• Tidak ada hasil yang ditemukan

DINAS PENANAMAN MODAL & PTSP 2021

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DINAS PENANAMAN MODAL & PTSP 2021"

Copied!
77
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

RENCANA KERJA TAHUN 2021 i

Syukur Alhamdulillah kita panjatkan kehadirat Illahi Robbi karena atas rahmat dan karunia-Nyalah Dokumen Rencana Kerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Tahun 2021 dapat kami susun.

Penyusunan Rencana Kerja merupakan kewajiban bagi setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mengacu kepada peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan PP Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan Daerah. Berdasarkan peraturan tersebut, rancangan Renja-OPD disusun dengan mengacu pada rancangan awal RKPD, Renstra-OPD, hasil evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan periode sebelumnya, masalah yang dihadapi, dan usulan program serta kegiatan yang berasal dari masyarakat. Dengan demikian, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tangerang Selatan sebagai upaya dalam mendukung pencapaian sasaran pembangunan daerah yang telah ditetapkan dalam dokumen RPJMD Kota Tangerang Selatan.

Diharapkan dengan terselesaikannya penyusunan Rencana Kerja pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tangerang Selatan ini dapat dijadikan sebagai acuan bagi setiap aparatur pemerintah daerah di lingkungan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tangerang Selatan dalam persiapan penyusunan rencana kerja tahunan serta penyelenggaraan tugas pokok, fungsi dan kegiatan pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tangerang Selatan, dalam menilai tingkat pencapaian kinerja organisasi DPMPTSP.

Demikian semoga Allah SWT. Memberkati seluruh pengabdian kita kepada masyarakat, bangsa dan Negara yang kita cintai ini, terimakasih.

Tangerang Selatan, Juni 2020 Kepala,

BAMBANG NOERTJAHJO, SE,Ak

Pembina (IV/b)

NIP. 19701006 199103 1 001

(3)

RENCANA KERJA TAHUN 2021 ii

Kata Pengantar ... i

Daftar Isi ... ii

Daftar Tabel ... iii

BAB I ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Landasan Hukum ... 4

1.3 Maksud dan Tujuan ... 6

1.4 Sistematika Penulisan ... 7

BAB II ... 11

2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja OPD Tahun Lalu dan Capaian Renstra ... 11

2.2. Analisis Kinerja Pelayanan OPD ... 12

2.3. Isu-isu penting penyelenggaraan tugas dan fungsi DPMPTSP ... 12

2.4. Review terhadap rancangan awal RKPD ... 27

BAB III ... 28

3.1. Telaahan terhadap kebijakan nasional ... 28

3.2. Visi misi walikota periode 2016-2021 ... 31

3.3. Program dan Kegiatan DPMPTSP Tahun 2021 ... 40

BAB IV ... 43

4.1 Kesimpulan ... 43

(4)

RENCANA KERJA TAHUN 2021 iii 2.1 Sasaran, indikator sasaran, target dan realisasi 2017 DPMPST ...

2.2 Program dan Kegiatan Pendukung Sasaran Strategis ...

2.4 Perizinan Bidang Pembangunan ... 17

2.3 Analisis Swot ... 18

3.1 Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional ... 28

3.2 Penjelasan Korelasi Isu Strategis dengan Visi ... 32

3.3 Penjelasan Visi Kota Tangerang Selatan Tahun 2016 – 2021 ... 34

3.4 Rencana program dan kegiatan DPMPTSP tahun 2019 ... 41 3.5 Daftar Usulan OPD Kota Forum OPD/Gabungan OPD Tahun 2019 Kota Tangerang Selatan ...

(5)

RENCANA KERJA TAHUN 2021 1

1.1 Latar Belakang

Secara teoritis, birokrasi Pemerintahan memiliki tiga fungsi utama, yaitu; fungsi pelayanan berhubungan dengan unit organisasi pemerintahan yang berhubungan langsung dengan masyarakat (public service), fungsi pembangunan yang berhubungan dengan unit oganisasi pemerintahan yang menjalankan salah satu bidang tugas tertentu disektor pembangunan (development function), dan fungsi pemerintahan umum, berhubungan dengan rangkaian kegiatan organisasi pemerintahan yang menjalankan tugas-tugas pemerintahan umum (regulation function), termasuk di dalamnya menciptakan dan memelihara ketentraman dan ketertiban.

Ketiga fungsi birokrasi pemerintahan tersebut, menunjukan bahwa pelayanan publik yang dilaksanakan oleh pemerintahan daerah, cakupannya sangat luas yaitu pelayanan yang menghasilkan public good, seperti jalan, jembatan, pasar dan lain-lain, dan pelayanan yang menghasilkan peraturan perundang-undangan atau kebijakan yang harus dipatuhi oleh masyarakat (fungsi regulasi), seperti perizinan, KTP, SIM dan lain-lain. Dengan demikian, terdapat 3 unsur penting dalam pelayanan publik, yaitu unsur pertama, adalah organisasi pemberi (penyelenggara) pelayanan yaitu Pemerintah Daerah, unsur kedua, adalah penerima layanan (pelanggan) yaitu orang atau masyarakat atau organisasi yang berkepentingan, dan unsur ketiga, adalah kepuasan yang diberikan dan/atau diterima oleh penerima layanan (pelanggan).

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, pelaksanaan desentralisasi semakin luas diserahkan kepada Pemerintah Daerah sehingga memiliki kewenangan yang besar dalam menjalankan roda pemerintahannya sendiri sesuai kebutuhan daerahnya yang

BAB I

(6)

RENCANA KERJA TAHUN 2021 2

nantinya dapat berimbas positif dan dirasakan secara langsung manfaatnya oleh masyarakat di daerahnya masing-masing.

Dengan semangat Otonomi Daerah, Pemerintah Daerah melaksanakan fungsi birokrasi secara mandiri dan atas prakarsa sendiri dengan dukungan dari seluruh masyarakatnya untuk mengelola sumber daya yang ada di daerahnya, sehingga dapat tercipta keseimbangan pembangunan daerah yang berdampak positif pada pembangunan nasional yang merata dan berkesinambungan. Konsekuensi dari hal tersebut, Pemerintah Daerah sebagai leading sektoral pembangunan daerah berkewajiban untuk menetapkan arah dan kebijakan yang tepat dalam pengelolaan fasilitas maupun sumberdaya daerah sesuai pelimpahan kewenangan yang diberikan Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah, dikarenakan setiap daerah memiliki keterbatasan dalam pengelolaan asset, dana, maupun sumber dayanya, sehingga perlu disusun formulasi prioritas pembangunan secara akurat terkait strategi pelaksanaan, pengendalian, serta pengawasannya, agar hasil pembangunan nantinya dapat lebih maksimal dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Dalam rangka meningkatkan pelaksanaan dan kualitas birokrasi pemerintahan yang berdayaguna, berhasilguna, serta bersih dan bebas dari Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme sesuai Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, maka semua Bupati dan Walikota yang berada di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia wajib memberikan pernyataan terkait Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang ada di wilayah kerjanya masing-masing dalam bentuk pelaporan setiap akhir tahun anggaran sebagai wujud pertanggungjawaban moral instansi pemerintahan yang dipimpinnya tersebut terhadap visi, misi, dan tujuan yang telah ditetapkan, dengan mengikuti petunjuk teknis dari Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 239/IX/6/8/2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

Prencanaan Kerja merupakan instrumen yang digunakan oleh instansi pemerintahan baik pusat maupun daerah dalam memenuhi kewajiban untuk merencanakan setiap pelaksanaan visi, misi, dan tujuan yang telah ditetapkan

(7)

RENCANA KERJA TAHUN 2021 3

secara periodik, terdiri dari beberapa komponen yang saling berhubungan satu sama lain meliputi :

a. Perencanaan dan Penyusunan Strategi Pelayanan Pemerintahan b. Pelaksanaan Kinerja atas Strategi yang telah di susun

c. Pengukuran Kinerja atas Strategi yang telah di susun d. Pelaporan Hasil Kinerja atas Strategi yang telah di susun

Hal tersebut disusun adalah berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, dimana Pemerintah dalam hal ini Pemerintah Daerah wajib melaksanakan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) yang berjangka waktu 20 (dua puluh) tahun sekali, dan Walikota terpilih wajib menyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang berjangka waktu 5 (lima) tahun sekali yang merupakan penjabaran serta bagian dari pelaksanaan RPJPD itu sendiri.

