• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

25

BAB III

METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah asosiatif.

Penelitian asosiatif adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan dua variabel atau lebih, dengan menggunakan data kuantitatif yang di publikasikan melalui website (www.idx.co.id) berupa laporan ringkasan performa perusahaan, laporan keuangan tahunan, dan Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK)

3.2 Populasi dan Sampel

Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dengan lebih spesifik ke dalam sub sector industri dasar dan kimia pada rentang waktu 3 tahun, yaitu mulai dari tahun 2016 hingga tahun 2018.

3.2.1 Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah Perusahaan manufaktur dalam bidang industri dasar dan kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2016 sampai 2018. Dalam kurun waktu tersebut terdapat 78 perusahaan yang menjadi populasi dalam penelitian ini.

(2)

3.2.2 Sampel

Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling method yaitu pengambilan sampel didasarkan pada kriteria-kriteria tertentu. Kriteria yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah

Tabel 2.1

Tabel Pengambilan Sampel

Keterangan Jumlah Perusahaan

Perusahaan Manufaktur dalam sektor industri dasar kimia, aneka industri, dan industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016- 2018

78

Perusahaan Manufaktur yang listing dan delisting selama periode 2016-2018

(5)

Perusahaan yang memiliki nilai ETR negatif (41) Perusahaan yang tidak mencatatkan laporan keuangan

secara lengkap

(2)

Total sampel penelitian 30

Periode penelitian 3 tahun

Jumlah data penelitian 90

(3)

3.3 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel 3.3.1 Variabel Dependen

Variabel terikat adalah variabel yang variabelitasnya diamati dan diukur untuk menentukan pengaruh yang disebabkan oleh variabel bebas. Dalam penelitian ini variabel dependen yang digunakan adalah Tax Aggressiveness.

A. Tax Aggressiveness (Y)

Tax aggressiveness merupakan suatu tindakan yang ditujukan untuk menurunkan laba kena pajak melalui perencanaan pajak guna memperoleh laba yang tinggi. Pada penelitian ini, tax aggressiveness diproksikan dengan GAAP ETR. ETR merupakan efektifitas pembayaran pajak oleh perusahaan yang digunakan untuk memberikan bagaimana gambaran seberapa besar biaya pajak yang dihasilkan oleh perusahaan setelah dikurangi pajak tangguhan yang pada dasarnya adalah sebuah besaran persentasi tarif pajak yang ditaggung oleh perusahaan. ETR menunjukkan semua beban pajak yang harus ditanggung oleh perusahaan termasuk pajak final dan utang atau manfaat pajak tangguhan. ETR dapat digunakan karena dalam tindak penghindaran pajak bukan hanya bersumber dari pajak penghasilan yang diperolehnya saja namun juga beban pajak lainnya yang dapat dibebankan pada perusahaan. Rasio jika menunjukkan angka dibawah 25% akan menimbulkan indikasi adanya objek pajak melakukan penghindaran pajak. ETR dapat diformulasikan berdarkan (Hanlon dan Heitzman, 2010) sebagai berikut :

𝐸𝑇𝑅 = 𝐸𝐵𝐼𝑇

𝐵𝑒𝑏𝑎𝑛 𝑃𝑎𝑗𝑎𝑘

(4)

3.3.2 Variabel Kontrol

A. Leverage

Leverage adalah penggunaan dana dari pihak eksternal berupa hutang untuk membiayai investasi dan asset perusahaan. Pembiayaan melalui hutang terutama hutang jangka panjang akan menimbulkan beban bunga yang akan mengurangi beban pajak yang harus dibayar oleh perusahaan. (Ngadiman dan Puspitasari, 2017).

