• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II TINJAUAN PUSTAKA"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

7 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Promosi

2.1.1. Definisi Promosi

Menurut Shimp (2010) menyatakan bawah promosi merupakan salah satu cara mendorong konsumen untuk membeli produk yang dijual oleh produsen secara agresif. Namun, dari kelebihan promosi ini yang mampu mempengaruhi pembeli untuk membeli produk tersebut dengan ketersediaan waktu promosi dalam jangka pendek. (hlm. 446). Menurut Ardhi (2013) menyatakan bahwa promosi merupakan salah satu cara untuk memberikan informasi kepada target pemasaran berupa mengomunikasikan produk yang dijual oleh perusahaan tersebut (hlm. 3). Menurut Moriarty, Mitchell, & Wells (2012) menyatakan bahwa promosi ini sangat penting dalam arti dalam menggunakan promosi ini mampu membangun identitas dan kesadaran pada merek yang dijual kepada target pemsaraannya (hlm. 518).

2.1.2. Tujuan Promosi

Menurut Ardhi (2013) menyatakan bahwa promosi ini memiliki tujuan untuk

memberikan informasi, membujuk, dan mengingatkan kepada kebutuhan target

audiens mengenai kelebihan pada produk yang dijual oleh perusahaan (hlm. 9)

Sedangkan menurut Morissan (2010) menyatakan bahwa tujuan dari promosi ini

adalah untuk memperkenalkan produk perusahaan yang dijual kepada target

audiens, menjelaskan kepada target audiens mengenai produk perusahaan yang

dijual, dan memperbaiki citra perusahaan (hlm. 10)

(2)

8 2.1.3. Fungsi Promosi

Adapun promosi ini memiliki fungsi, menurut Ardhi (2013) menyatakan bahwa fungsi promosi mampu menyampaikan pesan yaitu untuk menarik perhatian audiens, menciptakan daya tarik, dan mengembangkan keingintahuan audiens mengenai produk yang dijual kepada target audiens (hlm.4) .

2.2. Copywriting

Menurut Ariyadi (2020) menyatakan bahwa copywriting ini sangat penting untuk

digunakan sebagai penyampaian pesan promosi dengan singkat dan menarik untuk

mengiklankan produk. Hal ini, Copywriting memiliki kemampuan sebagai creative

advertising dalam mengelola dan menciptakan kata yang akan disampaikan sebagai

naskah untuk periklanan dan promosi dengan cara menggambungkan kerja

intelektual dan seni pada pesan penjualannya. (hlm. 3). Dengan Adanya tujuan

penting dari copywriting juga untuk membentuk perilaku pembeli dan memenuhi

target penjualan suatu produk. Hal ini untuk mengiklankan produk atau brand

perusahaan membutuhkan ide yang out of the box atau ide yang lebih kreatif untuk

menarik perhatian sesuai dengan target pembeli.

(3)

9 2.2.1. Jenis-Jenis Copywriting

Menurut Ariyadi (2020) terdapat jenis-jenis copywriting, yaitu:

1. Story Copy

jenis copywriting ini menceritakan lebih banyak tentang produk tersebut dengan rinci dan lengkap karena pada jenis ini produk memberikan kelebihannya dan solusi yang terbaik melalui cerita (hlm. 8).

2. You and Me Copy

Lebih mengarahkan pada promosi penjualan produk tersebut untuk berbicara pada satu orang seperti halnya pendekatan antara produk dengan target pembeli (hlm. 10) .

3. Forthright Copy

Hal ini copywriting yang biasa digunakan untuk mempromosikan barang dengan kelebihan dan kekurangan produk yang dijual tersebut (hlm. 11).

4. Hyperbolic Copy

Penggunaan copywriting yang lebih mengarahkan cara untuk mempromosikan

produk dengan melebih-lebihkan. Untuk hal ini cara yang dilebih-lebihkan

sangat riskan digunakan dan boleh dilakukan sesuai fakta. Tujuan dari cara

copywriting ini untuk menarik hasrat pembaca target audiens (hlm. 12).

(4)

10 5. Teaser Copy

Copywriting yang digunakan dalam menyampaikan pesan informasi dengan cara menantang, menyepelekan, atau menggelitik yang bersifat membuat target audiens penasaran dengan produk tersebut (hlm. 12).

