• Tidak ada hasil yang ditemukan

4. ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "4. ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

4. ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN

4.1. Profil Responden

Profil responden menjelaskan jenis kelamin, usia, pekerjaan, dan penghasilan per bulan dari responden yang dijabarkan dalam tabel sebagai berikut:

a. Jenis Kelamin Responden

Tabel 4.1 Jenis Kelamin Responden

Jenis Kelamin Frekuensi Persentase (%)

Pria 68 34

Wanita 132 66

Jumlah 200 100

Dari Tabel 4.1, dapat diketahui bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin wanita yaitu sebesar 66% atau sebanyak 132 responden dan sebesar 34%

atau sebanyak 68 responden berjenis kelamin pria.

b. Usia Responden

Tabel 4.2 Usia Responden

Usia Frekuensi Persentase (%)

18 – 24 tahun 161 80.5

25 – 34 tahun 35 17.5

35 – 44 tahun 4 2

Total 200 100

Dari Tabel 4.2, dapat diketahui bahwa sebagian besar responden berusia 18 – 24 tahun yaitu sebesar 80.5% atau sebanyak 161 dari total 200 responden.

Rentang usia ini merupakan usia anak muda yang suka mencoba atau melakukan banyak hal seperti mengikuti tren yang sedang berkembang dan dapat diketahui bahwa sebagian besar pelanggan Korean street snack adalah responden pada

(2)

c. Pekerjaan Responden

Tabel 4.3 Pekerjaan Responden

Pekerjaan Frekuensi Persentase (%)

Pelajar/Mahasiswa 95 47.5

Pegawai Swasta 49 24.5

Wiraswasta 34 17

Ibu Rumah Tangga 3 1.5

Lainnya 19 9.5

Total 200 100

Dari Tabel 4.3, dapat diketahui bahwa sebagian besar responden memiliki pekerjaan sebagai pelajar/mahasiswa yaitu sebesar 47.5% atau 95 dari total 200 responden. Kemudian sebesar 24.5% atau sebanyak 49 responden miliki pekerjaan sebagai pegawai swasta, sebesar 17% atau sebanyak 34 responden adalah wiraswasta, dan sebesar 1.5% atau 3 responden berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Sebesar 9.5% atau 19 responden memiliki pekerjaan lainnya.

d. Penghasilan per bulan

Tabel 4.4 Penghasilan per bulan

Penghasilan Frekuensi Persentase (%)

≤ Rp 5.000.000,00 154 77

Rp 5.000.001,00 – Rp 10.000.000,00 33 16.5 Rp 10.000.001,00 – Rp 25.000.000,00 11 5.5

> Rp 25.000.000,00 2 1

Total 200 100

Dari Tabel 4.3, dapat diketahui bahwa rata-rata penghasilan per bulan sebagian besar responden sebesar ≤ Rp 5.000.000,00 yaitu 77% atau 154 dari total 200 responden. Selanjutnya, penghasilan per bulan Rp 5.000.001,00 – Rp 10.000.000,00 sebesar 16.5% atau 33 responden, Rp 10.000.001,00 – Rp 25.000.000,00 sebesar 5.5% atau 11 responden, dan > Rp 25.000.000,00 sebesar

(3)

1% atau 2 responden. Rata-rata penghasilan per bulan responden menunjukkan level target pasar dari Korean street snack yaitu pada level menengah ke bawah.

4.2. Deskripsi Jawaban Responden

Pada bagian ini akan dijelaskan jawaban responden secara deskriptif yang menyangkut tentang dimensi bauran pemasaran (product, price, promotion, place), gaya hidup (fulfieds/idealist, achievers, experiencers/explorer, believer/belonger, actualizers/innovator), budaya (power distance, individualism – collectivism, masculinity – feminity, uncertainty avoidance). Untuk menganalisa deskripsi jawaban responden, dibutuhkan mean dari setiap indikator. Penelitian ini menggunakan skala likert sebagai skala pengukuran jawaban responden dengan rentang nilai 1-5. Rumus yang digunakan untuk menghitung kelas interval mean sebagai berikut :

Nilai Tertinggi – Nilai Terendah (4.1) Kelas Interval

Sehingga, didapatkan 5 kelas interval untuk menyatakan mean, yaitu : a. Sangat rendah (1,00 – 1,80)

b. Rendah (1,81 - 2,60) c. Sedang (2,61 - 3,40) d. Tinggi (3,41 - 4,20) e. Sangat tinggi (4,21 - 5,00)

4.2.1. Bauran Pemasaran

Tabel 4.5 berikut menggambarkan jawaban responden terhadap pernyataan-pernyataan yang berkaitan dengan bauran pemasaran :

Tabel 4.5 Hasil Analisa Deskriptif Bauran Pemasaran

Dimensi Indikator Mean Std.

dev.

