• Tidak ada hasil yang ditemukan

307 pejabat dijajaran Pemkab Cilacap dirotasi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "307 pejabat dijajaran Pemkab Cilacap dirotasi"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

307 pejabat dijajaran Pemkab

Cilacap dirotasi

HUMAS CILACAP. Bupati Cilacap merotasi 307 pejabat dijajaran Pemkab Cilacap. Mereka yang dirotasi terdiri dari Pejabat Administrator, Pengawas, dan Pengawas Sekolah serta Kepala Sekolah Negeri di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap. 307 pejabat yang yang dirotasi dilantik dan diambil sumpahnya oleh Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, di pendopo Wijayakusuma Cilacap, Senin (04/02). Pelantikan berdasarkan Keputusan Bupati Cilacap No. 821.2/075/2019 sampai dengan No. 821.2/077/2019 tanggal 4 Februari 2019.

Pelantikan dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap, Drs. Farid Ma’ruf, MM, para Asisten Sekda, Kepala OPD dijajaran Pemkab Cilacap dan undangan lain.

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji dalam dalam kesempatan tersebut mengatakan, kegiatan pelantikan pejabat pada hari ini merupakan rangkaian dari pelantikan sebelumnya, dan ini merupakan hal yang biasa dan wajar, tidak saja dalam rangka pemantapan dan peningkatan kapasitas kelembagaan, tetapi juga merupakan bagian dari pola pembinaan karier pegawai.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, pejabat pada era sekarang merupakan pejabat yang memiliki pola pikir dengan paradigma baru dan dituntut mampu memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat.

Bupati mengajak kepada setiap pejabat di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap untuk bersikap inovatif dalam melaksanakan tugas, serta selalu memotivasi staf agar berani menyampaikan ide-ide segar dan kreatif, sehingga dengan adanya ide – ide baru yang inovatif dari para staf akan memberikan warna baru bagi kemajuan organisasi di lingkungan kerja masing-masing.

(2)

Bupati menyampaikan bahwa para terlantik telah mendapat kepercayaan dan memiliki kesempatan besar untuk menyumbangkan tenaga dan pikiran yang dimiliki, untuk itu hendaknya dapat didayagunakan semaksimal mungkin.

Hal ini penting dipahami, dalam upaya untuk meningkatkan kinerja organisasi, meningkatkan citra pemerintah yang bersih dan berwibawa, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, ujar Bupati.

Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap, Drs. Farid Ma’ruf, MM menjelaskan, pengisian jabatan struktural pada OPD di jajaran Pemkab Cilacap belum seluruhnya tuntas, karena terdapat beberapa posisi yang harus mendapat rekomendasi dari Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur.

Untuk itu Pemkab sudah mengirim surat kepada Gubernur. Diharapkan tidak terlalu lama rekomendasi itu bisa turun, sehingga beberapa jabatan struktural bisa terisi semua, ujar Sekda. (hromly)

Gedung PKK Sumekar diresmikan

pasca direnovasi

HUMAS CILACAP. Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji meresmikan Gedung PKK Sumekar di komplek Sekretariat Daerah Kabupaten Cilacap, Jumat (01/02). Gedung yang dibangun era 1980 an, pasca direnovasi pada tahun 2018.

Peresmian dihadiri Wakil Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rachman, Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap Drs. Farid Ma’ruf,MM Hj. Tetty Rohatiningsih, Wakil Ketua II Ny. Suswatiningsih, Kepala

(3)

OPD dijajaran Pemkab Cilacap dan segenap pengurus PKK Kabupaten Cilacap.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Cilacap, Alexander Ristiyanto menjelaskan, renovasi bangunan tersebut dianggarkan sebesar Rp 2,5 miliar pada anggaran difinitif APBD Kabupaten Cilacap Tahun Anggaran 2018. Untuk memenuhi kebutuhan organisasi, renovasi gedung Sumekar yang dilaksanakan oleh pemenang lelang CV. Catur Guna Karya, renovasi gedung diperluas, yang tadinya Luas gedung hanya 388 meter persegi ditambah sekitar 48 meter persegi.

Wakil Ketua II Ny. Suswatiningsih mengungkapkan, Gedung PKK Sumekar yang lebih representatif diharapkan makin memotivasi kinerja TP PKK Kabupaten Cilacap. Sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui 10 Program Pokok PKK.

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji dalam kesempatan tersebut menyampaikan selamat kepada keluarga besar TP PKK Kabupaten Cilacap, yang telah memiliki gedung baru yang representatif. Bupati berharap, gedung baru ini mampu memacu prestasi Tim Penggerak PKK Kabupaten Cilacap, semakin baik lagi dimasa mendatang.(hromly)

Bupati terima para pengurus

dan anggota KOC

HUMAS CILACAP. Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji menerima audiensi para pengurus Komunitas Otomotif Cilacap/KOC, di ruang Gadri pendopo Wijayakusuma Cilacap, Jumat (01/02).