6. News Copy Page

Memberikan informasi copywriting yang sebagian besar hanya tulisan dan sedikit pendukung visualisasi atau ilustrasi (hlm. 13).

7. Competitive Copy

Copywriting yang digunakan adalah dengan membandingkan fitur, kualitas, manfaat pada produk yang ditawarkan dengan membadingkan produk pesaing mampu menentukan sendiri produk yang lebih unggul (hlm. 13).

8. Factual Copy

Menggunakan copywriting berupa data, informasi, dan fakta sesuai lapangan dengan kenyataan yang ada. Dengan adanya informasi yang fakta ini membuat target audiens yakin dengan adanya kebenaran pada produk tersebut (hlm 14).

9. Humorous Copy

Copywriting yang digunakan adalah menggunakan kalimat menghibur target

audiens tanpa mengurangi inti dari tulisan dan pesan yang akan disampaikan

(hlm. 14).

(5)

11 10. Visual Copy

Copywriting yang menyampaikan makna pesan dengan menggunakan lebih banyak visual atau ilustrasi yang berbicara sesuai dengan tujuannya yaitu kepada target audiens (hlm. 15).

11. Straightforward Copy

copywriting yang menceritakan produknya sesuai dengan fakta dengan cara yang sederhana, dan logis. Hal ini dapat mempermudah target audiens untuk memahami pesan dengan cepat tanpa perlu berpikir terlalu berat (hlm. 15).

12. Imagination Copy

Memberikan informasi berupa cerita namun berbeda dengan story copy. Pada copywriting ini memberikan informasi dengan cara berimajinasi yang bersifat khayalan dan tidak ada di dunia nyata (hlm. 16).

13. Poetic Copy

Copywriting yang digunakan berupa puisi, kalimat indah seperti pantun, dan syair untuk menyampaikan informasi produk yang dijual kepada target audiens (hlm. 17).

2.3. Iklan

Menurut Wheeler (2017) menyatakan bahwa iklan produk tersebut mampu

membawa informasi, pengaruh, komunikasi, dan dramatisasi. Selain iklan mampu

membawa pesan tersebut, iklan juga dibuat dibantu dengan seni dan pengetahuan

yang mampu membangun sebuah hubungan baru antara produk dengan pelanggan

(6)

12 atau pembeli (hlm. 182) . Menurut Ariyadi (2020) menyatakan bahwa mengiklankan produk tersebut merupakan salah satu cara untuk menarik perhatian target pasar atau pembeli tersebut untuk membeli dan menggunakan produk yang ditawarkan. (hlm. 3)

Berdasarkan teori para ahli yang sudah dijabarkan diatas, bahwa dapat di simpulkan iklan memiliki kemampuan dalam menyampaikan komunikasi secara visual dan tertulis yang menarik untuk memberikan daya tarik kepada pembeli atau pelanggan agar membeli produk tersebut.

2.3.1. Jenis Iklan

Menurut Moriarty, Mitchell, & Wells (2012) adapun jenis-jenis iklan pada target pemasarannya yaitu: (hlm. 11)

1. Iklan Merek

Iklan yang lebih mengutamakan yang dibutuhkan konsumen. Pada jenis iklan produk yang dijelaskan memiliki keunggulan dengan tujuan untuk mengembangkan identitas merek tersebut dengan memiliki citra merek yang panjang

2. Periklanan Lokal

Ikan yang menjualkan produk tersebut yang berfokus kepada pengecer,

distributor atau dealer yang menjual produk tersebut hanya di wilayah geografis

atau di lokasi secara langsung.

(7)

13 3. Iklan Respons Langsung

Iklan yang menggunakan media secara langsung atau dengan menggunakan internet seperti melalui telepon, surat, email, dan produk yang dikirim kepada target audiens melalui surat.

4. Iklan Business-to-business (B2B)

Merupakan jenis periklanan perdagangan yang dikirim dari satu bisnis ke bisnis yang lainnya. Periklanan B2B tersebut terdapat pesan yang dituju kepada target penjualan yaitu perusahaan yang mendistribusikan produk serta pembeli industri

5. Iklan Institusional

Perikalanan yang berfokus kepada pembentukan identitas perusahan atau meningkatkan sudut pandang target audiens dengan memberikan pesan yang positif.

