LAPORAN PENDAHULUAN TUMOR MAMAE (CA PAYUDARA) LAPORAN PENDAHULUAN TUMOR MAMAE (CA PAYUDARA)
LAPORAN PENDAHULUAN TUMOR MAMAE LAPORAN PENDAHULUAN TUMOR MAMAE
(CA P
(CA PAAYUDARA)YUDARA)
A.
A. KONSEP MEDISKONSEP MEDIS Defenisi Defenisi
Kanker payudara adalah sekelompok sel tidak normal pada payudara yang Kanker payudara adalah sekelompok sel tidak normal pada payudara yang terus tumbuh berupa ganda. Pada akhirnya sel-sel ini menjadi bentuk
terus tumbuh berupa ganda. Pada akhirnya sel-sel ini menjadi bentuk benjolan di payudara. Jika benjolan kanker tidak terkontrol, sel-sel kanker benjolan di payudara. Jika benjolan kanker tidak terkontrol, sel-sel kanker bias bermestastase pada bagian-bagian tubuh lain. Metastase bias terjadi bias bermestastase pada bagian-bagian tubuh lain. Metastase bias terjadi pada kelenjar getah bening ketiak ataupun diatas tulang belikat. Seain itu pada kelenjar getah bening ketiak ataupun diatas tulang belikat. Seain itu sel-sel kanker bias bersarang di tulang, paru-paru, hati, kulit, dan bawah sel-sel kanker bias bersarang di tulang, paru-paru, hati, kulit, dan bawah kulit. (Erik , !""#$
kulit. (Erik , !""#$ Etiologi Etiologi
idak ada satupun sebab spesi%ik, sebaliknya terdapat serangkaian %a&tor idak ada satupun sebab spesi%ik, sebaliknya terdapat serangkaian %a&tor geneti&, hormonal dan kemudian kejadian lingkiungan dapat menunjang geneti&, hormonal dan kemudian kejadian lingkiungan dapat menunjang terjadinya &an&er payudara.
terjadinya &an&er payudara.
F!to" "esi!o F!to" "esi!o '.
'. iwayat iwayat pribadi pribadi )a )a payudarapayudara !.
!. Menar&he Menar&he dinidini *.
*. +ullipara +ullipara usia usia lanjut lanjut pada pada kelahiran kelahiran anak anak pertamapertama .
. menopause menopause pada pada usia usia lanjutlanjut #.
.
. iwayat iwayat keluarga keluarga dengan dengan &a &a mamaemamae /.
/. Kontrasepsi Kontrasepsi oraloral 0.
0. eerapai rapai pergantian pergantian hormonehormone 1.
1. Pemajanan Pemajanan radiasiradiasi '".
'". Masukan Masukan al&oholal&ohol ''
''. . 2mur 3 2mur 3 " t" tahunahun
Ptofisiologi Ptofisiologi
umorneoplasma merupakan kelompok sel yang berubah dengan &irri-&iri4 umorneoplasma merupakan kelompok sel yang berubah dengan &irri-&iri4 proli%erasi sel yang berlebihan dan tidak berguna yang tidak mengikuti
proli%erasi sel yang berlebihan dan tidak berguna yang tidak mengikuti pengaruh struktur jaringan sekitarnya.
pengaruh struktur jaringan sekitarnya.
+eoplasma yang maligna terdiri dari sel-sel kanker yang menunjukkan +eoplasma yang maligna terdiri dari sel-sel kanker yang menunjukkan proli%erasi yang tidak terkendali yang mengganggu %ungsi jaringan normal proli%erasi yang tidak terkendali yang mengganggu %ungsi jaringan normal dengan mengin%iltrasi dan memasukinya dengan &ara menyebarkan anak dengan mengin%iltrasi dan memasukinya dengan &ara menyebarkan anak sebar ke organ-organ yang jauh. 5i dalam sel tersebut terjadi perubahan sebar ke organ-organ yang jauh. 5i dalam sel tersebut terjadi perubahan se&ara biokimia terutama dalam intinya. 6ampir semua tumor ganas
se&ara biokimia terutama dalam intinya. 6ampir semua tumor ganas tumbuh dari suatu sel di mana telah terjadi trans%ormasi maligna dan tumbuh dari suatu sel di mana telah terjadi trans%ormasi maligna dan berubah menjadi sekelompok sel-sel ganas di antar sel-sel normal. berubah menjadi sekelompok sel-sel ganas di antar sel-sel normal.
Proses jangka panjang terjadinya kanker ada %ase4 Proses jangka panjang terjadinya kanker ada %ase4 '.
'. 7ase 7ase induksi4 induksi4 '#-*" '#-*" tahuntahun
Sampai saat ini belum dipastikan sebab terjadinya kanker, tapi %a&tor Sampai saat ini belum dipastikan sebab terjadinya kanker, tapi %a&tor lingkungan mungkin memegang peranan besar dalam terjadinya kanker lingkungan mungkin memegang peranan besar dalam terjadinya kanker pada manusia.
pada manusia.
Kontak dengan karsinogen membutuhkan waktu bertahun-tahun samapi Kontak dengan karsinogen membutuhkan waktu bertahun-tahun samapi bisa merubah jaringan displasi menjadi tumor ganas. 6al ini tergantung bisa merubah jaringan displasi menjadi tumor ganas. 6al ini tergantung dari si%at, jumlah, dan konsentrasi 8at karsinogen tersebut, tempat yang dari si%at, jumlah, dan konsentrasi 8at karsinogen tersebut, tempat yang
dikenai karsinogen, lamanya terkena, adanya 8at-8at karsinogen atau ko-karsinogen lain, kerentanan jaringan dan indi9idu.
!. %ase in situ4 '-# tahun
pada %ase ini perubahan jaringan mun&ul menjadi suatu lesi pre-&an&erous yang bisa ditemukan di ser9iks uteri, rongga mulut, paru-paru, saluran
&erna, kandung kemih, kulit dan akhirnya ditemukan di payudara. *. %ase in9asi
Sel-sel menjadi ganas, berkembang biak dan mengin%iltrasi meleui membrane sel ke jaringan sekitarnya ke pembuluh darah serta lim%e. :aktu antara %ase ke * dan ke berlangsung antara beberpa minggu sampai beberapa tahun.
. %ase diseminasi4 '-# tahun
;ila tumor makin membesar maka kemungkinan penyebaran ke tempat-tempat lain bertambah.
Tn# #n ge$l
Penemuan tanda-tanda dan gejala sebagai indikasi kanker payudara masih sulit ditemukan se&ara dini. Kebanyakan dari kanker ditemukan jika sudah teraba, biasanya oleh wanita itu sendiri.
'. erdapat massa utuh (kenyal$
;iasanya pada kuadran atas dan bagian dalam, di bawah lengan, bentuknya tidak beraturan dan ter%iksasi (tidak dapat digerakkan$
!. +yeri pada daerah massa
*. <danya lekukan ke dalamdimping, tarikan dan retraksi pada area mammae.5impling terjadi karena %iksasi tumor pada kulit atau akibat distorsi ligamentum &ooper.
)ara pemeriksaan4 kulit area mammae dipegang antara ibu jari dan jari telunjuk tangan pemeriksa l=alu didekatkan untuk menimbulkan dimpling. . Edema dengan Peaut d>oramge skin (kulit di atas tumor berkeriput seperti kulit jeruk$
#. Pengelupasan papilla mammae
. <danya kerusakan dan retraksi pada area putting susu serta keluarnya &airan se&ara spontan kadang disertai darah.
/. ditemukan lesi atau massa pada pemeriksaan mamogra%i.
PENENTUAN UKURAN TUMOR% PENYE&ARAN KE KELEN'AR LIMFE DAN TEMPAT LAIN PADA CARCINOMA MAMMAE
2M? S@AE ($
B idak ada tumor
" idak dapat ditunjukkan adanya tumor primer ' umor dengan diameter ! &m atau kurang
'a diameter ",#&m atau kurang, tanpa %iksasi terhadap %as&ia danmuskulus pe&toralis
'b 3",# &m tapi kurang dari ' &m, dengan %iksasi terhadap %as&ia danmuskulus pe&toralis
'& 3' &m tapi C ! &m, dengan %iksasi terhadap %as&ia danmuskulus pe&toralis
! umor dengan diameter antar !-#&m
!a tanpa %iksasi terhadap %as&ia danmuskulus pe&toralis
!b dengan %iksasi
* umor dengan diameter 3# &m
*a tan pa %iksasi, *b dengan %iksasi
perluasan se&ar langsung ke dalam dinding thorak dan kulit
ED@?+< @M7E +?5ES (+$
+B Kelenjar ketiak tidak teraba
+" idak ada metastase kelenjar ketiak homolateral
+' Metastase ke kelenjar ketiak homolateral tapi masih bisa digerakkan
+! Metastase ke kelenjar ketiak homolateral yang melekat ter%iksasi satu sama lain atau terhadap jaringan
sekitarnya
+* Metastase ke kelenjar homolateral suprakla9ikuler atau intrakla9ikuler terhadap edema lengan
ME<S<SE J<26 (M$
M" idak ada metastase jauh
M' Metastase jauh termasuk perluasan ke dalam kulit di luar payudara
STADIUM KLINIS KANKER PAYUDARA S<5@2 M + M " 's +" M" @ ' +" M" @@< " ' ! +' +' +" M" M" M" @@; ! * +' +! M" M" @@@< " ' ! * +! +! +! +', +! M" M" M" M" @@@; Semua + M"
Semua +* M"
@F Semua Semua + M'
Pee"i!sn en*n$ng '. aboratorium meliputi4 a. Mor%ologi sel darah
b. aju endap darah &. es %aal hati
d. es tumor marker (&arsino Embrionyk <ntigen)E<$ dalam serum atau plasma
e. Pemeriksaan sitologik
!. es diagnosis lain a. +on in9asi%
'$. Mamogra%i
Gaitu radiogram jaringan lunak sebagai pemeriksaan tambahan yang
penting. Mamogra%i dapat mendeteksi massa yang terlalu ke&il untuk dapat diraba. 5alam beberapa keadaan dapat memberikan dugaan ada tidaknya si%at keganasan dari massa yang teraba. Mamogra%i dapat digunakan
sebagai pemeriksaan penyaring pada wanita-wanita yang asimptomatis dan memberikan keterangan untuk menuntun diagnosis suatu kelainan.
!$. adiologi (%oto roentgen thorak$ *$. 2SD
eknik pemeriksaan ini banyak digunakan untuk membedakan antara massa yang solit dengan massa yang kistik. 5isamping itu dapat
menginterpretasikan hasil mammogra%i terhadap lokasi massa pada jaringan patudar yang tebalpadat.
$. Magneti& esonan&e @maging (M@$
Pemeriksaan ini menggunakan bahan kontrasradiopaHue melaui intra 9ena, bahan ini akan diabsorbsi oleh massa kanker dari massa tumor. Kerugian pemeriksaan ini biayanya sangat mahal.
#$. Positi9e Emission omogra%i (PE$
Pemeriksaan ini untuk mendeteksi &a mamae terutama untuk mengetahui metastase ke sisi lain. Menggunakan bahan radioakti% mengandung
molekul glukosa, pemeriksaan ini mahal dan jarang digunakan.
b. @n9asi% '$. ;iopsi
Pemeriksaan ini dengan mengangkat jaringan dari massa payudara untuk pemeriksaan histology untuk memastikan keganasannya. <da tipe
biopsy, ! tindakan menggunakan jarum dan ! tindakan menggunakan insisi pemmbedahan.
a$. <spirasi biopsy
5engan aspirasi jarum halus si%at massa dapat dibedakan antara kistik atau padat, kista akan mengempis jika semua &airan dibuang. Jika hasil mammogram normal dan tidak terjadi kekambuhan pembentukan massa srlama !-* minggu, maka tidak diperlukan tindakan lebih lanjut. Jika massa menetapterbentuk kembali atau jika &airan spinal mengandung
darah,maka ini merupakan indikasi untuk dilakukan biopsy pembedahan. b$. ru-)ut atau )ore biopsy
;iopsi dilakukan dengan menggunakan perlengkapan stereota&ti& biopsy mammogra%i dan &omputer untuk memndu jarum pada massalesi tersebut. Pemeriksaan ini lebih baik oleh ahli bedah ataupun pasien karena lebih &epat, tidak menimbulkan nyeri yang berlebihan dan biaya tidak mahal.
&$. @nsisi biopsy
Sebagian massa dibuang d$. Eksisi biopsy
Seluruh massa diangkat
6asil biopsy dapat digunakan selama * jam untuk dilakukan pemeriksaan histologik se&ara %ro8en se&tion.
Koli!si
Komplikasi utama dari &an&er payudara adalah metastase jaringan
sekitarnya dan juga melalui saluran lim%e dan pembuluh darah ke organ-organ lain. empat yang sering untuk metastase jauh adalah paru-paru, pleura, tulang dan hati. Metastase ke tulang kemungkinan mengakibatkan %raktur patologis, nyeri kronik dan hiper&alsemia. Metastase ke paru-paru akan mengalami gangguan 9entilasi pada paru-paru dan metastase ke otak mengalami gangguan persepsi sensori.
Pentl!snn e#is
Penanganan se&ara medis dari pasien dengan kanker mamae ada dua ma&am yaitu kurati% (dengan pembedahan$ dan paliati% (non pembedahan$
T+el Penngnn Cn,e" Me
Penngnn Kete"ngn
Pe+e#-n (!*"tif) Mastektomi parsial (eksisi tumor lo&al dan penyinaran$
Mulai dari lumpektomi (pengangkatan jaringan yang luas dengan kulit yang
terkena$ sampai kuadranektomi
(pengangkatan seperempat payudara$, pengangkatan atau pengambilan &ontoh
Mastektomi total
dengan diseksi aksila rendah Mastektomi radikal yang dimodi%ikasi Mastektomi radikal Mastektomi radikal yang diperluas
jaringan dari kelenjar lim%e aksila untuk penentuan stadium= radiasi dosis tinggi mutlak perlu (#"""-""" rad$
Seluruh payudara, semua kelenjar lim%e di lateral otot pektoralis minor
Seluruh payudara, semua atau sebagian jaringan aksila
Seluruh payudara, otot pektoralis mayor dan minor di bawahnya, seluruh isi aksila
Sama seperti masektomi radikal ditambah kelenjar lim%e mamaria interna
Non Pe+e#-n (litif)
Penyinaran
Kemoterapi
Pada payudara dan kelenjar lim%e
regional yang tidak dapat direseksi pada kanker lanjut, pada metastase tulang, metastase kelenjar lim%e, aksila,
kekambuhan tumor lo&al atau regional setelah mastektomi
<dju9an sistemik setelah mastektomi= paliati% pada penyakit yang lanjut
erapi hormaon dan endokrin
Kanker yang telah menyebar, memakai estrogen, androgen, progesterone, anti estrogen, oo%orektomi, adrenalektomi, hipo%isektomi
&. ASUHAN KEPERAATAN CA MAMMAE
<. PE+DK<J@<+
'. iwayat Kesehatan Sekarang
;iasanya klien masuk ke rumah sakit karena merasakan adanya benjolan yang menekan payudara, adanya ulkus, kulit berwarna merah dan
mengeras, bengkak dan nyeri.
!. iwayat Kesehatan 5ahulu
<danya riwayat &a mammae sebelumnya atau ada kelainan pada
mammae, kebiasaan makan tinggi lemak, pernah mengalami sakit pada bagian dada sehingga pernah mendapatkan penyinaran pada bagian dada, ataupun mengidap penyakit kanker lainnya, seperti kanker o9arium atau kanker ser9iks.
*. iwayat Kesehatan Keluarga
<danya keluarga yang mengalami &a mammae berpengaruh pada
kemungkinan klien mengalami &a mammae atau pun keluarga klien pernah mengidap penyakit kanker lainnya, seperti kanker o9arium atau kanker
ser9iks.
. Pemeriksaan 7isik a. Kepala 4
normal, kepala tegak lurus, tulang kepala umumnya bulat dengan tonjolan %rontal di bagian anterior dan oksipital dibagian posterior.
b. ambut 4
biasanya tersebar merata, tidak terlalu kering, tidak terlalu berminyak. &. Mata 4
biasanya tidak ada gangguan bentuk dan %ungsi mata. Mata anemis, tidak ikterik, tidak ada nyeri tekan.
d. elinga 4
normalnya bentuk dan posisi simetris. idak ada tanda-tanda in%eksi dan tidak ada gangguan %ungsi pendengaran.
e. 6idung 4
bentuk dan %ungsi normal, tidak ada in%eksi dan nyeri tekan. %. Mulut 4
mukosa bibir kering, tidak ada gangguan perasa. g. eher 4
biasanya terjadi pembesaran KD;. h. 5ada 4
adanya kelainan kulit berupa peau d>orange, dumpling, ulserasi atau tanda-tanda radang.
i. 6epar 4
biasanya tidak ada pembesaran hepar. j. Ekstremitas4
biasanya tidak ada gangguan pada ektremitas. #. Pengkajian '' Pola 7ungsional Dordon
a. Persepsi dan Manajemen
;iasanya klien tidak langsung memeriksakan benjolan yang terasa pada payudaranya kerumah sakit karena menganggap itu hanya benjolan biasa.
b. +utrisi I Metabolik
Kebiasaan diet buruk, biasanya klien akan mengalami anoreksia, muntah dan terjadi penurunan berat badan, klien juga ada riwayat mengkonsumsi makanan mengandung MSD.
&. Eliminasi
;iasanya terjadi perubahan pola eliminasi, klien akan mengalami melena, nyeri saat de%ekasi, distensi abdomen dan konstipasi.
d. <kti9itas dan atihan
<noreksia dan muntah dapat membuat pola akti9itas dan lathan klien terganggu karena terjadi kelemahan dan nyeri.
e. Kogniti% dan Persepsi
;iasanya klien akan mengalami pusing pas&a bedah sehingga
kemungkinan ada komplikasi pada kogniti%, sensorik maupun motorik. %. @stirahat dan idur
;iasanya klien mengalami gangguan pola tidur karena nyeri. g. Persepsi dan Konsep 5iri
Payudara merupakan alat 9ital bagi wanita. Kelainan atau kehilangan
akibat operasi akan membuat klien tidak per&aya diri, malu, dan kehilangan haknya sebagai wanita normal.
h. Peran dan 6ubungan
;iasanya pada sebagian besar klien akan mengalami gangguan dalam melakukan perannya dalam berinteraksi so&ial.
i. eproduksi dan Seksual
;iasanya aka nada gangguan seksualitas klien dan perubahan pada tingkat kepuasan.
j. Koping dan oleransi Stress
;iasanya klien akan mengalami stress yang berlebihan, denial dan keputus asaan.
k. +ilai dan Keyakinan
5iperlukan pendekatan agama supaya klien menerima kondisinya dengan lapang dada.
'. S&an (mis, M@, ), gallium$ dan ultrasound. 5ilakukan untuk diagnostik, identi%ikasi metastatik dan e9aluasi.
!. biopsi 4 untuk mendiagnosis adanya ;)<' dan ;)<! *. Penanda tumor
. Mammogra%i . sinar B dada
;. 5@<D+?S< KEPE<:<<+
'. +utrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan pembedahan, mis= anoreksia
!. Dangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan proses pembedahan *. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan pengangkatan bedah
jaringan
. <nsietas berhubungan dengan diagnosa, pengobatan, dan prognosanya . #. Kurang pengetahuan tentang Kanker mammae berhubungan dengan
kurang pemajanan in%ormasi
. Dangguan body image berhubungan dengan kehilangan bagian dan %ungsi tubuh
/. Potensial dis%ungsi seksual berhubungan dengan kehilangan bagian tubuh, perubahan dalam &itra diri
). PEE+)<+<<+ KEPE<:<<+
5@<D+?S< KEP. +?) +@) +utrisi kurang dari
kebutuhan tubuh berhubungan dengan pembedahan, mis= anoreksia +?) 4 9 +utritional Status 4 %ood and 7luid @ntake Kriteria 6asil 4
9 <danya peningkatan berat badan sesuai
+@) 4
+utrition Management Kaji adanya alergi makanan
Kolaborasi dengan ahli gi8i untuk menentukan
dengan tujuan
9 ;erat badan ideal sesuai dengan tinggi badan
9 Mampu
mengidenti%ikasi kebutuhan nutrisi 9 idak ada tanda tanda malnutrisi 9 idak terjadi
penurunan berat badan yang berarti
jumlah kalori dan nutrisi yang dibutuhkan pasien. <njurkan pasien untuk meningkatkan intake 7e <njurkan pasien untuk meningkatkan protein dan 9itamin )
;erikan substansi gula Gakinkan diet yang
dimakan mengandung tinggi serat untuk men&egah
konstipasi
;erikan makanan yang terpilih ( sudah
dikonsultasikan dengan ahli gi8i$
<jarkan pasien bagaimana membuat &atatan makanan harian. Monitor jumlah nutrisi dan kandungan kalori
;erikan in%ormasi tentang kebutuhan nutrisi
Kaji kemampuan pasien untuk mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan
+utrition Monitoring
;; pasien dalam batas normal
penurunan berat badan Monitor tipe dan jumlah akti9itas yang biasa
dilakukan
Monitor interaksi anak atau orangtua selama makan
Monitor lingkungan selama makan
Jadwalkan pengobatan dan tindakan tidak selama jam makan
Monitor kulit kering dan perubahan pigmentasi Monitor turgor kulit Monitor kekeringan, rambut kusam, dan mudah patah
Monitor mual dan muntah Monitor kadar albumin, total protein, 6b, dan kadar 6t
Monitor makanan kesukaan
Monitor pertumbuhan dan perkembangan
Monitor pu&at,
kemerahan, dan kekeringan jaringan konjungti9a
Monitor kalori dan intake nuntrisi
)atat adanya edema, hiperemik, hipertonik papila lidah dan &a9itas oral.
