• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAILY RESEARCH. Market Preview. Kamis, 01 Oktober 2015

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DAILY RESEARCH. Market Preview. Kamis, 01 Oktober 2015"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)



Semester I Pendapatan Usaha Arthavest Turun 12,71 Persen.



Kinerja SCMA Tergolong Stabil di Semester I 2015.



J Resources Refinancing Pinjaman Rp4 Triliun.



Pendapatan CPO AALI Turun 30%.

DAILY RESEARCH

Statistics

Highlight

Opening Today Nikkei AORD

 Change  

 

 

Market Preview

HSG  kemarin  berhasil  melanjut‐

kan  rebound  tutup  di  atas  4200 

yaitu  di  4223,908  atau  menguat 

45,50 poin (1,1%) di 4223,908. Pen‐

guatan  IHSG  pada  perdagangan 

akhir  kuartal  tiga  kemarin  terutama 

ditopang  optimisme  pasar  terhadap 

paket  kebijakan  ekonomi  tahap  II 

yang  diumumkan  hari  sebelumnya 

dan  pergerakan  positif  di  sejumlah 

pasar  saham  global  dan  kawasan. 

Nilai  tukar  rupiah  atas  dolar  AS  ke‐

marin  turut  menguat  0,5%  di 

Rp14657  pasca  pengumuman  kebi‐

jkaan paket ekonomi tahap II. Mem‐

baiknya  sentimen  pasar  juga  tercer‐

min  dari  mulai  masuknya  kembali 

dana  asing  di  pasar  saham  setelah 

sejak  15  September  lalu  terus  men‐

catatkan  nilai  penjualan  bersih.  Ke‐

marin nilai pembelian bersih asing mencapai Rp288 miliar.  

 

Saham‐saham perbankan berkapitalisasi besar menjadi penopang pen‐

guatan  IHSG  kemarin.  Salah  satu  kebijakan  pemerintah  dalam  paket  ekonomi 

tahap  II  adalah  memberikan  potongan  pajak  atas  deposito  devisa  hasil  ekspor 

dinilai akan mendorong para eksportir untuk menyimpan devisa hasil ekspornya 

lebih  lama  di  sistem  perbankan  dalam  negeri.  Apabila  ini  terjadi  maka  akan 

memberikan  peluang  penguatan  rupiah  atas  dolar  AS.  Namun  demikian  pasar 

saham  sepanjang  September  lalu  melanjutkan  tren  bearish  dengan  koreksi 

hingga  6,34%  melanjutkan  koreksi  bulan  sebelumnya  6,10%.  Sedangkan  nilai 

tukar rupiah atas dolar AS sepanjang September anjlok hingga 4,5%.  

 

Sementara  itu  bursa  saham  global  tadi  malam  menutup  akhir  kuartal 

tiga  berhasil  rebound.  Indeks  Eurostoxx  di  zona  Euro  naik  2,34%  di  3100,67. 

Indeks  DJIA  dan  S&P  di  Wall  Street  menguat  masing‐masing  1,47%  dan  1,91% 

tutup  di  16284,70  dan  1920,03.  Harga  minyak  mentah  naik  tipis  0,29%  di 

USD45,36/barel. Penguatan di Wall Street dipicu aksi window dressing pemodal 

menutup akhir 3Q15 dan rebound saham‐saham berbasiskan teknologi dan bio‐

teknologi setelah beberapa sesi terakhir tertekan.  

 

Memasuki  perdagangan  awal  Oktober  ini,  pemodal  akan  digerakkan 

dengan sejumlah sentimen data ekonomi makro seperti dari dalam negeri data 

inflasi dan dari kawasan data final manufacturing indeks China.  IHSG diperkira‐

kan  akan  bergerak  dengan  support  di  4170  dan  resisten  di  4270  berpeluang 

melanjutkan  penguatannya,  terutama  juga  ditopang  potensi  penguatan  rupiah 

atas dolar AS.         

 

IHSG : S1 4170  S2 4130  R1 4240  R2 4270   

Index Last Chg % DJIA  16284.70  235.57   1.47   S&P 500  1920.03  35.94   1.91   FTSE 100  6061.61  152.37   2.58   CAC 40  4455.29  111.56   2.57   DAX  9660.44  210.04   2.22   NIKKEI 225  17452.48  273.08   1.59   HANGSENG  20846.30  289.70   1.41   STI  2790.89  2.95   0.11   SHENZHEN  1716.78  5.07   0.30   SHANGHAI  3052.78  14.64   0.48   Commodities Price Chg % Oil (US$/barrel)  45.28  0.39   0.87   CPO (RM/M.T)  2451.00  0.00   0.00   Gold (USD/T.oz)  1114.70  (11.70)  (1.04)  Nikel (USD/M.T  9890.00  (10.00)  (0.10)  Timah (USD/M.T)  15500.00  435.00   2.89   Coal (USD/M.T)  53.35  (0.70)  (1.30)  Exchange Rates Chg % IDR/USD  14721.50  62.00   0.42   USD/EUR  1.116  (0.01)  (0.80)  JPY/USD  119.85  (0.09)  (0.07)  IDR/SGD  10355.61  81.09   0.79   IDR/AUD  10356.64  80.74   0.79   TLKM USD IDR Chg % TLK.NYSE  35.65  2624  0.94   2.71  

Top Gainers IDR % Chg

VINS‐W  26  2,500.00   25  VICO‐W  6  20.00   1 

GOLL  105  19.30   17  NAGA  113  16.50   16  BIPP‐W  10  11.10   1 

Top Losers IDR % Chg

FREN‐W  6  (40.00)  (4) 

MGNA‐W  25  (28.60)  (10) 

TARA‐W  250  (25.60)  (86) 

BVIC‐W3  6  (14.30)  (1) 

BABP‐W  14  (12.50)  (2)  Top Value IDR % (miliar)