Keterangan

Product (X1.1) Korean street snack yang

ditawarkan bergizi (X1.1) 3.435 0.894 Tinggi Price (X1.2) Harga Korean street snack

(4)

Place (X1.3) Adanya petunjuk untuk menuju ke stan Korean street snack (X1.3)

3.34 0.910 Sedang

Promotion (X1.4)

Semua bentuk promosi Korean street snack menarik (X1.4)

3.23 0.944 Sedang

Total mean keseluruhan 3.41 Tinggi

Berdasarkan Tabel 4.5, dapat diketahui bahwa total mean keseluruhan bernilai tinggi, yaitu 3,41. Hal ini menunjukkan bahwa bauran pemasaran Korean street snack memiliki strategi yang efektif. Terdapat dua indikator X11 dan X12, yaitu produk yang ditawarkan Korean street snack dan harga yang terjangkau, yang mendapatkan nilai tinggi dari sebagian besar responden yang berarti responden setuju.

4.2.2. Gaya Hidup

Tabel 4.6 berikut menggambarkan jawaban reponden terhadap pernyataan- pernyataan yang berkaitan dengan gaya hidup responden:

Tabel 4.6 Hasil Analisa Deskriptif Gaya Hidup

Dimensi Indikator Mean Std.

dev.

Keterangan

Saya adalah konsumen yang berhati-hati dalam memilih (X2.1.1)

3.465 0.867 Tinggi

Saya adalah konsumen yang rasional dalam memilih (X2.1.2)

3.81 0.948 Tinggi

Saya adalah konsumen yang

peka terhadap harga (X2.1.3) 3.79 0.933

Tinggi Fulfieds/idealist

(X2.1)

Saya adalah konsumen yang

hemat (X2.1.4) 3.625 0.932 Tinggi

(5)

Tabel 4.6 Hasil Analisa Deskriptif Gaya Hidup (sambungan) Brand menggambarkan

kualitas (X2.2.1) 3.485 0.961 Tinggi Brand adalah sesuatu yang

penting (X2.2.2) 3.475 0.924 Tinggi Brand atau reputasi perusahaan

membuat saya mau mengeluarkan uang lebih (X2.2.3)

3.555 0.912 Tinggi Achivers (X2.2)

Saya suka meniru apa yang

dibeli orang lain (X2.2.4) 3.49 0.919

Tinggi

Mean variabel X2.2 3.50 Tinggi

Saya memiliki banyak

keinginan (X2.3.1) 3.66 0.985 Tinggi Saya suka mencoba hal-hal

baru dan pengalaman yang berbeda (X2.3.2)

3.69 0.948 Tinggi

Saya selalu mencari tantangan

(X2.3.3) 3.52 0.919 Tinggi

Experiences/explorer (X2.3)

Saya tercukupkan dalam segala hal, namun terkadang saya bisa mengeluarkan uang lebih untuk aktualisasi diri (X2.3.4)

3.42 0.926 Tinggi

Mean variabel X2.3 3.57 Tinggi

Saya menikmati hidup dalam lingkungan keluarga yang tradisional, pekerjaan, dan rekreasi (X2.4.1)

3.445 0.806 Tinggi Believers/belonger

(X2.4)

Saya menyukai produk

Indonesia (X2.4.2) 3.375 0.921 Sedang

(6)

Tabel 4.6 Hasil Analisa Deskriptif Gaya Hidup (sambungan) Saya memegang teguh nilai

moral yang saya anut (X2.4.3) 3.495 0.997 Tinggi Saya menghargai keputusan

dari orang yang lebih tua (X2.4.4)

3.29 0.927 Sedang

Mean variabel X2.4 3.40 Sedang

Saya menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan penampilan saya dan memilih pakaian yang mencerminkan citra diri saya (X2.5.1)

3.47 0.982 Tinggi

Saya peduli terhadap fungsi dan nilai suatu produk daripada kemasan (X2.5.2)

3.445 1.006 Tinggi

Image adalah hal yang penting sebagai ungkapan rasa dan karakter (X2.5.3)

3.605 1.037 Tinggi Actualizers/innovator

(X2.5)

Saya percaya kesuksesan

diukur dengan uang (X2.5.4) 3.19 0.984 Sedang

Mean variabel X2.4 3.43 Tinggi

Total mean keseluruhan 3.52 Tinggi

Berdasarkan Tabel 4.6, dapat diketahui bahwa total mean keseluruhan bernilai tinggi, yaitu 3,52. Hal ini menunjukkan bahwa responden termasuk di dalam lima dimensi gaya hidup (VALS). Terdapat empat variabel yang memiliki nilai tinggi yang dapat menggambarkan gaya hidup responden, yaitu Fulfieds/idealist (mempunyai banyak sumber daya dan berpengang pada prinsip), Achivers (berorientasi pada status, kesuksesan, dan menyukai produk yang menggambarkan kesuksesan mereka), Experiences/explorer (berani mengambil

(7)

resiko dan suka hal baru), dan Actualizers/innovator (mempunyai banyak sumber daya, image penting bagi mereka, dan berkarakter).

