39
Universitas Kristen Petra
4. ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN
4.1. Gambaran Umum Perusahaan 4.1.1. Logo Perusahaan
Gambar 4.1. Logo Loving Hut
4.1.2. Sejarah Umum Perusahaan
Jaringan restoran Loving Hut dimulai pada awal tahun 2008 yang didirikan oleh Cing Hai, seorang master spiritual dan juga seorang pengusaha di Taiwan. Saat ini, Loving Hut sudah tersebar di 23 negara seperti Amerika Serikat, Taiwan, Jerman, Spanyol, Inggris, Kanada, Panama, Ceko, China, Mongolia, Austria, Prancis, Thailand, Hong Kong, Malaysia, Korea, Australia, Jepang, Singapura, Indonesia dan beberapa negara lain. Jumlah gerainya saat ini telah mencapai 158 outlet yang tersebar di seluruh dunia.
Di Indonesia restoran Loving Hut pertama kali didirikan di mall Plaza Semanggi yang beralokasi di Jakarta Pusat dan saat ini sudah menjadi 4 gerai.
Loving Hut cabang Surabaya sendiri berdiri pada tanggal 24 Februari 2010 yang bertempat di Jl. Sumbawa No.37. Loving hut juga dapat ditemui di Bali, Yogyakarta, Solo, Malang dan Medan.
Dengan semangat untuk menyelamatkan Bumi beserta seluruh penghuninya, kehadiran restoran-restoran tersebut diharapakan dapat menjadi titik awal bagi mereka yang ingin melakukan transisi ke pola makan nabati yang mulia, ramah lingkungan dan sehat.
40
Universitas Kristen Petra
4.1.3. Visi dan Misi Perusahaan
Visi Rumah Makan Loving Hut adalah menjadi rumah makan ramah lingkungan dengan menawarkan berbagai aneka ragam makanan segar dan sehat.
Dan memiliki misi penyalamatan dunia yaitu dengan perubahaan pola makan menjadi pola makan nabati.
Tujuan Rumah Makan Loving Hut adalah terwujudnya Rumah Makan bertaraf internasional yang peduli terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakan. Rumah makan Loving Hut akan selalu berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan kualitas makanan yang bervariatif.
Loving Hut sendiri berarti Kedai Kasih, filosofinya adalah makanan nabati menimbulkan efek yang damai, dan damai itu menimbulkan kasih. Loving Hut adalah restoran vegetarian yang produknya benar-benar terbuat dari nabati dan tanpa unsur hewani.
4.2. Profil Responden
Profil responden dalam penelitian ini didasarkan pada jenis kelamin, usia, pekerjaan, bersama siapa responden datang ke restoran, pendapatan, dan frekuensi berkunjung dalam 3 bulan terakhir. Adapun profil responden penelitian ini adalah sebagai berikut:
4.2.1. Profil Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Berdasarkan jenis kelamin responden, maka distribusi responden berdasarkan pada jenis kelaminnya disajikan dalam tabel berikut:
Tabel 4.1. Profil Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Frekuensi Persentase (%)
Pria 67 44.7
Wanita 83 55.3
Total 150 100
Sumber: data kuesioner, diolah
41
Universitas Kristen Petra
Berdasarkan Tabel 4.1. diketahui responden pria sebanyak 67 orang (44.7%), sedangkan responden wanita 83 orang (55.7%). Hasil ini menunjukkan bahwa mayoritas konsumen Loving Hut Surabaya yang menjadi responden penelitian adalah wanita.
4.2.2. Profil Responden Berdasarkan Usia
Berdasarkan usia responden, maka distribusi responden berdasarkan pada usianya disajikan dalam tabel berikut:
Tabel 4.2. Profil Responden Berdasarkan Usia Usia Frekuensi Persentase (%)
17-24 tahun 36 24
25-35 tahun 32 21.3
36-45 tahun 27 18
46-59 tahun 38 25.3
> 60 tahun 17 11.3
Total 150 100
Sumber: data kuesioner, diolah
Berdasarkan Tabel 4.2. diketahui responden berusia 17 hingga 24 tahun sebanyak 36 orang (24%), responden berusia 25 hingga 35 tahun sebanyak 32 orang (21.3%), responden berusia 36 hingga 45 tahun sebanyak 27 orang (18%), responden berusia 46 hingga 59 tahun sebanyak 38 orang (25.3%), sedangkan responden berusia di atas 60 tahun sebanyak 17 orang (11.3%). Hasil ini menunjukkan bahwa mayoritas konsumen di Loving Hut Surabaya yang menjadi responden penelitian berusia 46 hingga 59 tahun.
4.2.3. Profil Responden Berdasarkan Pekerjaan
Berdasarkan pekerjaan responden, maka distribusi responden berdasarkan pada pekerjaan disajikan dalam tabel berikut:
42
Universitas Kristen Petra
Tabel 4.3. Profil Responden Berdasarkan Pekerjaan Pekerjaan
Frekuensi Persentase (%) Pelajar/ mahasiswa
34 22.7
Wiraswasta 55 36.7
Pegawai swasta / profesional 41 27.3
Lainnya 20 13.3
Total 150 100
Sumber: data kuesioner, diolah
Berdasarkan Tabel 4.3. diketahui responden yang merupakan pelajar/
mahasiswa sebanyak 34 orang (22.7%), responden yang merupakan wiraswasta sebanyak 55 orang (36.7%), responden yang merupakan pegawai swasta/
profesional sebanyak 41 orang (27.3%), sedangkan responden yang mempunyai profesi lainnya sebanyak 20 orang (13.3%). Hasil ini menunjukkan bahwa mayoritas konsumen di Loving Hut Surabaya yang menjadi responden penelitian berprofesi sebagai wirausaha.
