KEPUTUSAN MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN R.I. NOMOR : 214/MPP/Kep/7/2001
TENTANG
UJI PUBLIK KENDARAAN BERMOTOR RODA EMPAT DAN RODA DUA MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang :
a. bahwa dalam rangka konsumen dapat memperoleh jaminan kualitas atas kendaraan bermotor roda empat atau roda dua yang dibelinya serta untuk menciptakan persaingan usaha yang sehat, perlu adanya informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai keadaan, kondisi dan kualitas atas kendaraan bermotor roda empat dan roda dua dimaksud;
b. bahwa untuk itu perlu dikeluarkan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan. Mengingat :
1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian (Lembaran Negara Tahun 1984 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3274);
2. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3480);
3. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3821);
4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 1986 tentang Kewenangan Pengaturan, Pembinaan dan Pengembangan Industri (Lembaran Negara Tahun 1986 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3330);
5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1993 tentang Kendaraan dan Pengemudi (Lembaran Negara Tahun 1993 Nomor 64, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3530);
6. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 234/M Tahun 2000 tentang Pembentukan Kabinet Periode Tahun 1999-2004 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 177/M Tahun 2001;
7. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 165 Tahun 2000 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen sebagaimana telah diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2001;
8. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 177 Tahun 2000 tentang Susunan Organisasi dan Tugas Departemen sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2001;
9. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 81 Tahun 1993 tentang Uji Tipe Kendaraan Bermotor;
10.Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 275/MPP/Kep/6/1999 tentang Industri Kendaraan Bermotor;
11.Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 276/MPP/Kep/6/1999 tentang Pendaftaran Tipe dan Varian Kendaraan Bermotor;
12.Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 86/MPP/Kep/3/2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Perindustrian dan Perdagangan.
MEMUTUSKAN : Menetapkan :
Pasal 1
Dalam Keputusan ini yang dimaksud dengan :
1. Uji Publik adalah proses uji yang dilakukan terhadap kendaraan bermotor roda empat dan roda dua melalui uji teknis dengan mekanisme tertentu untuk mengatur atau menguji kemampuan, kinerja dan kesesuaian produk yang hasilnya disebarluarkan kepada masyarakat konsumen.
2. Lembaga Uji Publik adalah lembaga pemerintah yang memiliki fasilitas dan kapasitas dalam bidang teknologi pengujian kendaraan bermotor.
3. Pelaku Usaha adalah importir atau produsen atau pemegang merek/tipe kendaraan bermotor roda empat dan roda dua.
Pasal 2
(1) Setiap Pelaku Usaha yang memasarkan kendaraan bermotor roda empat dan atau roda dua yang dipasarkan di Indonesia baik yang berasal dari impor maupun produksi di dalam negeri wajib memberikan informasi mengenai keadaan, kondisi dan kualitas kendaraan bermotor roda empat atau roda dua;
(2) Kewajiban memberikan informasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan secara bertahap dimulai dari merek dan tipe yang populasinya terbesar.
(3) Informasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) sekurang-kurangnya harus mencerminkan kemampuan, ketahanan dan kinerja mesin serta komponen pendukungnya lainnya dari kendaraan bermotor roda empat atau roda dua;
(4) Informasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dituangkan dalam bentuk Laporan Hasil Uji.
Pasal 3
(1) Untuk memberikan informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Pelaku Usaha harus melaksanakan uji publik yang dilakukan oleh Lembaga Uji yang ditunjuk berdasarkan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan.
(2) Pelaksanaan uji publik sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan secara bertahap.
(3) Ketentuan pelaksanaan uji publik secara bertahap sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) ditetapkan dengan Keputusan Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Elektronika dan Aneka;
Pasal 4
(1) Kendaraan bermotor roda empat atau roda dua yang akan diuji diambil sebagai contoh uji dan dipilih secara acak oleh Tim Pelaksana dan Pengawas Uji Publik untuk selanjutnya diserahkan kepada Lembaga Uji disertai dokumen-dokumen sebagai bukti penyerahan.
(2) Tim Pelaksana dan Pengawas Uji Publik dibentuk berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Elektronika dan Aneka.
(1) Sebelum dilaksanakan pengambilan contoh uji secara acak oleh Tim sebagaimana dimaksud Pasal 4 ayat (1), Pelaku Usaha diberitahu terlebih dahulu secara tertulis oleh Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Elektronika dan Aneka.
(2) Tim dalam melaksanakan pengambilan contoh uji sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) harus membawa surat tugas yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Elektronika dan Aneka.
Pasal 6
(1) Pengambilan kendaraan bermotor roda empat atau roda dua untuk contoh uji oleh Tim sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) hanya diperbolehkan 1 (satu) unit.
(2) Apabila pengujian terhadap kendaraan bermotor roda empat atau roda dua sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dianggap gagal karena kecelakaan non teknis atau alasan teknis, Tim diperbolehkan mengambil 1 (satu) unit lagi dengan merek dan tipe yang sama.
Pasal 7
Pengujian kendaraan bermotor roda empat dan roda dua dilaksanakan dengan menggunakan standar dan parameter yang ditetapkan lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Elektronika dan Aneka.
Pasal 8
Laporan Hasil Uji yang dibuat oleh Lembaga Uji sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (4) wajib diserahkan kepada Tim Pelaksana dan Pengawas Uji Publik.
Pasal 9
(1) Laporan Hasil Uji yang diserahkan oleh Lembaga Uji sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 wajib disebarluaskan oleh Tim Pelaksana dan Pengawas Uji Publik kepada masyarakat konsumen melalui media cetak, media elektronika dan/atau media lainnya.
(2) Ketentuan dan tata cara pelaksanaan penyebarluasan Laporan Hasil Uji sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) ditetapkan lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Elektronika dan Aneka.
Pasal 10
Laporan Hasil Uji menjadi milik Tim Pelaksana dan Pengawas Uji Publik dan tidak boleh digunakan menjadi bahan promosi Pelaku Usaha.
Pasal 11
Setiap Pelaku Usaha yang tidak memberikan informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) atau menggunakan Laporan Hasil Uji sebagai bahan promosi perusahaannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 dikenakan sanksi administratif berupa pencabutan Izin Usaha Industri, Tanda Daftar Industri, Angka Pengenal Importir/ Angka Pengenal Importir Terbatas, Surat Ijin Usaha Perdagangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Ketentuan yang belum cukup diatur dalam Keputusan ini ditetapkan lebih lanjut dalam Keputusan Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Elektronika dan Aneka.
Pasal 13 Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Keputusan ini dengan menempatkannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.
Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal : 6 Juli 2001