1
BULLETIN STATISTIK ANTI PENCUCIAN UANG & PENDANAAN TERORISME
(DESEMBER 2013)
Halaman Ringkasan Eksekutif 1 Ringkasan Statistik 2 Laporan Transaksi 3 A. Laporan Transaksi Keuangan Mencuri- gakan (LTKM) 3 B. Laporan Transaksi Keuangan Tunai (LTKT) 12 C. Laporan Pembawaan Uang Tunai (LPUT) 14 D. Laporan dari Penyedia
Barang dan Jasa 16
Analisis 18
A. Hasil Analisis (HA) dan Pemeriksaan 18 B. Hasil Pemeriksaan dan
Rekomendasi 23
C. Karakteristik
Terlapor HA 26
D. Tindak Lanjut terhadap Hasil Analisis 29 E. Pendanaan Terorisme 30 Lain-lain 33 A. Putusan Pengadilan Terkait TPPU 33 B. Keterangan Ahli 36 C. Pertukaran Informasi 38 D. Permintaan Informasi Kepada PJK/PBJ Terkait Hasil Analisis 40 E. Audit 42 F. Nota Kesepahaman (MoU) 44 Volume 46/Thn IV/2013 Desember 2013 Volume 36/Thn IV/2013 Februari 2013 Volume 36/Thn IV/2013 Februari 2013 Volume 36/Thn IV/2013 Februari 2013 Volume 36/Thn IV/2013 Februari 2013 Volume 36/Thn IV/2013 Februari 2013 Volume 36/Thn IV/2013 Februari 2013 Volume 36/Thn IV/2013 Februari 2013 D A F T A R I S I : D A F T A R I S I : D A F T A R I S I : D A F T A R I S I : D A F T A R I S I : D A F T A R I S I : D A F T A R I S I : D A F T A R I S I :
R i n g k a s a n E k s e k u t i f
Bulletin Statistik disusun sebagai salah satu upaya PPATK untuk menyampaikan hasil pelaksanaan tugas dan fungsinya dalam rangka mencegah dan memberantas Tindak Pidana Pencucian Uang di Indonesia sebagaimana tercantum dalam Undang-undang Nomor 8
tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (selanjutnya disebut UU TPPU) yang mulai
berlaku pada tanggal 22 Oktober 2010. Dalam bulletin ini, statistik yang dihimpun mencakup:
1. Perkembangan aktivitas pelaporan oleh Pihak Pelapor (Penyedia Jasa Keuangan/PJK, Penyedia Barang dan/atau Jasa Lain/PBJ), serta Ditjen Bea Cukai;
2. Penyampaian hasil analisis dan hasil pemeriksaan kepada Apgakum dan/atau penyidik, serta
3. Informasi lainnya yang terkait dengan pelaksanaan tugas PPATK. Hingga akhir Desember 2013, perkembangan jumlah pelaporan ke PPATK semakin meningkat. Peningkatan penerimaan pelaporan terutama terkait LTKM dan LPUT yang selama tahun 2013 bila dibandingkan dengan tahun 2012 mengalami peningkatan masing-masing sebesar 23,8 persen dan 70,7 persen. Dengan adanya peningkatan ini, jumlah keseluruhan laporan yang telah diterima PPATK sejak Januari 2003 telah mencapai 13.979.815 laporan. Bila diamati perkembangan bulanannya (month-to-month, disingkat m-to-m), penerimaan laporan Desember 2013 bila dibandingkan penerimaan pada bulan sebelumnya cenderung menurun, terutama jumlah LTPBJ yang mengalami penurunan sebanyak 85,8 persen. Terkait fungsi analisis, selama Desember 2013 PPATK telah menyampaikan Hasil Analisis (selanjutnya disebut HA) kepada penyidik sebanyak 35 HA, dengan 28 HA diantaranya merupakan HA inquiry (permintaan dari penyidik), dan selebihnya sebanyak 7 HA merupakan HA Proaktif (inisiatif dari PPATK). Bila diakumulasikan sejak Januari 2013, jumlah HA selama tahun 2013 telah sebanyak 301 HA, dengan 168 HA (55,8 persen) terkait tindak pidana korupsi. Bila dibandingkan tahun lalu, jumlah HA terindikasi korupsi ini meningkat sebanyak 6,3 persen.
Sesuai amanat UU TPPU, selain melakukan fungsi analisis, PPATK juga memiliki fungsi pemeriksaan. Selama tahun 2013, sebanyak 26 Hasil Pemeriksaan (selanjutnya disebut HP) telah disampaikan ke penyidik, dengan 5 HP diantaranya disampaikan ke Penyidik Kepolisian saja, 9 HP ke Penyidik Kejaksaan saja, 11 HP ke Penyidik Kepolisian dan Kejaksaan, dan 1 HP ke Penyidik KPK.
Sementara itu, terkait dengan putusan pengadilan, berdasarkan data terkini, telah terdapat 12 putusan pengadilan terkait TPPU selama tahun 2013. Bila diakumulasikan sejak Januari 2005, jumlah putusan pengadilan terkait TPPU tercatat sudah sebanyak 105 kasus dengan hukuman maksimal 17 tahun dan denda maksimal Rp15 Miliar. Semoga buku ini dapat bermanfaat.
Jakarta, Januari 2014 MUHAMMAD YUSUF Kepala PPATK
B u l l e t i n S t a t i s t i k
B u l e t i n S t a t i s t i k
B u l e t i n S t a t i s t i k
B u l e t i n S t a t i s t i k
B u l e t i n S t a t i s t i k
B u l e t i n S t a t i s t i k
B u l e t i n S t a t i s t i k
B u l e t i n S t a t i s t i k
ANTI PENCUCIAN UANG DAN PENDANAAN TERORISME
PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN
PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN
PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN
PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN
PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN
PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN
R I N G K A S A N
S T A T I S T I K
L A P O R A N
T R A N S A K S I
Periode Januari 2003 s.d. Desember 2013:
Jumlah Laporan yang diterima PPATK s.d. Desember 2013 sebanyak 13.979.815 Laporan.
A. LTKM = 153.573 Laporan, bertambah 33,3 persen dibanding posisi Desember 2012.
B. LTKT = 13.781.899 Laporan.
C. LTPBJ = 31.911 Laporan.
D. LPUT = 12.432 Laporan yang diperoleh melalui 13 lokasi pelaporan.
Tahun 2013:
Jumlah Laporan yang diterima PPATK selama Januari s.d. Desember 2013 sebanyak 1.605.426 Laporan.
A. LTKM = 38.406 Laporan, naik 23,8 persen (c-to-c).
B. LTKT = 1.534.758 Laporan.
C. LTPBJ = 28.801 Laporan.
D. LPUT = 3.461 Laporan, naik 70,7 persen (c-to-c).
Desember 2013:
Jumlah Laporan yang diterima PPATK selama Desember 2013 sebanyak 166.483 Laporan,
menurun 7,6 persen dibandingkan jumlah November 2013 (m-to-m).
A. LTKM = 2.933 Laporan, turun 12,8 persen (m-to-m), namun naik 0,8 persen (y-on-y).
B. LTKT = 161.065 Laporan, turun 1,9 persen (m-to-m).
C. LTPBJ = 1.466 Laporan, turun 85,8 persen (m-to-m).
D. LPUT = 1.019 Laporan, naik 409,5 persen (m-to-m), dan naik 778,4 persen (y-on-y).
H A S I L A N A L I S I S D A N H A S I L
P E M E R I K S A A N
Periode Januari 2003 s.d. Desember 2013:
Hasil Analisis (tidak termasuk Hasil Pemeriksaan) yang disampaikan ke Penyidik
Januari 2003 s.d. Desember 2013 sebanyak 2.451 HA yang terkait dengan 5.806 LTKM. A. HA - Proaktif = 1.636 HA yang terkait dengan 4.200 LTKM.
- Inquiry = 815 HA yang terkait dengan 1.606 LTKM.
B. Informasi Hasil Analisis (IHA) = 725 IHA.
C. HA terkait Pendanaan Terorisme = 56 HA yang terkait dengan 204 LTKM. D. Hasil Pemeriksaan (HP) yang disampaikan ke Penyidik = 26 Laporan.
Tahun 2013:
HA yang disampaikan ke Penyidik selama Tahun 2013 sebanyak 301 HA yang terkait dengan 1.185 LTKM.
A. HA - Proaktif = 70 HA yang terkait dengan 163 LTKM.
- Inquiry = 231 HA yang terkait dengan 1.022 LTKM.
B. Informasi Hasil Analisis (IHA) = 72 IHA.
C. HA terkait Pendanaan Terorisme = 5 HA yang terkait dengan 13 LTKM. D. Hasil Pemeriksaan (HP) yang disampaikan ke penyidik = 8 Laporan.
3
BULLETIN STATISTIK ANTI PENCUCIAN UANG & PENDANAAN TERORISME
(DESEMBER 2013)
A. Laporan Transaksi
Keuangan Mencurigakan
(LTKM)
LTKM merupakan laporan yang disampaikan oleh Penyedia Jasa Keuangan (selanjutnya disebut PJK) berdasarkan UU TPPU Pasal 23 Ayat (1) huruf a, sesuai kriteria pada Pasal 1 Angka 5.
