• Tidak ada hasil yang ditemukan

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Fungsi Optimalisasi Kunci Sukses ARTI PENTING SPORT SCIENCE ARTI PENTING SPORT SCIENCE Fungsi Optimalisasi Kunci Sukses

Sport Science hadir untuk mengadakan tes monitoring, evaluasi, dan pengendalian latihan olahraga prestasi.

Volume latihan yang besar & intensitas tinggi dalam bina olahraga prestasi hanya bisa optimal jika atlet kondisi prima & kemampuan olahraga tinggi.

(3)

Faal Olahraga 1 Sport Medicine 3 Psikologi Kepelatihan Bio-mekanik RUANG LINGKUP SPORT SCIENCE 2 Sport Nutrition 6. Binpres 5. Binpres 4. Binpres

(4)

Historical Development

• Biomechanics emerged from physical education as a

specialized are of study in the mid-1960s and 1970s.

• Kinesiology Era (late 1800s- early 1900s)

– Application of mechanics to the study of movement – Nils Posse: “The Special Kinesiology of Educational

Gymnastics”

• Biomechanics Era (mid-20th century)

– Increased teaching, research and writing

• Development of Biomechanics (1960s-present)

(5)

Professional Development

• 1963: AAHPERD forms Kinesiology Section, and in

1993 became known as Biomechanics Academy

• 1973: International Society of Biomechanics

• 1976: American Society of Biomechanics

• 1982: International Society for Biomechanics in Sport

(ISBS)

• Journals

– 1968: Journal of Biomechanics

(6)

KINESIOLOGI

KINESIOLOGI

KINESIOLOGI

ANATOMIK

KINESIOLOGI

ANATOMIK

KINESIOLOGI

MEKANIK

KINESIOLOGI

MEKANIK

ILMU YANG MEMPELAJARI TENTANG GERAK TUBUH MANUSIA DITINJAU DARI ILMU PENGETAHUAN ALAM

ILMU YANG MEMPELAJARI TENTANG GERAK TUBUH MANUSIA DITINJAU DARI ILMU PENGETAHUAN ALAM

Bahasannya condong ke Anatomi Bahasannya condong ke Anatomi Bahasannya condong ke Mekanika Bahasannya condong ke Mekanika

BIOMEKANIKA

BIOMEKANIKA

ATAS KESEPAKATAN PARA AHLI NAMA DIRUBAH MENJADI : ATAS KESEPAKATAN PARA AHLI

NAMA DIRUBAH MENJADI :

I lmu yang mempelaj ar i t ent ang ger ak benda- benda hidup/ mat i,

ser t a gaya- gaya yang beker j a dan ef ek yang dihasilkannya I lmu yang mempelaj ar i t ent ang ger ak benda- benda hidup/ mat i,

(7)

INTRODUCTION TO THE STUDY AND

ANALYSIS OF HUMAN MOVEMENT

BIOMECHANICS: BIO = LIVING

• MECHANICS = FORCES & EFFECTS

• The application of mechanics to the living organism

 Involves the principles of anatomy and physics in the descriptions and analysis of movement.

• Has many diverse applications to all biological systems • The study of biological structures, processes and

(8)
(9)

KINEMATIKA

(Ilmu tentang diskripsi dari semua jenis gerakan dan tidak Menyangkut ttg gaya yang menyebabkan gerakan)

BIOMEKANIKA

KINETIKA

(Cabang mekanika yang memperhitungkan gaya yang menghasilkan atau mengubah gerakan)

(10)

SIAPA YANG BERKEPENTINGAN

BELAJAR BIOMEKANIKA?

SIAPA YANG BERKEPENTINGAN

BELAJAR BIOMEKANIKA?

