, karena secara umum harga daripada tabloid relatif lebih murah dan dapat dijangkau oleh masyarakat awam, sehingga memiliki segmen pasar yang mengelompok. Pada tabloid jugalah yang menjadi pelopor gejala lahirnya tabloid-tabloid partisan, yang mengulas berita umum dan politik. Pada segmen pasar tabloid hiburan dan wanita, juga terjadi persaingan sengit, yaitu dengan bermunculannya aneka tabloid sejenis yang baru dipasar. Sehingga semakin banyaklah aneka pilihan
11
Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka, 1987.
12