4.2.3. Budaya

Tabel 4.7 berikut menggambarkan jawaban responden terhadap pernyataan-pernyataan yang berkaitan dengan budaya :

Tabel 4.7 Hasil Analisa Deskriptif Budaya

Dimensi Indikator Mean Std. Dev. Ket.

Power distance (X3.1)

Saya takut untuk menyatakan ketidaksetujuan terhadap orang yang lebih tua (3.1.1)

3.24 0.968 Sedang

Saya tidak menghargai orang yang lebih tua yang meminta pendapat sebelum ia mengambil keputusan akhir (X3.1.2)

3.3 1.037 Sedang

Saya seharusnya menuruti keputusan yang telah dibuat oleh orang yang lebih tua (X3.1.3)

3.73 1.061 Tinggi

Mean variabel X3.1 3.42 Tinggi

Individualism

Collectivism (X3.2)

Keputusan yang dibuat oleh kelompok biasanya lebih tepat daripada keputusan individu (X3.2.1)

3.505 0.982 Tinggi

Saya memiliki hal menantang untuk dilakukan dimana dalam melakukan hal tersebut, melibatkan bantuan orang lain (X3.2.2)

3.78 0.973 Tinggi

Kompetisi antar teman biasanya memberikan pengaruh yang negatif (X3.2.3)

3.43 0.975 Tinggi

Mean variabel X3.2 3.57 Tinggi

(8)

Tabel 4.7 Hasil Analisa Deskriptif Budaya (sambungan) Masculinity –

Feminity (X3.3)

Saya memiliki pekerjaan yang tidak memberikan cukup waktu untuk kehidupan pribadi dan keluarga (X3.3.1)

3.64 0.822 Tinggi

Saya memiliki kesempatan untuk memperoleh penghasilan yang lebih tinggi (X3.3.2)

3.74 0.858 Tinggi

Saya memiliki pekerjaan yang menarik yang sama pentingnya dengan memiliki penghasilan tinggi (X3.3.3)

3.565 0.866 Tinggi

Mean variabel X3.3 3.65 Tinggi

Saya memiliki rasa aman di tempat kerja dimana saya bisa bekerja selama yang saya inginkan (X3.4.1)

3.505 0.783 Tinggi

Saya sering merasa gugup atau tegang saat melakukan hal yang penting (X3.4.2)

3.62 0.774 Tinggi Uncertainty

Avoidance (X3.4)

Peraturan tidak seharusnya dilanggar meskipun melanggar peraturan membawa keuntungan (X3.4.3)

3.59 0.846 Tinggi

Mean variabel X3.4 3.57 Tinggi

Total mean keseluruhan 3.55 Tinggi

Berdasarkan Tabel 4.7, total mean keseluruhan dari atribut pembentuk budaya tinggi, yaitu 3,55. Semua indikator menunjukkan nilai mean tinggi yang menunjukkan responden termasuk dalam budaya high power distance (menghargai dan menaati anjuran orang yang lebih tua), collectivism (berfokus pada kelompok), masculinity (berfokus pada nilai sulit/keras/berani, seperti

(9)

ambisius, sukses, tegas, kompetitif), dan high uncertainty avoidance (menyukai situasi yang pasti).

4.2.4. Keputusan Pembelian

Tabel 4.8 berikut menggambarkan jawaban responden terhadap pernyataan-pernyataan yang berkaitan dengan keputusan pembelian :

Tabel 4.8 Hasil Analisa Deskriptif Keputusan Pembelian

Dimensi Indikator Mean Std. dev. Keterangan

Rational (Y1) Keputusan saya membeli Korean street snack sudah dipertimbangkan dengan baik (Y1.1)

3.54 0.867 Tinggi

Intuitive (Y2) Keputusan saya membeli Korean street snack

cenderung tergantung pada keinginan hati (Y2.1)

3.74 0.877 Tinggi

Dependent (Y3)

Keputusan saya membeli Korean street snack

dipengaruhi oleh saran dari orang lain (Y3.1)

3.37 1.004 Sedang

Avoidant (Y4) Keputusan saya membeli Korean street snack dilakukan pada saat akhir (Y4.1)

3.58 0.904 Tinggi

Spontaneous (Y5)

Keputusan saya membeli Korean street snack dilakukan dengan cepat (Y5.1)

3.525

0.885 Tinggi

Total mean keseluruhan 3.55 Tinggi

(10)

diambil responden sudah dipertimbangkan, berdasarkan keinginan hati, diambil dalam waktu yang singkat dan dilakukan dengan cepat.