4.2.4. Profil Responden Berdasarkan Bersama Siapa Responden Datang ke Restoran
Berdasarkan bersama siapa responden datang ke restoran, maka distribusi responden berdasarkan bersama siapa responden datang ke restoran disajikan sebagai berikut
Tabel 4.4. Profil Responden Berdasarkan Bersama Siapa Datang ke Restoran Teman Berkunjung
Frekuensi Persentase (%)
keluarga 112 74.7
teman 22 14.7
rekan kerja 16 10.7
Total 150 100
Sumber: data kuesioner, diolah
Berdasarkan Tabel 4.4. responden berkunjung bersama keluarga sebanyak 112 orang (74.7%), responden berkunjung bersama teman sebanyak 22 orang (14.7%), responden dating bersama rekan kerja sebanyak 16 orang (10.7%) Hal
43
Universitas Kristen Petra
ini menunjukkan bahwa responden datang berkunjung ke Loving hut Surabaya mayoritas bersama keluarga.
4.2.5. Profil Responden Berdasarkan Pendapatan Tiap Bulan
Berdasarkan pendapatan responden tiap bulan, maka distribusi responden berdasarkan pada pendapatan responden tiap bulan ditampilkan sebagai berikut:
Tabel 4.5 Profil Responden Berdasarkan Pendapatan Tiap Bulan Pendapatan tiap bulan
Frekuensi Persentase (%)
< Rp. 2.000.000,- 30 20
Rp. 2.000.001-Rp 5.000.000,- 34 22.7
Rp 5.000.001-Rp.10.000.000,- 56 37.3
>Rp.10.000.001,- 30 20
Total 150 100
Sumber: data kuesioner, diolah
Berdasarkan Tabel 4.5. diketahui besarnya pendapatan responden dibawah Rp 2.000.000 sebanyak 30 orang (20%), besarnya pendapatan responden antara Rp 2.000.001 sampai Rp 5.000.000 sebanyak 34 orang (22.7), besarnya pendapatan responden antara Rp 5.000.001 sampai Rp 10.000.000 sebanyak 67 orang (37.3), sedangkan responden dengan pendapatan diatas Rp 10.000.001 sebanyak 30 orang (20%). Dilihat dari pendapatan responden tiap bulan, sebagian besar responden penelitian ini memiliki pendapatan antara Rp 2.000.001 sampai Rp 5.000.000,-.
4.2.6. Profil Responden Berdasarkan Frekuensi Mengunjungi Loving Hut Surabaya dalam 3 Bulan Terakhir
Berdasarkan frekuensi mengunjungi Loving Hut Surabaya dalam 3 bulan terakhir (Agustus, September, Oktober 2012 ), maka distribusi responden berdasarkan frekuensi mengunjungi Loving Hut Surabaya dalam 3 bulan terakhir disajikan sebagai berikut:
44
Universitas Kristen Petra
Tabel 4.6. Profil Responden Berdasarkan Frekuensi Mengunjungi restoran dalam 3 Bulan Terakhir
Frekuensi mengunjungi Loving
Hut dalam 3 bulan terakhir Frekuensi Persentase (%)
1 kali 41 27.3
2 kali 37 24.7
3 kali 24 16
> 3 kali 48 32
Total 150 100
Sumber: data kuesioner, diolah
Berdasarkan Tabel 4.6. diketahui bahwa frekuensi responden mengunjungi Loving Hut dalam 3 bulan terakhir sebanyak 1 kali terdapat 41 orang (27.3%), frekuensi responden mengunjungi Loving Hut dalam 3 bulan terakhir sebanyak 2 kali terdapat 37 orang (24.7%), frekuensi responden mengunjungi Loving Hut dalam 3 bulan terakhir sebanyak 3 kali terdapat 24 orang (16%), frekuensi responden mengunjungi Loving Hut dalam 3 bulan terakhir lebih dari 3 kali terdapat 48 orang (32%) Hasil ini menunjukkan bahwa jumlah responden terbanyak mengunjungi Loving Hut Surabaya dalam 3 bulan terakhir adalah lebih dari 3 kali yaitu sebanyak 48 oarang (32%). Hal ini menunjukkan bahwa 32%
responden merupakan konsumen reguler dari Loving Hut Surabaya.
4.2.7. Profil Responden Berdasarkan Pengeluaran Konsumen dalam Sekali berkunjung di Loving Hut Surabaya
Berdasarkan pengeluaran konsumen dalam sekali berkungjung di Loving Hut Surabaya, maka distribusi responden berdasarkan pengeluaran konsumen dalam sekali berkunjung disajikan sebagai berikut:
45
Universitas Kristen Petra
Tabel 4.7. Profil Responden Berdasarkan Pengeluaran Konsumen dalam sekali Berkunjung di Loving Hut Surabaya
Pengeluaran Konsumen dalam sekali
Berkunjung di Loving Hut Surabaya Frekuensi Persentase (%)
kurang dari Rp 25.000,- 1 0.7
Rp 25.001- Rp 75.000,- 23 15.3
Rp 75.001 - Rp 150.000,- 62 41.3
lebih dari Rp 150.001,- 64 42.7
Total 150 100
Sumber: data kuesioner, diolah.
