SISTEM REPRODUKSI
DAN GENETIKA
Pertanyaan
1. Jelaskan sistem reproduksi laki-laki!
2. Jelaskan hormon-hormon yang berperan dalam
sistem reproduksi laki-laki!
3. Jelaskan proses spermatogenesis!
4. Jelaskan sistem reproduksi wanita!
5. Jelaskan hormon-hormon yang berperan dalam
sistem reproduksi wanita!
6. Jelaskan proses oogenesis!
7. Jelaskan siklus menstruasi, siklus vagina, dan
skilus mamae yang terjadi pada wanita!
Keunikan Sistem Reproduksi
• Meskipun tidak berperan dalam sistem
homeostasis, sistem reproduksi berperan
penting dalam kehidupan seseorang
• Berpengaruh besar terhadap kehidupan
bermasyarakat
• Organisasi universal dari masyarakat—unit
keluarga—menciptakan lingkungan stabil dan
kondusif bagi manusia
• Bergantung pada hubungan kompleks antara
hipotalamus – hipofisis anterior – organ
reproduksi – sel target dari hormon seks
• Tidak seperti sistem tubuh lain dimana
organ-organ yang dimiliki antara pria dan wanita
SISTEM REPRODUKSI PRIA
Sistem Reproduksi Pria
Organ luar
a. Penis Organ kopulasi
b. Skrotum Pelindung testis
.
Organ Dalam
a. Testis Penghasil sperma & hormon
testosteron
b. Saluran reproduksi
1. Epididimis Pematangan
sperma
2. Duktus Deverens
3. Vesika seminalis
4. Dukrus ejakyulatoris
c. Kelenjar kelamin
Vesika seminalis
Kelenjar prostat
Kelenjar bulbouretra
S
is
te
m
R
e
p
ro
d
u
ks
i
P
ri
a
Sherwood Organ FungsiTestis Memproduksi sperma Tubulus
seminiferus
Memproduksi sperma
Sel interstitial Mensekresikan hormone seks
Epididimis Tempat pematangan sperma, tempat penyimpanan sperma, dan menyalurkan sperma ke ductus
deferentia
Ductus deferentia Penyimpanan spermatozoa dan menyalurkan spermatozoa ke saluran ejakulasi
Saluran ejakulasi Menyalurkan sperma dan memproduksi cairan semen Seminal vesicles Mensekresikan cairan alkalin yang mengandung
nutrisi dan prostaglandin yang membantu menetralkan keasaman vagina
Prostat Mensekresikan cairan asam yang meningkatkan motilitas sperma
Bulbourethral
glands Mensekresikan cairan yang melumasi uretra dan penis Scrotum Membungkus dan melindungi testis serta menjaga
sushu untuk spermatogenesis
Penis Mengeluarkan urin dan cairan semen keluar tubuh dan sebagai organ kopulasi
HORMON DALAM SISTEM
REPRODUKSI PRIA
Martini
1. Gonadotropin-Releasing Hormone
(GnRH)
• Disekresikan dalam denyut yang teratur
• Mempengaruhi sekresi FSH dan LH
2. Folicle-Stimulating Hormone (FSH)
• Stimulasi nurse cells dalam tubulus
seminiferous
3. Luteinizing Hormone (LH)
• Sekresi testosteron dan androgen lain
oleh sel interstisial
4. Testosteron
• Mempertahankan libido
• Stimulasi pertumbuhan otot dan tulang
• Mempertahankan ciri seks sekunder
• Menjaga kelenjar aksesori dan organ
Hormon dalam Sistem Reproduksi Pria
1. Hormone testicular
testosterone: stimulasi
penurunan testis pada skrotum
dan perkembangan karakteristik
seks sekunder
androstenedion: precursor
estrogen laki-laki
dihidro-testosterone:
pertumbuhan prenatal dan
diferensiasi genitalia
2. Hormon hipofisis dan hipotalamus
FSH : berperan dalam
spermatogenesis
LH: menstimulasi produksi dan
sekresi testosterone
GnRH: mengatur sintesis dan
sekresi testosterone
SPERMATOGENESIS
