1 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR DAN PENDIDIKAN MENENGAH
RENCANA STRATEGIS
LEMBAGAPENJAMINANMUTU PENDIDIKAN NUSA TENGGARA TIMUR
2020 - 2024
i
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan rahmat-Nya LPMP Nusa Tenggara Timur, telah menyelesaikan Rencana Stategis LPMP NTT tahun 2020- 2024. renstra dilakukan atas pelaksanaan tugas dan fungsinya dalam menopang tugas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam menyelenggarakan Program Pengembangan SDM Pendidikan dan Kebudayaan, dan Penjaminan Mutu Pendidikan, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), yang selanjutnya diatur dalam Permendikbud 6 Tahun 2017 perubahan atas Permendikbud No. 14 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja LPMP yang diperkuat dengan Rincian Tugas LPMP.
Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memiliki komitmen dalam upaya mencapai target Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJP) 2005-2025 yang bertujuan untuk 1) Mewujudkan masyarakat yang berakhlak mulia, bermoral, beretika, berbudaya dan beradab dan 2) Mewujudkan bangsa yang berdaya saing. Berdasarkan RPJP 2005-2025, arah pembangunan pendidikan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) III adalah 1) Peningkatan kualitas pendidikan yang didukung oleh manajemen pelayanan pendidikan yang efisien dan efektif dan 2) Selarasnya pembangunan pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi serta industri dengan perekonomian Indonesia yang semakin kuat. Tema pembangunan pendidikan jangka panjang mengacu pada Undang- Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) Tahun 2005— 2025. Penyelarasan tema dan fokus pembangunan pendidikan tiap tahap kemudian dirumuskan dalam Rencana Pembangunan Pendidikan Nasional Jangka Panjang (RPPNJP) 2005—2025. Dalam perencanaan jangka menengah, masih dimungkinkan adanya penyesuaian atau perbaikan tema sesuai dengan kondisi terkini melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tiap periode pemerintahan, serta Rencana Strategis Kementerian yang ditugaskan.
Pengelolaan itu dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan
Dasar dan Menengah. Selanjutnya secara teknis, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia
Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah menetapkan strategi dalam mewujudkan proyeksi tema
pembangunan pendidikan dasar dan menengah melalui program peningkatan layanan
pengembangan penjaminan mutu pendidikan untuk seluruh jenjang pendidikan. Program
ii
inilah yang kemudian dikelola oleh Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) di seluruh Indonesia, termasuk LPMP Nusa Tenggara Timur
Upaya peningkatan layanan pengembangan penjaminan mutu pendidikan untuk seluruh jenjang pendidikan lebih lanjut dijabarkan dalam Rencana Strategis, dan program Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Nusa Tenggara Timur Tahun 2020-2024. Hal tersebut menjadi salah satu komponen penunjang pencapaian visi dan misi Rencana Strategis Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2020-2024.
Rencana Strategis ini memuat rencana kerja dan program tahunan yang lebih operasional, sehingga dapat digunakan sebagai salah satu alat untuk menentukan ketercapaian sasaran jangka menengah LPMP Nusa Tenggara Timur Sedangkan rencana operasional digunakan untuk menentukan kegiatan lebih rinci yang merupakan bisnis proses dalam menghasilkan output.
Selain itu Rencana Strategis juga memuat hal-hal yang terkait dengan perubahan internal yang tertuang di dalam Permendikbud Nomor 14 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP). Perubahan tersebut antara lain berupa re- organisasi LPMP yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal
Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah, yang sebelumnya berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Dirjen Pendidikan dasar dan Menengah, Dengan demikian dalam keberlanjutan perencanaan program pembangunan pendidikan dapat dikendalikan, sehingga visi dan misi yang telah ditetapkan oleh LPMP Nusa Tenggara Timur sebelumnya dapat terakomodir. Visi dan misi LPMP Nusa Tenggara Timur merupakan penjabaran lebih lanjut dari visi dan misi Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2020- 2024.
Akhirnya kepada semua pihak yang telah terlibat dalam proses penyusunan review ini, disampaikan terima kasih.
Kupang, Juni 2020 Kepala,
Drs. H. Muh. Irfan, MM
NIP.19660620 199203 1 003
3
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ... i
Daftar Isi ... iii
BAB I Pendahuluan... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Landasan Hukum ... 8
C. Paradigma Pembangunan Pendidikan Dasar dan Menengah ... 9
D. Paradigma Penjaminan Mutu Pendidikan ... 10
E. Kondisi Umum... 15
F. Potensi Peningkatan Layanan Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan untuk Seluruh Jenjang Pendidikan ... 17
G. Permasalahan dan Tantangan Peningkatan Layanan Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan untuk Seluruh Jenjang Pendidikan … ... 19
BAB II TUJUAN DAN SASARAN LPMP NUSA TENGGARA TIMUR ... 22
A. Tujuan Strategis LPMP Nusa Tenggara Timur ... 22
B. Sasaran Program LPMP Nusa Tenggara Timur ... 27
BAB III ARAH KEBIJAKAN, STRATEGI, KERANGKA REGULASI DAN KERANGKA KELEMBAGAAN ... 31
A. Arah Kebijakan dan Strategi Nasional ... 31
B. Arah Kebijakan dan Strategi ... 34
C. Kerangka Regulasi ... 37
D. Kerangka Kelembagaan ... 38
E. Kerangka Pendanaan ...48
BAB IV Penutup ... 50
4
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pembangunan pendidikan merupakan amanat konstitusi, sehingga menjadi suatu kewajiban bagi pemerintah untuk melaksanakannya. Negara, dalam Pembukaan UUD 1945 memberikan janji kepada bangsa ini untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan k4eadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia. Di dalam pasal 28c UUD 1945 dinyatakan bahwa setiap warga negara berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia.
Lebih lanjut, pasal 31 menyatakan (1) Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan.
(2) Setiap warga negara wajib mengikuti Pendidikan Dasar dan pemerintah wajib membiayainya. (3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang. Konstitusi memberikan landasan yang kuat sebagai dasar bagi setiap warga negara untuk memperoleh pendidikan.
Sejalan dengan amanat Konstitusi, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam Nawa Cita
berkaitan dengan pembangunan bidang pendidikan memberikan perhatian untuk (1)
Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia; (2) Meningkatkan produktivitas rakyat dan
daya saing di pasar internasional; (3) Melakukan revolusi karakter bangsa; (4) Memperteguh
kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia. Pengaturan operasional untuk
mewujudkan Nawa Cita dan hak memperoleh pendidikan dijabarkan dalam Undang-Undang
Nomor 20 Tahun 2003, Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010, dan peraturan turunan
lainnya, dalam visi, misi, maupun program- program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
5
Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memiliki komitmen dalam upaya mencapai target Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJP) 2005-2025 yang bertujuan untuk 1) Mewujudkan masyarakat yang berakhlak mulia, bermoral, beretika, berbudaya dan beradab dan 2) Mewujudkan bangsa yang berdaya saing. Berdasarkan RPJP 2005-2025, arah pembangunan pendidikan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) III adalah 1) Peningkatan kualitas pendidikan yang didukung oleh manajemen pelayanan pendidikan yang efisien dan efektif dan 2) Selarasnya pembangunan pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi serta industri dengan perekonomian Indonesia yang semakin kuat.
Tema pembangunan pendidikan jangka panjang mengacu pada Undang- Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) Tahun 2005—
2025. Penyelarasan tema dan fokus pembangunan pendidikan tiap tahap kemudian dirumuskan dalam Rencana Pembangunan Pendidikan Nasional Jangka Panjang (RPPNJP) 2005— 2025.
