• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. Sektor industri diyakini sebagai sektor yang dapat memimpin sektor-sektor lain

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. Sektor industri diyakini sebagai sektor yang dapat memimpin sektor-sektor lain"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I

PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Industri merupakan salah satu sektor yang memiliki peranan penting dalam pembangunan wilayah. Hampir semua negara memandang bahwa industrialisasi adalah suatu keharusan karena bisa menjamin kelangsungan proses pembangunan ekonomi jangka panjang dan bisa meningkatkan pendapatan perkapita daerah.

Sektor industri diyakini sebagai sektor yang dapat memimpin sektor-sektor lain dalam sebuah perekonomian menuju kemajuan. Pelaku bisnis (produsen, penyalur, pedagang, dan investor) lebih suka berkecimpung dalam bidang industri karena sektor ini memberikan keuntungan yang lebih menarik. Berusaha dalam bidang industri lebih diminati karena proses produksi serta penanganan produknya lebih bisa dikendalikan oleh manusia, tidak terlalu bergantung pada alam semisalnya musim atau keadaan cuaca.

Mojokerto merupakan salah satu kabupaten dimana letaknya yang cukup strategis, 50 km arah barat Kota Surabaya, daerah ini menjadi hinterland kota metropolitan dan termasuk dalam Gerbang kertasusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan). Kawasan ini merupakan kelompok kawasan yang menyangga Kota Surabaya. Sebagai daerah penyangga, roda perekonomian wilayah ini sangat dipengaruhi oleh kegiatan ekonomi di Surabaya. Salah satu desa di Kabupaten Mojokerto yang wilayahnya banyak digunakan untuk relokasi Industri adalah Desa Sampang Agung. Di Desa

(2)

2 Sampang Agung ini bisa dikatakan sebagai desa central industri di Kecamatan Kutorejo. Hal ini dikarenakan Desa Sampang Agung merupakan salah satu wilayah industri di Kabupaten Mojokerto.

Awal munculnya industri di desa Sampang Agung ini bisa dikatakan sudah cukup lama sekitar tahun 1986 berada di dusun Sampang berdiri industri rotan yang pada tahun 1992 sampai sekarang menjadi Pabrik Okamoto atau biasa disebut masyarakat dengan pabrik isolasi. Pabrik ini bergerak dalam bidang pengepakan plastik-plastik untuk diproduksi kembali menjadi isolasi. Pabrik ini berdiri di desa Sampang Agung sejak tahun 1992 sampai saat ini. Setelah berdirinya pabrik isolasi, banyak pabrik mulai berdiri di desa Sampang Agung ini mulai dari pabrik Bir Bintang, Pabrik pupuk Visi Karya Aditama, PB Sumber rejeki (pengolahan beras), PT. Antique Nusantara (Industri Kayu), PT Bintang Manunggal, PT Mahkota Citra Indah, Global Fauna Farm (Penangkaran Burung Murai Batu) atau lebih terkenal dengan pabrik wallet yang sebelumnya memang dijadikan pabrik penangkaran burung wallet dan kroto.

Sampang Agung merupakan kawasan central industri yang memiliki beberapa pabrik industri. Masyarakat Desa Sampang Agung sendiri cukup luas. Tetapi didalam judul skripsi ini hanya beberapa dusun yang diambil untuk dijadikan sampel penelitian. Pabrik yang paling terkenal di Desa Sampang Agung yaitu PT Multi Bintang Indonesia. Pabrik tersebut memproduksi minuman yaitu berbagai jenis minuman yang berupa bir. Dengan adanya pabrik tersebut masyarakat sampang agung memiliki beberapa konflik yang terjadi. Sebelum dibangunnya PT Multi Bintang tersebut, ada konflik yang terjadi antar pihak industri dengan masyarakat sekitar yang ada di Desa Sampang Agung. Masyarakat kurang setuju

(3)

3 dengan adanya pembangunan PT. Multi Bintang Indonesia tersebut. Karena sebelum pembangunan dimulai, lahan yang ada yang sekarang ditempati atau di jadikan industri tersebut dulunya yaitu lahan masyarakat yang berupa sawah.