BBRI  8,400  (1.80)  493 B  LPKR  1,115  1.40   332 B  SIAP  204  3.60   224 B  ASII  5,250  (5.40)  200 B  MYRX  695  (0.70)  197 B 

Top Volume IDR % (juta)

SIAP  204  3.60   1,110.391  SRIL  408  4.30   436.607  LPKR  1,115  1.40   296.636  MYRX  695  (0.70)  282.951  BIPI  71  0.00   243.065  IHSG 4,223.91 Change 45.50 Change (%) 1.09 Change (%/ytd) (19.19)

Total Value (IDR triliun) 5.906

Total Volume (miliar saham) 7.647

Net Foreign Buy (IDR miliar) 288.060

(2)

News Update

2



Batubara Lesu, HRUM Alihkan Penjualan ke Pasar yang Lebih Stabil. PT Harum Energy Tbk (HRUM) mengaku, kalau pasar batubara sedang lesu saat ini. Alhasil, Perseroan saat ini mengalihkan penjualan batubaranya ke pasar-pasar yang lebih stabil. "Pasar batubara saat ini sedang lesu. kami alihakn penjualan batubara ke pasar-pasar seperti Korea Selatan, Taiwan, dan Malaysia," kata Direktur Utama Harum Energy Ray Antonio Gunara, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Rabu. Negara-negara tujuan ekspor batubara perseroan itu, dinilai Ray, tidak terlalu terpengaruh oleh perlambatan ekonomi dunia. dikarenakan, kebutuhan batubaranya cukup stabil yang terutama diperuntukkan bagi industri pembangkit tenaga listrik yang sudah ada. "Kebutuhan tersebut akan naik, jika ada penambahan kapasitas pembangkit tenaga listrik yang baru," ujar Ray. Disisi lain, Ray mengungkapkan, bahwa Tingkok sebagai konsumen sekaligus produsen terbesar di Asia sedang mengalami perlambatan ekonomi. "Angka impor batubara di Tingkok relatif kecil, sehingga dengan perlamabatan ekonomi saat ini kebutuhan batubara yang akan dikurangi adalah yang bersumber dari impor," imbuhnya. Sepanjang semester I-2015, produksi batubara Harum Energy tercatat sebanyak 2,3 juta ton atau lebih rendah dari realisasi produksi semester I tahun lalu sebanyak 3,8 juta ton. Harum Energy mencatatkan pendapatan sebesar US$ 151 juta sepanjang semester I-2015, turun 42,5% dari realisasi tahun lalu sebesar US$ 262,5 juta. Ebitda perseroan juga turun sebesar 62,2% menjadi sebesar US$ 11,2 juta dari sebelumnya senilai US$ 29,7 juta. (IQ Plus)



Semester I Pendapatan Usaha Arthavest Turun 12,71 Persen. PT Arthavest Tbk (ARTA) membukukan pendapatan usaha sebesar Rp19,26 miliar di semester I tahun ini. Bila dibandingkan dengan pendapatan usaha di periode sama tahun lalu, jumlah ini menurun 12,71 persen. Penurunan ini disebabkan oleh hampir seluruh pos pendapatan perseroan di semester I tahun ini mengalami penurunan dibanding periode sama tahun lalu. Dalam laporan keuangannya, Rabu, beban departementalisasi tercatat sebesar Rp13,93 miliar di semester I tahun ini, lebih rendah dibanding periode sama tahun lalu yang mencapai Rp14,52 miliar. Laba bruto departementalisasi menyusut jadi Rp21,73 miliar dari sebelumnya Rp31,45 miliar. Adanya peningkatan pada beban penjualan dan pemasaran serta beban umum dan administrasi masing-masing sebesar 81,91% dan 0,90% membuat perseroan mencatat rugi usaha sebesar Rp3,34 miliar dari sebelumnya mencatat laba usaha Rp6,81 miliar. Disamping itu, di semester I tahun perseroan juga mencatat rugi sebelum pajak sebesar Rp2,24 miliar dari sebelumnya laba sebelum pajak Rp7,93 miliar. Rugi yang dapat diatribusikan sebesar Rp997,57 juta dari sebelumnya laba yang dapat diatribusikan sebesar Rp3,51 miliar dan rugi per saham dasar Rp2 dari sebelumnya laba per saham dasar Rp8. (IQ Plus)



Kinerja SCMA Tergolong Stabil di Semester I 2015. PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) mencatat kinerja yang stabil dienam bulan pertama tahun 2015. Perusahaan media ini mencetak laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 804,14 miliar di semester I 2015, atau menurun tipis 1,33% jika dibandingkan dengan periode serupa pada tahun sebelumnya Rp 815,02 miliar. Penurunan laba salah satunya dipicu oleh bagian rugi dari entitas asosiasi mencapai Rp 354,86 juta pada semester I 2015. Padahal di periode yang sama tahun sebelumnya, Perseroan tidak mencatat kerugian di pos ini. Kemudian, laba usaha SCMA per Juni 2015, tercatat turun jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya menjadi Rp 1,04 triliun dari Rp 1,08 triliun. Sementara, laba sebelum pajak penghasilan juga mengalami penurunan dari Rp 1,08 triliun menjadi Rp 1,05 triliun. Dengan begitu, laba periode berjalan SCMA ikut turun menjadi Rp 796,60 miliar di enam bulan pertama 2015 dari Rp 813,61 miliar di periode serupa tahun lalu. Dalam laporan kinerja SCMA yang dirilis, Rabu, disebutkan, Perseroan berhasil menakan beban operasi lainnya pada periode Januari-Juni 2015 menjadi Rp 4,01 miliar dari periode yang sama sebelumnya mencapai Rp 9,78 miliar. Selain itu, SCMA juga mampu meningkatkan pendapatan operasi lainnya menjadi Rp 17,84 miliar dari Rp 3,26 miliar. Alhasil, pendapatan neto Perseroan berhasil meningkat pada semester I 2015 menjadi Rp 2,16 triliun dari periode serupa tahun lalu sebesr Rp 2,14 triliun. (IQ Plus)



