• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III TEORI PENUNJANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III TEORI PENUNJANG"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

TEORI PENUNJANG

Untuk menunjang laporan Kerja Praktek ini dibutuhkan beberapa teori - teori penunjang sebagai referensi pratIkan untuk membuat sebuah perancangan dari proyek yang diberikan perusahaan. Teori - teori penunjang yang digunakan yaitu :

3.1 JENIS DAN KARAKTERISTIK BUKU

Begitu banyak jenis buku yang tedapat pada saat ini, dan setiap buku memiliki karakter yang berbeda-beda. Sehingga menjadikan buku-buku tersebut mempunyai ciri khas tersendiri. Berikut beberapa jenis dan karakteristik buku antara lain:

 Novel

Novel adalah sebuah karya fiksi prosa yang tertulis dan naratif, biasanya dalam bentuk cerita. Penulis novel disebut novelis. Kata novel berasal dari bahasa italia novella yang berarti “sebuah kisah, sepotong berita”. Novel lebih panjang (setidaknya 40.000 kata) dan lebih kompleks dari cerpen,dan tidak dibatasi keterbatasan struktural dan metrikal sandiwara atau sajak. Umumnya sebuah novel bercerita tentang tokoh-tokoh dan kelakuan mereka dalam kehidupan sehari-hari, dengan menitik beratkan pada sisi-sisi yang aneh dari naratif tersebut. Novel dalam bahasa Indonesia dibedakan dari roman. Sebuah roman alur ceritanya lebih kompleks dan jumlah pemeran atau tokoh cerita juga lebih banyak.

 Cergam

Arswendo Atmowiloto (1986) mengungkapkan bahwa ceragem sama dengan komik, gambar yang dinarasikan, kisah ilustrasi, picto-fiksi dan lain-lain.

 Komik

Komik adalah suatu bentuk seni yang menggunakan gambar-gambar tidak bergerak yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk jalinan cerita. Biasanya komik dicetak di atas kerta dan dilengkapi dengan teks. Komik dapat

(2)

diterbitkan dalam berbagai bentuk, mulai dari strip dalam koran, dimuat dalam majalah, hingga berbentuk buku tersendiri.

 Terminologi

Di tahun 1996, Will Eisner menerbitkan buku Graphic Storytelling, dimana ia mendefinisikan komik sebagai ”tatanan gambar dan balon kata yang berurutan, dalam sebuah buku komik”. Sebelumnya, di tahun 1986, dalam buku Comics dan Sequential Art, Eisner mendefinisikan teknis dan struktur komik sebagai sequential art, susunan gambar dan kata-kata untuk menceritakan sesuatu atau mendramatisasi suatu ide”.

Dalam buku Understanding Comics (1993) Scott Mc Cloud mendifinisikan seni sequential dan komik sebagai “juxtaposed pictorial and other images in deliberate sequence, intended to convey information and/or to produce an aesthetic response in the viewer”.

Para ahli masih belum sependapat mengenai definisi komik. Sebagian diantarnya berpendapat bahwa bentuk cetaknya perlu ditekankan, yang lain lebih mementingkan kesinambungan image dan teks, dan sebagian lain lebih menekankan sifat kesinambungannya (sequential). Definisi komik sendiri sangat banyak karena itu berkembanglah berbagai istilah baru seperti:

• Picture Stories - Rodolphe Topffer (1845)

• Pictorial Narratives - Frans Masereel and Lynd Ward (1930) • Picture Novella - dengan nama samaran Drake Waller (1950) • Illustories - Charles Biro (1950)

• Picto Fiction – Bill Gaine (1950)

• Sequential Art (graphic novel) – Will Eisner (1978) • Nouvella Manga – Frederic Boilet (2001)

Untuk lingkup nusantara, sebutan tersendiri untuk komik seperti di ungkapkan oleh pengamat budaya Arswendo Atmowiloto (1986) yaitu cerita bergambar atau disingkat menjadi cergam yang dicetuskan oleh seorang komikus Medan bernama Zam Nuldyn sekitar tahun1970. Sementara itu Dr. Seno Gumira Ajidarma (2002), jurnalis dan pengamat komik Mat Romeo (1971) mengiklannya

(3)

dengan kata-kata “disadjikan setjara filmis dan kolosal” yang sangat relevan dengan novel bergambar.

 Ensiklopedi

Ensiklopdia atau ensiklopedi, adalah sejumlah buku yang berisi penjelasan mengenai setiap cabang ilmu pengetahuan yang tersusun menurut abjad atau menurut kategori secra singkat dan padat.

Kata “ensiklopedia” diambil dari bahasa Yunani; enkylios (ἐ γκύκλιος παιδεία) yang berarti sebuah lingkaran atau pengajaran yang lengkap. Maksudnya ensiklopedia itu sebuah pendidikan paripurna yang mencakup semua lingkaran ilmu pengetahuan. Seringkali ensiklopedia dicampurbaurkan dengan kamus dan ensiklopedia-ensiklopedia awal memang berkembang dari kamus. Perbedaan utama antara kamus dan ensiklopedia ialah bahwa sebuah kamus hanya memberikan definisi setiap entri dilihat dari susut pandang linguistik atau hanya memberikan kata-kata sinonim saja, sedangkan sebuah ensiklopedia membrerikan penjelasan secara lebih mendalam dari yang kita cari. Sebuah ensiklopedia mencoba menjelaskan setaiap artikel sebagai sebuah fenomena. Atau lebih singkat: kamus adalah daftar kata-kata yang dijelaskan dengan kata-kata lainnya sedangkan sebuah ensiklopedia adalah sebuah daftar hal-hal yang kadang kala dilengkapi dengan gambar untuk lebih menjelaskan.

 Nomik

Nomik adalah singkatan dari novel komik.

 Antologi

Secara harfiah antologi diturunkan dari kata bahasa Yunani yang berarti “karangan bunga” atau “kumpulan bunga”, adalah sebuah kumpulan dari karya-karya sastra. Awalnya, definisi ini hanya mencakup kumpulan puisi (termasuk syair dan pantun) yang di cetak dalam satu volume. Namun , antologi juga dapat berarti kumpulan karya sastra lain seperti cerita pendek, novel pendek, prosa, dan lain-lain. Dalam pengertian modern, kumpulan karya musik oleh seorang artis, kumpulan cerita yang ditayangkan dalam radio dan televisi juga tergolong

(4)

antologi. KBBI mendefinisikan antologi sebagai kumpulan karya tulis pilihan dari seorang atau beberapa orang pengarang. Antologi dapat pula disebut bunga rampai.

 Dongeng

Dongeng merupakan suatu kisah yang diangkat dari pemikiran fiktif dan kisah nyata, menjadi suatu alur perjalanan hidup dengan pesan moral, yang mengandung makna hidup dan cara berinteraksi dengan makhluk lainya. Dongeng juga merupakan dunia hayalan dan imajinasi, dari pemikiran seseorang yang kemudian di ceritakan secara turun-temurun dari generasi kegenerasi. Dalam satu buku, bisa terdiri atas satu dongeng atau lebih. Sekarang, banyak buku-buku dongeng yang merupakan saduran dan disesuaikan dengan kehidupan masa kini.

 Biografi

Biografi adalah kisah atau keterangan tentang kehidupan seseorang. Sabuah biografi lebih kompleks daripada sekedar dafter tanggal lahir atau mati dan data-data pekerjaan seseorang., biografi juga bercerita tentang perasaan yang terlibat dalam mengalami kejadian-kejadian. Biografi yang ditulis sendiri oleh tokohnya dinamkan autobiografi.

 Catatan Harian (jurnal/diary)

Catatan harian adalah buku yang isinya berdasarkan catatan harian atau catatan harian itu sendiri, misalnya catatan harian Anne Frank. Buku yang dibuat berdasarkan catatan harian misalnya, beraksi di Tengah Badai karya Wiranto.

 Novelet

Cerita tanggung, untuk dikatakan cerpen dia terlalu panjang, untuk dikatakn novel terlalu pendek. Jumlah halaman novelet diperkira berada di antara 40-50- halaman. Namun, batasan ini sangat relatif, tidak mutlak.

(5)

Fotografi berasal dari 2 kata yaitu photo yang berarti cahaya dan graphy yang berarti tulisan atau lukisan. Dalam seni rupa, fotografi adalah proses melukis atau menulis dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adlah kamera.