Berdasarkan Tabel 4.6. diketahui bahwa pengeluaran konsumen per individu dalam sekali berkunjung di Loving Hut Surabaya kurang dari Rp 25.000 terdapat 1 orang (0.7%), pengeluaran konsumen dalam sekali berkunjung di Loving Hut Surabaya antara Rp 25.001 sampai Rp 75.000 terdapat 23 orang (15.3%), pengeluaran konsumen dalam sekali berkunjung di Loving Hut Surabaya antara Rp 75.001 sampai Rp 150.000 terdapat 62 orang (41.3%), pengeluaran konsumen dalam sekali berkunjung di Loving Hut Surabaya lebih dari Rp 150.001 terdapat 64 orang (42.7%). Hasil ini menunjukkan bahwa jumlah pengeluaran konsumen dalam sekali berkunjung di Loving Hut Surabaya mayoritas lebih dari Rp 150.001 yaitu sebanyak 64 orang (42.7%).
4.3. Validitas dan Reliabilitas Data 4.3.1. Validitas Data
Uji validitas dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kuesioner mengukur apa yang diinginkan. Untuk mengukur validitas digunakan korelasi product moment pearson. Jika korelasi pearson product moment antara masing- masing pertanyaan dengan skor total menghasilkan nilai korelasi (r hitung) > nilai r tabel pada n= 40 yaitu 0.312, maka item pertanyaan dinyatakan valid.
Berikut adalah hasil pengujian validitas masing-masing item pertanyaan pada variabel penelitian:
46
Universitas Kristen Petra
Tabel 4.8 Hasil Uji Validitas
Variabel Item r hitung r tabel Keterangan
Kualitas makanan
1 0.670 0.312 valid
2 0.672 0.312 valid
3 0.554 0.312 valid
4 0.572 0.312 valid
5 0.339 0.312 valid
6 0.626 0.312 valid
7 0.696 0.312 valid
8 0.651 0.312 valid
Kualitas Layanan
1 0.721 0.312 valid
2 0.574 0.312 valid
3 0.519 0.312 valid
4 0.587 0.312 valid
5 0.606 0.312 valid
6 0.516 0.312 valid
7 0.569 0.312 valid
Harga
1 0.886 0.312 valid
2 0.884 0.312 valid
3 0.880 0.312 valid
Keputusan Pembelian
1 0.743 0.312 valid
2 0.792 0.312 valid
3 0.912 0.312 valid
Sumber : Lampiran 3
Berdasarkan Tabel 4.8 diketahui bahwa semua butir pertanyaan pada variabel kualitas makanan, kualitas layanan dan harga menghasilkan r hitung lebih besar dari r tabel 0.312, dengan demikian item-item pertanyaan yang mengukur variabel penelitian dinyatakan valid yang berarti pertanyaan tersebut mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur.
47
Universitas Kristen Petra
4.3.2. Reliabilitas Alat Ukur
Uji reliabilitas dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kuesioner dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Untuk mengukur reliabilitas digunakan nilai alpha cronbach’s. Jika nilai alpha cronbach’s lebih besar dari 0.6, maka item- item pertanyaan dalam kuesioner dinyatakan reliabel.
Berikut adalah hasil pengujian reliabilitas pada variabel penelitian:
Tabel 4.9 Hasil Uji Reliabilitas
Variabel Alpha
Cronbach’s
Nilai
Kritis Keterangan
Kualitas Makanan 0.800 0.6 reliabel
Kualitas Layanan 0.753 0.6 reliabel
Harga 0.924 0.6 reliabel
Keputusan Pembelian 0.858 0.6 reliabel
Sumber : Lampiran 4
Berdasarkan Tabel 4.9 diketahui bahwa variabel kualitas makanan, kualitas layanan, harga dan keputusan pembelian mempunyai nilai alpha cronbach’s lebih besar dari nilai kritis 0.6, sehingga item-item pertanyaan yang mengukur variabel penelitian dinyatakan reliabel.
4.4. Analisis Deskripsi Jawaban Responden
Pada deskripsi jawaban responden akan dijelaskan jawaban responden pada masing-masing variabel penelitian. Deskripsi jawaban responden dilakukan dengan menghitung nilai rata-rata (mean) jawaban responden terhadap masing- masing pertanyaan dan secara keseluruhan. Untuk mengkategorikan rata-rata jawaban responden digunakan interval kelas yang dicari dengan rumus sebagai berikut:
8 . 5 0
1 5 Kelas
Jumlah
Terendah Nilai
Tertinggi Nilai
Kelas
Interval
(4.1) Dengan interval kelas 0.8 kemudian disusun kriteria rata-rata jawaban responden yang disajikan pada Tabel di bawah ini:
48
Universitas Kristen Petra
Tabel 4.10 Kategori Rata-Rata Jawaban Responden
Interval Kategori
4.20 < a ≤ 5.00 Sangat baik
3.40 < a ≤ 4.20 Baik
2.60 < a ≤ 3.40 Cukup baik
1.80 < a ≤ 2.60 Buruk
1.00 < a ≤ 1.80 Sangat buruk
Sumber : Hasil Perhitungan
Statistik deskriptif merupakan sebuah gambaran atau deskripsi dari suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata atau disebut juga dengan mean. Berikut merupakan analisis mean mengenai:
a. Kualitas Produk
Berikut adalah deskripsi jawaban responden mengenai Kualitas Produk yang menggambarkan mutu dari makanan di Loving Hut Surabaya:
Tabel 4.11. Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Kualitas Produk
Item Indikator
Skor
Mean Kategori
1 2 3 4 5
1 Kombinasi warna makanan menarik selera 2 3 47 77 21 3.75 Baik
2 Penampilan makanan menarik 0 7 38 91 14 3.75 Baik
3 Penampilan makanan mengundang selera 0 0 52 73 25 3.82 Baik
4 Aroma makanan sedap 0 4 31 97 18 3.86 Baik
5 Aroma makanan menggugah selera 0 2 32 82 34 3.99 Baik
6 Rasa makanan enak 0 1 14 87 48 4.21 Sangat
Baik
7 Porsi memuaskan 2 5 36 78 29 3.85 Baik
8 Temperatur makanan disajikan sesuai
dengan jenis hidangan 0 2 31 89 28 3.95 Baik
Kualitas Makanan
3.90 Baik
Sumber: data kuesioner, diolah.
