BANJARMASIN
2014
Renstra BPMPD Provinsi Kalsel Tahun 2011-2015
2
KATA PENGANTAR
Penyusunan Review Renstra (Perencanaan Strategis) ini adalah merupakan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistim Perencanaan Pembangunan Nasional. Sesuai Undang-Undang tersebut pada Bab V pasal 15 bahwa Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah wajib menyiapkan rancangan renstra SKPD sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya dengan berpedoman pada RPJMD.
Dokumen ini disusun untuk menterjemahkan Visi dan Misi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang tertuang dalam RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan dan Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Republik Indonesia. Dokumen ini menguraikan pokok-pokok pikiran pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kapasitas pemerintahan desa/kelurahan; kinerja, permasalahan dan tantangan; visi, misi, tujuan dan sasaran; strategi serta program pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan desa. Dalam kurun waktu pelaksanaannya dengan memperhatikan kinerja pembangunan yang sedang berjalan, terdapat beberapa kegiatan baru yang muncul guna menjawab tantangan pelaksanaan kegiatan untuk pencapaian tujuan. Kegiatan-kegiatan ini muncul tidak dengan serta merta namun berdasarkan keharusan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang mendukung pelaksanaannya.
Akhirnya, kami jajaran Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Kalimantan Selatan mengharapkan agar review renstra ini dapat menjadi acuan keselarasan antara perencanaan yang dibuat dengan kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, demi suksesnya pelaksanaan seluruh kegiatan yang telah diprogramkan dalam Renstra ini. Semoga upaya ini mendapat ridho Tuhan Yang Maha Kuasa. Amin.
Banjarmasin, Oktober 2014
KEPALA BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PEMERINTAHAN DESA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN,
DRS. H. GUSTI SYAHYAR Pembina Utama Muda
Renstra BPMPD Provinsi Kalsel Tahun 2011-2015
3
DAFTAR ISI Hal KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI ii Bab I Pendahuluan 1 A. Latar Belakang 1 B. Landasan Hukum 2C. Maksud dan Tujuan 3
D. Sistematika Penulisan 4
Bab II
Gambaran Pelayanan BPMPD Provinsi Kalimantan Selatan 5
A. Struktur Organisasi dan Tata Kerja 5
B. Uraian Tugas Pokok dan Fungsi 5
C. Kapasitas Pelayanan dan Aset Yang Dikelola 10
D. Jenis Pelayanan, Kelompok Sasaran dan Indikator Kinerja Pelayanan 14
BAB III
ISU-ISU STRATEGIS 18
A. Gambaran Pelaksanaan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa 18 B. Target Capaian Pembangunan Program Prioritas Kepala Daerah 23
C. Kajian Dokumen Penunjang 25
D. Isu-isu Strategis 28
BAB IV
Visi dan Misi 31
A. Visi dan Misi 31
B. Tujuan dan Sasaran 33
C. Kebijakan 34 D. Prinsip-prinsip Pemberdayaan 34 E. Pendekatan 35 BAB V Rencana Program 36 A. Rencana Program 36 B. Indikator Kinerja SKPD 50 BAB VI PENUTUP 54 54
Renstra BPMPD Provinsi Kalsel Tahun 2011-2015
4
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Dalam penjelasan umum Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, ditegaskan bahwa Pemerintah Daerah mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut azas otonomi dan tugas pembantu diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan dan peran serta masyarakat. Dari pengertian tersebut maka kebijakan pemerintah daerah dalam peningkatan upaya pemberdayaan masyarakat dan pepanggulangan kemiskinan merupakan kewajiban seluruh jajaran Pemerintah Daerah secara komprehensif meliputi pemberdayaan masyarakat dalam aspek ekonomi, sosial budaya, politik dan lingkungan dengan prioritas program yang sesuaikan dengan esensi masalah dan prioritas kebutusan masyarakat serta dilaksanakan secara berkesinambungan.
Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Kalimantan Selatan yang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2008, dan memiliki tugas pokok, fungsi dan tata kerja yang diatur dalam Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 27 Tahun 2009 yaitu sebagai unsur penunjang Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Selatan yang bertugas membantu Gubernur dalam penyelenggaraan sebagian tugas Pemerintah Daerah di bidang Pemberdayaan masyarakat
Dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004, tentang Pemerintahan Daerah dengan paradigma Pemberdayaan Masyarakat di antara hal-hal yang ditegaskan adalah mendorong untuk memberdayakan masyarakat, menumbuhkan prakarsa, swadaya gotong royong, dan kreatifitas, serta meningkatkan pertisipasi dan peran serta masyarakat dalam pembangunan. Oleh Karena itu, Pemerintah Daerah berkewajiban melakukan upaya pembinaan, perumusan, kebijakan dan memfasilitasi proses pelaksanaan pemberdayaan masyarakat. Hal ini sejalan dengan apa yang mejadi misi, visi, tugas pokok dan fungsi pada Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Kalimantan Selatan yaitu untuk menciptakan terwujudnya kemandirian masyarakat dan pemerintahan desa di Kalimantan Selatan.
Sejalan dengan itu, etika pembangunan yang harus ditegakkan oleh aparat pemerintah dalam rangka pemberdayaan masyarakat meliputi :
a. Memahami dan tanggap terhadap aspirasi masyarakat.
b. Membangun kepercayaan dan memberikan peluang kepada masyarakat untuk melakukan perencanaan dan pelaksanaan pemenuhan kebutuhan secara mandiri. c. Melakukan dialog dan memberikan informasi yang tepat dan terbaik bagi
masyarakat.
d. Menciptakan kebijakan dalam bentuk peraturan dan perundang-undangan yang berpihak kepada masyarakat miskin.
Dengan demikian dalam rangka pemberdayaan masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan, maka penyusunan Rencana Stratejik Satuan Kerja Perangkat Daerah
Renstra BPMPD Provinsi Kalsel Tahun 2011-2015
5
(Renstra-SKPD) Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2011 – 2015 akan menjadi acuan dan strategi bagi pelaksanaan program prioritas dalam penyelenggaraan tugas dan fungsi Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Kalimantan Selatan. Ini meliputi perumusan kebijakan dan memfasilitasi pelaksanaan Pemerintahan Desa dan Kelurahan, Kelembagaan dan Pelatihan Masyarakat, Usaha Ekonomi Masyarakat, Pemanfaatan Sumber Daya Alam dan Pendayagunaan Tekonologi Tepat Guna serta mengkoordinasikan program-program di bidang pemberdayaan masyarakat.
B. Landasan Hukum
Landasan normatif sebagai kerangka dasar hukum dalam penyusunan Rencana Stratejik Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra-SKPD) Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2011 – 2015 adalah sebagai berikut :
1. Undang-undang Nomor 25 Tahun 1956 Jo. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1958 tentang Penetapan Undang-Undang Darurat Nomor 10 Tahun 1957 antara lain mengenai Pembentukan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Selatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1956 Nomor 65, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1106);
2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3699);
3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);
4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4405);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);
7. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Renstra BPMPD Provinsi Kalsel Tahun 2011-2015
6
Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593);
8. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);
9. Peraturan Pemerintah Nomor 08 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817);
10. Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 05 Tahun 2008 tentang urusan Pemerintahan Yang Menjadi Kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Lembaran Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2008 Nomor 5);
11. Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 06 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (Lembaran Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2008 Nomor 6); C. Maksud dan Tujuan
Rencana stratejik Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Kalimantan Selatan merupakan program dan kegiatan prioritas yang akan dilaksanakan untuk mencapai visi, misi dan tujuan yang akan dilaksanakan berdasarkan ketepatan strategi dengan memanfaatkan seluruh potensi yang dimiliki organisasi. 1. Maksud
Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra–SKPD) Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Kalimantan Selatan adalah menetapkan program dan kegiatan yang menjadi acuan dan pelaksanaan tugas dan fungsi setiap unit kerja yang diemban oleh seluruh aparatur yang dilaksanakan secara terkoordinatif dan terpadu dengan instansi terkait, lembaga swadaya masyarakat, kalangan dunia usaha, dan masyasarakat agar terwujud keberhasilan kolaboratif secara sinergisitas. 2. Tujuan
a. Menetapkan visi dan misi sebagai citra masa depan yang hendak dicapai dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Kalimantan Selatan.
b. Menetapkan strategi dan arah kebijakan sebagai landasan pelaksanaan tugas dan fungsi untuk mencapai visi dan misi.
c. Menetapkan tujuan dan sasaran sebagai penjabaran visi dan misi dan merupakan keadaan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Kalimantan Selatan.
d. Menetapkan program dan kegiatan prioritas sebagai rencana aksi (action plan) dalam rangka mencapai sasaran, tujuan, visi dan misi.
