• Tidak ada hasil yang ditemukan

STUDI KASUS DI DESA PEDEKIK. Sri Wahyuningsih, ME NIDN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "STUDI KASUS DI DESA PEDEKIK. Sri Wahyuningsih, ME NIDN"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

1

“PENDEKATAN EKONOMI KREATIF TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI, STUDI KASUS DI DESA PEDEKIK”

Sri Wahyuningsih, ME NIDN.2029068401

Dosen Tetap Program Studi Ekonomi Syariah Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam

Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam Negeri Bengkalis [email protected]

ABSTRAK

Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan tercermin pada sasaran pembangunan ekonomi yang semula berorientasi pada pertumbuhan yang berkelanjutan dari ekonomi yang berskala besar kini menjadi perioritas pengembangan ke depan. Hal ini sesuai dengan instruksi Presiden no. 6 tahun 2009 tentang dukungan pengembangan ekonomi kreatif.

Dukungan ini diharapkan lebih berkembang ke arah pengrajin ekonomi kreatif sehingga akan berpengaruh secara nyata terhadap pemulihan masyarakat Indonesia. Ekonomi kreatif merupakan sebuah konsep di era ekonomi baru yang mengutamakan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan pengetahuan dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi. Dalam studi ekonomi dikenal ada empat faktor produksi yakni sumber daya alam, sumber daya manusia, dan orientasi atau manajemen. Saat ini perekonomian tengah memasuki era industry gelombang keempat, yaitu creative economic industry. Usaha industry ekonomi kreatif di prediksi akan menjadi industry masa depan sebagai fourth wave industry (industry gelombang keempat), yang terfokus pada gagasan dan ide kreatif. Berkembangnya industri kecil dan kreatif di masyarakat akan dapat mengubah status perkonomian masyarakat. Dengan adanya usaha Industri Kecil dan Menengah (IKM) atau Usaha Kecil dan Menengah (UMKM), hal ini akan menghasilkan produk kreatif yang unik dengan menggunakan bahan baku lokal dengan diiringi teknologi tepat guna. Dengan kata lain produk tersebut merupakan memiliki keunikan yang akan dijadikan keunggulan bersaing (Competitive Strategic) dan kemampuan khas (Distinctive Competence). Ekonomi Kreatif dapat dikatakan sesuatu yang memanfaatkan kreatifitas, keterampilan serta bakat seseorang untuk meningkatkan taraf hidup dan menciptakan lapangan kerja baru.

Kata Kunci : Ekonomi Kreati, Pertumbuhan Ekonomi, Desa Pedekik

PDF Compressor Free Version

(2)

2

"CREATIVE ECONOMIC APPROACH TO ECONOMIC GROWTH, CASE STUDY IN PEDEKIK VILLAGE"

ABSTRACT

In an effort to improve the welfare of rural communities reflected in the economic development goals which were initially oriented towards sustainable growth from large-scale economies are now the priorities of future development. This is in accordance with the instructions of the President no. 6 of 2009 concerning the support of developing a creative economy. This support is expected to develop more towards creative economy craftsmen so that it will significantly influence the recovery of the Indonesian people. Creative economy is a concept in the new economic era that prioritizes information and creativity by relying on ideas and knowledge from human resources as a factor of production. In economic studies there are four known factors of production, namely natural resources, human resources, and orientation or management.

Currently the economy is entering the fourth wave industry era, namely creative economic industry. The creative economy industry business is predicted to become a future industry as a fourth wave industry, which focuses on creative ideas and ideas. The development of small and creative industries in the community will be able to change the economic status of the community. With the existence of Small and Medium Enterprises (IKM) or Small and Medium Enterprises (MSMEs), this will produce unique creative products using local raw materials accompanied by appropriate technology. In other words, the product is unique which will be used as a Competitive Strategic and Distinctive Competence. Creative Economy can be said to be something that utilizes one's creativity, skills and talents to improve living standards and create new jobs.

Keywords: Creative Economy, Economic Growth, Pedekik Vilage

PENDAHULUAN Latar Belakang

Desa Pedekik merupakan salah satu desa di kabupaten Bengkalis yang memiliki status ekonomi yang dikategorikan sebagai status Ekonomi Prasejahtera, karena jumlahnya mendominasi dibandingkan status Ekonomi warga yang dikategorikan sejahtera. Pernyataan ini di perkuat dengan data yang diperoleh dari perangkat desa Pedekik, (pada gambar tabel 4).

PDF Compressor Free Version

(3)

3

Desa Pedekik juga dapat dikategorikan sebagai desa yang mempunyai kemandirian dalam membangun ekonomi kreatif hal ini dibuktikan dengan adanya industry berupa Rumah Tahu dan Tempe.

Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan tercermin pada sasaran pembangunan ekonomi yang semula berorientasi pada pertumbuhan yang berkelanjutan dari ekonomi yang berskala besar kini menjadi perioritas pengembangan ke depan. Hal ini sesuai dengan instruksi Presiden no. 6 tahun 2009 tentang dukungan pengembangan ekonomi kreatif.

Dukungan ini diharapkan lebih berkembang ke arah pengrajin ekonomi kreatif sehingga akan berpengaruh secara nyata terhadap pemulihan masyarakat Indonesia.1

Ekonomi kreatif merupakan sebuah konsep di era ekonomi baru yang mengutamakan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan pengetahuan dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi. Dalam studi ekonomi dikenal ada empat faktor produksi yakni sumber daya alam, sumber daya manusia, dan orientasi atau manajemen.2

Saat ini perekonomian tengah memasuki era industry gelombang keempat, yaitu creative economic industry. Usaha industry ekonomi kreatif di prediksi akan menjadi industry masa depan sebagai fourth wave industry (industry gelombang keempat), yang terfokus pada gagasan dan ide kreatif. Berkembangnya industri kecil dan kreatif di masyarakat akan dapat mengubah status perkonomian masyarakat. Dengan adanya usaha Industri Kecil dan Menengah (IKM) atau Usaha Kecil dan Menengah (UMKM), hal ini akan menghasilkan produk kreatif yang unik dengan menggunakan bahan baku lokal dengan diiringi teknologi tepat guna. Dengan kata lain produk tersebut merupakan memiliki keunikan yang akan dijadikan keunggulan bersaing (Competitive Strategic) dan kemampuan khas (Distinctive Competence). Ekonomi Kreatif dapat dikatakan sesuatu yang memanfaatkan kreatifitas, keterampilan serta bakat seseorang untuk meningkatkan taraf hidup dan menciptakan lapangan kerja baru.

Sektor ekonomi kreatif terdiri dari 14 sub yaitu sektor periklanan, sektor arsitektur, sektor pasar barang, sektor seni, sektor kerajinan, sektor desain, fesyen, video, film dan fotografi, permainan interaktif, musik, seni pertunjukan, penerbitan dan percetakan, layanan komputer dan peranti lunak, televisi dan radio, riset dan pengembangan.

Ekonomi kreatif digerakkan oleh kapitalisasi kreativitas dan motivasi dalam menghasilkan produk dan jasa dengan kandungan kreatif yang tinggi terhadap masukan dan keluaran aktivitas ekonomi3

Ketangguhan Ekonomi Kreatif telah terbukti sebagai konsep yang paling jitu disaat perusahaan besar mengalami gulung tikar pada saat terjadi krisis ekonomi yang di alami Negara Indonesia. Bahkan ekonomi kreatif mampu memperbaiki tatanan perekonomian nasional.

(Ghalib, 2015).

1 Helda Ibrahim, et, al, Analisis keberlanjutan usaha pengrajin ekonomi kreatif kerajinan sutera di provinsi sulawesi selatan, Jurnal Teknologi Imdustri Pertanian, 23, (3) : 210-219, (2013)

2 I Gusti Bagus Arjana, Geografi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Jakarta : Rajawali Pers, 2016, h. 227

3 Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Yogyakarta, Jantra Jurnal Sejarah dan Budaya, Volum V No 9, Juni 2010, h 30

PDF Compressor Free Version

(4)

4

Peran pemerintah juga sangat berarti dengan meningkatkan perekonomian Indonesia, yaitu dengan optimalisiasi potensi daerah melalui otonomi daerah. UU. No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan UU. No. 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Melalui otonomi daerah ini setiap daerah di Indonesia dapat mengembangkan kearifan lokal agar dapat bertahan dan berkembang ditengah persaingan ekonomi global. Secara tidak langsung pembangunan ekonomi suatu wilayah lebih berorientasi pada pengembangan sumber daya lokal yang berhubungan langsung dengan ekonomi kreatif masyarakat. Penekanan pada pengembangan potensi lokal inilah yang membawa pembahasan penelitian ini menuju ke konsep pendekatan ekonomi kreatif. Dalam pengembangan Ekonomi Kreatif pada prinsipnya merupakan “suatu proses ketika aktor-aktor di dalam komunitas seluruh masyarakat bekerjasama secara kolektif untuk menciptakan kondisi pembangunan ekonomi dan pertumbuhan generasi yang lebih baik, serta kesejahteraan komunitas dan usaha dalam rangka meningkatkan kualitas hidup bagi semua yang berada dalam komunitas.” (World Bank, 2001)

Howkins adalah orang yang mempelopori ekonomi kreatif yang dituang dalam bukunya yang berjudul The Creative Economy: How People Make Money from Ideas.

John Howkins mendefinisikan ekonomi kreatif sebagai the creation of value as a result of idea (penciptaan nilai sebagai akibat dari ide). Howkins menjelaskan ekonomi kreatif sebagai menghasilkan ide, tidak hanya melakukan hal-hal yang rutin dan berulang. Karena bagi masyarakat ini, menghasilkan ide merupakan hal yang harus dilakukan untuk kemajuan.

Kehidupan ekonomi dan bisnis yang terus berkembang mengakibatkan pergeseran paradigma, yaitu dari ekonomi berbasis sumber daya menjadi ekonomi berbasis kreativitas atau sering disebut dengan ekonomi kreatif. Maka dari itu, Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan pengembangan ekonomi kreatif pada tahun 2006 silam. Proses awal yang dilakukan adalah membentuk. Indonesia Design Power oleh Departemen Perdagangan untuk membantu dalam proses pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia.

Di Bengkalis khususnya di desa Pedekik termasuk daerah pedesaan yang termasuk bagian dari distribusi ekonomi kreatif. Hal ini dibuktikan dengan adanya home industry berupa Rumah Tahu (tempat memproduksi tahu), pabrik roti, pabrik mi basah, usaha kerupuk royko, gorengan, dan aneka kue basah. Sebagian anggota masyarakat menghabiskan waktunya di home industry. Akan tetapi keadaan itu tidak berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat.

Masyarakat belum merasakan kesejahteraan dari kegiatan home industry tersebut. Ada yang tidak berperannya aspek home industry terhadap peningkatan taraf hidup masyarakat desa pedekik. Inilah yang seharusnya diperhatikan dan diteliti secara seksama, apa punca utama masalah tersebut terjadi.

Berdasarkan hasil pra-survey di desa Pedekik Kecamatan Bengkalis diperoleh gambaran bahwa masyarakat desa Pedekik yang mayoritas berprofesi sebagai petani. Hanya mengandalkan hasil pertanian dalam memenuhi kehidupan sehari-hari. Hasil pertanian yang di andalkan diantaranya kedelai dan pertanian karet. Namun harga jual kedelai sangatlah rendah, sehingga berdampak pada pendapatan yang rendah. Hal ini dibuktikan dari hasil wawancara penulis dengan Kepala Desa Pedekik bapak Jimsamsuar, beliau mengatakan bahwa :

PDF Compressor Free Version

(5)

5

“Masyarakat desa Pedekik sebagian besar adalah petani dan pengrajin kedelai, diantaranya sebagian masyarakat bertani kedelai, dan hasil kedelainya dikirim diberbagai kota melalui distributor atau penampung. Sedangkan kedelai yang mereka jual relatif sangat murah.

Hanya Rp.6000 / Kg.

Jika terus menerus seperti ini maka masyarakat tidak akan bisa meningkatkan taraf hidup dan perlu adanya pelatihan dalam mengolah kacang kedelai menjadi hasil produk yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Oleh karena itu untuk mengatasi hal ini tentunya harus lah ada hubungan kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat

Berdasarkan dari data yang sudah dipaparkan di atas maka perlu diteliti lebih lanjut bagaimana situasi ekonomi masyarakat desa pedekik dalam meningkatkan kesejahteraan.

Adapun judul penelitian yang diangkat adalah

“Pendekatan Ekonomi Kreatif Terhadap Pertumbuhan Ekonomi, Studi Kasus Di Desa Pedekik”

Rumusan Masalah dan Tujuan Penelitian Rumusan Masalah

Dari latar belakang dan gejala di atas, maka penulis merumuskan masalah dalam berntuk pertanyaan penelitian yaitu? “Seberapa besar Ekonomi Kreatif berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat di desa Pedekik ?”

Tujuan Penelitian

Merujuk pada permasalahan di atas maka tujuan yang ingin dicapai penulis melalui penelitian ini adalah:

a. Untuk menggambarkan seberapa besar peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya pengrajin kedelai dengan adanya penerapan Ekonomi Kreatif.

b. Dari hasil yang diperoleh bisa dijadikan masukan bagi perangkat desa dan masyarakat desa pedekik dalam rangka meningkatkan pendapatan masyarakat tersebut.

Batasan Masalah dan Manfaat Penelitian 1. Batasan Masalah

Batasan Masalah yang terdapat di dalam penelitian ini adalah pengrajin kedelai di desa Pedekik Kecamatan Bengkalis.

2. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat penelitian ini adalah :

a. Untuk menambah wawasan dan pengetahuan serta sumbangsih pemikiran kepada masyarakat selaku pengusaha kedelai.

b. Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan informasi penelitian lebih lanjut.

c. Penelitian ini dapat menjadi bahan tambahan referensi bagi mahasiswa yang membutuhkan.

PDF Compressor Free Version

(6)

6 Metode Penelitian

Sebuah penelitian dikatakan memenuhi kaedah ilmiah harus memperhatikan prosedur dan aturan yang berlaku. Prosedur dan aturan yang berlaku mencangkup penggunaan metode yang tepat. Dengan penggunaan metode yang tepat diharapkan hasil penelitian nantinya akan menjadi penelitian yang ilmiah, logis, sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Metode penelitian pun adalah sebagai cara untuk mengumpulkan dan menganalisis data. Hal ini sejalan seperti yang diungkapkan Sugiyono yang menjelaskan bahwa “metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu”.4

Pendekatan Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei tentang pengaruh ekonomi kreatif terhadap pendapatan masyarakat. Pendekatan kuantitatif bertolak dari anggapan bahwa suatu kebenaran itu diluar dirinya, sehingga hubungan antara peneliti dengan yang diteliti harus dijaga jaraknya sehingga bersifat independen.

Penelitian kuantitatif selalu menekankan pada keluasan informasi tetapi bukan kepada kedalaman informasi. Oleh sebab itu, sesuai jika dalam penelitiannya menggunakan populasi yang besar. Adapun sumber informasi yang hendak diteliti berupa sampel yang diambil dari total populasi dan kemudian hasil penelitian yang diperoleh akan digeneralisasikan untuk menggambarkan karakteristik dari populasi. Hal ini sejalan dengan pendapat Creswell yang mengatakan “dalam rancangan survei, peneliti mendeskripsikan secara kuantitatif (angka-angka) kecendrungan-kecendrungan, perilaku-perilaku, atau opini-opini dari suatu populasi dengan meneliti sampel populasi tersebut. Dari sampel ini, peneliti melakukan generalisasi atau membuat klaim-klaim tentang populasi itu”. 5

Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data merupakan kegiatan menggali informasi terkait data dari permasalahan yang diteliti. Dari data yang terkumpul diharapkan mampu memecahkan permasalahan yang ada.

Oleh karena itu ketepatan dalam menggunakan teknik pengumpulan data sangat menentukan tingkat kepercayaan dari hasil penelitian.

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan:

a. Angket

Angket adalah sejumlah pertanyaan yang diberikan kepada responden berkenaan dengan permasalahan penelitian (Sugiono, 2013: 317). Angket didalamnya penelitian ini digunakan untuk mengetahui bagai mana pengaruh pendekatan ekonomi kreatif terhadap pertumbuhan ekonomi.

b. Wawancara

4 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: Alfabeta, 2013), hlm. 18.

5 Creswell, Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. (Terjemahan), (Yogyakarta:

Pustaka Pelajar, 2010), hlm. 216.

PDF Compressor Free Version

(7)

7

Pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikontruksikan makna suatu topik tertentu. Wawancara dilakukan dengan sejumlah masyarakat petani kedelai.

c. Dokumentasi

Dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar-gambar atau karya-karya monumental dari seseorang (Sugiono, 2013: 317).

Melalui dokumentasi, data diperoleh dari Teknik Analisis Data

1. Teknik analisa data merupakan suatu proses mengklasifikasi, memberikan kode-kode tertentu, mengolah dan menafsirkan data hasil penelitian menjadi bermakna menurut pedoman skripsi STAIN Bengkalis (Samsul Nizal, dkk, 2015: 9). Untuk menjawab rumusan masalah dan pengujian hipotesis yang diajukan, serta mengingat dari kedua variabel berupa angka, maka hipoteses akan diuji dengan menggunakan teknik korelasi product moment. Tujuan digunakan teknik ini adalah diharapkan diperoleh hasil korelasi yang murni.

