BAB IV
ANALISA DAN PEMBAHASAN
4.1 Pendahuluan
Dasar utama perancangan dies seat caking ini bertujuan untuk mengganti dies seat manual yang sudah ada di PT. Selamat Sempurna, Tbk. Dies seat manual dirasa sudah tidak mampu men-support produksi yang terus meningkat. Dengan adanya pembuatan dies seat caking ini diharapkan produksi dapat terpenuhi seiring dengan meningkatnya jumlah pesanan akan filter.
Selain tujuan tersebut, perancangan dies seat caking ini untuk memperpendek waktu pembuatan dies seat baru yang ada di PT. Hydaraxle Perkasa (Departemen Manufacture Engineering). PT. Hydaraxle Perkasa (Departemen Manufacture Engineering) selaku sebagai perusahaan yang membuat dies atau perkakas tools berusaha membuat dies dengan biaya relatif murah, proses pembuatan yang mudah, cepat, tetapi tetap mempertahankan kualitas.
4.2 Perbandingan dies seat manual dengan seat caking
Kelebihan dan kekurangan antara dies seat manual dan seat caking yang penyusun paparkan sebagai perbandingan yang dilihat dari dua sudut pandang yaitu PT. Hydaraxle perkasa (Departemen Manufacture Engineering) sebagai pembuatnya dan PT. Selamat Sempurna, Tbk sebagai pemesan dan pemakai.
a. PT. Hydaraxle perkasa (Departemen Manufacture Engineering)
Sebagai pembuat dies tentunya ada beberapa aspek yang diperhatikan demi mewujudkan permintaan pelanggan yang memesan dies baru tersebut.
• Proses desain dies
Dies seat manual yang tidak mempunyai standarisasi yang jelas baik dari pemakaian material bajanya, dimensinya, maupun bentuk dan
60
konstruksi dies-nya. Antara dies seat manual satu dengan yang lainnya dimensi, bentuk dan konstruksinya berrvariasai. Banyaknya variasi ini justru merupakan masalah dalam pelaksanaan pembuatan dies. Adanya variasi ini yang akan coba dihilangkan oleh dies seat caking.
Tabel perbandingan proses desain dies seat manual dan caking
No Pembanding Dies seat manual Dies seat caking
Tidak ada Ada
1 P1; Range std 60-80 mm dan Range std 81-104 mm P2 ; Range std 60-104 mm Standarisasi Kontruksi Dies
Menggambar dari awal
konstruksi dies dan
gambar detail tiap-tiap komponen penyusunya
Copy-paste file konstruksi dies caking berdasarkan Range std
yang sesuai dan memodifikasi beberapa komponen utamanya saja 2 Sistem penggambaran 2D
Cenderung lebih cepat karena ada konstruksi standar dan hanya 10 komponen perlu gambar detail
sudah Cenderung lebih lama karena membuat gambar konstruksi dies dan 18 komponen yang perlu gambar detail 3 Durasi watu penyelesaian 18 lembar A4 10 lembar A4 4 Kebutuhan kertas 61 Universitas Mercu Buana
• Jumlah komponen penyusun dies
Banyak sedikitnya komponen penyusun dies yang dikerjakan akan mempengaruhi total waktu penyelesaian sebuah dies baru.
Tabel perbandingan jumlah komponen penyusun dies
No Pembanding Dies seat manual Dies seat caking
1 P1 = 21 komponen P1= 28 komponen
P2 = 24 komponen P2 = 5 komponen
Jumlah total komponen
Total = 45 komponen Total = 33 komponen
2 P1 = 8 komponen P1 = 3 komponen
P2 = 10 komponen P2 = 3 komponen
Jumlah komponen yang dibuat dari raw material
3 P1 = tidak ada P1 = 5 komponen
P2 = tidak ada P2 = tidak ada
Jumlah komponen dari stok material setengah jadi
• Persiapan material
Persiapan material untuk dies seat manual lebih banyak dan cenderung lama karena lebih banyak komponen penyusunnya dibanding dengan dies seat caking. Hal ini dapat dilihat pada tabel perbandingan jumlah komponen penyusun dies.
• Proses permesinan komponen dies
Jumlah komponen utama penyusun dies yang paling menentukan cepat dan lamanya proses permesinan. Makin banyak jumlah komponen penyusunya makin lama juga waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan komponen tersebut. Jelas dies seat caking membutuhkan waktu yang relatif singkat karena jumlah komponen utamanya lebih sedikit dibandingkan dengan dies seat manual.
• Proses uji coba / trial dies
Dies seat caking dengan konsep adanya die set dan die insert lebih mudah dan tidak merepotkan dalam proses uji coba di mesin press, karena simpel dan dimensinya yang kecil sehingga tidak merepotkan saat bongkar pasang di mesin press dibandingkan dengan dies seat manual dibuat full set.
• Biaya pembuatan dies
Besar biaya dapat diperhitungkan dari banyak sedikitnya komponen penyusun dies, waktu permesinan komponen-komponenya. Hal tersebut juga dapat dilihat pada tabel perbandingan jumlah komponen penyusun dies.
b. PT. Selamat Sempurna, Tbk
Harapan PT Selamat Sempurna, Tbk tentu dengan adanya dies seat caking baru tersebut dapat meningkatkan produksi filter, bisa menekan biaya produksi, meminimalkan penggunaan tenaga manusia dan tentu saja output yang lebih banyak dibanding pemakaian dies yang sudah ada.
