• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA TAHUN 2020

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA TAHUN 2020"

Copied!
95
0
0

Teks penuh

(1)

KANTOR KESEHATAN

PELABUHAN KELAS I

MEDAN

LAPORAN

AKUNTABILITAS KINERJA

TAHUN 2020

(2)

KATA PENGANTAR

Ucapan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan berkah dan rahmatNya atas tersusunnya Laporan Akuntabilitas Kinerja Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Medan Tahun 2020.

Dengan berakhirnya Tahun Anggaran 2020, dalam rangka melaksanakan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2416/MENKES/PER/XII/2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Kementerian Kesehatan, KKP Kelas I Medan telah menyusun Laporan Akuntabilitas Kinerja sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tahun 2020 dalam mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan pada Rencana Aksi Kegiatan KKP Kelas I Medan tahun 2020 - 2024 secara transparan dan akuntabel.

Diharapkan laporan ini bisa memberikan informasi secara utuh kepada masyarakat dan semua pihak yang berkepentingan mengenai pencapaian kinerja KKP Kelas I Medan pada Tahun 2020. Kami mengharapkan saran dan masukan yang positif dari semua pihak dalam rangka peningkatan kinerja di masa yang akan datang.

Akhir kata saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja KKP Kelas I Medan Tahun 2019 ini.

Medan, Januari 2021

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Medan

Priagung Adhi Bawono NIP. 196509191988031001

(3)

RINGKASAN EKSEKUTIF

Sesuai dengan Rencana Aksi Kegiatan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Medan Tahun 2020-2024, maka Laporan Akuntabilitas Kinerja (LAK) KKP Kelas I Medan Tahun 2020 ini disajikan sebagai tahun pertama capaian kinerja selama tahun 2020-2024.

Bagi KKP Kelas I Medan, laporan akuntabilitas kinerja memiliki dua fungsi utama. Pertama, merupakan sarana untuk menyampaikan pertanggungjawaban kinerja kepada Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dan seluruh pemangku kepentingan baik yang terkait langsung maupun tidak langsung. Kedua, merupakan sumber informasi untuk perbaikan dan peningkatan kinerja secara berkelanjutan. Adanya dua fungsi utama ini memperjelas bahwa informasi yang tertuang dalam LAK 2020 harus dapat memenuhi kebutuhan pengguna internal dan eksternal.

LAK ini secara garis besar berisikan informasi rencana kinerja dan capaian kinerja yang telah dicapai selama tahun 2020. Secara keseluruhan, hasil capaian kinerja tahun 2020 menunjukkan bahwa KKP Kelas I Medan hampir memenuhi

sasaran yang ditargetkan (dari 7 indikator ada 1 indikator yang tidak mencapai

target). Realisasi pencapaian sasaran KKP Kelas I Medan yang diukur dengan menggunakan Indikator Kinerja yang telah ditetapkan adalah sebagai berikut:

Tabel 1

Sasaran dan Pencapaian Indikator Kinerja KKP Kelas I Medan Tahun 2020

Sasaran Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian Meningkatnya Pelayanan Kekarantinaan di Pintu Masuk Negara dan Wilayah 1. Jumlah pemeriksaan orang, alat angkut, barang dan lingkungan sesuai standar

kekarantinaan kesehatan

(4)

Sasaran Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian 2. Persentase faktor risiko

penyakit dipintu masuk yang dikendalikan pada orang, alat angkut, barang dan lingkungan

90 % 100 % 111,11 %

3. Indeks Pengendalian Faktor Risiko di pintu masuk negara penyakit

85 % 120.72 % 142,02 %

4. Nilai kinerja anggaran 80 89,08 111,35 % 5. Persentase tingkat kepatuhan penyampaian laporan keuangan 80 % 90 % 112,5 % 6. Kinerja implementasi WBK satker 70 72,69 103,84 % 7. Persentase Peningkatan kapasitas ASN sebanyak 20 JPL

45 % 35,58% 79,06 %

Dari tabel di atas terlihat bahwa KKP Kelas I Medan dapat mencapai indikator yang telah ditetapkan dalam rencana kinerja. Dari 7 indikator kinerja, terdapat 1 indikator yang tidak terealisasi dengan rata-rata capaian kinerja KKP Kelas I Medan Tahun 2020 sebesar 112,32. Realisasi anggaran KKP Kelas I Medan TA. 2020 sebesar Rp. 19.820.966.078 (91,55%).

Sesuai dengan analisis atas capaian kinerja tahun 2020, dapat dirumuskan beberapa langkah penting strategi pemecahan masalah yang akan dijadikan masukan atau sebagai bahan pertimbangan untuk merumuskan rencana kinerja tahun 2021, yaitu sebagai berikut:

(5)

1. Melakukan koordinasi yang lebih intensif baik dengan pihak di luar Kementerian Kesehatan (stakeholder terkait di bandara dan pelabuhan) maupun dengan unit teknis lain di Kementerian Kesehatan serta diantara bagian-bagian di lingkungan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit khususnya dalam hal perencanaan dan pelaksanaan kegiatan.

2. Mengusulkan penambahan SDM (pegawai) dengan berbagai kompetensi untuk menunjang kegiatan yang telah direncanakan.

3. Melaksanakan peningkatan kualitas SDM dengan berbagai pendidikan dan pelatihan teknis yang diperlukan.

4. Mendukung pelaksanaan program percepatan penanganan COVID-19 seperti Pelaksanaan Vaksinasi dan 5 M (Memakai Masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, Mengurangi mobilisasi/pergerakan)

(6)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

RINGKASAN EKSEKUTIF ... ii

DAFTAR ISI ...v

DAFTAR TABEL ... viii

DAFTAR GRAFIK ... ix

DAFTAR GAMBAR ... xi

BAB 1 PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Maksud dan Tujuan ... 5

C. Tugas Pokok dan Fungsi ... 6

D. Struktur Organisasi... 7

E. Sistematika Penulisan... 16

BAB 2 PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA ... 18

A. PERENCANAAN KINERJA ... 18

A.1. VISI DAN MISI ... 18

A.1.1. Visi ... 18

A.1.2. Misi ... 18

A.2. TUJUAN DAN SASARAN... 20

A.2.1. Tujuan ... 20

A.2.2. Sasaran ... 20

A.3. KEBIJAKAN DAN PROGRAM ... 21

A.3.1. Kebijakan ... 21

A.3.2. Program/Kegiatan ... 22

B. PERJANJIAN KINERJA ... 23

BAB 3 AKUNTABILITAS KINERJA ... 25

A. PENGUKURAN KINERJA ... 25

B. ANALISIS PENCAPAIAN KINERJA ... 27

1. Jumlah pemeriksaan orang, alat angkut, barang dan lingkungan sesuai standar kekarantinaan kesehatan ... 27 1.1. Pengertian ... 27 1.2. Definisi Operasional ... 28 1.3. Rumus/Cara Perhitungan ... 28 1.4. Capaian Indikator ... 28 1.5. Pagu Anggaran... 33

(7)

1.6. Analisis Keberhasilan/Kegagalan atau Peningkatan/Penurunan Kinerja ... 34

1.7. Analisis atas Efisiensi Penggunaan Sumber Daya ... 34

1.8. Analisis Program/Kegiatan yang Menunjang Pencapaian Kinerja ... 35

1.9. Masalah yang dihadapi ... 35

1.10. Pemecahan masalah ... 36

2. Persentase faktor risiko penyakit di pintu masuk yang dikendalikan pada orang, alat angkut, barang dan lingkungan ... 37

2.1. Pengertian ... 37

2.2. Definisi Operasional ... 37

2.3. Rumus/Cara Perhitungan ... 37

2.4. Capaian Indikator ... 37

2.5. Pagu Anggaran... 39

2.6. Analisis Keberhasilan/Kegagalan atau Peningkatan/Penurunan Kinerja ... 40

2.7. Analisis atas Efisiensi Penggunaan Sumber Daya ... 40

2.8. Analisis Program/Kegiatan yang Menunjang Pencapaian Kinerja ... 41

2.9. Masalah yang dihadapi ... 41

2.10. Usul Pemecahan Masalah ... 42

3. Indeks Pengendalian Faktor Risiko di pintu masuk negara ... 42

3.1. Pengertian ... 42

3.2. Definisi Operasional ... 42

3.3. Rumus/Cara Perhitungan ... 43

3.4. Capaian Indikator ... 43

3.5. Pagu Anggaran... 47

3.6. Analisis Keberhasilan/Kegagalan atau Peningkatan/Penurunan Kinerja ... 47

3.7. Analisis atas Efisiensi Penggunaan Sumber Daya ... 48

3.8. Analisis Program/Kegiatan yang Menunjang Pencapaian Kinerja ... 48

3.9. Masalah yang dihadapi ... 49

3.10. Usul Pemecahan Masalah ... 49

4. Nilai Kinerja Anggaran ... 50

4.1. Pengertian ... 50

4.2. Definisi Operasional ... 50

4.3. Rumus/Cara Perhitungan ... 50

4.4. Capaian Indikator ... 50

4.5. Pagu Anggaran... 52

4.6. Analisis Keberhasilan/Kegagalan atau Peningkatan/Penurunan Kinerja ... 53

4.7. Analisis atas Efisiensi Penggunaan Sumber Daya ... 54

4.8. Analisis Program/Kegiatan yang Menunjang Pencapaian Kinerja ... 54

4.9. Masalah yang dihadapi ... 54

4.10. Usul Pemecahan Masalah ... 54

5. Persentase tingkat kepatuhan penyampaian laporan keuangan ... 54

5.1. Pengertian ... 54

5.2. Definisi Operasional ... 55

Kepatuhan satker dalam menyampaikan laporan keuangan dengan parameter jumlah dan ketepatan waktu upload dan rekonsiliasi ... 55