Masyarakat yang memiliki lahan-lahan tersebut menjual kepada seseorang yang mulanya mereka belum tau lahan yang terjual tersebut dijadikan apa. Waktu demi waktu akhirnya masyarakat menemukan informasi bahwa lahan tersebut dijadikan industri yang memproduksi minuman bir yang akan membangun cabang dari Surabaya.

Pembangunan industri tersebut sebelum dibangun menimbulkan konflik bagi masyarakat dengan pihak industri. Dimana konflik merupakan suatu pertarungan menang-kalah antar kelompok atau perorangan yang berbeda kepentingannya satu sama lain dalam organisasi. Atau dengan kata lain, konflik adalah segala macam interaksi pertentangan atau antogonistik antara dua atau lebih pihak. Pertentangan kepentingan ini berbeda dalam intensitasnya tergantung pada sarana yang dipakai.

Masing-masing ingin membela nilai-nilai yang telah menganggap mereka benar, dan memaksa pihak lain untuk mengakui nilai-nilai tersebut baik secara halus maupun keras.

Konflik merupakan fenomena yang sering terjadi didalam proses kehidupan manusia. Dari sudut manapun konflik kita melihat konflik, bahwa konflik tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sosial. Didalam kenyataan kehidupan manusia dimanapun dan kapanpun selalu ada bentrokan sikap-sikap, pendapat, perilaku, kebutuhan, dan tujuan yang selalu bertentangan sehingga proses yang demikian itulah yang akan mengarah pada suatu perubahan.

(4)

4 Konflik pada umumnya berlatar belakang adanya perbedaan. Perbedaan sendiri adalah bagian tak terpisahkan dari realitas kehidupan. Perbedaan bisa menjadi potensi bisa menjadi persoalan. Menjadi potensi jika dipahami secara baik dan dikelola secara konstruktif agar semakin memperkaya makna hidup. Bisa menjadi persoalan jika kemudian berkembang menjadi bentuk penyelesaian dengan cara-cara kekerasan. Konflik juga dapat bernilai positif, yaitu pada saat konflik bisa dikelola secara arif dan bijaksana, disini konflik bisa mendinamisasi proses sosial dan bersifat konstruktif bagi perubahan sosial masyarakat dan tidak menghadirkan kekerasan, sehingga konflik bisa dikonotasikan sebagai sumber perubahan.

Sebelum dibangunnya industri tersebut, terjadi adanya perbedaan pendapat antara masyarakat yang bertempat di daerah tersebut dengan pihak industri yang ingin membangun pabrik di daerah tersebut. Masyarakat di mintai persetujuan berupa tanda tangan. Masyarakat awalnya tidak menyetujui adanya pembangunan tersebut. Akhirnya terjadilah konflik dimana sebagian masyarakat ada yang setuju dan ada yang tidak setuju. Dengan adanya konflik yang terjadi, masyakat dengan pihak industri tersebut mengadakan rapat besar untuk membahas pembangunan PT Multi Bintang Indonesia tersebut. Rapat tersebut didatangani para ulama- ulama daerah Kutorejo, perangkat desa, dan masyarakat-masyarakat sekitar baik di dalam maupun di luar Desa Sampang Agung. Dengan diadanya rapat tersebut, masyarakat Desa Sampang Agung masih saja ada yang tidak setuju dengan pembangunan industri tersebut. Sehingga pihak industri meminta persetujuan dari pihak atas seperti camat, bupati dan wali kota. Dengan setujunya para pihak atas industri tersebut bisa membangun perusahaannya. Masyarakat merasa ada tekanan

(5)

5 dan keterpaksaan menerima industri yang akan di bangun karna pihak atas sudah menyetuji pembangunan industri tersebut.

Dari beberapa penjelasan di atas, oleh karena itu perlu dilakukan penelitian yang bertujuan mengetahui gambaran dan perkembangan terhadap adanya dinamika konflik yang terjadi dimasyarakat dengan industri terhadap adanya PT Multi Bintang Indonesia di Desa Sampang Agung Kabupaten Mojokerto. Untuk mengetahui lebih jauh bagaimana masyarakat menghadapi konflik yang ada dengan industri tersebut.

