• Tidak ada hasil yang ditemukan

Diklat Pemeliharaan dan Perawatan Rusunawa MODUL 10 KUNJUNGAN LAPANGAN. Kunjungan Lapangan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Diklat Pemeliharaan dan Perawatan Rusunawa MODUL 10 KUNJUNGAN LAPANGAN. Kunjungan Lapangan"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

Kunjungan Lapangan i Diklat Pemeliharaan dan Perawatan Rusunawa

MODUL 10

(2)
(3)

Kunjungan Lapangan i

KATA PENGANTAR

Modul Kunjungan Lapangan bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta mengenai kegiatan yang nyata terkait pemeliharaan dan perawatan rusunawa, sekaligus menyiapkan bahan untuk penyusunan laporan yang akan dipaparkan dalam seminar.

Buku ini disusun dalam tiga bab yang terdiri dari Pendahuluan, Pengumpulan Data, serta Penutup. Selain itu dilampirkan pula form yang dapat membantu peserta dalam melakukan kunjungan lapangan. Modul ini disusun secara sistematis agar peserta pelatihan dapat mempelajari materi dengan lebih mudah. Fokus pembelajaran diarahkan pada peran aktif peserta.

Ucapan terima kasih dan penghargaan kami sampaikan kepada tim penyusun atas tenaga dan pikiran yang dicurahkan untuk mewujudkan modul ini. Penyempurnaan, maupun perubahan modul di masa mendatang senantiasa terbuka dan dimungkinkan mengingat akan perkembangan situasi, kebijakan, dan peraturan yang tersu menerus terjadi. Semoga modul ini dapat membantu dan bermanfaat bagi peningkatan kompetensi aparatur di Pusat dan Daerah dalam pemeliharaan dan perawatan rusunawa.

Bandung, Desember 2016

Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Jalan, Perumahan, Permukiman dan Pengembangan Infrastruktur Wilayah

(4)

ii Kunjungan Lapangan

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR... i

DAFTAR ISI ... ii

DAFTAR LAMPIRAN ... iii

PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL ... iv

A. Deskripsi ... iv B. Persyaratan ... iv C. Metode ... iv D. Alat Bantu/Media ... iv BAB 1 PENDAHULUAN ... 1 A. Latar Belakang ... 2 B. Deskripsi Singkat ... 2 C. Tujuan Pembelajaran ... 3

D. Materi Pokok dan Sub Materi Pokok ... 3

E. Estimasi Waktu ... 3

BAB 2 PENGUMPULAN DATA ... 5

A. Indikator Keberhasilan ... 6

B. Teknik Pengumpulan Data ... 6

C. Format Pendataan ... 8

D. Rangkuman ... 8

BAB 3 PENUTUP ... 9

A. Simpulan ... 10

(5)

Kunjungan Lapangan iii

DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN A : Manajemen Pengelolaan Rusunawa yang Ditinjau LAMPIRAN B : Pemeliharaan Rusunawa yang Ditinjau

LAMPIRAN C : Perawatan Rusunawa yang Ditinjau

LAMPIRAN D : Program Kerja Pemeliharaan dan Perawatan Rusunawa yang Ditinjau

LAMPIRAN E : Perlengkapan dan Peralatan untuk Pekerjaan Pemeliharaan dan Perawatan Rusunawa

(6)

iv Kunjungan Lapangan

PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL

A. Deskripsi

Modul pelaksanaan kunjungan lapangan terdiri 2 (dua) bagian, yaitu teknik pengumpulan data dan format pendataan sebagai kertas kerja dalam kunjungan lapangan.

Peserta diklat menggunakan kedua materi tersebut sebagai panduan dalam melaksanakan pengumpulan dan pencatatan data pada saat kunjungan lapangan, selanjutnya digunakan sebagai bahan bagi peserta dalam melakukan analisis data dan menyusun laporan hasil kunjungan lapangan.

B. Persyaratan

Dalam mempelajari modul ini peserta diklat dilengkapi dengan petunjuk pengisian format pendataan untuk memudahkan peserta pada saat melakukan pendataan.

C. Metode

Dalam pelaksanaan pembelajaran ini, metode yang digunakan adalah peserta melakukan pengamatan langsung ke lokasi rumah susun sewa (rusunawa), melakukan pengumpulan data, dan melakukan wawancara dengan narasumber dan penghuni rusunawa.

D. Alat Bantu/Media

Untuk menunjang tercapainya tujuan pembelajaran ini, diperlukan Alat Bantu/Media pembelajaran tertentu, yaitu :

1. Pada saat pemaparan di kantor SKPD: - LCD/projector

- Laptop - Bahan tayang

2. Pada saat peninjauan lapangan: - Buku catatan dan kertas kerja - Kamera

(7)

Kunjungan Lapangan 1

BAB 1

(8)

2 Kunjungan Lapangan

Pendahuluan

A. Latar Belakang

Kunjungan lapangan merupakan sarana bagi peserta diklat untuk mencocokkan antara teori yang diperoleh di kelas, pengalaman peserta di tempat tugas masing-masing, dan kenyataan yang diamati di tempat kunjungan.

