• Tidak ada hasil yang ditemukan

Salatiga, Januari 2021 Direktur Trukajaya

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Salatiga, Januari 2021 Direktur Trukajaya"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

SOP

BUDIDAYA

CABE

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas tersusunnya Buku Standar Operasional Prosedur (SOP) Budidaya Tanaman secara Organik. Buku ini mengulas cara berbudidaya yang benar, baik dan spesifik lokasi untuk beberaptanaa tanaman pangan, tanaman obat dan tanaman sayuran yang mencakup pemilihan/penetapan lokasi, pemilihan benih, penyemaian benih, penyiapan lahan, penanaman, pemupukan, pemeliharaan, pengendalian OPT, pemanenan, dan pascapanen dan pengemasan.

Peningkatan daya saing produk pertanian yang baik secara kualitas semakin meningkat , Terlebih di mas pendemi COVID 19 ini, permintaaan akan produk pertanian yang sumbernya bias dipercaya dan terjamin kualitasnya menjadi sebuah incaran. Faktor-faktor lain yang menyebabkan pentingnya peningkatan daya saing produk pertanian tersebut yaitu kepedulian konsumen terhadap keamanan pangan dan aspek lingkungan serta adanya persaingan yang semakin ketat antar negara produsen.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah perbaikan teknologi budidaya melalui penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP), budidaya yang berdasar atas norma budidaya yang baik (Good Agriculture Practices/GAP). Buku SOP Budidaya Tanaman spesifik komoditas dan lokasi yang telah disusun oleh Yayasan Trukajaya semoga dapat diterapkan di lapangan.

(3)

Penyusunan Buku SOP ini berdasarkan hasil informasi dari berbagai sumber yang sudah memiliki pengalaman dan beberapa informasi dari internet.. Diharapkan Buku SOP Budidaya Tanaman secara Organik ini dapat dijadikan acuan/pedoman bagi semua pihak di daerah lain dalam menyusun SOP budidaya sesuai kondisi masing-masing daerah.

Namun demikian, Buku SOP ini dapat terus dilakukan perbaikan-perbaikan sesuai dengan perkembangan dan tuntutan pasar. Akhirnya kami menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan aktif dalam penyusunan buku ini, terlebih bagi berbagi pihak yang telah memberikan informasi dengan sukarela .

Salatiga, Januari 2021 Direktur Trukajaya

(4)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI

1. ALUR BUDIDAYA TANAMAN CABE 2. PEMILIHAN LOKASI 3. PEMILIHAN BENIH 4. PERSEMAIAN 5. PENANAMAN 6. PEMUPUKAN 7. PEMELIHARAAN

8. PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT 9. PANEN

10. PASCA PANEN DAFTAR PUSTAKA

(5)

ALUR BUDIDAYA CABE 1. PEMILIHAN LOKASI 2. PEMILIHAN BENIH 3. PERSEMAIAN 4. PENANAMAN 5. PEMUPUKAN 6. PEMELIHARAAN

7. ENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT 8. PANEN

(6)

Standar Operasional

Prosedur Nomor : SOP………

Tanggal Dibuat ………….

”Pemilihan Lokasi” Revisi…………

Tanggal………

Disahkan ……… 1. Definisi dan Tujuan

Pemilihan lokasi adalah memilih dan menentukan lokasi tanam yang sesuai dengan persyaratan tumbuh jenis sayuran organik yang akan ditanam. Tujuannya untuk mendapatkan lokasi yang sesuai dengan persyaratan budidaya sayuran organik.

