Integrasi Antara Ternak Itik dan Ikan Nila Berbasis Probiotik Probio_FM Dan Azolla Di Desa Sungai Duren
Kecamatan Jambu Luar Kota Kabupaten Muaro Jambi 13
INTEGRASI ANTARA TERNAK ITIK DAN IKAN NILA BERBASIS PROBIOTIK PROBIO_FM DAN AZOLLA DI DESA SUNGAI DUREN KECAMATAN JAMBI
LUAR KOTA KABUPATEN MUARO JAMBI Ella Hendalia, Fahmida Manin,dan Anie Insulistyowati
Staf Pengajar Fakultas Peternakan Universitas Jambi
ABSTRAK
Secara umum, permasalahan yang dialami oleh peternak ikan relatif sama dengan permasalahan yang dialami oleh peternak itik umumnya, yaitu kurangnya modal usaha, tingginya biaya pakan dan timbulnya bau dari dalam kolam/kandang yang mencemari lingkungan. Demikian pula hal yang dialami oleh kelompok peternak ikan brother’s fish farm (BFF) dan Mina Nila Lestari (MNL) yang berada Di Desa Sungai Duren Kecamatan Jambi Luar Kota Kabupaten Muaro Jambi.
Kekurangan modal yang dialami menyebabkan kelompok BFF belum melakukan sistem intensifikasi pemeliharaan larva. Kelompok BFF selaku unit pembenihan rakyat, masih kekurangan peralatan untuk pemeliharaan larva, sehingga survival rate benih hanya sekitar 60 %. Demikian pula halnya dengan masalah tingginya biaya pakan dan timbulnya pencemaran bau kolam menyebabkan kelompok MNL mengalami kesulitan untuk mengembangkan usahanya Selain itu, pemeliharaan ikan di kolam juga menimbulkan bau akibat terjadinya penguraian limbah organik yang berasal dari sisa pakan dan eskreta oleh bakteri pembusuk.
Ketiga masalah di atas dapat diatasi sekaligus dengan cara mengintegrasikan pemeliharaan ikan nila dengan ternak itik disertai dengan pengembangan tumbuhan Azolla dan pemanfaatan probiotik (Probio_FM). Prinsip dari integrasi ini adalah membangun kandang itik diatas kolam ikan, mengembangkan tumbuhan Azolla di dalam kolam sebagai pakan itik dan ikan, serta memanfaatkan bakteri probiotik (Probio_FM) sebagai pengendali ekosistem di dalam kolam ikan sekaligus untuk menjaga kesehatan itik dan ikan.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program intensifikasi pemijahan ikan dengan system hapa pada kelompok peternak ikan nila BBF di Desa Sungai Duren Kecamatan Jambi Luar Kota Kabupaten Muaro Jambi dapat meningkatkan daya tetas telur dari 50 menjadi 90% serta meningkatkan daya taham hidup larva dari 60% menjadi 90%, Demikian pula integrasi antara ternak itik dan ikan nila berbasis tumbuhan azolla dan probiotik probio_FM
pada kelompok peternak ikan MNL di Desa Sungai Duren Kecamatan Jambi Luar Kota Kabupaten Muaro Jambi dapat mengurangi biaya pakan sekitar 25-50% serta dapat mengurangi bau kolam yang mencemari lingkungan.
Kata kunci: Integrasi, Probiotik Probio_Fm Dan Azolla PENDAHULUAN
Latar Belakang
Akhir-akhir ini, permintaan akan daging dan telur itik terus mengalami peningkatan seiring dengan menjamurnya usaha bebek goreng diperkotaan serta berkembangnya industri makanan, seperti roti dan kue berbahan baku telur. Mengingat jumlah peternak itik di Provinsi Jambi masih sangat terbatas, terbuka peluang yang cukup besar bagi masyarakat di Provinsi Jambi untuk mengembangkan usaha ternak itik, baik untuk menghasilkan bibit, daging ataupun telur,
Kendala utama dalam pengembangankan usaha itik adalah terbatasnya lahan, tingginya biaya pakan serta timbulnya bau asal kotoran yang mencemari lingkungan. Ketiga masalah ini dapat diatasi sekaligus
dengan cara mengintegrasikan
pemeliharaan ternak itik dengan ikan disertai dengan pengembangan tumbuhan Azolla dan pemanfaatan bioteknologi probiotik (Probio_FM) yang dihasilkan dari riset
Integrasi Antara Ternak Itik dan Ikan Nila Berbasis Probiotik Probio_FM Dan Azolla Di Desa Sungai Duren
Kecamatan Jambu Luar Kota Kabupaten Muaro Jambi 14
Manin et al (2003-2012). Prinsip dari integrasi ini adalah membangun kandang itik diatas kolam ikan, mengembangkan Azolla sebagai pakan itik dan ikan di dalam kolam serta memanfaatkan bakteri probiotik (Probio_FM) untuk memelihara kesehatan ternak dan ekosistem di dalam kolam ikan (Hakim, 2013).
Pola integrasi antara ternak itik, ikan dan azola dapat diterapkan pada peternak yang sudah memiliki kolam ikan serta berkeinginan untuk mengembangkan usaha berbasis teknologi, seperti yang dilakukan oleh kelompok tani brother’s fish farm (BFF) dan Mina Nila Lestari (MNL). Kelompok tani BFF dan MNL berada di Desa Sungai Duren Kecamatan Jambi Luar Kota Kabupaten Muaro Jambi, dengan jarak sekitar 4 -5 km dari kampus UNJA Mendalo. Dua kelompok peternak ikan ini bergerak dibidang pembenihan ikan nila (hetchery). Kelompok BFF berdiri sejak tahun 2008, namun baru secara resmi mendapat izin pada tahun 2010, sedangkan kelompok MNL baru
didirikan pada tahun 2011 sebagai
pengembangan dari usaha kelompok BFF. Kelompok BFF dikenal sebagai unit pembenihan rakyat, karena benih yang dihasilkan disebarkan untuk memenuhi kebutuhan benih bagi petani pembesaran ikan nila dikeramba jaring apung sungai Batanghari. Kelompok BFF memiliki 16
buah kolam berukuran 300 m 2 dengan luas
keseluruhan 5000 m2 , sedangkan Mina
Lestari memiliki 8 buah kolam berukuran
600 m2 dengan luas keseluruhan 5000 m2.
Kegiatan usaha pembibitan ikan nila pada kelompok BFF dan MNL masih dilakukan secara konvensional, dimana lahan yang diperlukan sangat luas, kepadatan induk per m2 masih rendah, dan produktivitas dan kontinuitasnya sangat rendah. Secara umum, permasalahan yang dialami kelompok ini relatif sama dengan permasalahan yang dialami oleh peternak itik umumnya, yaitu kurangnya modal
usaha, tingginya biaya pakan dan
timbulnya bau dari dalam kolam/kandang yang membuat lingkungan tidak nyaman. Dengan mengntegrasikan pemeliharaan
ikan nila dengan ternak itik serta
memanfaatkan bakteri probiotik
(Probio_FM) untuk memelihara kesehatan ternak dan ekosistem di dalam kolam ikan, diharapkan ketiga masalah tersebut dapat diatasi.
Dengan membangun kandang itik diatas kolam ikan nila, diiringi dengan pengembangan tumbuhan Azolla di dalam kolam serta pemanfaatan bakteri probiotik (Probio_FM) untuk memelihara kesehatan ternak dan ekosistem di dalam kolam ikan, akan dicapai suatu pola usaha yang efisien, khususnya ditinjau dari aspek penggunaan lahan dan penyediaan pakan. Hal ini dimungkinkan karena di dalam kolam ikan,
bakteri probiotik akan bekerja
mendegradasi limbah organik yang berasal dari sisa pakan dan eskreta menjadi
senyawa organik sederhana yang
bermanfaat untuk menunjang pertumbuhan
plankton sebagai pakan ikan serta
pertumbuhan Azolla sebagai pakan itik dan ikan.
Integrasi antara ternak itik dan ikan nila berbasis tumbuhan azolla dan
probiotik probio_FM di Desa Sungai Duren
Kecamatan Jambi Luar Kota Kabupaten Muaro Jambi selain bertujuan untuk
meningkatkan efisiensi usaha pada
kelompok peternak ikan nila BFF dan MNL, juga untuk memenuhi kebutuhan akan bibit dan daging itik sekaligus untuk menciptakan pola integrasi yang ramah bagi lingkungan.
TARGET DAN LUARAN
Target dan luaran yang ingin
dicapai dengan adanya kegiatan
pengabdian ini adalah terjadinya
peningkatan efisiensi usaha yang tercermin dari:
1. Meningkatnya daya tetas telur dari 50% menjadi 90%
2. Meningkatnya tingkat kelangsungan hidup larva dari 70% menjadi 90%.
3. Adanya perbaikan system
pemeliharaan ikan dari system
tradisional menjadi system hapa
4. Berkembangnya produksi azolla
Integrasi Antara Ternak Itik dan Ikan Nila Berbasis Probiotik Probio_FM Dan Azolla Di Desa Sungai Duren
Kecamatan Jambu Luar Kota Kabupaten Muaro Jambi 15
5. Terbangunnya kandang itik di atas kolam ikan
6. Terwujudnya usaha ternak itik dan ikan secara terintegrasi
METODE PELAKSANAAN
Perbanyakan Azolla di Dalam Kolam 1. Pupuk kandang sebanyak 250 kg/1000
ditabur merata didalam petakan kolam.
2. Setelah 5-7 hari kemudian, air
dimasukkan dalam petakan dengan ketinggian 10-12 cm.
3. Kemudian dimasukkan probiotik
probio_FM sebanyak 3 L, dan diulang setiap 4-5 hari sekali.
4. Setelah 20-25 hari azolla nampak menyebar keseluruh permukaan kolam, penyebaran azolla dikolam diperkirakan mencapai 1,0-1,25 ton.
Pembesaran Itik Kerinci Pedaging 1. Pembesaran itik Kerinci dimulai dari
umur 1 hari (DOD) yang diperoleh dari kabupaten Kerinci dan dipelihara diatas kolam ikan nila.
2. Pemberian pakan dimulai dari umur 1-60 hari dengan susunan pakan terdiri dari jagung 35 %, bungkil inti sawit 25 %, konsentrat 25%, poles 15 %. Probiotik diberikan setiap hari dengan dosis 10 ml/L air minum.
3. Pemberian azolla dilakukan pada saat pemberian pakan pada itik dengan perbandingan 1 : 1 (1 bagian pakan itik dan 1 bagian azolla, diaduk sampai homogen.
4. Pakan yang tercecer pada feses itik
yang jatuh kekolam dapat
meningkatkan pertumbuhan plankton yang ada di kolam, dan plankton tersebut merupakan makanan bagi ikan nila.
5. Pada saat itik umur 60 hari
diperkirakan bobot badan itik
mencapai 1400-1500 gr/ekor, dan itik siap dijual ke warung pecel lele. Intensifikasi Produksi Benih Ikan Nila (Gambar 1)
Proses pembibitan ikan nila
dilakukan di lokasi kelompok Brother’s
Fish Farm yang terrletak di Desa Sungai Duren. Di lokasi tersebut terdapat 8 unit kolam, 1 unit bangunan sebagai ruang penetasan telur dan 1 unit pengolahan air.
Untuk program pembesaran dan
pemijahan induk ikan nila dilakukan di kelompok MNL di Desa Simpang Nes Sungai Duren. Tahap-tahapan proses pembibitan ikan nila disajikan pada Gambar 1.
Integrasi Antara Ternak Itik dan Ikan Nila Berbasis Probiotik Probio_FM Dan Azolla Di Desa Sungai Duren
Kecamatan Jambu Luar Kota Kabupaten Muaro Jambi 16
Gambar1. Alur Proses Pembibitaaaan Ikan Nila di Kelompok “ Brother’s Fish Farm”
HASIL YANG DICAPAI
Intensifikasi Pemijahan Ikan Nila dengan System Hapa
Pada awalnya kegiatan usaha
pembibitan ikan nila pada kelompok peternak ikan BFF masih dilakukan secara konvensional. Kelompok BFF selaku unit pembenihan rakyat, masih kekurangan
peralatan untuk pemeliharaan larva,
sehingga tingkat kelangsungan hidup larva hanya sekitar 60 %. Untuk mengatasi
masalah ini kelompok BFF telah melakukan
pemeliharaan larva dengan sistem
resirkulasi. Namun akibat terbatasnya alat, maka waktu pemeliharaan larva dipersingkat yang seharusnya 10 hari menjadi 6-8 hari. Sebagai akibatnya larva yang mampu bertahan hidup di kolam bebas menjadi berkurang. Setelah dilakukan intensifikasi pemijahan ikan nila dengan system hapa, terbukti bahwa daya tetas telur dan tingkat kelangsungan hidup larva dapat ditingkatkan (Tabel 1)
Tabel 1. Perbandingan sistem penetasan sebelum dan sesudah program intensifikasi pemijahan
Peubah yang di amati Kondisi Hatchery
Sebelum intensifikasi Sesudah intensifikasi
Sitem suhu air Tidak satabil Sangat stabil
Daya tetas telur Rendah (50%) Tinggi (90%)
Tingkat kelangsungan hidup larva Rendah (70%) Tinggi (90%)
Kapasitas Ruangan Sempit Lebih Luas
Sistem hapa memiliki beberapa keunggulan yaitu produksi per m2 sangat tinggi dengan
ukuran larva relatif seragam dan
penanganan induk dan larva lebih mudah dilakukan. Sekalipun demikian, system ini
juga memiliki kelemahan, dimana
manajemen atau pengelolaannya lebih rumit karena larva dan induk harus diberi pakan komersil (Hakim, 2012).
Intensifikasi pemijahan ikan nila dengan system hapa, diawali dengan seleksi induk. Induk yang digunakan adalah induk Seleksi Induk
Pemijahan
Pemanenan Telur/ Larva
Penetasan Telur dan pemeliharaan larva
Pendederan
Pemanenan dan Penyortiran benih
Integrasi Antara Ternak Itik dan Ikan Nila Berbasis Probiotik Probio_FM dan Azolla Di Desa Sungai Duren
Kecamatan Jambi Luar Kota Kabupaten Muaro Jambi 17
sebar ( PS ) yang berasal dari instansi atau balai yang berkompeten dalam penyediaan calon induk. Bobot Induk berkisar antara 100 – 200 gram/ ekor dengan umur 4-5 bulan dan Induk harus sehat dan tidak cacat. Selanjutnya, Induk hasil seleksi dimasukan kedalam hapa pemijahan dengan
kepadatan 4-5 ekor per m2 dan
perbandingan jantan dan betina 1:3 s/d 1:5. Induk diberi pakan komersil dalam bentuk pellet sebanyak 2% dari bobot biomassa per hari dengan frekuensi pemberian 2 x sehari.
Pemanenan telur dan larva dilakukan secara periodik setiap 10 – 15 hari. Penetasan telur ikan nila dilakukan dalam corong penetasan yang terhubung dengan system resirkulasi. Proses penetasan telur berkisar antara 3-5 hari. Pemeliharaan larva dilakukan dalam hapa pendederan berukuran 2 x 5 x 1 m dengan padat tebar 35.000 s/d 40.000 ekor selama 7 hari. Selama pemeliharaan larva diberikan pakan
komersil berbentuk tepung adlibitum dengan frekuensi pemberian 4-5 kali/ hari.
Selanjutnya benih ikan yang masih berukuran kecil (post larva) di pelihara di kolam pendederan dengan kepadatad 200 s/d 250 ekor per m2. Pada periode ini benih diberi pakan komersil berbentuk crumble adlibitun dengan frekuensi pemberian 4 - 5
kali/hari. Pada tahap berikutnya
dilakukan pendederan. Pendederan di kolam dilakukan selama 30 hari dengan ukuran akhir benih berkisar antara 5- 8 cm.
Pemanenan benih dilakukan dengan menggunakan anco secara bertahap, supaya benih tidak stress dan rusak. Selanjutnya benih di tampung di bak penampungan benih dan dilakukan penyoriran (grading). Proses pemijahan dan penetasan telur ikan nila pada kelompok BFF dapat dilihat pada Gambar 4. Bila dilakukan komparasi antara
pemijahan ikan nila dengan system
tradisional dengan system hapa terlihat
bahwa system hapa selain memiliki
keunggulan juga memiliki kelemahan,
terutama dalam penyediaan pakan komersil (Tabel 2).
Tabel 2. Komparasi Pemijahan Ikan Nila Sistem Tradisional dan Sitem Hapa
Pengamatan Sistem Tradisioanal Sistim Hapa
Kebutuhan Lahan Dibutuhkan lahan luas Dapat memanfaatkan
lahan sempit
Kepadatan Induk Padat tebar induk rendah Kepadatan tinggi
Frekuensi Pemijahan
Rendah Lebih Tinggi
Pakan Pakan alami dan atau pakan
tambahan
Pakan komersial
Output Larva, benih ukuran kecil Telur/larva seragam
Produksi Rendah Tinggi
Perbanyakan Azolla di Dalam Kolam
Hasi pengamatan menunjukkan
bahwa azolla yang dikembangkan di dalam kolam memiliki pertumbuhan yang cepat. Dalam kurun waktu 20-25 hari, azolla terlihat menyebar keseluruh permukaan kolam. Diperkirakan produksi azolla di dalam kolam mencapai 1,0-1,25 ton. Ketebalan azolla di dalam kolam yang diberi probiotik mencapai + 7 cm. Pada kondisi normal, laju pertumbuhan azolla dapat mencapai 35% tiap hari atau dalam jangka
waktu 3-4 hari laju pertumbuhan mencapai 2 kali lipat (Handayani, 2007; Khan, 1988). Menurut Lumpkin dan Pliket (1988) keunggulan azolla antara lain, 1) memiliki kecepatan pertumbuhan yang cepat dengan produksi biomasa yang besar, 2) memilki kandungan nutrisi yang cukup baik, terutama protein kasar dan asam amino, 3) dapat tumbuh pada permukaan air alami sehingga tidak tergantung lahan pertanian reguler, 4) dapat diberikan pada semua ternak, baik segar maupun kering, 5) tanpa ada perlakuan khusus, seperti pemotongan, penggilingan
Integrasi Antara Ternak Itik dan Ikan Nila Berbasis Probiotik Probio_FM dan Azolla Di Desa Sungai Duren
Kecamatan Jambi Luar Kota Kabupaten Muaro Jambi 18
dan penglohan lainnya, 6) dapat
menyediakan pakan ternak sepanjang tahun. Disamping itu Azolla merupakan satu satunya tanaman paku air yang mampu bersimbiosis dengan Anabaena azollae untuk mensintesis N udara bebas.
Pembesaran Itik Kerinci jantan Di Atas Kolam Ikan
Itik jantan yang dipelihara dalam kandang yang dibangun di atas kolam ikan menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik. Meskipun itik hanya diberi pakan konsentrat sekitar 50% dari kebutuhan dan sisanya diberi azolla, bobot badan itik dapat mencapai 14 - 1,5 kg/ekor pada umur 2 bulan. Kondisi ini menunjukkan bahwa azolla sangat potensial untuk digunakan sebagai pakan itik menggantikan sebagian pakan konsentrat. Azolla mengandung protein kasar yang cukup tinggi, yaitu 27%, namun mengandung energy yang relatif rendah, yaitu sekitar 1160 kkal ME/kg. Dari beberapa hasil penelitian di Balai Penelitian Ternak Ciawi diketahui bahwa kebutuhan protein untuk itik jantan adalah sekitar 19 - 20% dengan kandungan energy 2900-3000 kkal ME/kg.
Implementasi Azolla terhadap ternak unggas telah dilaporkan oleh beberapa
peneliti. Menurut Khan (2008) itik yang diberi pakan azolla segar sampai 15 % tidak
menunjukkan perbedaan yang nyata
terhadap penampilan itik. Hasil penelitian Manin (1997) penggunaan Azolla pinnata dapat digunakan sampai 40% dalam ransum basal., tanpa menganggu pertumbuhan itik. Begitu juga dengan ayam petelur yang diberi pakan azolla segar sebanyak 9 kg/hari/100 ekor akan menghemat beaya pakan sebesar 20% tanpa menurunkan produksi secara signifikan (Sing and Subudhi, 1978).
Pembesaran itik Kerinci di atas kolam ikan nila direncanakan akan dimulai pada umur 4 hari, namun karena ada kendala di lapangan, pemeliharaan baru dapat dimulai pada umur 21 hari. Pemeliharaan Itik lokal Kerinci umur 4 hari – 20 hari dilakukan di kandang percobaan Fakultas Peternakan Universitas Jambi. Pemberian pakan dimulai dari umur 1 hari dengan susunan pakan terdiri dari hasil fermentasi tepung ikan dan bungkil inti sawit 50%, jagung 10 %, dedak 20%, bungkil kelapa 10 % dan ransum komersil broiler (BR-1) 10 %, Probiotik Probio_FM diberikan dalam air minum setiap hari dengan dosis 10 ml/L air minum. Data pertumbuhan ternak itik disajikan pada Table 2
Tabel 3. Rataan bobot badan itik lokal Kerinci (gram/ekor/minggu)
Kandang Bbt awal Minggu I Minggu II Minggu III Minggu IV
1 36.67±1.11 110.47 ± 9.36 234.20 ± 9.36 384.40 ± 37.84 584.13 ± 33.42
2 39.33± 0.98 150.80± 18.32 315.80±24.08 482.87±17.65 657.53±21.53
3 42.00±1.07 210.87±16.83 388.73±20.46 561.20±23.85 735.67±27.23
4 46.33±1.68 259.53±21.28 466.53±30.50 648.40± 824.20±44.15
Tabel 3 memperlihatkan bahwa pertumbuhan itik lokal Kerinci semakin meningkat dengan adanya penambahan Azolla pinnata dalam ransum basal dengan perbandingan Azolla pinnata 1 bagian dan ransum basal 1 bagian. Pemberian Azolla dilakukan dalam bentuk segar. Teknik pemberian azolla pada itik yang dipelihara di atas kolam ikan dapat dikatakan sangat
praktis, karena azolla cukup diambil dari kolam menggunakan saringan/ayakan, lalu dicampur dengan konsentrat dan probiotik lalu langsung diberikan kepada ternak. Dengan cara ini, peternak tidak perlu lagi membasahi pakan konsentrat yang akan diberikan. Ketika itik makan, ikan yang di bawah kandang akan ikut makan dari tumpahan pakan yang jatuh ke dalam kolam.
Integrasi Antara Ternak Itik dan Ikan Nila Berbasis Probiotik Probio_FM dan Azolla Di Desa Sungai Duren
Kecamatan Jambi Luar Kota Kabupaten Muaro Jambi 19
Pakan dan kotoran itik yang jatuh ke dalam kolam dapat meningkatkan pertumbuhan plankton sebagai makanan bagi ikan nila. Dengan adanya Azolla yang dibudidayakan di kolam ikan biaya pakan itik dapat dihemat sekitar 25-50%.
Kesimpulan
1. Adanya program intensifikasi pemijahan ikan dengan system hapa pada kelompok peternak ikan nila BBF di Desa Sungai Duren Kecamatan Jambi Luar Kota
Kabupaten Muaro Jambi dapat
meningkatkan daya tetas telur dari 50 menjadi 90% serta meningkatkan daya taham hidup larva dari 60% menjadi 90%.
2. Integrasi antara ternak itik dan ikan nila berbasis tumbuhan azolla dan probiotik
probio_FM pada kelompok peternak ikan
MNL di Desa Sungai Duren Kecamatan Jambi Luar Kota Kabupaten Muaro Jambi dapat mengurangi biaya pakan sekitar 25-50%
DAFTAR PUSTAKA
Hakim, U. L., 2013. Uji coba Probiotik
Probio_FM pada ternak itik
dengan pakan berbasis Azolla. (komunikasi pribadi).
Handayani, H. 2007. Peningkatan Nilai Nutrisi Tepung Azolla Melalui Fermentasi. Jurusan Perikanan
Universitas Muhamadiyah
Malang.
Haryanto, H., Sucipto. 2003. Pengaruh Penggunaan Beberapa Jenis Pupuk Organik terhadap Produsi Jagung. Jurnal Teknologi Pertanian No.2 th XV. Jakarta.
Hendalia, E, F. Manin, 2012. Penggunaan Probiotik dan Bungkil Inti Sawit
Yang Difermentasi Dengan
Tricoderma Harzianum dalam Ransum Ayam Broiler. Laporan
Penelitian Biaya Mandiri. Fakultas Peternakan Universitas Jambi. Hendalia, E, F. Manin, 2012. Penggunaan
Probiotik Secara Berlangsung Dan Taraf BIS Pada Ayam Broiler. Laboran Penelitian Dana Mandiri. Fakultas Peternakan Universitas Jambi.
Hendalia, E, F. Manin, dan Rahmi Dianita, 2012. Optimalisasi Biokonversi
Bungkil Inti Sawit sebagai
Sumber Prebiotik. Laporan
Penelitian Bantuan Operasional
Perguruan Tinggi Universitas
Jambi.
Hendalia, E, F. Manin, dan Yusrizal, 2009. Pemanfaatan Berbagai Spesies Bakteri Bacillus dan Lactobacillus dalam Probiotik untuk Mengatasi
Polusi Lingkungan Kandang
Unggas.
Hendalia, E, F. Manin, Yusrizal dan Yatno,
2010-2012. IBIKK Usaha
Agribisnis Ayam Pedaging Ramah Lingkungan Berbasis Probiotik di Fapet Farm Universitas Jambi, Dibiayai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional dengan Surat
Perjanjian Pelaksanaan Hibah
Program PPM Nomor
:0120/SP2H/PP/DP2M/III/2010 Tanggal 10 Maret 2010.
Kecamatan dalam Angka (2012). Kecamatan Jambi Luar Kota (JALUKO)
dalam Angka. Badan Pusat
Statistik Kabupaten Muaro-Jambi. Jambi.
Khan, M.Manzoor. 1988. a primer on AZOLLA production and utilization in agriculture.IBS-UPLB. Philipina.
Integrasi Antara Ternak Itik dan Ikan Nila Berbasis Probiotik Probio_FM dan Azolla Di Desa Sungai Duren
Kecamatan Jambi Luar Kota Kabupaten Muaro Jambi 20
Lumpkin, TA and D.L.Plucknett. 1981. Azolla as a Green Manure: Use and
Management in Production.
Westview Tropical Agricultute
Series No 5. Honolulu-Hawaii. Manin, F., Anie Insulistyowati dan Maksudi,
2012. Penggunaan Bakteri
Bacillus dan Bakteri Asam Laktat Sebagai Sumber Probiotik dalam Air Minum Terhadap Performan dan Status Kesehatan Itik Lokal
Kerinci. Laporan Penelitian
I’MHERE Fakultas Peternakan Universitas Jambi.
Manin, F., Ella Hendalia, A.Aziz, 2008. Isolasi dan Produksi Isolat Bakteri Asam Laktat dan Bacillus sp dari Saluran Pencernaan Ayam Buras Asal Lahan Gambut Sebagai
Sumber Probiotik. Jornal
AGRITEK (Jornal Ilmu-ilmu
Pertanian Teknologi Pertanian dan
Kehutanan) Terakreditasi No.
026/DIKTI/KEP/2005. Agritek
Edisi Khusus Dies Natalis IPM ke-16 November 2007. Halaman 74-78 (Penelitian Fundamental 2007-2008).
Manin, F., Ella Hendalia, Haris Lukman, dan Farhan 2012. “Pelestarian Itik Kerinci Melalui Pengembangan
Usaha Ramah Lingkungan
Berbasis Probiotik Probio_FM di Kecamatan Air Hangat Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi. Laporan KKN_PPM Dikti Tahun 2012.
Manin, F., Ella Hendalia, Yusrizal dan Nurhayati. 2006. Effect of Kerinci
Duck’s Intestinal Probiotic
(Bacillus circulans and Bacillus sp) as Feed Additive on Broiler Performans. Proceedings of The 4th ISTAP “Animal Production and Sustanable Agriculture in The Tropics” Faculty of Animal Science, Gajah Mada University, november 8-9, 2006. p: 276-286. Manin, F., Ella Hendalia, Yusrizal, 2009.
Penggunaan Berbagai Bakteri
Bacillus dan Bakteri Asam Laktat sebagai Ssumber Probiotik dalam Air Minum Terhadap Performans Ayam Broiler. Penelitian Hibah Bersaing Tahun 2009.
Manin, F., Ella Hendalia, Yusrizal, dan
Yatno. 2010. Penggunaan
Simbiotik yang Berasal dari
Bungkil Inti Sawit dan Bakteri
Asam Laktat Terhadap
Performans, Lingkungan dan
Status Kesehatan Ayam Broiler
(Laporan Penelitian Strategi
Nasional).
Nugrahapradja, H. 2008. Pertumbuhan Tanaman Air Azolla pinnata R.Br. (Mata Lele) pada Tanaman Medium
Pertumbuhan Berbeda. Skripsi
Program Studi Sarjana Biologi SITH.