• Tidak ada hasil yang ditemukan

ASOSIASI AHLI ATMOSFER INDONESIA (A3I)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ASOSIASI AHLI ATMOSFER INDONESIA (A3I)"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

ANGGARAN DASAR

PERKUMPULAN AHLI ATMOSFER INDONESIA

atau dikenal

ASOSIASI AHLI ATMOSFER INDONESIA (AAAI atau A3I)

PERIODE 2021 - 2024

ASOSIASI AHLI ATMOSFER INDONESIA (A3I)

Sekretariat : Gedung B Lantai 5 BMKG, Jln. Angkasa I No. 2 Jakarta Pusat Email: [email protected] | https://atmosfer.org/

Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor: AHU-0011818.AH.01.07.TAHUN 2020

(2)

ANGGARAN DASAR

PERKUMPULAN AHLI ATMOSFER INDONESIA atau dikenal

ASOSIASI AHLI ATMOSFER INDONESIA (AAAI atau A3I)

PERIODE 2021 - 2024

PEMBUKAAN

Cuaca dan iklim telah menjadi faktor yang dipertimbangkan secara serius oleh pemerintah dalam proses menyusun strategi dan rencana pembangunan. Dalam setiap proses perencanaan pembangunan, kajian akademik berbasis cuaca dan iklim adalah bagian tak terpisahkan. Hal ini mendorong kami para ahli di bidang atmosfer untuk mengambil peran yang lebih aktif melalui sebuah organisasi ilmiah yang legal dan kredibel.

Pembentukan organisasi ini akan memungkinkan anggota untuk berkiprah dalam pembangunan nasional secara lebih terstruktur dan terarah.

BAB I DEFINISI

Pasal 1

Dalam Anggaran Dasar ini yang dimaksud dengan “Asosiasi” adalah Perkumpulan Ahli Atmosfer Indonesia yang disingkat PAAI, atau yang lebih dikenal dengan nama Asosiasi Ahli Atmosfer Indonesia, disingkat AAAI atau A3I, suatu perkumpulan berbentuk badan hukum yang didirikan berdasarkan peraturan perundang-undangan Republik Indonesia, berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia Republik Indonesia No.

AHU-0011818.AH.01.04.TAHUN 2020 tanggal 14 Desember 2020, tentang Pengesahan Pendirian Badan Hukum Perkumpulan Ahli Atmosfer Indonesia.

BAB II

NAMA, LAMBANG DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 2

1. Asosiasi ini bernama Asosiasi Ahli Atmosfer Indonesia yang isingkat AAAI atau A3I, dan selanjutnya dalam Anggaran Dasar ini ditulis Asosiasi,

2. Lambang Asosiasi ini adalah bola dunia bergambar peta Indonesia dan gelombang atmosfer,

(3)

3. Asosiasi ini berkedudukan di Jakarta Pusat, dan beralamat di Gedung B Lantai 5 BMKG Jalan Angkasa I Nomor 2, Rukun Tetangga 000, Rukun Warga 000, Kelurahan Gunung Sahari Utara, Kecamatan Swah Besar, Kota Jakarta Pusat,

4. Perkumpulan dapat membuka kantor cabang atau perwakilan di tempat lain, di wilayah Republik Indonesia berdasarkan keputusan Pengurus dengan persetujuan Pengawas.

Bab III JANGKA WAKTU

Pasal 3

Asosiasi ini didirikan di Jakarta pada tanggal 2 Oktober 2020 untuk jangka waktu yang tidak ditentukan lamanya

BAB IV

ASAS DAN LANDASAN Pasal 4

Asosiasi berasaskan Pancasila dan Undang-Undang dasar 1945, serta mengutamakan asas kekeluargaan, musyawarah dan mufakat.

BAB V

MAKSUD DAN TUJUAN SERTA KEGIATAN Pasal 5

1. Asosiasi mempunyai maksud dan tujuan di bidang sosial yaitu :

a. Sebagai wadah untuk menjalin persatuan segenap ahli di bidang sains atmosfer b. Memajukan dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan sains

atmosfer

c. Mengoptimalkan peran ahli atmosfer di Indonesia, sehingga dapat berinovasi dalam proses pembangunan nasional.

2. Untuk mencapai maksud dan tujuan di atas, asosiasi ini dapat melakukan kegiatan- kegiatan sebagai berikut :

a. Pertemuan ilmiah;

b. Penelitian dan pengkajian ilmiah;

c. Penerbitan karya ilmiah;

d. Kerjasama antar lembaga dan organisasi lain di dalam atau luar negeri.

e. Jasa konsultasi

f. Pengabdian masyarakat

g. Penguatan dan peningkatan sumber daya manusia.

(4)

BAB VI FUNGSI

Pasal 6

Asosiasi berfungsi sebagai sarana :

1. Penyalur kegiatan sesuai dengan kepentingan anggota dan/atau tujuan organisasi 2. Pembinaan dan pengembangan anggota untuk mewujudkan tujuan organisasi 3. Pemberdayaan masyarakat

4. Pemenuhan pelayanan sosial.

BAB VII KEKAYAAN

Pasal 7

1. Asosiasi mempunyai kekayaan awal berupa yang yangberjumlah sebesar Rp.

10.000.000,- (sepuluh juta rupiah).

2. Selain kekayaan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 pasal ini, kekayaan asosiasi dapat juga diperoleh dari :

a. Iuran Anggota asosiasi,

b. Sumbangan atau bantuan yang tidak mengikat dan sumber-sumber lain yang sah dan tidak bertentangan dengan maksud dan tujuan asosiasi,

c. Perolehan lain yang tidak bertentangan dengan Anggaran Darar Asosiasi dan atau peraturan perundang-undangan yang berlaku.

BAB VIII KEANGGOTAAN

Pasal 8

1. Anggota adalah para ahli yang memiliki latar belakang pendidikan di bidang meteorologi, klimatologi, dan sains atmosfer dan praktisi serta pengguna informasi di bidang cuaca, iklim dan kualitas udara. Dengan persyaratan umum, yaitu :

a. Warga Negara Indonesia / Warga Negara Asing dengan keterangan identitas yang berlaku,

b. Tidak terlibat dalam kegiatan terlarang, c. Sukarela dan mematuhi tata tertib anggota.

2. Anggota terdiri dari : a. anggota biasa, b. anggota luar biasa, c. anggota kehormatan.

3. Anggota biasa ialah warga negara Indonesia, dengan ketentuan sebagai berikut :

(5)

a. Memiliki latar belakang pendidikan tinggi di bidang meteorologi, klimatologi, dan sains atmosfer,

b. Memiliki pengalaman kerja dalam bidang cuaca, iklim dan kualitas udara, c. Praktisi dan pengguna informasi di bidang cuaca, iklim dan kualitas udara.

4. Anggota luar biasa ialah warga negara Indonesia yang memiliki latar belakang pendidikan di luar bidang yang disebut dalam ayat 3 pasal ini, namun menaruh minat di bidang-bidang ilmu tersebut dan pemanfaatannya.

5. Anggota kehormatan adalah warga negara Indonesia yang karena tugas dan fungsinya dianggap memberikan sumbangan dalam perkembangan ilmu dalam bidang meteorologi, klimatologi, dan sains atmosfer.

Pasal 9

1. Hak dan Kewajiban Anggota:

a. Semua anggota berkewajiban menjaga nama baik organisasi,

b. Anggota biasa mempunyai hak memilih dan dipilih menjadi pengurus, c. Anggota biasa dan luar biasa berkewajiban membayar iuran anggota.

2. Anggota asosiasi dilarang membawa nama asosiasi dalam kegiatan partai dan/atau afiliasi partai politik.

BAB IX

ORGAN ASOSIASI DAN KELENGKAPANNYA Pasal 10

Asosiasi ini mempunyai organ dan alat kelengkapan sebagai berikut : 1. Rapat anggota,

2. Pengurus, dan 3. Pengawas

yang akan diatur lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga.