Renstra BPMPD Provinsi Kalsel Tahun 2011-2015
7
D. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan rencana strategis Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2011 – 2015 adalah sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Berisi uraian tentang latar belakang, maksud dan tujuan, pengertian, kerangka pikir dan sistematika penulisan
BAB II GAMBARAN PELAYANAN BPMPD
Memuat tentang uraian tugas pokok, fungsi dan struktur organisasi BPMPD, kapasitas pelayanan dan aset yang dikelola
BAB III ISU-ISU STRATEGIS
Memuat tentang analisa gambaran umum daerah terkait dengan BPMPD, target capaian pembangunan program prioritas Kepala Daerah dan kajian dokumen penunjang serta analisa isu-isu strategis berkaitan dengan tugas dan fungsi BPMPD
BAB IV VISI DAN MISI
Memuat rumusan visi, misi dan tujuan serta sasaran BPMPD Provinsi Kalimantan Selatan
BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN
Memuat rencana program, kegiatan, kelompok sasaran dan pendanaan indikatif serta indikator kinerja.
Renstra BPMPD Provinsi Kalsel Tahun 2011-2015
8
BAB II
GAMBARAN PELAYANAN BPMPD PROVINSI KALSEL A. Struktur Organisasi dan Tata Kerja
Struktur organisasi dan tata kerja Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Provinsi Kalimantan Selatan terdiri dari :
1. Kepala Badan 2. Sekretaris
3. Kepala Bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan 4. Kepala Bidang Kelembagaan dan Pelatihan Masyarakat 5. Kepala Bidang Usaha Ekonomi Masyarakat
6. Kepala Bidang Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna
Selanjutnya Sekretariat membawahi sub bagian dan Kepala Bidang membawahi sub-sub bidang sebagai berikut :
1. Sekretariat :
a. Sub bagian Program b. Sub bagian Keuangan
c. Sub bagian Umum dan Kepegawaian 2. Bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan :
a. Sub bidang Fasilitasi Pengembangan Desa dan Kelurahan
b. Sub bidang Fasilitasi Pengelolaan Administrasi Desa dan Kelurahan 3. Bidang Kelembagaan dan Pelatihan Masyarakat :
a. Sub bidang Lembaga Masyarakat dan Pelatihan Masyarakat b. Sub bidang Pembinaan dan Pendataan Potensi Masyarakat 4. Bidang Usaha Ekonomi Masyarakat :
a. Sub Bidang Pengembangan Usaha Ekonomi Masyarakat
b. Sub Bidang Peningkatan Sarana dan Prasarana Ekonomi Perdesaan 5. Bidang Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna :
a. Sub Bidang Pengembangan dan Pemanfaatan Sumber Daya ALam b. Sub Bidang Pengembangan dan Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna 6. Kelompok Jabatan fungsional terdiri dari :
a. Sejumlah tenaga dalam jenjang jabatan fungsional dan terbagi dalamberbagai kelompok sesuai dengan bidang keahlian
b. Jumlah dan jenis jabatan ditentukan berdasarkan keperluan dan beban kerja c. Jenis dan jenjang jabatan diatur sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan
yang berlaku.
B. Uraian Tugas Pokok dan Fungsi
Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Kalimantan Selatan merupakan salah satu perangkat daerah baru yang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 01 Tahun 2012. Sedangkan sebelumnya SKPD ini mempunyai nomenklatur Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan
Renstra BPMPD Provinsi Kalsel Tahun 2011-2015
9
Provinsi Kalsel. Berdasarkan Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 25 Tahun 2013 tentang Tugas Pokok, Fungsi dan Tata Kerja Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Propinsi Kalimantan Selatan bahwa Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan Daerah di bidang pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan desa. Uraian tugas tersebut adalah sebagai berikut :
a. Merumuskan dan menetapkan kebijakan teknis pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan desa sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Gubernur berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
b. Merumuskan dan menetapkan kebijakan operasional, menfasilitasi dan dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan Daerah di bidang pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan desa;
c. Merumuskan dan menetapkan kebijakan operasional, membina, mengatur dan mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan fasilitasi pemberdayaan pemerintahan desa dan kelurahan;
d. Merumuskan dan menetapkan kebijakan operasional , membina, mengatur dan mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan fasilitasi pengembangan dan pemberdayaan kelembagaan dan pelatihan masyarakat;
e. Merumuskan dan menetapkan kebijakan operasional , membina, mengatur dan mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan fasilitasi dan pemberdayaan usaha ekonomi masyarakat;
f. Merumuskan dan menetapkan kebijakan operasional , membina, mengatur dan mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan fasilitasi pemanfaatan sumberdaya alam dan penerapan teknoklogi tepat guna;
g. Mengendalikan pengelolaan kesekretariatan ; dan
h. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Gubernur sesuai bidang tugas dan tanggung jawabnya.
Untuk melaksanakan tugas tersebut Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa mempunyai fungsi :
1. Perumusan kebijakan teknis di bidang pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan desa sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Gubernur berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
2. Fasilitasi dan dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah di bidang pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan desa;
3. Perumusan kebijakan operasional, pembinaan dan pelaksanaan fasilitasi dan pemberdayaan pemerintahan desa dan kelurahan;
4. Perumusan kebijakan operasional, pembinaan dan pelaksanaan fasilitasi dan pemberdayaan usaha ekonomi masyarakat;
5. Perumusan kebijakan operasional, pembinaan dan pelaksanaan fasilitasi dan penguatan kelembagaan masyarakat dan pelatihan masyarakat;
Renstra BPMPD Provinsi Kalsel Tahun 2011-2015
10
6. Perumusan kebijakan operasional, pembinaan dan pelaksanaan fasilitasi pemanfaatan pemberdayaan sumber daya alam dan penerapan teknologi tepat guna;
7. Pengelolaan kegiatan kesekretariatan.
Untuk melaksanakan tugas dan fungsinya tersebut BPMPD dilengkapi dengan unsur-unsur organisasi yang terdiri dari :
a. Sekretariat;
Sekretariat BPMPD Provinsi Kalimantan Selatan dipimpin oleh seorang Sekretaris yang mempunyai tugas mengkoordinasikan penyusunan program dan rencana kegiatan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, mengelola urusan keuangan, mengelola urusan ketatausahaan, rumah tangga dan perlengkapan serta mengelola urusan administrasi kepegawaian.
Selain itu Sekretaris juga mempunyai fungsi sebagai berikut :
1. Penyusunan program , pembinaan, pengaturan, pengendalian dan evaluasi kegiatan penyusunan program dan rencana kegiatan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa;
2. Penyusunan program, pembinaan, pengaturan, pengendalian dan evaluasi kegiatan penyusunan rencana anggaran, pengelolaan penatausahaan keuangan dan penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan;
3. Penyusunan program, pembinaan, pengaturan, pengendalian dan evaluasi pengelolaan urusan ketatausahaan, rumah tangga dan perlengkapan hubungan masyarakat dan keprotokolan; dan
4. Penyusunan program, pembinaan, pengaturan, pengendalian dan evaluasi efektivitas organisasi dan ketatalaksanaan serta pengelolaan administrasi kepegawaian.
Untuk melaksanakan tugas dan fungsi-fungsi dimaksud sekretariat BPMPD dilengkapi dengan 3 (tiga) sub bagian, yaitu :
1) Sub Bagian Program;
Sub Bagian Program mempunyai tugas menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama pengumpulan, pengolahan dan analisa data, penyusunan program dan rencana kegiatan, pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan kegiatan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa.
2) Sub Bagian Keuangan;
Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas menyusun rencana anggaran dan mengelola penatausahaan keuangan serta menyiapkan laporan
pertanggungjawaban keuangan. 3) Sub Bagian Umum dan Kepegawaian.
Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas mengelola urusan surat menyurat, ekspedisi dan kearsipan, urusan rumah tangga dan perlengkapan, hubungan masyarakat dan keprotokolan, organisasi dan ketatalaksanaan serta mengelola administrasi kepegawaian.