Selama Desember 2013, jumlah LTKM yang disampaikan PJK kepada PPATK sebanyak 2.933 LTKM, dengan rata-rata penerimaan sebanyak 147 laporan/hari (1 bulan = 20 hari). Pelaporan LTKM selama bulan ini turun 12,8 persen (m-to-m) dibandingkan jumlah pada bulan lalu, namun meningkat 0,9 persen (y-on-y) dibandingkan jumlah pada Desember 2012. Bila dibandingkan dengan jumlah LTKM selama tahun 2012, penerimaan LTKM selama tahun 2013 yang sebanyak 38.406 LTKM meningkat 23,8 persen (c-to-c). Sehingga keseluruhan LTKM yang diterima oleh PPATK sejak Januari 2003 s.d. Desember 2013 menjadi sebanyak 153.573 LTKM.
Sejak diberlakukannya UU TPPU tanggal 22 November 2010, jumlah kumulatif LTKM tahun 2011 s.d. Desember 2013 mengalami penambahan sebanyak 89.649 LTKM, atau secara rata-rata tahunan meningkat 274,0 persen dibandingkan periode sebelum diberlakukannya UU TPPU.
Dilihat berdasarkan jenis industri PJK pelapor selama Tahun 2013 yang sebanyak 270 PJK, terdapat sebanyak 48,9 persen LTKM diantaranya disampaikan oleh PJK Bank dan 51,1 persen disampaikan oleh PJK Non Bank. Sebagian besar TKM terjadi di Jakarta (42,2 persen), dan Jawa Barat (14,5 persen).
Berdasarkan profil terlapor dalam LTKM selama Tahun 2013, terdapat sebanyak 95,1 persen terlapor adalah perorangan, sedangkan 4,9 persen adalah korporasi. Mayoritas terlapor perseorangan adalah Laki-laki (65,1 persen), dengan pekerjaan utama sebagai Pengusaha/Wiraswasta 34,9 persen), serta sebagian besar berada pada usia produktif antara 30-40 tahun (28,6 persen).
Berdasarkan LTKM selama Tahun 2013, hanya sebanyak 34,2 persen LTKM mengindikasikan tindak pidana, dan sebanyak 65,8 persen LTKM tidak terisi/mengindikasikan tindak pidana. Indikasi Tindak Pidana Asal yang dominan adalah Penipuan (71,5 persen), (Korupsi 12,1 persen), dan Narkotika (4,7 persen).
LAPORAN
TRANSAKSI
LAPORAN
TRANSAKSI
LAPORAN
TRANSAKSI
LAPORAN
TRANSAKSI
LAPORAN
TRANSAKSI
LAPORAN
TRANSAKSI
LAPORAN
UU TPPU Pasal 23 Ayat (1) :“Penyedia jasa keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (1) huruf a wajib menyampaikan laporan kepada PPATK yang meliputi:
a. Transaksi Keuangan Mencurigakan; b. Transaksi Keuangan Tunai dalam jumlah paling sedikit Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) atau dengan mata uang asing yang nilainya setara, yang dilakukan baik dalam satu kali Transaksi maupun beberapa kali Transaksi dalam 1 (satu) hari kerja; dan/atau
c. Transaksi Keuangan transfer dana dari dan ke luar negeri.”
Pasal 1 Angka 5 :
“ Transaksi Keuangan Mencurigakan adalah: a. Transaksi Keuangan yang menyimpang dari profil, karakteristik, atau kebiasaan pola Transaksi dari Pengguna Jasa yang bersangkutan;
b. Transaksi Keuangan oleh Pengguna Jasa yang patut diduga dilakukan dengan tujuan untuk menghindari pelaporan Transaksi yang bersangkutan yang wajib dilakukan oleh Pihak
Pelapor sesuai dengan ketentuan Undang-Undang ini;
c. Transaksi Keuangan yang dilakukan atau batal dilakukan dengan menggunakan Harta Kekayaan yang diduga berasal dari hasil tindak pidana; atau
d. Transaksi Keuangan yang diminta oleh PPATK untuk dilaporkan oleh Pihak Pelapor karena melibatkan Harta Kekayaan yang diduga berasal dari hasil tindak pidana.”
Perbandingan Jumlah LTKM yang Diterima PPATK Sebelum dan Sesudah Berlakunya UU TPPU Berdasarkan Jenis PJK Pelapor
s.d. Desember 2013
Des-2012 Jan s.d. Des-2012
Jan s.d.
Des 2012 Nov-2013 Des-2013 Jan s.d. Des-2013
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15)
Bank 18.555 9.394 8.360 36.309 9.687 1.718 16.835 16.835 1.505 1.595 18.792 45.314 81.623 143
Ø Bank Umum 18.499 9.371 8.152 36.022 9.532 1.714 16.771 16.771 1.492 1.583 18.645 44.948 80.970 101
¤ Bank Milik Negara 5.454 3.006 2.636 11.096 4.062 827 7.045 7.045 630 738 8.050 19.157 30.253 5 ¤ Bank Swasta 6.428 3.125 2.987 12.540 4.138 752 8.035 8.035 716 702 8.666 20.839 33.379 50 ¤ Bank Pembangunan Daerah 4.448 2.512 1.654 8.614 863 93 946 946 80 86 1.048 2.857 11.471 25 ¤ Bank Asing 1.702 508 405 2.615 354 16 536 536 24 20 326 1.216 3.831 9 ¤ Bank Campuran 467 220 470 1.157 115 26 209 209 42 37 555 879 2.036 12
Ø Bank Perkreditan Rakyat 56 23 208 287 155 4 64 64 13 12 147 366 653 42
Non Bank 4.501 14.126 8.988 27.615 10.535 1.188 14.186 14.186 1.857 1.338 19.614 44.335 71.950 127
Ø Pasar Modal 237 576 275 1.088 364 33 518 518 123 172 715 1.597 2.685 41
Ø Asuransi 1.391 741 807 2.939 209 126 1.588 1.588 853 504 7.404 9.201 12.140 21
Ø Dana Pensiun 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0
Ø Lembaga Pembiayaan/Leasing 284 567 584 1.435 4.257 623 7.718 7.718 238 236 5.838 17.813 19.248 15
Ø Pedagang Valuta Asing 2.588 12.225 7.309 22.122 5.662 350 3.988 3.988 591 410 5.096 14.746 36.868 37
Ø Money Remittance/KUPU 0 17 13 30 43 56 374 374 51 16 557 974 1.004 12
Ø Perusahaan Perdagangan
Berjangka Komoditi
0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 4 4 4 1
Ø Pos dan Giro 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Ø Lainnya 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Total LTKM 23.056 23.520 17.348 63.924 20.222 2.906 31.021 31.021 3.362 2.933 38.406 89.649 153.573 270 Tahun 2003 -2008 Tahun 2009 Tahun 2012 Tahun 2013 Jumlah Sebelum Berlakunya UU TPPU
No. 8 Thn 2010 (s.d. Oktober 2010)*)
Sesudah Berlakunya UU TPPU No. 8 Thn 2010 (sejak Januari 2011)
Jumlah Jan 2003 s.d. Des-2013 Jenis PJK Pelapor Jumlah Tahun 2010 Tahun 2011 Jumlah PJK Pelapor Jan 2013 s.d. Des-2013
*) Data Tahun 2010 dihitung s.d. Desember 2010.
**) Data Tahun 2012 s.d.Desember 2013 menggunakan Database SIAPUPPT per 30 Desember 2013.
Grafik 1
Perbandingan Rata-rata LTKM per Tahun
Sebelum dan Sesudah Berlakunya UU TPPU No. 8 Tahun 2010 Berdasarkan Jenis PJK Pelapor
6.386 6.946 952 405 293 122 532 3.067 0 5.938 4.915 325 1 0 29.883 1.387 1.568 1.077 327 145 36 136 367 0 179 2.765 4 0 0 7.991 - 5.000 10.000 15.000 20.000 25.000 30.000 35.000
Bank Milik Negara Bank Swasta Bank Pembangunan Daerah Bank Asing Bank Campuran Bank Perkreditan Rakyat Pasar Modal Asuransi Dana Pensiun Lembaga Pembiayaan/Leasing Pedagang Valuta Asing Money Remittance/KUPU Perusahaan Perdagangan Berjangka Komoditi Pos dan Giro Total
Sebelum berlakunya UU TPPU Sesudah berlakunya UU TPPU
5
BULLETIN STATISTIK ANTI PENCUCIAN UANG & PENDANAAN TERORISME
(DESEMBER 2013))
Grafik 2
Perkembangan dan Peningkatan Jumlah LTKM yang Diterima PPATK per-bulan Januari 2013 s.d. Desember 2013 2.659 2.401 4.641 3.302 3.139 2.260 3.573 2.768 3.519 3.849 3.362 2.933 -9,7 93,3 -28,9 -4,9 -28,0 58,1 -22,5 27,1 9,4 -12,7 -12,8 - 40, 0 - 20, 0 0, 0 20, 0 40, 0 60, 0 80, 0 100, 0 0 500 1.000 1.500 2.000 2.500 3.000 3.500 4.000 4.500 5.000 Ja n u ar i Fe b ru ar i M ar e t A p ri l M e i Ju n i Ju li A gu st u s Se p te m b e r O kt o b e r N o ve m b e r D e se m b e r
LTKM per Bulan % Perkembangan Bulanan (month-to-month)
*) Peningkatan month-to-month (disingkat m-to-m) merupakan perbandingan jumlah pada bulan tertentu terhadap jumlah pada bulan sebelumnya.