Berkaitan hal tersebut, dikarenakan Kota Tangerang Selatan pada periode RPJMD ke-2 (2016-2021) sebagai Kota Otonomi Daerah relatif baru di Provinsi Banten pada Tahun 2008 maka penetapan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tangerang Selatan Periode 2016-2021 menitik beratkan pada prioritas pembangunan, pengembangan dan peningkatan. Lebih lanjut untuk pelaksanaan RPJMD Kota Tangerang Selatan periode ke-2 dijabarkan setiap tahunnya kedalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Tangerang Selatan yang yang menjadi pedoman bagi tiap-tiap Oraginasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di Kota Tangerang Selatan dengan cara menyusun Rencana Kerja (Renja) sesuai tugas pokok dan fungsi Satuan Kerja Perangkat Daerah masing-masing berdasarkan isu strategis dan kebutuhan daerah yang ada.

Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Tangerang Selatan Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Tangerang Selatan maka dibentuk Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tangerang Selatan dengan tugas pokok, fungsi dan tata kerja yang dijabarkan dalam Rancangan Peraturan Walikota Tangerang Selatan yaitu mempunyai tugas pokok melaksanakan koordinasi dan penyelenggaraan serta

(8)

RENCANA KERJA TAHUN 2021 4

pelayanan administrasi dibidang perijinan secara terpadu dengan memperhatikan standar norma pelayanan publik.

1.2 Landasan Hukum

Landasan Hukum Penyusunan Rancangan Rencana Kerja pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tangerang Selatan Tahun 2021 adalah sebagai berikut :

1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah;

2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2000 tentang Pembentukan Provinsi Banten;

3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;

4. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara;

5. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara;

6. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;

7. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal;

8. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang;

9. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah;

10. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah;

11. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kota Tangerang Selatan di Provinsi Banten;

(9)

RENCANA KERJA TAHUN 2021 5

12. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonom; 13. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2004 tentang

Rencana Kerja Pemerintah;

14. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah Kabupaten / Kota;

15. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah;

16. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2008 tentang Pemberian Insentif dan Pemberian Kemudahan Penanaman Modal di Daerah; 17. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2009 tentang

Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu;

18. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2010 tentang Bidang Usaha Yang Tertutup dan Bidang Usaha Terbuka Dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal;

19. Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;

20. Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2006 tentang Paket Kebijakan Perbaikan Iklim Investasi;

21. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu;

22. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Republik Indonesia Nomor Per/09/M.PAN/5/2007 Tahun 2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Instansi Pemerintah; 23. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2008

tentang Pedoman Penyusunan Perencanaan dan Pengendalian Pembangunan di Daerah;

24. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, Dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

(10)

RENCANA KERJA TAHUN 2021 6

25. Peraturan Daerah Kota Tangerang Selatan Nomor 9 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2016;

26. Peraturan Daerah Kota Tangerang Selatan Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Tangerang Selatan;

27. Peraturan Walikota Tangerang Selatan Nomor 61 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas Dan Fungsi Serta Tata Kerja Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu;

1.3 Maksud dan Tujuan

Penyusunan Rencana Kerja (Renja) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Kota Tangerang Selatan Tahun Anggaran 2021, dimaksudkan untuk menyiapkan dokumen perencanaan tahunan Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Kota Tangerang Selatan sebagai acuan resmi yang memuat kumpulan program dan kegiatan Organisasi Peranglat Daerah sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing bidan dan sub bidang untuk periode satu tahun anggaran yang telah ditetapkan. Adapun tujuan penyusunan Rencana Kerja Tahun 2021 ini adalah:

Sedangkan tujuan dari penyusunan Rancangan Rencana Kerja ini adalah : a. Memenuhi kebutuhan akan adanya perencanaan strategis sebagai acuan dalam

penyusunan rencana kegiatan sesuai dengan Undang-Undang No. 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, yang mewajibkan setiap instansi pemerintah untuk menyusun perencanaan strategis;

b. Sebagai dokumen pelaksanaan program dan kegiata yang berpedoman pada RKPD Kota Tangerang Selatan;

c. Merumuskan dan menetapkan kebijakan, program dan kegiatan Tahum 2021; d. Menjadi acuan dan pedoman dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran

Tahun 2021

e. Menjadi acuan dan pedoman dalam pengendalian dan evaluasi rencana pembangunan daerah antar wilayah, antar sektor pembangunan dan antar OPD serta menciptakan efisiensi alokasi sumber daya dalam pembangunan daerah

(11)

RENCANA KERJA TAHUN 2021 7

khususnya di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tangerang Selatan.

1.4 Sistematika Penulisan :

Sistematika penulisan Rencana Kerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Tahun 2021 ini adalah sebagai berikut :

BAB I. Pendahuluan

1.1. Latar Belakang

Mengemukakan pengertian ringkas tentang Renja OPD, proses penyusunan Renja OPD, keterkaitan antara Renja OPD dengan dokumen RKPD, Renstra OPD, dengan Renja K/L dan Renja Provinsi/ Kabupaten/Kota, serta tindak lanjutnya dengan proses penyusunan RAPBD.

1.2. Landasan Hukum

Memuat penjelasan tentang undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan daerah, dan ketentuan peraturan lainnya yang mengatur tentang SOTK, kewenangan OPD, serta pedoman yang dijadikan acuan dalam penyusunan perencanaan dan penganggaran OPD

1.3. Maksud dan Tujuan

Memuat penjelasan tentang maksud dan tujuan dari penyusunan Renja OPD

1.4. Sistematika Penulisan

Menguraikan pokok Bahasan dalam penulisan Renja OPD, serta susunan garis besar isi dokumen.

BAB II. Evaluasi Pelaksanaan Renja DPMPTSP Tahun Lalu

2.1. Evaluasi pelaksanaan Renja OPD tahun lalu dan capaian Renstra

Bab ini memuat kajian (review) terhada hasil evaluasi pelaksanaan Renja OPD tahun lalu (tahun n-2) dan perkiraan capaian tahun berjalan (tahun n-1), mengacu pada APBD tahun berjalan yang seharusnya pada waktu penyusunan Renja OPD sudah disahkan. Selanjutnya dikaitkan dengan pencapaian target Renstra OPD berdasarkan realisasi program dan kegiatan pelaksanaan Renja OPD tahun-tahun sebelumnya.

(12)

RENCANA KERJA TAHUN 2021 8

2.2. Analisis Kinerja Pelayanan OPD

Berisi kajian terhadap capain kinerja pelayanan OPD berdasarkan indikator kinerja yang sudah ditentukan dalam SPM, maupun terhadap IKK sesuai dengan peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008, dan peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007. Jenis indikator yang dikaji, disesuaikan dengan tugas dan fungsi masing-masing OPD, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan kinerja pelayanan.

2.3. Isu-Isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi OPD Subbab ini berisi uraian mengenai :

1. Sejauhmana tingkat kinerja pelayanan OPD dan hal kritis yang terkait dengan pelayanan OPD;

2. Permasalahan dan hambatan yang dihadapi dalam menyelenggarakan tugas dan fungsi OPD;

3. Dampaknya terhadap pencapaian visi dan misi kepala daerah, terhadap capaian program nasional/internasional, seperti SPM dan MDGs (Millenium Developmnet Goals);

4. Tantangan dan peluang dalam meningkatkan pelayanan OPD dan 5. Formulasi isu-isu penting berupa rekomendasi dan catatan yang

strategis untuk ditindaklanjuti dalam perumusan program dan kegiatan prioritas tahun yang direncanakan

2.4. Review terhadap Rancangan Awal RKPD

Proses yang dilakukan yaitu membandingkan antara rancangan awal RKPD dengan hasil analisis kebutuhan,Penjelasan mengenai alasan proses tersebut dilakukan,Penjelasan temuan-temuan setelah proses tersebut dan catatan penting terhadap perbedaan dengan rancangan awal RKPD, misalnya: terdapat rumusan program dan kegiatan baru yang tidak terdapat di rancangan awal RKPD, atau program dan kegiatan cocok namun besarannya berbeda; dan telaahan terhadap rancangan awal RKPD

(13)

RENCANA KERJA TAHUN 2021 9

Dalam bagian ini diuraikan hasil kajian terhadap program/kegiatan yang diusulkan para pemangku kepentingan, baik dari kelompok masyarakat terkait langsung dengan pelayanan provinsi, LSM, asosiasi-asosiasi, perguruan tinggi maupun dari OPD kabupaten/kota yang langsung ditujukan kepada OPD Provinsi maupun berdasarkan hasil pengumpulan informasi OPD provinsi dari penelitian lapangan dan pengamatan pelaksanaan musrenbang

kabupaten/kota.

BAB III. Tujuan dan Sasaran, Program dan Kegiatan

3.1. Telaahan terhadap kebijakan nasional

Telaahan terhadap kebijakan nasional dan sebagaimana dimaksud, yaitu penelaahan yang menyangkut arah kebijakan dan prioritas pembangunan nasional dan yang terkait dengan tugas pokok dan fungsi OPD.

