• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

15

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Deskriptif menurut Sugiyono (2017) adalah mendiskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data yang telah didapat, tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku umum. Sedangkan, kuantitatif adalah metode yang biasanya digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu dengan analisis datanya berupa angka- angka atau statistik (Sugiyono,2019)

Penelitian kuantitatif deskriptif dalam penelitian ini yaitu mengolah data yang diambil dari laporan keuangan yang dimiliki oleh BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan, melakukan perhitungan rasio aktivitas dan rasio efisisensi menggunakam rasio keuangan OPZ yang dikeluarkan oleh Puskasbaznas, kemudian mendeskripsikan atau menggambarkan hasil dari perhitungan serta membuat kesimpulan.

B. Variabel Penelitian

Penulis menjabarkan beberapa variabel untuk mengukur aktivitas dan efisiensi dalam penelitian ini, sebagai berikut:

(2)

Tabel 3. 1 Variabel dan Indikator

Variabel Definisi Indikator Variabel Sumber data

Rasio Aktivitas dan

Efisiensi (Variabel X)

Aktivitas yang dimaksud pada penlelitian ini adalah

pengumpulan dan penyaluran zakat,

infak dan

sedekah.

Sedangkan efisiensi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah efisiensi atas biaya-biaya terhadap aktivitas pengumpulan dan penyaluran zakat,

infak dan

sedekah.

Aktivitas

1. Pengumpulan dana zakat

2. Penyaluran dana zakat

3. Pengumpulan dana infak dan sedekah 4. Penyaluran dana

infak dan sedekah 5. Saldo sana zakat t-1 6. Saldo dana infak

seekah t-1

7. Bagian amil dari dana zakat

8. Bagian amil dari dana infak sedekah 9. Saldo awal dana

zakat tahun x 10. Saldo akhir dana

zakat tahun x 11. Saldo awal dana

infak sedekah tahun x

12. Saldo akhir dana infak sedekah tahun x

13. Piutang penyaluran 14. Uang muka 15. Total aset kelolaan

Laposran Posisi Keuangan dan Laporan perubahan Dana

Efisiensi

1. Total biaya pengumpulan 2. Total biaya

operasional 3. Total hak amil 4. Total biaya SDM

Laporan Perubahan Dana

Sumber: Dibuat Oleh Penulis(2021) C. Jenis dan Sumber Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif.

Data kuantitatif yaitu pengolahan data yang diambil dari laporan keuangan yang dimiliki oleh Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Kalimantan Selatan. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder dalam penelitian ini adalah laporan keuangan yang dipublikasikan melalui website resmi Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Kalimantan Selatan.

(3)

D. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan yang digunakan penulis dalam mengumppulkan data pada penelitian ini antara lain:

1. Dokumentasi

Dokumentasi dilakukan dengan cara mengumpulkan laporan keuangan BAZNAS Kalsel tahun 2017-2019 yang terdiri dari laporan posisi keuangan dan laporan perubahan dana sebagai objek penelitian.

2. Studi Pustaka

Pengumpulan data dengan metode kepustakaan dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan memahami teori yang di dapat dari literatur buku, jurnal dan skripsi yang berkaitan dengan aktivitas dan efisiensi dengan menggunakan metode rasio keuangan OPZ yang dikeluarkan oleh Puskasbaznas.

E. Teknik Analisis Data

Dalam penelitian ini, penulis menggunakan analisis kuantitatif deskriptif, dengan langkah – langkah sebagai berikut:

1. Mengumpulkan data berupa laporan keuangan yang terdiri dari laporan posisi keuangan, laporan perubahan dana dan laporan arus kas BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan periode 2017-2019

2. Memilah data berupa nama akun yang dimasukan ke dalam rumus perhitungan rasio keuangan tehadap laporan keuangan BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan periode 2017-2019

3. Membuat perhitungan rasio aktivitas dan efisiensi dari data yang sudah dipilah.

(4)

Berikut merupakan rumus rasio aktivitas dan efisiensi yang disajikan pada Tabel 3.2 Dan interpretasi yang disajikan pada Tabel 3.3

