START!
(SMK Teaching material for Application, Recruitment and Transition to Work)
Materi Ajar bagi Guru SMK untuk Proses Transisi ke Dunia Kerja
Kerjasama dengan:
Imprint
Published by the Deutsche Gesellschaft für
Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH
Registered offices
Bonn and Eschborn, Germany
Sustainable Economic Development through Technical And Vocational Education and Training (SED-TVET) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Gedung C Lantai 11
Jalan Jend. Sudirman, Senayan Jakarta 10270, Indonesia
T: +62 – (0)21 – 5785 2384, 5785 2385 F: +62 – (0)21 – 5785 2386
I: www.giz.de/en
As at January 2015
Printed by
Design, Layout and Creative
EKONID (Andi Maulana, Bagus Ajie Mandiri, Cresentia Novianti, Emanuella Andriani, Insaf Seemann)
Photo credits and Film
Donald Bason and Sindikat Picture
Text
SED-TVET team (Sarah E Schwepcke, Fasrul, W. Wulandari)
EKONID (Julia Larsen-Disney, Rebeca Zimmermann, Kristina Tri Kusdiana and Ricarda Wagner)
GIZ is responsible for the content of this publication
On behalf of the
Daftar Isi
01
Pengantar 102
START! 203
Kategori Modul START! 504
Kiat dalam Memfasilitasi START! 6Pengantar
SMK Teaching material for Application, Recruitment and Transition to Work
(START!) bagi guru SMK merupakan
bahan ajar interaktif mengenai persiapan diri memasuki dunia kerja. Materi ini bertujuan untuk membantu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam mempersiapkan siswa SMK agar mampu bersaing dalam memasuki dunia kerja dan mampu mengembangkan karir lebih lanjut.
Dunia kerja sangatlah berbeda dari kehidupan yang selama ini diketahui dan dijalani oleh para siswa baik di sekolah maupun di lingkungan pribadi mereka. Oleh karena itu tidak dapat dipungkiri bahwa masa transisi dari sekolah ke dunia kerja tidaklah mudah.
START! terdiri atas empat belas unit
bahan ajar interaktif yang penting dan relevan dengan proses transisi ke dunia kerja, sehingga membantu para siswa agar lebih siap dalam menghadapi ruang lingkup pekerjaan yang luas. Topik tersebut dipilih ber-dasarkan masukan dari para konselor SMK yang mendapatkan bantuan Program SED-TVET. Para konselor
tersebut selama ini terlibat aktif pada layanan bimbingan karir di sekolah.
Topik-topik tersebut antara lain: 1. Bakat, Potensi dan Kelebihan 2. Pekerjaan Impian
3. Mencari Pekerjaan
4. Membuat Riwayat Hidup (CV) yang baik
5. Membuat Surat Lamaran Kerja yang Baik
6. Mempersiapkan Diri untuk Wa-wancara Kerja
7. Yang Boleh dan Tidak Boleh saat Wawancara Kerja
8. Memperkenalkan Diri secara Efektif dalam Wawancara Kerja 9. Memahami Perjanjian Kerja 10. Membangun Motivasi saat Gagal
Mencari Pekerjaan
11. Menghadapi Rekan Kerja dan Atasan
12. Mengelola Waktu dan Diri dengan Baik
13. Mengelola Keuangan 14. Belajar Sepanjang Hayat
Dengan dilengkapi video pengantar,
START
!
START! terdiri atas 14 unit bahan ajar yang dapat berdiri sendiri dan dipilih sesuai dengan kebutuhan para siswa. Setiap unit memiliki struktur sebagai berikut:
- Halaman Depan
- Rencana Pelajaran
- Lembar Pengantar dan Metode Didaktik
- Lembar Kerja Siswa
- Lembar Jawaban bagi Pengajar
- Lembar Evaluasi
- Tambahan: Lembar Latar Belakang
Beberapa unit ajar dilengkapi dengan video pengantar pendek berdurasi 3 hingga 5 menit. Video tersebut ber-tujuan untuk membuat kegiatan bela- jar mengajar menjadi lebih interaktif.
Visualisasi video pengantar akan menjamin pendekatan pragmatis se-hingga para siswa dapat dengan mu-dah memahami pesan penting yang ingin disampaikan.
START!
Materi ajar terangkum di dalam sebuah CD-ROM yang dilengkapi dengan buku panduan bagi guru. Setiap modul disimpan dalam sebuah folder yang diberi judul sama dengan nama modul. Di dalam folder terdapat modul dalam bentuk soft copy dan video.