Berikut adalah tabel standar rasio rata rata industri:

Tabel 2.2

Standar Rasio Industri Leverage

No Jenis Rasio Standar Industri

1 Debt to Asset Ratio 35%

2 Debt to Equity Ratio 90%

Sumber : Kasmir (2008:164)

Laba kena pajak yang berkurang yang pada akhirnya akan mengurangi total jumlah pajak yang harus dibayarkan oleh perusahaan. Leverage dapat dihitung menggunakan total utang yang dimiliki perusahaan dibagi dengan total ekuitas yang dimiliki oleh perusahaan. Penggunaan proksi ini disebabkan oleh utang yang dilakukan oleh perusahaan untuk kegiatan usahanya atau kegiatan lainnya bukan hanya terdiri dari utang jangka panjang saja, namun juga berasal dari utang jangka pendeknya. Dalam penelitian ini, variabel Leverage diproksikan dengan menggunakan DER (Debt to Equity Ratio) dan DAR (Debt to Asset Ratio). Dengan rumus:

𝐷𝐴𝑅 = 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐿𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑒𝑡 𝐷𝐸𝑅 = 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐿𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑎𝑠

𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐸𝑘𝑢𝑖𝑡𝑎𝑠

(5)

B. Profitabilitas

Profitabilitas merupakan salah satu faktor yang secara teoritis menentukan nilai suatu perusahaan. Perusahaan yang mampu menghasilkan laba besar dan stabil akan menarik para investor, karena secara otomatis akan menguntungkan investor.

Kemampuan perusahaan yang besar untuk menghasilkan laba juga menunjukkan manajemen perusahaan yang baik, sehingga menumbuhkan kepercayaan pada investor. Kepercayaan investor ini pada akhirnya dapat menjadi instrumen yang paling efektif untuk mengangkat harga saham perusahaan. Peningkatan harga saham sama artinya meningkatkan nilai perusahaan, sehingga lebih lanjut dapat menjamin kemakmuran pemegang saham. Lain halnya jika perusahaan tidak memiliki kemampuan yang baik dalam menghasilkan laba, maka para investor akan ragu atau tidak percaya untuk menanamkan sahamnya. Ketidakpercayaan ini menjadi pemicu yang serius penurunan harga saham perusahaan, sehingga nilai perusahaan juga akan menjadi jatuh. (Lubis et al., 2017)

Berikut adalah tabel rata rata standar rasio industri : Tabel 2.3

Standar Rasio Industri Profitabilitas

No Jenis Rasio Standar Industri

1 Return On Asset 5,98%

2 Return On Equity 8,32%

Dalam penelitian ini, variabel Profitabilitas diukur dengan menggunakan Return on asset (ROA) dan Return On Equity (ROE). Semakin tinggi ROA suatu perusahaan berarti semakin baik pengolaan aktiva perushaan itu. ROA digunakan untuk mengukur keuntungan bersih yang diperoleh dari penggunaan aset.,

𝑅𝑂𝐴 = 𝐸𝐴𝑇

𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡

𝑅𝑂𝐸 = 𝐸𝐴𝑇

𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐸𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦

(6)

3.3.3 Variabel Independen A. Tax Haven (X1)

Definisi Tax Haven itu adalah negara sengaja memberlakukan undang- undang perpajakan yang sangat minimal dalam bentuk tarif rendah dan bahkan tidak mengenakan pajak apa pun untuk memberikan keringanan pajak yang mudah bagi investor asing. Dalam penelitian ini variabel tax haven diukur dengan metode variabel dummy, yaitu nilai 1 jika perusahaan afiliasi menjalankan operasinya di negara tax haven. Sebaliknya, nilai 0 diberikan jika perusahaan afiliasi tidak menjalankan operasinya di negara tax haven.

Daftar tax haven countries didasarkan pada daftar tax haven countries yang dikeluarkan oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). Daftar negara yang dikategorikan sebgai tax haven country dibagi dalam tiga kategori sebagau berikut:

1. Negara yang sepakat/ berkomitmen menerapkan perjanjian perpajakan internasional, diantaranya: Argentina, Australia, Barbados, Canada, China. Cyprus Czech Republic, Denmark, Finland, France, Germany, Greece, Guernsey, Hungary, Iveland, Ireland, Isle of Man, Italy, Japan, Jersey, Korea, Malta, Mauritius, Mexico, Netherlands, new Zealand, Norway, Poland, Portugal, Rusia, Federation Seychelles, Slovak Republic, South Africa, Spain, Sweden, Turkey, UAE, Uk, US, US Virgin Islands.