Grafik 3
Jumlah dan Persentase Kumulatif LTKM Menurut Jenis PJK Pelapor Januari s.d. Desember 2013 Bank 18.792 49% Non Bank 19.614 51% Grafik 4
Jumlah dan Persentase Kumulatif PJK Pelapor yang Menyampaikan LTKM Januari s.d. Desember 2013 Bank 143 53% Non Bank 127 47%
Grafik 5
Perkembangan Jumlah per-tahun dan Kumulatif LTKM Januari 2009 s.d. Desember 2013 46.576 63.924 84.146 115.167 153.573 23.520 17.348 20.222 31.021 38.406 37,2% 31,6% 36,9% 33,3% 0 20.000 40.000 60.000 80.000 100.000 120.000 140.000 160.000 180.000 2009 2010 2011 2012 2013
Jumlah Kumulatif Jumlah Per-tahun Perkembangan Kumulatif (%)
Catatan : - Jumlah Kumulatif dihitung sejak Januari 2003
- Perkembangan LTKM yang disajikan hanya dibatasi selama 5 tahun terakhir sejak tahun 2009
s.d. Desember 2013
Grafik 6
Perkembangan Jumlah LTKM per-tahun dan Rata-rata Penerimaan per-Bulan Januari 2009 s.d. Desember 2013 23.520 17.348 20.222 31.021 38.406 1.960 1.446 1.685 2.585 3.201 0 5.000 10.000 15.000 20.000 25.000 30.000 35.000 40.000 45.000 2009 2010 2011 2012 2013
Jumlah Per-tahun Rata-rata per-bulan
Catatan : - Perkembangan LTKM yang disajikan hanya dibatasi selama 5 tahun terakhir sejak tahun 2009
7
BULLETIN STATISTIK ANTI PENCUCIAN UANG & PENDANAAN TERORISME
(DESEMBER 2013))
Grafik 7
Perkembangan Jumlah LTKM per-tahun Berdasarkan Jenis PJK Januari 2009 s.d. Desember 2013 23.520 17.348 20.222 31.021 38.406 9.394 8.360 9.687 16.835 18.792 14.126 8.988 10.535 14.186 19.614 0 5.000 10.000 15.000 20.000 25.000 30.000 35.000 40.000 45.000 2009 2010 2011 2012 2013
Bank + Non Bank Bank Non Bank
Catatan : - Jumlah LTKM per tahun dihitung berdasarkan penerimaan LTKM oleh PPATK pada tahun
berjalan.
- Perkembangan LTKM yang disajikan hanya dibatasi selama 5 tahun terakhir sejak tahun 2009
s.d. Desember 2013
Grafik 8
Perkembangan Rata-rata Penerimaan LTKM per-Bulan Januari 2009 s.d. Desember 2013 1.960,0 1.445,7 1.685,2 2.585,1 3.200,5 0,0 500,0 1.000,0 1.500,0 2.000,0 2.500,0 3.000,0 3.500,0 2009 2010 2011 2012 2013
Catatan : - Perkembangan LTKM yang disajikan hanya dibatasi selama 5 tahun terakhir sejak tahun 2009
Perkembangan Jumlah LTKM yang Diterima PPATK
Berdasarkan Propinsi Domisili Kantor Penyedia Jasa Keuangan Pelapor Kejadian Transaksi s.d. Desember 2013
Des-2012 Jan s.d.
Des-2012 Nov-2013 Des-2013 Jan s.d.
Des-2013 m-to-m y-on-y c-to-c
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (8) (9) (10)
Nanggroe Aceh Darussalam 16 140 16 9 189 -43,8 -43,8 35,0 Sumatera Utara 140 1.263 240 200 2.733 -16,7 42,9 116,4 Sumatera Barat 49 245 13 6 193 -53,8 -87,8 -21,2 Sumatera Selatan 50 559 48 28 788 -41,7 -44,0 41,0 Bengkulu 14 96 8 5 98 -37,5 -64,3 2,1 Jambi 31 242 21 14 237 -33,3 -54,8 -2,1 Riau 38 444 22 38 448 72,7 0,0 0,9 Kepulauan Riau 21 291 61 49 555 -19,7 133,3 90,7 Lampung 46 330 40 30 456 -25,0 -34,8 38,2 Kep Bangka Belitung 1 60 3 1 84 -66,7 0,0 40,0 Banten 94 1.023 143 96 1.863 -32,9 2,1 82,1 DKI Jakarta 1.174 12.456 1.494 1.484 16.201 -0,7 26,4 30,1 Jawa Barat 556 4.755 446 373 5.579 -16,4 -32,9 17,3 Jawa Tengah 122 1.442 249 150 2.250 -39,8 23,0 56,0 Jawa Timur 294 2.025 329 186 3.476 -43,5 -36,7 71,7 DI Yogyakarta 35 280 43 48 738 11,6 37,1 163,6 Bali 32 447 33 25 303 -24,2 -21,9 -32,2 Nusa Tenggara Barat 10 106 11 2 96 -81,8 -80,0 -9,4 Nusa Tenggara Timur 2 27 4 5 38 25,0 150,0 40,7 Maluku 0 58 2 5 32 150,0 n.a. -44,8 Maluku Utara 2 8 0 0 15 n.a. -100,0 87,5 Kalimantan Barat 26 160 17 9 236 -47,1 -65,4 47,5 Kalimantan Timur 24 347 22 31 431 40,9 29,2 24,2 Kalimantan Tengah 2 46 4 4 55 0,0 100,0 19,6 Kalimantan Selatan 41 244 16 21 288 31,3 -48,8 18,0 Sulawesi Utara 18 186 2 8 131 300,0 -55,6 -29,6 Sulawesi Selatan 40 569 61 90 690 47,5 125,0 21,3 Sulawesi Tengah 7 41 3 2 50 -33,3 -71,4 22,0 Sulawesi Tenggara 12 69 1 3 35 200,0 -75,0 -49,3 Sulawesi Barat 0 0 0 0 0 n.a. n.a. n.a. Gorontalo 9 72 0 1 20 n.a. -88,9 -72,2 Papua 0 84 10 10 98 0,0 n.a. 16,7 Papua Barat 0 0 0 0 0 n.a. n.a. n.a.
Total LTKM 2.906 28.115 3.362 2.933 38.406 -12,8 0,9 36,6
Propinsi Kantor PJK Pelapor Kejadian Transaksi Jumlah LTKM 2,1 0,3 0,6 1,2 1,4 (7) 0,0 0,6 1,1 5,9 0,1 0,7 0,3 1,8 0,1 0,1 0,1 % Distribusi Jan s.d. Des-2013 0,5 7,1 0,5 Perkembangan Des-2013 (Dalam Persen) 100,0 1,9 0,8 0,2 1,2 0,2 4,9 42,2 14,5 9,1 0,1 0,0 0,1 0,3 0,0
Catatan: - Angka tidak mencerminkan kejadian tindak pidana pada wilayah pelaporan
- Angka ”0.0” mencerminkan tidak adanya PJK yang melaporkan adanya transaksi keuangan mencurigakan pada wilayah tersebut atau dalam pelaporan tidak disebutkan wilayah kejadian sehingga dihitung sebagai laporan dari kantor pusat (DKI Jakarta).
- Peningkatan month-to-month (disingkat m-to-m) merupakan perbandingan jumlah pada bulan tertentu terhadap jumlah pada bulan sebelumnya.
- Peningkatan year-on-year (disingkat y-on-y) merupakan perbandingan jumlah pada bulan tertentu terhadap jumlah pada bulan yang sama tahun sebelumnya.
- Peningkatan cummulative-to-cummulative (disingkat c-to-c) merupakan perbandingan jumlah kumulatif tahunan hingga bulan tertentu terhadap jumlah kumulatif pada periode yang sama tahun sebelumnya.
9
BULLETIN STATISTIK ANTI PENCUCIAN UANG & PENDANAAN TERORISME
(DESEMBER 2013))
G
am
ba
r
1.
Pemet
aa
n P
ropi
ns
i M
enu
ru
t
Kat
eg
o
ri P
er
se
nt
as
e
Kumul
at
if LT
K
M
Ja
n
ua
ri 2
01
3
s.d.
De
se
mbe
r
20
13
LTKM
Men
ur
ut
Pr
ovi
ns
i Kej
ad
ia
n T
er
lap
o
r
Ja
n
ua
ri 2
00
3
s.d.
Fe
br
u
ari
20
13
LTKM
Men
ur
ut
Pr
ovi
ns
i Kej
ad
ia
n T
er
lap
o
r
Ja
n
ua
ri 2
00
3
s.d.
Fe
br
u
ari
20
13
LTKM
Men
ur
ut
Pr
ovi
ns
i Kej
ad
ia
n T
er
lap
o
r
Ja
n
ua
ri 2
00
3
s.d.
Fe
br
u
ari
20
13
LTKM
Men
ur
ut
Pr
ovi
ns
i Kej
ad
ia
n T
er
lap
o
r
Ja
n
ua
ri 2
00
3
s.d.
Fe
br
u
ari
20
13
LTKM
Men
ur
ut
Pr
ovi
ns
i Kej
ad
ia
n T
er
lap
o
r
Ja
n
ua
ri 2
00
3
s.d.
