P
erdagangan saham kemarin kembali berlangsung bergairah setelah pada perdagangan sebelumnya mengalami koreksi terimbas sentimen negatif pasar global. Pelaku pasar kembali melakukan pembelian atas sejumlah saham sektoral. IHSG ditutup menguat 45,062 poin atau 1,15% di posisi 3954,755.Membaiknya kondisi pasar saham Asia kemarin menjadi faktor utama pemicu aksi beli. Ini terutama merespon angka perumbuhan ekonomi China kuartal IV 2011 yang di atas ekspektasi pasar yakni mencapai 8,9%. Pasar sebelumnya memperkirakan sebesar 8,7%. Namun bila
dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar 9,1%, ekonomi China memperlihatkan perlambatan pertumbuhan. Sepanjang 2011 lalu ekonomi China tumbuh 9,2% turun dari 2010 sebesar 10,3%. Penurunan ini meskipun sudah dipekrirakan sebelumnya namun masih di atas ekspektasi pasar sebesar 9%. Data pertumbuhan ekonomi China yang di atas ekspektasi tersebut telah direspon positif oleh pelaku pasar di Asia maupun di pasar saham AS dan Eropa tadi malam. Hal ini juga mendorong mendorong penguatan kembali harga sejumlah komoditas seperti harga emas, minyak mentah dan CPO di pasar Asia kemarin. Indeks DJIA dan S&P 500 di Wall Street masing-masing ditutup menguat 0,48% dan 0,36%. Harga minyak mentah di AS tadi malam ditutup naik 2% di USD100,71/barrel. Di London harga sejumlah komoditas logam juga mengalami penguatan seperti nikel dan timah masing-masing menguat 1,55% dan 3,56%. Penguatan sejumlah harga komoditas tambang dan energi tersebut turut menopang penguatan harga saham yang bergerak di sektor tersebut.
Nilai transaksi di Pasar Reguler kemarin meningkat mencapai Rp.3,7 triliun, di atas rata-rata harian pekan kemarin sebesar Rp.3,5 triliun. Dengan kondisi eksternal yang membaik dan perkembangan ekonomi domestik yang terus bertumbuh dipastikan arus dana yang masuk ke pasar saham akan semakin besar di masa mendatang. Target IHSG dalam waktu dekat diperkirakan akan kembali menembus level 4000. Pada perdagangan hari ini investor disarankan mencermati saham yang berkorelasi dengan komoditas seperti tambang, perkebunan, dan energi. Selain itu sejumlah saham lapis dua yang bergerak di sektor barang konsumsi juga masih berpeluang melanjutkan penguatannya. IHSG diperkirakan akan bergerak dengan retang sekitar 30 poin dengan kecenderungan menguat . Target resisten pertama ada di 3985 dan kedua di 4020. Sedangkan level support akan dijaga di 3910 dan 3870 IHSG S1 3910 S2 3870 ; R1 3985 R2 4020
•
ABM Investama bayar utang Rp. 344,62 miliar.•
BNBR raih fasilitas pinjaman USD 193,97 juta dari Credit Suisse.•
GJTL tuntaskan ekspansi pabrik.•
FREN nego obligasi konversi Rp. 4,7 triliun.DAILY RESEARCH
Statistics
Highlight
Market Preview
Opening Today Nikkei AORDChange Index Last Chg % DJIA 12482.07 60.01 0.48 S&P 500 1293.67 4.58 0.36 FTSE 100 5693.95 36.51 0.65 CAC 40 3269.99 44.99 1.40 DAX 6332.93 112.92 1.82 NIKKEI 225 8466.4 88.04 1.05 HANGSENG 19627.75 615.55 3.24 STI 2815.85 59.36 2.15 SHENZHEN 860.25 42.08 5.14 SHANGHAI 2298.38 92.19 4.18 Commodities Price Chg % Oil (US$/barrel) 101.26 2.56 2.59 CPO (RM/M.T) 3164 38.00 1.22 Gold (USD/T.oz) 1654.4 23.60 1.45 Nikel (USD/M.T 19605 300.00 1.55 Timah (USD/M.T) 21650 745.00 3.56 Coal (USD/M.T) 114.15 0.00 0.00 Exchange Rates Chg % IDR/USD 9120 (10.00) (0.11) USD/EUR 1.274 0.01 0.47 JPY/USD 76.77 (0.06) (0.08) IDR/SGD 7058.92 (22.38) (0.32) IDR/AUD 9416.17 (12.09) (0.13)
Dual Listed USD IDR Chg % TLK.NYSE 30.52 6958.56 (0.23) (0.75)
IIT.NYSE 29.75 5426.4 (0.87) (2.84)