Menurut pemaparan latar belakang diatas penulis tertarik untuk mengamati dan mengadakan penelitian serta menuangkannya dalam bentuk skripsi dengan judul “Dinamika Konflik Masyarakat dengan Industri (Studi pada Masyarakat Desa Sampang Agung Kabupaten Mojokerto”.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan deskripsi permasalahan yang telah dipaparkan dalam latar belakang, maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah:

1. Bagaimana dinamika konflik masyarakat dengan Industri PT Multi Bintang Desa Sampang Agung Kabupaten Mojokerto?

2. Bagaimana sikap masyarakat menghadapi konflik dengan industri PT Multi Bintang Desa Sampang Agung Kabupaten Mojokerto?

(6)

6 1.3 Tujuan

Berdasarkan rumusan masalah maka tujuan penelitian ini adalah untuk:

1. Mengetahui dan memperoleh gambaran lebih jauh bagaimana dinamika konflik masyarakat yang terjadi dengan Industri PT Multi Bintang Indonesia Desa Sampang Agung Kabupaten Mojokerto.

2. Mengetahui lebih dalam bagaimana sikap masyarakat dalam menghadapi konflik dengan industri PT Multi Bintang Indonesia Desa Sampang Agung Kabupaten Mojokerto.

1.4 Manfaat

Setiap penelitian selain memiliki tujuan juga memiliki sebuah manfaat yang diharapkan mampu memberikan manfaat bagi setiap pembacanya. Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

1.4.1 Teoritis

Manfaat teoritis dari penelitian ini adalah dapat memberikan sebuah masukan bagi pengembangan teori sosiologi, khususnya mengenai kajian teori konflik pada masyarakat yang dikemukakan oleh Ralf Dahrendorf.

1.4.2 Praktis

1. Bagi Jurusan

Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberi tambahan pengetahuan seputar Konflik masyarakat dengan Industri PT Multi Bintang Indonesia Desa Sampang Agung Kabupaten Mojokerto.

(7)

7 2. Bagi Mahasiswa

Diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat dijadikan referensi tambahan bagi mahasiswa Jurusan Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang yang ingin melakukan penelitian terkait dengan kontek dinamika konflik masyarakat dengan industri.

1.5 Definisi Konseptual

Definisi konsep adalah pernyataan yang mengartikan atau memberi makna suatu konsep istilah tertentu. Definisi konseptual merupakan penggambaran secara umum dan menyeluruh yang menyiratkan maksud dan konsep atau istilah tersebut bersifat konstruktif, formal dan mempunyai pengertian yang abstrak.

1.5.1 Dinamika

Dinamika adalah sesuatu hal yang bersifat berkemampuan atau bertenaga, serta selalu bergerak dan berubah-ubah (Idrus : 1996). Secara definisi dinamika adalah suatu hal yang mempunyai tenaga atau kekuatan, selalu bergerak, berkembang serta bisa menyesuaikan diri terhadap keadaan tertentu (Wildan zulkarnain : 2013).

Dinamika merupakan suatu bentuk yang berubah, baik itu yang sifatnya besar-besaran atau kecil--kecilan, maupun secara cepat atau lambat, yang sifatnya nyata dan berhubungan dengan suatu kondisi keadaan (Kartono : 2007).

(8)

8 1.5.2 Konflik

Secara sosiologis, konflik diartikan sebgai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih, dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.

Adapun pengertian konflik menurut Gillin dan Gillin yang menjelaskan bahwa konflik ialah suatu proses sosial dimana individu atau kelompok mencapai tujuan mereka secara langsung menantang pihak lain dengan kekerasan, singkatnya dalam hal ini dapat di katakana bahwa konflik mengacu pada perjuangan diantara pihak yang bersaingan, berusaha untuk mencapai tujuan, serta berusaha untuk menghilangkan lawan.

Sedangkan menurut Coser ( dalam Zeitilin, 1998:156 ), konflik sosial adalah suatu perjuangan terhadap nilai dan pengakuannya terhadap status yang langka, kemudian kekuasaan dan sumber-sumber pertentangan dinetralisir atau dilangsungkan.

Konflik merupakan gejala sosial yang serba hadir dalam kehidupan sosial, sehingga konflik bersifat inheren artinya konflik akan senantiasa ada dalam setiap ruang lingkup dan waktu, dimana saja dan kapan saja. Dalam pandangan ini, masyarakat merupakan arena pertentangan dan integrasi yang senantiasa berlansung.

