• Tidak ada hasil yang ditemukan

PANDUAN AKADEMIK PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKER ANGKATAN 37 SEMESTER GASAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PANDUAN AKADEMIK PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKER ANGKATAN 37 SEMESTER GASAL"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

i

PANDUAN AKADEMIK

PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKER

ANGKATAN 37

SEMESTER GASAL 2021-2022

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

2021

(3)

ii

DAFTAR ISI

PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKER (PSPA) ... 1

A. PROFIL PROGRAM STUDI ... 1

B. VISI... 1

C. MISI ... 1

D. TUJUAN ... 1

E. KOMPETENSI LULUSAN ... 1

F. CAPAIAN PEMBELAJARAN LULUSAN ... 2

G. STAF PENGAJAR ... 3

PERATURAN AKADEMIK PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKER ... 4

KURIKULUM PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKER ... 14

1. MINAT FARMASI INDUSTRI ... 15

2. MINAT FARMASI RUMAH SAKIT ... 16

DESKRIPSI MATA KULIAH ... 18

DAFTAR MATA KULIAH DAN PENGAMPU ... 29

PENGELOLA PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKER ... 30

KALENDER AKADEMIK PROGRAM PROFESI APOTEKER ... 31

(4)

iii

----Sengaja dikosongkan----

(5)

1

PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKER (PSPA) UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

A. PROFIL PROGRAM STUDI

Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) berdiri sejak tahun 2003 merupakan program studi dibawah unit pengelola Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Prodi Profesi Apoteker dan telah terakreditasi A sejak tahun 2012. Status akreditasi terakhir ditetapkan oleh LAM-PTKes dengan nilai A (SK No 0131/LAM-PTKes/Akr/Pro/III/2017).

B. VISI

Menjadi pusat pengembangan pendidikan apoteker yang unggul dan menghasilkan sumber daya manusia yang berkepribadian Islami.

C. MISI

1. Menyelenggarakan program-program pendidikan akademik dan profesional yang berkualitas dan mampu menghadapi tantangan global.

2. Menyelenggarakan kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat yang mendukung perkembangan ilmu serta praktik kefarmasian.

3. Mengembangkan sumber daya manusia berdasarkan nilai-nilai keislaman.

D. TUJUAN

1. Menjadi program pendidikan yang bermutu, terstandar, efektif dan efisien.

2. Menghasilkan Apoteker yang memiliki tanggung jawab profesional berdasarkan nilai- nilai Islam, etik kefarmasian dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

3. Menghasilkan apoteker yang kompeten, berdaya saing, terampil berkomunikasi dan mampu mengikuti perkembangan ilmu kefarmasian sehingga mampu menjalankan praktik kefarmasian secara profesional.

E. KOMPETENSI LULUSAN 1. Kompetensi Utama

a. Mampu melaksanakan praktik kefarmasian secara profesional dan etik.

b. Mampu menyelesaikan masalah terkait dengan penggunaan sediaan obat.

c. Mampu melakukan dispensing sediaan farmasi dan alat kesehatan.

d. Mampu berkontribusi dalam upaya preventif dan promotif Kesehatan

e. Mampu mengelola sediaan farmasi dan alat kesehatan sesuai dengan standar yang berlaku.

2. Kompetensi Pendukung

a. Mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berhubungan dengan kefarmasian.

b. Mempunyai ketrampilan organisasi dan mampu membangun hubungan interpersonal dalam melakukan praktik kefarmasian.

c. Berkepribadian Islami

(6)

2 3. Kompetensi Lainnya

a. Kewirausahaan.

b. Mempunyai ketrampilan dalam pemberian informasi sediaan farmasi dan alat kesehatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

F. CAPAIAN PEMBELAJARAN LULUSAN

1. Berakhlak mulia secara personal dan interpersonal dengan menginternalisasi sikap dan tata nilai

2. Berakhlak mulia secara akademis dan profesional dengan menunjukkan sikap dan tata nilai islami.ang islami.

3. Mampu mengimplementasikan ilmu farmasetika, biologi farmasi, farmakologi dan farmasi klinis, dan kimia farmasi, untuk menjaga mutu sediaan farmasi dan melindungi keamanan pasien

4. Mampu mengaplikasikan pengetahuan manajemen farmasi, sosio-farmasi, hukum dan etik farmasi, teknik komunikasi, serta keselamatan kerja secara komprehensif.

5. Mampu mengambil keputusan dalam hal-hal strategis di bidang kefarmasian pada pekerjaan profesionalnya secara mandiri, memimpin dan mengelola pekerjaan kelompok, serta bertanggung jawab atas pencapaian hasil kerja kelompok.

6. Mampu berkomunikasi dan berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk menyelesaikan masalah terkait pekerjaan kefarmasian, mengembangkan dan memelihara jaringan kerja dengan masyarakat profesi dan kliennya.

7. Mampu mengevaluasi secara kritis masalah pekerjaan kefarmasian, memberikan konseling, menyusun informasi/ide/pemikiran dan mengkomunikasikan dalam berbagai bentuk media, kepada profesi kesehatan lain dan atau masyarakat umum secara efektif

8. Mampu mengevaluasi diri dan mengelola pembelajaran diri sendiri dalam upaya meningkatkan kemampuan praktik profesi apoteker

9. Mampu mengimplementasikan ilmu dan teknologi kefarmasian dalam formulasi dan pengembangan, produksi, serta penjaminan mutu sediaan obat farmasi maupun obat tradisional, kosmetik, dan makanan, termasuk penerapan prinsip halal haram.

10. Mampu mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah terkait obat menggunakan pendekatan berbasis bukti dalam perancangan, pembuatan/penyiapan, pendistribusian, pengelolaan dan/atau pelayanan sediaan farmasi untuk mengoptimalkan keberhasilan terapi.

11. Mampu menelusur, menganalisis secara kritis, dan mengorganisasikan informasi tentang sediaan farmasi, mengkomunikasikan dan mendiseminasikannya secara efektif untuk menjamin ketepatgunaan sediaan farmasi pada individu dan masyarakat.

12. Mampu melakukan praktik kefarmasian secara profesional dan bertanggungjawab sesuai ketentuan perundang-undangan dan kode etik apoteker.

(7)

3 G. STAF PENGAJAR

1. Anita Sukmawati, Ph.D. apt.

2. Arifah Sri Wahyuni, M.Sc. apt.

3. Azis Saifudin, Ph.D, apt.

4. Bambang Triwara, Drs.Sp.FRS. apt.

5. Budi Raharjo, Drs, Sp.FRS. apt.

6. Daud Abadi, S.Si, apt.

7. Endang Yuniarti, Dr. S.Si., M.Kes. apt.

8. Fita Rahmawati, Dra. Sp.FRS., Ph.D. apt.

9. Gito Tjahjono, Drs. apt.

10. Gunawan Setiyadi, M.Sc. apt.

11. Hidayah Karuniawati, MSc. apt.

12. Mariska Sri H., M.Sc. apt.

13. Muhammad Da'i, Prof. Dr. M.Si. apt 14. Najmudin Zuhdi, Drs. M.Ag.

15. Nanang M. Yasin, Dr. M.Pharm. apt.

16. Nurul Mutmainah, Dra. M.Si. apt.

17. Partana Boediharja, Drs. SH., MPH. apt.

18. Peni Indrayudha, Ph.D. apt.

19. Rima Munawaroh, Dr. M.Sc. apt.

20. Satyaji Wibowo, S.Si. apt.

21. Setyo Nurwaini, M.Sc. apt.

22. Sri Wahyuni Pudjitami, Dra. MMR. apt.

23. Suharsono, Drs. Sp.FRS. apt.

24. Supratman, Dr. S.Kep., M.Kep.

25. Suprapto, M.Sc, apt.

26. Tanti Azizah S., M.Sc. apt.

27. Tri Hidayati, Dra. M.Sc. apt.

28. Tri Murti Andayani, Dra. Ph.D., Sp.FRS. apt.

29. Tri Yulianti, M.Si. apt.

30. Zakky Cholisoh, Ph.D. apt.

(8)

