PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Diangkatnya tema pada penulisan makalah ini disebabkan
karena telah banyaknya penyakit yang timbul akibat penggunaan
zat aditif. Serta mengemukakan teknologi yang telah berkembang
pesat, terutama pada sistem pencernaan manusia sendiri.
B. TUJUAN PENULISAN
Penulisan makalah ini bertujuan menyadarkan masyarakat
bahwa penggunaan zat aditif itu sangat berbahaya untuk kesehatan
tubuh manusia. Terutama untuk penggunaan zat aditif yang sudah
sangat berlebihan, akan memberikan dampak yang lebih berbahaya
juga. Makalah ini ditulis juga untuk berbagi informasi tentang
berbagai macam teknologi yang telah berkembang di bidang
kesehatan.
C. BATASAN MASALAH
Agar pembahasan makalah ini tidak menyimpang, saya
membuat batasan seperti yang telah tertulis pada judul makalah
saya :
1. Pembahasan tentang pengaruh dan bahayanya zat aditif
hanya akan difokuskan pada pengaruhnya terhadap sistem
pencernaan manusia
A. DEFINISI
1. SISTEM PENCERNAAN PADA MANUSIA
Sistem pencernaan merupakan sistem yang memproses mengubah makanan dan menyerap sari makanan yang berupa nutrisi – nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Sistem pencernaan juga akan memecah molekul makanan yang kompleks menjadi molekul yang sederhana dengan bantuan enzim, sehingga dapat dengan mudah dicerna oleh tubuh.
Organ yang berperan dalam sistem pencernaan manusia hampir sama dengan organ yang terlibat dalam sistem pencernaan hewan lain. Diantaranya seperti mulut, lambung, usus, dan mengeluarkan kotoran atau sisa – sisa metabolisme melalui anus.
Pada sistem pencernaan manusia terbagi atas 4 tahapan pengolahan makanan. Yang pertama ingesti yaitu tindakan memasukkan makanan ke dalam mulut. Ingesti disebut pula dengan istilah penelanan. Yang kedua digesti atau dikenal dengan pencernaan. Digesti merupakan proses perombakan makanan menjadi molekul – molekul yang sederhana sehingga dapat dengan mudah diserap oleh tubuh.
Digesti dibedakan menjadi dua, yakni yang secara kimiawi dan mekanis. Digesti kimiawi merupakan proses pencernaan dengan melibatkan enzim – enzim yang ada pada tubuh, sedangkan digesti mekanis merupakan proses pencernaan yang dilakukan oleh gigi dan lidah serta gerakan otot – otot esofagus dan otot lambung. Setelah makanan diubah menjadi molekul – molekul yang lebih sederhana, selanjutnya makanan memasuki tahapan yang ketiga yaitu absorpsi. Pada tahapan ini, zat – zat makanan diserap oleh usus halus dan memasuki sirkulasi darah. Makanan yang telah diserap sari – sari makanannya meninggalkan sisa metabolisme yang tidak dapat diserap oleh tubuh, misalnya selulosa. Sisa makanan tersebut yang akan masuk ke tahapan terakhir, yaitu egesti. Pada tahap ini, sisa makanan bercampur dengan sel – sel mati yang berasal dari organ pencernaan serta bakteri tertentu, yang pada akhirnya dikeluarkan oleh tubuh berupa feses melalui anus.
2. ZAT ADITIF MAKANAN
Zat aditif merupakan bahan tambahan yang diberikan pada makanan guna untuk mengubah bentuk, warna, serta rasa alami pada makanan. Zat aditif dapat berupa bahan pengawet, bahan pewarna, bahan penyedap, dan juga bahan pemanis.
tidak mencukupi lagi. Oleh karena itu, industri makanan memproduksi makanan yang memakai zat aditif buatan (sintesis). Bahan baku pembuatannya adalah zat – zat kimia yang kemudian direaksikan. Zat aditif sintesis yang berlebihan dapat menimbulkan beberapa efek seperti : gatal – gatal, dan malah memicu terjadinya kanker
a. Bahan Pengawet
Bahan pengawet merupakan zat aditif yang berguna untuk mencegah atau memperlambat fermentasi, penguraian, dan pengasaman pada makanan yang disebabkan oleh bakteri atau mikroorganisme lain.