6. Periklanan Nirlaba

Iklan yang biasanya digunakan rumah sakit, museum, yayasan, atau lembaga keagamaan untuk meminta sumbangan dan partisipasi lainnya.

7. Periklanan Layanan Publik

Pesan iklan yang disampaikan kepada target audiens berupa peringatan,

contohnya seperti penggunakan kampanye.

(8)

14 2.4. Majalah

Menurut Abramson, Miller, & Emmott (2015) menyatakan bahwa majalah muncul dari bahasa Prancis (magasin) dan bahasa Arab (makha ̄zin) yang memiliki arti di mana media komunikasi ini memberikan sekumpulan konseptual yang memiliki berbagai macam ide, informasi dan presentasi baik itu dengan cara verbal maupun dengan cara visual. Menurut Baran (2012) bahwa majalah untuk majalah kontemporer terdapat tiga kelompok besar yaitu;

1. Majalah umum

Untuk majalah umum yang dimaksud adalah majalah yang profesional, dan bisnis. Dalam majalah ini menyajikan cerita, tulisan khas, dan iklan yang ditujukan kepada target dengan profesi khusus.

2. Majalah industri

Untuk majalah industri lebih ke arah untuk perusahaan, dan majalah yang bersponsor. Majalah industri ini merupakan majalah yang diproduksi oleh perusahaan dengan khusus untuk para pekerja, pelanggan, atau pemegang saham.

3. Majalah konsumen

Untuk majalah konsumen tersebut dijual dengan cara berlangganan atau melalui

tempat penjualan media cetak seperti toko buku, atau penjualan eceran. Industri

tersebut biasanya mengategorikan untuk majalah konsumen dengan

menyesuaikan target khalayaknya dengan kebutuhan, keinginan, ketertarikan,

dan harapan pembaca dapat menentukan isi setiap penerbitan.

(9)

15 2.5. Desain Grafis

Menurut Adityawan (2010) menyatakan bahwa desain grafis adalah proses perancangan bentuk visual baik itu dengan cara memberikan ilustrasi, simbol, fotografi, dan tipografi, yang memiliki tujuan untuk memberikan komunikasi yang fungsional dan efektif. Hal ini desain grafis merupakan salah satu rancangan desain yang menyampaikan pesan dengan menggunakan media komunikasi visual (hlm 26-27).

2.5.1. Prinsip Desain Grafis

Menurut Supriyono (2010) menyatakan bahwa desain memiliki prinsip dalam penyusunan visual yang menentukan layout agar menjadi satu visual yang harmonis. Adapun prinsip yang disampikan yaitu (hlm. 86-97) :

1. Keseimbangan (Balance)

Desain memiliki komposisi yang seimbang. Adapun pendekatan pada komposisi

keseimbangan formal yang memiliki kesan kokoh dan stabil, dan keseimbangan

asimetris yang memiliki kesan dinamis dan tidak formal.

(10)

16

2. Tekanan (emphasis)

Penekanan pada desain yang mencolok seperti penggunaan pada warna, ilustrasi, tipografi, dan dibuat dengan perbedaan dari elemen lain yang menjadi focal point atau titik fokus yang menarik perhatian pada desain tersebut.

Gambar 2.1. Gambar Desain Keseimbangan (Sumber: www.technomedialabs.com)

Gambar 2.2. Gambar Desain Tekanan

(Sumber: ohelostudio)

(11)

17 3. Irama (rhythm)

Penyusunan desain elemen yang tidak seirama merupakan perulangan desain yang disertai perbadaan bentuk, ukuran dan posisi yang meningkatkan kenyamanan baca pada desain tersebut.

4. Kesatuan (unity)

Desain yang menciptakan persatuan antara tipografi, ilustrasi, warna dan unsur desain lainnya seperti menyeragamkan jenis huruf mengulang elemen yang sama.