Fe
br
u
ari
20
13
LTKM
Men
ur
ut
Pr
ovi
ns
i Kej
ad
ia
n T
er
lap
o
r
Ja
n
ua
ri 2
00
3
s.d.
Fe
br
u
ari
20
13
LTKM
Men
ur
ut
Pr
ovi
ns
i Kej
ad
ia
n T
er
lap
o
r
Ja
n
ua
ri 2
00
3
s.d.
Fe
br
u
ari
20
13
C at at an : J u ml a h L TKM d ih it u n g b erd a sa rk a n L o ka si P el a p o ra n . J u ml a h L T KM tidak M en cermi n ka n T erja d in ya T in d a k P id a n a .Perkembangan Jumlah LTKM yang Diterima PPATK Berdasarkan Kategori Terlapor
s.d. Desember 2013
Des-2012 Jan s.d.
Des-2012 Nov-2013 Des-2013 Jan s.d.
Des-2013 m-to-m y-on-y c-to-c
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (8) (9) (10) Perorangan 2.816 29.608 3.111 2.663 36.527 -14,4 -5,4 23,4 Ø Laki-Laki 1.869 19.576 1.968 1.701 23.794 -13,6 -9,0 21,5 Ø Perempuan 947 10.032 1.143 962 12.733 -15,8 1,6 26,9 Perusahaan/Korporasi 90 1.413 251 270 1.879 7,6 200,0 33,0 Total LTKM 2.906 31.021 3.362 2.933 38.406 -12,8 0,9 23,8 95,1 65,1 34,9
Jenis Kategori Terlapor
Jumlah LTKM % Distribusi Jan s.d. Des-2013 (7) Perkembangan Des-2013 (Dalam Persen) 4,9 100,0 Tabel 4
Perkembangan Jumlah LTKM yang Diterima PPATK Berdasarkan Jenis Pekerjaan Terlapor Perseorangan
s.d. Desember 2013
Des-2012 Jan s.d.
Des-2012 Nov-2013 Des-2013 Jan s.d.
Des-2013 m-to-m y-on-y c-to-c
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (8) (9) (10)
Ø Pengusaha/Wiraswasta 855 8.459 1.123 784 11.921 -30,2 -8,3 40,9
Ø Pegawai Swasta 568 5.539 688 519 7.838 -24,6 -8,6 41,5
Ø Ibu Rumah Tangga 300 2.713 324 263 4.058 -18,8 -12,3 49,6
Ø PNS (termasuk pensiunan) 231 3.009 242 285 2.965 17,8 23,4 -1,5
Ø Pedagang 285 3.033 234 235 2.700 0,4 -17,5 -11,0
Ø TNI/Polri (termasuk pensiunan) 217 2.342 66 92 1.178 39,4 -57,6 -49,7
Ø Pelajar/Mahasiswa 44 695 97 85 1.113 -12,4 93,2 60,1
Ø Profesional dan Konsultan 33 468 25 34 591 36,0 3,0 26,3
Ø Pejabat Lembaga Legislatif dan
Pemerintah 43 380 38 54 582 42,1 25,6 53,2
Ø Pegawai BI/BUMN/BUMD
(termasuk pensiunan) 16 268 27 41 541 51,9 156,3 101,9
Ø Pengajar dan Dosen 27 443 25 31 443 24,0 14,8 0,0
Ø Pengurus dan pegawai yayasan/lembaga berbadan hukum lainnya
3 48 30 35 130 16,7 1.066,7 170,8
Ø Buruh, Pembantu Rumah Tangga
dan Tenaga Keamanan 12 82 5 6 94 20,0 -50,0 14,6
Ø Pengurus Parpol 2 22 2 2 60 0,0 0,0 172,7
Ø Petani dan Nelayan 11 68 4 5 56 25,0 -54,5 -17,6
Ø Pegawai Bank 0 0 5 9 34 80,0 n.a. n.a.
Ø Ulama/Pendeta/Pimpinan organisasi dan kelompok keagamaan
0 20 1 0 27 -100,0 n.a. 35,0
Ø Pegawai Money Changer 0 0 3 0 12 -100,0 n.a. n.a.
Ø Pengurus/Pegawai LSM/organisasi tidak berbadan hukum lainnya
0 2 1 2 11 100,0 n.a. 450,0
Ø Pengrajin 0 0 0 1 2 n.a. n.a. n.a.
Ø Tidak Teridentifikasi dll 169 2.017 171 180 2.171 5,3 6,5 7,6
Total Terlapor Perseorangan 2.816 29.608 3.111 2.663 36.527 -14,4 -5,4 23,4
Jenis Pekerjaan Utama Terlapor Perseorangan Jumlah LTKM % Distribusi Jan s.d. Des-2013 Perkembangan Des-2013 (Dalam Persen) (7) 32,6 21,5 11,1 8,1 1,5 1,2 0,4 0,3 0,2 7,4 3,2 3,0 1,6 1,6 100,0 0,2 0,1 0,0 5,9 0,1 0,0 0,0
11
BULLETIN STATISTIK ANTI PENCUCIAN UANG & PENDANAAN TERORISME
(DESEMBER 2013))
Tabel 5
Perkembangan Jumlah LTKM yang Diterima PPATK Berdasarkan Kelompok Umur Terlapor Perseorangan
s.d. Desember 2013
Des-2012 Jan s.d.
Des-2012 Nov-2013 Des-2013 Jan s.d.
Des-2013 m-to-m y-on-y c-to-c
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (8) (9) (10)
Ø Usia Dibawah 30 tahun 934 9.089 786 764 9.178 -2,8 -18,2 1,0 Ø Usia 30 - 40 tahun 949 9.523 866 678 10.457 -21,7 -28,6 9,8 Ø Usia 40 - 50 tahun 562 6.364 705 570 8.073 -19,1 1,4 26,9 Ø Usia 50 - 60 tahun 268 3.512 451 447 5.931 -0,9 66,8 68,9 Ø Usia Diatas 60 tahun 92 913 249 156 2.479 -37,3 69,6 171,5 Ø Tidak Teridentifikasi 11 207 54 48 409 -11,1 336,4 97,6
Total Terlapor Perseorangan 2.816 29.608 3.111 2.663 36.527 -14,4 -5,4 23,4
(7) 25,1 28,6 22,1 100,0 Kategori Umur Terlapor Perseorangan Jumlah LTKM % Distribusi Jan s.d. Des-2013 Perkembangan Des-2013 (Dalam Persen) 16,2 6,8 1,1 Tabel 6
Perkembangan Jumlah LTKM yang Diterima PPATK Berdasarkan Dugaan Tindak Pidana Asal
s.d. Desember 2013
Des-2012 Jan s.d.
Des-2012 Nov-2013 Des-2013 Jan s.d.
Des-2013 m-to-m y-on-y c-to-c
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (8) (9) (10)
Terkait Tindak Pidana 1.269 11.965 1.053 1.151 13.148 9,3 -9,3 9,9
Ø Penipuan 1.079 9.612 786 786 9.404 0,0 -27,2 -2,2 Ø Korupsi 91 985 95 135 1.596 42,1 48,4 62,0 Ø Narkotika 49 537 32 45 620 40,6 -8,2 15,5 Ø Penyuapan 5 86 5 16 256 220,0 220,0 197,7 Ø Perjudian 2 128 9 12 256 33,3 500,0 100,0 Ø Di Bidang Perbankan 14 128 40 30 195 -25,0 114,3 52,3 Ø Penggelapan 22 139 5 19 118 280,0 -13,6 -15,1 Ø Di Bidang Perpajakan 1 34 3 32 88 966,7 3.100,0 158,8
Ø Penyelundupan Tenaga Kerja 4 24 4 0 34 -100,0 -100,0 41,7
Ø Terorisme 0 47 3 3 19 0,0 n.a. -59,6
Ø Di Bidang Pasar Modal 0 19 0 1 19 n.a. n.a. 0,0
Ø Pencurian 0 3 0 3 10 n.a. n.a. 233,3
Ø Pemalsuan Uang 0 9 1 0 9 -100,0 n.a. 0,0
Ø Di Bidang Kehutanan 0 6 2 0 5 -100,0 n.a. -16,7
Ø Psikotropika 0 3 0 0 3 n.a. n.a. 0,0
Ø Penyelundupan Barang 0 2 0 0 3 n.a. n.a. 50,0
Ø Di Bidang Lingkungan Hidup 0 1 0 0 2 n.a. n.a. 100,0
Ø Di Bidang Asuransi 0 63 0 1 2 n.a. n.a. -96,8
Ø Penyelundupan Imigran 0 0 1 1 2 0,0 n.a. n.a.
Ø Penculikan 0 0 0 0 1 n.a. n.a. n.a.
Ø Perdagangan Senjata Gelap 0 0 0 0 1 n.a. n.a. n.a.
Ø Di Bidang Kelautan 0 0 1 0 1 -100,0 n.a. n.a.
