I.
I. PENDAHULUANPENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang 1.1 Latar Belakang
Respirasi merupakan proses penguraian senyawa organik kompleks menjadi Respirasi merupakan proses penguraian senyawa organik kompleks menjadi senyawa-senyawa yang sederhana. Sebagian besar proses respirasi berlangsung senyawa-senyawa yang sederhana. Sebagian besar proses respirasi berlangsung didalam mitokondria. Adapun sebagian proses yang lain berlangsung dalam sitosol didalam mitokondria. Adapun sebagian proses yang lain berlangsung dalam sitosol (Dartius, 1999).
(Dartius, 1999). Pernapasan
Pernapasan merupakan proses merupakan proses pertukaran gas ypertukaran gas yang berasal dari ang berasal dari makhlukmakhluk hidup yang berasal dari makhluk hidup dengan gas yang ada di lingkungannya, hidup yang berasal dari makhluk hidup dengan gas yang ada di lingkungannya, sedangkan proses perombakan bahan makanan menggunakan oksigen sehingga sedangkan proses perombakan bahan makanan menggunakan oksigen sehingga diperoleh energi dan gas sisa pembakaran karbon dioksida (CO
diperoleh energi dan gas sisa pembakaran karbon dioksida (CO22) disebut respirasi.) disebut respirasi. Proses respirasi yang menggunakan oksigen disebut juga respirasi. Proses respirasi Proses respirasi yang menggunakan oksigen disebut juga respirasi. Proses respirasi yang menggunakan oksigen disebut juga respirasi aerob sedangkan respirasi yang yang menggunakan oksigen disebut juga respirasi aerob sedangkan respirasi yang tidak membutuhkan oksigen disebut respirasi anaerob (Rahmat, 2007). Organ-organ tidak membutuhkan oksigen disebut respirasi anaerob (Rahmat, 2007). Organ-organ pernapasan yang dimilki oleh manusia meliputi semua struktur yang
pernapasan yang dimilki oleh manusia meliputi semua struktur yang menghubungkanmenghubungkan udara dari dan ke paru-paru. Organ tersebut antara lain: hidung, faring, laring, trakea, udara dari dan ke paru-paru. Organ tersebut antara lain: hidung, faring, laring, trakea, bronkus, bronkiolu
bronkus, bronkiolus, alveolus, dan paru-paru (Guyton et al.,s, alveolus, dan paru-paru (Guyton et al., 2007).2007).
Peran sistem respirasi adalah untuk mengelola pertukaran oksigen dan Peran sistem respirasi adalah untuk mengelola pertukaran oksigen dan karbondioksida antara udara dan darah. Untuk melakukan pertukaran gas, sistem karbondioksida antara udara dan darah. Untuk melakukan pertukaran gas, sistem kardiovaskular dan sistem respirasi harus bekerja sama. Sistem kardiovaskular dan sistem respirasi harus bekerja sama. Sistem kardiovaskular
kardiovaskular bertanggung jawab bertanggung jawab untuk perfusi darah untuk perfusi darah melalui paru-paru sedangkanmelalui paru-paru sedangkan sistem pernapasan melakukan dua fungsi terpisah yaitu ventilasi dan respirasi sistem pernapasan melakukan dua fungsi terpisah yaitu ventilasi dan respirasi (Handoko, 2001
(Handoko, 2001)) 1.2
1.2 TujuanTujuan
Tujuan praktikum kali ini yaitu mengukur volume inspirasi dan ekspirasi dari Tujuan praktikum kali ini yaitu mengukur volume inspirasi dan ekspirasi dari respirasi (volume
respirasi (volume tidal), mengutidal), mengukur berapa kur berapa besar besar kapasitas paru-paru kapasitas paru-paru yang yang dapatdapat dimasuki udara respirasi (kapasitas vital), dan mengukur jumlah volume paru-paru dimasuki udara respirasi (kapasitas vital), dan mengukur jumlah volume paru-paru yang dapat menampung udara respirasi normal selama 1 menit (volume tidal).
II.
II. MATERI DAN METODEMATERI DAN METODE
2.1 Materi 2.1 Materi
Alat yang digunakan pada praktikum kali ini yaitu pengukur waktu, selang Alat yang digunakan pada praktikum kali ini yaitu pengukur waktu, selang plastik, gelas kimia berukuran 2 L, gelas ukur 500
plastik, gelas kimia berukuran 2 L, gelas ukur 500 mL, dan akuarium.mL, dan akuarium.
Bahan yang digunakan pada praktikum kali ini yaitu probandus (manusia) Bahan yang digunakan pada praktikum kali ini yaitu probandus (manusia) dan air.
dan air. 2.2
2.2 MetodeMetode 2.2.1
2.2.1 Mengukur Volume TidalMengukur Volume Tidal 1.
1. Masukkan gelas kimia secara terbalik ke dalam akuarium yang telah berisi air.Masukkan gelas kimia secara terbalik ke dalam akuarium yang telah berisi air. Pastikan tidak ada gelembung udara yang masuk ke dalam gelas kimia.