Renstra BPMPD Provinsi Kalsel Tahun 2011-2015
11
b. Bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan;
Bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang mempunyai tugas mengkoordinasikan pelaksanaan fasilitasi pengembangan desa dan kelurahan serta fasilitasi pengelolaan administrasi desa dan kelurahan. Dengan demikian bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan mempunyai fungsi :
1. Penyusunan program, koordinasi, pengaturan dan pengendalian pelaksanaan fasilitasi pengembangan desa dan kelurahan;
2. Penyusunan program , koordinasi, pengaturan dan pengendalian pelaksanaan fasilitasi pengelolaan administrasi desa dan kelurahan;
3. Penyusunan program , pengaturan dan mengevaluasi pelaksanaan program fasilitasi pemerintahan desa dan kelurahan;
4. Penyusunan program , pengaturan dan pengendalian pelaksanaan bimbingan dan petunjuk teknis pengembangan desa dan kelurahan serta pengelolaan administrasi desa dan kelurahan;
Untuk melaksanakan tugas-tugas dan fungsi dimaksud bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan mempunyai 2 (dua) sub bidang yaitu :
1) Sub Bidang Fasilitasi Pengembangan Desa dan Kelurahan;
Sub Bidang Fasilitasi Pengembangan Desa dan Kelurahan mempunyai tugas melaksanakan bimbingan dan petunjuk teknis pengembangan desa dan kelurahan.
2) Sub Bidang Fasilitasi Pengelolaan Administrasi Desa
Sub Bidang Fasilitasi Pengelolaan Administrasi Desa dan Kelurahan mempunyai tugas melaksanakan bimbingan dan petunjuk teknis pengelolaan Administrasi desa dan kelurahan.
c. Bidang Kelembagaan dan Pengembangan Partisipasi Masyarakat;
Bidang Kelembagaan dan Pengembangan Partisipasi Masyarakat dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang mempunyai tugas mengkoordinasikan dan memfasilitasi pembinaan kelembagaan masyarakat dan pelatihan masyarakat serta pelatihan kader skala provinsi. Untuk itu bidang Kelembagaan dan Pelatihan Masyarakat mempunyai fungsi sebagai berikut :
1. Penyusunan program, mengkoordinasikan, pengaturan, pengendalian dan evaluasi kegiatan pembinaan lembaga masyarakat dan pelatihan masyarakat; 2. Penyusunan program, koordinasi, pengaturan, mengendalian dan evaluasi
pembinaan dan pendataan potensi masyarakat;
3. Penyusunan program, koordiasi, pengaturan, pengandalian dan evaluasi pelaksananan program bidang kelembagaan dan pelatihan masyarakat;
4. Penyusunan program, pengaturan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan bimbingan dan petunjuk teknis pembinaan kelembagaan masyarakat dan pelatihan masyarakat skala provinsi;
Renstra BPMPD Provinsi Kalsel Tahun 2011-2015
12
Untuk melaksanakan tugas-tugas dan fungsi dimaksud bidang Kelembagaan dan Pelatihan Masyarakat mempunyai 2 (dua) sub bidang yaitu :
1) Sub Bidang Pengembangan Kelembagaan dan Pengembangan Partisipasi Masyarakat;
Sub Bidang Pengembangan Kelembagaan dan Pengembangan Partisipasi Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan, mengoordinasikan dan memfasilitasi pengembangan kelembagaan dan partisipasi masyarakat skala provinsi.
2) Sub Bidang Pengembangan dan Pelatihan Kader.
Sub Bidang Pembinaan dan Pendataan Potensi Masyarakat mempunyai tugas mengkoordinasikan dan memfasilitasi pengembangan dan pelatihan kader. d. Bidang Usaha Ekonomi Masyarakat;
Bidang Usaha Ekonomi Masyarakat dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang mempunyai tugas membina melaksanakan bimbingan teknis pembinaan dan pendataan potensi masyarakat. Untuk itu bidang Usaha Ekonomi Masyarakat mempunyai fungsi sebagai berikut :
1. Penyusunan program, pengaturan, pengendalian dan evaluasi kegiatan pembinaan dan pengembangan mengembangkan usaha ekonomi masyarakat; 2. Penyusunan program, pengaturan, pengendalian dan evaluasi kegiatan
peningkatan sarana dan prasarana ekonomi pedesaan;
3. Penyusunan program, pengaturan, mengendalikan dan evaluasi pelaksananan bimbingan dan petujuk teknis pengembangan usaha ekonomi masyarakat dan peningkatan sarana dan prasarana ekonomi pedesaan; dan
4. Penyusunan program, pengaturan, pengendalian dan evaluasi program ekonomi masyarakat.
Untuk melaksanakan tugas-tugas dan fungsi dimaksud bidang Usaha Ekonomi Masyarakat mempunyai 2 (dua) sub bidang yaitu :
1) Sub Bidang Pengembangan Usaha Ekonomi Masyarakat;
Sub Bidang Pengembangan usaha ekonomi Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan bimbingan dan petujuk teknis pengembangan usaha ekonomi masyarakat.
2) Sub Bidang Peningkatan Sarana dan Prasarana Ekonomi Pedesaan.
Sub Bidang Peningkatan Sarana dan prasarana ekonomi Pedesaan mempunyai tugas melaksanakan bimbingan dan petunjuk teknis peningkatan sarana dan prasarana ekonomi pedesaan.
e. Bidang Sumberdaya Alam dan Teknologi Tepat Guna
Bidang Sumberdaya Alam dan Teknologi Tepat Guna dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang mempunyai tugas mengkoordinasi, membina pengembangan dan pemanfaatan suber daya alam dan teknologi tepat guna. Untuk itu bidang Sumberdaya Alam dan Teknologi Tepat Guna mempunyai fungsi sebagai berikut :
Renstra BPMPD Provinsi Kalsel Tahun 2011-2015
13
1. Penyusunan program, pengaturan, pengendalian dan evaluasi kegiatan pembinaan, pengembangan dan pemanfaatan pengembangan dan pemanfaatan sumber daya alam;
2. Penyusunan program, pengaturan, pengendalian dan evaluasi kegiatan pembinaan, pengembangan dan pemanfaatan teknologi tepat guna;
3. Penyusunan program, pengaturan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan bimbingan dan petunjuk teknis pengembangan dan pemanfaatan sumber daya alam dan teknologi tepat guna; dan
4. Penyusunan program, pengaturan, pengendalian dan evaluasi program pengembangan dan pemanfaatan sumber daya alam dan teknologi tepat guna . Untuk melaksanakan tugas-tugas dan fungsi dimaksud bidang Sumberdaya Alam dan Teknologi Tepat Guna mempunyai 2 (dua) sub bidang yaitu :
1) Sub Bidang Pengembangan dan pemanfaatan Sumber Daya Alam;
Sub Bidang Pengembangan dan Pemanfaatan Sumber Daya Alam mempunyai tugas melaksanakan bimbingan dan petunjuk teknis pengembangan dan pemanfaatan sumber daya alam.
2) Sub Bidang Pengembangan dan pemanfaatan Teknologi Tepat Guna.
Sub Bidang Pengembangan dan Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna mempunyai tugas melaksanakan bimbingan dan petunjuk teknis pengembangan dan pemanfaatan teknologi tepat guna.
f. Kelompok Jabatan Fungsional.
Kelompok jabatan fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa sesuai dengan keahlian dan kebutuhan SKPD ini.
