17 BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Teori Efektivitas Hukum
Sebelum membahas mengenai Teori Efektivitas Hukum, kata efektivitas sendiri mempunyai arti atau makna sebuah pengaruh keefektifan yang membuahkan keberhasilan atas sesuatu. Efektivitas juga dapat diartikan keberhasilan dalam pencapaian target ataupun tujuan yang telah ditetapkan. Sesuatu dapat dikatakan efektif apabila sesuatu tersebut telah tercapai tujuannya atau dapat dikatakan keberhasilan atas suatu tujuan. Efektivitas hukum tidak lepas dari analisa terhadap karakter dua variabel yang saling berkaitan yaitu karakteristik ataupun dimensi dari obyek sasaran yang dipergunakan. Arti dari dimensi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ialah ukuran yang meliputi berbagai macam hal seperti panjang, luas, tinggi, lebar dan sebagainya. Definisi dimensi juga bermakna salah satu aspek yang meliputi atribut, elemen, item, fenomena, situasi atau faktor yang membentuk suatu entitas. Entitas bermakna satuan yang berwujud atau bisa juga disebut wujud.
Efektivitas hukum menurut Achmad Ali bahwa “ketika kita ingin mengetahui sejauh mana efektivitas dari hukum, maka pertama-tama harus dapat mengukur sejauh mana aturan itu ditaati atau tidak ditaati”. Faktor yang mempengaruhi sebuah efektivitas suatu perundang-undangan adalah pelaksanaan dan optimal pelaksanaan peran, wewenang dan fungsi dari para
18 peegak hukum, pada saat menjelaskan tugas yang dibebankan ataupun dalam menegakkan suatu perundang-undangan.1
Menurut Achmad Ali, beberapa faktor yang mempengaruhi efektifnya sebuah perundang-undangan, yaitu:2
1. Pengetahuan substansi (isi) perundang-undangan 2. Cara untuk memperoleh pengetahuan tersebut
3. Institusi terkait dengan ruang lingkup perundang-undangan didalam masyarakat
4. Proses lahirnya suatu perundang-undangan yang tidak boleh dilahirkan secara tergesa-gesa untuk kepentingan instant (sesaat), diistilahkan oleh Guunar Myrdall sebagai sweep legislation (undang-undang sapu) yang memiliki kualitas buruk dan tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat
Menurut Soerjono Soekanto, Teori Efektivitas Hukum ada 5 (lima) faktor yang memoengaruhi efektif atau tidaknya suatu hukum, yaitu:3
1. Faktor hukumnya sendiri, dibatasi pada undang-undang saja.
2. Faktor penegak hukum, meliputi pihak-pihak yang membentuk maupun yang menerapkan hukum.
3. Faktor sarana atau fasilitas pendukung, secara sederhana dapat dikatakan sebagai sarana untuk mendukung penegakan hukum.
4. Faktor masyarakat, masyarakat sebagai fasilitas dalam menegakkan hukum dimana hukum tersebut berlaku dan diterapkan.
5. Faktor kebudayaan, hasil karya, cipta dan rasa berdasar pada jiwa manusia dalam pergaulan hidup. Faktor kebudayaan menjadi satu-kesatuan dengan faktor masyarakat. Pada dasarnya kebudayaan hukum mencangkup nilai-nilai yang mendasari hukum yang berlaku, tentang anggapan baik sehingga dianut dan yang dianggap buruk maka dihindari.
Pandangan lain tentang efektivitas hukum dikemukakakn oleh Lawrence M Friedman dalam Salim H.S, terdapat tiga unsur yang harus diperhatikan
1 Achmad Ali. 2009. Menguak Teori Hukum (Legal Theory) dan Teori Peradilan
(Judicialprudence) Termasuk Interpretasi Undang-Undang (Legisprudence). Jakarta. Kencana.
Hal. 375.