Ø Perdagangan Manusia 0 3 0 0 1 n.a. n.a. -66,7
Ø Prostitusi 0 1 0 0 0 n.a. n.a. -100,0
Ø Tindak pidana lain yang diancam dengan pidana penjara 4 tahun atau lebih
2 135 66 67 503 1,5 3.250,0 272,6
Tidak Teridentifikasi Tindak
Pidana/dll 1.637 19.056 2.309 1.782 25.258 -22,8 8,9 32,5 Total LTKM 2.906 31.021 3.362 2.933 38.406 -12,8 0,9 23,8 3,8 0,0 34,2 71,5 12,1 4,7 1,9 65,8 100,0 1,9 1,5 0,9 0,7 0,3 0,1 0,1 0,1 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,1
Dugaan Tindak Pidana Asal
Jumlah LTKM % Distribusi Jan s.d. Des-2013 Perkembangan Des-2013 (Dalam Persen) (7) 0,0 0,0
B. Laporan Transaksi
Keuangan Tunai (LTKT)
LTKT adalah laporan atas transaksi yang dilakukan dengan menggunakan uang kertas dan/atau uang logam yang dilaporkan oleh PJK. Kewajiban ini sesuai dengan UU TPPU, Pasal 23.
Jumlah LTKT yang disampaikan PJK kepada PPATK selama Desember 2013 sebanyak 161.065 LTKT, dengan rata-rata penerimaan sebanyak 8.053 laporan/hari (1 bulan = 20 hari). Dibandingkan jumlah LTKT pada bulan lalu, jumlah tersebut menurun 1,9 persen (m-to-m), sehingga jumlah LTKT selama tahun 2013 telah mencapai 1.534.758 laporan. Bila diakumulasikan sejak Januari 2003, total LTKT yang telah diterima oleh PPATK s.d. Desember 2013 menjadi sebanyak 13,8 juta LTKT.
Dilihat berdasarkan jenis industri PJK pelapor yang selama Tahun 2013 telah berjumlah 495 PJK, mayoritas LTKT dilaporkan oleh PJK Bank (99,5 persen), utamanya Bank Umum (99,3 persen).
Sejak diberlakukannya UU TPPU pada bulan November 2010, jumlah LTKT telah mengalami penambahan sebesar 57,8 persen atau sebanyak 5,2 juta laporan dibandingkan dengan sebelum berlakunya UU TPPU.
Grafik 9
Perkembangan dan Peningkatan Jumlah LTKT yang Diterima PPATK per-bulan Januari 2013 s.d. Desember 2013 126.164110.061105.639142.698150.735107.411113.002148.742169.590 35.429 164.222161.065 -12,8 -4,0 35,1 5,6 -28,7 5,2 31,6 14,0 -79,1 363,5 -1,9 - 150, 0 - 100, 0 - 50, 0 0, 0 50, 0 100, 0 150, 0 200, 0 250, 0 300, 0 350, 0 400, 0 0 20.000 40.000 60.000 80.000 100.000 120.000 140.000 160.000 180.000 Ja nua ri Fe br ua ri M ar e t A pr il M e i Jun i Ju li A gus tus Se pt e m be r O kt obe r N ov e m be r D e se m be r 2013
LTKT per Bulan % Perkembangan Bulanan (month-to-month) UU TPPU
Pasal 1 Angka 6 :
“Transaksi Keuangan Tunai adalah Transaksi Keuangan yang dilakukan dengan menggunakan uang kertas dan/atau uang logam.”
13
BULLETIN STATISTIK ANTI PENCUCIAN UANG & PENDANAAN TERORISME
(DESEMBER 2013))
Tabel 7
Perbandingan Jumlah LTKT yang Diterima PPATK Sebelum dan Sesudah Berlakunya UU TPPU Berdasarkan Jenis PJK Pelapor
s.d. Desember 2013
Nov-2013 Des-2013 Jan s.d. Des-2013
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13)
Bank 6.382.580 780.115 1.458.198 8.620.893 1.577.615 2.028.667 163.549 160.340 1.526.557 5.132.839 13.753.732 351
Ø Bank Umum 6.381.591 779.805 1.457.678 8.619.074 1.574.059 2.026.368 163.468 160.177 1.524.940 5.125.367 13.744.441 146 Ø Bank Perkreditan Rakyat 989 310 520 1.819 3.556 2.299 81 163 1.617 7.472 9.291 205
Non Bank 4.690 2.155 3.685 10.530 4.875 4.561 673 725 8.201 17.637 28.167 144
Ø Pasar Modal 10 27 7 44 4 18 1 0 1 23 67 4
Ø Asuransi 124 33 8 165 18 4 0 0 0 22 187 10
Ø Dana Pensiun 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Ø Lembaga Pembiayaan/Leasing 0 0 3 3 14 14 5 2 17 45 48 5
Ø Pedagang Valuta Asing 4.556 2.095 3.321 9.972 4.426 3.727 625 645 7.215 15.368 25.340 119
Ø Money Remittance/KUPU 0 0 346 346 413 798 42 78 968 2.179 2.525 6
Ø Pos dan Giro 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Ø Lainnya 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Total LTKT 6.387.270 782.270 1.461.883 8.631.423 1.582.490 2.033.228 164.222 161.065 1.534.758 5.150.476 13.781.899 495
Sesudah Berlakunya UU TPPU
No. 8 Thn 2010 (sejak Januari 2011) Jumlah PJK Pelapor Jan 2013 s.d. Des-2013 Jumlah Jan 2003 s.d. Des-2013 Jumlah Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2010 Jumlah Tahun 2011 Tahun 2003 -2008 Tahun 2009
Sebelum Berlakunya UU TPPU No. 8 Thn 2010 (s.d. Oktober 2010)*) Jenis PJK
*) Data Tahun 2010 dihitung s.d. Desember 2010
Grafik 10
Perkembangan Jumlah per-tahun dan Kumulatif LTKT Januari 2009 s.d. Desember 2013 7.169.540 8.631.423 10.213.913 12.247.141 13.781.899 782.270 1.461.883 1.582.490 2.033.228 1.534.758 20,4% 18,3% 19,9% 12,5% 0 2.000.000 4.000.000 6.000.000 8.000.000 10.000.000 12.000.000 14.000.000 16.000.000 2009 2010 2011 2012 2013
Kumulatif LTKT LTKT Per-Tahun Perkembangan Kumulatif (%) Catatan : - Jumlah Kumulatif dihitung sejak Januari 2003
C. Laporan Pembawaan
Uang Tunai (LPUT)
LPUT merupakan laporan atas pembawaan uang tunai ke dalam atau ke luar daerah kepabeanan Indonesia. Penyampaian LPUT dilakukan oleh Direktorat Jendral Bea dan Cukai RI kepada PPATK, dan mulai efektif per Januari 2006.
Jumlah LPUT selama Desember 2013 yang diperoleh dari 13 lokasi pelaporan sebanyak 1.019 Laporan, atau meningkat 409,5 persen (m-to-m) dibandingkan jumlah LPUT pada bulan lalu, atau naik 778,4 persen (y-on-y) dibandingkan jumlah pada Desember 2012.
Jumlah LPUT selama tahun 2013 sebanyak 3.461 laporan, dan 78,8 persen diantaranya berasal dari Jakarta (Soekarno Hatta). Bila dibandingkan dengan jumlah LPUT selama tahun 2012, jumlah LPUT ini meningkat sebesar 70,7 persen (c-to-c). Dengan demikian, total LPUT sejak Januari 2006 s.d. Desember 2013 telah mencapai 12.432 laporan atau bertambah 38,6 persen bila dibandingkan jumlah kumulatif LPUT sampai dengan Desember 2012.
Tabel 8
Perbandingan Jumlah LPUT Sebelum dan Sesudah Berlakunya UU TPPU Berdasarkan Lokasi Pelaporan
s.d. Desember 2013
Des-2012 Des-2012Jan s.d. Des 2012Jan s.d. Nov-2013 Des-2013 Des-2013Jan s.d.
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14)
Ø Batam 1.590 412 681 2.683 0 0 0 0 0 676 677 677 3.360
Ø Soekarno Hatta 1.272 663 931 2.866 1.220 111 1.989 1.989 198 340 2.727 5.936 8.802
Ø Bandung 1 0 2 3 1 0 0 0 0 0 0 1 4
Ø Tanjung Balai Karimun 0 0 0 0 1 0 7 7 1 1 16 24 24
Ø Tj. Pinang 95 2 0 97 0 2 12 12 0 0 0 12 109
Ø Ngurah Rai Denpasar 47 2 1 50 9 2 16 16 1 2 38 63 113
Ø Dumai 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 1 2 Ø Teluk Bayur 7 0 0 7 0 0 1 1 0 0 1 2 9 Ø Teluk Nibung 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 Ø Medan 0 0 3 3 0 0 1 1 0 0 0 1 4 Ø Balikpapan 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 2 2 Ø Pontianak 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 1 Ø Pekanbaru 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 Total LPUT 3.014 1.079 1.618 5.711 1.233 116 2.027 2.027 200 1.019 3.461 6.721 12.432
Sebelum Berlakunya UU TPPU No. 8 Thn 2010 (s.d. Oktober 2010)*)
Sesudah Berlakunya UU TPPU No. 8 Thn 2010 (sejak Januari 2011)
Jumlah Jan 2006 s.d. Des-2013 Tahun 2006 -2008 Tahun 2009 Tahun 2010 Jumlah Jumlah Lokasi Pelaporan Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013
*) Data Tahun 2010 dihitung s.d. Desember 2010. UU TPPU
Pasal 34 Ayat (1) :
“Setiap orang yang membawa uang tunai dalam mata uang rupiah dan/atau mata uang asing, dan/atau instrumen pembayaran lain dalam bentuk cek, cek perjalanan, surat sanggup bayar, atau bilyet giro paling sedikit Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah) atau yang nilainya setara dengan itu ke dalam atau ke luar daerah pabean Indonesia wajib memberitahukannya kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.“
Pasal 35 Ayat (1) :
“Setiap orang yang tidak memberitahukan pembawaan uang tunai dan/atau instrumen pembayaran lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (1) dikenai sanksi administratif berupa denda sebesar 10% (sepuluh perseratus) dari seluruh jumlah uang tunai dan/atau instrumen pembayaran lain yang dibawa dengan jumlah paling banyak Rp300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah).”