2. Negara yang dikategorikan abu abu: Andorra, NAguilla, Antigua and Barbuda, Aruba, Bahamas, Bahrain, Belize, Bermuda, British Virgin

(7)

Island, Cayman Islands, Cook Islands, Dominica, Gibraltar, Grenada, Liberia, Liechtenstein, Marshall Islands, Monaco, Monsterrat Nauru, Netherlands Antilles, Niue, Panama, St Kitts and Nevis, St lucia, St.Vincent & Grenadings, Samoa, San Marino, Turks and Caicos Islands, Vanuatu, Austria, Belgium, Brunei, Chile, Gustemala, Luxebourg, Singapore, Switzerland.

3. Daftar Black List Tax Haven Country: Costa rica, Malaysia (Labuan), Philipines, Uruguay.

Daftar negara tax haven dipilih karena OECD merupakan organisasi internasional yang didukung oleh negara-negara G20 dan merupakan yang pertama mempublikasikan blacklist negara tax haven.

B. Multinasionalitas (X2)

Perusahaan multinasional atau multinational corporation adalah perusahaan yang memproduksi dan menjual produknya di dua negara atau lebih, sehingga dalam aktivitas utamanya melibatkan lebih dari dua mata uang yang berbeda.

Umumnya perusahaan multinasional memiliki kantor pusat di suatu negara dan didukung oleh beberapa anak perusahaan di beberapa negara (Sartono, 2012;4).

Apabila nilai multinasionalitas lebih tinggi dari 0,5 atau 50% maka menunjukkan tingginya nilai penjualan ke luar negeri atau tingkat multinasionalitas

Dalam penelitian ini, multinasionalitas di hitung menggunakan proksi foreign sales ratio. Foreign sales ratio merupakan persentase penjualan yang dilakukan berada di luar pasar domestic perusahaan tersebut. Foreign sales ratio dapat diukur dengan membandingkan penjualan luar negeri dengan total sales.

(8)

Penjualan luar negeri diukur dengan menjumlahkan penjualan ekspor dan total penjualan afiliasi di luar negeri pada perusahaan.

𝐹𝑆𝑇𝑆 =𝐹𝑜𝑟𝑒𝑖𝑔𝑛 𝑆𝑎𝑙𝑒𝑠 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑆𝑎𝑙𝑒𝑠 C. Pemeriksaan Pajak (X3)

Maraknya kasus manipulasi pajak yang terjadi di Indonesia seperti halnya perusahaan diatas. Kasus manipulasi pajak ini tidak hanya terjadi sekali, melainkan begitu banyak perusahaan yang terlibat dalam kasus manipulasi pajak ini. Salah satu upaya untuk mengurangi tindak penggelapan pajak perlu dilakukan pemeriksaan pajak. Sebagai pemerintah harus lebih teliti dan dapat membenahi sistem dalam pemeriksaan pajak.

Setelah dilakukannya pemeriksaan pajak pada perusahaan, Direktorat Jenderal Pajak akan menerbitkan Surat Ketetapan Pajak (SKP), berupa

1. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB), 2. Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB), maupun 3. Surat Ketetapan Pajak Nihil (SKPN).

Dalam penelitian ini, pemeriksaan pajak dapat diidentifikasi dengan meneliti pada laporan keuangan perusahaan tahunan apakah terdapat pemeriksaan pajak pada tahun tertentu ataukah tidak. Pemeriksaan pajak dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan variabel dummy, bernilai 1 jika adanya penerbitan SKP. Dan bernilai 0 jika tidak adanya penerbitan SKP

3.4 Jenis dan Sumber Data

Di dalam penelitian ini jenis data yang digunakan adalah data sekunder.