3.2. Tujuan dan Sasaran Renja OPD

Dalam bagian ini diuraikan hasil kajian terhadap program/kegiatan yang diusulkan para pemangku kepentingan, baik dari kelompok masyarakat terkait langsung dengan pelayanan provinsi, LSM, asosiasi-asosiasi, perguruan tinggi maupun dari SKPD kabupaten/kota yang langsung ditujukan kepada SKPD Provinsi maupun berdasarkan hasil pengumpulan informasi SKPD provinsi dari penelitian lapangan dan pengamatan pelaksanaan musrenbang kabupaten/kota.

3.3. Program dan Kegiatan Tahun 2021 Berisikan penjelasan mengenai:

a. Faktor-faktor yang menjadi bahan petimbangan terhadap rumusan program dan kegiatan. Faktor-faktor yang menjadi bahan petimbangan terhadap rumusan program dan kegiatan.

b. Uraian garis besar mengenai rekapitulasi program dan kegiatan, yang meliputi:

(14)

RENCANA KERJA TAHUN 2021 10

- Sifat penyebaran lokasi program dan kegiatan (apa saja yang tersebar ke berbagai kawasan dan apa saja yang terfokus pada kawasan atau kelompok masyarakat tertentu.

- Total kebutuhan dana/pagu indikatif yang dirinci menurut sumber pendanaannya

c. Penjelasan jika rumusan program dan kegiatan tidak sesuai dengan rancangan awal RKPD, baik jenis program/kegiatan, pagu indikatif, maupun kombinasi keduanya

d. Tabel rencana program dan kegiatan berdasarkan hasil Forum OPD (perumusan program dan kegiatan)

(15)

RENCANA KERJA TAHUN 2021 11

2.1 Evaluasi pelaksanaan Renja OPD tahun lalu dan capaian Renstra

Bab ini memuat kajian (review) terhadap hasil evaluasi pelaksanaan Renja OPD tahun lalu (tahun 2019) dan perkiraan capaian tahun berjalan (tahun 2021), mengacu pada APBD tahun berjalan yang seharusnya pada waktu penyusunan Renja OPD sudah disahkan. Selanjutnya dikaitkan dengan pencapaian target Renstra OPD berdasarkan realisasi program dan kegiatan pelaksanaan Renja OPD tahun-tahun sebelumnya.

Review hasil evaluasi evaluasi pelaksanaan Renja OPD tahun lalu, dan realisasi Renstra OPD mengacu pada hasil laporan kinerja tahunan OPD dan/atau realisasi APBD untuk OPD yang bersangkutan.

Pokok-pokok materi yang disajikan dalam bab ini, antara lain:

1. Realisasi program/kegiatan yang tidak memenuhi target kinerja hasil/keluaran yang direncanakan;

2. Realisasi program/kegiatan yang telah memenuhi target kinerja hasil/keluaran yang direncanakan;

3. Realisasi program/kegiatan yang melebihi target kinerja hasil/keluaran yang direncanakan;

4. Faktor-faktor penyebab tidak tercapainya, terpenuhinya atau melebihi target kinerja program/kegiatan;

5. Implikasi yang timbul terhadap target capaian program Renstra OPD; dan

6. Kebijakan/tindakan perencanaan dan penganggaran yang perlu diambil untuk mengatasi faktor-faktor penyebab tersebut.

Bahan penulisan yang perlu disajikan dalam BAB II ini, mengacu hasil kerja (review hasil evaluasi pelaksanaan Renja OPD tahun lalu dan pencapaian kinerja Renstra OPD).

BAB II

EVALUASI PELAKSANAAN RENJA

TAHUN LALU

(16)

RENCANA KERJA TAHUN 2021 12

Tabel yang perlu disajikan adalah Tabel 2.1 yang disesuaikan dengan OPD masing- masing, dengan tabel terlampir.

2.2 Analisis Pencapaian Kinerja OPD

Berisikan kajian terhadap capaian kinerja OPD berdasarkan indikator kinerja yang sudah ditentukan dalam Renstra. Jenis indikator yang dikaji, disesuaikan dengan tugas dan fungsi masing-masing SKPD, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan kinerja pelayanan.

Pada pembahasan sub bab ini perlu disajikan tabel analisis pencapaian kinerja SKPD yang disesuaikan menurut SKPD masing-masing, dengan tabel sebagai berikut sebagaimana tabel terlampir.

2.3 Isu isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tangerang Selatan

a. Potensi Lingkungan Internal

1. Landasan hukum kelembagaan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tangerang Selatan;

2. Kewenangan melaksanakan koordinasi dan menyelenggarakan pelayanan administrasi di bidang perizinan secara terpadu dengan prinsip koordinasi, integrasi, sinkronisasi, simplifikasi, keamanan dan kepastian;

3. Landasan hukum penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu; 4. Adanya komitmen bersama oleh stakeholders baik dari Walikota,

Wakil Walikota, Para Pimpinan OPD, Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP dan seluruh jajaran untuk mewujudkan visi dan misi Pemerintah Kota Tangerang Selatan;

5. Jumlah Sumber Daya Aparatur yang mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi cukup memadai;

(17)

RENCANA KERJA TAHUN 2021 13

b. Permasalahan Lingkungan Internal

1. Belum seluruh Aparatur DPMPTSP menguasai teknis perijinan dan kebijakan penanaman modal. Sehubungan dengan hal tersebut, diperlukan peningkatan kualitas aparatur teknis yang ada di DPMPTSP melalui kegiatan workshop, bimbingan teknis, pendidikan dan pelatihan khusus lainnya bagi seluruh pegawai DPMPTSP. 2. Perkembangan informasi dan kemajuan teknologi yang cepat

meningkatkan tuntutan masyarakat akan kemudahan dan kecepatan pelayanan perijinan oleh DPMPTSP. Oleh karena itu DPMPTSP perlu mengembangkan pelayanan perijinan terpadu dan promosi daerah beserta pengendalian penanaman modal yang berbasis teknologi informasi;

3. Seiring dengan perubahan dalam sistem pelayanan perijinan terpadu dan promosi daerah beserta pengendalian penanaman modal yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi, diperlukan penyesuaian dan penyempurnaan aturan regulasi dan mekanisme kerja pelayanan perijinan.

4. Rencana Relokasi Kantor DPMPTSP ke Gedung Pusat Pelayanan Publik Cilenggang perlu dipersiapkan dengan baik dan tepat khususnya terkait tempat pelayanan umum, maupun sarana dan prasarana penujang, terutama jaringan teknologi informasi dan komunikasi mengingat pelayanan perijinan terpadu tersebut dikembangkan berbasis teknologi informasi dan komunikasi;

5. Peningkatan Kegiatan Sosialisasi Perijinan ke Masyarakat, agar masyarakat dapat mengetahui regulasi, dan prosedur penngurusan perijinan, baik secara langsung ke DPMPTSP, maupun secara online; 6. Pengadaan dan Penyempurnan Perangkat Sistem Teknologi

Informasi berupa Updating System, Penerapan Aplikasi Baru PTSP/PTSA dan Sistem Perijinan Online antar kecamatan dan kelurahan.

(18)

RENCANA KERJA TAHUN 2021 14

7. Peningkatan serta penyempurnaan dalam mempromosikan daerah baik melalui pameran potensi unggulan daerah atau melalui roadshow.

Selain kondisi internal juga terdapat kondisi eksternal yang berpengaruh terhadap pelaksanaan peran Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tangerang Selatan :

1. Potensi Lingkungan Eksternal ditinjau dari aspek Politik, Hukum, Sosial Budaya dan Keamanan;

2. Peraturan Perundang-undangan Nasional yang mengatur mengenai penanaman modal, pelayanan publik dan pelayanan terpadu satu pintu dan satu atap (PTSP/PTSA);

3. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Tangerang Selatan Tahun 2016-2021;

4. Tuntutan penyelenggaraan pelayanan perizinan terpadu secara cepat, tepat dan memuaskan masyarakat;

5. Pengembangan Teknologi Informasi yang up to date dan berkesinambungan;

a. Permasalahan Lingkungan Eksternal

1. Kebijakan Pemerintah Pusat yang sering tumpang tindih dan berubah-ubah khususnya menyangkut kebijakan perizinan; 2. Perubahan lingkungan strategis;

3. Masih rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi pemerintah.

Berdasarkan gambaran tentang potensi dan permasalahan lingkungan internal dan eksternal yang diperkirakan akan berpengaruh terhadap penyelenggaraan pelayanan perizinan kedepan, maka perlu dikembangkan upaya tindak lanjut atau penyelesaian masalah sebagai berikut :

1. Evaluasi/Pengkajian lanjutan dan penyempurnaan produk hukum daerah yang berkaitan dengan Kebijakan Penanaman Modal, Potensi unggulan daerah dan penyelenggaraan pelayanan perizinan terpadu satu pintu dan satu atap (PTSP/PTSA) serta pembuatan rancangan regulasi ;

(19)

RENCANA KERJA TAHUN 2021 15

2. perizinan lainnya mengingat masih ada beberapa jenis perizinan yang memerlukan legalitas dalam tataran implementasi;

3. Peningkatan kapasitas sumber daya aparatur melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis, Seminar, Workshop dan berbagai Pendidikan dan Pelatihan lainnya guna lebih menunjang keberhasilan pelaksanaan keseluruhan proses penyelenggaraan pelayanan perizinan terpadu satu pintu dan satu atap;

4. Penyempurnaan sistem aplikasi dan database penyelenggaraan pelayanan terpadu satu pintu dan satu atap (PTSP/PTSA);

5. Perbaikan dan penyempurnaan sistem pengendalian internal di lingkungan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tangerang Selatan secara berkelanjutan termasuk penyempurnaan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) demi menunjang kebijakan penanaman modal danalur/proses perizinan terpadu satu pintu/satu atap (PTSP/PTSA).