Contoh – contoh bahan pengawet alami antara lain : garam dapur, bawang merah, dan asam cuka. Sedangkan bahan pengawet sintesis antara lain : natrium benzoat dan asam benzoat, natrium nitrit dan natrium nitrat, asam propionat, dan asam sorbat.
b. Bahan Pewarna
Bahan pewarna merupakan bahan yang dapat memberi warna pada makanan, sehingga makanan tersebut terlihat lebih menarik atau menghilangkan kesan pucat pada warna asli makanan.
Contoh – contoh bahan pewarna alami antara lain : kunyit, pandan, angkak, daun suji, coklat, wortel, dan karamel. Sedangkan bahan pewarna sintesis antara lain : tartrazin, FCF, eritrosin, dan karmoisin.
c. Bahan Penyedap
Bahan penyedap biasanya digunakan untuk memperkuat atau mempertegas rasa yang ada pada makanan, tidak jarang bahan penyedap ini juga memberi bau yang enak terhadap makanan.
Contoh – contoh bahan penyedap alami antara lain : garam dapur, bawang, cabai, cengkeh, jahe, dll. Sedangkan bahan penyedap sintesis antara lain : MSG, asam cuka, amil asetat, benzaldehida, dll.
d. Bahan Pemanis
Contoh – contoh bahan pemanis alami antara lain : gula pasir, gula aren, gula jawa, dan madu. Sedangkan bahan pemanis sintesis antara lain : sakarin, aspartam, asesulfam, siklamat, sorbitol, dan dulsin.
3. TEKNOLOGI DI BIDANG KESEHATAN
Teknologi pada masa sekarang ini sudah banyak jauh berkembang. Terutama teknologi pada bidang kesehatan. Para ahli medis saat ini sudah merasa sangat dimudahkan dalam melakukan tugas mereka karena semakin majunya teknologi yang mendukung dalam bidang medis.
Berikut peranan – peranan yang diberikan teknologi informasi dalam dunia medis
a. Komputer digunakan untuk mencatat rekam medis pasien secara elektronis
b. CT Scan (Computer Tomography) adalah peralatan yang mampu memotret bagian dalam tubuh seseorang tanpa harus dilakukan pembedahan.
c. Mycin digunakan untuk membantu juru medis mendiagnosis penyakit darah yang cepat menular dan kemudian dapat memberikan obat yang sesuai.
d. USG adalah suatu alat dalam dunia kedokteran yang memanfaatkan gelombang ultrasonik, yaitu gelombang suara yang memiliki frekuensi yang tinggi (250 – 2000 kHz) yang hasilnya akan ditampilkan dalam layar monitor.
B. PENYAKIT PADA SISTEM PENCERNAAN AKIBAT ZAT
ADITIF MAKANAN
1. DIARE
Diare merupakan sebuah penyakit di mana feses berubah menjadi lembek atau cair yang biasanya terjadi paling sedikit 3 kali dalam 24 jam.
a. Penyebab
Memakan makanan yang mengandung rasa pedas, asam, bersantan, atau bahan bahan yang mengandung bahan kimia secara berlebihan, dapat menyebabkan usus kaget. Hal ini terjadi ketika cairan yang tidak mencukupi diserap oleh usus besar. Sebagai bagian dari proses digesti, atau karena masukan cairan, makanan tercampur dengan sejumlah besar air. Oleh karena itu makanan yang dicerna terdiri dari cairan sebelum mencapai penyerapan di usus besar sehingga usus besar tidak dapat menyerap air dalam jumlah yang seharusnya dan akhirnya menghasilkan feses yang berair.
Diare kebanyakan disebabkan oleh beberapa infeksi virus dan seringkali juga akibat dari racun bakteria. Dalam kondisi hidup yang bersih dan dengan makanan yang mencukupi gizi serta air yang cukup, pasien yang sehat biasanya sembuh dari infeksi virus umum dalam beberapa hari.
Penyebab lain diare adalah intoleransi laktosa. Intoleransi laktosa yaitu ketidakmampuan tubuh untuk mencerna zat laktosa yang ada pada makanan. Hal ini terjadi akibat usus halus kekurangan enzim laktase. Laktosa ini biasanya ditemukan pada susu kemasan atau seluruh produk makanan yang mengandung susu.
b. Gejala
Sakit perut, mual dan muntah, BAB secara terus menerus, Nafsu makan berkurang, demam tinggi, tidak jarang ada darah pada feses, dan gejala lainnya seperti pegal pada bagian pinggang, dan perut berbunyi.
c. Pencegahan dan Penyembuhan
asam secara bersamaan dan berlebihan. Tidak memakan makanan yang banyak mengandung bahan kimia seperti pemanis, pewarna dan penyedap buatan. Yang terakhir adalah dengan terus mencuci tangan sebelum dan sesudah makan atau sesudah melakukan aktivitas tertentu.