Pastikan tidak ada gelembung udara yang masuk ke dalam gelas kimia. 2.
2. Siapkan selang, lalu masukkan ujung selang ke dalam gelas mulut gelas kimiaSiapkan selang, lalu masukkan ujung selang ke dalam gelas mulut gelas kimia sehingga selang dapat masuk ke dalam gelas kimia.
sehingga selang dapat masuk ke dalam gelas kimia. 3.
3. Tarik nafas secara normal, kemudian segera hembuskan ke dalam gelas kimiaTarik nafas secara normal, kemudian segera hembuskan ke dalam gelas kimia melalui ujung selang.
melalui ujung selang. 4.
4. Segera lepaskan ujung selang dari mulut kemudian tutup dengan tangan. LetakSegera lepaskan ujung selang dari mulut kemudian tutup dengan tangan. Letak ujung selang harus lebih tinggi dari gelas kimia.
ujung selang harus lebih tinggi dari gelas kimia. 5.
5. Lihat skala pada gelas kimia, dan amati volume udara yang timbul. KemudianLihat skala pada gelas kimia, dan amati volume udara yang timbul. Kemudian diberi tanda menggunakan label.
diberi tanda menggunakan label. 6.
6. Ambil gelas kimia dari akuarium secara hati-hati. Ambil air dari akuariumAmbil gelas kimia dari akuarium secara hati-hati. Ambil air dari akuarium menggunakan gelas kimia. Sesuaikan volume air dengan batas yang sudah diberi menggunakan gelas kimia. Sesuaikan volume air dengan batas yang sudah diberi label.
label. 7.
7. Ukur volume air yang tertampung dalam gelas kimia ke dalam gelas ukurUkur volume air yang tertampung dalam gelas kimia ke dalam gelas ukur sehingga didapatkan volume tidal yang lebih akurat.
sehingga didapatkan volume tidal yang lebih akurat. 8.
8. Catat hasilnya dan lakukan percobaan tersebut pada praktikan dengan jenisCatat hasilnya dan lakukan percobaan tersebut pada praktikan dengan jenis kelamin yang berbeda dan juga aktivitas yang berbeda (berlari).
kelamin yang berbeda dan juga aktivitas yang berbeda (berlari). 2.2.2
2.2.2 Mengukur Kapasitas VitalMengukur Kapasitas Vital 1.
1. Masukkan gelas kimia secara terbalik ke dalam akuarium yang telah berisi air.Masukkan gelas kimia secara terbalik ke dalam akuarium yang telah berisi air. Pastikan tidak ada gelembung udara yang masuk ke dalam gelas kimia.
Pastikan tidak ada gelembung udara yang masuk ke dalam gelas kimia. 2.
2. Siapkan selang, lalu masukkan ujung selang ke dalam gelas mulut gelas kimiaSiapkan selang, lalu masukkan ujung selang ke dalam gelas mulut gelas kimia sehingga selang dapat masuk ke dalam gelas kimia.
sehingga selang dapat masuk ke dalam gelas kimia. 3.
3. Tarik nafas secara maksimal, kemudian segera hembuskan ke dalam gelas kimiaTarik nafas secara maksimal, kemudian segera hembuskan ke dalam gelas kimia melalui ujung selang dengan sekuat tenaga.
4.
4. Segera lepaskan ujung selang dari mulut kemudian tutup dengan tangan. LetakSegera lepaskan ujung selang dari mulut kemudian tutup dengan tangan. Letak ujung selang harus lebih tinggi dari gelas kimia.
ujung selang harus lebih tinggi dari gelas kimia. 5.
5. Lihat skala pada gelas kimia, dan amati volume udara yang timbul. KemudianLihat skala pada gelas kimia, dan amati volume udara yang timbul. Kemudian diberi tanda menggunakan label.
diberi tanda menggunakan label. 6.
6. Ambil gelas kimia dari akuarium secara hati-hati. Ambil air dari akuariumAmbil gelas kimia dari akuarium secara hati-hati. Ambil air dari akuarium menggunakan gelas kimia. Sesuaikan volume air dengan batas yang sudah diberi menggunakan gelas kimia. Sesuaikan volume air dengan batas yang sudah diberi label.
label. 7.
7. Ukur volume air yang tertampung dalam gelas kimia ke dalam gelas ukurUkur volume air yang tertampung dalam gelas kimia ke dalam gelas ukur sehingga didapatkan volume tidal yang lebih akurat.
sehingga didapatkan volume tidal yang lebih akurat. 8.