C. Kapasitas Pelayanan dan Aset Yang Dikelola
Kapasitas pelayanan yang dijalankan oleh BPMPD Provinsi Kalimantan Selatan adalah melaksanakan koordinasi, sinkronisasi dan integrasi perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian kegiatan pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan desa. Kapasitas pelayanan ini dilakukan sebagai berikut :
1. koordinasi/konsultasi dengan instansi terkait tingkat provinsi, kabupaten/kota dan pemerintah pusat dalam rangka penyusunan rencana kegiatan pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan desa;
2. koordinasi/konsultasi dengan instansi terkait tingkat provinsi, kabupaten/kota dan pemerintah pusat dalam rangka perumusan kebijakan operasional, pembinaan dan pelaksanaan fasilitasi dan pemberdayaan pemerintahan desa dan kelurahan;
3. koordinasi/konsultasi dengan instansi terkait tingkat provinsi, kabupaten/kota dan pemerintah pusat dalam rangka perumusan kebijakan operasional, pembinaan dan pelaksanaan fasilitasi dan pemberdayaan usaha ekonomi masyarakat;
4. koordinasi/konsultasi dengan instansi terkait tingkat provinsi, kabupaten/kota dan pemerintah pusat dalam rangka perumusan kebijakan operasional, pembinaan dan
Renstra BPMPD Provinsi Kalsel Tahun 2011-2015
14
pelaksanaan fasilitasi dan penguatan kelembagaan masyarakat dan pelatihan masyarakat;
5. koordinasi/konsultasi dengan instansi terkait tingkat provinsi, kabupaten/kota dan pemerintah pusat dalam rangka perumusan kebijakan operasional, pembinaan dan pelaksanaan fasilitasi pemanfaatan pemberdayaan sumber daya alam dan penerapan teknologi tepat guna;
Proses penyelenggaraan pelayanan ini didukung oleh a. Sumberdaya Manusia
Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Provinsi Kalimantan Selatan memiliki formasi eselon sebagai berikut :
- Eselon II.a : 1 orang
- Eselon III.a : 5 orang
- Eselon IV.a : 11 orang
Jumlah PNS BPMPD Provinsi Kalimantan Selatan berdasarkan tingkat pendidikan adalah sebagai berikut :
- Pasca Sarjana (S2) : 8 orang
- Sarjana (S1) : 16 orang
- Sarjana Muda (D3) : 2 orang
- D. II : 1 orang
- SLTA : 12 orang
- SLTP : 0 orang
- SD : 1 orang
Jumlah PNS BPMPD Provinsi Kalimantan Selatan berdasarkan diklat penjenjangan struktural dan fungsional adalah sebagai berikut :
a. Struktural
- Diklat Pim II : 1 orang
- Diklat Pim III : 8 orang
- Diklat Pim IV : 9 orang
b. Fungsional
- Kursus Manajemen Proyek (KMP) : 7 orang - Kursus Bendaharawan/Pemegang Kas : 8 orang - Manajemen Pengelolaan Barang dan Jasa : 2 orang - Penjenjangan Pranata Komputer Tingkat
Terampil
: 1 orang - Penyetaraan Arsiparis Tingkat Terampil : 2 orang
Renstra BPMPD Provinsi Kalsel Tahun 2011-2015
15
Secara rinci jumlah pegawai pada BPMPD Provinsi Kalimantan Selatan dilihat dari eselonering dan kepangkatan / golongan adalah sebagai berikut :
1. berdasarkan eselonering :
- Kepala Badan (eselon II.a) : 1 orang - Sekretaris (eselon III.a) : 1 orang - Kepala Bidang (eselon III.a) : 4 orang - Kepala Sub Bagian / Sub Bidang : 11 orang - Jabatan Fungsional Arsiparis : 2 orang - Jabatan Fungsional Pranata Komputer : 1 orang
- Unsur Staf : 20 orang
2. berdasarkan kepangkatan
- Golongan IV/d : - orang
- Golongan IV/c : 1 orang
- Golongan IV/b : 3 orang
- Golongan IV/a : 7 orang
- Golongan III/d : 7 orang
- Golongan III/c : 2 orang
- Golongan III/b : 9 orang
- Golongan III/a : 4 orang
- Golongan II/d : 1 orang
- Golongan II/c : 2 orang
- Golongan II/b : 3 orang
- Golongan II/a : - orang
- Golongan II/a CPNS : - orang
- Golongan I/a CPNS : - orang
b. Kualitas dan Kuantitas Aset Yang Dikelola
Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi BPMPD Provinsi Kalimantan Selatan telah tersedia sarana dan prasarana sebagai berikut :
1) Transportasi roda empat dalam rangka operasional kegiatan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa
Mobil operasional ini digunakan sebagai penunjang kegiatan operasional baik perencanaan, pelaksanaan dan monitoring berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh pegawai BPMPD Provinsi Kalsel.
Renstra BPMPD Provinsi Kalsel Tahun 2011-2015
16
2) Ruang kerja
Sebelumnya SKPD ini mempunyai nomenklatur Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan Provinsi Kalsel. Sebagai akibat dari pemekaran organisasi tersebut maka untuk ruang kantor harus sharing dengan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak. Untuk ke depan diharapkan agar dapat mempunyai ruang kantor yang representatif.
3) Perlengkapan kerja
Dalam rangka mendukung pencapaian pelaksanaan kerja telah tersedia pula perlengkapan kerja yang meliputi meja, kursi, lemari, filling cabinet dan lain sebagainya.
4) Peralatan Kerja
Untuk mempermudah dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi BPMPD, saat ini telah tersedia peralatan kerja seperti perangkat komputer, printer, laptop, mesin tik, LCD dan sarana informasi lain seperti televisi.
Adapun jenis dan jumlah aset yang dikelola oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Kalimantan Selatan dapat dirincikan sebagaimana tabel berikut :
No Nama Barang Satuan Jumlah Keterangan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Mobil Dinas Mesin ketik Manual Lemari Besi/Metal Filling Besi/ Metal Brankas Lemari Kaca Lemari Kayu Meja Kerja Kursi Kayu Komputer p. IV Kursi Putar kecil Kursi Lipat Meja Tamu Meja Komputer Kursi Putar Besar Kursi Besi Rak Kayu Brankas AC VCD Wireless Speaker Proyektor Layar Proyektor Amplifier Komputer notebook 2 7 23 43 5 4 15 70 62 7 34 17 6 7 21 3 7 5 15 1 1 4 2 1 1 6 Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Rusak Baik Baik Baik
Renstra BPMPD Provinsi Kalsel Tahun 2011-2015
17
c. Jenis Pelayanan, Kelompok Sasaran dan Indikator Kinerja Pelayanan
Jenis dan objek pelayanan yang dilakukan oleh BPMPD Provinsi Kalimantan Selatan adalah melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa.
1. Jenis Pelayanan
Dalam rangka pelaksanaan tugas pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan desa diperlukan berbagai layanan teknis kepada instansi terkait dengan pemberdayaan masyarakat di Kalimantan Selatan. Bentuk jenis layanan tersebut adalah sebagai berikut :
a) Konsultasi/koordinasi antar petugas SKPD mitra kerja dan stakeholders terkait perencanaan, pelaksanaan dan monitoring kegiatan pemantapan dan pengembangan kelembagaan serta keswadayaan masyarakat, pengembangan usaha ekonomi masyarakat, peningkatan pemanfaatan sumber daya alam berwawasan lingkungan dan pendayagunaan teknologi tepat guna sesuai kebutuhan masyarakat, dan pemantapan kapasitas penyelenggaraan pemerintahan Desa dan Kelurahan;
b) Konsultasi/koordinasi antar SKPD kabupaten dan kota terkait perencanaan, pelaksanaan dan monitoring kegiatan pemantapan dan pengembangan kelembagaan serta keswadayaan masyarakat, pengembangan usaha ekonomi masyarakat, peningkatan pemanfaatan sumber daya alam berwawasan lingkungan dan pendayagunaan teknologi tepat guna sesuai kebutuhan masyarakat, dan pemantapan kapasitas penyelenggaraan pemerintahan Desa dan Kelurahan;
c) Konsultasi/koordinasi antar masyarakat, dunia usaha, dan akademisi peminat data pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan;
d) Fasilitasi antar instansi pusat terkait koordinasi perencanaan, pelaksanaan dan monitoring kegiatan pemantapan dan pengembangan kelembagaan serta keswadayaan masyarakat, pengembangan usaha ekonomi masyarakat, peningkatan pemanfaatan sumber daya alam berwawasan lingkungan dan pendayagunaan teknologi tepat guna sesuai kebutuhan masyarakat, dan pemantapan kapasitas penyelenggaraan pemerintahan Desa dan Kelurahan; e) Pengumpulan data dan informasi pelaksanaan kegiatan pemantapan dan
pengembangan kelembagaan serta keswadayaan masyarakat, pengembangan usaha ekonomi masyarakat, peningkatan pemanfaatan sumber daya alam berwawasan lingkungan dan pendayagunaan teknologi tepat guna sesuai kebutuhan masyarakat, dan pemantapan kapasitas penyelenggaraan pemerintahan Desa dan Kelurahan di wilayah Kalimantan Selatan.
Renstra BPMPD Provinsi Kalsel Tahun 2011-2015
18
2. Kelompok Sasaran
Kelompok sasaran yang menjadi target koordinasi dalam melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat adalah semua SKPD yang diklasifikasikan menjalankan kegiatan pembangunan berbasis pemberdayaan masyarakat. Inilah yang menjadi kerangka kebijakan serta acuan dan pedoman bagi pelaksanaan berbagai program pemberdayaan masyarakat dalam rangka penanggulangan kemiskinan.