4.3. Uji Validitas dan Reliabilitas

Uji validitas dan reliabilitas digunakan untuk mengevaluasi model pengukuran, yaitu hubungan antara variabel laten dengan indikator-indikatornya.

Masing-masing indikator harus memenuhi convergent validity, discriminant validity, dan composite reliability.

4.3.1. Convergent Validity

Convergent validity dapat dipenuhi apabila nilai factor loading dari masing-masing indikator yang membentuk variabel laten lebih dari 0,5 dan memiliki nilai t-statistik > 1,96 (α = 5%). Semakin tinggi nilai factor loading yang dimiliki suatu indikator, semakin tinggi pula tingkat kepentingan indikator tersebut dalam menggambarkan variabel laten. Dalam analisis menggunakan SmartPLS 2.0, nilai yang dilihat adalah nilai outer loadings sebagai standardized factor loading pada masing-masing indikator dan nilai t-statistik yang dihasilkan.

Hasil analisis untuk pengujian validitas menyatakan semua indikator memiliki outer loading > 0,5 sehingga dapat dinyatakan valid. Gambar 4.1 menunjukkan model diagram jalur.

         

dan X252  

(11)

Gambar 4.1 Diagram Jalur dan X252  

(12)

  Berikut adalah hasil analisa convergent validity terhadap indikator bauran pemasaran:  

Tabel 4.9 Convergent Validity Indikator Bauran Pemasaran Indikator Nilai Outer

Loadings

T-statistik

X11 0.767843 9.441572

X12 0.787634 8.800778

X13 0.767662 9.542112

X14 0.682426 5.459936

Berdasarkan Tabel 4.9, semua nilai outer loadings yang menyatakan standardized factor loading pada indikator bauran pemasaran lebih dari 0,5. Nilai factor loading pada masing-masing indikator secara berurutan adalah X11 = 0.767843; X12 = 0.787634; X13 = 0.767662; X14 = 0.682426. Melihat nilai factor loading yang dihasilkan, maka terdapat tiga indikator terpenting yang menggambarkan bauran pemasaran, yaitu X11, X12, dan X13. Selain itu, semua indikator memiliki nilai t-statistik > 1,96. Sehingga, semua indikator tersebut dapat dinyatakan valid dan membentuk variabel laten.

Berikut adalah hasil analisa convergent validity terhadap indikator gaya hidup:

Tabel 4.10 Convergent Validity Indikator Gaya Hidup Indikator Nilai Outer

Loadings

T-statistik

X211 0.610232 4.544176

X212 0.706485 6.087856

X213 0.730650 6.290315

X214 0.630535 4.858041

X221 0.563516 4.090354

(13)

Tabel 4.10 Convergent Validity Indikator Gaya Hidup (sambungan)

X222 0.634401 4.802773

X223 0.627045 5.163907

X224 0.608361 5.621837

X231 0.629199 5.098405

X232 0.721027 7.092960

X233 0.624599 4.078171

X234 0.654355 5.995614

X241 0.661818 6.840080

X242 0.588855 4.140574

X243 0.686205 6.047223

X244 0.568097 4.036230

X251 0.694712 7.420300

X252 0.659449 6.989815

X253 0.638983 4.174052

X254 0.531813 3.798863

Berdasarkan Tabel 4.10, semua nilai outer loadings yang menyatakan standardized factor loading pada indikator gaya hidup lebih dari 0,5. Nilai factor loading masing-masing indikator secara berurutan adalah X211 = 0.610232; X212

= 0.706485; X213 = 0.730650; X214 = 0.630535; X221 = 0.563516; X222 = 0.634401; dan seterusnya. Melihat nilai factor loading yang dihasilkan, maka terdapat tiga indikator terpenting yang menggambarkan gaya hidup, yaitu X212, X213, dan X232. Selain itu, semua indikator memiliki nilai t-statistik > 1,96.

Sehingga, semua indikator tersebut dapat dinyatakan valid dan membentuk variabel laten.

Berikut adalah hasil analisa convergent validity terhadap indikator budaya :

(14)

Tabel 4.11 Convergent Validity Indikator Budaya Indikator Nilai Outer

Loadings

T-statistik

X311 0.612622 3.764086

X312 0.622343 3.556778

X313 0.656962 3.731272

X321 0.681814 4.425675

X322 0.583220 3.310369

X323 0.681735 4.141649

X331 0.655669 3.883541

X332 0.618538 3.851395

X333 0.659302 4.839286

X341 0.684180 6.005532

X342 0.744786 6.883277

X343 0.704537 5.920010

Berdasarkan Tabel 4.11, semua nilai outer loadings yang menyatakan standardized factor loading pada indikator budaya lebih dari 0,5. Nilai factor loading masing-masing indikator secara berurutan adalah X311 = 0.612622; X312

= 0.622343; X313 = 0.656962; X321 = 0.681814; X322 = 0.583220; X323 = 0.681735; dan seterusnya. Melihat nilai factor loading yang dihasilkan, maka terdapat dua indikator terpenting yang menggambarkan budaya, yaitu X342 dan X343. Selain itu, semua indikator memiliki nilai t-statistik > 1,96. Sehingga, semua indikator tersebut dapat dinyatakan valid dan membentuk variabel laten.

