DESKRIPTIF STATISTIK
RA/BA/TA DAN MADRASAH
Statistik Pendidikan – Direktorat Jenderal Pendidikan Islam 1
Deskriptif Statistik
RA/BA/TA dan Madrasah (MI, MTs, dan MA)
A. Lembaga
Pendataan RA/BA/TA dan Madrasah (MI, MTs dan MA) Tahun
Pelajaran 2007/2008 mencakup 33 propinsi. Jumlah lembaga
yang berhasil didata sebanyak 18.759 RA/BA/TA, 21.188 Madrasah
Ibtidaiyah (MI), 12.883 Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan 5.398
Madrasah Aliyah (MA). Persentase sebaran lembaga adalah sebanyak
33% - RA/BA/TA, 36% - MI, 22% - MTS, dan hanya 9% - MA.
Persentase Sebaran Lembaga RA/BA/TA,
MI, MTs dan MA
MI, 36% MTs, 22% MA, 9% RA/BA/TA, 33%Grafik 1.1. Persentase Sebaran Lembaga RA/BA/TA, MI, MTs dan MA
Status lembaga pada RA/BA/TA didominasi oleh lembaga
dengan status reguler sebanyak 16.970 atau 90,4%, inti – 1.645
atau 8,8% dan hanya 0,8% atau 144 lembaga berstatus Pembina.
Status Lembaga RA/BA/TA
Reguler, 90.4%
Inti, 8.8% Pembina, 0.8%
Grafik 1.2. Persentase Status Lembaga RA/BA/TA
Status lembaga pada Madrasah Ibtidaiyah sebanyak 92,6%
atau 19.621 lembaga berstatus swasta dan sebanyak 7,4% atau
1.567 lembaga berstatus Negeri. Madrasah Tsanawiyah Negeri
sebanyak 9,8% atau 1.259 lembaga, kemudian Madrasah
Tsanawiyah Swasta sebanyak 90,2% atau 11.624 lembaga.
Madrasah Aliyah berstatus Negeri sebanyak 11,9% atau 644
lembaga, sementara Madrasah Aliyah berstatus swasta sebanyak
88,1% atau 4.754 lembaga.
1,567 19,621 1,259 11,624 644 4,754MIN MIS MTsN MTsS MAN MAS
Statistik Pendidikan – Direktorat Jenderal Pendidikan Islam 3
B. Peserta Didik (Siswa)
B.1. Jumlah Siswa Total
Jumlah total Siswa Tahun Pelajaran 2007/2008
sebanyak 6.874.503 yang tersebar mulai dari tingkat
RA/BA/TA sampai dengan MA. Jumlah tersebut sebanyak
11,7% atau 800.925 orang merupakan siswa RA/BA/TA,
2.870.839 orang atau 41,8% siswa MI, 2.347.186 orang
atau 34,1% siswa MTs dan sebanyak 855.553 orang atau
12,4% merupakan siswa MA.
RA/BA/TA,
800,925 MI, 800,925
MTs, 2,347,186
MA, 855,553
Grafik 1.4. Jumlah Siswa Tahun pelajaran 2007/2008
Komposisi siswa untuk Madrasah berdasarkan status
Madrasah, sebanyak 342.579 orang atau 11,9% siswa MIN
dan 2.528.260 orang atau 88,1% siswa MIS. Sementara
untunk jenjang MTs sebanyak 558.100 orang atau 23,8%
siswa MTsN, dan sebanyak 1.789.086 orang atau 76,2%
siswa MTsS. Untuk jenjang MA, sebanyak 307.229 orang atau
35,9% merupakan siswa MAN, dan sebanyak 548.324 orang
atau 64,1% merupakan siswa MAS.
342,579 2,528,260 558,100 1,789,086 307,229 548,324
MIN MIS MTsN MTsS MAN MAS
Grafik 1.5. Jumlah Siswa MI, MTs dan MATahun Pelajaran 2007/2008
B.2. Jenis Kelamin Siswa
Komposisi siswa berdasarkan jenis kelamin adalah
sebagai berikut: untuk jenjang RA/BA/TA sebanyak 396.788
orang atau 49,5% merupakan siswa laki-laki, dan sebanyak
404.137 orang atau 50,5% siswa perempuan. Untuk jenjang
MI, sebanyak 1.462.002 orang atau 50,9% berjenis kelamin
laki-laki, dan sebanyak 1.408.837 orang atau 49,1%
merupakan siswa perempuan. Jenjang MTs komposisi siswa
laki-laki dan perempuan juga hampir berimbang, sebanyak
1.147.719 orang atau 48,9% merupakan siswa laki-laki dan
sebanyak 1.199.467 orang atau 51,1% merupakan siswa
perempuan. Sementara untuk jenjang MA, sebanyak 389.903
orang atau 45,6% merupakan siswa laki-laki, dan sebanyak
465.650 orang atau 54,4% siswa perempuan. Secara
keseluruhan komposisi siswa berdasarkan jenis kelamin untuk
jenjang RA/BA/TA sampai dengan MTs hampir berimbang,
kondisi yang agak berbeda terdapat pada jenjang MA, dimana
jumlah siswa perempuan sedikit lebih banyak dibanding jumlah
siswa laki-laki. Hal ini diperlukan penelusuran lebih lanjut agar
Statistik Pendidikan – Direktorat Jenderal Pendidikan Islam 5
didapatkan jawaban yang tepat, mengapa pada jenjang MA,
siswa perempuan lebih banyak dibanding siswa laki-laki.
396,788 404,137 1,462,002 1,408,837 1,147,719 1,199,467 389,903 465,650 Lk Pr Lk Pr Lk Pr Lk Pr RA/BA/TA MI MTs MA
Grafik 1.6. Jumlah Siswa MI, MTs dan MA berdasarkan Jenis Kelamin
B.3. Rombel, Rasio Rombel:Siswa dan APK
Jumlah rombel untuk jenjang RA/BA/TA adalah
sebanyak 39.379 dengan jumlah siswa sebanyak 800.925
orang, sehingga diketahui rasio rombel:siswa sebanyak
1:20. Jumlah rombel untuk jenjang MI sebanyak 135.126
dengan jumlah siswa sebanyak 2.870.839 orang, sehingga
rasio rombel:siswa sebanyak 1:21. Untuk jenjang MTs,
jumlah rombel sebanyak 69.871 dengan jumlah siswa
sebanyak 2.347.186 orang, rasio rombel:siswa adalah
1:34. Sementara untuk jenjang MA, jumlah rombel sebanyak
27.939 dengan jumlah siswa sebanyak 855.553 orang,
sehingga rasio rombel:siswa adalah 1:31.
Sementara komposisi rasio rombel:siswa berdasarkan
status madrasah negeri maupun swasta adalah sebagai
berikut: untuk MIN sebesar 1:27; MIS sebesar 1:21;
MTsN sebesar 1:37; MTsS sebesar 1:33; MAN sebesar
1:36; dan MAS sebesar 1:28.
Nilai APK untuk RA/BA/TA sebesar 6,71, sementara
untuk MI sebesar 11,65, MTs sebesar 18,35 dan MA
sebesar 6,66. Dari nilai APK tersebut nampak bahwa miant
masyarakat terhadap madrasah semakin besar dari jenjang
RA/BA/TA sampai dengan MTs, akan tetapi pada jenjang MA
terlihat turun sangat drastis. Hal ini perlu dicari
terobosan-terobosan yang lebih inovatif agar nilai jual MA menjadi
semakin baik, sehingga pandangan masyarakat terhadap MA
menjadi semakin baik dan masyarakat tertarik menyekolahkan
anaknya di tingkat MA. Namun hal ini perlu penelurusan dan
pendalaman lebih lanjut.
MI, 11.65 RA/BA/TA,
6.71
MTs, 18.35 MA, 6.66
Grafik 1.7. Nilai APK untuk jenjang MI, MTs dan MA
B.4. Pengulang.
Peningkatan kualitas peserta didik secara
gender
perlu
mendapat perhatian khusus, mengingat berdasarkan data
yang ada dapat dipaparkan bahwa secara rata-rata siswa
pengulang untuk jenis kelamin perempuan lebih kecil di
banding dengan siswa laki-laki. Hal ini terjadi baik di tingkat
MI, MTs maupun MA baik itu di madrasah negeri maupun
swasta (lihat tabel 1.06.1 sampai dengan tabel 1.06.3).
Secara persentase nilai pengulang siswa perempuan
untuk MIN sebesar 4.662 orang atau 1,4%, sementara
untuk pengulang siswa laki-laki sebesar 5.660 atau
Statistik Pendidikan – Direktorat Jenderal Pendidikan Islam 7
1,7%. Jenjang MIS memiliki
siswa pengulang
perempuan sebanyak 27.385 orang atau
1,1%
, sementara siswa laki-laki sebanyak 38.392
orang atau 1,5%.