PERATURAN AKADEMIK PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKER FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

(9)

4

(10)

5

(11)

6 Lampiran SK Dekan No : 326/II/FF/2021

Tentang : Peraturan Akademik Program Studi Profesi Apoteker Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta

BAB I

KETENTUAN UMUM Pasal 1

1. Fakultas adalah Fakultas Farmasi UMS (FF-UMS) yakni unsur pelaksana Universitas yang mengkoordinasi dan/atau melaksanakan pendidikan akademik dan/atau profesional dalam satu atau seperangkat cabang ilmu pengetahuan, teknologi, atau seni tertentu terkait bidang farmasi.

2. Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) FF-UMS adalah program pendidikan profesi setelah program sarjana farmasi yang diselenggarakan oleh FF-UMS dan diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki keahlian tertentu.

3. Pengelola Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) FF-UMS adalah tim yang ditugasi oleh Dekan untuk mengelola pelaksanaan Program Studi Profesi Apoteker.

Pasal 2

Fakultas Farmasi UMS menyelenggarakan PSPA bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan Program S-1 Farmasi dari FF-UMS ataupun dari Perguruan Tinggi Farmasi (PTF) lain yang telah terakreditasi dan telah lulus ujian seleksi yang dilaksanakan oleh Program Studi Profesi Apoteker.

BAB II

PENYELENGGARAAN PROGRAM

Pasal 3

1. Program Studi Profesi Apoteker diselenggarakan untuk 2 semester dan dapat diselesaikan paling lama 4 semester, dengan beban minimal 41 satuan kredit Semester (SKS), yang terdiri dari 32 SKS mata kuliah wajib dan minimal 9 SKS mata kuliah pilihan.

2. Semester I meliputi mata kuliah keahlian yang terdiri dari 20 SKS mata kuliah wajib, dan minimal 9 SKS mata kuliah pilihan, sedang semester II meliputi 12 SKS mata kuliah wajib dalam bentuk praktek kerja profesi apoteker.

Pasal 4

1. Mahasiswa PSPA wajib mengikuti Praktek Kerja Profesi di Apotek, di Puskesmas dan di Pedagang Besar Farmasi (PBF) dan bagi minat Farmasi Industri wajib mengikuti Praktek Kerja Profesi di Industri Farmasi sedangkan bagi minat Farmasi Rumah Sakit wajib mengikuti Praktek Kerja Profesi di Rumah Sakit.

Pasal 5

1. Beban SKS untuk setiap kegiatan pendidikan ditentukan oleh jumlah jam kerja per minggu per semester yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan tersebut sampai selesai.

(12)

7 2. Satu SKS untuk perkuliahan teori setara dengan 170 menit per minggu dalam 1 semester

yang dirinci sebagai berikut :

a. Pertemuan terstruktur dan terjadwal tatap muka dengan dosen selama 50 menit.

b. Kegiatan pembelajaran atau penugasan terstruktur, yaitu kegiatan yang telah direncanakan dosen tetapi tidak terjadwal, selama 60 menit.

c. Kegiatan pembelajaran mandiri, yaitu kegiatan pembelajaran yang dilakukan mahasiswa atas prakarsa sendiri untuk mendalami bahan pembelajaran, selama 60 menit.

3. Satu SKS praktek kerja profesi apoteker (PKPA) setara dengan kegiatan praktek 170 menit per minggu dalam 16 kali pertemuan dalam 1 semester. Pelaksanaan PKPA dapat diatur sebagai berikut:

a. Praktek 40 (empat puluh) hingga 45 (empat puluh lima) jam kerja per minggu dilaksanakan dalam waktu 6 (enam) hingga 8 (delapan) jam per hari dalam 5 (lima) atau 6 (enam) hari kerja, atau

b. Praktek 100 (seratus) menit per minggu selama 1 semester dan kegiatan mandiri 70 (tujuh puluh) menit per minggu selama 1 semester.

BAB III

PENERIMAAN MAHASISWA PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKER

Pasal 6

1. Penerimaan mahasiswa baru Program Studi Profesi Apoteker dilaksanakan oleh pengelola PSPA di bawah koordinasi Fakultas Farmasi UMS.

2. Penerimaan mahasiswa baru PSPA dilaksanakan dua kali setahun (tiap semester), sesuai kalender akademik PSPA.

3. Mahasiswa peserta program akan dibagi dalam 2 (dua) minat yaitu : Minat Farmasi Rumah Sakit dan Minat Farmasi Industri.

4. Jumlah mahasiswa peserta tiap minat ditentukan oleh pengelola PSPA.

5. Penempatan mahasiswa kedalam minat berdasarkan hasil ujian seleksi yang diselenggarakan oleh pengelola PSPA.

6. Peserta yang mengambil minat yang berbeda dengan minat pada S1 harus memiliki IPK S1 minimal 3,00.

7. PSPA menerima lulusan program studi S-1 Farmasi UMS dengan melalui ujian seleksi, dengan kriteria batas lolos ujian seleksi ditetapkan oleh Fakultas.

8. Lulusan S-1 Farmasi PTF dari luar UMS dapat diterima pada PSPA FF-UMS setelah dinyatakan memenuhi persyaratan, lolos seleksi dan mempertimbangkan daya tampung.

9. Persyaratan dimaksud pada ayat 8 adalah: dari Program Studi S-1 Farmasi yang terakreditasi LAM PT Kes, lama studi S1 maksimal 7 tahun, IPK minimal 3,25 dan usia ijasah S1 pada saat mendaftar maksimal 3 tahun

10. Lulusan S-1 Farmasi UMS akan diterima jika nilai tes seleksi melebihi passsing grade.

(13)

8 BAB IV

BEBAN STUDI DAN KEGIATAN AKADEMIK

Pasal 7

1. Beban studi mahasiswa adalah jumlah SKS yang diambil oleh mahasiswa dalam satu tahun.

2. Mahasiswa PSPA wajib menempuh seluruh mata kuliah wajib dan mata kuliah pilihan (paket I) serta paket praktek (paket II) yaitu praktek kerja profesi apoteker di 4 (empat) tempat praktek yakni Apotek, Puskesmas, Pedagang Besar Farmasi (PBF) dan Industri Farmasi atau Rumah Sakit (sesuai bidang peminatan), sesuai dengan penjadwalan PSPA.

3. Untuk dapat terdaftar sebagai peserta kegiatan akademik, mahasiswa harus mengisi Kartu Rencana Studi (KRS) yang isinya disahkan Dosen Pembimbing Akademik.

4. Mahasiswa PSPA berhak atas pembimbingan dan pelayanan akademik.

5. Pembimbing akademik, pembimbing praktek kerja profesi apoteker dan preseptor adalah seorang dosen atau praktisi yang ditunjuk oleh pengelola PSPA.