Karya-karya foto seseorang atau beberapa oarang dapat saja dijadikan buku. Buku jenis ini akan lebih menarik jika disertai keterangan mengenai objeknya. Untuk kepentingan lain, buku fotografi ini bisa juga berisi penjelasan mengenai cra atau strategi untuk menghasilkan foto-foto seperti yang tercetak.

 Karya Ilmiah

Laporan penelitian, disertai, tesis, skripsi, dan sebagainya.

 Tafsir

Tafsir adalah keterangan atau penjelasan tentang ayat-ayat Al-quran agar maksudnya lebih mudah dipahami. Tafsir harfiah berarti tafsir kata demi kata, tafsir mimpi adalah penggunaan ciri-ciri modem untuk menguraikan artimimpi. Buku yang berisi materi tentang hal ini dinamakan buku tafsir.

 Kamus

Kamus adalah buku acuan yang memuat kata dan ungkapan, biasanya disusun menurut abjad berikut keterangan tentang makna, pemakaian, atau terjemahannya. Kamus dapat pula diartikan sebagai buku yang memuat kumpulan istilah atau nama yang disusun menurut abjad beserta penjelasan tentang makana dan pemakainnya (KBBI).

 Panduan

Buku Panduan disebut juga buku petunjuk, misalnya buku tentang cara pemakaian software untuk desain.

(6)

Kumpulan peta yang disatukan dalam bentuk buku. Selain dalam bentuk buku, atlas juga ditemukan dalam bentuk multimedia, misalnya Google Earth. Atlas dapat memuat informasi geografi, batas negara, statistik geopolitik, sosial, agama, serta ekonomi17.

 Ilmiah

Buku yang disusun berdasrkan kaidah keilmiahan. Misalnya, buku yang disusun berdasarkan hasil penelitian dan disampaikan dalam bahasa ilmiah.

 Teks

Sederhananya adalah buku pelajaran, diktat, modul.

 Mewarnai

Buku jenis ini identik dengan buku anak-anak, isinya biasnya berupa garis-garis yang membentuk gambar. Fungsinya, adlah membantu anak-anak untuk belajar mewarnai objek.

 Majalah

Majalah adalah penerbitan berkala yang berisi bermacam-macam artikel dalam subyek yang bervariasi. Majalah bisa diterbitkan mingguan, dwi mingguan atau bulanan. Majalah- majalah yang sudah diterbitkan, memiliki artikel mengenai topik populer yang di tujukan kepada masyarakat umum dan ditulis dengan gaya bahasa yang mudah dimengerti. Pada umumnya standar ukuran majalah adalah A4, letter dan B5, atau F41

3.2 DESAIN LAYOUT BUKU

.

Dalam pembuatan buku, dikenal yang namanya layout/tata letak. Maksudnya ialah suatu usaha atau perbuatan dalam menata dan memadukan

1

Jenis Buku

http://hilmo22.wordpress.com/2008/09/09/my-destiny/

(7)

unsur-unsur komunikasi grafis seperti gambar atau ilustrasi, teks, grafik, tabel, caption, angka, halaman, dan elemen lainnya menjadi suatu media komunikasi visual yang komunikatif dan estetik.

Membuat layout adalah proses merangkaikan unsur-unsur tertentu menjadi susunan yang menyenangkan. Sesuai dengan unsurnya, layout haruslah dirancang dengan cermat. Langkah-langkah yang harus ditempuh adalah berupa penyajian secara visual melalui proses pemikiran yang menghasilkan keputusan-keputusan tentang:

• Gagasan-gagasan, yang kemudian dinyatakan dengan kata-kata. • Unsur-unsur yang akan dipakai.

• Pentingnya hubungan antara gagasan dan unsur secara relatif.

• Urutan penyajian keputusan tersebut di pengaruhi oleh jenis produk yang dipromosikan, jenis konsumen serta tingkat perhatian konsumen terhadap produknya. Hal ini akan mempengaruhi komposisi atau susunan layout.

3.2.1 Bentuk dan Visualisasi Layout  Layout Miniatur

Layout miniatur dibuat lebih kecil dari ukuran sesungguhnya, biasanya dalam skala perbandingan. Keuntungan layout miniatur:

• Merupakan sarana ekonomis untuk menguji berbagai rancangan. • Dikerjakan dengan cepat, perancang bebas berkreasi.

• Dalam proses pembuatannya dapat menimbulkan gagasan-gagasan baru yang lebih baik sebagai alternatif.

 Layout Kasar/sketsa

Layout miniatur yang terbaik yang diperbesar menjadi layout kasar, sebesar ukuran sesungguhnya. Walaupun unsur-unsur divisualkan berupa skets secara kasar dan cepat. Namun penempatan serta ukuran semua unsur haruslah sedemikian tepat sehingga dapat memperjelas pelaksanaannya. Layout kasar dalam pengertiannya lebih sederhana dibandingkan dengan layout miniatur.

(8)

 Layout Komperhensif

Layout komperhensif merupakan layout yang pasti,

memperlihatkan bagaimana bentuk atau wajah akhir sebuah produk. Unsur-unsur tipologi, ilustrasi maupun warna divisualkan secara tepat baik jenis huruf, jenis ilustrasi serta warna yang akan digunakan. Visualisasi layout komperhensif hanya sekedar menunjukkan gambaran impresif atau kesan pandangan sekilas, sehingga orang yang melihat dapat membayangkan bagaimana wujud akhir sebagai produk cetakan. Unsur teks maupun unsur lainnya dalam pembuatan layout komperhensif cukup menggunakkan guntingan majalah atau koran bekas, diharapkan agar hemat biaya. Setelah layout komperhensif disetujui oleh pemesan yang bersangkutan, maka proses selanjutnya adalah pelaksanaan pembuatan gambar kerja (art work).

3.2.2 Unsur-Unsur Dalam layout

Jika data/unsur grafis dan warna yang akan dipakai telah dipastikan sebelumnya maka selanjutnya kita dapat melakukan proses tata letak / layout, namun pekerjaan layout ini memiliki pertimbangan bagi pengembangan tata letak adalah :

• Keseimbangan (balance)

Penataan unsur-unsur untuk mencapai suatu kesan yang menyenangkan untuk dilihat.

• Lawanan (contrast)

Penggunaan ukuran, kepekatan dan warna yang sangat berbeda-beda dalam rangka menarik perhatian.

• Perbandingan (proportion)

Pertalian di antara obyek dan latar belakang keduanya tampak saling berinteraksi.

• Alunan pirsa (gaze-motion)

Penataan judul, illustrasi, naskah dan tanda-tanda identifikasi yang sedemikian rupa dalam rangka pengurutan yang paling egois.

(9)

menunjuk pada usaha menciptakan kesatuan objek, termasuk ruang secara keseluruhan.

3.2.3 Jenis-Jenis Layout • Mondrian

Element layout disusun dan diatur dengan mengisi setiap ruangnya dengan element copywriting dan visual dibuat seimbang.

• Picture Window

Menggunakan komposisi gambar yang mendominasi layout iklan, yang memiliki ruang sekitar 2/3 dengan headline beberapa kalimat dan body copy yang terbatas.

• Copy Heavy

Pola ini memberikan penekanan kepada headline dan body copy yang panjang serta illustrasi yang kecil atau tanpa illustrasi dan subheadline dipakai untuk menghilangkan kebosanan karena banyaknya copy iklan.

• Frame

Pengaturan copy iklan ini dengan illustrasi yang mengelilingi atau mendekap headline dan body copy yang berada di tengah-tengah.

• Circus

Bentuk layout ini tak tersusun dengan rapi sehingga bentuknya menarik dan menghibur, elemen-elemen yang terdapat di dalamnya.

3.2.4 Garida (Grid System)

Grid System dibangun dari garis-garis yang beraturan yang membentuk suatu kesatuan digunakan untuk memecahkan permasalahan penataan elemen- elemen visual dalam sebuah ruang agar terlihat beraturan, harmoni, dan memiliki alur. Grid System digunakan Sebagai perangkat untuk mempermudah menciptakan sebuah komposisi visual. Untuk menjaga konsistensi dalam melakukan repetisi dari sebuah kompisisi yang sudah

(10)

diciptakan. Adapun tujuan utama Grid System untuk menciptakan suatu rancangan yang komunikatif dan memuaskan secara estetik2

3.2.5 Ukuran Standar Buku

.

Sebuah format buku ditentukan oleh ukuran lembaran asli kertas yang digunakan untuk membentuk halaman dan jumlah kali ini dilipat sebelum pemangkasan.

Gambar 1: Contoh ukuran standar buku. Sumber: putrydudul.blogspot.com

Penggunaan Tipografi, Ilustrasi dan Warna  Tipografi

Tipografi adalah seni memilih jenis huruf, dari ratusan jumlah rancangan desain jenis huruf yang tersedia, menggabungkan dengan jenis huruf yang berbeda, menggabungkan sejumlah kata yang sesuai dengan ruang yang tersedia dan menandai naskah untuk proses typesetting, menggunakan ketebalan dan ukuran huruf yang berbeda. Tipografi yang baik mengarah pada keterbacaan dan kemenarikan dan desain huruf tertentu yang dapat menciptakan gaya dan karakter atau menjadi karakteristik subjek yang diiklankan.

Perkembangan tipografi saat ini mengalami perkembangan dari fase penciptaan dengan tangan (hand drawn) hingga mengalami komputerisasi. Fase komputerisasi membuat penggunaan tipografi menjadi lebih mudah dan dalam waktu yang lebih cepat dengan jenis pililhan yang ratusan jumlahnya.

2 Mengenal Grid System,

http://www.satriamultimedia.com/artikel_teori_tentang_layout_desain.html, diakses 01 Desember 2013, jam 21.30 WIB.

(11)

Berikut ini beberapa jenis huruf berdasarkan klasifikasi yang dilakukan James craig, antara lain sebagai berikut:

• Roman

Ciri dari huruf ini adalah memiliki sirip atau kaki yang berbentuk lancip pada ujungnya. Huruf Roman memiliki ketebalan dan ditimbulkan adalah klasik, anggun, lemah gemulai, dan feminin.

• Egyptian

Adalah jenis huruf yang memiliki ciri kaki atau sirip yang berbentuk persegi papan dengan ketebalan yang sama atau hampir sama. Kesan yang ditimbulkan adalah kokoh, kuat, kekar dan stabil.

• Sans Serif

Pengertian sans serif adalah tanda sirip / serif, jadi huruf jenis ini tidak memiliki sirip pada ujung hurufnya dan memiliki ketebalan huruf yang sama. Kesan yang ditimbulkan oleh huruf jenis ini adalah modern kontemporer dan efisien.

• Script

Huruf script menyerupai goresan tangan yang dikerjakan dengan pena, kuas atau pensil tajam biasanya miring ke kanan. Kesan yang ditimbulkan adalah sifat pribadi dan akrab.

• Miscellaneous

Huruf jenis ini merupakan pengembangan dari bentuk-bentuk yang sudah ada. Ditambah hiasan dan ornament atau garis-garis dekoratif. Kesan yang dimiliki adalah dekoratif dan ornamental.

 Ilustrasi

Ilustrasi adalah hasil visualisasi dari suatu tulisan dengan teknik drawing, lukisan, fotografi, atau teknik seni rupa lainnya yang lebih menekankan hubungan subjek denga tulisan yang dimaksud daripada bentuk. Tujuan ilustrasi adalah untuk menerangkan atau menghiasi suatu cerita, tulisan, puisi, atau informasi tertulis lainnya. Diharapkan dengan bantuan visual, tulisan tersebut lebih mudah dicerna.

(12)

Jenis karya seni ilustrasi antara lain:

• Gambar Ilustrasi realis atau Naturalis, yaitu gambar ilustrasi yang memiliki bentuk dan warna sama dengan kenyataan yang ada di dalam tanpa ada pengurangan atau penambahan.

• Gambar Ilustrasi Dekoratif, yaitu gambar ilustrasi yang berfungsi menghiasi atau memperindah sesuatu, bentuknya disederhanakan atau di lebih-lebihkan.

 Warna

Warna juga merupakan unsur yang paling penting dan berpengaruh dalam desain layout. Warna, sebagai unsur visual yang berkaitan dengan bahan yang mendukung keberadaannya ditentukan oleh jenis pigmennya. Kesan yang diterima oleh mata lebih ditentukan oleh cahaya. Menurut Maran L. David dalam bukunya Visual Design in Dress (1987:119) yang dikutip Sulasmi Darmaprawira, menggolongkan warna menjadi dua, yaitu earna eksternal ddan internal. Warna eksternal adalah warna yang bersifak fisika atau faali, sedangkan warna internal adalah warna sebagai persepsi manusia, secara manusia melihat warna kemudian pengolahanya diotak dan cara mengekspresikanya3

Secara visual, warna memiliki kekuatan yang mampu mempengaruhi citra orang yang melihatnya. Masing-masing warna mampu memberikan respon secara psikologis. Molly E. Holzschlag (seperti dikutip Kusrianto, 2007), seorang pakar tentang warna, dalam tulisannya Creating Color Scheme membuat daftar mengenai kemampuan masing-masing warna ketika memberikan respon secara psikologis, seperti warna merah mampu

.

Warna merupakan pelengkap gambar serta mewakili suasana kejiwaan pembuat gambar dalam berkomunikasi. Warna juga merupakan unsur yang sangat tajam untuk menyentuh kepekaan penglihatan sehingga mampu merangsang munculnya rasa haru, sedih, gembira, mood, semangat dan lainnya.

3 Sulasmi Darmaprawira W.A, Warna, Teori dan Kreatifitas Penggunaanya ( Bandung, Penerbt

(13)

memberikan respon yang ditimbulkan kekuatan, bertenaga, kehangatan, nafsu, cinta, agresifitas, bahaya; warna biru menimbulkan kepercayaan, konservatif, keamanan, teknologi, kebersihan, perintah; warna hijau menimbulkan kesan alami, kesehatan, pandangan yang enak, kecemburuan, pembaruan; warna kuning menimbulkan rasa optimis, harapan, filosofi, ketidakjujuran/ kecurangan, pengecut, pengkhianatan; warna ungu menimbulkan spiritual, misteri, keagungan, perubahan, bentuk, galak, arogan; warna orange menimbulkan energi keseimbangan, kehangatan; warna coklat menimbulkan respon dapat dipercaya, nyaman, bertahan; warna abu-abu menimbulkan intelek, futuristik, modis, kesenduan, merusak; dan warna putih menimbulkan rasa bersih, kemurnian/ suci, kecermatan, innocent (tanpa dosa), steril, kematian.

Dalam sebuah layout, warna berpesan untuk menciptakan mood, menarik perhatian, menandai teks atau bagian yang penting, dan mengatur layout. Semua warna akan berkomunikasi dengan baik dan indah jika digunakan pada tempat yang tepat, dengan perpaduan yang tepat pula.

Menurut Sigit Santoso, ilustrasi berasal dari kata Latin illustre yang artinya menerangkan. Ilustrasi dapat berupa gambar, simbol, relief, atau musik yang bertujuan untuk mengkomunikasikan atau menjelaskan sesuatu. Menurut Simmon Jennings dalam bukunya yang berjudul ”The Complete Guide to Advanced Illustration and Design”, ilustrasi memiliki tiga fungsi, yaitu ilustrasi sebagai informasi, ilustrasi sebagai dekorasi, dan ilustrasi sebagai komentar.

3.2.6 Anatomi Buku

Kata anatomi yang berasal dari bahasa Yunani, anatomia dari anatemnein, yang berarti memotong. Merupakan cabang ilmu biologi yang berhubungan dengan struktur organisasi makhluk hidup. Lalu kalau dihubungkan dengan buku, maka anatomi buku berhubungan dengan struktur dan organisasi buku. Dengan kata lain, anatomi buku berarti bagian-bagian dari buku. Dengan demikian, mengenal anatomi buku berarti mengenal bagian- bagian dari buku.

(14)

Menurut Dr.k.Satya Murthy dalam bukunya “How to write a book” bagian dari buku adalah judul, kata pengantar, prakarta, daftar isi, bab, appendix, glossary, bibliography dan index. Menyatakan bahwa buku yang lengkap terdiri atas empat bagian, yaitu sampul (cover), pendahulu (preliminaries), isi (text matter) dan penyudah (postliminaries).

 Cover (sampul)

Sampul sangat penting untuk menarik minat pembeli. John Cremer dalam Putra (2007:46) menyebutkan “You sell a book by its cover”. Orang kadang timbul minat membeli buku dengan melihat halaman sampulnya. Kalau amati buku-buku yang beredar di toko-toko buku sekarang, maka tampilan sampulnya sangat bervariasi dan menarik. Hal itu semuanya bertujuan untuk menarik daya minat pembeli agar membeli buku tersebut. Selanjutnya kalau kita perhatikan cover (sampul) buku, maka umumnya cover buku terdiri atas tiga baian pokok, yaitu sampul depan, punggung buku, dan sampul belakang.

 Sampul Depan

Sampul depan buku biasanya terdiri dari judul, nama penulis, penerbit dan edisi. Bagian yang penting dari sampul buku adalah judul buku. Judul buku memegang peranan penting karena menggambarkan sekilas isi buku. Judul berarti nama yang diberikan untuk menunjukkan sebuah buku. Judul terdiri atas tiga jenis, yaitu judul umum, judul bab dan sub-bab. Judul umum tampak pada halaman sampul. Judul bab umumnya dapat dilihat dalam buku.

 Punggung Buku

Punggung buku terdiri atas judul buku, nama penulis dan logo penerbit. Penulis tidak perlu membuatnya karena penerbitlah yang akan membuatnya.

 Sampul Belakang

Sampul belakang buku berisi synopsis, logo dan nama penerbit dan barcode. Bagian yang cukup penting dari sampul belakang adalah synopsis. Synopsis berasal dari bahasa yunani sin + oftalmos. Sin secara

(15)

harfiah berarti bersama-sama, sekilas, selayang pandang dan oftalmos berarti mata atau penghilatan. Jadi synopsis berarti sekali (sekilas) melihat (membaca) buku teks, orang langsung tahu isi secara keseluruhan.

 Preliminaries

Preliminaries berisi halaman judul, halaman copyright, halaman persembahan, kata pengantar, prakarta (jika ada), dan daftar isi, daftar table (jika ada), daftar gambar (jika ada), dan daftar istilah (jika ada). Berikut ini adalah penjelasan singkat tentang bagian-bagian dari preliminaries.

• Halaman Judul

Halaman judul memuat judul, nama penulis dan logo penerbit. • Halaman Copyright

• Halaman Persembahan/dedikasi • Kata Pengantar

Kata pengantar biasanya disusun oleh penulis sendiri. Didalam kata pengantar penulis menyajikan tujuan penulisan buku, pokok pikiran buku, dan method yang digunakan. Kata pengantar merupakan kunci bagi para pembaca untuk memahami ruang lingkup dan ciri karya penulis.

• Prakarta (jika ada)

Kebanyakan buku memiliki prakarta. Tujuan prakarta adalah untuk memperkenalkan buku dengan pengarang oleh orang lain yang tidak secara langsung berhubungan dengan buku tersebut. • Daftar Isi

Semua buku memiliki daftar isi. Tujuan daftar isi adalah menunjukkan sekilas apa yang ada di dalam buku. Didalam daftar isi, pengarang menyajikan semua bab, sub-bab.

• Daftar Tabel (jika ada) • Daftar Gambar (jika ada) • Daftar Singkatan (jika ada)  Text Matter

(16)

• Pendahuluan (introduction)

• Judul bab, sub-bab, dan subsub-bab

Bab menurut leksikografi didefinisikan sebagai pembagian utama buku.

• Tujuan pembelajaran, khusus buku teks untuk sekolah dan perguruan tinggi.

• Penomoran bab, sub-bab, dan subsub-bab.  Postliminaries

Bagian penudah berisi daftar isi, daftar istilah dan index. • Daftar Pustaka

Daftar isi merupakan daftar buku yang dirujuk oleh penulis. • Daftar Istilah (glosarium)

3.3 MEDIA PUBLIKASI BUKU

Publikasi adalah sebuah istilah teknis dalam konteks hukum dan utama dalam hukum hak cipta. Seorang penulis umumnya adalah pemilik awal dari suatu hak cipta bagi pekerjaannya. Suatu hak cipta diberikan bagi penulis atas karyanya, dimana hal itu merupakan hak ekslusif yang diberikan untuk mempublikasikan hasil karyanya.

Internet sudah tidak lagi menjadi sebuah barang mewah. Internet sudah menjadi sebuah kebutuhan pokok, hak asasi, dan sebuah bagian dari gaya hidup. Internet menyediakan akses informasi yang tidak terbatas dan relatif murah. Namun, banyak pengguna yang tidak menggunakan internet dengan cerdas. Cerdas disini mengacu pada penggunaan internet yang tepat guna, sehat, baik dari segi koten, produsen dan konsumen.

Situs pesta buku jakarta mengutip data dari UNDP, mengatakan bahwa minat baca masyarakat indonesia termasuk rendah di Asean.

Meski hal ini mendapat bantahan dari Teuku Syamsul Bahri, Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat Baca Perpustakaan Nasional RI, serta Mudin Em, pustakawan forum Indonesia Member yang mengatakan

(17)

bahwa minat baca Indonesia termasuk tinggi hanya terhalang oleh ketiadaan atau minimnya fasilitas, sarana prasarana terkait. Bantahan tersebut seakan diamini oleh sebuah provider yang pada tanggal 8 Maret 2011 meluncurkan program palikasi rental toko buku digital dengan menggandeng beberapa penerbit. Dengan ketersedian teknologi maka akses terhadap materi publikasi mudah di dapatkan.

“Gaya hidup urban dengan tingkat mobilitas yang tinggi seakan ditunjang dengan kehidupan internet semakin meruntuhkan dominasi media publikasi cetak. Distribusi media cetak terkendala faktor geografis, sementara internet meruntuhkan batas-batas tradisonal itu”.

Ada beragam media publikasi digital antara lain: buku elektronik, jurnal, koran, dan lain sebagainya. Ada beberapa hal yang menjadi kelebihan media digital:

• Ruang adan Waktu. Penggunaan media digital baik e-book, e-jurnal tentu akan sangat menghemat ruang, kita tidak perlu membawa buku-buku tebal yang berat, yang susah mau dibawa dan dibaca setiap saat. Dengan bentuknya yang digital, pengguna tinggal menyimpan dalam bentuk mass storage device, baik usb flasdisk, microSD, laptop, atau handphone, dan kemudian bisa membacanya kapan saja.

• Aksesibilitas. Dengan bertumpu pada format digital dan ditopang infrastruktur internet, maka pengguna bisa mengakses file media digital kapan saja dan dimana saja, dan melalui perangkat apa saja.

• Simplisitas. Simpel dan mudah dibawa, ditransfer ke perangkat apapun. • Cost dan harga jual yang lebih terjangkau. Cost disini meliputi biaya

produksi/cetak, perawatan, distribusi, dan lain-lain.

• Menggalakkan gerakan Go Green. Dengan isu global warming yang kuat saat ini dan kita rasakan dampaknya di berbagai belahan dunia, salah satunya anomali cuaca, banjir, dan lain sebagainya, seharusnya menyadarkan kita untuk semakin mencintai lingkungan kita.

Gambar

Gambar 1: Contoh ukuran standar buku. Sumber: putrydudul.blogspot.com
Ilustrasi adalah hasil visualisasi dari suatu tulisan dengan teknik  drawing, lukisan, fotografi, atau teknik seni rupa lainnya yang lebih  menekankan hubungan subjek denga tulisan yang dimaksud daripada bentuk

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mempersiapkan tablet hisap dengan variasi bahan pengikat polivinilpirolidon (PVP), sehingga dihasilkan formula yang memenuhi syarat

Terima kasih Tuhan telah menjadikan perempuan sebagai penolong kami yang sepadan.. Kami menyaksikan mereka menjadi pengajar, rekan dan

Kegiatan Pembelajaran MENGAMATI  Mengamati tayangan video tentang keberagaman sosial budaya di masyarakat  Mengamati gambar iklan media cetak dan elektronik  Mengamati torso

Nilai Ketakteraturan Total Sisi dari Graf Matahari; Tanti Windartini, 080210191031; 2012: 70 halaman; Program Studi Pendidikan Matematika, Ju- rusan Pendidikan Matematika dan

Dari hasil pengamatan dapat diketahui bahwa jenis kegiatan yang termasuk dalam dana peningkatan kesejahteraan anggota pada Primkoppolresta Surakarta yaitu dana sosial

Proyek EAST yang dilaksanakan selama empat tahun bertujuan untuk mempromosikan pekerjaan yang layak bagi kaum muda dan penghapusan pekerja anak, melalui pemberian paket

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran dan luasan vegetasi hutan mangrove, dan menentukan tingkat kerapatan atau kesehatan vegetasi mangrove menggunakan indeks

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca melalui penerapan metode Iqro’ dan khususnya untuk mengetahui peningkatan keterampilan siswa membaca