2. Informas Pokok

2.1. Cabai dibedakan menjadi 2 jenis menurut tipe pertumbuhannya, yaitu determinate (tipe tanaman rendah) dan indeterminate (tipe tanaman tinggi)

2.2. Pada umumnya cabai dapat di tanam di dataran rendah (50 mdpl) sampai dataran tinggi (± 1.200 mdpl) tergantung tipe varietas cabainya

2.4. Cabai memerlukan sinar matahari penuh dengan lama penyinaran 12 - 14 jam/hari

2.5. Tanaman memerlukan suhu optimal antara 20°C - 27°C. 2.6. Kelembaban udara yang ideal bagi tanaman cabai 60 - 70% 2.7. Jenis tanah yang cocok untuk budidaya cabai harus subur,

(7)

2.8. PH optimum yang ideal 5,5, - 6,8. PH dibawah 5,5, atau diatas 6,8 akan memberikan hasil produksi yang rendah

2.9. Pada lahan terbuka curah hujan yang ideal adalah 750 - 1.250 mm/tahun

3. Prosedur Kerja

3.1. Mencari Informasi lahan

a. Mencari informasi riwayat pemakaian lahan sebelumnya (jenis tanaman dan pola budidayanya)

b. Mencari informasi kondisi lahan saat ini (system pengairan, naungan, kondisi tanah)

3.2. Mencari data pendukung a. Mencari data iklim. b. Mencari data ketinggian

3.3. Mencari data sumber air

Mencari informasi dari mana sumber air pengairan lahan didapatkan dan mengalir ke mana lagi.

(8)

Standar Operasional

Prosedur Nomor : SOP………

Tanggal Dibuat …………...

”Penyemaian benih” Revisi…………

Tanggal………

Disahkan ……… 1. Definisi dan tujuan

Penyemaian benih merupakan proses penyiapan bibit tanaman baru sebelum di tanam pada lahan sesungguhnya. tujuan dari penyemaian benih agar tanaman lebih siap/tahan terhadap faktor luar yang dapat menghambat proses pertumbuhan benih menjadi bibit tanaman 2. Informasi Pokok

2.1. Benih adalah biji yang tidak melalui proses germinasi (perkecambahan). Jadi benar-benar masih berbentuk biji tanaman/tumbuhan.

2.2. Sehari sebelum menebar benih, masukkan media tanam ke wadah semai (tray/pot/polibag). Kemudian basahi terlebih dulu media tanam, dan upayakan media tanam dalam kondisi gembur (tidak padat).

2.3. Persemaian cabai membutuhkan tempat yang terang dan usahakan wadah semai terhindar dari gangguan seperti binatang dan anak-anak

2.4. Penyiraman pada persemaian perlu diperhatikan. Bibit harus mendapatkan air yang cukup untuk pertumbuhannya

(9)

3. Prosdur Kerja

3.1. Pemilihan Wadah Semai.

Wadah semai yang biasa digunakan adalah nampan, tray, polibag, pot, kaleng bekas dan sebagainya. Yang perlu diperhatikan dalam pemilihan wadah adalah bagian dasar wadah semai harus diberi lubang secukupnya untuk kelancaran sirkulasi air (agar kelebihan airnya keluar dari wadah tersebut, sehingga media semainya tidak becek atau kelebihan air). Bisa juga bagian samping dari wadah tersebut diberi lubang untuk lebih memperlancar sirkulasi air.

3.2. Media Semai.

Media semai dapat berupa campuran tanah, pasir atau sekam bakar, dan kompos atau pupuk kandang dengan perbandingan 1-2 : 1 : 1. Yang terpenting, pada saat benih atau bibit dimasukkan ke media semai, media semainya harus "gembur (tidak padat dan keras)", sehingga akar bibit/benih yang akan tumbuh nantinya leluasa menembus media semai tersebut

3.3. Menyemai benih

a. masukkan benih dengan kedalaman 0,2 - 4,5 cm (tergantung ukuran benihnya, untuk melihat kedalaman dari masing2 benih,

b. Cara memasukkannya dengan membuat lubang kecil terlebih dulu sedalam 0,2 - 0,5 cm ditambah ketebalan benih.

(10)

c. Selanjutnya benih diletakkan di dalam lubang tersebut, kemudian tutupi dengan media semai/tanam (tanah) di sekitar benih tersebut.