Data sekunder merupakan data-data yang sudah ada yang kemudian dianalisis dan

(9)

interpretasi terhadap data tersebut sesuai dengan tujuan penelitian. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan keuangan perusahaan yang menjadi sampel penelitian yang terdapat pada www.idx.co.id dan www.sahamok.com . Data yang diambil berupa data negara anak perusahaan berada

dan berbagai hal yang terkait dengan variabel pada laporan keuangan dan CALK.

3.5 Teknik Perolehan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan di dalam penelitian ini adalah Metode dokumentasi dengan mengumpulkan laporan keuangan dan CALK yang terdapat pada website resmi Bursa Efek Indonesia (www.idx.co.id) periode tahun 2016-2018, jurnal serta referensi pendukung lain yang kemudian dilakukan analisis data yang dibutuhkan dalam penelitian.

3.6 Teknik Analisis Data 3.6.1 Statistika Deskriptif

Statistika deskriptif adalah bagian statistika mengenai pengumpulan data, penyajian, penentuan nilai-nilai statistika, pembuatan diagram atau gambar mengenai sesuatu hal, disini data yang disajikan dalam bentuk yang lebih mudah dipahami atau dibaca. (Nasution, 2017)

3.6.2 Analisis Regresi Data Panel

Menurut Huajrati dan Porter (2009) data panel merupakan gabungan antara data time series dan data cross section. Data time series adalah data runtun waktu yang dikumpulkan dari waktu ke waktu terhadap suatu individual atau variabel.

Sedangkan data cross section merupakan data yang sama terhadap banyak individual atau variabel.

(10)

Data panel adalah suatu analisis data yang sama, tetapi disurvei dari waktu ke waktu. Terdapat dua macam data panel, yaitu data panel seimbang dan data panel tidak seimbang. Data panel seimbang adalah keadaan dimana unit cross section memiliki jumlah rentang time series yang sama. Sedangkan pada data panel tidak seimbang adalah keadaan dimana data cross section tidak memiliki jumlah time series yang sama.

Ada tiga jenis model data panel yang pada akhirnya akan dipilih satu model terbaik untuk dilakukan uji hipotesis. Adapun tiga model tersebut adalah sebagai berikut:

a. Common-Effect Model (CEM)

Model ini memperlakukan semua individu pada penelitian seolah sama, atau tidak membeda-bedakan karakteristik tiap individu yang satu dengan individu yang lain yang terlihat dari nilai intercept yang sama untuk semua individu.

Sederhananya, model ini menggabungkan waktu dan pengamatan individu terlepas dari perbedaan karakteristik individu dan menggunakan regresi OLS (ordinary least square) seperti regresi pada umumnya yang digunakan.

b. Fixed-Effect Model (FEM)

Salah satu model estimasi yang digunakan pada regresi data panel adalah fixed effect model. Disebut fixed effect model karena pada setiap individu dalam model memiliki intercept yang tidak berubah sepanjang waktu meskipun intercept antar individu berbeda. Untuk mengestimasi model ini, dapat menggunakan regresi dengan menggunakan variabel dummy dimana setiap individu akan menjadi variabel dummy. Dengan menjadikan pada setiap individu menjadi

(11)

variabel dummy, maka hanya akan ada satu yang menjadi basis sebagai pembanding untuk menghindari perangkap variabel dummy.

c. Random-Effect Model

Model ini berbeda dengan fixed effect model, walaupun keduanya mampu mengatasi masalah adanya heterogenitas pada antar individu. Akan tetapi random effect model dapat mengatasi masalah heterogenitas di individu. Hal ini untuk menjawab permasalahan yang ada di fixed effect model jika terdapat individu yang membutuhkan variabel dummy yang lebih banyak sehingga dapat mengurangi efisiensi model. Model estimasi yang digunakan dalam random effect model adalah generalized least square (GLS). Asumsi yang paling penting pada random effect model adalah tidak terdapat korelasi atau hubungan error antar individu dengan variabel penjelas dalam model ini, sehingga pada model ini tidak diperlukan uji asumsi klasik. Inilah hal yang membedakan antara random effect model dengan fixed effect model. (Gujarati, 2006.)