Tabel 3. 2 Rumusan Rasio Aktivitas dan Efisiensi

No Nama

Rasio Rumus

Rasio Aktivitas 1 Gross Allocation

Ratio

𝑃𝑒𝑛𝑦𝑎𝑙𝑢𝑟𝑎𝑛 𝐷𝑎𝑛𝑎 𝑍𝑎𝑘𝑎𝑡+𝐷𝑎𝑛𝑎 𝐼𝑛𝑓𝑎𝑘 𝑆𝑒𝑑𝑒𝑘𝑎ℎ (𝑃𝑒𝑛𝑔ℎ𝑖𝑚𝑝𝑢𝑛𝑎𝑛 𝐷𝑎𝑛𝑎 𝑍𝑎𝑘𝑎𝑡+𝐷𝑎𝑛𝑎 𝐼𝑛𝑓𝑎𝑘 𝑆𝑒𝑑𝑒𝑘𝑎ℎ)+

(𝑆𝑎𝑙𝑑𝑜 𝐷𝑎𝑛𝑎 𝐴𝑘ℎ𝑖𝑟 𝑍𝑎𝑘𝑎𝑡 𝑡−1+𝑆𝑎𝑙𝑑𝑜 𝐷𝑎𝑛𝑎 𝐴𝑘ℎ𝑖𝑟 𝐼𝑛𝑓𝑎𝑘 𝑡−1)

2 Gross Allocation Ratio Non Amil

(𝑃𝑒𝑛𝑦𝑎𝑙𝑢𝑟𝑎𝑛 𝐷𝑎𝑛𝑎 𝑍𝑎𝑘𝑎𝑡+𝐷𝑎𝑛𝑎 𝐼𝑛𝑓𝑎𝑘 𝑆𝑒𝑑𝑒𝑘𝑎ℎ)−

(𝐵𝑎𝑔𝑖𝑎𝑛 𝐴𝑚𝑖𝑙 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝐷𝑎𝑛𝑎 𝑍𝑎𝑘𝑎𝑡+𝐵𝑎𝑔𝑖𝑎𝑛 𝐴𝑚𝑖𝑙 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝐷𝑎𝑛𝑎 𝐼𝑛𝑓𝑎𝑘) (𝑃𝑒𝑛𝑔ℎ𝑖𝑚𝑝𝑢𝑛𝑎𝑛 𝐷𝑎𝑛𝑎 𝑍𝑎𝑘𝑎𝑡+𝐷𝑎𝑛𝑎 𝐼𝑛𝑓𝑎𝑘 𝑆𝑒𝑑𝑒𝑘𝑎ℎ)+

(𝑆𝑎𝑙𝑑𝑜 𝐷𝑎𝑛𝑎 𝑍𝑎𝑘𝑎𝑡 𝑇𝑎ℎ𝑢𝑛 𝐿𝑎𝑙𝑢+𝑆𝑎𝑙𝑑𝑜 𝐷𝑎𝑛𝑎 𝐼𝑛𝑓𝑎𝑘 𝑇𝑎ℎ𝑢𝑛 𝐿𝑎𝑙𝑢)−

(𝐵𝑎𝑔𝑖𝑎𝑛 𝐴𝑚𝑖𝑙 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝐷𝑎𝑛𝑎 𝑍𝑎𝑘𝑎𝑡+𝐵𝑎𝑔𝑖𝑎𝑛 𝐴𝑚𝑖𝑙 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝐷𝑎𝑛𝑎 𝐼𝑛𝑓𝑎𝑘)

3 Net Allocation to Collection Ratio

𝑃𝑒𝑛𝑦𝑎𝑙𝑢𝑟𝑎𝑛 𝐷𝑎𝑛𝑎 𝑍𝑎𝑘𝑎𝑡+𝐷𝑎𝑛𝑎 𝐼𝑛𝑓𝑎𝑘 𝑆𝑒𝑑𝑒𝑘𝑎ℎ 𝑃𝑒𝑛𝑔ℎ𝑖𝑚𝑝𝑢𝑛𝑎𝑛 𝐷𝑎𝑛𝑎 𝑍𝑎𝑘𝑎𝑡+𝐷𝑎𝑛𝑎 𝐼𝑛𝑓𝑎𝑘 𝑆𝑒𝑑𝑒𝑘𝑎ℎ

