• Tidak ada hasil yang ditemukan

MASYARAKAT MADANI. Hatiningrum, SH.M Si. Modul ke: Fakultas EKONOMI DAN BISNIS. Program Studi Manajemen

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "MASYARAKAT MADANI. Hatiningrum, SH.M Si. Modul ke: Fakultas EKONOMI DAN BISNIS. Program Studi Manajemen"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

Modul ke:

Fakultas

Program Studi

MASYARAKAT

MADANI

1. Pengertian dan Latar Belakang 2. Sejarah Masyarakat Madani

3. Karakteristik dan Ciri-ciri Masyarakat Madani 4. Institusi Penegak Masyarakat Madani

5. Masyarakat Madani dan investasi Demokrasi 6. Menjadi Masyarakat Madani Indonesia

Udjiani Hatiningrum, SH.M Si

13

EKONOMI DAN BISNIS

(2)

1. Pengertian dan Latar Belakang

Masyarakat madani berasal dari bahasa Inggris,

civil society.

Kata civil sociaty dapat diartikan :

sebagai komunitas masyarakat kota, yakni masyarakat yang telah berperadaban maju.

(3)

Masyarakat Madani adalah:

masyarakat yang beradab,

menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, yang maju dalam penguasaan ilmu pengetahuan,

(4)

Sifat-sifat tersebut membuat

masyarakat

madani mampu menempatkan diri dan diterima

oleh masyarakat sebagai pemimpin, pendapat

(opinion leader) dalam kehidupan masyarakat,

bangsa, dan negara.

Masyarakat Madani merupakan:

masyarakat yang memiliki tingkat pendidikan yang tinggi, status sosial ekonomi yang baik, mandiri, dan sadar hukum.

(5)

Masyarakat Madani timbul karena faktor-faktor :

1. Adanya penguasa politik cenderung

mendominasi (menguasai) masyarakat dalam

segala bidang agar patuh dan taat pada penguasa. 2. Masyarakat diasumsikan sebagai orang yang tidak

memiliki kemampuan yang baik (bodoh)

dibandingkan dengan penguasa (pemerintah). 3. Adanya usaha membatasi ruang gerak dari

masyarakat dalam kehidupan politik.

(6)

2. Sejarah Masyarakat Madani

Masyarakat madani lahir pasca revolusi Industri di Eropa Barat, yakni ketika kondisi ekonomi

masyarakat sudah semakin baik, dan mampu membayar pajak.

Civil society berasal dari proses sejarah masyarakat Barat.

Cicero yang memulai menggunakan istilah Societas Civilis dalam filsafat politiknya, yang berarti

komunitas politik yang beradap, dan di dalamnya termasuk masyarakat kota yang memiliki kode hukum tersendiri.

(7)

Tokoh yang pertama kali menggagas istilah civil society ini adalah Adam Ferguson dalam bukunya, “Sebuah

Esai tentang Sejarah Masyarakat Sipil (‘An Essay on The History of Civil Society)” yang terbit tahun 1773 di

Skotlandia.

Ferguson menekankan masyarakat madani pada visi etis kehidupan bermasyarakat.

(8)

Istilah masyarakat madani selain mengacu pada

konsep civil society, juga berdasarkan pada konsep

negara kota Madinah yang dibangun Nabi Muhammad SAW pada tahun 622M.

Masyarakat madani juga mengacu pada konsep tamadhun (masyarakat yang berperadaban) yang diperkenalkan oleh Ibn Khaldun, dan konsep Al Madinah al fadhilah (Madinah sebagai Negara

Utama) yang diungkapkan oleh filsuf Al Farabi pada abad pertengahan (Rahardjo seperti yang dikutip Nurhadi, 1999).

(9)

Secara formal, Piagam Madinah mengatur hubungan sosial antar komponen masyarakat:

 Pertama, antar sesama muslim, bahwa sesama

muslim adalah satu umat walaupun mereka berbeda suku.

 Kedua, hubungan antara komunitas muslim dengan

non muslim didasarkan pada prinsip bertetangga baik, saling membantu dalam menghadapi musuh bersama, membela mereka yang teraniaya, saling menasehati, dan menghormati kebebasan

(10)

Ada dua nilai dasar yang tertuang dalam Piagam Madinah :

 Pertama, prinsip kesederajatan dan keadilan; kedua,

inklusivisme atau keterbukaan.

 Kedua prinsip itu lalu dijabarkan, dan ditanamkan

dalam bentuk beberapa nilai universal, seperti

(11)

Dalam tradisi Eropa abad ke-18, pengertian

masyarakat sipil ini dianggap sama dengan negara (state), yakni suatu kelompok atau kekuatan yang mendominasi kelompok lain.

Barulah pada paruh kedua abad ke-18, terminologi ini mengalami pergeseran makna.

