1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Di dunia ini terdapat bermacam-macam beladiri, hampir disetiap negara memiliki beladiri dengan ciri khas masing masing, misal: di Jepang terdapat Karate, di Korea terdapat Tae Kwon Do, di Tiongkok terdapat Wushu dan di Indonesia terdapat Pencak Silat.Diantara beberapa macam beladiri tersebut, salah satuyang paling populer saat ini adalah beladiri wushu yang berasal dari negara Tiongkok. Tiongkok merupakan negara yang mempunyai beragam warisan kebudayaan, yang hingga kini masih terjaga,bahkan mengalami perkembangan. Salah satu warisan budayaTiongkok yang terus berkembang dan dikenal oleh masyarakat luas adalah beladiri atau lebih dikenal dengan kungfu/wushu.
Wushu merupakan salah satu komponen penting dalam warisan kebudayaan tradisional Tiongkok yang memiliki sejarah ribuan tahun. Pada zaman dahulu dimana manusia masih hidup berdampingan dengan binaang, keadaan tubuh manusia sangat lemah dibandingkan dengan singa, harimau, serigala, dan hewan buas lainnya yang memiliki taring, kuku yang tajam dan kuat, sedangkan manusia tidak memiliki semua kelebihan itu. Namun, meskipun fisik manusia lebih lemah dari hewan-hewan buas tersebut, manusia dikaruniai keistimewaan berupa akal yang tidak dimiliki binatang. Dengan akalnya manusia mampu berfikir dan berupaya agar tetap dapat bertahan hidup. Manusia mulai meniru atau mencontoh gerakan-gerakan hewan ketika berkelahi, seperti:
2
menangkis, melompat, menghindar dari serangan serta memanjat dll.1 Seni beladiri Tiongkok yang kemudian dikenal dengan istilah kungfu/wushu dan mulai dikenal oleh masyarakat tionghoa yaitu semenjak sering terjadinya peperangan dimasa dinasti Qing dan Ming, namun pengenalannya masih dalam bentuk yang sederhana.
Wushu juga merupakan sebuah istilah yang dipakai untuk menyatukan semua seni beladiri yang berasal dari Tiongkok. Sedangkan di Indonesia, seni beladiri wushu dikembangkan oleh orang tionghoa yang telah menetap di Indonesia yang disebut dengan istilah kunthaw. Wushu juga merupakan salah satu olahraga yang paling populer untuk segala usia diberbagai negara. Berdasarkan makna kata wushu berasal dari dua karakter, Wu “武” yang berarti military atau perang, dan Shu “ 术 ” yang berarti Art atau seni. Jadi wushu adalah seni berperang/beladiri yang menggunakan metode tendangan, pukulan, lemparan dll, serta keterampilan dalam menggunakan senjata-senjata tradisional, dan merupakan salah satu olahraga terpopuler di Tiongkok. Selama ini orang lebih mengenal kungfu daripada wushu, hal ini kurang tepat karena kata kungfu sendiri artinya keahlian/keterampilan yang dimiliki seseorang, keahlian tersebut memiliki proses yang panjang sehingga dapat diakui oleh masyarakat luas. secara spesifik mengacu terhadap energi, perasaan dan usaha yang dikeluarkan untuk melakukan sesuatu.2 Sesungguhnya kungfu yang telah diketahui khalayak banyak adalah wushu tradisional atau wushu yang diluar gerakan baku untuk kejuaraan atau perlombaan.
1 Thian, Tio. 1996. Shaolin Kungfu. Yogyakarta: Gramedia 2Nur Khanifah berpendapat dalam Tugas Akhirnya. 2013. Hal 1
3
Seiring dengan perkembangan zaman saat iniwushu telah diorganisasikan secara sistematis kedalam bagian ilmu seni beladiri atau pertunjukkan dan menjadi cabang olahraga dunia yang mempunyai keindahan aesteticyang bernuansa oriental, dan telah dipertandingkan dan dilombakan diberbagai negara baik ditingkat nasional maupun internasional, termasuk di Indonesia. Perkembangan beladiri wushu di Indonesia juga tidak kalah pesat dengan negara-negara lain, wushu telah menjadi cabang olahraga beladiri yang diandalkan Indonesia disetiap ajang perlombaan beladiri baik tingkat nasional maupun internasional, banyak prestasi-prestasi membanggakan yang diraih oleh atlet-etlet wushu asal Indonesia.
