• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERUBAHAN SIFAT BAHAN KARBOHIDRAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERUBAHAN SIFAT BAHAN KARBOHIDRAT"

Copied!
41
0
0

Teks penuh

(1)

PERUBAHAN SIFAT BAHAN

KARBOHIDRAT

Oleh :

JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

(2)

Pohon Industri

Singkong

(3)

Pohon Industri

Jagung

(4)

A. PERUBAHAN SIFAT PATI PASCA

PANEN / SEBELUM PENGOLAHAN

(5)

Perubahan Pati Praproses

• Bahan hasil pertanian dalam bentuk utuh melakukan respirasi (fisiologi pascapanen)

• Terjadi proses hidrolisis enzimatis dari pati menjadi maltodekstrin dan glukosa

• Glukosa dioksidasi menjadi energi, CO2 dan air • Perubahan proporsi pati dengan oligosakarida dan

glukosa menyebabkan perubahan tekstur bahan bila dimasak dan rasa menjadi lebih manis

• Pengendalian perubahan dapat ditekan dengan perlakuan pendinginan (paling ekonomis)

(6)

B. PERUBAHAN PATI SELAMA

PROSESING

(7)

Perubahan Pati Selama Proses

Pengolahan

• Swelling

• Gelatinisasi

• Cross link Starch

• Esterifikasi

• Hidrolisis

• Isomerisasi

• Oksidasi

• Karamelisasi

• Maillard

(8)

Starch granules

• If we look at a potato cell under the microscope ....we see the starch granules stained blue (by iodine), the cell wall and with difficulty the cell membrane • The cell wall is composed of

cellulose and offers some resistance to ‘break’

• The cytoplasm contains the dissolved sugars and salts - the fluids of the cells

(9)

Swelling (Mengembang)

• Terjadi pada saat akan memasak pati.

• Pati bila diberi air akan mengalami pengem-bangan volume.

• Kekuatan

pengembangan

tersebut akan semakin besar dengan

meningkatnya suhu larutan pati.

• Berbeda antar jenis pati.

(10)

Struktur sel pati yang mengalami pengembangan akibat penambahan air

(11)

Pengaruh peningkatan suhu terhadap ukuran granula pati, pada suhu tertentu (60o C) mengalami stasioner (tetap)

(12)

Gelatinisasi (kanji)

• Terjadi pada proses pemasakan larutan pati.

• Peristiwa rusaknya ikatan antarmolekul pada larutan pati dengan naiknya suhu, sehingga larutan pati mengalami gelatinisasi (kanji) dan viskositas menjadi tinggi (lebih kental).

• Pada keadaan tersebut ikatan samping H mengikat air dalam jumlah yang lebih banyak, struktur larutan pati menjadi lebih merata, dan berkurangnya daerah kristal. • Untuk pati dengan kandungan amilosa tinggi

(amilopektin rendah), sulit mengalami gelatinisasi pada suhu >100oC, dapat membentuk lapisan dan serat,

(13)

Cooked Potato Granules

During MOIST cooking the starch granules absorb water and swell.

• The granules are now softer and more digestible.

• The cell walls soften too and the fork meets less resistance when it is pushed into potatoes which are adequately cooked. • Further cooking results in the starch granules BURSTING

-the long molecules of starch form a GEL with water.

This is called GELATINISATION and occurs when starch (and flour) is used to thicken -sauces and custard.

(14)

Semakin tinggi suhu pemasakan akan menyebabkan peningkatan viskositas, akan tetapi pada suhu tertentu akan stasioner

(15)

Cross Link Starch (Pati ikat silang)

• Ikat silang antar rantai amilosa, sehingga viskositas

meningkat  untuk produksi lem dan pengental

(16)
(17)

Esterifikasi (ikat silang R-COO-R)

• Merupakan produk pati yang telah mengalami

esterifikasi antara gugus OH sehingga panjang rantai

pati dapat diatur,

• Sifat larutan patinya menjadi lebih tahan terhadap

panas; kemampuan hidrolisis rendah, stabil dalam pH

rendah, swelling dapat dihambat dalam air panas atau

mendidih.

• Produk pati ini banyak digunakan sebagai makanan

bayi, salad dressing, stabiliser dan pengental

.

(18)

Hidrolisis

• Terjadi akibat adanya pemberian asam/basa atau enzim

pada larutan pati, dalam industri gula pati.

• Apabila larutan pati dalam pH rendah dilakukan

pemanasan pada suhu tertentu dan tekanan tinggi akan

menyebabkan beberapa bagian pati terhidrolisis menjadi

rantai sedang (dektrin), dan rantai tunggal dekstrosa.

• Teknologi tersebut yang banyak digunakan dalam industri

bahan pemanis dari tepung tapioka.

• Selain dengan menggunakan beberapa enzim seperti

(19)
(20)
(21)
(22)
(23)

Isomerisasi

• Terjadi pada proses produksi gulasirup dari pati.

• Proses isomerisasi merupakan perubahan (konversi) dari

senyawa glukosa (dengan gugus fungsional aldosa)

menjadi fruktosa (gugus fungsional ketosa)

• Tingkat kemanisan fruktose meningkat 3 kali lipat

dibanding glukosa

• Perubahan dilakukan dengan menggunakan enzim

gukosa-isomerase.

• Teknik yang digunakan adalah imobilized enzim (enzim

diambil dari mikroba dan dijerap dalam matrik resin

• Larutan glukosa dilewatkan kolom yang berisi imobilized

enzim

(24)

Karamelisasi (Pencoklatan)

• Terjadi pada proses pengolahan aneka permen dan roti.

• Merupakan reaksi pembentukan warna coklat akibat pemanasan larutan gula, pH semakin rendah semakin tinggi warna coklat.

• Termasuk kategori pencoklatan non-enzimatis.

• Produk karamel banyak digunakan sebagai pewarna makanan dan

(25)

Maillard

• Pembentukan warna coklat akibat reaksi senyawa gula sederhana dengan adanya asam amino

• Semakin besar jika aw atau kadar air rendah, banyak pada produk kering yang digoreng.

• Contoh pencoklatan pada produk kerupuk yang digoreng agak

(26)

C. PERUBAHAN SELAMA

PENYIMPANAN

(27)

Perubahan Selama Penyimpanan

• Hidrasi (absorbsi) • Retrogradasi

• Fermentasi

• Perubahan aroma dan warna • Serangan kapang

• Serangan serangga dan rodensia

(28)

Hidrasi (absorbsi)

• Produk olahan bentuk tepung jika mengandung gula reduksi (glukosa) banyak, cenderung akan menyerap uap air selama penyimpanan sehingga kadar airnya meningkat.

• Dampak dari meningkatnya kadar air tepung, menyebabkan pembongkahan (agregasi) dan aw meningkat sehingga

kemungkinan ditumbuhi kapang tinggi.

• Produk tepung pati yang bagus jika glukosa rendah dan penyimpanan dengan wadah kedap udara.

(29)

Retrogradasi

• Terjadi pada produk roti yang disimpan dingin

• Retrogradasi berhubungan dengan jumlah cabang pada rantai pati,

• Pati yang kandungan amilopektin tinggi seperti jagung ketan tidak mengalami retrogradasi pada pendinginan/ pembekuan. • Pada peristiwa retrogradasi terjadi ikatan hidrogen antara

gugus OH pada pati tergelatinisasi selama pendinginan. • Air yang berada pada gel akan keluar dari struktur dan pati

(30)
(31)

Fermentasi

• Terjadi pada produk karbohidrat berbentuk larutan, terutama gula • Jika dalam penyimpanan tidak

rapat akan menyebabkan kontaminasi yeast, akan menyebabkan fermentasi • Pada fermentasi karbohidrat

sederhana akan diubah menjadi alkohol (etanol)

• Produk cair yang baik disimpan dalam wadah yang kedap,

(32)

Perubahan Aroma dan Warna

Perubahan Aroma :

• Terjadi pada penyimpanan tepung pati yang wadahnya tidak kedap dan waktu simpan terlalu lama

• Menyebabkan penyimpangan aroma (jawa=apek) nilai sensoris menurun

Perubahan Warna :

• Beberapa produk tepung yang mengandung senyawa tanin cenderung akan mengalami perubahan warna akibat oksidasi

(33)
(34)

Serangan Kapang

• Serangan kapang terjadi pada bahan pangan olahan yang kandungan airnya agak tinggi akibat proses

penyimpanan yang kurang baik.

• Kapang dapat menyebabkan perubahan warna pada produk tepung, dan beberapa menimbulkan racun bagi konsumen.

• Perlu aplikasi wadah yang kedap udara dan mem-perkecil kontaminan dari ruang proses pengolahan, dengan sanitasi yang baik.

(35)

Serangga Serangga dan Rodensia

• Serangga menyukai produk tepung karbohidrat kering • Rodensia menyukai semua

jenis produk olahan.

• Serangan menyebabkan kehilangan bahan (bobot) tetapi produk yang diserang tidak mengalami perubahan khemis

(36)

D. PRODUK OLAHAN &

TEKNOLOGI PROSESING

• Gula pasir

• Gula palma

• Tepung tapioka

• Tepung Mocaf

• Maltodekstrin

(37)

Diagram Alir Proses Pengolahan Gula Tebu

19/10/ 2 014 37 St arc hPorc es s ing /SU G/ 20 12

Stasiun Preparasi Stasiun Ekstraksi Stasiun Pemurnian

Stasiun Evaporasi Stasiun Kristalisasi

(38)
(39)
(40)

Tugas Terstruktur Mandiri

• Cari salah satu proses pengolahan bahan hasil

pertanian, yang melibatkan proses fisis, mekanis, khemis dan miktobiolosis-enzimatis.

• Tampilkan flow chart proses pengolahan secara lengkap, kondisi proses pengolahan optimalnya.

• Buat tabel matrik tahapan dan perubahan karakteristik bahan selama proses pengolahan.

• Lengkapi dengan neraca masa dan neraca energi bila memungkinkan.

(41)

Contoh : Sirup Glukosa

Tahapan Proses Perubahan Fisis Perubahan Mekanis Perubahan Khemis Perubahan Mikro-ensim Likuifikasi Sakarifikasi Filtrasi

Ion exchange Hilangnya

residu asam Evaporasi Isomerasi Dekolorisasi Hilangnya warna gelap Evaporasi

Gambar

Diagram Alir Proses Pengolahan Gula Tebu  19/ 10/
Diagram Alir Proses Pengolahan Tapioka
Diagram Alir Proses Pembuatan Gula Sirup

Referensi

Dokumen terkait

dilaksanakan secara konsisten sehingga mempengaruhi proses penyusunan RPJMD Kabupaten Halmahera Barat, dan pada pelaksanaan RPJMD nantinya atau output dari perencanaan

Penelitian ini diharapkan mampu memberikan penjelasan tentang pengaruh pinjaman modal kegiatan Simpan Pinjam Kelompok Perempuan (SPP) dan sikap wirausaha terhadap

Merupakan suatu antioksidan larut air yang dapat berperan dalam regenerasi vitamin E serta mampu mengikat radikal peroksil dalam fase berair dari plasma atau sitosol.

a) Berdasarkan asumsi bahwa PCA hanya dapat mengatasi masalah hubungan antara setiap data yang linier, sedangkan kenyataannya dalam dalam setiap situasi hubungan data ada yang

Aplikasi Augmented Reality ini berjalan dengan memindai tanda atau yang lebih sering disebut sebagai marker. Marker biasanya merupakan ilustrasi hitam dan putih

Namun, permainan kata dalam iklan mampu mempersuasif pemirsa bahwa mengkonsumsi produk yang diiklankan menjadi suatu kebutuhan yang mungkin akan lebih baik

penambahan 1/3 (sepertiga) dari ancaman pidana juga dikenakan kepada pelaku yang pernah dipidana karena melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76D.

Peneliti memanjatkan puji syukur kepada Tuhan yang Mahaesa atas selesainya penyusunan skripsi ini dengan judul “Analisis Alur, Penokohan, Latar, Tema, Amanat, dan Nilai