Negara dan masyarakat madani kemudian

(12)

Bahkan kemudian, Kant menempatkan masyarakat madani dan negara dalam kedudukan yang

berlawanan, yang kemudian dikembangkan oleh Hegel, menurutnya masyarakat madani merupakan subordinatif dari negara.

(13)

Di Indonesia, perjuangan masyarakat madani dimulai pada awal pergerakan kebangsaan, dipelopori oleh Syarikat Islam (1912), dan dilanjutkan oleh Soeltan Syahrir pada awal kemerdekaan (Norlholt, 1999).

Jiwa demokrasi Soeltan Syahrir ternyata harus

menghadapi kekuatan represif baik dari rezim Orde Lama di bawah pimpinan Soekarno maupun rezim Orde Baru di bawah pimpinan Soeharto.

Tuntutan perjuangan transformasi menuju masyarakat madani pada era reformasi ini tampaknya sudah tak terbendungkan lagi dengan tokoh utamanya adalah Amien Rais dari Yogyakarta.

(14)

3

. Karakteristik dan Ciri-ciri Masyarakat Madani

Ada 3 (tiga) karakteristik dasar dalam masyarakat madani, yaitu :

1. Diakuinya semangat pluralisme. 2. Tingginya sikap toleransi.

(15)

Nurcholis madjid mengemukakan ciri-ciri masyarakat madani sebagai berikut :

1. Semangat egalitarianisme atau kesetaraan.

2. Penghargaan kepada orang berdasarkan prestasi, bukan prestise seperti keturunan kesukuan, ras, dan lain-lain.

3. Keterbukaan.

4. Partisipasi seluruh anggota masyarakat.

(16)

Menurut Hidayat Syarif, masyarakat madani mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

1. Masyarakat yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, Pancasilais, dan memiliki cita-cita serta harapan masa

depan.

2. Masyarakat yang demokratis dan beradab yang menghargai perbedaan pendapat.

3. Masyarakat yang menghargai Hak Asasi Manusia (HAM). 4. Masyarakat yang tertib dan sadar hukum yang direfleksikan

dari adanya budaya malu apabila melanggar hukum. 5. Masyarakat yang memiliki kepercayaan diri dan

kemandirian.

6. Masyarakat yang memiliki pengetahuan dan kompetitif dalam suasana kooperatif, penuh persaudaraan dengan bangsa-bangsa lain dengan semangat kemanusiaan

(17)

4. Institusi Penegak Masyarakat Madani

Institusi (lembaga) masyarakat madani adalah :

institusi (lembaga) yang dibentuk atas dasar

motivasi dan kesadaran penuh dari diri individu, kelompok, dan masyarakat tanpa ada instruksi (perintah), baik yang bersifat resmi (formal) dari pemerintah (negara) maupun dari individu,

(18)

Sifat atau karakteristik lembaga (institusi) masyarakat madani :

1. Independen adalah bahwa lembaga ini memiliki sifat yang bebas (netral) dari intervensi lembaga lain, baik lembaga pemerintah maupun

nonpemerintah.

2. Mandiri, yaitu bahwa lembaga ini memiliki

kemampuan dan kekuatan untuk melaksanakan

tugas dan fungsi lembaga, dengan tidak melibatkan pihak lain di luar institusi.

(19)

3. Swaorganisasi, yaitu bahwa pengelolaan dan

pengendalian institusi (lembaga) dilakukan secara swadaya oleh SDM lembaga.

4. Transparan, yaitu bahwa dalam pengelolaan dan pengendalian institusi (lembaga) dilakukan secara terbuka.

5. Idealis, yaitu bahwa pengelolaan dan pengendalian, serta pelaksanaan institusi (lembaga)

diselenggarakan dengan nilai-nilai yang jujur, ikhlas, dan ditujukan bagi kesejahteraan masyarakat

(20)

6. Demokratis, yaitu bahwa institusi (lembaga) yang

dibentuk, dikelola, serta dikendalikan dari, oleh, dan untuk masyarakat sendiri.

7. Disiplin, yaitu bahwa institusi (lembaga) dalam menjalankan tugas dan fungsinya harus taat dan setia terhadap segenap peraturan perundangan yang berlaku.

(21)

Bentuk institusi (lembaga) masyarakat madani dapat diklasifikasikan dalam 3 (tiga) macam, yaitu :

1. Institusi (lembaga) Sosial

2. Institusi (lembaga) Keagamaan 3. Institusi (lembaga) Paguyuban

(22)

Institusi (lembaga) Sosial, seperti :

1. Lembaga sosial

2. Masyarakat (LSM) dan partai politik 3. Organisasi kepemudaan

4. Organisasi kemahasiswaan 5. Organisasi Profesi

(23)

Institusi (lembaga) Keagamaan :

Institusi ini adalah institusi (lembaga) yang dibentuk dan dikembangkan oleh masyarakat, untuk melakukan pengelolaan dan pengendalian program-program bagi pengembangan keagamaan.