Top Gainers IDR % Chg VOKS 1,000 25 200 CEKA 970 24.40 190 KAEF 410 22.40 75 SQMI 680 21.40 120 DKFT‐W 1,300 18.20 200 Top Losers IDR % Chg
HITS 235 (14.50) (40)
META‐W 176 (14.10) (29)
KBRI‐W2 31 (13.90) (5)
LMSH 4,700 (9.60) (500)
TRUS 820 (8.90) (80)
Top Value IDR % (miliar) ASII 77,300 1.40 393 B BBRI 6,950 2.20 343 B BMRI 6,800 1.50 342 B ELTY 146 7.40 317 B BBNI 3,700 0.00 303 B Top Volume IDR % (juta)
ELTY 146 7.40 2,202.749 BIPI‐W 73 9 793.452 ENRG 215 4.90 447.956 DEWA 90 2.30 397.917 BNBR 52 0.00 380.499 IHSG 3,954.75 Change 45.06 Change (%) 1.15 Change (%/ytd) 3.47 Total Value (IDR triliun) 4.483 Total Volume (miliar saham) 7.002 Net Foreign Buy (IDR miliar) 181.405
•
ABM Investama Bayar Utang Rp 344,62 Miliar. PT ABM Investama Tbk (ABMM) melakukan pembayaran utang lebih cepat kepada dua perbankan, dengan total dana Rp 344,62 miliar. Pembayaran dana untuk mengurangi beban bunga. Pembayaran dilakukan oleh dua bank, yakni DBS Singapura senilai US$ 13 juta (Rp 119,62 miliar) serta Bank Permata Rp 225 miliar. Dana diambil dari hasil penjualan saham perdana (Initial Publi Offering/IPO) yang telah dilakukan Desember 2011 lalu. Percepatan pembayaran akan mengurangi beban bunga pinjaman dan memperbaiki struktur permodalan ABM. Sehingga ABM dapat mengoptimalkan dana yang ada untuk memperkuat bisnis anak-anak perusahaan. Selain untuk membayar utang, sebanyak 70% dana IPO sebagai pembiayaan ekspansi anak usaha. Melalui anak usahanya, ABBM berjanji mengembangkan bisnis energi hulu dan hilir, sehingga terjadi terintegrasi. Diharapkan ke depan, anak usaha dapat menyumbang profit yang signifikan. Perse-roan akan meningkatkan produksi batu bara hingga 5,5 juta ton. Kontribusi didapat dari dua tambang baru, di Aceh dan Kali-mantan Selatan. (Detikcom)•
Bayan Resources Digugat BCBC Singapore. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) digugat BCBC Singapore Pte Ltd di pengadilan tinggi Negara Singapura. Pasalnya, perseroan diduga melakukan pelanggaran terhadap perjanjian yang mengatur usaha patungan briket batu bara (coal briquette joiunt venture deed). Bayan mendapatkan surat gugatam pada 10 Januari 2012 dari Straits Law Practice LLC yang merupakan kuasa hukum atas BCBC Singapore dan BCBC Australia atas perkara tersebut yang didaftarkan pada 27 Desember lalu. Sebelumnya, Bayan Resources menerima surat dari BCBC Singapore Pte Ltd terkait dengan proyek PT Kaltim Supacoal pada 21 November 2011. Bayan merupakan pemegang 49 persen saham Kaltim Supacoal, perusa-haan yang bergerak dalam pengoperasian fasilitas coal upgrading. Persentase sisa saham Kaltim Supacoal dimiliki BCBC Singa-pore. Kepemilikan aset Bayan dalam Kaltim Supacoal terakhir tercatat masih defisit Rp261,2 miliar per akhir September. Defisit itu meningkat dari posisi akhir 2010 sebesar Rp118,72 miliar. (Okezone)•
BNBR Raih Fasilitas Pinjaman USD193,97 Jt dari Credit Suisse. PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) meraih fasilitas pinjaman sebesar USD193,97 juta dari Credit Suisse AS, Singapore Branch. BNBR dan Long Haul Holding Ltd (LHH) telah menandatan-gani credit agreement untuk menerima fasilitas pinjaman (term loan facility) senilai USD437 juta dari Credit Suisse sebagai structuring agent. Dari jumlah pinjaman tersebut, bagian dari term loan facility yang tersedia untuk BNBR adalah sebesar USD193,97 juta. Berdasarkan credit agreement tersebut, kewajiban BNBR terpisah dari kewajiban LHH. Transaksi ini bukan merupakan transaksi afiliasi dan benturan kepentingan transaksi tertentu. Dan bukan termasuk transaksi material. (Okezone)•