(8)

5.3. Rumus/Cara Perhitungan ... 55

5.4. Capaian Indikator ... 55

5.5. Pagu Anggaran... 57

5.6. Analisis Keberhasilan/Kegagalan atau Peningkatan/Penurunan Kinerja ... 58

5.7. Analisis atas Efisiensi Penggunaan Sumber Daya ... 58

5.8. Analisis Program/Kegiatan yang Menunjang Pencapaian Kinerja ... 58

5.9. Masalah yang dihadapi ... 59

5.10. Usul Pemecahan Masalah ... 59

6. Kinerja Implementasi WBK Satker ... 59

6.1. Pengertian ... 59

6.2. Definisi Operasional ... 59

6.3. Rumus/Cara Perhitungan ... 59

6.4. Capaian Indikator ... 60

6.5. Pagu Anggaran... 62

6.6. Analisis Keberhasilan/Kegagalan atau Peningkatan/Penurunan Kinerja ... 63

6.7. Analisis atas Efisiensi Penggunaan Sumber Daya ... 63

6.8. Analisis Program/Kegiatan yang Menunjang Pencapaian Kinerja ... 63

6.9. Masalah yang dihadapi ... 63

6.10. Usul Pemecahan Masalah ... 63

7. Persentase peningkatan kapasitas ASN sebanyak 20 JPL ... 63

7.1. Pengertian ... 63

7.2. Definisi Operasional ... 64

Pengembangan kompetensi bagi ASN yang dilakukan paling sedikit 20 (dua puluh) jam pelajaran dalam 1 (satu) tahun dan dapat dilakukan pada tingkat instansi dan nasional... 64

7.3. Rumus/Cara Perhitungan ... 64

7.4. Capaian Indikator ... 64

7.5. Pagu Anggaran... 66

7.6. Analisis Keberhasilan/Kegagalan atau Peningkatan/Penurunan Kinerja ... 66

7.7. Analisis atas Efisiensi Penggunaan Sumber Daya ... 67

7.8. Analisis Program/Kegiatan yang Menunjang Pencapaian Kinerja ... 67

7.9. Masalah yang dihadapi ... 67

7.10. Usul Pemecahan Masalah ... 67

C. SUMBER DAYA ... 67

1. Sumber Daya Manusia ... 67

1.1. Jabatan ... 68

1.2. Golongan ... 69

1.3. Kelompok Usia ... 71

1.4. Pendidikan ... 72

1.5. Jenis Kelamin ... 75

2. Sumber Daya Anggaran ... 76

3. Sumber Daya Sarana dan Prasarana ... 78

BAB 4 KESIMPULAN ... 80

(9)

DAFTAR TABEL

Tabel 1 Sasaran dan Pencapaian Indikator Kinerja KKP Kelas I Medan Tahun 2020 ... ii Tabel 2 Sasaran, Indikator Kinerja dan Target Kinerja KKP Kelas I Medan Tahun

2020-2024 ... 21 Tabel 3 Indikator Output Kegiatan KKP Kelas I Medan Tahun 2020 ... 22 Tabel 4 Perjanjian Kinerja Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit KKP Kelas I Medan Tahun 2020 ... 24 Tabel 5 Pengukuran Kinerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Medan 2020 ... 25 Tabel 6 Pengukuran Indikator Output Kegiatan KKP Kelas I Medan Tahun 2020 ... 27 Tabel 7 Pagu dan Realisasi Anggaran Menurut Output KKP Kelas I Medan Tahun 2020 76 Tabel 8 Barang Milik Negara KKP Keals I Medan Posisi per Tanggal 31 Desember 2020

(10)

DAFTAR GRAFIK

Grafik 1 Perbandingan antara Target dan Realisasi Indikator Jumlah Pemeriksaan Orang, Alat Angkut, Barang dan Lingkungan Sesuai Standar Kekarantinaan Kesehatan KKP Kelas I Medan Tahun 2020 ... 28 Grafik 2 Jumlah pemeriksaan/penafisan orang di KKP Kelas I Medan Tahun 2020 ... 29 Grafik 3 Jumlah pemeriksaan alat angkut sesuai standar karantina di KKP Kelas I Medan Tahun 2020 ... 30 Grafik 4 Jumlah pemeriksaan barang di KKP Kelas I Medan Tahun 2020 ... 31 Grafik 5 Jumlah pemeriksaan lingkungan di KKP Kelas I Medan Tahun 2020 ... 32 Grafik 6 Capaian Indikator Jumlah Pemeriksaan Orang, Alat Angkut, Barang dan Lingkungan Sesuai Standar Kekarantinaan Kesehatan KKP Kelas I Medan, KKP Kelas I Batam, KKP Kelas I Surabaya, KKP Kelas I Makassar, dan KKP Kelas I Denpasar pada Tahun 2020 ... 32 Grafik 7 Perbandingan antara Pagu Anggaran dan Realisasi Indikator Jumlah Pemeriksaan Orang, Alat Angkut, Barang dan Lingkungan Sesuai Standar Kekarantinaan Kesehatan KKP Kelas I Medan Tahun 2020 ... 33 Grafik 8 Perbandingan antara Target dan Realisasi Indikator Persentase Faktor Risiko Penyakit di Pintu Masuk yang Dikendalikan pada Orang, Alat Angkut, Barang dan Lingkungan KKP Kelas I Medan Tahun 2020 ... 38 Grafik 9 Capaian Indikator Persentase Faktor Risiko Penyakit di Pintu Masuk yang Dikendalikan pada Orang, Alat Angkut, Barang dan Lingkungan KKP Kelas I Medan, KKP Kelas I Batam, KKP Kelas I Surabaya, KKP Kelas I Makassar, dan KKP Kelas I Denpasar pada Tahun 2020 ... 39 Grafik 10 Perbandingan antara Pagu Anggaran dan Realisai Indikator Persentase Faktor Risiko Penyakit di Pintu Masuk yang Dikendalikan pada Orang, Alat Angkut, Barang dan Lingkungan KKP Kelas I Medan Tahun 2020 ... 40 Grafik 11 Perbandingan antara Target dan Realisasi Indikator Indeks Pengendalian Faktor Risiko di Pintu Masuk Negara di KKP Kelas I Medan Tahun 2020 ... 43 Grafik 12 Capaian Indikator Indeks Pengendalian Faktor Risiko di Pintu Masuk Negara KKP Kelas I Medan, KKP Kelas I Batam, KKP Kelas I Surabaya, KKP Kelas I Makassar, dan KKP Kelas I Denpasar pada Tahun 2020 ... 46 Grafik 13 Perbandingan antara Pagu Anggaran dan Realisasi Indikator Indeks Pengendalian Faktor Risiko di Pintu Masuk Negara di KKP Kelas I Medan Tahun 2020 ... 47 Grafik 14 Perbandingan antara Target dan Realisasi Indikator Nilai Kinerja Anggaran KKP Kelas I Medan Tahun 2020 ... 51 Grafik 15 Trend Capaian Indikator Persentase Respon Sinyal Kewaspadaan Dini (SKD), KLB dan Bencana di Wilayah Layanan KKP Kelas I Medan Tahun 2019 dan s.d. 2020 ... 51 Grafik 16 Capaian Indikator Nilai Kinerja Anggaran Tahun 2020 KKP Kelas I Medan, KKP Kelas I Batam, KKP Kelas I Surabaya, KKP Kelas I Makassar, dan KKP Kelas I Denpasar ... 52

(11)