Jumlah siswa pengulang untuk jenjang MTsN
sebesar 2.289 atau 0,4% dari jumlah siswa total sebanyak
558.100 orang. Jumlah tersebut sebanyak 1.444 orang
adalah siswa laki-laki, sementara sebanyak 845 orang
pengulang adalah siswa perempuan. Untuk tingkat MTsS
sebanyak 8.329 orang atau 0,5% dari total siswa
sebanyak 1.789.086 merupakan siswa pengulang. Dari
sebanyak 8.329 orang ternyata sebagian besar adalah siswa
laki-laki sebagai pengulang dengan volume sebanyak 4.592
orang. Sisanya dengan jumlah sebanyak 3.737 orang
nerupakan siswa perempuan sebagai pengulang.
Untuk jenjang MAN jumlah siswa pengulang sebanyak
1.447 orang atau 0,5% dari jumlah siswa total sebanyak
307.229 orang. Dari jumlah tesebut sebanyak 774 orang
merupakan siswa pengulang laki-laki, sementara sebanyak
673 orang merupakan siswa pengulang perempuan.
Sementara untuk jenjang MAS sebanyak 2.697 orang atau
0,5% dari total siswa siswa merupakan siswa pengulang.
Dari jumlah tersebut sebanyak 1.613 orang merupakan siswa
pengulang laki-laki, sisanya sebanyak 1.084 orang
merupakan siswa pengulang perempuan.
44,052 32,047 6,036 4,582 2,387 1,757 Lk Pr Lk Pr Lk Pr MI MTs MA
Grafik 1.8. Jumlah Siswa Pengulang jenjang MI, MTs dan MA berdasarkan Jenis Kelamin
Berdasarkan data pengulang yang dipaparkan diatas
ternyata sebagian besar siswa pengulang adalah siswa
laki-laki. Hal ini menunjukan bahwa kualitas siswa laki-laki perlu
mendapat perhatian lebih khusus lagi, sehinga jumlah
pengulangnya bisa lebih diperkecil. Secara keseluruhan
kualitas siswa madrasah sudah lebih baik mengingat secara
rata-rata jumlah siswa pengulang maksimal hanya 0,5% dari
jumlah siswa total.
B.5.
Drop Out
(DO)
Jumlah siswa
drop out
untuk tingkat MI sebanyak
15.914 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 1.606 atau
0,5% dari total siswa 342.579 orang merupakan siswa
drop out
di jenjang MIN. Dari jumlah tersebut untuk
jenjang MIN ternyata sebanyak 902 orang merupakan
siswa
drop out
laki-laki, sementara sebanyak 704 orang
siswa
drop out
perempuan. Sementara untuk jenjang MIS
sebanyak 14.308 orang atau 0,6% dari jumlah siswa total
siswa MIS merupakan siswa
drop out
. Dari jumlah siswa
drop
Statistik Pendidikan – Direktorat Jenderal Pendidikan Islam 9
siswa
drop out
laki-laki, sisanya sebanyak 5.635 orang
merupakan siswa
drop out
perempuan. Secara umum siswa
laki-laki di jenjang MI baik untuk status negeri maupun swasta
lebih mendominasi tingkat
drop out
siswa dibandingkan
dengan siswa perempuan.
Sementara untuk jenjang MTs total jumlah siswa yang
terkena
drop out
sebanyak 21.000 orang. Dari jumlah
tersebut sebanyak 3.875 orang atau 0,7% dari jumlah total
sebanyak 558.100 orang merupakan siswa
drop out
untuk
MTsN
.
Dari jumlah tersebut sebanyak 2.055 orang merupakan
siswa laki-laki, dan sebanyak 1.820 orang merupakan siswa
perempuan. Untuk tingkat MTsS sebanyak 17.125 orang
atau 1,0% dari jumlah total siswa sebanyak 1.789.086 orang
adalah siswa
drop out
. Jumlah tersebut di tingkat MTsS
sebanyak 9.527 orang merupakan siswa laki-laki yang terkena
drop out,
sementara sebanyak 7.598 orang merupakan siswa
perempuan
drop out
. Data diatas untuk jenjang MTs baik
untuk negeri maupun swasta ternyata jumlah siswa
drop out
lebih didominasi oleh siswa laki-laki dibandingkan dengan
siswa perempuan.
Untuk jenjang MA total siswa yang terkena putus
sekolah atau
drop out
sebanyak 7.220 orang. Jumlah siswa
putus sekolah di tingkat MAN sebanyak 1.815 orang atau
0.6% dari total siswa MAN sebanyak 307.229 orang. Jumlah
siswa putus sekolah di tingkat MAN ternyata didominasi oleh
siswa laki-laki, yaitu sebanyak 1.022 orang dan siswa
perempuan sebanyak 793 orang. Sementara untuk MAS
jumah siswa putus sekolah sebanyak 5.405 orang atau
1,0% dari jumlah siswa sebanyak 548.324 orang.Dari jumlah
jumlah tersebut ternyata siswa laki-laki lebih banyak terkena
drop out
yaitu sebanyak 2.924 orang dan siswa perempuan
sebanyak 2.481 orang.
Berdasarkan data
drop out
yang dipaparkan diatas
ternyata sebagian besar siswa
drop out
adalah siswa laki-laki.
Hal ini menunjukan bahwa kualitas siswa laki-laki perlu
mendapat perhatian lebih khusus lagi, sehingga jumlah
pengulangnya bisa lebih diperkecil. Kemungkinan yang lain
adalah perubahan-perubahan nilai-nilai dan cara pandang
masyarakat itu sendiri bahwa anak perempuan juga
memerlukan pendidikan sampai dengan jenjang pendidikan
yang lebih tinggi sehingga sangat berguna untuk bekal anak
tersebut dimasa yang akan datang yang penuh dengan
tantangan-tantangan kehidupan.
9,575 6,339 11,582 9,418 3,946 3,274 Lk Pr Lk Pr Lk Pr MI MTs MAGrafik 1.9. Jumlah Siswa Drop Out jenjang MI, MTs dan MA berdasarkan Jenis Kelamin
Berdasarkan diagram atau grafik 1.9. diatas, ternyata
terdapat fenomena dimana jumlah siswa putus sekolah atau
drop out
cenderung tinggi di tingkat MTs. Hal ini dimungkinkan
karena faktor ekonomi orangtua yang sudah tidak dapat
mendukung untuk pembiayaan pendidikan siswa yang
bersangkutan. Ini baru dugaan penulis, perlu diteliti lebih
Statistik Pendidikan – Direktorat Jenderal Pendidikan Islam 11
mendalam lagi, faktor-faktor pemicu timbulnya siswa putus
sekolah di tingkat MTs.
B.6. Keberadaan Siswa Lulusan (Almamater).
Siswa RA/BA/TA yang telah menyelesaikan masa
pendidikannya ternyata sebanyak 58,3% lulusannya
melanjutkan ke jenjang SD, sementara yang melanjutkan ke
jenjang MI sebanyak 42,7%. Ternyata kualitas dari data
tersebut orantua siswa lebih cenderung memilih SD sebagai
pendidikan lanjutan dibandingkan dengan MI. Hal ini perlu
mendapat perhatian agar kualitas MI lebih ditingkatkan dan
perlunya sosialisasi tentang MI di khalayak luas agar
masyarakat mendapat informasi yang jelas tentang MI baik
dari segi kualitas kurikulum pendidikan maupun SDM Tenaga
Pengajarnya. Sosialisasi ini diharapkan dapat menarik minat
masyarakat luas untuk menyekolahkan anaknya di jenjang MI.
MI, 41.7% SD, 58.3%
Grafik 1.10. Jumlah Lulusan Siswa RA/BA/TA yang melanjutkan ke MI/SD
Siswa lulusan MI, ternyata cenderung memilih MTs
sebagai tingkat pendidikan selanjutnya dengan sebanyak
57,6% lulusan MI. Sementara pilihan selanjutnya adalah
sebanyak 34,0% memilih SMP sebagai pendidikan
lanjutannya dan hanya 8,4% siswa lulusan MI memilih jalur
Pondok Pesantren sebagai bekal masa depannya. Fenomena
ini sudah cukup baik, akan tetapi tidak boleh lengah agar terus
meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat MTs agar
masyarakat lebih tertarik menyekolahkan anaknya di jenjang
MTs.
SMP, 34.0% MTs, 57.6%
Pontren, 8.4%
Grafik 1.11. Jumlah Lulusan Siswa MI yang melanjutkan ke MTs/SMP/Pontren
Sementara untuk siswa lulusan MTs, kecenderungannya
hampir berimbang antara memilih MA atau SMA sebagai
pendidikan lanjutannya. Sebanyak 45,8% lulusan MTs
memilih MA sebagai lembaga pendidikan lanjutan, sementara
sebanyak 41,7% siswa lulusan MTs memilih SMA sebagai
pijakan pendidikan lanjutannya. Sementara 12,5% siswa
lulusan MTs memilih Jalur Pondok Pesantren sebagai
bekal masa depannya. Fenomena diatas cukup membuktikan
bahwa kualitas pendidikan MA tidak kalah kelas dengan
kualitas pendidikan SMA, terbukti masih banyaknya orangtua
siswa atau siswa yang bersangkutan lebih memilih MA sebagai
pendidikan lanjutannya. Kualitas MA perlu lebih ditingkatkan
agar masyarakat semakin tertarik terhadap jenjang pendidikan
MA.