Gambar 2.3. Gambar Desain Irama (Sumber: brusadesain)

Gambar 2.4. Gambar Desain Kesatuan (Sumber: ohelostudio)

(12)

18 2.5.2. Teori Tipografi

Menurut Maharasi (2013) menyatakan bahwa untuk tipografi tersebut merupakan sebuah ide atau gagasan yang bisa terwujud dengan lebih nyata serta komunikatif dan kekuatannya sama dengan gambar atau ilustrasi (hlm. 2). Sedangkan menurut Anggraini & Nathalia (2014) menjelaskan bahwa tipografi merupakan salah satu elemen desain yang dipengaruhi dan mempengaruhi elemen desain lainnya dalam mendukung keberhasilan suatu karya desain secara keseluruhan (hlm. 64). Adapun klasifikasi huruf yaitu:

1. Serif

Untuk jenis huruf serif ini memiliki sirip yang berbentuk lancip pada ujungnya dan pada huruf ini serif memiliki ketebalan yang kontras pada garis-garis hurufnya.

Untuk huruf serif ini mampu memberikan kesan klasik, resmi, dan elegan pada karya desain yang dibuat (hlm. 58).

2. Sans Serif

Merupakan jenis huruf yang tidak memiliki sirip pada ujung hurufnya dan huruf sans serif ini memiliki ketebalan garis yang sama. Untuk huruf sans serif ini memiliki bentuk huruf yang sederhana dan mudah terbaca (hlm. 60).

Gambar 2.5. Font Serif dan Sans Serif (Sumber: fonto.com)

(13)

19 3. Script

Padah huruf script ini salah satu font yang menyerupai goresan tangan yang dikerjakan dengan menggunakan cara manual. Untuk huruf script ini memiliki dua tipe huruf yaitu formal script dan casual script. Untuk kedua jenis huruf tersebut memiliki perbedaan, untuk formal script ini menyerupai tulisan tangan dengan bentuk huruf yang klasik, untuk huruf casual script bersifat kurang formal, santai dan sering digunakan pada media (hlm. 62).

4. Dekoratif

Merupakan jenis huruf yang diberi bentuk dan sudah ditambahkan dengan desain ornamen atau hiasan. Untuk huruf dekoratif ini biasa digunakan untuk judul/

heading karena memiliki daya keterbacaan yang kurang (hlm. 63).

2.5.3. Teori Warna

Menurut Kusrianto (2007) menyatakan bahwa warna merupakan pelengkap untuk

sebagai dasar desain grafis. Warna juga memiliki unsur kepekaan pada penglihatan

target audeins seperti mampu merangsang munculnya rasa haru, sedih, gembira,

semangat (hlm. 48). Maka dari itu, menurut Supriyono (2010) warna dapat di lihat

sebagai berikut (hlm. 72-73) :

(14)

20 1. Hue

Berdasarkan hue warna dapat dipisah menjadi warna primer dan warna sekunder.

Dari warna primer tersebut terdapat warna merah, kuning dan biru, dan dari warna sekunder merupakan campuran dari dua warna primer dengan adanya perbandingan yang seimbang yaitu sebagai warna tersier. Warna dalam seni rupa berbeda dengan warna yang ada di dunia percetakan. Warna pada percetakan memiliki empat warna pokok dengan sebutan CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Black).

2. Value

Value adalah terang gelapnya warna dengan cara menciptakan kemudahan baca dengan adanya unsur visual dengan mengkontraskan gelap terang pada warna.

Kontras pada warna bersifat relative yang sangat di pengaruhi oleh background dan elemen-elemen pada desain visual tersebut. Kontras pada warna atau value

Gambar 2.6. Color Wheel (Sumber: edupaint.com)

(15)

21 dapat digunakan pada desain komunikasi visual untuk menonjolkan pesan atau informasi dan menciptakan citra pada visualnya.

3. Intensitas

Pada warna intensitas tersebut merupakan tingkat kemurnian pada warna atau tingkat kejernihan pada warna seperti warna pada Hue tersebut memiliki tingkat intensitas yang penuh ketika tidak dicampur dengan warna lainnya. Sedangkan, warna yang murni tersebut pure hue.