Konflik artinya percekcokan, perselisihan dan pertentangan, sedangkan konflik sosial yaitu pertentangan antar anggota atau masyarakat yang bersifat menyeluruh dikehidupan. Konflik proses pencapaian tujuan dengan cara melemahkan pihak lawan, tanpa memperhatikan norma dan nilai

(9)

9 yang berlaku. Dalam pengertian lain, konflik adalah merupakan suatu proses sosial yang berlangsung dengan melibatkan orang-orang atau kelompok- kelompok yang saling menantang dengan ancaman kekerasan.

Istilah konflik berasal dari kata kerja latin confligere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih atau bisa juga kelompok dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya. Konflik berarti persepsi mengenai perbedaan kepentingan atau suatu kepercayaan bahwa aspirasi pihak-pihak yang berkonflik toidak dicapai secarra simultan. Tidak satu masyarakatpun yang tidak pernah mengalami antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya. Konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.

Dari pengertian dinamika dan konflik diatas dapat disimpulkan dinamika konflik merupakan segala macam interaksi yang berkembang dan pertentangan atau antagonistik antara dua pihak atau lebih yang dapat memunculkan suatu konflik. Dinamika konflik merupakan perubahan dalam ruang isu yang diperebutkan dari waktu ke waktu sehubungan dengan perilaku aktor atau masalah yang lebih luas.

1.5.3 Masyarakat

Masyarakat dalam istilah bahasa Inggris adalah society yang berasal dari kata Latin socius yang berarti (kawan). Istilah masyarakat berasal dari kata bahasa Arab syaraka yang berarti (ikut serta dan berpartisipasi).

(10)

10 Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang saling bergaul, dalam istilah ilmiah adalah saling berinteraksi. Suatu kesatuan manusia dapat mempunyai prasarana melalui warga-warganya dapat saling berinteraksi. Definisi lain, masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinyu, dan yang terikat oleh suatu rasa identitas bersama. Kontinuitas merupakan kesatuan masyarakat yang memiliki keempat ciri yaitu: 1) Interaksi antar warga-warganya, 2).

Adat istiadat, 3) Kontinuitas waktu, 4) Rasa identitas kuat yang mengikat semua warga (Koentjaraningrat, 2009: 115-118).

Masyarakat adalah golongan masyarakat kecil terdiri dari beberapa manusia yang dengan atau karena sendirirnya bertalian secara golongan dan pengaruh mempengaruhi satu sama lain. (Hasan Shadily 1984:47).

Menurut Mayor Polak dalam Abu Ahmad (2003:96), menyebutkan bahwa masyarakat adalah wadah segenap antar hubungan sosial terdiri atas banyak sekali kolektiva-kolektiva serta kelompok dalam tiap-tiap kelompok terdiri atas kelompok-kelompok lebih baik atau sub kelompok. Sedangkan menurut djojodiguno tentang masyarakat adalah suatu kebulatan dari pada segala perkembangan dalam hidup bersama antar manusia dengan manusia (dalam Abu Ahmadi 2003:97)

1.5.4 Industri

Istilah industri berasal dari bahasa latin, yaitu industria yang artinya buruh atau tenaga kerja. Istilah industri sering digunakan secara umum dan luas, yaitu semua kegiatan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya

(11)

11 dalam rangka mencapai kesejahteraan. Define Industri menurut Sukirno adalah perusahaan yang menjalankan kegiatan ekonomi yang tergolong dalam sector sekunder. Kegiatan itu antara lain adalah pabrik tekstil, pabrik perakitan dan pabrik pembuatan minuman atau rokok. Industri merupakan suatu kegiatan ekonomi yang mengolah barang mentah, bahan baku, barang setengah jadi atau barang jadi untuk dijadikan barang yang lebih tinggi kegunaannya.

Secara umum pengertian industri adalah suatu usaha atau kegiatan pengelohan bahan mentah atau barang setengah jadi menjadi barang jadi yang memiliki nilai tambah untuk mendapatkan keuntungan. Usaha perakitan atau assembling dan juga reparasi adalah bagian dari industri. Hasil industri tidak hanya berupa barang, tetapi juga dalam bentuk jasa.

Industri merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk. Selain itu industrialisasi juga tidak terlepas dari usaha untuk meningkatkan mutu sumberdaya manusia dan kemampuan untuk memanfaatkan sumber daya alam secara optimal. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian, industri adalah kegiatan ekonom yang mengelola bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi, dan atau barang jadi menjadi barang dengan nilai yang lebih tinggi untuk penggunaa ya termasuk kegiatan rancangan bangun dan perekayasaan industi. Dari sudut pandan geografi, Industri sebagai suatu sistem, merupakan perpaduan sub sistem fisis dan sub sistem manusia.

(12)

12 1.6 Metode Penelitian

Metode penelitian adalah metode yang digunakan dalam melakukan penelitian, dalam hal ini yang dimaksudkan meliputi pendekatan penelitian, jenis penelitian, unit penelitian, lokasi penelitian, menentukan subyek penelitian, menentukan teknik pengumpulan data, dan teknik analisa data yang akan dipaparkan sebagai berikut:

1.6.1 Jenis Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian jenis fenomenologi bertujuan untuk menggambarkan makna dari pengalaman hidup yang dialami oleh beberapa individu, tentang konsep atau fenomena tertentu, dengan mengeksplorasi struktur kesadaran manusia. Jadi disini peneliti ingin mangetahui makna dari pengalaman yang dialami oleh Jenis penelitian fenomenologi bertujuan untuk menggambarkan makna dari pengalaman hidup yang dialami oleh beberapa individu, tentang konsep atau fenomena tertentu, dengan mengeksplorasi struktur kesadaran manusia. Jadi disini peneliti ingin mangetahui makna dari pengalaman yang dialami oleh masyarakat Desa Sampang Agung yang memiliki dinamika konflik dengan industri dan pemerintahan desa. Sebagai disiplin ilmu, fenomenologi mempelajari struktur pengalaman dan kesadaran. Secara harfiah, fenomenologi adalah studi yang mempelajari fenomena, seperti penampakan, segala hal yang muncul dalam pengalaman seseorang, cara kita mengalami sesuatu, dan makna yang dimiliki dalam pengalaman seseorang tersebut.

Fokus perhatian fenomenologi tidak hanya sekedar fenomena, akan tetapi

(13)

13 pengalaman sadar dari sudut pandang orang pertama atau yang mengalaminya secara langsung. (Kuswarno, 2009:22)

1.6.2 Pendekatan Penelitian

Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Menurut Lincoln dan Guba menyebutkan bahwa pendekatan kualitatif disebut juga dengan case study yaitu merupakan penelitian secara mendalam dan sangat detail tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan subyek penelitian yang di teliti (Pujosuwarno, 1992:34). Metode kualitatif juga sering disebut dengan metode penelitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah (Natural Setting) (Sugiyono, 2014:8).

1.6.3 Unit analisis

Unit analisis adalah sesuatu yang berkaitan dengan fokus yang diteliti.

Unit analisis merupakan suatu penelitian yang dapat berupa benda, individu, kelompok, wilayah dan waktu tertentu sesuai dengan fokus penelitian yang akan dilaksanakan. Penelitian ini menggunakan analisis makro, menjelaskan fenomena-fenomena sosial yang ada dengan fokus pada konflik masyarakat dengan industri, dan cara yang akan dilakukan yaitu mengamati secara mendalam dari sisi masyarakatnya terkait fenomena sosial yang mengakibatkan terjadinya konflik di daerah Sampang Agung tersebut.

1.6.4 Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian adalah tempat dimana peneliti mengangkat keadaan sebenarnya dari subyek yang diteliti. Lokasi penelitian dilakukan yaitu

(14)

14 terletak di daerah kawasan Industri PT Multi Bintang Indonesia di Desa Sampang Agung Kecamatan Kutorejo Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Lokasi penelitian ini dipilih berdasarkan pertimbangan bahwa di lokasi tersebut terdapat adanya dinamika konflik masyarakat dengan industri PT Multi Bintang Indonesia sehingga peneliti dapat secara langsung berinteraksi dengan subyek yang di teliti.

1.6.5 Teknik pengumpulan data

Menurut Sugiyono (2013 : 224), teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Teknik pengumpulan data pula disini merupakan hal terpenting yang menunjang dalam aktifitas penelitian. Dalam proses pengumpulan data, terdapat beberapa metode yang harus dilakukan oleh peneliti. Karena, hal ini pula akan menunjang peneliti untuk mendapatkan sumber data yang akurat.

Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi yang akan dilakukan oleh peneliti dengan penjelasan sebagai berikut:

1. Observasi

Observasi merupakan metode penggalian data terhadap sebuah penelitian yang dilakukan dengan cara mengamati secara langsung tentang kondisi dilapangan, baik yang berupa keadaan fisik maupun perilaku yang terjadi selama berlangsungnya penelitian. Selain itu observasi juga diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara

(15)

15 sistematis terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian.

Pengamatan dan pencatatan ini dilakukan terhadap objek ditempat terjadi atau berlangsungnya peristiwa (Zuhriah, 20019:173).

Selain itu, pengertian lain dari teknik pengamatan atau observasi adalah suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis. Dua diantara yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan ( Sugiyono, 2013 :145 ). Observasi merupakan tahapan melakukan pengamatan lapang, terhadap suatu objek. Dimana teknik observasi yang peneliti lakukan adalah mengenai konflik sosial masyarakat terhadap Industri PT Multi Bintang Desa Sampang Agung Kecamatan kutorejo Kabupaten Mojokerto. Observasi akan dilakukan pada waktu pagi sampai siang hari ketika kegiatan masyarakatan sedang santai agar peneliti bisa berinteraksi secara langsung dengan mudah dan masyarakat tidak merasa terganggu dengan observasi yang dilakukan oleh peneliti.

2. Wawancara

Wawancara adalah bentuk komunikasi antara dua orang, melihatkan seseorang yang ingin memperoleh informasi dari seorang lainnya dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan dengan tujuan tertentu. Wawancara secara garis besar di bagi menjadi dua, yakni wawancara tak terstruktur dan wawancara terstruktur. Wawancara tak terstruktur seringjuga di sebut sebagai wawancara mendalam, wawancara intensif, wawancara kualitatif, dan wawancara terbuka

(16)

16 (openended interview). Sedangkan wawancara terstruktur sering disebut sebagai wawancara baku (standardized interview), yang susunan pertanyaannya sudah ditetapkan, dengan pilihan-pilihan jawaban yang juga sudah di sediakan (Mulyana,2007 : 180).

Wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan wawancara tidak terstruktur, karena penelitian yang dilakukan oleh peneliti bersifat kualitatif. Sehingga dalam hal ini data yang didapatkan pula berupa data secara naturalistik, dan pertanyaan yang diajukan tidak ditetapkan (bersifat baku).

Proses wawancara peneliti dilakukan dengan mawawancarai subjek peneliti dengan bertemu langsung ditempat kediaman subjek.

Yang artinya dalam hal ini yaitu peneliti mengambil data secara langsung terkait adanya konflik sosial masyarakat terhadap Industri PT Multi Bintang Desa Sampang Agung Kabupaten Mojokerto.

3. Dokumentasi

Dokumen juga merupakan sumber primer penelitian, data yang bersumber dari dokumen ini, sebaiknya dilengkapi dengan data yang diperoleh lewat wawancara dengan pihak-pihak terkait, seperti keluarga, dan karib kerabat, tetangga, penjual lahan, masyarakat yang rumahnya dekat dengan PT Multi Bintang. Studi dokumen ini dilakukan di Desa Sampang Agung Kecamatan Kutorejo Kabupaten Mojokerto.

(17)

17 Dokumen-dokumen ini dapat mengungkapkan bagaimana subjek mendefinisikan dirinya sendiri, lingkungan, dan situasi, yang di hadapinya suatu saat, dan bagaimana kaitan antara definisi diri tersebut dalam hubungan dengan orang-orang disekelilingnya dengan tindakan-tindakannya (Mulyana, 2010 : 195).

