• Tidak ada hasil yang ditemukan

Eksplorasi Tumbuhan Obat Di Cagar Alam Dolok Tinggi Raja Kabupaten Simalungun Sumatera Utara

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Eksplorasi Tumbuhan Obat Di Cagar Alam Dolok Tinggi Raja Kabupaten Simalungun Sumatera Utara"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

iv ABSTRACT

IRVAN SIHOTANG. 091201165.Exploration of Medicine Plants in Dolok Tinggi Raja Nature Preserved. Under the supervisionby YUNUS AFIFUDDIN and LAMEK MARPAUNG.

Research about Explorationof Medicine Plants in Dolok Tinggi Raja Nature Preservedwas analysis of identification, secondary metabolit and the potential development of the aspect of local knowledge by survey local knowledge. The second were aspect biodiversity by analysis the collection of vegetation data. And the third is aspect of phytochemical by detect the contain of secondary metabolit.

The exploration of Medicine plant in Dolok Tinggi Raja Nature Preservedhad been found 14 kinds of herb plants. The result of this research showed that all of herb plants have great chance that cultivated as source of biopharmaca that is Dilah Attuara (Sansevieria Trifasciata Prain),Daun Silikkat (Zingiber elatum Roxb), Tawaripuh (Aeschynanthus radicans Jack),Sabal (Piper albidum Kunth), Daun Tiga Jari-jari (Piper Aduncum L),Tokkat Matua (Dimocarpus longan Lour), Horiskotala (Eurycomalongifolia Jack), Handorasih (Melastoma polyanthum Burm.f), Bunga Safa (Impatiens balsamina), Siraja Landong (Lindera latifolia Hook.f), Pijar holing (Dorstenia hirta Desv), Tabar-tabar (Costus speciosus (J. Konig) Sm), Hobal putaran (Spathoglottis plicata Blume) and Tomuringring (Curcuma heyneana Val et Van zipp).

(2)

v ABSTRAK

IRVAN SIHOTANG. 091201165. Eksplorasi Tumbuhan Obat di Cagar Alam Dolok Tinggi Raja. Dibimbing oleh YUNUS AFIFUDDIN dan LAMEK MARPAUNG.

Penelitian tentang tumbuhan obat di Cagar Alam Dolok Tinggi Raja yaitu analisis identifikasi, metabolit sekunder dan potensi pengembangan jenis-jenis tumbuhan obat. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ada 3 tahap antara lain pengetahuan lokal dengan survei pengetahuan lokal, aspek

keanekaragaman dengan pengumpulan data analisis vegetasi, dan kemudian aspek fitokimia dengan mendeteksi kandungan metabolit sekunder.

Eksplorasi tumbuhan obat telah dilakukan di Cagar Alam Dolok Tinggi Raja telah diperoleh 14 jenis tumbuhan obat yang memiliki potensi paling dominan sebagai sumber biofarmaka yaitu Dilah attuara (Sansevieria Trifasciata Prain),Daun silikkat(Zingiber elatum Roxb), Tawaripuh (Aeschynanthus radicans Jack),Sabal (Piper albidum Kunth), Daun tiga jari-jari (Piper Aduncum L),Tokkat matua(Dimocarpus longan Lour), Horiskotala (Eurycomalongifolia Jack), Handorasih (Melastoma polyanthum Burm.f), Bunga safa (Impatiens balsamina), Siraja landong ( Lindera latifolia Hook.f ) Pijar holing (Dorstenia hirta Desv), Tabar-tabar ( Costus speciosus (J. Konig) Sm), Hobal putaran (Spathoglottis plicata Blume) dan Tomuringring (Curcuma heyneana Val et Van zipp).

Referensi

Dokumen terkait

Untuk mengetahui pengaruh total aktiva, net profit margin, operating profit margin dan return on asset secara simultan terhadap manajemen laba pada perusahaan automotif yang

Pencarian jenis tumbuhan yang mengandung senyawa kimia yang bersifat racun terhadap suatu jenis hama dari Cagar Alam Martelu Purba dilakukan terlebih dahulu sebelum

Alkaloid merupakan golongan terbesar senyawa metabolit sekunder pada tumbuhan.Telah diketahui sekitar 5.500 senyawa alkaloid yang terbesar di berbagai famili.Alkaloid

Jika dilihat dari keragaman floranya, cukup banyak jenis tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai tanaman obat.Menurut Djauhariya dan Hernani (2004), di hutan tropika

Sebagai informasi dalam pemanfaatan tanaman obat bagi semua pihak yang membutuhkan dan sebagai upaya pelestarian keanekaragaman hayati yang terdapat di Cagar Alam Dolok Saut

Eksplorasi Tumbuhan Obat pada Taman Nasional Gunung Leuser Resort Sei Betung Sumatera Utara.. Universitas

Sedangkan jenis tumbuhan beracun yang memiliki INP yang paling rendah adalah jenis Tabar-tabar ( Costus speciosus Sm.) yaitu sebesar 11,32%, yang berarti tidak dapat hidup

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman jenis dan potensi tumbuhan obat, serta analisis metabolit sekunder dari jenis-jenis tumbuhan obat tersebut yang