Gajah Tunggal Tuntaskan Ekspansi Pabrik. Penjualan kendaraan bermotor yang selalu meningkat ikut mengerek permintaan ban. Mengantisipasi lonjakan permintaan ini, para produsen ban pun gencar berekspansi. Tengok saja PT Gajah Tunggal Tbk yang terus melanjutkan peningkatan kapasitas produksi di pabriknya yang terletak di Tangerang, Banten. Untuk meningkatkan produksi ini, Gajah Tunggal telah menganggarkan investasi sebesar US$ 170 juta. Menurut Chatarina, modal yang akan diku-curkan tahun ini tinggal US$ 10 juta. Chatarina menjelaskan, dana ekspansi ini berasal dari penerbitan obligasi pada 2005 sebe-sar US$ 400 juta. Nantinya, pabrik ini akan memproduksi ban dalam dan ban luar baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat. Dengan ekspansi ini, kapasitas produksi ban motor Gajah Tunggal akan mencapai 105.000 unit per hari, naik 16,66% dibandingkan produksi ban 2011 yang sebesar 90.000 unit per hari. Sementara produksi ban mobil akan menyentuh 45.000 unit per hari, tumbuh 12,5% dari produksi tahun lalu yang sebesar 40.000 unit per hari. Saat ini, Gajah Tunggal menguasai 53% pasar ban sepeda motor di Indonesia. Dengan penambahan kapasitas ini, Gajah Tunggal berharap volume penjualan 2012 tumbuh 10%-20% menjadi sekitar 38,35 juta unit hingga 41,84 juta unit. Dengan begitu, pendapatan diharapkan bisa menyen-tuh Rp 14,1 triliun - Rp 15,3 triliun, tumbuh 20%-25% dari penjualan 2011 yang berkisar Rp 11,8 triliun - Rp 12,3 triliun. (KontanOnline)
•
FREN Nego Obligasi Konversi Rp 4,7 triliun. PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) berencana mengutak-atik struktur obligasi konversinya. Tujuannya, menyulut kembali minat investor membeli obligasi konversi FREN. Dalam rencana awalnya, FREN akan menerbitkan obligasi konversi dengan nilai total Rp 4,7 triliun. Dari jumlah tersebut, FREN sudah menerbitkan obligasi konversi senilai Rp 2,4 triliun sepanjang Januari-September 2011. Agar pemodal mau membeli sisa obligasi yang akan diterbitkannya di tahun ini, senilai Rp 2,3 triliun, manajamen FREN menawarkan konversi saham seri C dengan harga yang lebih tinggi yakni Rp 100 per saham. Dalam struktur terdahulu, pemegang obligasi hanya mendapat tawaran saham seri B yang seharga Rp 50 per saham. Pemegang obligasi konversi FREN saat ini adalah PT Valensia Persada dengan nilai Rp 1,1 triliun dan PT Sejahtera Pu-ramas (Rp 1,3 triliun). Perusahaan terakhir juga memiliki opsi membeli obligasi konversi yang belum diterbitkan. Kedua perusa-haan itu sudah membeli, total, sembilan seri obligasi yang masing-masing nilainya Rp 100 miliar. Mereka juga berhak membo-rong 38 opsi pembelian obligasi konversi FREN yang lain. Jika seluruh opsi dieksekusi, nilai total obligasi konversi FREN adalah Rp 4,7 triliun. Jika seluruh obligasi dikonversi menjadi saham seri C, maka komposisi kepemilikan saham perseroan akan berubah. Sekitar 88,79% saham FREN beralih ke tangan pemegang obligasi. Jika obligasi dikonversi menjadi saham seri B, porsi kepemilikan kreditur obligasi hanya 44,21%. Jika menghitung waran perseroan dan penerbitan saham baru rights issue yang akan digelar FREN, hitung punya hitung, kepemilikan pemegang obligasi pada FREN sebesar 70,10%, dengan catatan seluruh pemegang Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) melaksanakan haknya. Sebagai kompensasinya, FREN meminta pe-megang obligasi untuk mengubah bunga obligasi yang diterbitkan pada awal tahun 2011 menjadi 0% dari sebelumnya 6%. Dengan restrukturisasi itu, FREN bisa menghemat beban bunga sekitar Rp 282 miliar per tahun. (Kontan Online)Stock Picks
ELTY 139-154.
