CAKRAWALAPENfIDIKAN
Jurnal Ilmiah
Pendidikan
TdirklL$hiuipda€di'iFrblui,hd6No!.r
BGihteihdddhs lndruroangF
idik!Bu6 Nudyddo
Pdjom
wwni
sddto
Prr Dqro otr a,
BB
^eiq!
sor6-qd,,-dr
"-n ..- akd.,L" d*.
-:e"
"&
Mu$4ilo(mrulc|Fs!Y€&!l
colrTIip
'''
''
o'-cAKR{WArA
PENDIDIKAN
JURNAL ILMIAH
PENDIDIKAN
BedilJdr SX Dii6 Dhj D.pdihlr No 23 &oiki/K.r2004,
ssd
4 Jmi 2001.br'l
r,rair Arc.diBi JImtnmi,nDiitbd
Jmd.nt pqdidik Tinssi,bn*,PENERBIT
'lTl#d:Fxsewm::
DAfTAR
ISt
173
-
181189 -
202
203 -
220
22t
-246
247 - 267
269
-
289 Oleh. A grs t inusS,qrrnnto...
'
"ffi"?n":U1l,*
0""^
o.*."*"*
,
Ohh: Muhannqd
Nn'yangrd
...'
i:ffi1T".i.fi.,1,Jffi,_J;:*h.ffi
#:,*
,
Uleh;MaNaAi
..."
l##.li#;rl#*Hi**rfr,
TJ;r
.
uteh:
tJanbaha gubati..._._'
#flhff#:fi
^,H,.t';x,
;iliuffi
oteh:
Miftahu;dih
"
H.l'ffi
J*"'i,,,S
"*:nt_",:mr;
t **'"s
t"'*i;;
il,;;P,"i;k
il;
Oleh:
Hemiru
o Sofvah",lH'*"jru:ffi,iffi3ffi:*xn*;it
2et'ro8
Hor Brl4jd r.ni l(trnhlM Blfban KoDdtui
Kf,SESATAN
DALAM PENGEMBANGAN Tf,S UNTUK
PENGUKURAN
Pf,NCAPAIAN HASIL
BELAJAR
PADA
KURIKULUM
BERBASIS
KOMPETENSI
Oleh:
Brmbang
Subrli
Staf
Pengsi.r FrrflPA
UNY
The
validity
andreliability of
measuring instrum€nts del€rminerh€ir qualily.
Th€
inplemenration
of
the
competency-basedcuniculum al schools has caused basic problems to solve conceming
requirements
to
betulfill€d
related tothe
validity
andreliability
of
such
instrume
s.This anicle
aBemptsto
discuss thetulfillment
of
the rcquirements conceming the
validity
andr€liability of
1€sb used to measure leaming achievem€nt in educalional research,or
for
theinterest
of
educationalpractice
in
the field,
in
relation
to
theimplenentation of the competency-based
cuiriculum.
It
can be concluded that th€ requirements for thevalidity
ofa
tesr measuring such leaminS achievemeotcln
befulfilled
by
making a lest g!id- Theilen
validity
isempirically
det€rmin€d; anolh€r lest, a standardized one, is neededlor
comparison.ln
lestingreliability
of
lests
by
finding
out
a
conelation coemci€nt,
a
coefiicient
of
homogeneity,
or
a
slandarderror
of
measuremenl, one refersto
anormalily
of
distribution.
I
can be
misleading
if
applied
when t€stirg th€reliability
of a crit€rion-ref€renced neasuring instrumenl. Investigation on thereliabilily
of
such an instrument is based on the percenlageof
its consistency. Item analysisin
nom-referenced testsis
for
inv€stigaling item
effectivenessin
discrininating
restersor
detecting
their d;vision into two
groupsof
achievers,higher
andlower;
measuredon lhe
basisof
lhe
valuesof
the
point
biserialcoemcient
for
item discriminarion,or.
for
the discriminating powerof
items, and alsoon
th€ proponion
of
correcl
answersfor
il€m
basis
oflhe
values of lhes€nsilivily
index. So a res€archer or teachermeisuring leaming
achievementrelated
to the
competency-basedcurdculum must use a crilerion-referenced test.
K€ywords:
validit,
reliability,
achievementtes!
assessmentalam
p€nelitian pendidikaq
banyak data yang dihimputrmenggunakan
instrumen
yang
harus
dikembangke
sendiri
oleh
p€neliti.
Hal
yang
samajuga dialami
olei
gu.u
unnfi
k€pentinganp.aklis
di
lapangan saal ia harus mengukurpencapaian
hasil
belajar,
baik
lmtuk
k€penringan
penilaim
(as€smen) maupun untuk mengevaluasi program pernbelajaran yaDa dirancangnya. Hal
te$ebut
sangaaberMa
dengan penelitiandrlsm
ilmu
natual yang
pada umurnnya
peneliti ringgd
menggunake
instrumm yangsu&i
tersedia.Kualitas
instrumen pengukuran,
baik
untuk
kepentingr
peoelitian pendidikan maupun
untuk
kepentinganpmktis s€lah
dilihat dari
dua
asp€k.Pelrarro,
pelsyamtan kesahihan(validi6)
yang berkaitan dengan kernampuan alatukur
unhfi
mengukurF
yang seharusnya
diukur.
fedld,
pe.sya€tad kcrndalan(reliabili6)
yang berkaitan dengan keajegan/konsistensi
hasil
p€ngukuanjifr
dilakukan
p€ng'rlangan pengukumn. Dengandenikian,
instnq
yang baik
juga
harus
merniliki
bukti
dari
aspek kesahihanKurikulum
2004 sudah mulai dit€rapkandi
sckolah dalamr€rbaras
dalam
hennlJ^nini-pilotihg.
Namun
demikian s€kolahyang
secam swadaya sudahikl(
m€nerapkan.Kuri
2004
merupakan
kurikulum
berbasis kompetensi,
sehi keb€rhasilan b€lajarsis$"
harusb€$asis
strndar.Ol€h
kar€nakudkuluin
berbasis kompetensiiuaa
dis€but kurikulum
standar. Sebagai kons€kuensinya, keb€rhasilan p€seda
didik
pencapaian
hasil
belajar harus
dinilai/diases
dengantul P.ngukud PfttPlm HGilF.lrju P.di Ku kulum Bdhsis Kome'6ti
dibandingkan dengian
kiteria/standa.r
(Diiektorat
PLP,
2004'Dirckto;
PMU,
-2004).