No Bidang Layanan Kelompok Sasaran
1 Sekretariat Lingkungan BPMPD Prov Kalsel dan seluruh SKPD yang menjadi bagian perencanaan dilingkungan BPMPD Kab/Kota
2 Bidang Pemerintahan Desa
dan Kelurahan 1. pelaksana kegiatan bidang pemdes dan kel di BPMPD tingkat kab/kota 2. LSM, organisasi profesi, akademisi, masyarakat umum dan pemangku kepentingan terkait dengan kegiatan bidang pemdes dan kel di tingkat provinsi dan kab/kota
3 Bidang Kelembagaan dan
Pelatihan Masyarakat 1. pelaksana kelembagaan kegiatan dan pelatihan bidang masyarakat di BPMPD tingkat kab/kota 2. LSM, organisasi profesi, akademisi,
masyarakat umum dan pemangku kepentingan terkait dengan kegiatan bidang bidang kelembagaan dan pelatihan masyarakat di tingkat provinsi dan kab/kota
4 Bidang Usaha ekonomi
Masyarakat 1. pelaksana kegiatan bidang usaha ekonomi masyarakat di BPMPD tingkat kab/kota
2. LSM, organisasi profesi, akademisi, masyarakat umum dan pemangku kepentingan terkait dengan kegiatan bidang bidang usaha ekonomi masyarakat di tingkat provinsi dan kab/kota
5 Bidang Sumber Daya Alam
dan TTG 1. pelaksana kegiatan bidang sumber daya alam dan TTG di BPMPD tingkat kab/kota
2. LSM, organisasi profesi, akademisi, masyarakat umum dan pemangku kepentingan terkait dengan kegiatan bidang bidang sumber daya alam dan TTG di tingkat provinsi dan kab/kota
Renstra BPMPD Provinsi Kalsel Tahun 2011-2015
19
3. Objek dan Indikator Kinerja Pelayanan
No Uraian Tugas Indikator Kinerja
1 SEKRETARIAT
a. Menyusun program, menkoordinasi, membina, mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis dan penyajian data;
LAKIP, LPPD, LKPJ
b. Menyusun program, menkoordinasi, membina, mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan penyusunan program dan rencana kegiatan serta laporan;
RPJM, RENSTRA
c. Menyusun program, menkoordinasi, membina, mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan penyusunan rencana anggaran;
RENSTRA, RPJPD
d. Menyusun program, menkoordinasi, membina, mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi pengelolaan penatausahaan keuangan dan penyusunan laporan pertanggungjawaban keu;
RFK, LRA
e. Menyusun program, menkoordinasi, membina, mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan;
RKBU, RTBU, Daftar Inventaris Barang f. Menyusun program, menkoordinasi, membina,
mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi pengelolaan administrasi kepegawaian; 2 PEMERINTAHAN DESA DAN KELURAHAN
a. Menyusun program, menkoordinasi, membina, mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan fasilitasi pengembangan desa dan kelurahan;
Koordinasi perencanaan, pelaksanaan dan
monitoring b. Menyusun program, menkoordinasi, membina,
mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan fasilitasi pengelolaan administrasi desa dan kelurahan;
Buku Profil Desa
c. Menyusun program, menkoordinasi, membina, mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan fasilitasi pemerintahan desa dan kelurahan;
d. Menyusun program, mengatur dan
mengendalikan pelaksanaan bimbingan dan petunjuk teknis pengembangan desa dan kelurahan;
3 BIDANG KELEMBAGAAN PELATIHAN MASYARAKAT a. Menyusun program, menkoordinasi, membina,
mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi kegiatan pembinaan kelembagaan masyarakat;
Koordinasi perencanaan, pelaksanaan dan
monitoring b. Menyusun program, menkoordinasi, membina,
mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi kegiatan pembinaan pelatihan masyarakat; c. Menyusun program, menkoordinasi, membina,
mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi kegiatan pendataan potensi masyarakat; d. Menyusun program, menkoordinasi, membina,
mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi bimbingan dan petunjuk teknis pembinaan kelembagaan masy dan pelatihan masy serta pendataan potensi masyarakat;
Renstra BPMPD Provinsi Kalsel Tahun 2011-2015
20
4 BIDANG USAHA EKONOMI MASYARAKAT
a. Menyusun program, menkoordinasi, membina, mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi kegiatan pembinaan dan pengembangan usaha ekonomi masyarakat;
Koordinasi perencanaan, pelaksanaan dan
monitoring b. Menyusun program, menkoordinasi, membina,
mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi kegiatan peningkatan sarana dan prasarana ekonomi perdesaan;
c. Menyusun program, menkoordinasi, membina, mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksananaan program usaha ekonomi masy; d. Menyusun program, menkoordinasi, membina, mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan bimbingan dan petunjuk teknis pengembangan usaha ekonomi masy dan peningkatan sarana dan prasarana ekonomi perdesaan;
5 BIDANG SUMBER DAYA ALAM DAN TTG
a. Menyusun program, menkoordinasi, membina, mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi kegiatan pembinaan, pengembangan dan pemanfaatan sumber daya alam;
Koordinasi perencanaan, pelaksanaan dan
monitoring b. Menyusun program, menkoordinasi, membina,
mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi kegiatan pembinaan, pengembangan dan pemanfaatan teknologi tepat guna;
c. Menyusun program, menkoordinasi, membina, mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan program bidang SDA dan TTG; d. Menyusun program, menkoordinasi, membina,
mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan bimbingan dan petunjuk teknis pengembangan dan pemanfaatan SDA dan TTG;
Renstra BPMPD Provinsi Kalsel Tahun 2011-2015
21
BAB III ISU – ISU STRATEGIS
A. Gambaran Umum Pelaksanaan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Dalam penjelasan umum Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, ditegaskan bahwa Pemerintah Daerah, yang mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut azas otonomi dan tugas pembantuan diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan dan peran serta masyarakat. Dari pengertian tersebut maka kebijakan pemerintah daerah dalam peningkatan upaya pemberdayaan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan merupakan kewajiban seluruh jajaran Pemerintah Daerah secara komprehensif meliputi pemberdayaan masyarakat dalam aspek ekonomi, sosial budaya, politik dan lingkungan, dengan prioritas program yang disesuaikan dengan esensi masalah dan prioritas kebutuhan masyarakat serta dilaksanakan secara berkesinambungan.
Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Provinsi Kalimantan Selatan adalah merupakan perangkat daerah yang mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan desa di Kalimantan Selatan. Tantangan untuk mensejahterakan masyarakat saat ini tidaklah ringan mengingat ada semacam fenomena dimana sementara bangsa-bangsa lain sudah saling berkompetisi untuk terus maju dalam rangka meningkatkan daya saingnya, bangsa kita justru terpuruk dalam pembenahan masalah-masalah ekonomi, sosial maupun politik di dalam negeri. Dibalik itu semua ada permasalahan yang paling mendesak untuk dicari pemecahannya saat ini adalah masalah kemiskinan. Mengingat permasalahan kemiskinan ini seakan beranjak di tempat terlebih bila kita melihat kondisi kemiskinan bangsa Indonesia terkini. Terungkap dari kajian terbaru dari Bank Dunia yang menyimpulkan bahwa kemiskinan di negara kita bukan sekadar 10-20% penduduk yang hidup dalam kemiskinan absolut (extreme poverty). Tapi ada kenyataan lain yang membuktikan bahwa kurang lebih tiga per lima atau 60%3 penduduk Indonesia saat ini hidup di bawah garis kemiskinan.
Kondisi di atas jelas memprihatinkan mengingat realita kemiskinan di atas jelas bukanlah permasalahan yang mudah diatasi mengingat kondisi kemiskinan yang harus ditanggulangi mencakup banyak segi. Pemilikan sumber daya yang tidak merata, kemampuan masyarakat yang terbatas dan ketidaksamaan kesempatan dalam menghasilkan akan menyebabkan keikutsertaan dalam pembangunan tidak merata. Ini semua pada gilirannya menyebabkan perolehan pendapatan tidak seimbang dan selanjutnya menimbulkan struktur masyarakat yang timpang.
Dalam pelaksanaannya upaya pengentasan kemiskinan melalaui program pemberdayaan masyarakat di Kalimantan Selatan telah dilaksanakan secara intensif dalam kurun waktu terakhir ini. Implementasi program pembangunan yang menerapkan strategi pemberdayaan masyarakat tersebut merupakan suatu konsekuensi dari pergeseran paradigma pembangunan nasional yang mengarah kepada tercapainya upaya
Renstra BPMPD Provinsi Kalsel Tahun 2011-2015
22
pembangunan yang berpusat pada manusia (people centered development). Perubahan paradigma pembangunan tersebut mau tak mau menuntut adanya perubahan strategi pembangunan yang top-down ke pembangunan yang bottom-up yaitu dengan memberikan kesempatan dan akses yang sama kepada masyarakat melalui kebijakan pemihakan dan pemberdayaan (demokratisasi pembangunan).