Dalam rangka memberikan pemahaman yang lebih konkret dari teori-teori yang diperoleh di kelas, dilaksanakan kunjungan lapangan ke lokasi rusunawa, agar peserta diklat dapat mengetahui sejauh mana pengetahuan yang diperoleh di kelas dapat diterapkan/diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas-tugas pemeliharaan dan perawatan rusunawa (mulai dari pemanfaatan, pengelolaan, perencanaan pemeliharaan dan perawatan, pemeliharaan, perawatan, keselamatan kerja dan kesehatan kerja lingkungan, serta permasalahan/kendala yang dihadapi).

Sasaran dari modul kunjungan lapangan ini yaitu agar para peserta mampu melakukan pengumpulan dan mencatat data, menganalisa data, menyusun laporan yang akan dibahas lebih lanjut dalam seminar hasil kunjungan lapangan.

B. Deskripsi Singkat

Dalam kegiatan kunjungan lapangan ini peserta melakukan pengumpulan data, wawancara, identifikasi masalah, analisis, dan saran pemecahan dalam rangka pemeliharaan dan perawatan rusunawa.

(9)

Kunjungan Lapangan 3

C. Tujuan Pembelajaran

Tujuan pebelajaran diuraikan dalam hasil belajar dan indikator hasil belajar sebagai berikut:

1. Hasil Belajar

Setelah mengikuti kegiatan kunjungan lapangan ini, diharapkan seluruh peserta Diklat dapat melihat dan memahami kegiatan yang nyata terkait pemeliharaan dan perawatan rusunawa termasuk permasalahan/kendala yang dihadapi, sekaligus menyiapkan bahan untuk penyusunan laporan yang akan dipaparkan dalam seminar.

2. Indikator Hasil Belajar

Setelah melaksanakan kegiatan kunjungan lapangan ini, diharapkan seluruh peserta Diklat mampu untuk:

a. Menjelaskan pemanfaatan rusunawa b. Menjelaskan pengelolaan rusunawa

c. Menjelaskan perencanaan pemeliharaan dan perawatan rusunawa d. Menjelaskan pemeliharaan rusunawa

e. Menjelaskan perawatan rusunawa

f. Menjelaskan keselamatan dan kesehatan kerja lingkungan

g. Menjelaskan permasalahan/kendala yang dihadapi dalam rangka pemeliharaan dan perawatan rusunawa.

D. Materi Pokok dan Sub Materi Pokok

Dalam modul Kunjungan Lapangan ini, akan disampaikan: 1. Panduan Pengumpulan Data,

2. Format Pendataan yang akan digunakan sebagai kertas kerja.

E. Estimasi Waktu

Untuk melakukan Kunjungan Lapangan pada Diklat Pemeliharaan dan Perawatan Rusunawa ini, dialokasikan waktu sebanyak 8 (delapan) jam pelajaran.

(10)
(11)

Kunjungan Lapangan 5

BAB 2

(12)

6 Kunjungan Lapangan

Pengumpulan Data

A. Indikator Keberhasilan

Dengan mengikuti pembelajaran ini, peserta diklat diharapkan mampu melakukan pengumpulan data sesuai topik penugasan masing-masing kelompok.

B. Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data adalah kegiatan yang paling penting dalam melakukan kunjungan lapangan. Semua kegiatan kunjungan lapangan yang dilakukan dengan pengamatan dimaksudkan dalam rangka pengumpulan data yang diperlukan, antara lain kesesuaian peruntukkan lahan dan bangunan, kondisi bangunan dan lingkungan rusunawa. Selain itu, perlu pula didata kondisi sosial ekonomi masyarakat yang mempengaruhi keberlanjutan pengelolaan rusunawa. Teknik pengumpulan data yang dapat digunakan dalam pelaksanaan kunjungan lapangan, meliputi:

1. Wawancara

Metode wawancara sering dianggap sebagai metode yang paling efektif dalam pengumpulan data primer di lapangan. Hal ini tidak lain karena interview dapat bertatap muka langsung dengan informan/narasumber untuk menanyakan berbagai hal yang terkait dengan sebuah penelitian. Wawancara (interview) adalah pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan secara langsung oleh pewawancara (pengumpul data) kepada informan, dan jawaban-jawaban informan dicatat atau direkam dengan alat perekam (tape recorder) atau dicatat secara langsung.

Peserta diklat melakukan wawancara secara langsung kepada narasumber, antara lain:

- Wakil dari SKPD setempat - Lurah/Kepala Desa

- Pengelola/Pemilik Rusunawa

- Petugas/pelaksana pengelolaan rusunawa - Ketua RT/RW

(13)

Kunjungan Lapangan 7 - Fasilitator/Pendamping (bila ada)

- Tokoh Masyarakat - Penghuni Rusunawa

Sebaiknya peserta diklat sudah menyiapkan daftar pertanyaan tentang data dan hal-hal yang akan digali/ditanyakan kepada narasumber sebelum pelaksanaan kunjungan lapangan, dapat pula menggunakan panduan wawancara yang ada di dalam modul.