Dari dimensi warna tersebut yaitu Hue, Value, dan Intensity bahwa menurut Supriyono (2010) pada visual warna tersebut dibagi menjadi dua golongan yaitu warna dingin dan warna warna panas. Untuk wana dingin ini seperti pada warna hijau, biru, dan ungu tersebut mampu memberikan kesan seperti pasif, statis, kalem, damai dan untuk warna tersebut secara umumnya kurang memberikan kesan mencolok. Sedangkan, untuk warna panas tersebut seperti warna merah, oranye, dan kuning memberikan kesan warna yang hangat, dinamis, aktif dan mengandung

Gambar 2.7. Value pada Warna

(Sumber: Fitinline.com)

(16)

22 perhatian dari mood dan image pada warna tersebut tentu dapat digunakan dalam memperkuat isi atau pesan yang akan disampaikan (hlm 74). Sedangkan menurut Anggraini & Nathalia (2014) bahwa dalam penggunaan warna tersebut dapat dibedakan menjadi dua yaitu RGB (Red, Green, Blue) atau additive color adalah warna yang ditimbulkan karena sinar, biasanya RGB ini digunakan pada warna lampu, layar monitor, televisi, dan sebagainya. Sedangkan CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, dan Black) atau subtractive color adalah warna yang digunakan dengan adanya unsur-unsur tinta atau cat, biasanya CMYK ini digunakan untuk proses pencetakan ke permukaan benda padat seperti kertas, logam, kain, plastik dan sebagainya (hlm 40).

Menurut Anggraini & Nathalia (2014) menyatakan bahwa warna merupakan unsur yang penting dalam obyek desain, dengan adanya warna akan menampilkan identitas dan citra yang ingin disampaikan. Warna juga merupakan salah satu elemen yang mampu menarik perhatian seperti meningkatkan mood, menggambarkan citra pada perusahaan, namun apabila salah memilih warna maka akan menghilangkan minat untuk membaca. Pada warna pun memiliki karakter dan sifat yang berbeda, berikut terdapat arti warna secara universal antara lain (hlm 38):

a. Warna merah

Warna merah memiliki arti yang cenderung ke emosional dan ekstrem. Simbol yang menggambarkan warna merah seperti agresivitas, keberanian, semangat, percaya diri, gairah, kekuatan, dan fasilitas.

b. Warna pink

(17)

23 Warna pink ini biasanya disukai oleh banyak perempuan karena warna pink ini memiliki arti yang melambangkan kelembutan dan menenangkan, cinta, kasih sayang, feminin.

c. Warna biru

Untuk warna biru ini biasanya menggambarkan elemen langit, udara, dan air. Untuk warna biru juga bisa melambangkan keharmonisan, memberikan kesan lapang, kesetian, ketenangan, sensitif, kepercayaan.

d. Warna kuning

Warna kuning ini memiliki arti sebagai warna yang meningkatkan konsentrasi, warna yang menyimbolkan seperti warna persahabatan, optimisme, santai, gembira, harapan, toleran, menonjol, eksentrik.

e. Warna hijau

Untuk warna hijau ini biasanya lebih menggambarkan seperti alam, kehidupan, dan simbol fertilitas, sehat dan natural.

f. Warna orange

Untuk warna orange ini lebih melambangkan sosialisasi, keceriaan, kehangatan, kesegaran, semangat, keseimbangan, dan energi.

g. Warna ungu

Arti dari warna ungu ini adalah warna yang memberikan kesan spiritual yang mistis,

magis, misterius, dan mampu menarik perhatian, kekayaan, dan kebangsawanan.

(18)

24 h. Warna cokelat

Warna cokelat ini memberikan arti bahwa warna cokelat itu merupakan warna yang netral, natural, hangat, membumi dan stabil. Dengan warna cokelat ini memberikan gambaran seperti kenyamanan, memberikan kesan anggun, kesejahteraan, dan elegan.

i. Warna abu-abu

Arti dari warna abu-abu ini melambangkan seperti kesederhanaan, intelek, futuristik dan milenium.

j. Warna hitam

Untuk warna hitam ini memiliki arti warna yang kuat dan penuh percaya diri, dengan warna hitam ini menimbulkan percaya diri, penuh perlindungan, maskulin, elegan, dramatis, dan misterius.

2.5.4. Layout

Menurut Anggraini & Nathalia (2014) menyatakan bahwa layout merupakan desain yang utama karena layout digunakan untuk menyusun letak pada elemen gambar atau ilustrasi agar desain informasi lebih komunikatif dan mudah dipahami oleh pembaca informasi tersebut (hlm 75).

Menurut Cullen (2007) bahwa grid dibutuhkan untuk menentukan ukuran

bentuk halaman horizontal dan vertikal yang akan digunakan untuk mendesain

layout. Elemen grid yang di gunakan ini bertujuan untuk memosisikan desain yang

(19)

25 seimbang baik memindahkan ke seberang, dalam, atau diluar permukaan halaman.

