• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. 1 Muh.Ahkram Kha, Ajaran Muhammad saw Tentang Ekonomi : Kumpulan Hadits-hadits

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. 1 Muh.Ahkram Kha, Ajaran Muhammad saw Tentang Ekonomi : Kumpulan Hadits-hadits"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Islam adalah cara hidup yang seimbang dan koheren, dirancang untuk kebahagiaan (falah) manusia dengan cara menciptakan keharmonisan antara kebutuhan moral dan kebutuhan materil manusia dan aktualisasi keadilan sosio-ekonomi serta persaudaraan dalam masyarakat manusia. Oleh karena itu islam juga mempunyai konsep filosofis dalam mengatur kehidupan sosial ekonominya yang dituangkan dalam konsep ekonomi islam telah mengatur kehidupan seorang muslim dengan ketentuan syariah (hukum islam) yang bersumber pada Al-Qur’an dan Hadits Rasulullah saw tujuannya untuk menegakan keadilan dan kesejahteraan manusia sesuai dengan perintah Allah swt. Tujuan syariah adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menjamin kepercayaan, kehidupan, kesejahteraan, kecerdasan dan keturunan. Prinsip syariah juga mengatur kehidupan manusia dalam kehidupan bisnis (muamalah).1

Sistem ekonomi Islam mengutamakan aspek Hukum dan Etika, yakni adanya keharusan menerapkan prinsip-prinsip hukum dan etika bisnis yang Islami, antara lain prinsip ibadah (at-tauhid), persamaan (al-musssawwat), kebebasan (al-hurriyah), keadilan (al-„adl), tolong-menolong (at-ta‟awun), dan toleransi (at-tasamuh). Prinsip-prinsip tersebut merupakan pijakan dasar dalam sistem ekonomi islam, sedangkan etika bisnis mengatur aspek hukum kepemilikan, pengelolaan dan pendistribusian harta, yakni menolak monopoli, eksploitasi, dan diskriminasi serta menuntut keseimbangan antara hak dan kewajiban.2

1

Muh.Ahkram Kha, Ajaran Muhammad saw Tentang Ekonomi : Kumpulan Hadits-hadits pilihan tentang Ekonomi, (Jakarta: PT. BMI, 1996), 17.

2

(2)

Sejatinya, bisnis yang baik adalah bisnis yang tidak hanya mengejar keuntungan duniawi saja, melainkan juga keuntungan akhirat. Salah satu yang sering dilupakan oleh pelaku bisnis adalah aspek etika dalam berbisnis. Bisnis yang beretika adalah bisnis yang memiliki komitmen ketulusan dalam menjaga kontrak sosial yang sudah berjalan. Kontrak sosial merupakan janji yang harus ditepati. Dalam ekonomi islam yang berlandaskan ketuhanan, maka tujuan akhir pencapaiannya adalah ridho Allah SWT, dan tetap memegang syariat Islam dalam segala aktivitasnya, begitu pula dengan aktivitas ekonomi yang tidak dapat pula dipisahkan dengan nilai-nilai keislaman.3

Etika Bisnis Islam merupakan suatu proses dan upaya untuk mengetahui hal-hal yang benar dan yang salah yang selanjutnya tentu melakukan hal yang benar berkenaan dengan produk, pelayanan perusahaan dengan pihak yang berkepentingan dengan tuntutan perusahaan. Etika untuk berbisnis secara baik dan fair dengan menegakan hukum dan keadilan secara konsisten dan konsekuen setia pada prinsip-prinsip kebenaran dan bermartabat. Karena bisnis tidak hanya bertujuan untuk profit melainkan perlu mempertimbangkan nilai-nilai manusiawi, apabila tidak akan mengorbankan hidup banyak orang, sehingga masyarakat pun berkepentingan agar bisnis dilaksanakan secara etis. Bisnis dilakukan diantara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya, sehingga membutuhkan etika sebagai pedoman dan orientasi bagi pengambilan keputusan, kegiatan, dan tindak tanduk manusia dalam berhubungan (bisnis) satu dengan lainnya. Karena bisnis saat ini dilakukan dalam persaingan yang sangat ketat, maka dalam persaingan bisnis tersebut, orang yang bersaing dengan tetap memperhatikan norma-norma etis pada iklim yang semakin profesional justru akan menang. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pengertian etika bisnis Islami tersebut selanjutnya dijadikan sebagai kerangka praktis yang secara

3

Yusuf Qordhowi, Norma Dan Etika Ekonomi Islam, (Jakarta: Gema Insani Press, 1993), 31

(3)

fungsional akan membentuk suatu kesadaran beragama dalam melakukan setiap kegitan ekonomi (religiousness economy practical guidance).4

sebagaimana disebutkan dalam Qur’an surat An-Nisa’ ayat 29.

ِلِطاَبْلاِب ْمُكَىْيَب ْمُكَلاَىْمَأ اىُلُكْؤَت َلَ اىُىَمآ َهيِذَّلا اَهُّيَأ اَي

ْنَأ َّلَِإ

ْمُكِب َناَكَهَّللاَّوِإ ْْۚمُكَسُفْوَأاىُلُتْقَت َلََى ْْۚمُكْىِمٍضاَزَت ْهَع ًةَراَجِت َنىُكَت

اًميِحَر

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.