Statistik Pendidikan – Direktorat Jenderal Pendidikan Islam 13 Pontren,
12.5%
MA, 45.8%
SMA, 41.7%
Grafik 1.12. Jumlah Lulusan Siswa MTs yang melanjutkan ke MA/SMA/Pontren
Sementara untuk lulusan MA, sebanyak 34,6%
memilih PTAI sebagai lanjutan pendidikan berikutnya,
25,7% memilih PTU, 11,5% memilih Pondok Pesantren
sebagi Bekal masa depannya, dan sebanyak 28,2%
langsung bekerja. Data diatas menunjukkan bahwa lulusan
MA lebih memilih PTAI sebagai jenjang pendidikan berikutnya.
Selain itu juga ternyata kualitas lulusan MA merupakan SDM
yang siap kerja, terbukti dengan banyaknya jumlah lulusan MA
yang langsung bekerja. Hal ini perlu ditingkatkan agar lulusan
MA merupakan lulusan dengan SDM yang handal sehingga
mampu diserap oleh seluruh sektor lapangan pekerjaan yang
ada.
Grafik 1.13. Jumlah Lulusan Siswa MA yang melanjutkan ke PTAI/PTU/Pontren/Kerja
C. Personal Lembaga Pendidikan.
C.1. Kepala Lembaga Pendidikan.
Jumlah Kepala RA/BA/TA sebanyak 18.759 orang
memimpin RA/BA/TA sebanyak 18.759 lembaga. Dari jumlah
tersebut sebanyak 15.546 orang atau 82,9% berstatus
Non PNS, dan sisanya sebanyak 3.213 orang atau 17,1%
berstatus PNS. Sementara dari latar belakang pendidikan atau
kualifikasi pendidikan sebanyak 71,7% atau 13.446 orang
memiliki jenjang pendidikan maksimal D2, sebanyak 5,7%
atau 1.069 orang berpendidikan D3, dan selebihnya
sebanyak 4.244 orang atau 22,6% berpendidikan minimal
S1.
Kerja, 28.2% Pontren, 11.5% PTAI, 34.6% PTU, 25.7%Statistik Pendidikan – Direktorat Jenderal Pendidikan Islam 15 3,213 15,546 13,446 1,069 4,244 PNS Non PNS ≤ D2 D3 ≥ S1 Status Kualifikasi
Grafik 1.14. Status Kepegawaian dan Kualifikasi Kepala RA/BA/TA
Latar Belakang Pendidikan Kepala MIN sebanyak 457
orang atau 29,2% berpendidikan kurang dari S1, dan
sebanyak 62 orang atau 4,0% berpendidikan S2.
Sementara sebagian besar Kepala MIN berpendidikan S1,
yaitu sebanyak 1.048 orang atau 66,9%. Sementara
untuk Kepala MIS sebagian besar berpendidikan kurang dari
S1, yaitu sebanyak 12.595 orang atau 64,2%, sebanyak
6.867 orang atau 35,0% berpendidikan S1, dan
selebihnya sebanyak 159 orang atau 0,8% berpendidikan
minimal S2.
457 1,048 62 12,595 6,867 159 < S1 S1 ≥ S2 < S1 S1 ≥ S2 MIN MISUntuk jenjang MTsN, sebanyak 61 orang atau 4,8%
Kepala MTsN masih berlatar belakang kurang dari S1,
sedangkan sebagian besar sudah berkualifikasi S1 sebanyak
969 orang atau 77,0%, sedangkan sebanyak 229 orang
atau 18,2% berkualifikasi S2. Sementara untuk MTsS,
sebanyak 3.430 orang atau 29,5% berkualifikasi kurang
dari S1, 7.766 orang atau 66,8% berkualifikasi S1, dan
selebihnya sebanyak 426 orang atau 3,7% berkualifikasi
minimal S2.
61 969 229 3,430 7,766 426 < S1 S1 ≥ S2 < S1 S1 ≥ S2 MTsN MTsSGrafik 1.16. Kualifikasi Kepala MTs
Untuk jenjang MAN, sebanyak 11 orang atau 1,7%
Kepala MAN berkualifikasi kurang dari S1, 443 orang atau
68,8% berkualifikasi S1, dan sebanyak 190 orang atau
29,5% berkualifikasi minimal S2. Sementara untuk MAS
sebanyak 689 orang atau 14,5% berkualifikasi kurang
dari S1, 3.674 orang atau 77,3% berkualifikasi S1, dan
sisanya sebanyak 391 orang atau 8,2% berkualifikasi
minimal S2.
Statistik Pendidikan – Direktorat Jenderal Pendidikan Islam 17 61 969 229 3,430 7,766 426 < S1 S1 ≥ S2 < S1 S1 ≥ S2 MAN MAS
Grafik 1.17. Kualifikasi Kepala MA
C.2. Tenaga Pendidik.
Jumlah Tenaga Pendidik di jenjang RA/BA/TA sebanyak
75.118
orang
dengan
komposisi
berdasarkan
status
kepegawaian sebanyak 5.240 orang atau 7,0% berstatus
PNS dan sisanya sebanyak 69.878 orang atau 93,0%
berstatus Non PNS. Sementara jika dilihat dari kualifikasi
pendidikan, sebanyak 68.396 atau 91,1% berkualifikasi
kurang dari S1, dan selebihnya 6.722 orang atau 8,9%
berkualifikasi minimal S1.
5,240
69,878 68,396
6,722
PNS Non PNS < S1 ≥ S1 Status Kepegawaian Kualifikasi
Grafik 1.18. Status Kepegawaian dan Kualifikasi Tenaga Pendidik RA/BA/TA
Untuk Jenjang MI, jumlah Tenaga Pendidik sebanyak
38.146 orang atau 17,3% berstatus PNS, sementara
sebagian besar berstatus Non PNS sebanyak 182.905 atau
82,7%. Jika dilihat berdasarkan kualifikasi pendidikan, maka
sebanyak 167.551 orang atau 75,8% berkualifikasi
kurang dari S1, sisanya sebanyak 53.500 orang atau
24,2% berkualifikasi minimal S1.
38,146
182,905 167,551
53,500
PNS Non PNS < S1 ≥ S1 Status Kepegawaian Kualifikasi
Grafik 1.19. Status Kepegawaian dan Kualifikasi Tenaga Pendidik MI
Tenaga Pendidik jenjang MTs berjumlah 242.175
orang dengan 36.598 orang atau 15,1% berstatus PNS,
sementara sebanyak 205.577 orang atau 84,9% berstatus
Non PNS. Jika dilihat dari sisi kualifikasi pendidikan, sebanyak
100.698 orang atau 41,6% berkualifikasi kurang dari S1,
dan sebanyak 141.477 orang atau 58,4% berkualifikasi
pendidikan minimal S1.
36,598 205,577 100,698 141,477 PNS Non PNS < S1 ≥ S1Status Kepegawaian Kualifikasi
Statistik Pendidikan – Direktorat Jenderal Pendidikan Islam 19
Total Jumlah Tenaga Pendidik untuk jenjang MA
sebanyak 112.410 orang dengan 19.954 orang atau
17,8% berstatus PNS, sementara selebihnya sebanyak
92.456 orang atau 82,2% berstatus Non PNS. Kualifikasi
pendidikan Tenaga Pendidik untuk tingkat MA sebagian besar
sudah berpendidikan minimal S1 yakni sebanyak 86.525
orang atau 77,0%, sementara sisanya berpendidikan
kurang dari S1 sebanyak 25.885 orang atau 23,0%.
19,954
92,456
25,885
86,525
PNS Non PNS < S1 ≥ S1 Status Kepegawaian Kualifikasi
Grafik 1.21. Status Kepegawaian dan Kualifikasi Tenaga Pendidik MA
D. Perencanaan Tahun 2009.
Booklet ini juga memaparkan data-data perencanaan tahun
2009 diantaranya, jumlah alokasi penerima tunjangan guru
fungsional, alokasi peserta sertifikasi Guru, dan alokasi penerima
tunjangan profesi bagi Guru.
Jumlah alokasi penerima tunjangan guru fungsional
untuk tahun 2009 sebanyak 490.264 orang. Komposisi tersebut
sebagai berikut: Guru RA/BA/TA sebanyak 69.183 orang atau
14,1%, Guru MI sebanyak 178.235 orang atau 36,4%, Guru
MTs sebanyak 173.314 orang atau 35,4%, dan Guru MA
sebanyak 69.532 orang atau 14,2%.
MI, 178,235 RA/BA/TA,
69,183
MTs, 173,314
MA, 69,532
Grafik 1.22. Alokasi Penerima Tunjangan Guru Fungsional untuk Tahun 2009
Perencanaan untuk alokasi peserta sertifikasi guru tahun
2009 sebanyak 74.500 orang guru. Jumlah tersebut terdiri dari:
1.273 orang atau 1,7% Guru RA/BA/TA, sebanyak 12.028
orang atau 16,1% Guru MI, 38.656 orang atau 51,9% Guru
MTs, dan sebanyak 22.543 orang 30,3% merupakan Guru MA.
MA, 22,543
MTs, 38,656 RA/BA/TA,
1,273 MI, 12,028
Statistik Pendidikan – Direktorat Jenderal Pendidikan Islam 21
Jumlah alokasi penerima tunjangan profesi bagi Guru pada
tahun 2009 sebanyak 16.586 orang. Jumlah ini merupakan alokasi
jumlah gabungan antara RA/BA/TA, MI, MTs dan MA.
E. Penerima Bantuan Tahun 2005 - 2007.
Pada buku ini juga dipaparkan tentang jumlah lembaga
pendidikan yang pernah menerima bantuan dari Program Bantuan
Direktorat Pendidikan pada Madrasah untuk tahun 2005 – 2007
berdasarkan data yang dikerjakan oleh Bagian Perencanaan dan
Data.
Untuk tingkat RA/BA/TA pada tahun 2006 jumlah lembaga
yang pernah menerima bantuan sebanyak 778 lembaga. Jumlah ini
masih jauh lebih kecil (4,1%) dari jumlah total lembaga yang
tercatat sebanyak 18.886 lembaga. Sementara pada tahun 2007
jumlah lembaga yang menerima bantuan sebanyak 527 lembaga.
Jumlah ini menurun dibanding tahun 2006.
18,886 778 18,759 527 Jml Lembaga Jml Penerima Jml Lembaga Jml Penerima Tahun 2006 Tahun 2007
Grafik 1.24. Perbandingan Jumlah Lembaga Total dan Penerima Bantuan RA/BA/TA Tahun 2006 dan Tahun 2007
Sementara untuk tingkat MI, jumlah lembaga yang menerima
bantuan tahun 2005 sebanyak 55 lembaga. Jumlah ini hanya
berkisar 0,2% dari jumlah MI yang tercatat, yaitu sebanyak 22.610.
Pada tahun 2006, jumlah MI yang menerima bantuan meningkat
drastis menjadi 946 lembaga atau sekitar 4,3% dari jumlah MI
yang tercatat pada tahun yang sama sebanyak 22.189. Kemudian
pada tahun 2007 jumlah MI yang menerima bantuan meningkat
lagi menjadi 1.021 lembaga atau 4,8% dari jumlah MI yang
tercatat di tahun yang sama.
22,610 55 22,189 946 21,188 1,021 J m l L e m b a g a J m l P e n e r im a J m l L e m b a g a J m l P e n e r im a J m l L e m b a g a J m l P e n e r im a
Tahun 2005 Tahun 2006 Tahun 2007
Grafik 1.25 Perbandingan Jumlah Lembaga Total dan Penerima Bantuan MI Tahun 2005 s/d Tahun 2007
Untuk jenjang MTs, jumlah lembaga yang menerima bantuan
tahun 2005 sebanyak 50 lembaga atau berkisar 0,4% dari
jumlah lembaga yang tercatat sebanyak 12.498. Kemudian pada
tahun 2006 jumlah MTs yang menerima bantuan sebanyak 1.117
atau 8,9% dari jumlah MTs yang tercatat sebanyak 12.619. Pada
tahun 2007 jumlah penerima sedikit menurun menjadi 986
lembaga atau 7,7% dari jumlah lembaga yang tercatat sebanyak
12.883.
Statistik Pendidikan – Direktorat Jenderal Pendidikan Islam 23 12,498 50 12,619 1,117 12,883 986 J m l L e m b a g a J m l P e n e r im a J m l L e m b a g a J m l P e n e r im a J m l L e m b a g a J m l P e n e r im a
Tahun 2005 Tahun 2006 Tahun 2007
Grafik 1.26 Perbandingan Jumlah Lembaga Total dan Penerima Bantuan MTs Tahun 2005 s/d Tahun 2007
Sementara jenjang MA, jumlah lembaga yang menerima
bantuan tahun 2005 sebanyak 50 lembaga atau berkisar 1,0%
dari jumlah lembaga yang tercatat sebanyak 4.918. Kemudian pada
tahun 2006 jumlah MA yang menerima bantuan sebanyak 1.170
atau 23,2% dari jumlah MA yang tercatat sebanyak 5.043. Pada
tahun 2007 jumlah penerima menurun menjadi 599 lembaga
atau 11,1% dari jumlah lembaga yang tercatat sebanyak 5.398.
4,918 50 5,043 1,170 5,398 599 J m l L e m b a g a J m l P e n e r im a J m l L e m b a g a J m l P e n e r im a J m l L e m b a g a J m l P e n e r im a
Tahun 2005 Tahun 2006 Tahun 2007
Grafik 1.27 Perbandingan Jumlah Lembaga Total dan Penerima Bantuan MA Tahun 2005 s/d Tahun 2007
TABEL STATISTIK
1. 01. Jumlah Lembaga RA/BA/TA, MI, MTs dan MA Tahun Pelajaran 2007/2008
Negeri Swasta Negeri Swasta Negeri Swasta
1 NAD 250 427 123 102 216 60 123 2 Sumut 887 124 508 56 793 39 358 3 Sumbar 430 58 56 106 250 41 128 4 Riau 193 15 366 25 486 14 195 5 Jambi 206 31 78 51 248 17 129 6 Sumsel 261 35 431 32 352 17 151 7 Bengkulu 56 34 80 22 53 11 23 8 Lampung 358 50 656 24 502 15 186 9 Kep. Babel 36 8 22 7 33 4 18 10 Kep. Riau 78 8 35 5 42 3 24 11 DKI Jaya 745 18 439 28 189 14 61 12 Jabar 2,903 77 3,023 142 1,731 70 594 13 Jateng 4,163 110 3,618 116 1,300 63 402 14 DIY 106 19 129 34 51 14 22 15 Jatim 5,261 143 6,251 180 2,261 84 967 16 Banten 750 19 880 27 637 19 238 17 Bali 67 14 33 6 16 3 8 18 NTB 196 25 620 23 601 14 302 19 NTT 85 16 127 12 39 6 17 20 Kalbar 102 16 315 18 196 9 71 21 Kalteng 120 30 215 15 102 8 43 22 Kalsel 273 139 391 74 219 37 90 23 Kaltim 76 9 101 18 123 11 50 24 Sulut 78 10 29 7 35 2 15 25 Sulteng 151 20 133 26 204 9 106 26 Sulsel 575 45 526 37 501 28 235 27 Sultra 120 15 81 30 129 10 62 28 Gorontalo 43 4 67 7 50 5 25 29 Sulbar 72 5 108 3 89 3 36 30 Maluku 2 18 74 9 52 6 19 31 Mal. Ut 24 19 65 12 92 6 40 32 Papua 58 2 21 1 20 - 11 33 Papua Barat 34 4 20 4 12 2 5 1,567 19,621 1,259 11,624 644 4,754 33% 7.4% 92.6% 9.8% 90.2% 11.9% 88.1% MA 5,398 Jumlah 58,228 No Propinsi RA/BA/TA 12,883 MI MTs 22% 9% % Status 18,759 21,188 % Sebaran 36%
Statistik Pendidikan – Direktorat Jenderal Pendidikan Islam26
1. 01.1. Jumlah RA/BA/TA Berdasarkan Status
Tahun Pelajaran 2007/2008
Pembina Inti Reguler
1 NAD 50 31 169 250 2 Sumut 3 7 877 887 3 Sumbar - 29 401 430 4 Riau 2 8 183 193 5 Jambi - 23 183 206 6 Sumsel - 125 136 261 7 Bengkulu - - 56 56 8 Lampung 1 5 352 358 9 Kep. Babel - 2 34 36 10 Kep. Riau - 2 76 78 11 DKI Jaya - 1 744 745 12 Jabar 4 278 2,621 2,903 13 Jateng 14 134 4,015 4,163 14 DIY 1 7 98 106 15 Jatim 56 713 4,492 5,261 16 Banten - 119 631 750 17 Bali 1 7 59 67 18 NTB - - 196 196 19 NTT 1 1 83 85 20 Kalbar - - 102 102 21 Kalteng 1 13 106 120 22 Kalsel 1 6 266 273 23 Kaltim 1 17 58 76 24 Sulut - - 78 78 25 Sulteng - 4 147 151 26 Sulsel 6 47 522 575 27 Sultra - 33 87 120 28 Gorontalo 2 4 37 43 29 Sulbar - 25 47 72 30 Maluku - - 2 2 31 Mal. Ut - 1 23 24 32 Papua - 3 55 58 33 Papua Barat - - 34 34 144 1,645 16,970 18,759 0.8% 8.8% 90.4% 100.0% % Jumlah Status Lembaga Jumlah Propinsi No Jumlah