• Dimulai saat pubertas, berlanjut
sampai sekitar umur 70 tahun
• Proses berkelanjutan yang
terjadi di tubulus seminiferus
(proses meiosis)
• Proses lengkap memakan waktu
sekitar 64 hari
• Mencakup tiga proses
terintegrasi:
1. Mitosis
2. Meiosis
SPERMATOGENESIS
Spermatogenesis
ORGAN REPRODUKSI WANITA
INTERNAL
Ovarium
Tuba Fallopi
Uterus
Vagina
TUBA FALLOPI-TUBA UTERINE
1. Isthmus : melekatkan ke dinding uterus > epitel kolumnar selapis bersilia >
mucin-secreting cell
2. Ampulla :pelebaran tuba fallopi
3. Infundibulum: tmpt melekatnya fimbriae yang menangkap oosit sekunder
Sebelum ovulasi, saraf simpatis dan parasimpatis rangsang hypogastric plexus
untuk kontraksi otot uterus > transpor untuk sperma dan ovum > sediakan
nutrisi : lipid dan glikogen
UTERUS
Mechanical protection
Tempat implantasi > give nutritional support to fetus Kontraksi otot > delivering baby
Waste-removal oleh fetus > diabsorb oleh pembuluh darah uterus
Pembuluh darah : 1. Radial
2. Straight : membran basalis 3. Spiral : membran fungsional Daerah :
.Myometrium .Perimetrium .Endometrium
VAGINA
• Elastis, muskular penghubung
antara uterus dengan eksternal
• Fungsi :
1. Penyalur sperma > tempat
kopulasi
2. Jalan keluar darah pada siklus
menstruasi
External Genitalia
Wanita
Organ Eksternal
•
Untuk menutup dan melindungi organ
eksternal lain
•
Jaringan adipose, sudorifera apokrin
gland
Labia Majora
•
Melindungi klitoris dan uretra
•
Sedikit sudoriferal gland dan sebasea
gland
Labia Minora
•
Analog terhadap glans penis pada laki-laki
•
Penuh pembuluh saraf dan darah > peka
rangsangan
HORMON PADA REPRODUKSI
WANITA
Kelenjar Hormon Fungsi
Hipotalamus Hipothalamic Gonadotropin
Releasing Hormon (GnRH)
Mekanisme umpan balik negatif dalam mengatur sintesis dan sekresi hormon reproduksi wanita Hipofisis (lobus anterior) FSH (Folicle Stimulating Hormone) : glikoprotein
Inisiasi perkembangan folikel Sekresi estrogen
LH (Luteinizing
Hormone) Menstimulasi progesteron sekresi estrogen dan Ovulasi
Pembentukan korpus luteum
PRL (Prolactin) Sekresi susu oleh kelenjar mamae Hipofisis
(lobus posterior)
OT (Oksitosin) Stimulasi kontraksi sel otot polos pada uterus selama proses kelahiran dan kontraksi laktasi
Gonad (Ovarium)
Estrogen • Mendorong perkembangan folikel • Memicu perkembangan seks
sekunder
• Merangsang pertumbuhan uterus dan payudara
Progesteron Mempersiapkan uterus untuk proses kehamilan penebalan
Inhibin
Menekan sekresi FSH dan LH
Relaxin
Hambat kontraksi myometrium
Fleksibilitas symphisis pubis
Adrenal Androgen Pertumbuhan masa pubertas dan dorongan seks
SIKLUS MENSTRUASI
Fase Menstruasi
Fase Proliferasi
Fase
Progestasional /
Sekretorik
Saat awal pertumbuhan folikel oleh FSH pertumbuhan 1 folikel estrogen menghambat FSH sehingga hanya 1 ovum yang tumbuh Estrogen merangsang proliferasi endometrium LH surgeovulasi terbentuk korpus luteum progesteron menyiapkan endometrium untuk implantasi bila terjadi fertilisasi (fase sekretori) Hasilkan progresteron + estrogen tinggi FSH + LH turun no fertilisasi korpus albican progesteron + estrogen turun kontriksi vessels endometrium meluruh
SIKLUS VAGINA
• Dibawah pengaruh
estrogen, epitelium
vagina menjadi