Ada pun anatomi grid yang di butuhkan untuk desain (hlm. 54-55), yaitu:

1. Margin

Margin merupakan area untuk mengomposisikan ruangan pada kolom yang diisi dengan visual. Pada ruang margin ini dapat digunakan untuk mendesain layout dalam penempatan elemen. Margin ini biasanya digunakan untuk mengaktifkan area positif pada desain.

2. Grid Modular.

Pada grid modular ini merupakan grid yang memiliki banyak kolom dengan adanya tambahan garis aliran horizontal yang membagi halaman menjadi unit atau modul spesial. Modul tersebut adalah area aktif halaman yang mengakomodasi elemen visual karena jumlah dan ukuran padan unit tersebut ditentukan oleh isi. Seperti, ukuran modul dapat ditentukan dengan lebar yang ideal dan panjang garis pada

Gambar 2.8 Contoh Margin (Cullen, 2007)

(20)

26 body copy fit yang mencakup beberapa modul, serta dengan ukuran foto atau ilustrasi yang kecil. Pada grid modular ini mampu meningkatkan fleksibilitas komposisi dan grid modular tersebut merupakan layout grid yang tepat untuk publikasi

2.5.5. Media

Menurut Ardhi (2013) menyatakan bahwa media promosi ini sangat penting. Untuk media yang digunakan promosi ini tidak perlu banyak tetapi mempertimbangkan tujuan dari promosi tersebut (hlm. 13). Adapun menurut Ardhi (2013) media yang digunakan untuk promosi yaitu:

Gambar 2.9. Contoh Grid Modular

(Sumber: Buku Layout Cullen)

(21)

27 1. Media Sosial

Keunggulan yang dimiliki dari media sosial tersebut adalah media yang mencakup luas karena media yang sudah menggunakan fasilitas online dan sudah bisa terhubung dengan target audiens. Untuk media sosial itu sendiri saat ini sudah berkembang tidak hanya menjadi tempat untuk berteman saja, dengan berkembangnya jaman saat ini penggunaan media sosial menumbuhkan kepentingan baru salah satunya adalah promosi. (hlm 68)

2. Web Banner

Media yang digunakan promosi untuk menarik target audiens untuk mengunjungi website. Media ini memerlukan desain yang menarik, dan memberikan pesan yang singkat dan mudah dimengerti (hlm 65).

3. Banner

untuk benner merupakan media promosi yang bisa diletakkan di mana saja dan tidak memerlukan tempat yang luas. Benner ini merupakan media yang mudah dibongkar pasang dan bisa dipindah di lokasi lain (hal. 42).

4. Poster

Menurut Ardhi (2013) Untuk poster ini merupakan media luar yang sering digunakan untuk menyampaikan informasi dan mudah ditemui di manapun (hlm.

39). Sedangkan menurut Supriyono (2010) menyatakan bahwa media promosi

poster tersebut mampu membujuk pembaca dalam membangun atau

membangkitkan keinginan untuk membeli produk tersebut memalui pesan singkat,

padat, dan jelas (hlm 158).

(22)

28 2.5.6. Ilustrasi

Menurut Supriyono (2010) ilustrasi memiliki fungsi yaitu untuk memperjelas teks pesan yang akan disampikan dan sebagai eye catching. Semakin berkembangnya jaman pun ilustrasi memiliki berbagai macam jenis dan bentuk. Adapun ilustrasi yang efektif dalam penyampaian informasi yaitu ilustrasi yang komunikatif, informatif, dan mudah dipahami. Untuk ilustrasi yang pelu diperhatikan juga adalah kriteria ilustrasi foto atau gambar yang memiliki kualitas baik dengan teknik pembuatan dan nilai seni yang baik (hlm 169).

Untuk ilustrasi dalam desain komunikasi visual menurut Supriyono (2010) tersebut juga tidak hanya berupa gambar seperti hand drawing, namun ilustrasi tersbut bisa berupa foto, goresan abstrak, garis, warna, tekstur, huruf, dan elemen visual yang dapat mendukung tujuan pada penyampian pesan, komunikasi dan estetika. Namun semakin berkembangnya dunia desain, ilustrasi bukan hanya untuk melengkapi teks saja, ilustrasi juga bisa digunakan sebagai objek utama dalam menarik perhatian orang (hlm 171).