Dalam perencanaan jangka menengah, masih dimungkinkan adanya penyesuaian atau perbaikan tema sesuai dengan kondisi terkini melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tiap periode pemerintahan, serta Rencana Strategis Kementerian yang ditugaskan.
Periodisasi tersebut digambarkan pada tabel berikut:
Tabel 1 : Tema RPJMN dan RPPJMN
RPJMN I & RPPJM RPJMN II & RPPJM RPJMN III & RPPJM RPJMN IV & RPPJM
(2005-2009) (2009-2014) (2014-2019) (2020-2024)
Tema Nasional Tema Pendidikan Tema Nasional Tema Pendidikan Tema Nasional Tema Pendidikan Tema Nasional Tema Pendidikan
Memantapkan Mewujudkan
pembangunan manusia Indonesia
Memantapkan secara menyuluruh
Menata kembali yang mandiri, maju,
penataan kembali dengan
NKRI, menbangun adil dan makmur
NKRI, menekankan
Indonesia yang melalui percepatan
meningkatkan pembangunan
aman dan damai, Peningkatan pembangunan di
kualitas SDM, Penguatan keunggulan Daya Saing Daya Saing
yang adil dan Kapasitas & segala bidang
membangun Pelayanan kompetitif Regional Internasional
demokratis, dengan Modernisasi dengan struktur
kemampuan IPTEK, perekonomian
tingkat perekonomian
memperkuat daya yang berbasis SDA
kesejahteraan yang yang kokoh
saing yang tersedia, SDM
lebih baik berlandaskan
perekonomian yang berkualitas keunggulan
serta kemampuan kompetitif
IPTEK
6
Tema-tema pembangunan pendidikan tiap tahap menurut Rencana Pembangunan Pendidikan Nasional Jangka Panjang (RPPNJP) 2005—2025 yang diselaraskan dengan tema pembangunan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN).
Periode pertama dalam RPPNJP, pembangunan pendidikan difokuskan pada peningkatan kapasitas satuan pendidikan sebagai penyelenggara pendidikan dalam memperluas layanan dan meningkatkan modernisasi penyelenggaraan proses pembelajaran.
Pada periode kedua, pemerintah mendorong penguatan layanan sehingga pendidikan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Pada periode ketiga, saat ini pembangunan pendidikan direncanakan sebagai tahap pendidikan yang menyiapkan manusia Indonesia untuk memiliki daya saing regional
lustrasi 1 : Tema Pembangunan Pendidikan
Komitmen Pemerintah dalam mewujudkan tercapainya tema pembangunan
pendidikan khususnya pada periode 2020-2024 melalui peningkatan daya saing
regional dikelola oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pengelolaan ini
bersifat menyeluruh dengan memberikan rumusan ke mana dunia pendidikan akan
diarahkan. Dalam mengelola kondisi saat ini untuk melakukan proyeksi kondisi di
masa depan, Kementerian
7
Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan sebuah strategi pengelolaan pendidikan Anak Usia Dini, pendidikan dasar dan menengah.
Pengelolaan itu dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah. Selanjutnya secara teknis, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah menetapkan strategi dalam mewujudkan proyeksi tema pembangunan pendidikan dasar dan menengah melalui program peningkatan layanan pengembangan penjaminan mutu pendidikan untuk seluruh jenjang pendidikan. Program inilah yang kemudian dikelola oleh Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) di seluruh Indonesia, termasuk LPMP Nusa Tenggara Timur
Upaya peningkatan layanan pengembangan penjaminan mutu pendidikan untuk seluruh jenjang pendidikan lebih lanjut dijabarkan dalam Rencana Strategis, dan program Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Nusa Tenggara Timur Tahun 2020-2024. Hal tersebut menjadi salah satu komponen penunjang pencapaian visi dan misi Rencana Strategis Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2020-2024.
Rencana Strategis ini memuat rencana kerja dan program tahunan yang lebih operasional, sehingga dapat digunakan sebagai salah satu alat untuk menentukan ketercapaian sasaran jangka menengah LPMP Nusa Tenggara Timur Sedangkan rencana operasional digunakan untuk menentukan kegiatan lebih rinci yang merupakan bisnis proses dalam menghasilkan output.
Penyajian secara proporsional tersebut harus dilakukan agar memperoleh gambaran kondisi
awal yang telah dicapai periode Rencana Strategis 2015-2019. Dengan demikian dalam
keberlanjutan perencanaan program pembangunan pendidikan dapat dikendalikan, sehingga visi
dan misi yang telah ditetapkan oleh LPMP Nusa Tenggara Timur sebelumnya dapat
terakomodir. Visi dan misi LPMP Nusa Tenggara Timur merupakan penjabaran lebih lanjut dari
visi dan misi Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah
dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2020-2024.
8
B. Landasan Hukum
Rencana strategis ini merupakan perwujudan dari penerapan berbagai peraturan perundangan yang meliputi:
1. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;
3. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
4. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara;
5. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara;
6. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;
7. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025:
8. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaaan;
9. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;
10. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang- Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak;
1 1 . Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
12. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2008 Tentang Wajib Belajar;
13. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024;
14. Keputusan Presiden Nomor 121/P Tahun 2014 tentang Pembentukan Kementerian dan Pengangkatan Menteri Kabinet Kerja Periode Tahun 2014-2019;
15. Peraturan Presiden RI Nomor 14 Tahun 2015 tentang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;
16. Peraturan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 tentang Pedoman penyusunan dan Penelaahan Rencana StrategisKementerian/Lembaga (Rencana StrategisK/L) 2020-2024;
17. Permendikbud Nomor 11 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan;
9
18. Permendikbud Nomor 14 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan; dan
19. Permendikbud Nomor 22 Tahun 2015 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
C. Paradigma Pembangunan Pendidikan Dasar dan Menengah
Rencana Strategis Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Nusa Tenggara Timur Tahun 2020-2024 disusun berdasarkan paradigma yang bersifat universal- nasional, sesuai dengan nilai-nilai dan kondisi bangsa Indonesia. Paradigma pembangunan pendidikan
dipilih dengan memperhatikan isu-isu yang berkembang dalam masyarakat dan dunia internasional.
1. Pendidikan untuk Semua
Pendidikan untuk semua merupakan isu internasional sekaligus menjadi perhatian pemerintah. "Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia" adalah amanat konstitusi. Pendidikan harus dapat diakses oleh setiap warga negara dengan tidak dibatasi oleh usia, tempat, dan waktu. Pemerintah harus menjamin keberpihakan kepada peserta didik yangmemiliki hambatan fisik, mental, ekonomi, sosial, ataupun geografis.
2. Pendidikan Sepanjang Hayat
Pendidikan merupakan proses yang berlangsung seumur hidup, yaitu sejak lahir hingga akhir hayat. Pendidikan harus diselenggarakan dengan sistem terbuka yang memungkinkan fleksibilitas pilihan dan waktu penyelesaian program secara lintas satuan dan jalur pendidikan.
3. Pendidikan sebagai Suatu Gerakan
Pemerintah memang bertanggung jawab menyelenggarakan pendidikan yang sebaik-baiknya
bagi semua warga Negara, namun semua pihak dapat memberi kontribusi dalam
penyelenggaraan pendidikan agar mendapat hasil yang optimal. Penyelenggaraan pendidikan
10
harus disikapi sebagai suatu gerakan yang mengintegrasikan semua potensi negeri dan peran aktif seluruh masyarakat.