2 Ibid. Hal. 376.
3 Soerjono Soekanto. 1983. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penegakan Hukum. Jakarta.
19 dalam penegakan hukum. Ketiga unsur tersebut meliputi struktur, substansi dan budaya hukum.4
Struktur sistem hukum terdiri dari:5
1. Unsur-unsur jumlah dan ukuran pengadilan, yuridiksinya (jenis kasus yang diperiksa dan bagaimana serta mengapa)
2. Cara naik banding dari satu pengadilan ke pengadilan lainnya
3. Bagaimana badan legeslatif ditata, berapa banyak orang yang duduk di Komisi Dagang Federal, apa yang boleh yang tidak boleh dilakukan, prosedur yang harus diikuti
Pengertian substansi meliputi:6
1. Auran, norma dan perilaku nyata manusia yang berada dalam sistem hukum 2. Produk yang dihasilkan oleh orang yang berada di dalam sistem hukum,
keputusan yang dikeluarkan, aturan baru yang disusun Budaya hukum dibedakan menjadi dua macam, yakni:7
1. Kultur hukum eksternal (terdapat pada populasi umum)
2. Kultur hukum internal (anggota masyarakat yang menjalankan tugas-tugas hukum yang terspesialisasi)
B. Pengertian Pelanggaran
Pelanggaran dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), merupakan sebuah kata yang berdasar pada kata “langgar”, yang artinya masjid kecil, mushola, tubrukan, tumbukan. Secara etimologis langgar berarti perbuatan yang menentang anjuran. Kata langgar setelah diberi awalah pe- dan akhiran an artinya adalah sebuah tindakan yang bertentangan dengan tata hukum atau
4 Dr. H. Salim H.S, S.H., M.S., dan Erlies Septiana Nurbani, S.H., LLM. 2013. Penerapan
Teori Hukum Pada Penelitian Tesis dan Disertasi. Jakarta. PT. Raja Grafindo Persada. Hal. 308.
5 Ibid.
6 Ibid. Hal. 306. 7 Ibid. Hal. 306.
20 aturan yang disepakati.8 Pengertian pelanggaran dalam hukum sendiri menurut Moeljanto, perbuatan yang bersifat melawan hukum dapat diketahui setelah adanya undang-undang yang menentukan. Jadi pelanggaran identik dengan adanya ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Sementara Bawengan berpendapat bahwa pelanggaran merupakan perbuatan yang bertentangan dengan ketertiban hukum. Wirjono Projodikoro mengatakan bahwa pelanggaran artinya perbuatan yang melakukan hal yang tidak seharusnya dan berhubungan dengan hukum atau dapat disebut perbuatan yang melawan hukum. Sementara Bambang Purnomo9 berpendapat pelanggaran adalah politis-on recht, termasuk perbuatan yang tidak mentaati aturan yang ditentukan penguasa negara. Sementara kejahatan adalah crimineel-on recht, termasuk perbuatan bertentangan dengan hukum.
Istilah pelanggaran dalam hukum pidana menunjukkan adanya perbuatan atau tidakan manusia yang melanggar hukum. Melanggar hukum artinya melakukan tindak pidana. Unsur tindak pidana dibedakan dalam 2 (dua) macam yaitu unsur obyektif (terdapat di luar pelaku) dan unsur subyektif (terdapat dalam diri pelaku). Pada unsur subyektif terdapat unsur kesalahan atau schuld yang dibedakan dalam 2 (dua) bentuk yaitu Dolus (kesengajaan) dan Culpa (ketidaksengajaan).10
8 Hilam Hadikusuma. 1992. Bahasa Hukum Indonesia. Bandung. Alumni. Hal. 135. 9 Bambang Purnama. 1978. Asas-Asas Hukum Pidana. Jakarta. Ghalia. Hal. 91. 10 Tongat, S.H., M.Hum. 2006. Hukum Pidana Materiil. Malang. UMM Press. Hal. 4.
21 Dalam kehidupan masyarakat selalu ada norma yang mengatur setiap tindakan yang dilakukan, akan tetapi norma yang ada tidak dapat selalu dilaksanakan dengan baik, karena itu seseorang tidak mematuhi aturan atau norma tersebut dan melanggarnya. Dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) pelanggaran sendiri tidak dijelaskan secar rimci, namun pada Pasal 489 sampai Pasal 569 mengatur mengenai pelanggaran. Hukuman bagi perbuatan pelanggaran lebih ringan daripada perbuatan kejahatan. Hukuman bagi pelaku pelanggaran umumnya adalah hukuman kurungan atau hukuman denda.