Pstanvaan
vang
mendasar
adalahbasaimanakai
Demenuhd
kesehihan
dan
keandalan
inslrumen'$risusnya
res pengukuran pencapaianhasil belajar
agarhasilnla
dapar d ibandingken dengarkJiteritstandar'
Hal rers€but perlu
dikaji
dan dipaparkan secalatunhs
mengingatdengan bergulimya
kurikulum
baru akan
memben
peluangdilar.ukannvt
oeneliria[ baik
dalam komet's
unrul
m€ngevaluasikeberhasilan implemenrasi
maupun
dalarn
konleks
unlut
mensembangkanlerbagai
nodel
ataupun
simtegi
Pmbelajaran
yzrg
aaparaiimptementa"ilan
yang berkairandengai
kerercapaianDeneuasaan kompetensi oleh pes€d"
didik
-
ierama
ini,
para gurudi
lapangan dalarn mengukur p€ncapaianhdil
belaiar siswa terbiasa denean petgembdgan
les
)
gsebenamla
.engacu
pada acuannorma
Dalam
banvak pelarihanunoa
disadari masihada
insrn*ror
vang
mengenalkanke$hihan
dan leandalan tespengukuru
pencapaianhasil
belajarvatg
lebihnengacu pada
acuannorma.
Tulisan
ini
mercoba
memaparkairkarakteristik pemenuhan kesahihan
dan
keandalanles
pengukuranDencaDaia.n
hasit
belajaryang
beracuan pada krileria/siandar yang ierkaitan aengan implementasiKurikulun
2004disekolah
D.!!r
Pemilihln Insirumen
P€nihian/Asesmen
Dalam
buku
pedoman penilaian
yang
dikeluarkan
oleh Direktorat PLP (2004 dan 200s),Direktorat PMU (2004)' naupun
dlaf
buku pedoman as€smen berbasis kompet€nsi vangdikelua*an
olehDikti
(2005), p€milihan instrumenmtuk
nengukur
Pencapaianhasil
belajar
iidak
dapat
dipisihkan
dari
pemilihan
strategipenilaladasesmen
kar€na strategi
penilaian/asesmen
memut
netode
penilaian
dan
b€ntuk
instrumen.
Sejalan
dengant
mklerislik
kurikulum
yanStidak
hanya mengandalkan pada res-C.r4N!.
p.'Ad,,q
Jbd2q
n.h0,
N^2ffiffiHffrf#trffi,1yr
Tabcl
l.
Jenis_Tagibn
dlD
Bcdul
lnstrurDen
p€nilaian
dalamiimryffi';a'mruu*_",*l
J.nb
Tdh.n
qs
lklrltunet
a.
xuitp*
arar@Ei
.
t ial|
rilStd
!_&l€ny€en si,rkalO. cerunyaan
lisaffi
i?iii
.
Pedanyaan singkt
c.
ljlanlan haia-.
tesrerrurrs lus
pnEi!
iis6
srnorat n€njcrtrt*st, rrBjar dan
.
Tes hne,ia/los uniulte
d. Ulsrtro
-ffi
.
res
erub (rs rrirrrraniinoiEii
sngkd, rEnjodohten, uEian. dan
lairMIa)
.
T€s tinodalBs urd|* k€riae. Uhngan
kena*GEE
.
res
a
is (bs rir,r.an'Gnii,EEi
sr,gxet menjodohten, urJan.dsl
leinnya)
Tusas
jndtd
k
&n
DortofoJi)g:I4as
tolonporT8bcl
2.Jenis
Tasiharr
Telnik
penitaia.-rnstaunen dalam
SisEm
Asesmenfft#
u*
Pedonan
PenitaianBentulg
dan
Conbb
Berbasis KompeaeGidari
Diieklord
pl_pKr6.o
dilm ftnsdnb.j84 TBd$
P.rglhlE PdepriaHcil
B&jr
p6Jr(uikllm
Bdtdi Kmpacnsia)
Pedoman
Khusus
Pengembangan
Sistem
Penilaian
Mala
Pelaiamn
lPA,
EdisiApril
2005Tabel3.
Klasiffkasi Metode dan Bentuk Instrumen Asesmen dalamPedoman
Sistem
Asesmen
B€rbasis
Kompetensi
dari DitjenDikti'
Jenii
laslhan T.knlt Pedlaian Benluk ln6trulnen
Contoh
Tes Kuis Perlanyaa6l6an
lsian singkat
Pilahan ganda
Dsb.
Soaldan
alau peinlah
Uniuk kerja singkal Dsb
Tes llaian
(Ulanlan Hadan)
.
lsian siigkat.
Pilihan gand€.
Ul"ian (dbstui rubrik)Soaldan
atau pednlah
Unjuk keia (diseftl tubrik) dsb.
Non.Tes
.
Panduai (lemba.)Pembeian anqket
Pemb€riaar uige3
.
Perinlalvarahan(dengan tubril).
PednlawaBhan {&noantubri*)
.
Peinhh/arahan(denganc.a
td.
taei*q
Jr'i 2u6. n.xfl
No2ilo. T€knik B€nluk
lnstrlrra
I
T€s (gl?d6i b€nars€lah)Tes tornal (ujian midsenesler, ujjan akhir
.
fes pilihan gancla.
Dll..
Tes kinerja Te3 luliskete,anfr
Tes identilikasi Tes sihulasiUij pelik keria B Tes non lornal (menyatu
dengan 9os€s pembelajaran)
Nonles igladasi
posilif-negaff , setuju-lidak s€tuju,
suka-lidak suka)
.
Skala invenlori
.
s€lf repodDr?f
Pedoman
Umum
Pengembansantnstrumen
BeKompetensi, Edisi Desember 2005
Berdasa*an
€ontoh strategi penilaian yang diterbitkan oleht
lembagadi
atas, tampak terdapal perbedaan mengenai dasar }?dipakai
dalam
klasifikasi,
lerulama
antaraDirektorat
plp
i(
Tahun
2005,
danDitj€n
Dikti
Edisi
Tahun2005.
Direktod
p
membedakan
tes
dan
nont€s atas dasar
formal
d&
ridatc diselenegaratannyasuaru
tes.
Dengan
demikran. res dianil
s€bagar pengukuran yang dilakukan dalam situasi ujian. sedangl nonles
diadkar
pengulura.runonpenguluranyarg
drta*ukaaseL
oembelajarar.D'rjen Dikri
membedakan resdan nonle.
alas dngradasi
hasil
yang diperol€h. Dis€bur 1esbila
hasil p€ngukuranniapat
digradasikan benar-satah,dan
diseburnond
jiia
hasih
xstu
ddm PaSmb&En TB drul Plna*lm P.'upde Hair B.ri,tr pdr Ku kurun Bdbskk@rbd
tidak
dapaldigndasikan
benar-salaL dan hanya digradasipositif-n€gatii
suka-tidak
suk4
atau
setuju-tidak
setuju.
Terlepasdari
perbedaan yang
dijadikan
sebagai dasarklasifikasi
tagihai/metodepenilaian,
tampak bahwa ada
perbedaanyang menda$r
yang b€rkaitan d€ngankisi-kisi
untuk kepentingan t€srcnulis
dankisi-kisi
untuk
pnilaian
penguasan ko$petensi dasar.Kesehihan
lDslrumen
MeNrul
Pets
Hagul
(1980:95-101), terdapat beberapa macamkesahihar/validitas
suatu instrum€n pengukuan dalam
bidangpendidikan maupun
dalam bidang
ilmu
sosial.
Macam-macarnvaliditas
ters€but
di
antardnya kesahihan
konstuks,
kesahihanantarbudaya, kesahihan
intemal
dan
ekslemal,
kesahihan isi,
kesahihan
prediklii
dan
kesahihanmuka.
lidak
seliap
insrrumenh.arus
memenuhi seluruh Frsyaratan
kesahihan.
Hal
tersebutbergantmg
kepadakaralteristik
variabel yang
diukur
dan tujuan pengukurannya.Contoh,
instrumen
untuk
mengukur
pencapaianhasil b€lajar akan berbeda persyarahnnya dengan inst.umen unruk nengukur minat ataupuo molivasi belajar.
Kesahihan konstruks
b€rkaitan
d€ngan kemampuanalat
ukurdalan
m€nguku
aspek
yang
diuklr.
Tes
untuk
nengukur
kec€dasan
harus
menjawab pertanyaan apakah
kecerdasanitu
b€rupa kenampuan mengingat fakta, membuat abstraksi, membual
aplikasi, menganalisis, membuat sintesis, atau meta,kukan evaluasi. Jika berkaitan dengan seluruh dimensi tersebur, setiap dimensi harus
dicari
indikalor/unsumr",
apa saja yang
t€rmasuk
indikarorkemampuan
in€ngingal
fakk,
membuat abstraksi, dan seterusnya.Kec€rmatan mendefinisikan
dan
menentukan
dimensi
variabel b€sena indikatomya menjadi kunci penenuhan kesahihan konslruksi[strumen yang dikembanekan.
Kesahihan anlarbudaya
m€nuntut kenetralan suatu
instrumenFngukuran
jika
subjek
peneliriannyabersial
multikulrunl.
JikaiDstrunen
tidak
nentral,
berani
terdaparkelompok
subj€k
ysngcnu*b
r..Adtq
Jui2u6It
tUY No2Kesahiha!
inremalberkaiBn
dengan kejelasatr kedudukan suatum**r
*u
"*'9,""il"H'#?"i#s#3*:'fr
liiii'-"ii*"r'
"t""r*ional.
araLr b€nm'benar
iodependen'iltrirr;-;il.rn"I
G.kaiu"
a'ng*
generalisasi
vans
akan diambil dad hasil P€nelitiaDnya'*-ii"".*itrili;i
be
rkaiun
densan
p€rtanvaan
sebempa jauht"'i"#ri*'ai*l"i
unruk
meisukw
sudahmencalup
s€luruh",i;;'il;;#;i
v*g
aran diurur' rika
vans diukur
berupa#H;;iltl ;i"-,
.;ka
lesahihan isi selaludika;tkar
dengan:;;#;;;,"tG
'n."urur
kurikulum
sehingsa dararnkonrks
#'"i1."". oil"^i
*"i:;ilH*;.d'ntti
l*"t'ihan
;si berupa kesahihankurikuler'
adatah
kernampuan
ala! ukur
untuk."i'ilti-6
r"L,r'"';r".
subjek pada
wakru
mendetangjita
ia
-il.".""i1'."".
i-:*an
liengandemikian'
p€nsujianvalidiks
*iiliiiirait
-a"o"i
"i"'
diP€n;hi
karenab*uh
renssans waktui-g
i",n"
u*li*
Jengan
subiel
dala'n
menempuh prosram'-"riJ'il-
.,r""
*aiputi
dua asPek'
vakni
aspek?"bs9.*i
9"1'l rsDek batlasa. Kesahihan asp€k subslansi dapatdipenuh
melalu
KaJr,'ri'o'evpv
oleh
oakarsebidang
Kesahihan aspek bahasa orlmJauiliifi"iJ"i"i.'i"r,;'".karirinnva
oreh
kar€na
iiu
unrukJ'i"'"r'"-""
t"rnor"*-
kaji ulanei'eviev
dari pakar bahasa.
*
;:;;;;6;i;i;"'".mukilan
bahwa kesahihan insbu$enjus'
a"*'
irl"rtl"r
a"i.*"" futeria
dalarn bentuk kesahihan konkuren&*ir i"**
*.rir'.i
r.*.iajaran
suatuinstrrllnm dmsan
instrune!
i,-J-'ii"'n*u1"o"aar.
Iniuunen
srandaruntuk tes bualan
guruiil"o'Li
-"*"
ar"",
diiadikan
sebagaipembanding
sehinsg'
-*iJ*-'
t.i"tit-i'
dalam
lanskah
mensembanglaninstrun'n
yang sanaar yang berbubungan dengan
kriteria.
'
itrkaitan'
densan Dengukuran pmcapaianhasil
b€lajarpeseit
didii-
il;
-e;;;a;
iompetens
aasar
lqc
T*j"di.
bEl
i'"ir""r,ii"i05i.""""",,r;'k€sahihan
kurikut'r
dapat dip€nuhl denean cara menl'trsunkisi-kisi
yang memuatinditator p€ncap6[!
dan strategi
sislen
penilaiadasesmennla Dalam
bal
ini,
terdapat perses€ran mendasar dalam Penyusunankisi-kisi
sistern penilaian.Ddm
kurikutum
194.
kisi-kisi
tes
hanva dilokuskan
pada pengembangankisi-kisi untuk tes tertulis.
Bahkan,
karena ujiannasional hanya meoggunakan tes
pilihan
gand4 pmktis
bentuk t€s yang dipakai hanya bentukpilihan
gand&Dari sisi
pengenbangan iesiinerja
yang p€mahditakul€n
pun,utluk
SD, SMP, dan Sl'4A boleh dikatatidak
adaPngembangan
kisi-kisi
karenates
kinerjajarang
diuji,
kecuali padaSMK.
Kesndal.r Instrumen
Sejalan dengan karakteristik penilaisn berbasis kompet€nsi vang m€nggunakan acuan
k.iteria,
makakeandalar/reliabiliias
tes untukmcngukur
pencapaianhalil
belajar
juga
dalam
kontek
untuk mcmenuhi slandarkualitas
tes
beracuankiteritslandar.
Dengan dcmikian. sudah s€mestinyabukan
atas dasa.r standar kualitas tes bEracuan norma. Keandalan tes bemcuan norma dilakukan denganrhsan
bahwa populasi siswa
ymg
belajar
neniliki
kemanpuanyrng
mengikuri disrribusi nomral.oleh
kar€nairu.
hasil penelitiani,lh;ruplan
dapar digeneralisasi padatingkal
populasi.jika
penelitianlmplingyangdilakukanmemenuhi
p€nyaralan kepararnetrikan.Dslan
rangka
implementasi
Kuikulum
2004, pada
buku .ladoman umum penilaian
'€ng
diterbrtkan
ol€h
Direkloral
PMU 'i2OOq)a-
oir.l.lo.ur
PLP
(20041 dinyalakan bahwa persvaralanlullilo!
inslrumen
dari sisi
k€andalan
harus dikaitkan
d€nganl0
ristensi
sualu
instrum€n
saat dipakai
untuk
meo$rkur.lnrtNnrcn
yang andal dapal mengukur secamkonsister
apa yangdhrt
r
dan
n€nghasilkan
ukuran
yang
letap
lbarat
sebuallhnb{n8rn,
ia dapatmengukur
dan m€nunjukkan bemt yang sama l.rhndup bendaterte
u meskipun digunakan di daerah yang berb€dan.'ln
w
ru]ang
b€'beda. Keandalan sualu inslrumen dapaldilihat
ilrrr
lonsisrcnsi inlemal,
srab'liras,
dan konsisknsi
antarpenilai.hlrurncn
yans
baik
n€mberikan
nilai
yang
sana
meskipunlllrt
ksn di lempat atau waktu yang berbeda sepanjang objek vangI
.n*ewt
P.,dltit8 Jdt2006rh xxy No2dinilai
t€lun
berubah. B€samya indeks keandalan digun"kan unruk menghitung kesalahan pengukuran. Semakin andat sualu irutrumeD,sema-kin
kecil
kesalallan pengvkuran.
Kesatahan
p€nguluran tersebui dapatbersifat
mak
aldbat kondisi yang
diukur
dan yangmengukur bervariasi.
dapat
puta
kar€na
pemitihan
bahan
yangdiujikan
tidal
tepar. sedangkankes{tatl,n
sisremaLik rerjadikare;
instrumenn)a atau cara p€nskoramya cenderung murah aiau mahal unluk semua p€serk,MT'ru!
Ary
(1985t
231-234)
dan
croi
und (19<n.
7:'-87),pensujian
k€andalan
res
p€nsukuran pencapaian
hasit b€raj;
ftelalui
pendekaranfttasik
dapar
dilakukan'
dengan
riga
c;.
Peflana, I'rencai
nilai
koefisien kor€lasi.
baik
kor€tasi i€s_retes,torelasi
tes yang
setara, maupunkorelasi intemal
aengantetnitr
b€lah
dua.
K€dua,
yaitu
denganmencari koefisien
homogenirasuduk
meogukur konsistensi
i
emal
suatu instrumen,
misatnya dengan menggunakanformula
20
dan formula
2l
dari
Kud;r-Richardson.
Koefisi€n
homogenirasjuga
dapal
dicari
denganmenggunalan l{oefisien
alfa dari
Cronbach.
Ketiga.
menAn
standard
eftu
of
measwenekt
yang
menunjukhan
besamya kesalahan peneukuran.B€rikut
ini
disajilan
ilusu?si
perhhungan keandatan res secara,nlemal yang dihitung
b€rdasarkanindeks
Atfa
C,onbach
dan standarenor-.d
.neasurener,
{ SE M I denSan menggunaj(anprogam
ITEMAN,
Misalnya.dari t2
restiyarg
mengerjar.ant0
iremris,6
orang berhasil sepenuhnya dan 6
ollng
gasal loral.Tabel4.
Hasil
Tesdari
12siswa/te{i
yang Mengerjakanl0
ltemTes
PencapaianHasit
Betajar
umuk
M;kri
pokok
yy
dengan Hasil yang Berimbanglesti i1
n
i3 i4 t5 i6 i7 B i9it0
1 1 1
2 1
I
1
3 1
I
I
1xg*dsdddP.ng4ba8'nTddukP.ngnktrmPdtl'lia Hsil Bd,jr Fdi Kurikurum B<bsis xdpa.nsi
ll
sil analisis ProsramITEMAN
(tn)
Venion
3.00Scole Slatistics:
N
of
lt€ms:
l0: N of
Examinees: 12;
Mean:
5.000: Variance:
15.000; Sld. Dev.r 5.000; Skewr 0.000j
Kunosisi
-2.000iMinimum:
0,000;
Maximum:
10.000;
Medianr 0.000i
Alpha:
1.000;
SEM:
0,000;Mean Pr0.500; Mean
ftem-Tot.:
1.000; Mean Biseriat: 1.000Ilasil
analisis
menunjukkan
nilai
koefisien
Alfa
Cronbachrchcslr I,0
danSEM 0.0
yang berarri instrumen sangar andaldan
lldrk
ada kesalahanpensukuran.
Bagaimana.jika1l
orang berhasilicFnuhnya
dan hanya seorang yanS gagal total?lesli
iI
i2 i3 t5 i6it
i8 i9 i104 1 1 1 1 1
5
I
1 I 16
I
1 II
7 0 0 0 0 0 0 0 0 0
8 0 0 0 0 0 0 0 0 0
I
0 0 0 0 0 0 0 0 010 0 0 0 0 0 0 0 0 0
11 0 0 0 0 0 0 0 0
12 0 0 0 0 0 0 0 0
S6q No Key Bis€r. Poinf Biset
1 G1 0.500 1 000 1.000
2 0-2 0.500 1.000 1.000
3 0-3 0.500 1.000 1 000
4
04
0 500I
000 1 0005 0-5 0.500 1.000 I 000
6
06
0.50{)I
000 1 0007 0-7 0.500 1 000 1.000
8 0.8 0 500 1.000 1 000
I
09
0.500 1 000 1.000c,t Mh
P'uddvaJd
2004 t* xxr, tro 2Tab€ls.
Hasil
Tes d.a]i 12Si$ralTesti
yang Mengerjakanl0
ltem
Tes
PencapaianHasil Belajal untuk Materi
Pokok
YY
dengan I
I
Orang B€rhasil Sepenuhnya dan S€orangcagd
Total
ffi
ffi
ffi
ffi
I
71
1l rl 1l rl 1l 1l rl rl
11
1l
ffi
111
I 1l rl
11
1l rl rl 1l tl rl
rl
|
121
0l 0l 0l 0l 0l 0l 0l 0l 0l
0l
Hasil analisis
Prcsrun
ITEMAN
(trn)Venion
3.00Seo, No KaY Srrls
lEn
PDp cofiEct 8is€r.I
G1 0917 1.000 1.0002 0-2 0.917 1 000 1.m0
3 0-3 0.917 1.m0 1.000
4
04
0.917 1.m0 1.m05 0-5 0.917 1.000 1.000
6
c6
0.917 1.0m 1.0m7 G7 0.917 t.0@ 1.000
I
08
0.917 1.000 1.000I
GS 0_917 1.000 1.m010 0-10 0.917 1.m0 1m0
Scal€ Stalislics:
N
ofltems:
10;N ofExaminees:
12; Mean: 9.167; Variance: 7.639; Sld.Dev.:2.764;
Skew: -3.015;Kunosis:
7.091;Minimum:0.000;
Maximum:
10.000iMedian:
10.000;Alpha:
1.000;
SEM:
0.001; Mcan P: 0.917;Mear ltem-Tot.:
1.000; Me9l1Biseial:
L000
Hasil
analisis m€nunjuk*annilai
koefisien
Alfa
Cronbachjuga
&besar 1,0 dan SEM 0.001 yang berarti instrumen sangal andal dank.salahan
pengukuran sangat
kecil.
Bagaimanajika
s€baliknya,yokni
II
onng
gagal
total
dan hanya
seor€ng
yang
berhasil rcpenuhnya?Tsb€l 6. Hasil Tes
dari
12 Siswa/Testi yang Mengerjakan 10 ItemTes Pencapaian Hasil Belajar unluk Materi Pokok
YY
dengan II
Ordns Oasal Total dan Seonng Berhasil Sepenuhnyax.dr
dda Plngm6oF t T6 uiult Posth@ &n{u
Hai! B€lrje pdr xu'jkuluh Bsb6n Kon'r.hsiITEMAN
(kn)
V
00lt
it tiLsti
i1a
i3 14 i5 i6 i7 i8 i9 i101 1 1 1 1 1 1
2 0 0 0 0 0 0 0 0
3 0 0 0 0 0 0 0 0
4 0 0 0 0 0 0 0 0
0 0 0 0 0 0 0 0
6 0 0 0 0 0 0 0 0
7 0 0 0 0 0 0 0 0
0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
I
0 0 0 0 0 0 0 0 010 0 0 0 0 0 0 0 0
11 0 0 0 0 0 0 0 0
12 0 0 0 0 0 0 0 0
6rq. No. Kev S.:le ltem Pmo Corecl, 8isar. Poinl Biser
01 0.083 1.000 1.000
0-1 0.083 1.000 1.000
c"turd'
P.'ttdilo, hht 2005, 71 X'Yv, Nd2it€mnya, s€dmgkan
bila
dilihat
dari
SEM
akan
dapat diketahuibesam)6
p€nimpaogan
yang terjadi pada antaritem.Bagaimanakah
agar
les
p€ngukuran
p€ncaPaianhasil
belajar daDal memenuhip€rsytmtan tes
beracuankriteria? M€nurul
Ary.
dri.
(1q85: 238-219, sukar untuk
menelapkmva
Alaramv4
apabila sis$ra beiajarterus s€ca$
efektif,
maka semua siswa akair;ensuasai
komper€nsi
yanS dilargelkan. Alibatnya"
variabilitasanLaFiswa semakin
kecil, bahlan
bolehjadi
tidak
ada arau sama deDgan0. DemiUan
pulajika
p€sertadidik memiliki
polensi vanglinggi.
sehingea dengan mudah
menguasai
kompelensi
yangdi*hjari,
maka dengan sendirinya variasi k€mampuan antarsubjek juga kecil atau tidak ada.Prosedur
untuk
menganalisis keandalant€s
beracuankriteda
menurut
Gronlmd
&
Linn
(t 990: 98-100) dan Gronlund(1998:215-217.)
b€rdasarkan
p€rsen konsistensi
Hal
yang sana
jugs
dikemukakan olehFrisbie (2005:
26). Persen konsistensi diperolehdengan cara sekelompok
testi
yangdites
dengan dua set tes yangs€tan-
Persen konsistensi suabr pasangant€s
dapatdihitung
ata!
da$r
banyaknyalesti yang
konsislen
meDjawab b€narditanbah
dengan bdnyaknya
testi
yang konsist€n
menjawab
salah
dad
pasangan tes yang bersangkutan dibagi d€ngao
jumla!
t€sti peserqMisalnya, ada
dla
p€rangkal tes yang s€tara, yakni tesA
danB
yans
terdiri dari 25 item,
kemudian
diujikan
pada
40
pes€rt& Seandainya batas p€nguasaanjika
siswa b€rhasil mengerjakan 80% Iarau 20 ilem. Hasil tes menunjukkan
l0
siswa yangmemiliki
skor 20arau lebih pada kedua pasangan tes. Seban)€k 6 siswa
memiliki skot.
di
bawah
20
pada k€dua
pasangantes.
Sebanyak4
siswa
yan8menguasai salah satu
ies,
yakni 2
siswab€rhsil
mengerjakan 20item atau
lebih
tesA,
tetapilidak berhtsil
menge{akan 20 itemt..l
B, d€mikian pula sebaliknya,2
siswa b€rhasil tnengerjakan 20ilrn,
alaulebih
t€sB,
telapi
gagal m€ngerjakan20
ilem
tesA.
Dengandemikian. ada 36 dari 40 siswa yang dikategorikan konsisten
dalan
k6r,dDd:l
P'nmb4D Tcrul
Pdsur@ P€r!D'!6Hs
ikr{r
pd! t(u*rrmkban
KomFtdrmenodialan
oasancan lesters€but
sehing9
pers'n
konsislensi tes""""i'1i,."
r'i'.it
Uit"ir.
tersebd
seb€sar { 3o/40,r l00p'oalau e0"i,
i*"
-"i,-r'
"*i
P.asa
stmua
araupun
berhasil
semua dalam."'".ii"r-
""t*e;n..
pe6en
konsislensinva tetap aksntinggi'
"'ri,i#'**
i.o. trnotirmi;!a
adalah,jika
persen konsistensi suatui.'
"""V-"*,
**l*
10
dan anska ters€burb€asal dari
s€muai..ri
vmi
pacal menceriaLan pasangan tes. maka d;artikan memang;;
,;;'fi;".0,-.;",njukkan
bahwa
testi
b€lum
menguasaii"*.i"i.r
kar*i
ia belum belajar' Sebaliknva
jika
hal
Frsebut,J"li
"Ju -","r,
dan
angka lersebul bemsaldari
semua testi""'""
LJ.rt*lr
'*-*.ri"t-
pasangan tes vang bersangkutan' makai"-1ii*il-
t,l'*"
r."
,e;sebutmanpu
menunjukkan sisua t€lahi;fii dil
melakukan prosesbelajar'
oleh
karenaitu'
setiapitir-""
rt-*
*a"l
rn.ttenuli
pe$yaratanmaten'
konstruksi' dani.i"*
i"r*"t*.V",
membuai $pasang
tes vang
serara bukanpckerjaan yang
nudah
Anrlisk
lten
Analisis
ilem
dituiukanunrul
melihat lesahihan dan keandalan-tr. it.
o"ttvu"ri
tes
secaraernpiris Menurul
Dali
s
Nagaiiool,
rosr.
r.i*;r'un
it.m
adalah davabe&
irem vans dihituns
iridasarlan
t'o.elas; anrar. skorsauan
ilem dengan skortotal
atar.r..--t*i. V*r.,
Culliksen {1c50: 175-377r'
menganalisisio"r""i
,","ra
skor
satuanitem
denganskor
tolal
menghasilkaninJcn
keandalan iternlrefiar
,r/
t
d€r'
Nanun
demikian' menurutilu^u16; lroo+,roe) cam
lersebut
lebih
tepat
u
ui(
menenrulan,r'*'i"a^
i.In
,it",'
ait..rrri,ario,).
vakmke€lektifan
item dalammimbedakan keiompok aras dan kelompok
bawah
Dalarn programiiiriJeN.
r*n';." l"*t^i
terstbut dinvaralan
sebasai Loefisienii'",iri"ra, t".n.i."
poin
biserial{Drrjen
PMU
l9q9:
ll5-l16)'
iir" ,""ri'i'
it
r
hania
didasarkan padanilai
l(oefisien
korelasicatnfdo P.'tnattt, Jut 2006,
t
tuv, No 2tingkar kesukaran yang berkualifikasi sedang.
Menurut
Kunaidi
(2004:
Il0-l
Il),
untuk menentukan validitasi1€m dengan mencari
korelasi
antara skor satuaniten
dengan skortolal tidak
tepat. K€sahihanitein lidak
dapatdilihat
secara internal,lelapi
harus
dibtudingkan
dengantes
lain
s€bagaikit€ria,
baikdalam konteks
pemenuhanvalidilas konkuren
maupun
validitasprediktil
Misalnya,validitas i.em
suatu tes porensi akademik yangsedang dikembangkan seorang
peneliti
harus menggunakan angkapreslasi
sep€ni
UAN
sebagaikiteria
unluk
m€menuhi validitaskonku.en atau
nengSuakan
preslasi semester di univeNitas sebagaikrit€ria untuk memenuhi
validitas
prcdiktii
Berdasarkan contoh hasil analisis yang sudah dipaparkan di atas,
yakni
data Tabel4,
5,
dan6,
instmmen yangterbaik
adalah yanghasil
peng'rkuramya
tersaji
pada
Tabel
4.
Hal
ini
dilunjukkan
dengan
nilai
koefisien
korelasipoin biserial
1,0 untuksenua
itemdan proporsi siswa m€njawab benar untuk
tiap
itemjuga
0,5, yang beradi bahwa instrumen dapat memisahkan secara tegas kelompokatas
(kelompok
yans
s€penuhnyaberhasil) dan kelompok
bawah(keloinpok yang gagal
tolal)
dengan banyak siswa yang berirnbang.Analisis
ilemjuga
dapatdilalukan
menggunakant€ori
rcsponsi13m
(iten
response
theory)
yang sering dinyatakan
denganp€ndekatan
yang modem.
Kelebihan
prinsip r€ori
respons itemadalah hasil analisis dapat memisihkan antara
kamklerislik
t€sti dankarakt€rislik
tes
sebagaialat ukur.
Hal
ini
tidak
dapat dipenuhidalam
pendekatanklasik.
Jika
kedua
hal
tersebut
tidak
dapatdipisahkan maka
tidak
dapat
dik€tahui
antara
kemampuan testidengan
tingkat
kesukaran
les
karena
testi
akan
kelihalanberkemampuan
ringgi bila
item-item
tesnya mudah dan sebaliknye kemampuant€sti
akanterlihat
rendal
jika
item-item
tesnya sukar (Hambilton etal.,
l99l:2).
oleh
kar€nailu,
item tes yang baikjika
is
benar-b€nardapat mengukur
kernampuanl€sti.
Sebagai contoh, kemampuan seseorang inenyelesaikan soal aljabar karena memangpeng€tahutumya
t€ntang
teori
matematika memadai,
sehirggasemakin
linggi
pemahaman tentangleori
matematika semakin b€sarI
xsse
ddd Pdemb's,r T6 duk Pqgutud Pm'pliefiril
Bdtr
6d.(dtu:m
Bdban KnDd.n,ipcluangnya
untuk
daparmemecal*an
soal-soal aljabar(Cioi
und,1990: 467-468).
Nanun
demikian,
untuk mensuji
keandalan berdasarteori
responsiten
diperlukan
sampelyang
sangat besar,nrisalnya
dalam program
ASCAL
dari MicroCAT (tm)
TestingSystem
(1988) dipersyara*an
banya.knyatesti 500. Hal
ini
sulit
dipenuli
dalan
p€kerjaan
seharihari
s€orang
guru.
Dalampend€katan klasik pun un uk kestabilan informasi menurut
Numally
lnalisis
untuk 50ilen
rnem€rlukan
500 testi, menurul Davis 400tcsri, s€dangkan menurut Croke:
&
Algina
200testi
(Dali
S. Naga,2004:107-108).
Pada buku p€doman umum sistem penilaian dari Direktomt
PMU
(200a) dan Direktorai
PLP
(2004),
k€andalan
item
instrumen pcngukur pencapaian hasil belajar dapat dinyalakan sebagai indeks kcandatan yang b€rkisar antam0
sainpai
L
ltem
instnunen yangditerima (yang
baik)
memiliki
indeb
keandalanminimal
0,7.Iiem
Inslrumen yang
memiliki
indeks k€andalan anlara 0,31'
0,69 dapatdiperbaiki,
jika
kumng
dari 0,3
sebaiknya
diganti.
Semeniaramcnurut
Frisbie
(2005.
26),
daya
pembeda
it€m
(ir€,t
lhcinination\
ri,asih dapat dipakai untuk mencirikan item beracuairkireria
sepanjang
nilainya
tidak
negalif,
s€mentara
indeks kcsukarannya bol€h bervaiiasi dari r€ndah sampai tinggi.Dengan
denikian,
apabilamengikuti
pedomandari
Direktoratl,[,Iu
dan
PLP,
data
Tabel
4,
5, 6,
dan
7
dengan
tanpamcmperhatikan
proporsi siswa yang menjawab
b€nar,ilem
yanghllrus diganri adalah oomor
I
danl0
yang menghasilkan data Tabel7, dan
iten
yang harusdiperbaiki
adalahitem
nonor
2juga
yangnrcnShasilkan
data pada Tabel
7.
Jika
dalam
perbaikan
atautEnggantian irem
juga
harus memp€rharikanproporsi
siswa yangnrcnjawab
benar
maka seluruhitem
yang menghasilkan data pada'lobel
5
juga
harus
diganti
karena ilem-it€mnya
sangat mudah.l)cmikian
pula seluruhitem
yang menghasilkan dala pada Tabel 6tnrcna
t€rgolong sangal sukar.
Akan telapi, sekali lagi,
batasanc,tndo
P.ntuMtL J\dt 2M,r,
xvNd)
Factor
A[al/sls
Totd
Vrriance E
Extraction t',{erhoa: Principal
coi!6iiiiEffi
c
Marrix(
iteinl
.598item2 .699
il€mJ
.819.850
it€m5 .850
.8t0
-744item8 .687
item9 .502
item10 -.598
Extraction
Medod:
Principal Component Analysis.a
I
componenrsextracbd,
Rotared Conponent
Marix(a)
242
lnilial Eioeftaluos
Eftdion Slms ol Squald
96
9l ot
5.251 52511 5.251 52.5r4 52.511
2 2.1M 21.058 73.572
3 1 110 fi.104 8,1.676
.520 5.108 89.874
5 .361 3 511 93.485
6 265 2.U7 96132
114 1131 97.860 .120 1.201 99.069
003 .931 100.0m
xail
Bdir
pd! Knnruld Bdhsh (MpdlNis
Only one component was exlract€d. The solutioncainot
b€Hasil
analisisfaktor
menunjukkanbahwa
k€raganan jawabandapat dilerangkan oleh
item-iten
r€s hanya sebesar 52.5146/0 (o/oof
variance 52.514), s€lebihnyatidak
dapat dijelaskanoleh
item-itemles tersebut.
Dilihat
dari b€samyanilai KU,
hanya iteml,
4, 5, dan6,
yang memenuhi syamt
tcrena
yang
paling
homogeo
dan konsisten, k€rnudiandiikuti
oleh it€m 7, selanjutnya itern 2 dan g.S€cara sederhana,
keefckrifan
suatuirem
tes
beracuan norma unluk mengukur pencapaian hasil belajarjuga dihilung
berdasarkanindeks
daya
beda.Indeks daya beda
sama denganaefisih
antambanyaknya testi kelompok atas dan kelompok
ba*dr
dibaei dengan setengahjurnlah
testi kelompok
atasdan kelompok
bawah. Suatuit€n
dinyarakanefektif
m€mbedalan ketompok aras dan kelompokbawah
bila m€miliki
indeks daya beda>
0_3 dannemitiki
indeks kesukaran antam 0-3 sampai 0.7. Babkan,klusus
untuk irem bentukpilihan
gandaseriap
pengecoh(distraktor) pun
harus
ada
yangmemilih
(terkecoh)minimal
s€b€sar5%.
Jika
suaruitem
bentui
pilihan
gandarnemiliki
empat
pilihan
atremalif jawaban,
makapalin€
sedikit
ada 15% siswa yangterk€{oh.
Siswa yang terkecohlersebut
adalah siswa
dari kelompok
bawah. Densan
demikian.mengacu pada kurve normal dalam suatu kelas/populasi sis$a
)arg
relah b€lajar harus ada yang
dinyatalan
gasat..
Keel'ellifan
suatujlem
r€s
untuk
mengukur
pencapaian hasilbelajar
beracuanlnreria
didasarkan
pada
p.in.ip
bahwa
siswadinJaEtan
benar-b€nar berhasildalan
b€tajarbita
mencapai suatukiler;a
rerlenru. Dengandemikian,
iika
set;rui
siswa datam suarukelavsekolah
semuanya benar-benar
berbasil,
maka
ia
dapatnengerjakan
item l€s
yang
diujikan. Oleh
karena
itu,
Cronlund(1q77.
Il5-ll6r
mengajukan
suatu
prosedur anatrsis
untukC.tNNtL
P..dete tut
2N6. th LYr. NL2lndeks s€nsitj\ iras
ilem memiliki
interval-l
smpai
denganL
Indeks sensitivitas sebesar
I
nenunjulikan
bahwa sualu itern Sagaldikerjakan
s€luruhtqsti
paAa sa,fpretest dan
berhasil dikerjakanseluruh
testi pada !€at posres,. Kalau daya
beda nenunjukkan
peft€daan kenampuEn antara kelompok atas dan kelompokbawal
yang berhasil mengedakar sualu t€s, maka indeks
sensitivitasmenunjuLlan
p€rb€daan kemampuan
saat
testi
sebagai pesertapost €rr dan saat t€sti s€bagai pesella
pretdt.
Berdasarkan
hasil analisis
di
atas, dapat
ditarik
k€si'npulanbahwa pemenuhan persyamtan kesahihan dan
kendalan
tes untukmengukrr
pencapaian
hasil
belajar
yang
b€rkaitan
denganinplenentasi
kurikulum
berbasis
kompelensi harus
memenuhikaidah
1€s beracuan
kdteria.
Pergujian
keandalan
les
dengan mencari l(oefisien korelasi, koeffsien homogeniias, ataupundengai
'men
Nl
standar.l
error
of neaswenent Wfiinmeitr[r.y^
meryac'u pada norrnaiitasdistdbusi,
s€hingga dapat m€nimbulkan kesesaranuntuk
memenuhi keandalantes
bemcuankrireria- Oleh
karena iru,pengujiannya harus didasarkan pada p€rsen konsistensi.
Efeklivita!
item
tes
beracuannorma itntuk
memisahkankelompok
aras d.onkelompok bawsh, bukan
untuk
menunjukkan
efektivilas
p€m. belajaran. Dengandemikiaq
perhilungamya
bukan mengandalkanpada besamya proporsi
ja$aban
benar sebagaiindeks
kesukalan, indeks daya beda ataunilai
point
biserial, melainkan pada besamyrindeks s€nsiliviras
butir.
Pampeneliti
maupunpraldisi
di
lapang.nyang
ingin
mequkur
p€ncapaianhasil
belajar yane
berkaihlr
dengankurikuhim
berbasis kompet€nsi
h€ndaknyatunduk pad.
Frsyaraian
inslrum€n beracuankiteria.
Apache Software Foundati
on.2003.
SPSS12.0lot
Wihdow.x€dDd.lop.rg6bdgsT6!d.rpds
ump6..pnnH.it B.tri, !.di Kuikulum Bdb,lb
Kmddi
Ary, D.,
Jacobs,L.Ch.
&
Razavieh,
A.
1985.
Intoduction
to
Research ih Education,
3a
€d.New
york
Holt
Rinehad. and Ass€ssment SystemsCorporation.
1988.
MictoCAT
(n)
TestingS-yste:a-
Itetn
Parunetet
Estimation
ptu8run
-
ASCAL(ti
Yercion 3.20.
Croker, L.
&
Alsina,
J. 1986.Inttoduction
to
Ctassicat and ModernIerr
lreory.
NewYork: Holt,
Rineharr and Winsron.Dir€ktorat
P2TK dan
KPT.
2005.
pedonan
Sistem Asesnen RetbasisKonrytehsi.
lakada: Direktorar Jenderal pendididianTinggi, Depaftemen PendidikanNasionat.
Ditektomt PLP.2004.
Pedonan
llnun
Siste
penitaian
Kurikutm
Refiasis
Konpetensi.
Jakartr: Direktoral
plp,
Diljen
Dikdasme& Depdiknas.
Dlrcktorat
PMU.
1999.PengetotaM
pen,xjian Basi Gur,,
Mata
pelajarun. Iakalla:
Direktorat
pMU, Ditien
Dikdasmen.Depdilnas.
----.2004.
PedonanUnun
Siste..!' PenitaianKwitut
n
Befiosit
Konrytensi. lakart?r
Direktortt
pMU,
Ditjen
DikdasmeqDepdiknas.
frbbie, D.A.
2005. "M€asuemenr
101:
Some
FundamenlatsReyisil€d'.
Educationt
Meaturenent
hsues
and
practice_ Yol. 24. No. 3, pp. 21"28.luchte\
B.
1967-lnttodu.lion Fa.tot
Anatrsis.
East-W€st Stud€nrl-dirion. Princ€ton:
Affflial€d
EasGwesr pr€ss p,Ltd.
(lhozoli, Iman.
2001.
Aplikasi Anatisis
Muttivaiate
denganProgrun
SPSS.
Semamng:
Badan penerbit
Univercias
Diponegoro.
.
lgaA.
MictoCAT
(n)
Testing
Systen:
hen
and
TestK66addJ.PhFbdcmTBNlPgc'ruP4:plio
Hs'lBc4[p'd.Ku*ul@Bqb6i9fum'.hl
&blel
1 2 3 5 6 1
I
I
10(
0 0 0 1 1 1 10 1 I 1 1
I
0 1
I
I 8N 0 1 1
o
I 1 0 9llosilanalisis
Prografl
tIEVAN
tlmr
version
l00dan
pada kolomicmLhir adalah
hasil
anatisi.
I'orelasi Pearson m€nssunalantrograln SPSS adalah sebagai
b€Iikut.
8rq. No. Scale
Conect
Bis€r. Poinl Bis€r
Conelalion^
G1 0.067 0771 0 400 4,00
o-2 0133 0.s26 0.537 .587f)
0-3 0.267 1.000 0.791
./9r(*)
M
0.333 1.000 0 849 84S(") 5 0-5 0.4m 1 000 0.871 871(")6
06
0 533 1000 0.862I
E7 0 667 1 000 0.815.8l5f.l
6
08
0.733 1.000 0 761 .761(-)I
0.9 0.86? 0 896 0.567 567f)10 0,10 0.933 -0 771 .0.4m - 400 $cale Stalistics:
N
of
ltemsrl0;
N
ofExamin€es:
15; M€an: 4 933; Variancer7196;
l.
oev.:
z.zig;
Skew:0.070; Kunosis:
-l3ll;
Minimum:
1000;
Muximum:9.000;
Median: 5.000;Alpha:
0.859;SEM:
1 022:Mear
l'r0.493;Mean ltem-Tot
: 0.610; Mean Biserial: 0 782l)cn{an
barasminimal
koefisien korelasi 0.7. irem3
4
5
6' 7'
ri
ns
m;miliki
dala
pembeda vangbaik
Jika dara di aras dianalisisl.'i"""
*ai.i'
r"t
'oi
u.aasar
ldians
maksimumhasilnva sebagai
bcdkut.