49
Universitas Kristen Petra
Berdsarkan Tabel 4.11. dapat dilihat bahwa rata-rata jawaban responden tentang kualitas makanan di Loving Hut Surabaya dalam kategori baik dan sangat baik. Hal ini berarti konsumen Loving Hut Surabaya yang menjadi responden penelitian menyatakan bahwa kombinasi warna makanan menarik selera makan, penampilan makanan di Loving Hut Surabaya menarik serta mengundang selera makan, Konsumen Loving Hut Surabaya yang menjadi responden penelitian juga menyatakan bahwa aroma makanan di loving Hut Surabaya sedap serta menggugah selera makan, selain itu rasa makanan yang disajikan di Loving Hut Surabaya sangat enak, porsi makanan yang disajikan memuaskan, temperatur makanan yang disajikan sesuai dengan jenis hidangan. Secara keseluruhan diketahui bahwa tingkat kualitas makanan di Loving Hut Surabaya tergolong baik, hal ini ditunjukkan dengan nilai rata-rata jawaban responden pada kualitas makanan sebesar 3.90.
b. Kualitas Layanan
Berikut adalah deskripsi jawaban responden mengenai Kualitas Layanan di Loving Hut Surabaya:
Tabel 4.12. Deskripsi Jawaban Responden mengenai Kualitas Layanan
Item Indikator
Skor
Mean Kategori
1 2 3 4 5
1 Karyawan cepat dalam melayani
permintaan 0 9 47 74 20 3.70 Baik
2 Karyawan tepat dalam melayani
permintaan 0 3 48 87 12 3.72 Baik
3 Karyawan sopan dalam melayani
konsumen 0 0 24 95 31 4.05 Baik
4 Karyawan menguasai produk yang
ditawarkan 0 14 28 84 24 3.79 Baik
5 Seragam Karyawan bersih 0 3 49 82 16 3.74 Baik
6 Karyawan berpenampilan rapi 0 19 41 73 17 3.59 Baik
7 Design ruangan menarik 4 18 64 55 9 3.31 Cukup
Baik
Kualitas Layanan
3.70 baik
Sumber: data kuesioner, diolah.
50
Universitas Kristen Petra
Berdasarkan Tabel 4.12 dapat dilihat bahwa rata-rata jawaban responden pada item-item pertanyaan variabel kualitas layanan termasuk dalam kategori baik. Hal ini berarti konsumen Loving Hut Surabaya yang menjadi responden menyatakan bahwa karyawan Loving Hut Surabaya cepat dalam melayani permintaan, tepat dalam melayani permintaan, sopan dalam melayani konsumen, karyawan menguasai produk yang ditawarkan, seragam bersih dan juga berpenampilan rapi. Konsumen Loving Hut Surabaya yang menjadi responden juga menyatakan bahwa desain ruangan cukup menarik. Secara keseluruhan diketahui bahwa tingkat kualitas layanan di Loving Hut Surabaya tergolong baik, Hal ini ditunjukkan dengan nilai rata-rata jawaban responden pada variabel kualitas layanan sebesar 3.70.
c. Harga
Berikut adalah deskripsi jawaban responden mengenai harga produk makanan di Loving Hut Surabaya:
Tabel 4.13. Deskripsi Jawaban Responden mengenai Harga
Item Indikator
Skor
Mean Kategori 1 2 3 4 5
1 Harga yang dibayarkan sesuai dengan yang diharapkan
2 7 44 80 17 3.69 Baik
2 Harga yang dibayarkan sebanding dengan apa yang diterima
0 10 28 92 20 3.81 Baik 3 Harga produk terjangkau 4 12 45 69 20 3.59 Baik
Harga 3.70 Baik
Sumber: data kuesioner, diolah.
Berdasarkan Tabel 4.13. dapat dilihat bahwa rata-rata jawaban responden pada item-item pertanyaan variabel harga termasuk dalam kategori baik. Hal ini berarti konsumen Loving Hut Surabaya yang menjadi responden menyatakan bahwa harga di Loving Hut Surabaya yang dibayarkan konsumen sesuai dengan yang diharapkan, harga sebanding dengan apa yang diterima serta harga makanan
51
Universitas Kristen Petra
di Loving Hut Surabaya terjangkau. Secara keseluruhan diketahui bahwa tingkat harag di Loving Hut Surabaya tergolong baik, Hal ini ditunjukkan dengan nilai rata-rata jawaban responden pada variabel harga sebesar 3.70.
d. Keputusan Pembelian
Berikut adalah deskripsi jawaban responden mengenai variabel Keputusan Pembelian di Loving Hut Surabaya:
Tabel 4.14. Deskripsi Jawaban Responden mengenai Keputusan Pembelian
Item Indikator
Skor
Mean Kategori 1 2 3 4 5
1 Keputusan Pembelian karena
kualitas makanan yang baik 0 2 12 106 30 4.09 Baik 2 Keputusan Pembelian karena
kualitas pelayanan yang baik 0 2 36 94 18 3.85 Baik 3 Keputusan Pembelian karena
harga yang terjangkau 4 20 43 68 15 3.47 Baik
Keputusan Pembelian 3.80 Baik
Sumber: data kuesioner, diolah.