15
BULLETIN STATISTIK ANTI PENCUCIAN UANG & PENDANAAN TERORISME
(DESEMBER 2013))
Grafik 11
Perbandingan Jumlah LPUT Berdasarkan Lokasi Pelaporan Januari 2013 s.d. Desember 2013 3.360 8.802 4 24 109 113 2 9 1 4 2 1 1 0 1.000 2.000 3.000 4.000 5.000 6.000 7.000 8.000 9.000 10.000 Batam Soekarno Hatta Bandung Tanjung Balai Karimun Tj. Pinang Ngurah Rai Denpasar Dumai Teluk Bayur Teluk Nibung Medan Balikpapan Pontianak Pekanbaru Grafik 12
Perkembangan Jumlah per-tahun dan Kumulatif LPUT Januari 2009 s.d Desember 2013 4.093 5.711 6.944 8.971 12.432 1.079 1.618 1.233 2.027 3.461 39,5% 21,6% 29,2% 38,6% 0 2.000 4.000 6.000 8.000 10.000 12.000 14.000 2009 2010 2011 2012 2013
Jumlah Kumulatif Jumlah per tahun Perkembangan Kumulatif (%)
Catatan : - Jumlah Kumulatif dihitung sejak Januari 2006
- Perkembangan LPUT yang disajikan hanya dibatasi selama 5 tahun terakhir sejak tahun 2009 s.d.
D. Laporan dari Penyedia
Barang dan Jasa (PBJ)
Laporan dari PBJ telah diatur dalam UU TPPU, Pasal 17 ayat (1). Laporan dari PBJ mulai efektif diterima PPATK sejak Mei 2012.
Jumlah Laporan Transaksi dari PBJ (LTPBJ) yang disampaikan kepada PPATK selama Desember 2013 sebanyak 1.466
Laporan, atau menurun sebesar 85,8 persen
(m-to-m) dibandingkan jumlah pada bulan sebelumnya, sehingga jumlah LTPBJ selama tahun 2013 yang diterima
PPATK telah mencapai 28.801 Laporan, dan bila
diakumulasikan sejak Mei 2012, jumlah LTPBJ hingga Desember 2013 telah mencapai 31.911 laporan yang berasal dari 168 PBJ.
Selama tahun 2013, laporan transaksi terbanyak dilaporkan berasal dari PBJ di bidang Properti, yaitu sebanyak 17.377 laporan atau 52,6 persen, diikuti oleh Pedagang Kendaraan Bermotor sebanyak 13.262 laporan atau 46,0 persen, dan Pedagang Perhiasan/logam mulia sebanyak 233 laporan atau 0,8 persen.
Sementara itu, selama Mei 2012 s.d. Desember 2013 masih belum ada laporan transaksi yang disampaikan oleh PBJ di bidang perdagangan barang seni/antik.
Tabel 9
Jumlah Kumulatif Laporan Transaksi dari Penyedia Barang dan Jasa (PBJ) Juni 2012 s.d. Desember 2013
Jumlah LT Laju
m-to-m
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
Ø Perusahaan Properti 2.232 5.583 701 -87,4 15.145 17.377 104 Ø Pedagang Kendaraan Bermotor 596 4.619 760 -83,5 13.262 13.858 56 Ø Pedagang Perhiasan/logam
mulia 225 5 2 -60,0 233 458 4
Ø Balai Lelang 57 106 3 -97,2 161 218 4
Ø Barang Seni / Antik 0 0 0 n.a. 0 0 0
Total LTPBJ 3.110 10.313 1.466 -85,8 28.801 31.911 168 Jan s.d. Des-2013 Jumlah LTPBJ Mei 2012 s.d. Des-2013 Jumlah PBJ Pelapor Mei 2012 s.d. Des-2013 Tahun 2013 Tahun 2012 Des-2013 Nov-2013 Jenis Perusahaan
Penyedia Barang dan Jasa Lainnya (PBJ)
Catatan : Laporan dari PBJ diterima sejak Juni 2012, setelah diundangkannya UU TPPU (November 2010). UU TPPU
Pasal 17 Ayat (1) :
”Pihak Pelapor meliputi: a. penyedia jasa keuangan:
1. bank;
2. perusahaan pembiayaan;
3. perusahaan asuransi dan perusahaan pialang asuransi; 4. dana pensiun lembaga keuangan; 5. perusahaan efek;
6. manajer investasi; 7. kustodian; 8. wali amanat;
9. perposan sebagai penyedia jasa giro; 10. pedagang valuta asing;
11. penyelenggara alat pembayaran menggunakan kartu;
12. penyelenggara money dan/atau e-wallet;
13. koperasi yang melakukan kegiatan simpan pinjam;
14. pegadaian;
15. perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan berjangka komoditi; atau
16. penyelenggara kegiatan usaha pengiriman uang.
b. penyedia barang dan/atau jasa lain: 1. perusahaan properti/agen properti; 2. pedagang kendaraan bermotor;
3. pedagang permata dan
perhiasan/logam mulia;
4. pedagang barang seni dan antik; atau
17
BULLETIN STATISTIK ANTI PENCUCIAN UANG & PENDANAAN TERORISME
(DESEMBER 2013))
Grafik 13
Perbandingan Jumlah Kumulatif Laporan Transaksi dari PBJ dan Jumlah PBJ Pelapor Juni 2012 s.d. Desember 2013 104 56 4 4 0 17.377 13.858 458 218 0 0 5.000 10.000 15.000 20.000 Perusahaan Properti Pedagang Kendaraan Bermotor Perhiasan / logam mulia Balai Lelang Barang Seni / Antik
Jumlah Laporan Transaksi Jumlah PBJ
Grafik 14
Jumlah dan Persentase Kumulatif Transaksi dari PBJ Juni 2012 s.d. Desember 2013 Perusahaan Properti 17.377 55% Pedagang Kendaraan Bermotor 13.858 43% Perhiasan / logam mulia 129 5% Balai Lelang 218 1%
A. Hasil Analisis (HA)
Selama Desember 2013, PPATK telah menyampaikan kepada Penyidik sebanyak 35 HA dengan jumlah LTKM terkait sebanyak 318 laporan, yang terdiri dari:
o HA Proaktif sebanyak 7 HA (20,0 persen) dengan jumlah LTKM terkait sebanyak 27 laporan, dan
o HA Inquiry sebanyak 28 HA (80,0 persen) dengan jumlah LTKM terkait sebanyak 291 laporan.
Selama tahun 2013, PPATK telah menyampaikan kepada Penyidik sebanyak 301 HA dengan jumlah LTKM terkait sebanyak 1.185 laporan, yang terdiri dari:
o HA Proaktif sebanyak 70 HA (23,3 persen) dengan jumlah LTKM terkait sebanyak 163 laporan, dan
o HA Inquiry sebanyak 231 HA (76,7 persen) dengan jumlah
LTKM terkait sebanyak 1.022 laporan.
Sejak Januari 2003 s.d. Desember 2013, jumlah HA (tidak termasuk Hasil Pemeriksaan) yang disampaikan kepada Penyidik sudah mencapai 2.451 HA dengan jumlah LTKM terkait sebanyak 5.806 laporan, yang terdiri dari:
o 1.636 HA Proaktif (66,7 persen) dengan jumlah LTKM terkait sebanyak 4.200 laporan, dan
o 815 HA Inquiry (33,3 persen) dengan Jumlah LTKM terkait sebanyak 1.606 laporan.
Berdasarkan HA selama tahun 2013, dugaan tindak pidana
Korupsi masih menjadi tindak pidana yang paling dominan
yaitu sebanyak 168 HA (55,8 persen). Dugaan tindak pidana Korupsi yang terindikasi dalam HA pada tahun 2013 ini mengalami peningkatan sebesar 6,3 persen dibandingkan jumlah pada tahun 2012, sedangkan jumlah HA dengan dugaan tindak pidana Penipuan yang merupakan tindak pidana dominan berikutnya mengalami kenaikan sebesar 2,4 persen. PPATK juga menyampaikan IHA kepada pihak-pihak yang telah menjalin kerjasama pertukaran informasi dengan PPATK. Selama tahun 2013, jumlah IHA yang disampaikan sebanyak 72 Informasi Hasil Analisis.