6. Pembimbingan mahasiswa dalam kegiatan akademik bertujuan untuk :

a. Membina mahasiswa agar berkepribadian yang sesuai dengan ciri-ciri profesi sebagai seorang farmasis/apoteker yang profesional yang berkepedulian sosial tinggi, kritis, bermoral dan berguna untuk masyarakat.

b. Mendampingi mahasiswa dalam memahami perkuliahan dan praktek kerja yang ditempuh.

c. Mendampingi mahasiswa dalam mempersiapkan diri sampai ujian komprehensif serta mengarahkan agar berkemauan dan berkemampuan meningkatkan derajat hidup masyarakat.

d. Mendampingi mahasiswa agar siap dalam menerapkan ilmu yang diperoleh untuk kepentingan masyarakat.

Pasal 8

1. Masa studi yang tersedia untuk menyelesaikan pendidikan di PSPA paling lama adalah 4 semester.

2. Dalam hal khusus, kepada mahasiswa yang belum berhasil menyelesaikan studinya dalam batas waktu sebagaimana disebut di atas (4 semester) dapat diberikan perpanjangan waktu studi sebanyak-banyaknya dua semester oleh Dekan atas rekomendasi Ketua PSPA.

Perpanjangan tersebut diberikan hanya jika alasan mahasiswa yang bersangkutan dapat diterima.

3. Selama terdaftar di PSPA FF-UMS:

a. mahasiswa dapat mengambil cuti maksimal 2 semester secara berturutan dalam 2 tahun sejak terdaftar sebagai mahasiswa PSPA.

b. Tidak diperkenankan ijin untuk tidak mengikuti kegiatan perkuliahan lebih dari 3 hari berturut- turut kecuali alasan sakit ( dibuktikan dengan surat keterangan dokter) 4. Untuk dapat mengambil cuti belajar, mahasiswa membuat surat pengajuan cuti belajar

kepada Dekan Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

5. Bagi mahasiswa yang hamil, tidak diperkenankan mengikuti Praktek Kerja Profesi Apoteker selama HPL + 1,5 bulan.

6. Selama mengikuti PKPA, aturan libur hari raya mengikuti ketentuan institusi tempat PKPA

(14)

9 Pasal 9

1. Pada awal semester pertama, mahasiswa berhak memperoleh penjelasan tentang PSPA baik dalam hal pelaksanaan akademik maupun non akademik.

2. Perkuliahan dilaksanakan pada waktu dan tempat sebagaimana ditetapkan dalam jadwal kuliah. Penjadwalan kuliah dapat berupa sistem reguler maupun sistem blok.

3. Pada setiap pelaksanaan kegiatan perkuliahan mahasiswa dan dosen menuliskan tanda kehadirannya di daftar presensi yang telah disediakan, dan dosen mengisikan kegiatan perkuliahan pada jurnal perkuliahan yang telah disediakan.

4. Bila dosen berhalangan hadir, mahasiswa berhak memperoleh :

a. Pemberitahuan dari dosen yang bersangkutan dan pengelola PSPA sesegera mungkin.

b. Penggantian perkuliahan yang terhalang itu pada kesempatan lain, atau penggantian dengan kegiatan pembelajaran terstruktur dengan seijin pengelola PSPA.

5. Jumlah tatap muka perkuliahan untuk tiap semester ditetapkan minimal 16 kali pertemuan termasuk ujian mata kuliah.

6. Yang berhak mengikuti perkuliahan suatu mata kuliah hanyalah mahasiswa yang namanya tercantum dalam daftar peserta kuliah.

7. Mahasiswa wajib mengikuti kegiatan perkuliahan sekurang-kurangnya 75% dari tatap muka perkuliahan. Mahasiswa yang tidak memenuhi kewajiban ini tidak berhak mengikuti ujian akhir semester mata kuliah yang bersangkutan.

8. Mahasiswa dapat mengikuti PKPA setelah dilakukan pengambilan janji oleh FF-UMS yang diatur dalam ketentuan tersendiri.

9. Selama mengikuti kuliah, ujian, dan praktek kerja maupun kegiatan akademik lainnya, mahasiswa wajib mengenakan pakaian yang rapi dan sopan (wanita: pakaian kerja yang sopan dan terlihat wajahnya, berjilbab, tidak memakai cadar, burkah atau sejenisnya; non- muslim: pakaian kerja yang sopan dan terlihat wajahnya; laki-laki: pakaian sopan berdasi atau batik). Dosen pengampu berhak menolak mahasiswa untuk mengikuti kegiatan akademik apabila mahasiswa tidak memenuhi ketentuan tersebut.

BAB V

PENILAIAN HASIL BELAJAR Pasal 10

1. Penilaian hasil belajar mahasiswa dilakukan melalui penyelenggaraan ujian-ujian dan pemberian tugas-tugas yang relevan.

2. Ujian mata kuliah adalah ujian suatu mata kuliah yang dilaksanakan sesuai dengan jadwal dari PSPA.

3. Ujian akhir pada dasarnya mencakup keseluruhan bahan/ materi yang diajarkan. Ujian ini meliputi ujian 1 dan ujian 2.

4. Ujian perbaikan (Remidi) dapat dilakukan oleh PSPA bagi mahasiswa dengan nilai tempuhan sebelumnya maksimal B dan perolehan nilai ujian perbaikan maksimal AB.

Pasal 11

1. Mahasiswa dapat mengikuti ujian yang diselenggarakan apabila telah memenuhi persyaratan akademik dan persyaratan administrasi.

2. Ketentuan lain dan/atau sanksi bagi mahasiswa yang terlambat, berhalangan atau tidak dapat mengikuti ujian sesuai yang telah ditetapkan, diatur oleh pengelola PSPA.

(15)

10 3. PSPA tidak menyelenggarakan ujian susulan, kecuali alasan yang bersifat sangat khusus (orang tua meninggal, kecelakaan yang menyebabkan perawatan, menjalani rawat inap di rumah sakit). Ujian susulan dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan Ketua PSPA.

Pasal 12

1. Proses pemberian nilai suatu mata kuliah adalah proses penetapan taraf pencapaian kompetensi mahasiswa dalam mata kuliah tersebut.

2. Hasil pengukuran taraf pencapaian kompetensi mahasiswa dinyatakan dalam bentuk skor.

3. Norma penilaian yang digunakan adalah system Penilaian Acuan Patokan (PAP) dengan standar sebagai berikut:

Huruf Angka Nilai Akhir Predikat

A 4 Nilai > 77 Sangat memuaskan

AB 3,5 70<Nilai <77 Baik sekali

B 3 63<Nilai <70 Baik

BC 2,5 56< Nilai <63 Lebih dari cukup

C 2 50< Nilai <56 Cukup

D 1 35<Nilai <50 Kurang

E 0 Nilai <35 Gagal

Pasal 13

1. Nilai akhir mata kuliah merupakan hasil kumulatif dari komponen-komponen : tugas, praktikum dan ujian akhir semester. Bobot nilai masing-masing komponen diserahkan kepada keputusan dosen ataupun tim dosen yang mengampu mata kuliah tersebut, dan wajib diberitahukan kepada mahasiswa pada awal kuliah.

2. Mahasiswa yang dianggap tidak memenuhi syarat dalam menempuh ujian suatu mata kuliah dianggap belum menempuh mata kuliah tersebut.

3. Setiap dosen ataupun tim dosen yang mengampu mata kuliah wajib menyerahkan nilai akhir kepada pengelola PSPA selambat-lambatnya 14 hari setelah suatu mata kuliah diujikan dalam ujian akhir semester.