Untuk meningkatkan efektivitas penanggulangan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja, pemerintah meluncurkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri mulai tahun 2007. Melalui PNPM Mandiri dirumuskan kembali mekanisme upaya penanggulangan kemiskinan yang melibatkan unsur masyarakat, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pemantauan dan evaluasi. Melalui proses pembangunan partisipatif, kesadaran kritis dan kemandirian masyarakat, terutama masyarakat miskin, dapat dapat ditumbuhkembangkan sehingga mereka bukan sebagai obyek melainkan sebagai subyek upaya penanggulangan kemiskinan.
Pelaksanaan PNPM Mandiri di Kalimantan Selatan pada tahun 2007 dimulai dengan Program Pengembangan Kecamatan (PPK) sebagai dasar pengembangan pemberdayaan masyarakat di perdesaan beserta program pendukungnya seperti PNPM Generasi; Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) sebagai dasar bagi pengembangan pemberdayaan masyarakat di perkotaan; dan Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Khusus (P2DTK) untuk pengembangan daerah tertinggal, pasca bencana, dan konflik.
PPK merupakan program pemerintah yang telah dioperasionalkan sejak tahun anggaran 1998/1999 dengan cakupan pelaksanaan di hampir seluruh propinsi di Indonesia. PPK dirancang sebagai bagian dari program pembangunan untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan khususnya di wilayah perdesaan. Program diimplementasikan melalui pengelolaan di tingkat kecamatan dalam bentuk pemberian dana bergulir untuk usaha ekonomi produktif dan penyediaan prasarana dan sarana yang menunjang kegiatan ekonomi, yang kesemuanya itu diarahkan sebagai upaya peningkatan kemampuan masyarakat (capacity building investment). Strategi pemberdayaan masyarakat dalam bantuan PPK ini diwujudkan dalam bentuk : 1) partisipasi masyarakat dalam merencanakan, melaksanakan, dan melestarikan pembangunan ; 2) pemberian kepercayaan kepada masyarakat untuk memilih kegiatan yang dibutuhkan ; 3) pemihakan pada penduduk miskin ; 4) pemberian akses informasi kepada setiap penduduk desa mengenai peluang, kebebasan memilih, dan memutuskan ; 5) penciptaan suasana kompetisi yang sehat dalam pengajuan usulan kegiatan ; 6) penerapan teknologi tepat guna dan padat karya ; dan 7) penggalakkan swadaya masyarakat dalam pelaksanaan dan pelestarian pembangunan.
Khusus berbicara tentang pemberian bantuan langsung dana bergulir (revolving block grant) maka dalam PPK telah diciptakan mekanisme perguliran dana itu melalui wadah/lembaga keuangan milik masyarakat yang disebut unit pengelola keuangan (UPK). UPK merupakan institusi pengelola dana yang dibentuk di kecamatan yang mempunyai peranan untuk memfasilitasi program dana bergulir yang berputar di masyarakat. UPK pada nantinya diharapkan dapat berkembang menjadi lembaga
Renstra BPMPD Provinsi Kalsel Tahun 2011-2015
23
keuangan alternatif milik masyarakat (LKM) yang tumbuh dari masyarakat sendiri. LKM ini merupakan embrio lahirnya lembaga keuangan yang mengikuti prinsip-prinsip perbankan dan di dalam penyelenggarannya menerapkan prinsip kebersamaan (kooperatif). Diharapkan nantinya UPK ini dapat berperan sebagai lembaga keuangan milik masyarakat yang dapat menampung dan mengelola berbagai program pembangunan yang masuk ke daerah. Sehingga berbagai program pembangunan yang masuk ke daerah, dananya dapat langsung dikontrol dengan mudah oleh masyarakat itu sendiri. Dengan demikian kebocoran-kebocoran dana bantuan program pembangunan dapat diminimalisir bahkan dapat dihilangkan. Kontrol publik ini merupakan upaya yang sangat efektif dalam mengantisipasi segala kemungkinan kebocoran dalam pengelolaan program-program pembangunan di daerah.
Selanjutnya mulai tahun 2008 PNPM Mandiri diperluas dengan melibatkan Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) untuk mengintegrasikan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dengan daerah sekitarnya. PNPM Mandiri diperkuat dengan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan oleh berbagai departemen/sektor dan pemerintah daerah. Pelaksanaan PNPM Mandiri 2008 juga akan diprioritaskan pada desa-desa tertinggal.
Dengan pengintegrasian berbagai program pemberdayaan masyarakat ke dalam kerangka kebijakan PNPM Mandiri, cakupan pembangunan diharapkan dapat diperluas hingga ke daerah-daerah terpencil dan terisolir. Efektivitas dan efisiensi dari kegiatan yang selama ini sering berduplikasi antar proyek diharapkan juga dapat diwujudkan. Mengingat proses pemberdayaan pada umumnya membutuhkan waktu 5-6 tahun, maka PNPM Mandiri akan dilaksanakan sekurang-kurangnya hingga tahun 2015. Hal ini sejalan dengan target waktu pencapaian tujuan pembangunan milenium atau Millennium Development Goals (MDGs). Pelaksanaan PNPM Mandiri yang berdasar pada indikator-indikator keberhasilan yang terukur akan membantu Indonesia mewujudkan pencapaian target-target MDGs tersebut.
Menurut data BPS, Jumlah penduduk miskin di Kalimantan Selatan saat ini berkurang 42,92 ribu jiwa. Penduduk miskin (penduduk yang berada dibawah Garis Kemiskinan) di Kalimantan Selatan keadaan Maret 2009 tercatat sebanyak 175,98 ribu jiwa (5,12 persen). Sedangkan pada periode yang sama setahun yang lalu, penduduk miskin di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 218,9 ribu jiwa (6,48 persen). Persentase penduduk miskin daerah perkotaan sebesar 4,82 persen, sedangkan penduduk miskin di daerah perdesaan sebesar 5,33 persen. Selama periode satu tahun, Indeks kedalaman kemiskinan (P1) dan Indeks keparahan Kemiskinan (P2) di Kalimantan Selatan juga mengalami penurunan, baik di daerah perkotaan maupun di perdesaan. Ini berarti pengentasan kemiskinan di Kalimantan Selatan semakin mudah dilakukan.
Kemudian untuk meningkatkan kapasitas penyelenggaraan dan pengembangan pemerintahan desa dan kelurahan pemerintah melalui kebijakan nasional telah mengangkat para sekretaris desa menjadi pegawai negeri sipil sebagai bagian dari perangkat daerah. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dalam Pasal 202 ayat (3) mengamanatkan Sekretaris Desa diisi dari PNS yang
Renstra BPMPD Provinsi Kalsel Tahun 2011-2015
24
memenuhi persyaratan, sehingga sekretaris desa yang ada selama ini yang bukan PNS, secara bertahap diangkat menjadi PNS sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah ini bertujuan meningkatkan kinerja pelayanan administrasi pemerintahan kepada masyarakat yang selama ini tidak optimal.
Untuk Provinsi Kalimantan Selatan pengangkatan sekretaris desa menjadi pegawai negeri sipil dilakukan secara bertahap. Saat ini di Provinsi Kalimantan Selatan terdapat 1958 desa dan kelurahan. Dari jumlah tersebut terdapat sebanyak sebanyak 911 orang sekretaris desa yang memenuhi persyaratan untuk diangkat menjadi pegawai negeri sipil. Pada tahap pertama tahun 2007 telah direalisasikan pengangkatan sekretaris desa menjadi pegawai negeri sipil sebanyak 416 orang. Kemudian tahap kedua yaitu pada tahun 2009 telah direalisasikan dan diserahkan surat keputusan pengangkatan sebagai pegawai negeri sipil untuk 246 orang sekretaris desa. Direncanakan sisanya yaitu sebanyak 249 orang akan bisa diangkat sebagai pegawai negeri sipil pada tahap ketiga yang akan dilaksanakan pada tahun 2010.
Selain itu untuk meningkatkan pengembangan pemerintahan desa dan kelurahan Pemerintah Provinsi khususnya Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong Pemerintah Kabupaten untuk membuat peraturan daerah kabupaten tentang desa baik itu mengenai penyelenggaraan, kelembagaan, keuangan maupun kerjasama antar desa. Pemerintahan Desa merupakan lembaga perpanjangan pemerintah pusat memiliki peran yang strategis dalam pengaturan masyarakat desa/kelurahan dan keberhasilan pembangunan nasional. Karena perannya yang besar, maka perlu adanya Peraturan-peraturan atau Undang-Undang yang berkaitan dengan pemerintahan desa yang mengatur tentang pemerintahan desa, sehingga roda pemerintahan berjalan dengan optimal.