1. 02. Jumlah Siswa RA/BA/TA, MI, MTs dan MA Tahun Pelajaran 2007/2008
Negeri Swasta Negeri Swasta Negeri Swasta
1 NAD 11,569 99,927 12,900 39,376 27,630 24,795 15,177 2 Sumut 40,476 26,924 66,857 26,357 135,218 17,483 42,806 3 Sumbar 16,655 9,717 5,704 37,180 24,412 14,640 8,958 4 Riau 7,796 2,641 34,064 9,054 55,373 5,615 18,578 5 Jambi 7,776 4,839 5,260 13,394 22,972 7,114 10,661 6 Sumsel 11,843 6,355 54,907 11,856 38,392 8,760 15,204 7 Bengkulu 2,560 5,913 6,393 4,795 3,993 4,683 1,743 8 Lampung 15,630 10,753 77,433 11,684 69,977 8,741 20,103 9 Kep. Babel 2,369 1,380 2,657 1,625 3,973 1,293 1,223 10 Kep. Riau 4,588 1,843 5,219 1,689 4,110 885 1,320 11 DKI Jaya 33,005 8,361 80,403 18,019 30,125 7,066 6,521 12 Jabar 110,401 19,369 480,326 82,285 341,313 37,022 63,352 13 Jateng 165,900 27,608 476,853 73,615 300,757 42,839 69,694 14 DIY 3,560 2,907 9,354 12,519 6,838 6,186 3,626 15 Jatim 248,893 29,198 770,323 102,178 336,237 53,957 128,282 16 Banten 29,288 6,805 128,233 16,655 128,843 7,733 29,843 17 Bali 3,146 3,550 6,026 1,536 1,685 1,183 676 18 NTB 9,363 5,743 70,154 9,909 74,533 8,084 40,368 19 NTT 2,924 3,272 12,296 2,954 3,071 2,163 1,649 20 Kalbar 4,246 7,058 36,884 6,056 18,682 3,967 7,258 21 Kalteng 6,660 7,758 23,865 5,865 11,846 3,291 4,596 22 Kalsel 13,469 22,280 43,670 25,245 28,906 11,626 10,857 23 Kaltim 4,223 3,442 11,006 6,258 14,641 3,781 3,848 24 Sulut 2,140 2,809 3,030 2,132 3,353 999 979 25 Sulteng 6,036 3,324 9,770 4,680 17,737 2,760 7,132 26 Sulsel 21,816 7,516 50,949 13,314 46,700 10,319 18,685 27 Sultra 4,406 3,275 6,918 7,592 10,014 3,188 4,190 28 Gorontalo 1,727 611 6,307 2,043 4,698 1,705 2,134 29 Sulbar 3,370 670 9,429 852 7,026 1,191 2,815 30 Maluku 101 2,238 9,986 2,531 5,776 1,811 2,205 31 Mal. Ut 570 3,585 4,929 2,853 8,201 1,634 3,149 32 Papua 2,780 398 3,497 87 1,391 - 482 33 Papua Barat 1,639 510 2,658 1,912 663 715 210 342,579 2,528,260 558,100 1,789,086 307,229 548,324 11.7% 11.9% 88.1% 23.8% 76.2% 35.9% 64.1% 34.1% 12.4% Jumlah MA 2,347,186 855,553 MTs % Status No Propinsi RA/BA/TA 6,874,503 % Sebaran 41.8% 800,925 2,870,839 MI
Statistik Pendidikan – Direktorat Jenderal Pendidikan Islam28
1. 02.1. Jumlah Siswa RA/BA/TA Berdasarkan Jenis Kelamin
Tahun Pelajaran 2007/2008 Lk Pr Lk Pr Lk Pr 1 NAD 2,753 2,960 2,888 2,968 5,641 5,928 2 Sumut 10,399 11,469 8,923 9,685 19,322 21,154 3 Sumbar 1,341 1,533 6,827 6,954 8,168 8,487 4 Riau 1,306 1,081 2,689 2,720 3,995 3,801 5 Jambi 1,282 1,318 2,546 2,630 3,828 3,948 6 Sumsel 2,233 2,317 3,675 3,618 5,908 5,935 7 Bengkulu 504 619 671 766 1,175 1,385 8 Lampung 2,958 3,074 4,704 4,894 7,662 7,968 9 Kep. Babel 321 382 826 840 1,147 1,222 10 Kep. Riau 591 564 1,743 1,690 2,334 2,254 11 DKI Jaya 4,260 4,377 12,309 12,059 16,569 16,436 12 Jabar 19,971 21,214 34,392 34,824 54,363 56,038 13 Jateng 31,530 32,557 51,668 50,145 83,198 82,702 14 DIY 701 595 1,206 1,058 1,907 1,653 15 Jatim 64,330 64,827 59,597 60,139 123,927 124,966 16 Banten 4,643 4,949 9,715 9,981 14,358 14,930 17 Bali 664 765 834 883 1,498 1,648 18 NTB 2,067 2,347 2,363 2,586 4,430 4,933 19 NTT 820 1,029 550 525 1,370 1,554 20 Kalbar 1,068 1,104 1,033 1,041 2,101 2,145 21 Kalteng 1,303 1,345 2,028 1,984 3,331 3,329 22 Kalsel 3,013 3,062 3,802 3,592 6,815 6,654 23 Kaltim 663 685 1,460 1,415 2,123 2,100 24 Sulut 60 75 972 1,033 1,032 1,108 25 Sulteng 1,468 1,539 1,438 1,591 2,906 3,130 26 Sulsel 4,379 4,925 6,244 6,268 10,623 11,193 27 Sultra 1,097 1,200 1,019 1,090 2,116 2,290 28 Gorontalo 340 403 476 508 816 911 29 Sulbar 868 999 717 786 1,585 1,785 30 Maluku 46 55 - - 46 55 31 Mal. Ut 227 217 62 64 289 281 32 Papua 597 558 829 796 1,426 1,354 33 Papua Barat 361 402 418 458 779 860 168,164 174,546 228,624 229,591 396,788 404,137 49.1% 50.9% 49.9% 50.1% 49.5% 50.5% Total % Jumlah 342,710 458,215 Jumlah 800,925 Kelas A Kelas B No Propinsi
1. 02.2. Jumlah Siswa MI Berdasarkan Jenjang Kelas dan Jenis Kelamin Status Lembaga : (Negeri + Swasta)
Tahun Pelajaran 2007/2008
Lk Pr Kelas 1 Kelas 2 Kelas 3 Kelas 4 Kelas 5 Kelas 6
1 NAD 57,500 55,327 21,686 20,937 18,790 17,781 17,195 16,438 2 Sumut 47,819 45,962 19,702 18,323 15,783 14,152 13,548 12,273 3 Sumbar 8,081 7,340 3,115 2,840 2,560 2,502 2,382 2,022 4 Riau 18,832 17,873 8,398 7,068 6,255 5,716 4,940 4,328 5 Jambi 5,265 4,834 2,545 2,038 1,735 1,352 1,294 1,135 6 Sumsel 31,471 29,791 13,398 11,896 10,417 9,182 8,665 7,704 7 Bengkulu 6,370 5,936 2,468 2,376 2,006 1,939 1,834 1,683 8 Lampung 44,880 43,306 18,873 16,341 14,691 14,036 12,964 11,281 9 Kep. Babel 2,150 1,887 899 842 701 600 512 483 10 Kep. Riau 3,648 3,414 1,559 1,347 1,157 1,137 988 874 11 DKI Jaya 45,154 43,610 17,158 15,817 14,626 14,140 13,959 13,064 12 Jabar 253,645 246,050 100,056 90,522 82,759 79,269 76,379 70,710 13 Jateng 260,387 244,074 95,765 90,086 82,069 78,561 79,427 78,553 14 DIY 6,394 5,867 2,428 2,198 1,967 1,908 1,975 1,785 15 Jatim 403,223 396,298 157,213 141,098 130,673 125,475 125,152 119,910 16 Banten 67,442 67,596 28,805 26,349 23,187 20,621 18,706 17,370 17 Bali 4,317 5,259 1,886 1,904 1,644 1,526 1,339 1,277 18 NTB 39,193 36,704 14,834 15,063 13,383 10,492 11,629 10,496 19 NTT 8,135 7,433 4,124 3,075 2,508 2,326 1,965 1,570 20 Kalbar 22,469 21,473 9,642 8,902 7,506 6,772 6,074 5,046 21 Kalteng 16,093 15,530 7,361 6,427 5,529 4,635 4,131 3,540 22 Kalsel 34,132 31,818 14,265 12,798 10,679 10,001 9,476 8,731 23 Kaltim 7,454 6,994 3,150 2,889 2,486 2,131 2,045 1,747 24 Sulut 2,949 2,890 1,235 1,159 1,002 889 878 676 25 Sulteng 6,624 6,470 3,324 2,906 2,198 1,883 1,536 1,247 26 Sulsel 30,098 28,367 12,178 11,123 10,028 9,201 8,451 7,484 27 Sultra 5,195 4,998 2,403 2,051 1,843 1,513 1,290 1,093 28 Gorontalo 3,550 3,368 2,026 1,558 1,210 851 696 577 29 Sulbar 5,232 4,867 2,460 1,816 1,659 1,500 1,357 1,307 30 Maluku 6,314 5,910 2,692 2,248 1,968 1,870 1,875 1,571 31 Mal. Ut 4,388 4,126 2,459 1,632 1,290 1,130 1,008 995 32 Papua 1,979 1,916 864 784 697 583 534 433 33 Papua Barat 1,619 1,549 765 616 559 466 391 371 1,462,002 1,408,837 579,736 527,029 475,565 446,140 434,595 407,774 50.9% 49.1% 20.2% 18.4% 16.6% 15.5% 15.1% 14.2% Jenjang Kelas 2,870,839 % Jumlah Jumlah Jenis Kelamin No Propinsi