2.5.7. Fotografi

Menurut Kusrianto (2007) Fotografi merupakan salah satu karya seni yang

memiliki fungsi yang sama seperti memberikan ilustrasi berupa foto yang menjadi

fokus utama dari sebuah desain grafis. Fotografi juga mampu berdiri sendiri dalam

membawa pesan informasi kepada target audiens (hlm 28) . Menurut Dharisto

(23)

29 (2015) menyatakan bahwa untuk teknik fotografi memiliki tiga sudut pandang pada kamera yaitu (hlm. 20-21):

1. Sudut Pandang Normal

Merupakan sudut pandang fotografi yang sudah sering digunakan. sudut pandang normal ini disebut dengan eye level yang digunakan untuk memfoto objek dengan sudut pandang kamera dengan posisi ketinggian yang sama dengan mata normal.

2. Low Angle

Pada angle kamera ini sering disebut sebagai frog view. Untuk pengambilan gambar dengan menggunakan low angle ini menggunakan sudut yang rendah dan menghadap ke arah yang lebih tinggi. Dengan pengambilan low angle ini memberikan kesan kepada objek agar terlihat lebih kuat, tinggi dan megah.

3. High Angle

Merupakan sudut pandang yang posisi lebih tinggi dari objeknya. Penggunaan high angle ini digunakan untuk memberi kesan bahwa objek tersebut terlihat kecil, lemah, submisif atau inferior. Pada saat memotret manusia seperti anak- anak lakukan dengan menggunakan high angle karena akan memberikan kesan yang lebih akrab dan nyaman dipandang

2.5.8. Motion Grafik

Menurut Krasner (2008) bahwa dengan lingkungan yang imersif akan memberikan

bentuk kesan yang yang teratur, nyaman, dan wawasan ruang fisik atau virtual.

(24)

30 Dengan lingkungan yang imersif tersebut adanya perbaduan unik yaitu dengan adanya gambar, grafik bergerak, dan pendukung suara yang dapat memberikan desain yang estetik, bermakna, dan meningkatkan interaksi sosial (hlm. 107).

menurut. Sedangkan menurut Freeman (2015) menyatakan bahwa untuk bentuk animasi yang digunakan terdapat teks dan desain grafis dengan adanya audio yang mendukung desain grafis. Untuk motion grafik seperti logo, infografis animasi, identifikasi stasiun, uurutan judul, dan animasi untuk melengkapi video (hlm 2).

Menurut Braha & Byrne (2011) menyatakan bahwa dalam pembuatan motion

grafik menggunakan Affter Effect dapat membantu membuat desain 2D motion

grafik, dan menjadi alat animasi yang baik (hlm 95).

Referensi

Dokumen terkait

Metode ini melakukan analisa teknis dan investasi pembangunan Plaza dengan melakukan studi kasus pada Sadira Plaza Pekanbaru, sehingga diperoleh hubungan antara

Bahan pencampur yang digunakan untuk cabai rawit yakni talk dan serbuk sari tomat tidak mempengaruhi persentase pembentukan buah, hasil biji dan mutu benih yang

Untuk respon laju pengerjaan bahan ( Material Removal Rate ) normalisasi rasio S/N akan menggunakan karakteristik semakin besar semakin baik, dengan rumus (6) ,

Strategik SI dalam jangka pendek yang harus dilakukan untuk strategik bisnis Sekolah Dasar Islam Alfauzien Depok adalah dengan memperbaiki sistem pengkajian dan

Hasil pengujian yang dilakukan terhadap 20 saham perusahaan yang menjadi sampel penelitian menunjukkan bahwa analisis pembentukan portofolio optimal menggunakan

Mahasiswa yang tulisannya tentang korupsi politik dimuat di media massa nasional/lokal sampai dengan tanggal ujian akhir kuliah ini dibebaskan dari tugas menulis esai opini dan

Setelah penulis menyelesaikan penulisan ilmiah tentang pembuatan Website Paket Wisata Kota Batu, maka penulis dapat menarik kesimpulan bahwa website ini sudah selesai dibuat

Oleh karena studi ini memfokuskan pada kajian kebutuhan pelayanan kawasan industri mebel Kalijambe berdasarkan preferensi pengusaha kecil (perajin) dan menengah