• Tidak ada hasil yang ditemukan

Raja Telinga Keledai

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Raja Telinga Keledai"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Raja Telinga Keledai

Raja Zanas memerintah dengan sewenang-wenang. Kegemarannya menumpuk harta sebanyak mungkin yang diperolehnya dari pajak rakyatnya. Raja Zanas selain tamak juga seorang raja yang sangat kikir. Rakyat yang hidup sengsara tidak sekalipun pernah dipikirkannya. Anehnya raja yang zalim itu mempunyai kegemaran mendengarkan musik.

Padahal kata orang-orang bijak musik dapat memperhalus perasaan. Oleh karena itu yang menyukainya akan mempunyai perasaan yang lembut tetapi cerdas. Salah satu kegemaran Raja Zanas adalah mendengarkan tiupan suling. Kebetulan di negerinya ada seorang peniup seruling yang sangat pandai bernama Tarajan.

(2)

Pada hari yang telah ditentukan pertandingan dimulai. Seluruh rakyat tumpah ruah ke halaman Istana. Sedangkan Dewa Zeus sebagai penguasa seluruh khayangan ikut menyaksikan tanpa seorang pun yang tahu. Sebagai penantang Tarajan dipersilakan meniup seruling terlebih dahulu. Dengan pongah Tarajan naik ke atas podium lalu segera meniup serulingnya. Seruling emas berbalut intan permata milik Tarajan segera mengumandangkan lagu-lagi yang sangat merdu. Naik turun seperti ombak. Lembut seperti angin pesisir. Bergolak seperti ombak menerjang karang.

Semua yang mendengarkan bagaikan tersihir. Begitu hebatnya tiupan seruling Tarajan. Raja Zanas tertawa terbahak-bahak dan yakin sekali peniup serulingnya akan keluar jadi pemenang. Tetapi Dewa Apolo tenang. Diam bagaikan patung, tetapi bibirnya tersenyum. Pertanda kagum juga pada permainan seruling Tarajan. Dan ketika usai sorak ssorai seperti membelah angkasa. Tarajan berdiri berkacak pinggang dengan wajah sangat pongah.

Ketika giliran Dewa Apolo, Dewa kesenian itu mengangkat serulingnya dengan cantik sekali. Lembut bagaikan menimang bayi suci. Dan ketika bibirnya mulai meniupkan sebuah lagu, langit berpendar-pendar antara siang dan malam. Rakyat yang menonton terhanyut dalam irama yang luar biasa indah. Dengan mata terpejam semua menari dengan lembut sekali. Mereka pun menyanyi sebuah lagu kedamaian yang sekonyong saja mampu dinyanyikan. Rakyat yang jumlahnya tidak terhitung itu larut dalam lagu-lagu dan irama yang sebelumnya tidak pernah mereka dengarkan tetapi sangat merdu mendayu-dayu.

(3)

Referensi

Dokumen terkait

Pendidikan karakter anak berkembang melalui proses untuk terinternalisasi pada kepribadian remaja rasa khauf dan raja kepada Allah SWT.. Pembelajaran khauf dan raja

2.2 Candi Singasari dan Raja Kērtanāgara Menarik perhatian, pada masa kerajaan Singasari, khususnya pada masa pemerintahan Kērtanāgara, terdapat usaha untuk

"Yang paling tinggi dari semua Raja Agung," kata Reepicheep, "izinkan aku mengingatkan bahwa ukuran yang sangat kecil telah diberikan pada kami,

Tetapi aku berkata kepadamu: Kamu tidak akan melihat aku lagi hingga pada saat kamu berkata: DIBERKATILAH DIA yang datang dalam nama Tuhan!” (Perjanjian Baru, Lukas 13:35)..

Dewa Dalem di Bali khususnya di desa Songan raja Masula-Masuli, karena raja Masula-Masuli adalah sang raja yang terlahir kembar pada saat itu. Dan seterusnya

Tetapi akhirnya hanya tiga belas ribu sahaja yang masuk ke kantungku.Tujuh puluh dua ribu adalah untuk RAJA kerana membayar harga anak-anak ayam, harga dedak dan ubat-ubatan.Dari

kerajaan yang menganut agama Budha dan melakukan penyembahan kepada dewa-dewa Hindu, Siwa, dan Wisnu, serta terjadi penyatuan kedua agama itu pada diri sang raja, yang kemudian dianggap

Kemudian maka lalu aku pulang ke negeriku, dan apabila datang sesuatu kejahatan dari pada raja-raja, maka aku sebut nama Syekh Muhammad Samman itu dengan perlahan- lahan tiga kali,