Berdasarkan Tabel 4.14. dapat dilihat bahwa rata-rata jawaban responden pada setiap pertanyaan variabel keputusan pembelian termasuk dalam kategori baik.
Hal ini berarti konsumen Loving Hut Surabaya yang menjadi responden penelitian menyatakan bahwa konsumen memutuskan untuk membeli karena kualitas makanan, kualitas layanan yang baik serta harga yang terjangkau. Secara keseluruhan diketahui bahwa tingkat keputusan pembelian di Loving Hut Surabaya tergolong baik, hal ini ditunjukkan dengan nilai rata-rata jawaban responden pada variabel keputusan pembelian sebesar 3.80.
4.5. Analisis Uji Asumsi Klasik
Untuk mengetahui apakah model regresi yang dihasilkan merupakan model regresi terbaik, maka perlu dilakukan pengujian gejala penyimpangan asumsi model klasik:
52
Universitas Kristen Petra
a. Uji Non-Multikolinieritas
Multikolinieritas menunjukkan adanya hubungan linier sempurna antara variabel bebas dalam model regresi. Model regresi yang baik tidak menunjukkan adanya gejala multikolinieritas. Pendeteksian ada atau tidaknya multikolinieritas dilakukan dengan melihat nilai VIF dan nilai tolerance. Apabila nilai VIF < 10 dan nilai tolerance > 0.1, maka model regresi bebas dari multikolinieritas. Berikut adalah nilai VIF dan nilai tolerance yang dihasilkan model regresi.
Tabel 4.15. Nilai VIF dan Tolerance
Variabel Penelitian Colinearity Statistics VIF Tolerance
Kualitas Produk (X1) 1.793 0.558
Kualitas Layanan (X2) 1.45 0.689
Harga (X3) 1.385 0.722
Sumber. Lampiran 7
Dari Tabel di atas terlihat bahwa nilai VIF keenam variabel bebas lebih kecil dari 10, demikian pula nilai tolerance semuanya > 0.1, sehingga dapat dikatakan model regresi bebas dari multikolinieritas, dengan demikian asumsi non multikolinieritas terpenuhi.
b. Uji Normalitas
Prosedur uji normalitas dilakukan dengan uji kolmogorov smirnov. Jika nilai signifikansi uji kolmogorov smirnov > 0.05 (α=5%), maka residual model regresi berdistribusi normal. Hasil perhitungan didapatkan nilai signifikansi uji kolmogorov smirnov residual sebagai berikut:
Tabel 4.16. Uji Normalitas Kolmogorov Smirnov Nilai Statistik Unstandardized Residual
Kolmogorov Smirnov 1.285
Signifikansi 0.073
Sumber. Lampiran 7
Berdasarkan Tabel di atas dapat diketahui bahwa nilai signifikan uji kolmogorov smirnov lebih besar dari 0.05 yaitu 0.070, maka disimpulkan bahwa
53
Universitas Kristen Petra
residual model regresi berdistribusi normal. Kenormalan ini juga diperkuat dengan adanya grafik p-plot dimana setiap titik di dalam grafik menyebar di sekitar garis diagonal dengan arah yang sama sebagaimana dapat dilihat pada gambar di bawah ini:
Gambar 4.2. Uji Normalitas dengan Normal P-Plot c. Uji Linearitas
Uji Linearitas dilakukan dengan menggunakan Test for Linearity pada taraf signifikansi 0,05. Dua variabel dikatakan mempunyai hubungan yang linear bila signifikansi (Linearity) kurang dari 0,05. Berikut uji linearitas pada penelitian ini:
Tabel 4.17. Uji Linearitas
Hubungan F Hitung Signifikansi
Kualitas Produk Keputusan Pembelian
86.078 0.000
Kualitas Layanan Keputusan Pembelian
35.311 0.000
Harga Keputusan Pembelian 209.603 0.000 Sumber. Lampiran 7
Berdasarkan Tabel di atas dapat diketahui bahwa ketiga hasil Uji Linearitas menghasilkan signifikansi F yang sangat kecil yaitu di bawah 0.05
1.0 0.8 0.6 0.4 0.2 0.0
Observed Cum Prob 1.0
0.8
0.6
0.4
0.2
0.0
Expected Cum Prob
Dependent Variable: PD
Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual
54
Universitas Kristen Petra
(α=5%), sehingga dapat disimpulkan bahwa asumsi lineritas model telah terpenuhi.
4.6. Analisis Regresi
4.6.1. Analisis Regresi Linier Berganda
Analisis regresi linier berganda dilakukan untuk mengetahui pengaruh signifikan dari kualitas makanan, kualitas layanan dan harga baik secara serempak maupun parsial terhadap keputusan pembelian konsumen di Loving Hut Surabaya, serta mengetahui faktor mana yang berpengaruh dominan terhadap keputusan pembelian di Loving Hut Surabaya.