4. Pendidikan Menghasilkan Pembelajar
Penyelenggaraan pendidikan harus memperlakukan, memfasilitasi, dan mendorong peserta didik menjadi subjek pembelajar mandiri yang bertanggung jawab, kreatif dan inovatif.
Pendidikan diupayakan menghasilkan insan yang suka belajar dan memiliki kemampuan belajar yang tinggi. Pembelajar hendaknya mampu menyesuaikan diri dan memberikan respons terhadap tantangan baru dengan baik.
5. Pendidikan Membentuk Karakter
Pendidikan berorientasi pada pembudayaan, pemberdayaan, dan pembentukan kepribadian.
Kepribadian dengan karakter unggul antara lain, bercirikan kejujuran,
berakhlak mulia, mandiri, serta cakap dalam menjalani hidup. Pembentukan karakter anak dapat dilakukan secara integratif, konsisten, terukur dan mendapat dukungan masyarakat secara umum.
6. Sekolah yang Menyenangkan
Sekolah sebagai satuan pendidikan yang utama merupakan suatu ekosistem. Suatu tempat yang di dalamnya terjadi hubungan saling ketergantungan antara manusia dengan lingkungannya. Sekolah harus menjadi tempat yang menyenangkan bagi manusia yang berinteraksi di dalamnya, baik siswa, guru, tenaga pendidik, maupun orang tua siswa.
D. Paradigma Penjaminan Mutu Pendidikan
Berbagai negara di dunia tidak pernah surut melakukan upaya peningkatan mutu pendidikian.
Kecenderungan internasional mengisyaratkan bahwa sistem penjaminan dan peningkatan mutu
pendidikan dibangun dari unit satuan pendidikan dimana kelompok pendidik dan tenaga
kependidikan profesional menunjukkan komitmen dan praktek-praktek yang terbaik
(akuntabilitas profesional). Paradigma penjaminan mutu telah bergeser dari praktek quality
control ke quality assurance and development. Hasil-hasil kajian menunjukkan bahwa
peningkatan mutu tidak selalu berkaitan dengan peningkatan anggaran pendidikan dan
ketersediaan guru dalam jumlah dan kualifikasi. Peningkatan mutu terjadi dalam perwujudan
11
budaya mutu yang menunjukkan perubahan cara berfikir dan budaya kerja yang mengutamakan mutu.
Perhatian pemerintah Indonesia terhadap peningkatan mutu pendidikan nasional direfleksikan dalam berbagai kebijakan pembangunan pendidikan yang secara sistematik telah lama dilakukan sejak rencana pembangunan lima tahun pertama. Berbagai program inovasi pendidikan baik yang dilaksanakan dalam bentuk kegiatan proyek maupun rutin pada kenyataannya belum menunjukkan hasil pencapaian mutu pendidikan yang mampu membangun daya saing bangsa.
Indikator-indikator kajian internasional maupun regional dalam banyak aspek selalu menunjukkan bahwa daya saing Indonesia menduduki peringkat yang belum memberikan kebanggaan sebagai bangsa. Dengan mempertimbangkan peranan strategis pendidikan dalam investasi sumber daya manusia, diyakini bahwa penyelenggaraan pendidikan yang bermutu akan mampu secara bertahap membangun martabat dan daya saing bangsa Indonesia. Suatu sistem penjaminan dan peningkatan mutu diperlukan untuk menghindari pelaksanaan program-program pendidikan yang parsial, tidak berkelanjutan, serta belum kuatnya tata kerja akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan.
Prof. Dr. H. Djam’an Satori, MA, Profesor Ilmu Administrasi Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia dalam Academic Paper : Education Quality Assurance and Improvement System. AIBEP (2008) menyatakan pendidikan dapat dipandang sebagai proses investasi pengembangan mutu sumberdaya manusia dalam bentuk manusia terdidik (educated people).
Kemajuan pada hakekatnya merupakan hasil kinerja manusia. Jika suatu bangsa tidak mampu mengembangkan sumber-sumber manusianya, ia tak akan dapat mengembangkan apapun, m isa ln ya d a la m ha l sistem politik modern, aparat pemerintahan yang cakap dan bersih, angkatan perang yang tangguh, atau perekonomian makmur yang membawa keadilan bagi seluruh penduduknya. Pembangunan mutu sumber daya manusia adalah salah satu kondisi yang diperlukan untuk semua pertumbuhan.
Dalam literatur klasik telah diakui bahwa manusia terdidik digambarkan lebih bernilai dari
sekedar sebuah mesin canggih sekalipun. Nilai tambah yang diperoleh dari investasi pendidikan
yang berhasil diwujudkan dalam bentuk maslahat pribadi (private benefit) dan maslahat sosial
(social benefit). Kemaslahatan pribadi merupakan kemampuan yang memungkinkan seseorang
dapat menghidupi dirinya sendiri secara bermartabat, seperti memiliki pekerjaan yang layak dan
hidup sehat. Kemaslahatan sosial berwujud nilai
12
tambah yang disumbangkan untuk mewujudkan kesejahteraan sosial yang ditunjukkan memiliki produktivitas berkarya.
Dalam konteks investasi, analisis pilar pembelajaran meliputi : (1)learning to know, (2)learning to do, (3)learning to be, dan (4)learning to live together dapat dimaknai sebagai berikut.
Learning to know merupakan dasar yang memberikan pemahaman wawasan pemetaan pemahaman kognitif. Konstruksi kognitif yang berkaitan dengan hand -on experiencies sangat penting untuk mengarahkan orientasi perbuatan yang diperlukan. Learning to do diarahkan pada kemampuan pemecahan masalah yang terjadi dalam kehidupan keseharian. Kepemilikan kedua kemampuan itu diperlukan individu untuk mengayomi dirinya sebagai manusia menghidupi dirinya sendiri (learning to be self -help). Pada akhirnya, tugas seseorang melebihi dari sekedar self-help, namun maknanya dapat dilihat dari sisi nilai tambah dalam menyejahterakan lingkungannya (learning to live together). Makna learning to live together bukan sekedar menciptakan kehidupan yang damai tanpa permusuhan, namun lebih dari itu bagaimana menjadikan sosok manusia yang memiliki kemampuan (sebagai hasil belajar) untuk memakmurkan kehidupan umat manusia. Sesama manusia saling memberi nilai tambah. Berkat manusia yang terdidik, semua ekosistem kehidupan dipelihara dan dimanfaatkan dengan baik.
Investasi pendidikan (education) terjadi dalam proses pembelajaran yang terjadi dalam situasi sosial. Dalam konteks investasi, pembelajaran harus mampu mengkondisikan kepemilikan nilai- nilai, sikap, pengetahuan, dan kecakapan (keterampilan) yang dikehendaki sesuai dengan tujuan investasi. Pembelajaran (learning) sebagai esensi pendidikan merupakan proses pengkondisian agar tujuan investasi tercapai. Proses investasi pendidikan terjadi di rumah dan di masyarakat, namun diyakini bahwa lembaga pendidikan formal (formal education) merupakan tempat untuk terjadinya proses pembelajaran yang lebih baik (better learning).
Akuntabilitas pendidikan formal didukung oleh komponen-komponen sistem yang disiapkan
secara khusus (seperti kurikulum, pendidik, dan tenaga kependidikan) dan dikendalikan dalam
bentuk berbagai instrumen penjaminan (seperti ujian dan akreditasi sekolah). Kontekstual
pemikiran di atas, dapat dirumuskan dalam model ilustrasi di bawah ini :
13
Ilustrasi 2 : Education, Learning, and Schooling (Human Investment)
Education
Private Benefit Learnin
g
Educated Educat
ed Learning to Know
Formal Learning to Do
educatio n
Learning to Be Learning to Live
Together
Dalam lingkungan sistem pendidikan, khususnya persekolahan, tuntutan akan penjaminan mutu merupakan gejala yang wajar karena penyelenggaraan pendidikan
yang bermutu merupakan akuntabilitas publik. Setiap komponen pemangku kepentingan pendidikan (orang tua, masyarakat, dunia kerja, pemerintah) dalam peranan dan kepentingannya masing-masing memiliki kepentingan terhadap penyelenggaraan pendidikan yang bermutu.