Secara umum semua unit pembelaja-ran memiliki struktur proses yang sama, yaitu:
1. Memutar video pengantar 2. Berdiskusi terbuka secara singkat
mengenai hal yang salah yang ditampilkan di dalam video 3. Guru memberikan pengantar
mengenai elemen yang akan di-pelajari.
4. Melakukan kegiatan di kela 5. Penutup
Video pengantar disiapkan untuk memberikan inspirasi bagi para siswa di awal pelajaran. Video tersebut juga memberikan gambaran mengenai materi apa yang akan mereka pelajari.
Dua karakter utama dalam video, yakni Edu dan Seno sengaja di tampilkan bertentangan untuk mem-bentuk perbandingan mudah dalam menunjukkan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
Edu memainkan peran negatif yang selalu membuat kesalahan, sementara Seno memainkan peran positif yang sukses dalam setiap langkah yang diambil untuk mendapatkan peker-jaan yang diimpikan.
Beberapa kesalahan yang dilakukan oleh Edu memiliki tiga karakteristik: 1. Kesalahan yang cukup nyata 2. Kesalahan yang umum dilakukan 3. Kesalahan yang benar-benar
ha-rus dihindari oleh siapapun
Analisis detil mengenai hal yang sa-lah dapat meningkatkan efek pem-belajaran bagi para siswa.
Setelah menyaksikan video, guru di-harapkan memfasilitasi para siswa berdiskusi secara singkat untuk mengetahui kesan apa saja yang di-miliki para siswa.
Usahakan untuk mengumpulkan ja-waban sebanyak mungkin. Beri ke- sempatan agar siswa dapat mem-berikan pendapat dan menghormati pendapat masing-masing sekalipun berbeda.
Peran guru pada diskusi tersebut bukan sebagai penentu benar atau salahnya pendapat siswa melainkan sebagai pengarah/ fasilitator.
Berikut beberapa pertanyaan pan-cingan yang perlu diajukan untuk mendorong diskusi yang hidup antar siswa, antara lain:
Langkah 1 – Memutar Video Pengantar
1. Kesalahan apa yang dilakukan oleh Edu yang ditampilkan di da-lam video?
2. Bagaimana Seno dapat melakukan hal dengan baik?
3. Apa yang dapat dipelajari bersa-ma dari tayangan video tersebut?
Sebelum memulai kegiatan utama
START!
dari unit pembelajaran guru diharapkan untuk menyampaikan secara singkat poin-poin penting yang akan diajarkan:
1. Apa yang akan dipelajari pada unit pembelajaran ini
2. Elemen-elemen penting
3. Hal yang perlu diperhatikan dan dijadikan fokus
Poin tersebut disesuaikan dengan lembar pengantar yang ada di setiap modul.
Kegiatan kelas lebih banyak didukung dengan lembar kerja siswa yang sudah disiapkan dalam CD
START!
ROM .
Kegiatan utama terfokus pada siswa dan bertujuan untuk mengajak mere-ka memahami isi materi yang ada melalui kegiatan (learning by doing), baik dalam kelompok, berpasangan maupun kerja mandiri.
Secara umum, guru diminta untuk mengarahkan agar kegiatan di kelas berjalan dengan baik dan dapat menghasilkan solusi yang masuk akal.
Metode didaktik yang berpusat pada siswa bertujuan untuk membantu mereka untuk memahami materi pelajaran dengan cara mengalami sendiri.
Di samping itu, metode tersebut dipilih agar siswa mampu bekerja dalam kelompok untuk menghasilkan sesuatu.
Setiap unit pembelajaran ditutup dengan kesimpulan mengenai hal yang dipelajari. Sebaiknya kesim- pulan tersebut dilakukan oleh siswa.
Langkah 3 – Pengantar
Langkah 4 – Kegiatan Utama
Kategori Modul START!
START! didesain sedemikian rupa seperti kotak peralatan (tool box) di mana setiap unit dapat berdiri sendiri.
Dalam mengajarkan sebuah unit, guru dapat memilih unit yang sesuai dengan kebutuhan para siswa.
Modul dibagi ke dalam tiga kategori, yaitu:
1. Kategori 1 - Modul yang mutlak membutuhkan pengajaran di ke-las
2. Kategori 2 – Modul yang mem-butuhkan pengajaran di kelas 3. Kategori 3 – Modul yang dapat
dipelajari sendiri oleh peserta didik secara mandiri
Pembagian kategori tersebut tidaklah berdasarkan penting tidaknya topik yang dipelajari, namun lebih pada tingkat kesulitan modul untuk dipa-hami oleh siswa, sehingga membu-tuhkan penjelasan dari guru. Di samping itu, kegiatan berlatih di da-lam kelas akan mendukung agar siswa dapat memahami dan mendapatkan gambaran yang lengkap mengenai topik yang diba-has.
Kategori 1 –
Modul yang Mutlak Membutuhkan Pengajaran di Kelas
Kategori 1 membutuhkan pengajaran di kelas mengingat sulit bagi para siswa untuk memahami topik terse-but bila belajar sendiri. Penjelasan dari guru dan kegiatan bersama akan membantu siswa untuk lebih me-mahami topik tersebut.
Topik yang termasuk pada kategori 1 adalah:
1. Membuat Riwayat Hidup (CV) yang baik
2. Membuat Surat Lamaran Kerja yang Baik
3. Mempersiapkan Diri untuk Wa-wancara Kerja
4. Memperkenalkan Diri secara Efektif dalam Wawancara Kerja 5. Menghadapi Rekan Kerja dan
Atasan
Kategori 2 –
Modul yang Membutuhkan Pengaja-ran di Kelas
Kategori 2 sebaiknya diajarkan di kelas, karena akan sangat mem-bosankan apabila siswa mengerjakan kegiatan secara mandiri.
Yang termasuk pada kategori 2 ada-lah:
1. Bakat, Potensi dan Kelebihan 2. Pekerjaan Impian
Topik tersebut bersifat personal di mana para siswa perlu merefleksikan diri/ berpikir lebih dalam, misalnya mengenal kelebihan dan potensi diri masing-masing.
Kategori 3 –
Modul yang Dapat Dipelajari Sendiri
Topik ini cukup mudah untuk dipa-hami dan dipraktekkan, sehingga para siswa dapat membaca lembar kerja sendiri untuk memahami topik tersebut.
Topik yang termasuk ke dalam kate-gori ini adalah:
1. Yang Boleh dan Tidak Boleh saat Wawancara Kerja
2. Memahami Perjanjian Kerja 3. Membangun Motivasi saat Gagal
Mencari Pekerjaan 4. Mengelola Waktu dan Diri
dengan Baik
5. Mengelola Keuangan 6. Belajar Sepanjang Hayat
Seandainya waktu terbatas, guru dapat membagikan lembar kerja dari materi tersebut di atas. Namun demikian, apabila waktu tersedia, topik tersebut tetap dapat diajarkan pula di dalam kelas.
Kiat dalam Memfasilitasi
START!
Dalam memfasilitasi materi ajar
START! yang paling dibutuhkan oleh guru adalah keterbukaan pikiran (open minded), kemampuan ber-interaksi dan berkomunikasi.
Di samping itu, sikap fleksibel dan peka terhadap kebutuhan para siswa juga penting agar dapat mencairkan suasana.
Berikut beberapa kiat yang perlu diketahui oleh guru sebelum melakukan fasilitasi materi ajar
START!
Metode Interaktif
Materi ajar START! didesain ber-dasarkan metode pengajaran inter-aktif yang berfokus pada siswa. Dibandingkan dengan metode pem-belajaran klasik satu arah, pengajaran interaktif memungkinkan siswa un-tuk berperan aktif dan berpartisipasi dalam kegiatan.
Di samping itu, metode pembelajaran interaktif juga membantu siswa untuk mengembangkan kemampuan mere-ka dalam berkomunimere-kasi melalui proses kerja kelompok.
Titik Berat pada Proses, Bukan Ke- sempurnaan Hasil
Metode pembelajaran interaktif bisa jadi merupakan sesuatu yang baru bagi siswa. Oleh karena itu, jangan paksa siswa untuk memberikan hasil yang sempurna. Tidak semua orang memiliki kreativitas yang tinggi atau senang bekerja dalam kelompok.
Atas dasar itu, setiap kali guru mem-beri tugas kelompok, tekankan bahwa bukan kesempurnaan hasil yang ter-penting, melainkan ketekunan mere-ka pada proses yang meremere-ka jalani. Jelaskan pula bahwa bukan kesem-purnaan hasil, melainkan proses mewujudkan ide yang dinilai.
Fleksibel
Metode pembelajaran interaktif
menuntut fleksibilitas yang tinggi dari para guru. Dengan latar belakang yang berbeda, bukan tidak mungkin siswa memiliki kemampuan yang berbeda dalam memahami gagasan
dan menyelesaikan tugas yang
diberikan.
Sekalipun guru sudah memiliki gam-baran bagaimana kegiatan belajar mengajar akan berlangsung, persiap-kanlah diri terhadap situasi yang ti- dak diharapkan.
Kreativitas, interaksi antar siswa dan dinamika kerja kelompok dapat saja
menciptakan hasil kerja yang
memuaskan, atau sebaliknya hasil yang tidak sesuai harapan. Guru di-harapkan dapat fleksibel terhadap hal tersebut. Guru hanya perlu memasti-kan bahwa proses dan hasil kerja ti- dak terlalu melenceng dari topik dan isi materi.
Berpusat pada Siswa
Metode pembelajaran interaktif ber-pusat pada siswa yang didorong un-tuk berpartisipasi secara aktif dengan memberikan kesempatan pada siswa untuk mengeluarkan pendapat dan bekerja kelompok.
yang sama, atau justru pengalaman berbeda.
Dorong siswa untuk memfokuskan diri pada sisi positif diri atau hasil karya mereka, sehingga mereka lebih percaya diri. Jangan ragu untuk memberikan pujian kepada siswa.
Ketika kegiatan kerja kelompok te- ngah berlangsung, jangan ragu untuk berkeliling dari satu kelompok ke kelompok yang lain dan melihat proses kerja siswa dalam me-nyelesaikan tugas yang diberikan.
Dalam berdiskusi pastikan bahwa siswa menghormati pendapat orang lain sekalipun pendapat tersebut ber-beda. Pastikan jangan sampai ada siswa yang memotong pada saat siswa lain menyampaikan pendapat-nya.
Di samping itu, ajak siswa untuk menghargai hasil kerja siswa lain.
Sesuaikan Materi yang Ada dengan Kebutuhan Peserta Didik di Kelas
Materi ajar START! merupakan
pan-duan dan alat bantu kegiatan belajar mengajar di kelas. Guru diharapkan untuk menyesuaikan materi yang ada dengan kebutuhan siswa.
Jangan ragu untuk mengubah dan menyesuaikan materi yang ada agar
sesuai dengan kebutuhan apabila hal itu terbaik bagi para siswa.
CD-ROM START! juga dilengkapi
dengan materi pengaya berupa
artikel, presentasi yang dapat mem-perkaya pandangan dan gagasan guru sebagai fasilitator.
Ringkasan Isi Materi START!
Judul Unit Tujuan Belajar Materi Ajar
Jumlah Pertemuan @ 45 menit
Kategori 1 - Mutlak Membutuhkan Pengajaran di Kelas
Kegiatan berlatih di dalam kelas sangat mendukung agar siswa mendapatkan gambaran yang lengkap mengenai topik yang dibahas, oleh karena itu topik yang termasuk kategori 1 harus diajarkan di kelas
M4 – Membuat Riwayat Hidup (CV) yang baik
Setelah pelajaran, siswa diharapkan mam-pu untuk:
- Membuat riwayat hidup (CV) yang baik
- Mengetahui bagaimana merumuskan pengalaman yang dimiliki ke dalam CV
- Menentukan apa saja yang perlu diprio-ritaskan dalam CV
Video
Lembar Kerja 1 – Kiat Menulis Riwayat Hidup (CV) yang baik Lembar Kerja 2 – 9 Kesalahan Penulisan CV yang harus dihindari
Lembar Kerja 3 – Mengenali be-berapa kesalahan dasar Lembar jawaban guru
1x45 menit
M5 - Membuat Surat Lamaran Kerja yang Baik
Setelah pelajaran, siswa diharapkan mam-pu untuk:
- Memahami pentingnya surat lamaran kerja yang baik
- Memahami bahwa tidak semua hal perlu ditulis dalam surat lamaran kerja
- Menyesuaikan surat lamaran dengan lowongan kerja yang ada
Lembar Latar Belakang – Kiat khusus untuk kasus tertentu Lembar Kerja 1 – Kita menulis surat lamaran kerja yang baik Lembar Kerja 2 – Menilai surat lamaran kerja
Judul Unit Tujuan Belajar Materi Ajar
Jumlah Pertemuan @ 45 menit
M6 - Mempersiapkan Diri untuk Wawancara Kerja
Setelah pelajaran, siswa diharapkan mam-pu untuk:
- Mengetahui bagaimana mempersiapkan diri untuk wawancara kerja
- Menjawab pertanyaan umum dalam wawancara kerja
- Menyiapkan beberapa pertanyaan untuk disampaikan di akhir wawancara
Video
Lembar Kerja 1: Siapkan Jawaban
3x45 menit
M8 - Memperkenalkan Diri secara Efektif dalam Wawancara Kerja
Setelah pelajaran, siswa diharapkan mam-pu untuk:
- Mengetahui kemampuan yang dimiliki yang dapat ditunjukkan pada saat wa-wancara kerja
- Membuat prioritas hal-hal apa saja yang penting dan tidak ketika memperkenal-kan diri
- Memperkenalkan diri secara efektif da-lam waktu 2 menit pada wawancara ker-ja
Video
Lembar Kerja 1: Perkenalan diri Stopwatch game
Judul Unit Tujuan Belajar Materi Ajar
Jumlah Pertemuan @ 45 menit
M11 – Menghadapi Rekan Kerja dan Atasan
Setelah pelajaran, siswa diharapkan mam-pu untuk:
- Memahami aturan penting bagaimana seharusnya bersikap di tempat kerja
- Memiliki gambaran dan gagasan bagaimana sebaiknya berinteraksi dengan rekan kerja
- Memiliki gambaran dan gagasan bagaimana sebaiknya berinteraksi dengan atasan
Video
Lembar Kerja 1 – Hari Pertama di Tempat Kerja
Lembar Kerja 2 – Menghadapi Rekan Kerja
Lembar Kerja 3 – Menghadapi Atasan
Lembar Kerja 4 – Diskusi Lembar Kerja 5 – Diskusi Lembar Kerja 6 – Diskusi
2x45 menit
Kategori 2 - Membutuhkan Pengajaran di Kelas
Apabila siswa mempelajari topik ini secara mandiri, siswa akan merasa bosan, oleh sebab itu topik yang termasuk kategori 2 sebaiknya diajarkan di kelas.
M1 - Bakat, Potensi dan Kelebihan
Setelah pelajaran, siswa diharapkan mam-pu untuk:
- Mengenali bakat yang dimiliki
Video
Lembar Kerja 1 – Menganalisa bakat pribadi
Judul Unit Tujuan Belajar Materi Ajar
Jumlah Pertemuan @ 45 menit
M1 - Bakat, Potensi dan Kelebihan (lanjutan)
- Menemukan ide apa yang akan dil-akukan dengan bakat mereka
- Menetapkan prioritas terkait pekerjaan apa yang akan dilakukan
Lembar Kerja 2 – Menganalisa bakat teman
Lembar Kerja 3 – Daftar keinginan
1 hingga 2x 45 menit
M2 – Pekerjaan Impian Setelah pelajaran, siswa diharapkan
mam-pu untuk:
- Menemukan ide bagaimana me-nyesuaikan bakat yang dimiliki dengan pekerjaan
- Memiliki pemikiran mengenai peker-jaan apa yang ingin di-lakukan
- Membayangkan diri mereka melakukan pekerjaan tertentu
- Memahami bahwa pekerjaan impian pada umumnya merupakan penilaian sosial
Video
Lembar Kerja 1: Temukan Peker-jaan Impianmu
Lembar Kerja 2: Bagaimana Me-raih pekerjaan impian
Judul Unit Tujuan Belajar Materi Ajar
Jumlah Pertemuan @ 45 menit
M3 – Mencari Pekerjaan Setelah pelajaran, siswa diharapkan
mam-pu untuk:
- Mengetahui di mana informasi lowon-gan kerja dapat diperoleh
- Mengidentifikasi perusahaan yang sesuai dengan latar belakang mereka
- Menyusun proses lamaran pekerjaan
- Mengetahui kiat-kiat ketika menginginkan sebuah pekerjaan
Video
Mind-map untuk guru: Bagaimana Mencari Pekerjaan
Lembar Latar Belakang 1: Di mana mencari Pekerjaan
Lembar Kerja 1: Membuat Struktur pencarian pekerjaan
2x45 menit
Kategori 3 - Dapat Dipelajari Sendiri
Topik ini sangat mudah untuk dipahami dan dipraktekkan, sehingga topik yang termasuk kategori 3 berikut dapat dipelajari oleh siswa secara mandiri