Peraturan Desa (Perdes), merupakan bentuk peraturan perundang-undangan yang relatif baru, dalam kenyataan di lapangan belum begitu populer dibandingkan dengan bentuk peraturan perundang-undangan yang lain. Karena masih relatif baru dalam praktek-praktek penyelenggaraan pemerintahan di tingkat desa, seringkali Perdes ini diabaikan. Bahkan masih banyak dari pemerintah dan bahkan masyarakat desa mengabaikan Perdes ini sebagai dasar penyelenggaraan urusan kepemerintahan di tingkat desa. Kenyataan seperti itu berdampak pada kurangnya perhatian pemerintahan desa dalam proses penyusunan sampai pada implementasi suatu Perdes.
Satu hal penting yang tidak boleh terlewatkan adalah partisipasi masyarakat dalam proses penyusunan peraturan perundang-undangan sebagaimana diatur dalam pasal 53 UU No. 10 / 2004 yang menyatakan bahwa masyarakat berhak memberi masukan secara lisan atau tertulis dalam rangka penetapan maupun pembahasan rancangan undang-undang dan rancangan peraturan daerah. Dari ketentuan ini kita dapat melihat bahwa apakah ruang bagi partisipasi masyarakat hanya terbuka bagi penyusunan dan penetapan Undang-undang dan peraturan daerah.
Salah satu ukuran keberhasilan pelaksanaan Otonomi Desa adalah Pemerintahan Desa semakin mampu memberikan pelayanan kepada masyarakatnya dan mampu membawa kondisi masyarakat ke arah kehidupan yang lebih baik. Dengan
Renstra BPMPD Provinsi Kalsel Tahun 2011-2015
25
terselenggaranya Otonomi Desa, maka hal itu akan menjadi pilar penting Otonomi Daerah. Keberhasilan Otonomi Daerah sangat ditentukan oleh berhasil tidaknya Otonomi Desa. Namun demikian, realitas yang terjadi pada era otonomi dan desentralisasi yang muatannya sarat akan nilai-nilai demokrasi dan transparansi ini cenderung sering menghadirkan permasalahan yang kompleks di desa.
Selain itu dalam bidang kelembagaan masyarakat perdesaan telah terbentuk lembaga-lembaga pemasyarakatan ditingkat desa dan keluarahan seperti BPD (Badan Permusyawaratan Desa), LKMD atau sebutan lain TPPKK, RT, RW, Karang Taruna dan lain sebagainya, sedangkan pemerintahan desa dan kelurahan pada umumnya telah berjalan berdasarkan UU nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, serta akan lebih ditingkatkan lagi dengan telah di keluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor 72 tahun 2005 tentang Desa dan Peraturan Pemerintah RI nomor 73 tahun 2005 tentang Kelurahan;
Adapun peluang yang dapat dikembangkan dalam pembangunan perdesaan dan perkotaan yang ditangani Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa antara lain :
1. Potensi sumber daya alam yang belum dikembangkan; 2. Kualitas sumber daya manusia yang mulai membaik;
3. Masih kuatnya budaya gotong royong dikalangan masyarakat perdesaan;
4. Meningkatnya mobilitas dan lancarnya transportasi yang menyangkut masyarakat perdesaan, sehingga memudahkan pemasaran hasil pertanian, perkebunan dan lain-lain;
5. Adanya kepedulian pemerintah secara khusus terhadap kondisi masyarakat miskin dalam segala aspeknya.
Adapun kendala dalam pelaksanaan kegiatan BPMPD dalam upaya mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan dan peran serta masyarakat antara lain :
1. Masih besarnya jumlah penduduk miskin, karena kurang berkembangnya usaha ekonomi produktif keluarga miskin, yang disebabkan oleh terbatasnya akses keluarga miskin terhadap kegiatan ekonomi dan kesempatan berusaha;
2. Kurang optimalnya pemanfaatan sumber daya lokal, pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam kelestarian lingkungan;
3. Belum memadainya kelembagaan (Pemerintah Desa/Kelurahan, BPD, LKMD atau sebutan lain, TPPKK) yang dapat mengakomodasi kepentingan masyarakat lokal; 4. Keterbatasan sarana dan prasarana, sumber dana serta rendahnya kemampuan
masyarakat dalam memelihara hasil-hasil pembangunan;
5. Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap teknologi tepat guna yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat;
6. Sulitnya kondisi geografis lokal sehingga menyebabkan banyaknya wilayah tertinggal belum tertangani oleh program-program pembangunan.
Renstra BPMPD Provinsi Kalsel Tahun 2011-2015
26
B. Target Capaian Pembangunan Program Prioritas Kepala Daerah
Sesuai dengan Peraturan Derah Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 17 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2005 – 2025, disebutkan bahwa arah umum pembangunan jangka panjang Provinsi Kalimantan Selatan Bidang ekonomi diarahkan untuk tercapainya tingkat kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan dengan berbagai kebijakan yang pada dasarnya dapat mendorong : i) pencapaian taraf hidup ekonomi masyarakat yang tinggi ; ii) pencapaian pemerataan pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat; iii) penciptaan lapangan kerja dan kesempatan berusaha, dan iv) penurunan jumlah penduduk miskin.
Berbagai kebijakan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk menurunkan angka kemiskinan diarahkan ke dalam bentuk peningkatan kesejahteraan penduduk miskin. Upaya untuk mengurangi jumlah penduduk miskin dilaksanakan dalam berbagai kebijakan lintas sektor yang mengarah pada penciptaan kesempatan usaha lagi masyarakat miskin, pemberdayaan masyarakat miskin, peningkatan kemampuan masyarakat miskin, serta pemberian perlindungan sosial bagi masyarakat miskin. Dari berbagai kebijakan tersebut yang dilaksanakan oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Kalsel diantaranya adalah pemberian stimulan pembangunan desa dan program Gerbangmas-taskin.
Pemberian stimulan pembangunan desa yang dimulai sejak tahun 2007 ini bersifat rangsangan dengan agar masyarakat dapat termotivasi untuk berpartisipasi dalam pembangunan sehingga diharapkan sekali ada unsur swadaya masyarakat dalam pelaksanaannya. Sehingga diharapkan dapat mendorong kapasitas pemerintah desa/kelurahan untuk menumbuhkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa/kelurahan dan mewujudkan keswadayaan dana kemandirian masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan di perdesaan dan kelurahan terutama pembangunan infrastruktur dasar yang diperlukan.
Tujuan yang ingin dicapai pada program pemberian stimulan pembangunan desa ini adalah :
1. peningkatan penyelenggaraan pemerintahan desa dalam melaksanakan pelayanan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan;
2. meningkatkan pemerataan pendapatan, kesempatan bekerja serta berusaha serta pemasaran hasil perkebunan, pertanian dan lain sebagainya;
3. mendorong peningkatan swadaya gotong royong dan kemandirian masyarakat. Bantuan stimulan pembangunan desa ini dimulai sejak tahun 2007 yang diluncurkan untuk 62 Kecamatan dan 252 desa/kelurahan di 13 kabupaten/kota dengan total dana sebesar Rp. 3.075.000.000,-. Sedangkan pada tahun 2008 program ini dilaksanakan di 50 Kecamatan yang tersebar di 150 desa/kelurahan di 13 kabupaten/kota dengan jumlah dana sebesar Rp. 2.120.000.000,- dan pada tahun 2009 kegiatan ini dilaksanakan seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Selatan di 39 Kecamatan yang tersebar di 88 desa/kelurahan dengan jumlah dana sebesar Rp. 1.150.000.000,-.
Renstra BPMPD Provinsi Kalsel Tahun 2011-2015
27
Kegiatan yang dibiayai dengan dana dari APBD Provinsi Kalimantan Selatan ini pelaksanaannya meliputi pembangunan sarana dan prasarana fisik perdesaan seperti jalan, jembatan kemudian pembuatan profil dan potensi desa serta kegiatan simpan pinjam masyarakat dan lain-lain.