Berikut adalah hasil analisa convergent validity terhadap indikator keputusan pembelian :

(15)

Tabel 4.12 Convergent Validity Indikator Keputusan Pembelian Indikator Nilai Outer Loadings T-statistik

Y11 0.688361 6.264954

Y12 0.718113 5.608993

Y13 0.669198 4.320316

Y14 0.695159 6.264666

Y15 0.764573 9.140997

Berdasarkan Tabel 4.12, semua nilai outer loadings yang menyatakan standardized factor loading pada indikator keputusan pembelian lebih dari 0,5.

Nilai factor loading masing-masing indikator secara berurutan adalah Y11 = 0.688361; Y12 = 0.718113; Y13 = 0.669198; Y14 = 0.695159; dan Y15 = 0.764573. Melihat nilai factor loading yang dihasilkan, maka terdapat dua indikator terpenting yang menggambarkan keputusan pembelian, yaitu Y12 dan Y15. Selain itu, semua indikator memiliki nilai t-statistik > 1,96. Sehingga, semua indikator tersebut dapat dinyatakan valid dan membentuk variabel laten.

4.3.2. Discriminant Validity

Untuk memenuhi syarat discriminant validity, dapat diuji dengan 2 tahap yaitu melalui nilai cross loading dan average variance extracted (AVE). Nilai cross loading setiap indikator harus lebih besar pada variabel latennya dibandingkan variabel laten yang lain. Sedangkan nilai akar AVE harus lebih besar dibandingkan nilai korelasi antar variabel latennya. Jika dua syarat terpenuhi, maka memenuhi convergent validity.

Tabel 4.13 Hasil Cross Loading pada Output SmartPLS 2.0

Bauran

Pemasaran Budaya Gaya Hidup Keputusan Pembelian X11 0.767843 0.340889 0.234306 0.489130 X12

(16)

Tabel 4.13 Hasil Cross Loading pada Output SmartPLS 2.0 (sambungan) X14 0.682426 0.242579 0.261870 0.436817

X211 0.175536 0.255620 0.610232 0.297612

X212 0.080505 0.220924 0.706485 0.281504

X213 0.198807 0.260768 0.730650 0.382160

X214 0.189978 0.284362 0.630535 0.348342

X221 0.184998 0.270865 0.563516 0.304157

X222 0.139173 0.200180 0.634401 0.271550

X223 0.224108 0.274245 0.627045 0.367260

X224 0.188668 0.165384 0.608361 0.328035

X231 0.154965 0.112706 0.629199 0.342290

X232 0.181307 0.233883 0.721027 0.389827

X233 0.090980 0.327884 0.624599 0.265600

X234 0.199557 0.297919 0.654355 0.363895

X241 0.315072 0.244287 0.661818 0.447849

X242 0.331722 0.326337 0.588855 0.365513

X243 0.184319 0.161025 0.686205 0.331284

X244 0.161509 0.221853 0.568097 0.324351

X251 0.109751 0.193236 0.694712 0.414445

X252 0.172811 0.193889 0.659449 0.353192

X253 0.095241 0.121907 0.638983 0.295205

X254 0.211268 0.322683 0.531813 0.338340

X311 0.344346 0.612622 0.130171 0.297529

X312 0.224382 0.622343 0.051231 0.192537

X313 0.157360 0.656962 0.271213 0.253894

X321 0.207052 0.681814 0.299672 0.318691

X322 0.105788 0.583220 0.244984 0.186143

X323 0.199958 0.681735 0.103210 0.217887

X331 0.236292 0.655669 0.123887 0.270832

X332 0.276900 0.618538 0.185527 0.290460

X333 0.286128 0.659302 0.324904 0.392907

(17)

Tabel 4.13 Hasil Cross Loading pada Output SmartPLS 2.0 (sambungan)