RAPAT ANGGOTA Pasal 11

1. Rapat Anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam asosiasi,

2. Rapat Anggota atau disebut “Konggres” adalah baik Rapat Umum Anggota Tahunan maupun Rapat Umum Anggota Luar Biasa yang ketentuan dan tata caranya sesuai dengan sebagaimana disebutkan dalam Anggaran Dasar asosiasi,

3. Rapat Anggota diadakan setiap 3 tahun sekali,

4. Konggres dihadiri oleh Pengurus Pusat, Pengurus Daerah dan anggota.

5. Rapat Anggota Asosiasi dilaksanakan untuk :

a. Menerima atau menolak laporan pertanggungjawaban Pengurus Pusat,

(6)

b. Menetapkan program kerja untuk periode berikutnya,

c. Meninjau dan atau merubah Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga yang berlaku sesuai kebutuhan asosiasi,

d. Memilih dan menetapkan Ketua Umum asosiasi untuk periode berikutnya,

6. Ketentuan selanjutnya mengenai kewenangan Rapat Anggota akan diatur di dalam Anggaran Rumah Tangga.

PENGAWAS Pasal 12

1. Pengawas adalah organ Asosiasi yang bertugas memberi nasihat kepada pengurus dalam menjalankan kegiatan asosisai,

2. Anggota Pengawas adalah orang perseorangan yang merupakan perwakilan dari asosiasi, yang berdasarkan keputusan Rapat Anggota, yang dinilai mempunyai itikad baik dan dedikasi tinggi untuk mencapai maksud dan tujuan asosiasi,

3. Pengawas terdiri dari seorang atau lebiih anggota,

4. Dalam hal terdapat lebih dari seorang anggota Pengawas, maka seorang diantaranya diangkat sebagai Ketua Pengawas,

5. Ketentuan selanjutnya yang mengatur mengenai tugas, wewenang, tata cara pengangkatan dan pergantian Pengawas diatur lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga.

PENGURUS Pasal 13

1. Pengurus adalah organ perkumpulan yang bertugas untuk mengurus asosiasi yang terdiri dari sedikitnya 3 (tiga) orang dan sebanyak-banyaknya 10 (sepuluh) orang, yang paling tidak terdiri dari Ketua Umum, Sekretaris Umum dan Bendahara Umum,

2. Dalam hal diangkat lebih dari 1 (satu) orang Ketua, maka 1 (satu) orang diantaranya diangkat sebagai Ketua Umum,

3. Dalam hal diangkat lebih dari 1 (satu) orang Sekretaris, maka 1 (satu) orang diantaranya diangkat sebagai Sekretaris Umum,

4. Dalam hal diangkat lebih dari 1 (satu) orang Bendahara, maka 1 (satu) orang diantaranya diangkat sebagai Bendahara Umum,

5. Pengurus Asosiasi Asosiasi ditentukan sebagai berikut :

a. Pengurus Asosiasi terdiri dari Pengurus Pusat yang berkedudukan di Kantor Pusat, dan Pengurus Daerah berkedudukan di Ibu Kota Propinsi,

b. Pengurus pusat sekurang-kurangnya terdiri dari Ketua Umum, Sekretaris Umum dan Bendahara Umum,

c. Pengurus daerah sekurang-kurangnya terdiri dari Ketua, Sekretaris dan Bendahara, d. Untuk keperluan menjalankan program kerja, Ketua Umum dapat membentuk

bidang-bidang,

(7)

e. Ketua Umum dipilih oleh anggota dan ditetapkan dalam Konggres Nasional untuk masa jabatan 3 tahun,

f. Status Pengurus di dalam kepengurusan berakhir apabila:

1) Selesai masa bakti kepengurusan, 2) Mengundurkan diri,

3) Meninggal dunia, 4) Diberhentikan.

6. Ketentuan selanjutnya yang mengatur mengenai tugas, wewenang, tata cara pengangkatan dan pergantian Pengurus diatur lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga.