M7 - Yang Boleh dan Tidak Boleh saat Wa-wancara Kerja
Setelah pelajaran, siswa diharapkan mam-pu untuk:
- Mengetahui apa saja faktor yang mempengaruhi wawancara kerja
Video
Lembar Kerja 1: Yang seharusnya dilakukan pada saat wawancara kerja
Judul Unit Tujuan Belajar Materi Ajar
Jumlah Pertemuan @ 45 menit
M7 - Yang Boleh dan Tidak Boleh saat Wa-wancara Kerja (Lanjutan)
- Mengetahui apa saja yang perlu disiap-kan sebelum menghadapi wawancara kerja
- Mengetahui tantangan apa saja yang perlu diketahui ketika menerima wa-wancara melalui telepon
Video
Lembar Kerja 1: Yang seharusnya dilakukan pada saat wawancara kerja
Lembar Kerja 2: Yang seharusnya dihindari pada saat wawancara kerja
Lembar Kerja 3: Persiapan wa-wancara kerja melalui telepon Lembar Kerja 4: Pada saat wa-wancara melalui telp
-
M9 - Membangun Moti-vasi saat Gagal Mencari Pekerjaan
Setelah pelajaran, siswa diharapkan mam-pu untuk:
- Memahami bahwa kegagalan merupa-kan bagian dari proses pembelajaran
- Mengetahui apa yang seharusnya dil-akukan setelah lamaran pekerjaan di-tolak
- Mengerti bagaimana memperbaiki dokumen lamaran pekerjaan
Video
Presentasi Powerpoint
Lembar Kerja 1: Flash card/Kartu cepat
Judul Unit Tujuan Belajar Materi Ajar
Jumlah Pertemuan @ 45 menit
M10 – Perjanjian Kerja
Setelah pelajaran, siswa diharapkan mam-pu untuk:
- Memahami konteks sebuah perjanjian kerja dan mampu menilai apakah poin penting sudah tercakup di dalam per-janjian tersebut
- Membuat keputusan yang baik apakah mereka benar-benar ingin menerima pekerjaan tersebut dan menandatangani perjanjian yang telah disiapkan
- Memahami bagaimana sebaiknya me-nanyakan gaji
Lembar kerja 1: Bagaimana Mem-buat Keputusan
Lembar kerja 2: Fakta Legal untuk dipertimbangkan
Lembar Kerja 3: Perjanjian kerja yang tidak baik
Lembar kerja 4: Perjanjian kerja yang baik
-
M12 – Mengelola Waktu dan Diri dengan Baik
Setelah pelajaran, siswa diharapkan mam-pu untuk:
- Mengetahui kendala apa saja yang akan dihadapi apabila tidak dapat mengelola waktu dengan baik
- Mengkaji bagaimana cara mereka mengelola waktu
- Menemukan gagasan bagaimana agar dapat mengelola waktu dengan baik
Video
Lembar Kerja 1: Apa yang salah? Lembar kerja 2: Kiat Menge-lola waktu dengan baik
Lembar Kerja 3: Membuat agenda
Judul Unit Tujuan Belajar Materi Ajar
Jumlah Pertemuan @ 45 menit
M13 – Mengelola Keu-angan
Setelah pelajaran, siswa diharapkan mam-pu untuk:
- Mengetahui pola pemasukan dan pengeluaran pribadi
- Memahami kiat terbaik bagaimana menghemat uang
- Menyadari pentingnya memiliki rencana keuangan
Video
Lembar Latar Belakang 1: Kiat Mengelola Keuangan
Lembar Latar Belakang 2: Kebu-tuhan Hidup
Lembar Kerja 1: Kiat Mengelola Keuangan
Lembar Kerja 2: Kartu Per-kiraan dan Lembar Kalkulasi
-
M14 – Belajar Sepanjang Hayat
Setelah pelajaran, siswa diharapkan mam-pu untuk:
- Menemukan peluang untuk mempela-jari keterampilan baru
- Menciptakan sinergi antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi
- Mengetahui di mana dapat menemukan peluang untuk terus belajar sepanjang hayat
- Mengetahui bagaimana k iat agar ber-hasil dalam proses belajar sepanjang hayat
Lembar Kerja 1: Apa yang bisa dilakukan?
Lembar kerja 2: Mengapa kegiatan belajar sepanjang hayat berguna untuk perusahaan dan karir kal-ian?