Statistik Pendidikan – Direktorat Jenderal Pendidikan Islam30 1. 02.2.1. Jumlah Siswa MI Berdasarkan Jenjang Kelas dan Jenis Kelamin
Status Lembaga : Negeri Tahun Pelajaran 2007/2008
Lk Pr Kelas 1 Kelas 2 Kelas 3 Kelas 4 Kelas 5 Kelas 6 1 NAD 50,922 49,005 18,936 18,260 16,578 15,838 15,383 14,932 2 Sumut 13,729 13,195 5,572 5,198 4,415 4,134 3,986 3,619 3 Sumbar 5,077 4,640 1,949 1,786 1,637 1,588 1,516 1,241 4 Riau 1,361 1,280 628 500 405 392 397 319 5 Jambi 2,518 2,321 1,081 939 808 687 698 626 6 Sumsel 3,346 3,009 1,386 1,221 1,075 913 932 828 7 Bengkulu 3,114 2,799 1,148 1,122 980 937 891 835 8 Lampung 5,521 5,232 2,330 1,882 1,735 1,735 1,597 1,474 9 Kep. Babel 752 628 289 307 273 193 152 166 10 Kep. Riau 953 890 382 328 299 276 293 265 11 DKI Jaya 4,078 4,283 1,741 1,637 1,328 1,271 1,250 1,134 12 Jabar 9,842 9,527 3,765 3,395 3,134 3,063 3,110 2,902 13 Jateng 14,250 13,358 5,497 5,097 4,541 4,329 4,128 4,016 14 DIY 1,435 1,472 590 533 491 472 462 359 15 Jatim 14,544 14,654 5,817 5,193 4,563 4,635 4,567 4,423 16 Banten 3,431 3,374 1,425 1,250 1,197 1,050 891 992 17 Bali 1,600 1,950 706 696 584 555 501 508 18 NTB 2,990 2,753 1,002 1,077 1,087 913 869 795 19 NTT 1,715 1,557 752 611 538 516 456 399 20 Kalbar 3,539 3,519 1,411 1,403 1,192 1,117 1,030 905 21 Kalteng 3,958 3,800 1,647 1,537 1,360 1,124 1,068 1,022 22 Kalsel 11,534 10,746 4,602 4,064 3,624 3,513 3,219 3,258 23 Kaltim 1,760 1,682 666 709 627 530 462 448 24 Sulut 1,358 1,451 619 568 473 413 440 296 25 Sulteng 1,659 1,665 702 656 600 521 459 386 26 Sulsel 3,865 3,651 1,530 1,403 1,320 1,182 1,083 998 27 Sultra 1,625 1,650 705 647 572 524 427 400 28 Gorontalo 306 305 147 105 87 89 100 83 29 Sulbar 342 328 131 123 122 114 82 98 30 Maluku 1,212 1,026 508 418 350 352 367 243 31 Mal. Ut 1,847 1,738 734 670 617 542 503 519 32 Papua 212 186 87 83 74 60 50 44 33 Papua Barat 278 232 101 111 95 73 65 65 174,673 167,906 68,586 63,529 56,781 53,651 51,434 48,598 51.0% 49.0% 20.0% 18.5% 16.6% 15.7% 15.0% 14.2% Jenjang Kelas 342,579 % Jumlah Jumlah Jenis Kelamin No Propinsi
1. 02.2.2. Jumlah Siswa MI Berdasarkan Jenjang Kelas dan Jenis Kelamin Status Lembaga : Swasta
Tahun Pelajaran 2007/2008
Lk Pr Kelas 1 Kelas 2 Kelas 3 Kelas 4 Kelas 5 Kelas 6
1 NAD 6,578 6,322 2,750 2,677 2,212 1,943 1,812 1,506 2 Sumut 34,090 32,767 14,130 13,125 11,368 10,018 9,562 8,654 3 Sumbar 3,004 2,700 1,166 1,054 923 914 866 781 4 Riau 17,471 16,593 7,770 6,568 5,850 5,324 4,543 4,009 5 Jambi 2,747 2,513 1,464 1,099 927 665 596 509 6 Sumsel 28,125 26,782 12,012 10,675 9,342 8,269 7,733 6,876 7 Bengkulu 3,256 3,137 1,320 1,254 1,026 1,002 943 848 8 Lampung 39,359 38,074 16,543 14,459 12,956 12,301 11,367 9,807 9 Kep. Babel 1,398 1,259 610 535 428 407 360 317 10 Kep. Riau 2,695 2,524 1,177 1,019 858 861 695 609 11 DKI Jaya 41,076 39,327 15,417 14,180 13,298 12,869 12,709 11,930 12 Jabar 243,803 236,523 96,291 87,127 79,625 76,206 73,269 67,808 13 Jateng 246,137 230,716 90,268 84,989 77,528 74,232 75,299 74,537 14 DIY 4,959 4,395 1,838 1,665 1,476 1,436 1,513 1,426 15 Jatim 388,679 381,644 151,396 135,905 126,110 120,840 120,585 115,487 16 Banten 64,011 64,222 27,380 25,099 21,990 19,571 17,815 16,378 17 Bali 2,717 3,309 1,180 1,208 1,060 971 838 769 18 NTB 36,203 33,951 13,832 13,986 12,296 9,579 10,760 9,701 19 NTT 6,420 5,876 3,372 2,464 1,970 1,810 1,509 1,171 20 Kalbar 18,930 17,954 8,231 7,499 6,314 5,655 5,044 4,141 21 Kalteng 12,135 11,730 5,714 4,890 4,169 3,511 3,063 2,518 22 Kalsel 22,598 21,072 9,663 8,734 7,055 6,488 6,257 5,473 23 Kaltim 5,694 5,312 2,484 2,180 1,859 1,601 1,583 1,299 24 Sulut 1,591 1,439 616 591 529 476 438 380 25 Sulteng 4,965 4,805 2,622 2,250 1,598 1,362 1,077 861 26 Sulsel 26,233 24,716 10,648 9,720 8,708 8,019 7,368 6,486 27 Sultra 3,570 3,348 1,698 1,404 1,271 989 863 693 28 Gorontalo 3,244 3,063 1,879 1,453 1,123 762 596 494 29 Sulbar 4,890 4,539 2,329 1,693 1,537 1,386 1,275 1,209 30 Maluku 5,102 4,884 2,184 1,830 1,618 1,518 1,508 1,328 31 Mal. Ut 2,541 2,388 1,725 962 673 588 505 476 32 Papua 1,767 1,730 777 701 623 523 484 389 33 Papua Barat 1,341 1,317 664 505 464 393 326 306 1,287,329 1,240,931 511,150 463,500 418,784 392,489 383,161 359,176 50.9% 49.1% 20.2% 18.3% 16.6% 15.5% 15.2% 14.2% Jenjang Kelas 2,528,260 % Jumlah Jumlah Jenis Kelamin No Propinsi
Statistik Pendidikan – Direktorat Jenderal Pendidikan Islam32
1. 02.3. Jumlah Siswa MTs Berdasarkan Jenjang Kelas dan Jenis Kelamin
Status Lembaga : (Negeri + Swasta) Tahun Pelajaran 2007/2008
Lk Pr Kelas 7 Kelas 8 Kelas 9