)atat jika lidah berwarna magenta, s&arlet Dangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan proses pembedahan +?) 4 9 Pain e9el, 9 Pain &ontrol, 9 )om%ort le9el Kriteria 6asil 4 9 Mampu mengontrol nyeri (tahu penyebab nyeri, mampu menggunakan tehnik non%armakologi untuk mengurangi nyeri, men&ari bantuan$ 9 Melaporkan bahwa nyeri berkurang dengan menggunakan
manajemen nyeri 9 Mampu mengenali nyeri (skala, intensitas, %rekuensi dan tanda nyeri$
9 Menyatakan rasa nyaman setelah nyeri berkurang
9 anda 9ital dalam rentang normal
+@) 4
Pain Management
akukan pengkajian nyeri se&ara komprehensi%
termasuk lokasi, karakteristik, durasi, %rekuensi, kualitas dan %aktor presipitasi
?bser9asi reaksi non9erbal dari ketidaknyamanan Dunakan teknik
komunikasi terapeutik untuk mengetahui pengalaman nyeri pasien
Kaji kultur yang
mempengaruhi respon nyeri E9aluasi pengalaman nyeri masa lampau
E9aluasi bersama pasien dan tim kesehatan lain tentang ketidake%ekti%an kontrol nyeri masa lampau ;antu pasien dan
keluarga untuk men&ari dan menemukan dukungan Kontrol lingkungan yang
dapat mempengaruhi nyeri seperti suhu ruangan, pen&ahayaan dan kebisingan
Kurangi %aktor presipitasi nyeri
Pilih dan lakukan penanganan nyeri (%armakologi, non %armakologi dan inter personal$
Kaji tipe dan sumber nyeri untuk menentukan inter9ensi
<jarkan tentang teknik non %armakologi
;erikan analgetik untuk mengurangi nyeri
E9aluasi kee%ekti%an kontrol nyeri
ingkatkan istirahat Kolaborasikan dengan dokter jika ada keluhan dan tindakan nyeri tidak berhasil Monitor penerimaan
pasien tentang manajemen nyeri
<nalgesi& <dministration entukan lokasi,
derajat nyeri sebelum pemberian obat
)ek instruksi dokter tentang jenis obat, dosis, dan %rekuensi
)ek riwayat alergi Pilih analgesik yang diperlukan atau kombinasi dari analgesik ketika
pemberian lebih dari satu entukan pilihan
analgesik tergantung tipe dan beratnya nyeri
entukan analgesik
pilihan, rute pemberian, dan dosis optimal
Pilih rute pemberian se&ara @F, @M untuk
pengobatan nyeri se&ara teratur
Monitor 9ital sign sebelum dan sesudah pemberian analgesik pertama kali
;erikan analgesik tepat waktu terutama saat nyeri hebat
E9aluasi e%ekti9itas
analgesik, tanda dan gejala (e%ek samping$
Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan pengangkatan
+?) 4 issue @ntegrity 4 Skin and Mu&ous
+@) 4 Pressure Management
bedah jaringan Membranes Kriteria 6asil 4
9 @ntegritas kulit yang baik bisa dipertahankan (sensasi, elastisitas,
temperatur, hidrasi, pigmentasi$
9 idak ada lukalesi pada kulit
9 Per%usi jaringan baik 9 Menunjukkan
pemahaman dalam proses perbaikan kulit dan men&egah terjadinya sedera berulang 9 Mampu melindungi kulit dan mempertahankan kelembaban kulit dan perawatan alami
♣ <njurkan pasien untuk
menggunakan pakaian yang longgar
♣ 6indari kerutan padaa
tempat tidur
♣ Jaga kebersihan kulit agar
tetap bersih dan kering
♣ Mobilisasi pasien (ubah
posisi pasien$ setiap dua jam sekali
♣ Monitor kulit akan adanya
kemerahan
♣ ?leskan lotion atau
minyakbaby oil pada derah yang tertekan
♣ Monitor akti9itas dan
mobilisasi pasien
♣ Monitor status nutrisi pasien