Penjaminan mutu pendidikan memerlukan standar mutu yang dilakukan dalam satu prosedur
tata kerja yang jelas, strategis, adanya kerjasama dan kolaborasi antar pemangku kepentingan;
14
dan dilakukan secara berkelanjutan. Kebijakan pembangunan pendidikan pada dewasa ini menunjukkan adanya modal kuat untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. Delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP) menyediakan acuan untuk mengkaji pencapaian pendidikan, mutu pendidikan dan bidang yang membutuhkan peningkatan mutu pendidikan.
Delapan (8) SNP yang dimaksudkan meliputi : (1) standar isi, (2) standar proses, (3) standar kompetensi lulusan,
(4) standar pendidik dan tenaga kependidikan, (5) standar sarana dan prasarana, (6) standar pengelolaan, (7) standar pembiayaan, dan (8) standar penilaian pendidikan.
Untuk menjamin pemenuhan delapan standar tersebut, maka diperlukan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah yang sistematis, holistik, dan berkelanjutan sehingga tumbuh dan berkembang budaya mutu pada satuan pendidikan secara mandiri.
Sistem Penjaminan Mutu tersebut merupakan suatu kesatuan unsur yang terdiri atas organisasi, kebijakan, dan proses terpadu yang mengatur segala kegiatan untuk meningkatkan mutu Pendidikan Dasar dan Menengah secara sistematis, terencana dan berkelanjutan. Seperti yang terlihat pada ilustrasi berikut ini:
Ilustrasi 3 : Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah
15
Dari ilustrasi di atas dapat dijelaskan bahwa Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah terdiri dari 2 bagian yaitu (1) Sistem Penjaminan Mutu Internal Pendidikan Dasar dan Menengah (SPMI-Dikdasmen); dan (2) Sistem Penjaminan Mutu Eksternal Pendidikan Dasar dan Menengah (SPME-Dikdasmen). SPMI-Dikdasmen adalah suatu kesatuan unsur yang terdiri atas organisasi, kebijakan, dan proses yang terkait untuk melakukan penjaminan mutu pendidikan yang dilaksanakan oleh satuan Pendidikan Dasar dan Menengah untuk menjamin terwujudnya pendidikan bermutu yang memenuhi atau melampaui Standar Nasional Pendidikan. Sedangkan SPME-Dikdasmen adalah suatu kesatuan unsur yang terdiri atas organisasi, kebijakan, dan proses yang terkait untuk melakukan fasilitasi dan penilaian melalui akreditasi untuk menentukan kelayakan dan tingkat pencapaian mutu satuan Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah dan/atau program keahlian.
SPMI-Dikdasmen diimplementasikan LPMP Nusa Tenggara Timur melalui siklus kegiatan yang terdiri atas: 1) memetakan mutu pendidikan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan berdasarkan Standar Nasional Pendidikan; 2) membuat perencanaan peningkatan mutu yang dituangkan dalam Rencana Kerja Sekolah; 3) melaksanakan pemenuhan mutu baik dalam pengelolaan sekolah maupun proses pembelajaran; 4) melakukan monitoring dan evaluasi proses pelaksanaan pemenuhan mutu yang telah dilakukan; dan 5) menetapkan standar baru dan menyusun strategi peningkatan mutu berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi.
E. Kondisi Umum
Rencana Strategis LPMP Nusa Tenggara Timur digunakan sebagai acuan dalam merumuskan arah kebijakan dan sasaran, indikator kinerja program (IKP), indikator kinerja kegiatan (IKK) serta output Rencana Strategis LPMP Nusa Tenggara Timur
Adapun sasaran strategis LPMP Nusa Tenggara Timur 2020-2024 adalah (1) Memetakan Mutu
Pendidikan pada setiap satuan pendidikan 22 kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur, (2)
Memfasilitasi setiap satuan pendidikan berdasarkan 8 Standar Nasional Pendidikan 22
kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur, (3) Mengembangkan mutu pendidikan pada sekolah
model 22 kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur, (4) Meningkatkan layanan kemitraan di
bidang penjaminan mutu pendidikan 22 kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur, (5)
Meningkatkan layanan data dan informasi pendidikan dasar dan menengah 22 kabupaten/kota di
16
Nusa Tenggara Timur, (6) Meningkatkan manajemen dan Tata Kelola LPMP Nusa Tenggara Timur, (7) Memenuhi sarana dan prasarana atau fasilitas LPMP Nusa Tenggara Timur
Capaian utama sasaran strategis adalah peningkatan layanan pengembangan penjaminan mutu pendidikan untuk seluruh jenjang pendidikan. Capaian sasaran strategis dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Pemetaan mutu Pendidikan pada setiap satuan pendidikan di 22 kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur yang meliputi peta mutu satuan pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan, peserta didik, dan organisasi masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan satuan pendidikan (komite sekolah);
2. Fasilitasi setiap satuan pendidikan berdasarkan 8 Standar Nasional Pendidikan 22 kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur, yang meliputi fasilitasi kualifikasi, kompetensi, dan profesionalisme pengelola satuan pendidikan; dan fasilitasi peningkatan layanan pengembangan penjaminan mutu satuan pendidikan;
3. Pengembangan mutu pendidikan pada sekolah model 22 kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur, yang meliputi pengembangan mutu internal dan mutu eksternal;
4. Peningkatan layanan kemitraan di bidang penjaminan mutu pendidikan 22 kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur, yang meliputi layanan kemitraan dengan Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota, Satuan Pendidikan, Organisasi Profesi, dan pemangku kepentingan pendidikan lainnya di Nusa Tenggara Timur;
5. Peningkatan layanan data dan informasi pendidikan dasar dan menengah 22 kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur, yang meliputi data dan informasi satuan pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan, peserta didik, dan organisasi masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan satuan pendidikan (komite sekolah);
6. Peningkatan Manajemen dan Tata Kelola LPMP Nusa Tenggara Timur, yang meliputi sumberdaya manusia, barang milik negara, dan keuangan; dan
7. Pemenuhan sarana dan prasarana atau fasilitas LPMP Nusa Tenggara Timur, yang meliputi layanan perkantoran, kendaraan bermotor, perangkat pengolah data dan komunikasi, peralatan dan fasilitas perkantoran, dan gedung/bangunan.
Sebagai upaya mencapai sasaran strategis di atas, LPMP Nusa Tenggara Timur akan
melaksanakan secara maksimal tugas dan wewenang-nya dalam sistem penjaminan mutu
17
pendidikan, yakni: 1) melakukan pembinaan, pembimbingan, pendampingan, dan supervisi terhadap satuan pendidikan dalam pengembangan SPMI-Dikdasmen; 2) memetakan mutu pendidikan dan pelaksanaan SPMI-Dikdasmen berdasarkan data dan informasi dalam sistem informasi mutu pendidikan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota; 3) melakukan pembinaan, pembimbingan, pendampingan, dan supervisi terhadap SDM pemerintah daerah dalam pengembangan SPMI; 4) menyusun laporan dan rekomendasi strategi peningkatan mutu pendidikan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota kepada Dirjen Dikdasmen berdasarkan pemetaan mutu pendidikan; dan 5) menyusun laporan rekomendasi strategi peningkatan mutu pendidikan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota kepada Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota.
F. Potensi Peningkatan Layanan Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan untuk Seluruh Jenjang Pendidikan
Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki letak geografis Provinsi Nusa Tenggara Timur terletak antara 8
0-12
0Lintang Selatan dan 118
0- 125
0Bujur Timur
1. Wilayah (luas darat dan laut, jumlah pulau) :
Luas wilayah daratan 47.349,9 km
2dan luas wilayah lautan 200.000 km
2. Jumlah pulau yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur 566 pulau dimana 42 pulau telah dihuni sedangkan 524 pulau tidak berpenghuni. Adapun pulau yang telah memiliki nama 246 pulau dan yang belum memiliki nama 320 pulau
2. Batas Wilayah
Provinsi NTT dibagi atas 4 pulau yaitu Pulau Timor, Pulau Flores, Pulau Sumba dan Pulau Alor.
3. Iklim (curah hujan, suhu, dan kelembaban)
Seperti halnya di tempat lain di Indonesia, di Nusa Tenggara Timur dikenal 2 musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Pada bulan Juni - September arus angin berasal dari Australia dan tidak banyak mengandung uap air sehingga mengakibatkan musim kemarau.
Sebaliknya pada bulan Desember-Maret arus angin banyak mengandung uap air yang berasal
dari Asia dan Samudera Pasifik sehingga terjadi musim hujan.
18
Keadaan Iklim Rata-Rata
Suhu (ºC) 26,7
Kelembaban Udara (%) 77,3
Curah hujan (mm/th) 265,9
Kecepatan Angin (Knot) 3,6
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki kepedulian yang tinggi terhadap pengembangan sumber daya manusia. Kepedulian ini diwujudkan dengan mendukung masyarakatnya untuk belajar sejak usia dini dan aktif mendorong masyarakat untuk mendirikan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Selain itu, pendidikan dasar juga sangat penting, apalagi dengan ada-nya wajib belajar dua belas tahun yang telah dicanangkan pemerintah. Program ini membutuhkan kesiapan dan partisipasi semua pihak, baik siswa, guru, sekolah, dan masyarakat.
Apalagi pendidikan dasar merupakan peletakan batu pertama untuk menentukan masa depan seorang anak. Pada tahun 2019 jumlah Sekolah Dasar meningkat menjadi 5.093 dengan jumlah murid 746.405 siswa. Jumlah guru juga meningkat menjadi 38.143;
Jumlah SMP meningkat menjadi 1.690 dengan jumlah murid 340.641 siswa. Jumlah
guru juga meningkat menjadi 24.401; Jumlah SMA meningkat menjadi 539 dengan
jumlah murid 187.246 siswa. Jumlah guru juga meningkat menjadi 13.589; Jumlah
SMK meningkat menjadi 289 dengan jumlah murid 83.792 siswa. Jumlah guru juga
meningkat menjadi 6.976; Data yang dikumpulkan dari Dinas Pendidikan Provinsi
Nusa Tenggara Timur ini merupakan data kompilasi dari laporan Dinas Pendidikan
Kabupaten/Kota se Provinsi Nusa Tenggara Timur yang perlu mendapat perhatian
semua pihak, karena ketersediaan data yang akurat akan mempengaruhi kebijakan
19
yang akan diambil dan diterapkan baik oleh pemerintah maupun kalangan pengguna data lainnya.
Berdasarkan Data Pokok Pendidikan 2019 (Nusa Tenggara Timur dalam Angka : 2019) data sekolah, guru dan murid dapat diilustrasikan sebagai berikut:
Ilustrasi 3: Data Sekolah, Guru, dan Murid Nusa Tenggara Timur Berdasarkan Data
Pokok Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2019
No. Jenjang Sekolah Guru Siswa Rombel Ruang Kelas
Negeri Swasta Jumlah Negeri Swasta Jumlah Negeri Swasta Jumlah Negeri Swasta Jumlah Negeri Swasta Jumlah 1 SD 3336 1808 5.093 31.692 16.451 48.143 466.679 279.726 746.405 23.837 13.175 37.012 23.713 13.539 37.252 2 SMP 1317 348 1.690 19.248 5.153 24.401 262.208 78.433 340.641 9.756 2.932 12.688 8.958 2.996 11.954 3 SMA 348 204 539 9.470 4.119 13.589 127.676 59.570 187.246 4.542 2.214 6.756 3.970 2.090 6.060
4 SMK 145 147 289 4.600 2.376 6.976 49.608 34.184 83.792 2.052 1.407 3.459 1.867 1.209 3.076
5 SLB 25 27 34 519 93 612 1.974 520 2.494 428 81 509 366 55 421
Jumlah 5.095 2.550 7.645 65.529 28.192 93.721 908.145 452.433 1.360.578 40.615 19.809 60.424 38.874 19.889 58.763
Dari data di atas jika dikelola dengan profesional melalui manajemen sistem informasi maka data tersebut akan menjadi bagian dari Potensi Peningkatan Layanan Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan untuk Seluruh Jenjang Pendidikan di Nusa Tenggara Timur
G. Permasalahan dan Tantangan Peningkatan Layanan Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan untuk Seluruh Jenjang Pendidikan
Melihat dari perencanaan, program, dan keberhasilan yang dicapai dalam Peningkatan Penjaminan Mutu Pendidikan sampai tahun 2019, LPMP Nusa Tenggara Timur, menunjukkan prestasi yang baik. Dari segi pemanfaatan dan pertanggungjawaban keuangan, LPMP Nusa Tenggara Timur sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku. Namun masih terdapat permasalahan penting dan tantangan yang harus dihadapi pada periode tahun 2020-2024.
Permasalahan yang perlu mendapat perhatian dalam kurun waktu lima tahun mendatang akan diuraikan pada bagian berikut ini.
1 . Peran Pelaku Peningkatan Penjaminan Mutu Pendidikan belum optimal Meskipun sebagian
pelaku sudah mengalami peningkatan peran yang cukup besar di era sebelumnya, namun
sebagian yang lain masih perlu upaya penguatan peran dan keterlibatan di dalam
meningkatkan kualitas layanan dan mutu pendidikan. Peran pelaku peningkatan Penjaminan
20
Mutu Pendidikan di daerah selama ini dapat dilihat dari (a) Peran Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam mendukung penjaminan mutu pendidikan masih terbatas pada urusan administrasi pendidik dan tenaga kependidikan, belum terlihat penguatan peran guru dan tenaga kependidikan sebagai fasilitator yang memiliki kemampuan pengelolaan kelas yang baik pada setiap jenjang pendidikan dasar dan menengah; (b) Satuan pendidikan belum menempatkan siswa sebagai subjek pendidikan agar dapat terlibat aktif dalam proses pembelajaran; (c) Peran orang tua dalam mendukung kemajuan pendidikan anak masih terbatas pada urusan administrasi dan penyediaan sarana pribadi siswa saja; dan (d) peran pelaku peningkatan Penjaminan Mutu Pendidikan di daerah pada keseluruhan jenjang pendidikan juga masih kurang disinergikan sebagai bagian dari ekosistem pendidikan.