• PEMBINA OLAHRAGA

PELATIH OLAHRAGA

GURU OLAHRAGA

FISIOTERAPIST

DISAINER ALAT-ALAT OLAHRAGA

ATLET (di Belanda dan Jerman)

PEMBINA OLAHRAGA

PELATIH OLAHRAGA

GURU OLAHRAGA

FISIOTERAPIST

DISAINER ALAT-ALAT OLAHRAGA

(11)
(12)

Bentuk-bentuk Gerak

GERAK LINIER

(13)
(14)

•• GERAK ANGULERGERAK ANGULER

Benda

Benda mengalami

mengalami gerak

gerak anguler

anguler bila

bila dalam

dalam

waktu

waktu

yang

yang sama

sama bergerak

bergerak menempuh

menempuh

sudut

sudut

yang

yang sama

sama dan

dan

arah

(15)
(16)

GERAK PARABOLA

Ciri : adanya sudut elevasi

yaitu sudut yang dibentuk oleh lintasan

bola/peluru dengan bidang datar

Terdiri dari 2 macam gerak yi.:

- gerak mendatar → gerak lurus beraturan

- gerak vertikal → gerak lurus berubah beraturan

Dua titik terpenting dalam gerak peluru

(17)
(18)

♠ Waktu titik tertinggi

V

yp

= v

o.

sin

α

–g.t

p

0 = v

o.

sin

α

–g.t

p

v

o.

sin

α

t

p =

---g

♠ Titik tertinggi

yp = vo.sinα.t - ½.g.tp²

Vo²sin²α

yp =

---2g

♠ Waktu titik terjauh

2

v

o.

sin

α

tx

=

---g

♠ Titik terjauh

x = vo cos . t

2vo sinα

x = vo cos .

---g

2vo² sinα cosα

x = ---g

vo² sin2α

(19)
(20)
(21)
(22)

GERAK LURUS BERATURAN (GLB)

• Ciri: memiliki kecepatan konstan

Dalam gerak lurus beraturan rata-rata besar kecepatan yang ditempuh oleh suatu benda sama dengan jarak yang

ditempuh di bagi dengan waktu selama benda bergerak.

x = v . t

Keterangan :

x : perpindahan tempat dalam m v : kecepatan dalam m/detik

(23)

GERAK LURUS BERUBAH BERATURAN (GLBB)

• Ciri : Memiliki percepatan konstan contoh : jatuh bebas

Untuk mencari besar kecepatan awal, sesaat, jarak yang ditempuh, percepatan dan waktu benda bergerak dengan menggunakan

persamaan:

Vt = Vo + a.t X = Vo.t + ½ a.t² Vt² = Vo² + 2.a.x

Keterangan :

Vt : kecepatan akhir dalam m/det Vo : kecepatan awal dalam m/det

a : percepatan dalam m/det² x : perpindahan tempat dalam m

(24)

STATICS

: Statics refers to situations where the

body or object remains at rest, or is moving at a

constant speed in a state of equilibrium.

(25)
(26)
(27)

Referensi

Dokumen terkait

Benda-benda sisa kehidupan dari masa lampau yang setelah mengalami proses geologis membatu.  Kerangka

berlainan dengan kelajuan riak yang serba sama terhadap pengamat dalam kapal yang diam. Hal ini membuktikan bahwa gerak dan gelombang dalam air berbeda dengan gerak

Hukum sama saat/serentak  tanggapan yang dialami dalam waktu bersamaan cenderung untuk berasosiasi antara satu dengan yang lainnya,. misalnya bentuk benda dengan

kepada kolega anda tentang maksud telepon. Bila tidak, dikhawatirkan penelepon akan membuang waktu dengan mengulangi maksud teleponnya kepada sejawat anda. 8 Bila orang

 Mengukur pada objek sama pada waktu yang sama oleh dua atau lebih testor dengan hasil (hampir) sama.  Objektif

Menjelaskan cara menyelesaikan persoalan gerak lurus (jarak,waktu dan kecepatan atau percepatan) pada bidang datar dengan bantuan vektor2. Latihan soal dan pembahasannya

Ilmu fisika dasar keteknikan yang disampaikan meliputi : energi, usaha dan daya pada gerak linier, energi, usaha dan daya pada gerak rotasi, mesin-mesin sederhana dan

Suatu sistem persamaan linier seperti yang dinyatakan dalam persamaan (1) di atas, dapat dibentuk menjadi sistem persamaan linier lain yang ekuivalen bila sistem tersebut