8. Catat hasilnya dan lakukan percobaan tersebut pada praktikan dengan jenisCatat hasilnya dan lakukan percobaan tersebut pada praktikan dengan jenis kelamin yang berbeda.
kelamin yang berbeda. 2.2.3
2.2.3 Volume TotalVolume Total 1.
1. Siapkan pengukur waktu.Siapkan pengukur waktu. 2.
2. Tarik nafas secara normal, kemudian hembuskan.Tarik nafas secara normal, kemudian hembuskan. 3.
3. Satu kali bernafas adalah satu kali inspirasi dan satu kali ekspirasi.Satu kali bernafas adalah satu kali inspirasi dan satu kali ekspirasi. 4.
4. Hitung berapa kali bernafas selama satu menit.Hitung berapa kali bernafas selama satu menit. 5.
5. Hasil yang didapat dikalikan dengan nilai volume tidal. Hasil dicatat danHasil yang didapat dikalikan dengan nilai volume tidal. Hasil dicatat dan lakukan percobaan pada praktikan dengan jenis kelamin berbeda.
III.
III. HASIL DAN HASIL DAN PEMBAHASANPEMBAHASAN 3.1 Hasil
3.1 Hasil
Tabel 3.1 Tabel
Tabel 3.1 Tabel PengamataPengamatan Respirasi Manusia Rombongan VIn Respirasi Manusia Rombongan VI
Keterangan: Keterangan: Kel: Kelompok Kel: Kelompok
L: Laki-laki kondisi normal L: Laki-laki kondisi normal P: Perempuan kondisi normal P: Perempuan kondisi normal LL: Laki-laki setelah berlari LL: Laki-laki setelah berlari PL: Perempuan setelah berlari PL: Perempuan setelah berlari Kel
Kel Volume Volume Tidal Tidal (mL) (mL) Volume Volume Total Total (mL/menit)(mL/menit)
Kapasitas Kapasitas Vital (mL) Vital (mL) L L P P LL LL PL PL L L P P LL LL PL PL L L PP 1 1 2210 2210 1158 1158 >2000 >2000 1375 1375 45030 45030 34740 34740 >76000 >76000 78375 78375 >2000 >2000 20002000 2 2 1915 1915 730 730 650 650 1165 1165 76690 76690 16790 16790 30550 30550 46600 46600 >2000 >2000 18501850 3 3 590 590 510 510 1270 1270 1500 1500 5900 5900 8160 8160 54000 54000 38100 38100 610 610 19851985 4 4 1870 1870 1130 1130 >2000 >2000 1025 1025 54230 54230 44070 44070 >34000 >34000 60475 60475 >2000 >2000 16201620
3.2 Pembahasan 3.2 Pembahasan
Respirasi adalah suatu proses pertukaran gas oksigen (O
Respirasi adalah suatu proses pertukaran gas oksigen (O22) dari udara oleh) dari udara oleh organisme hidup yang digunakan untuk serangkaian metabolisme yang akan organisme hidup yang digunakan untuk serangkaian metabolisme yang akan menghasilkan karbondioksida (CO
menghasilkan karbondioksida (CO22) yang harus dikeluarkan karena tidak dibutuhkan) yang harus dikeluarkan karena tidak dibutuhkan oleh tubuh. Setiap makhluk hidup melakukan pernapasan untuk memperoleh oksigen oleh tubuh. Setiap makhluk hidup melakukan pernapasan untuk memperoleh oksigen O
O22 yang digunakan untuk pembakaran zat yang digunakan untuk pembakaran zat makanan di makanan di dalam seldalam sel-sel tubuh. Alat-sel tubuh. Alat pernapasan
pernapasan setiap setiap makhluk makhluk hidup hidup tidaklah tidaklah sama, sama, pada pada hewan hewan invertebrata invertebrata memilkimemilki alat pernapasan dan mekanisme pernapasan yang berbeda dengan hewan vertebrata. alat pernapasan dan mekanisme pernapasan yang berbeda dengan hewan vertebrata. (Waluyo, 2010).
(Waluyo, 2010).
Tingkat respirasi adalah parameter fisiologis penting yang membantu untuk Tingkat respirasi adalah parameter fisiologis penting yang membantu untuk memberikan informasi yang signifikan tentang status kesehatan seseorang. Laju memberikan informasi yang signifikan tentang status kesehatan seseorang. Laju pernapasan
pernapasan yang yang abnormal abnormal dapat dapat menunjukkan menunjukkan berbagai berbagai kondisi kondisi termasuk termasuk penyakitpenyakit pernafasan
pernafasan serta serta kelainan kelainan sistemik sistemik termasuk termasuk kelainan kelainan kardiovaskular kardiovaskular dan dan asidosis.asidosis. Tingkat pernapasan juga merupakan parameter yang biasa digunakan dalam Tingkat pernapasan juga merupakan parameter yang biasa digunakan dalam pemantauan seseorang
pemantauan seseorang untuk mendeteksi untuk mendeteksi penyakit lebih penyakit lebih awal dan awal dan penurunan kondisipenurunan kondisi klinis (Das, 2013).
klinis (Das, 2013). Pemakaian O Pemakaian O 2
2dan pengeluaran COdan pengeluaran CO22sangat berperan penting dalam menjagasangat berperan penting dalam menjaga fungsi normal sel dalam tubuh manusia. Sehingga manusia dapat menjalankan fungsi normal sel dalam tubuh manusia. Sehingga manusia dapat menjalankan kegiatan sehari-hari dengan baik. Dalam hal ini Paru sebagai organ vital yang kegiatan sehari-hari dengan baik. Dalam hal ini Paru sebagai organ vital yang mengatur pemakaian O
mengatur pemakaian O 2
2 dan pengeluaran COdan pengeluaran CO22 memiliki memiliki kemampuanmemiliki memiliki kemampuan kapasitas yang baik guna menjaga ketahanan fisik dan kesegaran jasmani yang kapasitas yang baik guna menjaga ketahanan fisik dan kesegaran jasmani yang optimal. Untuk menjaga kemampuan capasitas vital paru yang baik maka di perlu optimal. Untuk menjaga kemampuan capasitas vital paru yang baik maka di perlu dilakukan beberapa kegiatan diantaranya dilakukan beberapa kegiatan diantaranya adalah olahraga (Situmorang et al
adalah olahraga (Situmorang et al.,., 2014). 2014). Yang disebut sebagai saluran napas Yang disebut sebagai saluran napas atas adalah: (1)
atas adalah: (1) naresnares, hidung bagian luar, hidung bagian luar ((external nose)external nose), (2) hidung bagian dalam, (2) hidung bagian dalam ((internal nose)internal nose), (3) sinus paranasal, (4), (3) sinus paranasal, (4) faring, (5) laring.Saluran napas bawah faring, (5) laring.Saluran napas bawah adalah (1) trakea, (2) bronki dan adalah (1) trakea, (2) bronki dan bronkioli.Yang
bronkioli.Yang dimaksud dimaksud dengan dengan parenkim parenkim paru paru adalah adalah organ organ berupa berupa kumpulankumpulan alveoli yang mengelilingi cabang-cabang pohon bronkus. Paru kanan terdiri dari tiga alveoli yang mengelilingi cabang-cabang pohon bronkus. Paru kanan terdiri dari tiga bagian,
lobus mempunyai bronkus lobusnya masing-masing. Paru kiri
lobus mempunyai bronkus lobusnya masing-masing. Paru kiri mempunyai dua lobus,mempunyai dua lobus, yaitu lobus atas kiri dan lobus bawah kiri dan setiap lobus juga mempunyai bronkus yaitu lobus atas kiri dan lobus bawah kiri dan setiap lobus juga mempunyai bronkus lobusnya masing-masing seperti paru kanan (Molenaar et al
lobusnya masing-masing seperti paru kanan (Molenaar et al.,., 2014)2014)
Ditinjau dari kebutuhannya akan oksigen, respirasi dapat dibedakan menjadi Ditinjau dari kebutuhannya akan oksigen, respirasi dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu :
dua macam yaitu : 1.
1. Respirasi Aerobik (aerob): yaitu respirasi yang menggunakan oksigen oksigenRespirasi Aerobik (aerob): yaitu respirasi yang menggunakan oksigen oksigen bebas untuk
bebas untuk mendapatkan energi. mendapatkan energi. Persamaan Persamaan reaksi proses reaksi proses respirasi respirasi aerob saerob secaraecara sederhana dapat dituliskan: C6H12O6 +
sederhana dapat dituliskan: C6H12O6 + 6H2O6H2O – – >> 6H2O + 6CO2 + 675 kal.>> 6H2O + 6CO2 + 675 kal. 2.
2. Respirasi Anaerobik (Anaerob): yaitu reaksi pemecahan karbohidrat untukRespirasi Anaerobik (Anaerob): yaitu reaksi pemecahan karbohidrat untuk mendapatkan energi tanpa menggunakan oksigen. Respirasi anaerobik mendapatkan energi tanpa menggunakan oksigen. Respirasi anaerobik menggunakan senyawa tertentu misalnya asam fosfoenol piruvat atau asetal menggunakan senyawa tertentu misalnya asam fosfoenol piruvat atau asetal dehida, sehingga pengikat hidrogen dan membentuk asam laktat atau alkohol. dehida, sehingga pengikat hidrogen dan membentuk asam laktat atau alkohol. Hasil akhirnya adalah alkohol, karbon dioksida dan energi. Glukosa tidak terurai Hasil akhirnya adalah alkohol, karbon dioksida dan energi. Glukosa tidak terurai lengkap menjadi air dan karbondioksida, energi yang dihasilkan lebih kecil lengkap menjadi air dan karbondioksida, energi yang dihasilkan lebih kecil dibandingkan respirasi
dibandingkan respirasi aerobik. aerobik. Reaksinya Reaksinya : : C6H12O6 C6H12O6 Ragi Ragi >> >> 2C2H5OH +2C2H5OH + 2CO2 + 21Kal (Campbell, 2010).
2CO2 + 21Kal (Campbell, 2010).
Pernapasan pada manusia dapat digolongankan menjadi 2 yaitu: Pernapasan pada manusia dapat digolongankan menjadi 2 yaitu: 1.
1. Pernapasan dada: Pada pernapasan dada otot yang berperan penting adalah ototPernapasan dada: Pada pernapasan dada otot yang berperan penting adalah otot antar tulang rusuk. Otot tulang rusuk dapat dibedakan menjadi dua yaitu otot antar tulang rusuk. Otot tulang rusuk dapat dibedakan menjadi dua yaitu otot tulang rusuk luar yang berfungsi menurunkan atau mengembalikan tulang rususk tulang rusuk luar yang berfungsi menurunkan atau mengembalikan tulang rususk ke posisi semula. Bila otot tulang antar rusuk luar berkontraksi maka tulang rusuk ke posisi semula. Bila otot tulang antar rusuk luar berkontraksi maka tulang rusuk akan terangkat sehingga volume dada bertambah besar. Bert
akan terangkat sehingga volume dada bertambah besar. Bert ambah besarnya akanambah besarnya akan menyebabkan tekanan dalam rongga dada lebih kecil daripada tekanan luar menyebabkan tekanan dalam rongga dada lebih kecil daripada tekanan luar rongga dada. Karena tekanan udara kecil pada rongga dada menyebabkan aliran rongga dada. Karena tekanan udara kecil pada rongga dada menyebabkan aliran udara mengalir dari luar tubuh dan masuk ke dalam tubuh, prosesini disebut udara mengalir dari luar tubuh dan masuk ke dalam tubuh, prosesini disebut proses ‘inspirasi’,
proses ‘inspirasi’, ssedangkan pada proses ekspirasi terjadi apabila kontraksi dariedangkan pada proses ekspirasi terjadi apabila kontraksi dari otot dalam, tulang rusuk kembali ke posisi semula dan menyebabkan tekanan otot dalam, tulang rusuk kembali ke posisi semula dan menyebabkan tekanan udara di dalam tubuh meningkat. Sehingga udara dalam paru-paru tertekan dalam udara di dalam tubuh meningkat. Sehingga udara dalam paru-paru tertekan dalam rongga dada dan aliran udara terdorong ke luar tubuh, proses ini disebut rongga dada dan aliran udara terdorong ke luar tubuh, proses ini disebut ‘ekspirasi’.
‘ekspirasi’. 2.
2. Pernapasan perut: Pada pernapasan ini otot yang berperan aktif adalah ototPernapasan perut: Pada pernapasan ini otot yang berperan aktif adalah otot diafragma dan otot dinding rongga perut. Bila otot diafragma berkontraksi, posisi diafragma dan otot dinding rongga perut. Bila otot diafragma berkontraksi, posisi diafragma akan mendatar. Hal ini menyebabkan volume rongga dada bertambah diafragma akan mendatar. Hal ini menyebabkan volume rongga dada bertambah besar
menyebabkan mengembangnya paru-paru, sehingga udara mengalir masuk ke menyebabkan mengembangnya paru-paru, sehingga udara mengalir masuk ke paru-paru(inspirasi).
paru-paru(inspirasi). Bila Bila otot otot diafragma diafragma bereaksi bereaksi dan dan otot otot dinding dinding perutperut berkontraksi,
berkontraksi, isi isi rongga rongga perut perut akan akan mendesak mendesak ke ke diafragma diafragma sehingga sehingga diafragmadiafragma cekung ke arah rongga dada. Sehingga volume rongg dada mengecil dan cekung ke arah rongga dada. Sehingga volume rongg dada mengecil dan tekanannya meningkat. Meningkatnya tekanan rongga dada menyebabkan isi tekanannya meningkat. Meningkatnya tekanan rongga dada menyebabkan isi rongga paru-paru terdesak ke luar dan terjadilah proses ekspresi. (Waluyo,2010). rongga paru-paru terdesak ke luar dan terjadilah proses ekspresi. (Waluyo,2010). Menurut Foss (1998), secara garis besar volume udara pernapasan dapat Menurut Foss (1998), secara garis besar volume udara pernapasan dapat dibedakan menjadi 6 yaitu:
dibedakan menjadi 6 yaitu: 1.
1. Volume tidalVolume tidal (tidal volume): (tidal volume): Volume udara pernapasan (inspirasi) biasa, yangVolume udara pernapasan (inspirasi) biasa, yang besarnya 500 cc atau
besarnya 500 cc atau 500 ml.500 ml. 2.
2. Volume cadangan inspirasi (udara komplementer): Volume udara yang masihVolume cadangan inspirasi (udara komplementer): Volume udara yang masih dapat dimasukkan secara maksimal setelah bernafas (inspirasi) biasa, yang dapat dimasukkan secara maksimal setelah bernafas (inspirasi) biasa, yang besarnya
besarnya 1500 cc atau 1500 cc atau 1500 ml.1500 ml. 3.