4

Net Allocation to Collection Ratio

Non Amil

(𝑃𝑒𝑛𝑦𝑎𝑙𝑢𝑟𝑎𝑛 𝐷𝑎𝑛𝑎 𝑍𝑎𝑘𝑎𝑡+𝐷𝑎𝑛𝑎 𝐼𝑛𝑓𝑎𝑘 𝑆𝑒𝑑𝑒𝑘𝑎ℎ)−

(𝐵𝑎𝑔𝑖𝑎𝑛 𝐴𝑚𝑖𝑙 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝐷𝑎𝑛𝑎 𝑍𝑎𝑘𝑎𝑡+𝐵𝑎𝑔𝑖𝑎𝑛 𝐴𝑚𝑖𝑙 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝐷𝑎𝑛𝑎 𝐼𝑛𝑓𝑎𝑘) (𝑃𝑒𝑛𝑔ℎ𝑖𝑚𝑝𝑢𝑛𝑎𝑛 𝐷𝑎𝑛𝑎 𝑍𝑎𝑘𝑎𝑡+𝐷𝑎𝑛𝑎 𝐼𝑛𝑓𝑎𝑘 𝑆𝑒𝑑𝑒𝑘𝑎ℎ)−

(𝐵𝑎𝑔𝑖𝑎𝑛 𝐴𝑚𝑖𝑙 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝐷𝑎𝑛𝑎 𝑍𝑎𝑘𝑎𝑡+𝐵𝑎𝑔𝑖𝑎𝑛 𝐴𝑚𝑖𝑙 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝐷𝑎𝑛𝑎 𝐼𝑛𝑓𝑎𝑘)

5 Zakah Allocation Ratio

𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑃𝑒𝑛𝑦𝑎𝑙𝑢𝑟𝑎𝑛 𝐷𝑎𝑛𝑎 𝑍𝑎𝑘𝑎𝑡 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑃𝑒𝑛𝑔ℎ𝑖𝑚𝑝𝑢𝑛𝑎𝑛 𝐷𝑎𝑛𝑎 𝑍𝑎𝑘𝑎𝑡

6 Zakah Allocation Ratio Non Amil

𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑃𝑒𝑛𝑦𝑎𝑙𝑢𝑟𝑎𝑛 𝐷𝑎𝑛𝑎 𝑍𝑎𝑘𝑎𝑡−𝐵𝑎𝑔𝑖𝑎𝑛 𝐴𝑚𝑖𝑙 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝐷𝑎𝑛𝑎 𝑍𝑎𝑘𝑎𝑡 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑃𝑒𝑛𝑔ℎ𝑖𝑚𝑝𝑢𝑛𝑎𝑛 𝐷𝑎𝑛𝑎 𝑍𝑎𝑘𝑎𝑡−𝐵𝑎𝑔𝑖𝑎𝑛 𝐴𝑚𝑖𝑙 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝐷𝑎𝑛𝑎 𝑍𝑎𝑘𝑎𝑡

7 Infaq and Shodaqa Allocation Ratio

𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑃𝑒𝑛𝑦𝑎𝑙𝑢𝑟𝑎𝑛 𝐷𝑎𝑛𝑎 𝐼𝑛𝑓𝑎𝑘 𝑆𝑒𝑑𝑒𝑘𝑎ℎ 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑃𝑒𝑛𝑔ℎ𝑖𝑚𝑝𝑢𝑛𝑎𝑛 𝐷𝑎𝑛𝑎 𝐼𝑛𝑓𝑎𝑘 𝑆𝑒𝑑𝑒𝑘𝑎ℎ

8

Infaq and Shodaqa Allocation Ratio

Non Amil

𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑃𝑒𝑛𝑦𝑎𝑙𝑢𝑟𝑎𝑛 𝐷𝑎𝑛𝑎 𝐼𝑛𝑓𝑎𝑘 𝑆𝑒𝑑𝑒𝑘𝑎ℎ − 𝐵𝑎𝑔𝑖𝑎𝑛 𝐴𝑚𝑖𝑙 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝐷𝑎𝑛𝑎 𝐼𝑛𝑓𝑎𝑘 𝑆𝑒𝑑𝑒𝑘𝑎ℎ

𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑃𝑒𝑛𝑔ℎ𝑖𝑚𝑝𝑢𝑛𝑎𝑛 𝐷𝑎𝑛𝑎 𝐼𝑛𝑓𝑎𝑘 𝑆𝑒𝑑𝑒𝑘𝑎ℎ − 𝐵𝑎𝑔𝑖𝑎𝑛 𝐴𝑚𝑖𝑙 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝐷𝑎𝑛𝑎 𝐼𝑛𝑓𝑎𝑘 𝑆𝑒𝑑𝑒𝑘𝑎ℎ

9 Zakat Turn Over 𝐷𝑎𝑛𝑎 𝑍𝑎𝑘𝑎𝑡 𝐷𝑖𝑠𝑎𝑙𝑢𝑟𝑘𝑎𝑛 𝑇𝑎ℎ𝑢𝑛 𝑥

(𝑆𝑎𝑙𝑑𝑜 𝐴𝑤𝑎𝑙 𝐷𝑎𝑛𝑎 𝑍𝑎𝑘𝑎𝑡 𝑇𝑎ℎ𝑢𝑛 𝑥+𝑆𝑎𝑙𝑑𝑜 𝐴𝑘ℎ𝑖𝑟 𝐷𝑎𝑛𝑎 𝑍𝑎𝑘𝑎𝑡 𝑇𝑎ℎ𝑢𝑛 𝑥)/2 10

Average of Days Zakah Outstanding

360 𝑍𝑎𝑘𝑎ℎ 𝑇𝑢𝑟𝑛 𝑂𝑣𝑒𝑟

11 Infaq Sedekah Turn Over

𝐷𝑎𝑛𝑎 𝐼𝑛𝑓𝑎𝑘 𝑆𝑒𝑑𝑒𝑘𝑎ℎ 𝐷𝑖𝑠𝑎𝑙𝑢𝑟𝑘𝑎𝑛 𝑇𝑎ℎ𝑢𝑛 𝑥

(𝑆𝑎𝑙𝑑𝑜 𝐴𝑤𝑎𝑙 𝐷𝑎𝑛𝑎 𝐼𝑛𝑓𝑎𝑘 𝑆𝑒𝑑𝑒𝑘𝑎ℎ 𝑇𝑎ℎ𝑢𝑛 𝑥 + 𝑆𝑎𝑙𝑑𝑜 𝐴𝑘ℎ𝑖𝑟 𝐷𝑎𝑛𝑎 𝐼𝑛𝑓𝑎𝑘 𝑆𝑒𝑑𝑒𝑘𝑎ℎ 𝑇𝑎ℎ𝑢𝑛 𝑥)/2

12

Average of Days Infaq Sedekah

Outstanding

360

𝐼𝑛𝑓𝑎𝑘 𝑆𝑒𝑑𝑒𝑘𝑎ℎ 𝑇𝑢𝑟𝑛 𝑂𝑣𝑒𝑟

13 ZIS Turn Over 𝐷𝑎𝑛𝑎 𝑍𝐼𝑆 𝐷𝑖𝑠𝑎𝑙𝑢𝑟𝑘𝑎𝑛 𝑇𝑎ℎ𝑢𝑛 𝑥

(𝑆𝑎𝑙𝑑𝑜 𝐴𝑤𝑎𝑙 𝐷𝑎𝑛𝑎 𝑍𝐼𝑆 𝑇𝑎ℎ𝑢𝑛 𝑥 + 𝑆𝑎𝑙𝑑𝑜 𝐴𝑘ℎ𝑖𝑟 𝐷𝑎𝑛𝑎 𝑍𝐼𝑆 𝑇𝑎ℎ𝑢𝑛 𝑥)/2 14 Average of Days

ZIS Outstanding

360 𝑍𝐼𝑆 𝑇𝑢𝑟𝑛 𝑂𝑣𝑒𝑟 15 Rasio Piutang

Penyaluran

𝑃𝑖𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑃𝑒𝑛𝑦𝑎𝑙𝑢𝑟𝑎𝑛 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑃𝑒𝑛𝑦𝑎𝑙𝑢𝑟𝑎𝑛

(5)

Lanjutan

16

Waktu yang Dibutuhkan Untuk Realisasi

Piutang Penyaluran

𝑃𝑖𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑃𝑒𝑛𝑦𝑎𝑙𝑢𝑟𝑎𝑛 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑃𝑒𝑛𝑦𝑎𝑙𝑢𝑟𝑎𝑛 𝑥360

17 Rasio Uang Muka

𝑈𝑎𝑛𝑔 𝑀𝑢𝑘𝑎 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑃𝑒𝑛𝑦𝑎𝑙𝑢𝑟𝑎𝑛 18 Rasio Aset

Kelolaan Zakat

𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑒𝑡 𝐾𝑒𝑙𝑜𝑙𝑎𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑍𝑎𝑘𝑎𝑡 𝑇𝑎ℎ𝑢𝑛 𝐵𝑒𝑟𝑗𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑃𝑒𝑛𝑦𝑎𝑙𝑢𝑟𝑎𝑛 𝐷𝑎𝑛𝑎 𝑍𝑎𝑘𝑎𝑡 Rasio Efisiensi

19 Rasio Biaya Penghimpunan

𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑃𝑒𝑛𝑔ℎ𝑖𝑚𝑝𝑢𝑛𝑎𝑛 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑂𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖𝑜𝑛𝑎𝑙

𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑃𝑒𝑛𝑔ℎ𝑖𝑚𝑝𝑢𝑛𝑎𝑛 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑃𝑒𝑛𝑔ℎ𝑖𝑚𝑝𝑢𝑛𝑎𝑛

20 Rasio Biaya Operasional

𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑂𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖𝑜𝑛𝑎𝑙 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐻𝑎𝑘 𝐴𝑚𝑖𝑙 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑂𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖𝑜𝑛𝑎𝑙

𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑃𝑒𝑛𝑔ℎ𝑖𝑚𝑝𝑢𝑛𝑎𝑛 21 Rasio Biaya

SDM

𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑆𝐷𝑀 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑃𝑒𝑛𝑔ℎ𝑖𝑚𝑝𝑢𝑛𝑎𝑛 (Puskasbaznas,2019)

4. Menganalisa hasil perhitungan rasio aktivitas dan efisiensi

Adapun skala pengukuran terhadap rasio aktivitas dan efisiensi yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

Tabel 3. 3 Skala Pengukuran Rasio Keuangan OPZ

NO RASIO SKALA

1. Rasio Aktivitas

Allocation to Collection

Ratio

a. R > 45% Tidak Efektif

b. 45%≤ R <60% Kurang Efektif c. 60% ≤ R < 75% Cukup Efektif

(6)

Lanjutkan

d. 75% ≤ R < 90% Efektif

e. R > 90% Sangat Efektif

2.

Zakat Turn Over Ratio

a. Jika nilai rasio perputaran zakat < 1, maka tidak baik karena menunjukkan bahwa dana yang dihimpun dalam suatu periode tidak seluruhnya disalurkan

b. Jika nilai rasio perputaran zakat = 1, maka baik kerena menunjukkan bahwa dana yang dihimpun dalam suatu periode disalurkan seluruhnya pada periode dimaksud. 3. Jika nilai rasio perputaran zakat > 1, maka sangat baik dan menunjukkan bahwa OPZ sangat aktif dalam melakukan penghimpunan dan penyaluran.

3. Average of

Days Zakah Outstanding

a. ≤ 12 bulan : Baik b. > 12 bulan : Tidak Baik

4. Infaq

Shodaqoh Turn Over Ratio

a. Jika nilai rasio perputaran infak sedekah < 1, maka tidak baik karena menunjukkan bahwa dana yang dihimpun dalam suatu periode tidak seluruhnya disalurkan.

b. Jika nilai rasio perputaran infak sedekah = 1, maka baik kerena menunjukkan bahwa dana yang dihimpun dalam suatu periode dapat disalurkan seluruhnya pada periode dimaksud.

c. Jika nilai rasio perputaran infak sedekah > 1, maka sangat baik dan menunjukkan bahwa OPZ semakin

aktif dalam melakukan

penghimpunan dan penyaluran.

5. Average of

Days Infaq Shodaqoh Outstanding

a. ≤ 12 bulan : Baik b. > 12 bulan : Tidak Baik

(7)

Lanjutkan

6. ZIS Turn Over

Ratio

a. Jika nilai rasio perputaran ZIS < 1, maka baik karena menunjukkan bahwa dana yang dihimpun dalam suatu periode tidak seluruhnya disalurkan.

b. Jika nilai rasio perputaran ZIS = 1, maka baik kerena menunjukkan bahwa dana yang dihimpun dalam suatu periode dapat disalurkan seluruhnya pada periode dimaksud.

c. Jika nilai rasio perputaran ZIS > 1, maka sangat baik karena menunjukkan bahwa OPZ semakin aktif dalam melakukan penghimpunan dan penyaluran.

Average of Days ZIS Outstanding

a. ≤ 12 bulan : Baik b. > 12 bulan : Tidak Baik

7. Rasio Piutang

Penyaluran

a. Jika nilai rasio piutang penyaluran ≤ 10%, maka dapat dikatakan baik. OPZ sudah optimal dalam mengontrol piutang penyaluran.

b. Jika nilai rasio piutang penyaluran >

10%, maka dapat dikatakan tidak baik.

OPZ tidak optimal dalam mengontrol piutang penyaluran.

8. Waktu yang

Dibutuhkan untuk Realisasi

Piutang Penyaluran

a. R < 3 bulan : Baik

b. 3 < R < 6 bulan : Cukup Baik c. R > 6 bulan : Tidak Baik

9. Rasio Uang

Muka Kegiatan

a. R ≤ 10%, maka dapat dikatakan baik.

OPZ sudah optimal dalam mengontrol uang muka kegiatan.

b. R > 10%, maka dapat dikatakan tidak baik. OPZ tidak optimal dalam mengontrol uang muka kegiatan.

10. Rasio Aset

Kelolaan Zakat

a. R ≤ 10%, maka dapat dikatakan baik.

OPZ sudah optimal dalam

mengalokasikan aset kelolaan

b. R > 10%, maka dapat dikatakan tidak baik. OPZ tidak optimal dalam mengontrol aset kelolaan.

(8)

Lanjutkan 11.

Rasio Efisiensi

Rasio Biaya Penghimpunan

terhadap Biaya Operasional

a. R < 10% : efisien

b. 10% < R < 20% : cukup efisien c. R > 20% : tidak efisien

12. Rasio Biaya

Penghimpunan terhadap Total Penghimpunsn

a. R < 2% : efisien

b. 2% < R < 5% : cukup efisien c. R > 5% : tidak efisien

13. Rasio Biaya

Operasional terhadap Hak

Amil

a. R < 80% : efisien

b. 80% < R < 90% : cukup efisien c. R > 90% : tidak efisien

14. Rasio Biaya

Operasional terhadap Penghimpunan

a. R < 12,5% : efisien

b. 12,5% < R < 17,5% : cukup efisien c. R > 17,5% : tidak efisien

15. Rasio Biaya

SDM

a. R < 10% : efisien b. R > 10% : tidak efisien (Puskasbaznas, 2019)

5. Membuat kesimpulan

Referensi

Dokumen terkait

Dari dana yang dihimpun dan selanjutnya disalurkan kepadaa masyarakat melalui beberapa produk pembiayaan, seperti pembiayaan kios, pembiayaan kendaraan bermotor,

Analisis regresi yang digunakan untuk menguji pengaruh nilai perusahaan, yaitu Rasio Struktur Modal (X1), Rasio Profitabilitas (X2), Rasio Kebijakan Deviden (X3)

Dana yang telah dihimpun oleh BTM AMMAN melalui pemasaran yang dilakukan kemudian disalurkan kepada masyarakat yang ingin melakukan pembiayaan.Pengajuan pembiayaan dapat

Dari kerangka pemikiran diatas dapat disimpulkan bahwa Dana Pihak Ketiga berpengaruh terhadap pembiayaan yang disalurkan, karena dana yang dihimpun dari masyarakat

Penelitian ini menguji pengaruh perputaran kas, perputaran persediaan dan perputaran piutang (variabel independen) terhadap profitabilitas (variabel dependen)

Dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan dana zakat produktif sebagai variabel bebas terhadap tingkat pendapatan mustahik sebagai variabel terikat.

Dalam pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa perputaran persediaan (inventory turnover) adalah rasio untuk mengukur dana yang berputar dalam suatu periode tertentu.

Obyek Penelitian Obyek dalam penelitian ini yaitu data berupa laporan keuangan PT.Garuda Indonesia Persero Tbk periode tahun 2017-2019 khususnya rasio-rasio laporan keuangan yang