• Proses Setting dies di mesin press Dies seat manual
Proses setting dies di mesin press atau penggantian dies dari satu P/N ke P/N lainnya dengan bantuan Elektrik Forklift, karena dimensi dies-nya yang besar. Dengan dimensi yang besar sudah tentu merepotkan setter dies dalam proses setting sampai siap jalan produksi.
Dies seat caking
Dengan konsep die set dan die insert, setter dies lebih mudah dalam pemasangan dies ke mesin karena die set selalu terpasang semua di mesin press, hanya memasang die insert-nya ke die set. Mudahnya setting dies seat caking ini dikarenakan juga dimensi dari die insert yang kecil dan tidak berat.
• Pemakaian material plat untuk produksi seat Dies seat manual
Pada dies seat manual diperlukan persiapan material seat dari lembaran-lembaran plat kemudian dipotong-potong dengan mesin potong plat sesuai lebar yang dibutuhkan dies seat manual P1.
Dies seat caking
Persiapan material berupa pemotongan ke lebar yang lebih kecil tidak diperlukan karena material yang diproses dies seat cakingP1 berupa koilan plat. Pengadaan koilan ini lebih efektif karena tidak ada proses tambahan seperti pada dies seat manual.
• Perlengkapan mesin dan alat bantu yang dibutuhkan untuk produksi Dies seat manual
Tidak diperlukan alat bantu apapun dalam proses produksi. Dies seat caking
Dalam produksinya dies seat caking membutuhkan alat bantu berupa Feeder dan Uncoiler, Lengan Pneumatic serta Scrap Cutter. Adapun fungsi alat bantu tersebut adalah sebagai pengganti pemakain operator pada pengoperasian dies seat caking P1.
• Pemakaian operator
Dies seat manual memerlukan 2 operator dalam pengoperasiannya, karena dies seat manual terdiri dari 2 proses.
Dies seat caking hanya memerlukan 1 operator untuk menjalankan 2 proses yang sedang berjalan.
• Tempat penyimpanan dies
Dari dimensi dies seat manual lebih besar dibanding dies caking yang hanya berupa die insert. Sudah tentu dies seat manual lebih memerlukan banyak tempat yang luas hampir 2x yang diperlukan dies seat caking. Dies seat caking butuh ruangan 275 x 230 mm, sedangkan dies seat manual butuh ruangan 635 x 240 mm.
Gambar 6.1 Gambar dimensi penyimpanan dies
• Kualitas dan kuantitas produksi seat
Kualitas produk seat yang dihasilkan mempunyai nilai yang tidak jauh berbeda, tetapi dari kuantitas produksi yang dihitung per jam sangat signifikan.
Tabel perbandingan kuantitas produksi
No Pembanding Dies seat manual Dies seat caking
1 P1 = 800 pcs / jam P1= 1400 pcs / jam P2 = 800 pcs / jam P2 = 1000 pcs / jam Kapasitas produksi rata-rata
2 800 pcs / jam 1000 pcs / jam dan sisa 400
pcs produk P1 Total produk yang
dihasilkan
4.3 Pengaruh seat caking bagi PT. Selamat Sempurna, Tbk dan PT. Hydraxle Perkasa (Departemen Manufacture Engineering)
a. Bagi PT. Selamat Sempurna, Tbk
Berbagai pengaruh pemakaian dies seat caking tersebut dibandingkan dengan pemakaian dies manual yang sudah ada diantaranya;
• Segi Produktifitas
Produktifitas seat secara khusus dan pembuatan filter secara umum meningkat dari yang 800 pcs / jam menjadi 1000-1400 pcs / jam.
• Segi Operasional
Operasional dies seat caking mudah dan hanya membutuhkan hanya 1 operator saja untuk 2 proses sekaligus. Hal ini dikarenakan dies seat caking P1 beroperasi secara otiomatis.
• Segi Penyimpanan Dies
Dimensi seat caking saat penyimpan sangat ringkas dan tidak memakan tempat, dengan cara menumpuk dies caking P1 diatas P2.
• Biaya Perawatan Dies
Dengan konsep standarisasi dan adanya die set dan die insert akan mengurangi banyaknya komponen yang rusak apabila terjadi kecelakan, dan penggantian komponen yang sudah aus juga mudah dan cepat karena ada standar komponen yang sudah disiapkan setengah jadi.
b. Bagi PT. Hydraxle Perkasa (Departemen Manufacture Engineering) • Segi Quality, Control, dan Delivery
Quality
Tingkat kualitas dies semakin baik dengan adanya standarisasi kontruksi dan komponen penyusunnya.
Control
Dari segi pengontrolan pembuatan dies lebih efektif dan mudah karena jumlah komponen yang diproses permesinannya lebih sedikit.
66
Delivery
Target penyelesaian dies baru jenis caking dapat terpenuhi dengan adanya pemakaian komponen standar. Dan waktu pembuatan komponen utama dies seat caking dapat diperpendek dengan adanya stock komponen utama setengah jadi.
• Segi biaya produksi dies
Biaya produksi selalu dikaitkan dengan beban biaya proses permesinan, pemakain material, dan komponen standar lainnya. Dari total komponen dies seat caking ada 33 komponen seadangkan manual ada 45 komponen. Semakin banyak jumlah komponen semakin mahal biaya produksinya.
67