• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENDEKATAN ECONOMIC VALUE ADDED( EVA ) UNTUK MENGUKUR KINERJA KEUANGAN PADA PT. BPR. MAHA BHOGA MARGA PERIODE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENDEKATAN ECONOMIC VALUE ADDED( EVA ) UNTUK MENGUKUR KINERJA KEUANGAN PADA PT. BPR. MAHA BHOGA MARGA PERIODE"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian Tahun 2015 173

PENDEKATAN ECONOMIC VALUE ADDED( EVA ) UNTUK

MENGUKUR KINERJA KEUANGAN PADA PT. BPR. MAHA

BHOGA MARGA PERIODE 2010 – 2014

Oleh :

Ida Bagus Gede Udiyana1

I Gusti Ayu Intan Saputra Rini2

Bergita Ngaghi3

ABSTRAK

Peneltan n bertujuan untuk mengetahu knerja keuangan pada PT.BPR Maha Bhoga Marga d Bal selama 2010 hngga 2014 dan untuk menganalss knerja keuangan dengan menggunakan Economc Value Added ( EVA ). Data dar peneltan n dperoleh dar observas, wawancara, dan dokumentas dengan menggunakan NOPAT, baya modal dan analss EVA. Temuan peneltan n menunjukkan bahwa hasl analss knerja keuangan dengan metode EVA, yang menunjukkan bahwa rata-rata knerja keuangan perusahaan dengan menggunakan metode EVA muncul bahwa rata-rata setap tahun sebesar Rp. 39.460.206, -. Hasl analss ROIC dan WACC menunjukkan bahwa pengembalan modal yang dnvestaskan per tahun 36,06 % rata-rata tertmbang sedangkan baya modal dar 33,01 % per tahun . Dar hasl knerja keuangan perusahaan dengan metode EVA, terlhat bahwa knerja perusahaan dengan metode EVA terjad fluktuas . Terjadnya fluktuas yang dsebabkan oleh ROIC dan WACC terjad postf.

Kata kunci : knerja keuangan dan metode EVA

ABSTRACT

This study aims to know financial performance at PT.BPR Maha Bhoga Marga in Bali during 2010 until 2014 and to analyze financial performance by using Economic Value Added (EVA). The data of this study obtained from observation, interview, and documentation by using NOPAT, cost-capital and EVA analysis. The findings of this study shows that result of financial performance analysis with EVA method, its indicate that average of company’s financial performance by using EVA method appear that average every year of Rp. 39.460.206,-. Result of ROIC and WACC

1 Dosen STIMI Handayan Denpasar

2 Dosen Fakultas Ekonom Warmadewa Denpasar 3 Mahasswa STIMI Handayan Denpasar

(2)

analysis indicates that return of total capital invested per year of 36.06 % in average whereas weighted cost-capital of 33.01 % per year. From result of company’s financial performance with EVA method, appear that company performance with EVA method occur fluctuation. The occurrence of fluctuation caused by ROIC and WACC occur positive.

Keywords : financial performance and EVA method

I. PENDAHULUAN

Setap perusahaan bertujuan untuk memaksmalkan kekayaan dar pemegang sahamnya. Pengukuran knerja keuangan perusahaan dperlukan untuk menentukan keberhaslan dalam mencapa tujuan tersebut. Analss perkembangan knerja keuangan perusahaan dapat dperoleh melalu analss terhadap data keuangan perusahaan tersusun dalam laporan keuangan.

Analss laporan keuangan dgunakan untuk mempredks masa depan, sedangkan dar sudut pandang manajemen analss laporan keuangan dgunakan untuk membantu mengantspas konds masa depan dan lebh pentng sebaga ttk awal untuk perencanaan tndakan akan mempengaruh perstwa d masa depan. Informas dperoleh dar analss laporan keuangan dapat menunjukkan apakah perusahaan sedang maju atau akan mengalam kesultan keuangan.

PT. BPR Maha Bhoga Marga d Bal, yakn sebuah perusahaan aktvtas usahanya bergerakPT. BPR Maha Bhoga Marga d Bal, yakn sebuah perusahaan aktvtas usahanya bergerak, yakn sebuah perusahaan aktvtas usahanya bergerak d bdang jasa Bank Perkredtan Rakyat, dmana dalam mengukur knerja perusahaannya dengan menggunakan analss raso keuangan. Permasalahan dhadap oleh perusahaan bahwa pengukuran knerja berdasarkan laporan keuangan tdak dapat dandalkan. Selan tu, pengukuran berdasarkan raso keuangan n sangatlah bergantung pada metode atau perlakuan akuntans dgunakan dalam menyusun laporan keuangan perusahaan, sehngga serngkal knerja perusahaan terlhat bak dan menngkat, tetap kalau dgunakan pengukuran menggunakan pendekatan nla tambah sebenarnya knerja tdak mengalam penngkatan dan bahkan menurun.

Dalam hubungannya dengan uraan tersebut datas, maka akan dsajkan perkembangan laba operasonal untuk tahun 2010 s/d tahun 2014 dapat dlhat dar tabel 1 sebaga berkut:

Tabel 1. Perkembangan Laba Bersh Setelah Pajak (EAT) Pada PT. BPR Maha Bhoga Marga d Bal.PT. BPR Maha Bhoga Marga d Bal.

Tahun Besarnya Laba Bersh Setelah Pajak (EAT) Perkembangan (%) 2010 281.841.980 -2011 305.302.200 8,32 2012 389.819.500 27,69 2013 432.292.000 10,89 2014 420.420.000 -2,75

(3)

Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian Tahun 2015 175 Berdasarkan tabel.1 nampak bahwa prosentase perkembangan laba bersh setelah pajak (EAT) dar tahun 2010 sampa dengan tahun 2014 terus menerus mengalam penurunan, salah satu faktor penyebab terjadnya penurunan karena prosentase penngkatan penjualan lebh rendah dar prosentase penngkatan beban usaha dkeluarkan oleh perusahaan.

Untuk mengatas masalah tersebut, maka dapat dgunakan pengukuran knerja berdasarkan nla (value). Pengukuran tersebut dapat djadkan sebaga dasar bag manajemen perusahaan dalam pengendalan modalnya, rencana pembayaan, wahana komunkas dengan pemegang saham serta dapat dgunakan sebaga dasar dalam menentukan nsentf bag karyawan. Dengan

value based sebaga alat pengukur knerja perusahaan manajemen dtuntut untuk menngkatkan

nla perusahaan.

Pengukuran knerja dengan pendekatan Economic Value Added (EVA) menjad relevan untuk mengukur knerja berdasarkan nla (value), karena EVA adalah ukuran nla tambah ekonoms dhaslkan oleh perusahaan sebaga akbat dar aktvtas atau strateg manajemen. EVA atau nla tambah ekonoms adalah metode manajemen keuangan untuk mengukur laba ekonom suatu perusahaan menyatakan bahwa kesejahteraan hanya dapat tercpta manakala perusahaan mampu memenuh semua baya operas (Operating Cost) dan baya modal (Cost of

Capital) (Tunggal, 2001:1).

EVA merupakan ndkator tentang adanya penambahan nla dar satu nvestas. EVA postf menunjukkan tngkat pengembalan atas modal lebh tngg darpada tngkat baya modal, hal n berart bahwa perusahaan mampu mencptakan nla tambah bag pemlk perusahaan berupa tambahan kekayaan.Sedangkan EVA negatf berart total baya modal perusahaan lebh besarSedangkan EVA negatf berart total baya modal perusahaan lebh besar berart total baya modal perusahaan lebh besar darpada laba operas setelah pajak dperolehnya, sehngga knerja keuangan perusahaan tersebut tdak bak.Tujuan peneltan n adalah untuk mengetahu knerja keuangan dengan pendekatan

Economic Vallue Adde (EVA) pada PT. BPR Maha Bhoga Marga d Bal.

II. TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN A. Landasan TeoritisLandasan Teoritis

1. Bank

Menurut undang-undang Nomor 10 tahun 2008 tentang perubahan atas undang-undang nomor 7 tahun 1992 tentang pebankan, bank adalah usaha menghmpun dana dar masyarakat dalam bentuk smpanan dan menyalurkan ke masyrakat dalam bentuk kredt atau dalam bentuk lanya dalam rangka menngkatkan taraf hdup masyarakat. Sedangkan menurut undang-undang RI No 10 Tahun 1998 bank adalah badan usaha menghmpun dana dar masyarakat dalam bentuk kredt maupun bentuk lanya dalam rangka menngkatkan taraf hdup orang banyak.

2. Laporan Keuangan

Meda dapat dpaka untuk menelt konds kesehatan perusahaan adalah laporan keuangan. Laporan keuangan berskan data-data menggambarkan keadaan keuangan suatu perusahaan

(4)

dalam suatu perode tertentu sehngga para phak berkepentngan terhadap perkembangan suatu perusahaan dapat mengetahu keadaan keuangan dar laporan keuangan dsusun dan dsajkan oleh perusahaan. Phak-phak berkepentngan terhadap laporan keuangan anatara lan para pemlk perusahaan, manajer perusahaan bersangkutan, para kredtur, bankers, nvestor, karyawan, pemerntah dan masyarakat.

Rangkaan aktvtas keuangan pada suatu perode tertentu dlaporka dalam laporan keuangan d antaranya laporan laba-rug dan neraca. Laporan laba rug menggambarkan suatu aktvtas dalam satu tahun dan untuk neraca menggambarkan keadaan pada suatu saat akhr tahun tersebut atas perubahan kejadan dar tahun sebelumnya

3. Economic Value Added ( EVA )

Metode EVA pertama kal dkembangkan oleh Stewart & Stern seorang anals keuangan dar perusahaan Stern Stewart & Co pada tahun 1993. Model EVA menawarkan parameter cukup objektf karena berangkat dar konsep baya modal (cost of capital) yakn mengurang laba dengan beban baya modal, d mana beban baya modal n mencermnkan tngkat resko perusahaan. Beban baya modal n juga mencermnkan tngkat kompensas atau return dharapkan nvestor atas sejumlah nvestas dtanamkan d perusahaan. Hasl perhtungan EVA postf mereflekskan tngkat return lebh tngg darpada tngkat baya modal.

D Indonesa metode tersebut dkenal dengan metode NITAMI (Nla Tambah Ekonom). EVA/NITAMI adalah metode manajemen keuangan untuk mengukur laba ekonom dalam suatu perusahaan menyatakan bahwa kesejahteraan hanya dapat tercpta manakala perusahaan mampu memenuh semua baya operas dan baya modal. (Tunggal, 2010:15).

B. Kerangaka Pemikiran

PT. BPR Maha Bhoga Marga d Bal adalah merupakan perusahaan bergerak d bdang adalah merupakan perusahaan bergerak d bdang jasa perkredtan rakyat, dmana dalam mengetahu perkembangan usaha, maka perusahaan perlu melakukan pengukuran knerja keuangan. Adapun metode pengukuran knerja keuangan dlakukan oleh perusahaan adalah dengan menggunakan metode Economic Value Added (EVA).

EVA atau nla tambah ekonoms dperoleh dar selsh antara Return On Invesment Capital (ROIC) dengan Weighted Average Cost Of Capital (WACC) dengan Modal dnvestaskan.Hasl perhtungan EVA postf menunjukkan tngkat pengembalan atas modal lebh tngg darpada tngkat baya modal, hal n berart bahwa perusahaan mampu mencptakan nla tambah bag pemlk perusahaan berupa tambahan kekayaan. Sedangkan EVA negatf berart total bayaSedangkan EVA negatf berart total baya berart total baya modal perusahaan lebh besar darpada laba operas setelah pajak dperolehnya, sehngga knerja keuangan perusahaan tersebut tdak bak.

Berdasarkan penjelasan telah dkemukakan d atas dar teor telah dbahas, maka dapat dsusun kerangka pkr menggambarkan tentang analss penlaan knerja keuangan perusahaan dengan menggunakan metode Economic Value Edded (EVA).

(5)

Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian Tahun 2015 177 Gambar 1. Kerangka Pemkran PeneltanKerangka Pemkran Peneltan

Proseding Seminar Hasil Penelitian Tahun 2015 187

PENDEKATAN EVA PT. BPR

MAHA BHOGA MARGA

KINERJA KUANGAN PT. BPR MAHA BHOGA MARGA

WACC

ROIC

III. METODE PENELITIANMETODE PENELITIAN A. Obyek dan Subyek Penelitian

Subyek peneltan pada PT.BPR Maha Bhoga Marga beralamat d Jl.Raya Kapal No. 20, Desa Kapal, Kecamatan Mengw, Daerah tnkagkat II Badung Bal. Obyek peneltan menggunakan pendekatan Economic Vallue Added ( EVA) untuk mengukur Knerja Keuangan Pada PT.BPR Maha Bhoga Marga d Bal

B. Definisi Operasional Variabel

a.Economic Value Added( EVA) adalah tujuan perusahaan untuk menngkatkan nla atau

vallue Added dar modal telah dtanamkan pemegang saham dalam operas perusahaan. Oleh

karenanya EVA merupakan selsh antara Return On Invesment Capital (ROIC) dengan Weighted

(6)

b.Weighted Average Cost Of Capital (WACC) adalah perhtungan besarnya baya modal rata – rata tertmbang (WACC) untuk tap-tap tahun dapat dhtung rumus sebagaman dkemukakan oleh Farah ( 2010 : 153 ) yatu:

Ka = (Wd x Kd) + (We x Ke) Dmana :

Ka = Baya modal rata-rata tertmbang (WACC) Wd = Propors utang dalam struktur modal Kd = Baya utang setelah pajak

We = Propors modal sendr dalam struktur modal

Ke = Baya dar dana yang ddapatkan dar modal sendr

c.Retrun On Invesment Capital (ROIC) adalah perbandngan antara NOPAT (EBIT - Pajak) dengan modal d nvestaskan dalam pengelolaan perusahaan. Sehngga dalam menentukan ROIC dapat dhtung dengan menggunakan rumus Menurut (Mamduh,2011: 54)

C. Teknik Pengumpulan DataTeknik Pengumpulan Data

Teknk pengumpulan data dgunakan adalah peneltan lapangan ( Field Research) msalnya Wawancara dan Dokumentas. Peneltan Pustaka (Library Research)

D. Teknik Analisis Data

1. Analss NOPAT adalah suatu analss dmana tngkat keuntungan setelah pajak dperoleh dar modal yang dnvestaskan, dengan rumus :

NOPAT = Laba sebelum bunga dan pajak – Pajak

2. Analss baya modal tertmbang, (WACC) dengan menggunakan rumus (Farah, 2010 : 153) :Analss baya modal tertmbang, (WACC) dengan menggunakan rumus (Farah, 2010 : 153) : Ka = (Wd x Kd ) + (We x Ke)

Dmana :

Ka = Baya modal rata-rata tertmbang (WACC) Wd = Propors utang dalam struktur modal Kd = Baya utang setelah pajak

We = Propors modal sendr dalam struktur modal

Ke = Baya dar dana yang ddapatkan dar modal sendr. 3. Analss EVA dengan menggunakan rumus sebaga berkut :Analss EVA dengan menggunakan rumus sebaga berkut :

EVA = Modal yang dnvestaskan x (ROIC - WACC) D mana:

EVA = Economic Value Added ROIC = Return on Invested Capital WACC = Weighted Average Cost of Capital

(7)

Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian Tahun 2015 179 IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil PenelitianHasil Penelitian

1. Perhtungan Struktur Modal

Struktur modal bersumber dar laporan Neraca dan laporan Laba rug PT. BPR Maha Bhoga Marga d Bal selama tahun 2010 s/d tahun 2014 dapat dlhat melalu tabel 2 dbawah n :

Tabel 2 Struktur Modal PT. BPR Maha Bhoga Marga d Bal Tahun 2010 s/d Tahun 2014 Tahun Struktur Modal Modal Sendr (Rp) Propors Modal Sendr (%) Modal Propors Modal Pnjaman (%) Total Modal (Rp) Pnjaman (Rp) 2010 412.653.500 45,21 500.000.000 54,78 912.653.500 2011 444.399.100 44,69 550.000.000 55,31 994.399.100 2012 753.857.000 57,82 600.000.000 42,18 1.303.857.000 2013 790.162.500 54,87 650.000.000 45,13 1.440.162.500 2014 1.236.529.400 63,85 700.000.000 36,15 1.936.529.400 Rata-rata 53,29 Rata-rata 46,71

Sumber : PT. BPR Maha Bhoga Marga d Bal.

Berdasarkan tabel 2, hasl analss struktur modal untuk 5 tahun terakhr (tahun 2010 s/d tahun 2014) maka rata-rata propors penggunaan modal sendr sebesar 53,29% dan propors modal pnjaman sebesar 46,71%, sehngga dapatlah dkatakan bahwa PT. BPR Maha Bhoga Marga d Bal dalam mengelola perusahaan lebh banyak menggunakan propors modal sendr jka dbandngkan dengan propors modal pnjaman.

2. Hasl Perhtungan Baya Modal Utang(Kd) dan Baya Modal Sendr (Ke)

Dengan adanya struktur modal perusahaan PT. BPR Maha Bhoga Marga d Bal khususnya dalam 5 tahun terakhr (tahun 2010 s/d tahun 2014) maka dapat dsajkan analss baya modal. Namun sebelum dlakukan analss baya modal, terlebh dahulu akan dsajkan hasl perhtungan baya modal utang (Kd) dan baya modal sendr (Ke). dar PT. BPR Maha Bhoga Marga d Bal untuk tahun 2010 s/d tahun 2014.

a. Baya Modal Utang (Cost of debt)

Besarnya baya modal utang (kd) untuk tahun 2010 s/d tahun 2014 dapat dhtung dengan membandngkan Bunga Usaha dengan Total Utang.

Baya Modal Utang setelah Pajak(Kd) tahun 2010 sebesar 8,8%,tahun 2011(10,04 %), tahun 2012(8,95 %), tahun 2013(9,08 %) dan tahun 2014 sebesar 10 %. Rata-rata baya modal utang setelah pajak (Kd) dar tahun 2010 sampa dengan 2014 sebesar 9,37 %..

(8)

b. Baya Modal Sendr (Ke)

Nla baya modal sendr(Ke) untuk tahun 2010 sampa dengan tahun 2014 dapat dhtung dengan membandngkan laba bersh setelah pajak (EAT) dengan modal sendr. Baya modal sendr tahun 2010 sebesar 68,3 %, tahun 2011 (68,70 %), tahun 2012 (51,71 %), tahun 2013 (54,71 %) dan tahun 2014 sebesar 34 %. Rata-rata baya modal sendr(Ke) sebesar 55,48 %. 3. Perhtungan Baya Modal rata-rata Tertmbang (WACC)

Berdasarkan hasl analss baya modal sendr (Ke) dengan baya utang (Kd) maka besarnya baya modal rata-rata tertmbang (WACC) dapat dlhat melalu perhtungan berkut n :

a. Baya modal rata-rata tertmbang tahun 2010

Perhtungan besarnya baya modal rata-rata tertmbang (WACC) untuk tahun 2010 dapat dhtung dengan menggunakan rumus sebagamana yang dkemukakan oleh Farah (2010:153) yatu :

Ka = ( Wd x Kd ) + ( We x Ke ) Dmana :

Ka = Baya modal rata-rata tertmbang (WACC) Wd = Propors utang dalam struktur modal Kd = Baya utang setelah pajak

We = Propors modal sendr dalam struktur modal

Ke = Baya dar dana yang ddapatkan dar modal sendr.

Dar rumus tersebut d atas maka baya modal rata-rata tertmbang dapat dhtung sebaga berkut :

Ka = (0,5478 x 0,088) + (0,4521 x 0,683) x 100% Ka = 0,048 + 0,3088 x 100%

Ka = 35,68%

Dengan demkan maka besarnya baya modal rata-rata tertmbang (WACC) untuk tahun 2010 adalah sebesar 35,68%

b. Baya modal rata-rata tertmbang tahun 2011

Besarnya perhtungan baya modal rata-rata tertmbang (WACC) untuk tahun 2011 dapat dhtung sebaga berkut :

Ka = (0,5531 x 0,1004) + (0,4469 x 0,687) x 100% Ka = 0,056 + 0,307 x 100%

Ka = 36,3%

Dengan demkan maka besarnya baya modal rata-rata tertmbang (WACC) untuk tahun 2008 adalah sebesar 36,3%.

c. Baya modal rata-rata tertmbang tahun 2012

Besarnya perhtungan baya modal rata-rata tertmbang (WACC) untuk tahun 2012 dapat dhtung sebaga berkut :

(9)

Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian Tahun 2015 181 Ka = (0,4218 x 0,0895) + (0,5782 x 0,5171) x 100%

Ka = 0,0377 + 0,299 x 100% Ka = 33,67%

Dengan demkan maka besarnya baya modal rata-rata tertmbang (WACC) untuk tahun 2012 adalah sebesar 33,67%.

d. .Baya modal rata-rata tertmbang tahun 2013

Besarnya perhtungan baya modal rata-rata tertmbang (WACC) untuk tahun 2013 dapat dhtung sebaga berkut :

Ka = (0,4513 x 0,0908) + (0,5487 x 0,5471) x 100% Ka = 0,041 + 0,3 x 100%

Ka = 34,1%

Dengan demkan maka besarnya baya modal rata-rata tertmbang (WACC) untuk tahun 2013 adalah sebesar 34,1%.

e. Baya modal rata-rata tertmbang tahun 2014,

Besarnya perhtungan baya modal rata-rata tertmbang (WACC) untuk tahun 2014 dapat dhtung sebaga berkut:

Ka = (0,3615 x 0,010) + (0,6385 x 0,34) x 100% Ka = 0,035 + 0,217 x 100%

Ka = 25,3%

Dengan demkan maka besarnya baya modal rata-rata tertmbang (WACC) untuk tahun 2014 adalah sebesar 25,3%.

Berdasarkan hasl perhtungan tersebut d atas, maka akan dsajkan hasl perhtungan baya modal rata-rata tertmbang untuk tahun 2010 s/d tahun 2014 dapat dlhat melalu tabel 3 berkut n

Tabel 3, Besarnya Perhtungan Baya Modal PT. BPR Maha BhogaMarga d Bal Tahun 2010 s/d 2014. Tahun Baya Utang Setelah pajak (Kd) (%) Baya Modal Sendr (Ke) (%)

Baya Modal Rata-Rata Tertmbang (Ka)

(%) 2010 8,8 68,3 35,68 2011 10,04 68,7 36,3 2012 8,95 51,71 33,67 2013 9,08 54,71 34,1 2014 10 34 25,3 Rata-rata 9,37 55,48 33,01

Sumber: PT. BPR Maha Bhoga Marga di Bali

Berdasarkan Tabel 3, mengena besarnya perhtungan baya modal dar tahun 2010 s/d tahun 2014, nampak bahwa baya modal dar hutang (kd) rata-rata pertahun sebesar 9,37%, baya

(10)

modal sendr (ke) rata-rata sebesar 55,48%, dan baya modal rata-rata tertmbang (WACC) sebesar 33,01% setap tahunnya.

4. Perhtungan Return on Investment Capital (ROIC)

Return on investment Capital (ROIC) adalah perbandngan antara NOPAT (EBIT – pajak)

dengan modal yang dnvestaskan dalam pengelolaan perusahaan. Sehngga dalam menentukan ROIC dapat dhtung dengan menggunakan rumus menurut (Mamduh, 2005: 54) yatu:

NOPAT

ROIC = Modal yang dnvestaskan

Sebelum dlakukan perhtungan ROIC, maka terlebh dahulu akan dsajkan data NOPAT yatu sebaga berkut :

Tabel 4, Besarnya Tngkat Laba dar Modal yang Dnvestaskan (NOPAT)

Tahun Laba Sebelum Bunga dan Pajak (1) Pajak (2) NOPAT ( 1- 2 ) 2010 452.631.400 95.789.420 356.841.980 2011 496.396.000 105.843.800 390.552.200 2012 619.885.000 142.065.500 477.819.500 2013 699.810.000 160.268.000 539.542.000 2014 694.600.000 155.180.000 539.420.000

Sumber: PT. BPR Maha Bhoga Marga d Bal

Tabel 4, yakn data Nopat untuk tahun 2010 s/d tahun 2014 maka dapat dtentukan sebaga berkut :

a. Tahun 2010

Besarnya ROIC untuk tahun 2010 dapat dtentukan melalu perhtungan berkut n: 356.842.980

ROIC 2010 = --- x 100 % 912.653.500

= 39,09 % b. Tahun 2011

Besarnya ROIC untuk tahun 2011 dapat dtentukan melalu perhtungan berkut n: 390.552.200

ROIC 2011 = --- x 100 % 994.399.100

(11)

Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian Tahun 2015 183 c. Tahun 2012

Besarnya ROIC untuk tahun 2012 dapat dtentukan melalu perhtungan berkut n : 477.819.500

ROIC 2012 = --- x 100 % 1.303.857.000

= 36,65 % d. Tahun 2013,

Besarnya ROIC untuk tahun 2013 dapat dtentukan melalu perhtungan berkut n : 539.542.000

ROIC 2013 = --- x 100 % 1.440.162.500

= 37,46 % e. Tahun 2014

Besarnya ROIC untuk tahun 2014 dapat dtentukan melalu perhtungan berkut n : 539.420.000

ROIC 2014 = --- x 100 % 1.936.529.400

= 27,85 %

Berdasarkan hasl perhtungan ROIC, maka besarnya selsh antara ROIC dengan WACC dar tahun 2010 s/d tahun 2014 dapat dlhat melalu tabel berkut n :

Tabel 5. Besarnya ROIC dan WACC Tahun 2010 s/d 2014

Tahun ROIC (%) WACC (%) Selsh (%)

2010 39,09 35,68 3,41

2011 39,27 36,3 3,97

2012 36,65 33,67 6,98

2013 37,46 34,1 3,36

2014 27,85 25,3 2,55

Sumber : Hasl olahan data

Berdasarkan hasl perbandngan antara ROIC dan WACC khususnya dalam lma tahun terakhr (tahun 2010 s/d tahun 2014) maka akan dsajkan nla tambah ekonoms (EVA), dapat dhtung dengan menggunakan rumus dkutp dar Mamduh ( 2005 : 54).

5. Perhtungan EVA

EVA = Modal yang dnvestaskan x (ROIC – WACC)

Berdasarkan rumus tersebut d atas, selanjutnya akan dsajkan perhtungan nla tambah ekonom yang dapat dlhat melalu perhtungan berkut n :

(12)

a. Tahun 2010

Besarnya nla EVA untuk tahun 2010 dapat dtentukan sebaga berkut : EVA 2010 = Rp.912.653.500 x (3,909% – 35,68%)

= Rp.912.653.500 x 3,41% =

Rp.31.121.484,-b. Tahun 2011

Besarnya nla EVA untuk tahun 2011 dapat dhtung sebaga berkut : EVA 2011 = Rp.994.399.100 x (39,27 – 36,3%)

= Rp.994.399.100 x 2,97% =

Rp.29.553.653,-c. Tahun 2012

Besarnya nla EVA untuk tahun 2012 dapat dhtung sebaga berkut : EVA 2012 = Rp.1.303.857.000 x (36,65 – 33,67%)

= Rp.1.303.857.000 x 2,98% =

Rp.38.854.938,-d. Tahun 2013

Besarnya nla EVA untuk tahun 2013 dapat dhtung sebaga berkut : EVA 2013 = Rp.1.440.162.500 x (37,46 – 34,1%)

= Rp.1.440.162.500 x 3,36% =

Rp.48.389.460,-e. Tahun 2014

Besarnya nla EVA untuk tahun 2014 dapat dhtung sebaga berkut : EVA 2014 = Rp.s1.936.529.400 x (27,85 – 25,3%)

= Rp.1.936.529.400 x 2,55% = Rp.49.381.499,

Dar hasl perhtungan tersebut d atas, maka akan dsajkan melalu tabel berkut n

Tabel 6. Hasl Perhtungan Knerja Keuangan dengan Metode EVA Tahun 2010 s/d Tahun 2014 Tahun ROIC (%) WACC (%) Knerja Keuangan Dengan Metode EVA (Rp)

2010 39,09 35,68 31.121.484 2011 39,27 36,3 29.553.653 2012 36,65 33,67 38.854.938 2013 37,46 34,1 48.389.460 2014 27,85 25,3 49.381.499 Rata-rata 36,06 33,01 39.460.206

(13)

Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian Tahun 2015 185 B. Pembahasan

1. Analss Struktur Modal.

Berdasarkan table 1. sampa dengan tabel 6. menunjukan neraca dan laporan perhtungan laba rug khususnya pada PT. BPR Maha Bhoga Marga d Bal selama tahun 2010 s/d tahun 2014 mengalam penngakatan selama lma tahun. Berdasarkan table 1. hasl analss struktur modal untuk 5 tahun terakhr (tahun 2010 s/d tahun 2014) maka rata-rata propors penggunaan modal sendr sebesar 53,29% dan propors modal pnjaman sebesar 46,71%. Propors penggunaan modal sendr dar tahun 2010 sampa dengan tahun 2014 mengalam penngkatan. Cukup sgnfkan penngkatannya adalah pada tahun 2014 sebesar Rp 1.236.529.400 (63,85 %) dar total modal, sedangkan tahun 2013 sebesar Rp 790.162.500 ( 54,87 %) dar total modal. Konds n dapat menunjukkan bahwa sumber modal untuk pendanaan operasonal sebagan besar dapat dpenuh secara mandr dar modal sendr, sehngga dapatlah dkatakan bahwa PT. BPR Maha Bhoga Marga d Bal dalam mengelola perusahaan dapat memperkecl resko fnancal, karena struktur modalnya lebh banyak menggunakan propors modal sendr jka dbandngkan dengan propors modal pnjaman.

Propors penggunaan modal pnjaman nampak prosentase perkembangan dar tahun 2010 sampa dengan tahun 2014 mengalam fluktuas. Penurunan propors penggunaan modal pnjaman palng rendah adalah tahun 2014 yatu sebesar 36,15 % dar total modal. Konds n menunjukkan bahwa sumber pendanaan dar modal pnjaman cenderung mengalam penurunan, berart resko fnancal perusahaan akan semakn menurun terutama dar pengaruh eksternal sult dapat dpredks dan dkendalkan perusahaan melput neraca pembayaran, nla tukar rupah dan nflas karena ketga faktor tersebut berpengaruh terhadap tngkat suku bunga pnjaman. 2. Analss Baya Modal Utang (Kd) dan Baya Modal Sendr (Ke).

Baya Modal Utang setelah pajak dar tahun 2012 sampa dengan tahun 2014 mengalam penngkatan. Pada tahun 2012 sebesar 8,95 %, tahun 2013( 9,08 %) dan tahun 2014 sebesar 10%. Adapun baya modal utang tertngg adalah tahun 2011 sebesar 10,04 %, sedangkan baya modal utang terendah tahun 2010 sebesar 8,8 %. Konds n menunjukkan bahwa baya modal utang terus mengalam penngkatan, tentunya akan berdampak terhadap penngkatan baya operasonal perusahaan dan dengan resko fnansal cukup besar karena tngkat suku bunga sult untuk dpredks dan besarnya dpengaruh faktor eksternal perusahaan.

Baya modal sendr dar tahun 2010 sampa dengan tahun 2014 mengalam fluktuas. Pada tahun 2010 sebesar 68,3 % menngkat pada tahun 2011 sebesar 68,7 %. Sedangkan pada tahun 2012 sebesar 51,71 % menurun dbandngkan tahun 2011 dan menngkat lag pada tahun 2013 sebesar 54,71 %. Adapun penurunan cukup sgnfkan dar baya modal sendr adalah tahun 2014 sebesar 34 %, berart konds menuju kearah/ternd postf dengan dapat melakukan efsens terutama beban baya modal.

3. Analss Baya Modal Rata Rata Tertmbang (WACC).

Baya modal rara-rata tertmbang (WACC) dar tahun 2010 sampa dengan tahun 2014 mengalam kecendrungan/trend penurunan. Pada tahun 2010 WACC sebesar 35,68 %, tahun 2011 (36,3 %), tahun 2012 (33,67 %), tahun 2013 (34,1 % dan tahun 2014 WACC sebesar 25,3

(14)

%. Baya modal rata-rata tertmbang terendah sebesar 25,3 % pada tahun 2014. Konds n menunjukkan bahwa baya modal rata rata tertmbang kecendrungannya mengalam penurunan, n akan berdampak dapat menekan baya operasonal perusahaan, berart nla tambah keuangan menuju kearah/trend postf.

4. Analss Return on Investment Capital (ROIC).

Return on investment Capital (ROIC) adalah perbandngan antara NOPAT (EBIT – pajak)

dengan modal dnvestaskan dalam pengelolaan perusahaan. .Berdasarkan hasl perbandngan antara ROIC dan WACC mengalam penngakatan selama lma tahun. Berdasarkan tabel 6 mengena besarnya perhtungan knerja keuangan dengan metode EVA dar tahun 2010 s/ d tahun 2014, nampak bahwa pada tahun 2010 ROIC sebesar 39,09 WACC sebesar 35,68% dan knerja keuangan dengan metode EVA sebesar Rp. 31.121.484. Kemudan pada tahun 2011 ROIC sebesar 39,27%, WACC sebesar 36,3% dan knerja keuangan dengan metode EVA sebesar Rp.29.553.653. Tahun 2012 ROIC sebesar 36,65%, WACC sebesar 33,67% dan knerja keuangan dengan metode EVA sebesar Rp.38.854.938. Selanjutnya untuk tahun 2013 ROIC sebesar 37,46%, WACC sebesar 34,1% dan knerja keuangan dengan metode EVA sebesar Rp.48.389.460. Sedangkan untuk tahun 2014 ROIC sebesar 27,85%, WACC sebesar 25,3% dan knerja keuangan dengan metode EVA sebesar Rp.49.381.499. Mengalam penngkatan selama lma tahun. Berdasarkan tabel 6, perhtungan penngkatan knerja dengan metode EVA dapat dsajkan beberapa evaluas yatu sebaga berkut: Dar hasl analss knerja keuangan dengan metode EVA, yang menunjukkan bahwa rata-rata knerja keuangan perusahaan dengan metode EVA nampak bahwa knerja keuangan perusahaan rata-rata pertahun sebesar Rp.39.460.206.

Perlu dcermat walaupun nla nomnalnya terus menngkat, tetap berdasarkan hasl perhtungan menunjukkan prosentase perkembangan Return On Invesment Capital ( ROIC ), yatu kemampuan modal nvestas dalam menghaslkan laba dar tahun 2010 sampa tahun 2014 terus menerus mengalam penurunan. Konds n dapat dlhat dar hasl perhtungan nla ROIC, pada tahun 2010 sebesar 39,09 %, tahun 2011 (39,27 %), tahun 2012 (36,65 %), tahun 2013 (37,46 %) dan pada tahun 2014 sebesar 27,85 %. Nla ROIC tertngg dcapa pada tahun 2010 dan dengan nla terendah pada tahun 2014 sebesar 27,85 %. Hasl n menunjukkan bahwa kemampuan modal nvestas dalam menghaslkan laba dar tahun 2010 sampa dengan tahun 2014 terus mengalam penurunan, n berart nvestas semakn besar tap kemampuan untuk menghaslkan laba menurun. Salah satu faktor penyebab akbat terjadnya penurunan nla ROIC karena prosentase penngkatan pendapatan lebh rendah dar prosentase penngkatan baya usaha dkeluarkan oleh PT BPR Maha Bhoga Marga.

Kebjakan terhadap anggaran belanja perlu dlakukan secara berhat-hat, dengan melakukan efsens baya operasonal dan penetapan anggaran baya berdasarkan skala prortas terutama baya tetap. Perlaku baya tetap adalah semakn tngg baya tetap maka Operating Leverage semakn tngg pula. Hal n akan menngkatkan resko fnansal perusahaan, apabla terjad penurunan penjualan akan dkut oleh penurunan laba jauh lebh besar dbandngkan dengan prosentase penurunan penjualan. Efsens anggaran baya operasonal dengan tetap menjaga kesembangan antara kebutuhan/kepentngan karyawan dsatu phak dengan kepentngan perusahaan. Upaya-upaya untuk tetap menjaga suasana dan lngkungan kerja kondusf sehngga produktvtas kerja tetap dapat dpertahankan malahan menngkat.

(15)

Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian Tahun 2015 187 V. PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Hasl analss ROIC dengan WACC menunjukkan bahwa tngkat return dar jumlah modal yang dnvestaskan rata pertahun sebesar 36,06% sedangkan tngkat baya modal rata-rata tertmbang sebesar 33,01% pertahun,dengan nla postf.

2. Return On Invesment Capital ( ROIC ), yatu kemampuan modal nvestas dalam menghaslkan laba dar tahun 2010 sampa tahun 2014 terus menerus mengalam penurunan. Konds n dapat dlhat dar hasl perhtungan nla ROIC, pada tahun 2010 sebesar 39,09 %, tahun 2011 (39,27 %), tahun 2012 (36,65 %), tahun 2013 (37,46 %) dan pada tahun 2014 sebesar 27,85 %. Nla ROIC tertngg dcapa pada tahun 2010 dan dengan nla terendah pada tahun 2014 sebesar 27,85 %. Hasl n menunjukkan bahwa kemampuan modal nvestas dalam menghaslkan laba dar tahun 2010 sampa dengan tahun 2014 terus mengalam penurunan, n berart nvestas semakn besar tap kemampuan untuk menghaslkan laba menurun. 3. Dar hasl analss knerja keuangan dengan metode EVA, menunjukkan bahwa rata-rata

knerja keuangan perusahaan dengan menggunakan metode EVA rata-rata pertahun sebesar Rp.39.460.206,- dengan nla postp. Dengan menggunakan pendekatan EVA (EconomicVallue

Added) phak menejemen PT. BPR Maha Bhoga Marga memperhatkan hasl perkembangan

pergerakan nla dar ROIC dan WACC sehngga nla tambah ekonom dar knerja keuangan terus dapat dpantau.

B. Saran-Saran

1. PT. BPR Maha Bhoga Marga d Bal perlu menngkatkan laba,melalu penngkatan knerja penjualan, dengan adanya penngkatan laba perusahaan maka akan dapat berpengaruh postf terhadap penngkatan nla ROIC dan pengendalan resko keuangan.

2. PT. BPR Maha Bhoga Marga d Bal perlu menngkatkan laba dengan menngkatkan efsens baya operasonal perusahaan dan anggaran baya berdasarkan skala prortas terutama pengendalan baya tetap.

3. Pengukuran knerja keuangan perusahaan menggunakan pendekatan dengan metode EVA,selalu berorentas dan fokus terhadap penngkatan nla ROIC dan penurunan WACC. Artnya phak Manajemen PT. BPR Maha Bhoga Marga perlu menggunakan pendekatan EVA (EconomicValue Added) sambl memperhatkan hasl perkembangan nla ROIC dan WACC selama lma tahun sebelumnya dengan memperbak semua aspek keuangan secara menyeluruh.

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, Fasal. 2003. Dasar-dasar Manajemen Keuangan. Malang: UMM. Ambarwat. 2010. Manajemen Keuangan Lanjutan. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Andy, Bangsawan. 2008. Penerapan Knerja Keuangan dengan Metode EVA Pada PT. Kalbe Farma, Tbk. Skrps. Jakarta: Fakultas Ekonom Unverstas Trsakt. Dakses dar webste http://kraya–lmah.Um.ac.d/ndex.php/ contoh- skrps- Economic Vallue Added / vew / 1658 [ 15 februar 2015]

(16)

Agus Setyantoro Imam,2010, Analsas Knerja keuangan perusahaan pada PT. Gudang Garam Tbk. Perode 2003-2010 dengan menggunakan metode EVA.. Perode 2003-2010 dengan menggunakan metode EVA.dengan menggunakan metode EVA.Skripsi pada Manajemen Akuntans Fakultas Ekonom dan Bsns Unverstas Arlangga Surabaya.Dakses dar webste http://buabuzone88.blogspot.com/2009/06/ contoh –proposal – skrps analss knerja keuangan.Dunduh 18 februar 2015.

Arkunto, Suharsm. 2006. Prosedur Suatu Penelitian, Suatu Pendekatan Praktis. Jakarta: Rneka Cpta.

Bangsawan Andy,2010, Analsa Penerapan knerja keuangan dengan metode EVA pada PT. Kalbe Farma Tbk. Perode 2010-2014. Skripsi pada ... M a n a j e m e n Akuntans Fakultas Ekonom dan Bsns Unverstas Brawjaya Malang .www. analsapenerapanknerjakeuangandenganmetode EVA.com, Dunduh 1 Aprl 2015 Bunarto, Julana. 2006. Analisis Economic Value Added (EVA) dan Market Value Added (MVA)

terhadap Profitabilitas Perusahaan-Perusahaan Makanan dan Minuman yang Go Public.

Skrps. Surabaya: Unverstas Krsten Petra. Dakses dar webste http://Julana.blogspot. com/2011/11/analisis Economic Vallue Added (EVA) dan Market Vallue Added (MVA)

terhadap Profitabillitas perusahaan makanan dan minuman yg Go public. Dunduh 3

Aprl 2015

Deanta. 2009. Memahami Pos-Pos dan Angka-Angka Dalam Laporan Keuangan Untuk Orang

Awam. Yogyakarta: Gava Meda.

Dwtayant, Dw. 2005. Analisis Pengaruh Economic Value Added (EVA) terhadap Market Value

Added (MVA) pada Industri Manufaktur di Bursa Efek Jakarta. http://junar.blogspot.

com/2011/11/Analisis Pengaruh Economic Vallue Added (EVA) terhadap Market Vallue

Added ( MVA)

Farah, Margaretha. 2010. Manajemen Keuangan, eds kedua, cetakan kedua. Jakarta: Grameda Wdasarana Indonesa.

Govndarajan, Vjay dan Robert N. Anthony. 2002. Sistem Pengendalian Manajemen. Eds I. Jakarta: Salemba Empat.

Gll, O. James dan Mora, Chatton. 2005. Memahami Laporan Keuangan (Memanfaatkan

Informasi Keuangan Untuk Mengendalikan Bisnis Anda), cetakan ketga. Jakarta: PPM.

Hakm, Rahman.2006. Perbandingan Kinerja Keuangan Perusahaan dengan Metode EVA,

ROA, dan Pengaruhnya terhadap Return Saham pada Perusahaan yang Tergabung dalam Indeks LQ45 di Bursa Efek Jakarta.Skrps. Yogyakarta: Unverstas Islam

Indonesa. Dakses dar webste http://repostory.usu.ac.d/blsteram/123456789/323/4/ chapter%2011.pdf?dunduh 3 Aprl 2015

Harahap, Sofyan Syafr. 2003. Teori Akuntansi. Jakarta: Bum Aksara.

Hendrata, Danel. 2001. Analisis Economic Value Added (EVA) dan Market Value Added (MVA)

sebagai Alat Pengukur Kinerja Perusahaan serta Pengaruhnya terhadap Profitabilitas.

Skrps. Surabaya: Unverstas Krsten Petra. Dakses dar webste http://repostory. wdatawa.ac.d/xmulu/blsteram/handle/123456789/Bab%202.pdf?Sequence Dunduh 8 Aprl 2015

(17)

Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian Tahun 2015 189 Harahap, Sofyan, Syafr. 2010. Analisis Kritis atas Laporan Keuangan, eds kedua, cetakan

keempat. Jakarta: PT. Raja Grafndo Persada.

Harmono. 2009. Manajemen Keuangan yang Berbasis Balanced Scorecard Pendekatan Teori,

Kasus, dan Riset Bisnis, eds pertama, cetakan pertama. Jakarta: Bum Aksara.

Ikatan Akuntan Indonesa. 2004. Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta: Salemba Empat.

Ikatan Akuntan Indonesa. Standar Akuntansi Keuangan, per 01 September 2010. Jakarta: Salemba Empat.

Imam Agus Setyantoro. 2012. Analss Knerja Keuangan Perusahaan Pada PT. Gudang Garam Tbk dengan Menggunakan Metode EVA. Skrps. Jakarta: Fakultas Ekonom Unverstas Gunadarma. Dakses dar Webste http://buabuzone88.blogspot. com/2009/06/contoh-proposl-skrps-analss Knerja Keuangan.dunduh 12 Aprl 2015 Iraman, R.r. 2005. Financial Value Added: Suatu Paradgma dalam Pengukuran Knerja dan Nla

Tambah Perusahaan. Surabaya: Staf Pengajar Sekolah Tngg Ilmu Ekonom Perbanas Surabaya. Dakses dar Webste www.Fnancal Vallue Added.com

Jogyanto.2000. Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Eds II. Yogyakarta: BPFE

Khusnul Khotmah, 2005, Analss Knerja Keuangan Perum Perhutan Unt I Jawa Tengah selama Lma tahun terakhr dar tahun 2005-2010.Skripsi pada Manajemen Akuntans Fakultas Ekonom dan Bsns Unverstas Trsakt Jakarta. Dakses dar webste http:// papers.ssrnn.com./So13/papers.cfm?abstract_d=2345542 dunduh 12 Aprl 2015

Mamduh, M. Hanaf. 2004. Manajemen Keuangan. Yogyakarta: BPFE. Munawr. 2002. Analisis Laporan Keuangan. Yogyakarta: Lberty.

Mamduh, Hanaf, M. 2005. Manajemen Keuangan, eds 2004/2005, cetakan pertama. Yogyakarta: BPFE.

Munawr, S. 2010. Analisa Laporan Keuangan, eds keempat, cetakan kedelapan. Yogyakarta: Lberty.

Nugroho, Bhuono Agung. 2005. Strategi Jitu Memilih Metode Statistik Penelitian dengan SPSS. Yogyakarta: ANDI.

O’Byrne, F. Stephen dan S. Davd Young. 2001. Economic Value Added dan Manajemen

Berdasarkan Nilai Panduan Praktis untuk Implementasi. Jakarta: Salemba Empat.

Prhad. 2009. Analisis Rasio Keuangan, eds kedua, cetakan kedua. Jakarta: PPM.

Ryanto, Bambang. 2001. Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan, eds keempat, cetakan ketujuh. Yogyakarta: BPFE.

Rahayu, Marana Sr. 2010. Analisis Pengaruh EVA dan MVA terhadap Return Saham pada

Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Jakarta. Skrps. Yogyakarta: Unverstas Islam

Indonesa. Dakses dar webste http://karya-lmah,um.ac.d/ndex.php/ Anals Pengaruh EVA. Dunduh 12 Aprl 2015

Rangkut, Freddy. 2001. Teknik Membuat Perencanaan Bisnis dan Analisis Kasus. Cetakan Ketga. Jakarta: Grameda Pustaka Utama.

Sutrsno. 2000. Manajemen Keuangan Teori, Konsep, dan Aplikasi. Eds I. Yogyakarta: Ekonosa.

(18)

Sartono, Agus. 2001. Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi, eds keempat, cetakan pertama. Yogyakarta: BPFE.

Stewart dan Sten. 1993.Ikhtisar Laporan Keuangan Perusahaan. Jakarta: Grameda Pustaka Utama.

Suad, Husnan dan Pudjastut, Enny. 2004. Dasar-dasar Manajemen Keuangan. Yogyakarta: UPP AMP YKPM.

Sundarwat Lus, 2010. Analss Knerja Keuangan Perum Perumnas Regonal V Semarang selama lma tahun terakhr dar tahun 2010-2014.Skripsi pada Manajemen Akuntans Fakultas Ekonom dan Bsns Unverstas Dponegoro Semarang.Daksesn dar webste http:// karya-lmah.um.ac.d/ndex.php/manajemen/artcel/vew/1658 Dunduh 15 Aprl 2015 Syamsuddn, Lukman. 2002. Manajemen Keuangan Perusahaan, eds terbaru, cetakan ketujuh.

Jakarta: Raja Grafndo.

Tandelln, Erduardus. 2001. Pengaruh Investasi dan Manajemen Portofolio. Jurnal Manajemen. Yogyakarta: BPFE UGM. 12

.Tunggal, Amn Wdjaja. 2001. Memahami Konsep Economic Value Added (EVA) dan Value

Based Management (VBM). Harvarndo. 32(2),h: 30-52

Tunggal, Amn, Wdjaja. 2001. Memahami KonsepEconomic Vallue Added(EVA) DanValue

Based Management (VBM). Jakarta: Harvarndo.

T.W. Mula. 2002. Penerapan Konsep EVA sebagai Added Aproach dari Analisis Rasio Keuangan

untuk Mengukur Kinerja PT Gudang Garam Kediri. Jurnal Manajemen dan Akuntans.

28(1),h: 132-234.

Utomo, Lsa, Lnawat. 1999. Economic Value Added sebaga Ukuran Keberhaslan Knerja Manajemen. Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 1 (1): 28 – 42.

Warren, Carl S. dkk. 2000. Prinsip-Prinsip Akuntansi. Jld I. Jakarta: Erlangga.

Wbowo, Lucky Ban. 2005. Pengaruh EVA dan Profitabilitas Perusahaan terhadap Return

Pemegang Saham. Skrps. Yogyakarta: Unverstas Islam Indonesa. Dakses dar

webste http://buabuazone88.blogspot.com/2008/02/contoh-proposal-skrps dunduh 28 Aprl 2015

Wdodo, Eko dan Mswanto. 2000. Manajemen Keuangan I. Jakarta: Gunadarma.

Wnarto, Wahd Wachyu Ad. 2010. Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Return Saham

Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta.Skrps. Semarang:

Unverstas Neger Semarang. Dakses dar webste http://karya-lmah.um.ac.d/ndex. php/manajemen/artcel/vew/3930 dunduh 28 aprl 2015

Warsono. 2003. Manajemen Keuangan Perusahaan, eds ketga, cetakan pertama, jld satu. Malang: Bayu Meda.

Young, S. Davd dan O’ Byrne, Stephen F. 2001.EVA dan Manajemen Berdasarkan Nilai. Jakarta: Salemba Empat.

Zarkasy, M. Wahyudn. 2008. Good Corporate Governance, Pada Badan Usaha Manufaktur,

Gambar

Tabel 1. Perkembangan Laba Bersh Setelah Pajak (EAT)  Pada PT. BPR Maha Bhoga Marga d Bal.PT
Tabel 2 Struktur Modal PT. BPR Maha Bhoga Marga d Bal
Tabel  4,  yakn  data  Nopat  untuk  tahun  2010  s/d  tahun  2014  maka  dapat  dtentukan  sebaga
Tabel 5.   Besarnya ROIC dan WACC Tahun 2010 s/d 2014

Referensi

Dokumen terkait

Economic Value Added sangat relevan untuk mengukur kinerja yang berdasarkan nilai ( value ) karena adalah ukuran nilai tambah ekonomis yang dihasilkan oleh perusahaan

Berdasarkan dari hasil analisis dari Economic Value Added Sebagai alat ukur bank Syariah pada tahun 2013 – 2017, maka Economic Value Added dapat mengukur kinerja

Kemudian pada penelitian ini penulis mencoba melihat bagaimana metode Economic Value Added (EVA) sangat objektif jika diimplementasikan di perusahaan serta bagaimana metode Economic

ANALISIS PENILAIAN KINERJA KEUANGAN DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) DAN FINANCIAL VALUE ADDED (FVA) (Studi Kasus PT... ANALISIS PENILAIAN KINERJA

Dari penjelasan tersebut dapat dikatakan bahwa economic value added (eva) adalah alat untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan, yang mempertimbangkan harapan –

Namun pada penelitian kali ini, akan digunakan metode lain untuk mengukur kinerja keuangan klub sepak bola yaitu menggunakan metode Economic Value Added EVA dan Market Value Added MVA

Berdasarkan dari hasil analisis dan perhitungan Economic Value Added EVA pada PT Bank Muamalat Indonesia Tbk periode 2017-2021 menunjukkan nilai EVA yang positif atau EVA > 0, yang

Skripsi ini menganalisis kinerja keuangan PT Garuda Indonesia Tbk menggunakan metode Economic Value Added (EVA) untuk periode 2015-2020, dengan fokus pada penyebab kenaikan hutang dan efektivitas pengelolaan