(4)

Dalam penerimaan tersebut, Bupati didampingi Assisten Ekonomi dan Pembangunan, Wasi Aryadi, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata, Heroe Harjanto, dan sejumlah pejabat lainnya di jajaran Pemkab Cilacap.

Menurut Ketua Komunitas Otomotif Cilacap/KOC, Supriyanto, audiensi KOC kepada Pemerintah Daerah dimaksudkan sebagai sarana silaturahim sekaligus memperkenalkan kepengurusan KOC masa bakti 2019 – 2021.

Selain itu, lanjut Supriyanto, KOC juga menawarkan kerjasama, terkait dengan proposal Ulang Tahun KOC yang berdekatan dengan Hari Jadi Kabupaten Cilacap. KOC lahir pada Pebruari 2007 dan Hari Jadi Cilacap pada bulan Maret. Mudah-mudahan kedekatan hari lahir ini dapat disinergikan dalam satu event untuk ikut berpartisipasi dalam memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Cilacap tahun 2019 ini, ujar Supriyanto.

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji dalam kesempatan tersebut mengatakan, anak muda sebagai generasi penerus bangsa harus mempunyai masa depan yang gemilang. Masa depan yang baik, tentunya harus dipersiapkan melalui pendidikan, ilmu, kompetensi dan perilaku yang baik.

Dengan bekal itu semua, lanjut Bupati, anak muda yang akan mewarisi dan menggantikan kita-kita yang tua untuk meneruskan membangun Kabupaten Cilacap ke depan yang lebih baik. (hromly)

Mitigasi bencana yang mantap,

dukung investor masuk ke

(5)

Cilacap

HUMAS CILACAP. Tingkat kerawanan bencana yang ada di Kabupaten Cilacap menjadi nomor pertama di Jawa Tengah dan nomor ketujuh belas di tingkat Nasional. Padahal Pemerintah Daerah memiliki tujuan menjadikan Cilacap sebagai Singapura of Java, dengan membuka berbagai investasi masuk ke Cilacap.

Pemkab sudah membuka investasi seluas-luasnya, dengan nilai jutaan, miliaran bahkan triliunan rupiah, tetapi kita tidak memiliki mitigasi atau ketahanan terhadap risiko bencana, maka hal itu akan sia-sia.

Hal tersebut dikemukakan, Wakil Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rahman, pada rapat koordinasi SKPD terkait Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana, di aula Jalabumi Pemkab Cilacap, Kamis (31/01).

Oleh Karena itu, Menurut Wabup, Pemkab harus bisa memberikan komitmen kepada calon investor bahwa Cilacap menjadi kota tangguh bencana, dengan berbagai mitigasi yang dilakukan. Dengan demikian akan menambah kenyakinan para investor untuk masuk ke Cilacap.

Pakar Tsunami Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Widjo Kongko mengatakan, bencana gempa dan tsunami sangat berpotensi terjadi di Indonesia, yang berada di tiga lempeng yang aktif.

Menurut Wijo Kongko, Potensi itu ada, dan itu skalanya besar. Sekarang yang terpenting bagaimana mengenali potensi ini menjadi satu, dengan menyiapkan masyarakat, apalagi di Cilacap banyak industri objek vital, mulai listrik hingga Pertamina. Untuk itu, Pemkab Cilacap harus menyiapkan kesiapsiagaan menjadi langkah implementatif. Satu upaya untuk mereduksi atau mengurangi dampak bencana dengan pembuatan bukit terbuka hijau. Meski, saat ini Cilacap memiliki barier alami, yakni

(6)

Pulau Nusakambangan. Tetapi keberadaan pulau tersebut hanya bisa menahan tsunami, jika ada gempa terjadi di wilayah barat. Sedangkan di wilayah timur masih terbuka, sehingga potensi masih bisa terjadi.

Pendanaan menjadi satu permasalahan yang masih terjadi sebagai upaya mitigasi, dan belum menjadi prioritas dari pemerintah. Pasalnya di perkirakan satu bukit terbuka hijau dengan kapasitas 10 orang ini mencapai Rp 20 miliar.

Sekda Kabupaten Cilacap Drs. Farid Ma’ruf, MM dalam kesempatan yang sama mengatakan, tingkat kerawanan bencana di Cilacap memang tinggi. Karena itu melalui BPBD dan PMI, Pemkab memperbanyak frekwensi pelatihan penanganan bencana gempa dan tsunami. “Dengan latihan atau simulasi, diharapkan saat terjadi gempa dan tsunami maka tidak panik dan langsung dapat melakukan evakuasi mandiri,” ujar Sekda.