Menurut Tafsir Az-Zikra maksud dari penjelasan ayat ini adalah maksudnya, mengambil (mempergunakan) dengan cara bagaimanapun dipakai kata “memakan” pada ayat ini, karena penggunaan hartal lebih banyak untuk dimakan. Lalu dibagian kedua maksudnya mengambil harta orang lain dengan tidak rela pemiliknya dan tidak ada pula penggantinya yang layak. Dan dibagian ketiga termasuk juga membunuh orang lain, karena umat manusia merupakan satu kesatuan. Barang siapa yang membunuh orang lain, berlakulah hukum Qishash (hukum balass-bunuh) kepadanya. Kalau hukum qisash berlaku, ini berarti dia telah membunuh dirinya sendiri.5

Anak muda memang tidak bisa dijauhkan dari kata fashion. Bagi mereka fashion adalah hal yang wajib diperhatikan dalam setiap penampilan mereka. Pilihan dalam pengembangan fashion anak muda saat ini adalah dengan mulai menjamurnya distro-distro di indonesia. Hal ini karena distro merupakan pilihan fashion yang mampu memanjakan anak muda masa kini,

4

Abdul Azis, Etika Bisnis Perspektif Islam, (Bandung: Alfabeta,2013), 35-36

5

Bachtiar Surin, Az-Zikra Terjemahan Dan Tafsir Al-Quran Dalam huruf Arab Dan Latin Juz 1-5, (Bandung: Angkasa), 337

(4)

mulai dari sepatu, celana jeans, kaos, jaket, hingga topi dan akssesioris lainnya.

Distro sudah menjadi sebuah fenomena baru yang hadir khususnya dikota-kota besar di indonesia. Keberadaan distro menjadi sebuah trend setter untuk menghadirkan gaya tatanan busana ala remaja dengan segala macam keunikan yang hadir mengiringinya. Distro sendiri umumnya berisi kaos-kaos yang berasal dari perusahaan clothing. Jika perusahaan clothing adalah perusahaan pembuat kaos, maka distro adalah tempat untuk menjual kaos-kaos yang dihasilkan oleh perusahaan clothing.

Distro pertama kali dibuka di Bandung untuk menjual produk-produk dari Band luar negeri khususnya band-band macam underground dengan apparel maupun perlengkapan untuk skateboard. Distro dijalan Sukasenang adalah awal dari dimulainya penjualan berbagai kaos musik luar dan apparel skateboard. Sedangkan distro pertama yang menjual barang dari produksinya sendiri adalah Anonim, disusul oleh Flashy dan Cynical md di Jakarta. Istilah distro inipun kemudian dikenal dengan toko atau retail yang menjual produk-produk khusus merchandise band indie lokal dari berbagai perusahaan

clothing ataupun vendor.6

Dalam upaya merintis perajutan jaringan, memasarkan produk atau jasa berbeda konsep dan prosesnya dengan menjual produk. Menjual hanya merupakan bagian dari proses pemasaran, dan menjual tidak akan sukses sebelum tinjauan pemasaran dan rencana penjualan dibuat7. Pemasaran dapat didefinisikan sebagai hasil aktivitas bisnis yang mengarahkan arus barang dan jasa dari produsen kekonsumen dan mencangkup pembelian, penjualan, transportasi, pergudangan, standardisasi, tingkatan, financing, dan risiko. American Marketing Association menyatakan bahwa pemasaran dapat diartikan sebagai pelaksanaan dunia usaha yang mengarahkan arus barang-barang dan jasa-jasa dari produsen kekonsumen atau pihak pemakai. Adapun

6

http:/berkaos.com/sejarah-serta-perkembangan-perusahaan-clothing-dan-distro-diindonesia, diakses Pada Tanggal 22 April 2017

7 Muhammad Ismail Yusanto, Menggagas Bisnis Islami, (Jakarta : Gema Insani Press,

(5)

Kotler memberikan definisi pemasaran sebagai, “Societal process by which individuals and group obtain what they need and want through creating, offering, and freely exchanging product and service of value with others” (sebuah proses dalam masyarakat yang dengannya seseorang atau kelompo kmendapat kanapa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan cara menciptakan, memberikan atau tukar-menukar produk dan jasa dengan orang lain.8

Dalam menghadapi persaingan bisnis retail secara global, tak jarang para pelaku bisnis melakukan segala macam cara agar dapat bertahan (survive) di tengah persaingan global saat ini. Beragam kecurangan atau penipuan demi mengejar keuntungan yang besar akan dilakukan oleh perusahaan retail tanpa memperhatikan aspek lainnya. Tindakan seperti ini menyebabkan terjadinya pergeseran norma dan hilangnya nilai-nilai moralitas di masyarakat dalam melakukan aktivitas bisnisnya. Seperti kita ketahui bersama, kehadiran distro sangatlah lekat dengan gaya hidup anak muda yang cenderung senang berkumpul dan bergabung dengan komunitas-komunitas tertentu sesuai dengan minat atau hobi yang mereka miliki. Ketatnya persaingan pasar dan banyaknya distro baru yang mulai bermunculan, menuntut para pelaku bisnis distro untuk terus berkreasi dan berinovasi untuk memanjakan para konsumennya. Salah satunya saja seperti mengeklaim produknya sebagai produk yang berbeda dengan produk dari perusahaan distro lainnya. Bahkan banyak dari beberapa distro yang memplagiasi brand atau merek dari merek merek ternama. Strategi pemasaran seperti ini belakangan mulai dijalankan para pengusaha yang membuka lapak distro online.9

Mengusung konsep eksklusif dengan pilihan desain baju atau kaos yang inovatif, ternyata menjadi salah satu strategi jitu bagi para pelaku bisnis distro untuk menghadapi ketatnya persaingan pasar dan mendapatkan perhatian dari