3.4. Setelah itu siram dengan semprotan air yang halus (sprayer) 3.5. Tutup wadah semai menggunakan plastik bening yang diberi

beberapa lubang kecil, sehingga kelembaban media semai/tanam lebih terjaga. Jika media semainya (tanahnya) kering dan akan disiram, buka terlebih dulu plastiknya baru disiram dan tutup kembali.

Ketika nanti sudah muncul tunas atau berkecambah, maka buka tutup plastik tersebut dan jangan ditutupi lagi dengan plastik. 3.6. Benih yang telah disemai menjadi bibit dipelihara dengan

(11)

Standar Operasional

Prosedur Nomor : SOP…….

Tanggal Dibuat ………….

“Pindah Tanam” Revisi…………

Tanggal………

Disahkan ……….

1. Definisi dan Tujuan

Pemindahan tanaman adalah memindahkan bibit tanaman yang sudah siap ke lahan atau media tanam yang lain yang telah disiapkan. Tujuan pemindahan bibit agar tanaman dapat tumbuh dengan maksimal dan memperoleh kebutuhan unsure hara yang cukup untuk pertumbuhan maksimal

2. Informasi pokok

2.1. Bibit yang dipindah tanamkan adalah bibit yang berumur ± 30 -45 hari di persemaian

2.2. Bibit yang dipilih sebaiknya memiliki penampilan yang baik dan sehat

2.3. Waktu pemindahan bibit sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari untuk mencegah kelayuan tanaman

2.4. Pemindahan bibit sebaiknya dilakukan secara hati-hati agar akar tanaman tidak banyak yang rusak/patah, sehingga tidak menghambat pertumbuhan tanaman

(12)

3. Prosedur kerja

3.1. Siapkan bibit yang sudah berumur ± 30 - 45 hari

3.2. masukkan bibit pada lubang tanam yang telah disediakan. Jika penyemaian menggunakan polybag maka, plastic polybag harus disobek kemudian masukkan semua mediatanam tanpa mencabut akar tanaman

3.3. Tutup dan ratakan dengan tanah sekitar

3.4. untuk bibit yang ditanam dalam persemaian bedeng, ambil bibit dengan hati-hati jangan sampai akar tanaman patah, pindahkan dan masukkan bibit dalam lubang tanam yang telah disediakan, tutup dengan tanah sekitar.

3.5. Ratakan tanah yang telah ditanami bibit kemudian siram dengan air untuk menjaga kelembaban

(13)

Standar Operasional

Prosedur Nomor : SOP…….

Tanggal Dibuat ………….

“Pengolahan lahan ” Revisi………

Tanggal…………

Disahkan ……… 1. Definisi dan Tujuan

Pengolahan lahan adalah kegiatan pengolahan tanah agar struktur tanah menjadi baik sehingga tanah menjadi gembur, aerasi dan drainase lebih baik, serta membentuk bedengan sebagai tempat tumbuhnya tanaman sayuran organik, sehingga kondisi lahan dapat ditanami sesuai persyaratan tumbuh tanaman.

2. Informasi Pokok

2.1. Lahan/media tanam untuk budidaya tanaman sayuran harus memiliki kesuburan yang cukup baik. Kesuburan tanah/media tanam yang rendah tidak boleh diatasi dengan penggunaan pupuk kimia sintetis.

2.2. Peningkatan kesuburan tanah dilakukan melalui diversifikasi (keanekaragaman) tanaman, rotasi dengan tanaman kacang-kacangan dengan pemberian pupuk hijau, pupuk kandang dan cara lain yang diperbolehkan.

2.3. Persiapan lahan dilakukan tanpa praktek pembakaran vegetasi. 2.4. Pengolahan lahan tidak terlalu intensive (minimum tillage).

(14)

2.5. Penyiapan lahan dilakukan tanpa menimbulkan erosi permukaan tanah, kelongsoran tanah dan atau kerusakan sumberdaya lahan.