Maksud dari kalimat tersebut adalah, dokumentasi tidak hanya didapatkan pada suatu objek saat melakukan penelitian, namun harus dilengkapi pula pada saat melakukan wawancara. Hal ini lakukan guna menunjang penelitian tersendiri. Menurut Sugiyono ( 2013 : 240), dokumentasi dapat berbentuk seperti tulisan, gambar, atau vidio dari seseorang. Dalam penelitian ini dokumentasi yang digunakan berjenis dokumentasi gambar atau foto.

1.6.6 Teknik Pengambilan Subyek

Penentuan subyek penelitian tersebut menggunakan teknik Purposive Sampling yaitu teknik pengambilan sampel dengan menggunakan pertimbangan tertentu. (Arikunto, 2010: 183). Menurut Sugiyono Purposive sampling adalah teknik untuk menentukan sampel penelitian yang bertujuan agar data yang didapat bisa lebih representative dan tepat untuk data penelitian. Pertimbangan tertentu dimaksudkan pengklasifikasian narasumber yang dianggap mampu memberikan informasi data yang akurat, jelas dan terlibat langsung dalam fokus permasalahan yang diteliti (Sugiyono. 2010).

Peneliti mengambil subyek penelitian berdasarkan tujuan tertentu, dengan syarat-syarat yang harus dipenuhi sebagai berikut:

(18)

18 1. Sampel dalam penelitian ini yaitu masyarakat Desa Sampang Agung yang tinggal di dekat industri PT Multi Bintang Indonesia.

2. Pemilik lahan yang menjual tanahnya kepihak industri 3. Pemerintahan Desa Sampang Agung.

1.6.7 Sumber Data

Objek dalam penelitian ini adalah dinamika konflik masyarakat Desa Sampang Agung dengan Industri PT Multi Bintang Indonesia. Data tersebut merupakan data primer. Selain itu penulis juga melakukan wawancara dengan beberapa anggota pemerintahan desa untuk mengumpulkan data dan menguji keakuratan data primer serta sebagai data tambahan (sekunder).

Data Primer merupakan sumber data yang bersifat utama dan

terpenting untuk mendapatkan informasi lapangan yang diperlukan oleh peneliti dan juga berhubungan dengan permasalahan yang diteliti.

Pengumpulan data penting ini dilakukan dengan penelitian berupa observasi langsung di Desa Sampang Agung melalui melakukan wawancara secara langsung dengan masyarakat tentang bagaimana dinamika konflik yang terjadi di masyarakat dengan industri PT Multi Bintang Indonesia.

Data sekunder merupakan sumber data yang bersifat menunjang dan

digunakan untuk melengkapi sumber data primer. Data sekunder bisa berupa buku-buku kepustakaan, penelitian terdahulu dan dokumen resmi baik dari pemerintah maupun pribadi yang berkaitan dengan pemasalahan yang di teliti. Data ini berupa data jumlah penduduk Desa Sampang Agung, deskripsi wilayah Desa Sampang Agung, serta Profil PT Multi Bintang Indonesia.

(19)

19 1.6.8 Teknik Analisa Data

Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini bertumpu pada metode penelitian yang digunakan, dimana dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu dengan proses mengatur urutan data, mengorgasnisasikannya kedalam suatu pola, kategori, dan satuan uraian dasar (Moleong, 2002:103).

Selain itu, anlisis data juga merupakan proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang di peroleh dari hasil wwancara, catatan lapagan, dan bahan-bahan lain, sehingga dapat mudah dipahami, dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain ( Bogdan dalam Sugiyono, 2013 : 244 ).

Berikut merupakan teknik analisis data yang digunakan oleh peneliti untuk mendapatkan data yang lebih akurat, yaitu:

1. Reduksi data (data reduction)

Reduksi data merupakan kegiatan merangkum, memilih hal pokok yang memfokuskan pada hal yang dianggap penting, serta mencari pola dan temanya. Data-data yang telah direduksi akan memberikan gambaran serta mencari pola dan temanya. Dat-data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah proses pengumpulan data. (Gunawan, 2013 : 211).

2. Paparan data (data display)

(20)

20 Display data merupakan langkah selanjutnya setalah reduksi data.

penyajian data atau display data yaitu pengumpulan data atau informasi secara tersusun yang nantinya dapat memunculkan sebuah kesimpulan singkat data. Menyajikan data maka akan memudahkan peneliti untuk memahami apa yang terjadi di Lapangan dan merencanakan untuk langkah selanjutnya. Dalam penelitian ini penyajian data dilakukan dalam bentuk seperti uraian singkat, berupa teks yang bersifat naratif ( Nasution, 1988:129).

3. Penarikan kesimpulan dan verifikasi (conclusing drawing/verifiying).

Penarikan kesimpulan merupakan hasil penelitian yang menjawab fokus penelitian berdasarkan hasil analisis data. Kesimpulan disajikan dalam bentuk deskriptif dengan berpedoman pada penyajian penelitian. Analisis data kualitatif merupakan upaya yang berlanjut, berulang dan terus menerus. Reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan menjadi gambaran keberhasilan secara berurutan sebagai rangkaian kegiatan analisis.

1.6.9 Keabsahan Data

Teknik keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi data yang diartikan sebagai teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain dalam membandingkan hasil wawancara terhadap objek penelitian lapangan (Moloeng, 2004:330)

(21)

21 Triangulasi dapat dilakukan dengan menggunakan teknik yang berbeda yaitu wawancara, observasi lapangan dan dokumentasi. Triangulasi ini selain digunakan untuk mengecek kebenaran data juga dilakukan untuk memperkaya data (Nasution, 2003:115).

Triangulasi juga dapat berguna untuk menyelidiki validitas pendapat peneliti terhadap data, karena itu triangulasi bersifat reflektif. Denzin dalam Moloeng membedakan empat macam triangulasi diantaranya dengan memanfaatkan penggunaan sumber, metode, penyidik dan teori. Pada penelitian ini, dari keempat macam triangulasi tersebut, peneliti hanya menggunakan teknik pemeriksaan dengan memanfaatkan sumber dengan membandingkan data dan mengecek kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam penelitian kualitatif (Patton,1987:331).

Adapun cara yang digunakan untuk mencapai kepercayaan data tersebur, maka perlu langkah sebagai berikut :

1. Membandingkan data hasil pengamatan lapangan dengan data hasil wawancara.

2. Membandingkan apa yang dikatakan orang di depan umum dengan apa yang dikatakan secara pribadi dalam wawancara.

3. Membandingkan data yang dikatakan oleh berbagai artikel dengan narasumber tentang bagaimana situasi penelitian di lapangan.

(22)

22 4. Membandingkan kondisi, keadaan dan perspektif seseorang tentang permasalahan yang diteliti dengan berbagai pendapat dan pandangan masyarakat dari berbagai kelas.

5. Membandingkan hasil wawancara penelitian ini dengan isi suatu dokumen.

Referensi

Dokumen terkait

Sejarah perkembangan Body of Knowledge - Petroleum Engineering, yang diawali dengan penggunaan metode dari beberapa disiplin, kemudian berkembang menjadi metode khusus untuk

Dapat diketahui bahwa ibu yang berkunjung ke puskesmas kedaton sebagian besar tidak melakukan kunjungan k4 lengkap yaitu berjumlah 22 orang (57.9%). Dan ibu yang melakukan

Dampak dukungan industri atau dampak tidak langsung merupakan besarnya dampak tidak langsung dari pembelian input yang dibutuhkan suatu sektor dari sektor lain

Dengan adanya perbedaan pendapat tersebut, peneliti tertarik ingin mengetahui besar pendapatan dan keuntungan usahatani jamur merang, kelayakan usaha, faktor yang

Selain itu, penelitian ini akan menganalisis keterkaitan sektor industri pengolahan dengan sektor-sektor lain serta dampak permintaan akhir pada sektor industri pengolahan

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemodelan SUR melalui pendekatan Bayesian pada sektor utama PDRB di Jawa Timur meliputi sektor sektor Pertanian, sektor Industri

Spektrofotometri IR adalah metode analisis untuk mengidentifikasi gugus fungsi yang ada dalam suatu senyawa. Daerah IR pada spektrum elektromagnetik berada pada daerah

Seminar hasil dinilai oleh Tim Dosen penguji yang ditunjuk oleh Ketua Program Studi, dengan komposisi Tim Dosen penguji adalah Dosen Penguji 1, Dosen Penguji 2 dan Pembimbing