<nsietas berhubungan dengan diagnosa, pengobatan, dan prognosanya . +?) 4 9 <niety &ontrol 9 )oping Kriteria 6asil 4 9 Klien mampu mengidenti%ikasi dan mengungkapkan gejala &emas 9 Mengidenti%ikasi, mengungkapkan dan menunjukkan tehnik untuk mengontol +@) 4 <niety edu&tion (penurunan ke&emasan$ L Dunakan pendekatan yang menenangkan L +yatakan dengan jelas harapan terhadap
pelaku pasien
L Jelaskan semua prosedur dan apa yang dirasakan selama prosedur L emani pasien untuk
&emas
9 Fital sign dalam batas normal 9 Postur tubuh,
ekspresi wajah, bahasa tubuh dan tingkat
akti9itas menunjukkan berkurangnya
ke&emasan
memberikan keamanan dan mengurangi takut
L ;erikan in%ormasi %aktual mengenai diagnosis, tindakan prognosis
L 5orong keluarga untuk menemani anak L akukan ba&k ne&k rub L 5engarkan dengan penuh perhatian L @denti%ikasi tingkat ke&emasan L ;antu pasien mengenal situasi yang menimbulkan ke&emasan L 5orong pasien untuk mengungkapkan perasaan, ketakutan, persepsi
L @nstruksikan pasien menggunakan teknik relaksasi
L ;arikan obat untuk mengurangi ke&emasan Kurang pengetahuan tentang penyakit, perawatan,pengobatan kurang paparan terhadap in%ormasi +?) 4 9 Kowlwdge 4 disease pro&ess 9 Kowledge 4 health ;eha9ior Kriteria 6asil 4
9 Pasien dan keluarga menyatakan
ea&hing 4 5issease Pro&ess
- Kaji tingkat pengetahuan klien dan keluarga tentang proses penyakit
-Jelaskan tentang pato%isiologi penyakit, tanda dan gejala serta penyebabnya
pemahaman tentang penyakit, kondisi,
prognosis dan program pengobatan
9 Pasien dan keluarga mampu melaksanakan prosedur yang
dijelaskan se&ara benar 9 Pasien dan keluarga mampu menjelaskan kembali apa yang dijelaskan perawattim kesehatan lainnya
-Sediakan in%ormasi tentang kondisi klien
-;erikan in%ormasi tentang perkembangan klien
-5iskusikan perubahan gaya hidup yang mungkin
diperlukan untuk men&egah komplikasi di masa yang akan datang dan atau kontrol proses penyakit -Jelaskan alasan
dilaksanakannya tindakan atau terapi
-Dambarkan komplikasi yang mungkin terjadi
-<njurkan klien untuk
men&egah e%ek samping dari penyakit
-Dali sumber-sumber atau dukungan yang ada -<njurkan klien untuk
melaporkan tanda dan gejala yang mun&ul pada petugas kesehatan
Dangguan body image berhubungan dengan kehilangan bagian dan %ungsi tubuh
'$ Klien tidak malu dengan keadaan dirinya.
!$ Klien dapat menerima e%ek pembedahan.
• 5iskusikan dengan klien
atau orang terdekat respon klien terhadap penyakitnya. asional 4 membantu dalam memastikan masalah untuk memulai proses peme&ahan masalah
pembedahan
asional 4 bimbingan
antisipasi dapat membantu pasien memulai proses adaptasi.
• ;erikan dukungan emosi
klien.
asional 4 klien bisa
menerima keadaan dirinya.
• <njurkan keluarga klien
untuk selalu mendampingi klien.
asional 4 klien dapat merasa masih ada orang yang memperhatikannya.
5<7< P2S<K<
;runner Suddarth. !""!. Keperawatan Medikal Bedah vol 2. Jakarta 4 ED)
Mansjoer, <ri%. !""". Kapita Selekta Kedokteran Jilid 2. Jakarta 4 Media <es&ulapius
Marilyan, 5oenges E. !""". Rencana Asuhan Keperawatan (Pedoman untuk perencanaan dan pendokumentasian perawatyan p! Jakarta 4 ED)
Juall,ynda,)arpenito Moyet. (!""*$.Buku Saku "ia#nosis Keperawatan edisi $%.Jakarta4ED)