bertanduk noda
pada vagina
• Dibawah pengaruh
progesteron, mukus
tebal di sekresikan,
epitelium
berproliferasi
(berkembang) dan
disusupi oleh leukosit
SIKLUS MAMAE
• Laktasi terjadi biasanya di akhir kehamilan
• Siklus mammae terjadi selama siklus menstruasi
• Estrogen menyebabkan proliferasi saluran
lactiferous
• Progesteron : pertumbuhan lobulus dan alveoli
• Pre-mens timbul rasa sakit akibat pelebaran
saluran, hyperemia <congestion>, dan edema of
the interstitial tissue of the breast
SIKLUS MAMMAE
• Sebelum pubertas, mamae
rudimenter, duktus lactiferous
pendek dan sedikit cabang
• Masa pubertas: peningkatan
estrogen menstimulasi puting
susu menjadi besar, saluran
membesar dan
bercabang-cabang
• Masa kehamilan dipengaruhi
oleh hormon prolaktin yang
dihasilkan oleh hipofisis anterior
> oksitosin : kontraksi otot dada
8. JELASKAN ISTILAH KROMATIN, KROMOSOM,
GEN DAN DNA!
•Kromatin (choma= berwarna, tin=benang)
Anyaman gelap yang bersifat eletron dens (menyerap elektron),
yang disebut sebagai benang kromatin. (Sudiana, 2008)
•Kromosom (chroma= berwarna, som=badan)
Adalah struktur terorganisasi yang terdapat pada nukleus setiap sel.
(Gibson, 2003). Kromoson membawa sifat keturunan.
•Gen
Elemen-elemen yang merupakan sarana untuk mentransmisikan
faktor-faktor yag diturukan. (Gibson, 2003)
•DNA
Sering disebut asam inti atau asam nukleat. Menurut Gibson (2003),
“DNA adalah aggota kelompok senyawa biokimia.”
Pada DNA, tersusun gen yang memberi informasi penurunan sifat
Figure 4-9 Molecular Biology of the Cell (© Garland Science 2008)
Nukleus merupakan pusat
Informasi dituliskan dalam bentuk
NUKLEOTIDA BERGABUNG
MEMBENTUK “LINEAR CODE”
DISEBUT ASAM NUKLEAT
• Nukleotida bergabung dengan
ikatan phosphodiester antara
atom karbon 5’ dan 3’
membentuk asam nukleat.
• Urutan/sekuen nukleotida linier
pada rantai asam nukleat
biasanya disingkat dengan 1 kode
huruf, A—G—C—T—T—A—C—A,
dengan 5’ pada sisi kiri.
DNA adalah sebuah asam nukleat rantai ganda Basa pada satu rantai berpasangan dengan
DNA (Deoxyribonucleic
acid)
• Asam nukleat yang mengandung informasi genetik pada makhluk
hidup dan beberapa virus
• Polimer panjang yang terbentuk dari unit nukleotida yang berulang
• Fungsi :
• sebagai penyimpan informasi genetik jangka panjang
• Blueprint : instruksi untuk membentuk konstruksi komponen sel
yang lain a.l: molekul RNA dan protein
Figure 4-11 Molecular Biology of the Cell (© Garland Science 2008)
INFORMASI DI DALAM NUKLEUS DIBAGI
MENJADI BEBERAPA “BUKU”
(KROMOSOM)
Kromosom adalah molekul DNA yang dapat diobservasi secara individual dalam sel hanya pada saat mitosis
Pada saat interfase, DNA di dalam sel menyebar (tidak terkondensasi) dan sulit untuk dibedakan
Letak gen di dalam
kromosom
• Cabang ilmu yang mempelajari kromosom = sitogenetik • Analisis G-banding (G= giemsa)
Kromosom manusia
• jumlah 23 pasang (46 kromosom) • 22 pasang autosom
• 1 pasang sex kromosom
Contoh kelainan kromosom
1. Kelainan jumlah
• Sindroma down (Trisomi 21) • Sindroma klinefelter (22XXY) 2. Kelainan struktur
Jumlah kromosom abnormal: down
syndrom
BAGAIMANA DNA YANG PANJANG DAPAT
DIKEMAS DALAM NUKLEUS YANG KECIL?