Program lain yang telah dilaksanakan oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Kalsel adalah Gerbangmas-taskin. Program ini telah dilaksanakan sejak tahun 2007 dengan dana dari APBD Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Pada tahun 2007 kegiatan ini dilaksanakan di 13 kabupaten/kota yang tersebar di 52 desa dengan total dana sebesar Rp. 2.600.000.000,-. dimana masing-masing desa mendapat alokasi sebesar Rp. 50.000.000,-. Pada tahun 2008 program ini masih dilaksanakan di 52 desa pada 13 kabupaten/kota dengan jumlah dana sebesar Rp. 2.600.000.000,- dan pada tahun 2009 kegiatan ini dilaksanakan seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Selatan yang tersebar di 48 desa/kelurahan dengan jumlah dana sebesar Rp. 2.400.000.000,-. hal ini dikarenakan kabupaten Tabalong tidak menyediakan dana pendamping sehingga dana dari Provinsi tidak dicairkan.
Adapun kegiatan yang dibiayai dengan dana dari APBD Provinsi Kalimantan Selatan ini pelaksanaannya meliputi pembangunan sarana dan prasarana fisik perdesaan seperti jalan, jembatan, pembuatan WC umum, pembuatan jalan titia, pembangunan sarana air bersih, kemudian pembangunan sarana pendidikan, renovasi irigasi desa serta kegiatan simpan pinjam masyarakat dan peningkatan usaha ekonomi masyarakat lainnya.
Target lain dari capaian pembangunan program prioritas Kepala Daerah adalah terwujudnya kemandirian masyarakat. Hal ini antara lain dilaksanakan melalui program PNPM – Mandiri Perdesaan. PNPM Mandiri adalah gerakan dalam wujud pembangunan berbasis pemberdayaan masyarakat yang menjadi kerangka kebijakan serta acuan dan pedoman bagi pelaksanaan berbagai program pemberdayaan masyarakat dalam rangka penanggulangan kemiskinan. Di Propinsi Kalimantan Selatan sendiri peluncuran PNPM Mandiri dimulai oleh Gubernur Kalsel di Banjarmasin pd tgl 7 juni 2007. Tujuan umum dari PNPM Mandiri ini adalah meningkatnya kesejahteraan dan kesempatan kerja masyarakat miskin secara mandiri. Di Propinsi Kalimantan Selatan PNPM Mandiri dilaksanakan dalam 8 (delapan) program dengan berbagai dinas/badan sebagai leading sektornya yang meliputi :
a. PNPM Inti : - PNPM Mandiri Perdesaan - PNPM Mandiri Perkotaan - PPIP - PISEW b. PNPM Penguatan : - PAMSIMAS - PPFM-BLPS - PEMP - PUAP
Renstra BPMPD Provinsi Kalsel Tahun 2011-2015
28
Untuk tahun 2007 progress pencairan dana sebesar 100 % sedangkan progress kegiatan fisik mencapai 98 %. Hal ini dikarenakan masih terdapat 4 Kecamatan di Kabupaten Banjar yang belum selesai melakukan kegiatan. Dari total dana sebesar Rp. 42.500.000.000,- yang digunakan untuk pembiayaan pembangunan sarana dan prasarana mencapai Rp. 29.193.084.421,- atau mencapai 72,3 % dari biaya riil dan untuk kegiatan simpan pinjam mencapai Rp. 7.568.760.018,- atau mencapai 18,7 % dari total dana dan selebihnya sebesar 9 % dipergunakan untuk pembiayaan di bidang pendidikan maupun kesehatan.
Untuk tahun 2008 progress pencairan dana sebesar 100 % sedangkan progress kegiatan fisik mencapai 94 %. Dari total dana sebesar Rp. 105.750.000.000,- yang digunakan untuk pembiayaan pembangunan sarana dan prasarana mencapai Rp. 75.694.311.000,- atau mencapai 72 % dari biaya riil dan untuk kegiatan simpan pinjam mencapai Rp. 18.416.545.000,- atau mencapai 17 % dari total dana dan selebihnya sebesar 11 % dipergunakan untuk pembiayaan di bidang pendidikan maupun kesehatan.
Untuk tahun 2009 terdapat 87 kecamatan di 10 kabupaten yang berpartisipasi dalam pelaksanaan PNPM – Mandiri Perdesaan dan telah menyelesaikan tahap perencanaan. Secara umum pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan berjalan lancar dan terus mendapat dukungan yang positif dari para pelaku baik di tingkat kabupaten, kecamatan dan desa. Adapaun alokasi dana untuk pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan Tahun 2009 di Provinsi Kalimantan Selatan mencapai Rp. 82.700.000.000,- yang terdiri dari dana APBN sebesar Rp. 61.390.000.000,- dan dana sharing dari kabupaten peserta PNPM MP sebesar Rp. 21.310.000.000,- sampai dengan bulan Desember 2009 untuk dana pendamping dari APBD Kabupaten rata-rata pencairan dana telah dilaksanakan hampir 100 %. Sedangkan untuk dana APBN juga telah telah dilaksanakan pencairan dana mencapai 100 %.
C. KAJIAN DOKUMEN PENUNJANG 1. Miillenium Development Goals
Secara umum, pencapaian pembangunan manusia yang berhubungan dengan tujuan MDGs pertama hingga kedelapan telah menjadi latar belakang dalam pengambilan keputusan penyusunan dokumen pernecanaan startegis. Dokumen-dokumen tersebut secara khusus juga mengukur dan menelaah kemajuan pencapaian yang diperoleh, termasuk mengenali tantangan dan mengkaji program serta kebijakan ke depan untuk mencapai sasaran MDGs.
Dalam rangka menjawab semua tantangan dalam pembangunan Indonesia, Pemerintah Indonesia telah menetapkan tiga agenda pembangunan jangka menengah yaitu: i) menciptakan Indonesia yang aman dan damai, ii) menciptakan Indonesia yang adil dan demokratis, serta iii) meningkatkan kesejahteraan rakyat. Khusus agenda yang ketiga, prioritas pembangunan dan arah kebijakannya mencakup:
1. Penanggulangan kemiskinan dan pengurangan pengangguran, 2. Peningkatan investasi,
Renstra BPMPD Provinsi Kalsel Tahun 2011-2015
29
3. Revitalisasi pertanian, 4. Perikanan dan kehutanan,
5. Pembangunan perdesaan dan pengurangan ketimpangan antarwilayah,
6. Peningkatan akses masyarakat terhadap pendidikan dan layanan kesehatan yang berkualitas,
7. Peningkatan perlindungan dan kesejahteraan sosial, 8. Pembangunan kependudukan yang berkualitas, dan 9. Percepatan pembangunan infrastruktur.
Walaupun permasalahan dan tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan pembangunan di Indonesia masih cukup banyak, Pemerintah Indonesia telah bertekad untuk memenuhi komitmen pencapaian target MDGs pada 2015 mendatang. Bahkan penanggulangan kemiskinan dalam pembangunan jangka menengah (RPJMN) ditargetkan lebih cepat daripada target MDGs sendiri.
Saat ini ada sejumlah SKPD di lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang menangani kemiskinan baik yang termasuk dalam klaster I (berbasis bantuan dan perlindungan sosial), klaster II, pemberdayaan masyarakat dan klaster III, penguatan kelembagaan usaha mikro dan kecil. Secara general program, Penanggulangan Kemiskinan terbagi tiga kelompok (klaster) yakni pertama, Penanggulangan Kemiskinan yang bersifat darurat (embergency) yaitu kelompok Penaggulangan Kemiskinan berbasis bantuan dan perlindungan sosial. Untuk klaster I, memiliki karakteristik program yang bersifat pemenuhan hak dasar utama individu dan rumah tangga miskin meliputi pendidikan, pelayanan kesehatan, pangan, sanitasi dan air bersih seperti Askeskin, BOS dan Raskin. Kemudian, klaster II, Penanggulangan Kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat dengan karakteristik pendekatan partisipatif berdasarkan kebutuhan masyarakat, penguatan kapasitas kelembagaan masyarakat. Pada klaster II ini, kegiatan masyarakat dilakukan secara swakelola dan berkelompok, seperti Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) mandiri baik nasional maupun daerah. Program Mandiri Daerah itu seperti Gerbangmas Taskin Gerbangmas Taskin Mandiri, Gerbangdes, Gemasbangdes, PDSB dan Program pemberdayaan lainnya yang dikelola SKPD. Disamping itu, ada juga program yang dikembangkan Perusahaan seperti Program Coorporate Social Responsibility (CSR). Sedangkan pada kelompok
(klaster) III adalah kelompok program penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan usaha mikro dan kecil, dengan karakteristik memberikan bantuan modal atau pembiayaan dalam skala mikro, memperkuat kemandirian berusaha dan akses pada pasar serta meningkatkan keterampilan dan manajemen usaha seperti program Kredit Usaha Rakyat (KUR).