Tabel 4.18. Hasil Uji Regresi Linier Berganda
Model Koefisien t hitung Sig. t Beta
Konstanta 0.380 1.259 0.210
Kualitas Produk (PQ) 0.305 3.076 0.003 0.214 Kualitas Layanan (SQ) 0.141 1.871 0.063 0.117
Harga (HQ) 0.464 9.513 0.000 0.583
R
R Square
= 0.777
= 0.604
F hitung = 74.076
Sig. F = 0.000
Variabel terikat : Keputusan Pembelian (PD) Sumber. Lampiran 7
Regresi antara kualitas makanan, kualitas layanan dan harga terhadap keputusan pembelian konsumen di Loving Hut Surabaya menghasilkan persamaan regresi sebagai berikut:
PD = 0.380 + 0.305 PQ + 0.141 SQ + 0.464 HQ (4.2)
55
Universitas Kristen Petra
Nilai konstanta adalah sebesar 0.380, artinya jika ketiga variabel bebas yang merupakan variabel persepsi kualitas bernilai nol, maka nilai variabel terikat adalah 0.380. Dengan kata lain jika variabel-variabel yang mempengaruhi Keputusan Pembelian yang meliputi Kualitas Produk, Kualitas Layanan dan Harga tidak memberikan pengaruh, maka Keputusan Pembelian dari pelanggan adalah sebesar 0.380.
Nilai koefisien regresi variabel X1 yaitu Kualitas Produk adalah sebesar 0.305, artinya jika X1berubah satu satuan, maka Y akan berubah sebesar 0.305 dengan anggapan variabel X2 dan X3 tetap. Tanda positif pada nilai koefisien regresi melambangkan hubungan yang searah antara X1 dan Y, artinya apabila kualitas produk makanan di Loving hut Surabaya semakin meningkat, maka tingkat Keputusan Pembelian dari pelanggan akan semakin meningkat sebesar 0.305.
Nilai koefisien regresi variabel (X2) yaitu Kualitas Layanan adalah sebesar 0.141, artinya jika X2berubah satu satuan, maka Y akan berubah sebesar 0.141 dengan anggapan variabel X1 dan X3 tetap. Tanda positif pada nilai koefisien regresi melambangkan hubungan yang searah antara X2 dan Y, artinya apabila pelayanan oleh karyawan Loving Hut Surabaya semakin baik, maka tingkat Keputusan Pembelian oleh pelanggan akan meningkat sebesar 0.141.
Nilai koefisien regresi variabel (X3) yaitu Harga adalah sebesar 0.464, artinya jika X3berubah satu satuan, maka Y akan berubah sebesar 0.464 dengan anggapan variabel X1 dan X2 tetap. Tanda positif pada nilai koefisien regresi melambangkan hubungan yang searah antara X3 dan Y, artinya apabila harga produk makanan di Loving Hut Surabaya semakin terjangkau dan memuaskan pelanggan, maka Keputusan Pembelian oleh pelanggan di Loving Hut Surabaya akan semakin meningkat sebesar 0.464.
56
Universitas Kristen Petra
4.6.2. Nilai R dan R Square
Berikut adalah nilai R (korelasi berganda) dan nilai R Square (koefisien determinasi berganda) yang dihasilkan dari model regresi:
Tabel 4.19. Nilai R dan R Square
R R Square
0.777 0.604
Sumber: Lampiran 8
Koefisien Determinasi (R2) sebesar 0.604 memiliki arti bahwa pengaruh variabel bebas yaitu Kualitas Produk, Kualitas Layanan dan Harga terhadap Keputusan Pembelian dari pelanggan di Loving Hut Surabaya adalah sebesar 60.4% dan sisanya yaitu 39.6% dipengaruhi oleh variabel lain di luar variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini, atau dengan kata lain kemampuan dari Kualitas Produk, Kualitas Layanan dan Harga dalam menjelaskan variasi perubahan dari Keputusan Pembelian pelanggan di Loving Hut Surabaya adalah sebesar 60.4%.
Koefisien korelasi (R) sebesar 0.777 menunjukkan bahwa hubungan variabel bebas Kualitas Produk (X1), Kualitas Layanan (X2) dan Harga (X3) terhadap Keputusan Pembelian di Loving Hut Surabaya adalah kuat.
4.7. Uji F dan Uji t
4.7.1. Uji Hipotesis Pengaruh Serempak (Uji F)
Untuk mengetahui pengaruh secara serempak variabel bebas terhadap variabel terikat digunakan uji F. Dengan ketentuan jika F hitung > F tabel dan nilai signifikansi < 0.05 (α=5%), maka variabel bebas secara serempak berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat.
Hasil uji F antara kualitas makanan, kualitas layanan dan harga terhadap keputusan pembelian di Loving Hut Surabaya adalah sebagai berikut:
57
Universitas Kristen Petra
Tabel 4.20. Hasil Uji F
Model
Sum of
Squares df
Mean
Square F Sig.
1 Regression 28.61 3 9.537 74.199 .000a
Residual 18.765 146 0.129 Total 47.375 149
Sumber: Lampiran 8
Berdasarkan nilai Berdasarkan hasil uji F diperoleh nilai F hitung = 74.199> F table 2.667 (df1=3, df2=146, α=0.05) dan nilai signifikansi = 0.000 <
0.05,, dapat dilihat bahwa signifikansi uji F nilainya sangat kecil atau kurang dari 0.05 (α=5%), maka dapat disimpulkan bahwa variabel bebas Kualitas Produk (X1), Kualitas Layanan (X2) dan Harga (X3) secara serempak berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat yaitu Keputusan Pembelian (Y) di Loving Hut Surabaya. Berdasarkan hasil ini hipotesis penelitian yang menduga faktor kualitas makanan, kualitas layanan dan harga secara serempak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian di Loving Hut Surabaya, terbukti kebenarannya.
4.7.2. Uji Hipotesis Pengaruh Parsial (Uji t)
Untuk mengetahui pengaruh secara parsial variabel bebas terhadap variabel terikat digunakan uji t. Dengan ketentuan jika t hitung > t tabel dan nilai signifikansi < 0.05 (α=5%), maka variabel bebas secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat.
Hasil uji t antara antara kualitas makanan, kualitas layanan dan harga terhadap keputusan pembelian di Loving Hut Surabaya adalah sebagai berikut:
Tabel 4.21. Hasil Uji t
Variabel Bebas B
Std.
Error Beta t.hitung signifikan Kualitas makanan 0.304 0.099 0.214 3.071 0.003 Kualitas Layanan 0.14 0.075 0.117 1.867 0.064 Harga 0.465 0.049 0.584 9.523 0.000
Sumber: Lampiran 8
58
Universitas Kristen Petra
Hasil uji t antara kualitas makanan terhadap keputusan pembelian, menghasilkan nilai t hitung = 1.757< t tabel 1.985 (df=96, α/2=0.025) dan nilai signifikansi = 0.003< 0.05. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kualitas makanan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen di Loving Hut Surabaya. Koefisien regresi kualiatas makanan sebesar 0.304 menunjukkan bahwa kualitas makanan mempunyai pengaruh positif terhadap keputusan pembelian konsumen di Loving Hut Surabaya, dan pengaruh positif tersebut signifikan.
Hasil uji t antara kualitras layanan terhadap keputusan pembelian, menghasilkan nilai t hitung = 1.867< t tabel 1.985 (df=146, α/2=0.025) dan nilai signifikansi = 0.064> 0.05. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kualitas layanan secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen di Loving Hut Surabaya. Koefisien regresi kualitas layanan sebesar 0.14 menunjukkan bahwa kualitas layanan mempunyai pengaruh positif terhadap keputusan pembelian konsumen di Loving Hut Surabaya, akan tetapi pengaruh positif tersebut tidak signifikan.
Hasil uji t antara harga terhadap keputusan pembelian, menghasilkan nilai t hitung = 9.523< t tabel 1.985 (df=146, α/2=0.025) dan nilai signifikansi = 0<
0.05. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa harga secara parsial berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen di Loving Hut Surabaya. Koefisien regresi harga sebesar 0.465 menunjukkan bahwa harga mempunyai pengaruh positif terhadap keputusan pembelian konsumen di Loving Hut Surabaya, dan pengaruh positif tersebut signifikan.
Berdasarkan hasil pengujian di atas, hipotesis penelitian yang menduga faktor kualitas makanan, kualitas layanan dan harga secara parsial berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen di Loving Hut Surabaya, hanya terbukti kebenarannya pada kualitas makanan dan harga, sedangkan pada kualitas layanan tidak terbukti kebenarannya
Dilihat dari nilai Beta, kualitas makanan, kualitas layanan dan harga berpengaruh dominan terhadap keputusan pembelian konsumen di Loving Hut Surabaya adalah harga, karena variabel tersebut memiliki nilai Beta terbesar yaitu
59
Universitas Kristen Petra
0.583 sehingga dapat disimpulkan bahwa faktor harga produk makanan di Loving Hut Surabaya adalah faktor yang paling besar pengaruhnya terhadap keputusan pembelian dari pelanggan.
4.8. Pembahasan
Pada hasil penelitian, kuesioner yang digunakan sudah valid dan reliabel. Hasil tersebut tampak dari tabel 4.8 dan 4.9. Dengan hasil yang didapatkan tersebut maka peneliti bisa melakukan penelitian selanjutnya. Pada tabel 4.11, 4.12, 4.13, dan 4.14 menunjukkan bahwa dari semua indikator yang ada pada setiap variabel yang diajukan dalam kuesioner, sebagian besar jawaban yang diberikan responden cenderung ke arah setuju.
4.8.1. Kualitas Makanan terhadap Keputusan Pembelian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas makanan di Loving Hut Surabaya memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian di Loving Hut Surabaya. Dilihat pada tabel 4.21 mengenai hasil uji t, kualitas makanan memiliki poin beta yaitu, sebesar 0.214. Sesuai juga dengan Tabel 4.11. yang hasil keseluruhan nilai pada variabel kualitas makanan sebagian besar adalah baik. Hal ini menunjukkan bahwa Loving Hut konsisten dalam mempertahankan kualitas makanannya. Hal ini menandakan bahwa indikato- indikator yang terdapat pada kualitas makanan mampu memberikan keputusan pembelian konsumen di Loving Hut Surabaya. Banyak konsumen reguler yang datang ke Loving Hut dengan kebutuhan khusus di antaranya adalah vegetarian.
Konsumen yang datang merasakan bahwa kualitas makanan yang diberikan di Loving Hut Surabaya sesuai dengan kebutuhan konsumen. Konsumen yang datang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan untuk mengkonsumsi makanan vegetarian saja tetapi juga bagi konsumen lain yang tidak vegetarian ingin merasakan makanan yang sehat dan tidak mengandung daging. Seperti yang diungkapkan oleh Septhani, yaitu kualitas produk yang baik dan sesuai dengan kebutuhan maupun keinginan konsumen akan mempengaruhi keputusan pembelian (Septhani, 2010).