Grafik 17 Perbandingan antara Pagu Anggaran dan Realisasi Indikator Nilai Kinerja Anggaran KKP Kelas I Medan Tahun 2020 ... 53 Grafik 18 Perbandingan antara Target dan Realisasi Indikator Persentase Tingkat Kepatuhan Penyampaian Laporan Keuangan KKP Kelas I Medan Tahun 2020 ... 55 Grafik 19 Capaian Indikator Persentase Tingkat Kepatuhan Penyampaian Laporan Keuangan Tahun 2020 KKP Kelas I Medan, KKP Kelas I Batam, KKP Kelas I Surabaya, KKP Kelas I Makassar, dan KKP Kelas I Denpasar pada Tahun 2020 ... 57 Grafik 20 Perbandingan antara Pagu Anggaran dan Realisasi Indikator Persentase Tingkat Kepatuhan Penyampaian Laporan Keuangan KKP Kelas I Medan Tahun 2020 ... 58 Grafik 21 Perbandingan antara Target dan Realisasi Indikator Kinerja Implementasi WBK Satker KKP Kelas I Medan Tahun 2020 ... 60 Grafik 22 Trend Capaian Indikator Kinerja Implementasi WBK Satker KKP Kelas I Medan Tahun 2019 dan s.d. 2020 ... 61 Grafik 23 Capaian Indikator Kinerja Implementasi WBK Satker Tahun 2020 KKP Kelas I Medan, KKP Kelas I Batam, KKP Kelas I Surabaya, KKP Kelas I Makassar, dan KKP Kelas I Denpasar pada Tahun 2020 ... 61 Grafik 24 Perbandingan antara Pagu Anggaran dan Realisasi Indikator Kinerja Implementasi WBK Satker KKP Kelas I Medan Tahun 2020 ... 62 Grafik 25 Perbandingan antara Target dan Realisasi Indikator Persentase Peningkatan Kapasitas ASN sebanyak 20 JPL di KKP Kelas I Medan Tahun 2020 ... 64 Grafik 26 Capaian Indikator Persentase Peningkatan Kapasitas ASN sebanyak 20 JPL Tahun 2020 KKP Kelas I Medan, KKP Kelas I Batam, KKP Kelas I Surabaya, KKP Kelas I Makassar, dan KKP Kelas I Denpasar pada Tahun 2020 ... 65 Grafik 27 Perbandingan antara Pagu Anggaran dan Realisasi Indikator Persentase Peningkatan Kapasitas ASN sebanyak 20 JPL KKP Kelas I Medan Tahun 2020 ... 66 Grafik 28 Persentase Pegawai Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Medan Berdasarkan Jabatan Tahun 2020 ... 69 Grafik 29 Persentase Pegawai Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Medan Berdasarkan Golongan Tahun 2020 ... 71 Grafik 30 Persentase Pegawai Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Medan Berdasarkan Kelompok Usia Tahun 2020 ... 72 Grafik 31 Persentase Pegawai Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Medan Berdasarkan Pendidikan Tahun 2020 ... 75 Grafik 32 Persentase Pegawai Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Medan Berdasarkan Jenis Kelamin Tahun 2020 ... 75 Grafik 33 Realisasi Anggaran KKP Kelas I Medan Menurut Bulan Tahun 2019 s.d. 202077 Grafik 34 Persentase Penyerapan Anggaran KKP Kelas I Medan Tahun 2016 – 2020 ... 77

(12)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Struktur Organisasi Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Medan Tahun 2020 ... 16

(13)

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Pembangunan kesehatan pada hakikatnya adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen Bangsa Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis. Keberhasilan pembangunan kesehatan ditentukan oleh kesinambungan antar upaya program dan sektor, serta kesinambungan dengan upaya-upaya yang telah dilaksanakan oleh periode sebelumnya.

Dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005–2025, disebutkan bahwa pembangunan kesehatan pada hakikatnya adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomi. Keberhasilan pembangunan kesehatan sangat ditentukan oleh kesinambungan antar upaya program dan sektor, serta kesinambungan dengan upaya-upaya yang telah dilaksanakan dalam periode sebelumnya. Oleh karena itu perlu disusun rencana pembangunan kesehatan yang berkesinambungan.

Dalam pembangunan kesehatan diperlukan suatu pengelolaan kesehatan yang diselenggarakan melalui pengelolaan yang komprehensif yang didukung oleh semua lini serta koordinasi lintas sektor yang kuat dalam suatu pengelolaan administrasi kesehatan, dukungan informasi kesehatan, sumber daya kesehatan, upaya kesehatan, pembiayaan kesehatan, peran serta dan pemberdayaan masyarakat, ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan, serta penataan regulasi kesehatan secara terpadu dan saling

(14)

mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya, sebagai prasyarat agar mereka dapat hidup lebih produktif dalam kehidupan dan penghidupannya.

Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2012, menetapkan Sistem Kesehatan Nasional sebagai paradigma pemikiran dasar pengelolaan administrasi pembangunan kesehatan, yang harus diperkuat oleh kepemimpinan pada setiap level pemerintahan yang mampu menciptakan berbagai terobosan dan inovasi menyesuaikan dengan perkembangan yang terjadi pada tingkat lokal, nasional, regional dan global. Prinsip dasar pembangunan kesehatan terdiri dari: Perikemanusiaan yang adil dan beradab berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa; Pemberdayaan dan kemandirian bagi setiap orang dan masyarakat; Adil dan merata bagi setiap orang yang mempunyai hak yang sama; serta Pengutamaan upaya dengan pendekatan pemeliharaan, peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit dan pengutamaan manfaat yang merupakan bagian dari butir Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia.

Periode tahun 2020-2024 merupakan tahapan terakhir dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025, sehingga merupakan periode pembangunan jangka menengah yang sangat penting dan strategis. RPJMN 2020-2024 akan memengaruhi pencapaian target pembangunan dalam RPJPN, di mana pendapatan perkapita Indonesia akan mencapai tingkat kesejahteraan setara dengan negara-negara berpenghasilan menengah atas (Upper-Middle Income Country) yang memiliki kondisi infrastruktur, kualitas sumber daya manusia, pelayanan publik, serta kesejahteraan rakyat yang lebih baik. Sesuai dengan RPJPN 2005-2025, sasaran pembangunan jangka menengah 2020-2024 adalah mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur melalui percepatan pembangunan di berbagai bidang dengan menekankan terbangunnya struktur perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan kompetitif di berbagai bidang yang didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.

(15)

Mengacu kepada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 Tentang Pelaporan Kinerja sebagai wujud nyata komitmen antara penerima dan pemberi amanah untuk meningkatkan integritas, akuntabilitas, transparansi dan kinerja Aparatur sebagai salah satu persyaratan Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik (good governance).

Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Medan sebagai salah satu lembaga pemerintah yang bernaung di bawah Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sesuai Permenkes 2348 tahun 2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan serta amanat International Health Regulation (IHR) Tahun 2005 yang diberlakukan di seluruh dunia, termasuk Indonesia sebagai salah satu negara yang ikut menandatanganinya, wajib menerapkan prinsip-prinsip tata pemerintahan yang baik, termasuk penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah sebagai wujud pertanggungjawaban kinerja terhadap kegiatan dan anggaran yang telah dilaksanakan.

Tugas Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Medan adalah mencegah masuk dan keluarnya penyakit potensial wabah melalui Bandara Kualanamu, Pelabuhan Laut Belawan, Pelabuhan Laut Pangkalan Susu, Pelabuhan Laut Kuala Tanjung, Pelabuhan Laut Tanjung Balai Asahan, Pelabuhan Laut Sibolga, Pelabuhan Laut Gunung Sitoli Nias dan Bandara Silangit. Bandara Kualanamu merupakan bandara internasional yang ada di Provinsi Sumatera Utara yang memiliki kepadatan arus Penerbangan baik Domestik maupun Internasional sedangkan Bandara Silangit baru saja diresmikan sebagai bandara Internasional selain Kualanamu di Provinsi Sumatera Utara, oleh karenanya keberhasilan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Medan dalam melaksanakan tugasnya menjadi sangat penting dalam melakukan upaya cegah tangkal penyakit menular potensial wabah masuk dan keluar di Provinsi Sumatera Utara.

(16)

Kegiatan teknis yang dilaksanakan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan meliputi Pengendalian Kekarantinaan dan Surveilans Epidemiologi, Upaya Kesehatan dan Lintas Wilayah serta Pengendalian Risiko Lingkungan, untuk mengawasi/melindungi masuk keluarnya orang, barang dan alat angkut dari ancaman bahaya biologi, kimia, fisika. Jika terdapat ancaman bahaya tersebut, maka Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Medan akan melakukan tindakan karantina atau isolasi atau tindakan lainnya dalam rangka pencegahan masuk dan keluarnya ancaman di bidang kesehatan melalui pintu gerbang Negara untuk memperkuat Sistem Keamanan Nasional. Sehingga dapat mencegah kejadian luar biasa atau wabah atau kedaruratan kesehatan yang meresahkan dunia. Dimana Indonesia memiliki banyak Point Of Entry yang berpotensial masuknya penyakit menular potensial wabah ke Wilayah khususnya Provinsi Sumatera Utara melalui Pelabuhan/Bandara, Jemaah Haji dan Umrah, TKI, Wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Wilayah Provinsi Sumatera Utara.

Ancaman kesehatan masyarakat lainnya yang tidak dapat diabaikan adalah ancaman dalam bentuk risiko biologi, kimia, terorisme, radio-nuklir, penyakit zoonosis (penyakit tular hewan), kedaruratan kesehatan masyarakat, dan ancaman penyakit yang baru muncul (new emerging diseases). Adanya pandemi COVID-19 di tahun 2020 harus dipergunakan sebagai pembelajaran terkait kesiapsiagaan menghadapi penyakit baru muncul (new emerging diseases), khususnya dalam menyiapkan sistem kesehatan yang mampu merespon kegawatdaruratan kesehatan masyarakat. Sekitar 70% dari penyakit infeksi pada manusia yang baru adalah penyakit zoonosis, yang sangat dipengaruhi oleh interaksi antara manusia dan lingkungannya. Penduduk Indonesia yang padat dengan geografis yang luas menyebabkan terbukanya transportasi di dalam negeri maupun antar negara yang dapat menyebabkan masuknya agen penyakit baru.

Perkembangan krisis kesehatan pandemi wabah SARS-CoV-2 (COVID-19) yang berdampak pada lalu lintas orang dan alat angkut di seluruh negara di dunia

(17)

sehingga harus mundur dengan rencana-rencana strategis yang telah ditetapkan semula untuk kemudian digantikan kebijakan tanggap darurat dengan memobilisasi semua sumber daya untuk mengatasi wabah COVID-19. Peran Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Medan yang mempunyai tugas dan fungsi cegah tangkal di pintu masuk menjadi sangat penting untuk mencegah penyebaran yang lebih luas.

Sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah diamanatkan bahwa Laporan Kinerja Tahunan dilaporkan oleh setiap Kepala Satuan Kerja. Laporan Kinerja Tahunan ini berisi keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan program dan kegiatan yang telah diamanatkan para pemangku kepentingan dalam rangka mencapai misi organisasi secara terukur dengan sasaran/target kinerja yang telah ditetapkan.

KKP Kelas I Medan pada awal tahun 2021 ini berkewajiban untuk menyusun dan menyampaikan Laporan Akuntabilitas Kinerja kepada Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tahun 2020 dalam mencapai sasaran/tujuan program yang berasaskan akuntabilitas dan berorientasi pada pencapaian kinerja outcome.

B. Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan Laporan Akuntabilitas Kinerja KKP Kelas I Medan ini adalah sebagai bentuk pertanggungjawaban kinerja Kepala KKP Kelas I Medan secara tertulis kepada Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit atas pelaksanaan tugas pokok dan fungsi KKP Kelas I Medan pada Tahun 2020 dalam rangka penyelenggaraan pembangunan kesehatan khususnya Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit sebagaimana telah dirumuskan dalam Rencana Aksi Kegiatan 2020-2024.

(18)

C. Tugas Pokok dan Fungsi

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 356/MENKES/PER/IV/2008 tanggal 14 April 2008 jo Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2348/MENKES/PER/XI/2011 tanggal 22 November 2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan, KKP Kelas I Medan mempunyai tugas melaksanakan pencegahan masuk dan keluarnya penyakit, penyakit potensial wabah, surveilans epidemiologi, kekarantinaan, pengendalian dampak kesehatan lingkungan, pelayanan kesehatan, pengawasan OMKABA serta pengamanan terhadap penyakit baru dan penyakit yang muncul kembali, bioterorisme, unsur biologi, kimia dan pengamanan radiasi di wilayah kerja bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara.

Dalam melaksanakan tugas tersebut KKP Kelas I Medan menyelenggarakan fungsi :

1. Pelaksanaan kekarantinaan; 2. Pelaksanaan pelayanan kesehatan;

3. Pelaksanaan pengendalian risiko lingkungan di bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara;

4. Pelaksanaan pengamatan penyakit, penyakit potensial wabah, penyakit baru, dan penyakit yang muncul kembali;

5. Pelaksanaan pengamanan radiasi pengion dan non pengion, biologi, dan kimia;

6. Pelaksanaan sentra/simpul jejaring surveilans epidemiologi sesuai penyakit yang berkaitan dengan lalu lintas nasional, regional, dan internasional;

7. Pelaksanaan, fasilitasi dan advokasi kesiapsiagaan dan penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) dan bencana bidang kesehatan, serta kesehatan matra termasuk penyelenggaraan kesehatan haji dan perpindahan penduduk;

8. Pelaksanaan, fasilitasi, dan advokasi kesehatan kerja di lingkungan bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara;

(19)

9. Pelaksanaan pemberian sertifikat kesehatan obat, makanan, kosmetika dan alat kesehatan serta bahan adiktif (OMKABA) ekspor dan mengawasi persyaratan dokumen kesehatan OMKABA impor;

10. Pelaksanaan pengawasan kesehatan alat angkut dan muatannya;

11. Pelaksanaan pemberian pelayanan kesehatan di wilayah kerja bandara, pelabuhan, & lintas batas darat negara;

12. Pelaksanaan jejaring informasi dan teknologi bidang kesehatan bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara;

13. Pelaksanaan jejaring kerja dan kemitraan bidang kesehatan di bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara;

14. Pelaksanaan kajian kekarantinaan, pengendalian risiko lingkungan, dan surveilans kesehatan pelabuhan;

15. Pelaksanaan pelatihan teknis bidang kesehatan bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara;

16. Pelaksanaan ketatausahaan dan kerumahtanggaan KKP.

D. Struktur Organisasi

Struktur organisasi dan tata kerja KKP Kelas I Medan mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 356/MENKES/PER/IV/2008 tanggal 14 April 2008 jo Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2348/MENKES/PER/XI/2011 tanggal 22 November 2011 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan.

Struktur organisasi Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Medan terdiri atas : 1. Bagian Tata Usaha

Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan penyusunan program, pengelolaan informasi, evaluasi, pelaporan, urusan tata usaha, keuangan, penyelenggaraan pelatihan, kepegawaian, serta perlengkapan dan rumah tangga.

Dalam melaksanakan tugasnya, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi:

(20)

a. pelaksanaan koordinasi dan penyusunan program serta pelaporan; b. pelaksanaan urusan keuangan;

c. pelaksanaan urusan kepegawaian; d. pelaksanaan urusan umum;

e. koordinasi penyiapan pelatihan,

Bagian Tata Usaha terdiri dari dua sub bagian, yaitu : a. Sub Bagian Program dan Laporan

Subbagian Program dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan program, evaluasi, laporan, serta informasi.

b. Sub Bagian Keuangan dan Umum

Subbagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan akuntansi, verifikasi, serta mobilisasi dana, tata usaha, kepegawaian, perlengkapan dan rumah tangga, serta penyiapan penyelenggaraan pelatihan.

2. Bidang Pengendalian Karantina dan Surveilans Epidemiologi

Bidang Pengendalian Karantina dan Surveilans Epidemiologi mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang kekarantinaan, surveilans epidemiologi penyakit dan penyakit potensial wabah serta penyakit baru dan penyakit yang muncul kembali, pengawasan alat angkut dan muatannya, lalu lintas OMKABA, jejaring kerja, kemitraan, kajian, serta pengembangan teknologi, pendidikan dan pelatihan bidang kekarantinaan di wilayah kerja bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara.

Dalam melaksanakan tugasnya, Bidang Pengendalian Karantina dan Surveilans Epidemiologi menyelenggarakan fungsi:

a. kekarantinaan surveilans epidemiologi penyakit dan penyakit potensial wabah serta penyakit baru dan penyakit yang muncul kembali;

b. kesiapsiagaan, pengkajian, serta advokasi penanggulangan KLB dan bencana/pasca bencana bidang kesehatan;

(21)

c. pengawasan lalu lintas OMKABA ekspor dan impor serta alat angkut, termasuk muatannya;

d. kajian dan diseminasi informasi kekarantinaan di wilayah kerja bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara;

e. pendidikan dan pelatihan bidang kekarantinaan;

f. pelaksanaan jejaring kerja dan kemitraan bidang kekarantinaan;

g. pelaksanaan pengembangan teknologi bidang kekarantinaan di wilayah kerja bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara;

h. penyusunan laporan bidang pengendalian karantina dan surveilans epidemiologi.

Bidang Pengendalian Karantina dan Surveilans Epidemiologi, terdiri dari dua seksi, yaitu :

a. Seksi Pengendalian Karantina

Seksi Pengendalian Karantina mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan, pemantauan, evaluasi, penyusunan laporan, dan koordinasi pelaksanaan pemeriksaan dan sertifikasi OMKABA ekspor dan impor, pengembangan, pengawasan dan tindakan kekarantinaan terhadap kapal, pesawat udara, dan alat transportasi lainnya, penerbitan dokumen kesehatan kapal laut, pesawat udara, dan alat transportasi lainnya, pengangkutan orang sakit/jenazah, kajian, pengembangan teknologi, serta pendidikan dan pelatihan di bidang kekarantinaan.

b. Seksi Surveilans Epidemiologi

Seksi Surveilans Epidemiologi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan, pemantauan, evaluasi, penyusunan laporan, dan koordinasi pelaksanaan surveilans epidemiologi penyakit, penyakit potensial wabah, penyakit baru, dan penyakit yang muncul kembali, jejaring kerja surveilans epidemiologi nasional/internasional, serta kesiapsiagaan, pengkajian, advokasi, dan penanggulangan KLB, bencana/pasca bencana bidang kesehatan;

(22)

3. Bidang Pengendalian Risiko Lingkungan

Bidang Pengendalian Risiko Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan, pemantauan, dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang Pengendalian vektor dan binatang penular penyakit, pembinaan sanitasi lingkungan, jejaring kerja, kemitraan, kajian dan pengembangan teknologi, serta pendidikan dan pelatihan bidang pengendalian risiko lingkungan di wilayah kerja bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara.

Dalam melaksanakan tugas, Bidang Pengendalian Risiko Lingkungan menyelenggarakan fungsi :

a. pengawasan penyediaan air bersih, serta pengamanan makanan dan minuman;

b. hygiene dan sanitasi lingkungan gedung/bangunan; c. pengawasan pencemaran udara, air dan tanah;

d. pemeriksaan dan pengawasan higiene dan sanitasi kapal/pesawat/alat transportasi lainnya di lingkungan bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara;

e. pemberantasan serangga penular penyakit, tikus dan pinjal di lingkungan bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara;

f. kajian dan pengembangan teknologi di bidang pengendalian risiko lingkungan bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara;

g. pendidikan dan pelatihan bidang pengendalian risiko lingkungan bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara;

h. pelaksanaan jejaring kerja dan kemitraan di bidang pengendalian risiko lingkungan bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara;

i. penyusunan laporan di bidang pengendalian risiko lingkungan.

Bidang Pengendalian Risiko Lingkungan, terdiri dari dua seksi, yaitu : a. Seksi Pengendalian Vektor dan Binatang Penular Penyakit

Seksi Pengendalian Vektor dan Binatang Penular Penyakit mernpunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan, pemantauan, evaluasi,

(23)

penyusunan laporan, dan koordinasi pelaksanaan pemberantasan serangga penular penyakit, tikus, dan pinjal, pengamanan pestisida, kajian dan diseminasi informasi, pengembangan jejaring kerja, kemitraan dan teknologi serta pendidikan dan pelatihan bidang pengendalian vektor dan binatang penular penyakit di lingkungan bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara.

b. Seksi Sanitasi dan Dampak Risiko Lingkungan

Seksi Sanitasi dan Dampak Risiko Lingkungan mernpunyai tugas melakukan penyiapan bahan, perencanaan, pemantuan, evaluasi, penyusunan laporan, dan koordinasi pelaksanaan pengawasan penyediaan air bersih, serta pengamanan makanan dan minuman, hygiene dan sanitasi kapal laut dan pesawat, hygiene dan sanitasi gedung/bangunan, pengawasan pencemaran udara, air, tanah, kajian dan diseminasi informasi, pengembangan jejaring kerja, kemitraan dan teknologi serta pendidikan dan pelatihan bidang sanitasi lingkungan bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara.

4. Bidang Upaya Kesehatan dan Lintas Wilayah

Bidang Upaya Kesehatan dan Lintas Wilayah mernpunyai tugas melaksanakan perencanaan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang pelayanan kesehatan terbatas, kesehatan haji, kesehatan kerja, kesehatan matra, vaksinasi internasional, pengembangan jejaring kerja, kemitraan, kajian dan teknologi, serta pendidikan dan pelatihan bidang upaya kesehatan pelabuhan di wilayah kerja bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara.

Dalam melaksanakan tugas, Bidang Upaya Kesehatan dan Lintas Wilayah menyelenggarakan fungsi:

a. pelayanan kesehatan terbatas, rujukan dan gawat darurat medik di wilayah kerja bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara;

b. pemeriksaan kesehatan haji, kesehatan kerja, kesehatan matra di wilayah kerja bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara;

(24)

c. pengujian kesehatan nahkoda/pilot dan anak buah kapal/pesawat udara serta penjamah makanan;

d. vaksinasi dan penerbitan sertifikat vaksinasi internasional;

e. pelaksanaan jejaring kerja dan kemitraan di wilayah kerja bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara;

f. pengawasan pengangkutan orang sakit dan jenazah di wilayah kerja bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara, serta ketersediaan obat-obatan/peralatan P3K di kapal/pesawat udara/alat transportasi lainnya;

g. kajian dan pengembangan teknologi serta pelatihan teknis bidang upaya kesehatan dan lintas wilayah;

h. penyusunan laporan di bidang upaya kesehatan dan lintas wilayah.

Bidang Upaya Kesehatan dan Lintas Wilayah, terdiri dari dua seksi, yaitu : a. Seksi Pencegahan dan Pelayanan Kesehatan

Seksi Pencegahan dan Pelayanan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan, pemantauan, evaluasi, penyusunan laporan, dan koordinasi pelayanan pengujian kesehatan nahkoda, anak buah kapal dan penjamah makanan, pengawasan persediaan obat/P3K di kapal/pesawat udara/alat transportasi lainnya, kajian ergonomik, advokasi dan sosialisasi kesehatan kerja, pengembangan jejaring kerja, kemitraan dan teknologi, serta pelatihan teknis bidang kesehatan kerja di wilayah kerja bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara.

b. Seksi Kesehatan Matra dan Lintas Wilayah

Seksi Kesehatan Matra dan Lintas Wilayah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan, pemantauan, evaluasi, penyusunan laporan, dan koordinasi pelaksanaan vaksinasi dan penerbitan sertifikat vaksinasi internasional (ICV), pengawasan pengangkutan orang sakit dan jenazah, kesehatan matra, kesehatan haji, perpindahan penduduk, penanggulangan bencana, pelayanan kesehatan terbatas, rujukan gawat darurat medik, pengembangan

(25)

jejaring kerja, kemitraan, dan teknologi, serta pelatihan teknis bidang kesehatan matra di wilayah kerja bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara.

5. Wilayah Kerja

Wilayah Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan merupakan unit kerja fungsional di lingkungan bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala KKP. Wilayah Kerja dipimpin oleh seorang Koordinator yang ditetapkan oleh Kepala Kantor.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 356/MENKES/PER/IV/2008 tanggal 14 April 2008 jo Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2348/MENKES/PER/XI/2011 tanggal 22 November 2011 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Medan memiliki 8 wilayah kerja dengan kantor induk beradadi Kota Medan berjarak 28 km dari Pusat Kota tepatnya di Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan. Wilayah Kerja (wilker) KKP Kelas I Medan adalah:

a. Pelabuhan Laut Sibolga

Pelabuhan Laut Sibolga, terletak di teluk Tapian Nauli pantai Barat Sumatera Utaradengan koordinat geografis 03° 47’ LU dan 98° 42’ BT, berjarak sekitar 400 km dari kota Medan, merupakan pelabuhan Kelas III. KKP Wilker Sibolga telah memiliki gedung kantor sendiri (milik Depkes) dengan tanah milik PT. Pelindo I Cabang Sibolga.

b. Pelabuhan Laut Tanjung Balai

Pelabuhan Laut Tanjung Balai terletak di Sungai Asahan Kota Tanjung Balai, dengan koordinat geografis 02° 58’ LU dan 99° 48’ BT.Pelabuhan Laut Tanjung Balai Asahan merupakan pelabuhan Kelas IV, yang berjarak sekitar 180 km dari kota Medan. Saat ini aktifitas di pelabuhan

(26)

Laut Tanjung Balai hanya melayani aktifitas bongkar muat dan kapal penumpang menuju pulau-pulau kecil yaitu Tanjung Ledong dan Panipahan.

c. Pelabuhan laut Teluk Nibung

Wilker Teluk Nibung memiliki gedung kantor yang terletak di kota Tanjung Balai. Status Gedung Kantor adalah milik Kementerian Kesehatan dengan tanah milik PT. Pelindo I Cabang Tanjung Balai. Pegawai KKP Kelas I Medan yang bertugas di wilker Teluk Nibung juga bertanggungjawab terhadap aktifitas kekarantinaan di wilker Tanjung Balai. Pelabuhan Teluk Nibung letaknya berhadapan langsung dengan Port Klang di Malaysia, lebih kurang berjarak 10 km dari pelabuhan Tanjung Balai. Saat ini Pelabuhan Teluk Nibung menjadi pusat pelabuhan di Kota Tanjung Balai.

d. Pelabuhan Laut Kuala Tanjung

Pelabuhan Laut Kuala Tanjung, yang terletak di pantai timur Sumatera Utara berjarak sekitar 130 km dari Kota Medan, dengan koordinat geografis 03° 22’ LU dan 99° 26’ BT.

e. Pelabuhan Laut Pangkalan Susu

Pelabuhan Laut Pangkalan Susu, dengan koordinat geografis 03° 14’ LU dan 97° 52’ BTmerupakan pelabuhan khusus, terletak di Kabupaten Langkat, berjarak sekitar 105 km dari kota Medan. Pelabuhan ini melayani kapal-kapal PT. Pertamina, dimana fasilitas gedung kantor KKP disediakan oleh pihak PT. Pertamina.

f. Pelabuhan Udara Kuala Namu

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2348/MENKES/PER/XI/2011Bandar Udara yang menjadi wilayah kerja KKP Kelas I Medan adalah Bandara Polonia namun pada tanggal 24 Juli 2014 bandara udara Polonia Resmi ditutup untuk kegiatan

(27)

operasional penerbangan sipil dan sebagai gantinya secara resmi Kuala Namu International Airport mulai beroperasi pada tanggal 25 Juli 2014.

Lokasi Bandara Internasional Kualanamu merupakan bekas areal perkebunan PT. Perkebunan Nusantara II Tanjung Morawa, terletak di Kuala Namu, Desa Beringin, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang. Secara geografis terletak pada 3°37' – 3°38' Lintang Utara dan 98°51' - 98°52' Bujur Timur.

g. Pelabuhan Laut Gunungsitoli

Gunungsitoli merupakan ibukota dari Kabupaten Nias. Nias merupakan satu-satunya kabupaten di Propinsi Sumatera Utara yang terpisah dari daratan Sumatera. Pelabuhan laut Gunungsitoli baru beroperasi pada tahun 2011 dengan koordinat geografis 01° 17’ LU dan 97°37’ BT.

h. Pelabuhan Laut Pantai Cermin

Terletak di Kabupaten Serdang Bedagai namun sampai saat ini belum beroperasi.

i. Pelabuhan Udara Silangit

Terletak di koordinat geografis 02° 15’35 N 098°59’43° tepatnya di Siborong-borong Kabupaten Tapanuli Utara Propinsi Sumatera Utara. Dengan Luas Terminal saat ini 100 m2 (Terminal A) & 700 m2 (Terminal B).

(28)

Gambar 1

Struktur Organisasi Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Medan Tahun 2020

E. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan Laporan Akuntabilitas Kinerja KKP Kelas I Medan terdiri dari :

1. Kata Pengantar 2. Ringkasan Eksekutif 3. Daftar Isi

4. BAB I. PENDAHULUAN

Bab ini menguraikan tentang latar belakang penulisan laporan, maksud dan tujuan penulisan, tugas pokok dan fungsi KKP Kelas I Medan, serta sistematika penulisan laporan.

5. BAB II. PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

Bab ini menguraikan beberapa hal penting dalam perencanaan dan perjanjian kinerja KKP Kelas I Medan pada tahun 2018, meliputi :

(29)

A. Perencanaan Kinerja:

Uraian singkat tentang Rencana Aksi Kegiatan 2015-2019 dan Rencana Kinerja Tahunan (RKT) KKP Kelas I Medan Tahun 2018. B. Perjanjian Kinerja :

Uraian singkat tentang Penetapan Kinerja KKP Kelas I Medan Tahun 2019.

6. BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA

Pada bagian ini disajikan hasil pengukuran dan analisis pencapaian kinerja yang di dalamnya menjelaskan analisis per indikator dengan mengungkapkan kegiatan-kegiatan yang terkait langsung dengan indikator maupun yang bersifat pendukung, termasuk di dalamnya menguraikan secara sistematis keberhasilan dan kegagalan, hambatan/kendala, permasalahan yang dihadapi serta usulan pemecahan masalah yang akan diambil.

Pada bagian ini disajikan juga beberapa sumber daya yang mendukung dalam pencapaian kinerja, seperti Sumber Daya Manusia, Sumber Daya Anggaran, Sumber Daya Sarana dan Prasarana.

7. BAB IV. SIMPULAN

Mengemukakan tinjauan secara umum tentang keberhasilan dan kegagalan, permasalahan dan kendala utama yang terkait dengan pencapaian kinerja KKP Kelas I Medan serta strategi pemecahan masalah yang akan dilaksanakan di tahun mendatang.

8. LAMPIRAN-LAMPIRAN

Form Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Form Pengukuran Kinerja (PK)

(30)

BAB 2

PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA A. PERENCANAAN KINERJA

Perencanaan kinerja merupakan proses penetapan kegiatan tahunan dan indikator kinerja berdasarkan program, kebijakan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam sasaran strategis. Dalam rencana kinerja KKP Kelas I Medan tahun 2020, telah disusun Indikator Kinerja Kegiatan dan target masing-masing indikator untuk mencapai sasaran strategis organisasi.

Visi, misi, sasaran strategis, arah kebijakan dan strategi untuk mencapai target kinerja tahun 2020 di lingkungan KKP Kelas I Medan termuat dalam Rencana Lima Tahunan KKP Kelas I Medan.

Adapun penjabaran visi, misi, sasaran strategis, arah kebijakan dan strategi untuk mencapai target kinerja tahun 2020 di lingkungan KKP Kelas I Medan adalah sebagai berikut.

A.1. VISI DAN MISI

A.1.1. Visi

Visi KKP Kelas I Medan mengikuti visi Pemerintah Indonesia tahun 2020-2024 yaitu “Terwujudnya Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian berlandaskan Gotong Royong”.

A.1.2. Misi

Sama halnya dengan visi maka misi KKP Kelas I Medan juga mengikuti misi Pemerintah Indonesia Tahun 2020-2024 yaitu:

1. Peningkatan kualitas manusia Indonesia;

2. Struktur ekonomi yang produktif, merata, dan berdaya saing; 3. Pembangunan yang merata dan berkeadilan;

(31)

5. Kemajuan budaya yang mencerminkan kepribadian bangsa;

6. Penegakan sistem hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya; 7. Perlindungan bagi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh

warga;

8. Pengelolaan pemerintah yang bersih, efektif, dan terpercaya; 9. Sinergi Pemerintah Daerah dalam kerangka negara kesatuan.

Guna mendukung peningkatan kualitas manusia Indonesia, termasuk penguatan struktur ekonomi yang produktif, mandiri dan berdaya saing (khususnya di bidang farmasi dan alat kesehatan), Kementerian Kesehatan telah menjabarkan Misi Presiden Tahun 2020-2024, sebagai berikut::

1. Menurunkan angka kematian ibu dan bayi;

Angka kematian ibu (maternal mortality rate) dan angka kematian bayi (infant mortality rate) merupakan indikator sensitif untuk mengukur keberhasilan pencapaian pembangunan kesehatan, dan juga sekaligus mengukur pencapaian indeks modal manusia. Pemerintah telah menetapkan penurunan angka kematian ibu sebagai major project, yang harus digarap dengan langkah-langkah strategis, efektif dan efisien

2. Menurunkan angka stunting pada balita;

Proporsi balita stunting sangat penting sebagai parameter pembangunan modal manusia. Seperti halnya penurunan angka kematian ibu, pemerintah juga telah menetapkan percepatan penurunan stunting sebagai major project yang harus digarap dengan langkah-langkah strategis, efektif dan efisien

3. Memperbaiki pengelolaan Jaminan Kesehatan Nasional;

Sebagaimana diketahui bersama, program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah mampu memperbaiki akses pelayanan kesehatan baik ke FKTP maupun FKRTL dan juga telah memperbaiki keadilan (ekualitas) pelayanan kesehatan antar kelompok masyarakat. Namun demikian, pembiayaan JKN selama lima tahun terakhir telah mengalami ketidakseimbangan antara pengeluaran dan pemasukan. Dalam rangka meningkatkan efektivitas dan

(32)

efisiensi JKN, Kementerian Kesehatan memiliki peran sentral dalam kendali mutu dan kendali biaya (cost containment)

4. Meningkatkan kemandirian dan penggunaan produk farmasi dan alat kesehatan dalam negeri.

Sesuai dengan peta jalan kemandirian farmasi dan alat kesehatan, pemerintah telah bertekad untuk meningkatkan industri bahan baku obat dan juga peningkatan produksi alat kesehatan dalam negeri. Agar produksi dalam negeri ini dapat diserap oleh pasar, pemerintah harus melakukan langkah-langkah strategis untuk mendorong penggunaan obat dan alat kesehatan produksi dalam negeri.

A.2. TUJUAN DAN SASARAN

A.2.1. Tujuan

Guna mewujudkan Misi Presiden dalam Bidang Kesehatan Tahun 2020-2024, Kementerian Kesehatan menetapkan 5 (lima) Tujuan Strategis, yakni:

a. Peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui pendekatan siklus hidup

b. Penguatan pelayanan kesehatan dasar dan rujukan

c. Peningkatan pencegahan dan pengendalian penyakit dan pengelolaan kedaruratan kesehatan masyarakat

d. Peningkatan sumber daya kesehatan

e. Peningkatan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih dan inovatif

A.2.2. Sasaran

Sasaran dan indikator kinerja yang ditetapkan dalam dokumen Rencana Aksi Kegiatan Tahun 2020 s.d. 2024 adalah sebagai berikut :

(33)

Tabel 2

Sasaran, Indikator Kinerja dan Target Kinerja KKP Kelas I Medan Tahun 2020-2024

A.3. KEBIJAKAN DAN PROGRAM

A.3.1. Kebijakan

Arah kebijakan pembangunan kesehatan nasional adalah meningkatkan pelayanan kesehatan menuju cakupan kesehatan semesta dengan penguatan pelayanan kesehatan dasar (primary health care) dan mendorong peningkatan upaya promotif dan preventif, didukung oleh inovasi dan pemanfaatan teknologi. Arah kebijakan nasional tersebut dicapai melalui lima strategi, yaitu peningkatan kesehatan ibu, anak dan kesehatan reproduksi; percepatan Sasaran

Strategis

Indikator Kinerja Target

2020 2021 2022 2023 2024 Meningkatnya Pelayanan Kekarantinaan di Pintu Masuk Negara dan Wilayah

1. Jumlah pemeriksaan orang, alat angkut, barang dan lingkungan sesuai standar kekarantinaan kesehatan 3.715. 363 4.545. 900 6.721. 702 8.189. 489 9.637. 286

2. Persentase faktor risiko penyakit dipintu masuk yang dikendalikan pada orang, alat angkut, barang dan

lingkungan

90% 95% 95% 95% 100%

3. Indeks Pengendalian Faktor Risiko di pintu masuk negara

85% 90% 90% 95% 100%

4. Nilai kinerja anggaran 80 83 90 90 90

5. Nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran 80 93 93 95 95 6. Kinerja implementasi WBK satker 70 72 75 75 80 7. Persentase Peningkatan kapasitas ASN sebanyak 20 JPL

(34)

perbaikan gizi masyarakat untuk pencegahan dan penanggulangan permasalahan gizi ganda; peningkatan pencegahan dan pengendalian penyakit; pembudayaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS); dan penguatan sistem kesehatan.

Arah kebijakan dan strategi kegiatan KKP Kelas I Medan adalah mendukung kebijakan dan strategi Ditjen P2P dan Kementerian Kesehatan yang didukung oleh inovasi dan pemanfaatn teknologi ditetapkan arah kebijakan KKP Kelas I Medan sebagai berikut :

1. Penguatan deteksi dini dan respon terhadap penyakit dan faktor risiko 2. Penguatan akuntabilitas dalam upaya mewujudkan reformasi birokrasi. 3. Penguatan kapasitas dan pengembangan Sumber Daya manusia

4. Penguatan sinergisme, kolaborasi dan integrasi program

A.3.2. Program/Kegiatan

Dalam pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam perjanjian kinerja tahun 2020, KKP Kelas I Medan melaksanakan 1 (satu) Program yaitu program pencegahan dan pengendalian penyakit dengan kegiatan/ output sebagai berikut :

Tabel 3

Indikator Output Kegiatan KKP Kelas I Medan Tahun 2020

Kode Uraian Kegiatan/ Output Target

2063 Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya pada Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit

951 Layanan Sarana dan Prasarana Internal 1 Layanan 970 Layanan Dukungan Manajemen Satker 1 Layanan

994 Layanan Perkantoran 1 Layanan

4249 Dukungan Pelayanan Kekarantinaan di Pintu Masuk Negara dan Wilayah

001 Layanan Pengendalian Faktor Risiko Penyakit yang Dikendalikan di Pintu Masuk

(35)

B. PERJANJIAN KINERJA

Perjanjian kinerja merupakan tekad dan janji rencana kinerja tahunan yang akan dicapai antara pimpinan instansi pemerintah/unit kerja yang menerima tanggungjawab dengan pihak yang memberi tanggungjawab. Dengan demikian, perjanjian kinerja ini merupakan suatu janji kinerja yang akan diwujudkan oleh seorang pejabat penerima amanah kepada atasan langsungnya.

Pernyataan perjanjian kinerja merupakan suatu pernyataan kesanggupan dari pimpinan instansi/unit kerja penerima amanah kepada atasan langsungnya untuk mewujudkan suatu target kinerja tertentu. Pernyataan ini ditandatangani oleh penerima amanah sebagai tanda suatu kesanggupan untuk mencapai target kinerja yang telah ditetapkan, dan pemberi amanah atau atasan langsungnya sebagai persetujuan atas target kinerja yang ditetapkan tersebut. Dalam hal atasan langsung tidak sependapat dengan target kinerja yang diajukan tesebut, maka pernyataan ini harus diperbaiki hingga kedua belah pihak sepakat atas materi dan target kinerja yang telah ditetapkan.

Perjanjian Kinerja KKP Kelas I Medan merupakan dokumen pernyataan kinerja/kesepakatan kinerja/perjanjian kinerja Kepala KKP Kelas I Medan kepada Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit untuk mewujudkan target-target kinerja sasaran KKP Kelas I Medan pada Tahun 2020. Perjanjian Kinerja KKP Kelas I Medan disusun berdasarkan dokumen Rencana Aksi Kegiatan KKP Kelas I Medan Tahun 2020-2024 yang setiap tahunnya dirumuskan menjadi Rencana Kinerja Tahunan (RKT) dan dianggarkan dalam DIPA dan RKA-KL Tahun 2020. Perjanjian Kinerja KKP Kelas I Tahun 2020 telah disusun, didokumentasikan dan ditetapkan oleh Kepala KKP Kelas I Medan pada akhir tahun 2019 setelah turunnya DIPA dan RKA-KL Tahun 2020 sesuai dengan Peraturan Menteri PAN No 53 Tahun 2014 yang menyatakan bahwa perjanjaian kinerja harus disusun setelah suatu instansi pemerintah telah menerima dokumen pelaksanaan anggaran paling lambat satu bulan setelah dokumen anggaran disahkan. Indikator kinerja yang

(36)

ingin dicapai oleh KKP Kelas I Medan dalam dokumen perjanjian kinerja adalah sebagai berikut:

Tabel 4

Perjanjian Kinerja Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit KKP Kelas I Medan Tahun 2020

Sasaran Indikator Kinerja Target

Meningkatnya Pelayanan

Kekarantinaan di Pintu Masuk Negara dan Wilayah

1. Jumlah pemeriksaan orang, alat angkut, barang dan lingkungan sesuai standar kekarantinaan kesehatan

3.715.363

2. Persentase faktor risiko penyakit dipintu masuk yang dikendalikan pada orang, alat angkut, barang dan lingkungan

90%

3. Indeks Pengendalian Faktor Risiko di pintu masuk negara penyakit

85%

4. Nilai kinerja anggaran 80 5. Persentase tingkat kepatuhan

penyampaian laporan keuangan

80 %

6. Kinerja implementasi WBK satker 70 7. Persentase Peningkatan kapasitas ASN

sebanyak 20 JPL

45 %

Dengan besaran anggaran dukungan pelayanan kekarantinaan di pintu masuk negara dan wilayah serta dukungan manajemen pelaksanaan tugas teknis lainnya sebesar Rp. 21.651.301.000,-

(37)

BAB 3

AKUNTABILITAS KINERJA A. PENGUKURAN KINERJA

Akuntabilitas kinerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Medan Tahun 2020 disusun berdasarkan data pengukuran pencapaian indikator kinerja sasaran selama satu tahun anggaran. Pengukuran kinerja diperoleh melalui penghitungan persentase dari angka realisasi terhadap angka target. Berdasarkan pengukuran kinerja tersebut diperoleh pencapaian masing-masing indikator.

Dalam dokumen Perjanjian Kinerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Medan Tahun 2020 telah ditetapkan sasaran Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit adalah terkendalinya faktor risiko dan kondisi potensial dalam upaya cegah tangkal penyakit di pelabuhan/bandar udara. Di bawah ini akan disampaikan hasil pengukuran kinerja dari masing-masing indikator kinerja dan hasil pencapaian output dari masing-masing kegiatan.

Tabel 5

Pengukuran Kinerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Medan 2020 Sasaran Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian Meningkatnya Pelayanan Kekarantinaan di Pintu Masuk Negara dan Wilayah 1. Jumlah pemeriksaan orang, alat angkut, barang dan lingkungan sesuai standar

kekarantinaan kesehatan

3.715.363 4.694.584 126,36 %

2. Persentase faktor risiko penyakit dipintu masuk yang

(38)

Sasaran Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian dikendalikan pada

orang, alat angkut, barang dan lingkungan 3. Indeks Pengendalian

Faktor Risiko di pintu masuk negara penyakit

85 % 120.72 % 142,02 %

4. Nilai kinerja anggaran 80 89,08 111,35 % 5. Persentase tingkat kepatuhan penyampaian laporan keuangan 80 % 90 % 112,5 % 6. Kinerja implementasi WBK satker 70 72,69 103,84 % 7. Persentase Peningkatan kapasitas ASN sebanyak 20 JPL 45 % 35,58% 79,06 %

Dari 7 (tujuh) indikator dapat dilihat 1 (satu) indikator tidak tercapai yaitu indikator persentase peningkatan kapasitas ASN sebanyak 20 JPL (79,06%) dan terdapat 6 (enam) indikator mencapai lebih dari 100%, yaitu jumlah pemeriksaan orang, alat angkut, barang dan lingkungan sesuai standar kekarantinaan kesehatan (126.36%), persentase faktor risiko penyakit dipintu masuk yang dikendalikan pada orang, alat angkut, barang dan lingkungan (111,11%), indeks Pengendalian Faktor Risiko di pintu masuk negara penyakit (142,02%), nilai kinerja anggaran (111,35%), persentase tingkat kepatuhan penyampaian laporan keuangan (112,5%) dan kinerja implementasi WBK satker (103,84%). Rata-rata capaian indikator Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Medan sebesar 112,32%.

(39)

Tabel 6

Pengukuran Indikator Output Kegiatan KKP Kelas I Medan Tahun 2020

Hasil pencapaian output Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Medan terdapat 1 (satu) output yang tidak tercapai yaitu layanan pengendalian faktor risiko penyakit yang dikendalikan di pintu masuk (96,80%).

B. ANALISIS PENCAPAIAN KINERJA

1. Jumlah pemeriksaan orang, alat angkut, barang dan lingkungan sesuai standar kekarantinaan kesehatan

1.1. Pengertian

Jumlah pemeriksaan penafisan orang, alat angkut, barang dan lingkungan merupakan indikator yang memberikan gambaran kemampuan pengawasan faktor risiko di pintu masuk, persentase capaian menunjukkan keberhasilan

Kode Uraian Kegiatan/ Output Target Realisasi Capaian

2063 Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis

Lainnya pada Program

Pencegahan dan Pengendalian Penyakit

951 Layanan Sarana dan Prasarana Internal

1 Layanan 1 Layanan 100%

970 Layanan Dukungan Manajemen Satker

1 Layanan 1 Layanan 100%

994 Layanan Perkantoran 1 Layanan 1 Layanan 100%

4249 Dukungan Pelayanan

Kekarantinaan di Pintu Masuk Negara dan Wilayah

001 Layanan Pengendalian Faktor Risiko Penyakit yang Dikendalikan di Pintu Masuk

(40)

pengawasan orang, alat angkut, barang dan lingkungan di pintu masuk pelabuhan dan bandar udara.

1.2. Definisi Operasional

Jumlah pemeriksaan penafisan orang, alat angkut, barang dan lingkungan yang dilakukan dalam satu tahun.

1.3. Rumus/Cara Perhitungan

Akumulasi jumlah pemeriksaan penapisan orang, pemeriksaan alat angkut sesuai standar karantina, pemeriksaan barang dan pemeriksaan lingkungan (TTU, TPM, air dan udara)

1.4. Capaian Indikator

Indikator jumlah pemeriksaan penapisan orang, pemeriksaan alat angkut sesuai standar karantina, pemeriksaan barang dan pemeriksaan lingkungan (TTU, TPM, air dan udara) KKP Kelas I Medan pada tahun 2020 telah mencapai target yang diharapkan. Dari target sebesar 3.715.363 pemeriksaan, dicapai hasil sebesar 4.694.584, sehingga persentase capaian adalah 126,36%

Perbandingan antara target dan realisasi dapat dilihat pada grafik di bawah ini:

Grafik 1

Perbandingan antara Target dan Realisasi Indikator Jumlah

Pemeriksaan Orang, Alat Angkut, Barang dan Lingkungan Sesuai Standar Kekarantinaan Kesehatan KKP Kelas I Medan Tahun 2020

1,000,000 2,000,000 3,000,000 4,000,000 5,000,000 Target Realisasi 3,715,363 4,694,584

(41)

KKP Kelas I Medan telah berhasil mencapai target pada indikator jumlah pemeriksaan orang, alat angkut, barang dan lingkungan sesuai standar kekarantinaan kesehatan sebesar 126,36%.

Indikator jumlah pemeriksaan orang, alat angkut, barang dan lingkungan sesuai standar kekarantinaan kesehatan terdiri dari :

1. Pemeriksaan/Penafisan orang

Jumlah pemeriksaan/penafisan orang tahun 2020 di KKP Kelas I Medan sebanyak 4.639.440 pemeriksaan dan telah memenuhi target yang ditetapkan yaitu sebesar 3.678.883 sehingga diperoleh capaian sebesar 126,11%. Pemeriksaan / penafisan orang meliputi screening HIV, screening TB, pengawasan kesehatan pada penumpang pesawat, pemeriksaan kru pesawat, penerbitan surat izin angkut orang sakit, pemeriksaan faktor risiko kesehaan pada TKBM, ABK dan penumpang, pengawasan dan pemeriksaan faktor risiko kesehatan pada pelaku perjalanan internasional, pengawasan penumpang pesawat/kapal datang dari luar dan dalam negeri, pengawasan penumpang pesawat/kapal berangkat ke luar dan dalam negeri, pengawasan kru pesawat/ABK datang dari luar dan dalam negeri, pengawasan kru pesawat/ABK berangkat ke luar dan dalam negeri.

Grafik 2

Jumlah pemeriksaan/penafisan orang di KKP Kelas I Medan Tahun 2020 979,300 773,913 639,403 184,356 42,863 135,953 231,174 296,326 250,028 270,440 350,124 485,560 0 200,000 400,000 600,000 800,000 1,000,000 1,200,000

(42)

Trend pemeriksaan /penafisan orang terlihat menurun dari Bulan Januari s.d. Bulan Mei 2021, hal ini tentu terkait dengan pandemi COVID-19 yang menyebabkan penurunan mobilitas orang. Dari Bulan Mei mulai sedikit meningkat sampai dengan Bulan Desember 2021, hal ini mobilitas orang sudah mulai bergerak namun dengan protokol kesehatan yang ketat.

2. Pemeriksaan alat angkut sesuai standar karantina

Jumlah pemeriksaan alat angkut sesuai standar karantina tahun 2020 di KKP Kelas I Medan sebanyak 54.585 pemeriksaan dan telah memenuhi target yang ditetapkan yaitu sebesar 32.809 sehingga diperoleh capaian sebesar 166,37%. Pemeriksaan alat angkut sesuai standar karantina meliputi penerbitan dokumen PHQC (Port Health Quarantine Clearance), penerbitan dokumen COP (Certificate of Pratique), penerbitan dokumen SSCEC (Ship Sanitation Control Exemption Certificate), penerbitan dokumen SSCC (Ship Sanitation Control Certificate), penerbitan dokumen Gendec (General Declaration), pengawasan kedatangan pesawat dalam dan luar negeri, dan keberangkatan pesawat dalam dan luar negeri.

Grafik 3

Jumlah pemeriksaan alat angkut sesuai standar karantina di KKP Kelas I Medan Tahun 2020

Trend pemeriksaan alat angkut sesuai standar karantina terlihat menurun dari Bulan Januari s.d. Bulan Mei 2021, hal ini tentu terkait dengan pandemi COVID-19 yang menyebabkan penurunan mobilitas alat angkut. Dari Bulan

8,576 7,819 7,455 4,146 1,345 2,219 3,195 3,595 3,549 3,693 4,025 4,968 0 1,000 2,000 3,000 4,000 5,000 6,000 7,000 8,000 9,000 10,000

(43)

Mei mulai sedikit meningkat sampai dengan Bulan Desember 2021, hal ini mobilitas alat angkut sudah mulai bergerak namun dengan protokol kesehatan yang ketat.

3. Pemeriksaan barang

Jumlah pemeriksaan barang tahun 2020 di KKP Kelas I Medan sebanyak 185 pemeriksaan dan telah memenuhi target yang ditetapkan yaitu sebesar 110 sehingga diperoleh capaian sebesar 168,18%. Pemeriksaan barang meliputi penerbitan dokumen izin angkut jenazah, pemeriksaan barang bawaan, dan OMKABA.

Grafik 4

Jumlah pemeriksaan barang di KKP Kelas I Medan Tahun 2020 Trend pemeriksaan barang terlihat cukup fluktuatif dan relatif datar dari Bulan April s.d. Bulan Juli 2021.

4. Pemeriksaan lingkungan (TTU, TPM)

Jumlah pemeriksaan lingkungan tahun 2020 di KKP Kelas I Medan sebanyak 374 pemeriksaan dan telah memenuhi target yang ditetapkan yaitu sebesar 374 sehingga diperoleh capaian sebesar 100%. Pemeriksaan lingkungan meliputi pemeriksaan TTU (Tempat-Tempat Umum) dan pemeriksaan TPM (Tempat Pengolahan Makanan). Dan pemeriksaan udara dan air bersih.

16 25 16 10 10 10 10 19 9 16 20 24 0 5 10 15 20 25 30

(44)

Grafik 5

Jumlah pemeriksaan lingkungan di KKP Kelas I Medan Tahun 2020 Trend pemeriksaan barang terlihat cukup fluktuatif dan relatif datar dari Bulan Mei s.d. Bulan Agustus 2021.

Perbandingan capaian indikator jumlah pemeriksaan orang, alat angkut, barang dan lingkungan sesuai standar kekarantinaan kesehatan tahun 2020 KKP Kelas I Medan, KKP Kelas I Batam, KKP Kelas I Surabaya, KKP Kelas I Makassar, dan KKP Kelas I Denpasar dapat dilihat pada grafik di bawah ini.

Grafik 6

Capaian Indikator Jumlah Pemeriksaan Orang, Alat Angkut, Barang dan Lingkungan Sesuai Standar Kekarantinaan Kesehatan KKP Kelas I Medan, KKP Kelas I Batam, KKP Kelas I Surabaya, KKP Kelas I Makassar,

dan KKP Kelas I Denpasar pada Tahun 2020 42 42 31 35 32 32 31 32 28 37 18 14 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45

Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des

0.00 500.00 1000.00 1500.00 2000.00 2500.00 KKP Kelas I Medan KKP Kelas I Batam KKP Kelas I Surabaya KKP Kelas I Makassar KKP Kelas I Denpasar 126.36 111.79 821.68 108.27 2451.91

(45)

Dari grafik terlihat bahwa KKP Kelas I Medan, KKP Kelas I Batam, KKP Kelas I Surabaya, KKP Kelas I Makassar, dan KKP Kelas I Denpasar sudah memenuhi target pada indikator jumlah pemeriksaan, orang, alat angkut, barang dan lingkungan sesuai standar kekarantinaan.

Jika dibandingkan dengan indikator dalam Rencana Aksi Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit yakni Indikator persentase faktor risiko penyakit di pintu masuk yang dikendalikan dengan target 100% maka capaian KKP Kelas I Medan sudah di atas target nasional (126,36%).

1.5. Pagu Anggaran

Pagu anggaran indikator jumlah pemeriksaan orang, alat angkut, barang dan lingkungan sesuai standar kekarantinaan kesehatan di KKP Kelas I Medan pada tahun 2020 adalah Rp. 1,243,612,000,-. Dari pagu tersebut terealisasi sebesar Rp. 1,158,954,170,- sehingga persentase capaian adalah 93,19%

Perbandingan antara pagu anggaran dan realisasi dapat dilihat pada grafik di bawah ini:

Grafik 7

Perbandingan antara Pagu Anggaran dan Realisasi Indikator Jumlah Pemeriksaan Orang, Alat Angkut, Barang dan Lingkungan Sesuai Standar

Kekarantinaan Kesehatan KKP Kelas I Medan Tahun 2020 1,000,000,000 1,050,000,000 1,100,000,000 1,150,000,000 1,200,000,000 1,250,000,000

Pagu Anggaran Realisasi 1,243,612,000

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang mewajibkan setiap instansi pemerintah sebagai

Indikator kinerja yang harus dicapai oleh KKP Kelas II Probolinggo sebanyak 7 (tujuh) indikator yaitu : 1) Jumlah pemeriksaan orang, alat angkut, barang dan lingkungan

Pencapaian indikator kinerja jumlah pemeriksaan orang, alat angkut, barang dan lingkungan sesuai dengan standar kekarantinaan kesehatan pada tahun 2021 tercapai

Laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah BPBD Kabupaten Pacitan tahun 2020 merupakan pertanggungjawaban atas kinerja OPD dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran

Muatan pesawat di dalamnya adalah penumpang (sehat dan sakit), jenazah, barang bawaan (bagasi). KKP sebagai point of entry harus melakukan pengawasan terhadap lalu lintas

Gaya Hidup Konsumtif Remaja Korean Addict (Studi Kasus Terhadap Dua Orang Remaja Putri Korean Addict Di Kota Bandung)A. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu |

Sehubungan dengan sasaran tersebut di atas, KKP Kelas III Bengkulu menitikberatkan pada peningkatan persentase faktor resiko potensial PHEIC yang terdeteksi di

Laporan Kinerja Program Kefarmasian dan Alat Kesehatan Tahun 2020 menyajikan gambaran atau memberikan informasi mengenai berbagai capaian kinerja sesuai dengan sasaran