3. Volume cadangan ekspirasi (udara suplementer): Volume udara yang masihVolume cadangan ekspirasi (udara suplementer): Volume udara yang masih dapat dikeluarkan secara maksimal setelah mengeluarkan nafas (ekspirasi) biasa, dapat dikeluarkan secara maksimal setelah mengeluarkan nafas (ekspirasi) biasa, yang
yang besarnya besarnya 1500 1500 cc atau cc atau 1500 1500 ml.ml. 4.
4. Volume sisa (residu): Volume udara yang masih tersisa dalam paru-paru setelahVolume sisa (residu): Volume udara yang masih tersisa dalam paru-paru setelah mengeluarkan
mengeluarkan nafas (ekspirasi) maksimal, nafas (ekspirasi) maksimal, yang yang besarnya besarnya 1000 1000 cc atau cc atau 1000 1000 ml.ml. 5.
5. Volume total paru-paruVolume total paru-paru (total lung volume): (total lung volume): Volume udara yang dapat ditaVolume udara yang dapat ditampungmpung paru-paru semaksimal mungkin, yang
paru-paru semaksimal mungkin, yang besarnya besarnya 4500 cc atau 4500 cc atau 4500 ml.4500 ml.
Volume dan kapasitas seluruh paru pada wanita kira-kira 20 sampai 25 persen lebih Volume dan kapasitas seluruh paru pada wanita kira-kira 20 sampai 25 persen lebih kecil daripada pria dan lebih besar lagi pada orang yang atletis dan bertubuh besar kecil daripada pria dan lebih besar lagi pada orang yang atletis dan bertubuh besar daripada orang yang bertubuh kecil (Gu
daripada orang yang bertubuh kecil (Guyton et al., 2007).yton et al., 2007).
Gerakan pernapasan diatur oleh pusat pengendali di otak, sedangkan aktifitas Gerakan pernapasan diatur oleh pusat pengendali di otak, sedangkan aktifitas saraf pernapasan dirangsang oleh stimulus dari karbondioksida (CO
saraf pernapasan dirangsang oleh stimulus dari karbondioksida (CO22). Pada). Pada umumnya manusia mampu bernapas 15
umumnya manusia mampu bernapas 15 – – 18 kali tiap menitnya. Cepat atau 18 kali tiap menitnya. Cepat atau lambatnya bernapas dipengaruhi oleh beberapa faktor,
lambatnya bernapas dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:yaitu: 1.
1. Faktor umur: Semakin bertambah usia seseorang, maka semakin rendahFaktor umur: Semakin bertambah usia seseorang, maka semakin rendah frekuensi pernapasannya.
frekuensi pernapasannya. 2.
2. Jenis kelamin: Laki-laki umumnya bernapas lebih pelan daripada perempuanJenis kelamin: Laki-laki umumnya bernapas lebih pelan daripada perempuan ini dikarenakan volume paru-paru laki-laki lebih besar daripada perempuan. ini dikarenakan volume paru-paru laki-laki lebih besar daripada perempuan. Namun
Namun kadar kadar OO22yang dibutuhkan oleh laki-laki lebih besar daripadayang dibutuhkan oleh laki-laki lebih besar daripada perempuan, itu
perempuan, itu karena karena pada pada umumnya umumnya liki-laki liki-laki lebih lebih banyak bergerak banyak bergerak daripadadaripada perempuan.
3.
3. Suhu tubuh: Hal ini berhubungan dengan proses metabolisme tubuh, semakinSuhu tubuh: Hal ini berhubungan dengan proses metabolisme tubuh, semakin tinggi suhu tubuhnya semakin tinggi pula frekuensi pernapasann
tinggi suhu tubuhnya semakin tinggi pula frekuensi pernapasann ya.ya. 4.
4. Posisi tubuh: Pada saat berdiri frekuensi pernapasan lebih besar, karena energiPosisi tubuh: Pada saat berdiri frekuensi pernapasan lebih besar, karena energi yang digunakan untuk menopang tubuh lebih banyak. Pada posisi duduk, yang digunakan untuk menopang tubuh lebih banyak. Pada posisi duduk, frekuensi pernapasan lebih menurun, karena energi yang digunakan untuk frekuensi pernapasan lebih menurun, karena energi yang digunakan untuk menyangga tubuh merata oleh tubuh.
menyangga tubuh merata oleh tubuh. 5.
5. Kegiatan tubuh: Orang yang banyak melakukan kegiatan frekuensiKegiatan tubuh: Orang yang banyak melakukan kegiatan frekuensi pernapasannya
pernapasannya akan akan meningkat meningkat karena karena akan akan lebih lebih banyak banyak memerlukan memerlukan energi.energi. Dibandingkan dengan orang yang melakukan sedikit kegiatan, jelas frekuensi Dibandingkan dengan orang yang melakukan sedikit kegiatan, jelas frekuensi pernapasannya
pernapasannya akan akan lebih lebih rendah rendah karena karena lebih lebih sedikit sedikit memerlukan memerlukan energi.energi. (Waluyo, 1993).
(Waluyo, 1993).
Praktikum kali ini dilakukan percobaan untuk mengetahui kapasitas vital Praktikum kali ini dilakukan percobaan untuk mengetahui kapasitas vital paru- paru manusia yang dilakukan
paru manusia yang dilakukan dengan cara merangkai dengan cara merangkai alat spirometer alat spirometer sederhana yangsederhana yang tersusun dari gelas beker dan dihubungkan dengan selang kemudian dibalik lalu tersusun dari gelas beker dan dihubungkan dengan selang kemudian dibalik lalu dimasukkan dalam bak akuarium besar yang berisi air pula. Perwakilan tiap dimasukkan dalam bak akuarium besar yang berisi air pula. Perwakilan tiap kelompok melakukan tiga percobaan yaitu pengukuran volume tidal, kapasitas vital kelompok melakukan tiga percobaan yaitu pengukuran volume tidal, kapasitas vital dan volume total. Percobaan pengukuran volume tidal dilakukan dengan dan volume total. Percobaan pengukuran volume tidal dilakukan dengan menghembuskan nafas secara normal. Pengkuran kapasitas vital dilakukan dengan menghembuskan nafas secara normal. Pengkuran kapasitas vital dilakukan dengan menghembuskan nafas sekuat-kuatnya melalui selang yang dihubungkan ke botol menghembuskan nafas sekuat-kuatnya melalui selang yang dihubungkan ke botol besar
besar dan dan akan akan terlihat terlihat volume volume air air yang yang dikeluarkan dikeluarkan itu itu menunjukkan menunjukkan volumevolume kapasitas vital paru-paru dari perwakilan kelompok tersebut. Pengukuran volume kapasitas vital paru-paru dari perwakilan kelompok tersebut. Pengukuran volume total respirasi dihitung dengan mengalikan nilai jumlah bernafas selama 1 menit total respirasi dihitung dengan mengalikan nilai jumlah bernafas selama 1 menit dengan nilai volume tidal.
dengan nilai volume tidal.
Alat dan bahan yang digunakan memiliki fungsi tersendiri. Probandus Alat dan bahan yang digunakan memiliki fungsi tersendiri. Probandus (praktikan) digunakan sebagai objek percobaan yang mewakili kelompok (praktikan) digunakan sebagai objek percobaan yang mewakili kelompok masing-masing. Air dig
masing. Air digunakan sebagai media yang unakan sebagai media yang membantu untuk mengmembantu untuk mengukur volumeukur volume pernapasan.
pernapasan. Bak Bak akuarium akuarium digunakan digunakan sebagai sebagai penampung penampung air air utama. utama. Gelas Gelas kimiakimia digunakan untuk mengukur volume udara yang dihasilkan. Selang digunakan untuk digunakan untuk mengukur volume udara yang dihasilkan. Selang digunakan untuk mengantarkan udara ke dalam gelas kimia.
mengantarkan udara ke dalam gelas kimia. StopwatchStopwatch digunakan untuk menghitung digunakan untuk menghitung waktu yang digunakan selama bernapas.
waktu yang digunakan selama bernapas.
Hasil percobaan yang telah dilakukan menunjukan bahwa volume tidal laki-laki Hasil percobaan yang telah dilakukan menunjukan bahwa volume tidal laki-laki kondisi normal yaitu 590 ml dan volume tidal perempuan pada kondisi normal yaitu kondisi normal yaitu 590 ml dan volume tidal perempuan pada kondisi normal yaitu 510 ml. Sementara itu, volume tidal laki-laki berlari yaitu 1270 ml dan volume tidal 510 ml. Sementara itu, volume tidal laki-laki berlari yaitu 1270 ml dan volume tidal perempuan
manusia umumnya sebesar 500 ml Volume tidal dapat pengaruhi oleh berbagai manusia umumnya sebesar 500 ml Volume tidal dapat pengaruhi oleh berbagai faktor salah satunya adalah aktivitas, tinggi badan dan luas permukaan tubuh. faktor salah satunya adalah aktivitas, tinggi badan dan luas permukaan tubuh. Meningkatkan kapasistas vital dapat dilakukan dengan jalan rutin, lari, dan aktivitas Meningkatkan kapasistas vital dapat dilakukan dengan jalan rutin, lari, dan aktivitas olahraga lain seperti renang (Guyton et al., 2007).