3.6.3 Pemilihan model regresi data panel

Dalam penelitian ini, kategori individu (Cross Section) Pemilihan dilakukan berdasarkan kategori peneliti, jadi model awalnya adalah Fixed Effect Model. Jika model awal yang dipilih adalah model efek tetap, maka akan dilakukan uji chow untuk memilih antara fixed effect model dan model koefisien tetap. Jika model yang terpilih model efek tetap, maka akan dilakukan pengujian untuk memilih antara fixed effect model dan random effect model dengan dilakukan uji hausman.

Jika model yang terpilih adalah fixed effect model, maka akan dilakukan uji asumsi klasik, jika model yang terpilih adalah model efek random, maka tidak perlu dilakukan uji asumsi klasik karena model estimasi yang digunakan pada

(12)

model ini adalah generalized least square (GLS). Kemudian setelah menentukan model mana yang digunakan, lalu akan dilakukan uji model seperti uji simultan (uji F) dan parsial (uji t).

a. Melakukan Uji Chow Untuk Menentukan Fixed Effect Model atau Common Effect Model

Uji ini digunakan untuk memilih model data panael yang terbaik antara fixed effect model dan common effect model. Menurut (Baltagi, 2008) dalam melihat hasil uji chow dapat dengan melihat nilai probabilitas chi square. Jika nilai probabilitas > signifikansi maka model yang dipilih adalah common effect model.

Sebaliknya jika chi square < signifikansi maka model yang dipilih adalah fixed effect model.

b. Melakukan Uji Haussman Untuk Menentukan Fixed Effect Model atau Random Effect Model

Uji Haussman ini bertujuan untuk memilih model mana yang terbaik antara model efek tetap atau model efek random. Uji ini utnuk menguji apakah terdapat hubungan error pada model dengan salah satu variabel independen dalam suatu model. Prosedur untuk melakukan uji haussman adalah sebagi berikut:

Hₒ= Random Effect Model H1= Fixed Effect Model

Jika nilai probabilitas > signifikansi, maka H1 ditolak dan model yang dipilih adalah random effect model. Sebaliknya jika probabilitas < signifikansi, maka H1 diterima. Model yang dipilih adalah fixed effect model.

(13)

3.6.4 Uji Asumsi Klasik a. Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas bertujuan untuk mengetahui apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen (Ghozali, 2013). Model regresi yang baik seharusnya tidak memiliki korelasi untuk setiap variabel independen. Dalam penelitian ini uji multikolinearitas dideteksi dengan menganalisis matriks korelasi antara variabel bebas dan menghitung tolerance dan VIF. Dalam menganalisis matrik korelasi antar variabel independen dan perhitungan nilai tolerance dan VIF, jika nilai tolerance lebih besar dari 0,1 dan nilai VIF lebih kecil dari 0,05, maka disimpulkan tidak terdapat multikolinearitas antar variabel independen dalam model regresi.

b. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi yang normal. Distribusi data yang normal atau mendekati normal merupakan model regresi yang baik.

Dalam uji statistic histogram, data yang menyebar maka diartikan data tersebut memiliki distribusi normal dan sebaliknya (Ghozali, 2013).

c. Uji Heteroskedastisitas

Uji heterokedastisitas bertujuan untuk menguji apakah terdapat ketidaksamaan varian dalam model regresi antara residu satu observasi dengan observasi lainnya. Untuk melihat apakah terdapat gejala heteroskedastisitas dapat dilihat dari nilai signifikansinya. Apabila nilai signifikansinya lebih dari 0,05 maka tidak terjadi adanya gejala heterokidastisitas. Apabila nilai signifikansinya

(14)

di atas dan di bawah angka nol pada sumbu Y, maka dapat disimpulkan model regresi tidak mengandung adanya heterokedastisitas (Ghozali, 2013).

3.6.5 Uji Hipotesis

Setelah mendapatkan model terbaik dalam model regresi data panel, selanjutnya akan dilakukan uji hipotesis dengan melakukan uji t, uji F dan koefisien determinasi (R²). Uji signifikansi secara parsial dapat dilakukan dengan menggunakan uji-t dengan tujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh masing- masing variabel independen sebagian dalam menjelaskan variabel dependen. Uji siginifikansi secara keseluruhan dapat dilakukan melalui Uji F. Hal ini bertujuan untuk melihat apakah ada atau tidaknya pengaruh secara bersama antar variabel independen terhadap variabel dependen. Pada koefisien determinasi (R²) adalah salah satu bentuk nilai statistik yang bisa digunakan untuk mengetahui apakah ada hubungan keberpengaruhan antara 2 variabel. Koefisien determinasi (R²) adalah untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model yang terpilih dapat menjelaskan variasi variabel yang terikat.

a. Uji Parsial (Uji-t)

Uji t pada dasarnya digunakan untuk menguji koefisien regresi secara individu. Pengujian dilakukan pada koefisien regresi populasi, apakah sama dengan nol, yang dapat diartikan bahwa variabel bebas tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat. Dan atau tidak sama dengan nol, yang berarti variabel bebas mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat. Pengujian dilakukan dengan menggunakan nilai signifikansi 0,1 atau 10%. Adapun ketentuan penerimaan atau penolakan hipotesis sebagi berikut:

(15)

1. jika nilai t hitung ≤ maka Hₒ ditolak dan menerima H1. Hal ini berarti bahwa secara parsial variabel bebas mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel tetap

2. Jika nilai t hitung > 0,1 maka Hₒ diterima dan menolak H1. Hal ini berarti bahwa secara parsial variabel bebas tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel tetap

b. Uji Statistik F (F-test)

Uji F dilakukan untuk mengetahui secara bersama variabel independen terhadap variabel dependen, uji ini dapat dilakukan untuk mengetahui kecocokan model. Pengujian dilakukan dengan nilai signifikansi 0,1 atau 10%. Adapun ketentuan penerimaan dan penolakan hipotesis adalah:

1. Jika nilai signifikansi F hitung ≤ 0,1, maka Hₒ diterima. Hal ini berarti bahwa secara bersama semua variabel bebas tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel terikat.

2. Jika nilai signifikansi F hitung > 0,1, maka Hₒ ditolak. Hal ini berarti bahwa secara bersama semua variabel bebas mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel terikat.

Referensi

Dokumen terkait

Sebagai kelanjutan proses pemilihan, kami mengundang Saudara untuk mengikuti klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya dengan ketentuan sebagai berikut:c. Klarifikasi

Dalam makalah ini akan dibandingkan sistem bakuhan pada zaman Tokugawa dengan sistem sewa tanah di pulau Jawa yang dicetuskan oleh Letnan Gubernur Raffles.. Sistem

Aspek-Aspek pada Model Konseptual Pelatihan Peningkatan Keterampilan Teknis bermuatan Nilai-Nilai Estetis bagi Perajin Mebel Kayu dalam Perspektif Pendidikan Orang

Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Lampung Nomor 2 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah pembagian penerimaan pajak rokok dibagi 50% (lima puluh persen) berdasarkan

1) Siswa menyajikan hasil pengendalian server melalui koneksi client-server pada RDBMS dengan teliti sesuai dengan prosedur (STEAM Enggenering, Matematik) di

Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan produk buku ajar berbasis inkuiri kontekstual yang dikembangkan oleh peneliti untuk mendapatkan

Sedangkan untuk hasil keluaran dari sistem ini diharapkan dapat menampilkan hasil peramalan yang nantinya ditunjukan dengan perbandingan tingkat kesalahan dari setiap

Kadar protein pada susu yang tidak diberi penambahan florotanin adalah yang tertinggi sedangkan yang terendah ada pada sampel susu yang diberi penambahan florotanin 0,5%,