Upaya lainnya yang dilakukan Pemkab dengan mempersiapkan ruang terbuka hijau di pinggir pantai sebagai mengurangi dampak tsunami. Saat ini anggaran untuk penanganan bencana di Cilacap mencapai Rp 6 miliar. Anggaran ini bukan hanya untuk penanganan tsunami saja tetapi juga potensi bencana lainnya yang ada di Cilacap.

S e m e n t a r a i t u K a s u b d i t P e n c e g a h a n B a d a n N a s i o n a l Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton SP Panjaitan mengatakan, perlunya sinergitas bersama dalam penanganan bencana, tidak hanya BNPB, tetapi OPD, dunia usaha dan masyarakat juga harus dilibatkan.

Menurut Berton, kita harus sadar, bahwa negeri ini ditumbuhkan oleh bencana, betapa indahnya negeri ini karena bencana. Untuk itu, kita yang ada didalamnya harus sadar. Tetapi sering sekali masyarakat menganggap sepele pelatihan yang ada, tidak dianggap serius atau tidak dilanjutkan.

Pada Rakor OPD yang digelar dihadiri oleh United Nation Office for Disaster Risk Reduction (UNISDR) Tejas Patnik, Kepala OPD,

(7)

dan Camat. Dalam kesempatan tersebut dilakukan penandatanganan rencana kerja penanggulangan bencana untuk Kota Tangguh Bencana bersama UNISDR. (hromly)

Jelang Pilkades 20 Pebruari

mendatang, masyarakat diminta

jaga kondusifitas wilayah

HUMAS CILACAP. Pemkab Cilacap 20 Pebruari mendatang akan menggelar Pilkades serentak. Untuk itu kepada semua komponen yang ada, mulai dari Kepala Desa, Kapolsek, Danramil, dan seluruh masyarakat harus mampu menciptakan situasi keamanan dan ketertiban dalam masyarakat. Jaga agar situasi tetap kondusif.

Hal tersebut ditegaskan Bupati Cilacap, ketika memberikan pengarahan kepada para Kepala Desa, Danramil dan Kapolsek, usai apel dan penyerahan linmas, di pendopo Kecamatan Sidareja, Kamis (31/01).

Bupati juga mengajak kepada seluruh masyarakat, dalam pelaksanaan Pilkades ini, hendaknya tetap menjaga persatuan dan kekompakan, tetap akur, jangan ada permusuhan baik sebelum dan sesudah Pilkades.

Terkait dengan ADD, menurut Bupati, ADD yang digelorkan oleh Pemerintah Pusat kepada desa sejak tahun 2015, jumlahnya sudah sangat besar, dimana setiap desanya menerima 1,5 hingga 2 milyar. Hal ini menunjukan bahwa perhatian pemerintah, terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sangat tinggi,

(8)

ujar Bupati.

Sementara itu, Kapolres Cilacap AKBP, Djoko Julianto dalam kesempatan yang sama menegaskan, bahwa dana desa yang digulirkan kepada pemerintah desa, bukan untuk bancakan. Dana tersebut, diharapkan bisa mempercepat terwujudkan kesejahteraan masyarakat, melalui berbagai kegiatan pembangunan yang dilaksanakan di desa.

Kapolres mengharapkan, di tahun 2019 ini, tidak ada lagi Kepala Desa yang di proses di Polres Cilacap, terkait dengan penyalahgunaan dana desa, sebagaimana pada tahun 2018, terdapat sejumlah Kepala desa yang tersangkut penyalahgunaan dana ADD.

TNI, Polri dan Pemkab Cilacap, lanjut Kapolres, tidak bisa berbuat banyak tanpa dukungan dan bantuan dari masyarakat. Untuk itu sinergitas dan kebersamaan sangat diperlukan dalam menjaga ketentraman dan ketertiban masyarakat.

Kapolres juga mengingatkan, saat ini banyak bermunculan isu-isu dan berita yang bersifat hoax. Marilah sebagai aparat, kita mampu mensikapi dan mengantisipasi hal tersebut, agar masyarakat tidak gampang terpengaruh dan percaya terhadap berita-berita yang tidak bertanggung jawab, sehingga situasi yang kondusif tetap dapat terjaga, ujar Kapolres.

Hal senada juga disampaikan oleh Dandim 0703 Cilacap, yang diwakili Kasdim 0703 Cilacap, Mayor Inf. Rofik. (hromly)

(9)

siap dukung dan amankan

Pilkades, Pileg dan Pilpres

2019

HUMAS CILACAP. Anggota Linmas se eks Distrik Sidareja, siap mendukung pelaksanaan Pilkades, Pileg dan Pilpres 2019. Kesiapan tersebut terlihat dari Apel Linmas dan penyerahan dukungan linmas oleh Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji kepada Kapolres Cilacap, AKBP, Djoko Julianto, Sik, MH.