Dalam konsep doktrin, hukum pidana pelanggaran yang sesungguhnya adalah kejahatan atau tindak pidana, akan tetapi ada beberapa poin yang membedakan, yakni:
a. Secara umum pelanggaran diatur dalam buku ke tiga KUHP meliputi pelanggaran kesopanan dan ketertiban umum
b. Untuk wujud perbuatannya bersifat melarang hal-hal yang bertentangan dengan norma-norma pengaturan ketertiban umum, dampak atau akibat yang ditimbulkan tidak seberat kejahatan
c. Sehingga sanksi pidananya relaltif lebih ringan yaitu berupa pidana kurungan atau denda (secara umum), jika dijatuhkan hukuman pidana penjara tidak lebih dari 1 tahun
22 Didalam KUHP disebutkan perbuatan apa saja yang termasuk pelanggaran, yakni:11
a. Pasal 489 sampai Pasal 502 tentang keselamatan umum, barang dan kesehatan
b. Pasal 503 sampai Pasal 528 tentang ketertiban dan kekuasaan umum c. Pasal 529 dan Pasal 530 tentang catatan sipil
d. Pasal 531 tentang orang yang perlu ditolong e. Pasal 532 sampai Pasal 547 tentang kesusilaan
f. Pasal 548 sampai Pasal 551 tentang berjalan di tanah larangan g. Pasal 552 sampai Pasal 559 tentang jabatan
h. Pasal 560 sampai Pasal 569 tentang pelayaran i. Pasal 570 tentang keamanan negara
C. Pengertian Global Positioning System (GPS)
GPS atau Global Positioning System adalah sistem radio navigasi dan penentuan posisi menggunakan satelit yang dimiliki dan dikelola oleh Amerika Serikat. Sistem ini terdiri dari 24 satelit yang dapat digunakan oleh banyak orang sekaligus dalam segala cuaca dan didesain untuk memberikan posisi dan kecepatan tiga dimensi yang teliti dan juga informasi mengenai waktu secara berkelanjutan di seluruh dunia.12
11 Pasal 489 – Pasal 570 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)
12 Dr. Hasanuddin Z. Abidin, Andrew Jones. MsurvSc. MBA, dan Prof. Dr. Joenil Kahar.
23 Penentuan posisi dalam GPS, ada 4 faktor yang dibutuhkan yaitu latitude, longitude, altitude dan time. Istilah lengkap GPS adalah NAVSTAR-GPS (Navigation System Timing and Ranging-GPS) yang dibangun oleh Departemen Pertahanan U.S.A dengan 2 tipe pelayanan yaitu SPS (Standard Positioning System) untuk warga sipil dan PPS (Precise Positioning System) untuk militer. Satelit GPS pertama kali diluncurkan pada tanggal 22 Februari 1978.13
GPS bekerja dengan bantuan sinyal 28 satelit yang mengorbit disekeliling bumi. Posisi dari satelit ini adalah fix (latitude, longitude dan altitude yang tidak berubah), maka bisa menghitung posisi relative suatu benda di Bumi. 3 satelit dapat digunakan untuk menghitung posisi dalam ruang 3D, tetapi ada kemungkinan kesalahan waktu (Time Error), dikarenakan pembengkokan sinyal diakibatkan oleh gravitasi atau refleksi dan sebagainya. Apabila terjadi Time Error maka diperlukan satelit ke 4 untuk menjaga kesalahan minimum. Tingkat akurasi GPS terdiri dari 2 hal, yang pertama adalah akurasi jarak, tergantung dari kualitas GPS unit yang digunakan (militer atau sipil) dengan tingkat akurasi berkisar antara 20m sampai 1 mm dan sebuah GPS sipil yang berkualitas medium (misalnya: Garmin E-Track) dapat memberikan akurasi dari 12m sampai 3m. Kedua akurasi waktu yakni sebuah
13 Oktri Mohammad Firdaus. 2012. Analisis Implementasi Global Positioning System (GPS)
Pada Moda Transportasi di PT. “X”. Bandung. Jurnal Research Industrial Technology Program
24 GPS (militer atau sipil) yang memberikan 60 nano second (detik) sampai dengan 5 nano second akurasi (time accuracy).14
GPS dapat memberkan informasi posisi suatu objek di Bumi secara cepat dan akurat. Pada dasarnya GPS terdiri dari tiga segmen, yakni:15
1. Segmen sistem kontrol (control system segment), terdiri dari stasiun-stasiun pemonitor dan pengontrolan satelit
2. Segmen satelit (space segment), terdiri dari satelit-satelit GPS
3. Segmen pengguna (user segment), terdiri dari alat-alat penerima, pengolah data sinyal, dan data yang terdapat pada masing-masing pengguna jasa GPS GPS juga memiliki beberapa fungsi dan manfaat dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:
1. GPS digunakan untuk memantau gempa, caranya adalah dengan memantau pergerakan lempeng bumi, sehingga dilakukan evakuasi sebelum gempa 2. GPS digunakan untuk sistem pelacakan kendaraan, alatnya bernama GPS
Tracker yang berguna untuk mengetahui letak kendaraan, sehingga pemilik yang lupa parkir atau kendaraannya dicuri dapat menemukan kendaraanya 3. GPS digunakan untuk sistem informasi geografis, dapat mengukur luas
suatu wilayah yang sangat besar yang tidak dapat dilakukan secara manual, dapat juga mempermudah pembuatan peta suatu wilayah
4. GPS digunakan untuk navigasi, dapat mencari jalur lokasi sehingga dapat sampai dengan tepat dengan menggunakan aplikasi seperti google maps atau waze