1 NAD 32,431 34,575 24,466 22,380 20,160 2 Sumut 77,511 84,064 57,140 55,130 49,305 3 Sumbar 29,142 32,450 23,455 20,140 17,997 4 Riau 31,581 32,846 23,331 21,592 19,504 5 Jambi 17,738 18,628 13,308 12,165 10,893 6 Sumsel 24,587 25,661 18,238 17,339 14,671 7 Bengkulu 4,276 4,512 3,065 3,058 2,665 8 Lampung 40,068 41,593 30,682 27,096 23,883 9 Kep. Babel 2,610 2,988 2,059 1,872 1,667 10 Kep. Riau 2,925 2,874 2,089 1,948 1,762 11 DKI Jaya 23,100 25,044 17,540 16,222 14,382 12 Jabar 207,818 215,780 160,098 143,517 119,983 13 Jateng 184,697 189,675 135,012 126,356 113,004 14 DIY 10,044 9,313 7,306 6,223 5,828 15 Jatim 216,953 221,462 158,589 147,471 132,355 16 Banten 69,669 75,829 54,379 49,133 41,986 17 Bali 1,446 1,775 1,253 1,052 916 18 NTB 41,301 43,141 29,310 28,723 26,409 19 NTT 3,032 2,993 2,466 1,937 1,622 20 Kalbar 12,246 12,492 9,097 8,431 7,210 21 Kalteng 8,300 9,411 6,486 6,202 5,023 22 Kalsel 24,989 29,162 19,597 17,959 16,595 23 Kaltim 9,237 11,662 7,705 6,882 6,312 24 Sulut 2,735 2,750 2,108 1,906 1,471 25 Sulteng 11,192 11,225 8,209 7,433 6,775 26 Sulsel 30,248 29,766 22,037 20,156 17,821 27 Sultra 8,676 8,930 6,464 5,839 5,303 28 Gorontalo 3,313 3,428 2,870 2,161 1,710 29 Sulbar 4,161 3,717 2,996 2,653 2,229 30 Maluku 4,204 4,103 2,992 2,819 2,496 31 Mal. Ut 5,518 5,536 4,186 3,641 3,227 32 Papua 733 745 493 588 397 33 Papua Barat 1,238 1,337 1,005 860 710 1,147,719 1,199,467 860,031 790,884 696,271 Jenjang Kelas 2,347,186 Jumlah Jenis Kelamin No Propinsi
1. 02.3.1. Jumlah Siswa MTs Berdasarkan Jenjang Kelas dan Jenis Kelamin Status Lembaga : Negeri
Tahun Pelajaran 2007/2008
Lk Pr Kelas 7 Kelas 8 Kelas 9
1 NAD 17,953 21,423 13,985 13,080 12,311 2 Sumut 11,427 14,930 9,263 9,116 7,978 3 Sumbar 16,979 20,201 13,888 12,095 11,197 4 Riau 4,338 4,716 3,122 3,176 2,756 5 Jambi 6,545 6,849 4,808 4,554 4,032 6 Sumsel 5,694 6,162 4,398 4,047 3,411 7 Bengkulu 2,335 2,460 1,583 1,699 1,513 8 Lampung 5,738 5,946 4,473 3,727 3,484 9 Kep. Babel 793 832 623 512 490 10 Kep. Riau 823 866 578 568 543 11 DKI Jaya 8,121 9,898 6,711 6,309 4,999 12 Jabar 39,768 42,517 30,929 27,033 24,323 13 Jateng 36,341 37,274 26,020 24,571 23,024 14 DIY 6,481 6,038 4,560 4,161 3,798 15 Jatim 50,121 52,057 36,211 33,803 32,164 16 Banten 7,534 9,121 5,978 5,690 4,987 17 Bali 691 845 590 518 428 18 NTB 4,635 5,274 3,532 3,349 3,028 19 NTT 1,408 1,546 1,174 959 821 20 Kalbar 2,862 3,194 2,115 2,095 1,846 21 Kalteng 2,642 3,223 2,001 2,114 1,750 22 Kalsel 11,401 13,844 8,995 8,361 7,889 23 Kaltim 2,698 3,560 2,368 1,989 1,901 24 Sulut 1,035 1,097 822 754 556 25 Sulteng 2,273 2,407 1,739 1,634 1,307 26 Sulsel 6,494 6,820 4,937 4,518 3,859 27 Sultra 3,725 3,867 2,748 2,548 2,296 28 Gorontalo 983 1,060 782 661 600 29 Sulbar 448 404 355 283 214 30 Maluku 1,283 1,248 932 805 794 31 Mal. Ut 1,399 1,454 920 1,020 913 32 Papua 37 50 33 30 24 33 Papua Barat 914 998 685 660 567 265,919 292,181 201,858 186,439 169,803 Jenjang Kelas 558,100 Jumlah Jenis Kelamin No Propinsi
Statistik Pendidikan – Direktorat Jenderal Pendidikan Islam34 1. 02.3.2. Jumlah Siswa MTs Berdasarkan Jenjang Kelas dan Jenis Kelamin
Status Lembaga : Swasta Tahun Pelajaran 2007/2008
Lk Pr Kelas 7 Kelas 8 Kelas 9
1 NAD 14,478 13,152 10,481 9,300 7,849 2 Sumut 66,084 69,134 47,877 46,014 41,327 3 Sumbar 12,163 12,249 9,567 8,045 6,800 4 Riau 27,243 28,130 20,209 18,416 16,748 5 Jambi 11,193 11,779 8,500 7,611 6,861 6 Sumsel 18,893 19,499 13,840 13,292 11,260 7 Bengkulu 1,941 2,052 1,482 1,359 1,152 8 Lampung 34,330 35,647 26,209 23,369 20,399 9 Kep. Babel 1,817 2,156 1,436 1,360 1,177 10 Kep. Riau 2,102 2,008 1,511 1,380 1,219 11 DKI Jaya 14,979 15,146 10,829 9,913 9,383 12 Jabar 168,050 173,263 129,169 116,484 95,660 13 Jateng 148,356 152,401 108,992 101,785 89,980 14 DIY 3,563 3,275 2,746 2,062 2,030 15 Jatim 166,832 169,405 122,378 113,668 100,191 16 Banten 62,135 66,708 48,401 43,443 36,999 17 Bali 755 930 663 534 488 18 NTB 36,666 37,867 25,778 25,374 23,381 19 NTT 1,624 1,447 1,292 978 801 20 Kalbar 9,384 9,298 6,982 6,336 5,364 21 Kalteng 5,658 6,188 4,485 4,088 3,273 22 Kalsel 13,588 15,318 10,602 9,598 8,706 23 Kaltim 6,539 8,102 5,337 4,893 4,411 24 Sulut 1,700 1,653 1,286 1,152 915 25 Sulteng 8,919 8,818 6,470 5,799 5,468 26 Sulsel 23,754 22,946 17,100 15,638 13,962 27 Sultra 4,951 5,063 3,716 3,291 3,007 28 Gorontalo 2,330 2,368 2,088 1,500 1,110 29 Sulbar 3,713 3,313 2,641 2,370 2,015 30 Maluku 2,921 2,855 2,060 2,014 1,702 31 Mal. Ut 4,119 4,082 3,266 2,621 2,314 32 Papua 696 695 460 558 373 33 Papua Barat 324 339 320 200 143 881,800 907,286 658,173 604,445 526,468 Jenjang Kelas 1,789,086 Jumlah Jenis Kelamin No Propinsi
1. 02.4. Jumlah Siswa MA Berdasarkan Jenjang Kelas dan Jenis Kelamin Status Lembaga : (Negeri + Swasta)
Tahun Pelajaran 2007/2008
Lk Pr Kelas 10 Kelas 11 Kelas 12
1 NAD 17,729 22,243 14,907 12,908 12,157 2 Sumut 25,597 34,692 21,269 20,286 18,734 3 Sumbar 9,659 13,939 8,640 7,714 7,244 4 Riau 10,518 13,675 8,696 8,024 7,473 5 Jambi 8,131 9,644 6,113 5,656 6,006 6 Sumsel 10,833 13,131 8,824 8,016 7,124 7 Bengkulu 2,497 3,929 2,213 2,204 2,009 8 Lampung 13,277 15,567 11,317 9,224 8,303 9 Kep. Babel 1,054 1,462 936 892 688 10 Kep. Riau 992 1,213 876 688 641 11 DKI Jaya 5,828 7,759 4,947 4,446 4,194 12 Jabar 47,791 52,583 37,225 32,932 30,217 13 Jateng 48,488 64,045 41,028 36,940 34,565 14 DIY 3,730 6,082 3,126 2,881 3,805 15 Jatim 85,016 97,223 66,642 59,198 56,399 16 Banten 17,635 19,941 13,955 12,320 11,301 17 Bali 765 1,094 763 587 509 18 NTB 24,203 24,249 18,664 15,690 14,098 19 NTT 1,798 2,014 1,435 1,211 1,166 20 Kalbar 5,206 6,019 3,979 3,863 3,383 21 Kalteng 3,635 4,252 2,817 2,410 2,660 22 Kalsel 9,764 12,719 8,363 7,142 6,978 23 Kaltim 3,602 4,027 2,615 2,600 2,414 24 Sulut 890 1,088 808 563 607 25 Sulteng 4,850 5,042 3,852 3,195 2,845 26 Sulsel 14,291 14,713 10,457 9,137 9,410 27 Sultra 3,386 3,992 2,709 2,485 2,184 28 Gorontalo 1,603 2,236 1,560 1,374 905 29 Sulbar 2,061 1,945 1,430 1,221 1,355 30 Maluku 1,876 2,140 1,381 1,248 1,387 31 Mal. Ut 2,495 2,288 1,858 1,519 1,406 32 Papua 221 261 153 168 161 33 Papua Barat 482 443 370 314 241 389,903 465,650 313,928 279,056 262,569 45.6% 54.4% 36.7% 32.6% 30.7% Jenjang Kelas 855,553 % Jumlah Jumlah Jenis Kelamin No Propinsi
Statistik Pendidikan – Direktorat Jenderal Pendidikan Islam36
1. 02.4.1 Jumlah Siswa MA Berdasarkan Jenjang Kelas dan Jenis Kelamin
Status Lembaga : Negeri Tahun Pelajaran 2007/2008