J Resources Refinancing Pinjaman Rp4 Triliun. PT J Resources Tbk tengah memeroses pembiayaan kembali (refinancing) fasilitas kredit sindikasi senilai US$275 juta, setara Rp4 triliun (kurs BI 29 September 2015 Rp14.728). Direktur Utama William Surnata melalui publikasi BEI, Selasa (29/9) menuturkan, bank pemberi kredit tersebut adalah Indonesia Eximbank, PT Bank Permata Tbk, PT Bank ICBC Indonesia dan PT Bank QNB Kesawan Tbk. "Kami akan memberikan informasi lebih lanjut apabila proses refinancing tersebut telah selasai dilaksanakan dan perjanjian yang baru sudah ditandatangani oleh para pihak," William. Emiten pertambangan emas ini mencatat penurunan laba bersih pada semester I 2015 mencapai 8,03% menjadi US$18,33 juta dari laba bersih pada periode yang sama tahun lalu, yaitu sebesar US$19,93 juta. Kendati demikian, penjualan perseroan masih meningkat 12,01% menjadi US$149,29 juta dari periode serupa tahun lalu tercatat US$133,28 juta. Pendapatan ini seluruhnya berasal dari penjualan emas dan perak. Aset perusahaan dengan kode emiten PSAB pada semester I 2015 mencapai US$841,74 juta, lebih rendah dari aset 2014, yaitu USD856,71 juta. Sedangkan utang dalam enam bulan pertama tahun ini menjadi US$535,80 juta. (IMQ 21)



Pendapatan CPO AALI Turun 30%. Kinerja emiten perkebunan masih layu. Begitu juga dengan kinerja PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) yang terlihat sampai delapan bulan pertama 2015. AALI mengantungi pendapatan Crude Palm Oil (CPO) senilai Rp 5,31 triliun sampai Agustus. Nilai tersebut mengering 30,58% dari Rp 7,65 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya. Volume penjualan CPO AALI turun 20,1% dari 889.978 ton di Agustus tahun lalu menjadi 710.879 ton di periode yang sama tahun ini. Lalu penurunan penjualan ini ditimpa dengan harga CPO yang terus melemah. Rata-rata harga jual CPO AALI tercatat Rp 7.474 per kg. Harga tersebut turun 13,1% dari Rp 8.604 per kg. Rata-rata harga jual CPO AALI di Agustus ini merupakan harga jual terrendahnya. Sepanjang tahun ini, harga tertinggi tampak pada bulan Maret yakni Rp 8.069 per kg. Setelah itu, harganya melandai sampai Mei dan kembali menanjak di Juni. Namun setelah itu, harganya kembali merosot. Rudy menyebut, penurunan volume penjualan CPO terjadi karena sebagian produksinya dialihkan menjadi olein. Nah, ini berdampak membuat volume penjualan olein AALI meningkat signifikan. Penjualan produk turunan CPO tersebut melonjak 85,2% dari 137.976 ton ke posisi Rp 255.516 ton. Sayangnya, pendapatan kernel AALI mengering 21,53% ke posisi Rp 1,02 triiun. Volume penjualan kernelnya menipis 7,2% dari 229.901 ton menjadi 213.357 ton. Lalu rata-rata harga jualnya merosot 15,3% dari Rp 5.680 per kg menjadi Rp 4.813 per kg. (Kontan Online)

(3)

Stock Picks

3

BMRI  7800‐8200. 

Harga  saham  emiten  Bank  Mandiri  Tbk  (BMRI)  kemarin  berhasil  melanjutkan  rebound 

tutup di  Rp7925. Saat ini  ada resisten sederhana di Rp8000 apabila berhasil  break akan  menuju  Rp8200. 

Sedangkan level support saat ini di Rp7800. Sepanjang tahun ini hingga kemarin harga saham BMRI telah 

terkoreksi 26,4% dari Rp10775 akhir 2014 lalu turun ke Rp7925. Koreksi ini menyusul melambatnya kinerja 

perseroan tahun ini di tengah memburuknya kondisi makro ekonomi domestic yang berpengaruh terhadap 

pertumbuhan kredit menjadi melambat, naiknya angka NPL, dan tergerusnya marjin laba akibat kenaikan 

biaya  dana.  Rata‐rata  laba  perbankan  hingga  Juli  lalu  turun  10,4%  (yoy)  dan  kredit  tumbuh  melambat 

hanya  9,8%  (yoy).  Hal  ini  turut  berpengaruh  terhadap  kinerja  perseroan.  Di  tengah  penurunan  laba 

perbankan,  laba  bersih  perseroan  dalam  paruh  pertama  tahun  ini  masih  tumbuh  3,5%  mencapai  Rp9,9 

triliun dari periode yang sama 2014 Rp9,6 triliun. Pertumbuhan tersebut melambat dibandingkan periode 

yang sama 2014 lalu tumbuh 29,38%. Tahun 2014 lalu, laba hanya tumbuh sekitar 9%. Pertumbuhan kredit 

perseroan sepanjang 1H15 tumbuh 13,8% mencapai Rp552,8 triliun dari periode yang sama 2014 Rp485,8 

triliun.  Pertumbuhan  kredit  ini  masih  sejalan  dengan  proyeksi  OJK  tahun  ini  di  kisaran  13%‐15%.  Rasio 

keuangan perseroan seperti NIM mengalami penurunan 0,15% menjadi 5,76% dari 5,91%. Sedangkan rasio 

NPL  gross  2,43%  naik  dari  periode  yang  sama  2014  sebesar  2,23%.  Namun  angka  NPL  tersebut  masih  di 

bawah  rata‐rata  NPL  perbankan  periode  yang  sama  2,6%.  Tahun  ini  pertumbuhan  laba  perseroan 

diperkirakan  hanya  akan  tumbuh  sekitar  4%  turun  dari  proyeksi  sebelumnya  10%.  Diperkirakan  laba 

perseroan  tahun  ini  hanya  mencapai  Rp20,67  triliun  dan  pertumbuhan  ekuitas  8%  mencapai  Rp113,23 

triliun.  Harga  saham  perseroan  ditargetkan  dengan  rata‐rata  PBV  2,5x  atau  mencapai  Rp12132.  Katalis 

positif yang berpeluang mendorong aksi beli pemodal dalam waktu dekat adalah rencana buyback saham 

perseroan menyusul harganya yang sudah terkoreksi dalam. Secara technical pergerakan harga sahamnya 

mengindikasikan sinyal bullish continuation. Maintain Buy, SL 7500        

 

(4)

4

SMRA 1100‐1225. 

Setelah dilanda tekanan jual sejak perdagangan awal Agustus lalu, harga saham emiten 

properti,  Summarecon  Agung  Tbk  (SMRA),  dalam  dua  sesi  perdagangan  akhir  September  ini  berhasil 

mengalami technical rebound dan kemarin tutup di Rp1120. Prospek pertumbuhan bisnis properti tahun ini 

menghadapi  tantangan  dari  memburuknya  kondisi  makro  ekonomi  domestik  yang  ditandai  dengan 

melambatnya daya beli masyarakat akibat kebijakan uang ketat Bank Indonesia (BI) dan depresiasi rupiah 

atas  dolar  AS  yang  sudah  menembus  Rp14700.  Namun  di  tengah  kondisi  yang  kurang  kondusif  tersebut, 

pemodal bisa melakukan pembelian selektif atas sejumlah emiten properti yang relatif masih bisa tumbuh 

di atas industrinya. Salah satu emiten properti tersebut adalah SMRA. Sepanjang paruh pertama tahun ini 

(1H15) penjualan neto perseroan tumbuh 24% mencapai Rp2,59 triliun. Padahal rata‐rata emiten properti 

dalam periode yang sama  hanya tumbuh 18%. Laba  bersih perseroan dalam periode tersebut  turun tipis 

2,5% mencapai Rp529,25 miliar. Pada periode yang sama rata‐rata emiten properti mengalami penurunan 

22,3%.  Tahun  ini  perseroan  menargetkan  marketing  sales  tumbuh  19,5%  mencapai  Rp5,5  triliun.  Hingga 

paruh  pertama  tahun  ini  (1H15),  marketing  sales  perseroan  telah  mencapai  Rp2,7  triliun  atau  49%  dari 

target tahun ini dan meningkat 12,5% bila dibandingkan periode yang sama 2014 lalu sebesar Rp2,4 triliun. 

Proyek  residensial  yang  menopang  marketing  sales  perseroan  tahun  ini  adalah  proyek  Summarecon 

Serpong  yang  diperkirakan  berkontribusi  Rp2,7  triliun  atau  49%.  Dengan  proyeksi  tersebut,  pendapatan 

usaha  tahun  ini  diperkirakan  tumbuh  15%  mencapai  Rp6,13  triliun  dengan  laba  bersih  tumbuh  14% 

mencapai Rp1,59 triliun. EPS proyeksi tahun ini diperkirakan Rp110,54 naik dari 2014 lalu sebesar Rp96,92. 

Harga  saham  SMRA  diperkirakan  berpeluang  ditransaksikan  dengan  PBV  3,5x  atau  mencapai  Rp1662, 

memiliki ruang penguatan 48% dari harga saat ini. Secara technical peluang rebound lanjutan akan menguji 

resisten di Rp1225. Sedangkan level support saat ini di Rp1100. Maintain Buy, SL 1070      

Stock Picks

(5)

5

Stock Picks

UNVR  37500‐39400. 

Kondisi pasar yang agak membaik dua hari perdagangan terakhir, berhasil membuat 

harga  saham  emiten  sektor  barang  konsumsi  mengalami  rebound.  Kemarin  harga  saham  UNVR  tutup  di 

Rp38000  tertahan  di  resisten  sederhana  di  Rp38400.  Memasuki  Oktober  sentimen  pasar  akan  tertuju  ke 

kinerja emiten kuartal tiga tahun ini (3Q15) yang diperkirakan akan tumbuh lebih baik dibandingkan kuartal 

sebelumnya.  Secara  kinerja,  hingga  paruh  pertama  tahun  ini  (1H15),  laba  bersih  perseroan  tumbuh  tipis 

2,9%  mencapai  Rp2,93  triliun.  Pertumbuhan  laba  ini  lebih  baik  dibandingkan  periode  1H14  yang  hanya 

tumbuh 1,1%. Sedangkan pertumbuhan penjualan bersih 1H15 melambat hanya tumbuh 6,93% mencapai 

Rp18,80  triliun.  Periode  yang  sama  2014  pertumbuhan  penjualan  bersih  mencapai  13,93%.  Ini 

mengindikasikan perlambatan pertumbuhan ekonomi domestik tahun ini telah berdampak pada penjualan 

perseroan.  Namun  perseroan  berhasil  meningkatkan  marjin  dengan  strategi  kenaikan  harga  jual  dan 

pengurangan  biaya  produksi  terutama  akibat  turunnya  harga  komoditas  yang  berdampak  pada  turunnya 

biaya bahan baku yang berbasiskan komoditas CPO. Hal ini terihat dari marjin kotor naik menjadi 51% dari 

49%.  Pencapaian  penjualan  bersih  sepanjang  1H15  mencerminkan  48,7%  dari  proyeksi  penjualan  bersih 

tahun  ini  yang  mencapai  Rp38,59  triliun  atau  tumbuh  11,83%  (yoy).  Sedangkan  pencapaian  laba  bersih 

hingga  1H15  mencerminkan  45,28%  dari  target  laba  bersih  tahun  ini  yang  diperkirakan  mencapai  Rp6,47 

triliun atau naik 12,72% (yoy). EPS tahun ini diperkirakan sebesar Rp847,78. Untuk jangka panjang saham 

perseroan berpeluang ditransaksikan dengan PE 54x sesuai dengan industrinya atau mencapai Rp45792. Ini 

mencerminkan  ruang  penguatan  sekitar  20,5%.  Secara  technical  level  support  saat  ini  di  Rp37500  dan 

resisten  di  Rp39400.  Pergerakan  harganya  mengindikasikan  bullish  reversal  dan  berpeluang  menguat 

dengan dukungan indikator teknis seperti RSI, MACD dan Stochastic. Maintain Buy, SL 37000      

Kamis, 01 Oktober 2015

Saham Pilihan

TLKM 2620-2680 Buy, SL 2550

BBRI 8500-8800 Buy, SL 8050

BBNI 4050-4200 Buy, SL 3980

JSMR 4800-5000 Buy, SL 4680

UNTR 16800-18400 Buy, SL 15400

INCO 2100-2225 TB, SL 2000

INTP 16300-17250 Buy, SL 16000

(6)

Stock View

6

Kamis, 01 Oktober 2015

EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV Q1 2014 G (%) EPS Q1 14 G (%) PE

IHSG 

4223.91  4242.47  4261.04  4186.78  4149.66 

               PERKEBUNAN AALI  18125  18,425.00  18,725.00  17,975.00  17,825.00  3,725,866.00  36.80  485.51  114.55  9.33  BWPT  202  210.67  219.33  196.67  191.33                LSIP  1385  1,428.33  1,471.67  1,363.33  1,341.67  1,279,973.00  40.33  32.78  122.48  10.56  SGRO  1070  1,126.67  1,183.33  1,041.67  1,013.33  649,627.93  10.94  29.32  141.04  9.12  SIMP  445  448.33  451.67  438.33  431.67  3,171,052.00  2.40  12.14  92.44  9.16  UNSP  50  50.00  50.00  50.00  50.00  659,213.38  36.97  21.64  ‐571.51  0.58 

PERTAMBANGAN BATU BARA

ADRO  535  545.00  555.00  520.00  505.00  9,632,947.40  33.83  45.68  269.20  2.93  BORN  50  50.00  50.00  50.00  50.00                BRAU  82  82.00  82.00  82.00  82.00                BUMI  50  50.00  50.00  50.00  50.00  9,572,406.53  4.50  191.78  ‐751.57  0.07  DEWA  50  50.00  50.00  50.00  50.00  631,292.51  8.52  ‐0.52  ‐77.95  ‐23.93  HRUM  845  850.00  855.00  835.00  825.00  1,460,386.97  ‐32.82  45.54  81.61  4.64  ITMG  9875  10,083.33  10,291.67  9,483.33  9,091.67  5,742,974.57  5.02  968.54  ‐299.21  2.55  PTBA  5625  5,708.33  5,791.67  5,508.33  5,391.67  3,093,648.00  11.39  232.76  8.74  6.04  PTRO  290  300.33  310.67  283.33  276.67  929,699.70  5.15  23.76  ‐67.39  3.05 

PERTAMBANGAN MINYAK & GAS BUMI

BIPI  71  73.00  75.00  69.00  67.00  999,850.63  1,185.87  4.39  5,114.26  4.04  ELSA  334  357.00  380.00  322.00  310.00  918,296.00  ‐12.25  7.42  56.06  11.25  ENRG  51  53.33  55.67  49.33  47.67  2,210,590.04  27.13  4.86  2,610.69  2.62  ESSA  1600  1,600.00  1,600.00  1,600.00  1,600.00  126,590.83  22.89  42.71  28.12  9.37  MEDC  1145  1,195.00  1,245.00  1,110.00  1,075.00  2,303,371.50  7.08  122.83  131.12  2.33 

PERTAMBANGAN LOGAM DAN MINERAL LAINNYA

ANTM  486  505.67  525.33  470.67  455.33                INCO  2185  2,258.33  2,331.67  2,073.33  1,961.67  2,430,306.44  ‐3.23  20.62  ‐33.11  26.50  TINS  640  653.33  666.67  613.33  586.67                SEMEN INTP  16450  16,666.67  16,883.33  16,241.67  16,033.33  4,499,774.00  6.65  289.47  ‐7.03  14.21  SMCB  1005  1,030.00  1,055.00  975.00  945.00  2,356,126.00  9.11  42.23  75.57  5.95  SMGR  9050  9,208.33  9,366.67  8,933.33  8,816.67  6,177,992.74  11.44  219.66  5.39  10.30 

LOGAM DAN SEJENISNYA

GDST  69  79.00  89.00  64.00  59.00  333,609.60  28.88  2.97  59.01  5.80  JPRS  135  138.00  141.00  133.00  131.00  158,603.63  98.78  6.50  ‐0.37  5.19  KRAS  312  318.00  324.00  309.00  306.00  5,240,035.36  ‐12.47  ‐33.57  ‐698.77  ‐2.32  PAKAN TERNAK CPIN  2000  2,038.33  2,076.67  1,923.33  1,846.67  6,719,521.00  19.02  40.34  ‐7.84  12.40  JPFA  297  304.00  311.00  293.00  289.00  5,674,518.00  14.33  4.97  ‐72.07  14.95 

OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA

ASII  5225  5,316.67  5,408.33  5,166.67  5,108.33  49,821,000.00  6.73  116.76  9.68  11.19  GJTL  525  550.67  576.33  498.67  472.33  3,199,668.00  5.32  96.23  ‐2.66  1.36 

INDUSTRI BARANG KONSUMSI

ICBP  12400  12,600.00  12,800.00  12,050.00  11,700.00  7,355,089.00  21.44  0.12  6.96  24.94  INDF  5500  5,575.00  5,650.00  5,375.00  5,250.00  16,365,578.00  27.30  156.42  90.13  8.79  MYOR  26600  26,733.33  26,866.67  26,333.33  26,066.67  3,498,158.85  30.25  133.69  ‐45.72  49.74  ROTI  1175  1,191.67  1,208.33  1,141.67  1,108.33  464,595.48  27.03  12.10  9.45  24.28  GGRM  42000  42,600.00  43,200.00  41,600.00  41,200.00  15,670,252.00  23.99  736.58  35.34  14.26  INAF  127  128.00  129.00  125.00  123.00  155,073.95  25.62  ‐12.39  250.04  ‐2.56  KAEF  640  651.67  663.33  626.67  613.33  867,027.74  8.45  4.21  ‐4.38  38.03  KLBF  1375  1,405.00  1,435.00  1,350.00  1,325.00  4,066,502.64  16.52  10.52  11.04  32.68 

KOSMETIK DAN BARANG KEPERLUAN RUMAH TANGGA

(7)

7

EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV Q1 2014 G (%) EPS Q1 14 G (%) PE

PROPERTI DAN REAL ESTAT

APLN  300  304.33  308.67  291.33  282.67  1,165,134.03  1.99  14.43  20.67  5.20  ASRI  316  320.67  325.33  313.67  311.33  871,134.65  ‐3.40  15.77  ‐23.45  5.01  BKSL  75  76.67  78.33  73.67  72.33                BSDE  1405  1,426.67  1,448.33  1,376.67  1,348.33  1,254,119.10  ‐39.62  27.93  ‐60.73  12.58  COWL  595  598.33  601.67  588.33  581.67  64,709.78  ‐6.38  1.59  ‐30.99  93.30  CTRA  815  825.00  835.00  805.00  795.00  1,202,303.51  ‐10.35  15.01  5.45  13.57  CTRP  331  354.00  377.00  319.00  307.00  251,211.60  ‐58.80  4.89  ‐84.29  16.92  CTRS  1650  1,703.33  1,756.67  1,623.33  1,596.67  347,893.21  27.73  66.20  25.74  6.23  ELTY  50  50.00  50.00  50.00  50.00                KIJA  160  162.33  164.67  158.33  156.67  725,835.40  ‐3.64  15.03  51.33  2.66  MDLN  434  444.00  454.00  420.00  406.00                KONSTRUKSI BANGUNAN ADHI  2250  2,270.00  2,290.00  2,225.00  2,200.00  1,439,602.33  5.83  9.01  40.67  62.41  DGIK  62  63.33  64.67  60.33  58.67  480,924.22  52.77  1.81  ‐44.42  8.57  PTPP  3465  3,488.33  3,511.67  3,443.33  3,421.67  1,999,368.48  55.72  12.69  44.39  68.28  SSIA  675  691.67  708.33  651.67  628.33  918,070.21  ‐17.06  2.64  ‐93.80  63.96  TOTL  585  598.33  611.67  578.33  571.67  547,807.36  ‐6.30  11.12  ‐20.80  13.15  WIKA  2590  2,623.33  2,656.67  2,553.33  2,516.67  2,791,666.54  6.24  27.28  6.78  23.73 

INFRASTRUKTUR, UTILITAS DAN TRANSPORTASI

PGAS  2530  2,646.67  2,763.33  2,471.67  2,413.33                JALAN TOL, PELABUHAN, BANDARA DAN SEJENISNYA

CMNP  1500  1,513.33  1,526.67  1,473.33  1,446.67  262,850.17  17.13  53.83  8.63  6.97  JSMR  4825  4,878.33  4,931.67  4,773.33  4,721.67  2,079,705.80  ‐13.14  55.30  16.71  21.81  TELEKOMUNIKASI BTEL  50  50.00  50.00  50.00  50.00  471,133.26  ‐31.12  6.89  ‐316.19  1.81  EXCL  2615  2,710.00  2,805.00  2,460.00  2,305.00  5,512,751.00  9.78  44.41  20.12  14.72  ISAT  3750  3,800.00  3,850.00  3,650.00  3,550.00  5,773,177.00  ‐0.26  147.24  ‐1,224.62  6.37  TLKM  2645  2,671.67  2,698.33  2,591.67  2,538.33  21,250,000.00  8.71  36.20  4.95  18.27  TRANSPORTASI GIAA  309  319.33  329.67  297.33  285.67  9,206,681.81  17.35  ‐82.55  469.78  ‐0.94  MBSS  324  334.00  344.00  312.00  300.00  435,871.55  21.78  59.94  3.87  1.35  WINS  159  161.33  163.67  157.33  155.67  518,942.64  36.32  23.63  53.05  1.68 

KONSTRUKSI NON BANGUNAN

INDY  193  197.67  202.33  189.67  186.33  2,753,426.38  52.84  17.64  3.30  2.74  BANK BBCA  12275  12,516.67  12,758.33  11,966.67  11,658.33  10,261,849.00  32.93  148.65  26.73  20.64  BBKP  630  640.00  650.00  625.00  620.00  1,641,517.00  15.99  27.33  9.08  5.76  BBNI  4135  4,170.00  4,205.00  4,085.00  4,035.00  7,526,634.00  26.65  128.30  15.63  8.06  BBRI  8650  8,775.00  8,900.00  8,450.00  8,250.00  17,099,293.00  28.06  240.57  16.71  8.99  BBTN  995  1,006.67  1,018.33  986.67  978.33  3,123,112.00  28.06  32.29  2.24  7.70  BDMN  2895  2,971.67  3,048.33  2,846.67  2,798.33  5,612,922.00  17.40  91.25  ‐13.01  7.93  BJBR  615  626.67  638.33  596.67  578.33  2,124,681.00  12.48  33.55  ‐12.29  4.58  BMRI  7925  8,008.33  8,091.67  7,833.33  7,741.67  14,313,290.00  25.54  211.05  10.27  9.39  BNGA  540  546.67  553.33  531.67  523.33  4,883,839.00  15.02  43.71  4.22  3.09 

PERDAGANGAN BESAR BRANG PRODUKSI

AKRA  5850  5,950.00  6,050.00  5,750.00  5,650.00  5,630,170.96  3.52  46.44  14.36  31.49  INTA  264  271.67  279.33  248.67  233.33  398,931.00  ‐48.89  37.27  87.86  1.77  UNTR  17475  17,766.67  18,058.33  16,891.67  16,308.33  13,901,385.00  11.66  42.26  39.66  103.37  PERDAGANGAN ECERAN MAPI  3000  3,066.67  3,133.33  2,916.67  2,833.33  2,675,101.00  26.32  27.42  ‐27.88  27.35  RALS  515  520.00  525.00  510.00  505.00  1,184,904.00  9.45  5.73  ‐2.88  22.48 

ADVERTISING, PRINTING DAN MEDIA

MNCN  1640  1,691.67  1,743.33  1,546.67  1,453.33  1,496,466.00  9.55  27.61  ‐7.99  14.85  PERUSAHAAN INVESTASI

BRMS  50  50.00  50.00  50.00  50.00  55,860.54  ‐9.06  ‐5.88  94.31  ‐2.13  BNBR  50  50.00  50.00  50.00  50.00  2,503,679.10  190.79  7.10  1,526.00  1.76 

(8)

Corporate Action

8

Code

Name

Type

Date

Time

Venue

BABP    Bank MNC Internasional Tbk.    AGM    28/04/2015    0:14:00 

MNC Tower, Auditorium Lt B2, Jl. Kebon Sirih 

No.17‐19, Jakarta Pusat   

BABP    Bank MNC Internasional Tbk.    EGM    28/04/2015    0:14:00 

MNC Tower, Auditorium Lt. B2, Jl. Kebon Sirih 

No.17‐19, Jakarta Pusat   

ASII   

Astra International Tbk.   

AGM    28/04/2015    0:08:30 

The Ritz‐Carlton Jakarta, Pacific Place   

NRCA   

Nusa Raya Cipta Tbk   

AGM    28/04/2015    0:10:00 

Hotel Gran Melia, Ruang Legian 2, Jl. HR. Ra‐

suna Said Blok X‐0 Kav.4, Kuningan, Jakarta 

12950   

RAJA   

Rukun Raharja Tbk.   

AGM    29/04/2015    0:10:00 

Intercontonental mid plaza hotel   

BPFI   

Batavia Prosperindo Finance 

Tbk   

AGM    30/04/2015    0:01:00 

Ruang Rapat PT Batavia Prosperindo Finance 

Tbk, Gedung Chase Plaza Lantai 12, Jl.Jend 

Sudirman Kav 21, Jakarta 12920   

BPFI   

Batavia Prosperindo Finance 

Tbk   

EGM    30/04/2015    0:10:00 

Ruang Rapat PT Batavia Prosperindo Finance 

Tbk, Gedung Chase Plaza Lantai 12, Jl.Jend 

Sudirman Kav 21, Jakarta 12920   

BPII   

Batavia Prosperindo Interna‐

sional Tbk   

AGM    30/04/2015    0:14:00 

Chase Plaza, Lantai 12, Jl. Jend. Sudirman Kav. 

21, Jakarta Selatan   

BPII   

Batavia Prosperindo Interna‐

sional Tbk   

EGM    30/04/2015    0:14:00 

Chase Plaza, Lantai 12, Jl. Jend. Sudirman Kav. 

21, Jakarta Selatan   

BRAU   

Berau Coal Energy Tbk   

EGM    30/04/2015    0:10:00 

  

ASBI   

Asuransi Bintang Tbk.   

AGM    30/04/2015    0:14:00 

  

ASBI   

Asuransi Bintang Tbk.   

EGM    30/04/2015    0:14:00 

  

TOTL   

Total Bangun Persada Tbk.   

AGM    30/04/2015    0:09:30 

PT Total Bangun Persada Tbk Gedung TOTAL 

lantai 8, Jl. Letjend.S.Parman No. 106A, Ja‐

karta 11440   

TOTL   

Total Bangun Persada Tbk.   

EGM    30/04/2015    0:09:30 

PT Total Bangun Persada Tbk Gedung TOTAL 

lantai 8, Jl. Letjend.S.Parman No. 106A, Ja‐

karta 11440   

TAXI    Express Transindo Utama Tbk    AGM    30/04/2015    0:09:30 

Ruang Seminar BEI (Galeri Bursa) ‐ Gedung 

Bursa Efek Indonesia Tower 2 Lt. 1, Jl. Jend. 

Sudirman Kav.52‐53, Jakarta 12190   

TAXI    Express Transindo Utama Tbk    EGM    30/04/2015    0:09:30 

Ruang Seminar BEI (Galeri Bursa) ‐ Gedung 

Bursa Efek Indonesia Tower 2 Lt. 1, Jl. Jend. 

Sudirman Kav.52‐53, Jakarta 12190   

NAGA   

Bank Mitraniaga Tbk   

AGM   

5‐Apr‐15 

0:10:00 

Hotel Menara Peninsula ‐ Merica 2 Lt.2, Jl, 

LetJen. S. Parman 79 ‐ Jakarta 11410   

NAGA   

Bank Mitraniaga Tbk   

EGM   

5‐Apr‐15 

0:10:00 

Hotel Menara Peninsula ‐ Merica 2 Lt.2, Jl, 

LetJen. S. Parman 79 ‐ Jakarta 11410   

SIMP   

Salim Ivomas Pratama Tbk   

AGM    5‐May‐15 

0:14:00 

Sudirman Plaza ‐ Indofood Tower Lantai PH, 

Jalan Jendral Sudirman Kav. 76‐78, Jakarta 

Selatan 12910   

SIMP   

Salim Ivomas Pratama Tbk   

EGM    5‐May‐15 

0:14:00 

Sudirman Plaza ‐ Indofood Tower Lantai PH, 

Jalan Jendral Sudirman Kav. 76‐78, Jakarta 

Selatan 12910   

Kamis, 01 Oktober 2015

(9)