ANALISIS &
PEMERIKSAAN
ANALISIS &
PEMERIKSAAN
ANALISIS &
PEMERIKSAAN
ANALISIS &
PEMERIKSAAN
ANALISIS &
PEMERIKSAAN
ANALISIS &
PEMERIKSAAN
ANALISIS &
PEMERIKSAAN
ANALISIS &
PEMERIKSAAN
UU TPPU Pasal 44 Ayat (1) :“Dalam rangka melaksanakan fungsi analisis atau pemeriksaan laporan dan informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 huruf d, PPATK dapat:
a. meminta dan menerima laporan dan informasi dari Pihak Pelapor;
b. meminta informasi kepada instansi atau pihak terkait;
c. meminta informasi kepada Pihak Pelapor berdasarkan pengembangan hasil analisis PPATK;
d. meminta informasi kepada Pihak Pelapor berdasarkan permintaan dari instansi penegak hukum atau mitra kerja di luar negeri;
e. meneruskan informasi dan/atau hasil analisis kepada instansi peminta, baik di dalam maupun di luar negeri;
f. menerima laporan dan/atau informasi dari masyarakat mengenai adanya dugaan tindak pidana Pencucian Uang;
g. meminta keterangan kepada Pihak Pelapor dan pihak lain yang terkait dengan dugaan tindak pidana Pencucian Uang;
h. merekomendasikan kepada instansi penegak hukum mengenai pentingnya melakukan intersepsi atau penyadapan atas informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
i. meminta penyedia jasa keuangan untuk menghentikan sementara seluruh atau sebagian Transaksi yang diketahui atau dicurigai merupakan hasil tindak pidana; j. meminta informasi perkembangan penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan oleh penyidik tindak pidana asal dan tindak pidana Pencucian Uang;
k. mengadakan kegiatan administratif lain dalam lingkup tugas dan tanggung jawab sesuai dengan ketentuan Undang-Undang ini; dan
l. meneruskan hasil analisis atau pemeriksaan kepada penyidik.”
19
BULLETIN STATISTIK ANTI PENCUCIAN UANG & PENDANAAN TERORISME
(DESEMBER 2013))
Tabel 10
Jumlah HA yang Disampaikan ke Penyidik dan Jumlah LTKM yang menjadi Dasar Analisis (Terkait) Sebelum dan Sesudah Berlakunya UU TPPU Berdasarkan Jenis HA
Januari 2003 s.d. Desember 2013
Des-2012 Des-2012Jan s.d. Des 2012Jan s.d. Nov-2013 Des-2013 Des-2013Jan s.d.
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) PROAKTIF Ø Hasil Analisis 628 316 228 1.172 297 8 97 97 8 7 70 464 1.636 Ø LTKM Terkait 1.243 858 750 2.851 686 121 500 500 27 27 163 1.349 4.200 INQUIRY**) Ø Hasil Analisis 295 168 91 259 145 19 180 180 18 28 231 556 815 Ø LTKM Terkait 295 168 91 259 145 19 180 180 50 291 1.022 1.347 1.606 TOTAL Ø Hasil Analisis 628 484 319 1.431 442 27 277 277 26 35 301 1.020 2.451 Ø LTKM Terkait 1.243 1.026 841 3.110 831 140 680 680 77 318 1.185 2.696 5.806
Jenis Hasil Analisis (HA)
Sebelum Berlakunya UU TPPU No. 8 Thn 2010 (s.d. Oktober 2010)*)
Sesudah Berlakunya UU TPPU No. 8 Thn 2010 (sejak Januari 2011) Tahun 2010 Jumlah Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Jumlah Jumlah Jan 2003 s.d. Des-2013 Tahun 2003 -2008 Tahun 2009 Keterangan :
- Proaktif adalah HA yang disampaikan atas insiatif PPATK.
- Inquiry adalah HA yang disampaikan sebagai jawaban atas permintaan dari Apgakum. - Data Tahun 2010 dihitung s.d. Desember 2010.
- Angka dalam kotak kuning: HA Inquiry Januari 2004 sampai dengan Desember 2008, hanya diperhitungkan sebagai catatan biasa dan tidak diperhitungkan sebagai HA.
Grafik 15
Perkembangan Jumlah HA per-Tahun yang Disampaikan ke Penyidik Berdasarkan Jenis HA Januari 2009 s.d. Desember 2013 484 319 442 277 301 316 228 297 97 70 168 91 145 180 231 0 100 200 300 400 500 600 2009 2010 2011 2012 2013
Tabel 11
Jumlah Kumulatif HA yang Disampaikan ke Penyidik Berdasarkan Jenis Penyidik Januari 2003 s.d. Desember 2013
Des-2012 Des-2012Jan s.d. Des 2012Jan s.d. Nov-2013 Des-2013 Des-2013Jan s.d.
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
Ø KEPOLISIAN SAJA 94 9 93 93 9 22 115 302
Ø KEJAKSAAN SAJA 145 5 62 62 5 3 57 264
Ø KPK SAJA 123 9 90 90 10 10 118 331
Ø KEPOLISIAN, KEJAKSAAN DAN KPK
98 0 1 1 0 0 0 99
Ø KEPOLISIAN DAN KEJAKSAAN 1.374 0 5 5 0 0 0 1.379
Ø KEPOLISIAN DAN KPK 2 0 0 0 0 0 0 2
Ø KEPOLISIAN, KEJAKSAAN DAN BNN
2 0 0 0 0 0 0 2
Ø KEPOLISIAN, KEJAKSAAN DAN DITJEN PAJAK
4 0 1 1 0 0 0 5
Ø KEJAKSAAN DAN KPK 6 0 1 1 0 0 0 7
Ø DITJEN PAJAK 13 1 15 15 1 0 6 34
Ø BADAN NARKOTIKA NASIONAL (BNN) 12 3 9 9 1 0 5 26 JUMLAH HA 1.873 27 277 277 26 35 301 2.451 Tahun 2003 - 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Jumlah Jan 2003 s.d. Des-2013 Penyidik
Catatan : Jumlah Inquiry belum memperhitungkan inquiry Januari 2004 s.d. Desember 2008, sebanyak 295 laporan.
Tabel 12
Jumlah HA yang Disampaikan ke Penyidik
Sebelum dan Sesudah Berlakunya UU TPPU Berdasarkan Dugaan Tindak Pidana Asal Januari 2003 s.d. Desember 2013
Des-2012 Des-2012Jan s.d. Des 2012Jan s.d. Nov-2013 Des-2013 Des-2013Jan s.d.
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14)
Ø Korupsi; 276 173 131 580 237 14 158 158 16 14 168 563 1.143
Ø Penyuapan; 15 11 14 40 30 0 8 8 0 3 8 46 86
Ø Narkotika; 12 27 8 47 20 3 15 15 2 0 8 43 90
Ø Di bidang perbankan; 29 11 6 46 6 0 3 3 0 3 8 17 63
Ø Di bidang Pasar Modal 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 1
Ø Di bidang perasuransian; 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 Ø Kepabeanan; 5 4 0 9 0 0 2 2 0 1 2 4 13 Ø Terorisme; 6 8 5 19 9 1 7 7 2 1 5 21 40 Ø Pencurian; 1 1 2 4 1 0 0 0 0 1 3 4 8 Ø Penggelapan; 10 22 10 42 14 0 3 3 0 2 12 29 71 Ø Penipuan; 225 153 41 419 28 6 42 42 2 8 43 113 532 Ø Pemalsuan uang; 4 1 0 5 0 0 0 0 0 0 1 1 6 Ø Perjudian; 5 8 4 17 5 0 0 0 0 1 5 10 27 Ø Prostitusi; 1 3 0 4 0 0 0 0 0 0 0 0 4 Ø Di bidang perpajakan; 7 0 0 7 12 1 15 15 2 0 6 33 40 Ø Di bidang kehutanan; 6 0 0 6 3 0 1 1 0 0 0 4 10
Ø Pidana lain yang diancam dengan penjara 4 tahun atau lebih
0 0 0 0 6 1 5 5 0 0 2 13 13
Ø Tidak Teridentifikasi / dll 26 62 97 185 70 1 18 18 2 1 30 118 303
JUMLAH HA 628 484 319 1.431 442 27 277 277 26 35 301 1.020 2.451
Tindak Pidana Asal
Sebelum Berlakunya UU TPPU No. 8 Thn 2010 (s.d. Oktober 2010)*)
Sesudah Berlakunya UU TPPU No. 8 Thn 2010 (sejak Januari 2011)
Jumlah Jan 2003 s.d. Des-2013 Tahun 2003 -2008 Tahun 2009 Tahun 2010 Jumlah Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Jumlah
21
BULLETIN STATISTIK ANTI PENCUCIAN UANG & PENDANAAN TERORISME
(DESEMBER 2013))
Tabel 13
Jumlah HA yang Tidak Ditemukan Indikasi berkaitan dengan Tindak Pidana dan Tidak disampaikan ke Penyidik Sebelum dan Sesudah Berlakunya UU TPPU
Januari 2003 s.d. Desember 2013 (HA database) Hasil Analisis LTKM Terkait Tahun 2003 - Des 2008 125 171 2009 197 220 2010 231 547 Jumlah 553 938 2011 149 323 2012 71 137 Jan s.d. Des 2013 35 44 Jumlah 255 504 808 1.442 Jumlah Tahun 2003 s.d. Des 2013
Tahun Sebelum Berlakunya UU TPPU No. 8 Thn 2010 (s/d Oktober 2010)* Sesudah Berlakunya UU TPPU No. 8 Thn 2010 (sejak Januari 2011)
*) Data Tahun 2010 dihitung s.d. Desember 2010
Catatan : HA dimasukan dalam database karena tidak terindikasi terkait dugaan tindak pidana, dianggap sesuai dengan profil dan memiliki underlying yang wajar serta keterbatasan data.