Lk Pr Kelas 10 Kelas 11 Kelas 12
1 NAD 10,425 14,370 8,804 8,049 7,942 2 Sumut 6,630 10,853 6,084 5,865 5,534 3 Sumbar 5,715 8,925 5,458 4,740 4,442 4 Riau 2,238 3,377 1,875 1,857 1,883 5 Jambi 3,115 3,999 2,404 2,353 2,357 6 Sumsel 3,652 5,108 3,242 2,836 2,682 7 Bengkulu 1,710 2,973 1,605 1,619 1,459 8 Lampung 3,704 5,037 3,314 2,679 2,748 9 Kep. Babel 511 782 474 433 386 10 Kep. Riau 388 497 335 283 267 11 DKI Jaya 2,859 4,207 2,613 2,422 2,031 12 Jabar 16,497 20,525 13,319 12,064 11,639 13 Jateng 16,350 26,489 15,061 13,759 14,019 14 DIY 2,173 4,013 1,866 1,866 2,454 15 Jatim 21,618 32,339 19,273 17,513 17,171 16 Banten 3,155 4,578 2,751 2,501 2,481 17 Bali 482 701 467 367 349 18 NTB 3,586 4,498 2,700 2,806 2,578 19 NTT 1,006 1,157 722 704 737 20 Kalbar 1,705 2,262 1,378 1,249 1,340 21 Kalteng 1,470 1,821 1,212 1,084 995 22 Kalsel 4,671 6,955 4,250 3,753 3,623 23 Kaltim 1,687 2,094 1,348 1,324 1,109 24 Sulut 388 611 424 299 276 25 Sulteng 1,241 1,519 1,071 866 823 26 Sulsel 4,627 5,692 3,803 3,403 3,113 27 Sultra 1,398 1,790 1,165 1,056 967 28 Gorontalo 701 1,004 692 561 452 29 Sulbar 533 658 414 398 379 30 Maluku 813 998 641 603 567 31 Mal. Ut 825 809 582 554 498 32 Papua - - - - -33 Papua Barat 403 312 280 251 184 126,276 180,953 109,627 100,117 97,485 41.1% 58.9% 35.7% 32.6% 31.7% Jenjang Kelas 307,229 % Jumlah Jumlah Jenis Kelamin No Propinsi
1. 02.4.2. Jumlah Siswa MA Berdasarkan Jenjang Kelas dan Jenis Kelamin Status Lembaga : Swasta
Tahun Pelajaran 2007/2008
Lk Pr Kelas 10 Kelas 11 Kelas 12
1 NAD 7,304 7,873 6,103 4,859 4,215 2 Sumut 18,967 23,839 15,185 14,421 13,200 3 Sumbar 3,944 5,014 3,182 2,974 2,802 4 Riau 8,280 10,298 6,821 6,167 5,590 5 Jambi 5,016 5,645 3,709 3,303 3,649 6 Sumsel 7,181 8,023 5,582 5,180 4,442 7 Bengkulu 787 956 608 585 550 8 Lampung 9,573 10,530 8,003 6,545 5,555 9 Kep. Babel 543 680 462 459 302 10 Kep. Riau 604 716 541 405 374 11 DKI Jaya 2,969 3,552 2,334 2,024 2,163 12 Jabar 31,294 32,058 23,906 20,868 18,578 13 Jateng 32,138 37,556 25,967 23,181 20,546 14 DIY 1,557 2,069 1,260 1,015 1,351 15 Jatim 63,398 64,884 47,369 41,685 39,228 16 Banten 14,480 15,363 11,204 9,819 8,820 17 Bali 283 393 296 220 160 18 NTB 20,617 19,751 15,964 12,884 11,520 19 NTT 792 857 713 507 429 20 Kalbar 3,501 3,757 2,601 2,614 2,043 21 Kalteng 2,165 2,431 1,605 1,326 1,665 22 Kalsel 5,093 5,764 4,113 3,389 3,355 23 Kaltim 1,915 1,933 1,267 1,276 1,305 24 Sulut 502 477 384 264 331 25 Sulteng 3,609 3,523 2,781 2,329 2,022 26 Sulsel 9,664 9,021 6,654 5,734 6,297 27 Sultra 1,988 2,202 1,544 1,429 1,217 28 Gorontalo 902 1,232 868 813 453 29 Sulbar 1,528 1,287 1,016 823 976 30 Maluku 1,063 1,142 740 645 820 31 Mal. Ut 1,670 1,479 1,276 965 908 32 Papua 221 261 153 168 161 33 Papua Barat 79 131 90 63 57 263,627 284,697 204,301 178,939 165,084 48.1% 51.9% 37.3% 32.6% 30.1% Jenjang Kelas 548,324 % Jumlah Jumlah Jenis Kelamin No Propinsi
Statistik Pendidikan – Direktorat Jenderal Pendidikan Islam38
1. 03. Jumlah Rombel RA/BA/TA, MI, MTs dan MA
Tahun Pelajaran 2007/2008
Negeri Swasta Negeri Swasta Negeri Swasta
1 NAD 486 3,434 673 1,082 863 683 529 2 Sumut 1,781 958 2,894 646 3,808 469 1,379 3 Sumbar 824 428 327 1,034 942 451 414 4 Riau 355 109 2,086 266 1,964 167 734 5 Jambi 407 227 352 407 881 188 480 6 Sumsel 566 258 2,671 347 1,358 246 555 7 Bengkulu 137 238 444 159 172 128 80 8 Lampung 765 387 3,958 297 2,180 228 707 9 Kep. Babel 98 59 134 53 142 42 61 10 Kep. Riau 232 64 216 48 154 25 66 11 DKI Jaya 1,893 234 3,229 420 964 184 262 12 Jabar 6,153 665 19,934 2,053 9,625 988 2,306 13 Jateng 7,800 935 22,583 1,859 8,224 1,144 2,102 14 DIY 191 138 760 384 251 194 134 15 Jatim 11,585 1,127 40,270 2,592 10,736 1,442 4,411 16 Banten 1,784 206 5,401 432 3,428 220 987 17 Bali 147 120 259 47 60 43 28 18 NTB 411 163 3,531 233 2,361 200 1,272 19 NTT 168 129 673 100 133 71 72 20 Kalbar 181 212 1,791 180 685 117 272 21 Kalteng 276 260 1,236 162 399 93 151 22 Kalsel 609 1,017 2,464 756 1,023 360 424 23 Kaltim 189 111 578 163 484 110 175 24 Sulut 91 94 172 59 127 35 44 25 Sulteng 296 133 605 187 683 94 305 26 Sulsel 1,246 332 3,108 423 1,819 318 802 27 Sultra 228 119 387 217 420 93 196 28 Gorontalo 89 28 343 85 207 65 92 29 Sulbar 159 30 541 26 279 33 110 30 Maluku 6 135 446 77 196 54 67 31 Mal. Ut 31 135 282 87 289 52 120 32 Papua 128 13 139 5 56 - 31 33 Papua Barat 67 20 121 43 29 21 13 12,518 122,608 14,929 54,942 8,558 19,381 Jumlah 272,315 39,379 135,126 69,871 27,939 MI MTs MA No Propinsi RA/BA/TA
1. 04. Rasio Rombel-Siswa RA/BA/TA, MI, MTs dan MA Tahun Pelajaran 2007/2008
Negeri Swasta Negeri Swasta Negeri Swasta
1 NAD 24 29 19 36 32 36 29 2 Sumut 23 28 23 41 36 37 31 3 Sumbar 20 23 17 36 26 32 22 4 Riau 22 24 16 34 28 34 25 5 Jambi 19 21 15 33 26 38 22 6 Sumsel 21 25 21 34 28 36 27 7 Bengkulu 19 25 14 30 23 37 22 8 Lampung 20 28 20 39 32 38 28 9 Kep. Babel 24 23 20 31 28 31 20 10 Kep. Riau 20 29 24 35 27 35 20 11 DKI Jaya 17 36 25 43 31 38 25 12 Jabar 18 29 24 40 35 37 27 13 Jateng 21 30 21 40 37 37 33 14 DIY 19 21 12 33 27 32 27 15 Jatim 21 26 19 39 31 37 29 16 Banten 16 33 24 39 38 35 30 17 Bali 21 30 23 33 28 28 24 18 NTB 23 35 20 43 32 40 32 19 NTT 17 25 18 30 23 30 23 20 Kalbar 23 33 21 34 27 34 27 21 Kalteng 24 30 19 36 30 35 30 22 Kalsel 22 22 18 33 28 32 26 23 Kaltim 22 31 19 38 30 34 22 24 Sulut 24 30 18 36 26 29 22 25 Sulteng 20 25 16 25 26 29 23 26 Sulsel 18 23 16 31 26 32 23 27 Sultra 19 28 18 35 24 34 21 28 Gorontalo 19 22 18 24 23 26 23 29 Sulbar 21 22 17 33 25 36 26 30 Maluku 17 17 22 33 29 34 33 31 Mal. Ut 18 27 17 33 28 31 26 32 Papua 22 31 25 17 25 - 16 33 Papua Barat 24 26 22 44 23 34 16 27 21 37 33 36 28 31 MI MTs MA 21 34 No Propinsi RA/BA/TA Rasio Total 20