Apel dan serah terima linmas, digelar dilapangan Kecamatan Sidareja, Kamis (31/01) di tandai dengan penandatangan berita acara oleh Bupati Cilacap dan Kapolres Cilacap, disaksikan KPU, Bawaslu, para Camat, Kapolsek dan Danramil se eks Distrik Sidareja, tokoh agama, tokoh masyarakat dan undangan lain.

Kapolres Cilacap, AKBP, Djoko Julianto, Sik, MH dalam kesempatan tersebut menyampaikan, persatuan dan kesatuan merupakan modal dasar, bagi berjalannya roda pemerintahan, sehingga negara tetap berdiri tegak dan masyarakat dapat menjalankan kegiatan dengan aman, tenang dan lancar.

Lebih Lanjut Kapolres menyampaikan, sebagai garda terdepan kita harus mempunyai integritas, loyalitas dan jiwa juang yang tinggi untuk bersama-sama mengamankan dan mensukseskan jalannya pesta demokrasi tahun 2019.

Untuk itulah Apel Linmas diadakan, dengan tujuan untuk menyamakan persepsi dan langkah dalam mensukseskan pelaksanaan pilkades dan pileg serta pilpres tahun 2019, ujar Kapolres. Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji dalam kesempatan yang sama mengatakan, upaya dan antisipasi dini harus kita lakukan, mengingat setiap pelaksanaan pesta demokrasi selalu dibarengi dengan peningkatan suhu politik. Dan hal ini merupakan hal yang wajar dalam kehidupan berdemokrasi. Namun menjadi tidak

(10)

wajar, apabila peningkatan suhu politik ini menimbulkan instabilitas di masyarakat. Inilah yang harus kita hindari bersama.

Kita semua patut bersyukur karena sampai dengan saat ini Kabupaten Cilacap masih dalam suasana aman dan kondusif. Berbagai tahapan Pilkades, Pemilihan Legislatif Dan Pemilihan Presiden Tahun 2019 yang sudah dilaksanakan sampai dengan saat ini dapat berjalan lancar dan sukses, ujar Bupati.

Hal ini harus kita jaga bersama, tidak saja pada saat pemungutan suara nanti tetapi sampai dengan tahapan selanjutnya. Kita semua harus berkomitmen bahwa Pelaksanaan Pilkades, Pemilihan Legislatif Dan Pemilihan Presiden Tahun 2019 harus berjalan lancar dan sukses.

Menyadari tantangan tugas dalam pengamanan Pilkades, Pemilihan Legislatif Dan Pemilihan Presiden Tahun 2019 yang tidak ringan, Bupati minta kepada seluruh aparat keamanan, baik TNI, Polri, Linmas dan semua pihak yang terlibat dalam Pilkades, Pemilihan Legislatif Dan Pemilihan Presiden Tahun 2019 untuk terus bekerja keras, bekerja sama dan sama-sama bekerja sehingga Kabupaten Cilacap senantiasa aman dan kondusif. (hromly)

10 Gapoktan/Poktan terima

bantuan Dryer dari Pemerintah

HUMAS CILACAP. Sepuluh Gabungan kelompok tani/Gapoktan dan Kelompok tani/Poktan di Kabupaten Cilacap menerima bantuan dryer/ alat pengering padi/jagung dan Sentra Pelayanan Pertanian padi terpadi/SP3T tahun 2018, dari Pemerintah.

(11)

Penyerahan dan uji coba Dryer, dilakukan oleh Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji kepada para Ketua Gapoktan, di desa Pesanggrahan Kecamatan Kroya, Rabu (30/01). Kegiatan tersebut dihadiri, Forkompimda, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dispanbun kabupaten Cilacap, Kepala Bulog Sub Divre IV Banyumas, Camat Kroya, dan undangan lain.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Supriyanto, ST, MT, sepuluh Gapoktan penerima bantuan dryer bantuan dari Pemerintah pusat antara lain, Gapoktan Tani Maju desa Pesanggrahan Kecamatan Kroya dengan kapasitas enam ton, Poktan Jangkar Bumi desa Kalijeruk Kecamatan Kawunganten kapasitas 6 ton, Gapoktan Marsudi Tani desa Klumprit desa Nusawungu dengan kapasitas dryer 10 ton, Gapoktan Brayan Makmur desa Banjareja Nusawungu kapasitas 10 ton, Gapoktan Ngudi Rejeki desa Karangsari Kecamatan Adipala kapasitas 10 ton, Poktan Taruna Tani Akur desa Mentasan Kecamatan Kawunganten kapasitas 6 ton, Gapoktan Sumber Rejeki desa Mulyadadi Majenang kapasitas 10 ton, Gapoktan Murih Rahayu desa Sumingkir Jeruklegi kapasitas 6 ton, Gapoktan Ngudi Rahayu desa Kuripan Kecamatan Kesugihan kapasitas 10 ton dan bantuan Sentra Pelayanan Pertanian Padi Terpadu/SP3T 1 unit untuk Gapoktan Rukun Sentosa desa Sikampuh Kroya.

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji dalam kesempatan tersebut menyampaikan, pembangunan sarana pertanian diharapkan dapat semakin meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil tani di Kabupaten Cilacap, sehingga mampu bersaing dalam memenuhi kebutuhan pasar akan serapan gabah.

Menurut Bupati, dengan tambahan peralatan dryer, hasil panen para petani mampu memenuhi standar yang ditetapkan oleh Bulog maupun pelaku usaha lainnya, sehingga penjualannya akan semakin tinggi, yang pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan para petani dan masyarakat.

(12)

Cilacap mencapai 64 ribu hektar lebih. Hal ini merupakan potensi yang sangat besar apabila dapat dimanfaatkan secara optimal, tidak saja bagi peningkatan produksi pertanian, tetapi juga bagi peningkatan kesejahteraan para petani pada khususnya dan masyarakat Kabupaten Cilacap pada umumnya. Selain itu, berkat kerja keras kita bersama, Kabupaten Cilacap berhasil mencapai surplus dari tahun ke tahun.

Penggunaan dryer/alat pengering padi diterapkan pada beberapa kelompok tani di wilayah Kabupaten Cilacap, diharapkan kadar air hasil panen dapat terus ditekan, sehingga kualitas panen akan semakin baik, ujar Bupati.

Disamping itu, lanjut Bupati, Pemkab Cilacap membangun Sentra Pelayanan Pertanian Padi Terpadu, yang dilengkapi dengan bangunan pelindung, mesin pemanen padi, mesin pengering padi, mesin penggiling padi, mesin pengemas dan alat angkut.

Pembangunan Sentra Pelayanan Pertanian Padi Terpadu ini diharapkan mampu membentuk kelompok tani Kabupaten Cilacap menjadi satuan usaha yang tangguh, modern dan mandiri, ujar Bupati.

Sementara itu Ketua Gapoktan Tani Maju desa Pesanggrahan Kecamatan Kroya, Subandi Sumodiarto mengemukakan, beberapa keuntungan yang diperoleh dengan penggunaan dyer, para petani dapat menghemat biaya dan waktu dalam pengeringan gabah.

Kalau pengeringan gabah dilakukan secara manual, untuk gabah sebanyak 6 ton, maka dibutuhkan waktu selama tiga hari. Itupun kalau tidak hujan. Tenaga kerja yang dibutuhkan sebanyak tiga orang dengan upah sebesar Rp. 100 ribu per orang. Jadi total biaya sebesar 900 ribu, ujar Subandi.

Sedang ketika menggunakan dryer, waktu yang dibutuhkan untuk mengeringkan gabah sebanyak 6 ton, hanya butuh waktu selama sembilan jam, dan biaya tenaga kerja yang dibutuhkan sebanyak 300 ribu, ditambah biaya solar sebanyak Rp. 178 ribu dan arang sekam 300 kg senilai Rp, 150 ribu. Jadi total biaya yang

(13)

dibutuhkan untuk mengeringkan gabah 6 ton hanya butuh Rp. 628 ribu. Sementara kalau pengeringan secara manual biaya yang dibutuhkan sebesar Rp.900 ribu lebih. Jadi ada penghematan biaya sebesar Rp. 250 ribu lebih, ujar Subandi. (hromly)

Bupati serahkan Linmas kepada

Kapolres,

untuk

dukung

pengamanan Pilkades, Pileg

dan Pilpres 2019

HUMAS CILACAP. Dalam rangka pengamanan Pilkades, Pileg dan Pilpres 2019, Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji menyerahkan Linmas kepada Kapolres Cilacap, AKBP, Djoko Julianto, Sik, MH. Penyerahan ditandai dengan penandatangan berita acara, dilakukan dalam satu Apel Linmas, di lapangan Kecamatan Majenang, Selasa (29/01). Apel dan serah terima Linmas dihadiri KPU, Bawaslu, para Camat, Kapolsek dan Danramil se eks Distrik Majenang, tokoh agama, tokoh masyarakat dan undangan lain.

Kapolres Cilacap, AKBP, Djoko Julianto, Sik, MH dalam kesempatan tersebut menyampaikan, persatuan dan kesatuan merupakan modal dasar, bagi berjalannya roda pemerintahan, sehingga negara tetap berdiri tegak dan masyarakat dapat menjalankan kegiatan dengan aman, tenang dan lancar.

Lebih Lanjut Kapolres menyampaikan, sebagai garda terdepan kita harus mempunyai integritas, loyalitas dan jiwa juang yang tinggi untuk bersama-sama mengamankan dan mensukseskan

(14)

jalannya pesta demokrasi tahun 2019.

Untuk itulah Apel Linmas diadakan, dengan tujuan untuk menyamakan persepsi dan langkah dalam mensukseskan pelaksanaan pilkades dan pileg serta pilpres tahun 2019, ujar Kapolres. Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji dalam kesempatan yang sama mengatakan, Apel Linmas dimaksudkan untuk menunjukkan kesiapan Linmas dalam rangka mendukung kesiapsiagaan pengamanan Pemilihan Kepala Desa, Pemilihan Legislatif Dan Pemilihan Presiden Tahun 2019, sehingga diharapkan agar situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Cilacap menjelang, pada saat dan pasca Pemilihan Kepala Desa, Pemilihan Legislatif Dan Pemilihan Presiden Tahun 2019 tetap aman dan kondusif.

Menurut Bupati, upaya dan antisipasi dini ini harus kita lakukan, mengingat setiap pelaksanaan pesta demokrasi selalu dibarengi dengan peningkatan suhu politik. Dan hal ini merupakan hal yang wajar dalam kehidupan berdemokrasi. Namun menjadi tidak wajar, apabila peningkatan suhu politik ini menimbulkan instabilitas di masyarakat. Inilah yang harus kita hindari bersama.

Kita semua patut bersyukur karena sampai dengan saat ini Kabupaten Cilacap masih dalam suasana aman dan kondusif. Berbagai tahapan Pilkades, Pemilihan Legislatif Dan Pemilihan Presiden Tahun 2019 yang sudah dilaksanakan sampai dengan saat ini dapat berjalan lancar dan sukses, ujar Bupati.

Hal ini harus kita jaga bersama, tidak saja pada saat pemungutan suara nanti tetapi sampai dengan tahapan selanjutnya. Kita semua harus berkomitmen bahwa Pelaksanaan Pilkades, Pemilihan Legislatif Dan Pemilihan Presiden Tahun 2019 harus berjalan lancar dan sukses.

Menyadari tantangan tugas dalam pengamanan Pilkades, Pemilihan Legislatif Dan Pemilihan Presiden Tahun 2019 yang tidak ringan, Bupati minta kepada seluruh aparat keamanan, baik TNI,

(15)

Polri, Linmas dan semua pihak yang terlibat dalam Pilkades, Pemilihan Legislatif Dan Pemilihan Presiden Tahun 2019 untuk terus bekerja keras, bekerja sama dan sama-sama bekerja sehingga Kabupaten Cilacap senantiasa aman dan kondusif.

Tingkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan diri, maupun satuan dalam melaksanakan tugas, sehingga mampu merespon secara cepat dan tepat setiap permasalahan yang berpotensi mengganggu jalannya Pilkades, Pemilihan Legislatif Dan Pemilihan Presiden Tahun 2019, yang pada akhirnya setiap persoalan yang timbul dapat diselesaikan dengan baik, ujar Bupati. (hromly)

Bupati rotasi 15 Pejabat

Pimpinan tinggi pratama dan

administrator

HUMAS CILACAP. 15 Pejabat Pimpinan tinggi Pratama dan Administrator dilingkungan Pemkab Cilacap dirotasi. Pengambilan sumpah dan pelantikan para pejabat tersebut dilakukan oleh Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, di pendopo Wijayakusuma Cilacap, Senin (28/01).

15 pejabat Pimpinan tinggi pratama dan administrator yang dirotasi antara lain, Drs. Wasi Aryadi, MM menjabat Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Cilacap, Drs. Dian Setyabudi, MM menjabat Assisten Pemerintahan dan Kesra, Ir. Sunarno menjabat Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Drs. Wijonardi menjabat Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Ds. Heroe Harjanto menjabat Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Parwisata, Dityasa Pradipta menjabat Dinas Perikanan, Dian Arinda Murni menjabat Kepala DPMPTSP, Warsono, SH, Mhum menjabat Kepala Badan Kepegawaian,

(16)

Pendidikan dan Pelatihan Daerah, Murniyah Kepala Dinas KB, PP dan PA, Drs. Budi Santoso menjabat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Ir. Sujito menjabat Kepala Disperkimta, Umar Said menjabat Sekretaris Dinas Sosial, Hantari menjabat Sekretaris Dinas KB, PP dan PA, Arida Puji Astuti menjabat Kepala Bagian perekonomian Setda Cilacap, dan Drs. Bayu Prahara menjabat Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa.

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji dihadapkan para pejabat terlantik menyampaikan, tantangan kedepan yang harus dihadapi Pemkab Cilacap semakin berat.

Tantangan tersebut, yang terdekat adalah bagaimana mensukseskan pelaksanaan Pilkades pada Pebruari 2019. Kalau pelaksanaan Pilkades ini sukses, maka pelaksanaan Pemilihan legislatif dan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden juga akan lancar dan sukses, ujar Bupati.

Bupati mengemukakan, pelantikan hari ini merupakan pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014, tentang Aparatur Sipil Negara. Pada pasal 117 ayat 1 disebutkan bahwa jabatan Pimpinan tinggi pratama hanya dapat menduduki paling lama lima tahun.

Dalam ayat 2 nya disebutkan, jabatan pimpinan tinggi pratama dapat diperpanjang berdasarkan kebutuhan instansi setelah mendapat persetujuan pejabat pembina kepegawaian dan berkoordinasi dengan Komisi Aparatur Negara.

Di lingkungan Pemkab Cilacap, sampai saat ini terdapat beberapa jabatan pimpinan tinggi pratama yang sudah menjabat lebih dari lima tahun dijabatan yang sama. Untuk memennuhi ketentuan tersebut serta dalam rangka meningkatkan kinerja organisasi, maka dilakukan pelantikan hari ini, ujar Bupati. (hromly)

(17)

Potensi Perikanan Cilacap

yang besar, baru dimanfaatkan

20,78 persen

HUMAS CILACAP. Potensi perikanan tangkap di wilayah Laut Kabupaten Cilacap diperkirakan mencapai 72 ribu ton. Dari jumlah tersebut, yang baru dimanfaatkan sebesar 14.961 ton atau sekitar 20,78 persen.

Hal tersebut dikemukakan, Bupati Cilacap yang diwakili Assisten Ekonomi Pembangunan, Drs. Dian Setyabudi ketika menerima kunjungan kerja Komisi C dan Komisi D, DPRD Kabupaten Batang, di ruang Prasanda Pendopo Wijayakusuma Cilacap, Senin (28/01) pagi.

Kunjungan kerja Komisi C dan Komisi D DPRD Kabupaten Batang ke Cilacap dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD, Nur Cahyaningsih. Komisi C DPRD Batang akan menimba ilmu terkait dengan Tempat Pelelangan Ikan dan Komisi D Batang, akan belajar mengenai pengelolaan dan penanganan sampah.

Lebih lanjut Dian mengemukakan, Kabupaten Cilacap memiliki garis pantai sepanjang kurang lebih 201,9 kilometer dan yang berbatasan langsung dengan Samudera Indonesia sekitar 105 kilometer, mulai dari timur Pantai Jetis Kecamatan Nusawungu sampai barat hingga Ujung Kulon Pulau Nusakambangan yang berbatasan dengan Provinsi Jawa Barat.

Luasnya wilayah pesisir dan laut dengan berbagai potensi yang ada di dalamnya, tentunya merupakan potensi pembangunan yang sangat besar apabila dikelola dan dimanfaatkan sebaik-baiknya, sehingga dapat memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

(18)

Dian mengemukakan, untuk mengelola produksi perikanan tersebut, Pemerintah Kabupaten Cilacap terus berupaya mengembangkan Tempat Pelelangan Ikan/TPI. TPI merupakan tempat khusus disediakan oleh Pemerintah Daerah untuk melakukan pelelangan ikan termasuk jasa pelelangan bongkar muat dan pasar ikan beserta fasilitas lainnya yang disediakan ditempat pelelangan.

Saat ini, lanjut Dian, jumlah Tempat Pelelangan Ikan di Kabupaten Cilacap mencapai 11 unit, yakni TPI Rawajarit, TPI Kemiren, TPI Baterai, TPI Jetis, TPI Sentolokambang, TPI S e n t o l o k a w a t , T P I P a n d a n a r a n g , T P I S i d a k a y a , T P I Tegalkatilayu, TPI Lengkong dan TPI PPSC.

Namun sejak tanggal 31 Desember 2009, 6 TPI yang semula dikelola oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah diserahkan pengelolaannya kepada Pemerintah Kabupaten Cilacap. Selanjutnya dalam pengelolaan TPI, Pemerintah Kabupaten Cilacap telah mengaturnya dengan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2009 tentang Tempat Pelelangan Ikan.

Kemudian berdasarkan surat Menteri Kelautan dan Perikanan RI nomor B.727/MEN-KP/XII/2009 perihal Penghapusan Retribusi dan Pungutan Hasil Perikanan dalam rangka Usaha Nelayan, maka sejak tanggal 1 Januari 2010, Pemerintah Kabupaten Cilacap sudah tidak memungut retribusi dari nelayan.

Terkait dengan pengelolaan Sampah, Dian menjelaskan, penanganan kebersihan, khususnya sampah, sebagaimana kita pahami bersama, bahwa pengelolaan sampah menjadi tanggung jawab bersama antara Pemerintah Daerah, pelaku usaha dan masyarakat yang dilakukan secara konfrehensif dan terpadu. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Cilacap terus berupaya melakukan pengelolaan sampah seoptimal mungkin dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai, termasuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

(19)

Tritihlor Jeruklegi. TPA ini memiliki total luas mencapai 6,3 Hektar, dan mulai dimanfaatkan sejak tahun 1995. Dari luas tersebut, yang masih aktif hanya seluas 1,4 Hektar dan diperkirakan pada tahun 2018 sudah penuh.

Oleh karena itu, Kota Cilacap harus menyediakan lahan baru untuk TPA, terlebih dengan semakin bertambah penduduk, tentunya juga akan semakin menambah beban volume sampah yang dihasilkan.

Dalam upaya menyediakan lahan baru untuk TPA, tentunya dibutuhkan investasi yang cukup besar. Bahkan menurut para ahli untuk membuka TPA baru diperlukan investasi sekitar 40 Milyar Rupiah setiap lima tahun.

Disamping itu, saat ini juga semakin sulit mencari lahan baru untuk TPA, karena lahan yang terbatas dan harga lahan semakin tinggi serta tingkat penolakan masyarakat yang cukup tinggi apabila didaerahnya terdapat TPA.

Disisi lain, pemanfaatan sistem pengolahan sampah saat ini dengan sistem penutup tanah (Control landfill atau sanitary

landfill ) tidak menyelesaikan masalah penanganan sampah

secara paripurna. Bahkan untuk pengadaan tanah penutup sampah (Top Soil) menyebabkan degradasi lingkungan ditempat penggalian tanah urug penutup sampah. Biaya untuk pengadaan tanah urug penutup sampah juga sangat mahal.

Ini adalah salah satu persoalan yang dihadapi oleh Pemerintah Kabupaten Cilacap dan mungkin juga persoalan yang dihadapi sebagian besar Kabupaten/ Kota bahkan Provinsi-Provinsi di Indonesia.

Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Cilacap berinisiatif melakukan penawaran kerjasama pengelolaan sampah dengan berbagai unsur masyarakat, termasuk dengan swasta.

Salah satu pihak swasta yang menanggapai prakarsa inovatif adalah Pabrik Semen PT Holcim Indonesia Tbk. Solusi inovatif

(20)

yang berkelanjutan untuk mengurangi resiko ketergantungan lahan adalah dengan menerapkan pengolahan sampah menggunakan metode Refuse Derive Fuel (RDF).

Pengolahan sampah dengan metode RDF ini setelah dikaji ternyata membutuhkan investasi yang sangat besar, sehingga dibutuhkan pihak-pihak yang mau membantu mewujudkan program tersebut.

Berkat dukungan Pemerintah Kerajaan Denmark, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, maka upaya mewujudkan Pengolahan Sampah berbasis RDF sebentar lagi akan terwujud, ujar Dian. (hromly)

Referensi

Dokumen terkait

Program-program yang direncanakan menjadi strategi Public Relations dalam membina hubungan baik dengan komunitas adalah program yang bersifat rutinitas focus pada 3 bidang utama,

berduri (yang dibawa dan diletakkan di jalan yang dilalui Nabi s.a.w.) dengan pengertian metafora, iaitu maksud dari membawa kayu api itu ialah kiasan dari membawa gangguan yang

Dan kok sedapat mungkin melayang retatif dekat di atas jaring (net). Oleh karena itu, jenis servis ini kerap digunakan oleh pemain ganda. - Sikap berdiri adalah kaki

Menurut saya kualitas obat disini (Medical Center) jauh lebih baik daripada tempat lain. Karena kita disini juga banyak memakai obat-obat paten, mungkin image

Hasil penelitian menunjukkan bahwa inokulasi mikrobia pelarut fosfat dan azotobacter tidak menunjukkan adanya interaksi yang nyata terhadap variabel tinggi tanaman, berat

Termasuk pada waktu kita lapor itu, harganya itu sebenarnya HPS nya 100, kemudian beliau, kalau tidak salah disitu ada saudara Gani Abdul Gani maupun juga ada saudara Fadjar

Penulis menyadari bahwa dalam proses penyusunan hingga penyelesaian penulisan hukum ini, tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak yang telah memberikan

Penataan ruang wilayah kabupaten bertujuan untuk mewujudkan ruang wilayah sebagai pusat pengembangan wilayah Bali Barat sekaligus penyangga pelestarian lingkungan Pulau Bali