2. Pelaksanaan Wajib Belajar Pendidikan 12 Tahun
Wajib belajar pendidikan 12 tahun bertujuan untuk memberikan layanan, perluasan, dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan sampai dengan jenjang pendidikan menengah yang bermutu bagi setiap warga Negara Indonesia usia s.d 21 tahun. Ketika Wajib Belajar (Wajar) 12 Tahun ditetapkan sebagai salah satu agenda prioritas pembangunan pendidikan, sebenarnya masih ada beberapa masalah dalam pelaksanaan Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun yang belum terselesaikan di Nusa Tenggara Timur, seperti masih ada anak-anak usia pendidikan dasar dan menengah yang belum mendapat pelayanan pendidikan, masih ada anak-anak yang mengalami putus sekolah. Permasalahan itu harus segera diatasi agar seluruh siswa yang telah menyelesaikan pendidikan pada jenjang SMP/MTs dan Paket B dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan menengah jenjang lebih tinggi.
3. Pemenuhan hak terhadap pelayanan pendidikan dasar dan menengah yang berkualitas belum maksimal
Berdasarkan data dari Pusat Data dan Statistik Pendidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2019, capaian APK pendidikan dasar di Nusa Tenggara Timur belum semua kabupaten/kota yang mencapai 100%, masih ada permasalahan dari segi pemerataan baik sisi spasial maupun tingkat ekonomi. Pada jenjang SD/MI capaian APK-nya 97,06%;
SMP/MT capaian APK-nya 102,54%; dan SMA/SMK capaian APK-nya 89,62%.
21
4. Belum seluruh penduduk memperoleh layanan akses pendidikan menengah yang berkualitas
Belum semua anak usia 16-18 tahun memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas di Nusa Tenggara Timur, sebagaimana ditunjukkan pada Capaian APK SMA/SMK yang masih rendah yaitu sebesar 89,62% pada tahun 2019. Masih banyaknya kecamatan yang belum memiliki SMA/MA/SMK menjadi penyebab kantung-kantung putus sekolah belum tersentuh atau terlayani secara baik. Saat ini, dari total 66 kecamatan di Nusa Tenggara Timur belum semuanya memiliki SMA/MA/SMK.
5. Relevansi pendidikan menengah kejuruan dengan kebutuhan dunia kerja belum maksimal Secara umum di Indonesia, hasil layanan pendidikan SMK belum seperti yang diharapkan, sebagaimana ditunjukkan oleh tingkat pengangguran lulusan SMK yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan lulusan SMA yaitu 9,10%
untuk SMA dan 7,21% untuk SMK pada bulan Februari tahun 2019. Selain itu, juga karena jumlah rata-rata penghasilan yang tidak terlalu berbeda antara lulusan SMA dan SMK. Hal ini menunjukkan belum signifikannya persepsi dunia kerja antara lulusan SMK dan SMA.
Ketidakselarasan antara tuntutan dunia kerja dengan kualitas lulusan SMK merupakan salah
satu faktor yang mendorong rendahnya penyerapan lulusan SMK pada dunia kerja. Kondisi
ini dikuatirkan dapat terjadi di Nusa Tenggara Timur yang notabene adalah wilayah
kepulauan dengan spesifikasi program studi maritim, perkapalan, dan sejenisnya.
22
BAB II
TUJUAN DAN SASARAN LPMP NUSA TENGGARA TIMUR
A. Tujuan LPMP Nusa Tenggara Timur
Berdasarkan Rencana Pembangunan Pendidikan Nasional Jangka Panjang (RPPNJP) 2005-2025 adalah Menghasilkan Insan Indonesia Cerdas dan Kompetitif (Insan Kamil/Insan Paripurna).
Makna Insan Indonesia cerdas meliputi 4 Cerdas yaitu Cerdas Spiritual, Cerdas Emosional dan Sosial, Cerdas Intelektual, dan Cerdas Kinestetis. Makna dari masing-masing kecerdasan tersebut adalah:
1. Cerdas Spiritual bermakna Insan yang mampu beraktualisasi diri melalui olah hati/kalbu untuk menumbuhkan dan memperkuat keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia termasuk budi pekerti luhur dan kepribadian unggul;
2. Cerdas emosional dan sosial bermakna Insan yang mampu Beraktualisasi diri melalui olah rasa untuk meningkatkan sensitivitas dan apresiativitas akan kehalusan dan keindahan seni, nilai-nilai budaya, serta kompetensi untuk mengekspresikannya. Beraktualisasi diri melalui interaksi sosial dalam; (a) membina dan memupuk hubungan timbal balik; (b) berdemokrasi;
(c) berempati dan bersimpati; (d) menjunjung tinggi hak asasi manusia; (e) memupuk rasa ceria dan percaya diri; (f) menghargai kebinekaan dalam bermasyarakat dan bernegara; dan (g) berwawasan kebangsaan dengan kesadaran akan hak dan kewajiban warga Negara.
3. Cerdas Intelektual bermakna Insan yang Beraktualisasi diri melalui olah pikir untuk memperoleh kompetensi dan kemandirian dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.
Beraktualisasi diri sebagai insan intelektual yang kritis, kreatif, inovatif, dan imajinatif.
4. Cerdas Kinestetis bermakna Insan yang Beraktualisasi diri melalui olah raga untuk mewujudkan insan yang sehat, bugar, berdaya-tahan, sigap, terampil, dan trengginas.
Beraktualisasi insan adiraga.
Sedangkan Kompetitif bermakna Insan yang mempunyai sifat dan perilaku sebagai berikut : a)
Berkepribadian unggul dan gandrung akan keunggulan; b) Bersemangat juang tinggi; c) Jujur; d)
Mandiri; e) Pantang menyerah; f) Pembangunan dan pembinaan jejaring; g) Bersahabat dengan
perubahan; h) Inovatif dan menjadi agen perubahan; i) Produktif; j) Sadar mutu; k) Berorientasi
global; l) Pembelajaran sepanjang hayat; dan m) Menjadi rahmat bagi semesta alam.
23
Tujuan Strategis LPMP Nusa Tenggara Timur
Tujuan strategis LPMP Nusa Tenggara Timur tahun 2020-2024 adalah sebagai berikut :
Tabel 4. Tujuan Strategis LPMP Nusa Tenggara Timur Tahun 2020-2024
Kode Tujuan Strategis
T1 Pengembangan Peta Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah
T2 Pengembangan Sistem Informasi mutu pendidikan dasar dan menengah
T3 Peningkatan supervisi mutu pendidikan dasar dan menengah dalam pencapaian SNP
T4 Peningkatan fasilitasi untuk peningkatan mutu pendidikan dasar dan menengah dalam penjaminan mutu pendidikan
T5 Peningkatan Kerja sama dibidang penjaminan mutu pendidikan
T6 Penguatan Tata Kelola Penjaminan mutu pendidikan
Tujuan strategis ini guna memenuhi peningkatan layanan pengembangan penjaminan mutu pendidikan untuk seluruh jenjang pendidikan di Nusa Tenggara Timur agar tercipta pendidikan yang bermutu dan berbudaya. Penjabaran tujuan tersebut secara rinci sebagai berikut:
T1. Pengembangan Peta Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah
Pengembangan Peta Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah adalah bagian penting dalam rangka mewujudkan Peningkatan Layanan Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Untuk Seluruh Jenjang Pendidikan di 22 kabupaten/kota Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Dengan adanya pengembangan Peta Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah yang tidak hanya
24
memuat data yang akurat, akuntabel, dan aktual, tetapi juga hasil analisis kebutuhan dan rekomendasi yang bersifat tematik di masing-masing Kabupaten/Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur yang sesuai dengan prioritas program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, maka diharapkan proses perencanaan, pelaksanaan, pelaporan dan evaluasi kinerja program-program penjaminan mutu pendidikan di Nusa Tenggara Timur dapat dilaksanakan dengan lebih terukur, tepat sasaran, efektif, efisien dan berkelanjutan.