X341 0.327964 0.684180 0.318034 0.441849

X342 0.332879 0.744786 0.292977 0.472131

X343 0.291254 0.704537 0.330734 0.512593

Y11 0.395827 0.437520 0.364336 0.688361

Y12 0.420006 0.437269 0.507706 0.718113

Y13 0.565707 0.394429 0.319920 0.669198

Y14 0.329932 0.256234 0.357256 0.695159

Y15 0.483163 0.318465 0.350037 0.764573

Tabel 4.13 menunjukkan bahwa masing-masing indikator memiliki nilai korelasi yang lebih besar dengan variabel latennya dibandingkan dengan variabel lain. Nilai cross loading dari X11 adalah 0.767843 pada variabel bauran pemasaran lebih besar dari 0.340889, 0.234306, dan 0.489130 pada ketiga variabel laten lainnya, dan seterusnya. Nilai cross loading X211 adalah 0.610232 pada variabel gaya hidup lebih besar dari 0.175536, 0.255620, dan 0.297612 pada ketiga variabel latennya, dan seterusnya. Nilai cross loading X311 adalah 0.612622 pada variabel budaya lebih besar dari 0.344346, 0.130171 dan 0.297529 pada ketiga variabel laten lainnya, dan seterusnya. Nilai cross loading Y11 adalah 0.688361 pada variabel keputusan pembelian lebih besar dari 0.395827, 0.437520, dan 0.437520 pada ketiga variabel laten lainnya, dan seterusnya. Sehingga, semua indikator dapat dinyatakan memenuhi syarat discriminant validity.

Selanjutnya dilakukan evaluasi model pengukuran dengan membandingkan nilai korelasi antar variabel laten dengan akar dari average variance extracted (AVE).

Tabel 4.14 Hasil Nilai AVE dan Akar AVE

AVE √ΑVΕ

Bauran pemasaran 0.566240 0.752489

Budaya 0.435862 0.660198

Gaya hidup 0.410365 0.640597

(18)

Tabel 4.15 Hasil Korelasi Variabel Laten pada Output SmartPLS

Bauran

pemasaran Budaya Gaya hidup Keputusan pembelian Bauran

pemasaran 1.000000

Budaya 0.397361 1.000000

Gaya hidup 0.288079 0.366853 1.000000 Keputusan

pembelian 0.630307 0.530838 0.541299 1.000000

Berdasarkan Tabel 4.14, nilai akar AVE masing-masing variabel lebih besar daripada korelasi antar variabel laten. Nilai akar AVE variabel bauran pemasaran yaitu 0.752489 lebih besar dari nilai korelasi variabel tersebut yaitu 0.630307. Gaya hidup memiliki nilai akar AVE 0.640597 yang lebih besar dari nilai korelasi variabel tersebut yaitu 0.541299. Budaya memiliki nilai akar AVE 0.660198 yang lebih besar dari nilai korelasi variabel tersebut yaitu 0.530838.

Sehingga, dapat disimpulkan bahwa model pengukuran ini memenuhi syarat discriminant validity yang baik.

4.3.3. Composite Reliability

Evaluasi model pengukuran yang terakhir adalah composite reliability.

Dikatakan memenuhi syarat jika nilai composite reliability atau cronbanch alpha lebih dari 0,8. Bila memenuhi syarat ini, maka keempat variabel ini dinyatakan reliable atau dapat digunakan dan diandalkan dalam penelitian ini. Keempat variabel yaitu bauran pemasaran, gaya hidup, budaya, dan keputusan pembelian harus memenuhi persyaratan ini untuk dapat dikatakan reliable dan digunakan dalam penelitian ini.

Tabel 4.16 Hasil Composite Reliability pada Output SmartPLS 2.0

Composite

Reliability Bauran Pemasaran 0.838878

(19)

Gaya Hidup 0.932565 Keputusan Pembelian 0.833610

Tabel 4.17 Hasil Cronbanch Alpha pada Output SmartPLS 2.0

Cronbachs Alpha

Bauran pemasaran 0.743681

Budaya 0.886918

Gaya hidup 0.923738

Keputusan pembelian 0.751711

Nilai composite reliability dari variabel bauran pemasaran, budaya, gaya hidup, dan keputusan pembelian memiliki nilai masing-masing 0.838878;

0.902271; 0.932565; dan 0.833610. Sedangkan, nilai cronbanch alpha dari variabel bauran pemasaran, budaya, gaya hidup, dan keputusan pembelian memiliki nilai masing-masing 0.743681; 0.886918; 0.923738 dan 0.751711.

Sehingga, dapat disimpulkan bahwa keempat variabel ini dapat dikatakan reliable dan digunakan lebih lanjut dalam penelitian ini.

4.4. Evaluasi Model Struktural

Setelah semua evaluasi model pengukuran dijalankan dan terpenuhi, analisa dilanjutkan dengan mengevaluasi model struktural menggunakan nilai R2 dan nilai koefisien jalur. Nilai R2 untuk mengetahui seberapa besar variabel endogen dapat dijelaskan oleh variabel eksogen.

Tabel 4.18 Hasil R2 pada Output SmartPLS 2.0 R Square

Bauran Pemasaran

Budaya

Gaya Hidup

Keputusan Pembelian 0.580974

(20)

Tabel 4.18 menunjukkan bahwa variabel bauran pemasaran, gaya hidup, dan budaya mampu menjelaskan variabel keputusan pembelian sebesar 58%.