4. Apabila sampai dengan batas waktu yang telah ditetapkan oleh pengelola PSPA ada dosen/pengampu yang belum menyerahkan nilai mata kuliah yang diampu maka nilai akan ditetapkan oleh pengelola sesuai peraturan yang berlaku, yaitu diberikan nilai B.

5. Suatu mata kuliah boleh ditempuh ulang dalam batas masa studi yang telah ditentukan kecuali ditentukan lain oleh pengelola PSPA. Dalam hal ini nilai akhir yang digunakan untuk menghitung Indeks Prestasi (IP) adalah nilai terbaik.

6. Mahasiswa yang dikarenakan sedang menempuh praktek kerja profesi apoteker diperbolehkan mengulang mata kuliah pada semester yang sama dengan kegiatan praktek kerja profesi apoteker tersebut hanya dengan menempuh ujian akhir semester saja.

Penilaian untuk mahasiswa yang bersangkutan, diserahkan kepada keputusan dosen ataupun tim dosen pengampu mata kuliah yang bersangkutan.

7. Nilai akhir praktek kerja profesi apoteker untuk tiap bidang merupakan hasil kumulatif dari komponen-komponen : nilai dari tempat praktek kerja profesi apoteker, nilai dari pembimbing fakultas, dan nilai ujian komprehensif bidang yang bersangkutan.

8. Apabila mahasiswa telah memenuhi kewajiban dalam menempuh praktek kerja profesi apoteker bidang yang bersangkutan, dan sampai dengan hari yudisium bagi mahasiswa yang

(16)

11 bersangkutan nilai dari masing-masing komponen ada yang belum masuk, maka pengelola akan menetapkan nilai praktek kerja bidang yang bersangkutan mahasiswa tersebut sesuai dengan peraturan yang berlaku.

9. Mahasiswa yang dinyatakan tidak lulus pada Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) oleh institusi tempat PKPA maka diwajibkan mengikuti PKPA bidang yang bersangkutan. Apabila ketidaklulusan disebabkan oleh nilai ujian komprehensif maka mahasiswa hanya diwajibkan mengulang ujian komprehensif bidang yang bersangkutan pada periode ujian semester/angkatan berikutnya.

Pasal 14

1. Tingkat keberhasilan belajar mahasiswa dinyatakan dengan bilangan yang disebut Indeks Prestasi, disingkat IP yang ditulis sampai dengan dua angka di belakang koma.

2. Besarnya IP dihitung dari jumlah hasil kali antara besar kredit (K) dan bobot nilai (N) dibagi dengan jumlah kredit yang direncanakan, atau dinyatakan dengan rumus IP= KN / K.

3. Untuk menetapkan besarnya IP, huruf mutu dikuantifikasikan menjadi angka mutu.

BAB VI

UJI KOMPETENSI APOTEKER INDONESIA

Pasal 15

1. Setiap calon apoteker wajib mengikuti Uji Kompetensi Apoteker Indonesia (UKAI) yang diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI)

2. Peserta UKAI adalah mahasiswa PSPA yang akan lulus pada semester tersebut (semester diadakannya UKAI)

3. Syarat mengikuti UKAI adalah IP semester 1 (SEBELUM REMIDI) > 2,70

4. Bagi mahasiswa yang tidak memenuhi syarat pada ayat 3 tidak diperkenankan mengikuti UKAI dan dinyatakan tidak lulus apoteker pada semester tersebut.

BAB VII

KELULUSAN DAN WISUDA APOTEKER

Pasal 16

1. Untuk dinyatakan lulus dari PSPA, mahasiswa harus memenuhi syarat berikut:

a. Telah menempuh 32 sks mata kuliah wajib dan minimal 9 sks mata kuliah pilihan, dan b. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) ≥ 3,00 (tiga koma nol), dan

c. Tidak terdapat nilai D, dan

d. Nilai mata kuliah Regulasi & Etika Profesi Farmasi dan Al-Islam minimal C, dan e. Jumlah SKS dengan nilai C maksimal 6 SKS dari keseluruhan SKS, dan

f. Lulus UKAI

g. Telah mengikuti Baitul Arqam pelepasan calon apoteker.

(17)

12 2. Mahasiswa yang dinyatakan lulus menerima predikat kelulusan dengan ketentuan sebagai

berikut:

IPK Predikat Keterangan

3,00- 3,50 Memuaskan

3,51-3,75 Sangat memuaskan

3,76 – 4,00 Dengan pujian (Cum Laude) Masa studi maksimum 2 semester

3. Mahasiswa yang lulus berhak mendapat ijasah Apoteker dengan lampiran transkrip akademik (dari Universitas), Sertifikat Kompetensi (dari PP IAI), dan Surat Tanda Registrasi Apoteker /STRA (dari Komite Farmasi Nasional).

Pasal 17

1. Apoteker atau farmasis adalah Sarjana Farmasi yang telah lulus PSPA dan telah mengucapkan Sumpah Apoteker.

2. Untuk mahasiswa/calon apoteker sebagaimana yang tercantum dalam ayat (1) wajib mengikuti acara pengucapan sumpah sebagai apoteker.

3. Acara pengucapan sumpah apoteker diselenggarakan oleh Fakultas dilakukan dalam Sidang Terbuka Fakultas dengan melibatkan rohaniawan dari agama yang sesuai dengan agama calon apoteker dan pihak lain sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

4. Berita acara pengucapan sumpah apoteker ditandatangani pada acara tersebut oleh apoteker yang bersangkutan, KFN, Dekan dan PP IAI.

5. Fakultas wajib melaporkan data lulusan apoteker kepada Organisasi Profesi (Ikatan Apoteker Indonesia) dan Dinas Kesehatan Provinsi.

BAB VIII SANGSI

Pasal 18

1. Peserta PSPA yang melakukan kecurangan baik akademik maupun administratif (pemalsuan, penyontekan, dan tindakan tidak terpuji lain), bisa dikenai sangsi akademik.

2. Sangsi seperti dimaksud pada ayat (1) dimaksudkan untuk mendidik, dan bisa berupa teguran, peringatan, pengurangan nilai, penskorsan atau pemecatan.

BAB IX PENUTUP

Pasal 19

1. Hal-hal yang belum diatur dalam peraturan ini akan diatur dalam peraturan tersendiri.

2. Peraturan lain yang berlaku sebelum peraturan ini diberlakukan yang bertentangan dengan peraturan ini, dinyatakan tidak berlaku lagi.

3. Peraturan ini berlaku sejak ditetapkan dan akan ditinjau kembali apabila ada kekeliruan dalam penetapannya.

(18)

13 Ditetapkan : Di Surakarta

Tanggal : 28 Muharram 1443H 6 September 2021M

Dekan Fakultas Farmasi UMS

apt. Erindyah R Wikantyasning, Ph.D, NIK. 868

(19)

14

KURIKULUM PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKER FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA TAHUN 2020

(20)

15

KURIKULUM PROGRAM PROFESI APOTEKER FAKULTAS FARMASI UMS

TAHUN 2020

1. MINAT FARMASI INDUSTRI

NO KODE MK MATA KULIAH WAJIB SKS

1 A0801 Al Islam 2

2 A0802 Compounding dan Dispending 2

3 A0803 Farmakoterapi Terapan 2

4 A0804 Manajemen Farmasi 2

5 A0805 Manajemen Pemasaran dan Distribusi Farmasi 2

6 A0806 Pelayanan Kefarmasian 2

7 A0807 Regulasi dan Etika Farmasi 3

8 A0808 Praktek Kerja Profesi di Apotek 4

9 A0809 Praktek Kerja Profesi di PBF 2

10 A0810 Praktek Kerja Profesi di Puskesmas 2

11 I0809 Farmasi Industri 3

12 I0810 Rancangan dan Pengembangan Formula 2 13 I0811 Praktek Kerja Profesi di Industri Farmasi 4

JUMLAH SKS WAJIB 32

NO KODE MK MATA KULIAH PILIHAN (WAJIB) SKS

1 R0812 Farmasi Rumah Sakit 3

2 R0813 Komunikasi dan Konseling 2

3 P0819 Responding to Symptoms 2

4 P0820 Spesialite Obat 2

JUMLAH SKS PILIHAN (WAJIB) 9

NO KODE MK MATA KULIAH PILIHAN (BEBAS)* SKS

1 P0815 Farmakogenomik 2

2 P0816 Ilmu Kesehatan Masyarakat 2

3 P0817 Natural Medicine 2

4 P0818 Nutrasetika 2

JUMLAH SKS PILIHAN (BEBAS) 2

JUMLAH SELURUH PENGAMBILAN SKS 43

(21)

16 2. MINAT FARMASI RUMAH SAKIT

NO KODE MK MATA KULIAH WAJIB SKS

1 A0801 Al Islam 2

2 A0802 Compounding dan Dispending 2

3 A0803 Farmakoterapi Terapan 2

4 A0804 Manajemen Farmasi 2

5 A0805 Manajemen Pemasaran dan Distribusi Farmasi 2

6 A0806 Pelayanan Kefarmasian 2

7 A0807 Regulasi dan Etika Farmasi 3

8 A0808 Praktek Kerja Profesi di Apotek 4

9 A0809 Praktek Kerja Profesi di PBF 2

10 A0810 Praktek Kerja Profesi di Puskesmas 2

11 R0812 Farmasi Rumah Sakit 3

12 R0813 Komunikasi dan Konseling 2

13 R0814 Praktek Kerja Profesi di Rumah Sakit 4

JUMLAH SKS WAJIB 32

NO KODE MK MATA KULIAH PILIHAN (WAJIB) SKS

1 I0809 Farmasi Industri 3

2 I0810 Rancangan dan Pengembangan Formula 2

3 P0819 Responding to Symptoms 2

4 P0820 Spesialite Obat 2

JUMLAH SKS PILIHAN (WAJIB) 9

NO KODE MK MATA KULIAH PILIHAN (BEBAS)* SKS

1 P0815 Farmakogenomik 2

2 P0816 Ilmu Kesehatan Masyarakat 2

3 P0817 Natural Medicine 2

4 P0818 Nutrasetika 2

JUMLAH SKS PILIHAN (BEBAS) 2

JUMLAH SELURUH PENGAMBILAN SKS 43

(22)

17 KETENTUAN PENGAMBILAN MATA KULIAH:

1. Jumlah SKS minimal adalah 41 SKS (terdiri dari mata kuliah wajib dan mata kuliah pilihan wajib)

2. Mahasiswa wajib mengambil 2 SKS MK Pilihan Bebas (*) sebagai MK keunggulan Prodi PSPA.

3. Mata kuliah pilihan bebas diselenggarakan jika jumlah mahasiswa minimal 11 mahasiswa

(23)

18

DESKRIPSI MATA KULIAH

PROGRAM PROFESI APOTEKER FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

Mata Kuliah : Al Islam

Jumlah SKS : 2 SKS

Deskripsi Mata Kuliah :

Mata kuliah Al-Islam pada program profesi merupakan mata kuliah aplikatif dasar- dasar agama Islam dalam praktek kesehatan pada umumnya dan praktek pengobatan (kefarmasian) pada khususnya). Mata kuliah Al-Islam ini membahas konsep tentang: Aqidah sebagai landasan amal manusia, muamalah dalam pandangan Islam, Amal ibadah dan nilai keikhlasan dalam bekerja (praktek profesi), hak dan kewajiban seseorang dalam bekerja, hukum jual beli (obat), konsep sehat dan sakit dalam pandangan Islam, hukum Islam dalam kesehatan kaitannya dengan ibadah (thoharoh, sholat, puasa dan haji), problem kontemporer halal dan haram dalam reproduksi, kesehatan dan pengobatan.

Pustaka :

1. Anonim, 1995, Al Qur’an dan Tafsirnya, UII, Jogjakarta 2. Mahmud, A, dkk, 2002, Studi Islam I, LSI-UMS, Surakarta

3. Zuhdi M.N dan Rosyadi I, 2002, Studi Islam II, LSI UMS, Surakarta 4. Dasuki H, 1993, Ensiklopedia Islam Jilid V, PT Ichtiar Baru Van Hoeve.

5. Amin A, 1975, Etika (ilmu Akhlaq), Bulan Bintang, Jakarta 6. Basyir, A.A, 1998, Pendidikan Agama Islam, UII, Jogjakarta

Mata Kuliah : Compounding and Dispensing

Jumlah SKS : 2 SKS

Deskripsi Mata Kuliah :

Mata kuliah ini mempelajari tentang praktek farmasi, penggunaan obat, resep dokter, cara compounding obat yang baik, kalkulasi dalam compounding obat, compounding obat non steril dan steril, pemrosesan resep di pelayanan mulai dari skrining resep (farmasetik, klinik, administrasi), dan dispensing cycle.

Pustaka :

1. Herfindal, E.T., Gourley, D.R., 2000, Textbook of Therapeutic Drug and Disease Management, 7th Ed., W & W Publs., Philadelphia.

2. Allen, L.V., 2002, The Art, Science and Technology of Pharmaceutical Compounding, APhA, Washington

3. Swinghammer, T.I., 2002, Pharmacotherapy Casebook a Patien-Focused Approach, 5th Ed., McGraw-Hill, New York

4. Winfield, A.J., Richards, R.M.E., 2004, Pharmaceutical Practice, 3rd Ed., Livingstone, New York

5. WHO, 1996. Good Pharmacy Practice (GPP) in Community and Hospital Pharmacy Settings.

6. ASHP 2001-2002, Best Practices for health-System Pharmacy, Position and Guidance Documents of ASHP.

(24)

19 7. Hartini,Y,S dan Sulasmono, Peraturan Perundangan bidang Apotek

8. Arkel,V,Tak Tercampurkannya Obat-obatan, 9. Tatro,Drug Interaction

10. ASHP, 2004, AHFS Drug Information

11. Depkes, Standard Pelayanan Kefarmasian di Apotek dan Rumah Sakit 12. Taylor and Harding, 2001,Pharmacy Practice,

13. Anonim, SK Menkes No. 1027/Menkes/SKIX/2004

Mata Kuliah : Farmakoterapi Terapan

Jumlah SKS : 2 SKS

Deskripsi Mata Kuliah :

Mata kuliah farmakoterapi terapan membahas mengenai evaluasi terapi obat yang rasional berdasarkan kondisi pasien pada berbagai penyakit serta monitoring terapi dan konselingnya sesuai perkembangan bidang kesehatan dan kefarmasian terkini, pada penyakit sistem saraf, sistem renal dan kardiovaskuler, sistem pencernaan dan pernafasan, sistem endokrin, penyakit infeksi dan kanker.

Pustaka :

1. Dipiro,J.T.,Talbert, R.L.,Yee,G.C., Matzke, G.R.,Wells,B.C.,and Posey,L.M.,2005, Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach,6th Ed,Appleton & Lange Satnford

2. Herfindal,E.T.,and Gourley,D.R., Textbook of Therapeutic Drug and Disease Management,7 thEd,Lippinsot Williams and Wilkins,Philadelphia

Mata Kuliah : Manajemen Farmasi

Jumlah SKS : 2 SKS

Deskripsi Mata Kuliah :

Mata kuliah ini menjelaskan mengenai Pengantar Manajemen dan Manajemen Operasional, Keorganisasian, Pengelolaan Kegiatan Apotek, Pelayanan Kefarmasian di Apotek, Forecasting, Inventory, Analisis Keuangan, Perpajakan, Analisis kelayakan Usaha Apotek, Penanganan Complaint, Quality assurance dalam pelayanan kefarmasian.

Pustaka :

1. Campbell D, Fowler A, Benchmarking: Concepts and Framework, Pharm Manage 2001; 17

2. Effective Pharmacy Managemen a Comprehensive Presentation of Practical Technique for Pharmacies, ed 8., NARD, Virginia, 1996

3. Hicks, W.E, Practice Standar of ASHP 1994-1995, American Society of Hospital Pharmacist Inc. 1994

4. Stoner, J.A.F., R.E. Freeman, and D.R. Gilbert Jr, 1995, Managemen, Prentice Hall in New Jersey

5. MSH and WHO (Management Sciences for Health and Word Health Organization). 1997 Managing Drug Supply. 2nd ed West Harfford, CT;

Kumarian Press.

6. Peraturan Perundang-undangan tentang kesehatan kefarmasian.

7. Tootelian, D.H. and Gaedeka, R.M., 1993, Essentials of Pharmacy Management, Mosby-Yess Yook Inc., St. Louis.

8. WHO, 2007, Quality Assurance of Pharmaceuticals 2nd ed., Geneve 9. Seto, S., 2001, Manajemen Apoteker, Airlangga university Press.

10. Said, M. U, 2004, Manajemen Apoteker praktis.

11. Desselle, S, P., 2005, Pharmacy Mangement, McGrawHill

(25)

20 Mata Kuliah : Manajemen Pemasaran dan Distribusi Farmasi

Jumlah SKS : 2 SKS

Deskripsi Mata Kuliah :

Mata kuliah ini menjelaskan mengenai Cara Distribusi Obat yang Baik, Supply Chain Management, Memahami peran pemasaran dalam organisasi dan masyarakat, Membangun Kepuasan pelanggan melalui mutu, pelayanan dan nilai, Perencanaan strategis berwawasan pasar, Mengelola proses pemasaran dan perencanaan pemasaran, Sistem informasi Pemasaran dan penelitian pemasaran, Menganalisis pasar konsumen dan perilaku pembeli, Menganalisis industri dan para pesaing, Mengukur dan meramal permintaan pasar, Mengidentifikasi segmen pasar dan memilih pasar sasaran.

Pustaka :

1. Van Horne, J., 2000, Financial Management and Policy, Prentice Hall, New Jersey.

2. Walley, T., Haycox A., Boland, R., 2004, Pharmacoeconomics, Churchill Livingstone., Philadelphia.

3. Lindstone, J., Macleman, J., 1999, Marketing Planning for the Pharmaceutical Industry, 2nd Ed., Gower Publ., Burlington

4. Kotler, P., 2000, Marketing Management, 10th Ed., Prentice Hall, New Jersey.

5. WHO, 2004, Good Distribution Practice; POM RI, 6. Makalah pelatihan Manajemen distribusi Obat 2006.

7. Cohen, S., 2005, strategic supply chain management, McGrawHill.

Mata Kuliah : Pelayanan Kefarmasian

Jumlah SKS : 2 SKS

Deskripsi Mata Kuliah :

Matakuliah ini membicarakan tentang definisi dan ruang lingkup (domain); arti penting bagi profesi apoteker dan fungsi-fungsi praktek apoteker; kebutuhan pasien akan terapi obat dan tujuan dari terapi obat; problema-problema terapi obat dan penyebab-penyebabnya; koleksi data pasien (data base); evaluasi data pasien; pengembangan rencana patient care; presentasi kasus pasien (patient case presentation) atau pendokumentasian pelayanan; monitoring, evaluasi, dan tindak lanjut terapi obat; kendala-kendala pelaksanaan; pemasaran/promosi pelayanan kefarmasian (marketing-promoting pharmaceutical care); kriteria kesiapan dan cara memulai praktek; standar praktek pelayanan kefarmasian; dan beberapa studi kasus tentang problema terapi obat dengan penyelesaian permasalahan menggunakan pendekatan secara sistematik, seperti : SOAP (Subjective Objective Assesment Plan), PWDT (Pharmacist Workup Drug Therapy), FARM (Finding Assesment Recommendation Monitoring), LKKPTO (Lima Kunci Kebutuhan Pasien akan Terapi Obat).

Pustaka :

1. Rovers, J.P., Currie, J.D., Hagel, H.P., McDonough, R.P., Sobotka, J.L., 2003, A Practical Guide to Pharmaceutical Care, 2nd Eddition, AphA, Washington, D.C.

2. Cipolle, R.J., Strand, L.M., and Morley, P.C., 1998, Pharmaceutical Care Practice, McGraw Hill, New york.

3. Tindall, W.N., and Millonig, M.K., 2003, Pharmaceutical Care: Insight from Community Pharmacists, CRC Press, Boca Raton.

4. Tietze, K.J., 2004, Clinical Skill for Pharmacists A patient-Focused Approach, 2nd Edition, Mosby, St. Louis.

(26)

21 5. DiPiro, J.T., et al., 2005, Pharmacotherapy A Pathophysiologic Approach, 6th

Edition, McGraw Hill, New York.

6. Desselle, S.P. and Zgarrik, D.P., 2005, Pharmacy Management Essentials for All Practice Settings, McGraw-Hill Medical Publishing Division, New York.

7. Ritschel W.A. and Kearns, G.L., 2004, Handbook of Basic Pharmacokinetics ...

Including Clinical Applications, 6th Edition, American Pharmaceutical Association, Washington, D.C.

8. Williams, R.L., Brater, D.C., and Mordenti, J., 1990, Rational Therapeutics A Clinical Pharmacologic Guide for Health Professional, Marcel Dekker Inc, New York.

9. Aslam,M., dkk.,2003,Farmasi Klinis, Elex Media Computindo,Jakarta

10. Peraturan Perundang-undangan yang menyangkut Praktek Pelayanan Kefarmasian.

11. Jurnal-jurnal

Mata Kuliah : Regulasi dan Etika Farmasi

Jumlah SKS : 3 SKS

Deskripsi Mata Kuliah :

Mata kuliah ini membicarakan tentang peraturan perundang-undangan Indonesia di bidang kesehatan khususnya farmasi dan yang terkait disertai contoh-contoh penerapan, pelanggaran dan sanksinya; hak dan kewajiban apoteker dalam pekerjaan dan pelayanan kefarmasian, membicarakan tentang etika dan moral (sasaran dan normanya) dibidang kesehatan, kedokteran,farmasi; dan sanksi hukum dan terhadap pelanggarannya; kode etik profesi.

Pustaka :

1. Anonim, 1997, Kumpulan Peraturan Perundang-undangan Farmasi, KORPRI Dit Jen POM, Jakarta.

2. Anonim, 1992, Undang-Undang Republik Indonesia No. 23 thn 1992 tentang Kesehatan , Dept Kes., Jakarta.

3. Anonim, 1997, Undang-Undang Republik Indonesia No. 22 thn 1997 tentang Narkotika , Dept Kes., Jakarta.

4. Anonim, 1997, Undang-Undang Republik Indonesia No. 5, thn 1997 tentang Psikotropika , Dept Kes., Jakarta

5. Anonim, 1999, Undang-Undang Republik Indonesia No. 8, thn 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Dept Kes., Jakarta

6. Faiq Troy, B.D (ed.) 2006, Remington : The Science and Practice of Pharmacy, 21st. Ed., Lippincott Williams & Wilkins

Mata Kuliah : Farmasi Industri

Jumlah SKS : 3 SKS

Deskripsi Mata Kuliah :

Mata kuliah ini menjelaskan mengenai manajemen fasilitas di industri farmasi, manajemen SDM, kesehatan dan pengelolaan lingkungan, aspek-aspek yang berkaitan dengan proses produksi sediaan farmasi dan manajemen kualitas sediaan farmasi.

Pustaka :

1. Pedoman cara pembuatan obat yang baik, 2006, Badan POM RI, Jakarta

2. Good manufacturing Practices for Pharmaceuticals, 1997, Willig SH, Stoker JR, Marcell Dekker Inc.

(27)

22 3. Guide to good manufacturing practice for medicinal products, 2006,

Pharmaceutical Inspection Convention.

Mata Kuliah : Rancangan dan Pengembangan Formula

Jumlah SKS : 2 SKS

Deskripsi Mata Kuliah :

Mata kuliah ini menjelaskan mengenai perancangan dan pengembangan formula dengan mempertimbangkan sisi ekonomi, preformulasi, karakteristik bahan aktif dan bahan tambahan, tujuan penggunaan produk, pengembangan sistem penghantaran obat, pemilihan bahan pengemas, uji formulasi, dan protokol registrasi.

Pustaka :

1. Rang, HP., 2006, Drug Discovery and Development,Elsevier, New York.

2. Chien, Y.W., 1987, Novel Drug Delivery System, Marcel Dekker Inc., New York.

Mata Kuliah : Farmasi Rumah Sakit

Jumlah SKS : 3 SKS

Deskripsi Mata Kuliah :

Mata kuliah farmasi rumah sakit membahas mengenai struktur organisasi rumah sakit, akreditasi rumah sakit, komite farmasi dan terapi, formularium rumah sakit, fungsi instalasi farmasi rumah sakit, pengelolaan perbekalan farmasi yang meliputi : perencanaan, pemilihan, pengadaan dan distribusi, produksi di rumah sakit, Central Sterilization Supply Department, pengendalian infeksi nofokomial, sistem informasi manajemen obat, handling cytotoxic, pengelolaan limbah rumah sakit dan patient safety.

Pustaka :

1. Hassan, W.E., 1986, Hospital Pharmacy, 5th Ed., Lea and Febiger, Philadelphia 2. Quick, et . al., 1997, Managing Drug Supply, Humani Press, New York

3. Santoso, B., 1999, Manajemen Obat Rumah Sakit, MMF, Yogyakarta

4. The WHO, “The Role and function of the community and hospital pharmacists in the Health Care systems of Europe “, The World Health Organization’s Regional Office for Europe

5. Wong J and Beglarya H, Strategies for Hospitals to Improve Patient Safety:A Review of the Research.The Change Foundation, 2004.

Mata Kuliah : Komunikasi dan Konseling

Jumlah SKS : 2 SKS

Deskripsi Mata Kuliah :

Membicarakan tentang pengertian, fungsi, dan tujuan komunikasi; komunikasi efektif; etika berkomunikasi; pengertian, fungsi, dan tujuan konseling;

membangun hubungan profesional; memahami pasien; dasar-dasar konseling obat; metode edukasi; ketrampilan melakukan konseling; manajemen konflik;

mengatasi pasien yang marah; interaksi dengan dokter; komunikasi persuasif;

faktor-faktor penghambat; simulasi dan studi kasus dengan praktikum.

Pustaka :

1. Berger, B.A., 2005, Communikation Skills for Pharmacists: Building Relationships, Improving Patient Care, 2nd Edition, APhA, Washington, D.C.

(28)

23 2. Rantucci, M.J., 1997, Pharmacists Talking with Patients a Guide to Patient

Counseling, Williams & Wilkins, Baltimore.

3. Meldrum, H., 1994, Interpersonal Communication in Pharmaceutical Care How to be A (Really) Professional Pharmacist, Pharmaceutical Product Press, New York.

4. Tindall, W.N., Beardsley, R.S., and Kimberlin, C.L., 1994, Communication Skills in Pharmacy Practice A Practical Guide for Students and Practitioners, 3rd Edition, Williams & Wilkins, Baltimore.

5. Gardner, M.E., Herrier, R.N., and Meldrum, H., 2000, Patient Communication in Clinical Pharmacy Practice, in Textbook of Therapeutics Drug and Disease Management, Herfindal, E.T. and Gourley, D.R. Eds, Lippincott Williams

&Wilkins, Philadelphhia.

Mata Kuliah : Responding to Symptoms

Jumlah SKS : 2 SKS

Deskripsi Mata Kuliah :

Mata kuliah ini membahas tentang kesehatan dan pengobatan, arti penting mengenali tanda/gejala penyakit, prinsip dan metode dasar pemeriksaan fisik, penilaian tanda umum, penilaian tanda vital, penilaian nyeri, proses monitoring terapi beberapa penyakit ringan (minor illness) dan penyakit berat (major disease) : gangguan saluran nafas, saluran cerna, gangguan pada rambut, kulit dan kuku, penyakit pada pria dan wanita serta gangguan status mental.

Pustaka :

1. Hamilton, H.K. and Rose, M.B., 1982, Professional Guide to Diseases, Intermed Communications, Springhouse

2. Edward, C and Stillman, 2000. P., Minor illness or Major Disease 3rd Ed., Pharmaceutical Press, London

3. Kumar, V., Abbas, A.K., and Fausto, N.F., 2005, Robins and Cotran Pathologic Basis of Disease, 7th Edition, Elsevier Saunders, Philadelphia

4. Chan, P.D. and Johnson, M.T., 2004, Treatment Guidelines for Medicine and Primary Care, Current Clinical Strategies Publishing, Laguna Hills.

Mata Kuliah : Spesialite Obat

Jumlah SKS : 2 SKS

Deskripsi Mata Kuliah :

Mata kuliah Spesialite obat membahas mengenai stabilitas obat, indikasi, kontraindikasi, farmakokinetika, Adverse Drug Reaction, toksisitas, dan macam sediaan generik dan paten yang beredar di pasaran dari berbagai kelas terapi obat, meliputi: sistem gastrointestinal, sistem kardiovaskuler, sistem respiratori, infeksi, sistem endokrin, dan analgesik.

Pustaka :

1. Anonim, 2000, Informatorium Obat Nasional Indonesia, Depkes RI, Jakarta.

2. Anonim, 2006, British National Formulary, Pharmaceutical Press

(29)

24 Mata Kuliah : Farmakogenomik

Jumlah SKS : 2 SKS

Deskripsi Mata Kuliah :

Mata kuliah farmkogenomika merupakan mata kuliah yang membahas tentang variasi genetik dan pengaruhnya terhadap pengobatan. Variasi genetik dapat muncul sebagai akibat dari pemberian obat maupun karena bawaan (perbedaan ras). Mata kuliah ini membahas tentang: Aspek historis farmakogenomik, Farmakogenumik sebagai pendekatan pengobatan individual, Farmakogenetik Metabolisme Obat, Reseptor, Farmakogenetik Transporter Obat, Farmakogenetik dan Kanal ion jantung, Perbedaan interetnik dan pengaruhnya terhadap respon dalam pengobatan, Molekular diagnostik mutasi dan tipe variasi genetik, prespektif klinik farmakogenomik.

Pustaka :

1. Elliot, W.H., Elliot D.C., 1996, Biochemistry and Molecular Biology, John Wiley And Sons, New York

2. Sambrook, J., Fritsch, F.F., Maniatis, T., 1989, Molecular Clonning, 2nd Ed., Harbor Press. New York.

3. Lodish, H., Beck, A., Zipursky, S.L., Matsudaira, P., Darnel, J., 2000, Molecular Cell Biology, 4th Ed., Freeman & Co., New York

4. Lewin B., 2000, Genes VII, Oxford Univ. Press. London.

5. Kalow et al., 2005, Pharmacogenomics, 2nd edition, Taylor and Francis, London

Mata Kuliah : Ilmu Kesehatan Masyarakat

Jumlah SKS : 2 SKS

Deskripsi Mata Kuliah :

Mata kuliah ini membicarakan tentang konsep kesehatan masyarakat; pengertian tentang public health, preventive health and public health pharmacy; riset dalam kesehatan masyarakat; sehat dan kegiatan pokok kesehatan masyarakat;

indicator derajad kesehatan; sasaran operasional kesehatan masyarakat, KONAS, Indonesia sehat 2010

Pustaka :

1. Burton, L.E., Smith, H.H., 1995, Public Health and Community Medicine, 2nd Ed., Williams & Wilkins, Baltimore

2. Bush, P.J., Johnson, K.W, 2008, Where Is the Public Health, Pharmacist?, Am.

J. Pharm. Educ, 43, 249-252

3. Blenkinsopp, A., Panton, R., 1991, Health Promotion for Pharmacists, Oxford University Press, New York

4. Sistem Kesehatan Nasional 5. Kebijakan Obat nasional

Mata Kuliah : Natural Medicine

Jumlah SKS : 2 SKS

Deskripsi Mata Kuliah :

Mata kuliah natural medicine membahas tentang prinsip dasar dan aplikasi dari herbal medicine, bahan alam kelautan, produk suplemen, kosmetika alami, dan aroma terapi untuk pencegahan, pemeliharaan, dan pengobatan penyakit. Mata kuliah ini terkait erat dengan fitoterapi, farmakognosi dan kosmetologi.

(30)

25

Pustaka :

1. Tyler V.E., Brady, L.R., and Robbers, J.E., Pharmacognosy, 9th Ed., Lea &

Febiger Philadelphia 1988.

2. Davies, D.M. (Ed), 1991, Textbook of adverse drug reaction, 4th ed., Oxford University Press, Oxford

3. De Smet, P.A.G.M. (Managing Editor), 1997, Adverse effects of herbal 4. Scheur, P.J., 1978, Marine Natural Product, Academic Press, New York.

5. Wright, A.E., 1998, Isolation of Marine Natural Product, edited by Richard J.P.Channel, Natural Products Isolation, Humana Press, New Jersey.

6. Ireland, C.M., Copp, B.R., Foster, M.P., McDonald, M.A, Radisky, D.C., and Swersey, J.C., 1993, Biomedical Potential of Marine Natural Product, Marine Biotechnology, Volume I, Pharmaceutical and Bioactive Natural Product,Edited by David H. Attaway and Oskar R. zaborsky, Plenum Press, New York.

7. Cooper KH, 1994, Antioxidant Revolution., Thomas Nelson Publisher.,Tennessee.

8. Evans WC, 2002, Trease and Evans Pharmacognosy., 15th Ed., Hourcout Publication Limited., China.

9. Hobbs C1, 1996, Herbal Adaptogens Fitting into the Modern Age., http://www.healthy.net/asp/

10. Hobbs C2, 1996, Drugs with Adaptogenic Effects for strengthening the powers of resistance., http://www.healthy.net/asp/

11. Kirugawa, K., Karugi, A., Kurechi, T., 1980, Chemistry and Implication of Degeneration of Phenolic Antioxidant, Food Antioxidant, Tokyo College of Pharmacy, Japan

12. Daniel, M., 2006, Medicinal Plants, Chemistry and Properties. Science Publishers, enfield, NH, USA.

13. Niir Board, ____ , Modern Tecnology of Cosmetics, Asia Pacipic Business Press Inc, India.

14. Paye, M., Barel, A.O., and Maibach H.I., 2006, Handbook of Cosmetic Science and Tecnology, Second Edition, Taylor & Francis, New York

15. Anonim, 2005, Module 1 Aromatherapy Distant Course, Kevala Centre, Chevron, England.

16. Daniel, M., 2006, Medicinal Plants, Chemistry and Properties. Science Publishers, enfield, NH, USA.

17. Price, S., and Price, L., 1995, Aromatherapy for Health Professionals,Churchill Livingstone, Edinburg.

18. Schnaubelt, K., 1998, Advanced aromatherapy, Healing Art Press, England

Mata Kuliah : Nutrasetika

Jumlah SKS : 2 SKS

Deskripsi Mata Kuliah :

Mata kuliah ini membahas tentang macam dan angka kebutuhan nutrisi bagi kesehatan, metode untuk menghitung status nutrisi, pengertian malnutrisi, mekanisme deplesi nutrisi oleh penyakit tertentu, perlunya tambahan nutrisi dalam terapi obat, Total Parenteral Nutrition : tipe, komponen, peresepan, monitoring keefektifannya dan Komplikasi pasien yang menerima TPN.

Menjelaskan hubungan nutrisi dengan patofisiologi penyakit, interaksi makanan dan obat yang digunakan untuk terapi penyakit, nutrisi yang berimbang untuk membantu terapi dan mencegah kardiovaskular, memperbaiki fungsi ginjal dan liver, mengurangi gejala asma, mengatasi penyakit diabetes melitus penyakit tertentu, untuk menjaga kesehatan, meningkatkan sistem imun, mencegah penuaan dini, memperbaiki mood dan perilaku.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian ini memberikan bukti untuk mengubah pengetahuan dan kepercayaan gaya hidup ibu nifas bahwa intervensi pendidikan kesehatan tentang kebutuhan nutrisi

PENGARUH TERAPI TERTAWA TERHADAP TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI DI PAGUYUBAN JANTUNG SEHAT DESA.. REMPOAH WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATURADEN II

Perbedaan dengan penelitian ini adalah pada penelitian Sri Nyumirah meneliti manajemen asuhan keperawatan spesialis jiwa pada klien halusinasi, sedangkan pada

Hasil penelitian yang penulis lakukan terhadap penggunaan prinsip kesantunan berbahasa dalam kegiatan jual-beli di Pasar Mandalika, dapat disimpulkan

Untuk perbandingan nilai N gain keterampilan generic sains fisika peserta didik tiap indikator dapat dilihat pada Gambar 2 dengan keterangan indikator KGS 1 :

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Asam Humat terhadap pertumbuhan dan hasil keturunan persilangan Paprika dan Cabai ( Capsicum annum var. Penanaman

Dermed blir også elever som mottar slik undervisning gjerne definert som spesielle, og spørsmålet blir da om ikke disse elevene har behov for lærere med spesiell kompetanse i

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa Crude Biodiesel dapat dihasilkan dari CPO melalui reaksi dua tahap dengan menggunakan