Estimasi Nilai Heritabilitas dan Nilai Pemuliaan Bobot Lahir Anak Babi
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh non-genetik, parameter genetik dan fenotipik, nilai pemuliaan, pola genetik dan fenotipik bobot lahir, bobot sapih,
Judul Penelitian : Pendugaan Parameter Genetik Kambing Boerka (F2) Berdasarkan Bobot Lahir, Bobot Sapih dan Bobot Umur 6 Bulan di Loka Penelitian Kambing Potong
RINALDI, 2015: “Pendugaan Parameter Genetik Kambing Boerka (F2) Berdasarkan Bobot Lahir, Bobot Sapih dan Bobot Umur 6 Bulan di Loka Penelitian Kambing Potong Sumatera Utara..
Nilai deviasi dominan adalah lebih banyak berperan dalam total nilai genetik pada sifat bobot badan dibandingkan dengan nilai pemuliaan (nilai yang lebih berperan
Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan partisi varians pada tetua pejantan dan betina terhadap sifat bobot lahir anak babi silangan, serta untuk
Nilai heritabilitas bobot lahir domba SB yang diperoleh ini masih relatif sama dengan hasil penelitian Takaendengan (1998) pada domba ekor gemuk sebesar 0,56 + 0,14; akan tetapi
Rataan bobot lahir anak yang paling tinggi dijumpai pada hasil perkawinan Kambing Boer dengan Boer (2,777 ± 0,183 kg) sedangkan bobot lahir yang paling kecil pada hasil
Data yang diambil adalah bobot lahir induk, bobot sapih induk, bobot lahir anak, bobot sapih anak, umur penyapihan, umur induk pada waktu melahirkan, tipe kelahiran anak , dan jenis