14 Ibid.
15 Supartono Soedianto, Dirgantara Rahadian dan Eko Kurniawan Gufron. 2012. Purwarupa
Penampil Lokasi Manusia Menggunakan GPS Dengan Koordinat Lintang-Bujur. Bandung. Jurnal
25 5. GPS digunakan untuk militer, dapat digunakan untuk menentukan arah atau titik lokasi jatuhnya bom yang dikirim agar mengenai sasaran yang tepat, serta dapat juga diguakan untuk mengetahui pergerakan musuh baik pergerakan tentara, tank ataupun pesawat tempur
Dalam GPS tentu ada beberapa komponen-komponen yang terdapat dalam teknologi GPS, diantaranya satelit yang dikirim ke orbit bumi berfungsi merekam semua informasi tentang lokasi dan detail permukaan bumi. Komponen selanjutnya adalah pengontrol digunakan untuk mengontrol satelit yang ada di orbit bumi langsung dari bumi atau dapat disebut kontrol jarak jauh, segala gerak-gerik dikendalikan dalam komponen ini. Terakhir adalah recevier yang berfungsi menerima dan mengolah semua data yang dikirim dari satelit kemudian diterjemahkan menjadi data yang dapat dibaca manusia seperti letak, posisi hingga koordinat suatu wilayah.16
D. Pengertian Pengemudi
Nama lain dari Pengemudi adalah Sopir atau Supir (dari bahasa Prancis: chauffeur) yang berarti pengemudi profesional yang dibayar oleh majikan untuk mengemudi kendaraan bermotor. Sopir dibagi dalam dua kelompok yaitu sopir pribadi yang menjalankan kendaraan pribadi dan yang kedua adalah sopir perusahaan yang bekerja untuk perusahaan angkutan penumpang umum seperti taksi, bus, ataupun angkutan barang.
16 Loki Fadilah, Pengertian GPS: Dari Cara Kerja, Manfaat dan Komponennya (Lengkap),
26 Dalam Pasal 1 ayat (10) Peraturan Pemeritah Nomor 43 Tahun 1993 Tentang Prasarana dan Lalu Lintas Jalan menyebutkan orang yang mengemudikan kendaraan bermotor atau orang yang secara langsung mengawasi calon pengemudi yang sedang belajar mengemudikan kendaraan bermotor. Kendaraan bermotor dalam Pasal 1 ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 1993 Tentang Prasarana dan Lalu Lintas Jalan menyebutkan kendaraan bermotor adalah kendaraan yang digerakan oleh peralatan teknik yang berada pada kendaraan itu. Pasal 1 ayat (4) Peraturan Menteri Perhubungan Repulik Indonesia Nomor 12 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor Yang Digunakan Untuk Kepentingan Masyarakat menyebutkan bahwa pengemudi adalah orang yang mengemudikan sepeda motor di jalan dan telah memiliki surat izin mengemudi. Surat Izin Mengemudi atau SIM didapatkan oleh pengemudi disaat telah lulus ujian. Sementara arti sopir dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah pengemudi mobil (bemo dan sebagainya).17
Untuk menjadi sopir tidak serta merta langusng menjadi sopir tentu ada beberapa persyaratannya yaitu:
1. Sopir Pribadi
Sebenarnya tidak banyak yang dipersyaratkan bagi kendaraan pribadi, biasanya yang dipersyaratkan antara lain adalah:
a. Surat Izin Mengemudi yang masih berlaku b. Kemahiran dalam mengemudikan kendaraan
27 c. Pengetahuan mengenai jalatn dan tempat-tempat penting
d. Tata krama dalam memberikan pelayanan kepada majikan 2. Sopir Angkutan Umum
Sopir angkutan umum membutuhkan persyaratan yang lebih kompleks karena menyangkut jumlah penumpang yang lebih banyak dan waktu mengemudi yang lebih panjang. Untuk itu persyaratan untuk menjadi sopir angkutan umum adalah:
a. Surat Izin Mengemudi Umum sesuai dengan golongan kendaraan yang digunakan.