Hal ini dimaksudkan untuk melakukan updating system, menciptakan lingkungan pengendalian yang sehat, terselenggaranya penilaian resiko, aktifitas pengendalian, sistem informasi dan komunikasi serta kegiatan pemantauan, pengendalian serta ketersediaan sistem aplikasi data yang

integrated dan realtime based antar bidang yang ada di lingkungan Dinas

Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tangerang Selatan;

6. Peningkatan intensitas koordinasi dan konsultasi dengan dinas/instansi teknis terkait baik secara horizontal maupun vertikal. Hal ini bermanfaat dalam memecahkan berbagai permasalahan dan hambatan yang dihadapi dan lebih memudahkan kegiatan proses pelayanan Perizinan ke masyarakat khususnya yang menyangkut mekanisme penerbitan rekomendasi teknis dari beberapa OPD terkait dalam rangka penerbitan IMB;

7. Peningkatan fungsi-fungsi Staf/Pegawai sebagai dukungan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi organisasi meliputi pengelolaan sumber daya aparatur, keuangan, prasarana, sarana dan pengelolaan aset Badan Dinas

(20)

RENCANA KERJA TAHUN 2021 16

Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tangerang Selatan;

8. Peningkatan kegiatan sosialisasi yang bersifat masif ke masyarakat umum dan pengembang/dunia usaha yang ada di Kota Tangerang Selatan. Sosialisasi baik yang menyangkut aspek kebijakan penanaman moda dan kebijakan perizinan yang diselenggarakan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tangerang Selatan, Peraturan Walikota, penyebarluasan infomasi perizinan, juga menyangkut layanan Perizinan keliling yang selama ini telah berjalan di tiap-tiap kecamatan;

Analisis SWOT

Identifikasi SWOT merupakan upaya untuk memetakan kekuatan (strengths) dan kelemahan (weaknesses) yang dimiliki, serta peluang (opportunities) dan ancaman (threats) yang dihadapi oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayan Terpadu Satu Pintu Kota Tangerang Selatan dalam penyelenggaraan pembangunan daerah selama 5 (lima) tahun ke depan. Hasil identifikasi SWOT tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Identifikasi Kekuatan (Strengths)

Faktor – faktor yang dianggap kekuatan (Strengths) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tangerang Selatan adalah: a. Staff dan pegawai dalam Dinas Penanaman Modan dan Pelayanan

Terpadu Satu Pintu yang memadai

b. Jumlah anggran daerah untuk Dinas Penanaman Modan dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu sudah memadai

c. Terdapatnya struktur tugas dan fungsi dari Dinas Penanaman Modan dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu yang jelas

d. Tersedianya sarana dan prasaran pendukung

1) Kelemahan (weakness)

a. Terdapat kendala dalam dukungan data perijinan dan nonperijinan b. Kualitas saranan dan prasarana pelayanan yang kurang optimal

(21)

RENCANA KERJA TAHUN 2021 17

c. Koordinasi pegawai Dinas Penanaman Modal dan Pelayan Terpadu Satu Pintu Kota Tangerang Selatan yang belum efektif

d. Kurangnya kompetensi untuk petugas pelayanan 2) Peluang (opportunities)

a. Terdapat pembinaan yang diberikan pemerintah pusat untuk Dinas Penanaman Modal dan Pelayan Terpadu Satu Pintu Kota Tangerang Selatan

b. Iklim investasi yang berkembang cukup baik di Kota Tangerang Selatan c. Berkembangnya daerah – daerah komersil di Kota Tangerang Selatan 3) Ancaman/Tantangan (Threats)

a. Adanya alih fungsi tata ruang di Kota Tangerang Selatan b. Trdapat persaingan global antar investor

c. Menurunnya kepercayaan publik maupun investor terhadap pemerintah daerah maupun birokrasi

(22)

RENCANA KERJA TAHUN 2021 18 Tabel 2.3 Analisis SWOT Eksternal Internal Peluang (opportunities) Ancaman (Threats) a. Peluang pengembangan sektor perdagangan dan jasa terbuka lebar b. Optimalisasi lembaga pendidikan sebagai teknologi transfer dan eksistensi PUSPITEK untuk kepentingan penciptaan iklim investasi c. Daerah perbatasan sebagai lokasi pengembangan infrastruktur dan pemukiman yang terintegrasi

d. Banyak minat yang menanamkan investasi di kota tangerang selatan. e. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi di jabotabekjur. a. Ketatnya aturan tentang tindak pidana korupsi pada penyelenggaraan kebijakan daerah. b. Isu keamanan yang

kurang mendukung investasi. c. Meningkatnya daya tarik investasi daerah lain se jabodetabek. d. Pertumbuhan penduduk yang tinggi. e. Koordinasi dan kerjasama antar pemerintah pusat dan daerah belum optimal.

f. Masih adanya masyarakat miskin dan pengangguran usia produktif

(23)

RENCANA KERJA TAHUN 2021 19

f. Tersedianya

tempat dan even pameran yang berskala internasional. g. Adanya pasar bebas. h. Adanya sejumlah masyarakat dan institusi yang sudah menggunajan teknologi informatika untuk pengembangan usaha i. Adanya gerakan reformasi birokrasi dan pengembangan pelayanan publik j. Gerakan Internationalisasi lembaga pendidikan dan kesehatan diwilayah Kota Tangerang Selatan Kekuatan (Strengths) Strategi

(SO/Comparative Advantage. Memungkinan organisasi bisa Strategi ST/Mobilization. Menggunakan

kekuatan yang dimiliki

(24)

RENCANA KERJA TAHUN 2021 20 berkembang lebih cepat menghindari ancaman a. Adanya landasan hukum tentang kewenangan DPMPTSP. b. Adanya komitmen dan dukungan dari para stakeholders. c. Tersedianya Sumber Daya Manusia. d. Tersedianya anggaran yang memadai. e. Merupakan daerah perkotaan. f. Letak geografis yang strategis. g. Tersedianya jaringan infrastruktur. h. Banyaknya pengembang. i. Laju pertumbuhan ekonomi relatif besar j. Potensi pengembangan jasa dan perdaganggan tinggi a. Meningkatkan kompetensi dari tugas pokok dan fungsi pewagai Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu b. Mengoptimalkan dukunagn anggaran untuk memperoleh pembinaan pusat dalam peningkatan pelayanan c. Mendayagunakan pegawai, sarana dan prasaranan yang ada untuk mendukung iklim investasi dan bisnis di Kota Tangerang Selatan a. Meningkatkan sarana dan prasarana dengan dukungan anggran untuk meningkatkan kepercayaan publik dan investor dalam pelayanan Dinas Penanaman Modal dan PelayananTerpadu Satu Pintu b. Mendayagunakan dan mengembangkan potensi pegawai untuk menghadapi persaingan global c. Meningkatkan lualitas pegawai dibidang teknis penataan ruang untuk mengantisipasi alih fungsi tata rauang

(25)

RENCANA KERJA TAHUN 2021 21 k. Pertumbuhan UMKM di Kota Tangerang Selatan yang mampu menyerap tenaga kerja l. Memiliki daya dukung pengembangan dibidang pendidikan dan kesehatan Kelemahan (weakness) Strategi WO/Divestment /Investment. Pemanfaatan peluang dengan cara mengatasi kelemahan yang ada Strategi WT/Damage Control. Meminimalkan kelemahan serta menghindari ancaman 1. Belum adanya pedoman pelaksanaan penanaman modal. 2. Belum optiomalnya sosialisasi tentang DPMPTSP. 3. Kemampuan SDM DPMPTSP tidak merata. a. Mendukung perkembangan industri dan bisnis di Kota Tangerang Selatan dengan meningkatkan ketersediaan data yang valid dan akurat

b. Mendorong

investasi dengan meningkatkan kualitas sarana dan

a. Meningkatkan efektivitas

koordinasi tim teknis agar tidak terjadi alih fungsi lahan dalam tata ruang b. Meningkatkan efektivitas koordinasi dalam seluruh pegawai Dinas Penanaman Modal dan