Figure 4-22 Molecular Biology of the Cell (© Garland Science 2008)
Eukaryotic chromosomes consist of repeated
units of chromatin called nucleosomes
Nucleosome ditemukan dengan digesti secara kimia pada nukleus sel dan diurai protein pengemas luarnya dari DNA. Kromatin yang tahan digesti nampak seperti kancing pada sambungan benang jika dilihat dengan mikroskop elektron posisi nukleosom
NUCLEOSOMES DIBENTUK OLEH DNA UNTAI
GANDA BERSAMA DENGAN PROTEIN BERNAMA
HISTON
Tiap nukleosom mengandung 8 protein histon (biru) dan DNA
yang membungkus/melilit disekeliling histon kumparan
Figure 4-72 Molecular Biology of the Cell (© Garland Science 2008)
URUTAN PENGEPAKAN DNA PADA
KROMOSOM EUKARIOT
• DNA dalam jumlah besar dapat
menempati tempat yang sangat
kecil
• Berfungsi pengontrolan
ekspresi gen
• Kromatin yang terkemas kompak tidak aksesibel terhadap enzim yang berperan pada transkripsi, replikasi dan perbaikan kerusakan DNA.
• Euchromatin, daerah kromatin yang mengalami transkripsi aktif tidak terkondensasi.
• Heterochromatin, daerah kromatin yang inaktif terkondensasi condensed
Figure 4-15 Molecular Biology of the Cell (© Garland Science 2008)
“Buku” (kromosom) dibagi
menjadi banyak “bab” (gen)
Ada bagian DNA yang tidak
mengkode protein (non gene)
Figure 4-15 Molecular Biology of the Cell (© Garland Science 2008)
Gen adalah “resep” untuk mensintesis protein
Gen terdiri atas sekuen pengatur (promotor), exons dan intronsGen terekspresi pada saat “document” digunakan untuk mensintesis protein. Pada saat tidak digunakan untuk mensintesis protein, gen
disebut silence (diam)
Protein dibentuk di dalam
Table 4-1 Molecular Biology of the Cell (© Garland Science 2008)
Figure 4-16 Molecular Biology of the Cell (© Garland Science 2008)
Di dalam nukleus terdapat untai
DNA yang sangat panjang
Genom: keseluruhan Informasi genetik dari suatu organisme
• DNA (sebagian besar organisme) • RNA atau DNA (virus)
Genom meliputi gen dan non coding sequence DNA
10. JELASKAN PERBEDAAN GENOTIP
DAN FENOTIP!
11. JELASKAN PERBEDAAN PENURUNAN SIFAT
MENURUT HUKUM MENDEL DAN NON-MENDELIAN!
PENURUNAN SIFAT MENURUT
MENDEL
• Dari percobaan ini, terciptalah Hukum pertama Mendel
yaitu Prinsip Pemisahan (Segregation) yang meyatakan
bahwa setiap individu diploid memiliki dua alel untuk
seluruh karakteristik.
PENURUNAN SIFAT NON-MENDELIAN
• Transmisi sifat yang diwariskan tidak selalu sesederhana
perobaan yang dilakukan oleh Mendel. Rasio fenotip
dapat berubah karena gene interactions, epistasis,
• 1. Interaksi Gen
Transmisi pola sifat yang terlihat tidak konsisten dengan
modus warisan walaupun hukum Mendel masih digunakan
dan genotipnya sama, namun fenotipnya berubah.