3. Prosedur pelaksanaan :

3.1. Lahan dibersihkan dari tanaman-tanaman yang ada, sisa-sisa perakaran, tunggul, batu-batu dan sampah.

3.2. Tanah digemburkan dengan cangkul/hand traktor sampai kedalaman 20-30 cm.

3.3. Lahan dibiarkan/dikering-anginkan selama 7 - 10 hari. Lahan dibentuk sedemikian rupa agar menjadi datar.

3.4. Dibuat bedengan dengan lebar 100-120cm. Jarak antar

bedengan 30-40 cm. Panjang bedengan sesuai kebutuhan dan tinggi bedengan 20 - 30 cm.

3.5. Tinggi dan lebar bedengan disesuaikan dengan keadaan musim saat penanaman. Jika penanaman dilakukan pada musim penghujan bedengan bisa dibuat lebih tinggi yaitu 40 - 50 cm. Jika musim kemarau tinggi bedengan 20 - 30 cm. 3.6. Pada musim hujan tinggi bedengan 50 cm agar perakaran

tanaman tidak terendam air sewaktu hujan deras. Beri pupuk organik sesuai kebutuhan dan tutup dengan tanah.

3.7. Buat lubang tanam 10-15 cm dan jarak tanam 50x60dan bila musim penghujan 60x80

(15)

3.8. Pada saat pengolahan tanah, jika dirasa PH tanah kurang perlu dilakukan penambahan dolomite untuk meningkatkan PH tanah.

3.9. Berikan pupuk dasar (pupuk fermentas ,komposi atau pupuk kandang) pada saat pengolahan lahan sebanyak 15 - 20 ton/ha

(16)

Standar Operasional Prosedur Nomor : SOP……. Tanggal Dibuat …………. “Pemupukan ” Revisi…………. Tanggal……… Disahkan ……… 1. Definisi dan Tujuan.

Pemupukan adalah memberikan unsur tambahan kedalam tanah/media tanam agar tanaman dapat memenuhi kebutuhan unsur hara yang diperlukan dan pertumbuhan tanaman dapat maksimal

2. Informasi Pokok

2.1. Pemupukan dasar dilakukan pada saat pengolahan tanah awal. Pupuk kompos dapat diberikan sebanyak 15 - 20 ton/ha

2.2. Pemberian pupuk kandang yang belum masak dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman, bahkan dapat mematikan tanaman karena akar tanaman tidak kuat menahan panas. Pada tahap ini, tanah yang telah ditaburi pupuk kandang dicangkul kembali tipis-tipis dan diratakan

3. Prosedur kerja

3.1. Setelah tanaman hidup sekitar 1 minggu setelah ditanam, harus segera diberi pupuk buatan atau MOL/POC

(17)

3.3. Bila pada umur 4 minggu tanaman masih kelihatan belum subur dapat dipupuk kombali dengan pupuk buatan atau MOL/POC lagi

(18)

Standar Operasional Prosedur Nomor : SOP……. Tanggal Dibuat …………. “Pemeliharaan : Penjarangan dan Penyulaman Revisi……... Tanggal…... Disahkan ……… 1. Definisi dan Tujuan.

Penyulaman adalah mengganti tanaman yang mati, rusak atau yang pertumbuhannya tidak normal, misalnya tumbuh kerdil atau rusak 2. Informasi Pokok :

2.1. Penyulaman sebaiknya dilakukan seminggu setelah tanam. Namun jika satu minggu sudah terlihat adanya tanaman yang mati, layu, rusak atau pertumbuhannya tidak normal, penyulaman sebaiknya segera dilakukan. Hal lain yang juga harus diperhatikan dalam penyulaman adalah bibit yang digunakan.

2.2. Bibit yang digunakan untuk menyulam diambil dari bibit cadangan yang telah dipersiapkan sebelumnya bersamaan dengan bibit lain yang bukan bibit cadangan.

3. Prosedur kerja

3.1. Cara penyulamannya adalah apabila tanaman yang telah mati, rusak, layu, atau pertumbuhannya tidak normal dicabut,

(19)

terdahulu, dibersihkan bila dipandang perlu. Setelah itu, bibit yang baru ditanam pada tempat tanaman terdahulu dengan cara penanaman seperti menanam sebelumnya.