(26)

RENCANA KERJA TAHUN 2021 22 4. Budaya kerja aparatur DPMPTSP yang kurang inovatif dan kurang responsif. 5. Belum optimalnya pengawasan perizinan. 6. Sarana dan Prasaran Perkantoran yang belum lengkap. 7. Data base yang

belum lengkap. 8. Koordinasi dan kerjasama antar instansi yang belum optimal. 9. Lahan budidaya sangat terbatas. 10. Keterbatasan sarana dan prasarana pemerintahan dalam konteks optimalisasi pelayanan publik pada umumnya dan penciptaan iklim investasi khususnya

prasarana. Pelayanan Terpadu Satu Pintu untuk mengatasi persaingan global yang terjadi d. Meningkatkan efektivitas koordinasi antar pegawai Dinas Penanaman Modal dan PelayananTerpadu Satu Pintu agar mampu

memberikan

pelayanan yang

baik dan

(27)

RENCANA KERJA TAHUN 2021 23 11. Kurang ketersediaan marketing tools daerah dan kegiatan pembukaan dan pencarian pasar untuk yang memanfaatkan kemajuan Teknologi Informasi 12. Belum efisiennya pengelolaan pendidikan dalam konteks pengembangan teknologi dan lainnya yang memberikan daya dukung untuk pengembangan investasi Kota Tangerang Selatan 13. Masih adanya tingkat pengangguran pada usia produktif dan keterbatasan lapangan kerja

(28)

RENCANA KERJA TAHUN 2021 24

Strategi dan Kebijakan

Arah kebijakan dan strategi DPMPTSP Kota Tangerang Selatan memuat langkah-langkah berupa program-program indikatif untuk memecahkan berbagai permasalahan strategis dan mendesak untuk segera ditindaklanjuti dalam jangka menengah guna tercapainya visi, misi, tujuan, dan sasaran strategis DPMPTSP Kota Tangerang Selatan. Arah kebijakan DPMPTSP adalah sebagai berikut :

1. Memperkuat kontribusi penanaman modal terhadap perekonomian Tangerang Selatan;

2. Mendorong terciptanya iklim penanaman modal yang berdaya saing, kondusif, dan responsif terhadap perubahan lingkungan lokal maupun global;

 Penguatan kelembagaan penanaman modal  Pengaturan bidang usaha tertutup dan terbuka  Pengaturan persaingan usaha

 Pengaturan hubungan industrial

 Pemberian fasilitas, kemudahan, dan insentif

3. Mendorong kegiatan penanaman modal untuk mengatasi masalah-masalah pengangguran, peningkatan perekonomian daerah, dan pengembangan sektor UMKM.

 Pengembangan pusat ekonomi dan klaster industri  Pengembangan pusat-pusat pertumbuhan strategis  Pengembangan sumber Energi

4. Fokus Pengembangan, Infrastruktur, dan Energi  Bidang pangan sebagai isu strategis

 Bidang infrastruktur sebagai isu strategis

 Menetapkan bidang energi sebagai isu strategis  Teknologi ramah lingkungan

 Ekonomi hijau  Cegah cemar

(29)

RENCANA KERJA TAHUN 2021 25

5. Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Koprasi (UMKMK)  Strategi naik kelas

 Strategi aliansi strategis

6. Pemberian Fasilitas, Kemudahan, dan/atau Insentif Penanaman Modal  Pemberian fasilitas penanaman modal

 Pemberian kemudahan penanaman modal  Pemberian insentif penanaman modal 7. Promosi Penanaman Modal

 Image building sebagai daerah tujuan investasi  Strategi promosi yang lebih fokus dan inovatif  Peningkatan peran koordinasi promosi

Adapun program prioritas DPMPTSP Kota Tangerang Selatan sesuai RPJMD 2016-2021 yang berkait dengan lingkup tugas pokok dan fungsi DPMPTSP Kota Tangerang Selatan untuk mendukung strategi dan arah kebijakan daerah adalah :

1. Program Pengembangan Investasi, melalui peningkatan misi investasi di dalam maupun luar negeri serta peningkatan bahan-bahan promosi yang mampu berdaya saing;

2. Program Pengembangan Pelayanan Perijinan, melalui program berikut ini:

a. Pengembangan SPIPISE dan Penyelenggaraan PTSP; b. Peningkatan pengawasan/monitoring pelayanan perizinan;

c. Peningkatan kualitas pelayanan perizinan di setiap kecamatan dan kelurahan dengan pemanfaatan sistem SIPATEN secara profesional, mudah ,cepat, tepat, Transparan dan Akuntabel

Peningkatan kualitas SIMPONIE (Sistem Informasi Manajemen Perijinan Online) dalam rangka memberikan kemudahan kepada masyarakat akan layanan perizinan yang mudah, cepat dan tepat waktu.

Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan

Rencana Kerja (Renja) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tangerang Selatan 2021 merupakan rencana kerja tahunan penjabaran dari pelaksanaan

(30)

RENCANA KERJA TAHUN 2021 26

pembangunan yang telah direncanakan di dalam dokumen Rencana Strategis (Renstra) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tangerang Selatan 2016-2021. Rencana Kerja (Renja) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Tahun 2021 ini disusun dengan mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah dengan tetap memperhatikan kepada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Tangerang Selatan Tahun 2019. Berdasarkan isu strategis yang menjadi permasalahan utama Kota Tangerang Selatan pada Tahun 2019, ditetapkanlah beberapa prioritas dan fokus masing-masing serta program prioritas untuk Tahun 2021 dalam rangka percepatan pencapaian target RPJMD Kota Tangerang Selatan Tahun 2016-2021.

Beberapa program prioritas yang sejalan dengan program kegiatan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tangerang Selatan antara lain termasuk dalam kategori Prioritas 1 dan 2 yaitu “pengembangan investasi dan pengembangan pelayanan perijinan”, dengan sasaran peningkatan jumlah investasi baik PMA dan PMDN dan penerapan pelayanan dan perijinan satu pintu dan satu atap serta jumlah kayanan perijinan yang bersertifikasi ISO. Terhadap usulan program dan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tangerang Selatan, telah melalui tahapan yang telah disesuaikan dengan ketentuan yaitu dari hasil musrenbang Kecamatan yang dihadiri oleh delegasi Kelurahan dan perwakilan OPD yang mengahasilkan berupa Dokumen F1 usulan Musrenbang Kecamatan, proposal usulan, berita acara musrenbang Kecamatan dan delegasi atau perwakilan untuk Musrenbang RKPD Kota Tangerang Selatan dan juga hasil Forum OPD/Gabungan OPD yang yang dihadiri oleh delegasi kecamatan, delegasi dari kelompok Masyarakat, dan pemangku kepentingan terkait yang menghasilkan

(31)

RENCANA KERJA TAHUN 2021 27

berupa rancangan Renja OPD, berita acara, delegasi atau perwakilan untuk Musrenbang RKPD Kota Tangerang Selatan.

2.4 Review terhadap Rancangan Awal RKPD

Proses yang dilakukan, yaitu mereview antara rancangan awal RKPD dengan hasil realisasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tangerang Selatan Tahun berjalan.

(32)

RENCANA KERJA TAHUN 2021 28

3.1 Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional Tabel 3.1

Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional

No Kebijakan Nasional Sumber Keterangan

1 "Mewujudkan bangsa yang berdaya saing."

MISI ke-5 Pemerintahan Jokowi-JK

Visi Misi Pemerintah 2014-2019 dirumuskan dan

dijabarkan lebih operasional kedalam sejumlah Program Prioritas nasional.

2 Poin 2 : “Membuat

pemerintahan tidak absen dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya”. Poin 6. 6 : “Menciptakan layanan satu atap untuk investasi, efisiensi perijinan bisnis menjadi maksimal 15 hari”. Poin 7.5 : “Mewujudkan penguatan teknologi melalui kebijakan penciptaan sistem inovasi nasional” Program Nawacita dalam Dimensi Pembangunan Nasional

Sembilan agenda prioritas nasional yang disebut Nawa Cita. Program ini digagas untuk menunjukkan prioritas jalan perubahan menuju Indonesia yang berdaulat secara politik, serta mandiri dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan.