Corporate Action

9

EMITEN

JUMLAH DIVIDEN

CUM DIVIDEN RECORDING DATE

PEMBAYARAN

DIVIDEN

KETERANGAN

PLIN 

70 

15‐Apr‐15 

20‐Apr‐15 

7‐May‐15 

  

ITMG 

645 

8‐Apr‐15 

13‐Apr‐15 

24‐Apr‐15 

  

SMBR 

8.34385 

8‐Apr‐15 

13‐Apr‐15 

30‐Apr‐15 

  

WTON 

11,82 

9‐Apr‐15 

14‐Apr‐15 

5‐May‐15 

  

BJBR 

71.6 

8‐Apr‐15 

13‐Apr‐15 

30‐Apr‐15 

  

MERK 

6500 

10‐Apr‐15 

15‐Apr‐15 

5‐May‐15 

  

PGAS 

144,84 

13‐Apr‐15 

16‐Apr‐15 

8‐May‐15 

  

BDMN 

81,50 

14‐Apr‐15 

17‐Apr‐15 

8‐May‐15 

  

GEMS 

3,36 

13‐Apr‐15 

16‐Apr‐15 

20‐Apr‐15 

Dividen Interim 

KAEF 

8.4488 

15‐Apr‐15 

20‐Apr‐15 

8‐May‐15 

  

BBCA 

98 

16‐Apr‐15 

21‐Apr‐15 

13‐May‐15 

Dividen Final 

BJTM 

41,86 

15‐Apr‐15 

20‐Apr‐15 

8‐May‐15 

  

ACST 

42 

15‐Apr‐15 

20‐Apr‐15 

4‐May‐15 

  

LEAD 

40 

7‐Apr‐15 

10‐Apr‐15 

30‐Apr‐15 

  

JASS 

159 

‐ 

16‐Apr‐15 

23‐Apr‐15 

  

AALI 

472 

21‐Apr‐15 

24‐Apr‐15 

15‐May‐15 

  

TURI 

10 

22‐Apr‐15 

27‐Apr‐15 

15‐May‐15 

  

BFIN 

54 

22‐Apr‐15 

27‐Apr‐15 

15‐May‐15 

  

ASGR 

52 

23‐Apr‐15 

28‐Apr‐15 

20‐May‐15 

  

SMGR 

375,34 

23‐Apr‐15 

28‐Apr‐15 

20‐May‐15 

  

TOBA 

‐ 

23‐Apr‐15 

28‐Apr‐15 

20‐May‐15 

  

JASS 

100 

‐ 

28‐Apr‐15 

7‐May‐15 

Dividen Interim 

MDIA 

10 

24‐Apr‐15 

29‐Apr‐15 

21‐May‐15 

  

SSMS 

22,65 

24‐Apr‐15 

29‐Apr‐15 

21‐May‐15 

  

(10)

Disclaimer : Laporan ini dibuat dari opini analis hanya sebagai informasi untuk membantu investor dalam memahami pasar saham Indonesia dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian PT. First Asia Capital tidak menjamin dan bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini.

Branch Office

Jakarta:

Gedung Jaya Lt. 2 Suite L02-05

Jl. M. H. Thamrin No. 12

Jakarta 10340

Phone : +62 21 3193 1811

Yogyakarta:

Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata

Tamansiswa Yogyakarta

Jl. Kusumanegara 121 - Yogyakarta 55165

Phone : 0274-543944

Solo:

Universitas Muhammadiyah Surakarta

Jalan A. Yani Tromol Pos 1,

Pabelan Kartasura, Surakarta,

Jawa Tengah 57162

(0271) 717417

Makassar :

Jl. Gunung Bawakareng No. 71

Makassar 90157

Phone : +62 411 361 3122

Sampit :

Universitas Darwan Ali

Jl. Batu Berlian No. 10

Kalimantan Tengah 74322

Phone : +62 531 31992

Panin Bank Centre

4

th

Floor Jl. Jend. Sudirman No. 1

Jakarta 10270, Indonesia

Phone

: +62 21 727 99888

Fax

: +62 21 571 0895

Web

: www.firstasiacapital.com

E-mail :

[email protected]

First Asia Research Team :

Ivan Kurniawan ([email protected])

David Nathanael ([email protected])

Referensi

Dokumen terkait

Bab III: Hasil penelitian lapangan yaitu tentang pemerkosaan anak di bawah umur dalam Putusan Pengadilan Negeri Semarang No.470/Pid.B/2010/PN.SMG, meliputi sekilas

Rumah sehat adalah bangunan rumah tinggal yang memenuhi syarat kesehatan yaitu rumah yang memiliki jamban sehat, sarana air bersih, tempat pembuangan sampah, sarana pembuangan air

Hasil dari audit anda mengenai penilaian resiko / risk assessment ini harus deregister dengan rapi menggunakan form seperti gambar berikut ini yang kemudian

Mereka yang tertarik untuk studi di Jerman dapat memilih antara universitas dan institusi yang berstatus universitas (misalnya Universitas Teknik), Fachhochschule (universitas

Adapun tujuan pengabdian ini adalah untuk memperkenalkan program pemupukan hara spesifik lokasi; transformasi pengetahuan dalam pengelolaan lahan sawah (subak); Peningkatan

Sistem ini jelas mengatakan bahwa anak laki-laki sebagai generasi penerus sedangkan anak perempuan nantinya akan ikut suaminya kelak, dan tidak mendapat hak waris, karena

Pengering energi ganda mempunyai dua sumber energi masing masing energi surya dan energi LPG (Liquified.. ~etroleim Gas). Konstruksi pengering energi ganda terdiri atas

pakai, bahan i, bahan, alat, , alat, tekn teknik, dan prose ik, dan prosedur dur pembuatan karya kerajinan yang memiliki pembuatan karya kerajinan yang memiliki