BAB X

ATRIBUT, LOGO DAN MARS Pasal 14

1. Atribut organisasi terdiri dari a. Lambang

b. Bendera c. Seragam d. Kartu Anggota

e. Simbol–simbol asosiasi lainnya

2. Atribut organisasi harus mencantumkan Logo A3I 3. Lagu Mars organisasi adalah Mars A3I

4. Penjelasan lebih lengkap akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga

BAB XI

PENGELOLAAN KEUANGAN Pasal 15

1. Segala sesuatu dalam hal keuangan disampaikan dengan transparan dan akuntabel dan dibukukan dengan sebaik-baiknya, sebagai kekayaan asosiasi,

2. Dalam hal melaksanakan pengelolaan keuangan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 pasal ini, asosiasi menggunakan rekening pada bank nasional,

3. Perolehan dan penggunaan keuangan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga asosiasi.

(8)

BAB XII

MEKANISME PENYELESAIAN SENGKETA Pasal 16

1. Mekanisme penyelesaian sengketa dilakukan dengan sistem musyawarah untjuk mencari titik temu akar masalahnya dan ditentukan dengan suara terbanyak dalam rapat anggota,

2. Dalam hal musyawarah sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 pasal ini tidak tercapai, peyelesaian sengketa asosiasi dapat ditempuh melalui pengadilan negeri.

BAB XII

PERUBAHAN ANGGARAN DASAR DAN PEMBUBARAN Pasal 17

Perubahan Anggaran Dasar dan pembubaran asosiasi, hanya dapat dilakukan melalui Rapat Anggota dan/atau Konggres yang dihadiri oleh Pengurus Pusat dan sekurang-kurangnya 2/3 Pengurus Daerah dan disetujui sekurang-kurangnya 2/3 dari peserta Rapat Anggota dan/atau Konggres

BAB XIII

PERATURAN PENUTUP Pasal 18

Hal-hal yang tidak diatur atau belum diatur dalam Anggaran Dasar ini, akan diputuskan oleh Rapat Anggota, termasuk tetapi tidak terbatas mensahkan Anggaran Rumah Tangga asosiasi sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Anggaran Dasar ini.

Ditetapkan pada Rapat anggota ASOSIASI AHLI ATMOSFER INDONESIA Jakarta, 23 Maret 2021

Pimpinan Rapat

1. Dr. Andi Eka Sakya, M.Eng (Ketua) 2. Dr. Yunus Swarinoto, MSi. (Wakil Ketua) 3. Ir. Halimurrahman, MT. (Sekretaris)

Referensi

Dokumen terkait

DPP Asosiasi Pengelola SPAMS Perdesaan berwenang untuk menentukan kebijakan organisasi dan berkewajiban melaksanakan dan mematuhi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga

Negara Islam Indonesia (disingkat NII; juga dikenal dengan nama Darul Islam atau DI) yang artinya adalah “Rumah Islam” adalah gerakan politik yang diproklamasikan

Sertifikasi Ajun Ahli dan Ahli Asuransi Kerugian dimaksudkan untuk untuk memberikan landasan pengembangan pengetahuan melalui penguasaan yang lebih mendalam tentang asuransi

Ketua dan Wakil Ketua Dewan Pengurus dipilih oleh Musyawarah Perwakilan Anggota untuk masa jabatan 3 (tiga) tahun yang pelaksanaannya diatur dalam Anggaran

Sertifikasi Ajun Ahli dan Ahli Asuransi Kerugian dimaksudkan untuk untuk memberikan landasan pengembangan pengetahuan melalui penguasaan yang lebih mendalam tentang

Adapun tugas utama LSPP AAMAI adalah menyelenggarakan ujian profesi profisiensi yang mengacu kepada unit kompetensi sertifikasi Ajun Ahli dan Ahli Asuransi Jiwa sesuai Standar

28 tahun 2000 tentang Usaha dan Peran Masyarakat Jasa Konstruksi, kembali Tim Badan Sertifikasi Asosiasi (BSA) HATTI akan mengadakan Sertifikasi Ahli Muda dan Ahli Madya

Adapun tugas utama LSPP AAMAI adalah menyelenggarakan ujian profesi profisiensi yang mengacu kepada unit kompetensi sertifikasi Ajun Ahli dan Ahli Asuransi Jiwa sesuai Standar