Wushu mulai masuk ke Indonesia dan mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia yaitu pada akhir oktobertahun 1992, dan wushu mulai diresmikan atau mulai menjadi organisasi olah raga yang terdaftar di KONI Indonesia pada tanggal 10 November 1992, dan untuk pertama kali berpartisipasi di Sea Games Singapura tahun 1993 Perkembangan wushu di Indonesia bertambah pesat semenjak seni tarian barongsai resmi menjadi salah satu kebudayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tepatnya pada saat pemerintahan KH. Abdurrahman Wahid. Di Yogyakarta saat ini telah banyak tempat-tempat pelatihan wushu, dan menjadi salah satu pusat pengembangan wushu di Indonesia yang diakui serta penyumbang atlet nasional yang berpotensial.
Dalam perkembangannya beladiri wushu sekarang lebih mengutamakan seni/keindahan gerakannya, juga bisa untuk sarana olahraga yang baik untuk kesehatan, dan yang paling populer adalah untuk ajang perlombaan. Hal tersebut
4
telah terbukti dari berbagai ajang perlombaan tim wushu, Indonesia juga telah mencatat banyak prestasi membanggakan baik tingkat nasional maupun internasional. Olahraga ini masih kurang mendapat sosialisasi dimasyarakat, karena mereka menganggap bahwa beladiri wushu tidak begitu menarik untuk digemari dan hanya terbatas pada golongan maupun usia tertentu, meskipun perkembangan wushu di Indonesia sangat pesat, akan tetapi hingga sekarang masyarakat masih menganggap bahwa beladiri wushu identik dengan peperangan dan kekerasan. Padahal beladiri wushu tidak hanya fokus pada ilmu beladirinya, tetapi juga banyak unsur seni keindahan gerakan-gerakannya dan banyak generasi muda yang tertarik dengan olahraga ini. Hal ini merupakan bukti bahwa wushu adalah salah satu cabang olahraga, seni beladiri yang menarik dan digemari.
Beladiri wushu memiliki filosofi yang panjang, juga memiliki berbagai macam teknik. Secara garis besar beladiri wushu dibagi menjadi dua aliran, yaitu: aliran dari utara dan aliran dari selatan. Aliran tersebut dibatasi oleh sungai Yangtze3,aliran utara adalah beladiri yang berasal dari wilayah utara sungai Yangtze, dengan ciri-ciri gerakan yang cepat dan lincah. Sedangkanaliran selatan adalah beladiri yang berasal dari wilayah selatan sungai Yangtze, dengan ciri-cirigerakan lebih lembut dan pelan.Di Indonesia sendiri wushu terdiri dari dua disiplin ilmu, yaitu Wushu Taolu/Tàolù(套路) yang khusus memainkan jurus-jurus dan seni keindahan dan wushu Sanshou/ Sǎndǎ (散 打 )khusus untuk bertarung/berperang, tidak ada permainan jurus dan patokan jurus atau lebih tepatnya wushu gaya bebas, hanya mengambil inti bertarung dari wushu.
3Sungai Yangtze juga disebut sungai Changjiang 长江. Sungai tersebut memiliki panjang 6.300 km.
5
Wushu secara umum memiliki 5 elemen penting yaitu :
1. Air, melambangkan kehidupan dan kelembutan, karena air memberi makan tumbuhan dan bentuk air sendiri yang selalu sesuai dengan tempatnya/wadahnya.
2. Kayu, melambangkan tulang dan otot, sebagai energi dari kehidupan yang jika terkena api akan mengakibatkan terbentuknya panas sebagai tenaga (otot).
3. Api, melambangkan kekuatan dan ketangkasan, memberi nutrisi dari hasil pembakaran yang membuat pembaharuan dalam kemajuan.
4. Bumi, melambangkan pertahanan, memberikan tempat bagi berbagai unsur untuk berkembang.
5. Logam, melambangkan penggunaan senjata, mengkombinasikan berbagai elemen untuk menguasai berbagai senjata yang sangat penting bagi pelatihan wushu.
Hubungan berbagai unsur dalam wushu adalah air mendinginkan api, api menempa logam, logam memotong kayu, kayu tumbuh dari bumi, bumi mengontrol air. Jadi semua unsur tersebut saling berhubungan satu sama lain.4
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan diatas, adapun rumusan masalah penelitiannya adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana gambaran umum sejarah perkembangan wushu taolu?
6
2. Bagaimana gambaran umum Sasana Wushu Indonesia Sinduadi dan apa saja jenis aliran serta beladiri yang termasuk dalam wushu taolu yang diajarkan?
3. Apa makna dan manfaat wushu taolu?
4. Bagaimana minat masyarakat Yogyakata terhadap seni beladiri wushu taolu?
1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui sejarah perkembangan beladiri wushu taolu.
2.
Untuk mengetahui gambaran umum Sasana Wushu Indonesia Sinduadi jenis aliran wushu taolu yang diajarkan di Sasana Wushu Indonesia Sinduadi.3. Untuk mengetahui makna dan manfaat dari berlatih beladiri wushu taolu. 4. Untuk mengetahui bagaimana minat masyarakat terhadap seni beladiri
wushu taolu.
1.4 Manfaat Penulisan
1. Bagi tempat pelatihan Wushu.
a. Dapat menjadi bahan acuan untuk lebih mendukung perkembangan kesenian beladiri wushu supaya bisa lebih maju.
b. Sebagai bahan untuk evaluasi dalam rangka pengembangan seni beladiri wushu di tempat tersebut.
7
a. Sebagai tambahan pengetahuan mengenai seni beladiri wushu khususnya seni beladiri wushu taolu.
b. Untuk mengetahui lebih dalam makna dan manfaat berlatih beladiri wushu.
3. Bagi Prodi Bahasa Mandarin.
a. Sebagai bahan acuan untuk kedepannya, misalnya: dibukanya UKM seni beladiri wushu diProdi Bahasa Mandarin.
b. Sebagai bahan bacaan untuk menambah pengetahuan mengenai seni beladiri wushu.
1.5 Metode Penulisan
Penyusunan tugas akhir ini diuraikan secara deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data dalam penulisan ini dilakukan dengan cara:
1. Studi Pustaka
Studi pustaka dilakukan dengan mengkaji tulisan tulisan yang berkenaan dengan sasaran yang dituju. dalam hal ini diperoleh informasi dari skripsi, buku, majalah, internet, dan artikel-artikel dalam surat kabar.
2. Observasi
Observasi dilakukan dengan mengamati secara langsung obyek yang akan digunakan sebagai bahan Tugas Akhir.
3. Metode survei (wawancara)
Dalam penelitian ini, wawancara dilakukan dengan melakukan tanya jawab secara langsung kepada pihak-pihak yang dapat memberikan
8
informasi mengenai data-data yang dibutuhkan. Dalam wawancara ini sebelumnya telah dipersiapkan materi yang akan dipertanyakan kepada responden untuk membatasi pembicaraan pada pokok masalah tertentu.
1.6 Sistematika Penulisan
Penulisan Tugas Akhir ini disusun dalam empat bab, yaitu:
Bab I berisi tentang pendahuluan yang meliputi latar belakang masalah, tujuan penelitian, metode penulisan, manfaat penulisan dan sistematika penulisan.
Bab II berisi tentang aspek hukum beladiri dan gambaran umum perkembangan wushu modern yang meliputi, sejarah wushu modern, perkembangan wushu di Indonesia, perkembangan wushu di Yogyakarta, penjelasan tentang wushu taolu dan materi jurus wushu yang diperlombakan.
Bab IIIDeskripsi Sasana Wushu Indonesia Sinduadi. Mulai dari profil sasana Wushu, jurus-jurus yang diajarkan, program kerja, struktur organisasi dan lain lain.