• Tidak ada hasil yang ditemukan

A DI BEBERAP~ LOKASI DJ SEMENANJUNGMURIA DAN SEKITARNYA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "A DI BEBERAP~ LOKASI DJ SEMENANJUNGMURIA DAN SEKITARNYA"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Radionuklida Pu-239 merupakan salah satu daTi unsur transuranium yang ada di lingkungan. Radionuklida tersebut terutama berasal dari percobaan nuklir dan limbah instalasi nuklie Selain itu Pu-239 dapat juga terbentuk dari biji uranium yang menangkap netron sebagai hasil fisi spontan uranium di alam, Pu-239 yang berasal dari alam sangat sedikit, sehingga keberadaannya dapat diabaikan. Disamping itu Pu dapat juga berasal dari luruhan Cm, tetapi jumlahnya sangat kecil, sehingga dapat diabaikan. Di laut pergerakan Pu lebih dalam dari pada Cs-137 dan Sr-90, dan menurut Noshin di Atlantik 2 -36 % Pu berada dalam sedimen (1).

Pada tanggal 16 Juli 1945 dilakukan percobaan nuklir pertama di Gurun New Mexico Amerika Serikat, pada tanggal 6 Agustus 1945 Born atom dijatuhkan di Hiroshima, setelah itu dilanjutkan di Nagasaki. Frekuensi percobaan nuklir tertinggi yang

rU11tA..r~ -.

PI

Vvh

/Ai

v

tv' ' 1,

~j /~

Prosiding Prcscntasi llmiah Kesc1amatan Radiasi dan Lingkungan, 20 .. 21 Agustus 1996

ISSN : 0854 - 4085

Skd

l.\Ap ;

--C

f

l/'M ~

t V \

PENENTUAN

DALAM IKAN DAN UDANG

KONSENTRASI

CEMARAN Pu-239/240

A

DI

BEBERAP~

LOKASI

DJ

SEMENANJUNGMURIA

DAN SEKITARNYA

I~

'7r-t~~V~7

M"arzaInt NareI As1, ep Warsona, T'k'Uti Indlyatl, Yu. rfiIda

Ir"-~\ -,,,

,II' Pusat Standardisasi dan Penelitian Keselamatan Radiasi - BAT AN

I

~2r\.'''V~ _

ABSTRAK

PENENTUAN KONSENTRASI CEMARAN Pu-2391240 DALAM IKAN DAN UDANG DI BEBERAPA LOKASI DI SEMENANJUNG MURlA DAN SEKITARNYA. Telah dilakukan penentuan konsentrasi cemaran Pu-239/240 dalam ikan dan udang di beberapa lokasi di Semenanjung Muria dan sekitamya. Contoh dikumpulkan dari 10 lokasi. Setelah contoh diabukan ditambah perunut Pu-242, dan selanjutnya abu diekstraksi dengan HN03 8M, f11tratdiendapkan melalui penambahan NH40H, endapan dilarutkan dengan HN03 8M. Pu dalam larutan diisolasi dari berbagai pengganggu melalui pemisahan dengan penukar anion. Eluen yang diperoleh dielektrodeposisi pada arus I A, tegangan 10 volt dan waktu 1 jam, kemudian dicacah dengan Spek-trometer alfa. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa konsentrasi Pu-239/240 dalam semua contoh yang diambil nilainya di bawah batas deteksi terendah(BD1) Kedapat ulangan analisis pemisahan yang diperoleh dari perunut Pu-242 yang ditambahkan pada setiap contoh berkisar antara 35,17 % - 65,47 % pada ikan dan 30,92 % - 60,39% pada udang.