Contohnya adalah kombinasi alel letal, penggandaan alel,
berbeda hubungan dominasi.
• 2. Epistasis : Gen-gen yang menutupi ekspresi gen-gen
yang lain. Gen yang menutupi efek fenotip pada gen yang
lain disebut gen epistatik, gen yang ditutupi fenotipnya
adalah gen hipostatik
• 3. Maternal Effect: genotipe dari ibu menentukan fenotipe
dari anaknya
• Contohnya : cangkang Lymnaea peregra. Cangkang ibu :
sinistral (Dd),jika dekstral (DD) maka anaknya dekstral
(Dd)
• 4. Epigenetic
• Adanya modifikasi pada inti atau kromosom sehingga
ekspresi fenotip akan berbeda. Tapi ini tidak akan
merubah DNA sekuens , dan tidak permanen
12. Jelaskan pola-pola penurunan hereditas dan berikan contohnya
13. Jelaskan probabilitas kelainan genetik berdasarkan pedigree chart!
14. Jelaskan pemeriksaan kromosom dan indikasi apa saja yang
memerlukan pemeriksaan kromosom?
L. POLA PENURUNAN
HEREDITAS
Nama Keterangan Contoh
Penurunan Dominan
Sifat gen yang dominan menutupi sifat gen yang lain.
Polidaktili
Penurunan Resesif Sifat gen yang tertutupi oleh gen yang dominan
Albumin Penurunan
Autosom
Sifat yang diturunkan
berdasarkan gen autosom
Sickle cell anemia Penurunan
terangkai-X
Gen yang hanya di
temukan pada kromoson X
Hemofilia Penurunan
terangkai-Y
Gen yang hanya di
temukan pada kromoson Y
Hystrix gravior Alel ganda Munculnya tiga alel atau
lebih dalam satu lokus tunggal
Penentuan golongan darah
Poligen Pewarisan yang dikendalikan oleh
gabungan dua atau lebih gen
Perbedaan warna kulit yang muncul
Multifaktor Penggabungan antara faktor genetik dengan faktor lingkungan
Komponen refraksi mata dan tekanan darah
Contoh :
Berapa persen kemungkinan mendapat anak yang
butawarna dari perkawinan seorang suami yang buta
warna dengan wanita carier buta warna?
PEDIGREE CHART
Pedigree
Peta silsilah organisme yang terdiri atas beberapa generasi sehingga dapat diketahui riwayat kondisi kesehatan keluarga dalam silsilah tersebut.
PROBABILITAS KELAINAN GENETIK
BERDASARKAN PEDIGREE
Wanita Normal (XX) Pria Normal (XY)
Pria Buta Warna (Xcb Y)
Wanita Carrier
Wanita Buta Warna
Contoh Pedigree pada
kasus buta warna
14. Jelaskan pemeriksaan kromosom dan indikasi apa saja yang
memerlukan pemeriksaan kromosom?
Suatu prosedur untuk mengetahui kelainan genetik pada bayi
dengan memeriksa cairan amnion.
Amniocentes
is
Suatu prosedur untuk mengetahui kelainan genetik pada bayi
dengan mengambil sejumlah jaringan plasenta untuk diteliti
CVS
INDIKASI
1. Riwayat keluarga memilki kelainan kromosom atau kelainan genetik
2. Orang tua di ketahui sebagai carrier dari kelainan genetik tertentu
3. Wanita yang telah memiliki anak yang mengidap down syndrome .
PROSES SINTESIS PROTEIN DALAM
SEL
Transkripsi
•Proses pembentukan mRNA
menggunakan DNA sebagai cetakan
(template)
•mRNA menjalani proses
proofreading untuk memisahkan
ekson dari intron
•Ekson adalah bagian dari mRNA
yang akan ditranslasi
•Intron adalah bagian dari mRNA
yang tidak akan ditranslasi
PROSES SINTESIS PROTEIN DALAM
SEL
Reece JB, 2011