BAB III

TUJUAN, SASARAN PROGRAM DAN

KEGIATAN

(33)

RENCANA KERJA TAHUN 2021 29

3 Strategi Peningkatan Investasi :

a.PenyederhanaanProsedur Perizinan Investasi dan Usaha di daerah yang

diarahkan untuk mendukung pengembangan sektor pengolahan dna jasa serta mendukung perbaikan peringkat Indonesia dalam kemudahan berusaha; dan b. peningkatan kualitas layanan investasi untuk memberikan kemudahan kepastian dan transparansi proses perijinan bagi investor dan pengusaha yang dititikberatkan pada optimalisasi layanan investasi di PTSP melalui percepatan pelimpahan wewenang perizinan kepada kepala PTSP, Penyusunan SOP, pengurangan biaya,

implementasi SPIPISE dan Trcking System, serta pembentukan PTSP bagi daerah yang belum memilikinya; Peraturan Presiden No.60 Tahun 2015 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2016

Bahwa Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Dahulu Badan Pelayanan Perijinan Terpadu) Kota Tangerang Selatan telah

menyelenggarakan kegiatan PTSP dan PTSA pada awal tahun 2014 sesuai dengan ketentuan

perundang-undangan yang berlaku. Dan saat ini tengah melakukan peningkatan kualitas layanan dengan menitikberatkan pelayanan di setiap

kecamatan dan kelurahan serta dalam proses integrasi dengan Kantor Penanaman Modal Daerah

4 Aspek penyelenggaraan pelayanan publik yang meliputi standar pelayanan, maklumat pelayanan, sistem

UU No.25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik

Bahwa Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Dahulu Badan Pelayanan Perijinan

(34)

RENCANA KERJA TAHUN 2021 30

informasi, sarana dan prasarana, biaya/ tarif pelayanan, pengelolaan pengaduan, dan penilaian kinerja;

Terpadu)Kota Tangerang Selatan telah

menyelenggarakan kegiatan PTSP dan PTSA pada awal tahun 2014 sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. 5 Perusahaan penanaman

modal yang akan melakukan kegiatan usaha wajib

memperoleh izin diperoleh melalui pelayanan terpadu satu pintu;

UU No. 25 Tahun 2007 Tentang Penanaman Modal

Bahwa Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Dahulu Badan Pelayanan Perijinan Terpadu) Kota Tangerang Selatan telah

menyelenggarakan kegiatan PTSP dan PTSA pada awal tahun 2014 sesuai dengan ketentuan Perundang-undangan yang berlaku. 6 Penyelenggaraan PI'SP di

bidang Penanarnan Modal oleh Pemerintah Daerah dilaksanakan oleh

pernerintah provinsi dan pemerintah kabupaten /kota;

Perpres No.27 Tahun 2009 Tentang Tata Cara Pelaksanaan Pelayanan Terpadu Satu Pintu

Bahwa Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan

Terpadu Satu Pintu (Dahulu Badan Pelayanan Perijinan Terpadu)Kota Tangerang Selatan telah

menyelenggarakan kegiatan PTSP dan PTSA pada awal tahun 2014 sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

(35)

RENCANA KERJA TAHUN 2021 31

7 Penyederhanaan Pelayanan Perizinan, Pembentukan perangkat daerah penyelenggara PTSP,

penetapan proses, waktu dan biaya, SDM serta keterbukaan informasi; Permendagri No.24 Tahun 2006 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

Bahwa Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Dahulu Badan Pelayanan Perijinan Terpadu)Kota Tangerang Selatan telah

menyelenggarakan kegiatan PTSP dan PTSA pada awal tahun 2014 sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tangerang Selatan melaksanakan tugas koordinasi penanaman modal dan penyelenggaraan pelayanan administrasi di bidang pelayanan perizinan secara terpadu. Sesuai dengan Peraturan Walikota Tangerang Selatan Nomor 61Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas Dan Fungsi Serta Tata Kerja Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu

3.2 Visi dan Misi Walikota Periode 2016 – 2021

Berdasarkan kondisi saat ini dan isu-isu strategis pada 5 tahun mendatang yang secara dinamis dipengaruhi oleh beberapa paradigma pembangunan kota diantaranya Smart city, Livable city, Sustainable Deevelopment Goals (SDGs) serta kebijakan yang tertuang dalam RPJPD Kota Tangerang Selatan Tahap kedua, serta penggalian aspirasi dan persepsi masyarakat yang telah dilakukan

(36)

RENCANA KERJA TAHUN 2021 32

Selanjutnya dengan memperhatikan arahan tahapan RPJPD, RTRW, SPM, isu-isu strategis nasional dan provinsi, peraturan perundang-undangan lainnya yang terkait, evaluasi capaian kinerja tahun-tahun sebelumnya, maka rumusan Visi Pemerintah Kota Tangerang Selatan Tahun 2016-2021 adalah:

Visi sebagai sebuah cita-cita perubahan kondisi yang didambakan, juga merupakan jawaban atas permasalahan-permasalahan dan isu strategis di Kota Tangerang Selatan lima tahun kedepan. Tabel 3.1 berikut ini menjelaskan hubungan antara permasalahan/isu strategis dengan visi yang dicita-citakan.

Tabel 3.2

Penjelasan Korelasi Isu Strategis dengan Visi

No Isu Strategis Visi

1 Kualitas Sumber Daya Manusia

Meskipun IPM (79,38) relatif lebih baik dibanding kab/kota lain di Provinsi Banten, namun Angka Melek Huruf (AMH) dan Indeks Kemampuan Daya Beli Masyarakat/Purchasing Power Parity (PPP) Kota Tangsel masih perlu ditingkatkan, agar daya saing daerah meningkat.

Korelasi dengan bagian dari visi Tangsel Cerdas

2 Pertumbuhan penduduk

Pertumbuhan penduduk (3,36%) dan Kepadatan Penduduk (10.143 jiwa/km²) menjadi tantangan tersendiri terhadap masalah sosial, migrasi

Korelasi Tangsel Cerdas dengan penduduk yang terkendali dan tingkat pendidikan serta kesehatan yang baik

VISI :

“TERWUJUDNYA TANGSEL KOTA CERDAS, BERKUALITAS

DAN BERDAYA SAING BERBASIS TEKNOLOGI DAN

(37)

RENCANA KERJA TAHUN 2021 33

No Isu Strategis Visi

penduduk, dan pemenuhan kebutuhan dasar.

3 Sarana dan Prasarana wilayah

Aksesibilitas orang, barang dan jasa masih membutuhkan peningkatan ketersediaan dan kualitas prasarana dan sarana wilayah apalagi sektor perdagangan, hotel dan restoran adalah penyumbang terbesar PDRB Kota Tangsel (31%). Disamping itu ketaatan pada pemanfaatan ruang yang masih kurang, tata kota semrawut, kemacetan, serta minimnya ruang terbuka hijau (RTH) untuk publik.

Korelasi dengan visi berkualitas sehingga memiliki daya saing

4 Perekonomian Daerah

Meskipun perekonomian Kota Tangsel mampu tumbuh diatas nasional dan provinsi (dengan kisaran 7,25-8,81% dalam 5 tahun terakhir) namun tingkat inflasi relatif fluktuatif di antara 3% s/d 10,57%, tertinggi di Tahun 2014 dan terendah di angka 3,24% di Tahun 2015. Hal tersebut berpengaruh pada tingkat daya beli masyarakat, ketimpangan pendapatan dan laju pertumbuhan ekonomi.

Korelasi dengan perekonomian yang berdaya saing berbasis inovasi produk unggulan daerah

5 Kemiskinan dan kesejahteraan sosial

Tingkat kemiskinan 1,69% dan tingkat pengangguran terbuka 6,23% sebagai

Korelasi dengan masyarakat cerdas yang memiliki pendidikan,

(38)

RENCANA KERJA TAHUN 2021 34

No Isu Strategis Visi

dampak urbanisasi merupakan permasalahan kota yang harus diantisipasi agar tidak semakin meningkat.

kesejahteraan yang baik

6 Tata kelola pemerintahan

Masih belum optimalnya penyelenggaraan pemerintahan daerah, diantaranya terdapat produk-produk hukum (perda) yang blm diselesaikan tepat waktu, pelayanan publik masih perlu ditingkatkan, Opini BPK RI atas laporan keuangan 2 tahun berturut-turut masih WDP. NiIai AKIP Kota Tangsel masih B

Korelasi dengan pengelolaan sistem pemerintahan melalui aparatur yang cerdas berbasis teknologi dan inovasi

Selanjutnya visi di atas perlu diperjelas dan dipertegas lagi agar penjabaran ke dalam misi, tujuan serta sasaran dapat memperlihatkan keselarasan antara yang akan dicapai dengan yang akan dilakukan di Kota Tangerang Selatan Tahun 2016-2021. Tabel 3.3 menguraikan penjelasan visi sebagai berikut:

Tabel 3.3.

