Bantu Suku Anak Dalam Belajar di Masa Pandemi
Dampingi Mustahik
Produksi Kopi Berkualitas
cahaya
Edisi : OKTOBER 2020Gelar Pelatihan
Tingkatkan Kapasitas Mustahik
UPZ Mabes TNI Salurkan Mobil Jenazah
UPZ Pupuk Kaltim Bantu Guru Terdampak Covid-19
Kunjungi juga official media kami : Arifin Purwakananta
Direktur Utama BAZNAS
54,26%
11,13% 13,28%
6,26%
Sosial
JUMLAH TOTAL PENGHIMPUNAN ZAKAT, INFAK DAN SEDEKAH tahun 2020
Rp. 325.470.596.109
Hingga 26 Oktober 2020
PENYALURAN
Januari - Oktober 2020
Sapa
Kepedulian masyarakat yang me- ningkat se�ap terjadi bencana, menginspirasi kami untuk terus meningkatkan layanan sehingga masyarakat dapat mudah mem- bantu para penyintas.
Dalam membantu masyarakat terdampak bencana, BAZNAS memiliki berbagai program bantu- an, baik sosial maupun bantuan ekonomi untuk kembali mem- bangkitkan kehidupannya.
Selain berfokus pada penanganan pascabencana tersebut, BAZNAS juga memberikan perha�an pada upaya pengurangan risiko bencana, antara lain berupa edukasi dan pela�han kesiap siagaan sehingga dampak dari bencana tersebut dapat dikurangi.
Dengan kepedulian masyarakat ini, pekan lalu BAZNAS meraih peng- hargaan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi BAZNAS dalam membantu pengurangan risiko bencana di Indonesia.
Kami bersyukur dan me- nyampaikan penghargaan se�nggi
�ngginya kepada anda, muzaki BAZNAS atas semangat dan kepedulian yang terus meningkat dalam membantu sesama.
15,07%
Transfer Rekening :
a.n. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Info dan Konfirmasi Donasi:
Contact Centre BAZNAS 087877373555
AYO ZAKAT
UNTUK MEMBANTU USAHA KECIL
& SEKTOR INFORMAL KARENA KRISIS COVID-19
100.078.3214 070.000.185.5555 009.555.5554
Dampingi Mustahik Produksi Kopi Berkualitas
5000 Paket Makanan Sehat untuk Kelompok Rentan
enyambut Hari Pangan Sedunia yang jatuh pada tanggal 16 Oktober, BAZNAS melakukan kegiatan pendistribusian 5.000 paket makanan sehat yang disalurkan di 20 Kabupaten atau Kota di Indonesia. Penyaluran dilakukan serentak, Jumat (16/10) di wilayah Jabodetabek, Bandung, Cirebon, Ciancur, Yogyakarta, Banjarmasin, Palembang, Padang, Luwu Utara, Wajo, dan kota lainnya.
Melalui �m Layanan Ak�f BAZNAS paket makanan sehat ini dibagikan untuk kelompok rentan pada sektor informal yang terdampak pandemi, seper�
buruh harian, tukang ojek (online pangkalan), pengayuh becak, supir angkot, juru parkir, pengamen atau anak jalanan, dan pemulung.
Tak hanya pekerja rentan, yayasan sosial juga menjadi salah satu ��k lokasi pendistribusian paket makanan sehat, yakni pan� asuhan, pan�
jompo, rumah singgah, dan pan�
sosial lainnya yang minim bantuan.
Kepala Program Layanan Ak�f BAZNAS, Iskandar Darussalam me- ngatakan kegiatan ini sebagai salah satu upaya meningkatkan ketahanan pangan keluarga dimasa Pandemi Covid-19.
“Layanan Ak�f BAZNAS memiliki program Bank Makanan dimana salah satu kegiatannya adalah berkeliling ke beberapa tempat untuk membagikan makanan kepada mustahik, baik itu orang tua, anak-anak yang berada di yayasan maupun pekerja rentan yang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan makan hariannya,” ujar Iskandar.
Program Bank Makanan dikembangkan BAZNAS sejak 2019 sebagai program gerakan pangan untuk mengurangi kelaparan dengan memberikan akses pangan bagi para kelompok rentan.
Dalam praktiknya bank makanan me- ngumpulkan makanan berlebih yang telah dikumpulkan, baik dari hotel atau pun resto yang sebelumnya sudah bekerja sama dengan BAZNAS.
AZNAS berkomitmen terus melakukan pendampingan untuk usaha kelompok pengolah kopi di Desa Bringinsari, Sukorejo, Kendal, Jawa Tengah.
Untuk menambah kapasitas ilmu para mustahik binaan, �m Zakat Community Development (ZCD) BAZNAS dan ketua kelompok pengolahan kopi, Trisno, melaku- kan study banding untuk me- nambah ilmu terkait proses pe- ngolahan kopi yang berkualitas di tempat pengolahan kopi Desa Kabunan, Sukorejo, Kendal, Selasa (11/10/2020).
Dalam proses study banding ini,
�m ZCD dan ketua kelompok pengolahan kopi belajar mengenai tahapan pengolahan kopi hingga menghasilkan kopi dengan kualitas baik. Dengan adanya pendampingan dari BAZNAS ini, diharapkan kelompok mustahik pengolahan kopi nan�-
nya mampu menghasilkan biji kopi yang berkualitas sehingga dapat meningkatkan nilai jual produk mereka.
Sementara itu melalui program Lumbung Pangan, BAZNAS melaku- kan pendataan kebun kopi milik petani Kelompok Tani Giri Mekar di Desa Cikandang, Cikajang, Garut, dan Kelompok Tani Salam Berkah di Desa Sukalilah, Sukaresmi, Garut yang akan melakukan panen raya.
Pendamping Lumbung Pangan BAZNAS, Sandra mengatakan, dari hasil pendataan kepemilikan pohon kopi dari dua anggota Kelompok Tani tersebut, diperoleh jumlah perkiraan panen kopi yang mencapai 18 ton.
"Kesimpulan dari pendataan ini, terdapat 9.000 pohon kopi yang dimiliki para anggota kelompok binaan BAZNAS yang saat ini telah memasuki masa panen. Es�masi hasil
panen buah kopi dari kedua kelompok adalah sebanyak 18 ton buah kopi dalam satu musim," ujar Sandra.
Dari angka ini, jika hasil panen diolah secara mandiri maupun ber- kelompok, maka akan mendapatkan nilai tambah melalui usaha bersama pengolahan kopi. Selain itu, pendamping pun mengarahkan kepada kelompok untuk membudidayakan kopi secara organik, agar hasil panen dapat melimpah dan menambah nilai jual.
Zakat Entaskan 35 Persen Mustahik dari Kemiskinan
usat Kajian Strategis (Puskas) BAZNAS melakukan pe- neli�an tentang pengaruh zakat terhadap kesejahteraan mustahik. Peran zakat �dak hanya memperbaiki kondisi dari sisi ekonomi mustahik, lebih dari itu, zakat juga berdampak pada mem- baiknya nilai-nilai keislaman mustahik, �ngkat pendidikan dan kesehatan mustahik, serta kemandirian. Sehingga zakat juga bisa disebut mampu meningkat- kan kualitas kehidupan mustahik.
Dari hasil pengukuran dampak zakat oleh BAZNAS Pusat dengan menggunakan standar kemiskinan BPS, yaitu Rp1,9 juta/kk/bulan, mustahik yang berhasil dientas- kan karena zakat sebesar 35 persen atau 13.202 jiwa. Jika dengan menggunakan standar had kifayah, yaitu Rp3,1 juta/kk/
bulan, berhasil mengentasakan mustahik 51 persen atau 6.029 jiwa.
Sementara dengan menggunakan standar nishab zakat, yaitu Rp4,6 juta/kk/bulan, berhasil mengentaskan 40 persen atau 1576 jiwa.
Jika dari hasil pengukuran dampak zakat yang didistribusikan oleh seluruh BAZNAS Daerah dan LAZ di Indonesia dengan menggunakan standar kemiskinan BPS, zakat berhasil mengentaskan mustahik 32% persen atau 113.501 jiwa.
Sementara dengan standar had kifayah, mengentasakan 35 persen atau 37.242 jiwa. Jika menggunakan standar nishab zakat, mengentaskan 21 persen atau 7448 jiwa.
Data empirik yang menarik terkait penggunaan dana zakat untuk pengentasan kemiskinan versi BPS, dalam satu tahun antara September 2018 – September 2019, jumlah warga negara miskin turun 880.000 jiwa. Kontribusi zakat dalam penurunan ini adalah 126.704 jiwa atau 16 persen.
Penurunan tersebut diantaranya adanya dukungan dana APBN yang tersebar di 19 Kementerian/Lembaga sekitar Rp382,4 Triliyun (98,4%) dan dana zakat sebesar Rp 6,4 Triliyun (1,6%).
Jika dibandingkan dengan angka ke- miskinan nasional 24,7 juta jiwa pada tahun 2019, kontribusi penurunan kemiskinan dari ZIS adalah 0,5 persen.
Dari perhitungan ini tampak bahwa dana zakat yang porsinya hanya 1,6 persen dari dana pengentasan kemiskinan berhasil mengentaskan kemiskinan dengan porsi 16 persen. Ini adalah buk� dari efek�vitas zakat dalam pengentasan kemiskinan.
embaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) BAZNAS me- laksanakan pembekalan kepada 47 calon Saudagar Zmart melalui La�han Dasar Kelompok (LDK) yang bertempat di Gedung Serbaguna BAZNAS di Purwawinangun, Kuningan, Sabtu (10/10/2020). Pada la�han dasar kelompok tersebut, para calon Saudagar Zmart disinggung mengenai komitmen untuk mengiku� aturan dari program yang dijalankan. Hal ini perlu ditegaskan mengingat se�ap calon Saudagar akan mendapatkan pendampingan berupa modal, pe- ngelolaan, dan pemasaran selama kurang lebih 2 tahun hingga mereka dapat mandiri.
La�han Dasar Kelompok ini juga menjadi ajang saling bertukar ilmu dan inspirasi dengan calon saudagar
Zmart lainnya. Bantuan program Zmart ini diharapkan dapat memaju- kan usaha kelompok mustahik serta meningkatkan tarap hidup keluarga.
Tak hanya saudagar Zmart, BAZNAS juga menggelar pela�han untuk para pelaku usaha Zchicken. Sebanyak 20 mustahik mengiku� pela�han pembuatan fried chicken yang dipimpin langsung oleh trainer dari DC ZChicken Bogor, Helmi di Tebet, Jakarta Timur.
Pela�han ini membahas seputar pengenalan peralatan dan bahan baku usaha ZChicken serta praktek memasak fried chicken. Materi pela�han dimulai dengan mem-
persiapkan bahan, mengolah bahan, proses memasak hingga menjadi produk yang bisa dipasarkan.
Para peserta cukup antusias meng- ikuti pelatihan. Hal ini karena selain bisa memperdalam konsep ZChicken, mereka juga mendapat pengetahuan tentang tata cara pembuatannya, sekaligus bisa langsung praktik dalam pembuatan fried chicken. Kedepannya kelompok yang sudah terbentuk sebanyak 20 mustahik ini akan mulai berjualan serta dilakukan pendampingan secara intensif oleh pendamping program.
Gelar Pelatihan Tingkatkan
Kapasitas Mustahik
Bantu Suku Anak Dalam Belajar di Masa Pandemi
andemi Covid-19 sangat berdampak bagi anak-anak dari Suku Anak Dalam (SAD) untuk menuntut ilmu. Di saat anak-anak kota tetap dapat mengiku� kegiatan belajar dengan cara online¸anak-anak Suku Anak Dalam yang �nggal jauh di sudut desa ini harus tetap sekolah dengan jadwal yang �dak tetap dan ak�vitas mengiku� orang tuanya ke hutan atau ladang.
Sistem belajar di SD yang diselengga- rakan dengan pola shi� atau bergan-
�an kadang bersamaan dengan waktu mereka masuk hutan. Kegia- tan ini memaksa mereka �dak masuk sekolah saat giliran belajarn- ya datang. Alhasil mereka terpaksa ke rumah guru untuk menjemput tugas dan membawa pulang seabrek PR yang harus dikumpul pekan berikutnya.
BAZNAS melalui Lembaga Beasiswa Baznas (LBB) memfasilitasi kegiatan belajar agar tetap berjalan efek�f.
BAZNAS turut memberikan
pendampingan kepada para siswa untuk membantu anak-anak memaha- mi materi pelajaran, dan mendampingi mereka dalam menyelesaikan tugas sekolah.
Kegiatan ini menjadi penggan� kegia- tan belajar di sekolah yang �dak bisa di iku� anak-anak seper� biasa. Bedanya sistem belajar ini dilakukan secara informal, dalam waktu yang fleksibel, tempat yang santai, tanpa meja atau seragam khusus.
Sekolah alam ini sebelumnya merupa- kan tahap kegiatan yang diberikan untuk anak-anak usia PAUD, menga- jarkan calistung (baca, tulis dan hitung) sebagai persiapan mereka untuk masuk ke sekolah formal. Akan tetapi tak sedikit murid-muridnya justru berasal dari anak-anak yang sudah bersekolah, yang menemui kesulitan dalam mengerjakan tugas atau memahami materi pelajaran.
nit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS Pupuk Kal�m me- nyalurkan bantuan kepada tenaga pendidik dan pendukung pendidikan di Kota Bontang, Kalimantan Timur melalui Program Paket Sembako Berkah Bagi Guru.
Penyaluran bantuan dilakukan
bertahap mulai September 2020, dengan mendatangi langsung sasaran penerima di sekolah dan lembaga pendidikan masing-masing.
Ketua UPZ Pupuk Kal�m, Nur Sahid mengatakan program ini sebagai bentuk dukungan sekaligus kepedulian
bagi tenaga pendidik dan pendukung pendidikan di Bontang, agar makin bersemangat melaksanakan tugas mendidik generasi di tengah pandemi Covid-19. Se�ap paket sembako senilai Rp300.000 berisi berbagai kebutuhan pokok harian.
Bantuan tersebut disalurkan bagi 446 guru di Bontang, terdiri dari 215 guru �ngkat TK, 161 guru �ngkat SD/MI, 57 guru �ngkat SMP/MTs dan 13 guru �ngkat SMA/SMK, dengan total anggaran senilai Rp134,1 Juta.
“Paket bantuan berasal dari zakat karyawan Pupuk Kaltim, di- peruntukan bagi pengajar dan pendukung sekolah dengan gaji di bawah Rp1.250.000,- per bulan,”
kata Nur Sahid.
UPZ Pupuk Kaltim Bantu Guru Terdampak Covid-19
Sigit Rilo Pambudi, Revi Fadillah, Arifin Purwakananta
Gedung BAZNAS, Jl. Matraman Raya No.134 Matraman, Jakarta Timur 13150 - Indonesia Tlp: (021) 2139 3341 www.baznas.go.id
#SemestaKebajikanZakat
Bantu Suku Anak Dalam Belajar di Masa Pandemi
Dampingi Mustahik Produksi Kopi Berkualitas
cahayaEdisi : OKTOBER 2020
Gelar Pelatihan Tingkatkan Kapasitas Mustahik
UPZ Mabes TNI Salurkan Mobil Jenazah UPZ Pupuk Kaltim Bantu Guru Terdampak Covid-19