b. Waktu kerja dan istirahat
c. Tata krama dalam memberikan pelayanan kepada penumpang d. Kesehatan yang prima.
Dalam menjalankan pekerjaan tentu ada resiko dan juga keuntungannya. Untuk sopir tentu ada beberapa risiko yang harus ditanggung, antara lain: a. Kecelakaan lalu-lintas merupakan salah satu risiko pekerjaan sopir yang
paling besar
b. Paparan terhadap polusi udara, karena mereka merupakan orang yang sepanjang menjalankan pekerjaannya selalu di jalan yang polusinya paling tinggi, diantaranya gas beracun Karbon monooksida, Nitrogen oksida, Hidrat arang seperti Benzena, Partikel lepas, Timah hitam.
28 E. Pengertian dan Pengaturan Tentang Penuh Konsentrasi Saat Berkendara Menurut Pasal 106 ayat (1) Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
Pengertian konsentrasi adalah pemusatan perhatian, pikiran dan jiwa serta fisik pada sebuah objek. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI) konsentrasi adalah pemusatan perhatian atau pikiran pada suatu hal.18 Konsentrasi juga dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk bisa mencurahkan perhatian dalam waktu yang relatif lama. Dalam arti lain, konsentrasi adalah keadaan pikiran atau asosiasi terkondisi yang diaktifkan oleh sensasi didalam tubuh. Untuk mengaktifkan sensasi tersebut, tubuh perlu rileks dan suasana yang menyenangkan, karena dalam ketegangan (keadaan tegang) seseorang tidak dapat menggunakan otaknya dengan maksimal karena pikiran menjadi kosong. Konsentrasi menurut Aryati Nuryana dan Setiyo Purwanto adalah perhatian terhadap informasi yang dibutuhkan dengan mengabaikan informasi yang tidak diperlukan.19 Konsentrasi dalam arti lain adalah suatu kemampuan untuk memfokuskan pikiran, perasaan, kemauan dan segenap panca indera ke satu obyek dalam satu aktivitas tertentu dengan usaha untuk tidak memperdulikan obyek-obyek lain yang tidak ada hubungannya dengan aktivitas itu.20
18 Arti Konsentrasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
19 Aryati Nuryana dan Setiyo Purwanto. 2010. Efektivitas Brain Gym Dalam Meningkatkan
Konsentrasi Belajar Pada Anak. Surakarta. Jurnal Ilmiah Berkala Psikologi. Vol. 12 No. 1. Fakultas
Psikologi. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Hal. 90.
20 Ratih Novianti. 2019. Pengaruh Lingkungan Belajar Terhadap Tingkat Konsentrasi
Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak di MAN 2 Palembang. Jurnal PAI Raden Fatah.
29 Dalam Pasal 106 ayat (1) Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ), konsentrasi dijelaskan pada penjelasan Pasal 106 ayat (1) Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) atas yaitu kata “Penuh konsentrasi” artinya adalah setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor dengan penuh perhatian dan tidak terganggu perhatiannya. Tidak terganggu perhatiannya diakrenakan beberapa hal berikut, yakni:
1. Sakit
Sakit dalam Kamus Besar Bahasa Indonesai (KBBI) yaitu, berasa tidak nyaman di tubuh atau bagian tubuh karena menderita sesuatu (seperti demam, sakit perut, batuk, pilek dan sebagainya).