(20)

Standar Operasional Prosedur Nomor : SOP……. Tanggal Dibuat …………. “Pemeliharaan : Penyiangan Revisi……… Tanggal…… Disahkan ……… 1. Definisi dan Tujuan

Penyiangan adalah pembersihan gulma atau tanaman pengganggu yang tumbuh di areal penanaman cabai harus disiangi agar tidak menjadi pesaing dalam mengisap unsur hara.

2. Informasi Pokok

2.1. Gulma yang terlalu banyak akan mengurangi unsur hara sehingga tanaman cabai menjadi kerdil. Gulma juga dapat menjadi sarang hama dan penyakit yang akan menyerang tanaman cabai. Pemberian mulsa plastik atau daun-daunan akan mengurangi gulma.

3. Prosedur Kerja

3.1. Waktu penyiangan dapat dilakukan 3-4 kali tergantung kondisi kebun.

(21)

Standar Operasional Prosedur Nomor : SOP……. Tanggal Dibuat …………. “Pemeliharaan : Pembubunan Revisi……… Tanggal…… Disahkan ……… 1. Definisi dan Tujuan

Pembubunan adalah memperbaiki peredaran udara dalam tanah dan mengurangi gas-gas atau zat-zat beracun yang ada di dalam tanah sehingga perakaran tanaman akan menjadi lebih sehat dan tanaman akan menjadi cepat besar.

2. Informasi Pokok

2.1. Tanah yang padat harus segera digemburkan. 3. Prosedur Kerja

Pembubunan dilakukan dengan hati-hati dan tidak terlalu dalam agar tidak merusak perakaran tanaman. Luka pada akar akan menjadi tempat penyakit yang berbahaya.

(22)

Standar Operasional Prosedur Nomor : SOP……. Tanggal Dibuat …………. “Pemeliharaan : Perempelan Revisi………… Tanggal……… Disahkan ……… 1. Definisi dan tujuan;

Perampelan adalah memangkasan atau menghilangkan bagian tanaman yang tidak menguntungkan. Tujuannya adalah memaksimalkan pertumbuhan tanaman

2. Informasi pokok dan Prosedur kerja

2.1. Tunas yang tumbuh di ketiak daun harus segera dirempel/dipangkas agar tidak menjadi cabang.

2.2. Perempalan paling lambat dilakukan 1 minggu sekali. 3. Prosedur Kerja

3.1. Pada tanaman cabai yang tingginya terbatas, perempalannya harus dilakukan dengan hati-hati agar tunas terakhir tidak ikut dirempel supaya tanaman tidak terlalu pendek.

3.2. Perempelan yang baik dilakukan pada pagi hari agar luka bekas rempalan cepat kering dengan cara: ujung tunas dipegang dengan tangan yang bersih, lalu digerakkan ke kanan kiri sampai tunas tersebut lepas. Apabila terlambat merempel, tunas akan cabang yang besar dan sukar putus.

(23)

3.3. Tunas yang terlanjur menjadi cabang besar harus dipotong dengan pisau atau gunting tajam yang bersih.

(24)

Standar Operasional Prosedur Nomor : SOP……. Tanggal Dibuat …………. “ Pemeliharaan : Pemupukan ” Revisi……… Tanggal…… Disahkan ……… 1. Definisi dan Tujuan

Pemupukan adalah penambahan nutrisi pada tanah. Pemupukan bertujuan merangsang pertumbuhan tanaman.