Grafik 16
Perkembangan Jumlah HA per-Tahun yang Tidak Terindikasi Tindak Pidana (HA database) dan Jumlah HA yang disampaikan ke Penyidik
Januari 2003 s.d. Desember 2013 125 197 231 149 71 35 628 484 319 442 277 301 0 100 200 300 400 500 600 700 Jan 2003 - Des 2008 2009 2010 2011 2012 2013 HA Database HA ke Penyidik
Tabel 14
Jumlah Informasi Hasil Analisis (IHA) Terkait dengan Pemberian Informasi sesuai dengan MoU dengan Lembaga/Instansi#) Terkait Berdasarkan Lembaga/Instansi Penyampaian IHA
Januari 2003 s.d. Desember 2013
Des-2012 Des-2012Jan s.d. Des 2012Jan s.d. Nov-2013 Des-2013 Des-2013Jan s.d.
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14)
Ø Komisi Pemberantasan Korupsi
172 117 89 378 0 0 0 0 0 0 5 5 383
Ø Badan Pengawas Pemilu 0 9 0 9 0 0 1 1 0 0 1 2 11
Ø Komisi Yudisial 1 2 2 5 1 0 2 2 1 0 5 8 13
Ø Tim Tas TIPIKOR (Bubar Tgl 11/06/2007)
1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1
Ø BAPEPAM-LK (Menjadi OJK Th. 2012)
10 3 21 34 10 0 4 4 0 0 0 14 48
Ø Bank Indonesia 6 0 2 8 5 0 2 2 1 0 1 8 16
Ø Dirjen Pajak 22 13 12 47 0 0 0 0 0 0 0 0 47
Ø Kementrian Luar Negeri 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1
Ø Kementrian Kehutanan 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1
Ø Badan Pemeriksa Keuangan 11 1 1 13 4 0 0 0 0 0 0 4 17
Ø Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
4 2 0 6 0 0 0 0 0 0 0 0 6
Ø Kementrian Keuangan 14 7 18 39 39 0 6 6 1 0 4 49 88
Ø Lembaga Penjamin Simpanan 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1
Ø Ditjen Bea dan Cukai 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1
Ø Badan Narkotika Nasional 6 2 4 12 0 0 0 0 0 0 1 1 13
Ø Kementrian Hukum dan HAM 0 0 1 1 4 2 3 3 0 0 4 11 12
Ø Kementrian Dalam Negeri 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 1
Ø Ombudsman 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 2 2
Ø Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 1 1
Ø Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan
0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1 2 2
Ø KPPU 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Ø Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 10 10 10
Ø Lainnya 1 3 2 6 0 0 4 4 4 4 40 44 50
JUMLAH IHA 250 160 153 563 65 3 25 25 8 4 72 162 725
Instansi
Sebelum Berlakunya UU TPPU No. 8 Thn 2010 (s.d. Oktober 2010)*)
Sesudah Berlakunya UU TPPU No. 8 Thn 2010 (sejak Januari 2011)
Jumlah Jan 2003 s.d. Des-2013 Tahun 2003 -2008 Tahun 2009 Tahun 2010 Jumlah Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Jumlah
*) Data Tahun 2010 dihitung s.d. Desember 2010.
#) Pada periode sebelum berlakunya UU TPPU No.8 Tahun 2010, Instansi KPK, Ditjen Pajak, BNN, Ditjen Bea dan Cukai belum
23
BULLETIN STATISTIK ANTI PENCUCIAN UANG & PENDANAAN TERORISME
(DESEMBER 2013))
B. Hasil Pemeriksaan (HP)
dan Rekomendasi
Selama Desember 2013, tidak ada penambahan Hasil Pemeriksaan (HP) yang disampaikan PPATK kepada Penyidik Kepolisian. Di sisi lain, juga tidak ada penambahan Informasi Hasil Pemeriksaan (IHP) yang disampaikan kepada Apgakum. Dengan demikian, selama tahun 2013, telah ada 8 HP dan 6 IHP yang telah disampaikan oleh PPATK.
Sejak berlakunya UU TPPU, selama periode Januari 2011 s.d. Desember 2013, jumlah HP yang telah disampaikan ke Penyidik sebanyak 26 HP, dengan 6 HP diantaranya disampaikan ke Penyidik Kepolisian saja, 9 HP ke Penyidik Kejaksaan saja, 10 HP ke Penyidik Kepolisian dan Kejaksaan, dan 1 HP ke Penyidik KPK.
Jumlah PJK yang dilakukan pemeriksaan sejak Januari 2011 s.d. Desember 2013 adalah sebanyak 191 PJK dengan jumlah rekening yang diperiksa sebanyak 1.388 rekening.
Tabel 15
Jumlah Hasil Pemeriksaan (HP) dan Informasi Hasil Pemeriksaan (IHP) yang disampaikan oleh PPATK per Bulan Januari 2011 s.d. Desember 2013
Kepolisian Kejaksaan KPK BNN Ditjen Pajak Gubernur BI Jaksa Agung
Mei 2011 2 2 2 2 2 - - - -Juni 2011 1 1 1 1 1 - - - -Juli 2011 1 1 1 1 1 - - - -Agustus 2011 1 1 1 1 1 - - - -Februari 2012 1 1 1 3 - 1 - 2 -Maret 2012 1 1 1 - - - -April 2012 1 1 1 - - - -Mei 2012 2 2 2 - - - -Juli 2012 1 - 1 1 1 - - - -Agustus 2012 3 2 1 3 3 - - - -Oktober 2012 1 - 1 - - - -Desember 2012 3 - 2 1 1 - - - -Maret 2013 1 1 - 1 1 - 1 - -April 2013 1 - 1 1 1 - - - -Mei 2013 3 1 2 3 3 - - - -Juli 2013 2 1 1 1 1 - - - -November 2013 1 1 - - - -Jumlah 26 16 19 19 16 1 1 2 0
Bulan Jumlah HP IHP ke Lembaga Terkait sesuai MoU
Jumlah HP ke Penyidik
Jumlah IHP
Jumlah IHP ke Penyidik Lainnya UU TPPU
Pasal 1 Angka 8 :
“Hasil Pemeriksaan adalah penilaian akhir dari seluruh proses identifikasi masalah, analisis dan evaluasi Transaksi Keuangan Mencurigakan yang dilakukan secara independen, objektif, dan profesional yang disampaikan kepada penyidik.”
Pasal 90 Ayat (1) :
“Dalam melakukan pencegahan dan pemberantasan tindak pidana Pencucian Uang, PPATK dapat melakukan kerja sama pertukaran informasi berupa permintaan, pemberian, dan penerimaan informasi dengan pihak, baik dalam lingkup nasional maupun internasional, yang meliputi: a. instansi penegak hukum;
b. lembaga yang berwenang melakukan pengawasan terhadap penyedia jasa keuangan;
c. lembaga yang bertugas memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara;
d. lembaga lain yang terkait dengan pencegahan dan pemberantasan tindak pidana Pencucian Uang atau tindak pidana lain terkait dengan tindak pidana Pencucian Uang; dan
e. financial intelligence unit negara lain.”
Pasal 47 Ayat (1) dan Ayat (2) :
”PPATK membuat dan menyampaikan laporan pelaksanaan tugas, fungsi, dan wewenangnya secara berkala setiap 6 (enam) bulan.”
“Laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan kepada Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat.“
Tabel 16
Jumlah HP Berdasarkan Tahun Penyampaian Januari 2011 s.d. Desember 2013
Tahun Jumlah HP Jumlah PJK Jumlah Rekening
2011 5 16 137
2012 13 117 780
Jan s.d. Des 2013 8 58 471
Jumlah Kumulatif 26 191 1.388
Grafik 17
Perkembangan Jumlah HP, Jumlah PJK, dan Jumlah Rekening yang Diperiksa Januari 2011 s.d. Desember 2013 5 13 8 26 16 117 58 191 137 780 471 1.388
2011 2012 Jan s.d. Des 2013 Jumlah Kumulatif Jumlah HP Jumlah PJK Jumlah Rekening
25
BULLETIN STATISTIK ANTI PENCUCIAN UANG & PENDANAAN TERORISME
(DESEMBER 2013))
Tabel 17
Jumlah Kumulatif Informasi Hasil Pemeriksaan (IHP) Terkait dengan Pemberian Informasi berdasarkan MoU antara PPATK dengan Lembaga/Instansi Terkait
Berdasarkan Penyampaian Informasi Januari 2011 s.d. Desember 2013 Instansi Informasi Hasil Pemeriksaan HA Terkait Gubernur BI 4 4 Bappepam LK 2 2 Jumlah 6 6 Tabel 18
Jumlah Rekomendasi Terkait Pejabat Negara dan BUMN per Bulan Januari 2012 s.d. Desember 2013 Bulan Jumlah Ja nua ri 2012 0 Februa ri 2012 0 Ma ret 2012 6 Apri l 2012 1 Mei 2012 3 Agus tus 2012 1 September 2012 1 Oktober 2012 0 November 2012 0 Des ember 2012 1 Jumlah 13
*) Sejak 2013, pemberian rekomendasi terkait pejabat Negara dan BUMN disampaikan dalam bentuk pemberian informasi ke instansi peminta informasi terkait dengan pengangkatan pejabat strategis di lingkungan instansi pemerintah sesuai dengan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor. 01 Tahun 2012 tentang Peningkatan Pengawasan Dalam Rangka Mewujudkan Aparatur Negara Yang Berintegritas, Akuntabel dan Transparan.