PERUBAHAN SIFAT BAHAN
KARBOHIDRAT
Oleh :
JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Pohon Industri
Singkong
Pohon Industri
Jagung
A. PERUBAHAN SIFAT PATI PASCA
PANEN / SEBELUM PENGOLAHAN
Perubahan Pati Praproses
• Bahan hasil pertanian dalam bentuk utuh melakukan respirasi (fisiologi pascapanen)
• Terjadi proses hidrolisis enzimatis dari pati menjadi maltodekstrin dan glukosa
• Glukosa dioksidasi menjadi energi, CO2 dan air • Perubahan proporsi pati dengan oligosakarida dan
glukosa menyebabkan perubahan tekstur bahan bila dimasak dan rasa menjadi lebih manis
• Pengendalian perubahan dapat ditekan dengan perlakuan pendinginan (paling ekonomis)
B. PERUBAHAN PATI SELAMA
PROSESING
Perubahan Pati Selama Proses
Pengolahan
• Swelling
• Gelatinisasi
• Cross link Starch
• Esterifikasi
• Hidrolisis
• Isomerisasi
• Oksidasi
• Karamelisasi
• Maillard
Starch granules
• If we look at a potato cell under the microscope ....we see the starch granules stained blue (by iodine), the cell wall and with difficulty the cell membrane • The cell wall is composed of
cellulose and offers some resistance to ‘break’
• The cytoplasm contains the dissolved sugars and salts - the fluids of the cells
Swelling (Mengembang)
• Terjadi pada saat akan memasak pati.
• Pati bila diberi air akan mengalami pengem-bangan volume.
• Kekuatan
pengembangan
tersebut akan semakin besar dengan
meningkatnya suhu larutan pati.
• Berbeda antar jenis pati.
Struktur sel pati yang mengalami pengembangan akibat penambahan air
Pengaruh peningkatan suhu terhadap ukuran granula pati, pada suhu tertentu (60o C) mengalami stasioner (tetap)
Gelatinisasi (kanji)
• Terjadi pada proses pemasakan larutan pati.
• Peristiwa rusaknya ikatan antarmolekul pada larutan pati dengan naiknya suhu, sehingga larutan pati mengalami gelatinisasi (kanji) dan viskositas menjadi tinggi (lebih kental).
• Pada keadaan tersebut ikatan samping H mengikat air dalam jumlah yang lebih banyak, struktur larutan pati menjadi lebih merata, dan berkurangnya daerah kristal. • Untuk pati dengan kandungan amilosa tinggi
(amilopektin rendah), sulit mengalami gelatinisasi pada suhu >100oC, dapat membentuk lapisan dan serat,
Cooked Potato Granules
• During MOIST cooking the starch granules absorb water and swell.
• The granules are now softer and more digestible.
• The cell walls soften too and the fork meets less resistance when it is pushed into potatoes which are adequately cooked. • Further cooking results in the starch granules BURSTING
-the long molecules of starch form a GEL with water.
• This is called GELATINISATION and occurs when starch (and flour) is used to thicken -sauces and custard.
Semakin tinggi suhu pemasakan akan menyebabkan peningkatan viskositas, akan tetapi pada suhu tertentu akan stasioner
Cross Link Starch (Pati ikat silang)
• Ikat silang antar rantai amilosa, sehingga viskositas
meningkat untuk produksi lem dan pengental
Esterifikasi (ikat silang R-COO-R)
• Merupakan produk pati yang telah mengalami
esterifikasi antara gugus OH sehingga panjang rantai
pati dapat diatur,
• Sifat larutan patinya menjadi lebih tahan terhadap
panas; kemampuan hidrolisis rendah, stabil dalam pH
rendah, swelling dapat dihambat dalam air panas atau
mendidih.
• Produk pati ini banyak digunakan sebagai makanan
bayi, salad dressing, stabiliser dan pengental
.Hidrolisis
• Terjadi akibat adanya pemberian asam/basa atau enzim
pada larutan pati, dalam industri gula pati.
• Apabila larutan pati dalam pH rendah dilakukan
pemanasan pada suhu tertentu dan tekanan tinggi akan
menyebabkan beberapa bagian pati terhidrolisis menjadi
rantai sedang (dektrin), dan rantai tunggal dekstrosa.
• Teknologi tersebut yang banyak digunakan dalam industri
bahan pemanis dari tepung tapioka.
• Selain dengan menggunakan beberapa enzim seperti
Isomerisasi
• Terjadi pada proses produksi gulasirup dari pati.
• Proses isomerisasi merupakan perubahan (konversi) dari
senyawa glukosa (dengan gugus fungsional aldosa)
menjadi fruktosa (gugus fungsional ketosa)
• Tingkat kemanisan fruktose meningkat 3 kali lipat
dibanding glukosa
• Perubahan dilakukan dengan menggunakan enzim
gukosa-isomerase.
• Teknik yang digunakan adalah imobilized enzim (enzim
diambil dari mikroba dan dijerap dalam matrik resin
• Larutan glukosa dilewatkan kolom yang berisi imobilized
enzim
Karamelisasi (Pencoklatan)
• Terjadi pada proses pengolahan aneka permen dan roti.
• Merupakan reaksi pembentukan warna coklat akibat pemanasan larutan gula, pH semakin rendah semakin tinggi warna coklat.
• Termasuk kategori pencoklatan non-enzimatis.
• Produk karamel banyak digunakan sebagai pewarna makanan dan
Maillard
• Pembentukan warna coklat akibat reaksi senyawa gula sederhana dengan adanya asam amino
• Semakin besar jika aw atau kadar air rendah, banyak pada produk kering yang digoreng.
• Contoh pencoklatan pada produk kerupuk yang digoreng agak
C. PERUBAHAN SELAMA
PENYIMPANAN
Perubahan Selama Penyimpanan
• Hidrasi (absorbsi) • Retrogradasi
• Fermentasi
• Perubahan aroma dan warna • Serangan kapang
• Serangan serangga dan rodensia
Hidrasi (absorbsi)
• Produk olahan bentuk tepung jika mengandung gula reduksi (glukosa) banyak, cenderung akan menyerap uap air selama penyimpanan sehingga kadar airnya meningkat.
• Dampak dari meningkatnya kadar air tepung, menyebabkan pembongkahan (agregasi) dan aw meningkat sehingga
kemungkinan ditumbuhi kapang tinggi.
• Produk tepung pati yang bagus jika glukosa rendah dan penyimpanan dengan wadah kedap udara.
Retrogradasi
• Terjadi pada produk roti yang disimpan dingin
• Retrogradasi berhubungan dengan jumlah cabang pada rantai pati,
• Pati yang kandungan amilopektin tinggi seperti jagung ketan tidak mengalami retrogradasi pada pendinginan/ pembekuan. • Pada peristiwa retrogradasi terjadi ikatan hidrogen antara
gugus OH pada pati tergelatinisasi selama pendinginan. • Air yang berada pada gel akan keluar dari struktur dan pati
Fermentasi
• Terjadi pada produk karbohidrat berbentuk larutan, terutama gula • Jika dalam penyimpanan tidak
rapat akan menyebabkan kontaminasi yeast, akan menyebabkan fermentasi • Pada fermentasi karbohidrat
sederhana akan diubah menjadi alkohol (etanol)
• Produk cair yang baik disimpan dalam wadah yang kedap,
Perubahan Aroma dan Warna
Perubahan Aroma :
• Terjadi pada penyimpanan tepung pati yang wadahnya tidak kedap dan waktu simpan terlalu lama
• Menyebabkan penyimpangan aroma (jawa=apek) nilai sensoris menurun
Perubahan Warna :
• Beberapa produk tepung yang mengandung senyawa tanin cenderung akan mengalami perubahan warna akibat oksidasi
Serangan Kapang
• Serangan kapang terjadi pada bahan pangan olahan yang kandungan airnya agak tinggi akibat proses
penyimpanan yang kurang baik.
• Kapang dapat menyebabkan perubahan warna pada produk tepung, dan beberapa menimbulkan racun bagi konsumen.
• Perlu aplikasi wadah yang kedap udara dan mem-perkecil kontaminan dari ruang proses pengolahan, dengan sanitasi yang baik.
Serangga Serangga dan Rodensia
• Serangga menyukai produk tepung karbohidrat kering • Rodensia menyukai semua
jenis produk olahan.
• Serangan menyebabkan kehilangan bahan (bobot) tetapi produk yang diserang tidak mengalami perubahan khemis
D. PRODUK OLAHAN &
TEKNOLOGI PROSESING
• Gula pasir
• Gula palma
• Tepung tapioka
• Tepung Mocaf
• Maltodekstrin
Diagram Alir Proses Pengolahan Gula Tebu
19/10/ 2 014 37 St arc hPorc es s ing /SU G/ 20 12Stasiun Preparasi Stasiun Ekstraksi Stasiun Pemurnian
Stasiun Evaporasi Stasiun Kristalisasi
Tugas Terstruktur Mandiri
• Cari salah satu proses pengolahan bahan hasilpertanian, yang melibatkan proses fisis, mekanis, khemis dan miktobiolosis-enzimatis.
• Tampilkan flow chart proses pengolahan secara lengkap, kondisi proses pengolahan optimalnya.
• Buat tabel matrik tahapan dan perubahan karakteristik bahan selama proses pengolahan.
• Lengkapi dengan neraca masa dan neraca energi bila memungkinkan.
Contoh : Sirup Glukosa
Tahapan Proses Perubahan Fisis Perubahan Mekanis Perubahan Khemis Perubahan Mikro-ensim Likuifikasi Sakarifikasi FiltrasiIon exchange Hilangnya
residu asam Evaporasi Isomerasi Dekolorisasi Hilangnya warna gelap Evaporasi