1. Institusi (lembaga) keagamaan Islam 2. Institusi (lembaga) keagamaan Kristen 3. Institusi (lembaga) keagamaan Budha 4. Institusi (lembaga) keagamaan Hindu 5. Institusi (lembaga) keagamaan Katholik

(24)

Institusi (lembaga) Paguyuban :

Institusi ini adalah Institusi (lembaga) yang dibentuk dan dikembangkan oleh masyarakat untuk melakukan pengelolaan dan pengendalian program-program bagi peningkatan kekerabatan/kekeluargaan, yang

(25)

5. Masyarakat Madani dan Investasi Demokrasi

Ciri utama masyarakat madani adalah demokrasi.

Demokrasi memiliki konsekuaensi luas, diantaranya menuntut kemampuan partisipasi masyarakat dalam sistem politik dengan organisasi-organisasi politik

yang independen, sehingga memungkinkan kontrol aktif dan efektif dari masyarakat terhadap

pemerintah dan pembangunan, dan sekaligus masyarakat sebagai pelaku ekonomi pasar.

(26)

6. Menjadi Masyarakat Madani Indonesia

Untuk membangun masyarakat madani di Indonesia, ada 6 (enam) faktor yang harus diperhatikan, yaitu :

1. Adanya perbaikan di sektor ekonomi, dalam rangka peningkatan pendapatan masyarakat, dan dapat

mendukung kegiatan pemerintahan.

2. Tumbuhnya intelektualitas dalam rangka

membangun manusia yang memiliki komitmen untuk independen.

(27)

3. Terjadinya pergeseran budaya dari masyarakat yang berbudaya paternalistik menjadi budaya yang lebih modern dan lebih independen.

4. Berkembangnya pluralisme dalam kehidupan yang beragam.

5. Adanya partisipasi aktif dalam menciptakan tata pamong yang baik.

6. Adanya keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan yang melandasi moral kehidupan.

(28)

Implementasi keenam faktor tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :

1. Perbaikan Kegiatan Perekonomian dalam Rangka Peningkatan Pendapatan Masyarakat.

2. Membangun Intelektualitas yang Berkomitmen dan Independen.

3. Membangun Masyarakat yang Berbudaya Modern. 4. Membangun Pluralisme yang Beragam.

5. Membangun Partisipasi Aktif Masyarakat dalam Menciptakan Tata Pamong yang Baik.

(29)

DAFTAR PUSTAKA

1. Baso, Ahmad. 199. Civil Society Versus Masyarakat Madani. Pustaka Hidayah. Bandung.

2. Hamiwanto Saiful. 2004. Masyarakat Madani: Judul lama muka Baru. Unsubsribe Islam.com

3. ICCE UIN. 2003. Pendidikan Kewarganegaraan:

Demokrasi, Hak Asasi Manusia, Masyarakat Madani. UIN dan Prenada Media. Jakarta.

4. Izzudin, Ahmad. Reformasi Masyarakat Madani Malaysia.

5. Kompas. Demokrasi dan Masyarakat Madani. Tajuk Rencana. Kompas.

6. Soekanto Sorjono. 2005. Sosiologi Suatu Pengantar, edisi 4. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

(30)

Terima Kasih

Udjiani Hatiningrum, SH.M Si

Referensi

Dokumen terkait

Instrumen yang digunakan sebagai alat pengumpul data kemampuan berpikir logis siswa dalam penelitian ini adalah seperangkat tes kemampuan berpikir logis

Gambar 4 menunjukkan bahwa pada produk Lokal#1, regangan maksimum terjadi pada titik C5i yaitu pada titik sumbu vertikal (sisi tengah dasar produk) dengan regangan pada saat

Berdasarkan pada latar belakang yang telah dikemukakan di awal, maka penulis hanya mengambil beberapa faktor saja yang mempengaruhi ekspor produk pertanian

Proses wawancara mendalam dalam rangka mendapatkan data dilakukan kepada 5 (lima) orang informan yang usianya lebih dari 60 tahun dan merupakan warga Pematang

Semantiks Logik usulan (Propositional Calculus Semantics) adalah PENTERJEMAHAN satu set usulan iaitu dengan menetapkan nilai kebenaran BENAR (B) atau PALSU (P) kepada setiap

Menurut Marti (2014), siswa yang belajar dengan serius dan mencatat apa yang dibacakan oleh guru mempunyai persentase menjawab benar itu tinggi bila di

Pengadopsian standar akuntansi internasional ke dalam standar akuntansi domestik bertujuan menghasilkan laporan keuangan yang memiliki tingkat kredibilitas

Nama pengapalan yang sesuai dengan PBB : Tidak diatur Kelas Bahaya Pengangkutan : Tidak diatur Kelompok Pengemasan (jika tersedia) : Tidak diatur. Bahaya Lingkungan :