2. Lelah
Dalam KBBI, lelah berarti penat, letih, payah, lesu, tidak bertenaga. Lelah merupakan kependekan dari kata kelelahan juga dapat diartikan sebagai proses menurunnya efisiensi, performance kerja dan berkurangnya ketahanan fisik untuk terus melanjutkan kegiatan yang harus dilakukan disebabkan oleh sejumlah faktor.21
3. Mengantuk
Dalam KBBI, mengantuk artinya berasa hendak tidur. Dapat juga diartikan sebagai kondisi ketika seseorang merasa ingin tidur. Kondisi ini dapat terjadi siang ataupun malam hari, hal ini adalah wajar. Kantuk dapat
21 Sritomo Wignjosoebroto. 1995. Ergonomi, Studi Gerak dan Waktu. Jakarta. PT. Guna
30 terjadi secara berlebihan sehingga dapat mengganggu aktivitas dan dapat mengganggu produktivitas seperti bekerja, sekolah, mengerjakan tugas, menyetir kendaraan dan lain sebagainya.
4. Menggunakan telepon/ menonton televisi/ video yang terpasang di kendaraan
Menggunakan dalam KKBI artinya adalah memakai, mengambil manfaantya, dan melakukan sesuatu dengan. Telepon dalam KBBI artinya adalah pesawat dengan listrik dan kawat untuk bercakap-cakap antara dua orang yang berjauhan tempatnya, atau percakapan yang disampaikan dengan pesawat telepon, jika disederhanakan arti telepon adalah alat komunikasi.
Sementara menonton dalam KBBI adalah melihat (pertunjukan, gambar hidup dan sebagainya) atau dapat juga diartikan, menyaksikan atau melihat sesuatu dari layar kaca, layar monitor atau tayangan langsung. Televisi dalam KBBI artinya sistem penyiaran gambar yang disertai dengan bunyi (suara) melalui kabel atau melalui angkasa dengan menggunakan alat yang mengubah cahaya (gambar) dan bunyi (suara) menjadi gelombang listrik dan mengubahnya kembali menjadi berkas cahaya yang dapat dilihat dan bunyi yang dapat didengar. Jika disederhanakan artinya media telekomunikasi yang berfungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak beserta suara. Jadi menonton televisi adalah menyaksikan atau melihat sesuatu dari media penyiaran gambar bergerak beserta suara.
Video sendiri dalam KBBI artinya, bagian yang memancarkan gambar pada pesawat televisi atau rekaman gambar hidup atau program televisi
31 untuk ditayangkan lewat pesawat televisi. Video juga dapat diartikan sebagai teknologi menangkap, merekam, memproses, mentransmisikan dan menata ulang gambar bergerak, kendaraan adalah alat transportasi baik digerakan oleh mesin ataupun makhluk hidup. Jadi video yang terpasang di kendaraan adalah teknologi yang berkaitan dengan gambar bergerak yang terpasang pada transportasi bergerak.
5. Meminum minuman yang mengandung alkohol/ obat-obatan yang mempengaruhi kemampuan dalam mengemudikan kendaraan
Minuman dalam KBBI adalah barang yang diminum. Alkohol dalam KBBI artinya adalah cairan tidak berwarna yang mudah menguap, mudah terbakar, dipakai dalam industri dan pengobatan, merupakan unsur ramuan yang memabukkan dalam kebanyakan minuman keras, minuman yang mengandung etanol. Etanol merupakan bahan psikoaktif dan jika mengkonsumsinya dapat menyebabkan penurunan kesadaran, jadi meminum minuman yang mengandung alkohol dapat menyebabkan penurunan kesadaran.
Obat dalam KBBI adalah ahan untuk mengurangi, menghilangkan penyakit, atau menyembuhkan seseorang dari penyakit. Penggunaan obat dianjurkan pada dosis tertentu atau dalam pengawasan dokter. Obat dapat dikategorikan menjadi beberapa jenis, yakni obat bebas, obat bebas terbatas dan obat terlarang. Obat terlarang dapat disebut juga narkoba singkatan dari narkotika dan obat atau bahan berbahaya. Dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika menyebutkan narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau non tanaman, sintetis ataupun semi
32 sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan. Jadi obat-obatan yang mempengaruhi kemampuan dalam mengemudikan kendaraan adalah penggunaan obat terlarang atau narkotika yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran yang dapat mempengaruhi dalam mengemudikan kendaraan.