2. Informasi Pokok dan Prosedur Kerja

2.1. Setelah tanaman hidup sekitar 1 minggu setelah ditanam, harus segera diberi pupuk buatan /MOL. Pemupukan dilakukan di sekeliling tanaman pada jarak ± 3 cm dari batang

2.2. Pemupukan kedua dilakukan ketika tanaman berumur 2-3 dengan cara disiram mengunakan pupuk buatan atau MOL. 2.3. Bila pada umur 4 minggu tanaman masih kelihatan belum

(25)

Standar Operasional Prosedur Nomor : SOP……. Tanggal Dibuat …………. “ Pemeliharaan : Penyiraman ” Revisi……… Tanggal…… Disahkan ……… 1. Definisi dan Tujuan

Penyiraman atau pengairan adalah menambahkan air pada tanaman Tujuan agar tanaman tidak kekurangan air sehingga pertumbuhan menjadi maksimal

2. Informasi Pokok

2.1. Kebutuhan air pada budidaya tanaman cabait tidak terlalu banyak, namun tidak boleh kekurangan air. Pemberian air yang berlebihan pada areal tanaman cabai dapat menyebabkan tanaman cabai , tidak mampu menyerap unsur-unsur hara dan mudah terserang penyakit.

2.2 Kelembaban tanah yang tinggi dapat mendorong pertumbuhan dan perkembangan patogen sehingga tanaman cabai dapat mati keracunan karena kandungan oksigen dalam tanah berkurang. Pori-pori yang terisi oleh air mendesak oksigen keluar dari dalam tanah sehingga tanah menjadi anaerob yang menyebabkan proses oksidasi berubah menjadi proses reduksi. Keadaan tanah yang demikian menyebabkan kerontokan

(26)

2.3 Kekurangan air buat tanaman cabai juga dapat mengganggu pertumbuhan tanaman , saat berbung, bahkan berbuah. Pembentukan bunga akan rontok bahkan hanya sedikit. Buah akan kecil- kecil sehinga produksi berkurang

3. Prosedur Keraja

Jika musim kemarau, penyiraman dapat dilakukan tiap hari agar tanaman tidak layu. Jika musim penghujan penyiraman dilakukan sesuai kebutuhan, agar lahan tidak tergenang air.

(27)

Standar Operasional

Prosedur Nomor : SOP…….

Tanggal Dibuat ………….

”Pemasangan ajir” Revisi…………

Tanggal………

Disahkan ……… 1. Definisi dan Tujuan

Pemasangan ajir dimaksudkan untuk mencegah tanaman cabe roboh sehingga pertumbuhan tanaman tidak terganggu.

2. Informasi Pokok

2.1. Ajir (lanjaran) terbuat dari bambu, kayu atau batang alumunium, dengan panjang antara 100-175 cm, tergantung dari varietasnya

2.2. Pemasangan ajir dilakukan sedini mungkin, ketika tanaman masih kecil akar masih pendek, sehingga tidak putus tertusuk ajir. Akar yang luka akan memudahkan tanaman terserang penyakit yang masuk lewat luka.

2.3. Jarak ajir dengan batang cabai ± 10-20 cm. 3. Prosedur Kerja

3.1. Cara memasang ajir ajir, dipasang tegak lurus dan usahakan dekat tanaman sehinga nati tidak mudah roboh

(28)

3.3. Pengikatan dilakukan dengan model angka 8 sehingga tidak terjadi gesekan antara batang cabai dengan ajir yang dapat menimbulkan luka.

(29)

Standar Operasional

Prosedur Nomor : SOP…………

Tanggal Dibuat ………….

”Pengndalian hama dan penyakit (OPT) ,,

Revisi………… Tanggal………

Disahkan ……… 1. Definisi dan Tujuan

Pengendalian hama dan penyakit adalah melakukan pencegahan dan tindakan supaya hama atau penyalit tidak menyerang tanaman sehingga tanaman dapat tumbuh dengan normal dan memberikan hasilk yang baik, baik secara kualitas maupun kwantitas. Selain itu juga untuk menjaga kesehatan tanaman, melestarikan lingkungan dan keamanan produk

2. Informasi Pokok dan Prosedur Kerja

2.1. Pengendalian penyakit trip dengan mengunakan pestisida organik , megunakan rendaman bawang putih. Bawang diblender dicampur air dan didiamkan semalam kemudian dipakai untuk menyemprot tanaman

2.2. Mengendalikan busuk buah tanaman cabai mengunakan perangkap metal eugenol yang dipasang untuk menarik lalat buah karena baunya sangat disukai lalat ,dengan cara dituangkan dikapas dan dimasukan kebotol plastik botol di kasih lobang dan di dalam botol dikasih air sehinga

(30)

2.3. Mengendalikan hama ulat tanah yang memakan tanamman cabai dengan mengunakan rendaman tembakau atau umbi gadung ,sehingga ulat tidak memakan tanaman .