60
Universitas Kristen Petra
4.8.2. Kualitas Layanan terhadap Keputusan Pembelian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan di Loving Hut Surabaya memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian di Loving Hut Surabaya. Dilihat pada tabel 4.21 mengenai hasil uji t, kualitas makanan memiliki poin beta yaitu, sebesar 0.117. Sesuai juga dengan Tabel 4.12. yang hasil keseluruhan nilai pada variabel kualitas layanan sebagian besar adalah baik. Hasil uji t yang dilakukan, kualitas layanan secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian di Loving Hut Surabaya.
Koefisien regresi kualitas layanan sebesar 0,14 menunjukkan bahwa kualitas layanan mempunyai arah pengaruh positif terhadap keputusan pembelian di Loving Hut Surabaya, akan tetapi pengaruh positif tersebut tidak signifikan. Hal ini berarti apabila kualitas layanan dari Loving Hut Surabaya semakin meningkat, bisa meningkatkan keputusan pembelian di Loving Hut Surabaya, namun peningkatannya tidak signifikan. Penulis menduga, bahwa kualitas layanan yang secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian di Loving Hut Surabaya karena konsumen yang dating ke Loving Hut Surabaya karena berkebutuhan khusus seperti vegetarian sehingga mereka datang ke Loving Hut Surabaya untuk menikmati makanannya sehingga kualitas layanan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian di Loving Hut Surabaya. Berdasarkan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Widyaningrum, & A H. (2011), yang mengatakan bahwa orang dengan kondisi ekonomi yang cukup, memilih makan di luar rumah di restoran/kafe yang memiliki cita rasa enak, dan memiliki banyak aneka menu yang ditawarkan serta suasana yang menyenangkan sehingga dapat disimpulkan bahwa konsumen tidak memperhatikan faktor kualitas layanan tetapi lebih cenderung ke faktor produk atau faktor lainnya.
4.8.3. Harga terhadap Keputusan Pembelian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga di Loving Hut Surabaya memiliki pengaruh yang positif dan paling signifikan terhadap keputusan pembelian di Loving Hut Surabaya. Dilihat pada tabel 4.21 mengenai hasil uji t,
61
Universitas Kristen Petra
harga memiliki nilai beta yaitu, sebesar 0.584. Sesuai juga dengan hasil Tabel 4.13. keseluruhan nilai mean pada variabel kualitas makanan sebagian besar adalah baik. Hal ini menunjukkan bahwa Loving Hut memiliki harga yang sesuai dengan yang didapatkan konsumen. Hal ini menandakan bahwa indikato-indikator yang terdapat pada harga mampu memberikan keputusan pembelian konsumen di Loving Hut Surabaya. Menurut hasil penelitian yang dilakukan penulis mendapatkan bahwa harga merupakan faktor yang paling berpengaruh dominan terhadap keputusan pembelian konsumen di Loving Hut Surabaya. Seperti yang diungkapkan oleh Septhani, yaitu harga yang sesuai dengan produk yang diterima konsumen akan mempengaruhi keputusan pembelian (Septhani, 2010).
Asumsi klasik yang akan diuji dalam penelitian ini terdiri dari normalitas residual, tidak ada multikolinieritas dan linieritas. Dari hasil uji asumsi klasik yang telah dilakukan, semua variabel sudah memenuhi syarat, sehingga model regresi yang dihasilkan adalah model yang dapat dipercaya.
Berdasarkan analisis mean yang telah dilakukan terhadap kualitas makanan, kualitas layanan dan harga yang masing-masing bernilai sebesar 3.90, 3.70, dan 3.70 yang berarti nilai kualitas makanan merupan nilai tertinggi. Besarnya nilai mean pada kualitas makanan dapat diartikan sebagai gambaran nilai rata-rata konsumen datang ke Loving Hut Surabaya, akan tetapi berdasarkan hasil uji t pada Tabel 4.21. yang melihat pengaruh variabel X terhadap variabel Y didapatkan hasil bahwa harga merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen di Loving Hut Surabaya dengan nilai Beta sebesar 0.583 yang merupakan nilai tertinggi. Besarnya nilai R menunjukkan hubungan antara variabel X1, X2, dan X3 terhadap variabel Y kuat atau tidak. Jika nilai R mendekati nilai 1, maka makin besar hubungan antara variabel X terhadap Y. Diketahui bahwa nilai R yang diperoleh sebesar 0.777 hal ini menunjukkan bahwa hubungan kualiatas makanan, kualitas layanan, dan harga dengan keputusan pembelian di Loving Hut Surabaya tergolong kuat. Besarnya nilai R square menunjukkan kemampuan variabel X1, X2, dan X3 dalam menjelaskan variasi perubahan variabel Y. Nilai R Square pada Tabel 4.19. yang diperoleh sebesar 0.604, menunjukkan bahwa kemampuan hubungan kualitas
62
Universitas Kristen Petra
makanan, kualitas layanan, dan harga dalam menjelaskan variasi perubahan dari keputusan pembelian di Loving Hut Surabaya adalah sebesar 60.4% dan sisanya 39.6% dijelaskan oleh faktor lain. Dengan kata lain, keputusan pembelian di Loving Hut Surabaya dipengaruhi oleh kualiatas makanan, kualitas layanan, dan harga sebesar 60.4% dan sisanya 39.6% dipengaruhi oleh faktor lain selain kualitas makanan, kualitas layanan, dan harga.
Secara serempak kualiatas makanan, kualitas layanan, dan harga berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian di Loving Hut Surabaya dengan nilai signifikansi yang didapat dari uji F = 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Namun, dari hasil uji t yang dilakukan, kualitas layanan secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian di Loving Hut Surabaya.