ABSTRACf

DETERMINATION OF Pu-239/240 POLLUTAN CONCENTRATION IN FISH AND SHRIMP AT SEVERAL LOCATIONS IN MURIA PENINSULA AND ITS SURROUNDING. The determination of Pu-239/240 pollutan concentration in fish and shrimp at several locations in MOOaPeninsula and its surrounding has been carried out. The fish and shrimp samples were collected fi-om 10 locations. After ashing, the samples were added with Pu-242 tracer, Pu precipitated by addition of NH40H, the precipitate dissolved by HN03 8M. The solution containing Pu was isolated fi-om the impurities by anion exchange. The eluent obtained is electrodepo-sited at current of 1 ampere and potential of 10 volt and for 1 hour, and then counted using Alpha Spectrometer. The measurement results show that the concentration of Pu-239/240 in all samples are less than lowest detection limit (BDT),whereas the recovery of the separation analysis obtained from addition of Pu-242 tracer to each samples are in the ra~e of35.17 % .. 65.47 % for fish and 30'62~S j

d ~',

f

W

V

m ~

t

4-?,

0() ;

C 2-1-

2

(j

PENDAHULUAN dilakukan olfu negara-negara maju seperti

Amerika Serikat, Uni Soviet, Inggeris dan Perancis tercatat pada tahun 1954 - 1958, 1961-1962 dan 1964. Sebelum tahun 1979 percobaan nuklir dilakukan diatmosfir, sejak tahun 1979 percobaan nuklir dilakukan di bawah tanah (2), sehingga cemaran radio-nuklida hasil fisi yang berasal dari atmosfir sejak tahun 1979 dapat diabaikan.

Pada umumnya dari suatu reaktor lebih dari 50% Pu-239 akan mengalami fisi dan sebagian kecil menangkap netron dengan menghasilkan Pu-240, Pu-241, Pu-242 dan Pu-243.

Pu-239/240 mempunyai radiotoksisitas sangat tinggi, yaitu termasuk dalam golongan Ia (4), waktu paronya cukup panjang yaitu 24110 tahun, dengan organ kritik tulang dan paru-pam. Pu-239/240 dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui dua jalur yaitu melalui pemafasan dan telanan.

Di dalam publikasi Pu-239 daTi data lingkungan biasanya dituliskan bersama dengan

(2)

Presiding Presartasi llmiah Kesc1:unatan Radiasi d:m Lingl"mgan, 20 - 21 Aguslus 1996 ISSN : 0854 - 4085

Pu-240, karena energi kedua radionukIida

tersebut sangat berdekatan, sehingga hasil

pengukuran merupakan campuran dari kedua

radionukIida tersebut, dengan komposisi 60% Pu-239 dan 40% Pu-240 (2). Pada penelitian

ini akan ditentukan kandungan Pu-239/240

dalam ikan dan udang. Seperti telah diketahui

bahwa negara kita adalah negara kepulauan

yang sekitar 70% wilayahnya adalah laut. Di laut terdapat kekayan alam yang tak terhingga

jumlahnya misalnya sumber protein seperti

ikan clan udang. Sebagian besar masyarakat

Indonesia terutama yang berada di daerah

pantai mengkonsumsi sumber protein hewani

laut seperti ikan dan udang. Data dari

penelitian ini dapat digunakan untuk

mem-perkirakan dosis intema yang diterima oleh

penduduk. Peneltian ini bertujuan untuk

mendapatkan data dasar kandungan

Pu-239/240 dalam biota dan diharapkan data

yang diperoleh dapat menunjang data yang

diperlukan pada penyusunan Amdal PL TN.

Contoh diambil dari 10 lokasi yang masih

berada dalam ruang lingkup studi amdal untuk pendirian PL TN ( Gambar I ). •••. ~ " 8 .£,',\?

d

@ @ 0<:;>fY" '"

:

§

&~

~

Gambar 1.Loka. ••i pengambilan contoh

1. Kendal, 2. Demak, 3. Semarang,

4. Jepara, 5. Ujung Piring 6. Ujung

Palabuhan, 7. Beringin,8. Ujung

Watu, 9. Tayu, 10. Rembang

TAT A KERJA Penyiapan contoh

Contoh biota sebanyak 2 kg (ikan dan

udang) dibersihkan, lalu dibakar sampai

menjadi arang. Arang tersebut diabukan pada

suhu 450oC, dan selanjutnya ditambah

pengemban FeCh dan perunut Pu-242 ( 5,6 ).

PSPKR-BATAN

Analisis

Abu yang telah siap untuk dianalisis di "leaching" dengan HN03 8M. Filtratnya

ditambah NH4 OR, endapan yang terbentuk

dilarutkan pada HN03 8M, ditambah air

panas, lalu dipanaskan sampai timbul larutan

seperti sirup. Ke dalam larutan ditambah

HN03 8M dan H202, dipanaskan pada

penangas pasir sampai mendidih, didinginkan

pada suhu ruang dan disaring. Larutan

dilewatkan kolom penukar anion yang telah

dikondisikan dengan laju keluaran 1-2

ml/menit. Kolom dicuci dengan HN03 8M, eluen dan air cucian dibuang. Setelah kolom dicuci kembali dengan HCI 8M dan air cucian

dibuang, kolom dielusi dengan campuran HJ

O,IN/HCI 8M. Kemudian eluen dikeringkan

pada penangas pasir. Setelah kering ditambah

HCI04, disaring, ditambah H2S04 1,8M, lalu

dipanaskan pada penangas pasir sampai larut

dan timbul uap berwama putih. Ke dalam

larutan ditambah beberapa tetes timol biru dan

beberapa tetes ~OH(I + 1), sehingga

diperoleh larutan berwama kuning. Kemudian

ditambah beberapa tetes H2S04 1,8M dan

diperoleh larutan berwama kuning "pink" ( pH 2). Larutan dipindahkan kedalam sel elektro-deposisi, selanjutnya dielektrodeposisi dengan kondisi arus I amper, tegangan 10 volt, dan

waktu 1 jam. Satu atau dua menit sebelum

elektrodeposisi selesai ditambahkan 0,5 ml

NH40H(1+ 1). Planset diambil, kemudian

dicuci berturut turut dengan aquades, NH40H

1%, dan aquades. Planset dikeringkan pada

lampu IR dan dipanaskan pada hot plate

selama 5 menit. Akhimya diukur pada

Spektrometer alfa (5,6). Pencacahan

Pencacahan dilakukan pada

Spektro-meter alfa (Tennelec TB 4) dengan Detektor

Silikon Sawar Muka. Pencacahan dilakukan

selama 250.000 detik. Efisiensi pencacahan

untuk standar Am- 241 sebesar 19,17%. Cara Menghitung

Konsentrasi cemaran Pu-239/240

dihitung dengan menggunakan persamaan

seperti dibawah ini(6):

Akt"IVltas m q(B /I) = Cc x 1000

(3)

Prosiding Prcscnt3!,; llmiah Kcsclamatan Radiasi dan Lingkungan, 20 - 2 I Agmius 1996 ISSN : 0854 - 4085

BASIL DAN PEMBAHASAN

Keterangan

BDT =bams deteksi terendah =0,24 rnBqlkg

=Tidak ada contoh

Cb adalah laju cacah latar belakang (cpm), tb

menyatakan waktU cacah latar belakang

(menit).

Tabel 1 Hasil pengukuran Pu-239/240

dalam ikan dan udang serta kedapatulangan

perunut Pu-242 yang ditambahkan pada awal

analisis contoh. 10 r ,. "

:

j T '

'

l

i

i> '.'

,

, !

••

'"I

'j., I·, , ..,'. -.,. j

;

'I' ; '.. ,h·'

!

70 BO

batas deteksi terendah, yaitu dibawah 2,40

10-3 mBq/l(7). Kemungkinan ini sangat logis

karena pada lokasi penelitian belum ada

kegiatan instalasi nuklir dan saat ini percobaan

nuklir jarang dilakukan dan walaupun ada

percobaan nuklir dilakukan dibawah tanah,

sel1ingga kemungkinan adanya jatuhan debu

radioaktif dapat diabaikan. Seperti telah

diketahui bahwa percobaan nuklir intensif

dilakukan pada dekade enam puluhan dan

menurun setelah dekade tersebut, sehingga

radionuklida jatuhan sebagai salah satu sumber Pu-239/240 secara global menurun juga.

Pada analisis contoh dalam penelitian ini

digunakan penmut Pu-242. Penggunaan

perunut dimaksudkan untuk mengetahui

kedapat ulangan proses analisis. Dan tabel 1

dan diagram batang pada Gambar 2 terlihat

kedapat ulangan pada analisis contoh tersebut berkisar antara 35,17 dan 65,47 % untuk ikan,

antara 30,92 dan 60,39 % untuk udang.

Tampak bahwa harga kedapat ulangan analisis

tidak konstan, sehingga penambahan penmut

perlu dilakukan pada setiap analisis contoh. Harga kedapat ulangan yang tidak konstan ini

mungkin disebabkan karena ketelitian pada

setiap pengerjaan tidak tetap, walaupun

prosedur yang digunakan sama. Ketidak telitian

dapat terjadi, misalnya pada penambahan

pereaksi, pemanasan, pengeringan, elusi,

pencucian dB. Dan harga kedapat ulangan

tersebut tidak ada keraguan bahwa ada

kesa-lahan pengerjaan yang menyebabkan tidak

terdeteksinya Pu- 239. .001 90 I 60 I 50r <0T 30 4,66 (Cb / tb) x 1000 mBq /l E x Bx 60 BDT

Hasil pengukuran kandungan

Pu-239/240 dicantumkan pada Tabel 1. Dan

tabel tersebut terlihat konsentrasi Pu-239/240 dalam ikan dan udang pada semua lokasi di bawah batas deteksi terendah (BOT).

Cc menyatakan laju cacah contoh (cpm), E

adalah efisiensi pencacahan yang didapat dan sumber standar Am-241 pada planset produk

LMRl (fraksi), R kedapat ulangan analisis

yang didapat dan penmut Pu-242 (fraksi), 13

menyatakan berat contoh (kg), 60 adalah faktor konversi dan dpm menjadi dps, 1000 adalah faktor konversi dan Bq menjadi mBq.

Batas deteksi terendah pencacahan

dengan tingkat kepercayaan 95% ditentukan

melalui persamaan benkut ini:

Ikan Udan!! No

LokasiKcdapatKcdapatAktiviM:t vi tas ulanganills ulangan mBqlkg (%) mBqlkp,(%) 1.

Kendal<BOT45,3135,17<BOT 2.

Dem3k. <BOT<BOT30,9251,41 3.

Semaranp,<BOT<BOT48,1640,63 4.

Jepara<BOT49,8346,84<BOT 5. UPirin "-<BOT-61,62 -6. UPclabuh<BOT-37,37 -an 7. Bcringin -8.

U Watu <BOT<BOT60,3965,47 9.

Tayu <BOT47,6553,13<BOT 10.

Rembanp,<BOT<BOT59,1 I48,72

Tidak terdeteksinya Pu-239/240 dalam

ikan dan udang mW1gkin disebabkan oleh

konsentrasinya rendah sekali. Hal ini dijumpai pula pada air laut di lokasi yang sarna dimana

konsentrasi Pu-239/240 semuanya dibawah

Gambar 2. Diagram batang kedapat ulangan analisis Pu-239/240

(1. Kendal, 2. Demak, 3. Semarang, 4. Jepara, 5. Ujung Piring 6. Ujung Palabuhan, 7. Beringin, 8. Ujung Watu, 9. Tayu, 10. Rembang)

(4)

Prosiding Presentasi llmi3h Kesel:unatan Radiasi dan LingkW1gall, 20 - 21 Agnslus 1996 ISSN : 0854 - 4085

KESIMPULAN DISKUSI

Konsentrasi Pu-239/240 dalam ikan dan

udang di Semenanjung Muria semuanya di

bawah batas deteksi pengukuran. Untuk dapat mengetahui konsentrasinya, mW1gkin diperlu-kan jumlah contoh yang lebih besar dari 2 kg atau dipilih contoh dengan akumulasi/faktor konsentrasi yang tinggi sehingga Pu-239/240 yang mungkin ada dapat diukur. Harga kedapat ulangan analisis bervariasi atau tidak konstan,

sehingga pada setiap analisis perlu

ditambahkan perunut. DAFf AR PUST AKA

1. IAEA, Reference Methods for Marine

Studies II, Technical Report Series No. 169, International Atomic Energy Agency, Vienna, 1975, pp. 9.

2. UNSCEAR, Ionizing Radiation: Sources

And Bilogical Effects, United Nations,

New York, 1982, pp. 19.

3. KUDO A. et. aI., Mobil Pu in Reservoir

Sediments of Nagasaki, Japan, Health

Physics Vol. 54, No. I, 1988,pp. 107-111.

4. BAT AN, Ketentuan Keselamatan Kerja

Terhadap Radiasi, Keputusan Direktur

Jendral Batan No. PN 03/160/OJ/89,

BATAN, Jakarta, 1989, pp. 151.

5. Prosedur ST A Fellow, di Reproccessing

Plan PNC Tokai Work, Jepang, 1991.

6. IAEA, Measurement of Radionuclides in

Food and the Environments, Technical

Reports Series No. 295, International

Atomic Energy Agency, Vienna, 1989, pp . 105 - 116.

7. MARZAINI NAREH, Penentuan

Konsentrasi Pu-239/240 Dalam Air Laut

di Beberapa Lokasi Semenanjung Muria

dan Sekitarnya, Seminar Kelautan, BPPT, Jakarta, 1995.

8. JUNICHIRO et. aI., Environmental

Radio-activity Around Tokai-Works after the

Reactor Accident at Chernobyl, 1. Environ-mental Radioactivity 7, England, 1988, pp.

17-27.

PSPKR-BAT AN

Tur Rahardjo :

Apakah telah dilakukan penentuan konsentrasi

cemaran Pu-239/240 dalam air laut pada 10

lokasi dan berapa batas deteksi terendahnya.

Bila di air laut hasilnya rendah BDT-nya

mengapa dilakukan penentuan konsentrasi

cemaran Pu-239/240 pada ikan dan udang?

Marzaini Nareh :

Penentuan dalam air di 10 lokasi tsb telah

dilakukan. BDT-nya 2,4xl0-3 mBq/l. Peneliti-an ini dilakukPeneliti-an untuk mengetahui apakah di dalam ikan dan udang konsentrasinya juga di

bawah BTD mengingat ikan dan udang

dimakan oleh manusia. Ikan dan udang

mempunyai faktor konsentrasi.

Suzie D.- PTPLR:

Dari abstrak terlihat rentang kedapat ulangan

untuk Pu-242 sangat besar (sekitar 30%).

Apakah ini tidak mempengaruhi hasil ?

Apakah kira-kira penyebab rentang yang besar tsb. ?

Marzaini Nareh :

1. Recoverynya yang rendah akan

mempengaruhi ketelitian hasil.

2. Rentang yang besar mungkin disebabkan

karena :

• pengabuan yang sulit dilakukan karena

tungkunya kecil sehingga contoh

di-abukan pada cawan yang kecil (luas

permukaan pengabuan rendah).

• Di samping itu kekonstanan pengerjaan

sulit (penambahan pereaksi dan

per-lakuan lainnya).

M Yazid - PPNY:

1. Apakah ikan dan udang dapat dipakai

sebagai bioindikator pencemaran

Pu-239/240 dalam air laut ?

2. Apakah pemah diukur konsentrasinya

dalam air laut ? Kalau di air laut saja tidak terdeteksi kenapa masih dicari di udang ?

3. Apakah tidak perlu dicari jenis bioindikator lain ?

(5)

Prosiding Presmtasi llmiah Kcsc\am31an Radiasi dan Lingkungan, 20 - 2\ Agustus 1996

ISSN : 0854 - 4085

Marzaini Nareh :

1. Ikan dan udang bukan sebagai bioindikator untuk Pu-239/240 tetapi biasannya adalah ganggang.

2. Konsentrasi Pu-239/240 dalam air laut

pernah diukur. Dilakukan pengukuran

dalam ikan dan udang sebagai data dasar, ikan dan udang punya faktor konsentrasi dan pihak luar se ring menanyakan tingkat pencemaran di Indonesia.

3. Bioindikator perlu dicari.

Cerdas Tarigan - PTPLR:

1. Dalam larutan Pu berada dalam bilangan

oksidasi Pu(III), Pu(IV), Pu(V), Pu(VI)

dan Pu(Vll). Plutonium dalam bentuk

Pu(IV) paling stabil dan terikat kuat

dengan HN03 8M dan resin penukar

anion. Apakah dilakukan oksidasi/reduksi untuk membuat Pu(IV) dan menggunakan reduktor/oksidator apa 7. Apakah kedapat ulangannya tinggi 7.

2. Mengapa digunakan elektrodeposisi 1 A

dan tegangan 10 volt 7.

Manaini Nareh :

1. Pada analisis dilakukan oksidasi dan

reduksi. Oksidator yang digunakan H202,

sedangkan reduktornya NaN02 .

2. Dari hasil uji metode yang digunakan

kondisi elektrodeposisi optimal pada 1 A dan tegangan 10 volt.

June Mellmvati - PAIR:

Hasil pengujian dengan penambahan perunut

Pu-242 recovery maksimum hanya 65 dan 60% dan standard deviasinya cukup besar. Apakah

Saudara pernah membaca atau mendapatkan

metode pengukuran lain (walaupun belum

dicoba) mengingat penentuan Pu cukup penting

Manaini Nareh:

Prosedur yang digunakan adalah prosedur

IAEA dan digunakan di PNC Tokai Works jadi merupakan prosedur yang dapat dipertanggung

jawabkan. Bisa saja digunakan metode lain

tetapi tidak akan sebaik metode ini. Standar

deviasi yang cukup besar kemungkinan

disebabkan pada pengerjaan.

PSPKR-BAT AN

Sofnie MCh. - PAIR:

Dengan adanya kedapat ulangan untuk analisis pemisahan dari perunut Pu-242 sebesar

35,17-65,47% pada ikan dan 30,92-60,39% pada

udang ini Saudara telah dapat melakukan

analisis pada contoh ikan dan udang 7. Apakah

Saudara tidak berusaha untuk mencari

prosedur yang lain sehingga kedapat

ulangannya > 80%. Karena suatu prosedur

dapat dipakai jia kedapat ulangannya >80%. Dan jika tidak diperolOO >80% maka perlu ditingkatkan untuk menganalisis sampel yang sebenarnya.

Manaini Nareh :

Prosedur yang digunakan adalah prosedur

lAEA dan digunakan di PNC Tokai Works.

Jadi prosedur ini baik. Kedapat ulangan yang

rendah mungkin disebabkan 0100 pengabuan

yang kurang baik karena tungku yang kecil

sehingga digunakan cawan yang kecil (Juas

permukaan pembakaran kecil). Masalah

kedapat ulangan yang rendah tidak terlalu jadi

masalah karena perunut ditambahkan pada

setiap contoh, jadi kedapat ulangan terkontrol. Tidak ada batasan harus lebih besar dari 80%.

Syarbaini - PTPLR:

1. Mengapa perunut Pu-242 ditambahkan

setelah pengabuan. Apakah tidak

dipertimbangkan kemungkinan terlepasnya Pu saat pengabuan 7.

2. Berapa nilai batas deteksi terendah untuk metoda yang digunakan 7.

3. Berapa kg berat contoh yang dianalisis 7.

Marzaini Nareh :

1. Penambahan perunut setelah pengabuan

atas pertimbangan masalah kontamiansi

dan safety.

2. Batas deteksi terendah pada percobaan ini 0,24 mBq/kg.

3. Berat contoh antara 2-5 kg.

Gambar

Gambar 1. Loka. ••i pengambilan contoh 1. Kendal, 2. Demak, 3. Semarang, 4. Jepara, 5
Gambar 2. Diagram batang kedapat ulangan analisis Pu-239/240

Referensi

Dokumen terkait