Harga saham ELTY kemarin kembali melanjutkan penguatannya setelah sempat terkoreksi
sekitar 4% sepekan kemarin. Pergerakan harganya kemarin berhasil menembus resisten sederhana di Rp.144,
dan ditutup di Rp.146. Ini merupakan harga tertinggi ELTY sejak perdagangan 9 September tahun lalu.
Hingga kuartal ketiga tahun 2011 pendapatan usaha perseroan tumbuh 61% mencapai Rp.1,45 triliun. Laba
usaha tumbuh 47% mencapai Rp.202,5 miliar, sedangkan laba bersih tumbuh 17% mencapai Rp.129,24
miliar. Pertumbuhan kinerjanya sepanjang tahun lalu dan peluang peningkatan laba pada tahun ini akan
menjadi katalis positif bagi penguatan harga sahamnya ke depan. Setahun terakhir harga tertingginya
sempat mencapai Rp.182 (19/5). Tahun 2011 lalu, laba perusahaan properti tersebut diperkirakan bisa
mencapai Rp.157 miliar dan tahun ini laba mencapai Rp.205 miliar dengan asumsi pertumbuhan laba 30%.
Pada harga Rp.146, saham ELTY ditransaksikan dengan PE 28,5x (E/2012) dan PBV hanya 0,69x. Kinerja
perseroan tahun ini juga akan ditopang dengan sejumlah rencana proyek toll yang dikerjakan oleh anak
perusahaannya Bakrie Toll Road. Secara technical harga sahamnya berpeluang mencapai target di Rp.154
(retracement 61,8%). Harga saham ELTY dalam sebulan terakhir telah menguat 38%. Penguatan harga
sahamnya diperkirakan masih bisa berlanjut. Trading Buy.
PGAS 3175-3275.
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) tahun ini menganggarkan belanja modal (capex)
sebesar USD200 juta. Sebagian besar belanja modal tahun ini akan digunakan membangun infrastuktur di
proyek LNG receiving terminal di Sumatera Utara dan Jawa Barat. Sumber belanja modal tahun ini akan
menggunakan kas internal perusahaan. Per September 2011 perseroan memiliki kas sebanyak Rp.9,5 triliun.
Selain membangun LNG Receiving Terminal, perseroan juga merencanakan untuk mengakuisisi satu blok gas
dengan nilai sekitar USD350 juta. Akuisisi blok gas ini diharapkan bisa memperkuat pasokan gas perseroan
yang selama ini menjadi kendala dalam pertumbuhan bisnisnya. Pada perdagangan kemarin harganya
ditutup naik Rp.50 di Rp.3250. Pada harga Rp.3250, saham PGAS ditransaksikan dengan PE 12,2x (2011) dan
PE 11,7x (E/2012). Secara historis PGAS ditransaksikan pada PE sekitar 13x. Perdagangan PGAS, secara
technical, cenderung bergerak sideways dengan kisaran yang sempit dengan support di Rp.3100 dan resisten
di Rp.3275. Tren penguatan harga sahamnya akan menunggu konfirmasi penembusan level di Rp.3275.
Pembelian bisa dilakukan apabila level Rp.3275 tertembus dengan volume yang meningkat atau pada
kisaran support di Rp.3100-Rp.3175. Bagi investor jangka pendek yang sudah memiliki barang bisa take profit
di level resistennya. Hold.
ADRO 1760 - 1820 (Adaro Energy)
ADRO kemarin berhasil menguat 20 poin dari penutupan pada hari sebelumnya. ADRO kemarin
ditutup pada posisi 1800 menguat sekitar 1%. Adapun volume transaksi kemarin hanya mencapai 30 juta, di
bawah rata-rata volume selama 14 hari yaitu sebesar 45 juta. Trend ADRO masih sideways. ADRO masih
bergerak dalam rentang sempit antara 1760 - 1840. Namun posisi candle masih diatas MA 20d. Volume
cenderung dibawah rata-rata perdagangan selama beberapa hari terakhir membuat ADRO tidak dapat break
resistennya. Indiaktor lainnya masih mendukung penguatan. MACD mmasih uptrend, meskipun
histogramnya sudah merah. RSI rebound di centerline mengindikasikan ADRO masih berkesempatan untuk
menguat. Stochastic juga berhasil golden cross di area netral.
Fundamental ADRO juga baik. PT Adaro Power, anak usaha PT Adaro Energy Tbk (ADRO) akan
mengakuisisi PT Sejahtera Alam Energy, anak usaha PT Trinergy Mandiri Internasional, perusahaan yang
bergerak di sektor energi panas bumi. Adaro Power adalah perusahaan pembangkit listrik swasta yang
dibentuk oleh Adaro Energy dan PT Alam Tri Abadi, anak usah perseroan lainnya. Keduanya masing-masing
memiliki 50% saham Adaro Power dengan setoran modal masing-masing sebesar Rp 30 juta. Ini
menunjukkan ADRO sedang melakukan diversivikasi pendapatan perusahaan. Namun masih adanya
sengketa lahan dengan PTBA menjadi sentimen negatif untuk ADRO. ADRO saat ini ditraksaksikan dengan
PE 14.52x lebih rendah dari PE Industri sejenis yaitu 15.72x. Maintain Buy.
Stock Picks
5
Saham Pilihan :
BBRI 6850-7150 Trading Buy
BMRI 6700-6900 Trading Buy
HRUM 7150-7450 Trading Buy
ADHI 650-710 Trading Buy
INDF 4750-4875 Maintain Buy
KAEF 385-440 Spec Buy
BNII 440-510 Spec Buy
6 EMITEN LAST PRICE RESISTANCE 1 RESISTANCE 2 SUPPORT 1 SUPPORT 2
IHSG 3,954.75 3,970.31 3,985.86 3,924.63 3,894.51 PERTANIAN AALI 22,300.00 22,400.00 22,500.00 22,200.00 22,100.00 LSIP 2,475.00 2,525.00 2,575.00 2,400.00 2,325.00 SGRO 3,225.00 3,258.33 3,291.67 3,158.33 3,091.67 UNSP 310.00 320.00 330.00 295.00 280.00 PERTAMBANGAN ADRO 1,800.00 1,806.67 1,813.33 1,786.67 1,773.33 ANTM 1,700.00 1,716.67 1,733.33 1,686.67 1,673.33 BORN 890.00 913.33 936.67 843.33 796.67 BUMI 2,500.00 2,516.67 2,533.33 2,466.67 2,433.33 DEWA 90.00 91.33 92.67 88.33 86.67 DOID 680.00 693.33 706.67 663.33 646.67 ENRG 215.00 218.33 221.67 208.33 201.67 HRUM 7,300.00 7,383.33 7,466.67 7,183.33 7,066.67 INCO 3,400.00 3,441.67 3,483.33 3,316.67 3,233.33 ITMG 39,250.00 39,500.00 39,750.00 38,900.00 38,550.00 MEDC 2,525.00 2,550.00 2,575.00 2,500.00 2,475.00 PTBA 19,650.00 19,800.00 19,950.00 19,350.00 19,050.00 TINS 1,730.00 1,740.00 1,750.00 1,720.00 1,710.00 INDUSTRI DASAR DAN KIMIA CPIN 2,250.00 2,266.67 2,283.33 2,241.67 2,233.33 INTP 18,400.00 18,633.33 18,866.67 17,933.33 17,466.67 KRAS 890.00 896.67 903.33 876.67 863.33 NIKL 280.00 283.33 286.67 278.33 276.67 SMCB 2,300.00 2,358.33 2,416.67 2,258.33 2,216.67 SMGR 11,850.00 11,916.67 11,983.33 11,716.67 11,583.33 ANEKA INDUSTRI ASII 77,300.00 77,700.00 78,100.00 76,550.00 75,800.00 GJTL 2,950.00 3,016.67 3,083.33 2,916.67 2,883.33 INDUSTRI BARANG KONSUMSI INDF 4,775.00 4,791.67 4,808.33 4,741.67 4,708.33 KLBF 3,450.00 3,466.67 3,483.33 3,441.67 3,433.33 UNVR 19,800.00 19,966.67 20,133.33 19,566.67 19,333.33 PROPERTI DAN KONSTRUKSI ADHI 670.00 680.00 690.00 650.00 630.00 ASRI 480.00 485.00 490.00 475.00 470.00 CTRA 550.00 563.33 576.67 543.33 536.67 CTRP 590.00 593.33 596.67 583.33 576.67 ELTY 146.00 149.67 153.33 139.67 133.33 KIJA 190.00 192.67 195.33 187.67 185.33 PTPP 510.00 521.67 533.33 496.67 483.33 WIKA 16.00 16.00 16.00 16.00 16.00 INFRASTRUKTUR, UTILITAS DAN TRANSPORTASI INDY 2,725.00 2,750.00 2,775.00 2,675.00 2,625.00 ISAT 5,400.00 5,466.67 5,533.33 5,366.67 5,333.33 JSMR 4,325.00 4,358.33 4,391.67 4,283.33 4,241.67 PGAS 3,250.00 3,275.00 3,300.00 3,200.00 3,150.00 TLKM 7,000.00 7,016.67 7,033.33 6,966.67 6,933.33 KEUANGAN BBCA 7,950.00 8,000.00 8,050.00 7,900.00 7,850.00 BBKP 650.00 656.67 663.33 636.67 623.33 BBNI 3,700.00 3,725.00 3,750.00 3,675.00 3,650.00 BBRI 6,950.00 7,000.00 7,050.00 6,850.00 6,750.00 BDMN 4,675.00 4,700.00 4,725.00 4,625.00 4,575.00 BMRI 6,800.00 6,833.33 6,866.67 6,733.33 6,666.67 PERDAGANGAN, JASA DAN INVESTASI AKRA 3,525.00 3,625.00 3,725.00 3,450.00 3,375.00 BNBR 52.00 53.00 54.00 51.00 50.00 MNCN 1,320.00 1,350.00 1,380.00 1,280.00 1,240.00 UNTR 28,400.00 28,616.67 28,833.33 28,066.67 27,733.33
Corporate Action
7RIGHT
ISSUE
RASIO
HARGA
NOMI-NAL
HARGA
PE-LAKSANAAN
JADWAL
KETERANGAN
MASA
2:1
Rp. 140
Rp. 500
27‐Dec‐11 Cum HMETD di Pasar Reguler
30‐Dec‐11 Recording Date
2‐Jan‐12 Distribusi HMETD
1‐Mar‐12 Pencatatan Efek di Bursa
03/01/12 ‐ 11/01/12 Periode Perdagangan HMETD
01/01/12 ‐ 11/01/12 Periode Pelaksanaan HMETD
05/01/12 ‐ 13/01/12 Periode Distribusi Saham Hasil HMETD
13‐Jan‐12 Pembayaran Pemesanan Saham Tamb
16‐Jan‐12 Tanggal Penjatahan
18‐Jan‐12 Refund
MDLN
20:21
Rp. 250
Rp. 250
22‐Dec‐11 Cum HMETD di Pasar Reguler
28‐Dec‐11 Recording Date
29‐Dec‐11 Distribusi HMETD
30‐Dec‐11 Pencatatan Efek di Bursa
30/12/11 ‐ 11/01/12 Periode Perdagangan HMETD
30/12/11 ‐ 11/01/12 Periode Pelaksanaan HMETD
03/01/12 ‐ 11/01/12 Periode Distribusi Saham Hasil HMETD
13‐Jan‐12 Pembayaran Pemesanan Saham Tamb
16‐Jan‐12 Tanggal Penjatahan
18‐Jan‐12 Refund
STOCK SPLIT &
RE-VERSE STOCK
KETERANGAN
RASIO
JADWAL
KETERANGAN
FREN
Reverse Stock
20:1
10‐Feb‐12 Akhir Perdagangan Nominal Lama
13‐Feb‐12 Awal Perdagangan Nominal Baru
‐
Recording Date
‐
Distribusi Dengan Nilai Nominal Baru
8
RUPS
EMITEN
JENIS
TANGGAL
TEMPAT
FREN Smartfren Telecom Tbk RUPSLB 12‐01‐2012 PT Smartfren Telecom Tbk Jl. H Agus Salim No. 45, Sabang Jakarta Pusat 10340
GEMS Golden Energy Mines Tbk RUPSLB 12‐01‐2012
Le Grandeur Mangga Dua Hotel, Ruang Puri Per‐ tiwi Ballroom Lantai 2, Jl. Mangga Dua Raya, Ja‐ karta BNII Bank Internasional Indonesia Tbk. RUPSLB 16‐01‐2012 Ruang Paseo, Plaza BII Tower 2, Lantai 39 Jl. MH Thamrin No. 51 Jakarta
BUVA Bukit Uluwatu Villa Tbk RUPSLB 16‐01‐2012
Ruang Seminar I, PT Bursa Efek Indonesia, Tower 2 lantai 1. Jl. Jendral Sudirman, Kav. 52‐53, Ja‐
karta 12190 PWON Pakuwon Jati Tbk. RUPSLB 18‐01‐2012
Function Room Apartemen Gandaria Heights Jl. K.H.M. Syafii Hadzami No. 8 Kebayoran Lama – Jakarta Selatan 12240 RUIS Radiant Utama Interinsco Tbk RUPSLB 24‐01‐2012 Onyx Room, 2nd Floor Arion Swiss‐Belhotel Jl. Kemang Raya No.7 Kebayoran Baru, Jakarta 12730
BCIP Bumi Citra Permai Tbk RUPSLB 24‐01‐2012 Gedung Graha Millennium Jl. Kwitang Raya no. 1 Jakarta 10450
BNGA Bank CIMB Niaga Tbk RUPSLB 26‐01‐2012 Financial Hall, Graha CIMB Niaga lantai 2 Jl. Jend. Sudirman Kav. 58 Jakarta 12190
SUGI Sugih Energy Tbk. RUPSLB 26‐01‐2012
BKSW Bank QNB Kesawan Tbk RUPSLB 27‐01‐2012 Hotel Nikko Jakarta EMTK Elang Mahkota Teknologi Tbk RUPSLB 27‐01‐2012 SCTV Studio, Lantai 8, SCTV Tower, Senayan City Jl. Asia Afrika Lot 19, Jakarta 10270, Indonesia SONA Sona Topas Tourism Industry Tbk. RUPSLB 27‐01‐2012 Intiland Tower Podium Lantai 2, Ruang Nomor 2, Jl. Jendral Sudirman Kav. 32 Jakarta 10220 JSMR Jasa Marga (Persero) Tbk. RUPSLB 30‐01‐2012
FREN Smartfren Telecom Tbk RUPSLB 30‐01‐2012 PT Smartfren Telecom Tbk Jl. H Agus Salim No. 45, Sabang Jakarta Pusat 10340 BIPP Bhuwanatala Indah Permai Tbk RUPSLB 31‐01‐2012 Graha BIP Lt.6, Jl. Gatot Subroto Kav 23, Jakarta GIAA Garuda Indonesia (Persero) Tbk RUPSLB 03‐02‐2012 Ruang Auditorium Gedung Manajemen Garuda Indonesia, Garuda City, Bandar Udara Interna‐ sional Soekarno ‐ Hatta INVS Inovisi Infracom Tbk RUPSLB 03‐02‐2012 Jakarta SHID Hotel Sahid Jaya International
Tbk. RUPSLB 06‐02‐2012
Ruang Candi Prambanan Lantai 2, Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta
GDYR Goodyear Indonesia Tbk. RUPSLB 09‐02‐2012
Dua Mutiara 1 JW Marriot Hotel Jakarta Jl. Lingkar Mega Kuningan Kav.E1 & 2 No. 1 & 2 Mega Kunin‐
Panin Bank Centre
3rd Floor Jl. Jend. Sudirman No. 1
Jakarta 10270, Indonesia
Phone
: +62 21 726 3969
Fax
: +62 21 571 0895
CS
: +62 21 726 2757
Web
: www.firstasiacapital.com
E-mail :
[email protected]
Disclaimer : Laporan ini dibuat dari opini analis hanya sebagai informasi untuk membantu investor dalam memahami pasar saham Indonesia dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian PT. First Asia Capital tidak menjamin dan bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini.