BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Tempe adalah makanan yang populer di negara kita. Meskipun merupakan makanan yang sederhana, tetapi tempe mempunyai atau mengandung sumber
protein nabati yang cukup tinggi. Tempe adalah makanan yang dibuat dari fermentasi terhadap biji kacang kedelai. Pembuatan tempe tentunya terdapat bahan baku berupa kacang kedelai harus dicuci dan dikeringkan terlebih dahulu
sebelum akan difermentasikan.
Proses pencucian kacang kedelai masih dilakukan secara manual dengan
posisi membungkuk. Pada proses ini karyawan merasakan sakit pada tulang belakang karena berulang kali (repetitif) mencuci kacang kedelai yang beratnya lebih dari 20 kg di bak pencucian. Hal ini diketahui melalui proses wawancara.
Apabila dibiarkan terus-menerus, maka akan berpotensi menimbulkan gejala muskoloskeletal.
Keluhan muskoloskeletal adalah keluhan pada bagian-bagian otot skeletal yang dirasakan oleh seseorang mulai dari keluhan yang sangat ringan sampai sangat sakit. Apabila otot menerima beban statis secara berulang dalam jangka
waktu yang lama akan dapat menyebabkan keluhan berupa kerusakan pada sendi, ligamen dan tendon. Keluhan inilah yang biasanya disebut sebagai
dialami oleh semua pekerja yang banyak menggunakan tenaga fisik serta bekerja
dengan posisi janggal dan statis (Susianingsih, dkk, 2014).
Dengan melihat kondisi tersebut, maka dirancanglah mesin pencuci dan
peniris kacang kedelai yang diharapkan dapat mempermudah dan mempercepat proses tersebut agar dapat meningkatkan efisiensi kerja dengan harapan mesin dapat mencapai efisiensi tinggi berupa hasil kacang kedelai yang bersih dan
higienis tanpa menimbulkan sakit pada tulang belakang (musculoskletal disorder). Konsep rancangan mesin pencuci dan peniris kacang kedelai ini berawal dari cara
pencucian secara manual yang kemudian diaplikasikan menjadi suatu mesin dengan gerakan yang hampir sama secara konstan dan kontinu.
1.2. Rumusan Permasalahan
Permasalahan pada penelitiaan ini adalah:
1. Pencucian dan penirisan kacang kedelai yang dilakukan dengan posisi membungkuk secara repetitif merupakan aktivitas yang tidak ergonomis sehingga operator merasakan sakit pada tulang belakang (musculoskletal disorders).
2. Analisa alat yang ergonomis untuk membantu mengurangi sakit pada tulan
1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian
Tujuan dari penelitian ini terdiri dari tujuan umum dan tujuan khusus, yaitu:
1. Tujuan Umum
a. Merancang mesin pencuci dan peniris kacang kedelai yang ergonomis pada UKM pembuatan tempe sesuai dengan prinsip antropometri.
b. Meningkatkan produksi pembuatan tempe dengan adanya desain alat yang lebih ergonomis.
c. Menilai keluhan operator pada sakit tulang belakang sebelum dan sesudah dilakukan perancangan.
2. Tujuan Khusus
a. Menganalisis beban postur kerja pada produksi pembuatan tempe di stasiun pencucian dan penirisan kacang kedelai
b. Menganalisis sakit pada tulang belakang (mucsculoskletal disorders) pekerja pencucian dan penirisan kacang kedelai pada UMKM Cinta Rakyat.
Dalam melakukan penelitian ini, ada beberapa manfaat yang diperoleh adalah:
a. Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan referensi dan refleksi dalam
meningkatkan produktivitas perusahaan yang dilihat dari perancangan yang ergonomis berupa alat pencuci dan peniris kacang kedelai.
b. Memberikan kontribusi untuk memperluas kajian ilmu Ergonomi di Teknik Industri yang menyangkut perbaikan metode kerja dan perancangan.
2. Manfaat Praktis
Menambah pengetahuan, wawasan dan pengalaman dengan membandingkan
antara teori yang diperoleh penulis selama perkuliahan dengan praktek yang dilaksanaan di perusahaan.
1.4. Sistematika Penulisan
Bab I Pendahuluan meliputi latar belakang, rumusan masalah, tujuan dan
manfaat penelitian serta sistematika penulisan laporam.
Bab II Tinjauan Pustaka meliputi landasan teori yang berisikan pengertian ergonomi, postur kerja, antropometri, dan teori-teori dari penelitian dan jurnal.
Bab III Gambaran Umum Perusahaan meliputi hal-hal yang diteliti menyangkut sejarah singkat perusahaan, struktur organisasi dan kegiatan-kegiatan
usaha perusahaan.
analisis, hipotesis, kerangka berpikir (kerangka konseptual), dan. definesi
variabel.
Bab V Pengumpulan dan Pengolahan Data meliputi cara pengambilan data
dengan penyebaran kuesioner SNQ, pengumpulan data postur kerja dan pengolahan data.
Bab VI Aanalisis meliputi analisis kuesioner dan pengolahan data untuk
mendapatkan perancangan.
Bab VI Kesimpulan dan Saran meliputi kesimpulan dari penelitian ini