2. Dokumentasi

Teknik ini adalah cara mengumpulkan data melalui dokumen tertulis, terutama berupa arsip dan data terkait manajemen pengelolaan rusunawa, Pemeliharaan Rusunawa, Perawatan Rusunawa, Program Kerja Pemeliharaan dan Perawatan Rusunawa, Perlengkapan Dan Peralatan Untuk Pekerjaan Pemeliharaan dan Perawatan Rusunawa, sertaStandar dan Kinerja Pemeliharaan dan Perawatan Rusunawa.

3. Observasi

Observasi bisa diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada perumahan swadaya sebagai objek yang harus diteliti. Hal-hal yang diobservasi/diamati, antara lain: - Kondisi rusunawasecara umum

- Kondisi bangunan, PSU, dan lingkungan rusunawa secara lebih detil - Kondisi sosial-ekonomi penghuni rusunawa

- Pelaksanaan pemeliharaan rusunawa - Pelaksanaan perawatan rusunawa

- Kondisi Perlengkapan Dan Peralatan Untuk Pekerjaan Pemeliharaan dan Perawatan Rusunawa

Observasi dapat dilakukan dengan cara mengambil foto-foto obyek yang diamati dan mencatat hasil obsevasi di dalam format pendataan.

(14)

8 Kunjungan Lapangan

C. Format Pendataan

Format pendataan atau kertas kerja kunjungan lapangan, terdiri dari 4 (empat) macam format, sebagai berikut:

Lampiran A : Manajemen Pengelolaan Rusunawa Yang Ditinjau Lampiran B : Pemeliharaan Rusunawa Yang Ditinjau

Lampiran C : Perawatan Rusunawa Yang Ditinjau

Lampiran D : Program Kerja Pemeliharaan dan Perawatan Rusunawa Yang Ditinjau

Lampiran E : Perlengkapan Dan Peralatan Untuk Pekerjaan Pemeliharaan dan Perawatan Rusunawa

Lampiran F : Standar dan Kinerja Pemeliharaan dan Perawatan Rusunawa

D. Rangkuman

Pengumpulan data merupakan hal yang paling krusial pada saat kunjungan lapangan, karena data yang diperoleh harus benar dan akurat. Apabila data kurang lengkap dan tidak akurat, maka hasil analisa dan rekomendasi menjadi tidak tepat. Perlu kerjasama tim/kelompok yang solid pada saat kunjungan lapangan dan pengumpulan data.

(15)

Kunjungan Lapangan 9

BAB 3

(16)

10 Kunjungan Lapangan

Penutup

A. Simpulan

Setelah menguraikan bahan dari modul ini maka dapat ditarik kesimpulan, yaitu: 1. Dalam melakukan pengamatan pada kegiatan kunjungan lapangan,

metode yang digunakan dapat menemukan kebenaran sesuai teori; 2. Keberhasilan kegiatan kunjungan lapangan sangat tergantung dari

kualitas data yang dihasilkan;

3. Penyusunan sebuah laporan kunjungan lapangan harus memperhatikan ketepatan dan kebenaran dari data/informasi yang diperoleh melalui hasil analisis.

B. Tindak Lanjut

Peserta kunjungan lapangan wajib menyusun hasil kunjungan lapangan secara kelompok dan kemudian dijadikan satu dalam bentuk laporan kelas. Sebelum laporan dibuat, setiap kelompok memaparkan hasil kunjungan lapangan dalam seminar hasil kunjungan lapangan.

Referensi

Dokumen terkait

a. Belum memahami sepenuhnya apa itu arsip. Belum mengerti kegunaan arsip. Tidak mengerti cara menyimpan arsip yang benar. Bagi UMKM yang telah melakukan penyimpanan

Tampilan table pada bagian bawah form berfungsi untuk menampilkan data master jabatan yang telah di input. Tampilan pada form master jabatan dapat dilihat pada

Dengan demikian etika kerja Islam merupakan variabel bebas yang berpengaruh secara positif, tapi tidak signifikan terhadap komitmen organisasi di Koperasi Karyawan Pura

Harapannya dalam dimensi ekonomi ini bahwa kebijakan yang diterapkan oleh perusahaan adalah dengan mengintegrasikan kepada aspek-aspek etika (dimensi etika) dalam

Menurut anda apakah perusahaan (hotel) ini menghabiskan banyak waktu dan usaha pada kegiatan pelatihan simulasi yang dapat membantu karyawan dalam memberikan tingkat pelayanan yang

sedemikian rupa sehingga hanya dapat dijawab dengan “ya” atau “tidak” Menanya Mengajukan pertanyaan kepada guru Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menjawab

Ciri-ciri seseorang yang memiliki subjektivitas seksualitas adalah merasa telah menempatkan diri sebagai subjek secara sadar, memiliki kepercayaan diri, berani

Hasil analisis interkorelasi penggunaan strategi meta- kognitif dalam belajar keempat keterampilan berbahasa Indonesia menunjukkan ada hubung- an positif antara satu