Penjelasan Visi Kota Tangerang Selatan Tahun 2016 – 2021

Visi Pokok-pokok

(39)

RENCANA KERJA TAHUN 2021 35

Visi Pokok-pokok

Visi Penjelasan Visi

“Terwujudnya Tangsel Kota Cerdas, Berkualitas, Berdaya Saing berbasis Teknologi dan Inovasi”

Kota Cerdas Mengandung makna bahwa prinsip yang dikedepankan dan menjadi fondasi dalam setiap aspek kehidupan masyarakat yang ada di wilayah adalah prinsip cerdas, yang mencerminkan konsepsistematis, efisiensi, efektifitas, profesionalisme, partisipasi dan akuntabilitas. Prinsip ini kemudian akan diturunkan dalam tataran praktis untuk membangun

smart people, smart economy, smart mobility, smart environment, smart living dan smart governance. Upaya

dalam mewujudkan visi cerdas ini sejauh mungkin akan memaksimalkan manfaat aspek teknologi dan inovasi.

Kota Berkualitas Memiliki arti bahwa yang ingin diwujudkan oleh semua stakeholder yang ada di wilayah adalah sebuah standar kualitas tertinggi dalam setiap aspek. Sumberdaya manusia yang kompeten, kondisi infrastruktur yang memenuhi standar yang ditetapkan, lingkungan yang ditata dengan mengedepankan prinsip berkesinambungan dan mendukung produktifitas warga, penyelenggaraan pemerintahan yang menerapkan kaidah-kaidah good governance, dan

(40)

RENCANA KERJA TAHUN 2021 36

Visi Pokok-pokok

Visi Penjelasan Visi

kehidupan sosial masyarakat yang madani dan mencerahkan, adalah batasan kualitas yang ingin dicapai. Dalam mencapai standar tersebut konsep pembangunan berbasis kewilayahan, inovasi dankolaborasi dari setiap elemen yang ada menjadi pilihan.

Kota Berdaya Saing

Membawa pesan bahwa yang ingin dituju adalah sebuah kota yang memiliki berbagai keunggulan baik komparatif maupun kompetitif sehingga menjadi sebuah kawasan yang nyaman sebagai tempat hunian dan menarik untuk berinvestasi. Kota yang berdaya saing ini diterjemahkan melalui penyediaan transportasi publik yang baik, kondusifitas wilayah yang terjaga, daerah yang ramah inovasi, dunia usaha khususnya industri kreatif dan UMKM yang berkembang, serta mekanisme pelayanan perijinan yang mencerminakan prinsip excellent service delivery. Inovasi adalah pintu

utama untuk mewujudkan kota yang memiliki nilai lebih dan berdaya saing.

Berbasis Teknologi

Untuk mewujudkan Kota Cerdas, berkualitas dan berdaya saing

(41)

RENCANA KERJA TAHUN 2021 37

Visi Pokok-pokok

Visi Penjelasan Visi

dan Inovasi diupayakan dengan memanfaatkan teknologi sebagai basis pendukung dan mendorong tumbuh kembangnya inovasi mulai dari pembuatan kebijakan, pengembangan system sistem, perumusan strategi dalam penyelenggaraan pelayanan publik dan pelaksanaan pembangunan.

Antara Visi dan Misi memiliki hubungan yang tidak terpisahkan dan saling terkait. Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan, sedangkan Misi adalah rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan Visi. Rumusan misi yang baik membantu lebih jelas penggambaran visi yang ingin dicapai dan menguraikan upaya-upaya apa yang harus dilakukan. Dalam suatu dokumen perencanaan, rumusan misi menjadi penting untuk memberikan kerangka bagi tujuan dan sasaran serta arah kebijakan yang ingin dicapai dan menentukan jalan yang akan ditempuh untuk mencapai visi. Rumusan misi dalam dokumen RPJMD dikembangkan dengan memperhatikan faktor-faktor lingkungan strategis, baik eksternal maupun internal yang mempengaruhi, serta kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan yang ada dalam pembangunan daerah. Misi disusun untuk memperjelas jalan atau langkah yang akan dilakukan dalam rangka mencapai perwujudan visi.

Rancangan misi Pemerintah Kota Tangerang SelatanTahun 2016-2021, tetap berada dalam kerangka melanjutkan dan meningkatkan, memperkuat serta memantapkan pencapaian pembangunan periode sebelumnya. Upaya perwujudan visi pembangunan jangka menengah tersebut akan dicapai melalui 5 (lima) Misi Pemerintah Kota Tangerang Selatan Tahun 2016-2021sebagai berikut:

(42)

RENCANA KERJA TAHUN 2021 38

MISI :

Program Prioritas RPJMD 2016 – 2021

Program prioritas Wali Kota Tangerang Selatan 2016-2021 adalah meneruskan penataan pembangunan yang sudah berjalan dengan baik, serta meningkatkan program-program pembangunan yang akan memberikan manfaat bagi warga masyarakat dengan berbasis teknologi dan inovasi. Program prioritas di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu yang akan diwujudkan melalui program, antara lain:

1. Pengembangan investasi

2. Pengembangan pelayanan perijinan

Keterkaitan Renstra DPMPTSP Kota Tangerang Selatan dengan Visi Misi Walikota

Rencana Strategis Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tangerang Selatan harus selaras dengan Visi dan Misi Walikota terpilih untuk masa pemerintahan 2016-2021. Adapun Visi Misi Walikota seperti tersebut di atas. Keterkaitan antara Renstra Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tangerang Selatan dengan Visi Misi Walikota adalah sebagai berikut:

Misi Walikota Tangerang Selatan salah satunya pada misi ke empat yaitu Mengembangkan ekonomi kerakyatan berbasis inovasi dan produk unggulan telah tercermin dalam tujuan dan sasaran Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tangerang Selatan, yaitu:

1. Mengembangkan sumber daya manusia yang handal dan berdaya saing;

2. Meningkatkan infrastruktur kota yang fungsional;

3. Menciptakan kota layak huni yang berwawasan lingkungan; 4. Mengembangkan ekonomi kerakyatan berbasis inovasi dan

produk unggulan;

5. Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik berbasis teknologi informasi.

(43)

RENCANA KERJA TAHUN 2021 39

menumbuhkan perekonomian daerah yang berdaya saing berbasis produk uanggulan daerah dengan sasaran strategs meningkatnya investasi.

A. Tujuan dan Sasaran Strategis

Mempertimbangkan visi dan misi Pemerintah Kota Tangerang Selatan tersebut di atas, maka ditetapkan tujuan dan sasaran jangka menengah (sasaran strategis) DPMPTSP Kota Tangerang Selatan beserta indikator sasaran dan targetnya sebagai berikut:

1. Tujuan :

a. Meningkatnya pelayanan Penanaman Modal dan Perizinan Daerah

b. Meningkatkan tata kelola penyelengaraan pelayanan & administrasi OPD yang efektif & efisien

2. Sasaran Strategis :

a. Meningkatnya Investasi PMA & PMDN

b. Terciptanya Kemudahan Pelayanan Perizinan

c. Meningkatnya akuntabilitas kinerja dan pelayanan public yang prima

3. Indikator kinerja

1. Jumlah Investasi PMA & PMDN

2. Persentase Pelayanan Perizinan berbasis Online 3. Jumlah layanan perizinan yang bersertifikasi ISO 4. Persentase penanganan pengaduan masyarakat

5. Peningkatan Predikat Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) 6. Presentase sarana dan prasarana aparatur yang menunjang

kinerja pelayanan dan berfungsi dengan baik 7. Peningkatan Nilai Evaluasi AKIP

8. Meningkatnya Konsistensi Dokumen Perencanaan 9. Presentase Capaian Realisasi Keuangan pertahun 10. Jumlah Pegawai yang mendapat BIMTEK pertahun

11. Persentase data sektoral Bidang Penaman Modal dan Pelayanan Perizinan yang di mutakhirkan setiap satu tahun

(44)

RENCANA KERJA TAHUN 2021 40

3.3 Program dan Kegiatan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tangerang Selatan Tahun 2021

Tujuan dan sasaran Program dan Kegiatan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tangerang Selatan pada Tahun 2021 harus sesuai dengan kebijakan pembangunan daerah Tahun 2021 yang mengacu kepada:

 Percepatan capaian RPJMD/Renstra OPD, SPM dan dokumen perencanaan lainnya serta mengacu kepada tupoksi;

 F1 Kecamatan dari hasil musrenbang Kecamatan yang yang dihadiri oleh delegasi Kelurahan dan perwakilan OPD yang mengahsilkan berupa Dokumen usulan Musrenbang Kecamatan, proposal usulan, berita acara musrenbang Kecamatan dan delegasi atau perwakilan untuk Musrenbang RKPD Kota Tangerang Selatan;

 Hasil Forum OPD/Gabungan OPD yang dihadiri oleh delegasi kecamatan, delegasi dari kelompok Masyarakat, dan pemangku kepentingan terkait yang menghasilkan berupa rancangan Renja OPD, berita acara, delegasi atau perwakilan untuk Musrenbang RKPD Kota Tangerang Selatan.