2.4. Pengendalian hama sistim hayati : pengendalian hama penyakit mengunakan musuh alamai yang memakan hama sehinga berpotensi menghilangkan hama seperti hama trip dengan musuh alami seperti kumbang coccinellidae, dan larva cresysopidae

2.5. Pengendalian dengan sistim mekanais : Pengrndalian hama dengan sistim penataan draenase dan pengaturan jarak tanam yg tepat dan tidak terlalu rapat dimusim penghujan den mengusahakan air tidak mengenang

2.6. Pengendalian karena Virus, tanaman menjadi kerdil. Tanaman kerdil karena tanaman tidak tumbuh normal disebabkan serangan virus. Penanganan dengan cara diambail dan dibuang sejauh mungkin dari area penanaman tanaman cabai

2.7. Mengendalikan dengan sistim pemilihan bibit yang baik yg memiliki sifat tahan penyakit

(31)

Standar Operasional Prosedur Nomor : SOP………… Tanggal Dibuat …………. ”Pemanenan” Revisi……… Tanggal…… Disahkan ……… 1. Definisi dan Tujuan

Pemanenan adalah memetik buah yang sesuwai kematangan dan mendapatkan hasil panen berkwalitas dan sesuwai setandar permintaan pasar yang merupakan akhir kegiatan dari budidaya tanaman

2. Informasi Pokok dan Prosedur Kerja

2.1. Panen cabe tidak hanya dilakukan satu kali. Panen bisa dilakukan beberapa kali sesuai tingkat kematangan buah dan permintaan pasar. Panen cabe bisa dilakukan sampai 15b kali panen.

2.2. Panen dilakukan dengan cara memotong buah bersama tangkai buahnya mengunakan tangan/petik lang sung atau mengunakan gunting .

Didukung dari;

Referensi

Dokumen terkait

Desain; merupakan tahap perancanaan pengembangan modul audio visual dengan teknik lagu pada materi sistem periodik unsur berupa modul pembelajaran yang terdiri dari

Bagi siapa saja yang mengikuti petunjuk Allâh Azza wa Jalla, mereka akan mendapatkan ketenangan. Sebaliknya, siapa saja—baik dari kalangan manusia maupun jin—yang ingkar dan

Nilai kepadatan stok famili ikan yang bernilai ekonomis pada tiap lokasi di perairan Tambelan, November 2010 (dalam ton/km 2 ).. Kon- disi ini menjadi gambaran bahwa stasiun lima

Untuk mengevaluasi dan mengetahui sejauh mana perusahaan tetap menggunakan metode perhitungan penyusutan aktiva tetap menurut akuntansi keuangan SAK atau akan menerapkan

Sikap memposisikan diri sebagai lawan maupun kawan dalam mendukung sebuah klub sepakbola di jejaring sosial facebook juga berkaitan dengan kepemilikan kekuasaan di

Adapun beberapa penyebab stres kerja yang terdapat pada pekerja adalah beban kerja yang berlebihan atau terlalu sedikit, demikian juga pada pekerja electrical field

Pidato Sambutan Yaitu, pidato yang disampaikan pada suatu acara kegiatan atau peristiwa tertentu yang dapat dilakukan oleh beberapa orang dengan waktu yang terbatas

Mengkomunikasikan Menyampaikan hasil tentang perangkat lunak pengolah kata "ugas - Mengedit !ile mentah sesuai dengan !ormat editing yang telah ditentukan dalam soal praktik