Tabel 4.19 Hasil Koefisien Jalur pada Output SmartPLS 2.0

Original Sample

(O)

Sample Mean

(M)

Standard Deviation (STDEV)

Standard Error (STERR)

T Statistics (|O/STERR|) Bauran

Pemasaran ->

Keputusan Pembelian

0.442634 0.460710 0.129008 0.129008 3.431056

Gaya Hidup -

> Keputusan Pembelian

0.327669 0.349081 0.109072 0.109072 3.004159

Budaya ->

Keputusan Pembelian

0.234746 0.229229 0.118686 0.118686 1.977872

Tabel 4.19 menunjukkan hubungan antara empat variabel laten yang diuji dengan analisis jalur. Bauran pemasaran memiliki pengaruh yang positif terhadap keputusan pembelian dengan nilai 0.442634 dan signifikan dengan nilai t-statistik 3.431056. Sehingga, H1 yang menyatakan bahwa bauran pemasaran memiliki pengaruh dalam pengambilan keputusan pembelian dapat diterima. Selanjutnya, gaya hidup memiliki pengaruh yang positif terhadap keputusan pembelian dengan nilai 0.327669 dan signifikan dengan nilai t-statistik 3.004159. Sehingga, H2 yang menyatakan bahwa gaya hidup memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian dapat diterima. Sedangkan, budaya memiliki pengaruh yang positif terhadap keputusan pembelian dengan nilai 0.234746 dan signifikan dengan nilai t-statistik 1.977872. Sehingga, H3 yang menyatakan bahwa budaya memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian dapat diterima.

(21)

4.5. Pembahasan

4.5.1. Pengaruh Bauran Pemasaran terhadap Keputusan Pembelian Konsumen

Setelah diuji dengan menggunakan analisa jalur (path analysis) dalam SmartPLS 2.0, bauran pemasaran Korean street snack memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen. Bauran pemasaran seperti produk, harga, lokasi, dan promosi menghasilkan nilai positif terhadap keputusan pembelian konsumen. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisa koefisien jalur bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian dengan nilai 0.442634 dan signifikan dengan nilai t-statistik 3.431056. Sehingga, H1 yang menyatakan bahwa bauran pemasaran memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian Korean street snack diterima. Hal ini sejalan dengan penelitian Owomoyela, Ola, & Oyeniyi (2013) dan Satit, Tat, Rasli, Chin, & Sukati (2012) yang menyatakan bahwa bauran pemasaran memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian suatu produk. Hal ini menunjukkan bahwa seseorang dalam memutuskan untuk membeli Korean street snack, memperhatikan produk yang akan ia beli, apakah sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya. Harga juga memegang peranan penting. Harga yang sesuai dengan produk Korean street snack mempermudah seseorang dalam memilih. Adapun lokasi Korean street snack yang terlihat atau sering dilewati oleh seseorang ketika sedang berada di suatu pusat perbelanjaan akan lebih mudah ditemukan oleh konsumen. Serta bentuk promosi yang menarik mengundang seseorang untuk melihat, membaca, hingga mencoba produk yang ditawarakan Korean street snack. Diperlukan bauran pemasaran yang tepat untuk mencapai target yang diinginkan perusahaan.

4.5.2. Pengaruh Gaya Hidup terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Gaya hidup memiliki pengaruh yang positif terhadap keputusan pembelian dengan nilai 0.327669 dan signifikan dengan nilai t-statistik 3.004159. Sehingga, H2 yang menyatakan bahwa gaya hidup memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian dapat diterima. Hal ini sejalan dengan pendapat Harcar & Kaynak (2007) dan Sohn & Yuan (2013) yang menyatakan bahwa keputusan pembelian

(22)

kebutuhan, dan keinginannya. Hal ini menyebabkan seseorang berperilaku berbeda antara satu dengan lainnya dalam hal bagaimana ia berbelanja dan mengkonsumsi sesuatu. Dari hasil analisa jawaban responden di atas, dapat diketahui bahwa gaya hidup responden adalah fulfieds/idealist, achivers, experiences/explorer, dan actualizers/innovator. Seseorang dengan gaya hidup fulfieds/idealist (mempunyai banyak sumber daya dan berpegang pada prinsip), dalam memilih produk ia cenderung rasional dan peka terhadap harga. Untuk itu dalam pengambilan keputusan, ia akan mempertimbangkan dengan baik antara kualitas produk Korean street snack dengan harga yang diberikan, sebelum memutuskan untuk membelinya. Seseorang dengan gaya hidup achivers adalah orang yang suka membeli produk yang menggambarkan kesuksesannya dan mengikuti tren terbaru, seperti tren makan street snack dimana ia akan memilih merek makanan yang sesuai dengan citra dirinya. Gaya hidup experiences/

explorer adalah gaya hidup dimana seseorang menyukai hal-hal dan pengalaman baru. Korean street snack yang baru dibuka di pusat perbelanjaan Surabaya akan segera dicoba oleh seseorang dengan gaya hidup ini. Gaya hidup actualizers/innovator adalah orang dengan pendapatan paling tinggi dan terbuka terhadap perubahan. Untuk itu, dalam memilih makanan, ia tidak terlalu memperhatikan harga, khususnya dalam membeli Korean street snack.

4.5.3. Pengaruh Budaya terhadap Keputusan Pembelian Konsumen

Budaya memiliki pengaruh yang positif terhadap keputusan pembelian dengan nilai koefisien jalur 0.234746. Dimensi budaya, seperti power distance, individualism-collectivism, masculinity-feminity, dan uncertainty avoidance, menghasilkan nilai positif terhadap keputusan pembelian. Hubungan ini signifikan dengan nilai t-statistik 1.977872. Sehingga, H3 yang menyatakan bahwa budaya memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian dapat diterima. Hal ini sejalan dengan penelitian Su, Liu, & Phu (2013) dan Sian, Chuan, Kai & Chen (2010) yang menyatakan bahwa budaya berpengaruh terhadap keputusan pembelian.

Teori Hofstede yang digunakan dalam penelitian ini biasanya dipakai untuk membandingkan budaya satu Negara dengan Negara lain atau diterapkan dalam

(23)

diterapkan pada level masyarakat mikro. Sebagian besar responden merupakan anak muda, usia rentan 18-24 tahun, dan berprofesi sebagai mahasiswa yang didapat dari data responden menunjukkan bahwa dalam kehidupannya, mereka tidak dapat dipisahkan dari budaya organisasi terkecil, yaitu keluarga. Hasil menunjukkan budaya keluarga seperti high power distance menjelaskan bahwa seseorang sangat menghormati dan menuruti ajaran dari orang tuanya. Orang tua dengan didikan pola hidup yang sehat, tidak memperbolehkan anaknya untuk jajan di luar dan mengkonsumsi makanan-makanan yang tidak sehat atau mengandung banyak bumbu pengawet. Sehingga, dalam pemilihan makanan ia akan lebih selektif. Adapun budaya collectivism, dimana seseorang lebih mementingkan dan mengikuti kelompok dimana ia berada. Sehingga dalam memilih, ia cenderung mengikuti apa yang dipilih oleh kelompoknya, seperti Korean street snack yang dibeli oleh satu atau dua anggota kelompoknya, akan mendorong anggota lainnya untuk membeli produk yang sama. Budaya masculinity adalah budaya yang mengutamakan kesuksesan, kompetisi, ketegasan, keberanian, dan nilai-nilai yang menggambarkan peran laki-laki.

Seseorang dalam budaya ini berani melakukan segala hal, termasuk mencoba Korean street snack. Ia berani untuk mengambil resiko mencicipi rasa dari Korean street snack, apakah sesuai dengan cita rasa yang diinginkan atau justru sebaliknya. Adapun budaya high uncertainty avoidance dimana seseorang tidak menyukai situasi/kondisi yang tidak pasti. Cita rasa dari Korean street snack yang dibelinya seminggu yang lalu, harus sama dengan yang ia beli hari ini. Jika tidak sama, dapat menyebabkan orang tersebut tidak lagi kembali membeli produk yang sama. Hal ini dikarenakan pengaruh budayanya yang tidak menyukai hal yang berubah-ubah atau tidak pasti.

 

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh: variable bauran pemasaran jasa terhadap variabel keputusan pembelian, variabel bauran pemasaran jasa terhadap

Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh: variable bauran pemasaran jasa terhadap variabel keputusan pembelian, variabel bauran pemasaran jasa terhadap

Hasil analisis menunjukkan bahwa secara parsial Bauran Pemasaran Jasa berpengaruh secara signifikan terhadap Keputusan Pembelian Tiket Masuk Taman Rekreasi

Koefisien Determinasi (R 2 ) sebesar 0.604 memiliki arti bahwa pengaruh variabel bebas yaitu Kualitas Produk, Kualitas Layanan dan Harga terhadap Keputusan

PENGARUH BAURAN PROMOSI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MOBIL TOYOTA AVANZA PADA AUTO 2000.. Pengaruh Bauran Pemasaran

Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh: variable bauran pemasaran jasa terhadap variabel keputusan pembelian, variabel bauran pemasaran jasa terhadap

Bauran pemasaran berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen, karena bauran pemasaran adalah suatu strategi yang digunakan dalam bidang pemasaran untuk menciptakan pertukaran

Berdasarkan hasil analisis data tersebut maka dapat diambil keputusan Ha diterima yang berarti terdapat pengaruh yang signifikansi antara bauran pemasaran terhadap keputusam pembelian