Penyembuhan diare dengan memeberikan air putih kepada si penderita diare untuk menggantikan cairan tubuh yang sudah banyak keluar, sebanyak 2 jam sekali. Cara lainnya dengan memberikan cairan oralit secara teratur untuk menghentikan diare si penderita.
2. MUNTABER
Munteber atau Vibrio Parahaemolyticus Enteritis adalah keadaan di mana seseorang menderita muntah – muntah disertai BAB berkali – kali. Kejadian ini dapat berulang 3 sampai 10 kali dalam sehari. Terjadi perubahan bentuk dan konsistensi dari feses, mencair, yang kadang juga mengandung darah atau lendir. Jika penyakit ini hanya dibiarkan atau tidak diberikan tindakan lanjut, maka penyakit ini dapat membahayakan jiwa penderitanya.
a. Penyebab
Dapat disebabkan oleh adanya peradangan pada usus yang disebabkan oleh bakteri atau parasit lain seperti protozoa, cacing, dan jamur. Selain itu, muntaber juga dapat disebabkan oleh keracunan makanan yang disebabkan bahan kimia ataupun bakteri serta kurang gizi.
Dimulai dari menjaga kebersihan lingkungan dan makanan. Biasakan mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan suatu aktivitas.
Penderita muntaber sebaiknya menghindari makanan yang mengandung rasa pedas, makanan yang terlalu berserat, berkafein, berasa asam, makanan atau minuman yang dingin, makanan manis, dan gorengan.
Cara mengobati penderita diare dapat dengan memberikan obat – obatan radisional yang tidak mengandung bahan kimia. Seperti ramuan bawang putih atau dengan memberikan jahe.
3. KANKER USUS
abnormal ini dapar terjadi di mana saja di bagian tubuh kita. Beberapa jenis kanker adalah : kanker payudara, kanker mulut atau keronkongan, kanker paru – paru, kanker usus, dll.
a. Penyebab
Kanker biasanya disebabkan dari berbagai sumber, namun sumber yang paling sering menimbulkan kanker berasal dari makanan. Sering akibat makanan yang salah, kanker usus mulai terjadi dan menyebar. Makanan yang kurang serat nabati akan menyebabkan proses pencernaan menjadi kurang sehat. Makanan yang terlalu banyak mengandung lemak, protein kolestrol, makanan yang mengandung kalori tinggi namun tidak diiringi dengan memakan makanan serat, bisa menimbulkan kanker usus, dan yang lebih utama dengan memakan makanan yang banyak mengandung zat – zat kimia atau menggunakan bahan – bahan aditif terutama penyedap. Hal – hal tersebut yang merupakan penyebab utama terjadinya kanker usus.
Dengan kata lain, ketika semakin banyak zat yang berbahaya masuk ke dalam tubuh, maka usus akan kesulitan memprosesnya. Sehingga semua zat berbahaya tadi akan terus mengendap sehingga akhirnya usus tidak dapat mentolerir dan timbullah sel kanker.
b. Gejala
Gejala awal bagi penderita kanker usus terjadi pada proses buang air. Si penderita akan merasakan nyeri saat hendak BAB. Rasa sakit yang terjadi memang akibat adanya gesekan antara permukaan dinding usus yang ditumbuhi kanker, dan tidak jarang akan mengeluarkan darah. Apabila penyakit ini sampai pada tahap kronis, si penderita bisa saja tidak dapat melakukan BAB. Hal ini dikarenakan jalur untuk mengeluarkan kotoran sudah tertutup oleh sel kanker yang terus membesar.
Gejala lainnya seperti : perut akan terus – menerus terasa kembung dan tegang, dan terjadinya diare. Seluruh gejala tersebut pada akhirnya akan membuat si penderita kehilangan bobot badannya secara drastis.
c. Pencegahan dan Penanganan
Penyakit kanker ini dapat dihindari dengan cara menjaga kualitas makanan. Menghindari memakan makanan yang berkolestrol tinggi dan yang mengandung bahan kimia aditif. Pencegahan ini bukan hanya berlaku untuk menghindari kanker usus saja, melainkan untuk menghindari semua jenis kanker.