2. Jenis data didalam penelitian ini bersifat korelasi. Korelasi didalam penelitian ini adalah korelasi Bivariat. Korelasi bivariat adalah korelasi dua variabel sehingga dalam penelitian ini digunakan korelasi product moment. Variabel didalam penelitian ini adalah pengaruh pendekatan ekonomi kreatif terhadap pertumbuhan ekonomi.

3. Data penelitian ini di peroleh melalui angket, pengaruh pendekatan ekonomi kreatif terhadap pertumbuhan ekonomi.studi kasus desa Pedekik. Untuk menentukan rata-rata angket diperlukan rumus sebagai berikut:

4. ̅ =∑ �

5. Nilai rata-rata tersebut dikategorikan sebagai berikut (Noehi Nasution: 2008, 2.47):

6. Sangat Tidak Setuju : 1 7. Tidak Setuju : 2

8. Cukup : 3

9. Setuju : 4

10. Sangat Setuju : 5

11. Untuk menghitung persentase data, maka digunakan rumus sebagai berikut:

12. � = % 13. Dimana:

14. P = Persentase 15. F = Frekuensi 16. N = Jumlah Data

17. Untuk menghitung pengaruh pendekatan ekonomi kreatif terhadap pertumbuhan ekonomi, digunakan rumus korelasi product moment : (Sugiyono, 2012:235)

18. � = ∑ .

√ ∑

19. keterangan:

20. r : Nilai Pengaruh/hubungan antara pendekatan ekonomi kreatif dan pertumbuhan ekonomi

21. x : Pendekatan Ekonomi Kreatif

PDF Compressor Free Version

(8)

8 22. y : Pertumbuhan Ekonomi

23. Nilai korelasi tersebut diklasifikasikan sebagai berikut: (Sugiyono, 2012: 231) 24. 0,00-0,199 : Sangat Rendah/ Sangat Tidak Signifikan

25. 0,20-0,399 : Rendah / Tidak Signifikan 26. 0,40-0,599 : Sedang

27. 0,60-0,799 : Kuat/Signifikan

28. 0,80-1,000 : Sangat Kuat/ Sangat Signifikan

29. Untuk mengetahui tingkat signifikansi antara pendekatan ekonomi kreatif terhadap pertumbuhan ekonomi. dini digunkan rumus sebagai berikut: (Hartono, 2010:79).

30. � =�√�−√ −�

31. Dimana:

32. t : Tingkat signifikansi 33. r : Nilai Korelasi 34. N : Jumlah Sample

PDF Compressor Free Version

(9)

9 Data dan Sumber Data

Data penelitian ini berbentuk angka-angka. Adapun sumber datanya adalah Petani Kedelai desa Pedekik Kecamatan Bengkalis. Populasi menurut Sugiyono (2010, hlm. 90) adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan.6 Dalam hal ini populasi yang menjadi objek penelitian adalah Petani Kedelai yaitu sebanyak 100 petani. Dari total populasi yang ada maka langkah selanjutkanya adalah penarikan sampel. Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.7 Bila populasi besar dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi dikarenakan keterbatasan waktu, tenaga dan dana maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi tersebut.8 Adapun jumlah sampel yang peneliti gunakan sebanyak 20 petani

Penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling. Adapun yang dimaksud dari teknik sampling adalah teknik pengambilan suatu sampel yang akan digunakan dalam penelitian. Teknik Sampling terbagi dua yaitu probabilitas sampling dan nonprobabilitas sampling.9

Konsep Teori

Definisi Ekonomi Kreatif

Ekonomi Kreatif merupakan bentuk dari upaya yang berkesinambungan dalam pembangunan, melalui upaya – upaya kreativitas yang mana pembangunan yang berkelanjutan berdaya saing serta memiliki sumber daya yang terbarukan. Ekonomi kreatif merupakan upaya bertahan hidup dengan mengandalkan kreatifitas. Hal ini sangat penting untuk diadopsi oleh Negara-negara maju dan juga menawarkan peluang yang sama bagi Negara-negara berkembang.

Istilah Ekonomi Kreatif bukanlah suatu yang asing bagi kita, akan tetapi antara keduanya memiliki keterkaitan. Di mana kedua kata ini menjadi pencetus atau penyelesaian masalah yang menghasilkan penciptaan nilai ekonomi yang luar biasa dan lapangan pekerjaan yang baru melalui eksplorasi ide. Ekonomi Kreatif sudah termasuk di dalamnya aspek inovasi ide menjadi produk-produk yang kreatif dan inovatif. Ekonomi Kreatif menekankan aspek eksplorasi dan eksploitasi ide yang akan membawa kinerja ekonomi dan social (inovasi).10

Pada gilirannya, perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi telah mengubah pola-pola kehidupan ekonomi masyarakat secara global dalam berbagai bidang, seperti pola produksi, pola distribusi dan pola konsumsi. Perubahan pola produksi dan distribusi telah mendorong perubahan pola kebutuhan dan pola konsumsi masyarakat. Perubahan pola-pola tersebut dipengaruhi oleh terciptanya produk-produk baru.

6 Sugiyono,Op.Cit., hlm. 90

7 Ibid, hlm. 63

8 Ibid, hlm.118

9 Ibid., hlm. 92

10 M.Chatib Basri, DKK, Rumah Ekonomi Rumah Budaya : Membawa Kebijakan Perdagangan Indonesia, Cetakan Pertama (Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama, 2012) h. 368

PDF Compressor Free Version

(10)

10

Di samping telah ditemukannya produk-produk baru, telah tercipta juga sarana transaksi ekonomi baru yang mempermudah, lebih efesien dan lebih efektif, seperti sistem pembayaran online, sistem pemesanan online, dan semua sistem transaksi elektronik telah mempermudah transaksi ekonomi dan merangsan keinginan serta kebutuhan konsumen untuk meminta dan membeli barang dan jasa baru.

Pola-pola ekonomi yang terus berubah, inovasi teknologi dan kreativitas ilmu pengetahuan juga telah menggeser orientasi ekonomi, dari ekonomi pertanian, ke ekonomi industrii, kemudian ke ekonomi informasi dan akhirnya ke ekonomi kreatif.11

Perubahan-perubahan orientasi ekonomi tersebut oleh Howkins (2001) dikenal dengan

“gelombang ekonomi”, dan sekarang memasuki gelombang ekonomi ke empat yaitu “gelombang ekonomi kreatif”. Menurut howkins, pada awal abad ke 21 yaitu tepatnya pada tahun 2001, kita telah memasuki era baru yaitu era ekonomi kreatif.

Ekonomi kreatif merupakan kegiatan ekonomi yang digerakkan oleh industri kreatif yang mengutamakan peranan kekayaan intelektual. Industri kreatif itu sendiri digerakkan oleh para entrepreneur (wirausaha), yaitu orang yang memiliki kemampuan kreatif dan inovatif.12

UNCTAD (United Nations Conference On Trade And Development), ekonomi kreatif selalu menggunakan sumber daya kreatif yang sangat melekat pada keahlian dan keterampilan manusia sebagai pelaku utama pembangunan. Ekonomi Kreatif mendorong pertumbuhan, penciptaan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, meningkatkan kualitas social, keberagaman budaya, dan pembangunan manusia secara utuh.13

Kementrian perdagangan mengartikan ekonomi kreatif sebagai era baru yang mengintensifkan informasi dan kreatifitas dengan mengandalkan ide dan stock of know ladg dari sumber daya manusia nya sebagai factor produksi utama dalam kegiatan ekonominya.14

Sejak masa Revolusi Industri sampai 1996 usaha kreatif berkembang melalui industry yang menghasilkan atau memproduksi barang dan jasa riil (tangible). Dengan jumlah dan jenis secara massal, sedangkan pada 1996 mulai muncul produk-produk barang dan jasa nonriil (intangible).

Ekonomi Kreatif berkembang tidak hanya terbatas pada produk barang dan jasa, akan tetapi juga pada produk-produk seni budaya dan usaha kerajinan. Hal ini dapat dilihat dari seni pertunjukan, seni lukis, seni patung, seni tari, seni suara, seni desain, dan sebagainya.

Produk kreatif juga tidak hanya berkembang pada industri kecil dan kerajinan, tetapi juga pada berbagai bidang dan jenis industri, baik kecil, menengah, maupun besar. Kegiatan ekonomi kreatif dilakukan pada industry makanan, pakaian, alat rumah tangga, otomotif, elektronomika, bangunan, arsitektur, obat-obatan, dan hasil pertanian. Dalam bidang jasa, industri kreatif

11 Suryana, Ekonomi Kreatif ekonomi baru :mengubah ide dan menciptakan peluang, h. 3

12 Ibid, h. 4

13 Budi Tri Siswanto,Pengembangan Higher Order Skills Four Cs (HOS4C) Pendukung Industri Kreatif, Laporan Penelitian 2013 h.7

14 M. Khatib Basri. Op. cit. h.366

PDF Compressor Free Version

(11)

11

berkembang sedemikian pesat, seperti pada industri jasa pendidikan, keuangan, perbankan, penerbangan, perhotelan, pariwisata, transportasi, telekomunikasi, dan informasi.

Perkembangan ekonomi kreatif juga terjadi pada bidang distribusi dan pemasaran.

Berbagai strategi dan teknik distribusi dan pemasaran terus dikembangkan secara kreatif dan inovatif sehingga teknik-teknik distribusi dan pemasaran lebih aktif dan agresif.

Bidang pendidikan sebagai industri penghasil jasa, berkembang juga secara kreatif sangat banyak jenis pendidikan dan keahlian yang ditawarkan. Selain menghasilkan jasa pendidikan dalam bentuk hasil-hasil yang tidak kalah pentingnya, misalnya hasil riset dan percobaan, karya seni dan hasil pemikiran lainnya yang berkembang dari waktu ke waktu. Produk-produk jasa pendidikan, baik di Negara-negara maju maupun sedang berkembang sangat penting dalam mendorong inovasi yang dilakukan oleh pebisnis untuk menghasilkan produk-produk baru.

Diberbagai negara, ekonomi kreatif berperan besar dalam menciptakan kemajuan dan kesejahteraan. Ekonomi kreatif dapat dapat menciptakan kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan, mengurangi kesempatan dan pengangguran. Bahkan sebagai pendorong perkembangan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan (sustainable economic of growth).15 Howkin (2001) mengatakan bahwa kesejahteraan masyarakat di Negara-negara maju, seperti amerika syarikat, jepang, korea selatan, cina dan Negara-negara eropa, pada umumnya meningkat dua sampai tiga kali lipat berasal dari ekonomi kreatif. Ekonomi kreatif bagian yang tidak terpisahkan dari industri kreatif.

Adapun beberapa defenisi dan batasan industry kreatif menurut para pakar diantaranya adalah:

a. Menurut Departemen Perdagangan RI

serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan dan lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan memberdayakan daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.”16

b. Menurut UK DCMK Taks Force

“Industri kreatif merupakan industri yang berasal dari kreativitas individu, keterampilan, dan bakat yang secara potensial menciptakan kekayaan, dan lapangan pekerjaan melalui eksploitasi dan pembangkitan kekayaan intelektual dan daya cipta individu.”17

Industri.

c. Menurut UNCTAD dan UNDP

1. “Industri kreatif adalah suatu siklus kreasi, produksi, dan distribusi barang serta jasa yang menggunakan kreativitas dan modal intelektual sebagai input utama.”

2. “Industri kreatif tersusun atas seperangkat aktivitas berbasis ilmu pengetahuan, yang difokuskan tidak terbatas pada seni, tetapi juga secara potensial menghasilkan penerimaan yang berasal dari perdagangan dan hak kekayaan intelektual. Dalam konteks ini, industri kreatif berfokus dan tidak terbatas pada kesenian saja.”

3. Industri kreatif terdiri atas produk-produk nyata (tangible products) dan modal intelektual tidak nyata (intangible intellectual) atau jasa artistik yang mengandung unsur kreativitas (creative content), nilai-nilai ekonomi dan tujuan pasar.

15 Ibid, h. 6

16 Mari Elka Pangestu. Op. Cit. h.5

17 Mauled Muelyono, Menggerakkan Ekonomi Kreatif Antara Tuntutan dan Kebutuhan (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2010), h. 230

PDF Compressor Free Version

(12)

12

4. Industri kreatif berada pada lintasan antara jasa tukang dan sektor industry dan merupakan sector dinamis baru dalam perdagangan dunia.

Dari defenisi diatas penulis dapat simpulkan bahwa ekonomi kreatif sangat berhubungan dengan industry kreatif dimana kegiatan ekonomi yang mencakup industry dengan kreativitas sumber daya manusia sebagai asset utama dalam produksi dan sebagai penentu pembangunan ekonomi yang berdaya saing melelui pengelolaan ide-ide guna menghasilkan produk kreatif yang bernilai ekonomi.

2. Sektor-sektor Pada Industri Kreatif a. Periklanan

Yaitu kegiatan kreatif yang berjasa periklanan yang berupa komunikasi satu arah dengan menggunakan medium tertentu yang terdiri dari kreasi produksi, dan distribusi dari iklan yang dihasikan, misalnya: riset pasar, perencanaan komunikasi iklan, iklan luar ruang produksi material iklan, promosi.

b. Arsitektur

Yaitu kegiatan kreatif yang berkaitan dengan jasa desain bangunan, perencanaan biaya intruksi, konservasi banunan warisan, pengawasan kontruksi baik secara menyeluruh dari level makro sampai dengan level mikro.

c. Desain

Yaitu kegiatan yang terkait dengan desain grafis, desain interior, desain industri, desain produk, konsultasi identitas perusahaan dan jasa riset perusahaan serta produksi kemasan dan jasa pengepakan.

d. Pasar Barang Seni

Yaitu kegiatan kreatif yang terkait dengan perdagangan barang-barang asli, unik dan langka serta memiliki nilai estetika yang cukup tinggi melalui lelang, galeri, dan toko.

e. Kerajinan

Yaitu kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi, produksi, dan distribusi produk yang dihasilakn oleh tenaga pengrajin yang berawal dari desain awal sampai dengan proses penyelesaian produk.

f. Music

Yaitu kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi, pertunjukan, reproduksi, distribusi dari rekam suara.

g. Fesyen

Yaitu kegiatan kratif yang berhubungan dengan kreasi desain berupa pakaian, desain alas kaki, desain asesoris dan desain lainnya.

h. Permainan Interaktif

Yaitu kegiatan kreatif yang berhubungan dengan kreasi produksi, distribusi, permainan computer dan video yang bersifat hiburan dan edukasi.

i. Video , Film, dan Fotografi

j. Layanan computer dan Piranti Lunak

Yaitu kegiatan kreatif yang berhubungan erat dengan pengembangan teknologi informasi yang terdiri dari computer, pengolahan data, pengembangan database, pengembangan piranti lunak.

k. Riset dan Pengembangan

PDF Compressor Free Version

(13)

13

Yaitu kegiatan kreatif yang berhubungan dengan usaha inofatif yang menawarkan penemuan ilmu dan teknologi, penerapan ilmu dan pengetahuan untuk perbaikan produk.

l. Penerbitan dan Percetakan

Yaitu kegiatan kreatif yang berhubungan dengan penulisan konten dan penerbitan buku, jurnal, Koran, majalah tabloid dan konten digital serta kegiatan kantor berita dan pencari berita.

m. Seni Pertunjukan

Yaitu kegiatan kreatif yang berhubungan dengan usaha, pengembangan kontens, produksi pertunjukan, desain dan pembuatan busana pertunjukan, tata panggung dan tata pencahayaan.

n. Televisi dan Radio

Yaitu kegiatan kreatif yang berkaitan dengan usaha kreasi, produksi dan pengemasan acara televise.

3. Perkembangan Industri Kreatif di Indonesia

Ekonomi kreatif saat ini mulai tumbuh dan berkembang menjadi sektor ekonomi yang memiliki peranan penting bagi perekonomian di Indonesia. Pada tahun 2014 ekonomi kreatif telah berkontribusi sebesar 7,1 % terhadap PDB Nasional, menyediakan 12 Juta tenaga kerja dan memberikan kontribusi perolehan devisa Negara sebesar 5,8 %. Dalam lima tahun ke depan sector ini ditargetkan memiliki kontribusi terhadap PDB Nasional mencapai 12 %, 13 juta tenaga kerja dan kontribusi ekspor mencapai 10%. Mencermati perkembangan ekonomi kreatif sebagaimana dipaparkan di atas, maka pertumbuhan dan perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia secara kolektif perlu diintegrasikan ke dalam system perekonomian Indonesia secara utuh sehingga Indonesia memiliki ketahanan ekonomi sekaligus ketahanan budaya.18

Pada saat krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia, banyak perusahaan yang berskala besar mengalami stagnasi sampai dengan berhenti produktivitasnya. Akan tetapi ekonomi kreatif mampu bertahan menghadapi krisis tersebut. Dalam proses perbaikan pemerintah berusaha semaksimal mungkin untuk memperbaiki dan mengembangkan diberbagai sektor perekonomian, salah satu faktor yang paling tepat menjadi pusat perhatian adalah sektor Usaha Kecil Menengah.

Keberadaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah dalam hal ini adalah ekonomi kreatif di Indonesia sangat strategis dalam rangka peningkatan perekonomian.

Industri kreatif menggunakan sumber daya terbarukan, yang dapat memberikan kontribusi, tidak hanya ditinjau dari sudut pandang ekonomi semata tetapi juga dapat ditinjau dari dampak positif yang ditimbulkan dalam peningkatan cirri khas bangsa, menumbuhkan inofasi dan kreativitas anak bangsa, serta dampak social lainnya.19

Salah satu manfaat positif adalah dengan adanya kesempatan kerja sehingga memberikan peluang untuk mengurangi angka kemiskinan. Sesungguhnya industry kreatif adalah industry yang mengandalkan talenta, skil, dan kreativitas. Maka ketiga hal tersebut tidak bisa dipisahkan antara satu dengan yang lain yang mampu mengoptimalkan pemanfaatan potensi kreatif dalam upaya meningkatkan kapasitas sumber daya insani Indonesia.

18 Arina Rumarina, Economic Resilience Industri Kreatif Guna Menghadapi Globalisasi dalam Rangka Ketahanan Nasional, Jurnal Ilmu Sosial, Vol. 15, No. 1, Febuari 2016, h. 38-39

19 M. Khatib Basri, dkk, Op. Cit. h. 258

PDF Compressor Free Version

(14)

14

Ekonomi kreatif saat ini mulai tumbuh dan berkembang menjadi sektor ekonomi yang memiliki peranan penting bagi perekonomian di Indonesia. Pada tahun 2014 ekonomi kreatif telah berkontribusi sebesar 7,1 % terhadap PDB Nasional, menyediakan 12 Juta tenaga kerja dan memberikan kontribusi perolehan devisa Negara sebesar 5,8 %. Dalam lima tahun ke depan sector ini ditargetkan memiliki kontribusi terhadap PDB Nasional mencapai 12 %, 13 juta tenaga kerja dan kontribusi ekspor mencapai 10%. Mencermati perkembangan ekonomi kreatif sebagaimana dipaparkan di atas, maka pertumbuhan dan perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia secara kolektif perlu diintegrasikan ke dalam system perekonomian Indonesia secara utuh sehingga Indonesia memiliki ketahanan ekonomi sekaligus ketahanan budaya.20

Pada saat krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia, banyak perusahaan yang berskala besar mengalami stagnasi sampai dengan berhenti produktivitasnya. Akan tetapi ekonomi kreatif mampu bertahan menghadapi krisis tersebut. Dalam proses perbaikan pemerintah berusaha semaksimal mungkin untuk memperbaiki dan mengembangkan diberbagai sektor perekonomian, salah satu faktor yang paling tepat menjadi pusat perhatian adalah sektor Usaha Kecil Menengah.

Keberadaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah dalam hal ini adalah ekonomi kreatif di Indonesia sangat strategis dalam rangka peningkatan perekonomian.

Ketangguhan Ekonomi Kreatif telah terbukti sebagai konsep yang paling jitu disaat perusahaan besar mengalami gulung tikar pada saat terjadi krisis ekonomi yang di alami Negara Indonesia. Bahkan ekonomi kreatif mampu memperbaiki tatanan perekonomian nasional.

(Ghalib, 2015).

Peran pemerintah juga sangat berarti dengan meningkatkan perekonomian Indonesia, yaitu dengan optimalisiasi potensi daerah melalui otonomi daerah. UU. No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan UU. No. 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Melalui otonomi daerah ini setiap daerah di Indonesia dapat mengembangkan kearifan lokal agar dapat bertahan dan berkembang ditengah persaingan ekonomi global. Secara tidak langsung pembangunan ekonomi suatu wilayah lebih berorientasi pada pengembangan sumber daya lokal yang berhubungan langsung dengan ekonomi kreatif masyarakat. Penekanan pada pengembangan potensi lokal inilah yang membawa pembahasan penelitian ini menuju ke konsep pendekatan ekonomi kreatif. Dalam pengembangan Ekonomi Kreatif pada prinsipnya merupakan “suatu proses ketika aktor-aktor di dalam komunitas seluruh masyarakat bekerjasama secara kolektif untuk menciptakan kondisi pembangunan ekonomi dan pertumbuhan generasi yang lebih baik, serta kesejahteraan komunitas dan usaha dalam rangka meningkatkan kualitas hidup bagi semua yang berada dalam komunitas.” (World Bank, 2001)

Howkins adalah orang yang mempelopori ekonomi kreatif yang dituang dalam bukunya yang berjudul The Creative Economy: How People Make Money from Ideas.

John Howkins mendefinisikan ekonomi kreatif sebagai the creation of value as a result of idea (penciptaan nilai sebagai akibat dari ide). Howkins menjelaskan ekonomi kreatif sebagai menghasilkan ide, tidak hanya melakukan hal-hal yang rutin dan berulang. Karena bagi masyarakat ini, menghasilkan ide merupakan hal yang harus dilakukan untuk kemajuan.

20 Arina Rumarina, Economic Resilience Industri Kreatif Guna Menghadapi Globalisasi dalam Rangka Ketahanan Nasional, Jurnal Ilmu Sosial, Vol. 15, No. 1, Febuari 2016, h. 38-39

PDF Compressor Free Version

(15)

15

Kehidupan ekonomi dan bisnis yang terus berkembang mengakibatkan pergeseran paradigma, yaitu dari ekonomi berbasis sumber daya menjadi ekonomi berbasis kreativitas atau sering disebut dengan ekonomi kreatif. Maka dari itu, Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan pengembangan ekonomi kreatif pada tahun 2006 silam. Proses awal yang dilakukan adalah membentuk. Indonesia Design Power oleh Departemen Perdagangan untuk membantu dalam proses pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia

4. Peluang dan Tantangan Industri Kreatif a. Peluang Industri Kreatif

Peluang industri kreatif sangat besar dan sangat terbuka lebar serta memiliki peningkatan yang signifikan.

Teori Hirarki kebutuhan Maslaw menyatakan manusia telah berhasil melampaui tingkat kebutuhan dasar maka manusia akan mencari kebutuhannya pada tingkatan lebih lanjut, yaitu kebutuhan bersosialisasi, rasa percaya diri dan akulturasi diri. Begitu juga posisi prilaku masyarakat yang lebih tertarik pada nilai kebudayaan yang mendapat sentuhan modern sehingga warisan budaya dan pemanfaatan usah-usaha budaya lokal dapat ditingkatkan.

b. Tantangan Industri Kreatif

Pada era masyarakat ekonomi asean ini sumber daya manusia (Mea) belum dirasakan penuh oleh pekerja-pekerja kreatif di Indonesia. Kendala yang dihadapi ada 3 hal yaitu:

1. SDM Kreatif belum memahami konteks kreativitas di era industry kreatif berada pada gelombang keempat.

2. SDM berbasis sains dan teknologi terlalu mikroskopis dalam melihat keprofesiannya sehingga terlalu mekanistis dalam berfikir dan tidak inopatif.

3. SDM kreatif berbasis artistic maupun non artistic mengalami kekurangan sarana untuk bereksperimen sehingga hasil karya mereka masih kurang kreatif dan kurang inopasif.

c. Actor Utama Pengembangan Industri Kreatif

Industry kreatif dapat dibangun ketika ada kerjasama secara intens antara cendikiawan, bisnis dan pemerintah.

1. Cendikiawan

Yaitu orang-orang yang dalam perhatian utamanya mencari kepuasan dalam mengolah seni dan ilmu pengetahuan.

2. Bisnis

Yaitu suatu entitas organisasi yang dikenali dengan proses izin legal dan diciptakan untuk menyediakan baik berupa produk dan jasa kepada konsumen.

3. Pemerintah

Pemerintah diartikan sebagai organisasi yang memiliki otoritas untuk mengelola suatu Negara sebagai sebuah kesatuan politik yang mampu mempungsikan otoritas atau kekuasaannya.

A. Pendekatan dan Pemberdayaan Ekonomi Kreatif kepada Masyarakat

PDF Compressor Free Version

(16)

16

1. Konsep Pengembangan dan Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Masyarakat

Pengembangan masyarakat merupakan bagian dari pemabangunan ekonomi yang salah satu tujuannya adalah sebagai langkah meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pendayagunaan sumber-sumber yang ada pada mereka serta menekankan pada prinsip partisipasi social.21\

Pengembangan masyarakat dilakukan pada berbagai aspek kehidupan masyarakat seperti bidang pendidikan, teknologi, ekonomi dan lain sebagainya. Strategi pengembangan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi sangat penting untuk dilakukan terutama pada masyarakat ekonomi menengah kebawah. Permbedayaan masyarakat melalui usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) saat ini diyakini sangat produktif untuk diimplementasikan dalam suatu kelompok masyarakat, selain tujuannya untuk kemandirian ekonomi masyarakat juga sebagai upaya pemerataan kesejahteraaan masyarakat.22

Pengembangan usaha kecil dan usaha ekonomi masyarakat adalah upaya yang dilakukan oleh pemerintah, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat untuk memberdayakan usah krcil melalui pemberian fasilitas, bimbingan, pemdampingan, dan bantuan perkuatan untuk menumbuhkan dan menigkatkan kemampuan dan daya saing.

Kebijakan pengembangan usah ekonomi masyarakat dilakukan dalam bentuk pemberdayaan, penumbuhan usaha, pembiayaan dan pengembangan, pembiayaan dan penyediaan dana serta penjaminan dan kemitraan, shingga usaha ekonomi masyarakat tumbuh dan mandiri. Pengentasan kemiskinan lewat pemberdayaan usaha ekonomi masyarakat dapat dicapai karena ekonomi kemasyarakatan berdaya guna mengembangkan potensi sumber daya ekonomi dalam rangka meningkatkan pendapatan untuk kesejahteraan masyarakat, maka strategi pengembangan dan pemberdayaan masyarakat dalam bidang ekonomi sangat layak untuk diimplementasikan.23

2. Pendekatan Ekonomi kreatif

Pemberdayaan masyarakat sebagai sebuah strategi pembangunan sekarang sudah banyak diterima, bahkan telah berkembang berbagai pemikiran dan literature tentang hal tersebut.

Pemberdayaan atau empowerment secara harfiah berarti pemberian kekuasaan atau pemberian kekuatan. Pemberdayaan dapat diartikan sebagai suatu cara dimana rakyat, organisasi, dan komunitas diarahkan agar dapat berkuasa atas kehidupannya.24

Seorang sosiolog bernama Kiefer mengemukan tentan tiga dimensi yang berkaitan dengan pemberdayaan, yaitu kompetensi kerakyatan, mengetahui social politik, dan kompetisi partisipasi. Menurut Kiefer kompetensi-kompetensi tersebut dipengaruhi oleh sikap personal atau perasaan diri sehingga mendorong secara aktif untuk berkembang secara social, pengetahuan, dan kapasitas untuk menganalisis secara kritis system social.25

21 Edi Suharto, Ph.D. Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat, Kajian Strategis Pembangunan Kesejahteraan Sosial&Pekerjaan Sosial (Bandung: PT. Refika Aditama, 2014), h. 37

22 Fahrudin, Adi, ed. Pemberdayaan, Partisipasi. Dan penguatan Kapasitas Masyarakat (Bandung: Humaniora, 2008), h. 18

23 Edi Suharto, Ph.D. Op.Cit. h. 71

24 Fahrudin, Adi. Op.Cit. h. 16

25 Edi Suharto, Ph.D. Op.Cit. h. 63

PDF Compressor Free Version

(17)

17

Menurut pendapat beberapa ahli sosiolog seperti Solomon, Swif dan Levin, serta Kiefer pemberdayaan memiliki prinsip-prinsip dan asumsi yang akan mendukung proses perubahan social, prinsip dan asumsi pemberdayaan diantaranya adalah sebagai berikut.26

a. Pemberdayaan adalah proses kolaborasi di mana klien dan pekerja sosial bekerjasama sebagai partner.

b. Proses pembeeerdayaan melihat system klien sebagai pemegang peranan penting dan mampu memberikan akses pada sumber-sumber dan peluang-peluang.

c. Pemecahan masalah didasarkan pada situasi masalah yang merupakan hasil dari kompleksitasnya factor-faktor yang mampu mempengaruhinya.

d. Orang harus berpartisipasidalam pemberdayaan diri mereka sendiri dan dalam mencapai tujuan, pengertian dan hasil dari pembrdayaan harus diartikulasikan.

Pemberdayaan melibatkan perncanaan, pengkoordinasian dan pengembangan berbagai aktivitas program yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup atau kesejahteraan sosial masyarakat. Sebagai suatu kegiatan kolektif, pemberdayaan melibatkan beberapa factor, seperti perencanaan social, masyarakar setempat, lembaga donor, dan instansi terkait yang yang saling bekerjasama mulai dari prencanaan, pelaksanaan, sampai evaluasi program tersebut.27

Pemberdayaan masyarakat biasanya difokuskan pada bidang ekonomi,pendidikan, budaya dan sumber-sumber daya lainnya yang ada dalam suatu wilayah letak geografis dan keadaan alam menjadi factor utama untuk menentukan strategi pemberdayaaan yang akan diterapkan.

Melalui pendekatan dan pengembangan ekonomi kreatif Negara atau daerah akan memperoleh dan menikmati kekayaan baru yang berlipat ganda. Berbagai penemuan produk baru, seperti Microsoft operating system, mesin pencari google dan yahoo, aplikasi perangkat lunak (software).

Pendapatan dari hasil ekonomi kreatif yang berbentuk kekayaan intelektual, misalnya paten, hak cipta, merek, dan royalty menunjukkan peningkatan yang luar biasa dan mengalir ke Negara-negara penghasil ekonomi kreatif. Setiap orang yang menggunakan produk-produk intelektual, seperti desain, merek, hak paten dan royalti, yang berasal dari produk-produk elektronik, kendaraan, telekomunikasi, makanan dan berbagai produk perusahaan teknologi informasi telah memberikan kontribusi pendapatan secara langsung dan tidak langsung.

Pemberdayaan masyarakat melalui potensi alam, keadaan wilayah, infrastruktur atau fasilitas publik lainnya. Pemberdayaan masyarakat melalui ekonomi yang sangat potensial seperti pemberdayaan masyarakat yang berprofesi sebagai petani. Karena pada umumnya tingkat kemiskinan yang tinggi terjadi di daerah pedesaan dengan masyarakat yang berprofesi sebagai petani. Memberdayakan masyarakat melalui potensi alam untuk meningkat penghasilan pada masyarakat dapat dengan lantihan keterampilan agar dapat menolong potensi yang dimiliki.28

Tujuan utama pemberdayaan masyaraka adalah untuk mengekplorasi potensi dan sumber daya yang tersedia dalam upaya meningkatkan kesejahteraan hidup. Pemberdayaan masyarakat dilakukan dengan mencari potensi keahlian yang dimiliki dapat melalui pendidikan, pelatihan, bimbingan dan penyuluhan29.

Pendekatan ekonomi kreatif dapat menjadi solusi dalam upaya pengentasan kemiskinan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan. Sejauh ini ekonomi kreatif dan UMKM sangat

26 Ibid. h. 68

27 Ibid. h.71

28 Bagung suyanto, anatomi kemiskinan dan strategi penanganannya (Malangn : Intrans publishing, 2013) h.48-50

29 Ibid h. 44

PDF Compressor Free Version

(18)

18

berpotensi dalam proses pengembangan dan pemberdayaan masyarakat, sehingga sector industry tidak perlu di paksakan sebagai media meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat.

Ekonomi Rumah Tangga

1. Defenisi Ekonomi Rumah Tangga

Ekonomi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari usaha-usaha individu maupun kelompok dalam ikatan pekerjaan sehari-hari yang berhubunogan dengan bagaimana memperoleh pendapatan dan bagaimana menggunakan pendapatannya tersebut.

Ekonomi juga dapat diartikan salah satu ilmu social yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, dan konsumsi terhadap barang dan jasa.30

Rumah tangga atau keluarga adalah pemilik berbagai produksi. Factor-faktor produksi yang terdapat dalam rumah tangga antara lain adalah tenaga kerja, usahawan, modal, kekayaan alam dan harta tetap (tanah dan bangunan).31

Saat rumah tangga keluarga bekerja maka akan mendapat penghasilan. Penghasilan yang diperoleh rumah tangga keluarga dapat bersumber dari :

1. Usaha sendiri, usaha pertanian, perdagangan, industri rumah tangga, berdagang, home industry, usaha di bidang jasa

2. Bekerja dengan pihak lain, misalnya PNS, karyawan, dan menggunakan mekanisme sistem gaji.

3. Menyewakan faktor-faktor produksi, misalnya tanah, rumah dan menggunakan mekanisme sewa

Penelitian yang Relevan

Penelitian yang penulis lakukan berfokus pada masalah pokok yaitu

“Pendekatan Ekonomi Kreatif Terhadap Pertumbuhan Ekonomi, Studi Kasus Di Desa Pedekik”

sedangkan penelitian yang relevan yang penulis lakukan adalah :

1. Penelitian yang ditulis oleh Ela Hayati, “Usaha Ekonomi Kreatif dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat menurut Perspektif Ekonomi Islam.” Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, Program Studi Ekonomi Islam tahun 2017

2. Penelitian yang ditulis oleh Ghalib Agfa Polnaya, “Strategi Pengembangan Ekonomi Lokal untuk Meningkatkan Daya Saing pada UKM Ekonomi Kreatif Batik Bakaran Di pati, Jawa Tengah.” Universitas Dipanegoro.fakultas ekonomika dan bisnis tahun 2015 3. Penelitian yang ditulis oleh Rensi Mei Nandini “Dampak Usaha Ekonomi Kreatif

terhadap Masyarakat Desa Blawe Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri,” Program Studi Ilmu Administrasi Negara. Tahun 2016.

30 N.Gregory Mankiw, Pengantar Ekonomi Mikro, h. 12

31 Sadono sukirno, makro ekonomi, teori pengantar (Jakarta : h,212)

PDF Compressor Free Version

(19)

19

Dari ketiga penelitian yang relevan ini, memiliki kesamaan persepsi dengan penulis, yaitu menyatakan bahwa peran Ekonomi Kreatif sangat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat.

Konsep Operasional

Untuk menghindari kesalah pahaman dalam penggunaan konsep teori yang masih abstak maka dalam penelitian ini akan dilakukan pengoperasionalan konsep-konsep yang akan digunakan:

Tabel 2.1 Konsep operasional

Variable Sub

Variabel Penjelasan Indikator Butir-Butir

Variabel X (Ekonomi Kreatif)

Ekonomi kreatif merupakan sebuah konsep di era ekonomi

baru yang

mengutamakan informasi dan kreativitas dengan

mengandalkan ide dan pengetahuan dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi.

Dalam studi ekonomi dikenal

ada empat faktor produksi yakni sumber daya alam, sumber daya manusia, dan orientasi atau manajemen.

Variabel Y Taraf perekonomian a. masyarakat jarang

a. memiliki usaha yang penghasilannya biasa saja

PDF Compressor Free Version

(20)

20 Variable Sub

Variabel Penjelasan Indikator Butir-Butir

(Pertumbuhan Ekonomi)

masyarakat masih rendah, khususnya bagi petani kedelai dan pengrajin tempe di desa pedekik

bahkan tidak pernah mengikuti pelatihan kewirausahaan

b. usaha masyarakat tidak didampingi pemerintah c. tidak memiliki

kreativitas dalam menjalankan usaha d. usaha yang dijalankan

di iringi dengan teknologi yangcanggih e. sulit memasarkan

produk

b. penghasilan perbulan kurang dari 1 juta c. memiliki rumah proibadi

(sewa)

d. tidak memilki investasi atau modal dari usaha yang dijalankan

e. tidak memiliki pelayanan atau jaminan kesehatan yang prima

A. Hipotesis

Hipotesis adalah suatu keadaan atau peristiwa yang diharapkan dan dilandasi oleh generalisasi dan biasanya menyangkut hubungan diantara variabel-variabel penelitian. (Punaji Setyosari, 2010:93).

Penulis mengemukakan hipotesis sebagai berikut:

Ha : Ada Pengaruh yang signifikan antara Pendekatan Ekonomi Kreatif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat didesa Pedekik Kec. Bengkalis

Ho : Tidak ada pengaruh yang signifikan antara Pendekatan Ekonomi Kreatif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat didesa Pedekik Kec. Bengkalis

Waktu dan Tempat

Penelitian ini dilakukan di desa Pedekik kec. Bengkalis. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Juni 2018

Objek dan Sabjek Penelitian

Objek penelitian adalah masalah yang dijadikan fokus utama penelitian menurut buku pendoman penulisan skripsi STAIN Bengkalis (Samsul Nizar, dkk 2015: 7). Subjek penelitian berkenaan dengan siapa dan dari mana data diperoleh serta dimana data itu melekat. Adapun subjek penelitian ini adalah petani Kedelai di desa Pedekik Kecamatan Bengkalis.

Populasi dan Sampel

Populasi adalah keseluruhan subjek dalam penelitian (Suharsimi, 2015: 117). Sampel adalah mengambil sebagian dari keseluruhan subjek penelitian (Suharsimi, 2015: 117). Data

PDF Compressor Free Version

(21)

21

penelitian ini berbentuk angka-angka. Adapun sumber datanya adalah Petani Kedelai desa Pedekik Kecamatan Bengkalis. Populasi menurut Sugiyono (2010, hlm. 90) adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan.32 Dalam hal ini populasi yang menjadi objek penelitian adalah Petani Kedelai yaitu sebanyak 100 petani. Dari total populasi yang ada maka langkah selanjutkanya adalah penarikan sampel. Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.33 Bila populasi besar dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi dikarenakan keterbatasan waktu, tenaga dan dana maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi tersebut.34 Adapun jumlah sampel yang peneliti gunakan sebanyak 20 petani

Penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling. Adapun yang dimaksud dari teknik sampling adalah teknik pengambilan suatu sampel yang akan digunakan dalam penelitian. Teknik Sampling terbagi dua yaitu probabilitas sampling dan nonprobabilitas sampling.35

Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan:

a. Angket

Angket adalah sejumlah pertanyaan yang diberikan kepada responden berkenaan dengan permasalahan penelitian (Sugiono, 2013: 317). Angket didalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui bagaimana Pendekatan Ekonomi Kreatif Terhadap Pertumbuhan Ekonomi, Studi Kasus Di Desa Pedekik

b. Wawancara

Pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikontruksikan makna suatu topik tertentu. Wawancara dilakukan dengan Kepala Desa pedekik dan 2 orang petani kedelai.

c. Dokumentasi

Dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar-gambar atau karya-karya monumental dari seseorang (Sugiono, 2013:

317). Melalui dokumentasi, data diperoleh dari Kantor Kepala desa dan petani kedelai.

Teknik Analisa Data

Teknik analisa data merupakan suatu proses mengklasifikasi, memberikan kode-kode tertentu, mengolah dan menafsirkan data hasil penelitian menjadi bermakna menurut pedoman skripsi STAIN Bengkalis (Samsul Nizal, dkk, 2015: 9). Untuk menjawab rumusan masalah dan pengujian hipotesis yang diajukan, serta mengingat dari kedua variabel berupa angka, maka

32 Sugiyono,Op.Cit., hlm. 90

33 Ibid, hlm. 63

34 Ibid, hlm.118

35 Ibid., hlm. 92

PDF Compressor Free Version

(22)

22

hipoteses akan diuji dengan menggunakan teknik korelasi product moment. Tujuan digunakan teknik ini adalah diharapkan diperoleh hasil korelasi yang murni.

Jenis data didalam penelitian ini bersifat korelasi. Korelasi didalam penelitian ini adalah korelasi Bivariat. Korelasi bivariat adalah korelasi dua variabel sehingga dalam penelitian ini digunakan korelasi product moment. Variabel didalam Penelitian Ini Adalah “Pendekatan Ekonomi Kreatif Terhadap Pertumbuhan Ekonomi, Studi Kasus Di Desa Pedekik.” Data penelitian ini di peroleh melalui angket, “Pendekatan Ekonomi Kreatif Terhadap Pertumbuhan Ekonomi, Studi Kasus Di Desa Pedekik Kec. Bengkalis. Untuk menentukan rata-rata angket diperlukan rumus sebagai berikut:

̅ =∑ �

Nilai rata-rata tersebut dikategorikan sebagai berikut (Noehi Nasution: 2008, 2.47):

Sering : 3 Jarang : 2 Tidak Pernah : 1

Untuk menghitung persentase data, maka digunakan rumus sebagai berikut:

� = �

%

Dimana:

P = Persentase F = Frekuensi N = Jumlah Data

Untuk menghitung

“Pendekatan Ekonomi Kreatif Terhadap Pertumbuhan Ekonomi, Studi Kasus Di Desa Pedekik, digunakan rumus korelasi product moment : (Sugiyono, 2012:235)

� = ∑ .

√ ∑ ∑

keterangan:

r : Nilai Pengaruh/hubungan antara pendekatan ekonomi kreatif dan pertumbuhan ekonomi masyarakat

x : Pendekatan Ekonomi Kreatif

PDF Compressor Free Version

(23)

23

y : Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Desa Pedekik

Nilai korelasi tersebut diklasifikasikan sebagai berikut: (Sugiyono, 2012: 231) 0,00-0,199 : Sangat Rendah/ Sangat Tidak Signifikan

0,20-0,399 : Rendah/ Tidak Signifikan 0,40-0,599 : Sedang

0,60-0,799 : Kuat/Signifikan

0,80-1,000 : Sangat Kuat/ Sangat Signifikan

Untuk mengetahui tingkat signifikansi antara pengaruh gadget dan pola asuh orang tua terhadap anak usia dini digunkan rumus sebagai berikut: (Hartono, 2010:79).

� =�√� −

√ − � Dimana:

t : Tingkat signifikansi r : Nilai Korelasi N : Jumlah Sampl

PENYAJIAN HASIL PENELITIAN Gambaran Lokasi Penelitian

Sejarah Singkat Desa Pedekik

Desa Pedekik merupakan salah satu desa di kabupaten Bengkalis yang memiliki status ekonomi yang dikategorikan sebagai status Ekonomi Prasejahtera, karena jumlahnya mendominasi dibandingkan status Ekonomi warga yang dikategorikan sejahtera. Pernyataan ini di perkuat dengan data yang diperoleh dari perangkat desa Pedekik, (pada gambar tabel 4).

Visi desa pedekik adalah “terbangunnya tata kelola pemerintahan desa yang baik dan bersih guna terwujudnya kehidupan masyarakat desa yang adil, makmur dan sejahtera serta berbudaya dan berakhlak mulia.”

Adapun Misi desa pedekik yaitu

a. meningkatkan tata pemerintahan yang demokratis, transparan akuntable, efesien dan efektif

b. meningkatkan pembangunan infrastruktur pedesaan yang terarah dan berkualitas.

PDF Compressor Free Version

(24)

24

c. Meningkatkan peran kelembagaan dan masyarakat desa dalam mendorong pembangunan desa,

Desa Pedekik juga dapat dikategorikan sebagai desa yang mempunyai kemandirian dalam membangun ekonomi kreatif hal ini dibuktikan dengan adanya industry berupa Rumah Tahu (tempat memproduksi tahu dan tempe)

Pedekik adalah sebuah desa yang terletak di kecamatan Bengkalis, desa yang pemerintahannya terbentuk sekitar 1980. Dengan kepala desa pertama H. Maksum Ichsan. Dengan kependudukan yang didominasi suku jawa, berikut ini terdapat data table tentang jumlah kependudukan warga desa pedekik.

DATA-DATA KEPENDUDUKAN DESA PEDEKIK

BULAN JANUARI 2017

1 Nama Desa Pedekik

2 Luas Wilayah 3.500 Ha

3 Jumlah KK 652 KK

4 Jumlah Penduduk Laki-Laki 1.224 Jiwa 5 Jumlah Penduduk Perempuan 1.186 Jiwa 6 Jumlah Penduduk Keseluruhan 2.410 Jiwa

Gambar 1. Data-data Kependudukan Desa Pedekik Bulan Januari 201736

Kependidikan penduduk desa pedekik memiliki berbagai latar belakang pendidikan yang beraneka ragam, seperti yang terdapat pada table berikut :

PENDUDUK PEDEKIK MENURUT PENDIDIKAN

NO TINGKAT PENDIDIKAN JUMLAH

1 Tidak Sekolah 172

2 TK 53

3 Tidak Tamat SD 38

4 SD 349

5 SLTP 183

6 SLTA 220

7 SMK 8

8 DI 6

9 DII 23

10 DIII 41

11 S1 110

12 S2 4

Gambar 2. Data-data Penduduk menurut Pendidikan

36 Data kependudukan desa Pedekik Kecamatan Bengkalis

PDF Compressor Free Version

(25)

25

Penduduk desa Pedekik juga memiliki mata pencaharian yang beranekaragam, akan tetapi tani merupakan profesi yang mendominasi di desa Pedekik, hal ini dapat dilihat dari tabel di bawah ini :

PENDUDUK SESUAI MATA PENCAHARIAN

NO JENIS MATA PENCAHARIAN JUMLAH

1 Petani 315

2 Pedagang 41

3 PNS 113

4 Honorer 143

5 Abri -

6 Polri 3

7 Karyawan Swasta 83

8 Nelayan 4

9 Buruh Tani 27

10 Peternak 10

11 Pengrajin 4

12 Lainnya 47

Gambar 3. Penduduk Pedekik sesuai Mata Pencaharian

Berdasarkan situasi dan kondisi status ekonomi serta kependudukan Status ekonomi warga desa Pedekik terbagi menjadi dua jenis, yaitu keluarga prasejahtera dan keluarga sejahtera, hal ini dapat di lihat dari tabel berikut :

NO STATUS EKONOMI JUMLAH

1 Prasejahtera 425

2 Sejahtera 184

Gambar 4. Status Ekonomi Masyarakat Pedekik sesuai status ekonomi masyarakat tersebut.

Penyajian Data

Dalam penyajian data ini, penulis memperoleh dari beberapa metode pengumpulan data, maka disini penulis akan menyajikan dalam bentuk uraian dan table-tabel. Sesuai dengan rumusan dan tujuan penelitian yang ditulis, maka dalam penyajian dan analisis data ini penulis mengelompokkan menjadi dua bagian yaitu:

1. Pendekatan Ekonomi Kreatif

2. Pengaruh terhadap Pertumbuhan Ekonomi Analisa Data

Analisa hasil penelitian yang telah penulis lakukan dapat di lihat seperti pada tabel 4.7.

1. DAFTAR PERNYATAAN (Pendekatan Ekonomi Kreatif)

NO PERNYATAAN PENILAIAN

1 2 3 4 5

PDF Compressor Free Version

(26)

26

STS TS C S SS

A. Pelatihan Kewirausahaan

1 Saya pernah mengikuti pelatihan kewirausahaan 2 Saya tidak pernah mengikuti pelatihan kewirausahaan 3 Saya pernah mengikuti pelatihan kewirausahaan lebih dari satu kali 4 Saya tidak mengikuti pelatihan kewirausahaan lebih dari satu kali

B. Peran Pemerintah

1 Usaha yang saya geluti didampingi oleh Instansi Pemerintah 2 Usaha yang saya geluti tidak didampingi oleh Instansi Pemerintah 3 Saya dibantu pemerintah dalam memasarkan produk 4 Saya tidak dibantu pemerintah dalam memasarkan produk

C. Kreativitas

1 Saya memiliki inovasi baru dalam pengembangan produk usaha saya 2 Saya tidak memiliki inovasi baru dalam pengembangan produk usaha

saya

3 Saya memiliki kemampuan meningkatkan kualitas produk yang saya

hasilkan

4 Saya tidak memiliki kemampuan meningkatkan kualitas produk yang

saya hasilkan

D. Teknologi

1 Usaha saya di dukung oleh sistem teknologi yang canggih 2 Usaha saya tidak di dukung oleh sistem teknologi yang canggih 3 Saya menggunakan teknologi informasi atau media sosial dalam

mengenalkan suatu produk

4 Saya tidak menggunakan teknologi informasi atau media sosial dalam

mengenalkan suatu produk

E. Marketing

1 Saya mudah memasarkan hasil produk yang dihasilkan 2 Saya sulit memasarkan hasil produk yang dihasilkan 3 Saya memasarkan hasil produk lebih dari satu tempat 4 Saya memasarkan hasil produk tidak lebih dari satu tempat

PDF Compressor Free Version

Gambar

Tabel 2.1  Konsep operasional
Gambar 2. Data-data Penduduk menurut Pendidikan
Gambar 3. Penduduk Pedekik sesuai Mata Pencaharian

Referensi

Dokumen terkait

Hasil reduksi catatan lapangan yang dikumpulkan peneliti ketika melakukan wawancara dengan informan mengenai peranan akuntansi forensik dalam mencocokkan utang

Buku-buku yang dipakai dalam penelitian ini adalah buku-buku yang sesuai dengan tema penelitian yang didapat dari beberapa perpustakaan di Yogyakarta, antara lain

Ekonomi Kreatif muncul dari atas (melalui kebijakan Negara),tetapi bukan berarti kegiatan ekonomi kreatif baru muncul seiring dengan kebijakan pemerintah.. Ekonomi Kreatif

berorientasi pada penyusunan proposal PTK. Pelatihan ini bertujuan supaya para guru mampu menyusun proposal PTK yang kemudian melakukan PTK itu sendiri. Pengabdian

Adanya masalah terkait dengan penggunaan terapi OA, khususnya obat golongan NSAID terutama pada pasien usia lanjut menuntut Farmasi untuk lebih berperan aktif dalam

Dengan menggunakan analisis faktor didapatkan risiko yang paling dominan dalam hubungan kerja antara subkontraktor terhadap kontraktor adalah p embayaran yang terlambat atau

dengan keluarga, teman – teman dan komunitasnya di akhir pekan. 3.1.4.1 Alat Promosi Yang Digunakan Pada Acara Sound – Hits Extraordinary Music Weekender. Berdasarkan data yang di

Dinas menyusun statistik Ekonomi Kreatif Daerah dan sistem informasi Ekonomi Kreatif Daerah yang meliputi jenis kegiatan Ekonomi Kreatif sebagaimana dimaksud Pasal