8

Ika Yunia Fauzia, Etika Bisnis Dalam Islam,(Jakarta: Kencana, 2013), 4-6

9

http://bisnisukm.com/strategi-pemasaran-bisnis-distro-yang-nggak-pasaran.html diakses Pada Tanggal 11 Maret 2017

(6)

calon konsumen.banyaknya distro baru yang mulai bermunculan, menuntut para pelaku bisnis distro untuk terus berkreasi dan berinovasi dalam melakukan Strategi Pemasaran agar Produk yang ditawarkannya itu diminati oleh konsumen, salah satunya adalah dengan menciptakan produk tiruan dari merek ternama, mengeklaim bahwa produk yang ditawarkannya tersebut berbeda dengan produk yang ditawarkan oleh perusahaan distro lainnya terutama dari segi keaslian produknya. Sehingga memicu kebiasaan bersaing saling menjelek-jelekan produk yang ditawarkan oleh distro-distro lainnya. Sepintas terlihat usaha ini kelihatan menguntungkan dengan banyaknya pembeli terutama di akhir minggu. Namun satu hal yang tidak disadari adalah banyak persaingan di bisnis ini.10

Oleh karena itu dengan adanya latar belakang tersebut, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang masalah ini, dengan membuat proposal penelitian yang berjudul “Etika Pemasaran Distro di

Kecamatan Ciledug Ditinjau Dalam Etika Bisnis Islam”.

B. Perumusan Masalah

1. Identifikasi Masalah a. Wilayah Kajian

Wilayah kajian dalam penelitian ini adalah Peradilan Dan Produk Hukum yaitu Etika Pemasaran Produk Distributor Outlet ditinjau dalam Etika Bisnis Islam.

b. Pendekataan Penelitian

Dalam penelitian ini pendekatan yang dilakukan adalah melalui pendekatan kualitatif. Artinya data yang dikumpulkan bukan berupa angka-angka, melainkan data tersebut berasal dari wawancara, catatan lapangan, dokumen pribadi, catatan memo, dan dokumen resmi lainnya. Sehingga yang menjadi tujuan dari

10

http://ukiazlie.blogspot.co.id/2010/10/analisa-pesaing-bisnis-distro.html diakses diakses Pada Tanggal 9 Januari 2017

(7)

penelitian kualitatif ini adalah ingin menggambarkan realita empirik di balik fenomena secara mendalam, rinci dan tuntas. Oleh karena itu penggunaan pendekatan kualitatif dalam penelitian ini adalah dengan mencocokkan antara realita empirik dengan teori yang berlaku dengan menggunakkan metode diskriptif.

Metode kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, di mana peneliti adalah sebagai instrument kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara gabungan, analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi.

Pertimbangan penulis menggunakan penelitian kualitatif ini sebagaimana yang diungkapkan oleh Lexy Moleong:

1) Menyesuaikan metode kualitatif lebih mudah apa bila berhadapan dengan kenyataan ganda;

2) Metode ini secara tidak langsung hakikat hubungan antara peneliti dan responden;

3) Metode ini lebih peka dan menyesuaikan diri dengan manajemen pengaruh bersama terhadap pola-pola nilai yang dihadapi.11

Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Menurut Whitney dalam Moh. Nazir bahwa metode deskriptif adalah pencarian fakta dengan interpretasi yang tepat. Penelitian deskriptif mempelajari masalah-masalah dalam masyarakat, serta tata cara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi tertentu, termasuk tentang hubungan-hubungan, kegiatan-kegiatan,

11Lexy J. Meleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, Cet. X (Bandung: Remaja

(8)

sikap-sikap, pandangan-pandangan, serta proses-proses yang sedang berlangsung dan pengaruh-pengaruh dari suatu fenomena.12 c. Jenis Masalah

Jenis masalah dalam proposal skripsi ini adalah adanya persaingan tidak sehat dalam pemasaran produk Distro di kecamatan Babakan. 2. Pembatasan Masalah

Untuk menghindari kesalahpahaman, maka penulis akan membatasi permasalahan dalam pembahasan penelitian agar memperjelas dan memberi arah yang tepat pada pembahasan Etika Pemasaran Produk Distro di kecamatan Babakan ditinjau dalam Etika Bisnis Islam. Dalam hal ini penulis membatasinya dalam hal berikut: a. Etika Pemasaran

Dalam hal ini peneliti maksudnya ingin mengetahui Etika Pemasaran Produk Distro dikecamatan Babakan khususnya dalam menghadapi ketatnya persaingan.

b. Tinjauan Etika Bisnis Islam Terhadap Etika Pemasaran

Dalam hal ini peneliti ingin mengetahui etika pemasaran produk distro di kecamatan babakan di tinjau dalam etika bisnis Islam. 3. Pertanyaan Masalah

a. Bagaimana Etika Pemasaran Produk Distro di kecamatan Babakan?

b. Bagaimana Tinjauan Etika Bisnis Islam Terhadap Etika Pemasaran produk Distro di Kecamatan Babakan?

12

(9)

C. Tujuan Penelitian

Secara spesifik penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui secara mendalam Etika Pemasaran Produk Distro dikecamatan Babakan ditinjau Dalam Etika Bisnis Islam sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui Etika Pemasaran Produk Distro dikecamatan Babakan dalam menghadapi ketatnya Persaingan.

2. Untuk mengetahui Etika Pemasaran Produk Distro dikecamatan Babakan dalam Tinjauan Etika Bisnis Islam.

D. Kegunaan Penelitian

Berdasarkan latar belakang, rumusan masalah, dan tujuan penelitian tersebut, maka manfaat penelitian tersebut dapat dinyatakan sebagai berikut : 1. Bagi peneliti

Sebagai wawasan yang lebih luas bagi peneliti sendiri dalam memperoleh kajian tentang Etika Pemasaran Produk Distro dikecamatan Babakan ditinjau dalam Etika Bisnis Islam khususnya faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi etika pemasaran distro dikecamatan Babakan.

2. Bagi Perusahaan Distro dikecamatan Babakan

Dari penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi perusahaan Distro dikecamatan Babakan sebagai pengetahuan dan menambah wawasan tantang peran Etika pemasaran sesuai dengan Etika Bisnis Islam.

3. Bagi Pihak Lain

Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu rekan-rekan terutama mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon maupun pihak-pihak lain yang membutuhkan informasi dan sebagai referensi pada penelitian sejenis yang akan dibahas oleh penulis.

(10)

E. Penelitian Terdahulu

1. Aji Firmansyah, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, tahun 2015, Skripsi yang berjudul “Analisis Implimentasi Strategi Marketing Mix Pada Manajemen Pemasaran Supermarket Tip Top dari Perspektif Etika Bisnis Islam”, berdasarkan hasil penelitian dan analisis dapat disimpulkan bahwa peneltian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi strategi Marketing Mix pada manajemen pemasaran supermarket Tip Top dari Perspektif Etika Bisnis Islam. Variable Marketing Mix terdiri dari Product (produk), price (harga), place (tempat/retribusi), dan promotion (promosi). Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif normatif. Sumber data diperoleh dari observasi dan wawancara dengan manajer operasional pusat supermarket Tip Top. Teknis analisis data melalui hasil observasi strategi Marketing Mix kemudian ditinjau dari Perspektif Etika Bisnis Islam. Hasil penelitian ini menunjukan strategi Marketing Mix yang diterapkan oleh supermarket Tip Top sudah sesuai dengan etika bisnis islami. Hal ini dilihat dari tidak adanya penyimpangan yang melanggar dari prinsip etika bisnis islam pada manajemen pemasaran supermarket Tip Top.13

2. Susi Susanti, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, tahun 2010, Skripsi yang berjudul “Analisis Strategi Pemasaran Pembiayaan Sepeda Motor PT. Federal International Finance (FIF) Syariah ditinjau dari Perspektif Islam”. Berdasarkan analisin dapat disimpulkan bahwa penelitian ini proses pemasaran dapat diterapkan tidak hanya produk atau jasa saja, tetapi juga pada segala sesuatu yang dapat dipasarkan seperti ide, kejadian, organisasi, tempat dan kepribadian. Namun penting untuk ditekankan bentuk pemasaran tidak dimulai dengan suatu produk atau penawaran, tetapi dengan pencarian peluang pasar. Perencanaan pemasaran strategi memiliki ruang lingkup yang terdiri

13

Aji Firmansyah, Analisis Implimentasi Strategi Marketing Mix Pada Manajemen Pemasaran Supermarket Tip Top dari Perspektif Etika Bisnis Islam, (Jakarta: skripsi UIN Syarif Hidayatullah, 2015)

(11)

dari visi, misi dan tujuan dari perusahaan yang menjadi pegangan semangat yang harus dipertahankan. Oleh karena itu pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan konsep, pemberian harga, promosi dan pendristribusian ide, barang atau jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan individu dan tujuan organisasi.14

3. Arie Rachmat Sunjoto dalam tulisannya tahun 2010 yang berjudul “Strategi pemasaran swalayan Pamella dalam perspektif Islam”, dapat disimpulkan bahwa Untuk mengembangkan strategi pemasaran Swalayan Pamella di DIY, tim pemasaran hendaknya perlu mengikuti pelatihan tentang pemasaran, menambah varian barang berlabel halal, membuat slogan tulisan yang mengajarkan nilai-nilai Islam dan menerapkannya dalam perniagaan. Memberikan motivasi kepada tim pemasaran dalam etika perdagangan yang berlaku dalam Islam. Mengangkat Konsultan dalam memutuskan strategi pemasaran. Mengadakan penelitian tentang tingkat kepuasan konsumen Swalayan Pamella. Untuk strategi pemasaran Swalayan Pamella di DIY agar memprioritaskan strategi pengembangan diversifikasi barang, sistem distribusi barang, bekerja sama dengan perbankan Islam dan koperasi pedesaaan. 15

4. Muhammad Saman, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, tahun 2010, Skripsi yang berjudul “Persaingan industry PT. Pancanata Centralindo (Perspektif Etika bisnis Islam)”, dapat disimpulkan bahwa Peneletian ini bertujuan untuk menganalisis persaingan industry PT. Pancanata Centralindo (perspektif etika bisnis islam). Persaingan yang sehat harus sesuai dengan etika bisnis yang berlaku. Rasulullah saw adalah pembisnis yang jujur dan adil dalam membuat perjanjian bisnis. Ia tidak pernah membuat para pelanggan mengeluh. Dengan kata lain,

14

Susi Susanti,Analisis Strategi Pemasaran Pembiayaan Sepeda Motor PT. Federal International Finance (FIF) Syariah ditinjau dari Perspektif Islam, (Jakarta : Skripsi UIN Syarif Hidayatullah, thn 2010).

15

Arie Rachmat Sunjoto, Strategi pemasaran swalayan Pamella dalam perspektif Islam, (Yogyakarta : Jurnal Ekonomi Syariah Indonesia, thn 2010).

(12)

beliau melaksaanakan prinsip manajemen bisnis modern yaitu kepuasan pelanggan, pelayanan yang unggul, kemampuan, efisiensi, transparan, persaingan yang sehat dan kompetitif. Persaingan yang positif dan kompetitif yang dilengkapi dengan daya saing yang tinggi seperti daya saing harga, daya saing kualitas dan daya saing pemasaran, dan daya saing jaringan kerja menjadi pendorong bagi perindustrian yang sudah lama berdiri maupun yang baru bermunculan untuk menguasai pasar dan menjadi leader market. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa etika atau perilaku yang ditanamkan PT. Pancanata Centralindo terhadap karyawannya tidak sepenuhnya dilaksanakan, ini terbukti masih ada karyawan yang menjual harga barang berbeda dengan harga yang telah diberlakukan oleh perusahaan. Dan adanya kesenjangan social antara pembeli daalam jumlah besar dengan pembeli dengan jumlah kecil dalam hal fasilitas pelayanan. Barang yang dipesan tidak sesuai dengan yang diinginkan dengan ukuran yang tidak sesuai dan barang yang dipesan lama sampainya dan ada barang yang rusak atau cacat. Adanya ketidakpuasan terhadap harga barang yang di sama ratakan untuk semua ukuran.16

5. Suindrawati, UIN Walisongo Semarang, tahun 2015, Skripsi yang berjudul “Strategi pemasaran Islami dalam meningkatkan penjualan (studi kasus ditoko jesy busana muslim bapangan mendenrejo blora)”, kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah hasil penelitian menunjukan bahwa ditinjau dari perspektif stratregi pemasaran islami, maka walaupun took jesy busana muslim menerapkan teori dan konsep strategi pemasaran konvensional, namun ternyata menerapkan juga strategi pemasaran islami, kedua etika bisnis islami, ketiga mencontoh praktik pemasaran Nabi Muhammad SAW. Karakteristik pemasaran yang diterapkan took jesy busana muslim adalah ketuhanan (tauhid), akhlak, realistis, humanistis. Etika bisnis islami yang diterapkan took

16

Muhammad Saman, Persaingan industry PT. Pancanata Centralindo (Perspektif Etika bisnis Islam), (Jakarta : Skripsi UIN Syarif Hidayatullah, tahun 2010).

(13)

jesy busana muslim yaitu produk yang halal dan thoyyib, produk yang berguna dan dibutuhkan, produk yang berpotensi ekonomi atau benefit, produk yang bernilai tambah yang tinggi, dalam jumlah yang berskala ekonomi dan social, produk yang dapat memuaskan masyarakat. Kelebihan dari pemilihan lokasi took jesy busana muslim bapangan adalah harga tanah yang murah, kemudahan dalam akses penjualan dan pembelian karena tidak ada bangunan yang menghalangi, selain itu juga pemukiman disekitar took merupakan aset bagus bagi pasar target pemasaran toko, kemudian juga kemudahan dalam mencari karyawan dari warga sekitar dan juga masih minimnya pesaing yang dalam hal yang sama penjualan busana muslim. Pada penelitian ini dilatarbelakangi oleh suatu pemikiran bahwa semua organisasi, baik yang berbentuk swasta, badan yang bersifat public ataupun lembaga-lembaga social kemasyarakatan, tentu mempunyai suatu tujuan sendiri-sendiri yang merupakan motivasi dan tujuannya.17

F. Kerangka Pemikiran

Berbisnis bagian dari Muamalah. Karenanya, bisnis juga tidak terlepas dari hukum-hukum yang mengatur masalah muamalah. Karenanya, persaingan bebas yang menghalalkan segala cara merupakan praktik yang harus dihilangkan karena bertentangan dengan prinsip-prinsip muamalah islami. Dalam berhubungan dengan rekanan bisnis, setiap pebisnis muslim haruslah memperhatikan hukum-hukum islam yang berkaitan dengan akad-akad bisnis. Dalam berakad, haruslah sesuai dengan kenyataan tanpa memanipulasi. Misalnya saja, memberikan sampel produk dengan kualitas yang sangat baik, padahal produk hyang dikirimkan itu memiliki kualitas jelek.

Rasulullah saw. Memberikan contoh bagaimana bersaing dengan baik ketika berdagang. Rasul tidak pernah melakukan usaha untuk

17

Suindrawati,Strategi pemasaran Islami dalam meningkatkan penjualan (studi kasus ditoko jesy busana muslim bapangan mendenrejo blora), (Semarang : Skripsi UIN Walisongo, tahun 2015).

(14)

menghancurkan pesaing dagangannya. Walaupun ini tidak berarti Rasulullah berdagang seadanya tanpa memperhatikan daya saingannya. Ia beliau lakukan adalah memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya dan menyebutkan spesifikasi barang yang dijual dengan jujur termasuk jika ada cacat pada barang tersebut. Secara alami, hal-hal seperti ini8 ternyata justru mampu meningkatkan kualitas penjualan dan menarik para pembeli tanpa menghancurkan pedagang lainnya.18

Antara kemajuan perusahaan dan pemasaran terdapat hubungan yang saling menunjang, artinya makin maju perusahaan, maka makin canggih pula strategi p[emasaran yang digunakan. Makin canggih strategi pemasaran yang digunakan makin menunjang kemajuan perusahaan. Demikianlah kita lihat, peranan pemasaran didalam sebuah perusahaan makin meningkat, sejalan dengan perkembangan perusahaan itu sendiri.19

Kerangka pemasaran dalam bisnis islami adalah aktivitas yang dilandasi oleh saling ridha dan rahmat antara penjual dan pembeli, dalam sebuah aktivitas di dalam sebuah pasar. Menurut Muhammad dan Alimin, “etika dalam pemasaran mencangkup beberapa bahasan, yaitu pertama, etika pemasaran dalam konteks produk yang meliputi: produk yang halal dan tayyib, produk yang berguna dan dibutuhkan, produk yang berpotensi ekonomi atau benefit, produk yang bernilai tambah tinggi, dalam jumlah yang berskala ekonomi dan sosial, produk yang dapat memuaskan masyarakat.Kedua, etika pemasaran dalam konteks harga yang meliputi: beban biaya produksi yang wajar, sebagai alat kompetinsi yang sehat, diukur dengan kemampuan daya beli masyarakat, margin perusahaan yang layak dan, sebagai alat daya tarik bagi konsumen.Ketiga, etika pemasaran dalam konteks distribusi yang meliputi : kecepatan dan ketepatan waktu, keamanan dan keutuhan barang, sarana komepetisi memberikan pelayanan kepada masyarakat, dan konsumen mendapat pelayanan tepat dan cepat. Keempat, etika pemasaran dalam konteks promosi yang meliputi: sarana

18

Muhammad Ismail Yusanto, Menggagas Bisnis Islami, (Jakarta : Gema Insani Press, 2003),92-96

19

(15)

memperkenalkan barang, informasi kegunaan dan kualifikasi barang, sarana daya tarik barang terhadap konsumen, dan informasi fakta yang ditopang kejujuran.20

Mannan siddiqi dan ahli ekonomi Islam lainnya menekankan pentingnya motif altruisme, dan penekanan akan maslahah dalam kegiatan produksi. Perusahaan tidak hanya mementingkan keuntungan pribadi dan perusahaan namun juga memberikan kemaslahatan bagi masyarakat dengan tidak mengabaikan lingkungan sosialnya. Hal ini bertentangan dalam produksi konvensional yang mengutamakan self interest. Kegiatan produksi pada hakikatnya adalah ibadah.Sehingga tujuan dan prinsipnya harus dalam kerangka ibadah.21

Prinsip terpenting yang mengatur seluruh aktivitas ekonomi adalah keadilan, yang berarti perdagangan jujur dengan sesama dan menjaga keseimbangan keadilan menjaga langit dan bumi berada dalam tempat yang tepatnya masing-masing dan menjadi kekuatan penyatu antara ebrbagai segmen dalam sebuah masyarakat.

Firman Allah swt, dalam Surah Al-Maidahayat 8:

َّلِلَىيِماَّىَقاىُوىُكاىُىَمآَىيِذَّلااَهُّيَأاَي

َقُوآَىَشْمُكَّىَمِزْجَي َلََىِِۖطْسِقْلاِبَءاَدَهُشِه

ُلَمْعَتاَمِبٌزيِبَخَهَّللاَّوِإَْۚهَّللااىُقَّتاَىِٰۖىَىْقَّتلِلُبَزْقَأَىُهاىُلِدْعاْۚاىُلِدْعَت َّلََؤٰىَلَعٍمْو

َنو

“Hai orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”.

20

Ika Yunia Fauzia, Etika Bisnis Dalam Islam,(Jakarta: Kencana, 2013), 4-6

21

(16)

Ini membuat pernyataan jelas bahwa siapapun yang percaya kepada allah harus adil terhadap sesama bahkan dengan musuhnya, dibagian lain, Allah swt berfirman dalanm Surah Al-Baqarah ayat 188 :

ُلُكْؤَت َلََو

ْؤَتِلِماَّكُحْلاىَلِإاَهِباىُلْدُتَىِلِطاَبْلاِبْمُكَىْيَبْمُكَلاَىْمَأاى

َنىُمَلْعَتْمُتْوَأَىِمْثِ ْلْاِبِساَّىل ِلَاَىْمَؤْىِماًقيِزَفاىُلُك

“Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui.”.

Dengan demikian Islam mengharuskan antara hak dan kewajiban orang tidak lebih besar maupun lebih kecil dalam hal apapun. Aturan-aturan bisnis juga bisa diterapkan atas segala hal. Tak seorang pun boleh mengambilalih kepemilikan orang lain secara tidak sah. Dalam khutbah yang terkenal pada ibadah hajinya yang terakhir Nabi saw. Menekankan bahwa hak asasi manusia mutlak tak boleh dilanggar pada seluruh tiga kategori: sebagai manusia, hak miliknya dan kehormatannya.22

22

Amiur Nuruddin, Faisar Ananda Arfa, Islamic Business And Economic Ethics,(Jakarta: PT Bumi Aksara, tahun 2012) hlm, 398-400

(17)

Skema : 1.1.