Hasil pemetaan mutu pendidikan yang telah dilaksanakan LPMP Nusa Tenggara Timur melalui kegiatan Pemetaan Mutu Pendidikan Tahun 2019 yang merupakan program Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah telah melahirkan peta mutu pendidikan berdasarkan Standar Nasional Pendidikan (SNP). Akan tetapi, dengan adanya beberapa permasalahan terkait sistem Pemetaan Mutu Pendidikan peta mutu yang dihasilkan hanya menjelaskan rapor mutu pendidikan dari 5 SNP, yaitu Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Standar Isi, Standar Proses, dan Standar Pengelolaan. Sedangkan untuk Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, dan Standar Pembiayaan masih belum tersedia.
T2. Pengembangan Sistem Informasi mutu pendidikan dasar dan menengah
Sesuai dengan tugas dan fungsinya, target Pengembangan Sistem Informasi mutu pendidikan dasar dan menengah dilakukan oleh LPMP Nusa Tenggara Timur melalui Seksi Sistem Informasi dan Pemetaan Mutu sesuai melakukan melakukan penyiapan perangkat sistem informasi pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Dari perangkat sistem informasi pendidikan dasar dan menengah yang telah disiapkan, LPMP Nusa Tenggara Timur melakukan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi mutu pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Data dan informasi mutu pendidikan dasar dan pendidikan menengah yang telah dikumpulkan dan diolah selanjutnya diverifikasi dan divalidasi. Data dan informasi mutu pendidikan dasar dan pendidikan menengah yang telah divalidasi, kemudian disajikan dan disebarluaskan.
Adanya sistem informasi mutu pendidikan dasar dan menengah yang mampu menyajikan data
yang valid, diharapan dapat digunakan secara optimal. Oleh karena itu, agar pengelolaan data
pendidikan tersebut dapat dipergunakan secara optimal untuk proses perencanaan, pelaksanaan,
pelaporan dan evaluasi kinerja program -program penjaminan mutu pendidikan di Nusa Tenggara
Timur maka perlu dilakukan pemeliharaan sistem informasi mutu pendidikan dasar dan
pendidikan menengah. Pengembangan Sistem Informasi mutu pendidikan dasar dan menengah.
25
Dengan pengembangan ini, diharapkan LPMP Nusa Tenggara Timur akan menjadi acuan data atau pangkalan data mutu pendidikan dasar dan menengah di Nusa Tenggara Timur
T3. Peningkatan supervisi mutu pendidikan dasar dan menengah dalam pencapaian SNP
Supervisi mutu pendidikan memiliki esensi yang lebih Bernuansa pada sebuah pembinaan dalam rangka membantu meningkatkan mutu pendidikan. Supervisi yang merupakan salah satu strategi untuk memastikan bahwa seluruh langkah pada
penyelenggaraan pendidikan dan semua komponen hasil yang dicapai memenuhi target.
Supervisi adalah strategi manajemen yang terdiri atas serangkaian kegiatan untuk memastikan bahwa mutu yang diharapkan dalam proses perencanaan, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi memenuhi standar yang telah ditentukan. Praktek supervisi selalu berubah seiring dengan tumbuhnya kesadaran para pemangku kepentingan untuk meningkatkan penjaminan mutu.
Kesadaran akan pentingnya meningkatkan mutu terkait pada peran, fungsi, dan pembagian tugas dalam organisasi. Pelaksanaannya selalu terkait pada konsistensi lembaga,
kegiatan akademik, profesionalisme, dan kesungguhan penyelenggara pendidikan akan pentingnya memastikan bahwa mutu yang diharapkan dapat terus terjaga sejak langkah perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauannya.
Supervisi merupakan salah satu strategi manajemen untuk menjamin bahwa seluruh proses dan hasil peningkatan mutu dapat mencapai target yang ditetapkan. Melalui kegiatan supervisi kinerja dapat diukur. Melalui kegiatan supervisi pemetaan mutu dapat dideskripsikan.
Konsep supervisi sebagai strategi penjaminan mutu belum dapat diwujudkan secara optimal.
Kepala sekolah sebagai penjamin mutu internal sekolah belum dapat melaksanakan tugas
supervisi dengan optimal pula, demikian juga pengawas pembina. Oleh karena itu meningkatkan sistem supervisi melalui optimalisasi diri melalui kontrol yang dikembangkan
oleh LPMP seharusnya menjadi salah satu alternatif yang perlu segera dikuatkan agar tercipta budaya mutu pendidikan dasar dan menengah di Nusa Tenggara Timur
T4. Peningkatan fasilitasi untuk peningkatan mutu pendidikan dasar dan menengah dalam penjaminan mutu pendidikan
Fasilitasi layanan mutu pendidikan adalah proses mempermudah kegiatan pengembangan layanan
penjaminan mutu di dalam mencapai peningkatan mutu pendidikan. Artinya, fasilitasi
26
dalam hal ini bertujuan untuk membantu dan mendukung ekosistem pendidikan dan/atau stakeholders pendidikan supaya berhasil dalam upaya peningkatan penjaminan mutu pendidikan.
Fasilitasi layanan mutu pendidikan yang dikelola oleh LPMP Nusa Tenggara Timur tentu saja berdasarkan kebutuhan dan tuntutan dalam pencapaian sasaran peningkatan penjaminan mutu.
Fasilitasi tersebut dapat berupa pemberian layanan langsung, bimbingan, dan bantuan
teknis pada satuan pendidikan dan/atau fasilitasi pada pengelolaan sumberdaya pendidikan dasar dan menengah.
T5. Peningkatan Kerja sama di bidang penjaminan mutu pendidikan
Kerja sama layanan mutu pendidikan dasar dan menengah merupakan komitmen kemitraan yang dikembangkan antara LPMP Nusa Tenggara Timur dengan Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota, Satuan Pendidikan, dan pemangku kepentingan pendidikan lainnya di daerah.
Komitmen kerja sama ini dapat berupa sharing dana atau sumber daya lain dalam memfasilitasi peningkatan mutu pendidikan di daerah. Komitmen tersebut dapat berupa nota kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU).
T6. Penguatan Tata Kelola Penjaminan mutu pendidikan
Peningkatan akuntabilitas pengelolaan keuangan dan kinerja LPMP Nusa Tenggara Timur
bertujuan untuk menjaga agar, (a) mutu laporan keuangan tetap dapat mendukung unit kerja memperoleh opini hasil audit Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK, dan (b) tingkat pencapaian akuntabilitas pengelolaan kinerja (LAKIP) dalam kategori A (sangat baik), yaitu dengan cara peningkatan efisiensi dan efektivitas perencanaan dan pelaksanaan program kerja dan anggaran serta pengembangan koordinasi dan kerjasama lintas sektor di tingkat nasional dan daerah.
Selain itu konsistensi dalam pelaksanaan reformasi birokrasi akan terus dilakukan dan difokuskan pada kebijakan untuk mewujudkan birokrasi LPMP Nusa Tenggara Timur yang menjadi teladan dalam memberikan layanan prima, mewujudkan tata kelola yang bersih, efektif dan efisien, Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan transparansi dengan melibatkan publik dalam seluruh aspek pengelolaan kebijakan berbasis data, riset, dan bukti lapangan.
Dalam mendukung terciptanya tata kelola yang transparan dan akuntabel maka pengelolaan
sumber daya manusia (SDM) haruslah profesional dan kompeten. Dengan SDM yang handal
27
akan mempermudah pelaksanaan tugas pokok dan fungsi dalam peningkatan mutu pendidikan dasar dan menengah di Nusa Tenggara Timur
B. Sasaran Program LPMP Nusa Tenggara Timur
Untuk mengetahui ketercapaian masing-masing tujuan strategis yang telah ditetapkan maka diperlukan sasaran strategis program yang harus dicapai sampai tahun 2019 dari setiap tujuan strategis tersebut, sehingga menjadi target yang harus dicapai dalam penjaminan mutu pendidikan dasar dan menengah selama 5 tahun kedepan. Pada setiap sasaran strategis ditetapkan indikator kinerja program (IKP).
Adapun sasaran program LPMP Nusa Tenggara Timur tahun 2020-2024 adalah sebagai berikut :
T1. Tujuan strategis Pengembangan Peta Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah
Melalui tujuan strategis ini diharapkan tersedianya representasi visual yang menyoroti profil mutu satuan pendidikan di Nusa Tenggara Timur yang menggambarkan karakteristik mutu satuan pendidikan berdasarkan delapan standar nasional pendidikan.
Indikator keberhasilan sasaran program ini adalah tersedianya peta mutu satuan pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan, peserta didik, dan organisasi masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan satuan pendidikan (komite sekolah).
T2. Tujuan strategis Pengembangan Sistem Informasi mutu pendidikan dasar dan menengah.
Melalui tujuan strategis ini diharapkan tersedianya sistem informasi yang dapat menyajikan data yang mudah diakses, lengkap, valid, akuntabel, dan terbarukan. Dengan ketersediaan data tersebut di atas, diproyesikan LPMP Nusa Tenggara Timur akan menjadi sumber acuan data mutu atau pengkalan data mutu pendidikan dasar dan menengah di Nusa Tenggara Timur yang dipergunakan untuk proses perencanaan, pelaksanaan, pelaporan dan evaluasi kinerja program-program penjaminan mutu pendidikan di Nusa Tenggara Timur baik oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota, maupun pemangku kepentingan pendidikan lainnya di Nusa Tenggara Timur
Indikator keberhasilan sasaran program ini adalah tersedianya data mutu pendidikan yang
mudah diakses, lengkap, valid, akuntabel, dan terbarukan yang meliputi data dan informasi
satuan pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan, peserta didik, dan organisasi
masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan satuan pendidikan (komite sekolah).
28
T3. Tujuan strategis Peningkatan supervisi mutu pendidikan dasar dan menengah dalam pencapaian
SNP
Melalui tujuan strategis ini diharapkan adanya pengawasan melalui serangkaian kegiatan untuk memastikan bahwa mutu yang diharapkan dalam proses perencanaan, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi pendidikan memenuhi standar yang telah ditentukan.
Indikator keberhasilan sasaran program ini adalah dokumen kepengawasan dan tindaklanjut perbaikan mutu supaya kegiatan mutu dapat terus terjaga sejak langkah perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauannya.
T4. Tujuan strategis Peningkatan fasilitasi untuk peningkatan mutu pendidikan dasar dan menengah dalam penjaminan mutu pendidikan
Melalui tujuan strategis ini diharapkan ekosistem pendidikan dan/atau stakeholders pendidikan terbantu dalam mendukung upaya peningkatan penjaminan mutu pendidikan.
Fasilitasi tersebut dapat berupa pemberian layanan langsung, bimbingan, dan bantuan teknis pada satuan pendidikan dan/atau fasilitasi pada pengelolaan sumberdaya pendidikan dasar dan menengah. Fasilitasi strategis yang menjadi sasaran adalah fasilitasi pada sekolah model atau sekolah Pembina/rujukan.
Indikator keberhasilan sasaran program fasilitasi adalah terlaksananya fasilitasi kualifikasi, kompetensi, dan profesionalisme pengelola satuan pendidikan; dan fasilitasi peningkatan layanan pengembangan penjaminan mutu satuan pendidikan.
T5. Tujuan strategis Peningkatan Kerja sama di bidang penjaminan mutu pendidikan
Indikator keberhasilan sasaran program kerja sama layanan mutu adalah dokumen kemitraan dan implementasinya yang meliputi layanan kemitraan dengan Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota, Satuan Pendidikan, Organisasi Profesi,dan pemangku kepentingan
pendidikan lainnya di Nusa Tenggara Timur;
T6. Penguatan Tata Kelola Penjaminan mutu endidikan Melalui tujuan
tujuan strategis ini diharapkan meningkatnya akuntabilitas pengelolaan
keuangan dan kinerja LPMP Nusa Tenggara Timur dalam mendukung pelaksanaan tugas
dalam penjaminan mutu pendidikan dasar dan menengah di Nusa Tenggara Timur
29
Indikator keberhasilan sasaran program ini adalah meningkatnya efisiensi dan efektivitas perencanaan dan pelaksanaan program kerja dan anggaran, meningkatnya kualifikasi, kompetensi, dan profesionalisme SDM LPMP Nusa Tenggara Timur
Tabel berikut ini menunjukkan kaitan antara tujuan strategis dan sasaran strategis LPMP Nusa Tenggara Timur Tahun 2020-2024.
Tabel 5 : Tujuan Strategis dan Sasaran Program LPMP Nusa Tenggara Timur Tahun 2020-2024
Kode Tujuan Strategis Sasaran Program
T1. Pengembangan Peta Mutu S1. Meningkatnya Penjaminan Mutu Pendidikan Pendidikan Dasar dan Menengah diseluruh jenjang pendidikan dasar melalui pemetaan
mutu.
S2. Meningkatnya Penjaminan Mutu Pendidikan diseluruh jenjang pendidikan menengah melalui pemetaan mutu.
T2. Pengembangan Sistem Informasi S1
. Tersedianya dukungan manajemen dan pelaksanaan mutu pendidikan dasar dan Tugas teknis lainnya melalui pengembangan dan
menengah.
pengelolaan sistem informasi mutu pendidikan dasar.
S2
. Tersedianya dukungan manajemen dan pelaksanaan Tugas teknis lainnya melalui pengembangan dan pengelolaan sistem informasi mutu pendidikan menengah
T3. Peningkatan supervisi mutu
S1
. Meningkatnya penjaminan mutu pendidikan di
pendidikan dasar dan menengah
seluruh jenjang pendidikan dasar melalui
supervisi
30
dalam pencapaian SNP. satuan pendidikan S2
. Meningkatnya penjaminan mutu pendidikan di seluruh jenjang pendidikan menengah melalui supervisi satuan pendidikan
T4. Peningkatan fasilitasi untuk
S1
. Meningkatnya penjaminan mutu pendidikan di
peningkatan mutu pendidikan dasar
seluruh jenjang pendidikan dasar melalui fasilitasi
dan menengah dalam penjaminan satuan pendidikan
mutu pendidikan.
S2
. Meningkatnya penjaminan mutu pendidikan di seluruh jenjang pendidikan Menengah melalui fasilitasi
satuan pendidikan
T5. Peningkatan Kerja sama dibidang S1
. Tersedianya dukungan manajemen dan pelaksanaan penjaminan mutu pendidikan. tugas teknis lainnya melalui kerjasama bidang
penjaminan mutu pendidikan dasar S2
. Tersedianya dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya melalui kerjasama bidang penjaminan mutu pendidikan menengah
T6. Penguatan Tata Kelola Penjaminan S1
. Tersedianya dukungan manajemen dan pelaksanaan
mutu pendidikan. tugas teknis lainnya melalui peningkatan tata kelola.
31