Penanganan bagi si penderita kanker dengan melakukan operasi untuk pengangkatan sel kanker yang terlanjur tumbuh di bagian tubuhnya. Penderita kanker usus akan dibedah ususnya dengan menyayat bagian perut dan akan membuang bagian usus yang telah ditumbuhi sel kanker, dan nantinya usus akan disambung lagi.
Gastritis merupakan peradangan atau iritasi pada lapisan perut yang dapat menyebabkan rasa sakit perut yang parah. Peradangan ini disebabkan karena erosi pelindung pada lapisan lambung.
a. Penyebab
Penyakit ini dapat dipicu akibat infeksi bakteri yang berasal dari minuman keras (alkohol). Selain itu, gastritis dapat juga diakibatkan oleh memakan makanan yang mengandung kadar asam yang tinggi (makanan bercuka atau buah – buahan yang terlalu asam), makanan yang terlalu pedas, makanan atau antara lain : nyeri pada perut, mual, muntah, gangguan pada pencernaan, perut terasa kembung, kehilangan nafsu makan, feses berwarna hitam, dan berat badan menurun drastis. Penderita mungkin juga akan merasakan panas pada bagian dalam perut pada malam hari atau saat makan.
c. Pengobatan
Pengobatan awal gastritis dapat dilakukan dengan menjaga kualitas makanan dan mengurangi sedikit demi sedikit konsumsi makanan yang mengandung asam tinggi dan bahan kimia, serta menghentikan konsumsi alkohol. Gastritis akut yang terjadi akibat infeksi bakeri dapat diobati dengan pemberian antibiotik.
5. TUKAK LAMBUNG
Tukak lambung adalah luka pada lapisan bagian dalam dari lambung yang mengakibatkan timbulnya rasa nyeri di saluran pencernaan.
a. Penyebab
Penyebab langsung tukak lambung adalah adanya kerusakan pada mukosa lambung yang normalnya ada di dalam lambung pada proporsi tertentu. Selain itu, diakibatkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori.
Cedera pada permukaan mukosa lambung dan lemahnya pertahanan pada mukosa lambung akan menyebabkan mudahnya terjadi tukak lambung. Selain itu, akibat sekresi asam yang berlebihan, faktor genetik, dan stress juga termasuk terjadinya tukak lambung. Penggunaan obat – obatan, konsumsi alkohol, makanan yang mengandung zat kimia juga merupakan hal yang akan menyebabkan kerusakan pada mukosa lambung dan akhirnya terjadi tukak lambung.
b. Gejala
bawah tulang dada. Gejala lainnya adalah kehilangan nafsu makan sehingga berat badan menurun. Selain itu, penderita juga mengalami muntah, feses berwarna kehitaman, dan adanya darah tiap buang air.
c. Pengobatan
Penderita biasanya akan diberikan obat semacam antibiotik. Pengobatan juga dapat dilakukan dengan menghindari makanan yang terlalu asam, pedas, atau mengandung zat kimia, jangan sampai perut dalam keadaan kosong, dan hindari stress. Hentikan konsumsi alkohol dan rokok.
6. HEPATITIS
Hepatitis merupakan penyakit yang diakibatkan oleh peradangan pada hati karena toxin, seperti kimia atau obat ataupun agen penyebab infeksi.
a. Penyebab
Hepatitis biasanya terjadi akibat infeksi virus. Pada hepatitis yang non infeksi, radang yang terjadi pada hati biasanya akibat bahan kimia, obat – obatan, dan alkohol.
b. Gejala
Gejala yang dialami penderita antara lain : demam, mual dan muntah, nafsu makan berkurang, mudah lelah, warna kulit atau mata berubah menjadi kuning, urin berwarna kecoklatan seperti the, sering didapatkan pembesaran pada organ hati, dan nyeri perut kanan atas saat dilakukan pemeriksaan fisik.
c. Pencegahan
Pencegahan awal adalah dengan menjaga kesehatan makanan, dan tentunya berhenti menggunakan obat – obatan dan konsumsi alkohol. Jika hepatitis tersebut diakibatkan oleh infeksi virus, maka pencegahannya dapat dengan memberikan vaksin.
7. APENDIKSITIS
Apendiksitis atau radang usus buntu merupakan kondisi di mana apendiks atau usus buntu membengkak dan terisi oleh nanah.
a. Penyebab
Dapat diakibatkan karena pola makan yang buruk, sering menunda lapar terlalu lama, susah buang air besar, terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung bahan penyedap yang berlebihan, dan makanan yang pedas, asam dan asin yang terlalu tinggi.
bakteri yang mungkin terdapat pada makanan, atau kebersihan lingkungan yang tidak terjaga.
b. Gejala
Gejala apediksitis dimulai dari nyeri dan gatal yang ada di sekitar perut dan menjalar ke perut bagian kanan bawah dan lama – kelamaan rasa nyeri akan semakin terasa. Selanjutnya akan timbul rasa kebas ketika perut bagian bawah ditekan dan tekanan tersebut dilepas dengan cepat, kemudian adanya rasa nyeri yang sangat sakit ketika batuk atau membuat gerakan.
Gejala lainnya seperti mual, muntah, hilang nafsu makan, demam ringan, konstipasi, susah buang angin, diare, dan bengkak di daerah perut.
c. Pencegahan
Biasanya, jika sudah timbul gejala – gejala seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, penderita apendiksitis dianjurkan melakukan operasi. Operasi yang dilakukan bertujuan untuk mengangkat usus buntu dari si penderita yang sudah meradang. Jika tidak dilakukan operasi, usus buntu yang telah meradang tersebut kemungkinan akan pecah. Sehingga membuat endapan makanan serta bakteri yang ada pada usus buntu akan menyebar ke seluruh tubuh.
8. SAKIT GIGI
Sakit gigi merupakan penyakit yang dialami pada bagian gigi yang biasanya terjadi akibat adanya gigi yang berlubang.
a. Penyebab
Sakit gigi biasanya terjadi akibat adanya lubang yang terbentuk pada gigi. Lubang itu sendiri terbentuk akibat si penderita sering memakan makanan yang asam, sehingga membuat bagian atas gigi melunak dan lama – kelamaan terjadi erosi. Selain itu, banyak memakan makanan yang mengandung rasa manis berlebihan seperti permen, cokelat, dll yang banyak mengandung pemanis buatan.
b. Pencegahan
C.TEKNOLOGI PADA SISTEM PENCERNAAN
Ada beberapa kelainan ataupun gangguan pada sistem pencernaan yang dapat diperiksa atau diatasi dengan alat yang disebut dengan endoskop. Endoskop merupakan alat yang digunakan untuk memeriksa tubuh bagian atau organ dalam tubuh melalui celah atau bagian tubuh yang diiris. Macam – macam endoskopi antara lain :
1. FEEDING TUBE
Feeding tube merupakan alat berupa selang yang berguna untuk memberi makan pasien / penderita yang disalurkan melalui hidung. Hal ini dilakukan jika si penderita mengalami kesulitan dalam menelan makanan atau si penderita menolak untuk diberi makanan.
2. GASTROSCOPE
Gastroscope adalah jenis endoskop khusus untuk memeriksa bagian organ yang ada di dalam perut. Gastroscope ini biasanya digunakan untuk melihat dan mengetahui keadaan serta melakukan tindakan terapi dalam saluran cerna bagian atas, mulai dari esofagus, lambung, sampai duodenum.
Kegunaan lain gastroscope adalah :
b. Melihat dan mengetahui perdarahan saluran cerna serta dimasukkan melalui lubang dubur ke dalam rektum sampai kolon sigmoid, sehingga dinding dalam rektum dan kolon sigmoid dapat dilihat. Bila ditemukan adanya polip, maka polip tersebut dapat sekalian diangkat. Bila ada tumor yang diduga sel kanker dapat dilakukan biopsi, kemudian diperiksakan.
4. STOMACH TUBE
Stomach tube merupakan alat berbentuk selang yang digunakan untuk mencuci perut, memberikan obat – obatan atau untuk mengambil getah lambung.
5. DUDENOSCOPE
Duodenoscpe merupakan endoskop khusus untuk memeriksa bagian duodenum (usus 12 jari). Duodenoscope biasanya akan dimasukkan melalui mulut, lalu ke belakang esofagus, melewati lambung dan ke dalam bagian duodenum.
6. COLONOSCOPE
Colonoscope adalah alat endoskop untuk memeriksa bagian kolon (usus besar). Tepatnya, alat ini digunakan untuk melihat dan mengetahui keadaan serta tindakan terapi dalam rongga saluran cerna bagian bawah (usus besar) dan bagian bawah usus halus.
Kegunaan colonoscope lebih jelasnya adalah :
a. Melihat dan mengetahui kelainan saluran cerna bagian usus besar
b. Menentukan penyebab diare yang sudah kronis c. Menentukan penyebab penyakit sembelit
d. Mendeteksi sel kanker usus stadium awal dan lanjut e. Mencari penyebab sakit perut kronis
f. Mengangkat daging tumbuh (polip) yang ada di usus besar
7. RECTAL TUBE
Rectal tube adalah alat untuk membersihkan rektum atau mengeluarkan gas – gas dari usus. Alat ini mempunyai dua ujung. Di mana ujung yang pertama dimasukkan ke dalam anus dan yang satunya lagi dihubungkan dengan suatu alat bernama spuit glyserin.
Anoscope merupakan endoskop khusus untuk memeriksa rongga saluran antara anus dan rektum. Tepatnya, anoscope adalah sebuah tabung hampa yang terbuat dari plastik bening. Alat ini akan dilumasi dengan gel terlebih dahulu sebelum dimasukkan melalui lubang anus dan ke dalam rektum.
9. PROTOSCOPE
Protoscope adalah endoskop khusus untuk memeriksa tubuh bagian anus atau dubur. Alat ini berbentuk sebuah tabung hampa dengan cahaya di ujungnya. Alat ini akan dilapisi dengan gel anestesi lokal dan dimasukkan ke dalam rektum. Sehingga dinding bagian dalam rektum dapat divisualisasikan melalui alat ini.
10.
ERCP (ENDOSCOPIC RETROGRADE CHOLANGIO
PANCREATOGRAPHY)
ERCP merupakan pemeriksaan untuk melihat kelainan di dalam saluran empedu dan pankreas.
Kegunaan lebih lanjutnya :
a. Mengetahui kelainan di kantong empedu, saluran empedu, dan pankreas (kelenjar liur perut) antara lain : batu empedu, tumor, radang
b. Mengambil batu di saluran empedu
c. Mengatasi sumbatan saluran empedu / pankreas akibat tumor, radang, batu, dll
d. Mengatasi kelainan – kelainan yang ada di saluran empedu
PENUTUP
KESIMPULAN
Berdasarkan isi di atas, dapat disimpulkan bahwa pengaruh makanan dalam kehidupan sehari – hari sangat berhubungan langsung dengan kesehatan manusia. Selain makanan, kualitas lingkungan juga merupakan faktor kesehatan manusia. Dengan mengatur pola makan dan memilih makanan yang berkualitas, dapat menghindarkan kita dari berbagai penyakit. Mengurangi atau bahkan menghentika konsumsi zat aditif buatan pada makanan juga akan berdampak baik pada tubuh kita.
dapat memudahkan dokter dalam mendiagnosa sampai menyembuhkan pasiennya.
Tetapi, walaupun teknologi pada bidang kesehatan sudah banyak berkembang, bukan berarti kita dapat hidup bebas dengan tidak memerhatikan lingkungan dan kualiatas makanan. Justru dengan semakin berkembangnya teknologi membuktikan bahwa pemikiran manusia sudah jauh lebih maju juga. Dengan pemikiran yang maju itu, diharapkan setiap manusia lebih mengerti bagaimana caranya terhindar dari berbagai penyakit. Cukup dimulai dari kebersihan diri sendiri, lingkungan, dan makanan.
DAFTAR PUSTAKA
Angela, Coriie.Dampak Negatif Penggunaan Zat Aditif pada Makanan.
https://www.academia.edu/4394523/Dampak_Negatif_Penggunaan_Zat_Aditif_pa da_Makanan. (Diambil pada tanggal 12/03/2015 pada jam 05.30)
Anonim. Penyebab dan Gejala serta Ciri – Ciri Penyakit Kanker Usus.
http://disehat.com/penyebab-dan-gejala-serta-ciri-ciri-penyakit-kanker-usus/. (Diambil pada 17/03/2015 pada jam 05.47)
Anonim. Penyebab Usus Buntu. http://penyebabususbuntu.com/. (Diambil pada 17/03/2015 paa jam 12.14)
Anonim. Endoskopi – Saluran Pencernaan (Bayi, Anak, & Dewasa).
http://www.mitrakeluarga.com/gading/pelayanan/unggulan/endoskopi/. (Diambil pada 17/03/2015 pada jam 20.13)
Anonim. 2014. Aditif Makanan. http://id.wikipedia.org/wiki/Aditif_makanan. (Diambil pada 12/03/2015 pada jam 06.00)
Anonim. 2014. Diare. http://id.wikipedia.org/wiki/Diare. (Diambil pada 16/03/2015 pada jam 05.45)
Anonim. 2014. Gastritis. http://www.alodokter.com/gastritis. (Diambil pada 17/03/2015 pada jam 06.12)
Anonim. 2014. Kanker Kolon dan Rektum.
http://id.m.wikipedia.org/wiki/Kanker_kolon_dan_rektum. (Diambil pada 17/03/2015 pada jam 20.36)
Anonim. 2014. Penyakit Diare. http://penyakitdiare.com/. (Diambil pada 16/03/2015 pada jam 06.08)
Anonim. 2014. Sakit Gigi. http://www.alodokter.com/sakit-gigi. (Diambil pada 17/03/2015 pada jam 19.32)
Anonim. 2015. Hepatitis. http://id.m.wikipedia.org/wiki/Hepatitis. (Diambil pada 17/03/2015 pada jam 07.02)
Ardianto, Bram. 2014. Gastritis : Penyebab, Gejala dan Pengobatan.
http://bramardianto.com/gastritis-penyebab-gejala-dan-pengobatan.html. (Diambil pada 17/03/2015 pada jam 06.07)
Harjana, Deden. 2013. Gejala Usus Buntu, Definisi, Penyebab dan Pengobatan.
http://gejalapenyakitmu.blogspot.com/2013/04/gejala-usus-buntu-definisi-penyebab-dan.html. (Diambil pada 17/03/2015 pada jam 10.03)
Ikawati, Zullies. 2010. Maag (baca : mah), saat lambung berulah….
https://zulliesikawati.wordpress.com/tag/tukak-lambung/. (Diambil pada 17/03/2015 pada jam 06.33)
Khaeronnisa, Indah. Zat Aditif Dalam Makanan 1. Pengertian, Fungsi, dan Tujuan Zat Aditif 2. Macam-Macam Zat Aditif.
Muhlisin, Ahmad. 2014. Penyakit Diare – Pengertian, Penyebab, dan Gejalanya.
http://mediskus.com/penyakit/diare-penyebab-pengertian-gejala.html. (Diambil pada 16/03/2015 pada jam 06.02)
Rathomi, Hilmi S. 2013. 5 Jenis dan Penyebab Hepatitis.
http://www.medkes.com/2013/09/5-jenis-dan-penyebab-hepatitis.html?m=1. (Diambil pada 17/03/2015 pada jam 06.52)
Riandari, Henny. 2014. Buku Teks Pembelajaran Biologi untuk Kelas XI SMA dan MA 2A. Solo: Global. (Diambil pada tanggal 11/03/2015 pada jam 17.00)
Rosita, Nancy. 2013. Gejala dan Penyebab Penyakit Tukak Lambung.
http://anekatipskesehatan.blogspot.com/2013/03/gejala-dan-penyebab-penyakit-tukak-lambung.html?m=1. (Diambil pada 17/03/2015 pada jam 06.27)
Supeksa, Ketut. 2010. Teknologi yang berhubungan dengan kelainan atau gangguan pada sistem pencernaan makanan.
https://supeksa.wordpress.com/2010/10/25/teknologi-yang-berhubungan-dengan-kelainan-atau-gangguan-pada-sistem-pencernaan-makanan/. (Diambil pada 17/03/2015 pada jam 20.00)
Wardani, Mega Oktia. 2014. Penyebab dan Cara Mengatasi Penyakit Muntaber Yang Meresahkan Masyarakat.
https://megaoktiawardani.wordpress.com/2014/05/09/penyebab-dan-cara-mengatasi-penyakit-muntaber-yang-meresahkan-masyarakat/. (Diambil pada 16/03/2015 pada jam 07.27)
Yulyanti, Yulyanti. 2011. Peranan Teknologi Informasi Dalam Dunia Medis.