Kerangka Pemikiran

G. Metodologi Penelitian

Metode penelitian merupakan suatu cara prosedur atau langkah yang digunakan untuk mengumpulkan dan mengelola data serta menganalisis data dengan menggunakan tehnik dan cara tertentu. Langkah-langkah dalam metode penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah tata cara penelitian yang menghasilkan data deskriptif. Yaitu apa yang dinyatakan oleh responden secara tertulis atau lisan dan perilaku nyata. Penelitian kualitatif, datanya dapat penulis peroleh dari lapangan, baik data lisan yang berupa wawancara maupun data tertulis (dokumen).23 Yang dimaksud dengan penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang tidak dapat dicapai (diperoleh) dengan menggunakan prosedur-prosedur statistik atau cara-cara lain dari kuantitatif (pengukuran). Penelitian kalitatif secara umum dapat digunakan untuk penelitian tentang kehidupan masyarakat, sejarah, tingkah laku, fungsional organisasi, aktivitas sosial, dan lain-lain. Salah satu alasan

23

Lexy J. Meleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, 6 Etika Pemasaran Produk Distro di Kecamatan Babakan Tinjauan Etika Bisnis Islam Terhadap Etika Pemasaran Produk Distro di Kecamatan Babakan Sesuai dengan Etika Bisnis Islam Tidak Sesuai Dengan Etika Bisnis Islam

(18)

menggunakan pendekatan kualitatif adalah pengalaman para peneliti dimana metode ini dapat digunakan untuk menemukan dan memahami apa yang tersembunyi dibalik fenomena yang kadang kala merupakan sesuatu yang sulit untuk di pahami secara memuaskan.24

2. Sumber Data

Sumber data disini ialah tempat atau orang dimana data tersebut dapat diperoleh. Adapun sumber data yang dipakai pada penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Data Primer

Sumber data primer adalah sumber yang dapat memberikan informasi secara langsung, serta sumber data tersebut memiliki hubungan dengan masalah pokok penelitian sebagai bahan informasi yang dicari.25 Adapun yang menjadi sumber data primer dalam penelitian ini adalah produsen atau pemilik usaha Distro diwilayah kecamatan Babakan Kabupaten cirebon, dan konsumen atau pembeli barang yaitu dengan hasil wawancara.

b. Data Sekunder

Sumber data sekunder, yaitu data yang langsung dikumpulkan oleh peneliti sebagai penunjang dari sumber pertama. Dapat juga dikatakan data-data yang tersusun dalam bentuk dokumen-dokumen.26. Data ini dapat ditemukan dengan cepat. Dalam penelitian ini yang menjadi sumber data sekunder adalah literatur, artikel, jurnal serta situs di internet yang berkenaan dengan penelitian yang dilakukan. Adapun yang menjadi sumber data sekunder dalam penelitian ini adalah peneliti dapatkan laporan-laporan yang didapat dari domentasi, profil usaha tersebut, serta skripsi terdahulu jika usaha tersebut pernah diteliti sebelumnya.

24Pupu Saeful Rahman, “Penelitian Kualitatif” Equilibrium 5:9 (januari-juni 2012) : 1-8 25

Safidin Azwar, Metodologi Penelitian, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1998), 91

(19)

3. Teknik Pengumpulan Data

Guna memperoleh data yang akan dibutuhkan dalam penelitian ini, maka teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Observasi

Metode observasi digunakan oleh seorang peneliti ketika hendak mengetahui secara empiris tentang fenomena objek yang diamati. Observasi adalah panca indra manusia (penglihatan dan pendengaran) diperlukan untuk menangkap gejala yang diamati. Apa yang dicatat dan selanjutnya catatan tersebut dianalisis. Observasi dapat menjawab masalah penelitian.27

b. Interview (wawancara)

Wawancara merupakan teknik yang dilakukan dengan jalan mengadakan komunikasi dengan sumber data melalui dialog (Tanya Jawab) secara lisan, interview sebagai “proses tanya jawab lisan” dimana dua orang atau lebih berhadap-hadapan secara fisik yang satu menghadap orang lain dan mendengarkan dengan suara sendiri tampaknya merupakan alat pengumpulan data (informan) yang langsung tentang beberapa jenis.28 Adapun teknik wawancara yang digunakan oleh peneliti dalam hal ini adalah teknik wawancara tidak terstruktur, bersifat luwes, susunan pertanyaan dan susunan kata-kata dalam setiap pertanyaan dapat di ubah-ubah pada saat wawancara, sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pekerjaan atau responden yang telah dihadapi. Dalam pelaksanaannya, peneliti akan mewawancarai langsung pihak-pihak yang bersangkutan, yakni pihak-pihak Pemilik Perusahaan Distro yang ada di daerah kecamatan Babakan kabupaten Cirebon.

27

Lexy J. Meleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, 157

28Hadari Nabawi. Metode Penelitian Bidang Sosial, (Jogjakarta: Gajah Mada University

(20)

c. Dokumentasi

Yang dimaksud dengan metode dokumentasi adalah metode pencarian dan pengumpulan data mengenai hal-hal yang berupa catatan, buku-buku, majalah, dokumen, dan sebagainya. Hal ini dilakukan untuk mengetahui Etika Pemasaran Produk Distro di Kecamatan Babakan.

4. Metode Analisis Data

Proses analisa data merupakan suatu proses penelahaan data secara mendalam. Menurut Lexy J. Moleong proses analisa data dapat dilakukan pada saat yang bersamaan dengan pelaksanaan pengumpulan data meskipun pada umumnya dilakukan setelah data terkumpul.29 Guna untuk memperoleh gambaran yang jelas dalam memberikan, menyajikan, dan menyimpulkan data, maka dalam penelitian ini digunakan metode analisa deskritif kualitatif, yaitu suatu penelitian yang dimaksudkan untuk mendeskripsikan suatu situasi tertentu yang bersifat faktual secara sistematis dan akurat.30 Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif. Metode ini merupakan metode analisa data dengan cara menggambarkan keadaan atau status fenomena dengan kata-kataatau kalimat yang dipisah-pisah menurut kategori untuk memperoleh kesimpulan. Dalam hal ini, penelitian yang dilakukan oleh peneliti saat itu adalah memecahkan masalah penelitian serta memberikan deskripsi yang berkaitan dengan objek penelitian. Sebagai langkah penutup adalah pengambilan kesimpulan, yang mana pengambilan kesimpulan itu merupakan akhir proses dari sebuah penelitian, dari pengambilan kesimpulan ini akhirnya akan terjawab pertanyaan yang ada dalam rumusan masalah didalam latar belakang masalah.

29

Lexy J. Meleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, 103

30

(21)

5. Teknis Analisis data

Teknis analisis data yang penulis gunakan adalah bersifat deskriptif kualitatif, yaitu penyajian data dalam bentuk tulisan dan menerangkan apa adanya sesuai dengan data yang diperoleh dari hasil penelitian yang kemudian dilakukan analisis. Analisis data yang dilakukan biasanya bersifat manual31. Jadi, dalam analisis data ini penulis akan mendeskripsikan segala sesuatu yang berkaitan dengan etika pemasaran produk distro ditinjau dalam etika bisnis islam serta penerapan etika bisnis islam terhadap etika pemasaran produk distro sesuai dengan apa yang didengar dan dilihat tanpa menguranginya.

6. Teknis Keabsahan Data

Dalam teknik pengumpulan data, triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yasng bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada. Apabila peneliti melakukan pengumpulan data dengan triangulasi, sebenarnya peneliti mengumpulkan data sekaligus menguji kredibilitas data, yaitu mengecek kredibilitas data dengan berbagai teknik pengumpulan data dan berbagai sumber data. 32 Diluar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Artinya membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara, membandingkan apa yang dikatakan orang didepan umum dengan apa yang dikatakannya secara pribadi serta membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan.33

31

Haris Herdiansyah, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Jakarta: Salemba Humanika, 2010),

32

Boedi Abdullah dan Beni Ahmad Saebani, Metode Penelitian Ekonomi Islam, 214

33

M. Djunaidy Ghoniy dan Fauzan Almanshur, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media , 2012), 319

(22)

H. Sistematika Penulisan

Untuk mengetahui dan mempermudah pembaca dalam menggunakan penelitian perlu adanya gambaran dari keseluruhan dari pada penelitian ini, maka dalam hal ini peneliti merangkum penelitian ini dalam sistematika penelitian sebagai berikut.

Bab I Pendahuluan, pada bab ini berisi tentang pendahuluan yang meliputi: latar belakang, perumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, literatur reviw/ peneliti terdahulu, kerangka teori atau kerangka pemikiran, metodologi penelitian,sistematika penulisan.

Bab II Landasan Teori, Pada bab ini fokus yang diteliti adalah pengertian etika bisnis dan etika bisnis dalam islam, dasar hukum etika bisnis islam, prinsip etika bisnis islam, etika berdagang dalam Al-Qur’an, etika berdagang dalam hadits, pengertian pemasaran, etika pemasaran dalam islam, pengertian Distro.

Bab III Etika Pemasaran Produk Distro di Kecamatan Babakan, pada bab ini berisi tentang gambaran umum perusahaan Distro di Kecamatan Babakan, penulis mendeskripsikan sejarah dan perkembangan Perusahaan Distro di kecamatan Babakan, visi dan misi perusahaan distro, dan Etika Pemasaran Produk Distro di Kecamatan Babakan

Bab IV Hasil Penelitian Dan Pembahasan, Pada bab ini membahas mengenai hasil dari penelitian dan pembahasan mengenai penerapan etika pemasaran produk distributor outlet ditinjau dalam etika bisnis Islam.

Bab V Penutup, Dalam bab ini peneliti membuat kesimpulan dari uraian-uraian serta penjelasan yang sudah disajikan pada bab-bab terdahulu dan selanjutnya memberikan saran-saran yang sekiranya berguna dan bermanfaat bagi perusahaan Distro di Kecamatan Babakan.

Referensi

Dokumen terkait

Penerapan data mining dengan teknik klasifikasi menggunakan algoritma C4.5 yang dilakukan menghasilkan sebuah informasi dalam memprediksi masa studi tepat waktu mahasiswa di

Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan Susanti, Indriati, dan Utomo tentang hubungan pengetahuan ibu tentang gizi dengan status gizi anak umur 1-

A. Data Umum Kabupaten/Kota ... Bidang Kelembagaan ... Lembaga yang Menangani Penanaman Modal ... Struktur Organisasi ... Kebijakan Penanaman Modal ... Lembaga/Organisasi

Selain dekomposisi, pada tahap terakhir output hasil prediksi akan diberikan ke proses rekonstruksi sinyal asli dari data time series dengan dua nilai koefisien

Saat ini, penyakit jantung yang disebabkan karena tekanan darah tinggi, menduduki peringkat kedua sebagai penyakit yang paling banyak menyerang masyarakat di Indonesia.

Untuk pertanian masa panen sekitar empat bulan antara bulan agustus sampai november, sedangkan masa tanam antara bulan januari sampai maret, jadi masyarakat muara

Pemberian dolomit pada tanah asal Tulang Bawang dengan takaran 0,5 x Al-dd (setara 518 kg CaO/ha), pemupukan K dengan takaran 45 kg K 2 O/ha (dengan maupun tanpa dolomit)

Kristianto dalam (Suryadi dan Bain, 2013:99) menerangkan bahwa fasilitas utama yang bisa didapatkan pada Google Earth adalah mencari dan menemukan lokasi tertentu