GUGUS K
DI
BALAI PENGKA
BADAN PENELI
LAPORAN AKHI R
S KALENDER TANAM TERP
DI PROVI NSI BENGKULU
NURMEGAWATI
KAJI AN TEKNOLOGI PERTANI AN B
ELI TI AN DAN PENGEMBANGAN PER
No. K
RPADU
U
N BENGKULU
PERTANI AN
LAPORAN AKHI R
GUGUS KALENDER TANAM TERPADU
DI PROVI NSI BENGKULU
Nurmegaw ati
Yong Farmanta
Yahumri
Suardi
BALAI PENGKAJI AN TEKNOLOGI PERTANI AN BENGKULU
BADAN PENELI TI AN DAN PENGEMBANGAN PERTANI AN
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT atas rahmat dan
karunia-Nya, sehingga Laporan Akhir Tahun Kegiatan Gugus Kalender Tanam
Terpadu di Provinsi Bengkulu dapat tersusun. Laporan ini dibuat sebagai salah
satu pertanggungjawaban terhadap hasil pelaksanaan kegiatan Bulan Januari
sampai Desember 2015.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyelenggaraan kegiatan dan
penyusunan laporan masih banyak ditemui berbagai kendala dan kekurangan.
Kritik dan saran yang sifatnya membangun akan kami jadikan sumber perbaikan,
mudah-mudahan dapat memberi manfaat bagi kita semua. Kepada semua pihak
yang telah berpartisipasi dan membantu pelaksanaan kegiatan ini, diucapkan
terima kasih. Semoga hasil kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi
percepatan adopsi inovasi teknologi pertanian.
Bengkulu, Desember 2015 Penanggungjawab
Nurmegawati, SP
LEMBAR PENGESAHAN
1. Judul RDHP : Gugus Kalender Tanam Terpadu di Provinsi Bengkulu
2. Unit Kerja : Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bengkulu 3. Alamat Unit Kerja : Jl. I rian Km. 6,5 Bengkulu 38119
4. Sumber Dana : DI PA BPTP Bengkulu TA. 2015 5. Status Penelitian (L/ B) : L (Lanjutan)
6. Penanggung Jawab :
a. Nama : Nurmegawati, SP b. Pangkat/ Golongan : Penata Muda TK I / I I I b c. Jabatan : Peneliti Pertama
7. Lokasi : 10 Kabupaten/ kota di Provinsi Bengkulu 8. Agroekosistem :
-9. Tahun Mulai : 2013 10. Tahun Selesai : 2016
11.Output Tahunan : 1. Data pelaksanaan sosialisasi sistem informasi kalender tanam terpadu
2. Data update sistem informasi kalender tanam terpadu yang sudah divalidasi dan diverifikasi
3. Umpan balik dari petani dan stakeholder mengenai sistem informasi kalender tanam terpadu
12. Output Akhir : Kalender tanam terpadu menjadi acuan atau pedoman dalam menentukan jadwal tanam, pemilihan varietas, dan pemupukan spesifik lokasi di Provinsi Bengkulu
13. Biaya : Rp. 68.180.000,00 (Enam puluh delapan juta seratus delapan ribu rupiah).
Koordinator Program, Penanggung Jawab Kegiatan,
Dr. I r. Wahyu Wibawa, MP Nurmegawati, SP
NI P. 19690427 199803 1 001 NI P. 19801124 200801 2 010
Mengetahui,
Kepala BBP2TP, Kepala BPTP Bengkulu,
DAFTAR I SI
Halaman
KATA PENGANTAR ... ii
LEMBAR PENGESAHAN... iii
DAFTAR I SI ... iv
DAFTAR TABEL... v
DAFTAR LAMPI RAN... vi
RI NGKASAN ... vii
SUMMARY... viii
I . PENDAHULUAN ... 1
1.1. Latar Belakang... 1
1.2. Tujuan ... 2
1.3. Keluaran ... 2
1.4. Perkiraan manfaat ... 3
I I . TI NJAUAN PUSTAKA... 4
I I I . PROSEDUR ... 6
3.1. Prosedur Pelaksanaan ... 6
3.2. Waktu dan lokasi ... 6
3.3. Pelaksanaan kegiatan ... 6
I V. HASI L DAN PEMBAHASAN ... 9
4.1. Koordinasi intern dan antar institusi ... 9
4.2. Sosialisasi Sistem I nformasi Katam Terpadu Musim Kemarau... 9
4.3. Verifikasi dan Validasi Sistem I nformasi Katam Terpadu ... 14
4.4. Umpan Balik dari Petani dan StakeholdersMengenai dari Sistem I nformasi Katam Terpadu ... 21
V. KESI MPULAN DAN SARAN ... 23
KI NERJA HASI L DI SEMI NASI ... 24
DAFTAR PUSTAKA ... 25
ANALI SI S RI SI KO ... 26
JADUAL PELAKSANAAN ... 27
PEMBI AYAAN ... 28
PERSONALI A ... 29
DAFTAR TABEL
Halaman 1. Kegiatan Sosialisasi Sistem I nformasi Kalender Terpadu MK 2015 dan
Standing Crop (SC) ... 9
2. Bahan informasi kalender tanam terpadu MH 2014/ 2015 dan MK 2015 yang disampaikan melalui kegiatan sosialisasi ... 10
3. Kegiatan sosialisasi system informasi kalender tanam terpadu MH 2015/ 2016 ……….. 12
4. Bahan informasi kalender tanam terpadu MH 2015/ 2016 yang disampaikan kestakeholder ………. 13
5. Hasil verifikasi luas baku sawah kondisi rill di lapangan dengan sistem kalender tanam Kabupaten Bengkulu Selatan ... 14
6. Hasil verifikasi luas baku sawah kondisi rill di lapangan dengan sistem kalender tanam Kabupaten Kepahiang ... 15
7. Hasil verifikasi luas baku sawah kondisi rill di lapangan dengan sistem kalender tanam Kabupaten Rejang Lebong ... 15
8. Hasil verifikasi luas baku sawah kondisi rill di lapangan dengan sistem kalender tanam Kabupaten Kaur ... 16
9. Hasil verifikasi luas baku sawah kondisi rill di lapangan dengan sistem kalender tanam Kabupaten Bengkulu Utara ... 17
10. Verifikasi awal waktu tanam di Kabupaten Bengkulu Selatan ……… 18
11. Verifikasi awal waktu tanam di Kabupaten Seluma ………. 18
12. Verifikasi awal waktu tanam di Kabupaten Kepahiang ………. 19
13. Verifikasi awal waktu tanam di Kabupaten Rejang Lebong ……… 19
14. Verifikasi awal waktu tanam di Kabupaten Bengkulu Utara ……… 20
15. Data dan luasan lahan validasi sistem informasi kalender tanam terpadu ... 20
16. Hasil kegiatan validasi informasi kalender tanam terpadu ……….. 21
17. Umpan balik dari petani dan stakeholdersmengenai sistem informasi kalender tanam terpadu ... 21
18. Daftar risiko pelaksanaan gugus kalender tanam terpadu di Provinsi Bengkulu Tahun 2015 ... 26
DAFTAR LAMPI RAN
Halaman
1. Dokumentasi Sosialisasi Sistem I nformasi Katam MK 2015 dan Standing Crop di Provinsi Bengkulu... 30
2. Dokumentasi kegiatan pelatihan KATAM dan SC, serta Simposiu dan
Kongres PERHI MPI di Bogor ... 31
3. Dokumentasi bahan cetak katam yang disampaikan kepada
stakholders ... 32
4. Dokumentasi Verifikasi dan Penyampaian Materi Sistem I nformasi
RI NGKASAN
1. Judul : Gugus Kalender tanam terpadu di Provinsi Bengkulu 2. Unit kerja : BPTP Bengkulu
3. Tujuan : 1. Mensosialisasikan program sistem informasi kalender tanam terpadu
2. Melakukan validasi dan verifikasi data sistem informasi kalender tanam terpadu
3. Mendapatkan umpan balik dari petani dan stakeholder mengenai sistem informasi kalender tanam terpadu
4. Keluaran : 1. Data pelaksanaan sosialisasi sistem informasi kalender tanam terpadu
2. Data update sistem informasi kalender tanam terpadu yang sudah divalidasi dan diverifikasi 3. Umpan balik dari petani dan stakeholder mengenai
sistem informasi kalender tanam terpadu
5. Prosedur : Kegiatan Gugus kalender tanam terpadu dilaksanakan di 10 Kabupaten/ kota Provinsi Bengkulu pada bulan Januari–Desember 2015. Kegiatan ini meliputi : (1) Persiapan yang terdiri dari penyusunan RODHP dan koordinasi intern dan antar institusi. Koordinasi intern dilaksanakan secara rutin dalam bentuk pertemuan di BPTP Bengkulu. Pertemuan direncanakan dilaksanakan 1-2 kali dalam sebulan. Dalam pertemuan ini dibahas kemajuan dan tindak lanjut kegiatan untuk bulan berikutnya. Koordinasi antar institusi dilakukan dengan BMKG Provinsi Bengkulu, BPTPH Provinsi Bengkulu. (2). Pelaksanaan sosialisasi sistem informasi kalender tanam terpadu, yang dilaksanakan pada 10 kabupaten/ kota yang frekuensinya sebanyak 2 kali setahun menjelang awal musim tanam (MH dan MK). (3) Pelaksanaan verifikasi, tujuan kegiatan untuk memantau akurasi dan kebenaran informasi atau data yang dihasilkan dari system. (4). Pelaksanaan Validasi, yang dilakukan dengan cara mengimplementasikan rekomendasi Katam Terpadu, (5) Pelaporan
6. Capaian : Kalender tanam dapat diadopsi secara luas oleh petani 7. Manfaat : Petani dapat menentukan waktu tanam yang tepat
sehingga terjadi penurunan resiko dan kegagalan produksi serta kerugian akibat kekeringan, banjir dan serangan OPT
8. Dampak : Terwujudkan waktu tanam yang tepat dalam rangka meningkatkan produktivitas, produksi, pendapatan dan mewujudkan pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan
9. Jangka Waktu : 4 tahun
SUMMARY
1. Title : Planting Calendar in Bengkulu Province 2. I mplementing Unit : AI AT Bengkulu
3. Objectives : 1. Socializing planting calendar program integrated information systems.
2. Perform validation and data verification information system integrated cropping calendar
3. Get feedback from farmers and shakholder on an integrated information system of planting calendar
4. Output : 1. Data socialization planting calendar integrated information system
2. Data update information system integrated cropping calendar that has been validated and verified
3. Feedback from farmers and stakeholders regarding planting calendar integrated information system
5. Methodology : The cropping calendar Cluster integrated implemented in 10 districts/ cities of Bengkulu province in January – December 2015. These activities include: (1) Preparations, consisting of RODHP and coordination of internal and inter institutions. I nternal coordination is carried out on a regular basis in the form of a meeting at BPTP Bengkulu. The meeting was planned to be held 1-2 times a month. This will be discussed in the meeting of progress and follow-up activities for the next month. I nstitutional coordination is done by BMKG province of Bengkulu, Bengkulu Province BPTPH. (2). the execution of socialization of integrated cropping calendar information system, which was implemented on 10 kabupaten/ kota is a frequency twice a year ahead of the start of the growing season (MH and MK). (3) the implementation of activities for the purpose of verification, monitoring the accuracy and correctness of the information or data that is generated from the system. (4) implementation of Validation., conducted by means of implementing I ntegrated Katam, recommendation (5) Reporting.
6. Achievement : The cropping calendar can be widely adopted by farmers.
8.
I
mpact : The appropriate planting time in order to increase productivity, production, revenue and realize agriculture sustainable and environmentally friendly.9. Duration : 4 years
I . PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Dalam dua dekade terakhir, isu perubahan iklim terus menguat dan
menjadi entri poin penting dalam menyusun perencanaan pengembangan
pertanian, khususnya tanaman pangan. Perubahan iklim yang ditandai oleh
perubahan pola dan distribusi curah hujan, peningkatan suhu udara, dan
peningkatan muka air laut berdampak langsung terhadap kerentanan pertanian
diwilayah tertentu (Badan Litbang Pertanian, 2012). Perubahan iklim telah
membuat sebaran hujan tidak merata bahkan curah hujan harian ektrim dapat
mencapai 234 mm/ hari (Farmanta, 2012).
Perubahan iklim akibat pemanasan global telah berdampak luas terhadap
berbagai aspek kehidupan. Pertanian merupakan sektor yang mengalami dampak
paling serius. Tanaman pangan merupakan sub sektor yang paling rentan
terhadap perubahan iklim. Kegagalan panen disuatu sentra produksi dapat
menyebabkan keguncangan di daerah lain, terlebih pada daerah yang bukan
sentra pertanian. Perubahan pola curah hujan, peningkatan kejadian iklim
ekstrim, serta kenaikan suhu udara dan permuakaan air laut telah menyebabkan
produksi pertanian, terutama sub sektor tanaman pangan menurun secara
signifikan (Kementerian Pertanian, 2012).
Ditengah krisis pangan dunia yang dipicu oleh perubahan iklim, pemerintah
tetap menargetkan swasembada pangan (Ditjen Tanaman Pangan, 2008).
Sementara itu, produktivitas padi di Provinsi Bengkulu masih rendah yaitu 42,17
ku/ ha. Salah satunya akibat dari dampak negatif perubahan iklim yaitu
pergeseran awal musim tanam dan pola tanam, ancaman kekeringan, banjir dan
serangan organisme penggangu tanaman. Untuk itu, Badan Litbang telah
menyusun teknologi adaptif dengan perubahan iklim yaitu sistem informasi
Kalender Tanam (Katam) terpadu (Badan Litbang Pertanian, 2012).
Katam merupakan teknologi yang memuat berbagai informasi tanam pada
skala kecamatan, dan suatu perangkat yang berguna untuk mempermudah
stakeholders dan petani dalam penentuan : 1. prediksi awal musim hujan, 2.
awal musim tanam, 3. pola Tanam, 4. luas tanam potensial, 5. rekomendasi
organisme penganggu tanaman (OPT), 9. wilayah rawan banjir dan kekeringan,
10. resiko penuruan produksi akibat bencana (BBSDLP, 2012).
Manfaat Katam antara lain : (1) menentukan waktu tanam pada setiap
musim yaitu musim hujan (MH) dan musim kemarau (MK), (2) menentukan pola,
rotasi tanam dan rekomendasi teknologi pada skala kecamatan, (3) menduga
potensi luas tanam untuk mendukung sistem perencanaan tanam dan produksi
tanaman pangan, (4) mengurangi resiko penurunan dan kegagalan produksi
serta kerugian petani akibat kekeringan, banjir dan serangan OPT.
Pada tahun 2014 telah dilakukan kegiatan sosialisasi, verifikasi dan validasi
Katam Terpadu. Kegiatan sosialisasi Katam Terpadu MT I I 2014, MT I I I 2014 dan
MH 2014/ 2015 telah dilaksanakan di 10 Kabupaten/ kota Provinsi Bengkulu baik
tingkat provinsi, kabupaten maupun kecamatan. Verifikasi terhadap sistem
informasi Katam Terpadu telah dilakukan terhadap luas baku lahan. Kegiatan
validasi rekomendasi sistem informasi Katam Terpadu telah dilakukan pada 4
kabupaten, rekomendasi yang dipakai jadwal tanam, rekomendasi varietas
maupun rekomendasi pupuk.
Semakin menonjolnya isu perubahan iklim maka penerapan Katam sangat
mendukung upaya adaptasi sekaligus mitigasi dalam pengamanan/ penyelamatan
atau pengurangan resiko, pemantapan pertumbuhan produksi, dan mengurangi
dampak sosial-ekomomi. Oleh karena itu peranannya yang sangat strategis dan
bersifat dinamis, maka kegiatan ini sangat penting untuk dilanjutkan.
1.2. Tujuan
1. Mensosialisasikan program sistem informasi Katam Terpadu.
2. Melakukan validasi dan verifikasi data sistem informasi Katam Terpadu
3. Mendapatkan umpan balik dari petani dan stakeholder mengenai
sistem informasi Katam Terpadu
1.3. Keluaran
1. Data pelaksanaan sosialisasi sistem informasi Katam Terpadu
2. Data update sistem informasi Katam Terpadu yang sudah divalidasi dan
diverifikasi
3. Umpan balik dari petani dan stakeholder mengenai sistem informasi
1.4. Perkiraan Manfaat
Petani dapat menentukan waktu tanam yang tepat sehingga terjadi
penurunan resiko dan kegagalan produksi serta kerugian akibat kekeringan,
I I . TI NJAUAN PUSTAKA
Untuk mengatasi kondisi iklim yang tidak menentu, diperlukan kerja keras
untuk memacu peningkatan dan kontinuitas produksi di tengah ancaman dampak
perubahan iklim. Perubahan iklim berimplikasi terhadap pergeseran awal musim
tanam dan pola tanam, ancaman kekeringan, banjir dan serangan OPT. Upaya
peningkatan produksi memerlukan strategi yang cermat berdasarkan prakiraan
iklim yang akurat. Untuk memandu upaya ini diperlukan alat bantu antisipatif
berupa kalender tanam terpadu. Kalender tanam terpadu tidak hanya memuat
kapan waktu tanam, tetapi juga memuat rekomendasi pupuk, varietas dan
potensi gangguan OPT (Badan Litbang Pertanian, 2013). Dengan adanya
Kalender tanam terpadu diharapkan petani dapat menentukan waktu tanam yang
terbaik dan sekaligus menetapkan varietas yang sesuai dan pemupukan yang
rasional. Kondisi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan sekaligus
menekan gagal panen akibat kondisi iklim yang ekstrem baik genangan maupun
kekeringan.
Untuk menyampaikan informasi tersebut diperlukan kegiatan diseminasi.
Diseminasi teknologi merupakan proses timbal balik, para pelaku menyediakan,
menerima informasi dan teknologi sehingga diperoleh kesepahaman dan
kesepakatan bersama. Kegiatan diseminasi dalam pendekatan Spectrum
Diseminasi Multi Chanels (SDMC), dilakukan dengan memanfaatkan berbagai
jalur komunikasi dan pemangku kepentingan (stakeholders) terkait. SDMC
merupakan upaya Badan Litbang Pertanian dalam mempercepat dan
memperderas diseminasi informasi dan inovasi pertanian melalui berbagai media
dan saluran komunikasi. SDMC bertujuan untuk meningkatkan adopsi inovasi
pertanian oleh pengguna (Badan litbang Pertanian, 2011).
Kegiatan sosialisasi Katam Terpadu akan diprioritaskan pada penyampaian
materi KATAM melalui media elektronik (I T), khususnya kepada penyuluh
pertanian lapangan (PPL) dan stakeholders di tingkat provinsi dan kabupaten
sesuai dengan bagan tata hubungan kerja antara Tim Pengendali, Tim Pembina
dan Tim Pelaksana dalam Permentan No.45 Tahun 2011 (Kementerian Pertanian,
2011).
Dalam dua dekade terakhir, isu perubahan iklim terus menguat dan
pertanian, khususnya tanaman pangan. Perubahan iklim yang ditandai oleh
perubahan pola dan distribusi curah hujan, peningkatan suhu udara, dan
peningkatan muka air laut berdampak langsung terhadap kerentanan pertanian
diwilayah tertentu (Badan Litbang Pertanian, 2012). Perubahan iklim telah
membuat sebaran hujan tidak merata bahkan curah huj an harian ekstrim dapat
mencapai 234 mm/ hari (Farmanta, 2012).
Perubahan iklim akibat pemanasan global telah berdampak luas terhadap
berbagai aspek kehidupan. Pertanian merupakan sektor yang mengalami dampak
paling serius. Tanaman pangan merupakan sub sektor yang paling rentan
terhadap perubahan iklim. Kegagalan panen disuatu sentra produksi dapat
menyebabkan keguncangan di daerah lain, terlebih pada daerah yang bukan
sentra pertanian. Perubahan pola curah hujan, peningkatan kejadian iklim
ekstrim, serta kenaikan suhu udara dan permuakaan air laut telah menyebabkan
produksi pertanian, terutama sub sektor tanaman pangan menurun secara
signifikan (Kementerian Pertanian, 2012).
Katam merupakan teknologi yang memuat berbagai informasi tanam pada
skala kecamatan, dan suatu perangkat yang berguna untuk mempermudah
stakeholders dan petani dalam penentuan : 1. prediksi awal musim hujan, 2.
awal musim tanam, 3. pola tanam, 4. luas tanam potensial, 5. rekomendasi
pemupukan (NPK), 6. tutup tanam, 7. rekomendasi varietas padi, 8. potensi
serangan OPT, 9. wilayah rawan banjir dan kekeringan, 10. resiko penuruan
I I I . PROSEDUR
3.1. Prosedur Pelaksanaan
Kegiatan Gugus Katam Terpadu di Provinsi Bengkulu meliputi 2 tahap,
dimana tahap pertama adalah persiapan. Pada tahap persiapan ini dilakukan
kegiatan penyusunan RDHP/ RODHP, seminar RODHP, penunjukkan petugas
penyusunan data base Katam, sedangkan tahap kedua adalah pelaksanaan
kegiatan utama pendampingan. Pada tahap ini dilakukan kegiatan koordinasi
intern dan antar institusi, sosialisasi dan workshop, verifikasi, validasi,
mendapatkan umban balik dari petani dan stakeholders serta penyusunan
laporan (bulanan, semester dan akhir kegiatan).
3.2. Waktu dan lokasi
Kegiatan Gugus Katam Terpadu dilaksanakan pada bulan Januari –
Desember 2015 di 10 kabupaten/ kota Provinsi Bengkulu.
3.3. Pelaksanaan kegiatan 3.3.1. Persiapan
• Penyusunan RODHP
RODHP disusun sebagai penjabaran dan perincian dari RDHP. RODHP lebih
rinci dan operasional baik dari aspek administrasi/ keuangan dan kegiatan
yang akan dilaksanakan. RODHP selanjutnya diturunkan dan dirincikan lagi
menjadi juklak kegiatan diseminasi.
• Koordinasi intern dan antar institusi.
Koordinasi intern dilaksanakan secara rutin dalam bentuk pertemuan di
BPTP Bengkulu. Pertemuan direncanakan dilaksanakan 1-2 kali dalam
sebulan. Dalam pertemuan ini akan dibahas kemajuan dan tindak lanjut
kegiatan untuk bulan berikutnya. Koordinasi antar institusi dilakukan
dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi
Bengkulu, Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura ( BPTPH)
Provinsi Bengkulu.
3.3.2. Pelaksanaan
1. Pelaksanaan Sosialisasi Sistem I nformasi Katam Terpadu
a. Sosialisasi dilaksanakan pada 10 kabupaten/ kota yang frekuensinya
b. Materi yang akan disampaikan pada saat sosialisasi sistem informasi
Katam Terpadu yaitu :
• Penjelasan dan definisi tentang Katam terpadu dan istilah-istilah yang digunakan
• Manfaat informasi Katam Terpadu
• I nformasi prediksi hujan dari lembaga yang berwenang
• I nformasi potensi luas tanam musim berjalan
• I nformasi prediksi bencana yang akan menyertai pada musim tanam yang sedang berlangsung.
• I nformasi kebutuhan dan rekomendasi benih dan varietas, rekomendasi pupuk
c. Media yang digunakan dalam sosialisasi yaitu media cetak (bahan cetak
katam dan leaflet), elektronik (web , email dan radio), dan tatap muka.
d. Parameter yang diamati dalam pelaksanaan sosialisasi
• Jumlah peserta sosialisasi
• Jumlah dan jenis bahan informasi yang disampaikan
2. Pelaksanaan verifikasi dan validasi sistem informasi Katam Terpadu
2.1. Verifikasi sistem informasi Katam Terpadu
a. Pelaksanaan verifikasi adalah kegiatan untuk memantau akurasi dan
kebenaran informasi atau data yang dihasilkan dari sistem atau
pendapat maupun kajian terhadap suatu kejadian atau proses.
b. Verifikasi ini dilakukan dengan membandingkan hasil dari suatu
proses dalam suatu sistem informasi kalender tanam dengan
kondisi riil di lapangan.
c. Metode Verifikasi dilakukan melalui wawancara petani/ FGD yang
dilakukan terhadap kelompok tani.
d. Parameter untuk verifikasi lapang meliputi :
• luas baku sawah,
• waktu tanam,
• varietas yang digunakan
2.2. Pelaksanaan validasi sistem informasi Katam Terpadu
a. Validasi dilakukan dengan cara mengimplementasikan rekomendasi
b. Validasi dilakukan secara sinergi dengan kegiatan yang mendukung
Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) lainnya seperti kegiatan
Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT), Unit
Pengelolaan Benih Sumber (UPBS) maupun kegiatan lain yang ada di
BPTP.
c. Parameter yang diamati yaitu produksi dan produktivitas
3. Umpan balik dari petani dan stakeholder mengenai sistem informasi Katam
Terpadu.
a. Kegiatan ini dilakukan secara formal dan informal pada waktu sosialisasi
b. Penggalian umpan balik dilakukan kepada stakeholder, penyuluh dan
petani.
c. Umpan balik dilakukan terhadap informasi yang ada pada sistem
informasi Katam dan implementasinya.
d. Parameter yang diamati yaitu :
- Masukan untuk perbaikan sistem informasi Katam
- I nformasi yang sulit dipahami pada Katam
I V. HASI L DAN PEMBAHASAN
4.1. Koordinasi intern dan antar institusi
Koordinasi intern dilaksanakan secara rutin dalam bentuk pertemuan di
BPTP Bengkulu. Pertemuan dilaksanakan 1 kali dalam sebulan. Dalam
pertemuan ini akan dibahas kemajuan dan tindak lanjut kegiatan untuk bulan
berikutnya. Koordinasi antar institusi dilakukan dengan BMKG Provinsi Bengkulu,
BPTPH Provinsi Bengkulu
4.2. Sosialisasi Sistem I nformasi Katam Terpadu Musim Kemarau
Sosialisasi sistem informasi kalender tanam terpadu MK 2015 Provinsi
Bengkulu telah dilaksanakan di 10 kabupaten/ kota. Media yang digunakan dalam
sosialisasi ini yaitu media cetak, elektronik dan tatap muka. Kegiatan sosialisasi
ini dilaksanakan secara sinergi dengan Kegiatan I dentifikasi Calon Lokasi,
Koordinasi, Bimbingan dan Dukungan Teknologi UPSUS PJK, ASP, ATP dan
Komoditas Utama Kementan dan menjadi narasumber di Sekolah Lapang I klim
(SLI ) yang diadakan BMKG. Lokasi pelaksanaan dan jumlah kehadiran penyuluh
dan petugas dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Kegiatan Sosialisasi Sistem I nformasi Kalender Terpadu MK 2015 dan Standing Crop (SC)
1 BP4K Kab. Bengkulu Tengah
56 Petani
2 Kodim Rejang Lebong 60 Dandim, pasiter, Babinsa, Penyuluh dan Petugas Dinas
3 Dinas Pertanian Kota Bengkulu
50 Petugas pertanian dan penyuluh
4 BP4K Kab. Lebong 60 Perwira penghubung, pastier, babinsa, penyuluh, petugas dinas 5 Kodim Bengkulu Utara 60 Kasdim, petugas dinas, penyuluh,
babinsa
6 Koramil 01 Mukomuko 60 perwira penghubung, babinsa, penyuluh dan petugas dinas 7 Dinas Pertanian
Provinsi Bengkulu
100 Rakor UPSUS Provinsi Bengkulu yang dihadiri oleh Kadis Provinsi /
Lanjutan Tabel. 1…….
8 BP4K Kaur 30 Yang dihadiri oleh penyuluh (sebagai Narasumber kegiatan UPSUS)
9 BMKG Provinsi Bengkulu
30 Yang dihadiri penyuluh dan petugas dinas.
(Kegiatan Sekolah Lapang I klim) 10 Bakorluh Provinsi
Bengkulu
50 Babinsa
Jumlah 500
Bahan informasi sistem informasi Katam Terpadu MK 2015 yang
disampaikan melalui media cetak, elektonik maupun tatap muka secara langsung
yaitu berupa bahan cetak katam (buku cetak katam, info BPP dan CD) dan buku
inovasi teknologi mendukung swasembada padi, jagung dan kedelai di Provinsi
Bengkulu yang didalamnya ada rekomendasi informasi kalender tanam terpadu.
Daftar penerima, jumlah dan jenis bahan informasi yang disampaikan dapat
dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2. Bahan informasi kalender tanam terpadu MH 2014/ 2015 dan MK 2015 yang disampaikan melalui kegiatan sosialisasi
No Penerima Jenis bahan yang disampaikan 2014/ 2015 dan buku inovasi teknologi
Bahan cetak KATAM Provinsi MH 2014/ 2015 dan buku inovasi teknolgi pertanian
Lanjutan Tabel. 2....
No Penerima Jenis bahan yang disampaikan 10. Kodim 0407 Kota
Bengkulu
Bahan cetak KATAM MK 2015, Standing Crops (SC) Provinsi Bengkulu dan I nfo BPP per kecamatan
2
11. Kodim 0408 RL Bahan cetak KATAM MK 2015 dan Standing Crops (SC) Provinsi Bengkulu
Bahan cetak KATAM MK 2015 dan Standing Crops (SC) Provinsi Bengkulu
Bahan cetak KATAM MK 2015 dan Standing Crops (SC) Provinsi Bengkulu
2 Pada Rakor UPSUS Provinsi Bengkulu 14. Kodim 0423 BU Bahan cetak KATAM MK
2015 dan Standing Crops (SC) Provinsi Bengkulu
Bahan cetak KATAM MK 2015 dan Standing Crops (SC) Provinsi Bengkulu
Musim Hujan 2015/ 2016
Sosialisasi sistem informasi kalender tanam terpadu MH 2015/ 2016 Provinsi
Bengkulu telah dilaksanakan di 10 kabupaten/ kota. Media yang digunakan dalam
sosialisasi ini yaitu media cetak, elektronik dan tatap muka. Kegiatan sosialisasi
ini dilaksanakan secara sinergi dengan Kegiatan I dentifikasi Calon Lokasi,
budidaya padi, jagung dan kedelai bagi penyuluh yang diadakan Sekretariat
Badan Koordinasi Penyuluhan Provinsi Bengkulu. Penyampaian materi sistem
informasi kalender tanam juga dilaksanakan pada kegiatan pelatihan dua
mingguan di Balai Penyuluhan (BP) Kecamatan yang diselenggarakan oleh Badan
Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKP3) Kota Bengkulu. Lokasi
pelaksanaan dan jumlah kehadiran penyuluh dan petugas dapat dilihat pada
Tabel 3.
Tabel 3. Kegiatan Sosialisasi Sistem I nformasi Kalender Terpadu MH 2015/ 2016
No Lokasi Pelaksanaan
1 BP Singarapati (Kota Bengkulu)
15 Penyuluh
2 BP Sungai Serut (Kota Bengkulu)
15 Penyuluh
3 BP Muara Bangkahulu (Kota Bengkulu)
5 BP4K Kabupaten Bengkulu Selatan
35 Petugas dinas, penyuluh dan petani
6 BP4K Kabupaten Seluma 35 Petugas dinas , penyuluh dan petani
7 BP4K Kabupaten Bengkulu Tengah
35 Petugas dinas , penyuluh dan petani
8 BP4K Kabupaten Kepahiang 35 Petugas dinas , penyuluh dan petani
9 BP4K Kabupaten Bengkulu Utara
35 Petugas dinas , penyuluh dan petani
10 BP4K Kabupaten Rejang Lebong
80 Petugas dinas , penyuluh dan petani
Jumlah 440
Bahan informasi sistem informasi Katam Terpadu MH 2015/ 2016 yang
disampaikan melalui media cetak, elektonik maupun tatap muka secara langsung
yaitu berupa bahan cetak katam (buku cetak katam dan info BPP ). Daftar
penerima, jumlah dan jenis bahan informasi yang disampaikan dapat dilihat pada
Tabel 4. Bahan informasi kalender tanam terpadu MH 2015/ 2016 yang disampaikan kestakholder
No Penerima Jenis bahan yang disampaikan Jumlah Ket.
1. BP Sungai Serut (Kota Bengkulu)
Bahan cetak KATAM MH 2015/ 2016 (I nfo BPP) Kecamatan Sungai Serut 2015/ 2016 Kabupaten Bengkulu Selatan dan I nfo BPP per 2015/ 2016 Kabupaten Seluma dan I nfo BPP per kecamatan
15 2015/ 2016 Kabupaten Bengkulu Tengah dan I nfo BPP per 2015/ 2016 Kabupaten Kepahiang dan I nfo BPP per kecamatan
10 2015/ 2016 Kabupaten Bengkulu Utara dan I nfo BPP per 2015/ 2016 Kabupaten Rejang Lebong dan I nfo BPP per 2015/ 2016 Kabupaten Kaur dan I nfo BPP per kecamatan
16 2015/ 2016 Kabupaten Rejang Lebong dan I nfo BPP per 2015/ 2016 Kabupaten Rejang Lebong dan I nfo BPP per 2015/ 2016 Kabupaten Rejang Lebong dan I nfo BPP per kecamatan
4.3. Verifikasi dan Validasi Sistem I nformasi Katam Terpadu a. Verifikasi sistem informasi Katam terpadu
Untuk memantau akurasi dan kebenaran informasi serta menambah
informasi yang ada dalam sistem informasi kalender tanam terpadu MK 2015,
maka telah dilakukan verifikasi luas baku sawah di 5 kabupaten yaitu Kabupaten
Bengkulu Selatan, Kepahiang, Rejang Lebong, Kaur dan Kabupaten Bengkulu
Utara yang dapat dilihat pada Tabel 5, 6, 7, 8 dan 9.
Tabel 5. Hasil verifikasi luas baku sawah kondisi rill di lapangan dengan sistem Katam Kabupaten Bengkulu Selatan
No Kecamatan Luas Sawah (ha) Keterangan Kondisi rill Katam
1. Ulu Manna 614 614 Sesuai
2. Pino Raya 1.433 1,433 Sesuai
3. Kedurang I lir 830 830 Sesuai
4. Seginim 2.020 2.386 Tidak sesuai
5. Kedurang 1.396 1.396 Sesuai
6. Bunga Mas 663 663 Sesuai
7. Kota Manna 285 285 Sesuai
8. Pasar Manna 139 139 Sesuai
9. Manna 620 594 Tidak sesuai
10. Pino 1.040 1.040 Sesuai
11. Air Nipis 1.850 1.910 Tidak sesuai
Pada Tabel 5. terlihat bahwa luas baku lahan sawah rill di lapangan pada
umumnya sudah sesuai dengan yang ada pada sistem informasi Katam terpadu.
Dari 11 kecamatan di Kabupaten Bengkulu Selatan ada 3 kecamatan yang belum
sesuai yaitu Kecamatan Seginim, Manna dan Air Nipis. Luas baku lahan sawah di
sistem informasi kalender tanam lebih tinggi daripada kondisi rill di lapangan
Tabel 6. Hasil verifikasi luas baku sawah kondisi rill di lapangan dengan sistem Katam Kabupaten Kepahiang.
No Kecamatan Luas Sawah (ha) Keterangan Kondisi rill Katam
1. Muara Kemumu 136 136 Sesuai
2. Bermani I lir 691 691 Sesuai
3. Seberang Musi 319 269 Tidak sesuai
4. Tebat Karai 1154 1154 Sesuai
5. Kepahiang 830 830 Sesuai
6. Kaba Wetan 247 247 Sesuai
7. Ujan Mas 1277 1277 Sesuai
8. Merigi 633 633 Sesuai
Tabel 7. Hasil verifikasi luas baku sawah kondisi rill di lapangan dengan sistem Katam Kabupaten Rejang Lebong.
No Kecamatan Luas Sawah (ha) keterangan Kondisi Rill Katam
1. Selupu Rejang 690 690 Sesuai
2. Curup Utara 1119 1119 Sesuai
3. Curup Timur 465 465 Sesuai
4. Padang Ulak Tanding 658 658 Sesuai
5. Binduriang 114 114 Sesuai
6. Bermani Ulu Raya 1049 1049 Sesuai
7. Kota Padang 640 640 Sesuai
8. Sindang Beliti I lir 548 528 Sesuai
9. Curup Selatan 1068 1068 Sesuai
10. Curup Tengah 235 235 Sesuai
11. Sindang Beliti Ulu 400 400 Sesuai
12. Curup Kota 250 250 Sesuai
13. Silindang Kelingi 421 421 Sesuai
Dari Tabel 6. terlihat bahwa pada umumnya luas baku lahan sawah riil di
Kabupaten Kepahiang sudah sesuai dengan yang ada di sistem informasi Katam
terpadu hanya 1 kecamatan yang belum sesuai yaitu Kecamatan Seberang Musi.
Sementara itu untuk Kabupaten Rejang Lebong, dari Tabel 7. terlihat bahwa luas
baku sawah rill di lapangan sudah sesuai dengan ada pada sistem informasi
Tabel 8. Hasil verifikasi luas baku sawah kondisi rill di lapangan dengan sistem Katam Kabupaten Kaur.
No Kecamatan Luas Sawah (Ha) Keterangan Kondisi rill Katam
1. Luas 677 270 Tidak sesuai
2. Semidang Gumay 475 938 Tidak sesuai
3. Padang Guci Hilir 695 622 Tidak sesuai
4. Lungkang Kule 118 730 Tidak sesuai
5. Muara Sahung 208 712 Tidak sesuai
6. Kelam Tengah 714 674 Tidak sesuai
7. Tetap 421 540 Tidak sesuai
8. Padang Guci Hulu 520 124 Tidak sesuai
9. Tanjung Kemuning 640 471 Tidak sesuai
10. Kaur Utara 592 682 Tidak sesuai
11. Kinal 915 185 Tidak sesuai
12. Kaur Tengah 420 443 Tidak sesuai
13. Kaur Selatan 431 700 Tidak sesuai
14. Maje 666 704 Tidak sesuai
15. Nasal 670 1.744 Tidak sesuai
16. Luas 677 270 Tidak sesuai
17. Semidang Gumay 475 938 Tidak sesuai
Setelah dilakukan verifikasi luas baku lahan sawah kabupaten Kaur (Tabel
8), terlihat bahwa belum ada kesesuaian antara luas baku sawah riil di lapangan
dengan yang ada pada sistem informasi kalender tanam terpadu, sehingga perlu
dilakukan updating data luas baku sawah.
Dari Tabel 9 berikut terlihat bahwa hasil verifikasi luas baku lahan sawah
Kabupaten Bengkulu Utara belum sesuai antara kondisi rill di lapangan dengan
luas baku lahan sawah yang ada pada sistem informasi Katam. Dari 17
kecamatan di Kabupaten Bengkulu Utara hampir setengahnya belum sesuai.
Sehingga perlu dilakukan updating lagi agar ada kesesuaian antara kondisi rill di
Tabel 9. Hasil verifikasi luas baku sawah kondisi rill di lapangan dengan sistem Katam Kabupaten Bengkulu Utara.
No Kecamatan Luas Sawah (ha) keterangan Kondisi rill Katam
1. Enggano 1604 1604 Sesuai
2. Kerkap 847 847 Sesuai
3. Air Napal 1115 1053 Tidak sesuai
4. Air Besi 581 513 Tidak sesuai
5. Hulu Palik 1991 1991 Sesuai
6. Arga Makmur 1067 1255 Tidak sesuai
7. Arma Jaya 785 1277 Tidak sesuai
8. Lais 1118 1118 Sesuai
9. Batik Nau 512 682 Tidak sesuai
10. Giri Mulya 52 77 Tidak sesuai
11. Air Padang 938 938 Sesuai
12. Padang Jaya 694 997 Tidak sesuai
13. Ketahun 429 778 Tidak sesuai
14. Napal Putih 15 308 Tidak sesuai
15. Putri Hijau 2021 2021 Sesuai
16. Uluk Kupai 222 310 Tidak sesuai
17. Tanjung Agung 530 530 Sesuai
Verifikasi Lapang MH 2015/ 2016
Untuk memantau akurasi dan kebenaran informasi serta menambah
informasi yang ada dalam sistem informasi kalender tanam terpadu MH
2015/ 2016, maka telah dilakukan verifikasi di 6 kabupaten yaitu Kabupaten
Bengkulu Selatan, Seluma, Bengkulu Tengah, Kepahiang, Rejang Lebong, dan
Kabupaten Bengkulu Utara. Berdasarkan analisis verifikasi lapang MH 2015/ 2016
di 6 Kabupaten untuk jadwal tanam/ masam tanam terjadi kemunduran, ini
disebabkan terjadinya musim kemarau yang relatif panjang sedangkan untuk
luas baku lahan sawah per kecamatan di MH 2015/ 2016 sudah sesesuai dengan
kondisi rill di lapangan.
Kabupaten Bengkulu Selatan
Secara umum awal tanam eksisting di Kabupaten Bengkulu Selatan tidak
sesuai dengan prediksi pada sistem informasi kalender tanam (Tabel 10), hal ini
disebabkan karena musim kemarau yang panjang sehingga ketersedian air di
kalau ditanam di Bulan September–Oktober maka terjadi ledakan serangan hama
dan penyakit terutama hama tikus.
Tabel 10. Verifikasi awal tanam di Kabupaten Bengkulu Selatan
No Kecamatan Awal tanamprediksi KATAM Awal tanameksisting Keterangan
1 Pino Raya SEP I I I -OKT I OKT-DES Sesuai 2 Seginim SEPT I I I -OKT I DES Tidak sesuai 3 Kedurang NOV I -I I DES Tidak sesuai 4 Ulu Manna SEP I I I -OKT I NOV Tidak sesuai
Verifikasi kalender tanam telah dilakukan di Kabupaten Seluma, dari 14
kecamatan yang ada sudah dilakukan verifikasi 10 kecamatan (Tabel 11).
Perkiraan awal tanam berdasarkan informasi kalender tanam pada beberapa
kecamatan yaitu Seluma Selatan, Talo Kecil, Talo, Ulu Talo, Seluma, Sukaraja
dan Semidang Alas Maras telah sesuai dengan perkiraan awal tanam eksisting.
Sedangkan untuk Kecamatan Semidang Alas, Seluma Utara, Seluma Barat
perkiraan awal tanam di lapangan sekitar bulan November. hal ini berbeda
dengan informasi kalender tanam yaitu Bulan September I I I -Oktober I . Hal ini
disebabkan karena kondisi ketersedian air di lapangan.
Tabel 11. Verifikasi awal tanam di Kabupaten Seluma
No Kecamatan Awal tanam prediksi katam
Awal tanam
Kabupaten Kepahiang
Verifikasi kalender tanam telah dilakukan di Kabupaten Kepahiang, dari 8
kecamatan yang ada sudah dilakukan verifikasi 7 kecamatan (Tabel 12).
Perkiraan awal tanam berdasarkan informasi kalender tanam pada beberapa
kecamatan yaitu Muara Kemumu, Kepahiang, Tebat Karai, Sebarang Musi,
Bermani I lir, Kabawetan dan Merigi tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Hal
ini disebabkan karena kondisi ketersedian air di lapangan dan ketersedian
alsintan juga mempengaruhi awal tanam terutama ketersedian traktor.
Tabel 12. Verifikasi awal tanam di Kabupaten Kepahiang
No Kecamatan Awal tanam prediksi katam
Awal tanam eksisting
Keterangan
1 Muara Kemumu SEP I I I -OKT I OKT-DES Tidak sesuai 2 Kepahiang DES I I -I I I DES-JAN Sesuai 3 Tebat Karai NOV I I I -DES I OKT-MAR Tidak sesuai 4 Sebarang Musi SEP I I I -OKT I OKT-NOP Tidak sesuai 5 Bermani I lir NOV I I I -DES I OKT-MAR Tidak sesuai 6 Kabawetan SEP I I I -OKT I NOV I I Tidak sesuai 7 Meringi SEP I I I -OKT I NOV I I Tidak sesuai
Kabupaten Rejang Lebong
Verifikasi terhadap awal tanam telah dilakukan di Kabupaten Rejang
Lebong (Tabel 13). Dari 15 kecamatan secara umum awal tanam di lapangan
tidak sesuai dengan prediksi awal tanam pada sistem informasi kalender tanam.
Dimana terjadi pengunduran waktu awal tanam di lapangan, hal ini disebabkan
terjadinya musim kemarau yang relatif yang lebih lama
Tabel 13.Verifikasi awal tanam di Kabupaten Rejang Lebong
No Kecamatan Awal tanam prediksi KATAM
Awal tanam
eksisting Keterangan
Lanjutan Tabel. 13…….
12 Bermani Ulu Raya SEP I I I -OKT I NOP-JAN Tidak sesuai 13 Selupu Rejang SEP I I I -OKT I SEP Sesuai 14 Selindang Kelingi SEP I I I -OKT I NOV-DES Tidak sesuai 15 Curup Utara SEP I I I -OKT I OKT-JAN Tidak sesuai
Kabupaten Bengkulu Utara
Verifikasi terhadap awal tanam telah dilakukan di Kabupaten Bengkulu
Utara (Tabel 14). Dari 17 kecamatan yang ada baru 4 kecamatan yang sudah
diverifikasi waktu awal tanam. Dari 4 kecamatan hanya Kecamatan Tanjung
Agung Palik yang sesuai dengan prediksi awal tanam.
Tabel 14. Verifikasi awal tanam di Kabupaten Bengkulu Utara
No Kecamatan Awal tanam prediksi KATAM
Awal tanam
eksisting keterangan
1 Batik Nau NOV I -I I OKT Tidak sesuai 2 Tanjung Agung Palik JAN I -I I JAN-FEB Sesuai 3 Lais SEP I I I -OKT I OKT-MAR Sesuai 4 Padang Jaya OKT I I -I I I NOP Tidak sesuai
b. Validasi sistem informasi Katam terpadu
Rekomendasi teknologi yang dipakai dalam pelaksanaan validasi ini adalah
rekomendasi pupuk, varietas dan waktu tanam. Validasi ini dilaksanakan sinergi
dengan kegiatan yang ada di BPTP Bengkulu yaitu GP-PTT dan UPBS. Data dan
luasan lahan petani yang menggunakan rekomendasi Katam terpadu pada
Tabel 15.
Tabel 15. Data dan luasan lahan validasi sistem informasi Katam terpadu.
Kecamatan Luas lahan (ha) I nformasi Katam yang diterapkan
Seluma Selatan 6 Pemupukan, waktu tanam, varietas unggul baru
Seluma Utara 1 Pemupukan, varietas
Talo kecil 5 Pemupukan, varietas unggul baru Seginim 2 Pemupukan, varietas unggul baru, Curup 1 Pemupukan, varietas unggul baru
Hasil dari validasi sistem informasi kalender tanam terpadu dapat dilihat
pada Tabel 16. Terlihat bahwa produktivitas dari validasi rekomendasi yang ada
pada sistem informasi kalender tanam lebih tinggi dari pada kondisi eksisting.
Rata-rata produktivitasnya 7,14 t/ ha GKP, terjadi peningkatan sebesar 66 % dari
kondisi eksistingnya. Teknologi yang digunakan dalam yaitu penggunaan varietas
unggul baru diantaranya I npari 10, 15, 16, 22 dan I npara 2 dan 4, rekomendasi
pupuk spesifik lokasi dan jadwal tanam juga menggunakan teknologi PTT lainnya
diantaranya pengaturan populasi tanam dengan menggunakan legowo 2 : 1.
Tabel 16. Hasil validasi kalender tanam terpadu
No Kecamatan Varietas Provitas GKP (t/ ha)
Eksisting
(t/ ha) Peningkatan 1 Seluma Selatan I npari 22
I npari 16
Rata-rata 7,14 4,3 2,84
4.4. Umpan Balik dari Petani dan St akeholders Mengenai dari Sistem
I nformasi Katam Terpadu.
Penggalian umpan balik dari petani dan stakeholders ini dilakukan secara
formal dan informal pada waktu sosialisasi. Umpan balik dilakukan terhadap
informasi yang ada pada sistem informasi katam dan implementasinya yang
dapat dilihat pada Tabel 17.
Tabel 17. Umpan balik dari petani dan stakeholders mengenai system informasi Katam terpadu.
No Umpan balik
1. Ketersedian varietas di lapangan tidak ada sehingga tidak bisa memakai rekomendasi dari Katam
2. Ketersedian air yang tidak mencukupi sehingga tanam tidak sesuai jadwal tanam yang ada di Katam
3. Bahan informasi kalender tanam terlambat di peroleh
4. Perlu dilakukan sosialisasi kalender tanam yang terus menerus
Dengan adanya sistem informasi kalender tanam terpadu sangat
membantu terutama penyuluh dalam menyiapkan bahan penyuluhannya untuk
disampaikan kepada petani. Masukan untuk perbaikan sistem informasi kalender
tanam supaya teknologi yang ada tidak hanya komoditas padi, jagung dan
kedelai saja. Pada kondisi di lapangan tidak hanya ketiga varietas tersebut, ada
tanaman hortikultura dan perkebunan. Pada sistem informasi kalender tanam
tidak ada yang sulit untuk dipahami namun pelaksanaan di lapangan agak sulit
diterapkan karena adanya faktor teknis diantaranya ketersedian pupuk di
lapangan yang tidak sesuai dengan rekomendasi, ketersedian varietas di
lapangan dan ketersedian alsintan terutama traktor yang kurang sehingga
V. KESI MPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
1. Kegiatan Sosialisasi sistem informasi kalender tanam terpadu MK 2015 dan
MH 2015/ 2016 di Provinsi Bengkulu telah dilaksanakan di 10 kabupaten/ kota
melalui media cetak, elektronik dan sosialisasi langsung .
2. Hasil verifikasi luas baku lahan sawah MK 2015 sebanyak 66 kecamatan dari
10 kabupaten/ kota dengan hasil 35 kecamatan sesuai dengan yang ada
pada sistem informasi kalender tanam dan 31 kecamatan tidak sesuai
sedangkan verifikasi terhadap jadwal awal tanam di MH 2015/ 2016 secara
umum tidak sesuai dengan kondisi eksisting
3. Rata-rata produktivitas kegiatan validasi sistem informasi kalender tanam
yaitu 7,14 t/ ha dan terjadi peningkatan 2,84 t/ ha dari kondisi eksisting
4. I nformasi yang ada pada sistem informasi kalender tanam masih ada yang
belum sesuai sehingga masih perlu penyempurnaan lagi
5.2. Saran
1. Beberapa informasi yang disampaikan dalam sistem informasi kalender
tanam (KATAM) terpadu masih terdapat ketidaksesuaian
KI NERJA HASI L DI SEMI NASI
1. Dari hasil kegiatan gugus tugas Katam terpadu maka telah terdesiminasi
informasi kalender tanam terpadu MK 2015 dan MH 2015/ 2016 kepada
petani, penyuluh dan stakeholder sebanyak 940 orang dengan bahan cetak
katam level provinsi, kabupaten dan kecamatan sebanyak 340 exmplar
2. Telah diverifikasi luas baku lahan sawah MK 2015 sebanyak 66 kecamatan
dari 10 kabupaten/ kota dengan hasil 35 kecamatan sesuai dengan yang ada
pada sistem informasi kalender tanam dan 31 kecamatan tidak sesuai
3. Rata-rata produktivitas validasi sistem informasi kalender tanam MK 2015
sebesar 7,14 t/ ha dengan peningkatan sebesar 2,84 t/ ha (66% ) dari kondisi
DAFTAR PUSTAKA
Badan Litbang Pertanian. 2012. Petunjuk Teknis Gugus Tugas. Kalender Tanam Terpadu dan Perubahan I klim. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Bogor.
BBSDLP. 2012. Lokakarya Nasional. Perubahan I klim. Balai Besar Sumber Daya Lahan Pertanian. Bogor.
Farmanta Y. 2012. I ntersepsi Hujan oleh Tajuk Tanaman Kelapa Sawit. Tesis. Program Pasca Sarjana. I nstitut Pertanian Bogor. Bogor.
Ditjen Tanaman Pangan. 2008. Pedoman Umum: Peningkatan Produksi dan Produktivitas Padi, Jagung, dan Kedelai melalui pelaksanaan SL-PTT. Dirjen Tanaman Pangan.72 p.
Kementerian Pertanian. 2011. Peraturan Menteri Pertanian No. 45/ Permentan/ OT.140/ 8/ 2011. Kementerian Pertanian. Jakarta. 90 hal.
ANALI SI S RI SI KO
Analisis risiko diperlukan untuk mengetahui berbagai resiko yang mungkin
dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan diseminasi/ pendampingan. Dengan
mengenal risiko, penyebab, dan dampaknya maka akan dapat disusun strategi
ataupun cara penanganan risiko baik secara antisipatif maupun responsif.
Tabel 18. Daftar risiko pelaksanaan gugus KATAM terpadu di Provinsi Bengkulu tahun 2015.
No. Risiko Penyebab Dampak
1. Katam Terpadu belum diacu sebagai alat
- Tanam serempak dalam satu hamparan tidak terwujud dan sering gagal panen akibat cekaman lingkungan (banjir / kekeringan) serta ledakan OPT
Tabel 19. Daftar penanganan risiko dalam pelaksanaan gugus KATAM terpadu di Provinsi Bengkulu Tahun 2015.
No. Risiko Penyebab Penanganan
1. Katam Terpadu belum diacu sebagai alat
penyuluh terhadap
Katam dan
JADUAL PELAKSANAAN
Jadual pelaksanaan gugus Katam terpadu di Provinsi Bengkulu Tahun 2015.
No Uraian kegiatan
Bulan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Penyusunan RDHP
2 Penyusunan/ pembahasan perbaikan RODHP
3 Koordinasi
4 Pelaksanaan
5 Laporan bulanan
6 Laporan tengah tahun
PEMBI AYAAN
A. Rencana Anggaran Belanja (RAB)
No Jenis Pengeluaran Volume Harga Satuan
Jumlah Biaya 1. Belanja Bahan
1. ATK, komputer supplies, bahan informasi
2. Penggandaan dan laminasi
3. Konsumsi dalam rangka pertemuan dan pelatihan 2. Honor output kegiatan
1. Honor Petugas Lapang
2. UHL 3. Belanja Jasa Profesi
Narasumber, pengarah, evaluator 8 OJ 500.000
4.000.000 4.000.000 4. Belanja perjalanan biasa
Perjalanan dalam rangka pelaksanaan kegiatan (berkisar antara Rp 365.000 s/ d 5.000.000)
5 OP 5.000.000
1. ATK, komputer supplies, bahan informasi
2. Penggandaan dan laminasi
3. Konsumsi dalam rangka pertemuan dan pelatihan
2. Honor output kegiatan
1. Honor Petugas Lapang
2. UHL
3. Belanja Jasa Profesi Narasumber, pengarah, evaluator
4.000.000
4.000.000 100
100
4. Belanja perjalanan biasa Perjalanan dalam rangka pelaksanaan kegiatan (berkisar antara Rp 365.000 s/ d 5.000.000)
25.000.000 25.000.000
PERSONALI A
Lampiran 1. Dokumentasi Sosialisasi Sistem I nformasi Katam MK 2015 dan Standing Crop di Provinsi Bengkulu.
Bapak Ka. BPTP menyerahkan bahan cetak KATAM kepada Dandim 0409 Rejang Lebong.
Peserta sosialisasi KATAM MK 2015 dan standing crop.
Lampiran 2. Dokumentasi kegiatan pelatihan KATAM dan SC, serta Simposiu dan Kongres PERHI MPI di Bogor.
Peserta pelatihan KATAM dan SC Pratikum verifikasi dan validasi KATAM
Lampiran 3. Dokumentasi bahan cetak katam yang disampaikan kepada
stakholders.
Bahan cetak katam yang siap disampaikan kepadastakeholders.
Penyerahan bahan cetak katam ke Dinas Pertanian Kaur.
Penyerahan bahan cetak katam ke BP4K Kabupaten Kaur.
Lampiran 4. Dokumentasi Verifikasi dan Penyampaian Materi Sistem I nformasi Kalender Tanam MH 2015/ 2016 di Provinsi Bengkulu.
Peserta verifikasi KATAM MH 2015/ 2016 di Kab. Bengkulu Selatan
Penyerahan bahan cetak kat am ke stakeholder kab. Bengkulu Selatan.
Peserta verifikasi KATAM MH 2015/ 2016 di Kabupaten Bengkulu Tengah
Penyerahan bahan cetak KATAM ke stakeholder Kab. Bengkulu Tengah
Peserta verifikasi KATAM MH 2015/ 2016 di Kabupaten Bengkulu Utara
Lanjutan Lampiran 4…………
Peserta verifikasi KATAM di Kabupaten Seluma
Penyerahan bahan cetak KATAM ke BP4K Kab. Seluma
Peserta verifikasi KATAM MH 2015/ 2016 di Kabupaten Kepahiang