olahraga lain seperti renang (Guyton et al., 2007). Berdasarkan
Berdasarkan teori, teori, volume volume total total paru-paru paru-paru manusia manusia dewasa dewasa + + 4500 4500 ml ml yangyang merupakan hasil jumlah dari kapasitas vital dan volume residu. Hasil percobaan yang merupakan hasil jumlah dari kapasitas vital dan volume residu. Hasil percobaan yang dilakukkan menunjukan bahwa volume total laki-laki yaitu 5900 ml dan pada dilakukkan menunjukan bahwa volume total laki-laki yaitu 5900 ml dan pada perempuan 8160 ml. Sementara pada laki
perempuan 8160 ml. Sementara pada laki-laki berlari -laki berlari yaitu 54000 ml dan perempuanyaitu 54000 ml dan perempuan berlari
berlari 38100 38100 ml. ml. Jika Jika dibandingkan dibandingkan dengan dengan referensi, referensi, volume volume total total laki-laki laki-laki dandan perempuan normal tidak sesuai dengan referensi yang ada (Parjatmo, 1987
perempuan normal tidak sesuai dengan referensi yang ada (Parjatmo, 1987).).
Kapasitas vital merupakan volume udara yang dapat dikeluarkan semaksimal Kapasitas vital merupakan volume udara yang dapat dikeluarkan semaksimal mungkin setelah melakukan inspirasi semaksimal mungkin juga, sebesar + 3500 ml. mungkin setelah melakukan inspirasi semaksimal mungkin juga, sebesar + 3500 ml. Kapasitas vital merupakan jumlah dari volume tidal yaitu volume udara pernapasan Kapasitas vital merupakan jumlah dari volume tidal yaitu volume udara pernapasan biasa yang + 500 ml, volume cadangan inspirasi yang merupakan volume udara biasa yang + 500 ml, volume cadangan inspirasi yang merupakan volume udara yangyang
masih dapat dimasukkan secara maksimal setelah bernapas biasa yang masih dapat dimasukkan secara maksimal setelah bernapas biasa yang besarnya + 1500
besarnya + 1500 ml ml dan volume dan volume cadangan cadangan ekspirasi yang ekspirasi yang merupakan merupakan volume volume udaraudara yang masih dapat dikeluarkan secara maksimal setelah mengeluarkan napas biasa yang masih dapat dikeluarkan secara maksimal setelah mengeluarkan napas biasa sebesar + 1500 ml, dan untuk volume residu atau sisa adalah volume udara yang sebesar + 1500 ml, dan untuk volume residu atau sisa adalah volume udara yang masih tersisa dalam paru-paru setelah mengeluarkan napas maksimal yang masih tersisa dalam paru-paru setelah mengeluarkan napas maksimal yang besarnya + 1000
besarnya + 1000 ml. ml. Sehingga Sehingga apabila apabila ditambahkan, ditambahkan, volume volume total total paru-paru paru-paru akanakan diperoleh sebesar + 4500 ml. Maka paru-paru manusia mampu menampung + 4500 diperoleh sebesar + 4500 ml. Maka paru-paru manusia mampu menampung + 4500 ml udara (Parjatmo, 1987). Berdasarkan percobaan yang dilakukan, didapatkan ml udara (Parjatmo, 1987). Berdasarkan percobaan yang dilakukan, didapatkan kapasitas vital pada laki-laki
IV.
IV. KESIMPULANKESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa: Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa: 1.
1. Volume tidal laki-laki kondisi normal adalah 590 ml. Volume tidal laki-lakiVolume tidal laki-laki kondisi normal adalah 590 ml. Volume tidal laki-laki kondisi setelah lari adalah 1270 ml. Volume tidal perempuan kondisi normal kondisi setelah lari adalah 1270 ml. Volume tidal perempuan kondisi normal adalah 510 ml. Volume tidal perempuan setelah lari adalah 1500.
adalah 510 ml. Volume tidal perempuan setelah lari adalah 1500. 2.
2. Kapasitas vital laki-laki adalah 610 ml dan kapasitas vital perempuan adalah 1985.Kapasitas vital laki-laki adalah 610 ml dan kapasitas vital perempuan adalah 1985.
3.
3. Volume total laki-laki kondisi normal adalah 5900 ml. Volume total laki-lakiVolume total laki-laki kondisi normal adalah 5900 ml. Volume total laki-laki kondisi setelah lari adalah 54000 ml. Volume total perempuan kondisi normal kondisi setelah lari adalah 54000 ml. Volume total perempuan kondisi normal adalah 8160 ml. Volume total perempuan kondisi setelah lari adalah 38100 ml. adalah 8160 ml. Volume total perempuan kondisi setelah lari adalah 38100 ml. 4.
4. Faktor-faktor yang mempengaruhi besar kecilnya kapasitas vital paru-paru adalahFaktor-faktor yang mempengaruhi besar kecilnya kapasitas vital paru-paru adalah faktor umur, jenis kelamin, tinggi badan, berat badan, suhu tubuh, lingkar dada faktor umur, jenis kelamin, tinggi badan, berat badan, suhu tubuh, lingkar dada dan aktivitas tubuh.