Pada Program dan kegiatan tahun 2021 ada yang berbeda dengan tahun sebelumnya karena di sahkannya Peraturan Kementrian Dalam Negeri no 90 Tahun 2019 tentang Klasifikasi, Kodefikasi, dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah merupakan salah satu implementasi teknis pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.

Klasifikasi, Kodefikasi, dan Nomenklatur perencanaan pembangunan dan keuangan daerah merupakan perwujudan pelaksanaan urusan pemerintahan daerah yang didesentralisasikan sehingga pemanfaatannya akan sangat mendukung proses penyelenggaraan :

a) perencanaan pembangunan daerah; b) perencanaan anggaran daerah;

c) pelaksanaan dan penatausahaan keuangan daerah; d) akuntansi dan pelaporan keuangan daerah;

(45)

RENCANA KERJA TAHUN 2021 41

f) pengawasan keuangan daerah; dan

g) analisis informasi pemerintahan daerah lainnya.

Perumusan prioritas program dan kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2021 disusun dengan memperhatikan target capaian kinerja sasaran yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tangerang Selatan Tahun 2016-2021 sesuai dengan RPJMD Kota Tangerang Selatan Tahun 2016-2021. Pada tahun 2021 Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tangerang Selatan telah merumuskan 6 (Enam) Program dan 10 (Sepuluh) Kegiatan

Bahwa kegiatan-kegiatan yang direncanakan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tangerang Selatan pada tahun 2021 sebanyak 10 kegiatan sebagai berikut:

Tabel 3.4

Rencana Program & Kegiatan DPMPTSP Tahun 2021

No Kode Kegiatan Kegiatan

1 2.18.1.2.12.01.00.01.201 Perencanaan dan Evaluasi Kinerja Perangkat Daerah

2 2.18.1.2.12.01.00.01.202 Administrasi Keuangan 3 2.18.1.2.12.01.00.01.203 Administrasi Umum

4 2.18.1.2.12.01.00.01.204 Peningkatan Disiplin dan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

5 2.18.1.2.12.01.00.02.201 Penetapan Pemberian Fasilitas/Insentif Dibidang Penanaman Modal yang Menjadi Kewenangan Daerah Kabupaten/Kota

6 2.18.1.2.12.01.00.02.202 Pembuatan Peta Potensi Investasi Kabupaten/Kota

7 2.18.1.2.12.01.00.03.201 Penyelenggaraan Promosi Penanaman Modal yang Menjadi Kewenangan

(46)

RENCANA KERJA TAHUN 2021 42

Daerah Kabupaten/ Kota

8 2.18.1.2.12.01.00.04.201 Pelayanan Perizinan dan Nonperizinan Secara Terpadu Satu Pintu Dibidang Penanaman Modal yang Menjadi Kewenangan Daerah Kabupaten/ Kota 9 2.18.1.2.12.01.00.05.201 Pengendalian Pelaksanaan Penanaman

Modal yang Menjadi Kewenangan Daerah Kabupaten/Kota

10 2.18.1.2.12.01.00.06.201 Pengelolaan Data dan Informasi Perizinan dan Nonperizinan yang Terintergrasi Pada Tingkat Daerah Kabupaten/Kota

*Data Berdasarkan usulan forum Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tangerang Selatan Tahun 2021

(47)

RENCANA KERJA TAHUN 2021 43

4.1 Kesimpulan

Rencana Kerja (Renja) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan

Terpadu Satu Pintu Kota Tangerang Selatan Tahun 2021 merupakan

suatu dokumen yang akan dijadikan acuan dan pedoman dalam

penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi Dinas Penanaman Modal dan

Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tangerang Selatan, yang pada

akhirnya diharapkan dapat menunjang tercapainya Visi Pemerintah Kota

Tangerang Selatan yaitu “Terwujudnya Tangerang Selatan sebagai

Kota

Cerdas, Berkualitas, dan Berdaya Saing Berbasis Teknologi dan Inovasi”.

Rencana Kerja (Renja) Tahun 2021 ini mengacu pada dokumen

Rencana Strategis (Renstra) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan

Terpadu Satu Pintu Kota Tangerang Selatan Tahun 2016-2021 dan

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota

Tangerang Selatan Tahun 2016-2021 serta mengacu kepada Rencana

Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang diantaranya memuat kebijakan,

program, dan kegiatan pembangunan baik yang dilaksanakan langsung

oleh Pemerintah Daerah maupun yang ditempuh dengan mendorong

partisipasi masyarakat.

Rencana Kerja (Renja) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan

Terpadu Satu Pintu Kota Tangerang Selatan Tahun Anggaran 2021 ini

merupakan pedoman dalam melaksanakan kegiatan yang menjadi

tanggung jawab OPD, dan diharapkan dapat memberikan solusi dalam

setiap gerak dan langkah yang akan ditempuh, agar tidak terjadinya

berbagai hambatan, tantangan dan rintangan yang berarti. Rencana Kerja

ini secara umum menguraikan program dan kegiatan Dinas Penanaman

BAB IV

PENUTUP

(48)

RENCANA KERJA TAHUN 2021 44

Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tangerang Selatan serta

indikator kinerja untuk program yang dinyatakan dalam sasaran hasil

(outcomes).

Rencana Kerja (Renja) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan

Terpadu Satu Pintu Kota Tangerang Selatan selain menjadi acuan

pelaksanaan kegiatan Tahun 2021, juga berfungsi sebagai sarana

peningkatan kinerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu

Satu Pintu Kota Tangerang Selatan. Selain sebagai bahan pelaksanaan

kegiatan selama tahun 2021, Rencana Kerja juga dapat digunakan

sebagai sarana untuk melakukan kegiatan yang dilaksanakan dalam satu

tahun bagi seluruh jajaran Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan

Terpadu Satu Pintu Kota Tangerang Selatan. Rencana Kerja juga

memberikan umpan balik (

feedback

) yang sangat diperlukan dalam

pengambilan keputusan dan penyusunan rencana di masa mendatang

oleh para pimpinan dan seluruh pegawai Dinas Penanaman Modal dan

Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tangerang Selatan sehingga akan

diperoleh peningkatan kinerja ke arah yang lebih baik di masa

mendatang.

Esensinya, dengan mempedomani Rencana Kerja ini dalam

pelaksanaan kegiatan pembangunan sebagaimana telah tertuang dalam

DPA-OPD Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu

Kota Tangerang Selatan, diharapkan tugas pokok dan fungsi Dinas

Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tangerang

Selatan dapat terlaksana dalam upaya meningkatkan kinerjanya,

terutama

dalam

mengoptimalkan

koordinasi

dan

sinkronisasi

pelaksanaan kegiatan program Pemerintah Kota Tangerang Selatan

khususnya dan dapat mendukung /pencapaian Visi dan Misi Pemerintah

Kota Tangerang Selatan

.

Akhirnya, dengan telah disusunnya Rencana Kerja ini diharapkan

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota

(49)

RENCANA KERJA TAHUN 2021 45

Tangerang Selatan dapat mencapai target kinerja yang diinginkan dan

semoga Rencana Kerja (Renja) 2021 ini dapat dijadikan acuan

kerja/tolok ukur khususnya bagi seluruh aparat Dinas Penanaman Modal

dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tangerang Selatan dan umumnya

bagi pihak-pihak yang terkait.

Gambar

Table Kegiatan Tersedianya Laporan Monitoring dan

Referensi

Dokumen terkait

Penyusunan Rencana Kerja (Renja) Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Berau Tahun 2022 adalah merupakan Pedoman Penyusunan Program dan

Mengacu pada Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2016-2021 tersebut, Satuan Kerja Perangkat Daerah Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu

Rencana strategis (Renstra) Dinas Penanaman Modal, Tenaga Kerja dan PTSP Kota Bontang adalah dokumen perencanaan untuk periode 5 (lima) tahun, yang merupakan dokumen perencanaan teknis

PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (PTSP) DI BIDANG PENANAMAN MODAL PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (PTSP) DI BIDANG PENANAMAN MODAL PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (PTSP) DI BIDANG PENANAMAN

Penyusunan Rencana Kerja (Renja) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Purbalingga Tahun 2020 dimaksudkan untuk menentukan arah kebijakan

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tangerang Selatan merupakan salah satu lembaga/unsur pelaksana teknis Pemerintah Kota Tangerang Selatan yang

Dengan telah tersusunnya Rencana Kerja Organisasi Perangkat Daerah (Renja-PD) Tahun 2019 pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu ini,

Rekapitulasi Evaluasi Hasil Pelaksanaan Renja Perangkat Daerah dan Pencapaian Renstra Perangkat Daerah s/d Tahun 2023 Kabupaten Toba Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu