BAB III PELAKSANAAN KERJA MAGANG

Teks penuh

(1)

6

BAB III

PELAKSANAAN KERJA MAGANG

3.1. Kedudukan dan Koordinasi

Bagian ini berisi keterangan/informasi mengenai posisi penulis dan alur koordinasi penulis dengan pembimbing lapangan pada saat pengerjaan suatu proyek/pengerjaan.

1. Kedudukan

Kedudukan dan posisi penulis dalam perusahan tempat dilakukannya program internship adalah sebagi 3D generalist dimana pada posisi ini penulis diberikan banyak pekerjaan pekerjaan yang berhubungan dengan 3D baik itu Modelling 3D, Rendering 3D, Animating 3D sampai Compositing. Selama program internship ini, penulis difokuskan untuk mengerjakan segala hal yang memiliki kaitan dengan 3D baik gambar ataupun animasi tetapi jika dirasa pada sektor lain ada yang membutuhkan bantuan, maka penulis akan dengan tangan terbuka membantu sektor lain demi berjalannya project sesuai waktu dan agar memiliki hasil yang terbaik. Penulis dalam pelaksanaanya dibimbing langsung dilapangan oleh Harris Hadiwinata selaku Art director dari Ape Plus Studio. Jobdesc yang dikerjakan oleh penulis akan langsung diberikan atau diarahkan oleh Art director itu sendiri.

2. Koordinasi

Koordinasi dalam pengerjaan project dalam Ape Plus Studio dimulai dari ide-ide dan topik yang disusun juga direncanakan oleh Art director bersama klien. Setelah Art director dan klien melakukan diskusi, hasil ide-ide tersebut akan disusun rancangan strategi pengerjaan projectnya oleh art director. Kemudian rancangan strategi tersebut akan diteruskan ke seluruh sektor bagan Ape Plus Studio sesuai bagian masing-masing dan terbentuklah Jobdesc untuk masing-masing sektor.

Penulis berkoordinasi langsung dengan Adrianus Harris selaku Art director sekaligus owner pada Ape Plus Studio dan pembimbing dalam program internship

(2)

7 ini. Dalam proses kerja lapangannya juga, penulis dipantau langsung perkembangannya oleh Kak Harris sendiri. Hasil kerja penulis nantinya akan penulis berikan kepada Kak Harris untuk kemudian di review dan jika dirasa sudah baik maka akan digabungkan dengan hasil kerja tim untuk melengkapi projek yang sedang dijalankan sebelum bisa diserahkan ke klien.

Jika terjadi revisi atau perbaikan, klien akan melaporkan hal yang diperlukan kepada Art director agar kemudian Art director akan membagi tugas perbaikan kedalam beberapa bagian untuk kemudian didistribusikan kepada tim sesuai dengan role pengerjaan masing-masing.

3.2. Tugas yang Dilakukan

Dalam melaksanakan kerja magang di Ape Plus Studio penulis melakukan banyak pekerjaan selama magang. Tabel berikut adalah list pekerjaan yang penulis lakukan dari minggu pertama sampai minggu ke depalan

No. Minggu Proyek Keterangan

1. Pertama Introduction -belajar menggunakan software Blender

2. Kedua Samara Showreel -Membuat visualisasi pergerakan kamera menggunakan maya

3, Ketiga Bebelac Commercial -Modelling Planet untuk project bebelac

4, Keempat Bebelac Commercial -Texturing dan animating planet Gambar 3.1. Bagan Alur Koordinasi

(Dokumentasi Pribadi)

REVISI

(3)

8 5. Kelima Grab Bisalah Syip

Commercial

-Compositing VFX untuk project grab

6. Keenam Yunost Shirt Design -Modelling helm untuk design kaos yunost brand

7. Ketujuh Patrobas -Animating text effects 8. Kedelapan Joylab Project -R&D Project Joylab

Tabel 3.1. Detail Pekerjaan Yang Dilakukan Selama Magang (Dokumentasi Pribadi)

3.3. Uraian Pelaksanaan Kerja Magang

Pada minggu pertama penulis berkenalan dengan seluruh karyawan yang ada di Ape Plus Studio, lalu pembimbing memberikan briefing untuk pekerjaan apa saja yang mesti dikerjakan.

3.3.1. Proses Pelaksanaan 3.3.1.1. Introduction

Pada minggu pertama melakukan program internship di Ape Plus Studio, penulis melakukan pengenalan pada lingkungan pekerjaan yang terbilang baru dan asing bagi penulis. Penulis juga melakukan penyesuaian software yang akan digunakan untuk melakukan pekerjaan yang akan diberikan selam aprogram internship ini. Penulis juga diberikan bimbingan dan video-video pendukung oleh supervisor dan tim yang sekiranya dapat membantu penulis dalam beradaptasi dan belajar hal-hal dasar untuk mulai berkontribusi dalam project kedepannya.

Sambil penulis terus belajar tentang hal baru ini, penulis juga ditagskan untuk membuat Modelling donat mengguankan software Blender yang sebelumnya sudah di arahkan oleh supervisor penulis.

(4)

9 Gambar 3.2. Blender Training 1

(Dokumentasi Pribadi)

3.3.1.2. Samara Showreel

Pada project Showreel samara, penulis ditugaskan untuk membuat visualisasi pergerakan kamera berdasarkan storyboard yang diberikan oleh klien. Visualisasi yang dibuat oleh penulis nantinya kemudian akan di render playblast dan akan di tracing oleh Animator untuk dibuat animasi 2D nya. Hal yang menjadi kendala bagi penulis pada project ini adalah angle kamera dan speed perputaran kamera yang harus di animate karena sering terjadi perbaikan yang diajukan oleh klien terkait waktu yang diset untuk perputarannya.

3.3.1.3. Bebelac Commercial

Pada project Bebelac Commercial, pertama penulis dikirim storyboard untuk dipahami keseluruhan iklkannya dan memperkirakan gimana VFX nya. Lalu dengan bimbingan Art director penulis membuat Modelling dan texture planet yang sesuai dengan konsep yang diinginkan klien menggunakan software Blender. Setelah texture dan Modelling selesai. Penulis memposisikan Modelling planet pada screenshot scene yg sudah selesai dibuat oleh klien untuk Style Frame.

(5)

10 Setelah selesai diposisikan pada framenya penulis render dan kirimkan hasilnya ke Art director untuk diproses compositingnya.

Lalu dengan bimbingan Art director penulis meng animasikan gerakan orbit dan planet-planet, dan juga mencocokkan lighting dan hdri. Setelah itu penulis me-render planet dan mengirimkan hasil renderan planet untuk dikirim ke Art director untuk di compose dan dikirim ke klien. Setelah Modelling planet. Pada project ini penulis juga Modelling pintu dome observatory, dalam Modelling dome ini penulis menyesuaikan bentuk dome, dengan bentuk yg ada di scene menggunakan software Blender. Setelah Modelling selesai, penulis mengatur lighting dome untuk disesuaikan dengan scene yang ada, lalu di render dan dikirimkan ke Art director untuk dilakukan compositing.

Kendala pada project ini adalah penulis banyak melakukan revisi pada animasi timing rotasi planet karena tidak sesuai pada planet aslinya. Lalu penulis juga mendapat revisi pada scaling ukuran planet dimana ukuran planet apabila mengikuti aslinya tidak sesuai pada scenenya, jadi klien meminta untuk perbesar ukuran planet agar planet lebih terlihat. Pada Modelling dome, penulis mendapat revisi dari Art director untuk ukuran dome yang terlalu besar sehingga tidak cocok pada scenenya. Dan juga texture dome yang terlalu mengkilat sehingga penulis me revisi texture dome.

(6)

11 (Dokumentasi Pribadi)

Gambar 3.4. Project Bebelac hasil akhir (Dokumentasi Pribadi)

Gambar 3.5. Project Bebelac WIP dome (Dokumentasi Pribadi)

3.3.1.4. Grab Bisalah Syip Commercial

Pada project ini pertama penulis diajak untuk melakukan Zoom meeting Bersama Art director dan juga klien untuk brief projectnya. Lalu pada bagian Modelling dan animating efek kami menggunakan outsource, jadi penulis menunggu sampai

(7)

12 semua asset dan animasi selesai lalu penulis bekerja pada compositing VFX menggunakan after effects. Dalam project ini, penulis melakukan compositing VFX dari shot 1 sampai shot 12.

Kendala pada project ini adalah penulis seringkali mendapatkan renderan yang salah sehingga mesti melakukan compositing ulang.

Gambar 3.6. Project Grab Bisalah Syip Compositing WIP (Dokumentasi Pribadi)

Gambar 3.7. Project Grab Bisalah Syip Compositing WIP (Dokumentasi Pribadi)

(8)

13 3.3.1.5. Yunost Shirt Design

Pada project ini penulis dapat brief dari Art director untuk mengumpulkan referensi helm astronot dan membuat Modelling helm menggunakan software Blender, penulis mengumpulkan referensi helm astronot menggunakan pinterest lalu mengirimkan ke Art director. Setelah di approve penulis lanjut membuat Modelling helm menggunakan software Blender. Lalu penulis mengirimkan file Blender kepada Art director untuk dilanjutkan Modellingnya. Penulis mendapatkan sekali revisi pada texturenya, dimana texture yang penulis buat kurang mengkilat.

Gambar 3.8. Project Yunost WIP Modelling (Dokumentasi Pribadi)

(9)

14 Gambar 3.9. Project Yunost Final

(Dokumentasi Pribadi)

3.3.1.6. Patrobas

Pada project ini penulis ditugaskan oleh Art director untuk membuat animasi text write on frame by frame menggunakan Photoshop, lalu dibuat compositing beserta efeknya melalui After Effects. Pada project ini kendala penulis adalah di timing pada animasi text.

3.3.1.7. Joylab Project

Pada minggu terakhir penulis melakukan kerja magang di Ape Plus Studio. Penulis diajak untuk ikut berdiskusi Bersama tim untuk R & D membuat VFX pada project iklan Joylab. Penulis ditugaskan untuk membuat sample texture yang akan digunakan nantinya menggunakan software Blender.

(10)

15 Gambar 3.10. R & D Project Joylab

(Dokumentasi Pribadi)

3.3.2. Kendala yang Ditemukan

Kendala yang dialami penulis selama menjalankan program kerja magang di Ape Studio diantaranya adalah terkadang terjadi kesulitan dalam berkomunikasi saat melakukan Work From Home, karena saat dilakukannya Work From Home, kami berkomunikasi melalui media digital seperti chat whatsapp dan panggilan melalui Zoom meeting. Berkomunikasi melalui media digital seringkali menjadi kendala karena terkadang terhalang sinyal yang cukup mempengaruhi kualitas dari media digital itu sendiri dan juga terkadang apa yang ingin disampaikan oleh pihak A kurang dapat ditangkap dengan baik oleh pihak B karena terkadang berkomunikasi melalui media digital tidak bisa 100% sejelas jika melakukan komunikasi secara langsung.

Kendala selanjutnya yang penulis rasakan ialah terkendala software dan plugin yang akan digunakan. Hal ini menjadi kendala karena hal ini bisa memperlambat penulis dalam berpartisipasi pada proyek karena belum memiliki software dan plugin yang lengkap untuk mengerjakan project yang diberikan di kantor.

Kendala lain yang ditemui oleh penulis selama menjalankan program magang adalah adanya tugas revisi hasil pekerjaan yang sebelumnya dilakukan

(11)

16 yang terkadang hanya memiliki batas waktu yang sedikit . Hal ini menjadi kendala karena batas waktu yang sedikit ini membuat penulis harus terburu-buru dalam melakukan pembnenaran pada tugasnya sehingga hasil yang diharapkan bisa jadi kurang maksimal.

3.3.3. Solusi Atas Kendala yang Ditemukan

Solusi atas kendala yang ditemukan dari penulis diantaranya adalah penulis menjadwalkan diri untuk bekerja di kantor agar meminimalisir misscommunication dengan tim dan atasan sehingga hal-hal penting bisa langsung didiskusikan face-to-face dan beberapa hal lainnya bisa dikerjakan dirumah. Sehingga hal-hal yang dikerjakan dirumah saat work from home adalah hal-hal yang sebelumnya sudah didiskusikan dengan tim dan memang hal-hal yang bisa dikerjakan seorang diri terlebih dahulu sebelum digabungkan dengan hasil kerja tim.

Solusi berikutnya ialah penulis sesegera mungkin menyesuaikan software dan plugin yang penulis punya agar penulis bisa segera berkontrubusi untuk membantu project yang harus diselesaikan di kantor. Solusi lainnya untuk kendala berikutnya yang penulis temukan dari penulis yaitu untuk menghindari kerja yang kurang maksimal karena terhimpit deadline yang ditentukan, penulis bekerjasama dengan team untuk mengatur strategi yang terbaik agar hasil akan tetap maksimal

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :